Anda di halaman 1dari 19

ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA Tn. LUP PADA Ny.

WKP
DENGAN TBC di RT 04 RW 03 KELURAHAN LIPU
KECAMATAN BETOAMBARI
KOTA BAUBAU

I. PENGKAJIAN
Pengkajian dilakukan pada tanggal 26 November 2017.
A. Data Umum
1. Data Keluarga
a. Nama KK : Tn. LUP
b. Umur KK : 54 Tahun
c. Pekerjaan KK : Ojek Bentor
d. Pendidikan KK : SMP
e. Alamat : Jl. Gajah Mada, RT 04 RW 03, Kel. Lipu, Kec.
Betoambari, Kota Baubau
f. Agama/suku bangsa : Islam/Buton

2. Data Anggota Keluarga


Hub
J Status
No Nama dengan Umur Suku Pend. Pekerjaan
K Kesehatan
KK

1 Ny. WKP Istri P 52 thn Buton SD Petani Sakit


2 An. A Anak P 14 thn Buton SMP Pelajar Sehat

3. Genogram

54 52
4

14

1
Keterangan :

: Laki-laki

: Perempuan

: Meninggal

: Tinggal serumah

: Klien

4. Tipe Keluarga
Tipe keluarga Tn. LUP yaitu keluarga inti (nuclear family) yang terdiri dari suami, istri
dan anak.

5. Suku Bangsa
Suku keluarga Tn. LUP yaitu suku Buton kebangsaan Indonesia. Bahasa yang dipakai
sehari-hari adalah bahasa Indonesia, tetapi kadang – kadang juga menggunakan bahasa
daerah (bahasa Lipu) dan tidak ada kebiasaan keluarga Tn. LUP yang dapat
mempengaruhi kesehatan.

6. Agama
Agama yang dianut oleh keluarga Tn. LUP, yaitu agama Islam.

7. Status Sosial Ekonomi


Tn. LUP berprofesi sebagai tukang ojek bentor dan mempunyai penghasilan yang tidak
tetap, yakni sekitar Rp. 1.500.000,- sampai dengan Rp. 2.000.000,-/bulan. Sedangkan
pengeluaran sebagai berikut:
Keperluan makan : Rp.1.000.000,-
Listrik : Rp. 100.000,-
Air : Rp. 50.000,-
Rokok : Rp. 150.000,-

2
Jajan Anak : Rp. 250.000,-
Jumlah : Rp.1.550.000,-
Sisa dari pengeluaran, kemudian disimpan ke dalam tabungan keluarga.

8. Aktivitas Rekreasi Keluarga


Keluarga Tn. LUP jarang melakukan rekreasi keluarga ke luar rumah. Aktivitas
rekreasi keluarga berupa : makan bersama keluarga di rumah ataupun menonton TV.

B. RIWAYAT DAN TAHAP PERKEMBANGAN KELUARGA


1. Tahap Perkembangan Keluarga Saat Ini
Tn. LUP saat ini mempunyai seorang anak yang berumur 14 tahun, , maka keluarga
Tn.LUP berada pada tahap perkembangan keluarga dengan anak usia remaja.

2. Tahap Perkembangan Keluarga Yang Belum Terpenuhi


Tn.LUP ingin menjadi ayah yang lebih baik dan dapat menyekolahkan anaknya sampai
perguruan tinggi.

3. Riwayat Kesehatan Keluarga Inti


a. Tn. LUP
Pada saat dilakukan pengkajian, Tn. LUP mengatakan tidak memiliki keluhan
apapun dan dia juga tidak memiliki riwayat penyakit menular.
b. Ny. WKP
Pada saat dilakukan pengkajian, Ny. WKP mengatakan mengalami TB paru
semenjak 3 bulan lalu. Sebelum tahu bahwa ia menderita penyakit TB paru, klien
mengalami demam dan keadaan sampai lemah. Program pengobatan yang
dijalaninya sudah berjalan kurang lebih selama 2 bulan. Namun, sempat dihentikan
dan dilanjutkan kemballi. Pada saat pengkajian, klien batuk-batuk serta
mengeluarkan dahak dan klien mengatakan merasa sesak. Rasa sesak dan batuk
bertambah apabila klien banyak beraktivitas dan berkurang apabila klien minum
obat dan beristirahat. Klien mengatakan sering berkeringat di malam hari.

