Anda di halaman 1dari 25

1.

Pengertian
Leukimia adalah proliferasi sel darah putih yang masih imatur dalam jaringan pem
bentuk
darah. (Suriadi, & Rita yuliani, 2001 : 175).
Leukimia adalah proliferasi tak teratur atau akumulasi sel darah putih dalam sum
-sum
tulang menggantikan elemen sum-sum tulang normal (Smeltzer, S C and Bare, B.G, 2
002
: 248 )
Leukimia adalah suatu keganasan pada alat pembuat sel darah berupa proliferasio
patologis sel hemopoetik muda yang ditandai oleh adanya kegagalan sum-sum tulang
dalam membentuk sel darah normal dan adanya infiltrasi ke jaringan tubuh yang la
in.
(Arief Mansjoer, dkk, 2002 : 495)
Berdasarkan dari beberapa pengetian diatas maka penulis berpendapat bahwa leukim
ia
adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh prolioferasi abnormal dari sel-sel le
ukosit
yang menyebabkan terjadinya kanker pada alat pembentuk darah.
2.Etiologi
Penyebab yang pasti belum diketahui, akan tetapi terdapat faktor predisposisi ya
ng
menyebabkan terjadinya leukemia, yaitu :
a.Faktor genetik : virus tertentu menyebabkan terjadinya perubahan struktur gen
(Tcell
Leukemia – Lhymphoma Virus/ HLTV).
b.Radiasi
c.Obat-obat imunosupresif, obat-obat kardiogenik seperti diethylstilbestrol.
d.Faktor herediter, misalnya pada kembar monozigot.
e.Kelainan kromosom, misalnya pada down sindrom. (Suriadi & Rita Yuliani, 2001 :
hal.
177)
Leukemia biasanya mengenai sel-sel darah putih.
Penyebab dari sebagian besar jenis leukemia tidak diketahui.
Pemaparan terhadap penyinaran (radiasi) dan bahan kimia tertentu (misalnya benze
na)
dan pemakaian obat antikanker, meningkatkan resiko terjadinya leukemia. Orang ya
ng
memiliki kelainan genetik tertentu (misalnya sindroma Down dan sindroma Fanconi)
,
juga lebih peka terhadap leukemia.
3.Gambaran klinik
Manifestasi klinik yang sering dijumpai pada penyakit leukemia adalah sebagai be
rikut :
a.Pilek tidak sembuh-sembuh
b.Pucat, lesu, mudah terstimulasi
c.Demam dan anorexia
d.Berat badan menurun
e.Ptechiae, memar tanpa sebab
f.Nyeri pada tulang dan persendian
g.Nyeri abdomen
h.Lumphedenopathy
i.Hepatosplenomegaly
j.Abnormal WBC
(Suriadi & Rita Yuliani, 2001 : hal. 177)
4.Insiden
ALL (Acute Lymphoid Leukemia) adalah insiden paling tinggi terjadi pada anak-ana
k yang berusia antara 3 dan 5 tahun. Anak perempuan menunjukkan prognosis yang l
ebih baik daripada anak laki-laki. Anak kulit hitam mempunyai frekuensi remisi y
ang lebih sedikit dan angka kelangsungan hidup (survival rate) rata-rata yang ju
ga lebih rendah. ANLL (Acute Nonlymphoid Leukemia) mencakup 15% sampai 25% kasus
leukemia pada anak. Resiko terkena penyakit ini meningkat pada anak yang mempun
yai kelainan kromosom bawaan seperti Sindrom Down. Lebih sulit dari ALL dalam ha
l menginduksi
remisi (angka remisi 70%). Remisinya lebih singkat pada anak-anak dengan ALL. Li
ma
puluh persen anak yang mengalami pencangkokan sumsum tulang memiliki remisi
berkepanjangan. (Betz, Cecily L. 2002. hal : 300).
5.Patofisiologi
a.Normalnya tulang marrow diganti dengan tumor yang malignan, imaturnya sel blas
t.
Adanya proliferasi sel blast, produksi eritrosit dan platelet terganggu sehingga
akan
menimbulkan anemia dan trombositipenia.
b.Sistem retikuloendotelial akan terpengaruh dan menyebabkan gangguan sistem
pertahanan tubuh dan mudah mengalami infeksi.
c.Manifestasi akan tampak pada gambaran gagalnya bone marrow dan infiltrasi orga
n,
sistem saraf pusat. Gangguan pada nutrisi dan metabolisme. Depresi sumsum tulang
yangt akan berdampak pada penurunan lekosit, eritrosit, faktor pembekuan dan
peningkatan tekanan jaringan.
d.Adanya infiltrasi pada ekstra medular akan berakibat terjadinya pembesaran hat
i, limfe,
nodus limfe, dan nyeri persendian.
(Suriadi, & Yuliani R, 2001: hal. 175)
6.Pemeriksaan laboratorium dan diagnostik
a.Hitung darah lengkap complete blood cell (CBC). Anak dengan CBC kurang dari
10.000/mm3 saat didiagnosis memiliki memiliki prognosis paling baik; jumlah leko
sit
lebih dari 50.000/mm3 adalah tanda prognosis kurang baik pada anak sembarang umu
r.
b.Pungsi lumbal untuk mengkaji keterlibatan susunan saraf pusat
c.Foto toraks untuk mendeteksi keterlibatan mediastinum.
d.Aspirasi sumsum tulang. Ditemukannya 25% sel blas memperkuat diagnosis.
e.Pemindaian tulang atau survei kerangka untuk mengkaji keterlibatan tulang.
f.Pemindaian ginjal, hati, limpa untuk mengkaji infiltrat leukemik.
g.Jumlah trombosit menunjukkan kapasitas pembekuan.
(Betz, Cecily L. 2002. hal : 301-302).
7.Penatalaksanaan Medis
Protokol pengobatan bervariasi sesuai jenis leukemia dan jenis obat yang diberik
an pada
anak. Proses induksi remisi pada anak terdiri dari tiga fase : induksi, konsolid
asi, dan
rumatan. Selama fase induksi (kira-kira 3 sampai 6 minggu) anak menerima berbaga
i
agens kemoterapeutik untuk menimbulkan remisi. Periode intensif diperpanjang 2 s
ampai
3 minggu selama fase konsolidasi untuk memberantas keterlibatan sistem saraf pus
at dan
organ vital lain. Terapi rumatan diberikan selama beberapa tahun setelah diagnos
is untuk
memperpanjang remisi. Beberapa obat yang dipakai untuk leukemia anak-anak adalah
prednison (antiinflamasi), vinkristin (antineoplastik), asparaginase (menurunkan
kadar
asparagin (asam amino untuk pertumbuhan tumor), metotreksat (antimetabolit),
merkaptopurin, sitarabin (menginduksi remisi pada pasien dengan leukemia granulo
sitik
akut), alopurinol, siklofosfamid (antitumor kuat), dan daunorubisin (menghambat
pembelahan sel selama pengobatan leukemia akut). (Betz, Cecily L. 2002. : 302).
Konsep Dasar Keperawatan
Menurut American Nursing Association (ANA) proses keperawatan adalah suatu metod
e
yang sistematis yang diberikan kepada individu, keluarga dan masyarakat dengan
berfokus pada respon unik dari individu, keluarga, dan masyarakat terhadap masal
ah
kesehatan yang potensial maupun aktual. ( Marilynn E. Doengoes, dkk .2000 : 6 ).
Di dalam memberikan asuhan keperawatan terdiri dari beberapa tahap atau langkah-
langkah proses keperawatan yaitu ; pengkajian, diagnosa keperawatan, perencanaan
,
implementasi, dan evaluasi.
1.Pengkajian
Pengkajian adalah dasar utama dari proses keperawatan, pengumpulan data yang aku
rat
dan sistematis akan membantu penentuan status kesehatan dan pola pertahanan klie
n,
mengidentifikasi kekuatan dan kebutuhan klien serta merumuskan diagnosa keperawa
tan.
(Budi Anna Keliat, 1994)
Pengkajian pada leukemia meliputi :
a.Riwayat penyakit
b.Kaji adanya tanda-tanda anemia :
1).Pucat
2).Kelemahan
3).Sesak
4).Nafas cepat
c.Kaji adanya tanda-tanda leukopenia
1).Demam
2).Infeksi
d.Kaji adanya tanda-tanda trombositopenia :
1).Ptechiae
2).Purpura
3).Perdarahan membran mukosa
e.Kaji adanya tanda-tanda invasi ekstra medulola :
1).Limfadenopati
2).Hepatomegali
3).Splenomegali
f.Kaji adanya pembesaran testis
g.Kaji adanya :
1).Hematuria
2).Hipertensi
3).Gagal ginjal
4).Inflamasi disekitar rektal
5).Nyeri (Suriadi,R dan Rita Yuliani,2001 : 178)
2.Patofisiologi dan Penyimpangan KDM
Proliferasi sel kanker
Sel kanker bersaing dengan sel normal
Untuk mendapatkan nutrisi
InfiltrasiSel normal digantikan dengan
Sel kanker
3.Diagnosa KeperawatanDiagnosa keperawatan menurut The North American Nursing
Diagnosis Association (NANDA) adalah “ suatu penilaian klinis tentang respon indiv
idu,
keluarga, atau komunitas terhadap masalah kesehatan/proses kehidupan yang aktual
dan
potensial. Diagnosa keperawatan memberikan dasar untuk pemilihan intervensi
keperawatan untuk mencapai tujuan diamana perawat bertanggung gugat “ (Wong,D.L,
2004 :331)
Menurut Wong, D.L (2004 :596 – 610) , diagnosa pada anak dengan leukemia adalah :
1.Resiko infeksi berhubungan dengan menurunnya sistem pertahanan tubuh
2.Intoleransi aktivitas berhubungan dengan kelemahan akibat anemia
3.Resiko terhadap cedera : perdarahan yang berhubungan dengan penurunan jumlah
trombosit
4.Resiko tinggi kekurangan volume cairan berhubungan dengan mual dan muntah
5.Perubahan membran mukosa mulut : stomatitis yang berhubungan dengan efek sampi
ng
agen kemoterapi
6.Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh yang berhubungan dengan anoreksi
a,
malaise, mual dan muntah, efek samping kemoterapi dan atau stomatitis
7.Nyeri yang berhubungan dengan efek fisiologis dari leukemia
8.Kerusakan integritas kulit berhubungan dengan pemberian agens kemoterapi,
radioterapi, imobilitas.
9.Gangguan citra tubuh berhubungan dengan alopesia atau perubahan cepat pada
penampilan.
10.Perubahan proses keluarga berhubungan dengan mempunyai anak yang menderita
leukemia.
11.Antisipasi berduka berhubungan dengan perasaan potensial kehilangan anak.
4.Rencana keperawatan
Rencana keperawatan merupakan serangkaian tindakan atau intervensi untuk mencapa
i
tujuan pelaksanaan asuhan keperawatan.
Intervensi keperawatan adalah preskripsi untuk perilaku spesifik yang diharapkan
dari
pasien dan atau tindakan yang harus dilakukan oleh perawat.
Berdasarkan diagnosa yang ada maka dapat disusun rencana keperawatan sebagai ber
ikut
(Wong,D.L,2004 )
a.Resiko infeksi berhubungan dengan menurunnya sistem pertahanan tubuh
