Anda di halaman 1dari 17

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang

Inti atom adalah inti atom yang bermuatan positif, dan berkonsentrat lebih dari
99,9% dari total massa atom. Terdiri dari proton dan neutron (disebut nukleon) yang
disimpan bersama-sama melalui interaksi yang kuat, yang memungkinkan inti menjadi
stabil, meskipun proton saling tolak menolak (sebagai tiang seperti dua magnet) . Jumlah
proton dalam inti menentukan unsur kimia dimana proton tersebut berasal. Inti atom
memiliki jumlah proton yang sama, tetapi jumlah neutron yang berbeda, isotop diketahui
untuk alasan ini, atom merupakan suatu unsur dapat memiliki massa yang berbeda.

Adanya inti atom itu disimpulkan dari percobaan Rutherford, yang dicoba dengam
lembaran tipis emas dengan partikel alfa adalah nukleus helium yang dipancarkan oleh
batuan radioaktif. Sebagian besar partikel menembus lembaran, tetapi beberapa
melambung, menunjukkan adanya inti atom kecil.

Inti atom jauh lebih kecil dari ukuran asli atom (antara 10 000 dan 100 000 kali lebih
kecil). Juga mengandung lebih dari 99% dari massa sehingga kepadatan massa inti sangat
tinggi. Inti atom memiliki semacam struktur internal, seperti neutron dan proton
tampaknya mengorbit sekitar satu sama lain, sebuah fakta yang diwujudkan dalam
keberadaan peristiwa magnetik nuklir. Namun, percobaan menunjukkan bahwa inti sangat
mirip dengan bola atau elipsoid kompak 10-15 m (= 1 fm), yang tampaknya kepadatan
yang konstan. Tentu radius ini sangat bervariasi dengan jumlah proton dan neutron, inti
atom yang lebih berat dan partikel lebih agak lebih besar.

Inti atom berperilaku seperti partikel komposit pada energi rendah cukup.
Selanjutnya, sebagian besar inti atom di bawah berat atom tertentu dan juga menunjukkan
keseimbangan antara jumlah neutron dan jumlah proton (atom) adalah stabil. Namun, kita
tahu bahwa neutron dan inti terisolasi dengan neutron terlalu banyak (proton atau terlalu
banyak) tidak stabil.

1.2 Rumusan Masalah


1. Bagaimana proses transmutasi buatan?
2. Bagaimana proses pancaran radioaktif terinduksi?
3. Bagaimana proses daya tembus sinar-sinar radioaktif?
4. Apa saja metode penggunaan radioisotop?
5. Apa saja dasar-dasar pengobatan nuklir?

1.3 Tujuan
1. Untuk mengetahui bagaimana proses transmutasi buatan
2. Untuk mengetahui pancaran radioaktif terinduksi
3. Untuk mengetahui daya tembus sinar-sinar radioaktif
4. Untuk mengetahui metode penggunaan radioisotop
5. Untuk mengetahui dasar-dasar pengobatan nuklir

1
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Transmutasi Buatan

Radioaktif adalah unsur-unsur kimia yang tidak stabil. Jadi, mereka ini harus
mencapai suatu keadaan yang stabil melalui pemancaran (emisi) sinar alpha, beta, atau
gamma, ataupun partikel-partikel radioaktif lainnya. Keadaan seperti ini disebut peluruhan
(disintegrasi).

2.1.1 Persamaan inti (alami)

Proses peluruhan dengan suatu persamaan reaksi kimia radioaktif disebut persamaan inti.
Nantinya, peluruhan dalam reaksi inti melibatkan dua atau bahkan tiga sinar atau partikel
radioaktif.

