Anda di halaman 1dari 3

Created by Unlicensed Version WOC JUVENIL

REUMATOID
ARTHRITIS
ERMA
SUGIHARTINI
NIM 215118006
Mekanisme IMUN ( Antigen-
Antibody)/ reaksi autoimun,
Faktor metabolik, dan infeksi
(ARJ) adalah penyakit rematik yang paling umum dari anak-
anak dan salah satu penyakit kronis yang paling umum dari
masa kanak-kanak (Cassidy & Petty, 1995; Lovell & Walco,
1989). tidaklah merujuk pada satu penyakit, karena kelainan ini
virus
merupakan sindrom dengan berbagai etiologi, dengan
Pemeriksaan Penunjang: serangkaian respon imun tubuh yang saling berkaitan, dan
Laboratorium : Tidak ada uji diagnostik yang secara karakteristik terlihat sebagai arthritis perifer idiopatik
spesifik. Pemeriksaan laboratorium dipakai terjadi pada
sebagai penunjang diagnosis. Bila jaringan sinovial Klasifikas: Menurut Buffer (2010)
ditemukan Anti Nuclear Antibody (ANA),
1. Reumatoid Arthritis Klasik
Faktor Reumatoid (FR) dan peningkatan C3
2. Reumatoid Arthritis Defisit
serta C4 maka diagnosis JRA menjadi lebih
3. Probable Reumatoid Arthritis
sempurna Juvenil
4. Possible Reumatoid Arthritis
Radiologi Reumatoid
Ultrasonografi: menilai efusi atau sinovitis arthritis
dengan menilai penebalan membran
sinovial dari sendi yang meradang
Reaksi
Peradangan di Hambatan nutrisi Hambatan nutrisi Kerusakan
Infiltrasi ke dalam
Penatalaksanaan: Pengeluaran mediator sinovial pada kartilago pada kartilago kartilago dan
Os.subcondria
nyeri bradikinin, histamin, artikularis artikularis tulang
1. Nonstreroidal anti-inflammatory
prostaglandin
drugs (NSAIDs) Proses
2. Methotrexate fagositosis
Kartilago nekrosis Tendon dan
3. Glucocorticoid drugs Vasodilatasi pembuluh darah, menghasilkan Mudah luksasi Hilangnya
ligament
4. Biologic response modifiers Perubahan permeabilitas kapiler enzim-enzim dan subluksasi kekuatan otot
melemah
5. Modes of advanced therapy pembuluh darah, akumulasi dalam sendi
6. Autologous stem cell transplatation cairan dan protein plasma
Erosi kartilago Resiko cidera:

Created by Unlicensed Version


enzim-enzim 1. ajarkan orang tua untuk memperkirakan perubahan pada
Daftar Pustaka : Rubor, dolor, kalor, memecah kemampuan anak
tumor kolagen dalam Adhesi pada 2. diskusikan dengan orang tua perlunya pemantauan konstan terhadap
sendi permukaan sendi anak
Doengoes Marilynn. E et al. 3. jelaskan dan perkirakan kepatuhan dengan aturan tertentu
1999.Rencana Asuhan Penekanan pada 4. awasi resiko terjadinya jatuh
Keperawatan, edisi 3. syaraf sekitar jaringan proliferasi
Jakarta : EGC yg inflamasi membran sinovial Ankilosis fibrosis Ankilosis Tulang
Field Tiffany dkk. (sinovial Terbatasnya
1995.Juvenile Rheumatoid menebal) gerakan
Arthritis: Benefits from sendi
Nyeri Kekakuan sendi
Massage Deficit self:
Kwang Nam Kim. 2010. menurun
Pannus Kaji hambatan terhadap
Treatment of juvenile partisipasi dalam diri. /
rheumatoid arthritis. rencana modifikasi
Korean Journal Pediatr. Gangguan rasa nyaman: nyeri Gangguan mobilitas: lingkungan
Jennifer N Stinson. dkk. 1. kaji karakteristik dan skala nyeri Nodus Evaluasi/ lanjutkan pemantauan tingkat inflamasi/ rasa Bantu dalam kebutuhan
2012. Assessment and 2. kaji faktor yang dapat sakit pada sendi perawatan yang
management of pain in menurunkan dan mencetuskan Pertahankan istirahat tirah baring/ duduk jika diperlukan diperlukan
juvenile idiopathic arthritis. nyeri jadwal aktivitas untuk memberikan periode istirahat Ikut sertakan pasien
Deformitas Sendi
Pain Res Manage Vol 17 No 3. Observasi TTV Bantu rentang aktif/pasif dalam
6 November/December 4. perhatikan gejala nyeri non Ubah posisi dengan sering dengan jumlah personel merencanakan
2012, Smeltzer C. Suzanne, verbal cukup. Demonstrasikan/ bantu tehnik pemindahan dan perawatan dan membuat
Brunner & Suddarth. 5. Ajarkan dan bantu anak penggunaan bantuan mobilitas jadwal aktivitas
2002.Buku Ajar melakukan teknik relaksasi dan Gangguan Citra Tubuh/body image Posisikan dengan bantal, kantung pasir, gulungan
Keperawatan Medikal distraksi 1. diskusikan dg ortu bgmn citra diri berkembang trokanter, bebat
Bedah.Jakarta : EGC., 6. beri kesempata 2. minta anak untuk menggambar tubuhnya Gunakan bantal kecil/tipis di bawah leher.
Wilkinson, M, Judith & setelah mandi dan minta u/ uraikan gmb tsb Berikan lingkungan yang aman, misalnya menaikkan
Ahern, R, Nancy.2011.Buku 3. fokuskan pada perubahan tubuh kursi, menggunakan pegangan pada penggunaan roda,

