Anda di halaman 1dari 12

KAK Peraturan Zonasi Kota Weda Kabupaten Halmahera Tengah

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Pada dasarnya perkembangan suatu wilayah secara faktual dapat berubah
sesuai dengan kecepatan, dinamika, atau pola perkembangan kegiatan
masyarakat setempat dan atau pengaruh perkembangan wilayah sekitarnya,
yang tentunya akan memberikan kontribusi terhadap upaya kegiatan penataan
ruang. Kegiatan penataan ruang terutama pada aspek perencanaan ruang dan
pengendalian pemanfaatan ruang dilakukan guna mengantisipasi segala bentuk
kecenderungan perkembangan kegiatan masyarakat yang telah dan akan terjadi.
Menurut Peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun 2010 pasal 59 (1) bahwa
Setiap rencana tata ruang wilayah kabupaten/kota harus menetapkan bagian
dari wilayah kabupaten/kota yang perlu disusun rencana detail tata ruangnya.
Rencana detail tata ruang ini merupakan dasar penyusunan rencana tata
bangunan dan lingkungan bagi zona-zona yang pada rencana detail tata ruang
ditentukan sebagai zona yang penanganannya diprioritaskan.
Rencana Detail Tata Ruang juga merupakan rencana yang menetapkan blok-
blok peruntukan pada kawasan fungsional perkotaan, sebagai penjabaran
“kegiatan” ke dalam wujud ruang, dengan memperhatikan keterkaitan antara
kegiatan dalam kawasan fungsional, agar tercipta lingkungan yang harmonis
antara kegiatan utama dan kegiatan penunjang dalam kawasan fungsional
tersebut.
Penyusunan materi teknis RDTR di Kota Weda Kabupaten Halmahera Tengah
yang telah adan, makan Dokumen RDTR tersebut perlu dibuat Petunjuk
Teknisnya sebagai panduan operasional RDTR tersebut yang biasa disebut
Peraturan Zonasi.
Berkaitan dengan hal itu, maka perlu segera disusun materi teknis peraturan
zonasi untuk seluruh Kabupaten Halmahera Tengah.
Peraturan Zonasi ini diharapkan menjadi aturan dalam pemanfaatan ruang
sehingga menjamin pembangunan yang akan dilaksanakan dapat mencapai
standar kualitas local minimum.
1
KAK Peraturan Zonasi Kota Weda Kabupaten Halmahera Tengah

Manfaat Peraturan Zonasi :


- Meminimalkan penggunaan lahan yang tidak sesuai
- Meningkatkan pelayanan terhadap fasilitas yang bersifat public
- Menjaga keseimbangan kehidupan masyarakat
- Mendorong pengembangan ekonomi
Peraturan Zonasi ini terdiri dari Zoning Text dan Zoning Map, keduanya sesuai
dengan dokumen RDTR yang telah disusun sebelumnya. Pada Tahun Anggaran
2016, Pemerintah Propinsi/Kabupaten/Kota akan melaksanakan pekerjaan
penyusunan Peraturan Zonasi Kota Kabupaten Halmahera Tengah, namun
untuk Peraturan Zonasi ini yang disusun dibatasi hanya penyusunan zoning
text, untuk zoning map dilaksanakan pada penyusunan peraturan zonasi
berikutnya.
Peraturan yang mengatur proses penyusunan Peraturan Zonasi telah
dikeluarkan melalui Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor
20/PRT/M/2011 Tentang Pedoman Penyusunan Rencana Detail Tata Ruang
dan Peraturan Zonasi.