3
c. An. A
An. A dalam keadaan sehat dan tidak mengeluh mengenai kesehatannya.

4. Riwayat Keluarga Sebelumnya.


Baik dari keluarga Tn. LUP maupun Ny. WKP tidak memiliki riwayat penyakit
menular ataupun penyakit keturunan.

C. LINGKUNGAN
1. Karakteristik Rumah
a. Jenis rumah keluarga Tn. LUP adalah rumah panggung milik sendiri dengan ukuran
12x8 m2
b. Rumah panggung dengan ruangan terdiri dari: ruang tamu, ruang nonton, dapur,
dan 2 kamar tidur.
c. Rumah keluarga Tn. LUP mempunyai ventilasi kurang dari 10 % dari luas rumah,
dimana udara hanya sedikit dapat masuk melalui pintu rumah dan jendela. Adapun
penerangan ketika siang hari menggunakan sinar matahari sedangkan malam hari
menggunakan cahaya listrik.
d. Sumber air berasal dari PDAM, digunakan untuk keperluan sehari-hari, keadaan air
bersih tidak berasa, tidak berbau dan tidak berwarna.
e. Keluarga Tn. LUP membuang sampah yang berasal dari sampah Rumah Tangga
dilakukan dengan cara dikumpulkan pada satu tempat yang kemudian akan
diangkut oleh petugas kebersihan.
f. Air limbah dialirkan menuju selokan yang dibuat sendiri oleh Tn. LUP.
g. Keluarga Tn. D mempunyai WC ukuran 2 x2 m dengan pembuangan melalui septik
tang. Letak WC untuk keluarga Tn. LUP yakni berada di luar rumah (tidak bersatu
dengan rumah)
Denah Rumah

Kamar
Dapur Kamar Tidur
Tidur Ruang Tamu
Ruang
Nonton

4
2. Karakteristik Tetangga dan Komunitas RW
Keluarga Tn. LUP tinggal di lingkungan yang berpenduduk padat, mayoritas
penduduknya bersuku Buton dan mata pencaharian bervariasi. Lingkungan tetangga
cukup akrab dan saling menolong bila ada kesusahan.

3. Mobilitas Geografis Keluarga


Kuarga sudah lama tinggal di rumah yang ia tempati sekarang, yakni sejak 19 tahun
lalu. Rumah Tn. LUP berada 40 meter dari jalan raya, jenis kendaraan yang dipakai
biasanya adalah motor pribadi. Aktivitas Tn. LUP setiap hari yaitu mencari nafkah
dengan menarik bentor, sedangkan sang istri Ny. WKP bertani di kebun keluarga yang
berada di desa Labusa, Batauga.

4. Perkumpulan Keluarga dan Interaksi dengan Masyarakat


Keluarga Tn. LUP tidak aktif mengikuti kegiatan di masyarakat, hal ini disebabkan
karena keluarga sibuk dengan aktivitasnya sehari-hari. Interaksi dengan masyarakat
sekitarpun jarang dilakukan oleh keluarga Tn. LUP. Keluarga Tn. LUP sering
melakukan interaksi dengan masyarakat apabila keluarga telah menyelesaikan
pekerjaan masinng-masing.

5. Sistem Pendukung Keluarga


Keluarga Tn. LUP bila ada masalah, baik itu masalah sosial maupun masalah keuangan
selalu didiskusikan bersama keluarga untuk mencari jalan keluar terbaik. Jarak rumah
dengan puskesmas terdekat (Puskesmas Katobengke) ±1 km. Pada saat dilakukan
pengkajian anggota keluarga yang mengalami masalah hanya Ny. WKP, karena klien
memiliki penyakit TB Paru dan pernah menjalani program pengobatan selama 1 bulan,
tetapi berhenti atas instruksi dokter karena klien sempat mengalami diare. Sedangkan
anggota keluarga yang lainnya, tampak sehat dan tidak memiliki keluhan yang
menandakan adanya gangguan masalah kesehatan. Hanya saja, keluarga Tn. LUP
meskipun tampak sehat dan tidak memiliki masalah tapi memiliki resiko tinggi
terjadinya penularan. Keluarga Tn. LUP mendukung Ny. WKP dalam program

5
pengobatan yang sedang dijalaninya dan selalu menganjurkan untuk melakukan
kontrol ke tempat pelayanan kesehatan. Untuk berobat, keluarga Tn. LUP memiliki
kartu BPJS (Kartu Indonesia Sehat).

