Anda di halaman 1dari 13

Sifat dan Hakekat Negara

Sifat Negara merupakan suatu keadaan dimana hal tersebut dimiliki agar
dapat menjadikannya suatu Negara yang bertujuan. Sifat-sifat tersebut
umumnya mengikat bagi setiap warga negaranya dan menjadi suatu identitas
bagi Negara tersebut.
Sifat suatu Negara terkadang tidaklah sama dengan Negara lainnya, ini
tergantung pada landasan ideologi Negara masing-masing. Namun ada juga
beberapa sifat Negara yang bersifat umum dan dimiliki oleh semua Negara,
yaitu:
a. Sifat memaksa
Negara merupakan suatu badan yang mempunyai kekuasaan terhadap warga
negaranya, hal ini bersifat mutlak dan memaksa.
b. Sifat monopoli
Negara dengan kekuasaannya tersebut mempunyai hak atas kekayaan alam yang
terkandung di dalamnya, hal ini menjadi sesuatu yang menjadi landasan untuk
menguasai sepenuhnya kekayaan alam yang terkandung di dalam wilayah
Negara tersebut.
c. Sifat mencakup semua
Kekuasaan Negara merupakan kekuasaan yang mengikat bagi seluruh warga
negaranya. Tidak ada satu orang pun yang menjadi pengecualian di hadapan
suatu Negara. Tidak hanya mengikat suatu golongan atau suatu adat budaya
saja, tetapi mengikat secara keseluruhan masyarakat yang termasuk kedalam
warga negaranya.
d. Sifat menentukan
Negara memiliki kekuasaan untuk menentukan sikap-sikap untuk menjaga
stabilitas Negara itu. Sifat menentukan juga membuat Negara dapat menentukan
secara unilateral dan dapat pula menuntut bahwa semua orang yang ada di
dalam wilayah suatu Negara (kecuali orang asing) menjadi anggota politik
Negara.

Ada pula sifat-sifat yang hanya dimiliki suatu Negara berdasarkan pada landasan
ideologi Negara tersebut, misalnya Negara Indonesia memiliki sifat-sifat yang
sesuai dengan pancasila, yakni:
1. Ketuhanan, ialah sifat-sifat keadaan Negara yang sesuai dengan hakikat Tuhan
(yaitu kesesuaian dalam arti sebab dan akibat)(merupakan suatu nilai-nilai
agama).
2. Kemanusiaan adalah sifat-sifat keadaan Negara yang sesuai dengan hakikat
manusia.
3. Persatuan yaitu sifat-sifat dan keadaan Negara yang sesuai dengan hakikat
satu, yang berarti membuat menjadi satu rakyat, daerah dan keadaan negara
Indonesia sehingga terwujud satu kesatuan.
4. Kerakyatan yaitu sifat-sifat dan keadaan Negara yang sesuai dengan hakikat
rakyat
5. Keadilan yaitu sifat-sifat dan keadaan Negara yang sesuai dengan hakikat adil

Pengertian sifat-sifat meliputi empat hal yaitu:


1. Sifat lahir, yaitu sejumlah pengaruh yang datang dari luar dan
sesuai dengan pandangan hidup bangsa bangsa Indonesia.
1. Sifat batin atau sifat bawaan Negara Indonesia antara lain berupa
unsur-unsur Negara, yangdiantaranya:
•KekuasaanNegara
•PendukungkekuasaanNegara
•Rakyat
•Wilayah
•Adat$istiadat
• Agama.
2. Sifat yang berupa bentuk wujud dan susunan kenegaraan
Indonesia, yaitu bentuk Negara Indonesia, kesatuan organisasi Negara
dan sistem kedaulatan rakyat.
3. Sifat yang berupa potensi, yaitu kekuatan dan daya dari Negara
Indonesia, antara lain:
• Kekuasaan Negara yang berupa kedaulatan rakyat
• Kekuasaan tugas dan tujuan Negara untuk memelihara keselamatan,
keamanan dan perdamaian.
• Kekuasaan Negara untuk membangun, memelihara serta
mengembangkan kesejahteraan dan kebahagiaan.
• Kekuasaan Negara untuk menyusun dan mengadakan peraturan
perundang-undangan dan menjalankan pengadilan.
• Kekuasaan Negara untuk menjalankan pemerintahan.