Created by Unlicensed Version


saku diagnosa tangga toilet, kursi
keperawatan, edisi Kolaborasi: konsul dengan fisoterapi.
9.Jakarta:EGC.
Created by Unlicensed Version WOC
MALFORMASI
ANOREKTAL
ERMA
SUGIHARTINI NIM
215118006
Kelainan Kongenital
Malformasi anorekta merupakan kelainan kongenital
tanpa anus atau dengan anus tidak sempurna,
disebabkan oleh gangguan pertumbuhan dan
Pembentukan anus pembentukan anus.
Ggn pertumbuhan, fusi Kelainan Kongenital Kelainan Kongenital Tidak ada perkembangan struktur kolon pada
dari tonjolan embrionik
minggu ke 7-10 minggu dalam perkembangan janin
Malformasi anorektal terjadi setiap 1 dari 5.000
kelahiran. Malformasi ini lebih sering terjadi pada
Malformasi anus Malformasi rektal pria dan pria dua kali

Malformasi Anorektal
Malformasi anus

Penyebab belum diketahui pasti


Intestinal mengalami Faktor resiko:
obstruksi Faktor genetik
Pengaruh obat-obatan
Feses tidak dapat Feses mengalir kearah Pengaruh radiasi
Inkontinensia bowel Pengaruh gizi
dikeluarkan traktus urinarius

Reabsorbsi sisa Terbentuk fistula


Feses Menumpuk Perempuan antara rectum dengan Laki-laki
metabolisme oleh tubuh
organ sekitarnya
Klasifikasi MAR:
Tekanan Intraabdominal Fistula ke vesika

Created by Unlicensed Version


Muntah Keracunan 1. Tipe Bawah
meningkat Fistula menuju
Fistula ke Fistula ke urinaria atu ke 2. Tipe Intermediet
uretra
vagina peritoneum prostat 3. Tipe tinggi
(rektouretralis)
(rektovagina) (rektovestibular) (rektovesika)
Mual Distensi Abdomen
resiko
kekurangan
volume cairan Ketidakseimbangan Penekanan Kebocoran isi Anus
nutrisi : Kurang dari diafragma
kebutuhan tubuh
Penekanan Mikroorganisme Gangguan
Penanganan Medis/ Infeksi Saluran
diafragma masuk saluran Dysuria Eleminasi
Pemeriksaan Penunjang: Pembedahan Kemih
kemih Urin
Invertogram
Prone Cross-Table Lateral View Ekspansi paru
Pemeriksaan Ultrasonography (USG) menurun
Pre-operatif Perawatan
Computer Tomography Scan (CT-Scan) dan Post-operasi Trauma jaringan
Inadekuat
Magnetic Resonance Imaging (MRI) Sesak nafas, RR
meningkat
Penatalaksanaan: Kurang Informasi Masuknya
Perubahan Defekasi Terputusnya
anoplasty Ketidakefektifan Mikroorganisme
kolostomi kontinuitas Jaringan
pola nafas
Posterior Sagittal Anorectoplasty (PSARP) Dekeasi Tidak
Urinary diversion Defisit Pengetahuan Terkontrol Resiko Infeksi
Nyeri
Daftar Pustaka:
Levitt MA, Peña A. Anorectal malformations. Orphanet Journal of Rare Diseases. 2007;2(33).
Inkontensia Defekasi
2. Bhargava P, Mahajan JK, Kumar A. Anorectal malformations in children. Journal Indian
Association Pediatric Surgery. 2006;11(3):136-9.

Created by Unlicensed Version


3. Peña A, Levitt MA. Anorectal Maformations in Pediatric Surgery Ed.6th Volume 1. Grosfeld
JL, O'Neill JJA, Fonkalsrud EW, Coran AG, editors. New York: Elsevier; 2006.
Created by Unlicensed Version

Created by Unlicensed Version

Created by Unlicensed Version