D. STRUKTUR KELUARGA
1. Pola Komunikasi Keluarga
Pola komunikasi keluarga Tn. LUP antara satu dengan yang lain berjalan dengan baik
dan lancar, saat menyampaikan pendapat keluarga bersifat terbuka dan keluarga
mendengarkan setiap salah satu anggota keluarga sedang bicara.

2. Struktur Kekuatan Keluarga


Tn. LUP sebagai kepala keluarga memegang peranan penting dalam keluarga, bila ada
masalah keluarga, Tn. LUP menyelesaikan dengan musyawarah meskipun keputusan
akhir diberikan kepada Tn. LUP.

3. Struktur Peran
Peran yang diberikan sesuai tugasnya masing-masing baik Tn. LUP dan Ny. WKP. Tn.
LUP sebagai kepala keluarga yang bertugas melindungi, mendidik, dan membimbing
anggota keluarga. Ny. WKP berperan sebagai istri dan ibu dari seorang anaknya yang
bertugas membimbing dan mengurus suami serta anaknya.

4. Nilai dan Norma Keluarga


Keluarga Tn. LUP menerapkan nilai-nilai agama pada setiap anggota keluarganya. Bila
sang anak akan keluar rumah, maka sang anak harus meminta izin terlebih dahulu dan
pulang sebelum maghrib. Bila lewat dari waktu yang telah ditentukan, sang anak akan
diberi hukuman.

E. Fungsi Keluarga
1. Fungsi Afektif
Keluarga Tn. LUP saling menyanyangi dan saling menghargai satu sama lain.
Berdasarkan penuturan Ny. WKP, dirinya akan selalu menunggu suaminya pulang dulu

6
dan baru beristirahat. Ny. WKP selalu mengontrol perkembangan anak semata
wayangnya. Ny. WKP juga memberikan pesan kepada sang anak agar tidak berbuat
yang macam-macam, ketika kedua orangtuanya tidak berada di rumah.

2. Fungsi Sosialisasi
Tn. LUP dan Ny. WKP merawat, mendidik, dan mengurus anaknya dengan penuh
kasih sayang selalu memperhatikan segala kebutuhan anaknya baik moril maupun
materil. Ny. WKP sering berinteraksi dengan anaknya. Tanggung jawab dalam
mendidik, mengarahkan perilaku disiplin dijalankan oleh Tn. LUP dan Ny. WKP
secara bersama- sama.

3. Fungsi Perawatan Keluarga


Saat dikaji, Tn. LUP sedikit mampu memberikan perawatan pada keluarganya, hal ini
terbukti dengan Tn. LUP mampu menyediakan makanan yang bergizi untuk
keluarganya. Keluarga dapat menciptakan lingkungan yang sehat, memanfaatkan
fasilitas kesehatan yang terdapat di lingkungannya.tetapi tidak mampu : mengenal
masalah kesehatan, melakukan tindakan dan memberikan perawatan terhadap anggota
keluarga yang sakit sesuai prosedur.

4. Fungsi Reproduksi
Keluarga Tn. LUP mempunyai seorang anak, keluarga Tn. LUP merencanakan untuk
tidak menambah jumlah anak karena faktor usia dan lebih berfokus dalam mengasuh
anak smata wayangnya. Keluarga Tn. LUP juga tidak memberikan pendidikan sex
kepada sang anak.

5. Fungsi Ekonomi
Kemampuan keluarga dalam memenuhi kebutuhan sandang dan pangan cukup baik.

F. Stress dan Koping Keluarga


1. Stresor Jangka Pendek

7
Saat dikaji, keluarga Tn. LUP mengatakan hanya mempunyai masalah kesehatan
karena penyakit TB paru yg dimiliki sang istri Ny. WKP.
2. Stresor Jangka Panjang
Saat dikaji keluarga mengatakan klien menderita penyakit TB paru kurang lebih sekitar
3 bulan.

3. Kemampuan Keluarga Berespon Terhadap Stressor


Tn. LUP mengatakan pernah memeriksakan kondisi penyakit sang istri ke tempat
pelayanan kesehatan (Puskesmas,). Namun, hanya sekali. Keluarga Tn. LUP tidak
mengetahui tentang penyakit TB , perawatan penyakit TB dan juga hal hal yang harus
diperhatikan oleh penderita dan keluarga selama masa perawatan penderita.