PERSAMAAN INTI

Syarat dalam persamaan inti:

 Jumlah nomor massa (A) dalam ruas kiri = ruas kanan


 Jumlah nomor atom (Z) dalam ruas kiri = ruas kanan

Tidak ada dalam reaktan dan produk yang tidak sama, harus dalam setimbang

Dalam persamaan inti, emisi (pemancaran) sinar-sinar radioaktif sama dengan jenisnya.
Contoh, emisi alpha = berarti sinar alpha ; emisi beta = berarti sinar beta ; emisi neutron =
berarti partikel neutron

Jika terdapat pancarannya lebih dari sekali, maka dikalikan ke nomor massa dan nomor atom
sinar tsb. Contoh 6 tahap pemancaran sinar alpha, sehingga 6 2He4 menjadi 12He24

2
2.1.2 Transmutasi Buatan

Transmutasi adalah perubahan isotop suatu unsur menjadi isotop unsur lainnya dalam
persamaan inti radioaktif. Transmutasi terjadi pada setiap peluruhan radioaktif. Transmutasi
juga dapat terjadi pada unsur yang stabil tetapi harus ditembak atau dibombardir. Inti dari
transmuasi adalah pemendekan dari persamaan inti radioaktif.

TRANSMUTASI BUATAN

Maka, dari gambar di atas bisa disimpulkan bahwa reaksi transmutasi buatan tersebut
bernama transmutasi alpha-proton karena melibatkan peluru alpha dan menghasilkan proton

Transmutasi buatan
Transmutasi adalah perubahan suatu unsur menjadi unsur lain
 alami
 buatan
Reaksi umum : a, n, partikel subatomik lain + inti stabil ® pemancaran radioaktif
ERNEST RUTHERFORD JAMES CHADWICK
14
7𝑁 + 42𝐻𝑒 → 178𝑂 + 11𝐻 9 4 12
4𝐵𝑒 + 2𝐻𝑒 → 6𝐶 + 0𝑛
1

Contoh:
Bila Kalium-39 ditembak dgn neutron akan terbentuk klor-36. Partikel apakah yg terpancar?
39 36
19𝐾 + 10𝑛 → 17𝐶𝑙 + 42𝐻𝑒

3
Gambar diatas.Atom fertil 1 dan Atom fertil 2.
Bahan yang dapat diubah menjadi bahan fisil disebut sebagai bahan fertil. Reaksi
nuklir transmutasi tersebut diantaranya adalah sebagai berikut.
Transmutasi bahan fertil (thorium -232 dan uranium -238) menjadi bahan fisil
-233 -239
(U dan Pu ):
0n
1
+ 90Th232 → 92U233 + 2 – 1e0
0n
1
+ 92U
238
→ 94Pu
239
+ 2 – 1e0
Transmutasi limbah radioaktif berumur panjang dari kelompok aktinida minor
yaitu amerisium-241 (95Am241) menjadi bahan fisil kurium-243(96Cm243) agar dapat berfisi di
dalam reaktor nuklir dari pada meluruh dengan memancarkan radioaktif yang berbahaya
sebagai limbah nuklir:
0n
1
+ 95Am241 → 96Cm242 + -1e0 0n1 + 96Cm242 → 96Cm243.
Misal selisih massa 0,1587 gram setara dengan pelepasan energi sebesar ± 14 300 juta Joule.
Dikenal ada tiga macam reaksi inti, yaitu reaksi penembakan dengan partikel, reaksi fisi, dan
reaksi fusi.

2.2 Radioaktif Terinduksi

yaitu : pancaran radioaktif baru, yg dihasilkan dari suatu inti radioaktif yang terbentuk dari
reaksi inti sebelumnya
27 30
13𝐴𝑙 + 42𝐻𝑒 → 15𝑃 + 10𝑛
30 0
15𝑃 → +1𝑒 + 30
14𝑆𝑖

0
1
1𝐻 → +1𝑒 + 01𝑛

Contoh

Karbon-10 memancarkan positron ketika meluruh. Tuliskan reaksinya!


10 0
6𝐶 → +1𝑒 + 105𝐵

4
2.3 Daya Tembus sinar-sinar Radioaktif

Sewaktu selembar kertas tipis disisipkan diantara sumber dan tabung Geiger-Muller,
pembacaan angka pada alat hitung berkurang bila dibandingkan sebelumnya.Fakta ini
menunjukkan bahwa sebagian radiasi telah diserap oleh kertas.Radiasi yang diserap kertas
tipis adalah radiasi sinar α.Tambahan radiasi yang diserap oleh lembaran aluminium adalah
radiasi sinar β.Radiasi yang diserap oleh selembsr timbale adalah radiasi sinar γ.Secara
singkat urutan daya tembus adalah :

