Anda di halaman 1dari 183

LAPORAN

PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN 2


DI SMK NEGERI 9 SEMARANG

Disusun oleh :
Nama : Cahya Purnomo
NIM : 7101413010
Program Studi : Pendidikan Ekonomi (Pendidikan Akuntansi)

FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
2016
HALAMAN PENGESAHAN

Laporan PPL 2 ini telah disusun sesuai dengan Pedoman PPL UNNES
Hari : Kamis
Tanggal : 13 Oktober 2016

Disahkan oleh :

Koordinator dosen pembimbing Kepala SMK Negeri 9 Semarang

Dra. Palupiningdyah, M.Si Sri Suwarno S.Pd, M.Pd


NIP. 19520804 198003 2 001 NIP. 19700611 199702 1 003

Kepala Pusat Pengembangan PPL dan Labschool UNNES

Ttd

Drs. Bambang Priyono, M.Hum.


NIP. 19600422 198601 1 001

ii
KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, puji syukur selalu penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa,
karena atas Rahmat, Hidayah dan Ridho serta Inayah-Nya laporan PPL 2 ini dapat terselesaikan.
PPL 2 merupakan kelanjutan dari PPL 1 dimana praktikan sudah diberi jadwal mengajar dan
praktik mengajar secara mandiri. Penyusunan laporan ini bertujuan untuk mengumpulkan
dokumentasi-dokumentasi praktikan dalam melaksanakan PPL 2 di SMK Negeri 9 Semarang.
Pada kesempatan ini tak lupa penulis menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua
pihak yang telah membantu dalam PPL 2 yang telah dilaksanakan baik secara langsung maupun
tidak langsung, diantaranya :
1. Prof. Dr. Fathur Rohman, M.Hum., Rektor Universitas Negeri Semarang
2. Drs. Bambang Priyono, M.Hum., Kepala Pusat Pengembangan PPL dan Labschool
UNNES
3. Dra. Palupiningdyah, M.Si., Dosen Koordinator PPL di SMK Negeri 9 Semarang
4. Sri Suwarno, S.Pd, M.Pd., Kepala SMK Negeri 9 Semarang
5. Lyna Latifah, S.Pd, S.E, M.Si, dosen pembimbing PPL di SMK Negeri 9 Semarang
6. Drs. Sunardi, Koordinator Guru Pamong SMK Negeri 9 Semarang
7. Rahminingsih R.Palupi, S.Pd,M.M selaku guru pamong
8. Segenap guru, staf dan karyawan SMK Negeri 9 Semarang.
9. Semua pihak yang telah membantu terlaksananya kegiatan PPL di SMK Negeri 9
Semarang ini, yang tidak bisa kami sebutkan satu persatu.
10. Rekan-rekan seperjuangan PPL di SMK Negeri 9 Semarang yang saling memberikan
dukungan dan semangat juang menjadi calon guru teladan.
11. Siswa-siswi SMK Negeri 9 semarang yang selalu semangat belajar.
Penulis menyadari sepenuhnya bahwa penyusunan laporan ini masih banyak kekurangan
dan jauh dari sempurna, karena kesempurnaan hanya milik Yang Maha Esa. Oleh karena itu kami
sangat mengharap kritik dan saran dari semua pihak. Penyusun berharap laporan ini dapat
bermanfaat dan digunakan sebaik-baiknya, Amin.

Semarang, Oktober 2016

Penyusun

iii
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ........................................................................................................ i


HALAMAN PENGESAHAN ......................................................................................... ii
KATA PENGANTAR .................................................................................................... iii
DAFTAR ISI ................................................................................................................... iv
DAFTAR LAMPIRAN ..................................................................................................... v
BAB I PENDAHULUAN ............................................................................................... 1
A. Latar Belakang ........................................................................................................ 1
B. Tujuan ..................................................................................................................... 2
C. Manfaat ................................................................................................................... 2
BAB II LANDASAN TEORI ........................................................................................ 4
A. Pengertian Praktik Pengalaman Lapangan ............................................................. 4
B. Dasar Pelaksanaan Praktik Pengalaman Lapangan ................................................ 4
C. Ruang Lingkup, Fungsi, Tujuan, dan Sasaran ........................................................ 5
D. Prinsip dan Sistem Pengelolaan .............................................................................. 6
BAB III PELAKSANAAN ............................................................................................ 8
A. Waktu dan Tempat ................................................................................................ 8
B. Tahapan Kegiatan .................................................................................................. 8
C. Materi Kegiatan ..................................................................................................... 9
D. Proses Bimbingan ................................................................................................... 9
E. Faktor Pendukung dan Penghambat .................................................................... 10
F. Hasil Pelaksanaan ................................................................................................. 10
Refleksi Diri ................................................................................................................... 13
Lampiran-lampiran ....................................................................................................... 15

iv
DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1. Kalender Pendidikan SMK Negeri 9 Semarang 2016/2017 .................... 16


Lampiran 2. Jadwal dan Jurnal Mengajar Praktikan .................................................... 19
Lampiran 3. Rencana Kegiatan Praktikan ................................................................... 24
Lampiran 4. Kartu Bimbingan Praktik Mengajar ........................................................ 30
Lampiran 5. Daftar Presensi Kehadiran Mahasiswa Praktikan ................................... 32
Lampiran 6. Daftar Hadir Koordinator Dosen Pembimbing ....................................... 36
Lampiran 7. Daftar Hadir Dosen Pembimbing ............................................................ 37
Lampiran 8. Contoh Perangkat Pembelajaran (Silabus, Program Tahunan, Program
Semester, RPP, Modul) .......................................................................... 38
Lampiran 9. Soal Evaluasi (Ulangan Harian, Ulangan Tengah Semester) ............... 168
Lampiran 10. Daftar Presensi Siswa, Daftar Nilai, Daftar Analisis Siswa ................. 174
Lampiran 11. Dokumentasi ......................................................................................... 178

v
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pendidikan merupakan kebutuhan pokok dalam kelangsungan hidup suatu bangsa dan
negara. Pendidikan dapat dijadikan sebagai alat ukur keberhasilan suatu bangsa dan negara
dalam hal pemeliharaan dan perbaikan kehidupan bermasyarakat. Pendidikan merupakan
sebuah investasi yang dibayar mahal. Hal ini karena pendidikan memegang peranan penting
untuk meningkatkan dan mengembangkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan sebagai
penentu masa depan. Sistem pendidikan yang baik pada suatu negara akan mampu
menghasilkan SDM yang berkualitas, dapat diandalkan, kompeten, dan profesional dalam
bidangnya, serta memiliki kemandirian sebagai modal untuk bersaing dalam skala lokal,
nasional maupun global.
Menurut Undang-Undang No. 20 tahun 2003 pasal 1 ayat 1, pendidikan adalah usaha
sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dalam proses pembelajaran agar
peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual
keagamaan, pengendalian diri, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan
dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara. Oleh karena itu, pendidikan sangat dibutuhkan oleh
semua orang dalam kehidupannya.
Perkembangan pengetahuan dan teknologi yang cepat dan terus menerus membuat
persaingan semakin ketat dalam penyediaan sumber daya yang berkualitas. Demi
mempertahankan daya saingnya, sumber daya yang ada dituntut agar terus meningkatkan
pengetahuan, kompetensi, keterampilan, kreativitas, dan kualitasnya sehingga menuntut
mereka agar mampu untuk belajar sepanjang hidupnya. Dengan berbekal kualitas yang tinggi
manusia akan lebih fleksibel dalam menyikapi perubahan yang ada dan dapat mengikuti arus
perkembangannya serta dapat memiliki peranan yang baik didalamnya yang dapat diterapkan
didunia kerja, bermasyarakat mapun organisasi.
Kemajuan dalam pendidikan sangat diinginkan oleh semua orang yang tentunya dapat
menjamin kelangsungan hidup nantinya. Kemajuan pendidikan tidak terlepas oleh keberadaan
guru yang mempunyai peran yang sangat besar dalam dunia pendidikan. Seorang guru tidak
begitu dipandang dalam kehidupan bermasyarakat. Namun, tanpa ada guru pendidikan tidak
akan berjalan. Guru bukan lagi seseorang yang pekerjaannya hanya mengajar siswa pelajaran

1
di kelas, tapi juga mengajarkan semua tentang bagaimana cara berperilaku dengan baik. Guru
termasuk pekerjaan profesional, oleh karena itu tidak semua orang mampu untuk menjadi
guru. Seorang guru harus memiliki kompetensi pedagogik, profesional, kepribadian dan
sosial. Menjadi guru juga bukan sesuatu yang alami dan instan, tetapi perlu dipersiapkan dan
melalui proses yang panjang, salah satunya yaitu proses pendidikan keguruan.
Universitas Negeri Semarang sebagai salah satu Lembaga Pendidikan Tenaga
Kependidikan (LPTK) ikut bertanggungjawab mempersiapkan tenaga kependidikan yang
profesional, serta mengupayakan agar lulusannya berhasil menjadi tenaga pendidik yang
berkompeten dan proesional dan tentunya menguasai 4 kompetensi di dunia pendidikan.
Untuk itu, Universitas Negeri Semarang berusaha memfasilitasi tersedianya tenaga pendidik
dan pengajar yang profesional melalui kegiatan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL).
Kegiatan PPL meliputi kegiatan praktik mengajar, praktik administrasi sekolah, praktik
bimbingan dan konseling serta kegiatan yang bersifat kurikuler dan ekstrakurikuler yang
berlaku di sekolah latihan. PPL dilaksanakan atas dasar tanggung jawab bersama antara
Universitas Negeri Semarang dengan sekolah latihan yang ditunjuk.
B. Tujuan
Tujuan dilaksanakannya Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) adalah sebagai berikut:
1. Membentuk mahasiswa praktikan agar menjadi calon tenaga kependidikan yang
profesional sesuai prinsip-prinsip pendidikan.
2. Memberikan bekal kepada mahasiswa praktikan agar memiliki kompetensi pedagogik,
profesional, kepribadian dan sosial.
3. Membentuk kesepahaman antara Universitas Negeri Semarang lembaga pencetak tenaga
pendidikan dengan lembaga pendidikan mitranya sehingga dapat memantapkan dan
meningkatkan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
4. Sebagai salah satu syarat yang harus dipenuhi untuk menjadi seorang sarjana pendidikan.
C. Manfaat
Dengan melaksanakan PPL diharapkan dapat memberikan manfaat terhadap semua
komponen yang terkait, yaitu mahasiswa praktikan, sekolah dan perguruan tinggi.
1. Manfaat bagi Praktikan
a. Praktikan dapat mengetahui dan mempraktikan secara langsung mengenai cara-cara
perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pembelajaran.

2
b. Mengetahui dan mengenal secara langsung kegiatan pembelajaran dan kegiatan lain
di sekolah seperti administrasi sekolah serta intra dan ektrakurikuler.
c. Meningkatkan cara berfikir praktikan dalam perumusan dan pemecahan masalah
pendidikan yang ada di sekolah.
d. Memperkuat daya penalaran praktikan dalam melakukan penelaahan untuk setiap
permasalahan yang dihadapi pada saat pembelajaran.
2. Manfaat bagi Sekolah
a. Meningkatkan variasi dalam pembelajaran dalam implementasinya yang berupa
penggunaan metode dan media pembelajaran.
b. Meningkatkan kualitas teknologi dan informasi pendidikan yang sedang berkembang
yang diperoleh dari mahasiswa praktikan.
c. Sebagai sarana membangun komunikasi dan kemitraan terhadap semua elemen yang
terlibat dalam PPL.
3. Manfaat bagi Unnes
a. Memperluas jaringan kemitraan dengan institusi pendidikan terkait dalam
pelaksanakan PPL.
b. Mengetahui berbagai kebutuhan dalam dunia pendidikan yang sedang berkembang,
sehingga dapat disesuaikan dalam kurikulum dan proses pembelajaran di kampus.

3
BAB II
LANDASAN TEORI
A. Pengertian Praktik Pengalaman Lapangan
Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) adalah kegiatan kurikuler yang harus dilakukan
oleh mahasiswa program studi kependidikan, sebagai pelatihan untuk menerapkan teori yang
diperoleh dalam semester-semester sebelumnya, sesuai dengan persyaratan yang telah
ditetapkan agar mereka memperoleh pengalaman dan keterampilan lapangan dalam
penyelenggaraan pendidikan dan pengajaran di sekolah atau di tempat latihan lainnya.
Kegiatan PPL meliputi praktik mengajar, administrasi, bimbingan dan konseling serta
kegiatan yang bersifat ko-kurikuler dan atau ekstra kurikuler yang berlaku di sekolah/ tempat
latihan. PPL berfungsi memberikan bekal kepada mahasiswa praktikan agar mereka memiliki
kompetensi pedagogik, kompetensi profesional, kompetensi kepribadian, dan kompetensi
sosial. Sedangkan sasarannya adalah agar mahasiswa praktikan memiliki seperangkat
pengetahuan, sikap dan keterampilan yang dapat menunjang tercapainya penguasaan
kompetensi guru.
B. Dasar Pelaksanaan Pelaksanaan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL)
Ini mempunyai dasar hukum sebagai landasan pelaksanaannya, yaitu:
1. Undang-Undang: a. UU No.20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional
(Lembaran Negara Tahun 2003 Nomor 78, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4301).
b. UU Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen (Lembaran Negara RI Tahun 2005
Nomor 157, Tambahan Lembaran Negara RI Nomor 4586).
2. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional:
a. Nomor 234/U/2000 tentang Pedoman Pendirian Perguruan Tinggi.
b. Nomor 225/O/2000 tentang Status Universitas Negeri Semarang.
c. Nomor 232/U/2000 tentang Pedoman Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi dan
Penilaian Hasil Belajar.
d. Nomor 045/U/2002 tentang Kurikulum Inti.
e. Nomor 201/O/2003 tentang perubahan Kepmendikbud.
f. Nomor 278/O/1999 tentang Organisasi dan Tata Kerja Universitas Negeri Semarang.
3. Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 278/O/1999
tentang Organisasi dan Tata Kerja Universitas Negeri Semarang.

4
4. Keputusan Rektor Universitas Negeri Semarang:
a. Nomor 46/O/2001 tentang Jurusan dan Program Studi di Lingkungan Fakultas serta
Program Studi pada Program Pascasarjana Universitas Negeri Semarang.
b. Nomor 162/O/2004 tentang Penyelenggaraan Pendidikan di Universitas Negeri
Semarang.
c. Nomor 163/O/2004 tentang Penilaian Hasil Belajar Mahasiswa Universitas Negeri
Semarang.
d. Nomor 35/O/2006 tentang Pedoman Praktik Pengalaman Lapangan Bagi Mahasiswa
Program Kependidikan Universitas Negeri Semarang. Program ini wajib
dilaksanakan oleh Mahasiswa Universitas Negeri Semarang khususnya program
pendidikan. Melalui program ini, diharapkan para mahasiswa calon guru dapat
memenuhi kriteria telah siap untuk diterjunkan dalam dunia pendidikan dengan bekal
yang didapatkan dalam PPL.
C. Ruang Lingkup, Tujuan, Fungsi dan Sasaran
1. Ruang Lingkup
Kegiatan PPL melingkupi praktik mengajar, praktik administrasi, praktik bimbingan dan
konseling serta kegiatan yang bersufat kokulikuler dan atau ekstra kurikuler yang berlaku
di sekolah atau tempat latihan.
2. Tujuan
Praktik Pengalaman Lapangan bertujuan agar mahasiswa praktikan menjadi calon tenaga
kependidikan yang profesional, sesuai dengan prinsip-prinsip pendidikan berdasarkan
kompetensi pedagogik, kepribadian, profesional, dan sosial.
3. Fungsi
Praktik Pengalaman Lapangan berfungsi membeikan bekal terhadap mahasiswa praktikan
agar memiliki kompetensi pedagogik, profesional, kepribadian dan sosial.
4. Sasaran
Sasaran PPL adalah mahasiswa program kependidikan yang memenuhi syarat untuk PPL,
mempunyai seperangkat pengetahuan, sikap dan keterampilan untuk menunjang
tercapainya penguasaan kompetensi penguasaan kompetensi pedagogik, profesional,
kepribadian dan sosial.

5
D. Prinsip dan Sistem Pengelolaan
1. Prinsip Praktik Pengalaman Lapangan
a. PPL dilaksanakan atas dasar tanggung jawab bersama antara Universitas Negeri
Semarang dengan sekolah atau tempat latihan.
b. PPL harus dikelola secara baik dengan melibatkan berbagai unsur Unnes, Dinas
Pendidikan dan Kebudayaan Propinsi/Kabupaten/Kota dan sekolah latihan.
c. PPL yang dimaksud meliputi PPL 1 dan PPL 2, dilaksanakan secara simultan.
d. Pembibingan mahasiswa PPL harus secara intensif dan sistematis oleh guru
pamong atau petugas lainnya dan dosen pembimbing yang memenuhi syarat untuk
tugas-tugas pembimbingan.
e. Pembimbingan mahasiswa PPL menjadi tanggungjawab bersama pihak Universitas
Negeri Semarang dan sekolah latihan.
f. PPL dilaksanakan di sekolah latihan atau tempat latihan lainya yang
menyelenggarakan proses pembelajaran dan latihan.
g. Mahasiswa praktikan melaksanakan seluruh komponen tugas dan kegiatan PPL
sesuai dengan peraturan yang berlaku.
h. Mahasiswa yang melaksanakan PPL tidak diizinkan menempuh mata kuliah
lainnya di kampus.
i. Mahasiswa praktikan harus menjaga nama baik almamater dan korp mahasiswa
PPL sebagai calon guru dan calon tenaga kependidikan lainya.
j. Mahasiswa praktikan harus mematuhi kode etik mahasiswa PPL Unnes. 2. Sistem
Pengelolaan Pengelolaan PPL dilaksanakan melalui kerjasama terpadu dan terarah
oleh semua pihak yang terkait sebagai suatu sistem dalam pelaksanaan PPL,
komponennya terdiri dari:
1) Kelompok Pembina
a) Unnes: Rektor, Pembantu Rektor, Dekan, Pembantu Dekan, Ketua Jurusan
dan Ketua Program Studi.
b) Kepala Dinas Penddikan dan Kepala Departemen terkait lainnya.
2) Kelompok pelaksana
a) Unnes:
- Ketua Lembaga Pendidikan dan Profesi;

6
- Kepala Pusat Pengambangan PPL;
- Koordinator PPL reguer dan Koordinator PPL non reguler;
- Staf Administrasi;
- Koordinator PPL Wilayah Kabupaten atau Kota;
- Koordinator Dosen Pembimbbing dan Dosen Pembimbing.
b) Diluar Unnes:
- Kepala Sekolah, Kepala Lembaga;
- Koordinator Guru Pamong;
- Guru Pamong;
- Kepala TU.

7
BAB III
PELAKSANAAN PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN
A. Waktu dan Tempat
Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) dilaksanakan mulai tanggal 28 Juli sampai
dengan 20 Oktober 2016. Lokasi tempat sekolah latihan praktikan adalah di SMK Negeri 9
Semarang yang beralamatkan di Jalan Peterongansari No.2 Kota Semarang.
B. Tahapan Kegiatan
1. Pelaksanaan
PPL 1 dilaksanakan tanggal 28 Juli-5 Agustus 2016, dimulai dari penerjunan/ penyerahan
mahasiswa praktikan ke sekolah tempat latihan oleh Koordinator Dosen Pembimbing Ibu
Dra. Palupiningdyah, M.Si dan diterima oleh Bapak Drs. Sunardi sebagai Waka
Kurikulum mewakili Kepala Sekolah Ibu Dra. Siti Fadhilah, M.Pd. yang sedang ada tugas
dinas. Kemudian dilanjutkan dengan kegiatan observasi dan orientasi sekolah tempat
latihan. PPL 2 mulai dilaksanakan tanggal 8 Agustus - 18 Oktober 2016.
2. Pelatihan Mengajar dan Tugas Keguruan (Pengajaran Terbimbing)
Praktikan melakukan pengajaran terbimbing atas bimbingan guru pamong selama 1
minggu. Pertama praktikan melakukan observasi bagaimana kondisi kelas dan cara
mengajar guru pamong, selanjutnya praktikan melakukan pengajaran dengan didampingi
guru pamong, dalam artian guru pamong ikut masuk dalam kelas. Sedangkan tugas
keguruan lainya yang dilaksanakan praktikan adalah menyusun perangkat pembelajaran,
meliputi : Program Tahunan; Program Semester; Program Evaluasi, Remidial dan
Pengayaan; Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Soal Evaluasi Ulangan Harian dan
Ulangan Tengah Semester (UTS) serta Modul.
3. Pelatihan Mengajar dan Tugas Keguruan (Pengajaran Mandiri)
Praktikan melakukan pengajaran mandiri tanpa guru pamong ikut masuk kelas. Dalam
pengajaran mandiri, praktikan memadukan materi, berbagai metode dan media
pembelajaran yang paling tepat dilaksanakan sesuai dengan kondisi kelas yang diajar.
Sebelumnya apa yang akan dilakukan sudah terlebih dahulu dikonsultasikan dengan guru
pamong. Kegiatan lain yang dilakukan praktikan dalam pengajaran mandiri yaitu
melaksanakan penilian pengetahuan dengan penilaian harian dan ujian tengah semester,
serta penilaian sikap dan keterampilan siswa. Sedangkan tugas keguruan lainya yang

8
dilaksanakan praktikan adalah piket guru di TU dan mendampingi kegiatan
ekstrakurikuler.
4. Evaluasi / Penilaian PPL 2
Penilaian dilakukan oleh guru pamong dan dosen pembimbing dengan melihat kegiatan
pembelajaran yang dilakukan praktikan. Penilaian ini dimaksudkan untuk mengetahui
seberapa jauh kemampuan praktikan dalam melakukan pengajaran dan menjadi calon guru
yang berkualitas yaitu meliputi penilaian pedagogik, profesional, kepribadian dan sosial.
Dalam penilaian antara guru pamong dan dosen pembimbing berbeda, untuk penilaian dari
dosen pembimbing dilaksanakan dengan dosen pembimbing mengikuti pembelajaran di
kelas, sedangkan untuk guru pamong dilaksanakan sewaktu-waktu.
5. Penyusunan Laporan PPL 2
Penyusunan laporan dimaksudkan untuk melaporkan semua kegiatan yang telah dilakukan
dalam PPL. Dalam penyusunan laporan, praktikan tidak lupa melakukan bimbingan baik
dengan guru pamong maupun dosen pembimbing serta pihak lain yang terkait.
6. Penarikan PPL
Kegiatan paling terakhir dalam serangkaian kegiatan dalam PPL adalah penarikan PPL,
artinya kegiatan PPL sudah selesai dan kembali ke kampus menjalani rutinitas mahasiswa.
Adapun acara penarikan dilaksanakan pada tanggal 18 Oktober 2016 oleh Koordinator
Dosen Pembimbing.
C. Materi Kegiatan
Materi kegiatan Praktik Pengalaman Lapangan adalah sebagai berikut:
1. Etika profesi keguruan
2. Menyusun perangkat pembelajaran dengan bimbingan guru pamong, meliputi Program
Tahunan; Program Semester; Program Evaluasi, Remidial dan Pengayaan; Rencana
Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Soal Evaluasi Ulangan Harian dan Ulangan Tengah
Semester.
3. Membuat Modul Pembelajaran untuk pegangan para siswa
4. Melaksanakan praktik mengajar atas bimbingan guru pamong dan dosen pembimbing.
5. Melaksanakan tugas keguruan lainya seperti administrasi sekolah dan mendampingi
kegiatan ekstrakurikuler.

9
D. Proses Pembimbingan
Kegiatan bimbingan dengan guru pamong dilakukan saat sebelum praktikan menjalankan
kegiatan pembelajaran dan setelah pembelajaran, serta pada waktu-waktu luang praktikan saat
tidak ada jam mengajar. Adapun bimbingan meliputi perangkat pembelajaran, bahan ajar,
penggunaan metode dan media pembelajaran, penilaian/evaluasi dan hal-hal lain berkaitan
dengan masalah peserta didik. Kegiatan bimbingan dengan dosen pembimbing dilakukan pada
saat dosen pembimbing datang berkunjung ke sekolah latihan. Hal yang dibimbing kurang
lebih sama.
E. Faktor Pendukung dan Penghambat
1. Faktor Pendukung
a. Bimbingan yang intensif dengan guru pamong dalam merencanakan pembelajaran
yang akan dilakukan pada setiap pertemuan, membuat praktikan dapat melaksanakan
pembelajaran efektif.
b. Memperoleh kepercayaan dari guru pamong untuk melaksanakan pembelajaran
dengan berbagai sumber belajar, metode dan media pembelajaran yang dikembangkan
sendiri, membuat praktikan dapat mengeksplorasi diri.
c. Fasilitas, sarana dan prasarana yang sangat mendukung dalam pembelajaran.
d. Respon positif peserta didik yang menunjukkan apresiasi tinggi dalam belajar saat
diajar oleh praktikan, membuat praktikan semangat dan terpacu untuk melakukan
pembelajaran yang lebih efektif.
2. Faktor Penghambat
a. Berbagai pihak yang ada di sekolah baik internal sekolah maupun rekan-rekan PPL
dengan karakter yang berbeda-beda, membuat praktikan harus mampu beradaptasi dan
memposisikan diri dengan baik agar tidak timbul masalah.
b. Beberapa peserta didik yang apresiasinya dalam belajar masih rendah, membuat
praktikan tertantang untuk melakukan pembelajaran lebih berkualitas.
F. Hasil Pelaksanaan
Seorang guru dituntut untuk menguasai keterampilan-keterampilan yang harus
diterapkan dalam kegiatan pembelajaran dengan tujuan agar pembelajaran bekualitas dan
berjalan dengan baik. Adapun keterampilan yang dimaksud adalah:
a. Keterampilan membuka pelajaran

10
b. Keterampilan menjelaskan
c. Keterampilan bertanya
d. Keterampilan memberikan penguatan
e. Keterampilan mengadakan variasi pembelajaran
f. Keterampilan mengajar kelompok kecil
g. Keterampilan mengelola dan mengkondisikan situasi kelas
h. Keterampilan memberikan evaluasi dan penilaian.
Setelah melaksanakan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) 2, praktikan telah banyak belajar
bagaimana cara membuat perangkat pembelajaran, bagaimana cara mengelola kelas,
bagaimana cara menyampaikan materi dengan baik, bagaimana memecahkan masalah di
dalam kelas, khusunya dalam melaksanakan pembelajaran dan penilaian dengan kurikulum
2013. Selain itu praktikan juga memperoleh gambaran bagaimana pelaksanaan pendidikan di
sekolah secara realita dari kegiatan administrasi, bimbingan konseling, kegiatan
ektrakurikuler dan kegiatan sekolah lainnya.

11
REFLEKSI DIRI
Nama : Cahya Purnomo
NIM : 7101413010
Prodi : Pendidikan Akuntansi
Fakultas : Ekonomi

Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) merupakan kegiatan intrakurikuler yang wajib diikuti
oleh mahasiswa Program Kependidikan Universitas Negeri Semarang. Kegiatan PPL terdiri atas
dua kegiatan yaitu PPL 1 dan PPL 2. Kegiatan PPL 1 meliputi beberapa jenis kegiatan seperti
peerteaching, pembekalan PPL di kampus, serta observasi dan orientasi di sekolah/tempat latihan.
Sedangkan kegiatan PPL 2 meliputi kegiatan mengajar dan kegiatan lain sebagaimana layaknya
pendidik di sekolah seperti mengampu kegiatan ekstrakurikuler. Refleksi diri ini akan membahas
kegiatan mengajar dan kegiatan lain yang dilakukan oleh guru praktikan (Cahya Purnomo) selama
melaksanakan kegiatan PPL 2 di SMK Negeri 9 Semarang. Kegiatan praktik mengajar sebagai
guru praktikan dilaksanakan mulai minggu pertama bulan Agustus tepatnya pada tanggal 4
Agustus 2016-14 Oktober 2016. Inti dari kegiatan PPL 2 adalah mahasiswa praktikan belajar
menjadi guru yang sesungguhnya, dimana seorang guru harus selalu mematuhi peraturan yang ada
serta memenuhi seluruh kewajiban administrasinya. Dalam melaksanakan kegiatan belajar
mengajar tak lepas juga bimbingan-bimbingan dari gumong yang selalu mengarahkan kegiatan
belajar-mengajar yang seharusnya, serta dalam hal administrasi.
a. Ketersediaan Sarana dan Prasarana di SMK Negeri 9 Semarang
Sarana dan prasarana yang tersedia di SMK Negeri 9 Semarang dinilai sudah cukup
memfasilitasi aktivitas yang berlangung di SMK tersebut. Namun menurut praktikan, masih ada
fasilitas yang masih kurang memadai seperti mushola dan lapangan olahraga serta jumlah ruang.
Hal ini dikarenakan di SMK N 9 Semarang sedang diadakan pembangunan, sehingga mushola
dialihkan ke gedung aula. Namun, meskipun demikian sholat berjamaah tetap berjalan lancar.
Selain itu, lapangan yang ada di SMK Negeri 9 Semarang juga sangat sempit serta kurangnya
jumlah ruang kelas yang dilaksanakan moving class untuk solusi masalah tersebut.
b. Kualitas Guru Pamong dan Dosen Pembimbing
Ada empat kompetensi guru yang dinilai dalam observasi kelas tersebut dan salah satunya
adalah kompetensi pedagogik. Dilihat dari aspek pedagogik, guru pamong dapat memahami
peserta didik dengan sangat baik. Hal ini terbukti dari kemampuan Beliau dalam membangun
suasana interaktif antara guru dengan murid sehingga tercipta suasana kelas yang interaktif,
efektif, dan menyenangkan. Selain itu, guru pamong, Ibu Rahminingsih Retno Palupi khususnya,
selalu memberikan penjelasan yang komprehensif dan didukung oleh latihan-latihan soal yang
cukup sehingga siswa dapat mencapai tujuan pembelajaran dengan baik.
Dosen Pembimbing saya ibu Lyna Latifah S.Pd, S.E, M.Si sangat perhatian, baliau juga turut
berupaya dalam membantu pelaksanaan PPL. Beliau selalu memberikan motivasi, inspirasi,
bimbingan, dan arahan yang sangat bermanfaat bagi saya selaku praktikan.

12
c. Kekuatan dan Kelemahan Pembelajaran
Mata Pelajaran Dasar-Dasar Perbankan dan Komputer Akuntansi merupakan mata pelajaran
produktif yang diikuti siswa di semester 1, 2, 5, dan 6. Untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan
pembelajaran Dasar-Dasar Perbankan dan Komputer Akuntansi di SMK Negeri 9 Semarang, guru
praktikan melakukan observasi terhadap pembelajaran Dasar-Dasar Perbankan di kelas X AK1
dan Komputer Akuntansi di kelas XII AK1. Dari praktik mengajar sebagai pelaksanaan PPL 2,
guru praktikan menyimpulkan bahwa kekuatan pembelajaran Dasar-Dasar Perbankan dan
Komputer Akuntansi di SMK Negeri 9 Semarang adalah: 1. Tersedianya guru mata pelajaran
Akuntansi yang cukup secara kuantitas dan baik secara kualitas. 2. Tersedianya fasilitas
pembelajaran yang mendukung antara lain buku panduan, latihan soal, dan laboratorium
Akuntansi. 3. Interaksi yang efektif antara murid dengan guru. 4. Pembelajaran Dasar-Dasar
Perbankan dan Komputer Akuntansi sudah cukup efektif bila dilihat dari proses pembelajaran
(siswa aktif di kelas) dan hasil pembelajaran (tercapainya indikator–indikator). Kami
menyimpulkan bahwa kelemahan pembelajaran Komputer Akuntansi adalah bahwa siswa-siswa
cenderung melupakan pelajaran yang sudah dilalui, sehingga pelajaran Komputer Akuntansi yang
seharusnya di kelas XII adalah perusahaan manufaktur belum bisa dilaksanakan dari awal karena
untuk mengulang materi pada tingkatan sebelumnya yang terlupa, sedangkan untuk dasar-dasar
perbankan kelemahannya adalah bahwa menurut praktikan materi yang ada masih terlalu dini
untuk kelas X, sehingga pemahamannya lebih membutuhkan waktu lebih lama dan seharusnya
bisa diajak untuk studi dilapangan agar lebih paham mengenai perbankan seperti apa.

d. Kualitas Pembelajaran di SMK Negeri 9 Semarang


Pembelajaran di SMK Negeri 9 Semarang cukup berkualitas. Hal ini bisa dilihat dari
konsistensi seluruh civitas akademika dalam menggunakan waktu. Pembelajaran tepat dimulai
dan diakhiri pada waktu yang telah ditetapkan walaupun menggunan system moving class.
Pembelajaran juga didasarkan atas RPP yang mengacu pada silabus.

e. Kemampuan Diri Praktikan


Guru praktikan menyadari bahwa kemampuan pedagogik masih harus memperbanyak
referensi belajar lagi, dikarenakan pembelajaran akuntansi adalah seni, sehingga banyak pendapat
tentang suatu hal yang harus praktikan ketahui dan praktikan harus lebih memperdalam
kemampuan pedagogiknya dalam bidang akuntansi dan ekonomi sehingga akan lebih matang lagi
menjelaskan dan memfasilitasi serta berusaha untuk selalu bisa mengatasi masalah yang ada serta
bisa mengajak siswa untuk belajar materi yang sesungguhnya berada di dunia kerja.

f. Nilai Tambah yang diperoleh Mahasiswa Setelah Melaksanakan PPL 2


PPL 2 merupakan kegiatan praktik mengajar mandiri oleh mahasiswa praktikan. Dalam PPL
2 tidak hanya cara mengajarnya saja yang diperhatikan, melainkan seluruh administrasi yang
dibutuhkan untuk memperlancar kegiatan belajar mengajar dibuat, seperti RPP, Silabus, dll.
Setelah melampui PPL 2, praktikan sangat meyakini bahwa masih banyak perlu belajar lagi

13
tentang karakter siswa karena karakter siswa berbeda-beda satu sama lain. Hal yang dapat
diperoleh oleh praktikan selama mengikuti PPL 2 adalah praktikan dapat memposisikan diri
seperti guru yang sesungguhnya, dimana dari semua itu bisa dieruntukkan untuk bekal nantinya
di masa yang akan datang.

g. Saran Pengembangan Bagi Sekolah Latihan dan UNNES


SMK Negeri 9 Semarang diharapkan mempertahankan atau meningkatkan prestasi yang
sebelumnya telah dicapai serta melakukan perbaikan terhadap kelemahan – kelemahan yang ada.
Universitas Negeri Semarang diharapkan tetap selalu menjaga hubungan yang baik dengan SMK
Negeri 9 Semarang karena relasi ini sangat bermanfaat dalam meningkatkan kompetensi guru
oleh calon guru lulusan Universitas Negeri Semarang.
Sebagai penutup penulis menyampaikan terimakasih kepada Tuhan Yang Maha Esa dan
semua pihak yang mendukung terlaksananya program PPL, baik kepada Universitas Negeri
Semarang, SMK Negeri 9 Semarang, Guru Pamong, dan Dosen Pembimbing serta Koordinator
Dosen Pembimbing.

Semarang, 10 Oktober 2016

Mengetahui,
Guru Pamong Mahasiswa Praktikan

Rahminingsih R.Palupi, S.Pd.,M.M Cahya Purnomo


NIP. 19630324 299203 2 005 NIM 7101413010

14
LAMPIRAN-LAMPIRAN

15
Lampiran 1
URAIAN KALENDER AKADEMIK

16
URAIAN KALENDER PENDIDIKAN
SMK NEGERI 9 Semarang
Tahun Pelajaran 2016/2017

No TANGGAL, BULAN, TAHUN URAIAN KEGIATAN


1 1-2 dan 9-6 Juli 2016 Libur Akhir Semester Genap/Libur Akhir Tahun pelajaran 2015/2016
2 4,5,8 Juli 2016 Cuti Bersama Hari Raya Idul Fitri 1347 H
3 6-7 Juli 2016 Libur Hari Raya Idul Fitri 1437 H
4 18 Juli 2016 Permulaan Tahun Pelajaran 2016/2017
5 18-20 Juli 2016 Hari-hari Pertama Masuk Satuan Pendidikan (Kegiatan MPLS)
6 17 Agustus 2016 Mengikuti Upacara HUT Kemerdekaan RI
7 12 September 2016 Libur Umum (Hari Raya Idul Adha 1437H)
8 19-23 September 2016 Penilaian Tengah Semester
9 26-29 September 2016 Kegiatan Jeda Tengah Semsester
10 1 Oktober 2016 Mengikuti Upacara Hari Kesaktian Pancasila
11 2 Oktober 2016 Libur Umum (Tahun Baru Hijriyah 1 Muharom 1438 H)
12 28 Oktober 2016 Mengikuti Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda
13 10 November 2016 Mengikuti Upacara Peringatan Hari Pahlawan
14 28 November-9 Desember 2016 Penilaian Akhir Semester Gasal
Penilaian Sususlan dan Persiapan Penyerahan Buku Laporan Hasil
15 13-15 Desember 2016
Belajar Semester Gasal
16 16 Desember 2016 Penyerahan Buku Laporan Hasil Belajar Semester Gasal
17 19-31 Desember 2016 Libur Akhir Semester Gasal
18 25-26 Desember 2016 Libur Umum (Hari Raya Natal) dan Cuti Bersama
19 1 Januari 2017 Libur Umum (Tahun Baru Masehi 2017)
20 23-26 Januari 2017 Try Out Ujian Nasional
21 1-17 Februari 2017 Ujian Sekolah (Praktik)
22 28 Januari 2017 Libur Umum (Tahun Baru Imlek 2567)
23 20 Februari-3 Maret 2017 Uji Kompetensi Keahlian (UKK)
24 6-10 Maret 2017 Penilaian Tengah Semester
25 13-16 Maret 2017 Kegiatan Jeda Tengah Semsester
26 13-24 Maret 2017 Perkiraan Ujian Sekolah (Tulis)
27 28 Maret 2017 Libur Umum (Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1939)
28 3-6 April 2017 Ujian Nasional SMK/MAK Utama
29 10-17 April 2017 Ujian Nasional SMA/MA/SMALB/SMK/MAK Susulan
30 14 April 2017 Libur Umum (Wafat Isa Al Masih)
31 21 April 2017 Mengikuti Upacara Peringatan Hari Kartini
32 24 April 2017 Libur Umum (Peringatan Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW 1438H)
33 1 Mei 2017 Libur Umum (Hari Buruh Internasional)
34 2 Mei 2017 Mengikuti Upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional
35 11 Mei 2017 Libur Umum (Hari Raya Waisak Tahun 2561)
36 20 Mei 2017 Mengikuti Upacara Hari Kebangkitan Nasional
37 25 Mei 2017 Libur Umum (Kenaikan Isa Al Masih)

17
38 26-27 Mei 2017 Libur Awal Ramadhan 1438 H
39 29 Mei-9 Juni 2017 Penilaian Akhir Semester Genap/Kenaikan Kelas
40 12-15 Juni 2017 Persiapan Penyerahan Buku Laporan Hasil Belajar Semester Genap
41 16 Juni 2017 Penyerahan Buku Laporan Hasil Belajar Semester Genap
42 19 Juni-15 Juli 2017 Libur Akhir Semester Genap/Libur Akhir Tahun pelajaran 2016/2017
43 25-26 Juni 2017 Libur Hari Raya Idul Fitri 1438 H
44 1,3,4,5 Juli 2017 Penerimaan Peserta Didik Baru Tahun Pelajaran 2017/2018
45 17 Juli 2017 Permulaan Tahun Pelajaran 2017/2018
Semarang, Juli 2016
Kepala SMK Negeri 9 Semarang

Dra. Siti Fadhilah, M.Pd.