4. Strategi Adaptasi Disfungsional


Pada saat dilakukan pengkajian di keluarga Tn. LUP, tidak ditemukan adanya cara-cara
keluarga mengatasi masalah secara maladaptif.

G. PEMERIKSAAN FISIK
1. Tn. LUP
a. Keadaan Umum : Klien tampak sehat
Kesadaran : Compos mentis
GCS : 15 :E=6 M=5 V=4
b. Tanda-tanda Vital
Tekanan darah : 120 / 80 mmHg
Nadi : 71 x/menit
Respirasi : 22 x/menit
Suhu : 36,3 0C
c. Pemeriksaan Head to Toe
1) Integumen
a) Rambut
Warna hitam dan beruban, tekstur halus, penyebaran merata diseluruh kulit,
tidak tampak adanya kotoran.

8
b) Kulit Kepala
Tidak tampak adanya benjolan atau lesi, tidak terdapat pedikulosis ataupun
lubrikasi
c) Kuku
Warna dasar transparan, tekstur halus, bentuk cembung, pada saat dilakukan
penekanan pada kuku klien, pengisian kafiler dapat kembali seperti semula
dalam waktu ± 2 detik, tidak tampak adanya kotoran.
d) Kulit
Warna sawo matang, tekstur halus, turgor kulit baik terbukti kulit dapat
kembali seperti semula setelah dilakuakn pencubiatan dalam waktu ± 2
detik, tidak tampak adanya kotoran atau lesi.
2) Mata
Bentuk simetris, sclera putih, konjungtiva merah muda, refleks pupil baik
terbukti saat diberi rangsangan cahaya pupil mengecil, kelopak mata dapat
membuka dan menutup dengan sempurna, bola mata dapat digerakan ke segala
arah, fungsi penglihatan kurang baik terbukti klien tidak dapat membaca pada
jarak 1 m.
3) Telinga
Bentuk simetris, lubang telinga bersih, tak terdapat secret ataupun tanda-tanda
peradangan, fungsi pendengaran baik, hal ini dapat terbukti dengan klien dapat
berkomunikasi dengan baik.
4) Hidung
Lubang hidung bersih, tak terdapat secret atau tanda-tanda peradangan, fungsi
penciuman baik terbukti klien dapat membedakan bau kayu putih dan bau
minyak wangi.
5) Mulut
a) Bibir
Warna merah kehitaman, tidak tampak adanya stomatitis, keadaan lembab,
tekstur halus.
b) Gigi

9
Jumlah gigi klien lengkap (32 buah), warna putih kekuning-kuningan dan
tidak tampak adanya kotoran/ sisa makanan di sela-sela gigi.
c) Lidah
Warna merah muda, tekstur halus, pergerakan lidah dapat digerakan kearah
samping, depan dan belakang, fungsi pengecapan baik terbukti klien dapat
membedakan rasa manis asin dan pahit, tidak tampak adanya kotoran.
6) Leher
Tidak terdapat pembesaran kelenjar tiroid, kelenjar getah bening, tak terdapat
peninggian JVP, tidak terdapat nyeri.
7) Dada
Kulit dada bersih, tidak terdapat kelainan bentuk, terdapat sesak ketika
bernafas, pengembangan rongga dada simetris, bunyi paru normal, frekuensi
pernafasan 22 x/menit, irama regular dan tidak ada penggunaan otot bantu
pernapasan.
8) Abdomen
Abdomen bentuk datar,kulit sama dengan sekitarnya. Tidak ada nyeri tekan
ketika di palpasi. Bising usus14x/menit
9) Genetalia
Tidak terkaji ( Tn. LUP menolak untuk dilakukan pengkajian)
10) Ekstremitas
a. Atas
Tangan kanan dan kiri dapat digerakan kesegala arah dengan bebas, tidak
terdapat oedema, tidak tampak adanya kotoran.
b. Bawah
Kaki kanan dan kaki kiri dapat digerakan ke segala arah dengan bebas, tidak
tedapat oedema, tidak tampak adanya kotoran.
2. Ny. WKP
a. Keadaan Umum : Sakit
Kesadaran : Compos mentis
GCS : 15 E=6 M=4 V=5
b. Tanda-tanda Vital