Urutan daya tembus sinar α < sinar β < sinar γ

5
Berikut ini sifat-sifat sinar α ,sinar β,sinar γ.

1. Sifat-sifat sinar α
a. Sinar α diahasilkan oleh pancaran-pancaran partikel dari sebuah sumber radioaktif.
b. Sinar α tidak lain adalah inti atom helium,bermuatan +2e dan bermassa 4u.
c. Sinar dapat menghitamkan film.Jejak partikel dalam bahan radioaktif berupa garis
lurus.
d. Radiasi sinar α memiliki daya tembus terlemah dibandingkan dengan sinar lain.
e. Radiasi sinar α memiliki jangkauan beberapa cm di udara da sekitar 10-2 mm dalam
logam tipis.
f. Radiasi sinar α mempunyai daya ionisasi paling kuat sebab muatannya paling besar.
g. Sinar α dibelokkan oleh medan magnetic dan medan listrik.
h. Kecepatan sinar α sekitar 0,054c sampai 0,07c,dengan c=kelajuan cahaya dalam
vakum. Massa sinar lebih α besar dari sinar β sehingga lebih lambat.

2. Sifat-sifat sinar β
a. Sinar β dihasilkan oleh pancaran partikel-partikel .
b. Sinar β tidak lain adalah electron berkecapatan tinggi yang bermuatan -1 e.
c. Radiasi sinar α < sinar β < sinar γ .
d. Kecepatan parikel β antara 0,32c dan 0,9c.

6
e. Sinar β dibelokkan dengan medan magnetic dan medan listrik karena massanya
kecil.
f. Jejak partikel β dalam bahan berkelok-kelok.
g. Sinar β memiliki jangkauan beberapa cm di udara.

3. Sifat-sifat sinar γ
a. Memiliki daya tembus paling besar tetapi daya ionisasi paling lemah.
b. Tidak dibelokkan oleh medan listrik dan medan magnetic.
c. Sinar γ merupakan radiasi elektromagnetik dengann panjang gelombang yag sangat
pendek.Sinar hamper tidak bermassa.
d. Kecepatan γ bernilai sama dengan kecepatan cahaya di ruang hampa.
e. Sinar γ dalam interaksinya menimbulkan peristiwa fotolistrik atau juga dapat
menimbulkan produksi pasangan.Dalam interaksi dengan bahan,seluruh energi sinar γ
diserap oleh bahan.Peristiwa inilah yang disebut produksi pasangan.

Sifat-sifat sinar diringkas pada table berikut.

2.4 Penggunaan Radioisotop

Beberapa kegunaan radioisotop adalah sebagai berikut :

Reaksi fisi dan reaksi fusi dapat dipakai sebagai sumber energi pengganti minyak tanah dan
batu bara

1. Dalam bidang industri


a. sinar gamma yang dipancarkan dari radioisotop 60Co atau 92Ir digunakan untuk
memeriksa material tanpa merusak dengan radiografi.

7
b. Mengatur ketebalan kertas atau aluminium foil menggunakan sinar β-
c. Mengatur ketebalan baja dengan sinar γ-
d. Pabrik Ban menggunakan 90 Sr
e. pengujian homogenitas pencampuran serta residence time distribution (RTD).
f. Radiasi bisa digunakan untuk mengawetkan bahan seperti kayu, barang-barang seni,
dll. Radiasi juga dapat digunakan untuk meningkatkan mutu tekstil karena
mengubah struktur serat sehingga lebih kuat atau lebih baik mutu penyerapan
warnanya.
g. Berbagai jenis makanan juga dapat diawetkan dengan dosis yang aman sehingga
dapat disimpan lebih lama.