1)Tujuan : Anak tidak mengalami gejala-gejala infeksi
2)Intervensi :
a)Pantau suhu dengan teliti
Rasional : untuk mendeteksi kemungkinan infeksi
b)Tempatkan anak dalam ruangan khusus
Rasional : untuk meminimalkan terpaparnya anak dari sumber infeksi
c)Anjurkan semua pengunjung dan staff rumah sakit untuk menggunakan teknik mencu
ci
tangan dengan baik
Rasional : untuk meminimalkan pajanan pada organisme infektif
d)Gunakan teknik aseptik yang cermat untuk semua prosedur invasif
Rasional : untuk mencegah kontaminasi silang/menurunkan resiko infeksi
e)Evaluasi keadaan anak terhadap tempat-tempat munculnya infeksi seperti tempat
penusukan jarum, ulserasi mukosa, dan masalah gigi
Rasional : untuk intervensi dini penanganan infeksi
f)Inspeksi membran mukosa mulut. Bersihkan mulut dengan baik
Rasional : rongga mulut adalah medium yang baik untuk pertumbuhan organisme
g)Berikan periode istirahat tanpa gangguan
Rasional : menambah energi untuk penyembuhan dan regenerasi seluler
h)Berikan diet lengkap nutrisi sesuai usia
Rasional : untuk mendukung pertahanan alami tubuh
i)Berikan antibiotik sesuai ketentuan
Rasional : diberikan sebagai profilaktik atau mengobati infeksi khusus
b.Intoleransi aktivitas berhubungan dengan kelemahan akibat anemia
1)Tujuan : terjadi peningkatan toleransi aktifitas
2)Intervensi :
a)Evaluasi laporan kelemahan, perhatikan ketidakmampuan untuk berpartisipasi dal
a
aktifitas sehari-hari
Rasional : menentukan derajat dan efek ketidakmampuan
b)Berikan lingkungan tenang dan perlu istirahat tanpa gangguan
Rasional : menghemat energi untuk aktifitas dan regenerasi seluler atau penyambu
ngan
jaringan
c)Kaji kemampuan untuk berpartisipasi pada aktifitas yang diinginkan atau dibutu
hkan
Rasional : mengidentifikasi kebutuhan individual dan membantu pemilihan interven
si
d)Berikan bantuan dalam aktifitas sehari-hari dan ambulasi
Rasional : memaksimalkan sediaan energi untuk tugas perawatan diri
c.Resiko terhadap cedera/perdarahan yang berhubungan dengan penurunan jumlah
trombosit
1)Tujuan : klien tidak menunjukkan bukti-bukti perdarahan
2)Intervensi :
a)Gunakan semua tindakan untuk mencegah perdarahan khususnya pada daerah ekimosi
s
Rasional : karena perdarahan memperberat kondisi anak dengan adanya anemia
b) Cegah ulserasi oral dan rektal
Rasional : karena kulit yang luka cenderung untuk berdarah
c) Gunakan jarum yang kecil pada saat melakukan injeksi
Rasional : untuk mencegah perdarahan
d) Menggunakan sikat gigi yang lunak dan lembut
Rasional : untuk mencegah perdarahan
e) Laporkan setiap tanda-tanda perdarahan (tekanan darah menurun, denyut nadi ce
pat,
dan pucat)
Rasional : untuk memberikan intervensi dini dalam mengatasi perdarahan
f) Hindari obat-obat yang mengandung aspirin
Rasional : karena aspirin mempengaruhi fungsi trombosit
g) Ajarkan orang tua dan anak yang lebih besar ntuk mengontrol perdarahan hidung
Rasional : untuk mencegah perdarahan
d.Resiko tinggi kekurangan volume cairan berhubungan dengan mual dan muntah
1)Tujuan : - Tidak terjadi kekurangan volume cairan
- Pasien tidak mengalami mual dan muntah
2)Intervensi :
a)Berikan antiemetik awal sebelum dimulainya kemoterapi
Rasional : untuk mencegah mual dan muntah
b)Berikan antiemetik secara teratur pada waktu dan program kemoterapi
Rasional : untuk mencegah episode berulang
c)Kaji respon anak terhadap anti emetik
Rasional : karena tidak ada obat antiemetik yang secara umum berhasil
d)Hindari memberikan makanan yang beraroma menyengat
Rasional : bau yang menyengat dapat menimbulkan mual dan muntah
e)Anjurkan makan dalam porsi kecil tapi sering
Rasional : karena jumlah kecil biasanya ditoleransi dengan baik
f)Berikan cairan intravena sesuai ketentuan
g)Rasional : untuk mempertahankan hidrasi
e.Perubahan membran mukosa mulut : stomatitis yang berhubungan dengan efek sampi
ng
agen kemoterapi
1)Tujuan : pasien tidak mengalami mukositis oral
2)Intervensi :
a)Inspeksi mulut setiap hari untuk adanya ulkus oral
Rasional : untuk mendapatkan tindakan yang segera
b)Hindari mengukur suhu oral
Rasional : untuk mencegah trauma
c)Gunakan sikat gigi berbulu lembut, aplikator berujung kapas, atau jari yang di
balut
kasa
Rasional : untuk menghindari trauma
d)Berikan pencucian mulut yang sering dengan cairan salin normal atau tanpa laru
tan
bikarbonat
Rasional : untuk menuingkatkan penyembuhan
e)Gunakan pelembab bibir
Rasional : untuk menjaga agar bibir tetap lembab dan mencegah pecah-pecah (fisur
a)
f)Hindari penggunaan larutan lidokain pada anak kecil
Rasional : karena bila digunakan pada faring, dapat menekan refleks muntah yang
mengakibatkan resiko aspirasi dan dapat menyebabkan kejang
g)Berikan diet cair, lembut dan lunak
Rasional : agar makanan yang masuk dapat ditoleransi anak
h)Inspeksi mulut setiap hari
Rasional : untuk mendeteksi kemungkinan infeksi
i)Dorong masukan cairan dengan menggunakan sedotan
Rasional : untuk membantu melewati area nyeri
j)Hindari penggunaa swab gliserin, hidrogen peroksida dan susu magnesia
Rasional : dapat mengiritasi jaringan yang luka dan dapat membusukkan gigi,
memperlambat penyembuhan dengan memecah protein dan dapat mengeringkan mukosa
k)Berikan obat-obat anti infeksi sesuai ketentuan
Rasional : untuk mencegah atau mengatasi mukositis
l)Berikan analgetik
Rasional : untuk mengendalikan nyeri
f.Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh yang berhubungan dengan anoreksi
a,
malaise, mual dan muntah, efek samping kemoterapi dan atau stomatitis
1)Tujuan : pasien mendapat nutrisi yang adekuat
2)Intervensi :
a)Dorong orang tua untuk tetap rileks pada saat anak makan
Rasional : jelaskan bahwa hilangnya nafsu makan adalah akibat langsung dari mual
dan
muntah serta kemoterapi
b)Izinkan anak memakan semua makanan yang dapat ditoleransi, rencanakan unmtuk
memperbaiki kualitas gizi pada saat selera makan anak meningkat
Rasional : untuk mempertahankan nutrisi yang optimal
c)Berikan makanan yang disertai suplemen nutrisi gizi, seperti susu bubuk atau s
uplemen
yang dijual bebas
Rasional : untuk memaksimalkan kualitas intake nutrisi
d)Izinkan anak untuk terlibat dalam persiapan dan pemilihan makanan
Rasional : untuk mendorong agar anak mau makan
e)Dorong masukan nutrisi dengan jumlah sedikit tapi sering
Rasional : karena jumlah yang kecil biasanya ditoleransi dengan baik
f)Dorong pasien untuk makan diet tinggi kalori kaya nutrient
Rasional : kebutuhan jaringan metabolik ditingkatkan begitu juga cairan untuk
menghilangkan produk sisa suplemen dapat memainkan peranan penting dalam
mempertahankan masukan kalori dan protein yang adekuat
g)Timbang BB, ukur TB dan ketebalan lipatan kulit trisep
Rasional : membantu dalam mengidentifikasi malnutrisi protein kalori, khususnya
bila
BB dan pengukuran antropometri kurang dari normal
g.Nyeri yang berhubungan dengan efek fisiologis dari leukemia
1)Tujuan : pasien tidak mengalami nyeri atau nyeri menurun sampai tingkat yang d
apat
diterima anak
2)Intervensi :
a)Mengkaji tingkat nyeri dengan skala 0 sampai 5
Rasional : informasi memberikan data dasar untuk mengevaluasi kebutuhan atau
keefektifan intervensi
b)Jika mungkin, gunakan prosedur-prosedur (misal pemantauan suhu non invasif, al
at
akses vena
Rasional : untuk meminimalkan rasa tidak aman
c)Evaluasi efektifitas penghilang nyeri dengan derajat kesadaran dan sedasi
Rasional : untuk menentukan kebutuhan perubahan dosis. Waktu pemberian atau obat
d)Lakukan teknik pengurangan nyeri non farmakologis yang tepat
Rasional : sebagai analgetik tambahan
e)Berikan obat-obat anti nyeri secara teratur
Rasional : untuk mencegah kambuhnya nyeri
h.Kerusakan integritas kulit berhubungan dengan pemberian agens kemoterapi,
radioterapi, imobilitas
1)Tujuan : pasien mempertahankan integritas kulit
2)Intervensi :
a)Berikan perawatan kulit yang cemat, terutama di dalam mulut dan daerah periana
l
Rasional : karena area ini cenderung mengalami ulserasi
b)Ubah posisi dengan sering
Rasional : untuk merangsang sirkulasi dan mencegah tekanan pada kulit
c)Mandikan dengan air hangat dan sabun ringan
Rasional : mempertahankan kebersihan tanpa mengiritasi kulit
d)Kaji kulit yang kering terhadap efek samping terapi kanker
Rasional : efek kemerahan atau kulit kering dan pruritus, ulserasi dapat terjadi
dalam area
radiasi pada beberapa agen kemoterapi
e)Anjurkan pasien untuk tidak menggaruk dan menepuk kulit yang kering
Rasional : membantu mencegah friksi atau trauma kulit
f)Dorong masukan kalori protein yang adekuat
Rasional : untuk mencegah keseimbangan nitrogen yang negatif
g)Pilih pakaian yang longgar dan lembut diatas area yang teradiasi
Rasional : untuk meminimalkan iritasi tambahan
i.Gangguan citra tubuh berhubungan dengan alopesia atau perubahan cepat pada
penampilan
1)Tujuan : pasien atau keluarga menunjukkan perilaku koping positif
2)Intervensi :
a)Dorong anak untuk memilih wig (anak perempuan) yang serupa gaya dan warna ramb
ut
anak sebelum rambut mulai rontok
Rasional : untuk membantu mengembangkan penyesuaian rambut terhadap kerontokan
rambut
