Anda di halaman 1dari 7

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Pembangunan kesehatan yang telah diselenggarakan selama ini telah berhasil


meningkatkan derajat kesehatan masyarakat secara bermakna, meskipun belum dapat
dinikmati secara nyata oleh seluruh penduduk Indonesia, khususnya masyarakat yang
bermukim di lokasi-lokasi terpencil, termasuk daerah pesisir dan pulau-pulau kecil.

Di Provinsi Kalimantan Selatan masih banyak Desa terpencil/sangat terpencil yang


masih sulit mengakses pelayanan kesehatan. Untuk mengatasi kekurangan tenaga kesehatan
tersebut maka Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melakukan upaya terobosan dengan
program Penugasan Khusus Tenaga Kesehatan, yaitu termasuk di dalamnya Perawat, untuk
ditempatkan pada desa terpencil/sangat terpencil. Pegawai Tidak Tetap yang selanjutnya
disebut sebagai PTT adalah tenaga kesehatan yang bukan Pegawai Negeri Sipil yang
diangkat oleh pejabat yang berwenang sebagai PTT dan ditugaskan pada sarana pelayanan
kesehatan dalam rangka pelaksanaan program pemerintah.

Profil Kegiatan Perawat PTT Provinsi merupakan gambaran/deskripsi tentang kegiatan-


kegiatan yang dilaksanakan oleh Perawat PTT Provinsi dalam lingkup wilayah kerjanya.
Kegiatan-kegiatan yang dimaksud disini merupakan kegiatan pokok yang wajib dilakukan
oleh Perawat PTT Provinsi maupun kegiatan tambahan dari lintas program maupun lintas
sektor.

B. Tujuan
Tujuan dari pembuatan Profil Kegiatan Perawat PTT Provinsi ini adalah sebagai
pendokumentasian dan arsip laporan kegiatan di desa Murung Raya serta sebagai bahan
pertimbangan untuk syarat perpanjangan kontrak PTT Provinsi.

C. Manfaat
Manfaat dari pembuatan Profil Kegiatan Perawat PTT Provinsi ini adalah:
1. Pendokumentasian terhadap laporan dan kegiatan Perawat PTT Provinsi di Desa
Murung Raya
2. Memudahkan dalam pencarian data-data kegiatan desa
3. Sebagai evaluasi terhadap kinerja Perawat PTT Provinsi yang sudah dilaksanakan
4. Sebagai bahan pertimbangan untuk syarat perpanjangan kontrak PTT Provinsi

1
BAB II

GAMBARAN UMUM DESA MURUNG RAYA

A. Gambaran Wilayah Desa Murung Raya

Wilayah Desa Murung Raya merupakan binaan Puskesmas Lepasan Kecamatan


Bakumpai, wilayah tersebut luasnya 14 km2 dengan batas wilayah:

a) Sebelah Utara berbatasan dengan Kec. Marabahan


b) Sebelah Selatan berbatasan dengan Kab. Tapin
c) Sebelah Barat berbatasan dengan Sei Negara
d) Sebelah Timur berbatasan dengan Murung Raya

Untuk menjangkau wilayah kerja dari Puskesmas Lepasan ke Desa Murung Raya bisa
ditempuh melalui kendaraan roda dua dan harus menyeberang menggunakan perahu atau
kelotok. Jarak antara Puskesmas Lepasan dengan Desa Murung Raya sekitar kurang lebih
1km dengan waktu tempuh normal 10 s/d 15 menit.

Adapun wilayah kerja Poskesdes Murung Raya meliputi 1 desa dengan 6 RT dengan
gambaran jumlah penduduk sebagai berikut:

No. RT Laki-laki Perempuan Jumlah


1. I 99 105 204
2. II 124 114 238
3. III 111 107 218
4. IV 106 109 215
5. V 99 83 182
6. VI 49 57 106
TOTAL 588 537-575 1163
Jumlah KK: 546 KK
Jumlah Rumah: 517 Rumah

Penduduk Desa Murung Raya Kecamatan Bakumpai pada umumnya adalah penduduk
asli keturunan sendiri dengan mayoritas agama adalah Islam. Mata pencaharian umum para
penduduknya ialah bekerja sebagai petani dan nelayan

B. Kegiatan Perawat Desa Murung Raya


1. Membantu pelaksanaan posyandu balita setiap bulan (meliputi imunisasi, penimbangan,
dsb)
2. Membantu pelaksanaan posyandu lansia setiap bulan
3. Membantu pelaksanaan pengobatan umum bersama Bidan Desa