10
Tekanan darah: 110/ 70 mmHg
Nadi : 64 x/menit
Respirasi : 26 x/menit
Suhu : 36,4 0C
c. Pemeriksaan Head to Toe
1) Integumen
a) Rambut
Warna hitam, tekstur halus, penyebaran merata diseluruh kulit, tidak tampak
adanya kotoran.
b) Kulit Kepala
Tidak tampak adanya benjolan atau lesi, tidak terdapat pedikulosis ataupun
lubrikasi.
c) Kuku
Warna dasar transparan, tekstur halus, bentuk cembung, pada saat dilakukan
penekanan pada kuku klien.Pengisian kafiler dapat kembali seperti semula
dalam waktu ± 2 detik, tidak tampak adanya kotoran.
d) Kulit
Warna sawo matang, tekstur halus, turgor kulit baik terbukti kulit dapat
kembali seperti semula setelah dilakuakn pencubiatan dalam waktu ± 2
detik, tidak tampak adanya kotoran atau lesi..
2) Mata
Bentuk simetris, sclera putih, konjungtiva merah muda, refleks pupil baik
terbukti saat diberi rangsangan cahaya pupil mengecil, kelopak mata dapat
membuka dan menutup dengan sempurna, bola mata dapat digerakan ke segala
arah, fungsi penglihatan kurang baik terbukti klien tidak dapat membaca pada
jarak 1 m.
3) Telinga
Bentuk simetris, lubang telinga bersih, tak terdapat secret ataupun tanda-tanda
peradangan, fungsi pendengaran baik terbukti klien dapat berkomunikasi
dengan baik.
4) Hidung

11
Lubang hidung bersih, tak terdapat secret atau tanda-tanda peradangan, fungsi
penciuman baik terbukti klien dapat membedakan bau kayu putih dan bau
minyak wangi.
5) Mulut
d) Bibir
Warna merah kehitaman, tidak tampak adanya stomatitis, keadaan lembab,
tekstur halus.
e) Gigi
Jumlah gigi klien tidak lengkap (22 buah), sehingga menggunakan gigi
palsu dan tidak tampak adanya kotoran/ sisa makanan di sela-sela gigi.
f) Lidah
Warna merah muda, tekstur halus, pergerakan lidah dapat digerakan kearah
samping, depan dan belakang, fungsi pengecapan baik terbukti klien dapat
membedakan rasa manis asin dan pahit, tidak tampak adanya kotoran.
6) Leher
Tidak terdapat pembesaran kelenjar tiroid, kelenjar getah bening, tak terdapat
peninggian JVP, tak terdapat nyeri ataupun kekakuan.
7) Dada
Kulit dada bersih, tak terdapat kelainan bentuk, tidak terdapat nyeri tekan
pengembangan rongga dada simetris, irama ireguler,tidak terdapat sesak
ataupun nyeri saat bernafas, suara napas ronchi.
8) Abdomen
Abdomen tampak datar, warna kulit sama dengan warna sekitar. Tidak terdapat
distensi abdomen, tidak terdapat nyeri tekan, tidak terdapat luka ataupun tanda-
tanda peradangan, tidak terdapat pembesaran hepar, peristaltic usus 10 x/menit.
9) Genetalia
Tidak terkaji ( Ny. WKP menolak untuk dilakukan pengkajian).
10) Ekstremitas
a) Atas
Tangan kanan dan kiri dapat digerakan kesegala arah dengan bebas, tidak
terdapat oedema, tidak tampak adanya kotoran.

12
b) Bawah
Kaki kanan dan kaki kiri dapat digerakan ke segala arah dengan bebas, tidak
tedapat oedema, tidak tampak adanya kotoran.
3. An. A
a. Keadaan Umum
Penampilan : Terlihat segar
Kesadaran : Compos Mentis
b. Tanda-tanda Vital
Tekanan Darah :-
Nadi : 67x/menit
Pernafasan : 20x/menit
Suhu : 36,6ºC
c. Pemeriksaan Head to Toe
1) Integumen
a) Rambut
Warna hitam, tekstur halus, penyebaran merata diseluruh kulit, tidak
tampak adanya kotoran.
b) Kulit Kepala
Tidak tampak adanya benjolan atau lesi, tidak terdapat pedikulosis ataupun
lubrikasi
c) Kuku
Warna dasar transparan, tekstur halus, bentuk cembung, pada saat dilakukan
penekanan pada kuku klien.Pengisian kafiler dapat kembali seperti semula
dalam waktu ± 2 detik, tidak tampak adanya kotoran.
d) Kulit
Warna sawo matang, tekstur halus, turgor kulit baik terbukti kulit dapat
kembali seperti semula setelah dilakuakn pencubiatan dalam waktu ± 2
detik, tidak tampak adanya kotoran atau lesi.
2) Mata