b)Berikan penutup kepala yang adekuat selama pemajanan pada sinar matahari, angi
n
atau dingin
Rasional : karena hilangnya perlindungan rambut
c)Anjurkan untuk menjaga agar rambut yang tipis itu tetap bersih, pendek dan hal
us
Rasional : untuk menyamarkan kebotakan parsial
d)Jelaskan bahwa rambut mulai tumbuh dalam 3 hingga 6 bulan dan mungkin warna at
au
teksturnya agak berbeda
Rasional : untuk menyiapkan anak dan keluarga terhadap perubahan penampilan ramb
ut
baru
e)Dorong hygiene, berdan, dan alat alat yang sesuai dengan jenis kelamin , misal
nya wig,
skarf, topi, tata rias, dan pakaian yang menarik
Rasional : untuk meningkatkan penampilan
j.Perubahan proses keluarga berhubungan dengan mempunyai anak yang menderita
leukemia
1)Tujuan : pasien atau keluarga menunjukkan pengetahuan tentang prosedur diagnos
tik
atau terapi
2)Intervensi :
a)Jelaskan alasan setiap prosedur yang akan dilakukan pda anak
Rasional : untuk meminimalkan kekhawatiran yang tidak perlu
b)Jadwalkan waktu agar keluarga dapat berkumpul tanpa gangguan dari staff
Rasional : untuk mendorong komunikasi dan ekspresi perasaan
c)Bantu keluarga merencanakan masa depan, khususnya dalam membantu anak menjalan
i
kehidupan yang normal
Rasional : untuk meningkatkan perkembangan anak yang optimal
d)Dorong keluarga untuk mengespresikan perasaannya mengenai kehidupan anak
sebelum diagnosa dan prospek anak untuk bertahan hidup
Rasional : memberikan kesempatan pada keluarga untuk menghadapi rasa takut secar
a
realistis
e)Diskusikan bersama keluarga bagaimana mereka memberitahu anak tentang hasil
tindakan dan kebutuhan terhadap pengobatan dan kemungkinan terapi tambahan
Rasional : untuk mempertahankan komunikasi yang terbuka dan jujur
f)Hindari untuk menjelaskan hal-hal yang tidak sesuai dengan kenyataan yang ada
Rasional : untuk mencegah bertambahnya rasa khawatiran keluarga
k.Antisipasi berduka berhubungan dengan perasaan potensial kehilangan anak
1)Tujuan : pasien atau keluarga menerima dan mengatasi kemungkinan kematian anak
2)Intervensi :
a)Kaji tahapan berduka terhadap anak dan keluarga
Rasional : pengetahuan tentang proses berduka memperkuat normalitas perasaan ata
u
reaksi terhadap apa yang dialami dan dapat membantu pasien dan keluarga lebih ef
ektif
menghadapi kondisinya
b)Berikan kontak yang konsisten pada keluarga
Rasional : untuk menetapkan hubungan saling percaya yang mendorong komunikasi
c)Bantu keluarga merencanakan perawatan anak, terutama pada tahap terminal
Rasional : untuk meyakinkan bahwa harapan mereka diimplementasikan
d)Fasilitasi anak untuk mengespresikan perasaannya melalui bermain
Rasional : memperkuat normalitas perasaan atau reaksi terhadap apa yang dialami
5.Implementasi
Implementasi keperawatan adalah pelaksanaan dari perencanaan keperawatan yang te
lah dibuat untuk mencapai hasil yang efektif. Dalam pelaksanaan implementasi kep
erawatan, penguasaan keterampilan dan pengetahuan harus dimiliki oleh setiap per
awat sehingga pelayanan yang diberikan baik mutunya. Dengan demikian tujuan dari
rencana yang telah ditentukan dapat tercapai (Wong. D.L.2004:hal.331).
6.Evaluasi
Evaluasi adalah suatu penilaian terhadap keberhasilan rencana keperawatan untuk
memenuhi kebutuhan-kebutuhan klien. Menurut Wong. D.L, (2004 hal 596-610) hasil
yang diharapkan pada klien dengan leukemia adalah :
a.Anak tidak menunjukkan tanda-tanda infeksi
b.Berpartisipasi dalam aktifitas sehari-sehari sesuai tingkat kemampuan, adanya
laporan
peningkatan toleransi aktifitas.
c.Anak tidak menunjukkan bukti-bukti perdarahan.
d.Anak menyerap makanan dan cairan, anak tidak mengalami mual dan muntah
e.Membran mukosa tetap utuh, ulkus menunjukkan tidak adanya rasa tidak nyaman
f.Masukan nutrisi adekuat
g.Anak beristirahat dengan tenang, tidak melaporkan dan atau menunjukkan bukti-b
ukti
ketidaknyamanan, tidak mengeluhkan perasaan tidak nyaman.
h.Kulit tetap bersih dan utuh
i.Anak mengungkapkan masalah yang berkaitan dengan kerontokan rambut, anak
membantu menentukan metode untuk mengurangi efek kerontokan rambut dan
menerapkan metode ini dan anak tampak bersih, rapi, dan berpakaian menarik.
j.Anak dan keluarga menunjukkan pemahaman tentang prosedur, keluarga menunjukkan
pengetahuan tentang penyakit anak dan tindakannya. Keluarga mengekspresikan pera
saan
serta kekhawatirannya dan meluangkan waktu bersama anak.
k.Keluarga tetap terbuka untuk konseling dan kontak keperawatan, keluarga dan an
ak
mendiskusikan rasa takut, kekhawatiran, kebutuhan dan keinginan mereka pada taha
p
terminal, pasien dan keluarga mendapat dukungan yang adekuat.
Sumber:
1.Sunar Trenggana, Dr. Leukemia ; Penuntun bagi orang tua Bagian Ilmu Kesehatan
Anak, FK UNHAS/SMF Anak RS DR. Wahidin Sudirohusodo Makassar.
2.Susan Martin Tucker, Mary M. Canabbio, Eleanor Yang Paquette, Majorie Fife Wel
ls,
1998, Standar Perawatan Pasien, volume 4, EGC.
3.Abdoerrachman MH, dkk, 1998, Ilmu Kesehatan Anak, Buku I, penerbit Fakultas
Kedokteran UI, Jakarta.
4.Anna Budi Keliat, SKp, MSc., 1994, Proses Keperawatan, EGC.
5.Marilynn E. Doenges, Mary Prances Moorhouse, Alice C. Beissler, 1993, Rencana
Asuhan Keperawatan, EGC.
6.Rosa M Sacharin, 1996, Prinsip Keperawatan Pediatrik, edisi 2, Jakarta
7.Soeparman, Sarwono Waspadji, 1998, Ilmu Penyakit Dalam, jilid II, Balai Penerb
it
FKUI, Jakarta.
http://www.scribd.com/doc/9501526/ASKEP-LEUKIMIA
Mengenal Leukemia
Leukemia adalah proliferasi sel darah putih yang masih imatur dalam jaringa
n pembentuk darah
leukemia merupakan penyakit keganasan dan berkembang sel – sel limfosit normal men
jadi ganas dengan segara menggantikan sel – sel yang normal dalam sumsum tulang be
lakang, sehinga sumsum tulang belakang gagal dalam membentuk sel darah normal me
nginfiltrasi ke jaringan tubuh yang lain.
Penyebab
penyebab leukemia diantaranya adalah :
1. Radiasi
2. bahan kimia
3. obat – obatan
4. virus
5. kelainan genetik
Klasifikasi Leukemia
klasifikasi leukemia dapat dibagi menjadi 4 tipe leukemia, yaitu
1. Leukemia Limfosit akut (LLA), ini paling sering ditemukan pada anak anak
2. Leukemia Mielositik akut (LMA), lebih sering dijumpai pada dewasa
3. Leukemia Limfositik Kromis (LLK), sering diderita pada orang dewasa beru
mur lebih dari 55 tahun
4. Leukemia Mielositik Kronis (LMK), sering ditemukan pada orang dewasa
Tanda dan gejala Leukemia
pada orang yang terkena penyakit leukemia terdapat gejala gejala seperti:
• kelemahan kelelahan
• perdarahan (epistaksis, ptekie, ekimosis)
• demam
• nyeri pada tulang belakang
• nyeri pada sendi
• tekanan intra kranial meningkat
• terjadi limpadenopati
• hepatomegali
manajemen pada leukemia
penanganan leukemia diantaranya adalah :
• Sitostatika
• intensifikasi
• pengobatan pada susunan syaraf pusat
• kontinuitas
bila melihat dari uraian diatas, penderita leukemia akan sangat mudah terjadi pe
nurunan daya tahan tubuh, sehingga mudah terjadi infeksi.
dampak seperti pada masalah psikis baik penderita maupun pada keluarga, dampak d
ampak lain juga dapat terjadi seiring dengan masalah yang terjadi pada penderita
leukemia.
bagaimana dalam mengatasi masalah pada penderita leukemia?
dalam hal masalah pada penderita leukemia perlunya kebijakan tersendiri, seperti
:
• penderita perlu istirahat yang cukup
• jaga penderita agar jangan sampai terkena infeksi
• jaga higiene pribadi pada penderita leukemia seperti pada mandi, perawatan mulut
, perawatan perineal
• obat dari dokter harus selalu di minum atau sesui dengan petunjuk dari dokter
• hindarkan penderita leukemia dari orang orang yang menderita infeksi saluran per
nafasan atas (ISPA: flu,pilek), anak anak yang menderita cacar air
• penderita leukemia banyak minum sekitar 2-3 liter per hari
jadi pada penderita leukemia memerlukan perhatian khusus perlu penanganan yang k
omprehensif baik dari keluarga, perawat, dokter karena leukemia akan mempunyai p
ermasalah permasalah tersendiri disamping dari masalah kesehatan sehingga masala
h masalah dapat diminimalisir.
bagaiamana menurut pendapat anda tentang ulasan leukemia diatas?anda mau menamba
hka
http://blog.ilmukeperawatan.com/mengenal-leukemia.html
ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN DENGAN LEUKEMIA
May 07
Posted by delicious _ DeZ
Labels: Asuhan Keperawatan
1.Pengertian
Leukimia adalah proliferasi sel darah putih yang masih imatur dalam jaringan pem
bentuk darah. (Suriadi, & Rita yuliani, 2001: 175).
Leukimia adalah proliferasi tak teratur atau akumulasi sel darah putih dalam sum
-sum tulang menggantikan elemen sum-sum tulang normal (Smeltzer, S C and Bare, B
.G, 2002: 248)
Leukimia adalah suatu keganasan pada alat pembuat sel darah berupa proliferasio
patologis sel hemopoetik muda yang ditandai oleh adanya kegagalan sum-sum tulang
dalam membentuk sel darah normal dan adanya infiltrasi ke jaringan tubuh yang l
ain. (Arief Mansjoer, dkk, 2002: 495)
Berdasarkan dari beberapa pengetian diatas maka penulis berpendapat bahwa leukim
ia adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh prolioferasi abnormal dari sel-sel
leukosit yang menyebabkan terjadinya kanker pada alat pembentuk darah.

