Anda di halaman 1dari 2

I.

PENGERTIAN
Proteksi katodik (cathodic protection) merupakan salah satu metode perlindungan
korosi dengan cara membalikkan arah arus korosi yang terjadi. Arah arus korosi yang dimaksud
disini adalah dimana pada peristiwa korosi maka suatu logam akan teroksidasi kerna menjadi
anoda, oleh karena itu rekasi tersebut dibalikkan dengan menggunakan suatu logam tertentu
dalam mekanisme perlindungan katodik sehingga logam yang dilindungi menjadi katoda dan
logam yang melindungi menjadi anoda. Logam yang dilindungi pada proteksi katodik ini
nantinya akan menerima elektron dari logam yang melindungi sehingga logam yang dilindungi
akan terlindungi dari peristiwa oksidasi yang menyebabkan korosi. Dengan kata lain,
membalikkan arah arus korosi ini berkaitan dengan proses pengembalian electron-electron
yang terlepas dari logam yang teroksidasi.
Terdapat dua (2) cara perlindungan katodik ini yaitu:
1. Anoda Korban (Sacrificial Anode Cathodic Protection/SACP)
Kriteria untuk SACP ini adalah sebagai berikut:
 Menggunakan anoda (logam) yang sangat spontan seperti Mg, Al, dan Zn
 Daerah yang terlindungi minim (tidak luas)
 Anoda cepat habis apabila reaksi sangat spontan (tidak tahan lama)
 Arus digunakan sebagai basis perhitungan
2. Arus Paksa (Impressed Current Cathodic Protection/ICCP)
 Menggunakan anoda (logam) yang inert (tidak spontan) seperti platinum dan tantalum
 Daerah yang terlindungi cukup luas
 Anoda lebih tahan lama
 Potensial digunakan sebagai basis perhitungannya

II. MEKANISME ASAM DALAM PROSES KOROSI


Lingkungan asam dapat menyebabkan korosi karena asam akan terurai menjadi ion-
ionnya dimana adanya kation H+ dapat menyebabkan logam teroksidasi dan berpasangan
dengan anion dari asam
Contoh : korosi besi (Fe) akibat adanya asam klorida (HCl)
Fe + HCl → FeCl2 + H2
Keterangan : FeCl2 sebagai Garam dan H2 sebagai gas hidrogen
Semakin kuat asam yang berkontak dengan logam maka laju korosi akan semakin cepat.
Hal ini terjadi karena dalam asam yang semakin kuat maka kandungan kation H+ akan
semakin banyak. Hal ini dapat ditinjai pada rumus pH berikut:

pH = - log [H+]
III. JENIS-JENIS TANAH BERDASARKAN KEASAMANNYA (pH)

Sumber :Deskripsi dan Klasifikasi Jenis Tanah di Wilayah Sagalaherang. Pusat


Penelitian Geoteknologi, LIPI