Anda di halaman 1dari 3

Nama : aditya arnofa putra

Kelas : 1E/semester 2

Nim : 201701206

Benar Pendidikan Kesehatan Perihal Medikasi Klien

Perawat mempunyai tanggungjawab dalam melakukan pendidikan kesehatan pada pasien,


keluarga dan masyarakat luas terutama yang berkaitan dengan obat seperti manfaat obat
secara umum, penggunaan obat yang baik dan benar, alasan terapi obat dan kesehatan yang
menyeluruh, hasil yang diharapkan setelah pembeian obat, efek samping dan reaksi yang
merugikan dari obat, interaksi obat dengan obat dan obat dengan makanan, perubahan-
perubahan yang diperlukan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari selama sakit, dan
sebagainya.

Metode dalam Pendidikan Kesehatan

Menurut metode pendidikan kesehatan pada hakikatnya adalah suatu kegiatan atau usaha
untuk menyampaikan pesan kesehatan kepada masyarakat, kelompok atau individu. Dengan
harapan bahwa dengan adanya pesan tersebut masyarakat, kelompok atau individu dapat
memperoleh pengetahuan tentang kesehatan yang lebih baik. Dengan kata lain, dengan
adanya pendidikan tersebut diharapkan dapat membawa akibat terhadap perubahan sikap
sasaran. Didalam suatu proses pendidikan kesehatan yang menuju tercapainya tujuan
pendidikan yakni perubahan sikap dipengaruhi oleh banyak faktor seperti, faktor yang
mempengaruhi suatu proses pendidikan disamping masukannya sendiri juga metode materi
atau pesannya, pendidik atau petugas yang melakukannya, dan alat-alat bantu atau alat
peraga pendidikan. Agar dicapai suatu hasil yang optimal, maka faktor-faktor tersebut harus
bekerjasama secara harmonis. Metode pembelajaran dalam pendidikan kesehatan dapat
berupa:

a. Metode Pendidikan Individual

1. Bimbingan dan penyuluhan


2. Wawancara (interview)

b.Metode Pendidikan Kelompok

1. Ceramah
2. Seminar

c. Metode Pendidikan Massa

1. Ceramah umum
2. Pidato melalui media elektronik.

Metode ini dipilih berdasarkan tujuan pendidikan, kemampuan perawat sebagai tenaga
pengajar, kemampuan individu/ keluarga/ kelompok/ masyarakat, besarnya kelompok, waktu
pelaksanaan pendidikan kesehatan, serta ketersediaan fasilitas pendukung.

Pendidikan Kesehatan
Pasien di rumah sakit jiwa sangat membutuhkan pendidikan kesehatan tentang obat
yang diperolehnya karena pasien sering tidak mau minum obat yang dianggap tidak ada
manfaatnya. Contoh pada klien curiga yang menganggap obat sebagai racun. Selain itu
pendidikan kesehatan juga diperlukan keluarga karena adanya anggapan jika pasien sudah
ulang kerumah maka tidak perlu lagi minum obat padahal hal ini menyebabkan risiko kanker
kambuh dan dirawat kembali.

Kesalahan Pemberian Obat


Kesalahan pemberian obat, selain memberi obat yang salah, mencakup faktor lain
yang mengubah terapi obat yang direncanakan, misalnya lupa memberi obat, memberi obat
dua sekaligus sebagai kompensasi, memberi obat yang benar pada waktu yang salah, atau
memberi obat yang benar pada rute yang salah.
Jika terjadi kesalahan pemberian obat, perawat yang bersangkutan harus segera
menghubungi dokternya atau kepala perawat atau perawat yang senior segera setelah
kesalahan itu diketahuinya.

Pedoman KIE Perawat kepada Pasien atau Keluarga


Kepatuhan terjadi bila aturan pakai obat yang diresepkan serta pemberiannya di
rumah sakit diikuti dengan benar. Jika terapi ini akan dilanjutkan setelah pasien pulang,
penting agar pasien mengerti dan dapat meneruskan terapi itu dengan benar tanpa
pengawasan. Ini terutama penting untuk penyakit-penyakit menahun, seperti asma, artritis
rematoid, hipertensi, TB, diabetes melitus, dan lain-lain.
Terapi obat yang efektif dan aman hanya dapat dicapai bila pasien mengetahui seluk
beluk pengobatan serta kegunaanya.
Untuk itu sebelum pasien pulang ke rumah, perawat perlu memberikan KIE kepada
pasien maupun keluarga tentang :
1. Nama obatnya.

2. Kegunaan obat itu.

3. Jumlah obat untuk dosis tunggal.

4. Jumlah total kali minum obat.

5. Waktu obat itu harus diminum (sebelum atau sesudah makan, antibiotik tidak diminum
bersama susu)

6. Untuk berapa hari obat itu harus diminum.

7. Apakah harus sampai habis atau berhenti setelah keluhan menghilang.

8. Rute pemberian obat.

9. Kenali jika ada efek samping atau alergi obat dan cara mengatasinya

10. Jangan mengoperasikan mesin yang rumit atau mengendarai kendaraan bermotor pada terapi
obat tertentu misalnya sedatif, antihistamin.

11. Cara penyimpanan obat, perlu lemari es atau tidak

12. Setelah obat habis apakah perlu kontrol ulang atau tidak