2.Etiologi
Penyebab yang pasti belum diketahui, akan tetapi terdapat faktor predisposisi ya
ng menyebabkan terjadinya leukemia, yaitu:
a.Faktor genetik: virus tertentu menyebabkan terjadinya perubahan struktur gen (
Tcell Leukemia – Lhymphoma Virus/HLTV).
b.Radiasi
c.Obat-obat imunosupresif, obat-obat kardiogenik seperti diethylstilbestrol.
d.Faktor herediter, misalnya pada kembar monozigot.
e.Kelainan kromosom, misalnya pada down sindrom. (Suriadi & Rita Yuliani, 2001:
hal. 177)
Leukemia biasanya mengenai sel-sel darah putih. Penyebab dari sebagian besar jen
is leukemia tidak diketahui. Pemaparan terhadap penyinaran (radiasi) dan bahan k
imia tertentu (misalnya benzena) dan pemakaian obat antikanker, meningkatkan res
iko terjadinya leukemia. Orang yang memiliki kelainan genetik tertentu (misalnya
sindroma Down dan sindroma Fanconi), juga lebih peka terhadap leukemia.

3.Gambaran klinik
Manifestasi klinik yang sering dijumpai pada penyakit leukemia adalah sebagai be
rikut:
a.Pilek tidak sembuh-sembuh
b.Pucat, lesu, mudah terstimulasi
c.Demam dan anorexia
d.Berat badan menurun
e.Ptechiae, memar tanpa sebab
f.Nyeri pada tulang dan persendian
g.Nyeri abdomen
h.Lumphedenopathy
i.Hepatosplenomegaly
j.Abnormal WBC
(Suriadi & Rita Yuliani, 2001: hal. 177)

4. Insiden
ALL (Acute Lymphoid Leukemia) adalah insiden paling tinggi terjadi pada anak-ana
k yang berusia antara 3 dan 5 tahun. Anak perempuan menunjukkan prognosis yang l
ebih baik daripada anak laki-laki. Anak kulit hitam mempunyai frekuensi remisi y
ang lebih sedikit dan angka kelangsungan hidup (survival rate) rata-rata yang ju
ga lebih rendah. ANLL (Acute Nonlymphoid Leukemia) mencakup 15% sampai 25% kasus
leukemia pada anak. Resiko terkena penyakit ini meningkat pada anak yang mempun
yai kelainan kromosom bawaan seperti Sindrom Down. Lebih sulit dari ALL dalam ha
l menginduksi remisi (angka remisi 70%). Remisinya lebih singkat pada anak-anak
dengan ALL. Lima puluh persen anak yang mengalami pencangkokan sumsum tulang mem
iliki remisi berkepanjangan. (Betz, Cecily L. 2002. hal : 300).

5.Patofisiologi
a.Normalnya tulang marrow diganti dengan tumor yang malignan, imaturnya sel blas
t. Adanya proliferasi sel blast, produksi eritrosit dan platelet terganggu sehin
gga akan menimbulkan anemia dan trombositipenia.
b.Sistem retikuloendotelial akan terpengaruh dan menyebabkan gangguan sistem per
tahanan tubuh dan mudah mengalami infeksi.
c.Manifestasi akan tampak pada gambaran gagalnya bone marrow dan infiltrasi orga
n, sistem saraf pusat. Gangguan pada nutrisi dan metabolisme. Depresi sumsum tul
ang yang akan berdampak pada penurunan lekosit, eritrosit, faktor pembekuan dan
peningkatan tekanan jaringan.
d.Adanya infiltrasi pada ekstra medular akan berakibat terjadinya pembesaran hat
i, limfe, nodus limfe, dan nyeri persendian. (Suriadi, & Yuliani R, 2001: hal. 1
75)

6.Pemeriksaan laboratorium dan diagnostik


a.Hitung darah lengkap complete blood cell (CBC). Anak dengan CBC kurang dari 10
.000/mm3 saat didiagnosis memiliki memiliki prognosis paling baik; jumlah lekosi
t lebih dari 50.000/mm3 adalah tanda prognosis kurang baik pada anak sembarang u
mur.
b.Pungsi lumbal untuk mengkaji keterlibatan susunan saraf pusat
c.Foto toraks untuk mendeteksi keterlibatan mediastinum.
d.Aspirasi sumsum tulang. Ditemukannya 25% sel blas memperkuat diagnosis.
e.Pemindaian tulang atau survei kerangka untuk mengkaji keterlibatan tulang.
f.Pemindaian ginjal, hati, limpa untuk mengkaji infiltrat leukemik.
g.Jumlah trombosit menunjukkan kapasitas pembekuan. (Betz, Cecily L. 2002. hal:
301-302).

7.Penatalaksanaan Medis
Protokol pengobatan bervariasi sesuai jenis leukemia dan jenis obat yang diberik
an pada anak. Proses induksi remisi pada anak terdiri dari tiga fase : induksi,
konsolidasi, dan rumatan. Selama fase induksi (kira-kira 3 sampai 6 minggu) anak
menerima berbagai agens kemoterapeutik untuk menimbulkan remisi. Periode intens
if diperpanjang 2 sampai 3 minggu selama fase konsolidasi untuk memberantas kete
rlibatan sistem saraf pusat dan organ vital lain. Terapi rumatan diberikan selam
a beberapa tahun setelah diagnosis untuk memperpanjang remisi. Beberapa obat yan
g dipakai untuk leukemia anak-anak adalah prednison (antiinflamasi), vinkristin
(antineoplastik), asparaginase (menurunkan kadar asparagin (asam amino untuk per
tumbuhan tumor), metotreksat (antimetabolit), merkaptopurin, sitarabin (mengindu
ksi remisi pada pasien dengan leukemia granulositik akut), alopurinol, siklofosf
amid (antitumor kuat), dan daunorubisin (menghambat pembelahan sel selama pengob
atan leukemia akut). (Betz, Cecily L. 2002: 302).

Konsep Dasar Keperawatan


Menurut American Nursing Association (ANA) proses keperawatan adalah suatu metod
e yang sistematis yang diberikan kepada individu, keluarga dan masyarakat dengan
berfokus pada respon unik dari individu, keluarga, dan masyarakat terhadap masa
lah kesehatan yang potensial maupun aktual. ( Marilynn E. Doengoes, dkk. 2000: 6
).
Di dalam memberikan asuhan keperawatan terdiri dari beberapa tahap atau langkah-
langkah proses keperawatan yaitu; pengkajian, diagnosa keperawatan, perencanaan,
implementasi, dan evaluasi.
1.Pengkajian
Pengkajian adalah dasar utama dari proses keperawatan, pengumpulan data yang aku
rat dan sistematis akan membantu penentuan status kesehatan dan pola pertahanan
klien, mengidentifikasi kekuatan dan kebutuhan klien serta merumuskan diagnosa k
eperawatan. (Budi Anna Keliat, 1994)
Pengkajian pada leukemia meliputi:
a.Riwayat penyakit
b.Kaji adanya tanda-tanda anemia:
1).Pucat
2).Kelemahan
3).Sesak
4).Nafas cepat
c.Kaji adanya tanda-tanda leukopenia:
1).Demam
2).Infeksi
d.Kaji adanya tanda-tanda trombositopenia:
1).Ptechiae
2).Purpura
3).Perdarahan membran mukosa
e.Kaji adanya tanda-tanda invasi ekstra medulola:
1).Limfadenopati
2).Hepatomegali
3).Splenomegali
f.Kaji adanya pembesaran testis
g.Kaji adanya:
1).Hematuria
2).Hipertensi
3).Gagal ginjal
4).Inflamasi disekitar rektal
5).Nyeri (Suriadi,R dan Rita Yuliani, 2001: 178)

2.Patofisiologi dan Penyimpangan KDM Proliferasi sel kanker


Sel kanker bersaing dengan sel normal, untuk mendapatkan nutrisi, Infiltrasi sel
normal digantikan dengan Sel kanker.

3.Diagnosa Keperawatan
Diagnosa keperawatan menurut The North American Nursing Diagnosis Association (N
ANDA) adalah “ suatu penilaian klinis tentang respon individu, keluarga, atau komu
nitas terhadap masalah kesehatan/proses kehidupan yang aktual dan potensial. Dia
gnosa keperawatan memberikan dasar untuk pemilihan intervensi keperawatan untuk
mencapai tujuan diamana perawat bertanggung gugat “ (Wong,D.L, 2004: 331).
Menurut Wong, D.L (2004 :596 – 610) , diagnosa pada anak dengan leukemia adalah:
1.Resiko infeksi berhubungan dengan menurunnya sistem pertahanan tubuh
2.Intoleransi aktivitas berhubungan dengan kelemahan akibat anemia
3.Resiko terhadap cedera : perdarahan yang berhubungan dengan penurunan jumlah t
rombosit
4.Resiko tinggi kekurangan volume cairan berhubungan dengan mual dan muntah
5.Perubahan membran mukosa mulut : stomatitis yang berhubungan dengan efek sampi
ng agen kemoterapi
6.Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh yang berhubungan dengan anoreksi
a, malaise, mual dan muntah, efek samping kemoterapi dan atau stomatitis
7.Nyeri yang berhubungan dengan efek fisiologis dari leukemia
8.Kerusakan integritas kulit berhubungan dengan pemberian agens kemoterapi, radi
oterapi, imobilitas.
9.Gangguan citra tubuh berhubungan dengan alopesia atau perubahan cepat pada pen
ampilan.
10.Perubahan proses keluarga berhubungan dengan mempunyai anak yang menderita le
ukemia.
11.Antisipasi berduka berhubungan dengan perasaan potensial kehilangan anak.