Hakikat Negara merupakan salah satu dari bentik perwujudan dari sifat-
sifat Negara yang telah dijelaskan di atas. Ada beberapa teori tentang hakekat
Negara, diantaranya:
a. Teori Sosiologis
Manusia merupakan mahluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri, kebutuhan
antar individu tersebut membentuk suatu masyarakat. Di dalam ruang lingkup
masyarakat terdapat banyak kepentingan individu yang saling berkaitan satu
sama lain dan tidak jarang pula saling bertentangan.
Maka manusia harus dapat beradaptasi dengan baik untuk menyesuaikan
kepentingan-kepentingannya agar dapat hidup dengan rukun.
b. Teori Yuridis
1. Patriarchaal
Teori yang menganut asas kekeluargaan, dimana terdapat satu orang yang
bijaksana dan kuat yang dijadikan sebagai kepala keluarga.
2. Patriamonial
Raja mempunyai hak sepenuhnya atas daerah kekuasaannya, dan setiap orang
yang berada di wilayah tersebut haru tunduj terhadap raja tersebut.
3. Pejanjian
Raja mengadakan perjanjian dengan masyarakatnya untuk melindungi hak-hak
masyarakat itu, dan jika hal tersebut tidak dilakukan maka masyarakat dapat
meminta pertanggung jawaban raja.

sifat negara
1. Sikat Memaksa
Bahwa negara membuat peraturan yang harus ditepati oleh warga
negaranya.
2. Sifat Monopoli
Negara mempunyai kekuasaan dalam menentukan tujuan negara.
3. Sifat Menyeluruh/Mencakup Semua
Semua warga negara tanpa kecuali, harus patuh dan taat pada peraturan
yang berlaku.
4. Sifat Permanen
Negara harus tetap berdiri untuk kelangsungan hidup bangsa.
5. Sifat Demokratis
Negara mengikutsertakan rakyatnya dalam merumuskan kebijakan publik,
atau merumuskan kebijakan publik.

Sifat sifat Negara


Sifat-sifat Negara - Pada postingan sebelumnya sudah membahas unsur-unsur
terbentuknya negara, yaitu ada 4 hal. Tiga diantaranya merupakan unsur
konstitutif yang mutlak harus ada pada suatu negara, yaitu wilayah, rakyat, dan
pemerintah yang berdaulat. Kemudian sisanya merupakan unsur deklaratif
(tambahan) yaitu pengakuan dari negara lain. Selanjutnya, pengakuan dari
negara lain ini masih dibagi menjadi dua yaitu pengakuan secara de facto (fakta)
dan juga pengakuan secara hukum (de yure). Oke itu hanya flashback sebentar
saja. Mari langsung saja kita membahas tentang sifat-sifat dari suatu negara.

Yang mau belajar terlebih dahulu mengenai pengertian dari negara bisa
membaca artikel yang pernah saya buat di link ini : Pengertian Negara

3 Sifat Sifat Negara


Suatu negara supaya dapat menjaga dan mempertahankan keutuhan
wilayahnya, kehormatan serta kelangsungan hidupnya, negara memiliki
beberapa sifat-sifat khusus. Jumlah dari sifat-sifat negara ada tiga (3) yaitu :
1. Memaksa
Sifat negara yang pertama adalah memaksa. Sifat ini berarti bahwa suatu negara
memiliki kekuasaan/kewenangan untuk mewajibkan warga negaranya supaya
patuh dan taat pada peraturan yang ada dengan menggunakan alat paksa berupa
polisi, jaksa, hakim dan juga sanksi yang tegas bagi yang melanggar aturan.
Warga negara yang melanggar atau membangkan dan tidak patuh pada aturan
akan dikenakan sanksi yang tegas.

2. Monopoli
Sifat negara yang kedua adalah monopoli. Monopoli ini mempunyai arti bahwa
suatu negara juga memiliki kekuasaan/kewenangan yang mutlak untuk mengatur
arah perjuangan ataupun juga menentukan tujuan yang akan dicapai oleh negara
yang bersangkutan.

3. Menyeluruh/mencakup semua
Sifat negara yang terkahir atau yang ketiga ini berarti bahwa setiap negara
memiliki kewenangan untuk memberlakukan semua peraturan yang telah dibuat
oleh negara tersebut dan diperuntukkan oleh seluruh warga negara tanpa
terkecuali atau tanpa adanya diskriminasi. Sifat ini juga disebut dengan sifat
totalitas, sebagai contoh adalah semua warga negara harus membayar pajak,
semua warga negara wajib untuk melakukan upaya bela negara dsb.