1.2 Landasan Hukum


Ketentuan hukum/peraturan yang mendasari kegiatan Peningkatan
Penataan Ruang adalah sebagai berikut :
1. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014, tentang Pemerintahan Daerah;
2. Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007, tentang Penataan Ruang;
3. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Pengelolaan Lingkungan
Hidup;
4. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Ketentuan Pokok-Pokok
Agraria;
5. Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 Tentang Kehutanan;
6. Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2004 Tentang Sumber Daya Air;
7. Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2004 Tentang Jalan;
8. Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 Tentang Penanggulangan Bencana;
9. Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 Tentang Pengelolaan Sampah;
10. Peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun 2010 tentang Penyelenggaraan
Penataan Ruang;
11. Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang

2
KAK Peraturan Zonasi Kota Weda Kabupaten Halmahera Tengah

Wilayah Nasional;
12. Peraturan Pemerintah Nomor 69 Tahun 1996 Tentang Pelaksanaan Hak
dan Kewajiban Serta Bentuk dan Tata Cara Peran Serta Masyarakat Dalam
Penataan Ruang;
13. Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2004 Tentang Penatagunaan Tanah;
14. Peraturan Pemerintah Nomor 34 Tahun 2006 Tentang Jalan;
15. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 42 Tahun 2008
Tentang
Pengelolaan Sumber Daya Air;
16. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 2008 Tentang 2008
Tentang Air Tanah;
17. Keputusan Presiden Nomor 32 Tahun 1990 Tentang Pengelolaan Kawasan
Lindung;
18. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 11/PRT/M/2009 tentang
Pedoman Persetujuan Substansi Dalam Penetapan Rancangan Peraturan
Daerah tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi dan Rencana Tata
Ruang Wilayah Kabupaten/Kota, beserta Rencana Rincinya;
19. Peraturan Menteri Dalam negeri Nomor 50 Tahun 2009 Tentang Pedoman
Koordinasi Penataan Ruang Daerah;
20. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 20/PRT/M/2007 Tentang
Pedoman Teknis Analisis Aspek Fisik dan Lingkungan, Ekonomi serta Sosial
Budaya dalam Penyusunan Rencana Tata Ruang;
21. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 21/PRT/M/2007 Tentang
Pedoman Penataan Ruang Rawan Letusan Gunung Berapi dan Kawasan
Rawan Gempa Bumi;
22. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 41/PRT/M/2007 Tentang Kriteria
Teknis Perencanaan Tata Ruang Kawasan Budidaya;
23. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 22/PRT/M/2007 Tentang
Pedoman Penataan Ruang Kawasan Bencana Longsor;
24. Peraturan Menteri Pekerjaan umum Nomor 5/PRT/M/2008 tentang
Pedoman Penyediaan dan Pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau di Kawasan
Perkotaan;
25. Peraturan Menteri Pekerjaan umum Nomor 20/PRT/M/2011 tentang
Pedoman Penyusunan Rencana Detail Tata Ruang dan Peraturan Zonasi;

3
KAK Peraturan Zonasi Kota Weda Kabupaten Halmahera Tengah

1.3 Maksud dan Tujuan


Maksud :
Menjadikan Dokumen Peraturan Zonasi sebagai acuan/pedoman operasional
dalam pelaksanaan pembangunan dan peningkatan pelayanan publik, terutama
dalam pem berian izin pemanfaatan ruang.
Tujuan dari kegiatan ini, adalah :
Menyusun dokumen Peraturan Zonasi Kota Kabupaten Halmahera Tengah
sebagai bentuk operasional pengendalian pemanfaatan ruang di sehingga
pemanfaatan ruang dapat sesuai dengan rencana.

1.4 Sasaran
Adapun sasaran yang harus dicapai untuk mewujudkan tujuan pekerjaan tersebut
adalah sebagai berikut:
a. Kajian/analisis terhadap setiap aspek data dan fakta baik secara internal
dan eksternal, sehingga diperoleh gambaran kecenderungan perkembangan
kegiatan wilayah terhadap pemanfaatan ruang yang selama ini sudah dan
akan terjadi;
b. Merumuskan Peraturan Zonasi/Zoning Regulatioan;

1.5 Ruang Lingkup


a. Ruang Lingkup Wilayah : Seluruh Wilayah Kota Weda (Arahan RDTR Kota
Weda) Kabupaten Halmahera Tengah
Waktu pelaksanaan kegiatan penyusunan Peraturan Zonasi Kota Weda
Kabupaten Halmahera Tengah selama 3 (tiga) bulan.
b. Ruang Lingkup Substansi
Adapun muatan Peraturan Zonasi Kota Cimahi, meliputi:
ketentuan kegiatan dan penggunaan lahan, ketentuan intensitas
pemanfaatan ruang, ketentuan tata bangunan, ketentuan prasarana dan
sarana minimal, ketentuan pelaksanaan, dan materi pilihan yang terdiri atas
ketentuan tambahan, ketentuan khusus, standar teknis, dan ketentuan
pengaturan zonasi
Mengacu pada lingkup substansi di atas, maka kerangka logis