4.Rencana keperawatan
Rencana keperawatan merupakan serangkaian tindakan atau intervensi untuk mencapa
i tujuan pelaksanaan asuhan keperawatan. Intervensi keperawatan adalah preskrips
i untuk perilaku spesifik yang diharapkan dari pasien dan atau tindakan yang har
us dilakukan oleh perawat. Berdasarkan diagnosa yang ada maka dapat disusun renc
ana keperawatan sebagai berikut (Wong,D.L: 2004)
a. Resiko infeksi berhubungan dengan menurunnya sistem pertahanan tubuh
1) Tujuan: Anak tidak mengalami gejala-gejala infeksi
2) Intervensi:
- Pantau suhu dengan teliti
Rasional: untuk mendeteksi kemungkinan infeksi
- Tempatkan anak dalam ruangan khusus
Rasional: untuk meminimalkan terpaparnya anak dari sumber infeksi
- Anjurkan semua pengunjung dan staff rumah sakit untuk menggunakan teknik mencu
ci tangan dengan baik
Rasional : untuk meminimalkan pajanan pada organisme infektif
- Gunakan teknik aseptik yang cermat untuk semua prosedur invasif
Rasional: untuk mencegah kontaminasi silang/menurunkan resiko infeksi
- Evaluasi keadaan anak terhadap tempat-tempat munculnya infeksi seperti tempat
penusukan jarum, ulserasi mukosa, dan masalah gigi
Rasional: untuk intervensi dini penanganan infeksi
- Inspeksi membran mukosa mulut. Bersihkan mulut dengan baik
Rasional: rongga mulut adalah medium yang baik untuk pertumbuhan organisme
- Berikan periode istirahat tanpa gangguan
Rasional: menambah energi untuk penyembuhan dan regenerasi seluler
- Berikan diet lengkap nutrisi sesuai usia
Rasional: untuk mendukung pertahanan alami tubuh
- Berikan antibiotik sesuai ketentuan
Rasional: diberikan sebagai profilaktik atau mengobati infeksi khusus

b. Intoleransi aktivitas berhubungan dengan kelemahan akibat anemia


1) Tujuan: terjadi peningkatan toleransi aktifitas
2) Intervensi:
- Evaluasi laporan kelemahan, perhatikan ketidakmampuan untuk berpartisipasi dal
am aktifitas sehari-hari
Rasional: menentukan derajat dan efek ketidakmampuan
- Berikan lingkungan tenang dan perlu istirahat tanpa gangguan
Rasional: menghemat energi untuk aktifitas dan regenerasi seluler atau penyambun
gan
jaringan
- Kaji kemampuan untuk berpartisipasi pada aktifitas yang diinginkan atau dibutu
hkan
Rasional: mengidentifikasi kebutuhan individual dan membantu pemilihan intervens
i
- Berikan bantuan dalam aktifitas sehari-hari dan ambulasi
Rasional : memaksimalkan sediaan energi untuk tugas perawatan diri

c. Resiko terhadap cedera/perdarahan yang berhubungan dengan penurunan jumlah tr


ombosit
1) Tujuan: klien tidak menunjukkan bukti-bukti perdarahan
2) Intervensi:
- Gunakan semua tindakan untuk mencegah perdarahan khususnya pada daerah ekimosi
s
Rasional: karena perdarahan memperberat kondisi anak dengan adanya anemia
- Cegah ulserasi oral dan rektal
Rasiona: karena kulit yang luka cenderung untuk berdarah
- Gunakan jarum yang kecil pada saat melakukan injeksi
Rasional: untuk mencegah perdarahan
- Menggunakan sikat gigi yang lunak dan lembut
Rasional: untuk mencegah perdarahan
- Laporkan setiap tanda-tanda perdarahan (tekanan darah menurun, denyut nadi cep
at, dan pucat)
Rasional: untuk memberikan intervensi dini dalam mengatasi perdarahan
- Hindari obat-obat yang mengandung aspirin
Rasional: karena aspirin mempengaruhi fungsi trombosit
- Ajarkan orang tua dan anak yang lebih besar ntuk mengontrol perdarahan hidung
Rasional: untuk mencegah perdarahan

d. Resiko tinggi kekurangan volume cairan berhubungan dengan mual dan muntah
1) Tujuan:
- Tidak terjadi kekurangan volume cairan
- Pasien tidak mengalami mual dan muntah
2) Intervensi:
- Berikan antiemetik awal sebelum dimulainya kemoterapi
Rasional: untuk mencegah mual dan muntah
- Berikan antiemetik secara teratur pada waktu dan program kemoterapi
Rasional: untuk mencegah episode berulang
- Kaji respon anak terhadap anti emetik
Rasional: karena tidak ada obat antiemetik yang secara umum berhasil
- Hindari memberikan makanan yang beraroma menyengat
Rasional: bau yang menyengat dapat menimbulkan mual dan muntah
- Anjurkan makan dalam porsi kecil tapi sering
Rasional: karena jumlah kecil biasanya ditoleransi dengan baik
- Berikan cairan intravena sesuai ketentuan
Rasional: untuk mempertahankan hidrasi

e. Perubahan membran mukosa mulut: stomatitis yang berhubungan dengan efek sampi
ng agen kemoterapi
1) Tujuan: pasien tidak mengalami mukositis oral
2) Intervensi:
- Inspeksi mulut setiap hari untuk adanya ulkus oral
Rasional: untuk mendapatkan tindakan yang segera
- Hindari mengukur suhu oral
Rasional: untuk mencegah trauma
- Gunakan sikat gigi berbulu lembut, aplikator berujung kapas, atau jari yang di
balut kasa
Rasional: untuk menghindari trauma
- Berikan pencucian mulut yang sering dengan cairan salin normal atau tanpa laru
tan bikarbonat
Rasional: untuk menuingkatkan penyembuhan
- Gunakan pelembab bibir
Rasional: untuk menjaga agar bibir tetap lembab dan mencegah pecah-pecah (fisura
)
- Hindari penggunaan larutan lidokain pada anak kecil
Rasional: karena bila digunakan pada faring, dapat menekan refleks muntah yang m
engakibatkan resiko aspirasi dan dapat menyebabkan kejang
- Berikan diet cair, lembut dan lunak
Rasional: agar makanan yang masuk dapat ditoleransi anak
- Inspeksi mulut setiap hari
Rasional: untuk mendeteksi kemungkinan infeksi
- Dorong masukan cairan dengan menggunakan sedotan
Rasional: untuk membantu melewati area nyeri
- Hindari penggunaa swab gliserin, hidrogen peroksida dan susu magnesia
Rasional: dapat mengiritasi jaringan yang luka dan dapat membusukkan gigi, mempe
rlambat penyembuhan dengan memecah protein dan dapat mengeringkan mukosa
- Berikan obat-obat anti infeksi sesuai ketentuan
Rasional: untuk mencegah atau mengatasi mukositis
- Berikan analgetik
Rasional: untuk mengendalikan nyeri

f. Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh yang berhubungan dengan anoreks
ia, malaise, mual dan muntah, efek samping kemoterapi dan atau stomatitis
1) Tujuan: pasien mendapat nutrisi yang adekuat
2) Intervensi:
- Dorong orang tua untuk tetap rileks pada saat anak makan
Rasional: jelaskan bahwa hilangnya nafsu makan adalah akibat langsung dari mual
dan muntah serta kemoterapi
- Izinkan anak memakan semua makanan yang dapat ditoleransi, rencanakan untuk me
mperbaiki kualitas gizi pada saat selera makan anak meningkat
Rasional: untuk mempertahankan nutrisi yang optimal
- Berikan makanan yang disertai suplemen nutrisi gizi, seperti susu bubuk atau s
uplemen yang dijual bebas
Rasional: untuk memaksimalkan kualitas intake nutrisi
- Izinkan anak untuk terlibat dalam persiapan dan pemilihan makanan
Rasional: untuk mendorong agar anak mau makan
- Dorong masukan nutrisi dengan jumlah sedikit tapi sering
Rasional: karena jumlah yang kecil biasanya ditoleransi dengan baik
- Dorong pasien untuk makan diet tinggi kalori kaya nutrient
Rasional: kebutuhan jaringan metabolik ditingkatkan begitu juga cairan untuk men
ghilangkan produk sisa suplemen dapat memainkan peranan penting dalam mempertaha
nkan masukan kalori dan protein yang adekuat
- Timbang BB, ukur TB dan ketebalan lipatan kulit trisep
Rasional: membantu dalam mengidentifikasi malnutrisi protein kalori, khususnya b
ila BB dan pengukuran antropometri kurang dari normal

g. Nyeri yang berhubungan dengan efek fisiologis dari leukemia


1) Tujuan: pasien tidak mengalami nyeri atau nyeri menurun sampai tingkat yang d
apat
diterima anak
2) Intervensi:
- Mengkaji tingkat nyeri dengan skala 0 sampai 5
Rasional: informasi memberikan data dasar untuk mengevaluasi kebutuhan atau keef
ektifan intervensi
- Jika mungkin, gunakan prosedur-prosedur (misal pemantauan suhu non invasif, al
at akses vena
Rasional: untuk meminimalkan rasa tidak aman
- Evaluasi efektifitas penghilang nyeri dengan derajat kesadaran dan sedasi
Rasional: untuk menentukan kebutuhan perubahan dosis. Waktu pemberian atau obat
- Lakukan teknik pengurangan nyeri non farmakologis yang tepat
Rasional: sebagai analgetik tambahan
- Berikan obat-obat anti nyeri secara teratur
Rasional: untuk mencegah kambuhnya nyeri

h. Kerusakan integritas kulit berhubungan dengan pemberian agens kemoterapi, rad


ioterapi, imobilitas
1) Tujuan: pasien mempertahankan integritas kulit
2) Intervensi:
- Berikan perawatan kulit yang cemat, terutama di dalam mulut dan daerah periana
l
Rasional: karena area ini cenderung mengalami ulserasi
- Ubah posisi dengan sering
Rasional: untuk merangsang sirkulasi dan mencegah tekanan pada kulit
- Mandikan dengan air hangat dan sabun ringan
Rasional: mempertahankan kebersihan tanpa mengiritasi kulit
- Kaji kulit yang kering terhadap efek samping terapi kanker
Rasional: efek kemerahan atau kulit kering dan pruritus, ulserasi dapat terjadi
dalam area radiasi pada beberapa agen kemoterapi
- Anjurkan pasien untuk tidak menggaruk dan menepuk kulit yang kering
Rasional: membantu mencegah friksi atau trauma kulit
- Dorong masukan kalori protein yang adekuat
Rasional: untuk mencegah keseimbangan nitrogen yang negatif
- Pilih pakaian yang longgar dan lembut diatas area yang teradiasi
Rasional: untuk meminimalkan iritasi tambahan

i. Gangguan citra tubuh berhubungan dengan alopesia atau perubahan cepat pada pe
nampilan
1) Tujuan: pasien atau keluarga menunjukkan perilaku koping positif
2) Intervensi:
- Dorong anak untuk memilih wig (anak perempuan) yang serupa gaya dan warna ramb
ut anak sebelum rambut mulai rontok
Rasional: untuk membantu mengembangkan penyesuaian rambut terhadap kerontokan ra
mbut
- Berikan penutup kepala yang adekuat selama pemajanan pada sinar matahari, angi
n atau dingin
Rasional: karena hilangnya perlindungan rambut
- Anjurkan untuk menjaga agar rambut yang tipis itu tetap bersih, pendek dan hal
us
Rasional: untuk menyamarkan kebotakan parsial
- Jelaskan bahwa rambut mulai tumbuh dalam 3 hingga 6 bulan dan mungkin warna at
au teksturnya agak berbeda
Rasional: untuk menyiapkan anak dan keluarga terhadap perubahan penampilan rambu
t baru
- Dorong hygiene, berdan, dan alat alat yang sesuai dengan jenis kelamin , misal
nya wig, skarf, topi, tata rias, dan pakaian yang menarik
Rasional: untuk meningkatkan penampilan