3 Proses Terbentuknya Suatu Negara, Lengkap Penjelasan


Terbentuknya suatu negara tentu didasari dengan beberapa proses, konsep,
teori, dan syarat. Pada kesempatan kali ini akan kita bahas secara mendetail
mengenai 3 proses terbentuknya suatu negara. Yang akan kita awali dengan
pembahasan apa itu negara ?

Pengertian Negara
Secara terminology, negara dapat diartikan dengan organisasi tertinggi di antara
satu kelompok masyarakat yang mempunyai cita-cita untuk bersatu, hidup dalam
daerah tertentu dan mempunyai pemerintahan yang berdaulat.

Secara literal istilah negara merupakan terjemahan dari kata-kata asing, yakni
state (bahasa Inggris), Staat (bahasa Belanda dan Jerman) dan etat (bahasa
Perancis), kata state, staat, etat itu diambil dari kata bahasa latin status atau
statum, yang bermakna keadaan yang tegak dan tetap atau sesuatu yang
memiliki sifat-sifat yang tegak dan tetap.

Namun secara umum negara dapat diartikan sebagai sekumpulan orang yang
menempati wilayah tertentu dan diorganisasi oleh pemerintah negara yang sah,
yang umumnya memiliki kedaulatan. Negara juga dapat diartikan sebagai suatu
wilayah yang mempunyai suatu sistem atau aturan yang berlaku bagi seluruh
individu di wilayah tersebut, dan berdiri secara independent.
Syarat berdirinya Negara
Suatu negara dinyatakan syah berdiri sebagai suatu negara yang berdaulat, jika
memenuhi minimal 4 syarat, yaitu:
1. Memiliki Rakyat (De Jure)
2. Memiliki Wilayah (De Jure)
3. Memiliki Pemerintah (De Jure)
4. Pengakuan dari Negara Lain (De Facto)

3 Proses Terbentuknya Suatu Negara


Asal mula terbentuknya suatu negara dapat dibedakan dalam 3 proses yaitu
proses secara primer, secara sekunder dan secara teoritis. Berikut penjelasannya:

1. Secara Primer
Terjadinya negara secara primer, yaitu asal mula terjadinya negara diawali
dengan adanya keluarga yang memiliki kebutuhan masing masing yang kemudian
berevolusi ke tingkat yang lebih kompleks. Secara Primer terjadi sebuah negara
melalui beberapa tahapan dan tidak ada hubungan dengan negara yang telah
ada sebelumnya. adapun tahap-tahap pertumbuhannya adalah sebagai berikut:

A. Persekutuan Masyarakat / Suku (genoot schaft)


Persekutuan Masyarakat merupakan kehidupan manusia yang diawali dari
keluarga, kemudian kelompok-kelompok masyarakat hukum (suku). Satu suku
berkembang menajdi dua suku, tiga suku, dan seterusnya hingga menjadi besar
dan kompleks. Perkembangan tersebut bisa terjadi karena faktor alami atau
karena penaklukan-penaklukan antar suku.

B. Kerajaan (Rijk/Reich)
Kerajaan adalah tahap yang dimulai dari kepala suku yang semula berkuasa di
masyarakat yang dipimpin kemudian mengadakan ekspansi dengan melakukan
penaklukan-penaklukan kepada daerah lain. pada tahap ini muncul kesadaran
hak milik dan hak atas tanah.

C. Negara (State)
Negara / State adalah tahap yang dimulai dari negara yang diperintah oleh raja
yang absolut dengan sistem pemerintahan tersentralisasi. Ciri-ciri tahap ini
adalah seluruh rakyat dipaksa mematuhi kehendak dan perintah raja dan Hanya
ada satu identitas kebangsaan. tahap ini juga disebut dengan tahap nasional
dalam terjadinya sebuah negara. Dalam tahap ini muncul kesadaran akan
perlunya demokrasi dan kedaulatan rakyat.
D. Negara Demokrasi
Negara demokrasi adalah tahap dimana timbulnya keinginan rakyat untuk
memegang pemerintahan sendiri. Artinya, kekuasaan / kedaulatan tertinggi
dipegang oleh rakyat. Rakyat yang berhak memilih pemimpinnya yang dianggap
mampu dalam mewujudkan aspirasinya. ciri dari tahap ini adalah Pemerintahan
yang dipimpin oleh seorang pemimpin pilihan rakyat yang kemudian berkuasa.
2. Secara Sekunder
Asal mula terjadinya Negara secara sekunder lebih pada pendekatan fakta atau
kenyataan. Terjadinya Negara/lahirnya Negara ada hubungan dengan Negara
yang telah ada sebelumnya. Terdapat beberapa macam dari asal mula terjadinya
Negara secara sekunder, yaitu sebagai berikut:

