Anda di halaman 1dari 16

NILAI

MAKALAH
PALANG MERAH REMAJA (PMR)

Oleh:

KELOMPOK PANCASILA

2017
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Terbentuknya Palang Merah Remaja dilatar belakangi oleh terjadinya
Perang Dunia II (1859) pada waktu itu Austria dan Francis sedang mengalami
peperangan. Karena kekurangan tenaga untuk memberikan bantuan, akhirnya
mengerahkan anak-anak sekolah supaya turut membantu sesuai dengan
kemampuannya. Mereka diberikan tugas-tugas ringan seperti mengumpulkan
pakaian-pakaian bekas dan majalah-majalah serta Koran bekas. Anak-anak
tersebut terhimpun dalam suatu badan yang disebut Palang Merah Pemuda (PMP)
kemudian menjadi Palang Merah Remaja (PMR).
Pada tahun 1919 di dalam sidang Liga Perhimpunan Palang Merah
Internasional diputuskan bahwa gerakan Palang Merah Remaja menjadi satu
bagian dari perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah. Kemudian usaha
tersebut diikuti oleh negara-negara lain. Dan pada tahun 1960, dari 145
Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah sebagian besar sudah memiliki
Palang Merah Remaja. Di Indonesia pada Kongres PMI ke-IV tepatnya bulan
Januari 1950 di Jakarta, PMI membentuk Palang Merah Remaja yang dipimpin
oleh Ny. Siti Dasimah dan Paramita Abdurrahman. Pada tanggal 1 Maret 1950
berdirilah Palang Merah Remaja secara resmi di Indonesia.
Palang Merah Remaja atau PMR adalah organisasi kepemudaan binaan dari
Palang Merah Indonesia yang berpusat di sekolah-sekolah dan bertujuan
memberitahukan pengetahuan dasar kepada siswa sekolah dalam bidang yang
berhubungan dengan kesehatan umum dan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan.
Untuk mendirikan atau menjadi anggota palang merah remaja disekolah, harus
diadakan Pendidikan dan Pelatihan Diklat untuk lebih mengenal apa itu
sebenarnya PMR dan sejarahnya mengapa sampai ada di Indonesia, dan pada diklat
ini para peserta juga mendapatkan sertifikat dari PMI. Dan baru dianggap resmi
menjadi anggota palang merah apabila sudah mengikuti seluruh kegiatan yang
diadakan oleh palang merah remaja disekolah.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalah yang dapat
ditarik untuk pembahasan makalah ini sebagai berikut:
1. Untuk mengetahui lambang Palang Merah Remaja.
2. Untuk mengetahui karateristik Palang Merah Remaja.
3. Untuk mengetahui keanggotaan dan tingkatan Palang Merah Remaja.
4. Untuk mengetahui hak dan kewajiban Palang Merah Remaja.
5. Untuk mengetahui peran dan fungsi Palang Merah Remaja.
6. Untuk mengetahui Tri Bakti Palang Merah Remaja
7. Untuk mengetahui Pelaksana dan Pelaksanaan Tri Bakti Palang Merah Remaja
8. Untuk mengetahui pendidikan dan pelatihan Palang Merah Remaja.
9. Untuk mengetahui Jumbara Palang Merah Remaja
10. Untuk mengetahui Organisai Palang Merah Remaja di Sekolah

C. Tujuan
Tujuan dari makalah ini adalah untuk mendeskripsikan apa yang telah
dijabarkan dalam perumusan masalah sehingga dapat dipahami dan dimengerti
oleh pembaca dan menjadi wawasan baru bagi pengembangan ilmu pengetahuan
tentang Palang Merah Remaja .
BAB II
PEMBAHASAN

A. Lambang Palang Merah Remaja


Lambang PMR terdiri dari tiga bagian yaitu:
1. Lambang PMI
Palang merah dilingkari kelopak bunga melati putih yang menunjukan bahawa
PMR adalah wadah pembinaan dan pengembangan anggota remaja yang
dilaksanakan oleh palang merah indonesia
2. Perisai
Perisai adalah alat pertahanan dalam pertempuran. Melambangkan bahwa
remaja adalah salah satu pelindung kelangsungan hidup manusia yang dengan
mengedepankan rasa kemanusiaan untuk menolong sesama.
3. Tulisan
Tulisan palang merah remaja indonesia, yang menunjukan nama organisasi
wadah pembinaan para remaja ini dan keberadaannya ada di indonesia.