13
Mata kanan dan kiri tampak simetris, sklera merah, konjungtiva agak pucat,
pupil mengecil ketika dirangsang oleh cahaya, klien dapat menggerakan kedua
bola matanya.
3) Telinga
Telingan kanan dan kiri tampak simetris, tekstur halus, warna sama dengan
warna kulit, fungsi pendengaran baik terbukti klien dapat menjawab pertanyaan
dari perawat dengan benar, tidak tampak adanya kotoran/ serumen.
4) Hidung
Posisi lubang hidung kanan dan kiri tampak simetris, tekstur halus, warna sama
dengan warna wajah,.Tidak tampak adanya kotoran.
5) Mulut
a) Bibir
Warna merah kehitaman, tidak tampak adanya stomatitis, keadaan lembab,
tekstur halus.
b) Gigi
Warna putih kekuning-kuningan, jumlah gigi 30 buah, tidak terdapat caries,
tidak tampak adanya kotoran/ sisa makanan di sela-sela gigi.
c) Lidah
Warna merah muda, tekstur halus, pergerakan lidah dapat digerakan kearah
samping, depan dan belakang, fungsi pengecapan baik terbukti klien dapat
membedakan rasa manis asin dan pahit, tidak tampak adanya kotoran.
6) Leher
Posisi simetris terhadap garis tengah tubuh, pada saat dipalpasi tidak terdapat
pembesaran kelenjar getah bening dan kelenjar tiroid, tidak terjadi peninggian
JVP pada saat dilakukan pengukuran.
7) Dada
Posisi dada kanan dan kiri tampak simetris, bunyi jantung reguler, bunyi
pernafasan normal, tidak tampak adanya kotoran. Pergerakan dada normal.
8) Abdomen
Bentuk datar, tekstur halus, bising usus 12 x/menit, tidak tampak adanya
kotoran, tidak ada keluahan nyeri tekan pada saat dilakukan penekanan.

14
9) Genetalia
Tidak terkaji (An. A menolak dilakukan pengkajian)
10) Ekstremitas
a) Atas
Tangan kanan dan kiri dapat digerakan kesegala arah dengan bebas, tidak
terdapat oedema, tidak tampak adanya kotoran.
b) Bawah
Kaki kanan dan kaki kiri dapat digerakan ke segala arah dengan bebas, tidak
tedapat oedema, tidak tampak adanya kotoran.

H. HARAPAN KELUARGA
Tn. LUP berharap bahwa dengan kedatangan mahasiswa dapat memberi pengetahuan bagi
keluarga Tn. LUP, sehingga dapat membantu proses penyembuhan dari sang istri, yakni
Ny. WKP.

II. DIAGNOSA KEPERAWATAN KELUARGA


A. ANALISA DATA
Pengkajian yang telah diuraikan di atas, selanjutnya dilakukan analisis sesuai dengan tabel
di bawah ini :
No Data Masalah
1 DS: Bersihan jalan nafas tidak efektif
1. Ny. WKP mengatakan bahwa berhubungan dengan
ia menderita TB paru sejak 3 ketidakmampuan keluarga
bulan lalu. merawat anggota keluarga dengan
2. Ny. WKP mengatakan sesak. TBC.
3. Ny. WKP mengatakan sering
berkeringat di malam hari.
DO:
1. Ny. WKP tampak batuk
berdahak
2. Suara napas ronchi.

15
2 Factor risikio: Resiko tinggi terjadi penularan
1. Ny. WKP tidur bersama dengan infeksi Tb Paru
sang suami Tn. LUP.
2. Setiap hari, keluarga
berinteraksi dengan klien tanpa
menggunakan masker.
3. Ventilasi kurang dari 10%.
3. DS : Ketidakmampuan menggunakan
1. Tn. LUP mengatakan pernah sumber pelayanan kesehatan di
memeriksakan kondisi penyakit masyarakat guna memelihara
sang istri ke tempat pelayanan kesehatan berhubungan dengan
kesehatan (Puskesmas,). Namun, ketidaktahuan keluarga tentang
hanya sekali. fasilitas kesehatan.