2. Dalam Bidang Kedokteran


a. Perunut gangguan ginjal menggunakan 23I
b. Perunut trombosit (penyempitan pembuluh darah) menggunakan 24Na
c. Perunut kelenjar gondok atau tiroid kelenjar gondok atau tiroid menggunakan
yodium
d. Pengobatan dengan membunug sel kanker dengan 60Co
e. Sterilisasi, membunuh bakteri, jamur, dan serangga dalam makanan, sinar γ-
f. Sterilisasi peralatan kedokteran dengan sinar γ-
g. 99Tc dan 201TI, kedua radioisotop itu digunakan bersama-sama untuk mendeteksi
kerusakan jantung.
h. Xenon (133Xe) digunakan untuk mendeteksi penyakit paru-paru.
i. 32P digunakan untuk mendeteksi penyakit mata, tumor, dan lain-lain. Serta dapat
pula mengobati penyakit polycythemia rubavera, yaitu pembentukan sel darah
merah yang berlebihan.
3. Dalam Bidang Kepurbakalaan (Arkeologi)
a. Penentuan umur fosil dengan menghitung peluruhan 14C dalam tumbuhan, tubuh
binatang atau manusia yang sudah mati
b. Untuk menentukan umur mineral, dan umur benda-benda bersejarah dengan
menentukan kadar Pb dalam mineral Uranium

4. Dalam Bidang Biologi


Radioisotop bisa digunakan untuk mempelajari mekanisme reaksi pada proses
fotosintesis dan proses-proses di dalam sel hidup

8
5. Dalam Bidang Kimia
Radioisotope bisa digunakan untuk mempelajari kesetimbangan dinamis, dan reaksi
pengesteran

6. Dalam Bidang hidrologi


a. Untuk mengukur kecepatan aliran atau debit aliran
b. Untuk menentukan jumlah kandungan air dalam tanah
c. Untuk mendeteksi kebocoran pipa penyalur yang terbenam dalam tanah
d. Untuk mengukur tinggi permukaan cairan dalam suatu wadah tertutup

7. Dalam Bidang pertanian


Radioisotop yang digunakan sebagai perunut dalam penelitian efisiensi pemupukan
tanaman adalah fosfor (32P). Teknik perunut dengan radioisotop akan memberikan
cara pemupukan yang tepat dan hemat.

Manfaat Radioisotop

Berdasarkan Nama Unsur

No. Nama Unsur Manfaat / Kegunaan

1. Iodium (I-131) - mencari ketidak normalan pada tiroid / kelenjar tiroid.


- di bidang hidrologi dapat digunakan untuk mengetahui
kecepatan aliran sungai.

2 Iodium (I-123) -disuntikkan pada pasien untuk mengetahui ada tidaknya


gangguan ginjal.

3 Karbon (C-14) -mencari ketidaknormalan yang berhubungan dengan diabetes dan


anemia.

4 Kromium (Cr-51) -keperluan scanning limpa.

5 Selenium (Se-75) -keperluan scanning pankreas.

9
6 Teknetium (Tc-99) -keperluan scanning tulang dan paru-paru
-scanning kerusakan jantung
-menyelidiki kebocoran saluran air bawah tanah.

-mendeteksi kerusakan jantung, digunakan bersama dengan Tc-


7 Ti-201
99.

8 Galium (Ga-67) - keperluan scanning getah bening.

9 Xe-133 -mendeteksi kesehatan paru-paru.

10 Fe-59 -mempelajari pembentukan sel darah merah.

11 Natrium (Na-24) -untuk deteksi penyempitan pembuluh darah/trombosis


-mendeteksi kebocoran saluran air bawah tanah dan menyelidiki
kecepatan aliran sungai
- di bidang kesehatan digunakan untuk mendeteksi gangguan
peredaran darah.

12 Radioisotop Silikon -perunut radioisotop pada proses pengerukan lumpur pelabuhan


atau terowongan.

13 Fosfor (P-32) -di bidang pertanian ddapat digunakan untuk memperkirakan


jumlah pupuk yang diperlukan tanaman.
-di bidang kesehatan dapat digunakan mendeteksi penyakit mata,
tumor dan hati.

14 Karbon (C-14) -mengukur umur fosil hewan, tumbuhan dan manusia (dengan
pengukuran pancaran sinar beta).

15 Uranium (U-238) -menaksir umur batuan.

16 Uranium (U-235) Reaksi berantai terkendali dalam PLTN.

10
17 Kobalt (Co-60) -mengontrol pertumbuhan beberapa jenis kanker melalui sinar
gamma yang dihasilkan.