A. Proklamasi
Terjadi saat penduduk pribumi dari suatu wilayah yang diduduki oleh bangsa lain
mengadakan perlawanan (perjuangan) sehingga dapat merebut kembali
wilayahnya dan menyatakan kemerdekaan. Contohnya Indonesia merdeka dari
Belanda dan Jepang pada tanggal 17 Agustus 1945.

B. Separatis (pemisahan)
Suatu wilayah negara yang memisahkan diri dari negara yang semula
menguasainya kemudian menyatakan kemerdekaan / memisahkan diri.
Contohnya Belgia memisahkan diri dari Belanda pada tahun 1939 dan
menyatakan kemerdekaan.

Baca Juga : Pengertian dan Contoh Warga Negara, Kewarganegaraan, dan


Pewarganegaraan

C. Anexatie (penguasaan / pencaplokan)


Suatu negara berdiri di suatu wilayah yang dikuasai bangsa lain (diwilayah negara
lain) tanpa reaksi / perlawanan yang memadai dari penduduk setempat.
Contohnya negara Israel terbentuk dengan mencaplok daerah palestina, Suriah,
Yordania, dan Mesir.

Penaklukan suatu wilayah yang memungkinkan pendirian suatu negara di


wilayah itu setelah 30 tahun tanpa reaksi yang memadai dari penduduk
setempat.
D. Innovation (pembentukan baru)
Suatu negara baru muncul di atas suatu negara yang pecah karena suatu hal dan
kemudian lenyap. Contohnya negara Columbia yang pecah dan lenyap kemudian
diwilayah tersebut muncul negara baru, yaitu Venezuela dan Columbia baru.

E. Acessie (penarikan)
Bertambahnya tanah dari lumpur yang mengeras di kuala sungai (atau daratan
yang timbul dari dasar laut) dan menjadi wilayah yang dapat dihuni manusia
sehingga suatu ketika telah memenuhi unsur-unsur terbentuknya negara.
Contohnya Mesir yang terbentuk dari delta Sungai Nil.
F. Cessie (penyerahan)
Terjadi saat sebuah wilayah diserahkan kepada negara lain atas suatu perjanjian
tertentu. Contohnya Wilayah Sleeswijk diserahkan oleh Austria kepada Prusia
(Jerman), karena ada perjanjian bahwa negara yang kalah perang harus
memberikan negara yang dikuasainya kepada negara yang menang. Austria
adalah salah satu negara yang kalah dalam Perang Dunia I.

G. Fusi (peleburan)
Terjadi ketika negara-negara kecil mendiami sebuah wilayah, mengadakan
perjanjian / kesepakatan untuk saling melebur menjadi sebuah negara baru atau
dapat dikatakan suatu penggabungan dua atau lebih Negara menjadi Negara
baru. Contohnya terbentuknya Federasi negar Jerman pada tahun 1871, yaitu
Jerman Barat-Jerman Timur.

H. Occupatie (pendudukan)
Terjadi ketika suatu wilayah yang tidak bertuan dan belum dikuasai, kemudian
diduduki dan dikuasai oleh suku atau kelompok tertentu dan didirikan negara
diwilayah itu. Contohnya Liberia adalah daerah kosong yang dijadikan negara
oleh para budak Negro yang dimerdekakan oleh Amerika. Liberia dimerdekakan
pada tahun 1847.

I. Pendudukan Atas Wilayah yang Belum Ada Pemerintahan Sebelumnya.


Pendudukan ini terjadi terhadap wilayah yang ada penduduknya, namun tidak
berpemerintahan. Contohnya Australia merupakan daerah baru yang ditemukan
Inggris meskipun di sana terdapat suku Aborigin. Daerah Australia kemudian
dibuat koloni-koloni di mana penduduknya didatangkan dari daratan Eropa.
Selanjutnya australia dimerdekakan tahun 1901.