Arti-arti dari lambang PMR :


1. Segi Lima merah melambangkan Pancasila.
2. Warna dasar kuning melambangkan ‘warna dasar
PMR Wira’.
3. Segi lima putih melambangkan ‘Panca Satya PMR’.
4. Warna dasar putih melambangkan ‘Kesucian’.
5. Tanda Palang Merah melambangkan ‘Bendera
Negara Swiss’.

B. Karateristik Palang Merah Remaja


1. Bersih
2. Sehat
3. Kepemimpinan
4. Peduli
5. Kreatif
6. Kerjasama
7. Bersahabat
8. Ceria

C. Keanggotaan dan Tingkatan Palang Merah Remaja


1. Anggota PMR Mula adalah PMR dengan tingkatan
setara pelajar Sekolah Dasar (10-12 tahun). Warna
emblem Hijau.

2. Anggota PMR Madya adalah PMR dengan


tingkatan setara pelajar Sekolah Menengah
Pertama (12-15 tahun). Warna emblem Biru Langit.

3. Anggota PMR Wira adalah PMR dengan tingkatan


setara pelajar Sekolah Menengah Atas (15-17
tahun). Warna emblem Kuning.

D. Hak dan Kewajiban Palang Merah Remaja


1. Hak
a. Mendapatkan pembinaan dan pengembangan oleh PMI
b. Menyampaikan pendapat dalam forum/pertemuan resmi PMI
c. Berpartisipasi aktif dalam kegiatan PMR
d. Mendapatkan Kartu Tanda Anggota (KTA)
2. Kewajiban
a. Menjalankan dan membantu menyebarluaskan prinsip-prinsip dasar
gerakan Palang Merah dan kegiatan PMI
b. Mematuhi AD/ART
c. Melaksanakan Tri Bhakti PMR
d. Menjaga nama baik PMI
e. Membayar uang iuran keaggotaan

E. Peran dan Fungsi Palang Merah Remaja


Keterlibatan anggota remaja PMI dalam kegiatan Tri Bakti PMR
disesuaikan dengan kompetensi dan ketertarikan mereka, serta kebutuhan PMI dan
remaja. Dalam merancang dan melaksanakan kegiatan, mereka memerankan
fungsi yang berbeda-beda.
1. PMR Mula berfungsi sebagai peer leadership, yaitu dapat menjadi
contoh/model ketrampilan hidup sehat bagi teman sebaya.
2. PMR Madya berfungsi sebagai peer support, yaitu memberikan dukungan,
bantuan, semangat kepada teman sebaya agar meningkatkan ketrampilan hidup
sehat.
3. PMR Wira berfungsi sebagai peer educator, yaitu pendidik sebaya
keterampilan hidup sehat

F. Tri Bakti Palang Merah Remaja


1. Berbakti pada masyarakat
2. Mempertinggi ketrampilan serta memelihara kebersihan dan kesehatan
3. Mempererat persahabatan nasional dan internasional