j. Perubahan proses keluarga berhubungan dengan mempunyai anak yang menderita le


ukemia
1) Tujuan: pasien atau keluarga menunjukkan pengetahuan tentang prosedur diagnos
tik
atau terapi
2)Intervensi:
- Jelaskan alasan setiap prosedur yang akan dilakukan pda anak
Rasional: untuk meminimalkan kekhawatiran yang tidak perlu
- Jadwalkan waktu agar keluarga dapat berkumpul tanpa gangguan dari staff
Rasional: untuk mendorong komunikasi dan ekspresi perasaan
- Bantu keluarga merencanakan masa depan, khususnya dalam membantu anak menjalan
i kehidupan yang normal
Rasional: untuk meningkatkan perkembangan anak yang optimal
- Dorong keluarga untuk mengespresikan perasaannya mengenai kehidupan anak sebel
um diagnosa dan prospek anak untuk bertahan hidup
Rasional: memberikan kesempatan pada keluarga untuk menghadapi rasa takut secara
realistis
- Diskusikan bersama keluarga bagaimana mereka memberitahu anak tentang hasil ti
ndakan dan kebutuhan terhadap pengobatan dan kemungkinan terapi tambahan
Rasional: untuk mempertahankan komunikasi yang terbuka dan jujur
- Hindari untuk menjelaskan hal-hal yang tidak sesuai dengan kenyataan yang ada
Rasional: untuk mencegah bertambahnya rasa khawatiran keluarga

k. Antisipasi berduka berhubungan dengan perasaan potensial kehilangan anak


1) Tujuan: pasien atau keluarga menerima dan mengatasi kemungkinan kematian anak
2) Intervensi:
- Kaji tahapan berduka terhadap anak dan keluarga
Rasional: pengetahuan tentang proses berduka memperkuat normalitas perasaan atau
reaksi terhadap apa yang dialami dan dapat membantu pasien dan keluarga lebih e
fektif menghadapi kondisinya
- Berikan kontak yang konsisten pada keluarga
Rasional: untuk menetapkan hubungan saling percaya yang mendorong komunikasi
- Bantu keluarga merencanakan perawatan anak, terutama pada tahap terminal
Rasional: untuk meyakinkan bahwa harapan mereka diimplementasikan
- Fasilitasi anak untuk mengespresikan perasaannya melalui bermain
Rasional: memperkuat normalitas perasaan atau reaksi terhadap apa yang dialami

5.Implementasi
Implementasi keperawatan adalah pelaksanaan dari perencanaan keperawatan yang te
lah dibuat untuk mencapai hasil yang efektif. Dalam pelaksanaan implementasi kep
erawatan, penguasaan keterampilan dan pengetahuan harus dimiliki oleh setiap per
awat sehingga pelayanan yang diberikan baik mutunya. Dengan demikian tujuan dari
rencana yang telah ditentukan dapat tercapai (Wong. D.L. 2004: hal. 331).