4
KAK Peraturan Zonasi Kota Weda Kabupaten Halmahera Tengah

penyelenggarannya dapat diuraikan sebagai berikut:


a) Keluaran (Output)
Adapun out put fisik dari pekerjaan ini adalah:
1) Buku Laporan Pendahuluan sebanyak 5 (lima) eksemplar;
2) Buku Laporan Antara sebanyak 10 (Sepuluh) eksemplar;
3) Buku Laporan Akhir sebanyak 15 (Lima Belas) eksemplar;
4) Album Gambar A3 5 (lima) eksemplar
4) Compact Disk (CD) sebanyak 17 (Tujuh Belas) set, terdiri dari :
2 (Dua) set CD memuat Laporan Antara.
5 (Lima) set CD memuat Laporan Akhir dan Album Peta.
Laporan dibuat dalam bentuk tertulis yang dilengkapi dengan gambar,
peta, skema dan tabel. Format laporan adalah sebagai berikut:
1) Buku Laporan
Ukuran kertas A4 (21, 0 cm x 29,7 cm), kecuali Laporan Akhir
Ukuran Kertas A3;
Jenis kertas HVS putih polos;
Berat kertas minimal 80 gr/cm2;
Format kertas landscape;
Gambar/foto/peta: cetak warna;
Jenis huruf/font Trebuchet MS, tegak, ukuran standar, spasi 1,5.
2) Sampul Buku Laporan Pendahuluan, Antara dan Draft Akhir
Warna dasar kertas putih, jenis kertas karton;
Cetak full color, dilaminasi, jilid spiral kawat.
3) Sampul Buku Laporan Akhir
Warna dasar kertas putih, jenis kertas karton;
Cetak hard cover, cetak full color.
4) Compact Disk (CD)
File digital Laporan Antara dan Akhir dalam format
MSOffice atau OpenOffice;
b) Hasil (Outcome)
Hasil yang ingin diraih dari keluaran kegiatan ini, adalah adanya pedoman
dalam pemanfaatan dan pengendalian pemanfaatan ruang melalui
keberadaan dokumen Peraturan Zonasi Kota Weda Kabupaten Halmahera
Tengah.

5
KAK Peraturan Zonasi Kota Weda Kabupaten Halmahera Tengah

c) Manfaat (Benefit)
Manfaat yang diharapkan dapat diperoleh dari Keluaran dan Hasil
kegiatan ini, adalah bahwa dokumen-dokumen tersebut dapat berfungsi
sebagai bahan referensi, rujukan, serta pedoman untuk :
a. menjamin dan menjaga kualitas ruang SWK minimal yang ditetapkan;
b. menjaga kualitas dan karakteristik zona dengan meminimalkan
penggunaan lahan yang tidak sesuai dengan karakteristik zona; dan
c. meminimalkan gangguan atau dampak negatif terhadap zona
d) Dampak (Impact)
Dampak yang diharapkan terjadi dari perolehan Keluaran, Hasil dan
Manfaat kegiatan sebagaimana uraian diatas, adalah :
1. Mempermudahan dan mempercepat kinerja aparat daerah untuk
mengambil keputusan dalam rangka melakukan upaya-upaya untuk :
a. menjaga dan menciptakan keterkaitan, keselarasan dan
keserasian, serta efisiensi perkembangan kegiatan pemanfaatan
kawasan perkotaan,
b. menjaga konsistensi perwujudan ruang kawasan perkotaan yang
sesuai dengan rencana, melalui pengendalian pemanfaatan ruang
di daerah tersebut.
2. Terjadinya arahan penyebaran kegiatan kota secara bertahap ke arah
radial dalam rangka optimalisasi aksesibilitas (kemudahan)
pemanfaaatan ruang yang sebelumnya lebih terkonsentrasi di pusat kota
yang lama.