2
4. Melaksanakan kegiatan PHN (Public Health Nursing)
5. Membantu pelaksanaan kegiatan program di Puskesmas Induk (Imunisasi Crash Campak,
Imunisasi Booster Campak, Promkes, dsb)
6. Membuat laporan setiap bulan untuk Puskesmas Induk
7. Membuat rekapan absensi dan laporan setiap bulan untuk Dinas Kesehatan Kabupaten
dan Dinas Kesehatan Provinsi

3
BAB III

KEGIATAN PERAWAT PTT PROVINSI DI DESA MURUNG RAYA

A. Posyandu Balita Desa Murung Raya (Juni-Oktober)


Jumlah Peserta
No. Bulan Keterangan
Cempaka I Cempaka II Cempaka III
1. Juni 30 orang 8 orang 9 orang
2. Juli 41 orang - -
3. Agustus 42 orang 6 orang 11 orang
4. September 42 orang 7 orang 10 orang
5. Oktober 44 orang 8 orang 11 orang

Cakupan Imunisasi Desa Murung Raya (Juni-Oktober), Sasaran Imunisasi 23 Bayi


1.2
HB0
1 BCG
DPT 1
0.8
DPT 2

0.6 DPT 3
Polio 1
0.4
Polio 2

0.2 Polio 3
Polio 4
0
Campak
Juni

7
HB0
6 BCG

5 DPT 1
DPT 2
4
DPT 3
3 Polio 1

2 Polio 2
Polio 3
1
Polio 4
0 Campak
Juli

4
3.5
HB0
3
BCG
2.5
DPT 1
2 DPT 2

1.5 DPT 3
Polio 1
1
Polio 2
0.5 Polio 3
0 Polio 4
Agustus

3.5
HB0
3 BCG

2.5 DPT 1
DPT 2
2
DPT 3
1.5 Polio 1
1 Polio 2
Polio 3
0.5
Polio 4
0
Campak
September

3.5
HB0
3 BCG

2.5 DPT 1
DPT 2
2
DPT 3
1.5 Polio 1
1 Polio 2
Polio 3
0.5
Polio 4
0
Campak
Oktober

5
B. Posyandu Lansia Desa Murung Raya (Juni-Oktober)
No. Bulan Jumlah Peserta Keterangan
1. Juni 23 orang
2. Juli 27 orang
3. Agustus 27 orang
4. September 20 orang
5. Oktober 24 orang

C. Pelaksanaan kegiatan PHN Desa Murung Raya (Juni-Oktober)


Jumlah Individu
No. Bulan Keterangan
Bermasalah
1. Juni 1 orang
2. Juli 3 orang
3. Agustus 2 orang
4. September 3 orang
5. Oktober 3 orang

D. Pelaksanaan Imunisasi Crash Campak Desa Murung Raya


Target Capaian Persentase Keterangan
50 46 92%

E. Pelaksanaan Imunisasi Booster Campak Kelas 1 SDN Murung Raya


Target Capaian Persentase Keterangan
18 16 88,9%

F. Pelaksanaan Kegiatan Pendidikan Kesehatan mengenai Kesehatan Jiwa dan NAPZA


Target Capaian Persentase Keterangan
20 20 100%

6
BAB III
PENUTUP

A. Masalah yang Dihadapi


1. Peralatan kesehatan yang kurang memadai untuk melakukan tindakan perawatan.
2. Wilayah yang cukup luas ditangani oleh perawat karena menangani 3 desa dan 1 desa
terpisah jauh dengan 2 desa lainnya.
3. Susahnya jalur akses transportasi darat ke wilayah RT 5 dan RT 6
4. Persepsi masyarakat “kalau tidak minum obat tidak sembuh” yang susah dirubah
sehingga menyebabkan kurangnya kepatuhan masyarakat terhadap advis perawat dalam
mengupayakan tindakan preventif dan rehabilitatif.

B. Saran
1. Diharapkan adanya pengadaan sarana kesehatan yang dapat menunjang dalam
melakukan tindakan perawatan
2. Untuk tenaga kerja kesehatan desa supaya bisa diusulkan penambahan tenaga kesehatan
baik tenaga PNS ataupun Non PNS. Diharapkan agar satu desa dibina oleh satu tenaga
kesehatan professional agar pencapaian lebih maksimal
3. Untuk jalur akses transportasi darat ke RT 5 dan RT 6 supaya diusulkan diperbaiki agar
memudahkan jangkauan pelayanan kesehatan
4. Perlunya pendidikan kesehatan kepada masyarakat terkait efek samping penggunaan
obat bebas dengan bekerjasama dengan Promkes (pengadaan poster, baliho, leaflet, dll)