3. Secara Teoritis
Terdapat beberapa teori tentang terbentuknya suatu negara secara teoritis, yaitu
sebagai berikut.

A. Teori kontrak sosial


Teori kontrak sosial beranggapan bahwa negara dibentuk berdasarkan perjanjian
perjanjian masyarakat. Teori ini adalah salah satu teori terpenting mengenai asal
usul negara. Teori asal usul mulai negara yang berdasarkan atas kontrak sosial ini
dapat dilihat melalui pemikiran Thomas Hobbes, John Locke, dan JJ Rousseau.

B. Teori kekuatan
Negara yang pertama adalah hasil dominasi dari komunikasi yang kuat terhadap
kelompok yang lemah, Negara terbentuk dengan penaklukan dan pendudukan.
Dengan penaklukan dan pendudukan dari suatu kelompok etnis yang lebih kuat
terhadap kelompok etnis yang lebih lemah, dimulailah proses pembentukan
Negara. Penganut teori ini adalah H.J. Laski, L. Duguit, Karl Marx, Oppenheimer
dan Kollikles.

C. Teori Ketuhanan
Sesuai dengan namanya, teori ini dipengaruhi oleh paham keagamaan. Dan
karena itulah, teori Ketuhanan tentang terbentuknya suatu negara didasari
anggapan bahwa negara terbentuk atas dasar keinginan Tuhan. Hal ini
berdasarkan atas asas kepercayaan bahwa segala sesuatu berawal dari Tuhan
dan berjalan sesuai kehendak Nya. Menurut teori ini, Tuhanlah yang
menciptakan negara sehingga negara dianggap penjelmaan kekuasaan Tuhan.
Akibatnya timbullah paham bahwa Raja atau Penguasa adalah pilihan Tuhan
untuk memerintah sehingga Raja memiliki kekuasaan mutlak pada suatu negara
atau kerajaan. Contohnya Inggris Raya pada zaman kerajaan. Penganut teori ini
adalah Agustinus, Yulius Stahi, Haller, Kranenburg dan Thomas Aquinas.

D. Teori historis
Teori histori evolusionistis (gradualistic theory) merupakan teori yang
mengemukakan bahwa lembaga-lembaga sosial tidak dibuat, tetapi tumbuh
secara evolusioner sesuai dengan kebutuhan-kebutuhan manusia.

E. Teori Organis
Para penganut teori ini berpendapat bahwa negara adalah suatu organisme,
selayaknya makhluk hidup. Individu yang menjadi komponen negara diibaratkan
sebagai sel-sel makhluk hidup itu. Kehidupan corporal dari Negara dapat
disamakan sebagai tulang belulang manusia, undang-undang sebagai urat syaraf,
raja (kaisar) sebagai kepala dan para individu sebagai daging makhluk itu.

F. Teori Hukum Alam


Filsufgaul (2012) menuliskan teori hukum alam yakni negara terjadi karena
kehendak alam yang merupakan lembaga alamiah yang dibutuhkan manusia
untuk menyelenggarakan kepentingan umum. Penganut teori ini adalah Plato,
Aristoteles, Agustinus, dan Thomas Aquino.

G. Teori kedaulatan hukum


Istilah "daulat" berasal dari bahasa arab "daulah" yang berarti kekuasan
tertinggi. Dengan demikian kedaulatan dapat didefinisikan sebagai kekuasaan
tertinggi dalam suatu negara. Teori kedaulatan hukum (Rechts souvereiniteit)
menyatakan semua kekuasaan dalam negara berdasar atas hukum. Pelopor teori
ini adalah H. Krabbe dalam buku Die Moderne Staats Idee.
Sekian Artikel mengenai 3 Proses Terbentuknya Suatu Negara, Lengkap
Penjelasan. semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi sobat baik untuk
menambah ilmu, mengerjakan tugas, maupun untuk sekedar menambah
wawasan tentang proses terbentuknya negara, unsur terbentuknya negara,
proses terbentuknya negara secara primer dan sekunder. Akhir kata, Terimakasih
atas kunjungannya.

Pengertian dan Unsur Terbentuknya Bangsa


Pengertian Pakar

Menurut Bonedict Anderson, Pengertian Bangsa adalah komunitas


persaudaraan yang direkabayangkan (imagined community). Proses
merekabayangkan itu terjadi melalui media yang muncul hanya dari
perkembangan kapitalisme cetak (print capitalism), seperti surat kabar dan
majalah.

