Anda di halaman 1dari 28

pengembangan

DESAIN SOSIAL
KKN TEMATIK SWADESA
Ratih Mahardika , S.T., M.Ds
S1 Industrial Product Design - ITS
S2 Master of Design - ITB

keahlian :
Destination Branding, Packaging Design, Handycraft ,
Photography, Fashion Design, & Ilustration

AKADEMISI - UNIVERSITAS TRILOGI


Dosen Tetap S1 DKV (2013 – sekarang)
Kaprodi S1 DKV (2013 – Oktober 2016)
Koord. Program Studi Industri Kreatif (2014 - Oktober 2016)
Sekretaris LPPM (2017 – sekarang)

PRAKTISI
Bendahara Nasional Asosiasi Profesional Desainer Komunikasi Visual
Indonesia (AIDIA) (2015 – sekarang)
Seniman Lukis/Perupa Komunitas 22 Ibu (2015 – sekarang)
Tenaga Ahli Kementrian Kelautan & Perikanan (KKP) RI (2015)
Tenaga Ahli Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) RI (2016 & 2017)
Tenaga Ahli Kementrian Perdagangan RI (2017)
KKN TEMATIK SWADESA

KKN Tematik SWADESA yang juga berarti Desa Mandiri, dimaksudkan untuk membantu
masyarakat desa dalam mengembangkan iklim pembelajaran yang kondusif berbasis
kearifan lokal, yang diharapkan mampu meningkatkan partisipasi aktif masyarakat dalam
membangun desanya secara mandiri
VILLAGE = SOCIAL SPACES

Social spaces are created between the buildings.


To ensure a complete INTEGRATION
between food production & the housing units

interaksi
koordinasi
partisipasi

Peran dalam KKN:


Katalisator
Mediator
Fasilitator
“bekerja bersama masyarakat”

FILAN
EMPATI SIMPATI PEDULI
TROPI
FILAN
EMPATI SIMPATI PEDULI
TROPI

Adanya rasa “keberpihakan” untuk


terlibat dalam persoalan, keadaan,
feeling in
atau kondisi di sekitar kita.
mendalam
sikap memahami
Adanya rasa prihatin dengan apa
tergerak karena fator perbedaan
yang terjadi pada orang lain
kognitif & afektif
feeling with
tidak mendalam bahasa yunani:
tergerak karena faktor persamaan philein /cinta,
spontan anthropos/manusia
tindakan saling mencintai antar
sesama manusia sehingga
terdorong memberikan apa yang
dimiliki bagi mereka yang
membutuhkan (jiwa sosial)
+ EMPATI
SIM
PATI
PEDULI
FILAN
TROPI
=
SWADESA

“ desain sosial “
mendesain/merancang alternatif solusi keberagaman kebutuhan/keinginan kelompok sosial,
menggunakan pola pikir
dengan perspektif/cara pandang & pendekatan yang terpusat pada manusia
Adanya kemajuan sosial masyarakat,
akibat dari konektivitas kontemporer
saat ini, sangat cepat & belum
pernah terjadi sebelumnya

Permasalahan teknologi & informasi


bukanlah hal yang paling urgent saat
ini  karena sangat mudah didapat

Permasalahan pada diri manusia lah


yang menjadi sumber dari segala
sumber masalah

Manusia punya peran untuk berpikir


inovasi/kreatif/solutif  manusia
visioner (perspektif masa depan
yang baru)
1.
PERUBAHAN
“ desain sosial “ SOSIAL
terdiri dari:
2.
KOLABORASI
3.
PERAN
POSITIF
MEDIA SOSIAL

PERAN DESAIN
Transformasi sosial memberikan
ruang & urun rembuk masyarakat
dengan stakeholder

1.
PERUBAHAN
SOSIAL
Investigasi lebih dalam melalui berbagai
pendekatan/pemikiran kreatif, proses dan kolaborasi multi-disiplin.

Kolaborasi ini meningkatkan pengembangan,


efisiensi dan diskusi tanpa batas dengan disiplin ilmu lain

DISIPLIN
ILMU
2.
KOLABORASI PEDA
GOGI

PROFESI

KREATIFI
PRODUKSI TAS
Perkembangan teknologi mempengaruhi cara pandang
dan gerak ruang manusia
Melalui media sosial dalam dunia maya,
dapat menjelajahi efek sosial dari desain dan teknologi komunikasi saat ini

3.
PERAN
POSITIF
MEDIA SOSIAL
+ 25 KM
+ 120-180 MENIT

DESA GUNUNG SARI &


DESA GUNUNG BUNDER II
WISATA ALAM
curug
pertanian (buah & tanaman hias)
peternakan