NIP 1961 1021 198803 2 005

18
Lampiran 2
JADWAL DAN JURNAL MENGAJAR PRAKTIKAN
JADWAL PELAJARAN
Nama Praktikan : Cahya Purnomo
Bidang Keahlian : Akuntansi
Senin Selasa Rabu Kamis Jumat
No
Kelas KM R Kelas KM R Kelas KM R Kelas KM R Kelas KM R
1 X
BF 17
AK 1
2 XII LAB X
BK BF 17
AK 1 AK AK 1
3 XII LAB
BK
AK 1 AK
4
5 X XII LAB
BF 15 BK
AK 1 AK 1 AK
6 X XII LAB
BF 15 BK
AK 1 AK 1 AK
7
8 XII LAB
BK
AK 1 AK
9 XII LAB
BK
AK 1 AK
10
11
BF : Dasar-Dasar Perbankan
BK : Komputer Akuntansi Manufaktur

JAM SELASA, RABU,


SENIN JUMAT
KE KAMIS
1 07.55-08.35 07.00-07.45 07.00-07.40
2 08.35-09.15 07.45-08.30 07.40-08.20
3 09.15-09.55 08.30-09.15 08.20-09.00
4 09.55-10.35 09.15-10.00 09.00-09.40
10.35-10.50 10.00-10.15 09.40-09.55
(ISTIRAHAT 1) (ISTIRAHAT 1) (ISTIRAHAT 1)
5 10.50-11.30 10.15-11.00 09.55-10.35
6 11.30-12.10 11.00-11.45 10.35-11.15
7 12.10-12.50 11.45-12.30 11.15-12.00 (BTA)
12.50-13.20 12.30-13.00 12.00-12.40
(ISTIRAHAT 2) (ISTIRAHAT 2) (ISTIRAHAT 2)
8 13.20-14.00 13.00-13.45 12.40-13.20
9 14.00-14.40 13.45-14.30 13.20-14.00
10 14.40-15.20 14.30-15.15 14.30-16.30
11 15.20-16.00 15.15-16.00 (PRAMUKA)

19
JURNAL MENGAJAR
MAHASISWA PPL UNNES SMK NEGERI 9 SEMARANG
MAHASISWA GURU PAMONG
Nama : CAHYA PURNOMO Nama : Rahminingsih R. P, S.Pd, M.M
NIM/Prodi : 7101413010/Pend. Akuntansi NIP : 19630324 1991032 005
Fakultas : Ekonomi Bid. studi : Akuntansi

Mata Pelajaran : Dasar-Dasar Perbankan & Komputer Akuntansi Manufaktur


Kelas : X AK 1 & XII AK 1
Bidang Keahlian : Akuntansi
Jam Standar Kompetensi / Kompetensi Dasar /
No Hari / Tanggal Keterangan
Ke Uraian Kegiatan
1 Kamis, 8-9 - Menyiapkan data awal perusahaan XII AK 1
4 Agustus 2016 sebelum input transaksi dalam MYOB
Jumat, 1-2 - Tanya Jawab Mengenai jumlah uang X AK 1
5 Agustus 2016 yang beredar
- Kelompok 2, mendiskusikan tentang
sejarah perbankan
- Tanya jawab mengenai materi yang
disajikan
5-6 - Menginput Transaksi dalam MYOB XII AK 1
Senin, 5-6 - Kelompok 8, mendiskusikan materi X AK 1
8 Agustus 2016 mengenai Fungsi Uang dan Jenis
Uang
- Tanya jawab mengenai inflation
targetting framework dan free floating
Rabu, 3-4 - Menginput Transaksi dalam MYOB XII AK 1
10 Agustus 2016
Kamis, 8-9 - Menginput Transaksi dalam MYOB XII AK 1
11 Agustus 2016
Jumat, 1-2 - Kelompok 8, mendiskusikan materi X AK 1
12 Agustus 2016 mengenai sejarah uang dan kriteria
uang serta nilai uang
- Tanya jawab mengenai materi yang
didiskusikan
- Review materi pertemuan sebelumnya
- Menginput Transaksi ke dalam
5-6 MYOB serta menampilkan laporan XII AK 1
keuangan
Kamis, 8-9 - Latihan Mandiri X AK 1
18 Agustus 2016

20
Jumat, 1-2 - Debat antar kelompok mengenai krisis X AK 1
19 Agustus 2016 perbankan di Indonesia tahun 1997
dan 2008
5-6 - Latihan Mandiri XII AK 1
Senin, 5-6 - Kelompok penyaji, mendiskusikan X AK 1
22 Agustus 2016 materi mengenai lembaga keuangan
dan menyangkut jenis-jenis lembaga
keuangan yang terdiri dari lembaga
keuangan bank dan non bank
- Tanya jawab mengenai materi yang
disajikan
- Review materi sebelumnya
Rabu, 3-4 - Latihan Mandiri XII AK 1
24 Agustus 2016
Jumat, 1-2 - Ulangan Harian KD 1-3 X AK 1
26 Agustus 2016
Senin, 5-6 - Kelompok 9, berdiskusi tentang bank X AK 1
29 Agustus 2016 sebagai perantara keuangan
- Tanya jawab mengenai materi yang
disajikan
- Kuis
Rabu, 3-4 - Latihan Mandiri Menyiapkan data XII AK 1
31 Agustus 2016 awal perusahaan
Kamis, 8-9 - Latihan Mandiri Menyiapkan data XII AK 1
1 September awal perusahaan dan transaksi
2016
Jumat, 1-2 - Kelompok 9, berdiskusi tentang cara X AK 1
2 September bank mendapatkan keuntungan
2016 - Tanya jawab mengenai materi yang
disajikan
5-6 - Latihan Mandiri menginput transaksi XII AK 1
ke dalam MYOB dan menampilkan
laporan keuangan
Senin, 5-6 - Kelompok 5, berdiskusi tentang jenis- X AK 1
5 September jenis bank di Indonesia
2016 - Tanya jawab mengenai materi yang
disajikan
Rabu, 3-4 - Pre Test Manufaktur XII AK 1
7 September - Pembahasan Materi pembuka
2016 manufaktur
Kamis, 8-9 - Menyiapkan data awal perusahaan XII AK 1
8 September manufaktur (identitas perusahaan, list
2016 account-import account, tax code)

21
Jumat, 1-2 - Kelompok 5, berdiskusi mengenai X AK 1
9 September jenis kantor bank, fungsi bank, dan
2016 peran bank sebagai perantara
keuangan
- Tanya jawab mengenai materi yang
disajikan
5-6 - Menyiapkan data awal perusahaan XII AK 1
manufaktur (setup link, saldo akun,
inventory, cardfile)
Rabu, 3-4 - Menjurnal Transaksi pada perusahaan XII AK 1
14 September Manufaktur – Manual
2016
Kamis, 8-9 - Menjurnal transaksi pada perusahaan XII AK 1
15 September manufaktur – manual
2016
Jumat, 1-2 - Berdiskusi mengenai spread based X AK 1
16 September income pada laporan keuangan bank
2016 yang sesungguhnya
- Pemaparan tiap kelompok mengenai
hasil diskusi
5-6 - Latihan mandiri mengenai transaksi XII AK 1
manufaktur - manual
Rabu, 3-4 - Latihan manual : Membuat soal XII AK 1
21 September perusahaan manufaktur beserta kunci
2016 jawaban
Kamis, 8-9 - Memasukkan transaksi manufaktur XII AK 1
22 September pada MYOB
2016
Jumat, 1-2 - Menyajikan spread based income dan X AK 1
23 September fee based income
2016 - Make a match : bank sebagai
perantara keuangan
5-6 - Memasukkan transaksi manufaktur XII AK 1
pada MYOB
Senin, 5-6 - Ulangan Harian KD 4-5 X AK 1
26 September
2016
Rabu, 3-4 - Memasukkan transaksi manufaktur XII AK 1
28 September pada MYOB
2016
Kamis, 8-9 - Latihan Mandiri (mendampingi XII AK 1
29 September kemah kelas XI ambalan srikandi-
2016 pandanaran SMK Negeri 9 Semarang)

22
Jumat, 1-2 - UTS (mendampingi kemah kelas XI X AK 1
30 September ambalan srikandi-pandanaran SMK
2016 Negeri 9 Semarang)
5-6 - Latihan Mandiri (mendampingi XII AK 1
kemah kelas XI ambalan srikandi-
pandanaran SMK Negeri 9 Semarang)
Senin, 5-6 - Pembahasan UTS X AK 1
3 Oktober 2016
Rabu, 3-4 - Mendalami materi transaksi XII AK 1
5 Oktober 2016 manufaktur
Kamis, 8-9 - UTS XII AK 1
6 Oktober 2016
Jumat, 5-6 - Pembahasan UTS XII AK 1
7 Oktober 2016
Senin, 5-6 - Penyajian materi jasa-jasa lain yang X AK 1
10 Oktober 2016 dilaksanakan oleh perbankan
- Tanya jawab tentang jasa perbankan
Jumat, 1-2 - Kelompok penyaji, berdiskusi X AK 1
14 Oktober 2016 mengenai materi kegiatan operasional
bank umum, melanjutkan pertemuan
sebelumnya
- Tanya jawab mengenai materi yang
disajikan

23
Lampiran 3
RENCANA KEGIATAN MAHASISWA PPL
KEMENTRIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN
TINGGI
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG (UNNES)
Gedung H lt 1 Kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang 50229
Telp. (024) 8508077 Website : ppl.unnes.ac.id
Email: ppl@mail.unnes.ac.id
Formulir
RENCANA KEGIATAN MAHASISWA PPL
No. Dokumen No Revisi Hal Tanggal Terbit
FM-05-PPL-34 01 1 dari 1 17 Desember 2015
RENCANA KEGIATAN MAHASISWA PPL
DI SMK NEGERI 9 SEMARANG

Nama : Cahya Purnomo


NIM/Prodi : 7101413010 / Pend. Akuntansi
Fakultas : Ekonomi
Sekolah : SMK Negeri 9 Semarang
Minggu
Hari dan tanggal Jam Kegiatan
Ke
Bulan : Juli 2016
Senin
Selasa
Rabu
Kamis, 10.00-11.30 - Penerjunan PPL
V
28 Juli 2016 - Pembekalan administrasi pembelajaran
dari sekolah oleh Waka Kurikulum
Jumat, 07.00-07.10 - Apel pagi bersama bapak ibu PPL
29 Juli 2016 07.10-11.30 - Observasi PPL 1
Bulan : Agustus 2016
Senin, 07.00-07.50 - Upacara Bendera
1 Agustus 2016 07.50-10.00 - Perkenalan dengan bapak dan ibu guru
- Pembagian Gumong
- Pengarahan Gumong
10.50-12.10 - Observasi kelas dengan Gumong
12.10-16.00 - Membuat Administrasi Pembelajaran
Selasa, 07.00-15.15 - Piket
2 Agustus 2016 - Membuat Administrasi Pembelajaran
Rabu, 07.00-08.30 - Membuat administrasi Pembelajaran
3 Agustus 2016 08.30-10.00 - Observasi Kelas dengan gumong
I 10.00-11.00 - Bimbingan materi dengan gumong
- Membuat Administras Pembelajaran
11.00-15.15 - Observasi Kelas dengan gumong
Kamis, 07.00-11.00 - Membuat Administrasi Pembelajaran
4 Agustus 2016 11.00-16.00 - Observasi Kelas dengan Gumong
Jumat, 06.00-07.00 - Jalan sehat rutinan dengan para siswa
5 Agustus 2016 07.00-08.20 SMK 9 Semarang
- Praktik Mengajar Mandiri (Dasar-
08.20-09.40 Dasar Perbankan)
09.55-11.15 - Membuat administrasi Pembelajaran

24
11.15-12.30 - Praktik Mengajar Mandiri (Komputer
12.30-14.00 Akuntansi Manufaktur)
- Sholat Jumat
- Membuat Administrasi Pembelajaran
Senin, 07.00-07.50 - Upacara Bendera
8 Agustus 2016 07.50-10.00 - Membuat Administrasi Pembelajaran
10.50-12.10 - Praktik Mengajar Mandiri (Dasar-
Dasar Perbankan)
12.10-16.00 - Membuat Administrasi Pembelajaran
Selasa, 07.00-15.15 - Piket
9 Agustus 2016 - Membuat administrasi Pembelajaran
Rabu, 07.00-08.30 - Membuat Administrasi Pembelajaran
10 Agustus 2016 08.30-10.00 - Praktik Mengajar Mandiri (Komputer
Akuntansi Manufaktur)
10.00-15.15 - Membuat Administrasi Pembelajaran
15.15-17.30 - Mendampingi Ekstrakurikuler Volley
Kamis, 07.00-08.00 - Menyiapkan bahan ajar untuk praktik
II
11 Agustus 2016 mengajar
08.00-09.00 - Bimbingan dengan gumong
09.00-13.00 - Membuat media untuk pembelajaran
13.00-14.30 - Praktik Mengajar Mandiri (Komputer
Akuntansi Manufaktur)
14.30-16.00 - Menyiapkan bahan ajar untuk esok hari
Jumat, 07.00-08.20 - Praktik Mengajar Mandiri (Dasar-
12 Agustus 2016 Dasar Perbankan)
08.20-09.40 - Melengkapi administrasi Pembelajaran
09.55-11.15 - Praktik Mengajar Mandiri (Komputer
Akuntansi Manufaktur)
11.15-12.30 - Sholat Jumat
12.30-14.00 - Melengkapi Administrasi Pembelajaran
Senin, 07.00-07.50 - Upacara Bendera
15 Agustus 2016 07.50-16.00 - Lomba Memperingati Hari
Kemerdekaan
Selasa, 07.00-15.15 - Lomba Memperingati Hari
16 Agustus 2016 Kemerdekaan
Rabu, 07.00-15.15 - Upacara Hari Kemerdekaan RI ke-71
17 Agustus 2016
Kamis, 07.00-13.00 - Memperbaiki administrasi
18 Agustus 2016 13.00-14.30 Pembelajaran
- Praktik Mengajar Mandiri (Komputer
III
14.30-16.00 Akuntansi Manufaktur)
- Menyiapkan bahan ajar untuk esok hari
Jumat, 06.00-07.00 - Senam bareng bapak ibu guru
19 Agustus 2016 07.00-08.20 - Praktik mengajar mandiri (Dasar-Dasar
Perbankan)
08.20-09.55 - Bimbingan dengan gumong
09.55-11.15 - Praktik Mengajar Mandiri (Komputer
Akuntansi Manufaktur)
11.15-12.30 - Sholat Jumat
12.30-14.00

25
- Memperbaiki Administrassi
Pembelajaran
Senin, 07.00-07.50 - Upacara Bendera
22 Agustus 2016 07.50-10.50 - Menyiapkan bahan ajar
10.50-12.10 - Praktik Mengajar Mandiri (Dasar-
Dasar Perbankan)
12.10-16.00 - Memperbaiki administrasi
pembelajaran
Selasa, 07.00-15.15 - Piket
23 Agustus 2016 - Memperbaiki administrasi
pembelajaran
Rabu, 07.00-08.30 - Bimbingan dengan gumong
24 Agustus 2016 08.30-10.00 - Praktik mengajar mandiri (Komputer
Akuntansi Manufaktur)
10.00-15.15 - Membuat media pembelajaran
15.15-17.30 - Mendampingi Ekstrakurikuler Volley
IV
Kamis, 07.00-08.00 - Menyelesaikan laporan PPL 1
25 Agustus 2016 08.00-13.00 - Membuat media pembelajaran
13.00-14.30 - Praktik mengajar mandiri (Komputer
Akuntansi Manufaktur)
14.30-16.00 - Menyiapkan bahan ajar untuk esok hari
Jumat, 07.00-08.20 - Praktik mengajar mandiri (Dasar-Dasar
26 Agustus 2016 Perbankan)
08.20-09.55 - Membuat media pembelajaran
09.55-11.15 - Praktik Mengajar mandiri (Komputer
Akuntansi Manufaktur)
11.15-12.30 - Sholat Jumat
12.20-14.00 - Mengoreksi ulangan harian 1 Dasar-
Dasar Perbakan
14.00-17.00 - Mendampingi Ekstrakurikuler Pramuka
Senin, 07.00-07.50 - Upacara Bendera
29 Agustus 2016 07.50-10.50 - Menyiapkan bahan ajar
10.50-12.10 - Praktik Mengajar Mandiri (Dasar-
Dasar Perbankan)
12.10-16.00 - Membuat Media Pembelajaran
Selasa, 07.00-15.15 - Piket
V
30 Agustus 2016 - Melengkapi Administrasi Pembelajaran
Rabu, 07.00-08.30 - Menyiapkan bahan ajar
31 Agustus 2016 08.30-10.00 - Praktik Mengajar Mendiri (Komputer
Akuntansi Manufaktur)
10.00-15.15 - Melengkapi administrasi pembelajaran
15.15-17.30 - Mendampingi Ektrakurikuler Volley
Bulan : September 2016
Kamis, 07.00-08.00 - Bimbingan dengan gumong
1 September 2016 08.00-10.00 - Melengkapi administrasi pembelajaran
10.00-13.00 - Membuat media pembelajaran
I
13.00-14.30 - Praktik Mengajar Mandiri (Komputer
Akuntansi Manufaktur)
14.30-16.00 - Menyiapkan bahan ajar esok hari

26
Jumat, 06.00-07.00 - Jalan Sehat rutinitas SMK Negeri 9
2 September 2016 Semarang
07.00-08.20 - Praktik Mengajar Mandiri (Dasar-
Dasar Perbankan)
08.20-09.55 - Membuat media pembelajaran
09.55-11.15 - Praktik Mengajar Mandiri (Komputer
Akuntansi Manufaktur)
11.15-12.30 - Sholat Jumat
12.30-14.00 - Membuat media pembelajaran
Senin, 07.00-07.50 - Upacara Bendera
5 September 2016 07.50-10.50 - Menyiapkan bahan ajar
10.50-12.10 - Praktik Mengajar Mandiri (Dasar-
Dasar Perbankan)
12.10-16.00 - Membuat media pembelajaran
Selasa, 07.00-15.15 - Piket
6 September 2016 - Membuat media pembelajaran
Rabu, 07.00-08.30 - Membuat media pembelajaran
7 September 2016 08.30-10.00 - Praktik Mengajar Mendiri (Komputer
Akuntansi Manufaktur)
10.00-15.15 - Melengkapi administrasi pembelajaran
15.15-17.30 - Mendampingi Ektrakurikuler Volley
II
Kamis, 07.00-10.00 - Melengkapi administrasi pembelajaran
8 September 2016 10.00-13.00 - Membuat media pembelajaran
13.00-14.30 - Praktik Mengajar Mandiri (Komputer
Akuntansi Manufaktur)
14.30-16.00 - Menyiapkan bahan ajar esok hari
Jumat, 07.00-08.20 - Praktik Mengajar Mandiri (Dasar-
9 September 2016 Dasar Perbankan)
08.20-09.55 - Melengkapi perangkat pembelajaran
09.55-11.15 - Praktik Mengajar Mandiri (Komputer
Akuntansi Manufaktur)
11.15-12.30 - Sholat Jumat
12.30-14.00 - Mengoreksi tugas yang diberikan
Senin,
Libur Hari Raya Idul Adha
12 September 2016
Selasa, 07.00-09.00 - Piket
13 September 2016 09.00-13.00 - Membantu pelaksanaan kurban
13.00-15.15 - Piket
Rabu, 07.00-08.30 - Membuat soal UTS
14 September 2016 08.30-10.00 - Praktik Mengajar Mandiri (Komputer
Akuntansi Manufaktur)
III 10.00-15.15 - Membuat Soal UTS
15.15-17.30 - Mendampingi Ektrakurikuler Volley
Kamis, 07.00-08.00 - Bimbingan dengan gumong
15 September 2016 08.00-13.00 - Memperbaiki Soal UTS
13.00-14.30 - Praktik Mengajar Mandiri (Komputer
Akuntansi Manufaktur)
14.30-16.00 - Menyiapkan bahan ajar esok hari
Jumat, 07.00-08.20 - Praktik Mengajar Mandiri (Dasar-
16 September 2016 Dasar Perbankan)

27
08.20-09.55 - Menyiapkan bahan ajar
09.55-11.15 - Praktik Mengajar Mandiri (Komputer
Akuntansi Manufaktur)
11.15-12.30 - Sholat Jumat
12.30-14.00 - Membuat Kisi-Kisi UTS
Senin, 07.00-07.50 - Upacara Bendera
19 September 2016 07.50-16.00 - Pemilihan Ketua OSIS (Tidak ada
pembelajaran)
Selasa, 07.00-15.15 - Piket
20 September 2016 - Melengkapi perangkat pembelajaran
Rabu, 07.00-08.30 - Membuat media pembelajaran
21 September 2016 08.30-10.00 - Praktik Mengajar Mendiri (Komputer
Akuntansi Manufaktur)
10.00-15.15 - Melengkapi administrasi pembelajaran
15.15-17.30 - Mendampingi Ektrakurikuler Volley
Kamis, 07.00-10.00 - Melengkapi administrasi pembelajaran
IV
22 September 2016 10.00-13.00 - Membuat media pembelajaran
13.00-14.30 - Praktik Mengajar Mandiri (Komputer
Akuntansi Manufaktur)
14.30-16.00 - Menyiapkan bahan ajar esok hari
Jumat, 07.00-08.20 - Praktik Mengajar Mandiri (Dasar-
23 September 2016 Dasar Perbankan)
08.20-09.55 - Melengkapi perangkat pembelajaran
09.55-11.15 - Praktik Mengajar Mandiri (Komputer
Akuntansi Manufaktur)
11.15-12.30 - Sholat Jumat
12.30-14.00 - Melengkapi perangkat pembelajaran
Senin, 07.00-07.50 - Upacara Bendera
26 September 2016 07.50-10.50 - Menyiapkan bahan ajar
10.50-12.10 - Praktik Mengajar Mandiri (Dasar-
Dasar Perbankan)
12.10-16.00 - Membuat media pembelajaran
Selasa, 07.00-15.15 - Piket
27 September 2016 - Membuat media pembelajaran
V Rabu, 07.00-08.30 - Membuat media pembelajaran
28 September 2016 08.30-10.00 - Praktik Mengajar Mendiri (Komputer
Akuntansi Manufaktur)
10.00-15.15 - Melengkapi administrasi pembelajaran
Kamis,
29 September 2016 Mendampingi kemah kelas XI ambalan Srikandi-
Jumat, Pandanaran SMK Negeri 9 Semarang
30 September 2016
Bulan : Oktober 2016
Senin, 07.00-07.50 - Upacara Bendera
3 Oktober 2016 07.50-10.50 - Mengoreksi dan menganalisis UTS
10.50-12.10 - Praktik Mengajar Mandiri (Dasar-
I Dasar Perbankan)
12.10-16.00 - Membuat media pembelajaran
Selasa, 07.00-15.15 - Piket
4 Oktober 2016 - Membuat media pembelajaran

28
Rabu, 07.00-08.30 - Membuat media pembelajaran
5 Oktober 2016 08.30-10.00 - Praktik Mengajar Mendiri (Komputer
Akuntansi Manufaktur)
10.00-15.15 - Membantu menyiapkan kelengkapan
kunjungan industri kela XII
Kamis, 07.00-10.00 - Melengkapi administrasi pembelajaran
6 Oktober 2016 10.00-13.00 - Membuat media pembelajaran
13.00-14.30 - Praktik Mengajar Mandiri (Komputer
Akuntansi Manufaktur)
14.30-16.00 - Latihan Upacara
Jumat, 07.00-08.20 - Perpisahan PPL dengan siswa-siswa
7 Oktober 2016 SMK Negeri 9 Semarang
08.20-09.55 - Merapikan pasca acara perpisahan
09.55-11.15 - Praktik Mengajar Mandiri (Komputer
Akuntansi Manufaktur)
11.15-12.30 - Sholat Jumat
12.30-14.00 - Latihan Upacara
II Senin, 07.00-07.50 - Upacara Bendera
10 Oktober 2016 07.50-05.00 - Menyelesaikan Laporan PPL 2
10.50-12.10 - Praktik Mengajar Mandiri (Dasar-
Dasar Perbankan)
12.10-16.00 - Menyelesaikan Laporan PPL 2
Selasa, 07.00-09.00 - Piket
11 Oktober 2016 09.00-10.00 - Bimbingan dengan gumong
10.00-13.00 - Menyelesaikan Laporan PPL 2
13.00-15.15 - Melengkapi administrasi Pembelajaran
Rabu, 07.00-08.00 - Melengkapi administrasi pembelajaran
12 Oktober 2016 08.00-09.00 - Bimbingan dengan gumong
09.00-15.15 - Melengkapi administrasi pembelajaran
Kamis, 07.00-14.30 - Melengkapi administrasi pembelajaran
13 Oktober 2016 14.30-16.00 - Menyiapkan bahan ajar untuk esok hari
Jumat, 07.00-08.20 - Praktik Mengajar Mandiri (Dasar-
14 Oktober 2016 Dasar Perbankan)
08.20-11.15 - Bimbingan dengan gumong
11.15-12.30 - Sholat Jumat
12.30-14.00 - Mengupload laporan PPL 2
III Senin, 07.00-07.50 - Upacara Bendera
17 Oktober 2016 07.50-10.00 - Penarikan PPL

Guru Pamong Dosen Pembimbing Kepala SMK Negeri 9 Semarang

Rahminingsih R.P, S.Pd, M.M Lyna Latifah S.Pd, S.E, M.Si Sri Suwarno, S.Pd, M.Pd
NIP. 19630324 1991032 005 NIP. 197909232008122001 NIP. 19700611 199702 1 003

29
Lampiran 4
KARTU BIMBINGAN

30
Semarang, Oktober 2016
Mengetahui,
Kepala SMK Negeri 9 Semarang Koordinator dosen pembimbing,

Sri Suwarno, S.Pd, M.Pd Dra. Palupiningdyah, M.Si


NIP. 19700611 199702 1 003 NIP. 19520804 198003 2 001

31
Lampiran 5
DAFTAR KEHADIRAN MAHASISWA PPL

32
33
34
35
Lampiran 6
DAFTAR KEHADIRAN KOORDINATOR DOSEN PEMBIMBING

Semarang, Oktober 2016


Kepala SMK Negeri 9 Semarang

Sri Suwarno S.Pd, M.Pd


NIP 19700611 199702 1 003

36
Lampiran 7
DAFTAR KEHADIRAN DOSEN PEMBIMBING

Semarang, Oktober 2016


Kepala SMK Negeri 9 Semarang

Sri Suwarno S.Pd, M.Pd


NIP 19700611 199702 1 003

37
Lampiran 8
PERANGKAT PEMBELAJARAN

RPP
(RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN)

1. Minggu Efektif
2. Program Tahunan
3. Program Semester
4. Silabus
5. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
6. Program Evaluasi
7. Modul

PEMERINTAH KOTA SEMARANG


DINAS PENDIDIKAN
SMK NEGERI 9 SEMARANG
Jl. Peterongansari 2  (024) 8311535 Fax (024) 8311536 e-mail smknegerisembilan@yahoo.co.id
Website: smkn9semarang.sch.id Semarang 50242

38
RINCIAN MINGGU EFEKTIF DAN JUMLAH JAM MENGAJAR
TAHUN PELAJARAN 2016 / 2017

Mata Pelajaran : Dasar-Dasar Perbankan


Kelas /
Semester : X / Gasal
Tahun
Pelajaran : 2016/2017

I Jumlah minggu dalam satu semester


1. Juli 4 minggu
2. Agustus 5 minggu
3. September 5 minggu
4. Oktober 4 minggu
5. Nopember 5 minggu
6. Desember 4 minggu
27 minggu

II Jumlah minggu tidak efektif


1. Libur akhir tahun pelajaran 1 minggu
2. Libur bln romadhon, sblm/ssdh HR Idul Fitri 2 minggu
3. MOS 1 minggu
4. Ulangan tengah semester 1 minggu
5. Ulangan akhir semester 2 minggu
6. Libur semester gasal 2 minggu
9 minggu

III Jumlah minggu efektif ( 27 - 9 ) : 18 minggu


IV Perhitungan jam efektif ( 18 x 2 ) : 36 Jam

Semarang, Agustus 2016


Guru Mata Pelajaran Praktikan

Rahminingsih R.P S.Pd, M.M Cahya Purnomo


NIP 19630324 1991032 005 NIM 7101413010

Mengetahui,
Kepala SMK Negeri 9 Semarang

Dra. Siti Fadhilah, M.Pd


NIP. 19611021198803 2 005

39
PROGRAM TAHUNAN
TAHUN PELAJARAN 2016/2017

Satuan Pendidikan : SMK NEGERI 9 SEMARANG


Mata Pelajaran : DASAR - DASAR PERBANKAN
Kelas : X
Kompetensi
: AKUNTANSI
Keahlian
Kompetensi Inti :
KI. 1 Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (gotong
royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan menunjukkan
KI. 2 sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara
efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai
cerminan bangsa dalam pergaulan dunia

Memahami, menerapkan, menganalisis dan mengevaluasi pengetahuan faktual,


konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu
pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan,
KI. 3
kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta
menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan
bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah
Mengolah, menalar, menyaji, dan mencipta dalam ranah konkret dan ranah abstrak
terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri serta
KI. 4
bertindak secara efektif dan kreatif, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah
keilmuan

Semester
No. Kompetensi Dasar
Gasal Genap
Menjelaskan sistem moneter dan sejarah perbankan
3.1.
1 di Indonesia 4
4.1. Mengidentifikasi pelaku pasar uang di Indonesia
Menjelaskan sejarah, pengertian, kriteria, fungsi dan
3.2.
2 jenis-jenis uang 4
4.2. Mengevaluasi kendala-kendala dalam sistem barter
Menjelaskan pengertian, peran , kriteria dan jenis
3.3.
3 lembaga keuangan 8
4.3. Membedakan lembaga keuangan bank dan non bank
Menjelaskan kegiatan, fungsi dan cara perbankan
3.4.
mendapatkan keuntungan
4 8
Mengidentifikasi fungsi bank sebagai perantara
4.4.
keuangan
Menjelaskan jenis-jenis bank dan jenis-jenis kantor
3.5.
bank di Indonesia
5 8
Membedakan masing-masing jenis bank dan kantor
4.5.
bank

40
Menjelaskan kegiatan bank umum, kegiatan bank
3.6. dalam menghimpun dana, menyalurkan dana dan
6 memberikan jasa-jasa lainnya 8
4.6. Mengidentifikasi kegiatan operasional bank
Menjelaskan kegiatan Bank Perkreditan Rakyat,
3.7.
7 Bank Campuran dan Bank Asing 12
4.7. Membedakan kegiatan Bank Umum dan Bank BPR
Menjelaskan persyaratan pendirian bank, bentuk
3.8. badan hukum bank, kerahasiaan bank dan sanksi
8 pelanggaran kerahasiaan bank 8
4.8. Mengidentifikasi kerahasiaan bank
Menjelaskan sumber-sumber dana bank yang berasal
3.9. dari bank itu sendiri, masyarakat luas dan dari
9 lembaga lainnya 8
4.9. Mengidentifikasi sumber-sumber dana bank
ULANGAN AKHIR SEMESTER GASAL
Menjelaskan pengertian simpanan giro, sarana
3.10.
10 penarikan giro berupa cek dan bilyet giro 8
4.10. Menghitung jasa giro
Menjelaskan pengertian dan sarana penarikan
3.11.
11 simpanan tabungan, serta persyaratan bagi penabung 8
4.11. Menghitung bunga tabungan
Menjelaskan pengertian dan jenis-jenis simpanan
3.12.
12 deposito 8
4.12. Menghitung jasa bunga deposito
Menjelaskan pengertian dan jenis-jenis jasa bank
3.13. lainnya (transfer, LC, Safe Deposit Box, Inkaso,
13 Bank garansi, Payment point) 8
4.13. Mengidentifikasi jasa bank lainnya
3.14. Menjelaskan lalu lintas pembayaran transaksi
14 Mengidentifikasi jenis lalu lintas pembayaran 8
4.14.
transaksi
3.15. Menjelaskan pengertian, jenis dan fungsi kartu kredit
15 8
4.15. Mengidentifikasi jenis-jenis kartu kredit
Menjelaskan pengertian, unsur-unsur, tujuan, fungsi
3.16.
16 dan jenis kredit bank 8
4.16. Mengidentifikasi fungsi kredit bank
JUMLAH 68 56

41
Satuan Pendidikan : SMK NEGERI 9 SEMARANG Tahun Pelajaran : 2016/2017
Mata : DASAR - DASAR PERBANKAN Kelas : X
Pelajaran
Kompetensi Keahlian : AKUNTANSI
Kompete
nsi Inti
KI Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
1
KI Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-
2 aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan
alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia
KI Memahami dan menerapkan pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan,
3 teknologi, seni, budaya, dan humaniora dalam wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan
kejadian dalam bidangkerja yang spesifik untuk memecahkan masalah.
KI Mengolah, menyaji, dan menalar dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara
4 mandiri, bertindak secara efektif dan kreatif, dan mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung.

N Alok B U L A N
o. asi Juli Agustus September Oktober Nopember Desember Ke
Kompetensi Dasar
Wakt t.
u 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5

Persiapan Penyerahan Buku


Menjelaskan

Libur Akhir Semester Ganjil


Libur Akhir Semester Ganjil
Kegiatan Tengah Semester

Ulangan Akhir Semester


Ulangan Akhir Semester

Ulangan Akhir Semester


Libur Hari Raya Idul Fitri
Libur Semester Genap

Libur Semester Genap

sistem
Masa Orientasi Siswa

Ganjil 2016/2017
Ganjil 2016/2017
Ganjil 2016/2017
3.1. moneter dan
2016/2017

2016/2017
2016/2017
sejarah
1437 H

Ganjil
perbankan

LHB
1 4 JP
di Indonesia
Mengidentif
4.1. ikasi pelaku
pasar uang
di Indonesia

42
Menjelaskan
sejarah,
pengertian,
3.2. kriteria,
fungsi dan
jenis-jenis
2 uang 4 JP
Mengevalua
si kendala-
4.2. kendala
dalam
sistem
barter
Menjelaskan
pengertian,
peran ,
3.3. kriteria dan
jenis
lembaga
3 8 JP
keuangan
Membedaka
n lembaga
4.3. keuangan
bank dan
non bank
Menjelaskan
kegiatan,
fungsi dan
3.4. cara
perbankan
4 mendapatka 8 JP
n
keuntungan
4.4. Mengidentif
ikasi fungsi

43
bank
sebagai
perantara
keuangan
Menjelaskan
jenis-jenis
3.5. bank dan
jenis-jenis
kantor bank
5 di Indonesia 8 JP
Membedaka
n masing-
4.5. masing jenis
bank dan
kantor bank
Menjelaskan
kegiatan
bank umum,
kegiatan
bank dalam
3.6. menghimpu
n dana,
menyalurka
6 n dana dan 8 JP
memberikan
jasa-jasa
lainnya
Mengidentif
ikasi
4.6. kegiatan
operasional
bank

44
Menjelaskan
kegiatan
Bank
Perkreditan
3.7. Rakyat,
Bank
Campuran
7 12 JP
dan Bank
Asing
Membedaka
n kegiatan
4.7. Bank
Umum dan
Bank BPR
Menjelaskan
persyaratan
pendirian
bank,
bentuk
badan
3.8. hukum
bank,
kerahasiaan
8 8 JP
bank dan
sanksi
pelanggaran
kerahasiaan
bank
Mengidentif
4.8. ikasi
kerahasiaan
bank

45
Menjelaskan
sumber-
sumber dana
bank yang
berasal dari
3.9. bank itu
sendiri,
masyarakat
9 8 JP
luas dan dari
lembaga
lainnya
Mengidentif
ikasi
4.9. sumber-
sumber dana
bank
Mengetahui Semarang, Agustus 2016
Guru Pamong Praktikan

Rahminingsih R.P S.Pd, M.M Cahya Purnomo


NIP 19630324 1991032 005 NIM 7101413010

46
SILABUS
TAHUN PELAJARAN 2016/ 2017

MATA PELAJARAN : DASAR-DASAR PERBANKAN


TINGKAT :X
KOMPETENSI KEAHLIAN : Akuntansi

47
SILABUS MATA PELAJARAN

Satuan Pendidikan : SMK Negeri Semarang


Mata Pelajaran : Pengantar Perbankan
Kelas /Semester : X / 1 & 2
Kompetensi Inti:
KI 1: Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
KI 2: Menghayati dan mengamalkan perilaku perilaku (jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan
menunjukan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam
menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
KI 3: Memahami, menerapkan dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, dan rasa prosedural berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi,
seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian dalam bidang kerja
yang spesifik untuk memecahkan masalah
KI 4: Mengolah, menalar dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu
melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung

Alokasi Sumber
Kompetensi Dasar Materi Pokok Pembelajaran Penilaian
Waktu Belajar
1.1. Mensyukuri karunia Tuhan Yang Maha Esa, atas Sistem Moneter Mengamati Tugas 1 Minggu Buku
pemberian amanah untuk mengelola administrasi Indonesia  Membaca buku teks maupun  Membuat Siswa
keuangan entitas. sumber lain tentang sistem tulisan
- Sistem Moneter moneter dan sejarah perbankan tentang
1.2. Mengamalkan ajaran agama dalam memanfaatkan ilmu di Indonesia di Indonesia sistem
pengetahuan dan teknologi untuk menghasilkan - Sejarah Bank di moneter
informasi keuangan yang mudah dipahami, relevan, Indonesia Menanya dan sejarah
andal dan dapat diperbandingkan.  Mengajukan pertanyaan untuk perbankan
mendapatkan klarifikasi tentang di Indonesia
2.1. Memiliki motivasi internal dan menunjukkan rasa ingin sistem moneter dan sejarah
tahu dalam menemukan dan memahami pengetahuan perbankan di Indonesia Portofolio
dasar tentang ilmu yang dipelajarinya  Laporan
2.2. Menunjukkan perilaku ilmiah (disiplin, jujur, teliti, Mengeskplorasi tertulis
tanggung jawab, obyektif, kritis, kreatif, inovatif, santun,  mengumpulkan data dan
peduli dan ramah lingkungan) dalam melakukan informasi tentang sistem moneter Tes
pekerjaan sebagai bagian dari sikap ilmiah

48
Alokasi Sumber
Kompetensi Dasar Materi Pokok Pembelajaran Penilaian
Waktu Belajar
2.3. Menghargai kerja individu dan kelompok dalam dan sejarah perbankan di  Tes tertulis
pembelajaran sehari-hari sebagai wujud implementasi Indonesia bentuk
sikap kerja uraian
3.1. Menjelaskan sistem moneter dan sejarah perbankan di Asosiasi dan/atau
Indonesia  menganalisis dan menyimpulkan pilihan
4.1. Mengidentifikasi pelaku pasar uang di Indonesia informasi/data tentang sistem ganda
moneter dan sejarah perbankan
di Indonesia

Komunikasi
 Menyampaikan laporan tentang
sistem moneter dan sejarah
perbankan di Indonesia dan
mempresentasikannya dalam
bentuk tulisan
1.1. Mensyukuri karunia Tuhan Yang Maha Esa, atas Uang Mengamati Tugas 1 Minggu Buku
pemberian amanah untuk mengelola administrasi  Membaca buku teks maupun  Membuat Siswa
- Sejarah sumber lain tentang sejarah, tulisan
keuangan entitas.
adanya uang pengertian, kriteria, fungsi dan tentang
1.2. Mengamalkan ajaran agama dalam memanfaatkan ilmu - Pengertian jenis-jenis uang sejarah,
pengetahuan dan teknologi untuk menghasilkan Uang pengertian,
informasi keuangan yang mudah dipahami, relevan, - Kriteria Uang Menanya kriteria,
andal dan dapat diperbandingkan. - Fungsi uang  Mengajukan pertanyaan untuk fungsi dan
- Jenis-jenis mendapatkan klarifikasi tentang jenis-jenis
2.1. Memiliki motivasi internal dan menunjukkan rasa ingin uang sejarah, pengertian, kriteria, uang
tahu dalam menemukan dan memahami pengetahuan fungsi dan jenis-jenis uang
dasar tentang ilmu yang dipelajarinya Portofolio
2.2. Menunjukkan perilaku ilmiah (disiplin, jujur, teliti, Mengeskplorasi  Laporan
tanggung jawab, obyektif, kritis, kreatif, inovatif, santun,  mengumpulkan data dan tertulis
peduli dan ramah lingkungan) dalam melakukan informasi tentang sejarah,
pekerjaan sebagai bagian dari sikap ilmiah

49
Alokasi Sumber
Kompetensi Dasar Materi Pokok Pembelajaran Penilaian
Waktu Belajar
2.3. Menghargai kerja individu dan kelompok dalam pengertian, kriteria, fungsi dan Tes
pembelajaran sehari-hari sebagai wujud implementasi jenis-jenis uang sejarah jenis-  Tes tertulis
sikap kerja jenis uang di Indonesia bentuk
3.2. Menjelaskan sejarah, pengertian, kriteria, fungsi dan uraian
jenis-jenis uang Asosiasi dan/atau
4.2. Mengevaluasi kendala-kendala dalam sistem barter  menganalisis dan menyimpulkan pilihan
informasi/data tentang sejarah, ganda
pengertian, kriteria, fungsi dan
jenis-jenis uang

Komunikasi
 Menyampaikan laporan tentang
sejarah, pengertian, kriteria,
fungsi dan jenis-jenis uang dan
mempresentasikannya dalam
bentuk tulisan
1.1. Mensyukuri karunia Tuhan Yang Maha Esa, atas Lembaga Mengamati Tugas 2 minggu Buku
pemberian amanah untuk mengelola administrasi Keuangan  Membaca buku teks maupun  Membuat Siswa
keuangan entitas. sumber lain tentang pengertian, tulisan
- lembaga peran , kriteria dan jenis lembaga tentang
1.2. Mengamalkan ajaran agama dalam memanfaatkan ilmu keuangan bank keuangan perbedaan
pengetahuan dan teknologi untuk menghasilkan - lembaga lembaga
informasi keuangan yang mudah dipahami, relevan, keuangan non Menanya keuangan
andal dan dapat diperbandingkan. bank  Mengajukan pertanyaan untuk bank dan
mendapatkan klarifikasi tentang non bank
2.1. Memiliki motivasi internal dan menunjukkan rasa ingin pengertian, peran , kriteria dan
tahu dalam menemukan dan memahami pengetahuan jenis lembaga keuangan Portofolio
dasar tentang ilmu yang dipelajarinya  Laporan
2.2. Menunjukkan perilaku ilmiah (disiplin, jujur, teliti, Mengeskplorasi tertulis
tanggung jawab, obyektif, kritis, kreatif, inovatif, santun,  mengumpulkan data dan
peduli dan ramah lingkungan) dalam melakukan informasi tentang pengertian, Tes
pekerjaan sebagai bagian dari sikap ilmiah

50
Alokasi Sumber
Kompetensi Dasar Materi Pokok Pembelajaran Penilaian
Waktu Belajar
2.3. Menghargai kerja individu dan kelompok dalam peran , kriteria dan jenis lembaga  Tes tertulis
pembelajaran sehari-hari sebagai wujud implementasi keuangan bentuk
sikap kerja uraian
3.3. Menjelaskan pengertian, peran , kriteria dan jenis Asosiasi dan/atau
lembaga keuangan  menganalisis dan menyimpulkan pilihan
4.3. Membedakan lembaga keuangan bank dan non bank informasi/data tentang perbedaan ganda
lembaga keuangan bank dan non
bank

Komunikasi
 Menyampaikan laporan tentang
perbedaan lembaga keuangan
bank dan non bank dan
mempresentasikannya dalam
bentuk tulisan
1.1. Mensyukuri karunia Tuhan Yang Maha Esa, atas Bank sebagai Mengamati Tugas 2 minggu Buku
pemberian amanah untuk mengelola administrasi Perantara  Diberikan  diskusi Siswa
keuangan entitas. Keuangan ilustrasi/tayangan/gambar kelompok
tentang fungsi bank sebagai  membuat
1.2. Mengamalkan ajaran agama dalam memanfaatkan ilmu - kegiatan perantara keuangan notula
pengetahuan dan teknologi untuk menghasilkan perbankan  mempelajari berbagai sumber  Merangkum
informasi keuangan yang mudah dipahami, relevan, - fungsi tentang fungsi bank sebagai hasil diskusi
andal dan dapat diperbandingkan. perbankan perantara keuangan secara
- cara perbankan kelompok
2.1. Memiliki motivasi internal dan menunjukkan rasa ingin mendapatkan Menanya
tahu dalam menemukan dan memahami pengetahuan keuntungan  berdiskusi untuk mendapatkan
dasar tentang ilmu yang dipelajarinya - fungsi bank klarifikasi tentang fungsi bank Observasi
2.2. Menunjukkan perilaku ilmiah (disiplin, jujur, teliti, sebagai sebagai perantara keuangan  Ceklist
tanggung jawab, obyektif, kritis, kreatif, inovatif, santun, perantara lembar
peduli dan ramah lingkungan) dalam melakukan keuangan Mengeskplorasi pengamatan
pekerjaan sebagai bagian dari sikap ilmiah