Pengertian Bangsa menurut pendapat Ernest Renan, Bangsa adalah solidaritas


agung yang terbentuk oleh pengalaman penderitaan bersama yang terjadi dan
pengalaman ini dijadikan dasar bagi pembentukan komunitas hari ini dan masa
depan.

Menurut Anthony Smith, Pengertian Bangsa ialah komunitas kultural politik


yang ada dalam gerak berayun antara pencarian identitas ke masa lalu dan
pencarian arah pada rentang sejarah ke depan. Berdasarkan refleksi sejarah, ia
bahkan mengartikan bangsa sebagai penjelmaan modern dari sentimen etnis
yang bekerja dalam sejarah.

Eric Hobsbawm mengemukakan pengertian bangsa, Bangsa merupakan satu dari


sekian banyak tradisi rekaan yang dibentuk untuk menyalurkan insting komunal
massa, misalnya melalui penghormatan bendera, lagu, pahlawan dan simbol-
simbol lain. Dalam gerak politiknya untuk menjadi kelas dominan dalam sejarah,
para borjuis merupakan pelaku utama penciptaan bangsa.

Pengertian Bangsa menurut Ernest Gellner adalah salah satu produk transisi
masyarakat dari agraris ke masyarakat industri. Oleh karena itu, industrialisasi
menjadi kunci penting untuk memahami pengertian bangsa. Industrialisasi
mensyaratkan bentuk baru pengorganisasian masyarakat yang bersandar pada
kultur yang seragam.

Dari pengertian bangsa diatas, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa bangsa
adalah sekumpulan manusia yang membentuk kelompok yang memiliki
persamaan karakteristik dan ideologi (pemahaman) yang sama.
| Unsur Unsur Terbentuknya Bangsa |
Berbicara mengenai unsur unsur terbentuknya bangsa, maka bangsa dapat
terbentuk dengan memenuhi unsur-unsurnya sebagai berikut.
(1) Unsur terbentuknya bangsa yang pertama adalah persamaan asal keturunan
bangsa (etnis), yaitu bangsa Indonesia berasal dari rumpun bangsa Melayu yang
kemudian diperkaya oleh variasi percampuran antardaerah.
(2) Unsur terbentuknya bangsa yang kedua ialah persamaan pola kebudayaan,
terutama cara hidup sebagai suku bangsa petani dan pelaut dengan segala adat
istiadat dan lembaga sosialnya, yang manifestasinya adalah adanya persamaan
kebudayaan antara satu daerah dengan daerah yang lain.
(3) Unsur terbentuknya bangsa yang ketiga yaitu persamaan tempat tinggal
yang disebut dengan tanah air yang meliputi dari sabang sampai merauke.
(4) Unsur terbentuknya bangsa yang keempat adalah persamaan nasib
kesejarahan, baik pada masa kejayaan kerajaan-kerajaan besar seperti Majapahit
dan Sriwijaya maupun penderitaan bersama di bawah penjajahan negara lain.
(5) Unsur terbentuknya bangsa yang terakhir ialah persamaan cita-cita, yaitu
persamaan cita-cita hidup bersama sebagai bagsa yang merdeka dan berdaulat.

Sekian mengenai pengertian bangsa dan unsur unsur terbentuknya bangsa,


semoga tulisan saya mengenai pengertian bangsa dan unsur unsur terbentuknya
bangsa dapat bermanfaat.
Sumber : Buku dalam Penulisan Pengertian Bangsa dan Unsur Unsur
Terbentuknya Bangsa :
– Heri Herdiawanto dan Jumanta Hamdayama, 2010. Judul : Cerdas, Kritis, Dan
Aktif Berwarganegara (Pendidikan Kewarganegaraan untuk Perguruan Tinggi).
Penerbit ERLANGGA : Jakarta.