18 Isotop 8O15 -menganalisis proses fotosintesis pada tanaman.

19 Isotop O-18 -di bidang kimia dapat digunakan sebagai atom tracer / perunut
asal mula molekul air yang terbentuk.

20 K-40 K-40 digunakan bersama-sama dengan dan Ar-40 stabil untuk


mengukur umur batuan, dengan membandingkan konsentrasi K-
40 dan Ar-40 pada batuan.

Dampak Negatif Penggunaan Radioisotop

Radiasi yang terlalu tinggi dapat menimbulkan gejala akut yang dapat dirasakan oleh pasien,
namun walaupun tidak tedapat gejala bukan berarti tidak menimbulkan bahaya, karena radiasi
dapat menimbulkan dampak jangka panjang yang lebih berbahaya. Gejala akut yang dapat
ditimbulkan oleh radiasi yang tinggi adalah sebagai berikut :

a. Mual muntah
b. Diare
c. Sakit kepala
d. Demam
e. Pusing, mata berkunang-kunang
f. Disorientasi atau bingung menentukan arah
g. Lemah, letih dan tampak lesu
h. Kerontokan rambut dan kebotakan
i. Muntah darah atau berak darah
j. Tekanan darah rendah
k. Luka susah sembuh

Adapun dampak jangka panjang dari radiasi nuklir adalah :

a. Kanker
b. Penuaan dini

11
c. Gangguan sistem saraf dan reproduksi
d. Mutasi genetik

2.5 Pengobatan Nuklir

Pengobatan Nuklir adalah suatu metode dalam ilmu kedokteran yang memanfaatkan
energi inti atom buatan untuk tujuan diagnostic, terapi dan penelitian kedokteran. Adapun
pengobatan nuklir yang sering dilakukan sering disamakan dengan pengobatan berbasis sinar
/ pengobatan rontgen. Ada beberapa perbedaan antar penngobatan rontgen dan pengobatan
nuklir yaitu :
Perbedaan Rontgen dan Kedokteran Nuklir
Rontgen
 Gambaran berdasarkan fungsi anatomi
 Alat sebagai sumber radiasi

Kedokteran Nuklir
 Gambaran berdasarkan fungsi organ
 Alat sebagai detector (penerima radiasi)
5.1.1) Dasar-dasar Pengobatan Nuklir
Pengobatan Nuklir terbentuk oleh beberapa disiplin ilmu yang mendukungnya yang
terdiri dari :

a) Radiofarmaka
Radiofarmaka adalah senyawa kimia yang mengandung atom radioaktif dalam
strukturnya dan digunakan untuk diagnosis atau terapi. Dengan kata lain, radiofarmaka
merupakan obat radioaktif.sediaan radiofarmaka dibuat dalam berbagai bentuk kimia dan
fisik yang diberikan dengan berbagai rute pemberian untuk memberikan efek radioaktif pada
target bagian tubuh tertentu.