G. Pelaksana dan Pelaksanaan Tri Bakti Palang Merah Remaja


1. Pelaksana Tri Bhakti PMR:
Anggota PMR, yang difasilitasi oleh Pembina PMR, Pelatih PMI, dan
PMI disemua tingkatan (Cabang, Daerah, Pusat)
2. Pelaksanaan Tri Bhakti PMR:
a. Kegiatan Tri Bhakti PMR dilakukan sesuai program kelompok PMR, yang
terintegrasi dengan bidang Pelayanan Sosial dan Kesehatan, serta
Manajemen Bencana
b. Kegiatan Tri Bhakti PMR dapat diselenggarakan oleh kelompok PMR,
PMI Cabang, PMI Daerah, maupun PMI Pusat.
c. Pelaksanaan Tri Bhakti PMR ditingkat Pusat, harus melibatkan PMI
Daerah dan Cabang
d. Anggota PMR yang telah mengikuti Tri Bhakti PMR, diberikan lencana
Kelompok PMR yang telah melaksanakan program Tri Bhakti PMR,
diberikan tanda penghargaan

H. Pendidikan dan Pelatihan Palang Merah Remaja


1. PMR Mula

Mempertinggi
Mempererat
Ketrampilan Dan
Berbakti pada Persahabatan
Memeliharan
masyarakat Nasional Dan
Kebersihan Dan
Internasional
Kesehatan

1) Dapat 1) Tahu cara gosok 1) Menjalin


menyanyikan lagu gigi, mencuci persahabatan
Mars PMI dan tangan dan kaki dengan anggota
Bakti Remaja 2) Dapat melakukan PMR dari
2) Dapat membuat Pertolongan sekolah lain:
bagan struktur Pertama untuk diri - Saling
organisasi PMR sendiri berkunjung
3) Tahu alamat PMI 3) Tahu makanan 4 untuk latihan
Cabang sehat 5 sempurna bersama
4) Tahu susunan 4) Dapat melakukan - Saling
pengurus PMI perawatan keluarga berkirim surat
Cabang pada anggota atau album
5) Tahu kegiatan keluarga persahabatan
dan tanda 5) Tahu cara Berkirim
pengenal PMR menyimpan obat- hasil
6) Tahu tempat obatan ringan kerajinan
puskesmas, rumah 6) Dapat melakukan 3 daerah,
sakit, bidan, dan M (Menutup, informasi
dokter Menguras, pariwisata
dilingkungannya Mengubur)
7) Tahu cara 7) Dapat melakukan
menghubungi kesiapsiagaan
tenaga kesehatan bencana untuk
dilingkungannya dirinya sendiri
8) Menengok teman 8) Melaksanakan
yang sakit kegiatan pelayanan
9) Membantu orang kesehatan di
tua menyelesaikan sekolah
pekerjaan rumah
10) Tahu alamat
rumah sendiri
11) Tahu cara
menjaga
kebersihan
lingkungan
12) Pernah ikut
gotong royong
membersihkan
tempat ibadah,
sekolah, rumah
sakit, puskesmas

2. PMR Madya

Mempertinggi
Mempererat
Ketrampilan Dan
Berbakti pada Persahabatan
Memeliharan
masyarakat Nasional Dan
Kebersihan Dan
Internasional
Kesehatan

1) Dapat menyanyikan 1) Dapat menjaga 1) Menjalin


lagu Mars PMI dan kebersihan dan persahabatan
Bakti Remaja kesehatan diri dan dengan anggota
2) Dapat membuat keluarga, serta PMR dari PMI
bagan struktur kerindangan Cabang, atau
organisasi PMR lingkungan organisasi remaja
3) Tahu alamat PMI 2) Mengenal oabt- lain:
Cabang dan PMI obatan ringan dan
Daerahnya manfaatnya
4) Tahu susunan 3) Dapat melakukan - Saling
pengurus PMI pertolongan pertama berkunjung
Cabang kepada teman untuk latihan
5) Tahu kegiatan dan sebayanya bersama
tanda pengenal 4) Dapat melakukan - Saling berkirim
PMR perawatan keluarga di surat atau
6) Tahu tempat rumah album
puskesmas, rumah 5) Mengikuti kegiatan persahabatan
sakit, bidan, dan kesehatan remaja - Berkirim hasil
dokter 6) Dapat melakukan kerajinan
dilingkungannya kesiapsiagaan daerah,
7) Tahu cara bencana untuk diri informasi
menghubungi sendiri dan keluarga pariwisata
tenaga kesehatan 7) Melaksanakan
dilingkungannya kegiatan pelayanan
8) Menengok teman kesehatan di sekolah
yang sakit
9) Membantu orang
tua menyelesaikan
pekerjaan rumah
10) Tahu alamat rumah
sendiri
11) Tahu cara menjaga
kebersihan
lingkungan
12) Pernah ikut gotong
royong ,
membersihkan tempat
ibadah, sekolah,
rumah sakit,
puskesmas dan
lingkungan tempat
tinggalnya
13) Melaksanakan
kunjungan sosial,
a.l. ke rumah sakit,
panti jompo, panti
asuhan
14) Pernah
menyumbang
tenaga/materi
kepada korban
bencana
15) Melaksanakan
kegiatan bakti
masyarakat, misal
sosialisasi pencegahan
penyakit/bencana
dilingkungan sekolah
dan keluarga
16) Melaksanakan
lomba lingkungan
sekolah sehat