6
KAK Peraturan Zonasi Kota Weda Kabupaten Halmahera Tengah

BAB II
PELAKSANAAN PEKERJAAN

1.1 Pendekatan Pelaksanaan Pekerjaan


Penyusunan Peraturan Zonasi Kota Weda Kabupaten Halmahera Tengah
dilakukan dengan tahapan sebagai berikut :
1. Kegiatan Persiapan
Kegiatan yang dilakukan dalam tahap persiapan meliputi:
1) persiapan awal pelaksanaan, mencakup pemahaman Kerangka Acuan
Kerja (KAK)
2) kajian awal data sekunder, mencakup peninjauan kembali terhadap:
i. RTRW;
ii. RDTR (apabila ada); dan
iii. RTBL (apabila ada).
3) persiapan teknis pelaksanaan, meliputi:
i. penyimpulan data awal;
ii. penyiapan metodologi pendekatan pelaksanaan pekerjaan;
iii. penyiapan rencana kerja rinci; dan
iv. penyiapan perangkat survei (checklist data yang dibutuhkan, panduan
4) Wawancara, kuesioner, panduan observasi, dokumentasi, dsb) dan
mobilisasi peralatan serta personil yang dibutuhkan.
5) pemberitaan kepada publik perihal akan dilakukan penyusunan peraturan
zonasi.
Hasil dari kegiatan persiapan meliputi:
- gambaran umum zona perencanaan;
- kesesuaian dengan RTRW, RDTR dan/atau RTBL yang sudah
disusun;
- metodologi pendekatan pelaksanaan pekerjaan yang akan digunakan;
- rencana kerja pelaksanaan penyusunan peraturan zonasi; dan
- perangkat survey data primer dan data sekunder yang akan
digunakan pada saat proses pengumpulan data dan informasi (survei).

7
KAK Peraturan Zonasi Kota Weda Kabupaten Halmahera Tengah

2. Pengumpulan Data/Informasi yang Dibutuhkan


Untuk keperluan pengenalan karakteristik wilayah kabupaten/kota dan
penyusunan peraturan zonasi, dilakukan pengumpulan data primer dan data
sekunder. Pengumpulan data primer dilakukan melalui:
1) wawancara atau temu wicara kepada masyarakat untuk menjaring
aspirasi masyarakat terhadap kebutuhan yang diatur dalam peraturan
zonasi serta kepada pihak yang melaksanakan pemanfaatan dan
pengendalian pemanfaatan ruang; dan
2) peninjauan ke lapangan untuk pengenalan kondisi fisik wilayah
kabupaten/kota secara langsung.
Data sekunder yang harus dikumpulkan untuk penyusunan peraturan zonasi
meliputi :
1) peta-peta rencana kawasan dari RTRW/RDTR/RTBL; dan
2) data dan informasi, meliputi:
i. jenis penggunaan lahan yang ada pada daerah yang bersangkutan;
ii. jenis dan intensitas kegiatan yang ada pada daerah yang bersangkutan;
iii. identifikasi masalah dari masing-masing kegiatan serta kondisi fisik (tinggi
bangunan dan lingkungannya);
iv. kajian dampak terhadap kegiatan yang ada atau akan ada di
zona yang bersangkutan;
v. standar teknis dan administratif yang dapat dimanfaatkan dari peraturan
perundang- undangan nasional maupun daerah;
vi. peraturan perundang-undangan pemanfaatan lahan dan bangunan, serta
prasarana di daerah terkait; dan
vii. peraturan perundang-undangan yang terkait dengan penggunaan lahan
yang ada di kabupaten/kota yang akan disusun peraturan zonasinya.
3) Analisis dan Perumusan Ketentuan Teknis
Kegiatan Analisis dan Perumusan Ketentuan Teknis, meliputi:
1) tujuan peraturan zonasi;
2) klasifikasi zonasi;
4) daftar kegiatan;
5) delineasi blok peruntukan;
6) ketentuan teknis zonasi, terdiri atas:
i. ketentuan kegiatan dan penggunaan lahan;