22
FAKTOR-FAKTOR PEMBENTUK IDENTITAS NASIONAL
Proses pembentukan bangsa negara membutuhkan identitas-identitas untuk
menyatukan masyarakat bangsa yang bersangkutan. Faktor-faktor yang
diperkirakan menjadi identitas bersama suatu bangsa menurut Ramlan Surbakti
(1999) meliputi primordial, sakral, tokoh, kesediaan bersatu dalam perbedaan,
sejarah, perkembangan ekonomi, dan kelembagaan (Ramlan Surbakti, 1999).
Pertama, faktor-faktor primordial ini meliputi: kekerabatan (darah dan
keluarga), kesamaan suku bangsa, daerah asal (home land), bahasa dan adat
istiadat. Faktor primodial merupakan identitas yang khas untuk menyatukan
masyarakat Indonesia sehingga mereka dapat membentuk bangsa negara.
Kedua, Faktor sakral dapat berupa kesamaan agama yang dipeluk
masyarakat atau ideologi doktriner yang diakui oleh masyarakat yang
bersangkutan. Agama dan ideologi merupakan faktor sakral yang dapat
membentuk bangsa negara. Faktor sakral ikut menyumbang terbentuknya satu
nasionalitas baru. Negara Indonesia diikat oleh kesamaan ideologi Pancasila.
Ketiga, tokoh. Kepemimpinan dari para tokoh yang disegani dan dihormati
oleh masyarakat dapat pula menjadi faktor yang menyatukan bangsa negara.
Pemimpin di beberapa negara dianggap sebagai penyambung lidah rakyat,
pemersatu rakyat dan simbol pemersatu bangsa yang bersangkutan. Contohnya
Soekarno di Indonesia, Nelson Mandela di Afrika Selatan, Mahatma Gandhi di
India, dan Tito di Yugoslavia.
Keempat, prinsip kesediaan warga bangsa bersatu dalam perbedaan (unity in
deversity). Yang disebut bersatu dalam perbedaan adalah kesediaan warga
bangsa untuk setia pada lembaga yang disebut negara dan pemerintahnya tanpa
menghilangkan keterikatannya pada suku bangsa, adat, ras, agamanya.
Sesungguhnya warga bangsa memiliki kesetiaan ganda (multiloyalities). Warga
setia pada identitas primordialnya dan warga juga memiliki kesetiaan pada
pemerintah dan negara, namun mereka menunjukkan kesetiaan yang lebih besar
pada kebersamaan yang terwujud dalam bangsa negara di bawah satu
pemerintah yang sah. Mereka sepakat untuk hidup bersama di bawah satu
bangsa meskipun berbeda latar belakang. Oleh karena itu, setiap warga negara
perlu memiliki kesadaran akan arti pentingnya penghargaan terhadap suatu
identitas bersama yang tujuannya adalah menegakkan Bhinneka Tunggal
Ika atau kesatuan dalam perbedaan (unity in deversity) suatu solidaritas yang
didasarkan pada kesantunan (civility).
Kelima, sejarah. Persepsi yang sama diantara warga masyarakat tentang
sejarah mereka dapat menyatukan diri dalam satu bangsa. Persepsi yang sama
tentang pengalaman masa lalu, seperti sama-sama menderita karena
penjajahan, tidak hanya melahirkan solidaritas tetapi juga melahirkan tekad dan
tujuan yang sama antar anggota masyarakat itu.
Keenam, perkembangan ekonomi (industrialisasi) akan melahirkan
spesialisasi pekerjaan profesi sesuai dengan aneka kebutuhan masyarakat.
Semakin tinggi mutu dan variasi kebutuhan masyarakat, semakin saling
tergantung diantara jenis pekerjaan. Setiap orang akan saling bergantung dalam
memenuhi kebutuhan hidup. Semakin kuat saling ketergantungan anggota
masyarakat karena perkembangan ekonomi, akan semakin besar solidaritas dan
persatuan dalam masyarakat. Solidaritas yang terjadi karena perkembangan
ekonomi oleh Emile Durkheim disebut Solidaritas Organis. Faktor ini berlaku di
masyarkat industri maju seperti Amerika Utara dan Eropa Barat.
Terakhir, lembaga-lembaga pemerintahan dan politik. Lembaga-lembaga itu
seperti birokrasi, angkatan bersenjata, pengadilan, dan partai politik. Lembaga-
lembaga itu melayani dan mempertemukan warga tanpa membeda-bedakan asal
usul dan golongannya dalam masyarakat. Kerja dan perilaku lembaga politik
dapat mempersatukan orang sebagai satu bangsa.