3. PMR Wira

Mempertinggi
Mempererat
Ketrampilan Dan
Berbakti pada Persahabatan
Memeliharan
masyarakat Nasional Dan
Kebersihan Dan
Internasional
Kesehatan

1) Dapat menyanyikan 1) Menjadi Pelatih 1) Menjalin


lagu Mars PMI dan Remaja Sebaya persahabatan
Bakti Remaja 2) Dapat menjaga dengan anggota
2) Dapat membuat kebersihan, PMR dari PMI
bagan struktur kesehatan diri dan Daerah, PM/BSM,
organisasi PMR keluarga, serta atau organisasi
3) Tahu alamat PMI kerindangan remaja lain:
Cabang, PMI lingkungan - Saling
Daerah serta 3) Mengenal obat- berkunjung
Markas Pusat PMI obatan ringan dan untuk latihan
4) Tahu susunan manfaatnya bersama
pengurus PMI 4) Dapat melakukan - Saling
Cabang dan PMI pertolongan pertama berkirim surat
Daerah serta PMI kepada keluarga, dan atau album
Pusat teman sebayanya persahabatan
5) Tahu kegiatan dan 5) Dapat melakukan - Berkirim hasil
tanda pengenal perawatan keluarga kerajinan
PMR di rumah daerah,
6) Tahu tempat
6) Mengikuti kegiatan informasi
puskesmas, rumah
kesehatan remaja pariwisata
sakit, bidan, dan
dokter 7) Dapat melakukan
dilingkungannya kegiatan
7) Tahu cara kesiapsiagaan
menghubungi bencana untuk diri
tenaga kesehatan sendiri, keluarga, dan
dilingkungannya masyarakat
8) Menengok teman
8) Melaksanakan
yang sakit
kegiatan pelayanan
9) Membantu orang
tua menyelesaikan kesehatan di sekolah
pekerjaan rumah
10) Tahu alamat rumah
sendiri
11) Tahu cara menjaga
kebersihan
lingkungan
12) Pernah ikut gotong
royong ,
membersihkan
tempat ibadah,
sekolah, rumah
sakit, puskesmas
dan lingkungan
tempat tinggalnya
13) Pernah
menyumbang
tenaga/materi
kepada korban
bencana
14) Melaksanakan
kegiatan bakti
masyarakat, misal
sosialisasi
pencegahan penyakit/
bencana dilingkungan
sekolah dan
keluarga
15) Melaksanakan
lomba lingkungan
sekolah sehat
16) Melaksanakan
kunjungan sosial
17) Membantu tugas-
tugas UTDC dalam
kegiatan sosialisasi
dan motivasi donor
darah siswa
18) Menjadi donor
darah siswa
19) Membantu kegiatan
posyandu
diwilayahnya
20) Melaksanakan
kegiatan bakti
masyarakat, misal
sosialisasi
pencegahan
penyakit/bencana
dilingkungan
sekolah, keluarga,
dan masyarakat