51
Alokasi Sumber
Kompetensi Dasar Materi Pokok Pembelajaran Penilaian
Waktu Belajar
2.3. Menghargai kerja individu dan kelompok dalam  mengumpulkan berbagai kegiatan
pembelajaran sehari-hari sebagai wujud implementasi informasi tentang fungsi bank diskusi
sikap kerja sebagai perantara keuangan kelompok
3.4. Menjelaskan kegiatan, fungsi dan cara perbankan
mendapatkan keuntungan Asosiasi Portofolio
4.4. Mengidentifikasi fungsi bank sebagai perantara  menguraikan kembali fungsi bank  Laporan
keuangan sebagai perantara keuangan tertulis
 menyimpulkan dari keseluruhan kelompok
materi
Tes
Komunikasi  Tes tertulis
 memberikan pendapat, masukan, bentuk
tanya jawab selama proses uraian
diskusi dan/atau
 menjelaskan/mempresentasikan pilihan
hasil diskusi dalam bentuk tulisan ganda
tentang fungsi bank sebagai
perantara keuangan
1.1. Mensyukuri karunia Tuhan Yang Maha Esa, atas Bank dan Mengamati Tugas 2 minggu Buku
pemberian amanah untuk mengelola administrasi Kantor Bank  Membaca buku teks maupun  diskusi Siswa
keuangan entitas. sumber lain tentang jenis-jenis kelompok
- Jenis-jenis bank bank dan jenis-jenis kantor bank  membuat
1.2. Mengamalkan ajaran agama dalam memanfaatkan ilmu - Jenis-jenis kantor di Indonesia notula
pengetahuan dan teknologi untuk menghasilkan bank  Merangkum
informasi keuangan yang mudah dipahami, relevan, Menanya hasil diskusi
andal dan dapat diperbandingkan.  Megajukan pertanyaan untuk secara
mendapatkan klarifikasi tentang kelompok
2.1. Memiliki motivasi internal dan menunjukkan rasa ingin jenis-jenis bank dan jenis-jenis
tahu dalam menemukan dan memahami pengetahuan kantor bank di Indonesia
dasar tentang ilmu yang dipelajarinya Observasi
2.2. Menunjukkan perilaku ilmiah (disiplin, jujur, teliti, Mengeskplorasi
tanggung jawab, obyektif, kritis, kreatif, inovatif, santun,

52
Alokasi Sumber
Kompetensi Dasar Materi Pokok Pembelajaran Penilaian
Waktu Belajar
peduli dan ramah lingkungan) dalam melakukan  mengumpulkan data dan  Ceklist
pekerjaan sebagai bagian dari sikap ilmiah informasi tentang jenis-jenis bank lembar
2.3. Menghargai kerja individu dan kelompok dalam dan jenis-jenis kantor bank di pengamata
pembelajaran sehari-hari sebagai wujud implementasi Indonesia n kegiatan
sikap kerja diskusi
3.5. Menjelaskan jenis-jenis bank dan jenis-jenis kantor bank Asosiasi kelas dan
di Indonesia  menganalisis dan menyimpulkan kelompok
4.5. Membedakan masing-masing jenis bank dan kantor informasi/data tentang perbedaan
bank masing-masing jenis bank dan Portofolio
kantor bank  Laporan
tertulis
Komunikasi kelompok
 Menyampaikan laporan tentang
perbedaan masing-masing jenis Tes
bank dan kantor bank dan  Tes tertulis
mempresentasikannya dalam bentuk
bentuk tulisan dan lisan uraian
dan/atau
pilihan
ganda
1.1. Mensyukuri karunia Tuhan Yang Maha Esa, atas Kegiatan bank Mengamati Tugas 2 minggu Buku
pemberian amanah untuk mengelola administrasi  Bank umum  Diberikan  diskusi Siswa
keuangan entitas.  BPR ilustrasi/tayangan/gambar kelompok
 Bank campuran tentang kegiatan-kegiatan bank  membuat
1.2. Mengamalkan ajaran agama dalam memanfaatkan ilmu  Bank asing  mempelajari berbagai sumber notula
pengetahuan dan teknologi untuk menghasilkan tentang kegiatan-kegiatan bank  Merangkum
informasi keuangan yang mudah dipahami, relevan, hasil diskusi
andal dan dapat diperbandingkan. Menanya secara
 berdiskusi untuk mendapatkan kelompok
2.1. Memiliki motivasi internal dan menunjukkan rasa ingin klarifikasi tentang kegiatan-
tahu dalam menemukan dan memahami pengetahuan kegiatan bank
dasar tentang ilmu yang dipelajarinya

53
Alokasi Sumber
Kompetensi Dasar Materi Pokok Pembelajaran Penilaian
Waktu Belajar
2.2. Menunjukkan perilaku ilmiah (disiplin, jujur, teliti, Observasi
tanggung jawab, obyektif, kritis, kreatif, inovatif, santun, Mengeskplorasi  Ceklist
peduli dan ramah lingkungan) dalam melakukan  mengumpulkan berbagai lembar
pekerjaan sebagai bagian dari sikap ilmiah informasi tentang kegiatan- pengamatan
2.3. Menghargai kerja individu dan kelompok dalam kegiatan bank kegiatan
pembelajaran sehari-hari sebagai wujud implementasi diskusi
sikap kerja Asosiasi kelompok
3.6. Menjelaskan kegiatan bank umum, kegiatan bank dalam  menguraikan kembali deskripsi
menghimpun dana, menyalurkan dana dan memberikan kegiatan-kegiatan bank Portofolio
jasa-jasa lainnya  menyimpulkan dari keseluruhan  Laporan
4.6. Mengidentifikasi kegiatan operasional bank materi tertulis
kelompok
Komunikasi
 memberikan pendapat, masukan, Tes
tanya jawab selama proses  Tes tertulis
diskusi bentuk
 menjelaskan/mempresentasikan uraian
hasil diskusi dalam bentuk tulisan dan/atau
tentang kegiatan-kegiatan bank pilihan
ganda
1.1. Mensyukuri karunia Tuhan Yang Maha Esa, atas Bank Umum dan Mengamati Tugas 3 minggu Buku
pemberian amanah untuk mengelola administrasi BPR  Diberikan  diskusi Siswa
keuangan entitas. ilustrasi/tayangan/gambar kelompok
- Pengertian Bank tentang kegiatan Bank Umum  membuat
1.2. Mengamalkan ajaran agama dalam memanfaatkan ilmu Umum dan BPR dan Bank Perkreditan Rakyat notula
pengetahuan dan teknologi untuk menghasilkan - Kegiatan Bank (BPR)  Merangkum
informasi keuangan yang mudah dipahami, relevan, Umum dan BPR  mempelajari berbagai sumber hasil diskusi
andal dan dapat diperbandingkan. - Perbedaan Bank tentang kegiatan Bank Umum secara
Umum dan BPR dan Bank Perkreditan Rakyat kelompok
2.1. Memiliki motivasi internal dan menunjukkan rasa ingin (BPR)
tahu dalam menemukan dan memahami pengetahuan
dasar tentang ilmu yang dipelajarinya

54
Alokasi Sumber
Kompetensi Dasar Materi Pokok Pembelajaran Penilaian
Waktu Belajar
2.2. Menunjukkan perilaku ilmiah (disiplin, jujur, teliti, Menanya Observasi
tanggung jawab, obyektif, kritis, kreatif, inovatif, santun,  berdiskusi untuk mendapatkan  Ceklist
peduli dan ramah lingkungan) dalam melakukan klarifikasi tentang kegiatan Bank lembar
pekerjaan sebagai bagian dari sikap ilmiah Umum dan Bank Perkreditan pengamatan
2.3. Menghargai kerja individu dan kelompok dalam Rakyat (BPR) kegiatan
pembelajaran sehari-hari sebagai wujud implementasi diskusi
sikap kerja Mengeskplorasi kelompok
3.7. Menjelaskan kegiatan Bank Perkreditan Rakyat, Bank  mengumpulkan berbagai
Campuran dan Bank Asing informasi tentang kegiatan Bank Portofolio
4.7. Membedakan kegiatan Bank Umum dan Bank BPR Umum dan Bank Perkreditan  Laporan
Rakyat (BPR) tertulis
kelompok
Asosiasi
 membedakan kegiatan Bank Tes
Umum dan Bank Perkreditan  Tes tertulis
Rakyat (BPR) bentuk
 menyimpulkan dari keseluruhan uraian
materi dan/atau
pilihan
Komunikasi ganda
 memberikan pendapat, masukan,
tanya jawab selama proses
diskusi
 menjelaskan/mempresentasikan
hasil diskusi dalam bentuk tulisan
tentang kegiatan Bank Umum
dan Bank Perkreditan Rakyat
(BPR)
1.1. Mensyukuri karunia Tuhan Yang Maha Esa, atas Pendirian dan Mengamati Tugas 2 minggu Buku
pemberian amanah untuk mengelola administrasi kerahasiaan  Diberikan ilustrasi / tayangan /  mencari Siswa
keuangan entitas. bank gambar tentang persyaratan tulisan/berit

55
Alokasi Sumber
Kompetensi Dasar Materi Pokok Pembelajaran Penilaian
Waktu Belajar
1.2. Mengamalkan ajaran agama dalam memanfaatkan ilmu - Persyaratan pendirian, badan hukum, aterkait
pengetahuan dan teknologi untuk menghasilkan pendirian Bank kerahasiaan bank persyaratan
informasi keuangan yang mudah dipahami, relevan, - Bentuk badan  mempelajari berbagai sumber pendirian,
andal dan dapat diperbandingkan. hukum Bank bacaan tentang persyaratan badan
- Kerahasiaan pendirian, badan hukum, hukum,
2.1. Memiliki motivasi internal dan menunjukkan rasa ingin bank kerahasiaan bank kerahasiaan
tahu dalam menemukan dan memahami pengetahuan bank
dasar tentang ilmu yang dipelajarinya Menanya kemudian
2.2. Menunjukkan perilaku ilmiah (disiplin, jujur, teliti,  berdiskusi untuk mendapatkan didiskusikan
tanggung jawab, obyektif, kritis, kreatif, inovatif, santun, klarifikasi tentang persyaratan  membuat
peduli dan ramah lingkungan) dalam melakukan pendirian, badan hukum, notula
pekerjaan sebagai bagian dari sikap ilmiah kerahasiaan bank diskusi
2.3. Menghargai kerja individu dan kelompok dalam kelompok
pembelajaran sehari-hari sebagai wujud implementasi Mengeskplorasi  merangkum
sikap kerja  mengumpulkan berbagai hasil diskusi
3.8. Menjelaskan persyaratan pendirian bank, bentuk badan informasi tentang persyaratan secara
hukum bank, kerahasiaan bank dan sanksi pelanggaran pendirian, badan hukum, kelompok
kerahasiaan bank kerahasiaan bank
4.8. Mengidentifikasi kerahasiaan bank
Asosiasi Observasi
 menguraikan kembali informasi  Ceklist
yang diperoleh tentang lembar
persyaratan pendirian, badan pengamatan
hukum, kerahasiaan bank kegiatan
 menyimpulkan dari diskusi
keseluruhan materi kelas dan
kelompok
Komunikasi
Portofolio
 memberikan pendapat,
masukan, tanya jawab selama  Laporan
proses diskusi tertulis
 menjelaskan / kelompok
mempresentasikan hasil diskusi

56
Alokasi Sumber
Kompetensi Dasar Materi Pokok Pembelajaran Penilaian
Waktu Belajar
kelompok dalam bentuk tulisan Tes
tentang persyaratan pendirian,  Tes tertulis
badan hukum, kerahasiaan bank bentuk
uraian
dan/atau
pilihan
ganda
1.1. Mensyukuri karunia Tuhan Yang Maha Esa, atas Sumber Dana Mengamati Tugas 2 minggu Buku
pemberian amanah untuk mengelola administrasi Bank  Diberikan ilustrasi / tayangan /  mencari Siswa
keuangan entitas. gambar tentang sumber- tulisan/berit
sumber dana bank aterkait
1.2. Mengamalkan ajaran agama dalam memanfaatkan ilmu  mempelajari berbagai sumber sumber-
pengetahuan dan teknologi untuk menghasilkan bacaan tentang sumber- sumber
informasi keuangan yang mudah dipahami, relevan, sumber dana bank dana bank
andal dan dapat diperbandingkan. kemudian
Menanya didiskusikan
2.1. Memiliki motivasi internal dan menunjukkan rasa ingin  berdiskusi untuk mendapatkan  membuat
tahu dalam menemukan dan memahami pengetahuan klarifikasi tentang sumber- notula
dasar tentang ilmu yang dipelajarinya sumber dana bank diskusi
2.2. Menunjukkan perilaku ilmiah (disiplin, jujur, teliti, kelompok
tanggung jawab, obyektif, kritis, kreatif, inovatif, santun, Mengeskplorasi  merangkum
peduli dan ramah lingkungan) dalam melakukan  mengumpulkan berbagai hasil diskusi
pekerjaan sebagai bagian dari sikap ilmiah informasi tentang sumber- secara
2.3. Menghargai kerja individu dan kelompok dalam sumber dana bank kelompok
pembelajaran sehari-hari sebagai wujud implementasi
sikap kerja Asosiasi
3.9. Menjelaskan sumber-sumber dana bank yang berasal  menguraikan kembali informasi Observasi
dari bank itu sendiri, masyarakat luas dan dari lembaga yang diperoleh tentang  Ceklist
lainnya sumber-sumber dana bank lembar
4.9. Mengidentifikasi sumber-sumber dana bank  menyimpulkan dari pengamatan
keseluruhan materi kegiatan
diskusi
Komunikasi

57
Alokasi Sumber
Kompetensi Dasar Materi Pokok Pembelajaran Penilaian
Waktu Belajar
 memberikan pendapat, kelas dan
masukan, tanya jawab selama kelompok
proses diskusi
 menjelaskan / Portofolio
mempresentasikan hasil diskusi  Laporan
kelompok dalam bentuk tulisan tertulis
tentang sumber-sumber dana kelompok
bank
Tes
 Tes tertulis
bentuk
uraian
dan/atau
pilihan
ganda

1.1. Mensyukuri karunia Tuhan Yang Maha Esa, atas Simpanan Giro Mengamati Tugas 2 minggu Buku
pemberian amanah untuk mengelola administrasi  Diberikan ilustrasi/ tayangan/  diskusi Siswa
- Pengertian gambar tentang simpanan giro kelompok
keuangan entitas.
simpanan giro  mempelajari berbagai sumber  membuat
1.2. Mengamalkan ajaran agama dalam memanfaatkan ilmu - Cek bacaan tentang simpanan giro notula
pengetahuan dan teknologi untuk menghasilkan - Bilyet Giro
 merangkum
informasi keuangan yang mudah dipahami, relevan, - Menghitung jasa Menanya hasil diskusi
andal dan dapat diperbandingkan. giro
kelompok

58
Alokasi Sumber
Kompetensi Dasar Materi Pokok Pembelajaran Penilaian
Waktu Belajar
2.1. Memiliki motivasi internal dan menunjukkan rasa ingin  berdiskusi untuk mendapatkan
tahu dalam menemukan dan memahami pengetahuan klarifikasi tentang simpanan
dasar tentang ilmu yang dipelajarinya giro Observasi
2.2. Menunjukkan perilaku ilmiah (disiplin, jujur, teliti,  Ceklist
tanggung jawab, obyektif, kritis, kreatif, inovatif, santun, Mengeskplorasi lembar
peduli dan ramah lingkungan) dalam melakukan  mengumpulkan berbagai pengamata
pekerjaan sebagai bagian dari sikap ilmiah informasi tentang simpanan n kegiatan
2.3. Menghargai kerja individu dan kelompok dalam giro dan cara menghitung jasa diskusi
pembelajaran sehari-hari sebagai wujud implementasi giro kelas dan
sikap kerja kelompok
3.10. Menjelaskan pengertian simpanan giro, sarana Asosiasi
penarikan giro berupa cek dan bilyet giro  menguraikan kembali informasi Portofolio
4.10. Menghitung jasa giro yang diperoleh tentang  Laporan
simpanan giro dan cara tertulis
menghitung jasa giro kelompok
 menyimpulkan dari keseluruhan
materi Tes
 Tes tertulis
Komunikasi bentuk
 memberikan pendapat, uraian
masukan, tanya jawab selama dan/atau
proses diskusi pilihan
 menjelaskan/mempresentasika ganda
n hasil diskusi kelompok dalam
bentuk tulisan tentang
simpanan giro dan cara
menghitung jasa giro
1.1. Mensyukuri karunia Tuhan Yang Maha Esa, atas Simpanan Mengamati Tugas 2 minggu Buku
pemberian amanah untuk mengelola administrasi Tabungan  Diberikan ilustrasi/ tayangan/  diskusi Siswa
keuangan entitas. gambar tentang simpanan kelompok
- Pengertian tabungan  membuat
1.2. Mengamalkan ajaran agama dalam memanfaatkan ilmu simpanan notula
pengetahuan dan teknologi untuk menghasilkan tabungan

59
Alokasi Sumber
Kompetensi Dasar Materi Pokok Pembelajaran Penilaian
Waktu Belajar
informasi keuangan yang mudah dipahami, relevan, - Persyaratan  mempelajari berbagai sumber  merangkum
andal dan dapat diperbandingkan. simpanan bacaan tentang simpanan hasil diskusi
tabungan tabungan kelompok
2.1. Memiliki motivasi internal dan menunjukkan rasa ingin - Menghitung
tahu dalam menemukan dan memahami pengetahuan bunga tabungan Menanya
dasar tentang ilmu yang dipelajarinya  berdiskusi untuk mendapatkan Observasi
2.2. Menunjukkan perilaku ilmiah (disiplin, jujur, teliti, klarifikasi tentang simpanan  Ceklist
tanggung jawab, obyektif, kritis, kreatif, inovatif, santun, tabungan lembar
peduli dan ramah lingkungan) dalam melakukan pengamata
pekerjaan sebagai bagian dari sikap ilmiah Mengeskplorasi n kegiatan
2.3. Menghargai kerja individu dan kelompok dalam  mengumpulkan berbagai diskusi
pembelajaran sehari-hari sebagai wujud implementasi informasi tentang simpanan kelas dan
sikap kerja tabungan dan cara menghitung kelompok
3.11. Menjelaskan pengertian dan sarana penarikan bunga tabungan
simpanan tabungan, serta persyaratan bagi penabung Portofolio
4.11. Menghitung bunga tabungan Asosiasi  Laporan
 menguraikan kembali informasi tertulis
yang diperoleh tentang kelompok
simpanan tabungan dan cara
menghitung bunga tabungan Tes
 menyimpulkan dari keseluruhan  Tes tertulis
materi bentuk
uraian
Komunikasi dan/atau
 memberikan pendapat, pilihan
masukan, tanya jawab selama ganda
proses diskusi
 menjelaskan/mempresentasika
n hasil diskusi kelompok dalam
bentuk tulisan tentang
simpanan tabungan dan cara
menghitung bunga tabungan

60
Alokasi Sumber
Kompetensi Dasar Materi Pokok Pembelajaran Penilaian
Waktu Belajar
1.1. Mensyukuri karunia Tuhan Yang Maha Esa, atas Simpanan Mengamati Tugas 2 minggu Buku
pemberian amanah untuk mengelola administrasi Deposito  Diberikan ilustrasi/ tayangan/  diskusi Siswa
keuangan entitas. gambar tentang simpanan kelompok
- Pengertian deposito  membuat
1.2. Mengamalkan ajaran agama dalam memanfaatkan ilmu simpanan  mempelajari berbagai sumber notula
pengetahuan dan teknologi untuk menghasilkan deposito bacaan tentang simpanan  merangkum
informasi keuangan yang mudah dipahami, relevan, - Jenis-jenis deposito hasil diskusi
andal dan dapat diperbandingkan. simpanan kelompok
deposito Menanya
2.1. Memiliki motivasi internal dan menunjukkan rasa ingin - Menghitung  berdiskusi untuk mendapatkan
tahu dalam menemukan dan memahami pengetahuan bunga deposito klarifikasi tentang simpanan Observasi
dasar tentang ilmu yang dipelajarinya deposito  Ceklist
2.2. Menunjukkan perilaku ilmiah (disiplin, jujur, teliti, lembar
tanggung jawab, obyektif, kritis, kreatif, inovatif, santun, Mengeskplorasi pengamata
peduli dan ramah lingkungan) dalam melakukan  mengumpulkan berbagai n kegiatan
pekerjaan sebagai bagian dari sikap ilmiah informasi tentang simpanan diskusi
2.3. Menghargai kerja individu dan kelompok dalam tabungan dan cara menghitung kelas dan
pembelajaran sehari-hari sebagai wujud implementasi bunga deposito kelompok
sikap kerja
3.12. Menjelaskan pengertian dan jenis-jenis simpanan Asosiasi Portofolio
deposito  menguraikan kembali informasi  Laporan
4.12. Menghitung jasa bunga deposito yang diperoleh tentang tertulis
simpanan tabungan dan cara kelompok
menghitung bunga deposito
 menyimpulkan dari keseluruhan Tes
materi  Tes tertulis
bentuk
Komunikasi uraian
 memberikan pendapat, dan/atau
masukan, tanya jawab selama pilihan
proses diskusi ganda
 menjelaskan/mempresentasika
n hasil diskusi kelompok dalam

61
Alokasi Sumber
Kompetensi Dasar Materi Pokok Pembelajaran Penilaian
Waktu Belajar
bentuk tulisan tentang
simpanan tabungan dan cara
menghitung bunga deposito
1.1. Mensyukuri karunia Tuhan Yang Maha Esa, atas Jasa Bank Mengamati Tugas 4 minggu Buku
pemberian amanah untuk mengelola administrasi Lainnya  Membaca buku teks maupun  diskusi Siswa
keuangan entitas. sumber lain tentang jenis-jenis kelompok
- Transfer jasa bank lainnya (transfer, LC,  membuat
1.2. Mengamalkan ajaran agama dalam memanfaatkan ilmu - Letter of Credit Safe Deposit Box, Inkaso, Bank notula
pengetahuan dan teknologi untuk menghasilkan - Safe Deposit Box garansi, Payment point)  Merangkum
informasi keuangan yang mudah dipahami, relevan, - Inkaso hasil diskusi
andal dan dapat diperbandingkan. - Bank garansi Menanya secara
- Payment point  Megajukan pertanyaan untuk kelompok
2.1. Memiliki motivasi internal dan menunjukkan rasa ingin mendapatkan klarifikasi tentang
tahu dalam menemukan dan memahami pengetahuan jenis-jenis jasa bank lainnya
dasar tentang ilmu yang dipelajarinya (transfer, LC, Safe Deposit Box, Observasi
2.2. Menunjukkan perilaku ilmiah (disiplin, jujur, teliti, Inkaso, Bank garansi, Payment  Ceklist
tanggung jawab, obyektif, kritis, kreatif, inovatif, santun, point) lembar
peduli dan ramah lingkungan) dalam melakukan pengamata
pekerjaan sebagai bagian dari sikap ilmiah Mengeskplorasi n kegiatan
2.3. Menghargai kerja individu dan kelompok dalam  mengumpulkan data dan diskusi
pembelajaran sehari-hari sebagai wujud implementasi informasi tentang jenis-jenis jasa kelas dan
sikap kerja bank lainnya (transfer, LC, Safe kelompok
3.13. Menjelaskan pengertian dan jenis-jenis jasa bank Deposit Box, Inkaso, Bank
lainnya (transfer, LC, Safe Deposit Box, Inkaso, Bank garansi, Payment point) Portofolio
garansi, Payment point)  Laporan
4.13. Mengidentifikasi jasa bank lainnya Asosiasi tertulis
 menganalisis dan menyimpulkan kelompok
informasi/data tentang jenis-jenis
jasa bank lainnya (transfer, LC, Tes
Safe Deposit Box, Inkaso, Bank  Tes tertulis
garansi, Payment point) bentuk
uraian
Komunikasi dan/atau

62
Alokasi Sumber
Kompetensi Dasar Materi Pokok Pembelajaran Penilaian
Waktu Belajar
 Menyampaikan laporan tentang pilihan
jenis-jenis jasa bank lainnya ganda
(transfer, LC, Safe Deposit Box,
Inkaso, Bank garansi, Payment
point) dan mempresentasikannya
dalam bentuk tulisan dan lisan
1.1. Mensyukuri karunia Tuhan Yang Maha Esa, atas Lalu lintas Mengamati Tugas 2 minggu Buku
pemberian amanah untuk mengelola administrasi PembayaranTran  Membaca buku teks maupun  diskusi Siswa
keuangan entitas. saksi sumber lain tentang lalu lintas kelompok
pembayaran transaksi  membuat
1.2. Mengamalkan ajaran agama dalam memanfaatkan ilmu notula
pengetahuan dan teknologi untuk menghasilkan Menanya  Merangkum
informasi keuangan yang mudah dipahami, relevan,  Megajukan pertanyaan untuk hasil diskusi
andal dan dapat diperbandingkan. mendapatkan klarifikasi tentang secara
lalu lintas pembayaran transaksi kelompok
2.1. Memiliki motivasi internal dan menunjukkan rasa ingin
tahu dalam menemukan dan memahami pengetahuan Mengeskplorasi
dasar tentang ilmu yang dipelajarinya  mengumpulkan data dan Observasi
2.2. Menunjukkan perilaku ilmiah (disiplin, jujur, teliti, informasi tentang lalu lintas  Ceklist
tanggung jawab, obyektif, kritis, kreatif, inovatif, santun, pembayaran transaksi lembar
peduli dan ramah lingkungan) dalam melakukan pengamata
pekerjaan sebagai bagian dari sikap ilmiah Asosiasi n kegiatan
2.3. Menghargai kerja individu dan kelompok dalam  menganalisis dan menyimpulkan diskusi
pembelajaran sehari-hari sebagai wujud implementasi informasi/data tentang lalu lintas kelas dan
sikap kerja pembayaran transaksi kelompok
3.14. Menjelaskan lalu lintas pembayaran transaksi
4.14. Mengidentifikasi jenis lalu lintas pembayaran transaksi Komunikasi Portofolio
 Menyampaikan laporan tentang  Laporan
lalu lintas pembayaran transaksi tertulis
dan mempresentasikannya dalam kelompok
bentuk tulisan dan lisan
Tes

63
Alokasi Sumber
Kompetensi Dasar Materi Pokok Pembelajaran Penilaian
Waktu Belajar
 Tes tertulis
bentuk
uraian
dan/atau
pilihan
ganda
1.1. Mensyukuri karunia Tuhan Yang Maha Esa, atas Kartu Kredit Mengamati Tugas 2 minggu Buku
pemberian amanah untuk mengelola administrasi  Membaca buku teks maupun  diskusi Siswa
- pengertian kartu sumber lain tentang pengertian, kelompok
keuangan entitas.
kredit jenis dan fungsi kartu kredit  membuat
1.2. Mengamalkan ajaran agama dalam memanfaatkan ilmu - Jenis-jenis kartu notula
pengetahuan dan teknologi untuk menghasilkan kredit Menanya  Merangkum
informasi keuangan yang mudah dipahami, relevan, - Fungsi kartu  Megajukan pertanyaan untuk hasil diskusi
andal dan dapat diperbandingkan. kredit mendapatkan klarifikasi tentang secara
pengertian, jenis dan fungsi kartu kelompok
2.1. Memiliki motivasi internal dan menunjukkan rasa ingin kredit
tahu dalam menemukan dan memahami pengetahuan
dasar tentang ilmu yang dipelajarinya Mengeskplorasi Observasi
2.2. Menunjukkan perilaku ilmiah (disiplin, jujur, teliti,  mengumpulkan data dan  Ceklist
tanggung jawab, obyektif, kritis, kreatif, inovatif, santun, informasi tentang pengertian, lembar
peduli dan ramah lingkungan) dalam melakukan jenis dan fungsi kartu kredit pengamata
pekerjaan sebagai bagian dari sikap ilmiah n kegiatan
2.3. Menghargai kerja individu dan kelompok dalam Asosiasi diskusi
pembelajaran sehari-hari sebagai wujud implementasi  menganalisis dan menyimpulkan kelas dan
sikap kerja informasi/data tentang kelompok
3.15. Menjelaskan pengertian, jenis dan fungsi kartu kredit pengertian, jenis dan fungsi kartu
4.15. Mengidentifikasi jenis-jenis kartu kredit kredit Portofolio
 Laporan
Komunikasi tertulis
 Menyampaikan laporan tentang kelompok
pengertian, jenis dan fungsi kartu
kredit dan mempresentasikannya Tes
dalam bentuk tulisan dan lisan

64
Alokasi Sumber
Kompetensi Dasar Materi Pokok Pembelajaran Penilaian
Waktu Belajar
 Tes tertulis
bentuk
uraian
dan/atau
pilihan
ganda
1.1. Mensyukuri karunia Tuhan Yang Maha Esa, atas Kredit Bank Mengamati Tugas 2 minggu Buku
pemberian amanah untuk mengelola administrasi  mempelajari berbagai sumber  Diskusi Siswa
- pengertian kredit bacaan tentang pengertian, kelompok
keuangan entitas.
bank unsur-unsur, tujuan, fungsi, dan  Membuat
1.2. Mengamalkan ajaran agama dalam memanfaatkan ilmu - unsur-unsur jenis-jenis kredit notula
pengetahuan dan teknologi untuk menghasilkan kredit bank
 Merangkum
informasi keuangan yang mudah dipahami, relevan, - tujuan kredit Menanya hasil diskusi
andal dan dapat diperbandingkan. bank  berdiskusi untuk mendapatkan kelompok
- fungsi kredit klarifikasi tentang pengertian,
2.1. Memiliki motivasi internal dan menunjukkan rasa ingin bank unsur-unsur, tujuan, fungsi, dan
tahu dalam menemukan dan memahami pengetahuan - jenis kredit bank jenis-jenis kredit Observasi
dasar tentang ilmu yang dipelajarinya  Ceklist
2.2. Menunjukkan perilaku ilmiah (disiplin, jujur, teliti, Mengeskplorasi lembar
tanggung jawab, obyektif, kritis, kreatif, inovatif, santun,  mengumpulkan berbagai pengamatan
peduli dan ramah lingkungan) dalam melakukan informasi tentang pengertian, kegiatan
pekerjaan sebagai bagian dari sikap ilmiah unsur-unsur, tujuan, fungsi, dan diskusi
2.3. Menghargai kerja individu dan kelompok dalam jenis-jenis kredit kelas dan
pembelajaran sehari-hari sebagai wujud implementasi kelompok
sikap kerja Asosiasi
3.16. Menjelaskan pengertian, unsur-unsur, tujuan, fungsi  menguraikan kembali informasi
dan jenis kredit bank yang diperoleh tentang Portofolio
4.16. Mengidentifikasi fungsi kredit bank pengertian, unsur-unsur,  Laporan
tujuan, fungsi, dan jenis-jenis tertulis
kredit kelompok
 menyimpulkan dari
keseluruhan materi Tes

65
Alokasi Sumber
Kompetensi Dasar Materi Pokok Pembelajaran Penilaian
Waktu Belajar
Komunikasi  Tes tertulis
 memberikan pendapat, bentuk
masukan, tanya jawab selama uraian
proses diskusi dan/atau
 menjelaskan/ pilihan
mempresentasikan hasil ganda
diskusi dalam bentuk tulisan
tentang pengertian, unsur-
unsur, tujuan, fungsi, dan jenis-
jenis kredit

Mengetahui, Semarang, Agustus 2016


Guru Pamong Praktikan

Rahminingsih R.P S.Pd, M.M Cahya Purnomo


NIP. 19630324 199103 2 005 NIM. 7101413010

66
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Satuan Pendidikan : SMK Negeri 9 Semarang


Mata Pelajaran : Akuntansi Perbankan
Kelas/Semester : X/ I
Materi : Dasar-Dasar Perbankan
Materi Pokok : Bank dan Kantor Bank
Alokasi Waktu : 4 pertemuan (8 X 45 menit)

A. Kompetensi Inti
A. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
B. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli
(gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktifdan
menunjukan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam
berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam
menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
C. Memahami dan menerapkan pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan
metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi,
seni, budaya, dan humaniora dalam wawasan kemanusiaan, kebangsaan,
kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian dalam
bidangkerja yang spesifik untuk memecahkan masalah.
D. Mengolah, menyaji, dan menalar dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait
dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, bertindak
secara efektif dan kreatif, dan mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah
pengawasan langsung.
B. Kompetensi Dasar
3.5 Menjelaskan jenis-jenis bank dan kantor bank yang ada di Indonesia
4.5 Mengidentifikasi kriteria masing-masing jenis bank dan kantor bank
C. Indikator Pencapian Kompetensi
3.5.1 Menjelaskan jenis-jenis bank di Indonesia
3.5.2 Menjelaskan kantor bank di Indonesia
4.5.1 Terampil mengidentifikasi kriteria jenis bank dan kantornya
4.5.2 Terampil menyajikan kriteria jenis bank dan kantornya

67
D. Tujuan Pembelajaran
1. Dari pembelajaran yang diperoleh, siswa dapat menjelaskan jenis-jenis bank di
Indonesia dengan benar, jujur dan santun
2. Dari pembelajaran yang diperoleh, siswa dapat menjelaskan kantor bank dengan
benar, jujur, dan santun
3. Dari pembelajaran yang diperoleh, siswa terampil membedakan jenis bank dan
kantornya dengan santun, baik dan benar
4. Dari pembelajaran yang diperoleh, siswa terampil menyajikan perbedaan jenis
bank dan kantornya dengan santun, baik, dan benar
E. Materi Pembelajaran
1. Jenis bank berdasarkan fungsinya
2. Jenis bank berdasarkan kepemilikannya
3. Jenis bank berdasarkan statusnya
4. Jenis bank berdasarkan cara menentukan harga
5. Jenis- jenis kantor bank
F. Pendekatan, Model, dan Metode
1. Pendekatan pembelajaran : Scientific
2. Model Pembelajaran : Inquiry
3. Metode Pembelajaran : Diskusi, Ceramah, Tanya jawab, Make a Match
G. Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan Pertama (90 menit)
Alokasi
Kegiatan Deskripsi kegiatan
Waktu

Pendahuluan 1) Guru memberikan salam pembuka 5 menit


2) Guru mengecek kehadiran peserta didik dan
memberikan motivasi agar peserta didik lebih
bersemangat belajar.
3) Siswa menjawab pertanyaan dari guru
berhubungan dengan kondisi dan pembelajaran
sebelumnya.
4) Siswa menerima informasi tentang tema
pembelajaran, tujuan pembelajaran.

68
5) Siswa menerima informasi kompetensi, cakupan
materi, manfaat, dan langkah pembelajaran yang
akan dilaksanakan.
Inti Mengamati 65 menit
1) Peserta didik memperhatikan dan
mendengarkan kelompok penyaji materi jenis-
jenis bank dan kantor bank
2) Peserta didik mencatat hal-hal yang belum
mengerti terhadap materi yang disajikan
kelompok penyaji
Menanya dan Menalar
3) Siswa merumuskan pertanyaan jenis-jenis bank
dan kantor bank
4) Siswa mengumpulkan informasi untuk
menjawab sementara tentang pertanyaan yang
telah dibuat.
Mengumpulkan informasi
5) Siswa menganalisis informasi/ data yang telah
dikumpulkan dengan teman sekelompok untuk
menyimpulkan tentang materi yang disajikan
dengan bahasa sendiri.
Mengkomunikasikan
6) Siswa bertanya kepada kelompok penyaji hal-
hal yang belum dimengerti dalam penyajian
7) Kelompok penyaji menjawab pertanyaan dari
penanya
8) Guru menambahkan penjelasan penyaji apabila
dirasa siswa kurang jelas
Penutup 1) Guru bersama siswa membuat kesimpulan 10 menit
tentang materi yang dipelajari
2) Siswa mendengarkan umpan balik dan
penguatan dari guru tentang materi yang
dipelajari

69
3) Siswa menyimak informasi mengenai rencana
tindak lanjut pembelajaran.
4) Guru memberikan tugas kepada siswa untuk
dikerjakan di rumah
5) salam penutup.
Pertemuan Kedua (90 menit)
Alokasi
Kegiatan Deskripsi kegiatan
Waktu

Pendahuluan 1) Guru memberikan salam pembuka 5 menit


2) Guru mengecek kehadiran peserta didik dan
memberikan motivasi agar peserta didik lebih
bersemangat belajar.
3) Siswa menjawab pertanyaan dari guru
berhubungan dengan kondisi dan pembelajaran
sebelumnya.
4) Siswa menerima informasi tentang tema
pembelajaran, tujuan pembelajaran.
5) Siswa menerima informasi kompetensi, cakupan
materi, manfaat, dan langkah pembelajaran yang
akan dilaksanakan.
Inti Mengamati 65 menit
6) Peserta didik membaca materi jenis-jenis bank
dan kantor bank
7) Peserta didik mencatat hal-hal yang belum
mengerti terhadap materi yang dibaca
Menanya dan Menalar
8) Siswa merumuskan pertanyaan jenis-jenis bank
dan kantor bank
9) Siswa mengumpulkan informasi untuk
menjawab sementara tentang pertanyaan yang
telah dibuat
Mengumpulkan informasi

70
10) Siswa menganalisis informasi/ data yang telah
dikumpulkan dengan teman sekelompok untuk
menyimpulkan tentang materi yang disajikan
dengan bahasa sendiri.
Mengkomunikasikan
11) Guru menyiapkan beberapa kartu yang berisi
beberapa konsep atau topik yang cocok untuk
sesi review, sebaliknya satu bagian kartu soal
dan bagian lainnya kartu jawaban
12) Setiap siswa mendapat satu buah kartu
13) Tiap siswa memikirkan jawaban/soal dari
kartu yang dipegang
14) Setiap siswa mencari pasangan yang
mempunyai kartu yang cocok dengan kartunya
(soal jawaban)
15) Setiap siswa yang dapat mencocokkan
kartunya sebelum batas waktu diberi poin
16) Setelah satu babak kartu dikocok lagi agar tiap
siswa mendapat kartu yang berbeda dari
sebelumnya
17) Demikian seterusnya
Penutup 18) Guru bersama siswa membuat kesimpulan 11 menit
tentang materi yang dipelajari
19) Siswa mendengarkan umpan balik dan
penguatan dari guru tentang materi yang
dipelajari
20) Siswa menyimak informasi mengenai
rencana tindak lanjut pembelajaran.
21) Guru memberikan tugas kepada siswa untuk
dikerjakan dirumah
22) salam penutup.

71
Pertemuan Ketiga dan Keempat (90 menit)
Alokasi
Kegiatan Deskripsi kegiatan
Waktu

Pendahuluan 1) Guru memberikan salam pembuka dan 10 menit


mengajak berdoa bersama
2) Guru mengecek kehadiran peserta didik dan
memberikan motivasi agar peserta didik lebih
bersemangat belajar.
3) Siswa menjawab pertanyaan dari guru
berhubungan dengan kondisi dan pembelajaran
sebelumnya.
4) Siswa menerima informasi kompetensi, cakupan
materi, manfaat, dan langkah pembelajaran yang
akan dilaksanakan.
Inti Mengamati 70 menit
6) Peserta didik memperhatikan dan
mendengarkan kelompok penyaji materi
perbedaan jenis-jenis bank dan kantornya
7) Peserta didik mencatat hal-hal yang belum
mengerti terhadap materi yang disajikan
kelompok penyaji
Menanya dan Menalar
8) Siswa merumuskan pertanyaan perbedaan
jenis-jenis bank dan kantornya
9) Siswa mengumpulkan informasi untuk
menjawab sementara tentang pertanyaan yang
telah dibuat.
Mengumpulkan informasi
10) Siswa menganalisis informasi/ data yang telah
dikumpulkan dengan teman sekelompok untuk
menyimpulkan tentang materi yang disajikan
dengan bahasa sendiri.
Mengkomunikasikan

72
11) Siswa bertanya kepada kelompok penyaji hal-
hal yang belum dimengerti dalam penyajian
12) Kelompok penyaji menjawab pertanyaan dari
penanya
13) Guru menambahkan penjelasan penyaji apabila
dirasa siswa kurang jelas
Penutup 14) Guru bersama siswa membuat kesimpulan 10 menit
tentang materi yang dipelajari
15) Siswa mendengarkan umpan balik dan
penguatan dari guru tentang materi yang
dipelajari
16) Siswa menyimak informasi mengenai rencana
tindak lanjut pembelajaran.
17) Guru memberikan tugas kepada siswa untuk
dikerjakan di rumah
18) salam penutup.

H. Penilaian, Pembelajaran Remidial, dan Pengayaan


1. Penilaian
a. Teknik Penilaian

Teknik
No. Ranah Kompetensi Bentuk Penilaian
Penilaian

1. Sikap

2. Pengetahuan
3.6 Menjelaskan jenis-jenis Tes tulis Uraian
bank dan kantornya di
Indonesia
3. Ketrampilan
4.5 Mengidentifikasi kriteria Tes tulis Daftar skala 0 -
masing-masing kriteria 100
jenis bank dan kantor bank

73
b. Instrumen Penilaian
Jenis
Kompetensi Dasar Indikator Indikator Soal Soal
Soal
3.5 Menjelaskan 3.6.1 Menjelaskan 1. Siswa dapat Tulis 1. Jelaskan jenis-
jenis-jenis bank menjelaskan jenis bank
jenis-jenis
dan kantornya jenis-jenis berdasarkan
yang ada di bank bank yang ada fungsinya!
Indonesia 3.6.2 Menjelaskan di Indonesia
Tulis 2. Jelaskan jenis
2. Siswa dapat
jenis kantor kantor-kantor
menjelaskan
jenis kantor-
bank!
bank
kantor bank

Kunci Jawaban
Soal no 1
a. Bank Sentral
Bank Sentral adalah lembaga negara yang mempunyai wewenang untuk mengeluarkan alat
pembayaran yang sah dari suatu negara, merumuskan dan melaksanakan kebijakan moneter,
mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran, mengatur dan mengawasi perbankan serta
menjalankan fungsi sebagai lender of the last resort
b. Bank Umum
Bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional dan atau berdasarkan prinsip syariah
yang dalam kegiatannya memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran.
c. Bank Perkreditan Rakyat (BPR)
Bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional atau berdasarkan prinsip
syariah yang dalam kegiatannya tidak memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran.

Soal 2
a. Kantor pusat
Merupakan kantor dimana semua kegiatan perencanaan sampai kepada pengawasan terdapat di
kantor ini. Setiap bank memiliki satu kantor pusat dan kantor pusat tidak melakukan kegiatan
operasional sebagaimana kantor bank lainnya, akan tetapi mengendalikan jalannya kebijaksanaan
kantor pusat terhadap cabang-cabangnya. Dapat diartikan pula bahwa kegiatan kantor pusat tidak
melayani jasa bank kepada masyarakat umum.
b. Kantor cabang penuh
Merupakan salah satu kantor cabang yang memberikan jasa bank paling lengkap. Dengan kata lain,
semua kegiatan perbankan ada di kantor cabang penuh dan biasanya kantor cabang penuh
membawahi kantor cabang pembantu.
c. Kantor cabang pembantu
Merupakan kantor cabang yang berada di bawah kantor cabang penuh dimana kegiatan jasa bank
yang dilayani hanya sebagian saja. Perubahan status dari cabang pembantu ke cabang penuh

74
Jenis
Kompetensi Dasar Indikator Indikator Soal Soal
Soal
dimungkinkan apabila memang cabang tersebut sudah memenuhi kriteria sebagai cabang penuh
dari kantor pusat.
d. Kantor kas
Merupakan kantor bank yang paling kecil dimana kegiatannya hanya meliputi teller/kasir saja.
Dengan kata lain, kantor kas hanya melakukan sebagian kecil dari kegiatan perbankan dan
berada dibawah cabang pembantu atau cabang penuh. Bahkan sekarang ini banyak kantor kas
yang melakukan pelayanan dengan mobil dan sering disebut kas keliling.