DO :
1. Penyakit Ny. WKP semakin
parah.
2. Keluarga tidak bisa
menyebutkan fungsi puskesmas.

B. PENAPISAN MASALAH
1. Bersihan jalan nafas tidak efektif berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga
merawat anggota keluarga dengan TBC.
No Kriteria Skor Bobot Penghitungan Nilai Pembenaran
1 Sifat Masalah : 3 1 3/3 x 1 1 Ny. WKP mengalami
Tidak/Kurang gangguan pada saluran
sehat pernapasannya. Batuk
yang diderita Ny. WKP
dapat menular kepada

16
anggota keluarga yang
lain.

2 Kemungkinan 2 2 2/2 x 2 2 Ny. WKP sedang


masalah dapat menjalani proses
diubah: pengobatan.
Mudah
3 Kemungkinan 2 1 2/3 x 1 2/3 Terjadinya penyakit dapat
masalah untuk dicegah jika klien mau dan
dicegah : ingin menjaga kesehatan
Cukup diri. Selain itu di daerah
tempat timggal klien dekat
dengan pelayanan
kesehatan.
4 Menonjolnya 2 1 2/2 x 1 1 Karena ketika Ny. WKP
masalah : merasakan sesak ketika
Masalah berat beraktifitas segera
dan harus segera mengatasinya
ditangani
Total Score 7 2
/
3

2. Risiko tinggi terjadinya penularan penyakit.


No Kriteria Skor Bobot Penghitungan Nilai Pembenaran
1 Sifat masalah : 2 1 2/3 x 1 2/3 Merupakan resiko yang
Ancaman dapat mengganggu
kesehatan kesehatan keluarga.

2 Kemungkinan 1 2 ½ x2 1 Sebagian, pengetahuan


masalah dapat keluarga yang rendah
diubah : tentang penyakit TB, tetapi

17
Sebagian ada kemauan untuk
mengubah.
3 Potensial masalah 3 1 3/3 x 1 1 Tinggi, karena keluarga
untuk dicegah : mempunyai kemauan yang
Tinggi kuat meskipun kurang
mengetahui penyebaran
infeksi dari TB itu sendiri.

4 Menonjolnya 2 1 2/2 x 1 1 Karena bila tidak segera


masalah : ditangani kemungkinan
Masalah berat terjangkit penyakit pada
dan harus segera keluarga sangat mudah.
ditangani
Total Score 3 2
/
3

3. Ketidakmampuan menggunakan sumber pelayanan kesehatan di masyarakat guna


memelihara kesehatan berhubungan dengan ketidaktahuan keluarga tentang fasilitas
kesehatan.
No Kriteria Skor Bobot perhitungan Nilai Pembenaran
1 Sifat masalah : Merupakan ancaman
Ancaman kesehatan, karena sangat
2 1 2/3 x 1 2/3
Kesehatan mempengaruhi derajat
kesehatan.
2 Kemungkinan Dengan memberikan
masalah untuk penkes tentang pelayanan
dapat diubah : 2 2 2/2 x 2 2 kesehatan kemungkinan
Mudah kesehatan dapat diubah
dengan mudah.

18
3 Potensial masalah Setelah mendapatkan
untuk dicegah : penyuluhan dan penkes
2 1 2/3 x 1 2/3 keluarga dapat
Cukup mengertintenting
pentingnya pelayanan
kesehatan.
4 Menonjolnya Keluarga tidak merasakan
masalah : 0 1 0/2 x 1 0 masalah karena masalah
Masalah tidak masih ringan.
dirasakan
Total Score 2 4/6

4. PRIORITAS MASALAH
1. Bersihan jalan nafas tidak efektif berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga
merawat anggota keluarga dengan TBC.
2. Risiko tinggi terjadinya penularan penyakit.
3. Ketidakmampuan menggunakan sumber pelayanan kesehatan di masyarakat guna
memelihara kesehatan berhubungan dengan ketidaktahuan keluarga tentang fasilitas
kesehatan.

19