Anda di halaman 1dari 2

Menghambat Sintesis Asam Nukleat

Gangguan sintesis asam nukleat akan berpengaruh pada kelangsungan


hidup dan keturunan sel bakteri. Antibiotik mengganggu sintesis asam nukleat
dengan memblokir replikasi atau menghentikan transkripsi (Etebu and Arikekpar,
2016). Contohnya pada quinolone yang menghambat replikasi DNA bakteri dengan
mengganggu kerja DNA girase (topoisomerase II) dan topoisomerase IV selama
pertumbuhan dan reproduksi bakteri. Obat ini tidak mengubah rangkaian primer
DNA. Akan tetapi, pengikatan quinolone pada enzim dan membentuk kompleks 3
molekul yang menghambat langkah resealing, dan menyebabkan kematian sel
dengan menginduksi pembelahan DNA. Karena DNA girase adalah target
bakteriospesifik bagi terapi antimikroba, resisten-silang dengan obat antimikroba
lain, yang lebih sering digunakan, jarang terjadi. Lokasi kedua yang dihambat oleh
quinolone-topoisomerase IV diperlukan bakteri untuk pembelahan sel. Hal ini telah
dilibatkan dalam proses segregasi DNA yang baru bereplikasi. Pada organisme
gram negatif inhibisi DNA girase lebiih signifikan daripada terhadap topoisomerase
IV, sedangkan pada organisme gram positif berlaku sebaliknya (Champe, 2013).
Menghambat Sintesis Asam Folat
Enzim yang memerlukan kofaktor yang berasal dari folat berperan penting
untuk sintesis purin pirimidin yang merupakan prekursor RNA dan DNA serta
senyawa lain yang diperlukan untuk pertumbuhan dan replikasi sel. Oleh karena
itu, apabila tidak terdapat folat, sel-sel tidak akan tumbuh dan membelah. Untuk
menyintesis derivat folat (tetrahydrolic acid), manusia harus memperoleh folat
dalam bentuk folic acid sebagai vitamin yang berasal dari makanan. Disisi lain,
banyak bakteri bersifat impermeabel terhadap folic acid dan folat lainnya sehingga
harus mengandalkan kemampuan bakteri untuk menyintesis folat de novo.
Sulfonamide adalah kelompok antibiotika yang menghambat sintesis folat de novo.
Sedangkan tipe kedua antagonis folat (trimethoprin) mencegah mikroorganisme
mengubah dihydrofolic acid menjadi tetrahydrofolic acid, dengan efek minimal
terhadap kemampuan sel manusia untuk membuat pengubahan ini. Jadi, baik
sulfonamide maupun trimethoprin mengganggu bakteri untuk melakukan
pembelahan (Champe, 2013).
Tambahan
Resistensi quinolone:
1. Target sel berubah: mutasi pada DNA girase bakteri telah dikaitkan dengan
penurunan afinitas quinolone. Topoisomerase IV juga mengalami mutasi.
Resistensi sering dihubungkan dengan mutasi girase maupun topoisomerase
IV.
2. Penurunan akumulasi: penurunan konsentrasi obat intraseluler dalam sel
bakteri berhubungan dengan dua mekanisme. Pertama, melibatkan
penurunan jumlah protein porin pada membran luar sel yang resisten
sehingga mengganggu akses obat menuju topoisomerase. Kedua,
berhubungan dengan sistem aliran keluar yang tergantung energi pada
membran sel.
(Champe, 2013).

Sumber:
Champe, Pamela C. 2013. Farmakologi Ulasan Bergambar. Jakarta: EGC.
Etebu, Ebimieowei and Ibemologi Arikekpar. 2016. Antibiotics: Classification and
Mechanisms of Action with Emphasis on Molecular Perspectives.
International Journal of Applied Microbiology and Biotechnology Research.
(4): 90-101.