Skor penilaian
Soal 1 diberi bobot 30
Soal 2 diberi bobot 70

Pengolahan Nilai

No. Soal skor Nilai


1 30
2 70 100
Jumlah 100
Skor
KD Indikator Aspek yang dinilai
perolehan
4.6 Menidentifikasi 4.6.1 Terampil  Kemampuan menyusun ..........
kriteria jenis bank mengidentifikasi kriteria jenis bank dan
dan kantor bank kantor bank
kriteria jenis bank
dan kantor bank

Jumlah ..........

Skor
KD Indikator Aspek yang dinilai
perolehan
1) Kemampuan bertanya
4.5 Mengidentifikasi 4.5.1 Terampil ..........
2) Kemampuan
kriteria jenis menyajikan kriteria ..........
menjawab/argument
bank dan kantor jenis bank dan ..........
bank 3) Kemampuan ..........
kantor bank
masukan/saran
Rata-rata ..........
Rubrik Penilaian

Kemapuan Kemampuan
Kemapuan
No. Nama Siswa menjawab/ masukan/ Rata - rata
bertanya
argument saran

75
2. Pembelajaran Remidial dan Pengayaan
 Pembelajaran Remedial dilakukan dengan mengulang KD yang belum kompeten
 Pembelajaran Pengayaan : peserta didik diberikan pembelajaran lebih mendalam
mengenai materi yang diajarkan dan ditambah dengan materi yang relevan

I. Media, Alat dan Sumber Belajar


1. Media
a. Power Point
b. Papan tulis
c. LCD
2. Alat
a. Laptop
3. Sumber Belajar
a) Prasasti, Anita. 2013. Dasar- dasar Perbankan Kelas X Jilid 1.
b) Referensi lain dari internet

Semarang, Agustus 2016


Mengetahui,
Guru Pamong Praktikan

Rahminingsih RP, S.Pd, M.M Cahya Purnomo


NIP. 19630324 199103 2 005 NIM. 7101413010

76
PROGRAM EVALUASI
Satuan Pendidikan : SMK NEGERI 9
SEMARANG
Mata Pelajaran : DASAR-DASAR Tahun Pelajaran : 2016/2017
PERBANKAN
Kompetensi Keahlian : AKUNTANSI Kelas : XII
Kompetensi Inti
KI Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
1
KI Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan
2 pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan
sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia
KI Memahami, menerapkan, menganalisis dan mengevaluasi pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin
3 tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan
peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan
bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah
KI Mengolah, menalar, menyaji, dan mencipta dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di
4 sekolah secara mandiri serta bertindak secara efektif dan kreatif, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan
Waktu Pelaksanaan (Bulan dan Penyusun
No. Kompetensi Dasar Indikator Bentuk Evaluasi Ket.
Minggu ke-) Guru QA QC
1 3.1 Menjelaskan sistem Pengertian sistem Moneter Tulis (PG/Uraian) Agustus 2016 
moneter dan sejarah Menjelaskan sistem Minggu ke-2
perbankan di moneter di Indonesia
Indonesia Menejelaskan pengertian
bank
Menjelaskan sejarah
perbankan di Indonesia
Menjelaskan sejarah bank
pemerintah

77
4.1 Mengidentifikasi Terampil mengidentifikasi Presentasi/Portofolio
Pasar Uang di pelaku pasar uang di
Indonesia Indonesia
Terampil menyajikan
pelaku pasar uang di
Indonesia
2 3.2 Menjelaskan sejarah, Menjelaskan sejarah adanya Tulis (PG/Uraian) Agustus 2016 
pengertian, kriteria, uang. Minggu ke-3
fungsi dan jenis-jenis Menjelaskan pengertian
uang uang.
Menjelaskan kriteria uang.
Menjelaskan fungsi uang.
Mengidentifikasi jenis-
jenis uang.
4.2 Mengevaluasi Terampil mengevaluasi Presentasi/Portofolio
kendala-kendala kendala-kendala sistem
sistem barter barter
Terampil menyajikan
evaluasi kendala-kendala
sistem barter
3 3.3 Menjelaskan Mendefinisikan pengertian Tulis (PG/Uraian) Agustus 2016
pengertian dan jenis lembaga keuangan Minggu ke-4
lembaga keuangan
Menjelaskan jenis-jenis
lembaga keuangan
4.3 Membedakan lembaga Terampil membedakan Presentasi/Portofolio
keuangan bank dan lembaga keuangan bank
non bank dan non bank
Terampil menyajikan
perbedaan lembaga
keuangan bank dan non
bank

78
4 3.4 Menjelaskan kegiatan, Menjelaskan kegiatan Tulis (PG/Uraian) September 2016    
fungsi, dan cara bank perbankan Minggu ke-1
mendapatkan Menjelaskan fungsi bank
keuntungan
Menjelaskan cara bank
mendapatkan keuntungan
4.4 Mengidentifikasi Terampil mengidentifikasi Presentasi/Portofolio
fungsi bank sebagai fungsi bank sebagai
perantara keuangan perantara keuangan
Terampil menyajikan
fungsi bank sebagai
perantara keuangan
5 3.5 Menjelaskan jenis- Menjelaskan jenis-jenis Tulis (PG/Uraian) September 2016 
jenis bank dan kantor bank di Indonesia Minggu ke-3
bank yang ada di Menjelaskan kantor bank di
Indonesia Indonesia
4.5 Mengidentifikasi Terampil mengidentifikasi Presentasi/Portofolio
kriteria masing- kriteria jenis bank dan
masing jenis bank dan kantornya
kantor bank Terampil menyajikan
kriteria jenis bank dan
kantornya
6 3.6 Menjelaskan kegiatan Menjelaskan kegiatan bank Tulis (PG/Uraian) Oktober 2016 
bank dalam umum Minggu ke-2
menghimpun dana, Menjelaskan kegiatan bank
menyalurkan dana dan dalam menghimpun dana.
memberikan jasa
lainnya Menjelaskan kegiatan bank
dalam menyalurkan dana.
Menjelaskan kegiatan bank
dalam memberikan jasa
lainnya.

79
4.6 Mengidentifikasi Terampil dalam Presentasi/Portofolio
kegiatan operasional mengidentifikasi kegiatan
banl operasional bank
Terampil menyajikan
kegiatan operasional bank
7 3.7 Menjelaskan kegiatan Menjelaskan BPR dalam Tulis (PG/Uraian) Oktober 2016    
bank perkreditan menghimpun dana ( Minggu ke-3
rakyat, bank funding)
campuran dan bank Menjelaskan BPR dalam
asing. dalam menyalurkan dana
(lending).
Menjelaskan kegiatan bank
campuran dan bank asing
dalam menyalurkan dana
(lending)
Menjelaskan kegiatan bank
campuran dan bank asing
dalam jasa bank lainnya (
services)
4.7 Membedakan kegiatan Terampil membedakan Presentasi/Portofolio
bank umum dan bank bank umum dan BPR
BPR Terampil mnyajikan
perbedaan bank umum dan
BPR
8 3.8 Menjelaskan Menjelaskan persyaratan Tulis (PG/Uraian) November 2016    
persyaratan pendirian pendirian bank Minggu ke-1
bank, bentuk badan Menjelaskan bentuk hukum
hukum bank, bank
kerahasiaan bank dan Menjelaskan kerahasiaan
sanksi pelanggaran bank
kerahasiaan bank Menjelaskan sanksi
pelanggaran kerahasiaan
bank

80
4.8 Mengidentifikasi Terampil mengidentifikasi Presentasi/Portofolio
kerahasiaan bank kerahasiaan bank
Terampil menyajikan
kerahasiaan bank
9 3.9 Menjelaskan sumber- Menjelaskan pengertian Tulis (PG/Uraian) November 2016    
sumber dana bank sumber- sumber dana bank Minggu ke-3
Menjelaskan jenis- jenis
sumber dana bank
Menjelaskan dana yang
bersumber dari bank itu
sendiri
Menjelaskan dana yang
bersumber dari masyarakat
luas
Menjelaskan dana yang
bersumber dari sumber
lainnya
4.9 Mengidentifikasi Terampil mengidentifikasi Presentasi/Portofolio
sumber-sumber dana sumber-sumber dana bank
bank
Terampil menyajikan
sumber-sumber dana bank

Mengetahui Semarang, Agustus 2016


Guru Pamong Praktikan

Rahminingsih R.P S.Pd, M.M Cahya Purnomo


NIP 19630324 1991032 005 NIM 7101413010

81
MODUL DASAR-DASAR PERBANKAN
SMK KELAS X
Semester 1
Cahya Purnomo
SISTEM MONETER DAN PELAKU PASAR UANG DI INDONESIA

A. Sistem Moneter
1. Sistem Moneter
a. Pengertian Sistem Moneter
Yang termasuk dalam sistem moneter adalah bank-bank atau lembaga-
lembaga yang ikut menciptakan uang giral. Di Indonesia yang dapat digolongkan
ke dalam sistem moneter adalah otoritas moneter yaitu Bank Indonesia dan bank-
bank pencipta uang giral. Oleh karena itu sistem perbankan merupakan bagian
integral dari suatu sistem moneter. Otoritas moneter sebagai lembaga yang
berwenang dalam pengambilan kebijakan di bidang moneter, juga merupakan
sumber uang primer, baik bagi perbankan, masyarakat maupun pemerintah. Di
samping mengeluarkan uang kartal, otoritas moneter juga menerima simpanan giro
dari perbankan atau pemerintah. Simpanan giro tersebut bagi otoritas moneter
merupakan uang primer sedangkan bagi bank-bank uang t ersebut merupakan alat
likuid. Dalam kaitan tersebut semua bank diharuskan memiliki rekening giro pada
bank sentral dan menwajibkan setiap bank mempertahankan sejumlah tertentu
dana dalam rekening gironya tersebut di Bank Indonesia sebagai bank sentral.
Fungsi giro tersebut pada dasarnya adalah untuk memperlancar transaksi antarbank
melalui mekanisme kliring di samping sebagai alat kebijakan moneter dalam
rangka pengendalian jumlah uang beredar. Saldo minimum yang wajib dipelihara
pada bank sentral pada dasarnya merupakan pelaksanaan dari ketentuan cadangan
likuiditas wajib minimum yang dikenal sebagai statutory reserve requirement.
Ketentuan giro wajib minimum yang berlaku saat ini adalah 5% dari total dana
masyarakat yang dihimpun bank.
Sistem moneter adalah proses mengatur persediaan uang sebuah negara
untuk mencapai tujuan tertentu; seperti menahan inflasi, mencapai pekerja penuh
atau lebih sejahtera. System moneter dapat melibatkan mengeset standar bunga
pinjaman, kapitalisasi untuk bank atau bahkan bertindak sebagai peminjam usaha
terakhir atau melalui persetujuan melalui negosiasi dengan pemerintah lain.
System moneter pada dasarnya merupakan suatu kebijakan yang bertujuan
untuk mencapai keseimbangan internal ( pertumbuhan ekonomi yang tinggi,
stabilitas harga, pemerataan pembangunan ) dan keseimbangan eksternal (
keseimbangan neraca pembayaran ) serta tercapainya tujuan ekonomi makro, yakni
menjaga stabilisasi ekonomi yang dapat diukur dengan kesempatan kerja,
kestabilan harga serta neraca pembayaran internasional yang seimbang. Apabila
kestabilan dalam kegiatan perekonomian terganggu, maka sistem moneter dapat
dipakai untuk memulihkan (tindakan stabilisasi). Pengaruh sistem moneter
pertama kali akan dirasakan oleh sektor perbankan, yang kemudian ditransfer pada
sektor riil.
Sistem moneter adalah upaya untuk mencapai tingkat pertumbuhan ekonomi
yang tinggi secara berkelanjutan dengan tetap mempertahankan kestabilan harga.
Untuk mencapai tujuan tersebut Bank Sentral atau Otoritas Moneter berusaha
mengatur keseimbangan antara persediaan uang dengan persediaan barang agar
inflasi dapat terkendali, tercapai kesempatan kerja penuh dan kelancaran dalam
pasokan/distribusi barang. Sistem moneter dilakukan dengan salah satu namun
tidak terbatas pada instrumen sebagai berikut yaitu suku bunga, giro wajib
minimum, intervensi dipasar valuta asing dan sebagai tempat terakhir bagi bank-
bank untuk meminjam uang apabila mengalami kesulitan likuiditas.

83
Jadi, Sistem Moneter adalah monetary system yaitu sistem yang menetapkan
kebijakan dan tindakan-tindakan yang mempengaruhi interaksi faktor moneter
dalam suatu negara, termasuk pengawasan cadangan valuta asing; di Indonesia
otoritas sistem moneter terdiri atas Bank Indonesia, Pemerintah yang diwakili oleh
Menteri Keuangan.
b. Fungsi Pokok Otoritas Moneter
Fungsi pokok otoritas moneter diantara lain :
1. Menciptakan uang kertas dan logam
2. Menciptakan uang primer
3. Memelihara cadangan devisa nasional
4. Mengawasi sistem moneter
c. Fungsi Utama Sistem Moneter
Fungsi utama sistem moneter antara lain adalah:
1. Menyelenggarakan mekanisme lalu lintas pembayaran yang efisien sehingga
mekanisme tersebut dapat dilakukan secara cepat, akurat dan dengan biaya
yang relatif kecil.
2. Melakukan fungsi intermediasi guna mempercepat pertumbuhan ekonomi.
3. Menjaga kestabilan tingkat bunga melalui pelaksanaan kebijakan moneter.
d. Jenis-Jenis Sistem Moneter
Pengaturan jumlah uang yang beredar pada masyarakat diatur dengan cara
menambah atau mengurangi jumlah uang yang beredar. System moneter dapat
digolongkan menjadi dua, yaitu:
1. Kebijakan Moneter Kuantitatif
Kebijakan moneter dalam rangka untuk memengaruhi jumlah uang beredar
yang bersifat kuantitatif antara lain sebagai berikut.
a) Discount policy ( politik diskon )
Politik diskon artinya kebijakan untuk menaikkan atau menurunkan suku
bunga bank dalam rangka memperlancar likuiditas sehari-hari. Bank sentral
dalam menjalankan tugasnya mengawasi kegiatan bank umum, dapat
mengubah tingkat bunga yang berlaku. Jika dalam kondisi kegiatan
ekonomi masih berada di bawah tingkat kegiatan yang diharapkan, bank
sentral dapat menurunkan tingkat diskonto/suku bunga, sehingga
masyarakat melakukan pinjaman dan banyak investasi yang ada di
masyarakat. Begitu juga sebaliknya, apabila bank sentral ingin membatasi
kegiatan ekonomi, maka tingkat suku bunga perlu dinaikkan, sehingga
masyarakat/pengusaha banyak melakukan tabungan dan uang yang beredar
dapat dikurangi.
b) Open market policy (politik pasar terbuka atau operasi pasar terbuka)
Politik pasar terbuka artinya kebijakan untuk memperjualbelikan surat-
surat berharga oleh Bank Indonesia di pasar uang. Pada waktu
perekonomian mengalami resesi, maka uang yang beredar perlu diadakan
penambahan untuk mendorong kegiatan ekonomi yaitu dengan cara
membeli surat-surat berharga. Pada waktu inflasi, untuk mengurangi
kegiatan ekonomi yang berlebihan, uang yang beredar harus dikurangi
dengan cara menjual surat-surat berharga. Agar operasi pasar terbuka dapat

84
berjalan dengan baik dan berhasil sesuai yang diharapkan, yakni
pertumbuhan ekonomi yang tinggi, maka harus diciptakan keadaan
perekonomian di mana:
1) Bank umum tidak memiliki kelebihan cadangan minimum.
2) Dalam perekonomian telah tersedia cukup banyak surat-surat berharga
yang diperjualbelikan.
c) Cash Receive Ratio (politik cadangan kas atau giro wajib minimum)
Politik cadangan kas artinya kebijakan untuk menaikkan atau menurunkan
cadangan kas yang harus ada di bank-bank umum. Apabila kondisi
perekonomian terjadi kenaikan harga (inflasi), maka bank sentral dapat
menaikkan cadangan kas minimumnya sehingga uang yang beredar dapat
dikurangi. Sebaliknya jika kondisi perekonomian sedang lesu, maka
pemerintah dapat menurunkan cadangan kas minimumnya, sehingga uang
yang beredar bertambah karena banyaknya pinjaman yang diberikan
kepada masyarakat. Akibat dari naiknya cadangan kas, maka kemampuan
bank umum untuk memberikan pinjaman berkurang atau bank umum tidak
mampu memberikan pinjaman dan sekaligus dana yang menganggur di
bank semakin bertambah.
2. Kebijakan Moneter Kualitatif
Kebijakan moneter yang bersifat kualitatif meliputi politik pagu kredit dan
politik pembujukan moral.
a. Plafon credit policy ( politik pagu kredit )
Politik pagu kredit artinya kebijakan untuk memperketat atau
mempermudah dalam pemberian pinjaman kepada masyarakat. Untuk
mengatur kegiatan ekonomi agar lebih tumbuh dengan baik, maka
pemerintah (Bank Indonesia) dapat melakukan pengawasan pinjaman
secara selektif dengan tujuan untuk memastikan bahwa bank umum
memberikan pinjaman-pinjaman dan melakukan investasi-investasi sesuai
dengan yang diinginkan pemerintah. Misalnya untuk mendorong sektor
industri, maka bank sentral dapat membuat peraturan yang mengharuskan
bank umum meminjamkan sebagian dananya kepada usaha-usaha sektor
industri dengan syarat-syarat yang ringan.
b. Moral persuation policy ( politik pembujukan moral )
Politik pembujuan moral artinya Bank Indonesia menghimbau kepada
bank-bank umum untuk mempertimbangkan kondisi ekonomi secara
makro agar arus uang dapat berjalan dengan lancar. Kebijakan ini
dijalankan pemerintah dengan menetapkan hal-hal yang harus dilakukan
oleh bank umum dalam bentuk tertulis, melalui pertemuan dengan
pimpinan bank-bank tersebut. Dalam pertemuan itu bank sentral
menjelaskan kebijakankebijakan yang sedang dijalankan pemerintah dan
bantuan-bantuan yang diinginkan dari bank-bank umum untuk
mensukseskan kebijakan tersebut. Dengan melalui pembujukan moral,
bank sentral dapat meminta kepada bank umum untuk mengurangi atau

85
menambah keseluruhan jumlah pinjaman atau membuat perubahan-
perubahan pada tingkat bunga yang mereka tetapkan.
e. Tujuan Sistem Moneter
Bank Indonesia memiliki tujuan untuk mencapai dan memelihara kestabilan
nilai rupiah. Tujuan ini sebagaimana tercantum dalam UU No. 3 tahun 2004 pasal
7 tentang Bank Indonesia. Hal yang dimaksud dengan kestabilan nilai rupiah antara
lain adalah kestabilan terhadap harga-harga barang dan jasa yang tercermin pada
inflasi. Untuk mencapai tujuan tersebut, sejak tahun 2005 Bank Indonesia
menerapkan kerangka kebijakan moneter dengan inflasi sebagai sasaran utama
kebijakan moneter (Inflation Targeting Framework) dengan menganut sistem nilai
tukar yang mengambang (free floating). Peran kestabilan nilai tukar sangat penting
dalam mencapai stabilitas harga dan sistem keuangan. Oleh karenanya, Bank
Indonesia juga menjalankan kebijakan nilai tukar untuk mengurangi volatilitas
nilai tukar yang berlebihan, bukan untuk mengarahkan nilai tukar pada level
tertentu.
Dalam pelaksanaannya, Bank Indonesia memiliki kewenangan untuk
melakukan kebijakan moneter melalui penetapan sasaran-sasaran moneter (seperti
uang beredar atau suku bunga) dengan tujuan utama menjaga sasaran laju inflasi
yang ditetapkan oleh Pemerintah. Secara operasional, pengendalian sasaran-
sasaran moneter tersebut menggunakan instrumen-instrumen, antara lain operasi
pasar terbuka di pasar uang baik rupiah maupun valuta asing, penetapan tingkat
diskon, penetapan cadangan wajib minimum, dan pengaturan kredit atau
pembiayaan. Bank Indonesia juga dapat melakukan cara-cara pengendalian
moneter berdasarkan Prinsip Syariah.
2. Bank
a. Pengertian Bank
Dalam pembicaraan sehari-hari, bank dikenal sebagai lembaga keuangan
yang kegiatan utamanya menerima simpanan giro, tabungan dan deposito.
Kemudian bank juga dikenal sebagai tempat untuk meminjam uang (kredit) bagi
masyarakat yang membutuhkannya. Di samping itu, bank juga dikenal sebagai
tempat untuk menukar uang, memindahkan uang atau menerima segala macam
bentuk pembayaran dan setoran seperti pembayaran listrik, telepon, air, pajak, uang
kuliah dan pembayaran lainnya.
Menurut Undang-Undang RI Nomor 10 Tahun 1998 tanggal 10 November
1998 tentang perbankan, yang dimaksud dengan Bank adalah “badan usaha yang
menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya
kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk lainnya dalam
rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak.”
Dari pengertian diatas dapat dijelaskan secara lebih luas lagi bahwa bank
merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang keuangan artinya aktivitas
perbankan selalu berkaitan dalam bidang keuangan. Sehingga berbicara mengenai
bank tidak terlepas dari masalah keuangan.
Aktivitas perbankan yang pertama adalah menghimpun dana dari masyarakat
luas yang dikenal dengan istilah di dunia perbankan adalah kegiatan funding.

86
Pengertian menghimpun dana maksudnya adalah mengumpulkan atau mencari
dana dengan membeli dari masyarakat luas.
Pembelian dana dari masyarakat ini dilakukan oleh bank dengan cara
memasang berbagai strategi agar masyarakat mau menanamkan dananya dalam
bentuk simpanan. Jenis simpanan yang dapat dipilih oleh masyarakat adalah seperti
giro, tabungan, sertifikat deposito dan deposito berjangka.
Agar masyarakat mau menyimpan uangnya di bank, maka pihak perbankan
memberikan rangsangan berupa balas jasa yang akan diberikan kepada si
penyimpan. Balas jasa tersebut dapat berupa bunga, bagi hasil, hadiah, pelayanan
atau balas jasa lainnya. Semakin tinggi balas jasa yang diberikan, akan menambah
minat masyarakat untuk menyimpan uangnya. Oleh karena itu, pihak perbankan
harus memberikan berbagai rangsangan dan kepercayaan sehingga masyarakat
berminat untuk menanamkan dananya.
Setelah memperoleh danan dalam bentuk simpanan dari masyarakat, maka
oleh perbankan dana tersebut diputarkan kembali atau dijualkan kembali ke
masyarakat dalam bentuk pinjaman atau lebih dikenal dengan istilah kredit
(lending). Dalam pemberian kredit juga dikenakan jasa pinjaman kepada penerima
kredit (debitur) dalam bentuk bunga dan biaya administrasi. Sedangkan bagi bank
yang berdasarkan prinsip syariah dapat berdasarkan bagi hasil atau penyertaan
modal.
Besarnya bunga kredit sangat dipengaruhi oleh besarnya bunga simpanan.
Semakin besar atau semakin mahal bunga simpanan, maka semakin besar pula
bunga pinjaman dan demikian pula sebaliknya. Di samping bunga simpanan
pengaruh besar kecilnya bunga pinjaman juga dipengaruhi oleh keuntungan yang
diambil, biaya operasi yang dikeluarkan, cadangan risiko kredit macet, pajak serta
lainnya. Jadi dapat disimpulkan bahwa kegiatan menghimpun dana (funding) dan
menyalurkan dana (lending) ini merupakan kegiatan utama perbankan.
Keuntungan utama dari bisnis perbankan yang berdasarkan prinsip
konvensional diperoleh dari selisih bunga simpanan yang diberikan kepada
penyimpan dengan bunga pinjaman atau kredit yang disalurkan. Keuntungan dari
selisih bunga ini di bank dikenal dengan istilah spread based. Apabila suatu bank
mengalami suatu kerugian dari selisih bunga, dimana suku bunga simpanan lebih
besar dari suku bunga kredit, maka istilah ini dikenal dengan nama negatif spread.
Bagi bank yang berdasarkan prinsip syariah tidak dikenai istilah bunga dalam
memberikan jasa kepada penyimpan maupun peminjam. Di bank ini jasa yang
diberikan disesuaikan dengan prinsip syariah sesuai dengan hukum Islam. Prinsip
syariah yang diterapkan oleh bank syariah sesuai dengan hukum Islam. Prinsip
syariah yag diterapkan oleh Bank Syariah adalah pembiayaan berdasarkan prinsip
bagi hasil (mudharabah), pembiayaan berdasarkan prinsip penyertaan modal
(musharakah) prinsip jual beli barang dengan memperoleh keuntungan
(murabahah) atau pembiayaan barang modal berdasarkan prinsip sewa murni tanpa
pilihan (ijarah) atau dengan adanya pilihan pemindahan kepemilikan atas barang
yang disewa dari pihak bank oleh pihak lain (ijarah wa iqtina). Sistem bank
berdasarkan prinsip syariah sebelumnya di Indonesia hanya dilakukan oleh Bank

87
Syariah seperti Bank Muamalat Indonesia dan BPR Syariah lainnya. Dewasa ini
sesuai dengan Undang-Undang Perbankan Nomor 10 Tahun 1998 yang baru bank
umum pun dapat menjalankan kegiatan usahanya berdasarkan prinsip syariah asal
sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh Bank Indonesia.
Di samping itu, perbankan juga melakukan kegiatan jasa-jasa pendukung
lainnya. Jasa-jas ini diberikan untuk mendukung kelancaran kegiatan menghimpun
dan menyalurkan dana, baik yang berhubungan langsung dengan kegiatan
simpanan dan kredit maupun tidak langsung. Jasa perbankan lainnya antara lain
meliputi:
- Jasa Pemindahan Uang (Transfer)
- Jasa Penagihan (Inkaso)
- Jasa Kliring (Clearing)
- Jasa Penjualan Mata Uang Asing (Valas)
- Jasa Safe Deposit Box
- Travellers Cheque
- Bank Card
- Bank Draft
- Letter of Credit (L/C)
- Bank Garansi dan Referensi Bank
- Serta jasa bank lainnya
Kelengkapan dari jasa yang ditawarkan sangat tergantung dari kemampuan
bank masing-masing. Dengan kata lain, semakin mampu bank tersebut, maka
semakin banyak ragam produk yang ditawarkan. Kemampuan bank dapat dilihat
dari segi permodalan, manajemen serta fasilitas yang dimilikinya.
b. Sejarah Bank
Sejarah mencatat asal mula dikenalkannya kegiatan perbankan adalah pada
zaman kerajaan tempo dulu di daratan Eropa. Kemudian usaha perbankan ini
berkembang ke Asia Barat oleh para pedagang. Perkembangan perbankan di Asia,
Afrika, dan Amerika dibawa oleh bangsa Eropa pada saat melakukan penjajahan
ke negara jajahannya baik di Asia, Afrika, maupun benua Amerika.
Usaha perbankan itu sendiri baru dimulai dari zaman Babylonia kemudian
dilanjutkan ke zaman Yunani kuno dan Romawi. Namun pada saat itu tugas utama
bank hanyalah sebagai tempat tukar menukar uang. Perkembangan dunia
perbankan berkembang seiring dengan perkembangan di dunia perdagangan.
Perkembangan perdagangan semula hanyalah di daratan Eropa akhirnya menyebar
ke Asia Barat. Bank-bank yang sudah terkenal pada saat itu di benua Eropa adalah
Bank Venesia tahun 1171, kemudian menyusul Bank of Genoa dan Bank of
Barcelona tahun 1320. Sebaliknya perkembangan perbankan di daratan inggris
baru dimulai pada abad ke-16. Namun karena Inggris yang begitu aktif mencari
daerah perdagangan yang kemudian dijajah, maka perkembangan perbankan pun
ikut dibawa ke negara jajahannya.
Sejarah perbankan di Indonesia tidak terlepas dari zaman penjajahan Hindia
Belanda. Pada saat itu terdapat beberapa bank yang memegang peranan penting di
Hindia Belanda. Bank-bank yang ada antara lain:

88
1. De Javasche NV
2. De Post Paar Bank
3. De Algemenevolks Crediet Bank
4. Nederland Handles Maatscappij (NHM)
5. Nationale Handles Bank
6. De Escompto Bank NV
Disamping itu, terdapat pula bank-bank milik pribumi, China, Jepang, dan
Eropa lainnya. Bank-bank tersebut antara lain:
1. Bank Nasional Indonesia
2. Bank Abuan Saudagar
3. NV Bank Boemi
4. The Charteredbank of India
5. The Yokohama Species Bank
6. The Matsui Bank
7. The Bank of China
8. Batavia Bank

Di zaman kemerdekaan perbankan Indonesia bertambah maju dan


berkembang lagi. Beberapa bank Belanda dinasionalisasi oleh Pemerintah
Indonesia. Bank-bank yang ada di awal zaman kemerdekaan antara lain:
1. Bank Negara Indonesia yang didirikan tanggal 5 Juli 1946 kemudian menjadi
BNI 46
2. Bank Rakyat Indonesia yang didirikan tanggal 22 Februari 1946. Bank ini
berasal dari De Algemene Volk Crediet Bank atau Syomin Ginko.
3. Bank Surakarta MAI (Maskapai Adil Makmur) tahun 1945 di Solo
4. Bank Indonesia di Palembang tahun 1946
5. Bank Dagang Indonesia di Medan tahun 1946
6. Indonesian Banking Corporation tahun 1947 di Yogyakarta, kemudian
menjadi Bank Amerta
7. NV Bank Sulawesi di Manado tahun 1946
8. Bank Dagang Indonesia NV di Banjarmasin tahun 1949
9. Kalimantan Corporation Trading di Samarinda tahun 1950 kemudian merger
dengan Bank Pasifik
10. Bank Timur NV di Semarang berganti nama menjadi Bank Gemari, kemudian
merger dengan Bank Central Asia (BCA) tahun 1949

Sejarah Bank Pemerintah


Bangsa Indonesia mengenal dunia perbankan dari bekas penjajahnya yaitu
Belanda. Oleh karena itu, sejarah perbankan pun tidak terlepas dari pengaruh
negara yang menjajahnya, baik untuk bank pemerintah maupun bank swasta
nasional. Berikut ini akan dijelaskan secara singkat sejarah bank-bank milik
pemerintah, yaitu sebagai berikut:
1. Bank Sentral

89
Bank Sentral di Indonesia adalah Bank Indonesia (BI) berdasarkan UU. Nomor 13
Tahun 1968. Kemudian ditegaskan lagi dengan Undang-undang Nomor 23 Tahun
1999. Bank ini sebelumnya berasal dari De Javasche Bank yang dinasionalisasi
tahun 1951
2. Bank Rakyat Indonesia dan Bank Ekspor Impor
Bank ini berasal dari De Algemene Vilkcrediet Bank, kemudian dilebur setelah
menjadi Bank Tunggal dengan nama Bank Nasional Indonesia (BNI) Unit II yang
bergerak di bidang rural dan eksim dipisahkan lagi menjadi:
a) Yang membidangi rural menjadi Bank Rakyat Indonesia (BRI) dengan UU No. 21
Tahun 1968
b) Yang membidangi exim dengan UU No.22 Tahun 1968 menjadi Bank Ekspor
Impor Indonesia
3. Bank Negara Indonesia 1946 (BNI)
Bank ini menjalankan fungsi BNI unit III dengan UU Nomor 17 Tahun 1968
berubah menjadi Bank Negara Indonesia 1946
4. Bank Dagang Negara (BDN)
BDN berasal dari Escompto Bank yang dinasionalisasi dengan PP Nomor 13 Tahun
1960, namun PP ini dicabut dan diganti dengan UU No. 18 Tahun 1968 menjadi
Bank Dagang Negara. BDN satu-satunya bank pemerintah yang berada di luar
Bank Negara Indonesia Unit.
5. Bank Bumi Daya (BBD)
BBD semula berasal dari Nederlansch Indische Handles Bank kemudian menjadi
Nationale Handlesbank, selanjutnya bank ini menjadi Bank Negara Indonesia Unit
IV dan berdasarkan UU no. 19 Tahun 1968 menjadi Bank Bumi Daya
6. Bank Pembangunan Indonesia (BAPINDO)
BAPINDO didirikan dengan UU No.21 Tahun 1960 yang merupakan kelanjutan
dari Bank Industri Negara (BIN) tahun 1951
7. Bank Pembangunan Daerah (BPD)
Bank ini didirikan di daerah-daerah tingkat I. dasar hukum pendiriannya adalah
UU No. 13 Tahun 1962
8. Bank Tabungan Negara (BTN)
BTN berasal dari De Post Paar Bank yang kemudian menjadi Bank tabungan Pos
tahun 1950. Selanjutnya menjadi Bank Negara Indonesia Unit V dan terakhir
menjadi Bank Tabungan Negara dengan UU No. 20 Tahun 1968
9. Bank Mandiri
Bank ini merupakan hasil dari merger antara Bank Bumi Daya (BBD), Bank
Dagang Negara (BDN), Bank Pembangunan Indonesia (BAPINDO) dan Bank
Ekspor Impor (Bank Eksim). Hasil merger keempat bank ini dilaksanakan pada
tahun 1999
c. Jenis-Jenis Bank
Bank dikenal sebagai lembaga keuangan yang kegiatan utamanya menerima
simpanan giro, tabungan, dan deposito. Kemudian bank juga dikenal sebagai
tempat untuk meminjam uang (kredit) bagi masyarakat yang membutuhkannya.
Menurut Undang-undang RI Nomor 10 Tahun 1998 tanggal 10 November 1998

90
tentang perbankan, yang dimaksud dengan bank adalah badan usaha yang
menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkan
kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk lainnya dalam
rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak. Jenis-jenis bank terdiri dari:
1. Bank Sentral
Bank Sentral di Indonesia dilaksanakan oleh Bank Indonesia dan
memegang fungsi sebagai bank sirkulasi, bank to bank dan lender of the last
resort. Biasanya pelayanan yang diberikan oleh bank Indonesia lebih banyak
kepada pihak pemerintah dan dunia perbankan. Dengan kata lain nasabah Bank
Indonesia dalam hal ini lebih banyak kepada lembaga perbankan.
Berdasarkan UU No. 23 Tahun 1999, dinyatakan secara tegas bahwa
tugas Bank Indonesia adalah mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah.
Tugas ini merupakan single objective atau tujuan tunggal. Kestabilan nilai
rupiah yang dimaksud adalah kestabilan nilai rupiah terhadap barang dan jasa
yang tercermin dari perkembangan laju inflasi serta kestabilan terhadap mata
uang negara lain.
2. Bank Umum
Bank Umum adalah bank yang dpat memberikan jasa dalam lalu lintas
pembayaran, dimana dalam pelaksanaan kegiatan usahanya dapat secara
konvensional atau berdasarkan prinsip syariah. Sebagaimana halnya tugas dan
fungsi perbankan Indonesia, bank umum juga merupakan agent of development
yang bertujuan meningkatkan pemerataan, pertumbuhan ekonomi, dan
stabilitas nasional ke arah peningkatan kesejahteraan rakyat banyak.
3. Bank Perkreditan Rakyat
Bank Perkreditan Rakyat (BPR) adalah bank yang tidak memberikan
jasa dalam lalu lintas pembayaran, yang dalam pelaksanaan kegiatan usahanya
dapat secara konvensional atau berdasarkan prinsip syariah. Bank Perkreditan
Rakyat hanya menerima simpanan dalam bentuk deposito berjangka, tabungan,
dan/atau bentuk lainnya yang dipersamakan dengan itu. Pada mulanya tugas
pokok BPR diarahkan untuk menunjang pertumbuhan dan modernisasi ekonomi
di pedesaan serta mengurangi praktek-praktek ijon, dan para pelepas uang.
Dengan semakin berkembangnya kebutuhan masyarakat, tugas BPR tidak
hanya ditujukan bagi masyarakat pedesaan, tetapi juga mencakup pemberian
jasa perbankan bagi masyarakat golongan ekonomi lemah di perkotaan.
Perbedaan jenis bank dapat dilihat dari segi fungsi bank, serta kepemilikan
bank. Dari segi fungsi bank perbedaan yang terjadi terletak pada luasnya kegiatan
atau jumlah produk yang ditawarkan maupun jangkauan wilayah operasinya.
Sedangkan kepemilikan perusahaan dilihat dari segi pelilikan sahan yang ada serta
akte pendiriannya.
Perbedaan lainnya adalah dilihat dari segi siapa nasabah yang mereka layani
apakah masyarakat luas atau masyarakat dalam lokasi tertentu (kecamatan). Jenis
perbakan juga dibagi kedalam caranya menentukan harga jual dan harga beli.
Adapaun jenis perbankan dewasa ini dapat ditinjau dari berbagai segi antara lain:
1. Dilihat dari Segi Fungsinya

91
Menurut Undang-undang Pokok Perbankan Nomor 14 Tahun 1967 jenis
perbankan menurut fungsinya terdiri dari:
a. Bank Umum
b. Bank Pembangunan
c. Bank Tabungan
d. Bank Pasar
e. Bank Desa
f. Lumbung Desa
g. Bank Pegawai
h. Dan Bank Lainnya
Namun, setelah dikeluarkan UU Pokok Perbankan Nomor 7 Tahun 1992 dan
ditegaskan lagi dengan keluarnya Undang-undang RI Nomor 10 Tahun 1998 maka
jenis perbankan terdiri dari:
a. Bank Umum
Bank Umum adalah bank yang melaksanakan kegiatan usahanya secara
konvensional dan/atau berdasarkan prinsip syariah yang dalam kegiatannya
memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran. Sifat jasa yang diberikan adalah
umum, dalam arti dapat memberikan seluruh jasa perbankan yang ada. Begitu pula
dengan wilayah operasinya dapat dilakukan di seluruh wilayah. Bank umum sering
juga disebut bank komersiil (commercial bank).
b. Bank Perkreditan Rakyat (BPR)
Bank Perkreditan Rakyat (BPR) adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha
secara konvensional atau berdasarkan prinsip syariah yang dalam kegiatannya
tidak memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran. Artinya disini BPR jauh lebih
sempit jika dibandingkan dengan kegiatan bank umum.
Dimana Bank Pembangunan dan Bank Tabungan berubah fungsi menjadi
Bank Umum, sedangkan Bank Desa, Bank Pasar, Lumbung Desa, dan Bank
Pegawai menjadi Bank Perkreditan Rakyat.
2. Dilihat dari Segi Kepemilikannya
Dilihat dari segi kepemilikan maksudnya adalah siapa saja yang memiliki
bank tersebut. Kepemilikan ini dapat dilihat dari akte pendirian dan penguasaan
saham yang dimiliki bank yang bersangkutan. Jenis bank yang dilihat dari segi
kepemilikannya tersebut adalah sebagai berikut:
a. Bank milik pemerintah
Dimana baik akte pendiriannya maupun modalnya dimiliki oleh pemerintah
sehingga seluruh keuntungan bank ini dimiliki oleh pemerintah pula. Contoh bank
milik pemerintah antara lain:
1) Bank Negara Indonesia 46 (BNI)
2) Bank Rakyat Indonesia (BRI)
3) Bank Mandiri
4) Bank Tabungan Negara (BTN)
Sedangkan bank milik pemerintah daerah (pemda) terdapat di daerah tingkat I dan
tingkat II masing-masing provinsi. Sebagai contoh:
1) BPD DKI Jakarta

92
2) BPD Jawa Barat
3) BPD Jawa Tengah
4) BPD Jawa Timur
5) BPD Sumatera Utara
6) BPD Sumatera Selatan
7) BPD Sulawesi Selatan
8) BPD lainnya
b. Bank milik swasta nasional
Bank jenis ini seluruh atau sebagian besar modalnya dimiliki oleh swasta nasional
serta akte pendiriannya pun didirikan oleh swasta, begitu pula pembagian
keuntungannya untuk keuntungan swasta pula. Contoh bank milik swasta nasional
antara lain:
1) Bank Muamalat
2) Bank Central Asia (BCA)
3) Bank Bumi Putera
4) Bank Danamon
5) Bank Duta
6) Bank Lippo
7) Bank Nusa Internasional
8) Bank Niaga
9) Bank Universal
10) Bank Internasional Indonesia
c. Bank milik koperasi
Kepemilikan saham-saham bank ini dimiliki oleh peruahaan yang berbadan hukum
koperasi. Sebagai contoh adalah Bank Umum Koperasi Indonesia
d. Bank miliki asing
Bank jenis ini merupakan cabang dari bank yang ada di luar negeri, baik milik
swasta asing atau pemerintah asing. Jelas kepemilikannya pun dimiliki oleh pihak
luar negeri. Contoh bank asing antara lain:
1) ABN AMRO Bank
2) Deutsche Bank
3) American Express Bank
4) Bank of America
5) Bank of Tokyo
6) Bangkok Bank
7) City Bank
8) European Asian Bank
9) Hongkong Bank
10) Standard Chartered Bank
11) Chase Manhattan Bank
e. Bank miliki campuran
Kepemilikan saham bank campuran dimiliki oleh pihak asing dan pihak swasta
nasional. Kepemilikan sahamnya secara mayoritas dipegang oleh warga negara
Indonesia. Contoh bank campuran antara lain:

93
1) Sumitomo Niaga Bank
2) Bank Merincorp
3) Bank Sakura Swadarma
4) Bank Finconesia
5) Mitsubishi Buana Bank
6) Inter Pacifik Bank
7) Paribas BBD Indonesia
8) Ing Bank
9) Sanwa Indonesia Bank
10) Bank PDFCI
3. Dilihat dari Segi Status
Dilihat dari segi kemampuannya melayani masyarakat, maka bank umum
dapat dibagi kedalam dua macam. Pembagian jenis ini disebut juga dengan
pembagian berdasarkan kedudukan atau status bank tersebut. Kedudukan atau
status ini menunjukkan ukuran kemampuan bank dalam melayani masyarakat baik
dari segi jumlah produk, modal, maupun kualitas pelayanannya. Oleh karena itu
untuk memperoleh status tersebut diperlukan penilaian-penilaian dengan kriteria
tertentu. Status bank yang dimaksud adalah sebagai berikut:
a. Bank Devisa
Merupakan bank yang dapat melaksanakan transaksi ke luar negeri atau yang
berhubungan dengan mata uang asing secara keseluruhan, misalnya transfer ke luar
negeri, inkaso keluar negeri, travellers cheque, pembukaan dan pembayaran letter
of credit, dan transaksi lainnya. Persyaratan untuk menjadi bank devisa ini
ditentukan oleh Bank Indonesia
b. Bank Non Devisa
Merupakan bank yang belum mempunyai izin untuk melaksanakan transaksi
sebagai bank devisa sehingga tidak dapat melaksanakan transaksi seperti halnya
bank devisa. Jadi bank non devisa merupakan kebalikan daripada bank devisa,
dimana transaksi yang dilakukan masih dalam batas-batas negara.
4. Dilihat dari Segi Cara Menentukan Harga
Jenis bank jika dilihat dari segi atau caranya menentukan harga baik harga
jual maupun harga beli terbagi kedalam dua kelompok.
a. Bank yang berdasarkan prinsip konvensional
Mayoritas bank yang berkembang di Indonesia dewasa ini adalah bank yang
berorientasi pada prinsip konvensional. Hal ini tidak lepas dari sejarah bangsa
Indonesia dimana asal mula bank di Indonesia dibawa oleh Belanda.
Dalam mencari keuntungan dan menetapkan harga kepada para nasabahnya, bank
yang berdasarkan prinsip konvensional menggunakan dua metode yaitu:
1) Menetapkan bunga sebagai harga, baik untuk produk simpanan seperti giro,
tabungan maupun deposito. Demikian pula untuk harga produk pinajamnnya
(kredit) juga ditentukan berdasarkan tingkat suku bunga tertentu. Penentuan harga
ini dikenal dengan istilah spread based. Apabila suku bunga simpanan lebih tinggi
dari suku bunga pinjaman maka dikenal dengan nama negative spread. Hal ini telah
terjadi di akhir tahun 1998 dan sepanjang tahun 1999.