6.Evaluasi
Evaluasi adalah suatu penilaian terhadap keberhasilan rencana keperawatan untuk
memenuhi kebutuhan-kebutuhan klien. Menurut Wong. D.L, (2004 hal 596-610) hasil
yang diharapkan pada klien dengan leukemia adalah:
a.Anak tidak menunjukkan tanda-tanda infeksi
b.Berpartisipasi dalam aktifitas sehari-sehari sesuai tingkat kemampuan, adanya
laporan peningkatan toleransi aktifitas.
c.Anak tidak menunjukkan bukti-bukti perdarahan.
d.Anak menyerap makanan dan cairan, anak tidak mengalami mual dan muntah
e.Membran mukosa tetap utuh, ulkus menunjukkan tidak adanya rasa tidak nyaman
f.Masukan nutrisi adekuat
g.Anak beristirahat dengan tenang, tidak melaporkan dan atau menunjukkan bukti-b
ukti ketidaknyamanan, tidak mengeluhkan perasaan tidak nyaman.
h.Kulit tetap bersih dan utuh
i.Anak mengungkapkan masalah yang berkaitan dengan kerontokan rambut, anak memba
ntu menentukan metode untuk mengurangi efek kerontokan rambut dan menerapkan met
ode ini dan anak tampak bersih, rapi, dan berpakaian menarik.
j.Anak dan keluarga menunjukkan pemahaman tentang prosedur, keluarga menunjukkan
pengetahuan tentang penyakit anak dan tindakannya. Keluarga mengekspresikan per
asaan serta kekhawatirannya dan meluangkan waktu bersama anak.
k.Keluarga tetap terbuka untuk konseling dan kontak keperawatan, keluarga dan an
ak mendiskusikan rasa takut, kekhawatiran, kebutuhan dan keinginan mereka pada t
ahap terminal, pasien dan keluarga mendapat dukungan yang adekuat.
http://dezlicious.blogspot.com/2009/05/asuhan-keperawatan-pada-klien-dengan_4537
.html
Kamis, 21 Januari 2010
ASKEP LEUKIMIA
1.Pengertian
Leukimia adalah proliferasi sel darah putih yang masih imatur dalam jaringan pem
bentuk darah. (Suriadi, & Rita yuliani, 2001 : 175).Leukimia adalah proliferasi
tak teratur atau akumulasi sel darah putih dalam sum-sum tulang menggantikan ele
men sum-sum tulang normal (Smeltzer, S C and Bare, B.G, 2002 : 248 )Leukimia ada
lah suatu keganasan pada alat pembuat sel darah berupa proliferasio patologis se
l hemopoetik muda yang ditandai oleh adanya kegagalan sum-sum tulang dalam membe
ntuk sel darah normal dan adanya infiltrasi ke jaringan tubuh yang lain. (Arief
Mansjoer, dkk, 2002 : 495)Berdasarkan dari beberapa pengetian diatas maka penuli
s berpendapat bahwa leukimia adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh proliofe
rasi abnormal dari sel-sel leukosit yang menyebabkan terjadinya kanker pada alat
pembentuk darah.
2.Etiologi
Penyebab yang pasti belum diketahui, akan tetapi terdapat faktor predisposisi ya
ng menyebabkan terjadinya leukemia, yaitu :a.Faktor genetik : virus tertentu men
yebabkan terjadinya perubahan struktur gen (Tcell Leukemia – Lhymphoma Virus/ HLTV
).b.Radiasic.Obat-obat imunosupresif, obat-obat kardiogenik seperti diethylstilb
estrol.d.Faktor herediter, misalnya pada kembar monozigot.e.Kelainan kromosom, m
isalnya pada down sindrom. (Suriadi & Rita Yuliani, 2001 : hal. 177)Leukemia bia
sanya mengenai sel-sel darah putih.Penyebab dari sebagian besar jenis leukemia t
idak diketahui.Pemaparan terhadap penyinaran (radiasi) dan bahan kimia tertentu
(misalnya benzena) dan pemakaian obat antikanker, meningkatkan resiko terjadinya
leukemia. Orang yang memiliki kelainan genetik tertentu (misalnya sindroma Down
dan sindroma Fanconi), juga lebih peka terhadap leukemia.
3.Gambaran klinik
Manifestasi klinik yang sering dijumpai pada penyakit leukemia adalah sebagai be
rikut :a.Pilek tidak sembuh-sembuhb.Pucat, lesu, mudah terstimulasic.Demam dan a
norexiad.Berat badan menurune.Ptechiae, memar tanpa sebabf.Nyeri pada tulang dan
persendiang.Nyeri abdomenh.Lumphedenopathyi.Hepatosplenomegalyj.Abnormal WBC(Su
riadi & Rita Yuliani, 2001 : hal. 177)
4.Insiden
ALL (Acute Lymphoid Leukemia) adalah insiden paling tinggi terjadi pada anak-ana
k yang berusia antara 3 dan 5 tahun. Anak perempuan menunjukkan prognosis yang l
ebih baik daripada anak laki-laki. Anak kulit hitam mempunyai frekuensi remisi y
ang lebih sedikit dan angka kelangsungan hidup (survival rate) rata-rata yang ju
ga lebih rendah.ANLL (Acute Nonlymphoid Leukemia) mencakup 15% sampai 25% kasus
leukemia pada anak. Resiko terkena penyakit ini meningkat pada anak yang mempuny
ai kelainan kromosom bawaan seperti Sindrom Down. Lebih sulit dari ALL dalam hal
menginduksi
remisi (angka remisi 70%). Remisinya lebih singkat pada anak-anak dengan ALL. Li
ma puluh persen anak yang mengalami pencangkokan sumsum tulang memiliki remisi b
erkepanjangan. (Betz, Cecily L. 2002. hal : 300).
5.Patofisiologi
a.Normalnya tulang marrow diganti dengan tumor yang malignan, imaturnya sel blas
t. Adanya proliferasi sel blast, produksi eritrosit dan platelet terganggu sehin
gga akan menimbulkan anemia dan trombositipenia.b.Sistem retikuloendotelial akan
terpengaruh dan menyebabkan gangguan sistem pertahanan tubuh dan mudah mengalam
i infeksi.c.Manifestasi akan tampak pada gambaran gagalnya bone marrow dan infil
trasi organ, sistem saraf pusat. Gangguan pada nutrisi dan metabolisme. Depresi
sumsum tulang yangt akan berdampak pada penurunan lekosit, eritrosit, faktor pem
bekuan dan peningkatan tekanan jaringan.d.Adanya infiltrasi pada ekstra medular
akan berakibat terjadinya pembesaran hati, limfe, nodus limfe, dan nyeri persend
ian.(Suriadi, & Yuliani R, 2001: hal. 175)
6.Pemeriksaan laboratorium dan diagnostik
a.Hitung darah lengkap complete blood cell (CBC). Anak dengan CBC kurang dari 10
.000/mm3 saat didiagnosis memiliki memiliki prognosis paling baik; jumlah lekosi
t lebih dari 50.000/mm3 adalah tanda prognosis kurang baik pada anak sembarang u
mur.b.Pungsi lumbal untuk mengkaji keterlibatan susunan saraf pusatc.Foto toraks
untuk mendeteksi keterlibatan mediastinum.d.Aspirasi sumsum tulang. Ditemukanny
a 25% sel blas memperkuat diagnosis.e.Pemindaian tulang atau survei kerangka unt
uk mengkaji keterlibatan tulang.f.Pemindaian ginjal, hati, limpa untuk mengkaji
infiltrat leukemik.g.Jumlah trombosit menunjukkan kapasitas pembekuan.(Betz, Cec
ily L. 2002. hal : 301-302).
7.Penatalaksanaan Medis
Protokol pengobatan bervariasi sesuai jenis leukemia dan jenis obat yang diberik
an pada anak. Proses induksi remisi pada anak terdiri dari tiga fase : induksi,
konsolidasi, dan rumatan. Selama fase induksi (kira-kira 3 sampai 6 minggu) anak
menerima berbagai agens kemoterapeutik untuk menimbulkan remisi. Periode intens
if diperpanjang 2 sampai 3 minggu selama fase konsolidasi untuk memberantas kete
rlibatan sistem saraf pusat dan organ vital lain. Terapi rumatan diberikan selam
a beberapa tahun setelah diagnosis untuk memperpanjang remisi. Beberapa obat yan
g dipakai untuk leukemia anak-anak adalah prednison (antiinflamasi), vinkristin
(antineoplastik), asparaginase (menurunkan kadar asparagin (asam amino untuk per
tumbuhan tumor), metotreksat (antimetabolit), merkaptopurin, sitarabin (mengindu
ksi remisi pada pasien dengan leukemia granulositik akut), alopurinol, siklofosf
amid (antitumor kuat), dan daunorubisin (menghambat pembelahan sel selama pengob
atan leukemia akut). (Betz, Cecily L. 2002. : 302).
Konsep Dasar Keperawatan
Menurut American Nursing Association (ANA) proses keperawatan adalah suatu metod
e yang sistematis yang diberikan kepada individu, keluarga dan masyarakat dengan
berfokus pada respon unik dari individu, keluarga, dan masyarakat terhadap masa
lah kesehatan yang potensial maupun aktual. ( Marilynn E. Doengoes, dkk .2000 :
6 ).Di dalam memberikan asuhan keperawatan terdiri dari beberapa tahap atau lang
kah-
langkah proses keperawatan yaitu ; pengkajian, diagnosa keperawatan, perencanaan
, implementasi, dan evaluasi.
1.Pengkajian
Pengkajian adalah dasar utama dari proses keperawatan, pengumpulan data yang aku
rat dan sistematis akan membantu penentuan status kesehatan dan pola pertahanan
klien, mengidentifikasi kekuatan dan kebutuhan klien serta merumuskan diagnosa k
eperawatan. (Budi Anna Keliat, 1994)
Pengkajian pada leukemia meliputi :
a.Riwayat penyakitb.Kaji adanya tanda-tanda anemia :1).Pucat2).Kelemahan3).Sesak
4).Nafas cepatc.Kaji adanya tanda-tanda leukopenia1).Demam2).Infeksid.Kaji adany
a tanda-tanda trombositopenia :1).Ptechiae2).Purpura3).Perdarahan membran mukosa
e.Kaji adanya tanda-tanda invasi ekstra medulola :1).Limfadenopati2).Hepatomegal
i3).Splenomegalif.Kaji adanya pembesaran testisg.Kaji adanya :1).Hematuria2).Hip
ertensi3).Gagal ginjal4).Inflamasi disekitar rektal5).Nyeri (Suriadi,R dan Rita
Yuliani,2001 : 178)
2.Patofisiologi dan Penyimpangan KDM
Proliferasi sel kankerSel kanker bersaing dengan sel normalUntuk mendapatkan nut
risi
Infiltrasi
Sel normal digantikan denganSel kanker
3.Diagnosa Keperawatan
Diagnosa keperawatan menurut The North American Nursing Diagnosis Association (N
ANDA) adalah “ suatu penilaian klinis tentang respon individu, keluarga, atau komu
nitas terhadap masalah kesehatan/proses kehidupan yang aktual dan potensial. Dia
gnosa keperawatan memberikan dasar untuk pemilihan intervensi keperawatan untuk
mencapai tujuan diamana perawat bertanggung gugat “ (Wong,D.L, 2004 :331)
Menurut Wong, D.L (2004 :596 – 610)
, diagnosa pada anak dengan leukemia adalah :1.Resiko infeksi berhubungan dengan
menurunnya sistem pertahanan tubuh2.Intoleransi aktivitas berhubungan dengan ke
lemahan akibat anemia3.Resiko terhadap cedera : perdarahan yang berhubungan deng
an penurunan jumlah trombosit4.Resiko tinggi kekurangan volume cairan berhubunga
n dengan mual dan muntah5.Perubahan membran mukosa mulut : stomatitis yang berhu
bungan dengan efek samping agen kemoterapi6.Perubahan nutrisi kurang dari kebutu
han tubuh yang berhubungan dengan anoreksia, malaise, mual dan muntah, efek samp
ing kemoterapi dan atau stomatitis7.Nyeri yang berhubungan dengan efek fisiologi
s dari leukemia8.Kerusakan integritas kulit berhubungan dengan pemberian agens k
emoterapi, radioterapi, imobilitas.9.Gangguan citra tubuh berhubungan dengan alo
pesia atau perubahan cepat pada penampilan.10.Perubahan proses keluarga berhubun
gan dengan mempunyai anak yang menderita leukemia.11.Antisipasi berduka berhubun
gan dengan perasaan potensial kehilangan anak.
4.Rencana keperawatan
Rencana keperawatan merupakan serangkaian tindakan atau intervensi untuk mencapa
i tujuan pelaksanaan asuhan keperawatan.Intervensi keperawatan adalah preskripsi
untuk perilaku spesifik yang diharapkan dari pasien dan atau tindakan yang haru
s dilakukan oleh perawat.Berdasarkan diagnosa yang ada maka dapat disusun rencan
a keperawatan sebagai berikut (Wong,D.L,2004 )a.Resiko infeksi berhubungan denga
n menurunnya sistem pertahanan tubuh1)Tujuan : Anak tidak mengalami gejala-gejal
a infeksi2)Intervensi :a)Pantau suhu dengan telitiRasional : untuk mendeteksi ke
mungkinan infeksib)Tempatkan anak dalam ruangan khususRasional : untuk meminimal
kan terpaparnya anak dari sumber infeksic)Anjurkan semua pengunjung dan staff ru
mah sakit untuk menggunakan teknik mencuci tangan dengan baikRasional : untuk me
minimalkan pajanan pada organisme infektifd)Gunakan teknik aseptik yang cermat u
ntuk semua prosedur invasifRasional : untuk mencegah kontaminasi silang/menurunk
an resiko infeksie)Evaluasi keadaan anak terhadap tempat-tempat munculnya infeks
i seperti tempat penusukan jarum, ulserasi mukosa, dan masalah gigiRasional : un
tuk intervensi dini penanganan infeksif)Inspeksi membran mukosa mulut. Bersihkan
mulut dengan baikRasional : rongga mulut adalah medium yang baik untuk pertumbu
han organismeg)Berikan periode istirahat tanpa gangguanRasional : menambah energ
i untuk penyembuhan dan regenerasi selulerh)Berikan diet lengkap nutrisi sesuai
usiaRasional : untuk mendukung pertahanan alami tubuhi)Berikan antibiotik sesuai
ketentuanRasional : diberikan sebagai profilaktik atau mengobati infeksi khusus
b.Intoleransi aktivitas berhubungan dengan kelemahan akibat anemia1)Tujuan : ter
jadi peningkatan toleransi aktifitas2)Intervensi :a)Evaluasi laporan kelemahan,
perhatikan ketidakmampuan untuk berpartisipasi dala aktifitas sehari-hariRasiona
l : menentukan derajat dan efek ketidakmampuan
b)Berikan lingkungan tenang dan perlu istirahat tanpa gangguanRasional : menghem
at energi untuk aktifitas dan regenerasi seluler atau penyambungan jaringanc)Kaj
i kemampuan untuk berpartisipasi pada aktifitas yang diinginkan atau dibutuhkanR
asional : mengidentifikasi kebutuhan individual dan membantu pemilihan intervens
id)Berikan bantuan dalam aktifitas sehari-hari dan ambulasiRasional : memaksimal