8
KAK Peraturan Zonasi Kota Weda Kabupaten Halmahera Tengah

ii. ketentuan intensitas pemanfaatan ruang;


iii. ketentuan tata bangunan;
iv. ketentuan prasarana minimal;
v. ketentuan tambahan; dan
vi. ketentuan khusus;
7) standar teknis;
8) ketentuan pengaturan zonasi;
9) ketentuan pelaksanaan meliputi:
i. ketentuan variansi pemanfaatan ruang;
ii. ketentuan insentif dan disinsentif; dan
iii. ketentuan penggunaan lahan yang tidak sesuai (non conforming situasion)
dengan peraturan onasi;
10) ketentuan dampak pemanfaatan ruang;
11) kelembagaan; dan
12) perubahan peraturan zonasi.
Hasil dari tahap analisis didokumentasikan di dalam laporan antara dan
menjadi bahan untuk menyusun peraturan zonasi. Adapun hasil kegiatan
perumusan rancangan peraturan zonasi berupa:
13) text zonasi (zoning text); dan
Pada penyusunan peraturan zonasi ini dilakukan proses konsultasi public
berupa Seminar/Diskusi. Seminar ini dilaksanakan 2 kali, sebelum
laporan akhir dan sesudah laporan akhir. Pelaksanaan seminar ini
dilakukan dengan peserta seluruh stakeholder dengan menghadirkan nara
sumber terkait.

1.2 Lingkup kewenangan yang dilimpahkan kepada Konsultan


Lingkup kewenangan yang sekaligus merupakan lingkup pekerjaan
konsultan, diantaranya adalah :
1) Melakukan tanggapan (bila ada) sekaligus penjabaran KAK ini,
untuk selanjutnya menyusun rencana kerja dan melakukan persiapan-
persiapan pekerjaan, serta mengajukannya kepada Pemimpin Pelaksana
Teknis Kegiatan dalam bentuk Laporan Pendahuluan, untuk dibahas dalam
suatu forum pertemuan bersama Tim Teknis guna memperoleh kesepakatan
yang akan menjadi pegangan bersama,

9
KAK Peraturan Zonasi Kota Weda Kabupaten Halmahera Tengah

2) Melakukan survey dan kompilasi berbagai aspek fakta di wilayah project


area dan wilayah pengaruhnya (study area),
3) Melakukan koordinasi dengan masyarakat, tokoh masyarakat, aparat
setempat,
dan instansi terkait, baik secara individu (berdasarkan surat pengantar dari
Pemimpin Pelaksana Teknis Kegiatan), maupun secara lembaga melalui
forum rapat pembahasan dibawah koordinasi Pemimpin Pelaksana Teknis
Kegiatan, guna memperoleh berbagai masukan yang konstruktif,
4) Melakukan kajian dan analisis berbagai aspek fakta, dalam rangka
memberikan alternatif-alternatif kebijakan dan rekomendasi kebijakan yang
dipilih,
5) Melaksanakan survey dan pengukuran lapangan (ground survey)
untuk membuat peta eksisting dan peta rencana yang ada secara akurat,
6) Membuat, menyusun dan mempresentasikan hasil kompilasi data, fakta,
dan analisa, serta rekomendasinya mengenai hasil perencanaan ruang,
pemanfaatan ruang, dan pengendalian pemanfaatan ruang, guna
memperoleh kesepakatan bersama (termasuk penyempurnaannya,
7) Membuat serta menyerahkan risalah setiap pertemuan kepada Tim
Teknis untuk dicocokkan dengan risalah yang disusun oleh Sekertaris Tim
Teknis,
8) Membuat serta menyerahkan setiap bentuk dokumentasi kepada Kuasa
9) Pengguna Anggaran secara tepat waktu dengan suatu Berita Acara
Serah Terima.