94
2) Untuk jasa-jasa bank lainnya pihak perbankan barat menggunakan atau me-
nerapkan berbagai biaya-biaya dalam nominal atau presentase tertentu. Sistem
pengenaan biaya ini dikenal dengan istilah fee based.
b. Bank yang berdasarkan prinsip syariah
Bank berdasarkan prinsip syariah belum lama berkembang di Indonesia. Namun,
di luar negeri terutama di Timur Tengah bank yang berdasarkan prinsip syariah
sudah berkembang sejak lama.
Bagi bank yang berdasarkan prinsip syariah dalam penentuan harga produknya
sangat berbeda dengan bank berdasarkan prinsip konvensional. Bank yang
berdasarkan prinsip syariah adalah aturan perjanjian berdasarkan hukum islam
antara bank dengan pihak lain untuk menyimpan dana atau pembiayaan usaha atau
kegiatan perbankan lainnya.
Dalam menentukan harga atau mencari keuntungan bagi bank yang berdasarkan
prinsip syariah adalah sebagai berikut:
1) Pembiayaan berdasarkan prinsip bagi hasil (mudharabah)
2) Pembiayaan berdasarkan penyertaan modal (musharakah)
3) Prinsip jual beli barang dengan memperoleh keuntungan (murabahah)
4) Pembiayaan barang modal berdasarkan sewa murni tanpa pilihan (ijarah)
5) Atau dengan adanya pilihan pemindahan kepemilikan atas barang yang disewa dari
pihak bank oleh pihak lain (ijarah wa iqtina)
Sedangkan penentuan biaya-biaya jasa bank lainnya bagi bank yang
berdasarkan prinsip syariah juga menentukan biaya sesuai dengan syariah islam.
Sumber penentuan harga atau pelaksanaan kegiatan bank prinsip syariah dasar
hukumnya adalah Al-Quran dan sunnah rasul. Bank berdasarkan prinsip syariah
mengharamkan penggunaan harga produknya dengan bunga tertentu. Bagi bank
yang berdasarkan prinsip syariah bunga dalah riba.
B. Pasar Uang di Indonesia
1. Pengertian Pasar Uang
Pasar uang adalah pasar tempat atau kegiatan bertemunya permintaan dan penawaran
dana-dana berupa pusat-pusat berharga, yang mempunyai jangka waktu kurang dari
satu tahun. Jadi, pasar uang merupakan mekanisme yang dirancang untuk
mempertemukan pihak yang dimiliki surplus dana dengan pihak yang mengalami
defisit. Atau Pasar uang (Money Market) adalah suatu wadah tempat pertemuan antara
pemilik dana (Funder) dengan calon konsumen (Consumer) baik bertemu langsung
maupun melalui perantara (Broker) atas transaksi permintaan atau penawaran
(Demand /Supply) terhadap sejumlah dana atau surat-surat berharga jangka pendek
umumnya dibawah 270 hari.
2. Fungsi Pasar Uang
Pasar uang dalam peranannya memiliki fungsi yang harus ditempuh dan dijalankan
pasar uang. Fungsi pasar uang antara lain sebagai berikut :
a. Sebagai perantara perdagangan surat-surat berharga berjangka pendek
b. Sumber modal bagi perusahaan yang akan melakukan investasi
c. Penghimpun dana surat-surat yang berharga jangka pendek

95
d. Sebagai perantara bagi investor yang berada di luar negeri dalam menyalurkan
kredit jangka pendek kepada perusahaan-perusahaan di indonesia
e. Sebagai sarana alternatif lembaga-lembaga keuangan, perusahaan-perusahaan non
keuangan
3. Tujuan Pasar Uang
Pasar uang dalam menjalankan tugas dan fungsinya memiliki tujuan-tujuan yang
harus dicapai. Tujuan pasar uang antara lain sebagai berikut.....
Dari pihak yang menanamkan dana :
a. Membantu bagi pihak-pihak yang mengalami dan menjalani kesulitan
b. Spekulasi
c. Untuk mendapatkan penghasilan dari tingkat suku bunga tertentu
Dari pihak yang membutuhkan dana :
a. Memenuhi kebutuhan akan modal kerja
b. Memenuhi kebutuhan dalam jangka waktu yang pendek
c. Memenuhi kebutuhan likuiditas
d. Sedang mengalami kala keliring
4. Ciri-Ciri Pasar Uang di Indonesia
Pasar uang memiliki karekteristik atau ciri-ciri. Ciri-ciri pasar uang antara lain
sebagai berikut....
a. Tidak terikat dalam tempat tertentu
b. Menekankan pada pemenuhan dana jangka pendek
c. Dalam mekanisme pasar ditekankan pertemuan antara pihak yang kelebihan dana
dan pihak yang membutuhkan dana
5. Sumber Dana Pasar Uang
Dana-dana yang diperjualbelikan di pasar uang dapat berasal dari
a. Kelebihan uang kas dari Badan Usaha milik Negara (BUMN)
b. Kelebihan uang kas dari perusahaan yang belum digunakan
c. Kelebihan uang kas dari berbagai bank
6. Instrumen Pasar Uang
Adapun surat-surat berharga yang diperjualbelikan di Indonesia saat ini antara lain
sebagai berikut:
a. SBI (Sertifikat Bank Indonesia) pada prinsipnya merupakan surat berharga yang
diterbitkan Bank Indonesia sebagai pengakuan utang berjangka pendek dan
diperjualbelikan dengan diskonto
b. SBPU (Surat Berharga Pasar Uang) adalah surat-surat berharga jangka pendek
yang diperjualbelikan secara diskonto dengan Bank Indonesia atau lemba diskonto
yang ditunjuk oleh BI
c. Sertifikat Deposito merupakan deposito berjangka yang bukti simpanannya dapat
diperdagangkan
d. Commercial Paper, adalah promes yang tidak disertai jaminan yang diterbitkan
oleh perusahaan untuk memperoleh dana jangka pendek dan dijual kepada investor
dalam pasar uang.
e. Call Money merupakan pinjaman uang selama 24 jam atau satu minggu oleh bank
kepada lembaga-lembaga keuangan

96
f. Repurchase Agreemnt merupakan transaksi jual beli surat berharga disertai
perjanjian bahwa penjual akan membeli kembali surat berharga yang dijual pada
waktu dan harga tertentu
g. Banker's Acceptance adalah wesel berjangka yang digunakan eksportir atau
importir atas bank untuk membayar barang atau valuta asing
7. Perbedaan Pasar Uang dan Pasar Modal
Perbedaan Pasar Uang dan Pasar Modal
a. Instrumen Pasar uang periode waktunya adalah jangka pendek atau lebih kecil
dari 270 hari, sedangkan pasar modal periodenya jangka panjang.
b. Produk Pasar uang yang utama adalah SBI, SBPU, dan Deposito, sedangkan
produk pasar modal adalah saham, obligasi, dan reksadana.
c. Pasar uang diotorisasi oleh Bank Indonesia sedangkan pasar modal oleh
Departemen Keuangan melalui Badan Pengawas Pasar Modal (BAPEPAM).
d. Proses seluruh transaksi pasar uang ada di bank sedangkan pasar modal di Bursa
efek dan perusahaan sekuritas.
e. Resiko dan earning pasar uang lebih kecil karena lebih stabil, sementara pasar
modal resiko dan earningnya lebih tinggi.
8. Pelaku Pasar Uang di Indonesia
Berikut ini merupakan pelaku-pelaku pasar uang beserta peranannya, diantaranya:
a. Bank
Merupakan sebuah badan usaha milik negara atau pun swasta yang memiliki guna
menghimpun dana dari setiap masyarakat berbentuk simpanan dan juga kembali
menyalurkan dana tersebut untuk masyarakat berbentuk kredit serta dapat pula
dalam bentuk lain untuk meningkatkan taraf hidup orang banyak. Salah satu
peranannya, sebagai penyalur dana-dana yang bersumber dari Bank Sentral (Bank
Indonesia) disalurkan kembali ke dalam bentuk berupa pembelian dari berbagai
Surat Berharga, pemberian kartu kredit, serta kepemilikan harta tetap.
b. Yayasan
Ialah sebuah badan usaha miliki bersama atau pun pribadi (per-orangan) biasanya
tidak dipergunakan untuk mencari keuntungan tetapi lebih untuk kepentingan
sosial. Salah satu peranannya, sebagai wadah guna membantu masyarakat luas di
dalam meningkatkan kesejahteraan hidup mereka semua.
c. Dana Pensiun
Adalah sebuah program pensiun guna menciptakan ketenangan dalam bekerja bagi
karyawan-karyawan sebab kesejahteraan untuk hari tua akan terjamin nantinya,
sehingga mereka akan bekerja lebih giat dan produktif kembali. Dana pensiun ini
memiliki peranan yang sangat penting bagi perkembangan perekonomian berskala
nasional. Hal ini disebabkan karena perkembangan perekonomian berskala
nasional akan terciptakan dan terjembatani oleh sektor perbankan, salah satunya
melalui dana pensiun yang beralih ke berbagai instrument dihasilkan dari pasar
uang tersebut.
d. Perusahaan Asuransi
Merupakan suatu badan usaha yang berasaskan gotong royong, untuk membantu
para anggota kelompoknya yang berada diposisi sulit. Dana tersebut berasal dari

97
dana anggotanya sendiri, berupa iuran yang dilakukan sesuai dengan ketentuan
yang berlaku pada badan usaha tersebut. Peranan salah satunya, dengan
memberikan perlindungan secara penuh terhadap kemungkinan-kemungkinan
terburuk sekalipun pada masa yang akan datang. Serta untuk investasi dari sebagian
dana pemegang polis (premis asuransi) ke dalam sektor ekonomi.
e. Perusahaan-Perusahaan Besar
Ialah perusahaan tertentu yang mampu untuk menghasilkan jasa dan barang dengan
tingkat produksi yang tinggi dari waktu ke waktu, perusahaan memiliki keuntungan
yang sangat pesat sehingga mampu untuk menggaji karyawannya untuk
mengembangkan perusahaannya lebih luas kembali dari sekarang. Peranan
perusahaan-perusahaan besar ini, salah satunya sebagai penyalur utama dari segala
faktor produksi, mulai dari modalnya, tenaga kerjanya, hingga dalam teknologi
produksinya. Semuanya memiliki skala yang besar dari perusahaan pada
umumnya, bahkan mereka dapat menembus hingga pasar uang dunia.
f. Lembaga Pemerintah
Adalah badan-badan pemerintah yang memiliki tugas sebagai pengatur dalam
kegiatan ekonomi. Pemerintah di sini turut sebagai pelaku ekonomi yang
merupakan pengatur kebijaksanaan masalah dalam pembangunan dibidang
ekonomi. Peran pemerintah untuk pengatur dan pengendali bagaimana cara
melaksanakan rancangan dari pembangunan, harus sesuai dengan instrument pasar
uang.
g. Lembaga Keuangan lain
Merupakan suatu badan usaha di mana aset utamanya yang memiliki bentuk berupa
aset keuangan, saham, dan juga pinjaman. Peranan utamanya sebagai pemberi
jaminan hukum serta moral dalam memerlukan dana dan juga mengenai keamanan
dari dana masyarakat yang dipercayakan kepada lembaga keuangan lainnya.
h. Masyarakat
Ialah sejumlah individu yang merupakan kesatuan golongan yang saling
berhubungan dinamis dan juga memiliki kepentingan bersama dalam kehidupan
bermasyarakat. Adapun peranan masyarakat pada umumnya dalam bidang
ekonomi terlebih dalam pasar uang, sebagai pemakai teta jasa dan barang yang
dihasilkan oleh produsen. Serta sebagai pembayar iuran dan pajak yang tetap setiap
tahunnya kepada pemerintah.

98
UANG

Dalam kegiatan ekonomi, uang mempunyai peranan yang sangat penting. Dengan
adanya uang, kegiatan ekonomi masyarakat menjadi lebih lancar. Uang digunakan oleh
masyarakat untuk membeli barang atau jasa yang dibutuhkàn. Uang juga digunakan untuk
menyimpan kekayaan dan untuk membayar hutang. Bahkan dengan adanya uang, kalian dapat
mengatakan bahwa bukumu lebih mahal dari pada pensil temanmu, dan sebagainya.
A. Pengertian Uang
Pengertian uang dibagi menjadi dua, yaitu: Pengertian uang dalam ilmu ekonomi
tradisional dan modern.
 Pengertian uang dalam ekonomi tradisional didefinisikan sebagai setiap alat tukar
yang dapat diterima secara umum. Alat tukar itu dapat berupa benda apapun yang dapat
diterima oleh setiap orang di masyarakat dalam proses pertukaran barang dan jasa.
Uang seperti ini disebut Uang Barang.
 Sedangkan dalam ilmu ekonomi modern, uang didefinisikan sebagai sesuatu yang
tersedia dan secara umum diterima sebagai alat pembayaran bagi pembelian barang-
barang dan jasa-jasa serta kekayaan berharga lainnya bahkan untuk pembayaran
hutang. Beberapa ahli juga menyebutkan fungsi uang sebagai alat penunda pembayaran
B. Sejarah Uang
Masyarakat yang masih primitif, kehidupannya masih sangat sederhana. Hal ini
pernah dialami oleh nenek moyang kita. Mereka dapat memenuhi kebutuhan hidupnya
dengan cara mengambil dan memanfaatkan barang yang ada di sekitar tempat tinggalnya.
Perkembangan peradaban manusia juga menggeser tujuan kegiatan produksi masyarakat.
Semula, masyarakat memproduksi barang hanya untuk memenuhi kebutuhan keluarganya,
lalu berkembang menjadi tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan keluarganya tetapi juga
untuk memenuhi kebutuhan orang lain (untuk dijual). Selanjutnya, terjadilah perdagangan
dengan cara tukar-menukar antara barang dengan barang lain yang dinamakan barter
(pertukaran innatura).
Pertukaran barang dengan barang dapat terjadi jika syarat-syarat dapat dipenuhi.
Syarat-syarat itu sebagai berikut.
a. Orang-orang yang akan melakukan pertukaran harus memiliki barang yang akan
ditukarkan
b. Orang-orang yang akan melakukan pada waktu yang sama.
c. Barang-barang yang akan dipertukarkan hams mempunyai nilai yang sama.
Seiring dengan perkembangan peradaban manusia maka pertukaran dengan cara barter
menjadi semakin sulit dilakukan. Bahkan, karena kebutuhan setiap orang semakin banyak
dan beragam, maka untuk memenuhi kebutuhan hidupnya tidak mungkin lagi ditempuh
dengan cara barter.
Karena menghadapi kesulitan dalam melakukan pertukaran barter, manusia
terdorong untuk mencari cara pertukaran yang lebih mudah. Manusia mulai menggunakan
uang barang dalam melakukan pertukaran. Contoh uang barang yaitu garam, senjata, dan
kulit hewan. Pada umumnya benda-benda yang digunakan sebagai uang barang oleh
masyarakat setempat memiliki sifat-sifat sebagai berikut.

99
a. Digemari oleh masyarakat setempat.
b. Jumlahnya terbatas.
c. Mempunyai nilai tinggi.

(Contoh Uang)
Namun dalam kenyataannya uang barang tersebut masih mengandung kelemahan juga.
Kelemahannya sebagai berikut.
a. Sulit dipindahkan.
b. Tidak tahan lama
c. Sulit disimpan.
d. Nilainya tidak tetap.
e. Sulit dibagi tanpa mengurangi nilainya.
f. Bersifat lokal.
Kesulitan pertukaran dengan menggunakan uang barang tersebut mendorong manusia
untuk menetapkan benda yang dapat digunakan sebagai perantara tukar-menukar. Benda
yang dianggap cocok sebagai alat tukar menukar adalah logam. Pada masa lalu, logam
yang digunakan sebagai uang adalah emas atau perak.
Mengapa masyarakat memilih emas atau perak sebagai alat perantara pertukaran?
Alasannya sebagai berikut.
 Emas dan perak merupakan barang yang dapat diterima oleh semua anggota masyarakat
karena memiliki nilai yang tinggi dan jumlahnya langka.
 Jika dipecah nilainya tetap (tidak berkurang).
 Tahan lama (tidak mudah rusak).
Akan tetapi, penggunaan emas dan perak juga masih mengandung kelemahan untuk
memenuhi tuntutan kebutuhan pertukaran masyarakat. Kelemahannya sebagai berikut.
a. Jumlahnya sangat terbatas sehingga tidak mudah untuk mencukupi kebutuhan
masyarakat akan pertukaran.
b. Kandungan emas tiap daerah tidak samä sehingga menyebabkan persediaan emas tidak
sama.
C. Syarat-Syarat / Kriteria Uang

100
Perkembangan ekonomi yang semakin pesat mendorong kegiatan transaksi
menjadi semakin sering dan bahkan semakin kompleks. Hal ini menimbulkan kesulitan
bagi manusia untuk membawa uang logam dalam jumlah besar (berat dan repot). Untuk
mengatasinya, pemilik emas dan perak cukup melakukan transaksi dengan menunjukkan
bukti penyimpanan emas dan perak yang berupa surat bukti penyimpanan. Surat bukti
penyimpanan tersebut dikeluarkan oleh lembaga yang menerima titipan emas dan perak.
Lama kelamaan yang beredar dalam masyarakat adalah kertas sebagai tanda bukti
penyimpanan emas dan perak tersebut. Di Indonesia, sekarang beredar uang kertas dan
uang logam yang dikeluarkan Bank Indonesia. Kedua jenis uang tersebut memenuhi
syarat-syarat sebagai berikut.
1. Dapat Diterima OIeh Masyarakat Umum
Uang yang beredar di Indonesia diterima oleh masyarakat umum karena masyarakat
percaya bahwa uang tersebut dapat digunakan sebagai alat tukar dan alat pembayaran.
2. Mudah Disimpan dan NiIainya Tetap
Uang yang beredar di Indonesia mudah disimpan. Bentuknya kecil sehingga praktis
menyimpannya. Kalian dapat menyimpan uang di saku maupun di dompet karena
ukuran uang tidak besar. Uang Rp l0.000,00 yang kalian simpan di saku selama
seminggu tetap bernilai Rp.l0.000,00.
3. Mudah Dibawa ke Mana-mana
Uang kertas dan uang logam mudah dibawa ke mana-mana karena ukurannya kecil
dan tidak berat. Namun demikian, jika kalian mempunyai uang logam cukup banyak
agak berat untuk membawanya. Kalian dapat menukarkannya dengan uang kertas
dengan nilai yang sama.
4. Mudah Dibagi Tanpa Mengurangi Nilai
Jika kalian mempunyai selembar uang kertas ratusan ribu rupiah dan ingin
menggunakannya untuk membeli buku seharga Rp20.000,00, kalian tidak mengalami
kesulitan. Penjual buku akan memberikan uang pengembalian Rp80.000,00. Dengan
demikian, selembar uang ratusan ribu rupiah tersebut dap dibagi tanpa mengurangi
nilainya. Sepuluh lembar uang sepuluhan ribu rupiah sama nilainya dengan selembar
uang ratusan ribu rupiah.
5. Jumlahnya Terbatas Seliingga Tetap Berharga
Uang kertas dan uang logam dicetak dengan jumlah terbatas untuk menjaga nilainya.
Uang tersebut juga dibuat dan bahan khusus dan diberi ciri khusus sehingg sulit untuk
dipalsukan.
6. Ada Jaminan
Uang yang beredar di Indonesia dijamin oleh pemerintah. Oleh karena itu, semua
orang mau menerima uang sebagai alat pertukaran dan pembayaran yang sah. Uang
kertas yang beredar merupakan uang kertas kepercayaan (fiduciary) atau uang tanda
(token money). Disebut uang kepercayaan karena nilai bahan untuk membuat uang
jauh lebih rendah daripada nilai yang tertera (tertulis) dalam uang. Uang kertas juga
merupakan uang tanda, karena masyarakat bersedia menerima uang kertas dengan
alasan terdapat tanda sah sebagai uang yang dikeluarkan oleh pemerintah.
Atau :
1. Acceptability dan Cognizability

101
Persyaratan utama dari sesuatu menjadi uang adalah diterima secara umum
(acceptability) dan diketahui secara umum (cognizability).
2. Stability of Value
Sesuatu yang dapat berperan sebagai uang akan besar manfaatnya apabila nilainya
relatif stabil.
3. Portability
Sesuatu yang berperan sebagai uang harus mudah dibawa untuk urusan setiap hari.
4. Durability
Dalam transaksi, uang akan berpindah dari satu tangan ke tangan yang lain
5. Divisibility
Uang digunakan untuk menetapkan transaksi dari berbagai jumlah, sehingga uang
dari berbagai nominal (satuan/unit) harus dicetak untuk mencukupi/melancarkan
transaksi jual-beli
6. Elasticity of supply
Jumlah uang yang beredar harus mencukupi kebutuhan dunia usaha
(perekonomian).

Hampir semua negara di dunia mengeluarkan uang kertas. Penggunaan uang


kertas mempunyai berbagai keuntungan dan kerugian. Keuntungan tersebut adalah
sebagai berikut.
a. Ongkos bahan dan pembuatan murah.
b. Mudah dibawa.
Adapun kelemahan dan penggunaan uang kertas adalah sebagai berikut.
a. Terkadang mudah dipalsukan.
b. Tidak tahan lama.
Perkembangan ekonomi yang semakin pesat menuntut adanya álat pembayaran yang
lebih mudah dan aman. Sekarang banyak dicipIakan uang giral, yaitu rekening atau
tagihan pada suatu bank yang dapat dipergunakan sebagai alat pembayaran.
Contohnya cek, giro bilyet, telegraphic transfer, kartu kredit (credit card), dan
traveler’s check (cek perjalanan)
D. Jenis-Jenis Uang
a. Jenis-Jenis Uang Berdasarkan Bahan Yang Digunakan Untuk Membuat Uang
1. Uang logam, yaitu uang yang dibuat dan logam, contohnya uang Rp25,00,
Rp50,00, Rpl00,00. Uang tersebut dapat dibuat dan emas, perak, tembaga, atau
nikel dengan bentuk dan kadar berat tertentu serta dengan ciri-ciri tertentu pula
untuk menghindari pemalsuan. Ciri-ciri tersebut diumumkan oleh pemerintah
agar diketahui masyarakat.
2. uang kertas, yaitu uang yang dibuat dan kertas, contohnya uang Rp500,00,
Rpl.000,00, Rp5.000,00Rpl0.000,00, Rp20.000,00 Rp50.000,00, Rpl00.000,00.
Uang tersebut dibuat dengan kertas khusus supaya sulit dipalsukan.
b. Jenis-Jenis Uang Berdasarkan Lembaga Yang Mnegeluarkannya

102
1. uang kartal (kepercayaan) yaitu uang yang dikeluarkan oleh negara berdasarkan
undang-undang dan berlaku sebagai alat pembayaran yang sah. Uang kartal di
negara kita terdiri atas uang logam dan uang kertas.
2. Uang giral (simpanan di bank) yaitu dana yang disimpan pada rekening koran di
bank-bank umum yang sewaktu-waktu dapat dipergunakan untuk melakukan
pembayaran dengan perantara cek, bilyet giro, atau perintah membayar. Uang
giral dikeluarkan oleh bank umum dan merupakan uang yang tidak berujud
karena hanya berupa saldo tagihan di bank.
c. Jenis-Jenis Uang Berdasarkan Nilainya
1. Uang bernilai penuh, yaitu uang yang nilai bahannya (nilai intrinsik) sama dengan
nilai nominalnya. Pada umumnya, uang yang bemilai penuh terbuat dan logam
2. Uang tidak bernilai penuh, yaitu uang yang nilai bahannya (nilai intrinsik)
lebihrendah daripada nilai nominalnya. Pada umumnya, uang yang tidak bernilai
penuh terbuat dan kertas.
Istilah-Istilah
 Cek adalah surat perintah dan seseorang yang memiliki rekening giro pada sebuah bank,
agar pihak bank membayar sejumlah uang kepada seseorang yang namanya tercantum
dalam cek.
 Giro adalah surat perintah dan seseorang yang mempunyai rekening giro pada sebuah
bank, agar bank melakukan pembayaran dengan cara memindahkan sebagian atau
seluruh nilai rekening gironya kep ada rekening giro pihak lain
 Perintah membayar adalah perintah dan orang yang meiniliki rekening, kepada bank
secara langsung untuk membayar kepada seseorang dengan uang tunai.
E. Fungsi-Fungsi Uang
Selain sebagai alat tukar menukar, uang juga memiliki fungsi yang lain. Secara garis
besarnya, fungsi uang dibagi menjadi dua, yaitu fungsi asli dan fungsi turunan.
a. Fungsi Asli Uang
Fungsi asli uang sebagai berikut.
1. Uang sebagai alat tukar umum
Uang berfungsi sebagai alat tukar umum apabila uang dipergunakan untuk
membeli atau mendapatkan barang dan atau jasa. Contoh: kamu membeli buku
dengan uang (uang ditukar dengan buku).
2. Uang sebagai satuan hitung
Uang merupakan satuan ukuran yang digunakan untuk menentukan besarnya nilai
atau harga suatu barang dan jasa. Dengan adanya uang, kamu mudah menentukan
nilai suatu barang. Contoh: harga sebuah kalkulator Rp150.000,00, harga sebuah
buku Rp20.000,00, dan sebagainya.
b. Fungsi Turunan Uang
Fungsi turunan uang sebagai berikut.
1. Uang sebagai alat pembayaran
Sebagai alat pembayaran, apabila uang digunakan untuk melunasi kewajiban.
Contoh: penggunaan uang untuk membayar utang, membayar rekening listrik,
membayar pajak, dan membayar uang sekolah.

103
2. Uang sebagai alat untuk menabung
Keadaan keuangan seseorang kadang tidak tetap. Suatu hari mempunyai kelebihan
uang, dan di waktu yang lain kekurangan uang untuk pembayaran tertentu. Di
waktu ada kelebihan uang, kalian dapat menggunakan uang tersebut untuk
memenuhi kebutuhan di masa yang akan datang, dan sebelum digunakan dapat
kalian tabung terlebih dahulu.
3. Uang sebagai pemindah kekayaan
Jika orang tua kalian mempunyai tanah di desa. padahal orang tua kalian tersebut
tinggal di kota bekerja ; tanah yang didesa dapat dijual untuk membeli tanah dikota
untuk tempat tinggal. Dengan begitu, orang tua kalian tidak perlu mengontrak
rumah, melainkan tinggal di rumah sendiri. Dalam hal ini, uang berfungsi sebagai
pemindah kekayaan bagi orang tua kalian, yaitu memindahkan kekayaan yang
berupa tanah.
4. Uang sebagai pembentuk/penimbun kekayaan
Uang dapat digunakan untuk membentuk kekayaan. Kalian dapat menabung sedikit
demi sedikit untuk persiapan melanjutkan kuliah nanti. Setiap ada kenaikan jumlah
tabungan (hal-hal lain dianggap tetap), maka kekayaan kalian tersebut bertambah.
Tambahan kekayaan tersebut pada dasarnya merupakan pembentuk/penimbun
kekayaan.
5. Uang sebagai alat pendorong kegiatan ekonomi
Uang dapat merangsang seseorang untuk melakukan kegiatan ekonomi. Oleh
karena itu, uang berfungsi sebagai alat pendorong kegiatan ekonomi masyarakat.
Benarkah demikian? Ya, karena demi uang banyak orang bekerja keras setiap
harinya. Sebaliknya, orang lebih mudah melakukan kegiatan ekonomi jika ia
mempunyai modal.
F. Nilai-Nilai Uang
Apakah nilai uang itu? Nilai uang adalah kemampuan uang untuk dapat ditukarkan dengan
sejumlah barang tertentu. Nilai uang tersebut dapat dibedakan menjadi tiga macam.
a. Nilal Nominal
Nilai nominal uang adalah nilai yang tertera/tertulis pada setiap mata uang yang
bersangkutan. Contoh: pada uang Rp50.000, tertera angka lima puluh ribu rupiah,
maka nilai nominal uang money yaitu tersebut adalah lima puluh ribu rupiah.
Istilah-istilah
 Ful Bodied money yaitu uang yang memiliki nilai nominal sama dengan nilai
intriksiknya Contohnya semua jenis uang logam
 Fiducier Money yaitu Uang yang memiliki nilai besar dari pada nilai intriksinya
Contohnya Semua yang kertas
b. Nilai Intrinsik
Nilai intrinsik uang adalah nilai bahan yang digunakan untuk membuat uang. Contoh
untuk membuat uang kertas Rp50 000,00 diperlukan kertas dan bahan lainnya yang
harganya Rp3.000,00, maka nilai intrinsik uang tersebut adalah
c. Nilal Riil

104
Nilai riil uang adalah nilai yang dapat diukur dengan jumlah barang dan jasa yang
dapat ditukar dengan uang itu. Jika uang Rpl.000,00 dapat ditukar dengan satu gelas
minuman teh, maka dapat dikatakan bahwa nilai riil uang Rpl.000,00 adalah segelas
minuman teh.
Nilai-Nilai Uang Dilihat Dari Kegunaannya
Dilihat dan penggunaannya, nilai uang dibedakan menjadi nilai internal uang dan nilai
eksternal uang.
a. Nilai internal uang
Nilai internal uang adalah daya beli uang terhadap barang dan jasa. Contoh: dengan
uang Rp5.000,00 kalian dapat membeli sebuah buku tulis, maka nilai internal uang
Rp5.000,00 tersebut adalah sebuah buku tulis.
b. Nilai eksternal uang
Nilai eksternal uang adalah nilai uang dalam negeri, jika dibandingkan dengan mata
uang asing, yang lebih dikenal dengan KURS. Kurs ada dua macam yaitu kurs jual
dan kurs beli. Kurs jual adalah kurs yang berlaku apabila bank menjual valuta asing.
Sedangkan kurs beli adalah kurs yang berlaku apabila bank membeli valuta asing.
Contoh: kalian dapat menukarkan uang Rp9.000,00 déngan satu dollar Amerika
Serikat di bank yang melayani penukaran valuta asing. Dalam hal ini nilai kurs
Rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (US $1 = Rp9.000,00).
Istilah-Istilah
Valuta asing adalah alat-alat pembayaran luar negeri.
 Inflasi yaitu kenaikan harga barang-barang secara terus menerus dalam jangka waktu
tertentu.
 Deflasi yaitu penurunan harga barang-barang secara terus menerus dalam jangka waktu
tertentu.
 Devaluasi yaitu penurunan nilai mata uang dalam negeri terhadap mata uang asing.
 Revaluasi yaitu kenaikan nilai mata uang dalam negeri terhadap mata uang asing.
G. Teori-Teori Uang
Teori Nilai Uang dibagi menjadi dua, yaitu: Teori Uang Statis dan Teori Uang Dinamis.
a. Teori Uang Statis
Teori ini disebut statis karena tidak mempersoalkan perubahan nilai uang yang
diakibatkan perkembangan ekonomi. Teori ini dibuat dengan tujuan untuk menjawab
pertanyaan seperti:
apakah sebenarnya uang? Mengapa uang itu ada harganya? Mengapa uang itu sampai
beredar?
Teori ini meliputi:
 Teori Metalisme, teori yang hampir sama dengan pengertian nilai intrinsik.
 Teori Konvensi, teori yang menyatakan uang bisa diterima secara umum di masyarakat
karena atas dasar perjanjian/ mufakat.
 Teori Nominalisme, teori ini menyatakan diterimanya uang berdasarkan nilai daya
belinya.

105
 Teori Negara, teori ini menyatakan bahwa uang adalah benda yang ditetapkan oleh
negara yang berfungsi sebagai alat tukar dan alat bayar. Jadi nilainya pun ditetapkan
oleh pemerintah yang diatur oleh undang-undang.
b. Teori Uang Dinamis
Kalau teori diatas tidak mempersoalkan perubahan nilai uang, maka Teori Uang
Dinamis ini adalah sebaliknya.
Teori ini meliputi:
 Teori Kuantitas, pada teori ini David Ricardo menyatakan bahwa kuat atau lemahnya
nilai uang sangat tergantung pada jumlah uang yang beredar. Kemudian Irving Fisher
menyempurnakan teori diatas dengan menyatakan tidak hanya tergantung pada jumlah
saja, tapi juga pada kecepatan peredaran uang, barang dan jasa sebagai faktor yang
memengaruhi nilai uang.
 Teori Persediaan Kas, pada teori ini menyatakan bahwa perubahan nilai uang
tergantung dari jumlah uang yang tidak dibelikan barang-barang.
 Teori Ongkos Produksi, pada teori ini menyatakan nilai uang dalam peredaran yang
berasal dari logam dan uang itu dapat dipandang sebagai barang.
H. Manfaat uang
1. Sebagai Alat Tukar yang Resmi dan Sah
Uang merupakan kebutuhan yang utama, meskipun kita tidak boleh mendewa-
dewakan uang. Tetapi, pada kenyataannya tanpa uang kita akan merasa tidak berdaya.
2. Sebagai Alat Pembayaran
Setiap orang yang bekerja pasti akan mendapatkan hasil, yaitu upah atau bayaran.
Seorang buruh yang bekerja seharian akan mendapatkan upah atau bayaran berupa
uang. Berbagai keperluan memerlukan uang sebagai alat pembayaran, misalnya
membayar sekolah, membayar pajak kendaraan, membayar listrik, dan membayar
telepon.

106
LEMBAGA KEUANGAN

A. Pengertian Lembaga Keuangan


Lembaga keuangan adalah suatu badan yang bergerak dibidang keuangan untuk
menyediakan jasa bagi nasabah atau masyarakat. Lembaga Keangan memiliki fungsi
utama ialah sebagai lembaga yang dapat menghimpun dana nasabah atau masyarakat
ataupun sebagai lembaga yang menyalurkan dana pinjaman untuk nasabah atau
masyarakat. Perusahaan merupakan kombinasi dan berbagai sumber daya ekonorni
(resources) seperti alam, tenaga kerja, modal, dan manajemen (managerial skill) dalam
memproduksi barang dan jasa untuk mencapai hijuan tertentu. Berbagai tujuan perusahaan
antara lain: untuk memperoleh keuntungan maksimal, menjamin kelangsungan hidup
perusahaan, memenuhi kehutuhan masyarakat, menciptakan kesempatan kerja, dan
beberapa ahli manajemen keuangan mengemukakan tujuan perusahaan adalah untuk
memaksimumkan nilai perusahaan atau memaksimumkan kemakmuran pemegang saham.
Secara umum perusahaan dapat dibedakan menjadi dua, yaitu:
1. pertama perusahaan keuangan (financial enterprise) dan
2. kedua, perusahaan bukan keuangan (non financial enterprise).
Perusahaan bukan keuangan merupakan perusahaan manufaktur yang menghasilkan
produk berupa barang rnisalnya: mobil, baja. komputer dan atau perusahaan yang
menyediakan jasa-jasa non keuangan misalnya: transportasi dan pembuatan program
komputer. Sedangkan perusahaan keuangan, umurnnya lebih dikenal dengan istilah
lembaga keuangan (financial institution), yaitu perusahaan yang menyediakan jasa-jasa
yang berkaitan dengan keuangan.
Lembaga keuangan (financial institution) dapat didefinisikan sebagai suatu badan
usaha yang aset utamanya berbentuk aset keuangan (financial assets) maupun
tagihantagihan (claims) yang dapat berupa saham (stocks), obligasi (bonds) dan
pinjaman (loans), daripada berupa aktiva riil misalnya bangunan, perlengkapan
(equipment) dan bahan baku (Rose & Frasser, 1988 : 4)
Menurut Undang-undang Nomor 14 Tahun 1967 tentang Pokok-Pokok Perbankan,
yang dimaksud lembaga keuangan adalah semua badan yang rnelalui kegiatan-kegiatan di
bidang keuangan nienarik uang dan masyarakat dan menyalurkan uang tersehut kembali
ke masyarakat. Lembaga keuangan menyalurkan kredit kepada nasabab atau
nienginvestasikan dananya dalam surat berharga di pasar keuangan (flnauial market).
lembaga keuangan juga menawarkan bermacam – macam jasa keuangan mulai dan
perlindungan asuransi, menjual program pensiun sampai dengan penyimpanan barang-
barang berharga dan penyediaan suatu mekanisme untuk pemhayaran dana dan transfer
dana.
Proses transfer dana yang terjadi antara pihak yang kelebihan dana (surplus unit)
kepada pihak yang memhutuhkan dana (deficit unit) pada umumnya sangat mernenlukan
perantara atau mediator lembaga keuangan. Proses intermediasi tersebut memberikan lua
manifaat utatna.
1. Memberikan kese,patan kepada pihak surplus unit untuk menanamkan dananya dan
memperoleh keuntungan, sehingga membantu memobilisasi dana supaya tidak
menganggur.

107
2. Proses tersehut akan rnernindahkan risiko dan pcnahung yailii dan surplus unit kepada
lciiihaga kcuangan alan kcpada pcmakai dana (deficit urii). .ladi keberadaan lembaga
keuangan tersebul dirnaksudkan agar proses alokasi atan transfer dana dan pihak
surplus unit kepada piliak deficit unit hisa herjalan lehib efisien
Lembaga keuangan dalam dunia keuangan bertindak selaku lembaga yang
menyediakan jasa keuangan bagi nasabahnya, dimana pada umumnya lembaga ini diatur
oleh regulasi keuangan dari pemerintah. Bentuk umum dari lembaga keuangan ini adalah
termasuk perbankan, building society ( sejenis koperasi di Inggris) , Credit union, pialang
saham, aset manajemen, modal ventura, koperasi, asuransi, dana pensiun,pegadaian dan
bisnis serupa. Di Indonesia lembaga keuangan ini dibagi kedalam 2 kelompok yaitu
lembaga keuangan bank dan lembaga keuangan non bank (asuransi, pegadaian, perusahaan
sekuritas, lembaga pembiayaan, dll).
Fungsi Lembaga keuangan ini menyediakan jasa sebagai perantara antara pemilik
modal dan pasar uang yang bertanggung jawab dalam penyaluran dana dari investor
kepada perusahaan yang membutuhkan dana tersebut. Kehadiran lembaga keuangan inilah
yang memfasilitasi arus peredaran uang dalam perekonomian, dimana uang dari individu
investor dikumpulkan dalam bentuk tabungan, sehingga resiko dari para investor ini
beralih pada lembaga keuangan yang kemudian menyalurkan dana tersebut dalam bentuk
pinjaman utang kepada yang membutuhkan . Ini adalah merupakan tujuan utama dari
lembaga penyimpan dana untuk menghasilkan pendapatan.
Jasa keuangan adalah suatu istilah yang digunakan untuk merujuk jasa yang
disediakan oleh industrikeuangan. Jasa keuangan juga digunakan untuk merujuk pada
organisasi yang menangani pengelolaan dana. Bank, bank investasi, perusahaan asuransi,
perusahaan kartu kredit, perusahaan pembiayaan konsumen, dan sekuritas adalah contoh-
contoh perusahaan dalam industri ini yang menyediakan berbagai jasa yang terkait dengan
uang dan investasi. Jasa keuangan adalah industri dengan pendapatan terbesar di dunia;
pada tahun 2004. industri ini mewakili 20% kapitalisasi pasar dari S&P 500
B. Peranan Lembaga Keuangan
Lembaga keuangan sebagai badan yang melakukan kegiatan-kegiatan di bidang keuangan
mempunyai peranan sehagai berikut:
1. Pengalilian Aset (Asset Transfer)
Lembaga keuangan memiliki aset dalam bentuk “janji - janji untuk membayar” atau
dapat diartikan sebagai pinjaman kepada pihak lain dengan jangka waktu yang diatur
sesuai dengan kehutuhan perninjam. Dana pembiayaan asset tersehut diperoleh dari
tabungan masyarakat. Dengan demikian lembaga keuangan sebcnarnya hanyalah
mengalihkan atau mernindahkan kewaiban penlinjam menjadi suatu aset dengan suatu
jangka waktu jattih letnpo sesuai keinginan penabung. Proses pengalihan kewajiban
menjadi suatu aset disebut transmutasi kekayaan atau asset transimutation.
2. Likuiditas (liquidity)
Likuitiditas berkaitan dengan kemainpuan untuk rnemperoleh uang tunai pada saat
dihutuhkan. Beberapa sekuritas sekunder dibeli sektor usaha dan rumah tangga
terutama dirnaksudkan untuk tujuan likuiditas. Sekuritas sekunder seperti tabungan,
deposito, sertifikat deposito yang diterbitkan bank umum memberikan tingkat
keamanan dan likuiditas yang tinggi, di samping tambahan pendapatan.