I. Jumbara Palang Merah Remaja


JUMBARA adalah kependekan dari Jumpa, Bakti, Gembira, yang juga
merupakan tiga bagian inti dari kegiatan ini. Sekitar 2.500 anggota Palang Merah
Remaja (PMR) yang merupakan perwakilan atau kontingen dari 34 provinsi di
seluruh Indonesia. Selain peserta nasional, peserta juga datang dari perhimpunan
nasional luar negeri, yaitu Vietnam, Thailand, Kamboja, Kepulauan Solomon,
Timor-Leste, Brunei Darussalam, Italia, Jepang, Myanmar, dan Filipina.
Selama JUMBARA, ada 18 kegiatan yang terbagi dalam tiga bidang:
Jumpa; Bakti; Gembira. Dalam Jumpa, peserta dapat saling bertukar ilmu, melatih
sikap dan keterampilan, serta menjalin persahabatan. Pada kegiatan Bakti, peserta
akan melakukan kegiatan sosial seperti kunjungan ke panti social dan panti
wredha, juga kegiatan lain seperti membuat majalah dinding dan Koran Jumbara.
Sedangkan pada bidang Gembira, peserta akan melakukan kegiatan seru dan
menggembirakan semacam pentas seni, pemilihan PMR favorit, juga kunjungan
kebudayaan.
Tujuan pelaksanaan ajang lima tahunan ini adalah untuk meningkatkan
karakter kepalangmerahan serta peranan remaja PMI sebagai pendidik sebaya
melalui pendekatan ketrampilan hidup. Kegiatan Jumbara PMR PMI ini juga
merupakan bagian dari strategi pembinaan remaja yang dilakukan oleh
Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional. PMI senantiasa
terus mengajak para remaja untuk dapat bergabung sebagai anggota PMR di
sekolah sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak
dini.