31
Bentuk – Bentuk Kenegaraan
Secara garis besar bentuk kenegaraan ada 6 diantaranya: koloni, perwalian,
mandat, protektorat, dominion dan uni
1. Koloni:
Koloni merupakan negara jajahan dari negara lain. Dalam negara koloni, urusan
politik, hukum, dan pemerintahan masih tergantung pada negara yang
menjajahnya.
Contoh : Indonesia pernah menjadi koloni Belanda selama 3 ½ abad
2. Perwalian (Trustee)
Perwalian merupakan wilayah jajahan dari negara-negara yang kalah perang
dalam perang dunia II dan berada di bawah naungan Dewan Perwalian PBB serta
negara yang menang perang
Contoh : Papua New Guinea bekas jajahan Inggris berada di bawah naungan PBB
sampai dengan tahun 1975
3. Mandat
Mandat merupakan suatu negara yang tadinya merupakan jajahan dari negara-
negara yang kalah dalam Perang Dunia I dan diletakkan di bawah perlindungan
suatu negara yang menang perang dengan pengawasan Dewan Mandat Liga
Bangsa-Bangsa.
Contoh : Negara Kamerun bekas jajahan Jerman menjadi mandat Prancis.
4. Protektorat
Protektorat merupakan suatu negara yang berada di bawah lindungan negara
lain yang kuat. Biasanya negara yang dilindungi tidak dianggap merdeka dan
berdaulat. Hal-hal yang berhubungan dengan luar negeri dan pertahanan negara
diserahkan kepada negara pelindungnya (suzeren).
Contoh : Negara Tunisia, Maroko, Uni Indo cina (Kamboja, Laos, Vietnam)
sebelum merdeka merupakan protektorat dari Prancis
Contoh :Mesir semasa protektorat Turki tahun 1917, Zanzibar semasa
protektorat Inggris tahun 1890 dan Albania semasa protektorat Italia tahun 1936
5. Dominion
Dominion merupakan suatu negara yang tadinya merupakan jajahan Inggris yang
telah merdeka dan berdaulat serta mengakui Raja Inggris sebagai rajanya
(sebagai lambang persatuan). Negara-negara dominion tergabung dalam The
British Commonwealth of Nation (negara-negara persekemakmuran)
Dominion merupakan bentuk negara yang khusus dalam lingkungan kerajaan
Inggris mempunyai kemerdekaan dan kedaulatan penuh dalam mengurus
praktik-praktik urusan kenegaraan baik ke dalam maupun ke luar.
Contoh : Negara Kanada, Australia, Selandia Baru dan Afrika Selatan
6. Uni
Uni merupakan gabungan dua atau lebih negara merdeka dan berdaulat dengan
satu kepala negara yang sama
Uni dapat dibedakan menjadi :
a. Uni Personil (Personele Unie), merupakan gabungan dua atau lebih negara
yang kebetulan mempunyai raja yang sama sebagai kepala negara. Sementara itu
segala urusan dalam negeri dan luar negeri diurus oleh negara masing-masing.
Contoh : Benelux (Belgia, Nederland dan Luxemburg) yang tergabung dalam uni
personil tahun 1839-1890. dan Inggris – Scotlandia tahun 1603-1707
b. Uni Riil (Reele Unie), merupakan gabungan dua negara atau lebih yang
berdasarkan suatu traktat mengadakan ikatan yang dikepalai oleh seorang raja
dan membentuk alat kelengkapan uni guna mengatur kepentingan bersama.
Kepentingan bersama itu umumnya berupa persoalan-persoalan yang
menyangkut politik luar negeri
Contoh : Uni Austria-Hongaria tahun 1867-1919, dan Uni Swedia-Norwegia tahun
1815-1905
c. Uni Zui Generalis, merupakan gabungan dua negara atau lebih yang
mempunyai kelengkapan bersama untuk mengurus kepentingan luar negeri,
setelah ada kesepakan lewat perjanjian
Contoh : Uni Indonesia-Belanda tahun 1949-1956
Selain bentuk kenegaraan tersebut di atas ada juga istilah lain seperti Serikat
Negara (Konfederasi). Perserikatan ini berdasarkan perjanjian dengan maksud
tertentu. Misalnya : yang menyangkut bidang politik luar negeri dan pertahanan
bersama. Untuk menyelenggarakan kepentingan serikat dalam perjanjian
dibentuklah badan pemerintahan secara kolektif. Dalam konfederasi, kedaulatan
negara anggota tetap utuh.
Konfederasi (serikat negara) dalam hukum internasional bukanlah negara, karena
masing-masing negara yang membentuk konfederasi tetap memiliki kedudukan
internasional. Contoh : Perserikatan Amerika Utara (1776-1778)

Anda mungkin juga menyukai