108
3. Realokasi Pendapatan (income reallocation)
Dalam kenyataannya di niasyarakat banyak individu merniliki penghasilan yang
memadal dan nienyadari bahwa di masa datang mereka akan pensiun sehingga
pendapatannya jelas akan berkurang. Tintuk rnenghadapi masa yang akan dating
tersehut mereka menyisihkan atau inerealokasikan pendapatannya untuk persiapan di
masa yang akan datang. Untuk melakukan hal tersebut pada prinsipnya mereka dapat
saja niembeli atau menyimpan barang rnisalnya : tanab, rumah dan sebagainya, namun
pemilikan sekuritas sekunder yang dikeluarkan lembaga keuangan, misalnya program
tahungan, deposito, program pcnsiun, polis asuransi atau saharn-saham adalah jauh
lebih balk jika dihandingkan dengan alteniatif pertama.
4. Transaksi (transaction)
Sekuritas sekunder yang diterbitkan oleh lembaga intermediasi keuangan misalnya
rekening giro, tabungan, (leposito dan sehagainya, nicrupakan hagian dan sistem
pembayaran. Giro atau rekening tabungan tertentu yang ditawarkan bank pada
prinsipnya dapat berfungsi sehagal narig. Produk-produk tabungan tersebut dibeli oleh
rumah tangga dan unit usaha untuk rnernperrnudah mereka melakukan penukaran
barang dan jasa. Dalam ha! tertentu, unit ekonomi membeli sekuritas sekunder
(misalnya giro) untuk mempermudah penyelesaian transaksi keuangannya sehari-hari.
Dengan demikian lembaga keuangan berperan sebagai lembaga perantara keuangan
yang nienyediakan jasa—jasa untuk mepermudah transaksi moneter.
C. Faktor-Faktor Yang Mendorong Peningkatan Peranan Lembaga Keuangan
Ada beberapa faktor yang mendorong peningkatan peranan lembaga keuangan (Rose &
Frasser, 1988 : 13), yaitu:
1. Besarnya peningkalan pendapatan masyarakat kelas menengah Keluarga dan individu
dengan pendapatan yang cukup terutarna dan kalangan menengah memiliki sejumlah
bagian pendapatan untuk ditabung setiap tahunnya. Lembaga keuangan menyedtakan
saraiia atau sahiran yang menguntungkan untuk tabungan mereka.
2. Pesatnya perkembangan industri dan teknologi : Lembaga keuangan telah
memperlihatkan dan merniliki kemampuan untuk memenuhi sernua kebutuhan modal
alan dana sektor industri yang hiasanya dalain jumlah besar yang bersumber dan para
penabung.
3. Besarnya denominasi instrumen keuangan menyebabkan sulitnya penabung kecil
memperoleh akses. Ada beberapa jenis surat berharga yang menarik dan pinjaman di
pasar uang tidak dapat dimasuki atau diperoleh penabung kecil akibat denominasinya
yang demikian besar. Namun demikian dengan menghimpun dana dan banyak
penabung, lenihaga keuangan dapat memberikan kesempatan bagi penabung kecil
untuk memperoleh instrumen keuangan yang menarik tersehut.
4. Skala ekonomi dan ruang lingkup dalam produksi dan distribusi jasa-jasa keuangan
Dengan mengkombinasikan sumber-sumber dalam memproduksi herbagai jenis jasa-
jasa keuangan dalam jumlah besar, maka biaya jasa per unit dapat ditekan serendah
mungkin, yang memberikan lembaga keuangan suatu keunggulan kompetitif
(competitif advantage) terhadap pihak-pihak lain yang menawarkan jasa keuangan.
5. Lembaga keuangan menjual jasa-jasa likuiditas yang unik, mengurangi biaya
likuiditas bagi nasahahnya. Ketidakpastian arus kas unit usaha perusahaan dan

109
individu-individu, akan membahayakan kondisi mereka bila tidak dalam keadaan
likuid saat kas sangat dibutuhkan, sehingga dapat dikenakan denda (penalty cost).
Untuk inernenuhi kebutuhan tersebut lembaga keuangan menjual jasa-jasa likuiditas,
misalnya deposito.
6. Keuntungan jangka panjang Lembaga keuangan dapat memperoleh sumber dana atau
meminjam uang dan penabung dengan tingkat bunga yang relatif lebih rendah
kernudian meminjamkannya dengan tingkat hunga yang lebih tinggi untuk jangka
waktu yang Iebih panjang kepada nasahah debitur, Keuntimgan atau spread antara
biaya dana di satu pihak dan tingkat bunga kredit cenderung bergerak bersamaan, naik
atau turun.
7. Risko yang lebih kecil: Pengawasan dan pengattiran pemerintah dan adanya program
asuransi menyebabkan risiko atas simpanan pada lembaga keuangan menjadi lcbih
kecil dan investasi lain.
D. Jenis-Jenis Lembaga Keuangan
Di Indonesia lembaga keuangan ini dibagi kedalam 2 kelompok yaitu lembaga keuangan
bank dan lembaga keuangan bukan bank.
1. Lembaga Keuangan Bank
 Bank Sentral
 Bank Umum
 BPR
2. Lembaga Keuangan Bukan Bank
 Pasar Modal
 Pasar Uang dan Valas
 Koperasi Simpan Pinjam
 Pengadaian
 Leasing
 Asuransi
 Anjak Piutang
 Modal Ventura
 Dana Pensiun
E. Lembaga Keuangan Bank
1. Bank Sentral
Di Indonesia Bank Indonesia yang mempunyai peran sebagai Bank Sentral. Bank
sentral memiliki tanggung jawab terhadap setiap kebijakan moneter yang
diberlakukan oleh setiap negara yang memiliki lembaga ini. Dibandingkan dengan
perbankan lainnya maka bank sentral tidak memiliki kepentingan profit dalam
menjalankan tugasnya karena bank sentral memiliki tugas sebagai penjaga kebijakan
moneter dari pemerintahan yang sangat berbeda jelas dengan bank bank konvensional
di setiap negara. Tugas dari bank sentral yang utama yaitu menjaga kestabilan dari
nilai kurs dalam negeri dalam hal ini kurs mata uang dari suatu negara, menjaga
kestabilan bisnis perbankan dan juga sistem perekonomian negara secara menyeluruh
sehingga bank sentral menjadi lembaga yang penting dari suatu negara.
2. Bank Umum

110
Bank umum merupakan bank yang bertugas melayani seluruh jasa-jasa perbankan dan
melayani masyarakat, baik masyarakat perorangan maupun lembaga-lembaga
lainnya. Bank umum juga dikenal dengan bank komersial dan dikelompokan kedalalm
2 jenis yaitu bank umum devisa dan bank umum non devisa. Bank umum yang
berstatus devisa memiliki produk yang lebih luas daripada bank non devisa, antara
lain dapat melaksanakan jasa yang berhubungan dengan seluruh mata uang asing atau
jasa bank ke luar negeri.
3. Bank Perkreditan Rakyat
Bank pengkreditan rakyat merupakan bank yang khusus melayani masyarakat kecil
dikecamatan dan pedesaan. BPR ini berasal dari bank desa, bank pasar, lumbung desa,
bank pegawai, dan bank lainnya yang kemudian dilebur menjadi BPR. Jenis produk
yang ditawarkan oleh BPR relatif sempit jika dibandingkan dengan bank umum,
bahkan ada beberapa jenis jasa bank yang tidak boleh diselenggarakan oleh BPR,
seperti giro dan ikut kliring.
F. Lembaga Keuangan Bukan Bank
1. Pengertian Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB)
Lembaga Keuangan Bukan Bank adalah badan usaha yang melakukan kegiatan dalam
bidang keuangan yang secara langsung atau tidak langsung menghimpun dana dari
masyarakat dan menyalurkannya kembali kepada masyarakat.
Dasar hukum didirikannya Lembaga Keuangan Bukan Bank/LKBB adalah surat
Keputusan Menteri Keuangan No.38/KMK/IV/I/1972 yang kemudian diubah dengan
Keputusan Menteri Kuangan 280/KMK.01/1989 mengenai pengawasan dan
pembinaan lembaga keuangan bukan bank dan peraturan perudang-undangan lain
yang berkaitan dengan usaha yang dijalankan
2. Jenis-Jenis Lembaga Keuangan Bukan Bank
Jenis-jenis Lembaga Keuangan Bukan Bank/LKBB di Indonesia adalah sebagai
berikut.
a. Koperasi Simpan Pinjam/Koperasi Kredit
2) Pengertian Koperasi Kredit
Koperasi kredit adalah suatu lembaga keuangan berbentuk koperasi
yang usahanya di bidang perkreditan atau simpan pinjam dengan tujuan
membantu memperbaiki keadaan ekonomi dan kesejahteraan anggotanya.
Kegiatan koperasi kredit yaitu menerima simpanan dari anggotanya dan
meminjamkan kepada anggota yang membutuhkan dengan syarat yang mudah
dan bunga ringan.
3) Fungsi Koperasi kredit
Fungsi koperasi kredit adalah sebagai berikut.
a) Sebagai pendorong kegiatan menabung di kalangan anggota.
b) Sebagai lembaga yang melayani anggota yang membutuhkan pinjaman.
c) Membimbing anggota dalam memanfaatkan pinjaman/kredit.
d) Membantu anggota dari cengkeraman lintah darat
4) Sumber dana koperasi kredit
Dalam menjalankan usahanya, koperasi kredit memperolah dana atau modalnya
dari beberapa sumber, yaitu sebagai berikut.

111
a) Simpanan pokok
Simpanan pokok adalah sejumlah uang yang harus dibayar oleh anggota
kepada koperasi pada saat masuk menjadi anggota koperasi, yang besarnya
sama untuk tiap anggota.
b) Simpanan wajib
Simpanan wajib adalah simpanan yang wajib dibayar oleh anggota kepada
koperasi secara rutin yang besarnya sama untuk tiap anggota. Pembayaran
rutin di sini bisa setiap minggu, setiap bulan, atau setiap musim sesuai
dengan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga koperasi.
c) Simpanan suka rela
Simpanan suka rela adalah simpanan yang sifatnya suka rela, artinya tidak
diwajibkan kepada anggota koperasi , sehingga anggota koperasi boleh
menyimpan boleh tidak. Besarnya simpanan suka rela tidak ditentukan dan
terserah anggota yang bersangkutan.
d) Sumber lain yang sah
Sumber lain pendanaan dan permodalan koperasi dapat berasal dari
bantuan pemerintah, hibah , dana cadangan koperasi, dan modal pinjaman
dari pihak lain.
b. Perusahaan Umum Pegadaian/Perum Pegadaian
Perum Pegadaian merupakan perusahaan umum milik pemerintah yang
kegiatannya memberikan pinjaman uang yang besarnya berdasarkan pada nilai
barang jaminan yang diserahkan. Jaminan tersebut bisa berupa barang bergerak,
seperti perhiasan (emas dan perak), barang-barang elektronik, sepeda motor, mobil,
dan lain-lain maupun tidak bergerak, contohnya tanah dan bangunan. Perum
Pegadaian ada di setiap kota di Indonesia.
Fungsi dan Tujuan pemerintah menyelenggarakan Perum Pegadaian yaitu
untuk membantu rakyat kecil dengan memberikan kredit/pinjaman agar terhindar
dari kreditor liar (lintah darat) yang meminjamkan uang dengan bunga sangat
tinggi. Jangka waktu pinjaman melalui pegadaian biasanya selama satu tahun atau
kurang dari satu tahun.
c. Perusahaan Asuransi
Perusahaan asuransi merupakan lembaga yang menghimpun dana
melalui penarikan premi asuransi dan menjanjikan akan memberi sejumlah ganti
rugi apabila terjadi suatu peristiwa atau musibah yang menimpa pihak yang ikut
program asuransi.
Dana yang dihimpun perusahaan asuransi umumnya diinvestasikan dalam
surat berharga atau dipinjamkan kepada pihak lain. Kegiatan perasuransian di
Indonesia diatur dengan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1992. Beberapa contoh
perusahaan asuransi di Indonesia antara lain:
1) Asuransi Bumi Putra
2) Asuransi Sosial Tenaga Kerja
3) Asuransi Jiwasraya
4) Asuransi Kesehatan Indonesia
5) Asuransi Kerugian Jasa Raharja

112
Sekarang ini banyak sekali bermunculan perusahaan asuransi yang menawarkan
beragam jaminan bagi nasabahnya sehingga dikatakan perusahaan asuransi
memiliki peranan yang penting, antara lain:
a. menambah lapangan kerja bagi masyarakat
b. mengurangi kekhawatiran dalam kehidupan masyarakat
c. mengurangi kerugian yang ditanggung masyarakat
d. memperlancar kegiatan ekonomi masyarakat.
d. Lembaga Dana Pensiun
Di Indonesia, para pegawai negeri sipil setelah tidak bertugas/purnatugas
akan memperoleh dana pensiun. Dana pensiun ini diperoleh dari pemotongan gaji
pegawai setiap bulan selama masih aktif bekerja. Ketika pegawai negeri yang
bersangkutan telah pensiun, maka setiap bulan ia akan memperoleh uang pensiun.
Lembaga yang mengelola dana pensiun adalah PT Taspen.
Jadi PT Taspen menghimpun dana dari para pegawai dan menyalurkanya
dengan memberikan uang pensiun kepada para pegawai yang telah pensiun. Selain
itu juga disalurkan melalui pembelian kredit atau diinvestasikan lewat pemberian
surat berharga.
e. Lembaga Pembiayaan
Lembaga pembiayaan ialah badan usaha yang melakukan kegiatan
pembiayaan dalam bentuk penyediaan dana atau barang modal dengan tidak
menarik dana langsung dari masyarakat. Lembaga pembiayaan bergerak dalam
bidang-bidang usaha berikut.
1) Usaha sewa guna usaha/leasing company, yaitu badan usaha yang
melakukan pembiayaan dalam bentuk penyediaan barang modal yang
dibutuhkan oleh nasabah.
2) Usaha pembiayaan konsumen, yaitu badan usaha yang melakukan usaha
pembiayaan pengadaan barang untuk kebutuhan konsumen dengan sistem
pembayaran angsuran atau berkala.
3) Usaha kartu kredit, adalah badan usaha yang melakukan usaha pembiayaan
untuk membeli barang dan jasa dengan menggunakan kartu kredit.
4) Usaha penyertaan modal/modal ventura, adalah suatu usaha yang
melakukan kegiatan pembiayaan dalam bentuk penyertaan modal kedalam
suatu perusahaan yang menerima bantuan pembiayaan untuk jangka waktu
tertentu.
f. Bursa Efek
Bursa efek merupakan tempat bertemunya pihak yang menawarkan dengan
pihak yang memerlukan dana dan tempat jual beli efek (obligasi, saham, dan surat
berharga). Fungsi dan Tujuan didirikannya bursa efek adalah untuk
menghimpun dana lewat penjualan surat berharga/efek guna membiayai kegiatan-
kegiatan yang produktif.
1) Pasar Uang
Pasar uang (money Market) sama halnya dengan pasar modal, yaitu pasar
tempat memperoleh dana dan investasi dana. Hanya bedanya modal yang
ditawarkan dipasar uang adalah berjangka waktu pendek. Dipasar ini transaksi

113
lebih banyak dilakukan dengan mengunakakn media elektronika, sehingan
nasabah tidak perlu datang secara langsung.
2) Pasar Modal
Pasar Modal pasar tempat pertemuan dan melakukan transaksi antara pencari
dana (emiten) dengan para penanam modal (Investor). Dalam pasar modal
yang diperjualbelikan adalah efek-efek seperti saham dan obligasi (modal
jangka panjang)
G. Perbedaan Lembaga Keuangan Bank dan Non Bank
Ada beberapa perbedaan antara bank dan lembaga keuangan bukan bank, yaitu :
1. Lembaga keuangan bank (disebut bank saja) merupakan lembaga keuangan yang
paling lengkap kegiatannya yaitu menghimpun dana dari masyarakat dan
menyalurkan kembali dana tersebut kepada masyarakat dalam bentuk pinjaman serta
melaksanakan kegiatan jasa keuangan lainnya, sedangkan Lembaga keuangan non
bank (disebut lembaga keuangan lainnya) kegiatannya difokuskan pada salah satu
kegiatan keuangan saja. Misalnya : *perusahaan leasing menyalurkan dana dalam
bentuk barang modal kepada perusahaan penyewa (lessee), *pegadaian menyalurkan
dana dalam bentuk pinjaman jangka pendek dengan jaminan barang bergerak.
2. Bank dapat secara langsung menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk giro,
tabungan, deposito berjangka. Sedangkan LK Non Bank tidak dapat secara langsung
menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk giro, tabungan, dan deposito
berjangka.
3. Bank Umum dapat menciptakan uang giral yang dapat mempengaruhi jumlah uang
yang beredar dimasyarakat. Sedangkan LK Non Bank tidak bisa melakukan hal
tersebut.

114
Krisis Perbankan Tahun 1997 – 1999

A. Faktor Penyebab Terjadinya Krisis Perbankan 1997/1998


Setelah berpuluh-puluh tahun terbuai oleh pertumbuhan perekonomian yang begitu
mengagumkan, tahun 1998 ekonomi Indonesia mengalami kontraksi begitu hebat. Krisis
yang sudah berjalan enam bulan selama tahun 1997, berkembang semakin buruk dalam
tempo cepat. Faktor yang memperparah kondisi perbankan di Indonesia adalah
menguapnya dengan cepat kepercayaan masyarakat, ketidakpastian suksesi
kepemimpinan, sikap plin-plan pemerintah dalam pengambilan kebijakan, besarnya utang
luar negeri yang segera jatuh tempo, situasi perdagangan internasional yang kurang
menguntungkan.
Pada saat awal terjadinya krisis, dimulai dengan dampak dari proses penularan,
dimana rupiah tertekan di pasar mata uang setelah dan bersamaan dengan apa yang terjadi
di negara-negara lain di Asia. Tetapi kemudian dengan langkah kebijakan yang dilakukan
yaitu pelebaran rentang kurs intervensi, mengubah sistem nilai tukar dari mengambang
terkendali (managed floating) menjadi pengambangbebasan rupiah (free floating),
intervensi BI dan pengetatan likuiditas, terjadi proses menjalar dari proses penularan
tersebut, sehingga gejolak kurs rupiah menjalar menjadi masalah tertekannya perbankan.
Ketidakpercayaan terhadap rupiah menjalar menjadi ketidakpercayaan terhadap
perbankan yang menimbulkan krisis perbankan. Krisis tersebut membawa kepanikan
kepada para nasabah bank karena mahalnya kredit bank, sehingga sektor keuangan
langsung berpengaruh negatif terhadap sektor riil (kegiatan produksi, perdagangan,
investasi maupun konsumsi).
Selanjutnya, perkembangan krisis keuangan ini menjalar menjadi krisis sosial
dimana perusahaan yang tidak memperolah pinjaman bank mulai melakukan PHK
terhadap karyawannya.
B. Kondisi Perbankan sebelum dan pada Awal Krisis
Sampai dengan pertengahan tahun 1997, kegiatan perbankan secara umum masih
berkembang dengan kecepatan tinggi. Mobilisasi dana masyarakat meningkat pesat
sementara ekspansi kredit tetap kuat, terutama ke sektor properti. Ekspansi berlebihan juga
telah menyebabkan kewajiban perbankan dalam valuta asing, khususnya pada bank swasta
nasional, meningkat tajam sebagaimana tercermin dari memburuknya posisi devisa netto
dan makin besarnya rekening administratif dalam valuta asing perbankan selama tiga tahun
terakhir. Di sisi lain, kredit tidak lancar pada beberapa bank nasional cenderung meningkat
dan efisiensi usaha memburuk.
Kerentanan tersebut tidak lepas dari berbagai kelemahan fundamental industri
perbankan yang sudah terakumulasi sejak beberapa tahun sebelumnya. Terdapat lima
faktor yang menyebabkan kondisi mikro perbankan menjadi rentan terhadap gejolak
ekonomi pada masa itu, yaitu:
1. Relatif lemahnya kemampuan manajerial bank telah mengakibatkan penurunan
kualitas aset produktif dan peningkatan risiko yang dihadapi bank. Situasi ini
diperburuk pula oleh lemahnya pengawasan dan sistem informasi internal didalam
memantau, mendeteksi, dan menyelesaikan kredit bermasalah serta posisi risiko yang

115
berlebihan. Besarnya pemberian kredit dan jaminan baik secara langsung maupun
tidak langsung kepada individu atau kelompok usaha yang terkait dengan bank, telah
mendorong tingginya risiko kemacetan kredit yang dihadapi bank.
2. Adanya jaminan terselubung dari bank sentral atas kelangsungan hidup suatu bank
untuk mencegah kegagalan sistematik dalam industri perbankan sehingga risiko yang
dihadapi perbankan sebagai akibat dari kesulian likuiditas secara praktis tergeser
kepada bank sentral.
3. Kurang transparannya informasi mengenai kondisi perbankan selain telah
mengakibatkan kesulitan dalam melakukan analisis secara akurat tentang kondisi
keuangan suatu bank, juga telah melemahkan upaya untuk melakukan kontrol sosial
dan menciptakan disiplin pasar. Hal-hal tersebut berakibat ikut mengurangi
kepercayaan masyarakat terhadap perbankan
4. Sistem pengawasan oleh bank sentral kurang efektif karena belum sepenuhnya dapat
mengimbangi pesat dan kompleksnya kegiatan operasional perbankan. Hal ini telah
mendorong perbankan nasional mengabaikan prinsip kehati-hatian dalam kegiatan
operasional mereka. Meskipun ketentuan kehati-hatian perbankan di Indonesia telah
mengikuti standar dari Bank for International Settlements (BIS), lemahnya penegakan
hukum dan kurangnya independensi bank sentral menyebabkan langkah-langkah
koreksi tidak dapat dilakukan secara efektif.
Awal kesulitan mulai terjadi ketika nilai tukar rupiah mulai melemah sejak Juli 1997,
perbankan nasional mulai terkena imbasnya. Melemahnya nilai tukar rupiah
mengakibatkan kewajiban bank dalam mata uang rupiah untuk memenuhi kewajiban
yang terdenomasi valuta asing naik secara tajam. Akibatnya bank-bank sulit untuk
memenuhi penarikan dana oleh para kreditur.
Melemahnya nilai tukar rupiah menjadi pemicu awal gelombang kesulitan likuiditas
pada perbankan. Krisis perbankan tahun 1997-1998 dapat dibagi menjadi tiga tahap,
Tahap pertama yaitu tahap awal kebijakan mengatasi kesulitan likuiditas perbankan
dimulai sejak krisis berlangsung, yaitu pada saat kepercayaan terhadap perbankan
semakin merosot. Tahap selanjutnya adalah tahap meredakan krisis dan terakhir
adalah tahap restrukturisasi perbankan, yaitu pemulihan kembali perbankan.
C. Kebijakan Awal Mengatasi Kesulitan Likuiditas Perbankan
Menghadapi kesulitan perbankan tersebut diatas, Bank Indonesia membawa masalah
ini ke dalam Sidang Kabinet Terbatas Bidang Ekonomi, Keuangan, Pengawasan
Pembangunan dan Produksi Distribusi pada 3 September 1997. Pada sidang kabinet
tersebut, Presiden memutuskan antara lain agar Menteri Keuangan dan Gubernur Bank
Indonesia mengambil langkah-langkah sebagai berikut:
- Agar diupayakan penggabungan atau akuisisi terhadap bank-bank yang secara nyata
tidak sehat oleh bank yang sehat.
- Jika upaya ini tidak berhasil, bank-bank tersebut supaya dilikuidasi sesuai peraturan
perundangan yang berlaku dengan mengamankan semaksimal mungkin penabung,
terutama pemilik simpanan kecil.
Sebagai langkah awal penyehatan perbankan yang dirumuskan oleh Pemerintah
Republik Indonesia dengan dukungan IMF disepakati bahwa tindakan melikuidasi bank
yang tidak solvent merupakan sesuatu yang perlu dilakukan dalam rangka restrukturisasi

116
perbankan. Dalam Rapat Direksi Bank Indonesia, dikemukakan bahwa pihak Bank
Indonesia menyampaikan tujuh bank swasta nasional yang layak dicabut izin usaha
mereka. Namun IMF tidak puas dengan tujuh bank, karena menurut mereka market
menghendaki lebih dari tujuh bank. Setelah melalui serangkaian kajian disepakati 16 bank
yang dilikuidasi, antara lain :
1. Bank Harapan Sentosa
2. Sejahtera Bank Umum
3. Bank Pacific
4. South East Asian Bank
5. Bank Pinaesaan
6. Bank Anrico
7. Bank Umum Majapahit Jaya
8. Bank Industri
9. Bank Jakarta
10. Bank Astria Raya
11. Bank Guna Internasional
12. Bank Dwipa Semesta
13. Bank Kosagraha Semesta
14. Bank Citrahasta Danamanunggal
15. Bank Andromeda
16. Bank Mataram Dhanaarta
Penutupan 16 bank yang tidak solvent merupakan bagian dari restrukturisasi sektor
keuangan, bahkan sebenarnya tindakan ini merupakan syarat awal dari pinjaman IMF.
Pencabutan izin usaha terhadap 16 bank yang semula dimaksudkan untuk penyehatan
perbankan guna mengembalikan kepercayaan masyarakat justru memberikan hasil yang
sangat jauh dari perhitungan. Masyarakat yang mengetahui bahwa jumlah simpanan yang
dibayarkan pada 16 bank yang dilikuidasi hanya sebesar Rp 20 juta sedangkan sisa
simpanan diatas Rp 20 juta melakukan penarikan dana tunai secara besar-besaran dan
pemindahan dana dari bank-bank yang dianggap lemah ke bank-bank yang dinilai kuat.
Akibatnya, bank-bank yang dianggap kuat juga ikut terkena dampak krisis kepercayaan
tersebut.
D. Kebijakan Lanjutan Meredakan Krisis Perbankan
Kebijakan lanjutan ini dimulai dengan pelaksanaan kebijakan unutk meredam
krisis perbankan dengan program restrukturisasi perbankan sebagai bagian dari
restrukturisasi sektor keuangan. Rumusan tersebut berupa :
1. Program jaminan oleh pemerintah yang diyakini sebagai cara terbaik untuk
memperbaiki kondisi perbankan sambil memulihkan kembali kepercayaan
masyarakat. Pemerintah memperkenalkan program ini sebagai program penjaminan
pemerintah atas kewajiban bank umum terhadap para deposan dan kreditur.
2. Pembentukan Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN)
Keberadaan lembaga ini pada awalnya terfokus pada identifikasi upaya-upaya untuk
merehabilitasi bank-bank bermasalah yang diserahkan Bank Indonesia, karena telah
menikmati bantuan likuiditas sebesar 200% dan atau memiliki CAR kurang dari 5%.

117
Dengan dukungan BPPN ini, Bank Indonesia diharapkan mampu lebih efektif dalam
melakukan pengawasan terhadap bank-bank lainnya.
E. Restrukturisasi Perbankan
Dengan meredanya kesulitan likuiditas perbankan dan berkurangnya gelombang
penarikan dana, Pemerintah dan Bank Indonesia kemudian menyiapkan program
restrukturisasi perbankan. Program ini bertujuan unutk mengatasi dampak krisis dan
menghindari terjadinya krisis serupa di masa datang. Restrukturisasi perbankan
dikelompokkan melalui empat aspek, yaitu :
1. Rekapitalisasi Perbankan.
Rekapitalisasi bank-bank merupakan langkah strategis untuk memperbaiki
permodalan bank. Rekapitalisasi ini terdiri dari:
- Rekapitalisasi bank-bank yang viable untuk dapat menjadi sehat dan mencapai
rasio kecukupan modal minimum sebesar 8% pada tahun 2001.
- Pembersihan bank-bank dari pemilik dan pengurus yang tidak memenuhi
persyaratan sebagai pemilik dan pengurus bank (tidak fit and proper)
- Penutupan bagi bank-bank yang diperkirakan tidak mampu bertahan.
- Penyelesaian aset-aset bank yang ditutup.
- Penyelesaian kredit macet perbankan, dengan mengalihkan ke Asset
Management Unit dan menghapusbukukan dari bank-bank yang direkapitalisasi.
2. Restukturisasi Kredit.
Aspek ini sangat menentukan keberhasilan program restrukturisasi perbankan dan
program penyehatan perekonomian secara keseluruhan. Restrukturisasi kredit yang
dilakukan ini melengkapi restrukturisasi kredit dan aset perbankan lainnya yang
dilakukan oleh BPPN dan diharapkan dapat memperbaiki pembukuan bank, serta
menggairahkan para debiturnya untuk kembali berproduksi (yang berarti
menggerakkan sektor riil).
3. Langkah-langkah lainnya.
Selanjutnya ditempuh langkah pengembangan infrastruktur perbankan untuk
meningkatkan daya tahan bank menghadapi berbagi gejolak. Salah satunya dengan
pendirian Lembaga Penjamin Simpanan dan Pengambangan Bank Syariah. Selain itu,
dilakukan fungsi pengawasan bank dengan mengutamakan penegakan aturan dan
meningkatkan frekuensi pemeriksaan bank yang difokuskan pada risiko yang dihadapi
oleh setiap bank.
4. Tingkat kewenangan Bank Indonesia dalam menetapkan kebijakan.
Seperti diketahui sebelumnya, sebelum diberlakukannya Undang-Undang No. 23
tahun 1999 tentang Bank Indonesia, landasan hukum bagi Bank Indonesia sebagai
bank sentral adalah Undang-undang no.13 tahun 1968 tentang Bank Sentral. Dalam
Undang-undang yang lama ditetapkan bahwa dalam menjalankan tugasnya Bank
Indonesia mengacu pada kebijakan yang dilakukan oleh Dewan Moneter. Hal ini
mencerminkan kekurangtegasan dalam pembagian tugas dan tanggung jawab antara
bank Indonesia dengan pemerintah, serta mencerminkan pula keterbatasan wewenang
Bank Indonesia dalam melaksanakan kebijakan moneter dan perbankan. Terbatasnya
kewenangan tersebut berakibat kurang efektifnya langkah-langkah yang ditempuh

118
oleh Bank Indonesia dalam mengatasi krisis moneter yang terjadi. Atas dasar
pengalaman tersebut, lahirlah UU no. 23 tahun 1999 yang mengandung dua aspek:
- Kebebasan/independensi yang diberikan kepada Bank Indonesia tanpa boleh
dicampurtangani oleh pemerintah atau pihak-pihak lainnya. independensi ini
merupakan upaya agar Bank Indonesia tetap fokus kepada upaya menjaga
kestabilan nilai rupiah dalam kondisi politik yang dapat berubah.
- Tujuan Bank Indonesia yang lebih terfokus, yaitu mencapai dan memelihara
kestabilan nilai rupiah.
Secara bersama-sama kedua aspek tersebut bagi Bank Indonesia akan merupakan
tanggung jawab profesionalisme agar kestabilan nilai rupiah dapat dipelihara secara
terus menerus dan dilain pihak dapat memberikan harapan yang lebih baik bagi semua
pihak, termasuk dunia usaha, bahwa kepastian iklim usaha di masa mendatang dapat
lebih terjamin dengan stabilnya nilai rupiah.

119
KEGIATAN, FUNGSI, dan PERANAN BANK

Sebagai lembaga keuangan yang berorientasi pada bisnis, bank juga melakukan
berbagai kegiatan, seperti yang telah dijelaskan sebelumnya. Sebagai lembaga keuangan,
kegiatan bank sehari-hari tidak terlepas dari bidang keuangan. Kegiatan perbankan yang paling
pokok adalah membeli uang dengan cara menghimpun dana dari masyarakat luas, kemudian
menjual uang yang berhasil dihimpun dengan cara menyalurkan kemabali kepada masyarakat
melalui pemberian pinjaman atau kredit.
Dari kegiatan jual beli uang inilah bank akan memperoleh keuntungan, yaitu dari selisih
harga beli (bunga simpanan) dengan harga jual (bunga pinjaman). Disamping itu, kegiatan
bank lainnya dalam rangka mendukung kegiatan menghimpun dana dan menyalurkan dana
adalah memberikan jasa-jasa lainnya. Kegiatan ini ditujukan untuk memperlancar kegiatan
menghimpun dan menyalurkan dana.
Dalam praktiknya kegiatan bank dibedakan sesuai dengan jenis bank tersebut. Setiap
jenis bank memiliki ciri dan tugas tersendiri dalam melakukan kegiatannya, misalnya dilihat
dari segi fungsi bank, yaitu antara Bank Umum dengan Bank Perkreditan Rakyat, jelas
memiliki tugas atau kegiatan yang berbeda.
1. Bank Sentral (Bank Indonesia)
Dalam rangka mencapai tujuannya, Bank Indonesia mempunyai tugas sebagaimana
dicantumkan dalam Pasal 8 UU No. 23 Tahun 1999. Tugas tersebut terbagi kedalam tiga
pilar yang merupakan tiga bidang utama tugas Bank Indonesia, yaitu:
1) Menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter
Dalam pasal 10 UU No. 23 Tahun 1999, ditegaskan bahwa dalam rangka
menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter. Bank Indonesia berwenang
untuk menetapkan sasaran-sasaran moneter dengan memperhatikan sasaran laju
inflasi yang ditetapkannya, serta melakukan pengendalian moneter dengan
mempergunakan berbagai cara, antara lain :
a) Operasi pasar terbuka di pasar uang
Kebijakan pasar terbuka dilakukan dengan cara menjual atau membeli surat-surat
berharga oleh Bank Indonesia dengan memperhatikan Jumlah Uang Beredar
(JUB).
(1) Jika JUB dianggap terlalu banyak sehingga dikhawatirkan terjadinya inflasi,
Bank Indonesia menjual Sertifikat Bank Indonesia (SBI) dengan tingkat
bunga tinggi sehingga merangsang masyarakat untuk membeli.
(2) Jika JUB dianggap kurang, Bank Indonesia mengurangi tingkat suku bunga
SBI
(3) Jika JUB dianggap terlalu banyak, Bank Indonesia mengurangi atau tidak
membeli Surat Berharga Pasar Uang (SBPU)
(4) Juka JUB dianggap kurang, Bank Indonesia membeli SBPU sehingga JUB
bertambah banyak dan harga barang-barang menjadi turun
b) Penetapan tingkat diskonto
Kebijakan diskonto dilakukan dengan cara menaikkan atau menurunkan tingkat
suku bunga deposito berjangka

120
(1) Jika JUB dianggap terlalu banyak (inflasi) maka suku bunga SBI dinaikkan,
akibatnya suku bunga deposito berjangka naik dan JUB akan turun.
(2) Jika JUB dianggap kuran, suku bunga SBI diturunkan supaya tingkat suku
bunga deposito berjangka turun dan diharpakan masyarakat mencairkan
depositonya kembali.
c) Penetapan cadangan wajib minimum
Penetapan cadangan wajib minimum dimaksudkan agar bank selalu dalam
keadaan sehat. Hal ini sesuai dengan prinsip kehati-hatian. Dalam Surat
Keputusan Direksi Bank Indonesai No.31/146/KEP/DIR Pasal 1 dikatakan bahwa
Bank Umum wajib menyediakan modal minimum sebesar 4% dari aktiva
tertimbang menurut risiko (ATMR). ATMR merupakan penjumlahan aktiva
neraca dan aktiva administrasi
d) Pengaturan kredit pembiayaan
Pengaturan kredit atau pembelanjaan perlu karena pemberian kredit yang
melebihi batas kewajaran kepada peminjam merupakan salah satu penyebab
utama kegagalan bank. Dengan demikian bank wajib melaksanakan prinsip
kehati-hatian secara sungguh-sungguh dalam pemberian kredit, diantaranya
dengan cara menghindari konsentrasi pemberian kredit dan penyebaran kredit.
 Peran Bank Indonesia sebagai Lender of The Last Resort
Sebagai upaya untuk meningkatkan pengendalian moneter, Bank Indonesia
mempunyai fungsi yang memungkinkan Bank Indonesia membantu
kesulitan pendanaan jangka pendek yang dihadapi bank karena adanya miss-
match yang disebabkan risiko kredit atau risiko berdasarkan prinsip syariah,
risiko manajmen, atau risiko pasar.
 Kebijakan nilai tukar
Bank Indonesia melaksankan kebijakan nilai tukar berdasarkan nilai tukar
yang ditetapkan. Penetapan nilai tukar dilakukan pemerintah dalam bentuk
Keputusan Presiden berdasarkan usul Bank Indonesia. Kewenangan Bank
Indonesia dalam melaksanakan kebijakan nilai tukar antara lain dapat berupa:
(a) Devaluasi atau revaluasi terhadap mata uang asing dalam sistem nilai
tukar tetap
(b) Intervensi pasar dalam sistem nilai tukar mengambang (floating rate)
(c) Penetapan nilai tukar harian serta lebar pita intervensi dalam sistem nilai
tukar mengambang terkendali (managed floating rate)
2) Mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran
Dalam rangka mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran, bank
Indonesia berwenang melaksanakan dan memberikan persetujuan atau izin atas
penyelenggaraan jasa sistem pembayaran, mewajibkan penyelenggara jasa sistem
pembayaran untuk menyampaikan laporan kegiatannya, serta menetapkan
penggunaan alat pembayaran.
a) Pengaturan dan penyelenggaraan kliring serta penyelesaian akhir transaksi
Bank Indonesia berwenang mengatur sistem kliring antarbank dalam mata uang
rupiah dan/atau waluta asing yang meliputi sistem kliring domestik dan lintas
negara

121
b) Mengeluarkan dan mengedarkan uang
Sesuai dengan UUD 1945, Bank Indonesia merupakan satu-satunya lembaga
yang berwenang untuk mengeluarkan dan mengedarkan uang rupiah serta
mencabut, menarik, dan memusnahkan uang dari peredaran. BI juga berwenang
menetapkan macam, harga, ciri uang yang akan dikeluarkan, bahan yang
digunakan, dan penentuan tunggal mulai berlakunya sebagai alat pembayaran
yang sah. Sebagai konsekuensinya Bank Indonesia harus menjamin ketersediaan
uang di masyarakat dalam jumlah cukup dan dengan kualitas memadai.
3) Tugas mengatur dan mengawasi bank
Pasal 8 UU No. 23 Tahun 1999 menyatakan bahwa salah satu tugas Bank Indonesia
adalah pengaturan dan pengawasan bank. Dalam rangka melaksanakan tugas ini,
Bank Indonesia menetapkan peraturan, memberikan dan mencabut izin atas
kelembagaan dan kegitan usaha tertentu bank, melaksanakan pengawasan bank,
serta mengenakan sanksi terhadap bank. Berkaitan dengan kewenangan, Bank
Indonesia dapat:
a) Memberikan dan mencabut izin usaha bank
b) Memberikan izin pembukaan, penutupan, pemindahan kantor bank
c) Memberikan persetujuan atas kepemilikan dan kepengurusan bank
d) Memberikan izin kepada bank untuk menjalankan kegiatan-kegiatan usaha
tertentu
2. Bank Umum
Bank umum atau yang lebih dikenal dengan istilah bank komersiil merupakan bank
yang paling banyak beredar di Indonesia. Bank umum juga memiliki berbagai
keunggulan jika dibandingkan dengan BPR, baik dalam bidang ragam pelayanan maupun
jangkauan wilayah operasinya. Artinya bank umum memiliki kegiatan pemberian jasa
paling lengkap dan dapat beroperasi di seluruh wilayan Indonesia.
Dalam praktiknya ragam produk tergantung dari status bank yang bersangkutan.
Menurut status bank umum dibagi menjadi dua jenis, yaitu bank umum devisa dan bank
umum non devisa. Bank umum devisa misalnya memiliki jumlah layanan jasa yang
paling lengkap seperti dapat melakukan kegiatan yang berhubungan dengan jasa luar
negeri. Sedangkan bank umum non devisa sebaliknya tidak dapat melayani jasa yang
berhubungan dengan luar negeri.
Kegiatan bank umum secara lengkap meliputi kegiatan sebagai berikut:
a. Menghimpun Dana (Funding)
Dana untuk membiayai kegiatan operasi perbankan diperoleh dari berbagai
sumber. Perolehan dana ini bergantung dari bank itu sendiri apakh seara pinjaman
(titipan) dari masyarakat atau dari lembaga lainnya. Selain itu untuk membiayai
operasinya dana dapat pula diperoleh dari modal sendiri, yaitu dengan mengeluarkan
atau menjual saham. Adapun sumber-sumber dana bank tersebut adalah sebagai
berikut:
1) Dana yang bersumber dari bank itu sendiri
Sumber dana ini merupakan sumber dana dari modal sendiri. Modal sendiri
adalah modal setoran dari para pemegang sahamnya. Apabila saham yang
terdapat didalam portepel belum habis terjual, sedangkan kebutuhan dana masih

122
perlu, maka pencairannya dapat dilakukan dengan menjual saham kepada
pemegang saham lama. Akan tetapi jika tujuan untuk melakukan ekspansi, maka
perusahaan dapat mengelaurkan saham baru tersebut di pasar modal. Dilain itu
pihalk perbankan dapat menggunakan cadangan-cadangan laba yang belum
digunakan.
Secara garis besar dapat disimpulkan pencairan dana sendiri terdiri dari:
a) Setoran modal dari pemegang saham
b) Cadangan-cadangan bank, maksudnya adalah cadangan-cadangan laba pada
tahun lalu dibagi kepada para pemegang sahamnya. Cadangan ini sengaja
disediakan untuk mengantisipasi laba tahun yang akan datang
c) Laba bank yang belum dibagi, merupakan laba yang memang belum
dibagikan pada tahun bersangkutan sehingga dapat dimanfaatkan sebagai
modal untuk sementara waktu.
Keuntungan dari modal sendiri adalah tidak perlu membayar bunga yang relatif
lebih besar daripada jika membayar ke lembaga lain.
2) Dana yang berasal dari masyarakat luas
Sumber dana ini merupakan sumber dana terpenting bagi kegiatan operasi
bank dan merupakan ukuran keberhasilan bank jika mampu membiayai
operasinya dari sumber dana ini. Pencairan dana dari sumber ini relatif paling
mudah jika dibandingkan dengan sumber dana lainnya dan pencairan dana dari
sumber dana ini paling dominan, asal dapat memberikan bunga dan fasilitas
menarik lainnya. Akan tetapi pencairan sumber dana dari sumber ini relatif mahal
jika dibandingkan dengan sumber dana sendiri.
Pentingnya sumber dana dari masyarakat luas, disebabkan sumber dana dari
masyarakat luas merupakan sumber dana yang paling utama bagi bank. Sumber
dana yang juga disebut sumber dana dari pihak ketiga ini disamping mudah
mencairnya juga tersedia banyak di masyarakat. Kemudian persyaratan untuk
mencairnya juga tidak sulit.
Untuk memperoleh sumber dana dari masyarakat luas, bank dapat
menawarkan berbagai jenis simpanan. Pembagian jenis simpanan kedalam
beberapa jenis dimaksudkan agar para nasabah penyimpan mempunyai banyak
pilihan sesuai dengan tujuan masing-masing. Tiap pilihan mempunyai
pertimbangan tertentu dan adanya suatu pengharapan yang ingin diperolehnya.
Pengaharapan yang ingin diperoleh dapat berupa keuntungan, kemudahan, atau
keamanan uangnya atau kesemuanya. Sebagai contoh tujuan utama menyimpan
uang dalam bentuk giro adalah untuk kemudahan dalam melakukan pembayaran,
terutama bagi mereka yang bergelut di bidang bisnis dan biasanya pemegang
rekening giro tidak memperhatikan masalah besar kecilnya bunga yang akan
diterimanya. Sedangkan bagi mereka yang menyimpan uangnya rekekning
tabungan di samping kemudahan untuk mengambil uangnya juga adanya
pengharapan bunga yang lebih besar jika dibandingkan dengan rekening giro.
Secara umum kegiatan penghimpunan dana ini dibagi kedalam tiga jenis,
yaitu:
a) Simpanan Giro (Demand Deposit)

123
Simpanan giro adalah simpanan pada bank yang penarikannya dapat
dilakukan dengan menggunakan cek atau bilyet giro. Kepada setiap
pemegang rekening giro akan diberikan bunga yang dikenal dengan nama
jasa giro. Besarnya jasa giro bergantung dengan bank yang bersangkutan.
Rekening giro biasa digunakan oleh para usahawan, baik untuk perorangan
maupun perusahaannya. Bagi bank jasa giro merupakan dana yang paling
murah karena bunga yang diberikan kepada nasabah lebih rendah daripada
jenis simpanan lainnya.
b) Simpanan Tabungan
Merupakan simpanan pada bank yang penarikannya sesuai dengan
persyaratan yang ditetapkan oleh bank. Penarikan tabungan dilakukan
dengan menggunakan buku tabungan, slip penarikan kuitansi, atau kartu
Anjungan Tunai Mandiri (ATM). Kepada pemegang rekening tabungan akan
diberikan bunga tabungan yang merupakan jasa atas tabungannya. Sama
halnya seperti rekening giro, besarnya bunga tabungan tergantung dari bank
yang bersangkutan. Dalam praktiknya bunga tabungan lebih besar dari bunga
giro.
c) Simpanan Deposito
Deposito merupakan simpanan yang memiliki jangka waktu tertentu (jatuh
tempo). Penarikannya pun dilakukan sesuai dengan jangka waktu tersebut.
Namun, saat ini sudah ada bank yang memberikan fasilitas deposito yang
penarikannya dapat dilakukan setiap saat. Janis deposito pun beragam sesuai
dengan keinginan nasabah. Dalam praktiknya deposito terdiri dari deposito
berjangka, sertifikat deposito dan deposit on call.
3) Dana yang bersumber dari lembaga keuangan lainnya
Sumber dana yang ketiga ini merupakan sumber dana tambahan jika bank
mengalami kesulitan dalam pencairan sumber dana pertama dan kedua. Pencairan
dari sumber dana ini relatif lebih mahal dan sifatnya hanya sementara waktu saja.
Kemudian dana yang diperoleh dari sumber ini digunakan untuk membiayai atau
membayar transaksi-transaksi tertentu. Perolehan dana dari sumber ini antar lain
dapat diperoleh dari:
a) Kredit likuiditas dari Bank Indonesia
Merupakan krdit yang diberikan Bank Indonesia kepada bank-bank yang
mengalami kesulitan likuiditasnya. Kredit likuiditas ini juga diberikan
kepada pembiayaan sektor-sektor tertentu.
b) Pinjaman antarbank
Pinjaman antarbank biasanya diberikan kepada bank-bank yang mengalami
kalah kliring didalam lembaga kliring. Pinjaman ini bersifat jangka pendek
dengan bunga yang relatif tinggi. Pinjaman antarbank lebih dikenal dengan
nama call money.
c) Pinjaman dari bank-bank luar negeri
Merupakan pinjaman yang diperoleh oleh perbankan dari pihak luar negeri,
misalnya pinjaman dari Bank Singapura, Amerika Serikat atau dari negara-
negara Eropa.