1.3 Arahan Pelaksanaan Pekerjaan


Arahan awal yang dapat diberikan kepada rekanan jasa Konsultan terpilih
untuk melaksanakan kegiatan ini,antara lain :
1. Selalu mengupayakan keterlibatan peran serta masyarakat sesuai
dengan ketentuan yang berlaku.
2. Menyiapkan peta kerja awal berupa peta dasar yang dapat dijamin
tingkat akurasinya, bersumber antara lain dari : Bakosurtanal, Citra landsat,
Ground Check, dan studi-studi terdahulu yang pernah dilakukan berkaitan
dengan project area,
3. Untuk melaksanakan survey dan koordinasi lapangan, personil konsultan

10
KAK Peraturan Zonasi Kota Weda Kabupaten Halmahera Tengah

harus selalu didampingi aparat yang ditunjuk oleh Pemimpin Pelaksana


Teknis Kegiatan disertai surat pengantar dari Kuasa Pengguna Anggaran
sebagai legalitas pelaksana,
4. Peta yang disajikan harus menggunakan program-program aplikasi komputer.

1.4 Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan


BULAN
NO KOMPONEN KEGIATAN I II III KET
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
I. Tahap Persiapan
1. Persiapan Administrasi
2. Persiapan Organisasi
3. Pemantapan Metodologi
II. Tahap Survey dan Observasi Lapangan
1. Pengumpulan Data Sekunder &
Data Primer
III. Tahap Evaluasi Data Hasil Survey
IV. Tahap Penyusunan Laporan
1. Laporan Pendahuluan
2. Laporan Antara
3. Laporan Akhir
5. Album Gambar/CD
IV. Tahap Konsultasi dan Ekspos
Kegiatan

1.5 Layanan Keahlian yang Dibutuhkan


Untuk melaksanakan pekerjaan Penyusunan Peraturan Zonasi Kota Weda
Kabupaten Halmahera Tengah dibutuhkan jasa konsultan dengan layanan
keahlian berjumlah 6 (enam) tenaga ahli dengan beberapa kualifikasi keahlian,
sebagai berikut:
1. Satu orang Ahli Perencana Kota (Team Leader)
Pendidikan minimal S1/S2 Perencanaan Wilayah/Kota, dengan
pengalaman minimal 6/3 tahun dalam bidang perencanaan tata ruang kota.
2. Satu orang Ahli Lingkungan;
Sarjana Teknik Lingkungan, dengan pengalaman minimal 2 tahun dalam
bidang perencanaan tata ruang kota.
3. Satu orang Ahli Sipil;
Sarjana Teknik Sipil, dengan pengalaman minimal 2 tahun dalam
bidang perencanaan tata ruang kota.
4. Satu orang Ahli Arsitektur;

11
KAK Peraturan Zonasi Kota Weda Kabupaten Halmahera Tengah

Sarjana Teknik Arsitektur, dengan pengalaman minimal 2 tahun dalam


bidang perencanaan tata ruang kota.
Disamping tenaga ahli seperti tersebut di atas, dibutuhkan tenaga pendukung,
yaitu:
1. Satu orang Operator Komputer, pendidikan minimal D3 Informatika
dengan pengalaman minimal 3 (tiga) tahun
2. Dua orang Surveyor, pendidikan minimal SMA/SMK dengan
pengalaman minimal 3 (tiga) tahun;
3. Dua orang tenaga administrasi/keuangan, pendidikan minimal
D3

1.6 Peralatan yang dibutuhkan


Untuk melaksanakan pekerjaan Penyusunan Peraturan Zonasi Kota
Weda Kabupaten Halmahera Tengah ini diperlukan peralatan minimal :
a. Kendaraan Roda 2
b. Kendaraan Roda 4
c. Kendaraan Roda 2
d. GPS (Global Positioning System)
e. Kamera
f. Handycamp
g. Komputer Berbasis (GIS)
h. Alat Tulis Lapangan
Demikian, Kerangka Acuan Kerja (KAK) atau Term of Reference (ToR) ini
dibuat dalam rangka memberi kejelasan (paling tidak secara garis besarnya)
kepada semua pihak yang berkepentingan terhadap kegiatan ini, baik maksud,
tujuan maupun sasaran yang akan dituju, dengan catatan bahwa segala bentuk
materi dan makna yang telah disusun ini masih belum dapat dikatakan
sempurna. Oleh karenanya segala masukan dan tanggapan dari berbagai
pihak terkait sangat diharapkan sekali guna manfaat kesempurnaannya.

12