12
Beberapa contoh rute pemberian: per oral (kapsul dan larutan), intravena,
intraperitoneal, intrapleural, intratekal, inhalasi, instilasi melalui tetes mata, kateter
urin, kateter intraperitoneal dan shunts.Bentuk fisika dan kimiawi sediaan radiofarmaka
dapat berupa unsur (Xenon 133, krypton 81m), ion sederhana (iodida, pertechnetate),
molekul kecil yang diberi label radioaktif, makromolekul yang diberi label radioaktif, partikel
yang diberi label radioaktif, sel yang diberi label radioaktif.Radiofarmaka dimanfaatkan
dalam berbagai jenis pemeriksaan dalam kedokteran nuklir. Pemeriksaan tersebut terbagi
menjadi 3 kategori:
1. Pemeriksaan untuk pencitraan
Pemeriksaan ini memberikan informasi untuk tujuan diagnostik dan dilakukan dengan
memeriksa pola distribusi radioaktif dalam tubuh.
2. Pemeriksaan fungsi tubuh secara in vivo
Pemeriksaan fungsi tubuh secara in vivo bertujuan untuk mengukur fungsi organ tubuh
atau sistem fisiologis tubuh berdasarkan absorpsi, pengenceran, konsentrasi, bahan
radioaktif dalam tubuh atau ekskresi bahan radioaktif dari tubuh setelah pemberian
radiofarmaka.
3. Pemeriksaan untuk tujuan terapetik
4. Pemeriksaan ini bertujuan untuk keperluan penyembuhan, atau terapi paliatif. Mekanisme
kerja umumnya berupa absorpsi radiasi beta untuk menghancurkan jaringan yang terkena
penyakit.
Penggunaan Radiofarmaka
Jumlah bahan radioaktif yang diberikan pada pasien dalam kedokteran nuklir, disebut
juga sebagai dosis, umumnya dinyatakan dalam ukuran millicuries (mCi, atau 10-3Ci).
Satu Curie (Ci) setara dengan 3,7 x 1010 disintegrasi (kerusakan atom) per detik. Dalam
satuan Unit International, kekuatan bahan radioaktif diukur dalam satuanbecquerels (Bq).
Satu Bq setara dengan 1 disintegrasi per detik; sehingga, 1 mCi = 37 MBq. Jumlah radiasi
yang diabsorbsi oleh jaringan tubuh disebut dosis radiasi dan dinyatakan dengan satuan rad
(dosis radiasi yang diabsorbsi). Satu rad setara dengan 100 ergs energi yang diabsorbsi oleh 1
gram jaringan. Satuan Unit Internasional (IU) dosis yang diabsorbsi, Gray (Gy), setara
dengan 1 joule energi yang diabsorbsi oleh 1 kg jaringan (1 Gy = 100 rad).
Penggunaan kedokteran nuklir untuk tujuan diagnostik harus berprinsip bahwa penggunaan
bahan radioaktif yang diberikan harus dalam dosis yang serendah mungkin namun sudah
dapat diperoleh informasi yang diinginkan. Perlu dijaga bahwa dosis radiasi yang diabsorbsi

13
harus serendah mungkin. Selain itu, kondisi aseptik harus dijaga selama penyiapan karena
bahan diberikan melalui injeksi intravena.
Adapun beberapa alat yang digunakan dalam pengobatan nuklir yaitu :

2.6) Penentuan Umur Dengan Radioisotop

14
15
16
Kesimpulan

1.Transmutasi adalah perubahan isotop suatu unsur menjadi isotop unsur lainnya dalam
persamaan inti radioaktif. Transmutasi terjadi pada setiap peluruhan radioaktif. Transmutasi
juga dapat terjadi pada unsur yang stabil tetapi harus ditembak atau dibombardir. Inti dari
transmuasi adalah pemendekan dari persamaan inti radioaktif.
2. Radioaktif Terinduksi yaitu pancaran radioaktif baru, yg dihasilkan dari suatu inti
radioaktif yang terbentuk dari reaksi inti sebelumnya.

3. Pada daya tembus sinar-sinar radioaktif menunjukkan bahwa sebagian radiasi telah
diserap oleh kertas.Radiasi yang diserap kertas tipis adalah radiasi sinar α.Tambahan radiasi
yang diserap oleh lembaran aluminium adalah radiasi sinar β.Radiasi yang diserap oleh
selembar timbale adalah radiasi sinar γ.

4. Adapun penggunaan radioisotop dalam bidang industri yaitu berupa

a. sinar gamma yang dipancarkan dari radioisotop 60Co atau 92Ir digunakan untuk
memeriksa material tanpa merusak dengan radiografi.
b. Mengatur ketebalan kertas atau aluminium foil menggunakan sinar β-
c. Mengatur ketebalan baja dengan sinar γ-
d. Pabrik Ban menggunakan 90 Sr

5. Pengobatan Nuklir adalah suatu metode dalam ilmu kedokteran yang memanfaatkan
energi inti atom buatan untuk tujuan diagnostic, terapi dan penelitian kedokteran. Adapun
pengobatan nuklir yang sering dilakukan sering disamakan dengan pengobatan berbasis sinar
/ pengobatan rontgen.

Saran

Pembuatan makalah tentang inti atom ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu,
kritik dan saran yang sifatnya membangun sangat kami harapkan. Sekian dan terima kasih.

17