124
d) Surat Berharga Pasar Uang (SBPU)
Dalam hal ini pihak perbankan menerbitkan SBPU kemudian
diperjualbelikan kepada pihak yang berminat, baik perusahaan keuangan
maupun non keuangan.

b. Menyalurkan Dana (Lending)


Menyalurkan dana merupakan kegiatan menjual dana yang berhasil dihimpun
dari masyarakat. Kegiatan ini dikenal dengan istilah lending. Penyaluran dana yang
dilakukan oleh bank melalui pemberian pinjaman yang dalam masyarakat lebih
dikenal dengan nama kredit. Kredit yang diberikan oleh bank terdiri dari berbagai
jenis, tergantung dari kemampuan bank yang menyalurkannya. Demikian pula
dengan jumlah serta tingkat suku bunga yang ditawarkan.
Sebelum kredit dikucurkan bank terlebih dahulu menilai kelayakan kredit yang
diajukan oleh nasabah. Kelayakan ini meliputi berbagai aspek penilaian. Penerima
kredit akan dikenakan bunga kredit yang besarnya bergantung dari bank yang
menyalurkannya. Besar kecilnya bunga kredit akan mempengaruhi keuntungan
bank, mengingat keuntungan utama bank adalah selisih bunga kredit dengan bunga
simpanan.
Adapun unsur-unsur yang terkandung dalam pemberian suatu fasilitas kredit
adalah sebagai berikut:
1) Kepercayaan
Yaitu suatu keyakinan pemberi kredit bahwa kredit yang diberikan (uang, barang,
jasa) akan benar-benar diterima kembali di masa tertentu di masa mendatang.
Kepercayaan ini diberikan oleh bank, dimana sebelumnya sudah dilakukan
penelitian penyelidikan tentang nasabah baik secara intern maupun ekstern.
Penelitian dan penyelidikan tentang kondisi masa lalu dan sekarang terhadap
nasabah pemohon kredit.
2) Kesepakatan
Disamping unsur kepercayaan didalam kredit juga mengandung unsur
kesepakatan antara si pemberi kredit dengan si penerima kredit. Kesepakatan ini
dituangkan dalam surat perjanjian dimana masing-masing pihak menandatangani
hak dan kewajibannya masing-masing.
3) Jangka waktu
Setiap kredit yang diberikan memiliki jangka waktu tertentu, jangka waktu ini
meliputi masa pengembalian kredit yang telah disepakati. Jangka waktu tersebut
dapat berupa jangka pendek, jangka menengah, maupun jangka panjang.
4) Risiko
Adanya suatu tenggang waktu pengembalian akan menyebabkan suatu risiko
tidak tertagihnya/macet pemberian kredit. Semakin panjang suatu kredit semakin
besar risikonya demikian pula sebaliknya. Risiko ini menjadi tanggungan bank,
baik risiko yang sengaja dilakukan oleh nasabah yang lalai, maupun oleh risiko
yang tidak sengaja.
5) Balas jasa

125
Merupakan keuntungan atas pemberian suatu kredit atas jasa tersebut yang kita
kenal dengan nama bunga. Balas jasa dalam bentuk bunga dan biaya administrasi
kredit ini merupakan keuntungan bank. Sedangkan bagi bank yang berdasarkan
prinsip syariah balas jasanya ditentukan dengan bagi hasil.

Pemberian suatu fasilitas kredit mempunyai tujuan tertentu. Tujuan


pemberian kredit tersebut tidak akan terlepas dari misi bank tersebut didirikan.
Adapun tujuan utama pemberian suatu kredit adalah sebagai berikut:
1) Mencari keuntungan
Yaitu bertujuan untuk memperoleh hasil dari pemberian kredit tersebut. Hasil
tersebut terutama dalam bentuk bunga yang diterima oleh bank sebagai balas
jasa dan biaya administrasi kredit yang dibebankan kepada nasabah.
Keuntungan ini penting untuk kelangsungan hidup bank, jika bank terus
menerus menderita kerugian, maka kemungkinan besar bank tersebut akan
dilikuidasi.
2) Membantu usaha nasabah
Tujuan lainnya dalah untuk membantu usaha nasabah yang memrlukan dana,
baik dana investasi maupun dana untuk modal kerja. Dengan dana tersebut,
maka pihak debitur akan dapat memperluas dan mengembangkan usahanya.
3) Membantu pemerintah
Bagi pemerintah semakin banyak kredit yang disalurkan oleh pihak perbankan,
maka semakin baik, mengingat semakain banyak kredit berarti adanya
peningkatan pembagunan di berbagai sektor. Keuntungan pemerintah dengan
menyebarnya pemberian kredit adalah sebagai berikut:
a) Penerimaan pajak, dari keuntungan yang diperoleh nasabah dan bank
b) Membuka kesempatan kerja, dalam hal ini untuk kredit pembangunan usaha
baru atau peluasan usaha akan membutuhkan tenaga kerja baru sehingga
dapat menyedot tenaga kerja yang masih menaganggur
c) Meningkatkan jumlah barang dan jasa, jelas sekali bahwa semakin besar
kredit yang disalurkan akan dapat meningkatkan jumlah barang dan jasa
yang beredar di masyarakat
d) Menghemat devisa negara, terutama untuk produk-produk yang
sebelumnya diimpor dan apabila sudah dapat diproduksi di dalam negeri
dengan fasilitas kredit yang ada jelas akan dapat menghemat devisa negara
e) Meningkatkan devisa negara, apabila produk dari kredit yang dibiayai
untuk keperluan ekspor.
Kemudian disamping tujuan diatas suatu fasilitas kredit memiliki fungsi
sebagai berikut:
1) Untuk meningkatkan daya guna uang
Dengan adanya kredit dapat meningkatkan daya guna uang maksudnya jika
uang hanya disimpan saja tidak akan menghasilkan sesuatu yang berguna.
Dengan diberikannya kredit uang tersebut menjadi berguna untuk
menghasilkan barang atau jasa oleh si penerima kredit
2) Untuk meningkatkan peredaran dan lalu lintas uang

126
Uang yang disalurkan atau diberikan akan beredar dari suatu wilayah ke
wilayah lain sehingga suatu daerah yang kekurangan uang dengan
memperoleh kredit maka daerah tersebut akan memperoleh tambahan uang
dari daerah lainnya.
3) Untuk meningkatkan daya guna barang
Kredit yang digunakan bank akan digunakan oleh debitur untuk mengolah
barang yang tidak berguna menajdi barang yang bermanfaat
4) Meningkatkan peredaran barang
Kredit dapat menambah atau memperlancar arus barang dari suatu wilayah ke
wilayah lain sehingga jumlah barang yang beredar dari suatu wilayah ke
wilayah lainnya bertambah .
5) Sebagai alat stabilitas ekonomi
Dengan memberikan kredit dapat dikatakan sebagai stabilitas ekonomi karena
dengan adanya kredit yang beredar akan menambah jumlah barang yang
diperlukan oleh masyarakat. Kemudian dapat pula kredit membantu dalam
mengekspor barang dari dalam negeri ke luar negeri sehingga meningkatkan
devisa negara.
6) Untuk meningkatkan kegairahan usaha
Bagi si penerima kredit tentu akan dapat meningkatkankegairahan berusaha,
apalagi bagi si nasabah yang memang modalnya pas-pasan.
7) Untuk meningkatkan pemerataan pendapatan
Semakin banyak kredit yang disalurkan, akan semakin baik terutama dalam
hal meningkatkan pendapatan. Jika sebuah kredit diberikan untuk membangun
pabrik, maka pabrik tersebut tentu membutuhkan tenaga kerja sehingga dapat
mengurangi pengangguran. Disamping itu bagi masyarakat di sekitar pabrik
juga akan meningkatkan pendapatannya seperti membuka warung atau
meyewa rumah kontrakan atau jasa lainnya.
8) Untuk meningkatkan hubungan internasional
Dalam hal pinjaman internasional akan dapat meningkatkan saling
membutuhkan antara si penerima kredit dengan si pemberi kredit. Pemberian
kredit oleh negara lain akan meningkatkan kerjasama di bidang lainnya.
Kredit yang diberikan bank umum dan bank perkreditan rakyat untuk
masyarakat terdiri dari berbagai jenis. Secara umum jenis-jenis kredit dapat dilihat
dari berbagai segi antara lain sebagai berikut:
1) Dilihat dari segi kegunaannya
a) Kredit investasi
Biasanya digunakan untuk keperluan perluasan usaha atau membangun
proyek/pabrik baru atau untuk keperluan rehabilitasi. Contoh kredit
investasi antara lain untuk membangun pabrik atau membeli mesin-mesin.
Pendek kata, masa pemakaian kredit ini untuk suatu periode yang relatif
lama
b) Kredit modal kerja
Digunakan untuk keperluan untuk meningkatkan produksi dalam
operasional-nya. Sebagai contoh kredit modal kerja diberikan untuk

127
membeli bahan baku, membayar gaji pegawai atau biaya-biaya lainnya
yang berkaitan dengan proses produksi perusahaan.
2) Dilihat dari segi tujuan kredit
a) Kredit produktif
Kredit yang digunakan untuk meningkatkan usaha atau produksi atau
investasi. Kredit ini diberikan untuk menghasilkan barang dan jasa,
misalnya kredit untuk membangun pabrik yang nantinya akan
menghasilkan barang, kredit pertanian yang akan menghasilkan hasil tani
b) Kredit konsumtif
Kredit yang digunakan untuk dikonsumsi secara pribadi. Dalam kredit ini
tidak ada pertambahan barang dan jasa yang dihasilkan, karena memang
untuk digunakan atau dipakai oleh seseorang atau badan usaha. Sebagai
contoh kredit untuk perumahan, kredit mobil, kredit kendaraan bermotor,
dan sebagainya.
c) Kredit perdagangan
Kredit yang digunakan untuk perdagangan, bisanya untuk membeli barang
dagangan yang pembayarannya diharapkan dari hasil penjualan barang
dagangan tersebut. Kredit ini sering diberikan kepada suplier atau agen-
agen perdangan yang membeli dalam jumlah partai besar. Contoh kredit ini
adalah kredit ekspor impor.
3) Dilihat dari segi jangka waktu
a) Kredit jangka pendek
Merupakan kredit yang memiliki jangka waktu kurang dari 1 tahun atau
paling lama 1 tahun dan biasanya digunakan untuk keperluan modal kerja.
Misalnya keredit untuk usaha pertanian atau usaha peternakan.
b) Kredit jangka menengah
Jangka waktu kreditnya berkisar antara 1 tahun sampai dengan 3 tahun,
biasanya untuk investasi. Sebagai contoh kredit untuk usaha perkebunan
jeruk.
c) Kredit jangka panjang
Merupakan kredit yang masa pengembaliannya paling panjang. Kredit
jangka panjang waktu pengembaliannya diatas 3 tahun atau 5 tahun.
Biasanya kredit ini untuk investasi jangka panjang seperti untuk kredit
perumahan.
4) Dilihat dari segi jaminan
a) Kredit dengan jaminan
Kredit yang diberikan dengan suatu jaminan, jaminan tersebut dapat
berbentuk barang berwujud atau tidak berwujud atau jaminan orang.
Artinya setiap kredit yang dikeluarkan akan dilindungi senilai jaminan yang
diberikan si calon debitur.
b) Kredit tanpa jaminan
Merupakan kredit yang diberikan tanpa jaminan barang atau orang tertentu.
Kredit ini diberikan dengan melihat prospek usaha dan karakter serta
loyalitas atau nama baik si calon debitur selama ini.

128
5) Dilihat dari sektor usaha
a) Kredit pertanian, merupakan kredit yang dibiayai untuk sektor perkebunan
atau pertanian rakyat. Sektor usaha pertanian dapat berupa jangka pendek
maupun jangka panjang
b) Kredit peternakan, dalam hal ini untuk jangka pendek misalnya peternakan
ayam dan jangka panjang misalnya peternakan sapi/kambing
c) Kredit industri, yaitu kredit untuk membiayai industri kecil, menengah, atau
besar
d) Kredit pertambangan, jenis usaha tambang yang dibiayainya biasanya
dalam jangka panjang.
e) Kredit pendidikan, merupakan kredit yang diberikan untuk membangun
sarana dan prasarana pendidikan atau dapat pula berupa kredit untuk para
mahasiswa
f) Kredit profesi, diberikan kepada para profesional seperti dosen, dokter, atau
pengacara
g) Kredit perumahan, yaitu kredit untuk membiayai pembangunan atau
pembelian perumahan
h) Dan sektor-sektor lainnya
Sebelum suatu fasilitas kredit diberikan, bank harus merasa yakin bahwa
kredit yang diberikan benar-benar akan kembali. Keyakinan tersebut diperoleh dari
hasil penilaian kredit sebelum kredit tersebut disalurkan. Penilaian kredit oleh bank
dapat dilakukan dengan berbagai cara untuk mendapatkan keyakinan tentang
nasabahnya seperti melalui prosedur penilaian yang benar.
Dalam melakukan penilaian kriteria-kriteria serta aspek penilaiannya tetap
sama. Begitupula dengan ukuran-ukuran yang ditetapkan sudah menjadi standar
penilaian setiap bank. Biasanya kriteria penilaian yang harus dilakukan oleh bank
untuk mendapatkan nasabah yang benar-benar menguntungkan dilakukan dengan
analisis 5 C dan 7 P.
Adapun penjelasan untuk analisi 5 C kredit adalah sebagai berikut:
1) Character
Suatu keyakinan bahwa sifat, watak dari orang-orang yang akan diberikan kredit
benar-benar dapat dipercaya, hal ini tercermin dari latar belakang si nasabah baik
yang bersifat latar belakang pekerjaan maupun yang bersifat pribadi seperti; cara
hidup atau gaya hidup yang dianutnya, keadaan keluarga, hoby dan sosial
standingya. Ini semua merupakan ukuran kemauan membayar.
2) Capacity
Untuk melihat nasabah dlam kemampuannya dalam bidang bisnis yang
dihubungkan dengan pendidikannya, kemampuan bisnis juga diukur dengan
kemampuannya memahami tentang ketentuan-ketentuan pemerintah. Begitu pula
dengan kemampuannya menjalankan usahanya selama ini. Pada akhirnya akan
terlihat kemampuannya dalam mengembalikan kredit yang disalurkan.
3) Capital
Untuk melihat penggunaan modal apakah efektif, dilihat laporan keuangan
(neraca dan laporan rugi laba) dengan melakukan pengukuran seperti dari segi

129
likuiditas, solvabilitas, rentabilitas, dan ukuran lainnya. Capital juga dilihat dari
mana saja modal yang ada sekarang ini
4) Colleteral
Merupakan jaminan yang diberikan oleh calon nasabah baik yang merupakan
bersifat fisik maupun non fisik. Jaminan hendaknya melebihi jumlah kredit yang
diberikan. Jaminan juga harus diteliti keabsahannya sehingga jika terjadi suatu
masalah, maka jaminan yang dititipkan akan dapat dipergunakan secepat
mungkin.
5) Condition
Dalam menilai kredit hendaknyajuga dinilai kondisi ekonomi, politik sekarang
dan masa yang akan datang sesuai dengan sektor masing-masing, serta prospek
usaha dari sektor yang ia jalankan. Penilaian prospek bidang usaha yang dibiayai
hendaknya benar-benar memiliki prospek yang baik sehingga kemungkinan
kredit tersebut bermasalah kecil.

Kemudian penilaian kredit dengan metode analisis 7 P adalah sebagai


berikut:
1) Personality
Yaitu menilai nasabah dari segi kepribadiannya atau tingkah lakunya sehari-hari
maupun masa lalunya. Aspek ini mencakup sikap, emosi, tingkah laku, dan
tindakan nasabah menghadapi masalah
2) Party
Yaitu mengklasifikasikan nasabah kedalan klasifikasi tertentu atau golongan-
golongan tertentu berdasarkan modal, loyalitas, serta karkaternya. Sehingga
nasabah dapat digolongkan kedalam golongan tertentu dan akan mendapatkan
fasilitas yang berbeda-beda.
3) Perpose
Yaitu untuk mengetahui tujuan nasabah dalam mengambil kredit, termasuk jenis
kredit yang diinginkan nasabah. Tujuan pengambilan kredit dapat bermacam-
macam. Sebagai contoh apakah untuk modal kerja atau investasi, konsumtif atau
produktif, dan lain sebagainya
4) Prospect
Yaitu untuk menilai usaha nasabah di masa yang akan datang menguntungkan
atau tidak, atau dengan kata lain mempunyai prospek atau sebaliknya. Hal ini
penting mengingat jika suatu fasilitas kredit yang dibiayai tanpa mempunyai
prospek, bukan hanya bank yang akan rugi, tetapi juga nasabah
5) Payment
Merupakan ukuran bagaimana cara nasabah mengembalikan kredit yang telah
diambil atau dari sumber mana saja dan untuk pengembalian kredit. Semakin
banyak sumber penghasilan debitur, akan semakin baik. Dengan demikian, jika
salah satu usahanya merugikan dapat ditutupi oleh sektor lainnya
6) Profitability

130
Untuk menganalisis bagaimana kemampuan nasabah dalam mencari laba.
Profitabilitas diukur dari periode ke periode apakah akan tetap sama atau akan
semakin meningkat, apalagi dengan tambahan kredit yang akan diperolehnya
7) Protection
Tujuannya dalah bagaimana menjaga agar usaha dan jaminan mendapatkan
perlindungan. Perlindungan dapat berupa jaminan barang atau orang atau jaminan
asuransi
Untuk menentukan berkualitas atau tidaknya suatu kredit perlu diberikan
ukuran-ukuran tertentu. Bank Indonesia menggolongkan kualitas kredit menurut
ketentuan sebagai berikut:
1) Lancar (pas)
Suatu kredit dapat dikatan lancar apabila:
a) Pembayaran angsuran pokok dan/atau bunga tepat waktu
b) Memiliki mutasi rekening yang aktif
c) Bagian dari kredit yang dijamin dengan agunan tunai (cash collateral)
2) Dalam Perhaatian Khusus (special mention)
Dikatakan dalam perhatian khusus apabila memiliki kriteria antara lain:
a) Terdapat tunggakan pembayaran angsuran pokok dan/atau bunga yang belum
melampaui 90 hari
b) Kadang-kadang terjadi cerukan
c) Jarang terjadi pelanggaran terhadap kontrak yang diperjanjikan
d) Mutasi rekening aktif
e) Didukung dengan pinjaman baru
3) Kurang Lancar (substandard)
Dikatakan kurang lancar apabila memenuhi kriteria diantaranya:
a) Terdapat tunggakan pembayaran angsuran pokok dan/atau bunga yang telah
melampaui 90 hari
b) Sering terjadi cerukan
c) Terjadi pelanggaran terhadap kontrak yang diperjanjikan lebih dari 90 hari
d) Frekuensi mutasi rekening relatif rendah
e) Terdapat indikasi masalah keuangan yang dihadapi debitur
f) Dokumen pinjaman yang lemah
4) Diragukan (doubtful)
Dikatakan diragukan apabila memenuhi kriteria diantaranya:
a) Terdapat tunggakan pembayaran angsuran pokok dan/atau bunga yang telah
melampaui 180 hari
b) Terjadi cerukan yang sifatnya permanen
c) Terjadi wanprestasi lebih dari 180 hari
d) Terjadi kapitalisasi bunga
e) Dokumen hukum yang lemah, baik untuk perjanjian kredit maupun
pengikatan jaminan
5) Macet (loss)
Dikatakan macet apabila memenuhi kriteria antara lain:

131
a) Terdapat tunggakan pembayaran angsuran pokok dan/atau bunga yang telah
melampaui 270 hari
b) Kerugian operasional ditutup dengan pinjaman baru
c) Dari segi hukum dan kondisi pasar, jaminan tidak dapat dicairkan pada nilai
yang wajar

c. Memberikan Jasa-jasa Bank Lainnya (Service)


Jasa-jasa bank lainnya merupakan usaha bank yang ketiga, tujuannya adalah
untuk mendukung dan memperlancar kegiatan menghimpun dana dan menyalurkan
dana. Semakin lengkap jasa bank yang diberikan, semakin baik, dengan kata lain jika
nasabah ingin melakukan transaksi perbankan, cukup di satu bank saja. Demikian pula
jika jasa bank yang diberikan kurang lengkap, maka terpaksa nasabah mencari bank
lain yang menyediakan jasa yang mereka butuhkan.
Lengkap atau tidaknya jasa bank yang diberikan sangat tergantung dari
kemampuan bank tersebut, baik dari segi modal, perlengkapan fasilitas sampai dengan
personel yang mengoperasikannya. Semakin lengkap maka semakin banyak modal
yang diperlukan untuk melengkapi peralatan dan personelnya.
Keuntungan dari transaksi dalam jasa-jasa bank ini disebut dengan fee based.
Keuntungan dari jasa bank dewasa ini semakin dibutuhkan. Bahkan dari tahun ke
tahun semakin meningkat. Hal ini disebabkan keuntungan dari spread based semakin
mengecil mengingat persaingan yang semakin kuat dalam bidang ini. Oleh sebab itu,
disamping mencari keuntungan utama tetap pada spread based, dewasa ini semakin
banyak bank yang mencari keuntungan lewat jasa-jasa bank.
Perolehan keuntungan dari jasa-jasa bank ini walaupun relatif kecil namun
mengandung suatu kepastian, hal ini disebabkan risiko terhadap jasa-jasa bank ini
lebih kecil jika dibandingkan dengan kredit. Adapun keuntungan yang diperoleh dari
jasa-jasa bank ini antara lain:
1) Biaya administrasi
2) Biaya kirim
3) Biaya tagih
4) Biaya provisi dan komisi
5) Biaya sewa
6) Biaya iuran
7) Biaya lainnya
Biaya administrasi dikenakan untuk jasa-jasa yang memerlukan administrasi
khusus. Pembebanan biaya administrasi biasanyanya dikenakan untuk pengelolaan
suatu fasilitas tertentu. Contoh biaya administrasi adalah biaya administrasi kredit dan
administrasi lainnya.
Biaya kirim diperoleh dari jasa pengiriman uang (transfer), baik jasa transfer
dalam negeri maupun transfer ke luar negeri.Biaya tagih merupakan jasa yang
dikenakan untuk menagihkan dokumen-dokumen milik nasabahnya seperti jasa
kliring (penagihan dokumen dalam kota) dan jasa inkaso (penagihan dokumen ke luar

132
kota). Biaya tagih ini dilakukan baik untuk tagihan dokumen dalam negeri maupun
luar negeri.
Biaya komisi dan provisi biasanya dibebankan kepada jasa kredit dan jasa
transfer serta jasa-jasa atas bantuan bank terhadap suatu fasilitas perbankan. Besarnya
jasa provisi dan komisi tergantung dari jasa yang diberikan serta staatus nasabah yang
bersangkutan. Kemudian jasa iuran diperoleh dari jasa pelayanan bank card atau kartu
kredit, dimana kepada tiap pemegang kartu dikenakan biaya iuran. Biasanya biaya
iuran ini dikenakan per tahun.
Selanjutnya jasa sewa dikenakan kepada nasabah yang menggunakan jasa safe
deposit box. Besarnya biaya sewa tergantung dari ukuran box dan jangka waktu yang
digunakannya. Besar kecilnya penetapan biaya terhadap nasabahnya tergantung dari
banknya, masing-masing bank dapat menggunakan metode tertentu dan biasanya
tidak terlalu jauh berbeda, mengingat tingkat persaingan perbankan yang semakin
ketat. Berikut ini akan dijelaskan jenis-jenis jasa bank yang dapat dikatakan lengkap
untuk ukuran perbankan di Indonesia dewasa ini.
1) Kiriman uang (transfer)
Transfer merupakan jasa pengiriman uang lewat bank baik dalam kota, luar
kota, atau keluar negeri. Lama pengiriman tergantung dari sarana yang digunakan
untuk mengirim. Kemudian besarnya biaya kirim juga sangat tergantung sarana
yang digunakan. Sara yang digunakan dalam jasa transfer ini teragntung kemauan
nasbahnya. Sarana yang dipilih akan mempengaruhi kecepatan pengiriman dan
besar kecilnya pengiriman. Sarana yang digunakan misalnya surat, telex, telepon,
faksimile, on line komputer, dan sebagainya.
Pengiriman uang atau transfer lewat bank akan memebrikan beberapa
keuntungan bagi nasabah, jika dibandingkan jasa pengiriman lainnya. Keuntungan
yang diperoleh oleh masing-masing pihak antara lain:
a) Bagai nasabah akan mendapat
(1) Pengiriman uang lebih cepat
(2) Aman sampai tujuan
(3) Pengiriman dapat dilakukan lewat telepon melalui pembebanan rekening
(4) Prosedur murah dan mudah
b) Bagi bank akan memperoleh
(1) Biaya kirim
(2) Biaya provisi dan komisi
(3) Pelayanan kepada nasabah

2) Kliring (clearing)
Kliring merupakan jasa penyelesaian uatang piutang antarbank dengan cara
saling menyerahkan warkat-warkat yang akan dikliringkan di lembaga kliring
(penagihan warkat seperti cek atau BG yang berasal dari dalam kota). Lembaga
kliring ini dibentuk dan dikoordinasi oleh Bank Indonesia setiap hari kerja. Peserta
kliring adalah bank yang telah memperoleh izin dari Bank Indonesia.

3) Inkaso (collection)

133
Inkaso merupakan jasa bank untuk menagihakn warkat-warkat yang berasal
dari luar kota atau luar neegri. Sebagai contoh apabila kita memperoleh selembar
cek yang diterbitkan oleh bank di kota Bandung, maka cek tersebut dapat dicairkan
di Jakarta melalui jasa inkaso. Dalam hal ini bank di Jakartalah yang
menagihaknnya bank di Bandung dan proses penagihan ini kita sebut inkaso dalam
negeri. Begitu juga apabila cek atau bilyet giro yang kita peroleh diterbitkan oleh
bank di luar negeri. Kita uangkan di Indonesia, maka proses penagihannya melalui
inkaso luar negeri.
Adapun warkat-warkat yang dapat diinkasokan atau ditagihkan adalah
warkat-warkat yang berasal dari luar kota atau luar negeri seperti:
a) Cek
b) Bilyet Giro
c) Wesel
d) Kuitansi
e) Surat Aksep
f) Deviden
g) Kupon
h) Money Order
i) Dan surat berharga lainnya

Lama penagihan warkat dan besarnya biaya tagih yang dibebankan kepada
nasabah tergantung bank yang bersangkutan. Biasanya lama penagihan berkisar
antara 1 minggu sampai 4 minggu. Proses penyelesaian inkaso yang dilakukan oleh
bank dibagi kedalam dua bagian antara lain:
a) Inkaso berdokumen, dimana surat-surat yang diinkasokan disertai oleh
dokumen yang mewakili surat/barang tersebut.
b) Inkaso yang tidak berdokumen, surat yang diinkasokan tidak diwakili
dokumen yang mewakili surat/barang tersebut.
Penyelesaian inkaso keluar negeri merupakan penagihan warkat keluar
negeri dan merupakan proses inkaso keluar, sedangkan penerimaan warkat dari
luar negeri merupakan inkaso masuk dari luar negeri. Jika tidak mempunyai cabang
di luar negeri maka inkaso keluar dapat dilakukan oleh bank koresponden.
Persyaratan untuk inkaso keluar negeri bank yang bersangkutan haruslah bersatu
dengan bank devisa.

4) Safe Deposit Box


Safe Deposit Box (SDB) merupakan jasa-jasa bank yang diberikan kepada
para nasabahnya. Jasa ini dikenal juga dengan nama safe loket. SDB berbentuk
kotak dengan ukuran tertentu dan disewakan kepada nasabah yang berkepentingan
untuk menyimpan dokumen-dokumen atau benda-benda berharga miliknya.
Pembukaan SDB dilakukan dengan dua buah anak kunci, dimana satu dipegang
bank dan satu lagi dipegang oleh nasabahnya.
Keuntungan bagi bank dengan membuka jasa SDB kepada masyarakat
adalah sebagai berikut:

134
a) Biaya sewa
b) Uang setoran jaminan yang mengendap
c) Pelayanan nasabah

Kemudian keuntungan bagi nasabah pemegang SGB adalah sebagai berikut:


a) Menjamin kerahasiaan barang-barang yang disimpan, karena pihak bank tidak
perlu tahu isi SDB selama tidak melanggar aturan yang telah ditentukan
sebelumnya.
b) Keamanan dokumen juga terjamin, hal ini disebabkan:
(1) Peralatan keamanan canggih
(2) SDB terbuat dari baja tahan api
(3) Terdapat dua buah anak kunci dimana SDB hanya dapat dibuka dengan
kedua kunci tersebut yang masing-masing dipegang oleh bank dan
nasabah
(4) Tidak bisa dibuka oleh salah satu pihak, baik nasabah maupun bank

Disamping memperoleh keuntungan seperti diatas, nasabah juga dikenakan


berbagai macam biaya. Adapun biaya yang dikenakan kepada nasabah yang
menyewa SDB ada dua macam yaitu:
a) Biaya sewa yang besarnya tergantung ukuran box yang diinginkan serta jangka
waktu sewa. Biaya sewa biasanya dibayarkan per tahun.
b) Setoran jaminan, merupakan biaya pengganti, apabila kunci yang dipegang
oleh nasabah hilang dan box harus dibongkar. Akan tetapi jika tidak masalah,
maka apabila SDB tidak dapat diperpanjang setoran jaminan dapat diambil
kembali.

5) Bank Card
Bank card merupakan kartu plastik yang dikeluarkan oleh bank yang
diberikan kepada nasbaahnya untuk dapat dipergunakan sebagai alat pembayaran
di tempat-tempat tertentu seperti supermarket, pasar swalayan, hotel, restoran,
tempat hiburan, dan tempat lainnya. Di samping itu dengan kartu ini juga dapat
diuangkan (mengambil uang tunai) di berbagai tempat seperti ATM (Automated
Teller Machine). ATM biasanya tersebar di berbagai tempat yang strategis seperti
di pusat perbelanjaan, hiburan, dan perkantoran.

6) Bank Notes
Merupakan uang kartal asing yang dikeluarkan dan diterbitkan oleh bank di
luar negeri. Bank notes dikenal juga dengan istilah devisa tunai yang mempunyai
sifat-sifat seperti uang tunai. Tidak semua bank notes dapat diperjualbelikan, hal
ini tergantung daripada pengaturan devisa di negara yang asal bank notes.
Sedangkan yang dimaksud dengan jual beli bank notes merupakan transaksi
antara valuta yang dapat diterima pembayarannya dan dapat diperjualbelikan dan
diperdagangkan kembali sesuai dengan nilai tukar yang terjadi pada saat itu.
Dalam transaksi jual beli notes, bank mengelompokkan bank notes kedalam dua

135
klasifikasi. Yaitu bank notes yang lemah dan bank notes yang kuat dan bank
biasanya menyukai bank notes yang nilainya kuat. Pengelompokkan bank notes
yang kuat berdasarkan kategori sebagai berikut:
a) Bank notes tersebut mudah diperjualbelikan
b) Nilai tukar terkendali/stabil
c) Frekuensi penjualan sering terjadi
d) dan pertimbangan lainnya
Sedangkan kelompok bank notes yang lemah kebalikan dari bank notes yang
kuat, dalam pengelompokan ini tergantung dari bank yang bersangkutan. Dalam
praktiknya bank tidak selalu menerima penjualan dan pembelian bank notes. Hal
ini disebabkan oleh bebrapa alasan diantaranya:
a) kondisi bank notes cacat/rusak
b) tergolong dalam valuta lemah
c) tidak memiliki persediaan
d) diragukan keabsahannya

Untuk bank notes yang lemah dan sulit diperdagangkan, maka untuk
menjualnya kembali ke Bank Indonesia atau kantor pusat bank yang bersangkutan.
Penjualan bank notes juga dilakukan antarbank dan juga diperjualbelikan di travel,
authorized money changer (pedagang valuta asing), dan tempat lainnya. Contoh
bank notes yang tergolong kuat antara lain:
Kuat Lemah
a) USD/United State Dollar a) ITL/Italia Lira (Italia)
(Amerika) b) NLG/Netherlands Guilder
b) SGP/Singapore Dollar (Belanda)
(Singapura) c) FRF/French Franc (Perancis)
c) GBP/Great Britain d) CAD/Canadian Dollar (Canada)
Poundstarling (Inggris) e) NZD/New Zealands Dollar
d) AUD/Australian Dollar (Selandia Baru)
(Australia) f) MYR/Malaysian Ringgit
e) DEM/Deutsche Mark (Jerman) (Malaysia)
f) JPY/Japanese Yen (Jepang) g) THB/Thai Baht (Thailand)
g) HKD/Hongkong Dollar
(Hongkong)

Dalam transaksi jual beli notes bank menggunakan kurs. Kurs ini setiap hari
diperoleh dari kurs konversi yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia, dimana isinya
perbandingan antara nilai tukar mata uang rupiah dengan valuta asing. Kurs yang
dikeluarkan oleh Bank Indonesia oleh perbankan dijadikan patokan harga mata
uang asing tersebut. Kurs ini digunakan untuk transaksi jual dan beli ditambah
dengan keuntungan yang diharapkan oleh bank tersebut. Berikut ini beberapa
pengertian:
Valuta : mata uang
Kurs : nilai valuta asing

136
Konversi : penyesuaian
Kurs konversi : penyesuaian nilai valuta asing terhadap rupiah
Dalam transaksi jual beli bank notes ada dua macam kurs yaitu kurs jual
(selling rate) dan kurs beli (buying rate). Penggunaan kurs jual dan kurs beli dalam
transaksi bank notes adalah sebagai berikut:
a) Kurs jual pada saat bank menjual, artinya dalam hal ini nasabah membeli
b) Kurs beli pada saat bank membeli artinya dalam hal ini nasabah menjual

7) Travellers Cheque
Travellers cheque dikenal dengan cek wisata atau cek perjalanan yang
biasanya digunakan oleh mereka yang hendak bepergian atau sering dibawa oleh
turis. Travellers cheque diterbitkan dalam pecahan-pecahan tertentu seperti halnya
dengan uang kartal dan diterbitkan dalam mata uang rupiah dan mata uang asing.
Penggunaan travellers cheque dapat dibelanjakan di berbagai tempat
terutama di bank yang mengeluarkan travellers cheque tersebut melakukan
pengikatan dan perjanjian. Selain itu travellers cheque dapat diungkan di berbagi
bank.
Travellers cheque yang diterbitkan dalam mata uang asing dalam setiap
transaksinya baik transaksi penjualan maupun transaksi pencairan menggunakan
kurs. Kurs yang digunakan baik dalam pembelian maupun penjualan travellers
cheque valas adalah kurs devisa umum.
Keuntungan serta manfaat penggunaan travellers cheque terutama bagi
mereka yang suka bepergian/berwisata antara lain sebagai berikut:
a) Memberikan kemudahan berbelanja, karena travellers cheque dapat
dibelanjakan atau diuangkan di berbagai tempat
b) Mengurangi risiko kehilangan uang karena setiap travellers cheque yang
hilang dapat diganti
c) Memberikan rasa percaya diri, karena si pemakain travellers cheque dilayani
secara prima
d) Dapat dijadikan cedera mata atau hadiah buat teman, kolega, atau nasabah
e) Biasanya untuk pembelian travellers cheque tidak dikenakan biaya, begitu
pula pada saat pencairannya, namun hal ini sangat tergantung pada bank yang
menerbitkannya

Antara travellers cheque dengan cek biasa (personal cheque) terdapat


perbedaan. Perbedaan antara travellers cheque dengan personal cheque adalah
sebagai berikut:
Personal Cheque Travellers Cheque
a) Umurnya maksimal 70 hari a) Umurnya tidak dibatasi
tergantung dengan bank yang
b) Hanya dapat diuangkan pada menerbitkannya
bank dimana dibuka rekening b) Dapat dibelanjakan dan
diuangkan di berbagai tempat

137
c) Besarnya nilai cek ditulis pada yang punya hubungan dengan
saat peneribitan cek bank yang mengeluarkannya
d) Dikenakan bea materai c) Besarnya nilai travellers cheque
e) Tanda tangan dibubuhkan pada dalam bentuk pecahan tertentu
saat cek diterbitkan d) Tidak dikenakan bea materai
f) Dapat ditandatangani lebih dari e) Tanda tangan dibubuhkan dua
dua orang kali, yaitu pada saat pencairan
g) Cek biasa pada hakikatnya dan pembelian
adalah pencairan dana bank f) Hanya ditandatangani oleh satu
h) Cek biasa jika hilang, maka tidak orang (yang berhak)
dapat digantikan g) TC pada hakikatnya bukan
berasal dari simpanan bank
h) TC jika hilang dapat diganti
sesuai dengan nominal yang
hilang tersebut

8) Letter of Credit (L/C)


L/C merupakan salah satu jasa bank yang diberikan kepada masyarakat
untuk memperlancar arus barang (ekspor-impor) termasuk barang dalam negeri
(antarpulau). Kegunaan L/C adalah untuk menampung dan menyelesaikan
kesulitan-kesulitan dari pihak pembeli (importir) maupun penjual (eksportir) dalam
transaksi dagangnya.
Pengertian secara umum L/C merupakan suatu penyertaan dari bank atas
permintaan nasabah (biasanya importir) untuk menyediakan dan membayar
sejumlah uang tertentu untuk kepentingan pihak ketiga (penerima L/C atau
eksportir). L/C sering disebut juga dengan kredit berdokumen atau documentary
credit.
Pembukaan L/C oleh importir dilakukan oleh nasabah melalui bank yang
disebut opening bank atau issuing bank sedangkan bank eksportir merupakan bank
pembayar terhadap barang yang diperdagangkan. Dalam hal ini eksportir
berhubungan dengan bank pembayar atau disebut advising bank.
Penyelesaian transaksi antara eksportir dengan importir sangat tergantung
dari jenis L/C nya. Adapun jenis-jenis L/C sebagai berikut:
a) Revocable L/C
Merupakan L/C yang setiap saat dapat dibatalkan atau diubah secara sepihak
oleh bank pembuka (opening bank) tanpa pemberitahuan terlebih dahulu
kepada benefeciary.
b) Irrevocable L/C
Kebalikan dari recovable yaitu L/C yang tidak dapat dibatalkan atau diubah
tanpa persetujuan dari semua pihak yang terlibat
c) Sight L/C
Merupakan L/C yang syarat pembayarannya langsung pada saat dokumen
diajukan oleh eksportir kepada advise bank
d) Usance L/C

138
Sedangkan usance L/C merupakan L/C yang pembayarannya baru dilakukan
dengan tenggang waktu tertentu, misalnya satu bulan dari pengapalan barang
atau satu bulan setelah penunjukkan dokumen.
e) Restricted L/C
Merupakan L/C yang pembayarannya atau penerusan L/C hanya dibatasi
kepada bank-bank tertentu saja yang namanya tercantum dalam L/C
f) Unresticted L/C
L/C yang membebaskan negosiasi dokumen di bank manapun
g) Red clause L/C
Merupakan L/C dimana bank pembuka L/C memberi kuasa kepada bank
pembayar untuk membayar uang muka kepada benefeciary sebagian tertentu
atau seluruh nilai L/C sebelum benefeciary menyerahkan dokumen.
h) Transferable L/C
Merupakan L/C yang memberikan kepada benefeciary untuk memindahkan
sebagian atau seluruhnya nilai L/C kepada satu atau beberapa pihak lainnya.
i) Revolving L/C
L/C yang penggunaannya dapat dilakukan secara berulang-ulang
j) Dan lain-lain
Disamping jenis-jenis L/C, maka faktor-faktor lain yang mempunyai andil
dalam proses penyelesaian L/C adalah dokumen-dokumen yang dibutuhkan.
Dokumen-dokumen L/C yang dibutuhkan meliputi:
a) Bill of Lading (B/L) atau konosemen
B/F mempunyai fungsi sebagai:
(1) Bukti tanda pengiriman
(2) Bukti kontrak pengangkutan dan penyerahan barang
(3) Bukti pemilikan atau dokumen pemilikan barang
b) Draft (wesel)
Merupakan perintah yang tidak bersyarat dalam bentuk tertulis yang ditujukan
oleh seseorang yang menariknya dan mengharuskan orang yang dialamatkan
atau si tertarik untuk membayar pada saat diminta atau pada waktu yang telah
ditentukan untuk membayar sejumlah uang kepada orang yang ditunjuk atau
kepada si pemegang wesel. Wesel dapat dipindahtangankan atau diperjual-
belikan kepad pihak lain.
c) Faktur (invoice)
Merupakan daftar perincian harga dari barang-barang yang dikeluarkan oleh
penjual atas suatu transaksi sebagai tanda bukti transaksi dan dapat juga
dijadikan sebagai alat tagih.
d) Asuransi
Merupakan perusahaan yang akan menanggung dan mengganti terhadap
kerugian yang akan dialami oleh para eksportir apabila terjadi kehilangan atau
kerusakan barangnya.
e) Daftar pengepakan (packing list)
Merupakan daftar uraian barang-barang yang dimasukkan kedalam peti
(container)

139
f) Certificate of origin
Merupakan surat keterangan asal barang yang diekspor
g) Certificate of inspection
Merupakan surat pemerikasaan tentang keadaan barang yang dibuat oleh
independent surfeyor
h) Dan lain-lain

Skema mekanisme proses penyelesaian L/C guna memperlancar kegiatan


perdagangan antara eksportir dengan importir dapat dilihat pada gambar berikut:

Importir Eksportir
“A” 5 “B”

9 2 6 4 7

3
Opening Advising
Bank 8 bank

Keterangan lebih lanjut mekanisme diatas adalah sebagai berikut:


1. Importir dan eksportir mengadakan perjanjian dan persetujuan penjualan
barang yang terutang dalam sales contract
2. Importir melakukan pembukaan L/C di opening bank
3. Berdasarkan aplikasi importir, opening bank meneruskan L/C ke advising
bank berikut syarat-syarat yang harus dipenuhinya.
4. L/C berikut dokumen diserahkan oleh advising bank kepada eksportir
5. Setelah menerima dokumen dari advising bank, maka eksportir mengirim
barang kepada importir sesuai perjanjian
6. Bukti pengiriman barang berikut dokumen oleh eksportir diserahkan
untuk memperoleh pembayaran dari advising bank
7. Advising bank akan melakukan pembayaran setelah mempelajari
dokumen yang diserahkan eksportir memnuhi syarat
8. Advising bank meneruskan dokumen pembayaran dan pengapalan barang
kepada opening bank untuk menerima pembayaran kembali
9. Opening bank akan mempelajari dokumen dari advising bank dan apabila
sudah lengkap barulah akan dibayar kembali
10. Opening bank memberitahukan importir atas kedatangan dokumen dari
eksportir (advising bank)
11. Importir akan melunasi pembayaran L/C yang telah dibuatnya serta
memperoleh dokumen yang dikirim oleh advising bank

9) Bank Garansi dan Referensi Bank

140
Bank garansi yaitu jaminan pembayaran yang diberikan oleh bank kepada
suatu pihak, baik perorangan, perusahaan atau badan/lembaga lainnya dalam
bentuk surat jaminan. Pemberian jaminan dengan maksud bank menjamin akan
memenuhi (membayar) kewajiban-kewajiban dari pihak yang dijaminkan kepada
pihak yang menerima jaminan, apabila yang dijamin kemudian hari ternyata tidak
memenuhi kewajibannya kepada pihak lain sesuai dengan yang diperjanjikan atau
cedera janji.