KERAJINAN
oleh-oleh makanan
kerajinan anyaman bambu
kerajinan rentek
konveksi
TUMPANG TINDIH PENGELOLAAN AREA WISATA
(adanyan pungutan liar/pengelolaan yang tidak jelas
antara PEMDA & PERHUTANI/kebersihan yang tidak
terjaga/tidak ada guide travel)

PELATIHAN
(pengembangan produk-produk kerajinan dan oleh-oleh
makanan khas/kemasan produk kerajinan dan oleh-
oleh/promosi produk secara online/pemanfaatan dan
pengaktifan KOPERASI sebagai wadah usaha masyarakat)

MODAL USAHA
(pinjaman modal dari Bank dengan bunga rendah 
dengan syarat usaha sudah berjalan)
TUMPANG TINDIH PENGELOLAAN AREA WISATA
WISATA ALAM (adanyan pungutan liar/pengelolaan yang tidak jelas
(curug/pertanian (buah & tanaman hias)/peternakan) antara PEMDA & PERHUTANI/kebersihan yang tidak
terjaga/tidak ada guide travel)
KERAJINAN
(oleh-oleh makanan/kerajinan anyaman PELATIHAN
bambu/kerajinan rentek/konveksi) (pengembangan produk-produk kerajinan dan oleh-oleh
makanan khas/kemasan produk kerajinan dan oleh-
oleh/promosi produk secara online/pemanfaatan dan
pengaktifan KOPERASI sebagai wadah usaha masyarakat)
Stakeholder : MODAL USAHA
(pinjaman modal dari Bank dengan bunga rendah 
dengan syarat usaha sudah berjalan)
PEMDA

SWASTA RISET/ KOMUNI


BUDAYAWAN
PERHUTANI DINAS AKADE TAS KELOMPOK TANI/PETERNAK
PERTANIAN & PETERNAKAN TERKAIT MISI
KOPERASI & UMKM CSR
PERDAGANGAN MODAL USAHA
PERINDUSTRIAN TENAGA AHLI
PARIWISATA PELATIHAN & PENGEMBANGAN
Potensi Desa Gunung Sari & Desa Gunung Bunder II

KERAJINAN
BILIK MOTIF
ANYAMAN Terdapat 5 tingkat kualitas, berdasarkan: bahan baku dan tingkat kesulitan motif
BAMBU Harga: Rp.10.000-Rp.60. 000/ m2
Produk berupa lembaran untuk bangunan villa, gajebo, kumbung jamur tiram dll
Perlu pengembangan produk supaya lebih variatif
Pengembangan produk supaya agar lebih awet dan tahan lama
Ide Desain
Tapis KIT
(Ratih M, 2016)

Contoh : Peran Keilmuan DESAIN dalam pengembangan produk lokal daerah yang sudah pernah dilakukan
Potensi Desa Gunung Sari & Desa Gunung Bunder II

KERAJINAN
RENTEK Penjualan bahan setengah jadi
Penjualan ke jakarta dan bekasi
(AKAR
Digunakan untuk aquascape, dan hiasa bunga buatan
POHON) Harga beli bahan baku Rp.2.000 (semua ukuran)
Harga jual bahan setengah jadi Rp.2500-Rp.15.000
Biaya proses pengerokan, peneringan dan sortir Rp.500-
Rp.1000
Perlu pengembangan produk supaya lebih variatif
Pengembangan produk supaya agar lebih awet dan tahan lama
Ide Desain
Contoh : Peran Keilmuan DESAIN dalam pengembangan produk lokal daerah yang sudah pernah dilakukan

ROOTapis
BAG
(Ratih M, 2016)
TAPIS

Kain tradisional khas Lampung


ini, biasanya berbentuk sarung
dan dipakai oleh perempuan.
Diceritakan pada mulanya,
bahwa TAPIS merupakan
singkatan dari Tangkit Pesagih,
yang berarti Bukit Pesagih. Di
Bukit Pesagih inilah, dipercaya
sebagai tempat asal mula dari
Kain Tapis. Selain itu, ada juga
yang mengatakan bahwa Tapis
memiliki arti sebagai kain yang
berlapis-lapis. Maksud dari kata
berlapis ini adalah adanya
lapisan kain yang disulam
dengan benang emas
Potensi Desa Gunung Sari & Desa Gunung Bunder II

PRODUK
MAKANAN Pengembangan varian produk
Kemasan yang menarik belum tersedia
RANGINANG
tujuan pengemasan
selain melindungi www.maicih.co.id
Ide Desain kualitas isi produk:

BRAND
IMAGERY
www.republika.co.id

VISUAL
IMPACT

www.coca-cola.co.uk

EXTANDIBI
LITY
Contoh : Peran Keilmuan DESAIN dalam pengembangan produk lokal daerah yang sudah pernah dilakukan

DESAIN
KEMASAN
(Ratih M, 2015)
Terima kasih
KKN TEMATIK SWADESA