kan sediaan energi untuk tugas perawatan diric.Resiko terhadap cedera/perdarahan
yang berhubungan dengan penurunan jumlah trombosit1)Tujuan : klien tidak menunj
ukkan bukti-bukti perdarahan2)Intervensi :a)Gunakan semua tindakan untuk mencega
h perdarahan khususnya pada daerah ekimosisRasional : karena perdarahan memperbe
rat kondisi anak dengan adanya anemiab) Cegah ulserasi oral dan rektalRasional :
karena kulit yang luka cenderung untuk berdarahc) Gunakan jarum yang kecil pada
saat melakukan injeksiRasional : untuk mencegah perdarahand) Menggunakan sikat
gigi yang lunak dan lembutRasional : untuk mencegah perdarahane) Laporkan setiap
tanda-tanda perdarahan (tekanan darah menurun, denyut nadi cepat, dan pucat)Ras
ional : untuk memberikan intervensi dini dalam mengatasi perdarahanf) Hindari ob
at-obat yang mengandung aspirinRasional : karena aspirin mempengaruhi fungsi tro
mbositg) Ajarkan orang tua dan anak yang lebih besar ntuk mengontrol perdarahan
hidungRasional : untuk mencegah perdarahand.Resiko tinggi kekurangan volume cair
an berhubungan dengan mual dan muntah1)Tujuan : - Tidak terjadi kekurangan volum
e cairan- Pasien tidak mengalami mual dan muntah2)Intervensi :a)Berikan antiemet
ik awal sebelum dimulainya kemoterapiRasional : untuk mencegah mual dan muntahb)
Berikan antiemetik secara teratur pada waktu dan program kemoterapiRasional : un
tuk mencegah episode berulangc)Kaji respon anak terhadap anti emetikRasional : k
arena tidak ada obat antiemetik yang secara umum berhasild)Hindari memberikan ma
kanan yang beraroma menyengatRasional : bau yang menyengat dapat menimbulkan mua
l dan muntahe)Anjurkan makan dalam porsi kecil tapi seringRasional : karena juml
ah kecil biasanya ditoleransi dengan baikf)Berikan cairan intravena sesuai keten
tuang)Rasional : untuk mempertahankan hidrasie.Perubahan membran mukosa mulut :
stomatitis yang berhubungan dengan efek samping agen kemoterapi1)Tujuan : pasien
tidak mengalami mukositis oral2)Intervensi :a)Inspeksi mulut setiap hari untuk
adanya ulkus oralRasional : untuk mendapatkan tindakan yang segerab)Hindari meng
ukur suhu oralRasional : untuk mencegah traumac)Gunakan sikat gigi berbulu lembu
t, aplikator berujung kapas, atau jari yang dibalut kasaRasional : untuk menghin
dari traumad)Berikan pencucian mulut yang sering dengan cairan salin normal atau
tanpa larutan bikarbonat
Rasional : untuk menuingkatkan penyembuhane)Gunakan pelembab bibirRasional : unt
uk menjaga agar bibir tetap lembab dan mencegah pecah-pecah (fisura)f)Hindari pe
nggunaan larutan lidokain pada anak kecilRasional : karena bila digunakan pada f
aring, dapat menekan refleks muntah yang mengakibatkan resiko aspirasi dan dapat
menyebabkan kejangg)Berikan diet cair, lembut dan lunakRasional : agar makanan
yang masuk dapat ditoleransi anakh)Inspeksi mulut setiap hariRasional : untuk me
ndeteksi kemungkinan infeksii)Dorong masukan cairan dengan menggunakan sedotanRa
sional : untuk membantu melewati area nyerij)Hindari penggunaa swab gliserin, hi
drogen peroksida dan susu magnesiaRasional : dapat mengiritasi jaringan yang luk
a dan dapat membusukkan gigi, memperlambat penyembuhan dengan memecah protein da
n dapat mengeringkan mukosak)Berikan obat-obat anti infeksi sesuai ketentuanRasi
onal : untuk mencegah atau mengatasi mukositisl)Berikan analgetikRasional : untu
k mengendalikan nyerif.Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh yang berhub
ungan dengan anoreksia, malaise, mual dan muntah, efek samping kemoterapi dan at
au stomatitis1)Tujuan : pasien mendapat nutrisi yang adekuat2)Intervensi :a)Doro
ng orang tua untuk tetap rileks pada saat anak makanRasional : jelaskan bahwa hi
langnya nafsu makan adalah akibat langsung dari mual dan muntah serta kemoterapi
b)Izinkan anak memakan semua makanan yang dapat ditoleransi, rencanakan unmtuk m
emperbaiki kualitas gizi pada saat selera makan anak meningkatRasional : untuk m
empertahankan nutrisi yang optimalc)Berikan makanan yang disertai suplemen nutri
si gizi, seperti susu bubuk atau suplemen yang dijual bebasRasional : untuk mema
ksimalkan kualitas intake nutrisid)Izinkan anak untuk terlibat dalam persiapan d
an pemilihan makananRasional : untuk mendorong agar anak mau makane)Dorong masuk
an nutrisi dengan jumlah sedikit tapi seringRasional : karena jumlah yang kecil
biasanya ditoleransi dengan baikf)Dorong pasien untuk makan diet tinggi kalori k
aya nutrientRasional : kebutuhan jaringan metabolik ditingkatkan begitu juga cai
ran untuk menghilangkan produk sisa suplemen dapat memainkan peranan penting dal
am mempertahankan masukan kalori dan protein yang adekuatg)Timbang BB, ukur TB d
an ketebalan lipatan kulit trisepRasional : membantu dalam mengidentifikasi maln
utrisi protein kalori, khususnya bila BB dan pengukuran antropometri kurang dari
normalg.Nyeri yang berhubungan dengan efek fisiologis dari leukemia1)Tujuan : p
asien tidak mengalami nyeri atau nyeri menurun sampai tingkat yang dapat diterim
a anak2)Intervensi :a)Mengkaji tingkat nyeri dengan skala 0 sampai 5Rasional : i
nformasi memberikan data dasar untuk mengevaluasi kebutuhan atau keefektifan int
ervensib)Jika mungkin, gunakan prosedur-prosedur (misal pemantauan suhu non inva
sif, alat akses venaRasional : untuk meminimalkan rasa tidak amanc)Evaluasi efek
tifitas penghilang nyeri dengan derajat kesadaran dan sedasiRasional : untuk men
entukan kebutuhan perubahan dosis. Waktu pemberian atau obatd)Lakukan teknik pen
gurangan nyeri non farmakologis yang tepat
Rasional : sebagai analgetik tambahane)Berikan obat-obat anti nyeri secara terat
urRasional : untuk mencegah kambuhnya nyerih.Kerusakan integritas kulit berhubun
gan dengan pemberian agens kemoterapi, radioterapi, imobilitas1)Tujuan : pasien
mempertahankan integritas kulit2)Intervensi :a)Berikan perawatan kulit yang cema
t, terutama di dalam mulut dan daerah perianalRasional : karena area ini cenderu
ng mengalami ulserasib)Ubah posisi dengan seringRasional : untuk merangsang sirk
ulasi dan mencegah tekanan pada kulitc)Mandikan dengan air hangat dan sabun ring
anRasional : mempertahankan kebersihan tanpa mengiritasi kulitd)Kaji kulit yang
kering terhadap efek samping terapi kankerRasional : efek kemerahan atau kulit k
ering dan pruritus, ulserasi dapat terjadi dalam area radiasi pada beberapa agen
kemoterapie)Anjurkan pasien untuk tidak menggaruk dan menepuk kulit yang kering
Rasional : membantu mencegah friksi atau trauma kulitf)Dorong masukan kalori pro
tein yang adekuatRasional : untuk mencegah keseimbangan nitrogen yang negatifg)P
ilih pakaian yang longgar dan lembut diatas area yang teradiasiRasional : untuk
meminimalkan iritasi tambahani.Gangguan citra tubuh berhubungan dengan alopesia
atau perubahan cepat pada penampilan1)Tujuan : pasien atau keluarga menunjukkan
perilaku koping positif2)Intervensi :a)Dorong anak untuk memilih wig (anak perem
puan) yang serupa gaya dan warna rambut anak sebelum rambut mulai rontokRasional
: untuk membantu mengembangkan penyesuaian rambut terhadap kerontokan rambutb)B
erikan penutup kepala yang adekuat selama pemajanan pada sinar matahari, angin a
tau dinginRasional : karena hilangnya perlindungan rambutc)Anjurkan untuk menjag
a agar rambut yang tipis itu tetap bersih, pendek dan halusRasional : untuk meny
amarkan kebotakan parsiald)Jelaskan bahwa rambut mulai tumbuh dalam 3 hingga 6 b
ulan dan mungkin warna atau teksturnya agak berbedaRasional : untuk menyiapkan a
nak dan keluarga terhadap perubahan penampilan rambut barue)Dorong hygiene, berd
an, dan alat alat yang sesuai dengan jenis kelamin , misalnya wig, skarf, topi,
tata rias, dan pakaian yang menarikRasional : untuk meningkatkan penampilanj.Per
ubahan proses keluarga berhubungan dengan mempunyai anak yang menderita leukemia
1)Tujuan : pasien atau keluarga menunjukkan pengetahuan tentang prosedur diagnos
tik atau terapi2)Intervensi :a)Jelaskan alasan setiap prosedur yang akan dilakuk
an pda anakRasional : untuk meminimalkan kekhawatiran yang tidak perlub)Jadwalka
n waktu agar keluarga dapat berkumpul tanpa gangguan dari staffRasional : untuk
mendorong komunikasi dan ekspresi perasaanc)Bantu keluarga merencanakan masa dep
an, khususnya dalam membantu anak menjalani kehidupan yang normalRasional : untu
k meningkatkan perkembangan anak yang optimald)Dorong keluarga untuk mengespresi
kan perasaannya mengenai kehidupan anak sebelum diagnosa dan prospek anak untuk
bertahan hidup
Rasional : memberikan kesempatan pada keluarga untuk menghadapi rasa takut secar
a realistise)Diskusikan bersama keluarga bagaimana mereka memberitahu anak tenta
ng hasil tindakan dan kebutuhan terhadap pengobatan dan kemungkinan terapi tamba
hanRasional : untuk mempertahankan komunikasi yang terbuka dan jujurf)Hindari un
tuk menjelaskan hal-hal yang tidak sesuai dengan kenyataan yang adaRasional : un
tuk mencegah bertambahnya rasa khawatiran keluargak.Antisipasi berduka berhubung
an dengan perasaan potensial kehilangan anak1)Tujuan : pasien atau keluarga mene
rima dan mengatasi kemungkinan kematian anak2)Intervensi :a)Kaji tahapan berduka
terhadap anak dan keluargaRasional : pengetahuan tentang proses berduka memperk
uat normalitas perasaan atau reaksi terhadap apa yang dialami dan dapat membantu
pasien dan keluarga lebih efektif menghadapi kondisinyab)Berikan kontak yang ko
nsisten pada keluargaRasional : untuk menetapkan hubungan saling percaya yang me
ndorong komunikasic)Bantu keluarga merencanakan perawatan anak, terutama pada ta
hap terminalRasional : untuk meyakinkan bahwa harapan mereka diimplementasikand)
Fasilitasi anak untuk mengespresikan perasaannya melalui bermainRasional : mempe
rkuat normalitas perasaan atau reaksi terhadap apa yang dialami
5.Implementasi
Implementasi keperawatan adalah pelaksanaan dari perencanaan keperawatan yang te
lah dibuat untuk mencapai hasil yang efektif. Dalam pelaksanaan implementasi kep
erawatan, penguasaan keterampilan dan pengetahuan harus dimiliki oleh setiap per
awat sehingga pelayanan yang diberikan baik mutunya. Dengan demikian tujuan dari
rencana yang telah ditentukan dapat tercapai (Wong. D.L.2004:hal.331).
6.Evaluasi
Evaluasi adalah suatu penilaian terhadap keberhasilan rencana keperawatan untuk
memenuhi kebutuhan-kebutuhan klien. Menurut Wong. D.L, (2004 hal 596-610) hasil
yang diharapkan pada klien dengan leukemia adalah :a.Anak tidak menunjukkan tand
a-tanda infeksib.Berpartisipasi dalam aktifitas sehari-sehari sesuai tingkat kem
ampuan, adanya laporan peningkatan toleransi aktifitas.c.Anak tidak menunjukkan
bukti-bukti perdarahan.d.Anak menyerap makanan dan cairan, anak tidak mengalami
mual dan muntahe.Membran mukosa tetap utuh, ulkus menunjukkan tidak adanya rasa
tidak nyamanf.Masukan nutrisi adekuatg.Anak beristirahat dengan tenang, tidak me
laporkan dan atau menunjukkan bukti-bukti ketidaknyamanan, tidak mengeluhkan per
asaan tidak nyaman.h.Kulit tetap bersih dan utuhi.Anak mengungkapkan masalah yan
g berkaitan dengan kerontokan rambut, anak membantu menentukan metode untuk meng
urangi efek kerontokan rambut dan menerapkan metode ini dan anak tampak bersih,
rapi, dan berpakaian menarik.j.Anak dan keluarga menunjukkan pemahaman tentang p
rosedur, keluarga menunjukkan pengetahuan tentang penyakit anak dan tindakannya.
Keluarga mengekspresikan perasaan serta kekhawatirannya dan meluangkan waktu be
rsama anak.k.Keluarga tetap terbuka untuk konseling dan kontak keperawatan, kelu
arga dan anak mendiskusikan rasa takut, kekhawatiran, kebutuhan dan keinginan me
reka pada tahap terminal, pasien dan keluarga mendapat dukungan yang adekuat.
Sumber:
1.Sunar Trenggana, Dr. Leukemia ; Penuntun bagi orang tua Bagian Ilmu Kesehatan
Anak, FK UNHAS/SMF Anak RS DR. Wahidin Sudirohusodo Makassar.2.Susan Martin Tuck
er, Mary M. Canabbio, Eleanor Yang Paquette, Majorie Fife Wells, 1998, Standar P
erawatan Pasien, volume 4, EGC.3.Abdoerrachman MH, dkk, 1998, Ilmu Kesehatan Ana
k, Buku I, penerbit Fakultas Kedokteran UI, Jakarta.4.Anna Budi Keliat, SKp, MSc
., 1994, Proses Keperawatan, EGC.5.Marilynn E. Doenges, Mary Prances Moorhouse,
Alice C. Beissler, 1993, Rencana Asuhan Keperawatan, EGC.6.Rosa M Sacharin, 1996
, Prinsip Keperawatan Pediatrik, edisi 2, Jakarta7.Soeparman, Sarwono Waspadji,
1998, Ilmu Penyakit Dalam, jilid II, Balai Penerbit FKUI, Jakarta.
Diposkan oleh NeQzist di 19.46

http://neqzist.blogspot.com/2010/01/askep-leukimia.html