J. Organisasi Palang Merah Remaja di Sekolah


1. Tim Pembina Pengembangan Kepalangmerahan
a. Sesuai perjanjian kerja sama PMI – Depdikbud RI tanggal 24 Mei 1995
No. 0118/U/1995 dan No. 0090/KEP/PP/95, dibentuk Tim Pembina
Pengembangan Kepalangmerahan di kalangan siswa, warga belajar, dan
mahasiswa, disingkat TP PMI
b. PMI dibentuk di tingkat Pusat, Propinsi, Kota/Kabupaten
c. TP PMI disetiap tingkatan terdiri dari unsur PMI, Departemen Pendidikan
Nasional, Departemen Kesehatan, dan Departemen Agama
d. TP PMI Pusat bertugas:
1) Menyiapkan program pembinaan dan pengembangan kepalangmerahan
ditingkat siswa, warga belajar, dan mahasiswa secara nasional
2) Menyiapkan dan melaksanakan kegiatan pembinaan kepada TP PMI
Propinsi
3) Menerima laporan dari TP PMI Propinsi
e. TP PMI Propinsi bertugas:
1) Menyiapkan program pembinaan dan pengembangan kepalang-
merahan di kalangan siswa, warga belajar, dan mahasiswa di tingkat
propinsi, secara terinci dan mengacu pada program nasional
2) Menyiapkan dan melaksanakan pembinaan TP PMI Kota/Kabupaten
3) Menerima laporan dari hasil TP PMI Kota/Kabupaten
f. TP PMI Kota/Kabupaten bertugas:
1) Menyiapkan program pembinaan dan pengembangan kepalangmerahan
di kalangan siswa, warga belajar, dan mahasiswa di tingkat
Kota/Kabupaten, secara rinci dan mengacu pada program Nasional dan
Propinsi
2) Menyampaikan laporan dan hasil kerja kepada TP PMI Propinsi,
dengan tembusan kepada PMI Pusat
2. Organisasi PMR di sekolah
a. Pembinaan PMR dilaksanakan oleh TP PMI
b. Di lingkungan PMI Pusat/Daerah/Cabang, pembinaan PMR dilaksanakan
oleh Bidang SDM/PMR/Diklat
c. PMR di sekolah disebut kelompok PMR, yang beranggotakan minimal
10 orang
d. Kegiatan PMR di sekolah merupakan bagian dari kegiatan ekstra kurikuler,
dibawah pembinaan Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan
e. Struktur organisasi PMR disekolah
f. Susunan Pengurus PMR di sekolah:
1) Pelindung adalah TP PMI Kota/Kabupaten
2) Penanggung jawab adalah Kepala Sekolah
3) Pembina PMR
4) Pelatih PMI
5) Pengurus harian PMR terdiri dari siswa-siswi yang telah menjadi
anggota PMR dengan masa bakti minimal 1 tahun, terdiri dari:
a) Seorang ketua
b) Seorang wakil ketua
c) Seorang sekretaris
d) Seorang bendahara
e) Unit-unit:
(1) Bakti Masyarakat
(2) Ketrampilan, kebersihan, dan kesehatan
(3) Persahabatan
(4) Umum
3. Penanggung jawab PMR
a. Bertanggung jawab terhadap pembinaan dan pengembangan PMR
b. Memfasilitasi pelaksanaan kegiatan dikelompok PMR
c. Bersama dengan PMI Cabang mengatur, memonitor, dan mengevaluasi
tugas Pembina PMR, dan Pelatih PMI di kelompok PMR tersebut
d. Melakukan monitoring dan evaluasi pada setiap tahap pembinaan PMR
e. Berkoordinasi dengan pihak terkait ditingkat Kota/Kabupaten /Kecamatan
4. Pembina PMR
a. Melaksanakan pembinaan PMR dikelompok PMR masing-masing
b. Mengembangkan kegiatan kepalangmerahan, a.l. melakukan sosialisasi
dan advokasi ke sekolah/lembaga, memfasilitasi pembentukan kelompok
PMR baru, meningkatkan jaringan komunikasi dan koordinasi antar
Pembina PMR maupun sekolah/lembaga
c. Membantu PMI Cabang memfasilitasi pembentukan kelompok PMR baru
d. Memfasilitasi komunikasi dan koordinasi antara kelompok PMR dan PMI
Cabang
e. Memberikan masukan kepada PMI dan Pelatih PMI terkait pelaksanaan
standarisasi pelatihan PMR, kualitas pelatih, perkembangan metode dan
media pelatihan
f. Melakukan monitoring dan evaluasi pada setiap tahap pembinaan PMR
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Palang Merah Remaja atau PMR adalah organisasi kepemudaan binaan dari
Palang Merah Indonesia yang berpusat di sekolah-sekolah dan bertujuan
memberitahukan pengetahuan dasar kepada siswa sekolah dalam bidang yang
berhubungan dengan kesehatan umum dan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan.
Untuk mendirikan atau menjadi anggota palang merah remaja disekolah, harus
diadakan Pendidikan dan Pelatihan Diklat untuk lebih mengenal apa itu
sebenarnya PMR dan sejarahnya mengapa sampai ada di Indonesia, dan pada diklat
ini para peserta juga mendapatkan sertifikat dari PMI. Dan baru dianggap resmi
menjadi anggota palang merah apabila sudah mengikuti seluruh kegiatan yang
diadakan oleh palang merah remaja disekolah.

B. Saran
Dengan adanya organisasi Palang Merah Remaja ini akan sangat membantu
para remaja sebagai pengalaman bagi pengembangan masa depandalam bidang
yang berhubungan dengan kesehatna umum dan pertolongan pertama pada
kecelakaan. Palang Merah Remaja sudah dibentuk sekian tahun dan pasti memiliki
banyak pengalaman. Namun, berdasarkan fakta masih banyak yang belum dapat
dipelajari oleh para remaja dalam mengikuti kegiatan organisasi Palang Merah
Remaja dan untuk itu diharapkan penambahan wawasan dan pengembangan yang
dapat diperluas bagi organisasi di Palang Merah Remaja.

Anda mungkin juga menyukai