10) Memberikan Jasa-jasa di Pasar Modal


Didalam pasar modal pihak perbankan mempunyai peranan yang sangat
besar dalam rangka memajukan perkembangan pasar modal. Perbankan
mendukung setiap kegiatan yang ada demi kelancaraan transaksi pasar modal di
bursa efek.
Jasa-jasa bank yang diberikan dalam rangka mendukung kelancaran transksi
di pasar modal antara lain:
a) Penjamin emisi (underwriter)
b) Penjamin (guarantor)
c) Wali amanat (trustee)
d) Perantara perdagangan efek/pialang (broker)
e) Perdagangan efek (dealer)
f) Perusahaan pengelolaan dana (investment company)

11) Menerima Setoran-setoran


Jasa ini diutamakan untuk membantu nasabahnya dalam mengumpulkan
setoran atau pembayaran lewat bank. Setoran atau pembayaran yang biasa diterima
oleh bank antara lain:
a) Pembayaran listrik
b) Pembayaran telepon
c) Pembayaran pajak
d) Pembayaran uang kuliah
e) Pembayaran rekening air
f) Setoran ONH

12) Melakukan Pembayaran


a) Gaji
b) Pensiun
c) Bonus
d) Hadiah
e) Deviden

13) Dan Kegiatan Lainnya

3. Bank BPR

141
Untuk mewujudkan tugas pokok tersebut, BPR dapat melakukan usaha sebagai
berikut:
1) Menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan giro, deposito
berjangka, sertifikat deposito, tabungan, dan/atau bentuk lainnya yang dipersamakan
dengan itu
2) Memberikan kredit
3) Menyediakan pembiayaan bagi nasabah dengan prinsip bagi hasil sesuai dengan
ketentuan yang ditetapkan dalam peraturan pemerintah
4) Menempatkan dana dalam bentuk Sertifikat Bank Indonesia (SBI) deposito
berjangka, sertifikat deposito, dan/atau tabungan pada bank lain
Sedangkan usaha yang dilarang bagi BPR adalah sebagai berikut:
1) Menerima simpanan dalam bentuk giro dan ikut serta dalam Lalu Lintas Pembayaran
(LLP)
2) Melakukan kegiatan usaha dalam valuta asing, kecuali melakukan transaksi jual beli
uang kertas asing (money changer)
3) Melakukan penyertaan modal
4) Melakukan usaha perasuransian
5) Melakukan usaha lain diluar kegitan usaha sebagaimana dimaksud diatas

Kegiatan BPR pada dasarnya sama dengan kegiatan bank umum, hanya yang
menjadi perbedaan adalah jumlah jasa bank yang dilakukan BPR jauh lebih sempit. BPR
dibatasi oleh berbagai persyaratan, sehingga tidak dapat berbuat seleluasa banka umum.
Keterbatasan kegiatan BPR juga dikaitkan dengan misi pendirian BPR itu sendiri.
Dalam praktiknya kegiatan BPR adalah sebagai berikut:
a) Menghimpun dana hanya dalam bentuk
1) Simpanan tabungan
2) Simpanan deposito
b) Menyalurkan dana dalam bentuk
1) Kredit investasi
2) Kredit modal kerja
3) Kredit perdagangan
Karena keterbatasan yang dimiliki oleh BPR, maka ada bebrapa larangan yang
tidak boleh dilakukan BPR. Larangan ini meliputi hal-hal sebagai berikut:
a) Menerima simpanan deposito
b) Mengikuti kliring
c) Melakukan kegiatan valuta asing
d) Melakukan kegiatan perasuransia
4. Bank Campuran
Bank-bank asing dan bak campuran yang bergerak di Indonesia adalah jelas bank
umum. Kegiatan bank asing dan bank campuran, memiliki tugasnya sama dengan bank
umum lainnya. Yang membedakan kegiatannya dengan bank umum milik Indonesia
adalah mereka lebih dikhususkan dalam bidang-bidang tertentu dan ada larangan tertentu
pula dalam melakukan kegiatannya.
Adapun kegiatan bank asing dan bank campuran di Indonesia adalah :

142
a) Dalam mencari dana bank asing dan banki campuran juga membuka simpanan
giro dan simpanan deposito, namun dilarang menerima simpanan dalam bentuk
apapun
b) Dalam hal pemberian kredit yang diberikan lebih diarahkan ke bidang-bidang
tertentu saja seperti dalam bidang:
(1) Perdagangan Internasional
(2) Bidang industri dan produksi
(3) Penanaman modal asing/campuran
(4) Kredit yang tidak dapat dipenuhi oleh bank swasta nasional
Sedangkan khusus untuk jasa-jasa bank lainnyajuga dapat dilakukan bank umum
campuran dan asing sebagaimana layaknya bank umum yang ada di Indonesia.
5. Fungsi Bank
Secara umum fungsi bank adalah menghimpun dana dari masyarakat dan menyalurkan
kembali kepada masyarakat untuk berbagai tujuan atau sebagai financial intermediary.
Secara lebih spesifik bank dapat berfungsi sebagai berikut :
a. Agent of trust Yaitu lembaga yang landasannya kepercayaan. Dasar utama kegiatan
perbankan adalah kepercayaaan (trust), baik dalam penghimpunan dana maupun
dalam penyaluran dana. Masyarakat akan mau menitipkan dananya di bank apabila
dilandasi dengan kepercayaan.
b. Agent of development Yaitu lembaga yang memobilisasi dana untuk pembangunan
ekonomi. Kegiatan perekonomian masyarakat di sector moneter dan sector riil tidak
dapat dipisahkan. Kedua sector tersebut selalu berinteraksi dan saling mempengaruhi.
Sector riil tidak akan dapat berkinerja dengan baik apabila sector moneter tidak
berkinerja dengan baik. Kegiatan bank tersebut memungkinkan masyarakat
melakukan kegiatan investasi, kegiatan distribusi, serta kegiatan konsumsi barang dan
jasa, mengingat bahwa kegiatan investasi-distribusi-konsumsi ini tidak dapat
dilepaskan dari adanya penggunaan uang. Kelancaran kegiatan investasi-distribusi-
konsumsi ini tidak lain adalah kegiatan pembangunan perekonomian.
c. Agent of servies Yaitu lembaga yang memobilisasi dana untuk pembangunan
ekonomi. Disamping melakukan kegiatan penghimpunan dana dan penyaluran dana,
bank juga memberikan penawaran jasa perbankan yang lain kepada masyarakat. Jasa
yang ditawarkan bank ini erat kaitannya dengan kegiatan perekonomian masyarakat
secara umum. Jasa ini antara lain dapat berupa jasa pengiriman uang, penitipan barang
berharga, dan penyelesaian tagihan.
6. Peranan Bank
Dalam menjalankan kegiatannya bank mempunyai peran penting dalam sistem keuangan,
yaitu:
1. Pengalihan Aset (asset transmutation)
Yaitu pengalihan dana atau aset dari unit surplus ke unit devisit. Dimana sumber dana
yang diberikan pada pihak peminjam berasal pemilik dana yaitu unit surplus yang
jangka waktunya dapat diatur sesuai dengan keinginan pemilik dana. Dalam hal ini
bank berperan sebagai pangalih aset yang likuid dari unit surplus (lender) kepada unit
defisit (borrower).
2. Transaksi (transaction)

143
Bank memberikan berbagai kemudahan kepada pelaku ekonomi untuk melakukan
transaksi. Dalam ekonomi modern, trnsaksi barang dan jasa tidak pernah terlepas dari
transaksi keuangan. Untuk itu produk-produk yang dikeluarkan oleh bank (giro,
tabungan, depsito, saham dan sebagainya)merupakan pengganti uang dan dapat
digunakan sebagai alat pembayaran.
3. Likuiditas (liquidity)
Unit surplus dapat menempatkan dana yang dimilikinya dalam bentuk produk-produk
berupa giro, tabungan, deposito, dan sebagainya. Produk-produk tersebut masing-
masing mempunyai tingkat likuiditas yang berbeda-beda. Untuk kepentingn likuiditas
para pemilik dana dapat menempatkan dananya sesuai dengan kebutuhan dan
kepentingannya. Dengan demikian bank memberikan fasilitas pengelolaan likuiditas
kepada pihak yang mengalami surplus likuiditas dan menyalurkannya kepada pihak
yang mengalami kekurangan likuiditas.
4. Efisiensi (efficiency)
Peranan bank sebagai broker adalah menemukan peminjam dan pengguna modal
tanpa mengubah produknya. Disini bank hanya memperlancar dan mempertemukan
pihak-pihak yang saling membutuhkan. Adanya informasi yang tidak simetris
(asymmetric information) antara peminjam dan investor menimbulkan masalah
insentif. Peran bank menjadi penting untuk memecahkan masalah insentif tersebut.
Untuk itu jelas peran bank dalam hal ini yaitu menjembatani dua pihak yang saling
berkepentingan untuk menyamakan informasi yang tidak sempurna, sehingga terjadi
efisiensi biaya ekonomi.
7. Peranan Bank Indonesia dalam Perbankan
Tujuan BI adalah mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah. Untuk mencapai
tujuan tersebut BI mempunyai 3 tugas utama, yaitu menetapkan dan melaksanakan
kebijakan moneter, mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran, serta mengatur
dan mengawasi bank. Dalam rangka menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter
tersebut, BI berwenang menetapkan sasaran-sasaran moneter dengan memperhatikan
sasaran laju inflasi yang ditetapkan. Perlu dikemukakan bahwa tugas pokok BI berubah
sejak diterapkannya undang-undang tersebut, yaitu dari multiple objective (mendorong
pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, dan memelihara kestabilan nilai
rupiah) menjadi single objective (mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah).
Dengan demikian tingkat keberhasilan BI akan lebih mudah diukur dan
dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.
8. Penghasilan bank / cara bank mendapatkan keuntungan
1. Pendapatan berbasis Jasa Fee Based Income, didapat dari:
a. Pengiriman Uang
Contoh : Lo transfer dari bca ke mandiri. Atau lo kirim duit ke luar negeri. Nah lo
bayar biaya transfernya ke bank sob.
b. Penitipan Barang Berharga
Contoh : Pernah nonton film - film hollywood dimana ada garong ngerampok bank
dan ngambil permata di dalam laci - laci besi. Nah itu dia namanya safe deposit box.
Safe deposit box itu isinya macam - macam, ada duit, permata, perhiasaan, surat -
surat berharga, dsb. Tapi yey jangan ngarep maling dari situlah, pengamanannya itu

144
bagaikan tulisan stiker motor. WARNING : MAU MALING, LENGKAHI DULU
MOTION SENSOR, CCTV, BESI BAJA ANTI BOR, LASER, dsb...dsb.. :))
Nah, safe deposit ini dikenakan biaya sewa, jaminan, dsb... dari situ bank bisa dapat
pendapatan.
c. Pemberian Jaminan Dari Bank
Contoh : Letter of Credit (LC). Misalkan kamu beli gitar atau roll kain gelondongan
dari luar negeri. Tapi kamu tidak yakin apa client kamu di luar negeri sana bakalan
beneran kirim atau tidak barangnya. Begitupun client kamu berpikir apakah kamu
beneran bakal bayar atau tidak begitu barang dikirim. Dalam hal ini bank bertindak
sebagai mediator lewat LC ini. Kamu deposit uang jaminan begitu kasarannya.
Dimana ketika barang sudah tiba di pelabuhan atau tangan kamu ( atau sesuai term
& condition LC-nya) bank kemudian akan transfer uangnya ke client kamu. Dari
penerbitan LC tersebut, nasabah tentunya harus bayar upeti ke bank. Dari situ bank
dapat pendapatan lagi.
d. Penjualan Surat berharga
Contoh : Corporate bonds, ORI.
2. Pendapatan berbasis Bunga Interest Based Income, didapat dari selisih antar bunga
yang diterima dan dibayarkan.
Contoh : Bank membuka fasilitas seperti tabungan atau giro. Dari dana yang diserap
dari masyarakat ke produk tersebut, bank mengucurkan kembali dana yang tersedia
lewat produk - produk perbankan seperti : KTA, KPR, Kredit Modal Kerja, Kartu
kredit, dll
Contoh : Bank buka produk tabungan masa depan dengan bunga premium 5 %.
Kemudian bank menyalurkannya dalam KPR yang berbunga 9%. Nah bank dapat
untung dari selisih bunga tersebut. Belum lagi dapat pemasukan dari provisi, biaya
admin, dll.
Di Indonesia, bank asing lebih fokus mencari pendapatan lewat penjualan
produk investasi (fee based income). Sedangkan di bank lokal, mereka lebih fokus
mencari pendapatan lewat penjualan produk liabilities semacam tabungan & kredit
(interest based income).
Hal itulah yang menyebabkan jika nasabah ingin berinvestasi lebih memilih
bank asing. Karena pilihan produk investasinya banyak. Sedangkan jika ingin
melakukan transaksi kredit lebih memilih produk bank lokal karena bunga yang
ditawarkan cenderung jauh lebih atraktif.
9. Deregulasi Perbankan Indonesia
1 Juni 1983
Mencatat beberapa hal. Di antaranya: memberikan keleluasaan kepada bank-bank untuk
menentukan suku bunga deposito. Kemudian dihapusnya campur tangan Bank Indonesia
terhadap penyaluran kredit. Deregulasi ini juga yang pertama memperkenalkan Sertifikat
Bank Indonesia (SBI) dan Surat Berharga Pasar Uang (SPBU). Aturan ini dimaksudkan
untuk merangsang minat berusaha di bidang perbankan Indonesia di masa mendatang.
Paket Kebijakan 27 Oktober 1988 (Pakto 88)
Pakto 88 boleh dibilang adalah aturan paling liberal sepanjang sejarah Republik Indonesia
di bidang perbankan. Contohnya, hanya dengan modal Rp 10 milyar maka seorang

145
pengusaha bisa membuka bank baru. Dan kepada bank-bank asing lama dan yang baru
masuk pun diijinkan membuka cabangnya di enam kota. Bahkan bentuk patungan antar
bank asing dengan bank swasta nasional diijinkan. Dengan demikian, secara terang-
terangan monopoli dana BUMN oleh bank-bank milik negara dihapuskan. Bahkan,
beberapa bank kemudian menjadi bank devisa karena persyaratan untuk mendapat predikat
itu dilonggarkan. Dengan berbagai kemudahan Pakto 88, meledaklah jumlah bank di
Indonesia.
Paket Februari 1991(Paktri)
Banyaknya jumlah bank membuat kompetisi pencarian tenaga kerja, mobilisasi dana
deposito dan tabungan juga semakin sengit. Ujung-ujungnya, karena bank terus dipacu
untuk mencari untung, sisi keamanan penyaluran dana terabaikan, dan akhirnya kredit
macet menggunung. Kondisi ini kemudian memunculkan yang mendorong dimulainya
proses globalisasi perbankan. Salah satu tugasnya adalah berupaya mengatur pembatasan
dan pemberatan persyaratan perbankan dengan mengharuskan dipenuhinya persyaratan
permodalan minimal 8 persen dari kekayaan. Yang diharapkan dalam paket itu adalah akan
adanya peningkatan kualitas perbankan Indonesia. Dengan mewajibkan bank-bank
memenuhi aturan penilaian kesehatan bank yang mempergunakan formula kriteria
tertentu, tampaknya paket itu tidak bisa menghindari kesan sebagai produk aturan yang
diwarnai trauma atas terjadinya kasus kolapsnya Bank Perbankan Asia, Bank Duta, dan
Bank Umum Majapahit.
UU Perbankan baru bernomor 7 tahun 1992.
Telah disahkan oleh Presiden Soeharto pada 25 Maret 1992. Undang Undang itu
merupakan penyempurnaan UU Nomor 14 tahun 1967. Intinya, UU itu menggarisbawahi
soal peniadaan pemisahan perbankan berdasarkan kepemilikan. Kalau UU yang lama
secara tegas menjelaskan soal pemilikan bank/pemerintah, pemerintah daerah, swasta
nasional, dan asing. Mengenai perizinan, pada UU lama persyaratan mendirikan bank baru
ditekankan pada permodalan dan pemilikan. Pada UU yang baru, persyaratannya meliputi
berbagai unsur seperti susunan organisasi, permodalan, kepemilikan, keahlian di bidang
perbankan, kelayakan kerja, dan hal-hal lain yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan
berdasarkan pertimbangan Bank Indonesia.
Paket 29 Mei 1993 (Pakmei).
Untuk mengurangi sebagian kendala yang dihadapi perbankan dalam melakukan ekspansi
kredit dan koreksi terhadap Paktri yang begitu mengekang bank, pemerintah
mengeluarkan Dengan Pakmei itu, pemerintah berharap mengucurkan kredit, sehingga
dunia usaha tidak lesu lagi dan industri otomotif bisa bergairah kembali. Disebutkan dalam
Pakmei ini pencapaian CAR (capital adiquacy ratio)– atau perimbangan antara modal
sendiri dan aset - sesuai dengan ketentuan adalah 8 persen. Kemudian penyempurnaan lain
pada paket itu adalah ketentuan loan to deposit ratio (LDR).
Peraturan Pemerintah (PP) No. 68 tahun 1996.
Aturan yang terakhir keluar ini yang ditanda tangani Presiden RI pada 3 Desember 1996.
Belajar dari pengalaman Bank Summa, PP ini sangat menguntungkan para nasabah karena
nasabah bank akan tahu persis rapor banknya. Dengan begitu, mereka bisa ancang-ancang
jika suatu saat banknya sedang goyah atau bahkan nyaris pailit.

146
10. Jenis-Jenis Kantor Bank
Jenis-Jenis kantor bank muncul
karena bank terdiri dari berbagai macam jenis
tingkatan. Seperti yang kita ketahui, jika dilihat
dari berbagai segi bank dapat dikategorikan ke
dalam berbagai jenis. Demikian pula dalam
satu bank terdapat berbagai jenis tingkatan.
Jenis tingkatan ini ditunjukkan dari volume
kegiatan, kelengkapan jasa yang ditawarkan,
wewenang mengambil keputusan, serta
jangkauan wilayah operasinya. Jadi, apa saja
jenis-jenis kantor bank ?
Untuk menentukan tingkatan atau jenis-jenis kantor bank dapat dilihat luasnya kegiatan
jasa-jasa bank yang ditawarkan dalam suatu cabang bank. Luasnya kegiatan ini tergantung dari
kebijaksanaan kantor pusat bank tersebut.
Di samping itu besar kecilnya kegiatan cabang bank tersebut tergantung pula dari wilayah
operasinya. Begitu pula dengan wewenang pengambilan keputusan suatu masalah, seperti dalam
hal batas pemberian kredit juga dimiliki oleh masing-masing tingkatan.
Jenis-jenis kantor bank yang dimaksud adalah sebagai berikut :
a. Kantor Pusat
Kantor Pusat merupakan jenis kantor bank di mana semua kegiatan perencanaan sampai pada
pengawasan terdapat pada kantor ini. Setiap bank memiliki satu kantor pusat dan kantor pusat
tidak melakukan kegiatan operasional sebagaimana kantor bank lainnya akan tetapi
mengendalikan jalannya kebijaksanaan kantor pusat terhadap cabang-cabangnya. Diartikan
pula bahwa kegiatan kantor pusat bank hanya melayani cabang-cabangnya saja dan tidak
melayani jasa bank kepada masyarakat umum.
b. Kantor cabang penuh
Kantor cabang penuh merupakan salah satu kantor cabang yang memberikan jasa paling
lengkap. Dengan kata lain semua kegiatan perbankan ada di kantor cabang penuh dan
biasanya kantor cabang penuh membawahi kantor cabang pembantu.
c. Kantor cabang pembantu
Kantor cabang pembantu adalah cabang yang berada di bawah kantor cabang penuh dan
kegiatan jasa bank yang dilayani hanya sebagian dari kegiatan cabang penuh. Perubahan
status dari cabang pembantu ke cabang penuh dimungkinkan apabila memang cabang
tersebut dinilai sudah memenuhi kriteria sebagai cabang penuh dari kantor pusat.
d. Kantor kas
Kantor kas merupakan jenis kantor bank yang paling kecil di mana kegiatannya hanya
meliputi teller/ kasir saja. Dengan kata lain kantor kas hanya melakukan sebagian kecil dari
kegiatan perbankan da berada di bawah cabang pembantu atau cabang penuh. Bahkan
sekarang ini banyak kantor kas yang dilayani dengan mobil dan sering disebut kas keliling.

147
BADAN HUKUM DAN KERAHASIAAN BANK

1. Badan Hukum
Pendirian suatu perusahaan dalam bentuk apa pun haruslah mendapat izin dari instansi
yang terait terlebih dulu, demikian pula izin untuk melakukan usaha perbankan.
Bagi perbankan sebelum melakukan kegiatannya harus memperoleh izin dari Bank
Indonesia. Artinya jika ingin mendirikan bank atau pembukaan cabang baru, maka
diharuskan untuk memenuhi berbagai persyaratan yang telah ditentukan Bank Indonesia.
Bank Indonesia mempelajari permohonan tersebut untuk menjadi bahan pertimbangan
dalam mengambil keputusan.
Izin pendirian bank umum dan BPR biasanya diberikan sesuai dengan persyaratan
yang berlaku. Untuk memperoleh izin usaha bank, persyaratan yang wajib dipenuhi
menurut Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998 sekurang-kurangnya adalah:
1. Susunan Organisasi dan Kepengurusan
2. Permodalan
3. Kepemilikan
4. Keahlian di bidang Perbankan
5. Kelayakan Rencana Kerja
Semua persyaratan dan tata cara perizinan bank di atas ditetapkan oleh Bank
Indonesia.
Di samping izin yang telah diajukan, maka pemohon dapat memilih bentuk hukum
yang diinginkan dan yang telah ditentukan. Pemilihan bentuk badan hukum ini tergantung
dari jenis bank yang dipilihmya. Masing-masing bentuk badan hukum mempunyai
kelebihan dan kekurangannya.
Ada beberapa bentuk hukum bank yang dapat dipilih jika ingin mendirikan bank
sesuai dengan Undang-Undang Nomor 10 tahun 1998.
Bentuk badan hukum Bank Umum dapat berupa salah satu dari alternatif di bawah
ini:
- Perseroan Terbatas (PT)
- Koperasi
- Perseroan Daerah
Sedangkan bentuk badan hukum Bank Perkreditan Rakyat sesuai dengan Undang-
Undang Nomor 7 Tahun 1992 dapat berupa:
- Perusahaan Daerah
- Koperasi
- Perseroan Terbatas
- Atau bentuk lain yang ditetapkan oleh pemerintah
2. Kerahasiaan Bank
Dikarenakan kegiatan dunia perbankan mengelola uang masyarakat, maka bank wajib
pula menjaga kepercayaan yang diberikan masyarakat. Bank wajib menjamin keamanan
uang tersebut agar benar-benar aman. Agar keamanan nasabahnya terjamin pihak
perbankan dilarang untuk memberikan keterangan yang tercatat pada bank tentang keadaan
keuangan dan hal-hal lain dari nasabahnya. Dengan kata lain, bank harus menjaga rahasia

148
tentang keadaan keuangan nasabah dan apabila melanggar kerahasiaan ini perbankan akan
dikenakan sanksi.
Bagi pihak yang merasa dirugikan oleh keterangan yang diberikan oleh bank, mereka
berhak untuk mengetahui isi keterangan tersebut dan meminta pembetulan jika terdapat
kesalahan dalam keterangan yang diberikan. Pelanggaran terhadap berbagai aturan yang
berlaku, termasuk kerahasiaan bank, maka akann dikenakan sanksi tertentu sesuai dengan
yang tercantum dalam Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998.
Bank wajib menjamin keamanan uang tersebut agar benar-benar aman. Agar
keamanan nasabahnya terjamin pihak perbankan dilarang untuk memberikan keterangan
yang tercatat pada bank tentang keadaan keuangan dan hal-hal lain dari nasabahnya.
Dengan kata lain, bank harus menjaga rahasia tentang keadaan keuangan nasabah dan
apabila melanggar kerahasiaan ini perbankan akan dikenakan sanksi.
Namun, dalam kasus tertentu kerahasiaan bank tidak berlaku untuk nasabah.
Misalnya:
1. Untuk kepentingan perpajakan pimpinan Bank Indonesia atas permintaan Menteri
Keuangan berwenang mengeluarkan perintah tertulis kepada bank agar memberikan
keterangan dan memperlihatkan bukti-bukti tentang keuangan nasabahnya
penyimpanan tertentu kepada pejabat pajak.
2. Untuk penyelesaian piutang bank sudah diserahkan kepada Badan Urusan Piutang
Negara/Panitia Urusan Piutang Negara. Pimpinan Bank Indonesia memberikan izin
kepada pejabat Badan Urusan Piutang Negara untuk memperoleh keterangan dari bank
mengenai simpanan nasabah debitur.
3. Untuk kepentingan peradilan dalam perkara pidana, pimpinan Bank Indonesia dapat
memberikan izin kepada polisi, jaksa atau hakim untuk memperoleh keterangan dari
bank mengenai simpanan tersangka atau terdakwa pada bank
4. Dalam rangka tukar-menukar informasi antarbank, direksi bank dapat memberitahukan
keadaan keuangan nasabahnya kepada bank lain.
Sanksi juga diberikan kepada siapa saja yang melakukan kegiatan perbankan seperti
menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan tanpa izin usaha dari pimpinan
Bank Indonesia. Pelanggaran tersebut diancam dengan pidana penjara sekurang-kurangnya
5 (lima) tahun dan paling lama 15 (lima belas) tahun serta denda sekurang-kurangnya Rp
10.000.000.000,- (sepuluh miliar rupiah) dan paling banyak Rp 200.000.000.000,- (dua
ratus miliar rupiah).
Kemudian sanksi juga diberikan kepada anggota dewan komisaris, direksi atau
pegawai bank atau pihak terafiliasi lainnya yang dengan sengaja memberikan keterangan
mengenai nasabah penyimpanan dan simpanannya diancam dengan pidana penjara
sekuarang-kurangnya 2 (dua) tahun dan paling lama 4 (empat) tahun serta denda sekurang-
kurangnya Rp 4.000.000.000,- (empat miliar rupiah) dan paling banyak Rp 8.000.000.000,-
(delapan miliar rupiah).
Perbankan juga harus menyampaikan laporan keuangan berupa neraca dan laporan
laba rugi serta penjelasannya secara berkala dalam waktu dan bentuk yang telah ditetapkan
dan telah pula diaudit oeh akuntan publik.
Selanjutnya apabila anggota dewan komisaris, direksi atau pegawai bank dengan
sengaja:

149
1. Membuat atau menyebabkan adanya pencatatan palsu dalam pembukuan atau dalam
laporan maupun dokumen atau laporan kegiatan usaha, laporan transaksi atau
rekening suatu bank.
2. Menghilangkan atau tidak memasukkan atau menyebabkan tidak dilakukannya
pencatatan dalam pembukuan atau laporan kegiatan usaha, laporan transaksi atau
rekening suatu bank.
Mengubah, mengaburkan atau menyembunyikan, menghapuskan atau menghilangkan
adanya suatu pencatatan dalam pembukuan atau dalam laporan maupun dalam dokumen
atau laporan kegiatan usaha, laporan transaksi atau rekening atau dengan segaja bank
mengubah, mengaburkan, menghilangkan, menyembunyikan atau merusak catatan
pembukuan diancam dengan pidana penjara sekurang-kurangnya 5 (lima) tahun dan paling
lama 15 (lima belas) tahun serta denda sekurang-kurangnya Rp 10.000.000.000,- (sepuluh
miliar rupiah) dan paling banyak Rp 200.000.000.000,- (dua ratus miliar rupiah).
3. Persyaratan Pendirian Bank
A. Ketentuan Umum
PadaPasal 5 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 1992 Tentang
Perbankan Sebagaimana Telah Diubah Dengan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998
Menurut jenisnya, Bank terdiri dari :
2) Bank Umum
Bank Umum disebut juga sebagai “bank dagang”, “bank komersial”, “bank
kredit”, bahkan di beberapa Negara disebut sebagai “bank deposito”.Bank yang
melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional dan/atau berdasarkan prinsip
syariah ini dalam kegiatannya memberikan jasa-jasa dalam lalu lintas
pembayaran.Sebagai Bank konvensional, Bank Umum melakukan usaha perbankan
dengan memberikan kredit kepada nasabah baik perorangan maupun perusahaan.
Sedangkan Bank Umum yang menganut prinsip syariah menggunakan aturan
perjanjian berdasarkan Hukum Islam antara bank dengan pihak lain untuk menyimpan
dana dan/atau pembiayaan kegiatan usaha, atau kegiatan lainnya yang dinyatakan
sesuai dengan syariah.
Bank Umum ini sendiri dapat berupa Bank Milik Negara, Swasta, maupun
Koperasi, yang dalam pengumpulan dananya terutama menerima simpanan dalam
bentuk giro, deposito, serta tabungan dan dalam usahanya terutama memberikan
kredit jangka pendek. Kredit jangka pendek ini dipilih karena dana utama yang
diterima juga berjangka waktu pendek, sehingga pemberian kredit jangka pendek
diharapkan tidak mengganggu kemampuan bank untuk memenuhi jangka pendeknya.
Suatu bank dikatakan sebagai Bank Umum karena bank tersebut mendapatkan
keuntungan dari selisih bunga yang diterima dari peminjam dengan yang dibayarkan
oleh bank kepada depositor (disebut spread).
3) Bank Perkreditan Rakyat.
Bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional atau
berdasarkan prinsip syariah ini dalam kegiatannya tidak memberikan jasa dalam lalu
lintas pembayaran.Jadi disini, terlihat bahwa perbedaan antara bank umum dengan
BPR terletak dalam kegiatan pemberian jasa dalam lalu lintas pembayaran.Bank

150
Perkreditan Rakyat memberikan jasa berupa menerima simpanan hanya dalam bentuk
deposito berjangka, tabungan, dan atau bentuk lainnya yang dipersamakan dengan itu.
Sesuai dengan ketentuan Pasal 16 Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998
disebutkan bahwa:
1. Setiap pihak yang melakukan kegiatan menghimpun dana dari masyarakat dalam
bentuk simpanan wajib terlebih dahulu memperoleh izin usaha sebagai Bank
Umum atau Bank Perkreditan Rakyat dari Pimpinan Bank Indonesia, kecuali
apabila kegiatan menghimpun dana dari masyarakat dimaksud diatur dengan
Undang-undang tersendiri.
2. Untuk memperoleh izin usaha Bank Umum dan Bank Perkreditan Rakyat
sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), wajib dipenuhi persyaratan sekurang-
kurangnya tentang:
a) Susunan organisasi dan kepengurusan;
b) Permodalan;
c) Kepemilikan;
d) Keahlian di bidang Perbankan;
e) Kelayakan rencana kerja.
3. Persyaratan dan tata cara perizinan bank sebagaimana dimaksud dalam ayat (2)
ditetapkan oleh BankIndonesia."
Dari ketentuan di atas dapat dilihat, bahwa langkah pertama yang harus
dilakukan dalam pendirian bank adalah menentukan jenis bank yang akan
didirikan, apakah Bank Umum atau Bank Perkreditan Rakyat. Dari kedua jenis
bank, terdapat beberapa perbedaan mengenai syarat-syarat yang harus dipenuhi
untuk mendirikan sebuah bank.
B. Persyaratan Dan Prosedur Pendirian Bank
1. Pendirian Bank Umum
Bank Umum dapat didirikan dan menjalankan usahanya dengan izin Bank
Indonesia selaku Bank Sentral.Pemberian izin untuk mendirikan Bank Umum
dilakukan melalui 2 tahapan.Pertama, tahap persetujuan untuk melakukan persiapan
Pendirian Bank yang bersangkutan.Tahap kedua berupa pemberian izin usaha yakni
izin yang diberikan untuk melakukan kegiatan usaha setelah persiapan selesai
dilakukan.Selama belum mendapat izin usaha, pihak yang mendapat persetujuan
prinsip tidak diperkenankan untuk melakukan kegiatan usaha apapun di bidang
perbankan.
Penjelasan secara rinci untuk pendirian bank umum dijabarkan dalam SK
Direksi BI No: 32/33/Kep/Dir, Tentang Bank Umum tanggal 12 Mei 1999 :
a) Syarat Umum
Dalam pasal 3 disebutkan :
1) Bank hanya dapat didirikan dan melakukan kegiatan usaha dengan izin
Direksi Bank Indonesia.
2) Bank hanya dapat didirikan oleh:
(a) WNI dan/atau Badan Hukum Indonesia; atau
(b) WNI dan/atau Badan Hukum Indonesia dengan WNA dan/atau Badan
Hukum Asing secara kemitraan.

151
Selanjutnya dalam pasal 4 disebutkan:
1) Modal disetor untuk mendirikan Bank ditetapkan sekurang-kurangnya
sebesar Rp 3.000.000.000,00 (tiga triliun rupiah);
2) Modal disetor bagi Bank yang berbentuk hukum Koperasi adalah simpanan
pokok, simpanan wajib, dan hibah sebagaimana diatur dalam undang-undang
tentang Perkoperasian;
3) Modal disetor yang berasal dari warga Negara asing dan/atau badan hukum
asing, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka (2) huruf b setinggi-
tingginya sebesar 99 % (Sembilan puluh sembilah persen) dari modal disetor
bank.
Bila dicermati syarat-syarat pendirian bank umum tersebut tampak bahwa
modal yang harus disediakan relatif cukup besar.Tampaknya pimpinan BI
menyadari bahwa bank sebagai badan usaha memiliki karakteristik tersendiri jika
dibandingkan dengan badan usaha lainnya.Hal ini terlihat bahwa pimpinan bank
tidak serta merta mengeluarkan izin usaha walaupun modal sudah ada.
b) Persetujuan Prinsip
Sebagaimana dijabarkan dalam pasal 6:
1) Permohonan untuk mendapatkan persetujuan prinsip sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 5 huruf a diajukan sekurang-kurangnya oleh seorang calon
pemilik kepada direksi Bank Indonesia sesuai dengan format dalam
Lampiran I dan wajib dilampri dengan:
(a) Rancangan akta pendirian badan hukum, termasuk rancangan anggaran
dasar yang sekurang-kurangnya memuat:
1. Nama dan tempat kedudukan;
2. Kegiatan usaha sebagai Bank;
3. Permodalan;
4. Kepemilikan;
5. Wewenang, tanggung jawab, dan masa jabatan dewan Komisaris
serta Direksi;
(b) Data kepemilikan berupa:
1. Daftar calon pemegang saham berikut rincian besarnya masing-
masing kepemilikan saham bagi Bank yang berbentuk hukum
Perseroan Terbatas/Perusahaan Daerah;
2. Daftar calon anggota berikut rincian jumlah simpanan pokok dan
simpanan wajib, serta daftar hibah bagi Bank yang berbentuk hukum
Koperasi;
(c) Daftar calon anggota dewan Komisaris dan anggota Direksi disertai
dengan:
1. Fotokopi tanda pengenal yang dapat berupa Kartu Tanda Penduduk
(KTP) atau paspor;
2. Riwayat hidup;
3. Surat penyertaan pribadi (personal statement)yang menyatakan tidak
pernah melakukan tindakan tercela di bidang perbankan, keuangan,

152
dan usaha lainnya dan atau tidak pernah dihukum karena terbukti
melakukan tindak pidana kejahatan;
4. Surat keterangan atau bukti tertulis dari bank tempat bekerja
sebelumnya mengenai pengalaman operasional di bidang perbankan
bagi calon Direksi yang telah berpengalaman; dan
5. Surat keterangan dari lembaga pendidikan mengenai pendidikan
perbankan yang pernah diikuti dan/atau bukti tertulis bagi Bank
tempat bekerja sebelumnya mengenai pengalaman di bidang
perbankan bagi calon anggota Dewan Komisaris.
(d) Rencana susunan organisasi;
(e) Rencana kerja untuk tahun pertama yang sekurang-kurangnya memuat:
1. Hasil penelaahan mengenai peluang pasar dan potensi ekonomi;
2. Rencana kegiatan usaha yang mencakup penghimpunan dan
penyaluran dana serta langkah-langkah kegiatan yang akan dilakukan
dalam mewujudkan rencana yang dimaksud.
(f) Bukti setoran modal sekurang-kurangnya 30% (tiga puluh persen) dari
modal yang disetor sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (1), dalam
bentuk fotokopi bilyet deposito pada Bank di Indonesia dan atas nama
“Direksi Bank Indonesia q.q. salah seorang calon pemilik untuk pendirian
Bank yang yang bersangkutan” dengan mencantumkan keterangan bahwa
pencairannya hanya dapat dilakukan setelah mendapat persetujuan tertulis
dari Direksi Bank Indonesia;
(g) Surat pernyataan dari calon pemegang saham dan Bank yang berbentuk
hukum Perseroan Terbatas/Perusahaan Daerah atau dari calon anggota
bagi Bank yang berbentuk hukum Koperasi, bahwa setoran modal
sebagaimana yang dimaksud dalam huruf f:
1. Tidak berasal dari pinjaman atau fasilitas pembiayaan dalam bentuk
apapun dari bank dan/atau pihak lain di Indonesia;
2. Tidak berasal dari dan untuk tujuan pencucian uang (money
laundering).
2. Pendirian Bank Perkreditan Rakyat
Pada pendirian BPR juga diperlukan izin usaha dari Bank Indonesia sebagaimana
Bank Umum. Pada proses izin usaha dari Bank Indonesia diperlukan 2 tahap yaitu
tahap persetujuan prinsip dan perolehan izin usaha. Selama salah satu atau kedua
proses ini belum terpenuhi maka BPR tidak dapat melaksanakan kegiatan usaha
apapun di bidang perbankan. Syarat-syarat untuk mendirikan BPR diatur dalam SK
Direksi BI No.32/35/Kep/Dir, tentang Bank Perkreditan Rakyat tanggal 12 Mei 1999.
a. Syarat Umum Pendirian BPR
Hal ini dijabarkan dalam Pasal 3:
1. BPR hanya dapat didirikan dan melakukan kegiatan usaha dengan izin Direksi
Bank Indonesia
2. BPR hanya dapat didirikan oleh:
a) Warga Negara Indonesia yang seluruh kepemilikannya oleh Warga
Negara Indonesia;

153
b) Badan Hukum Indonesia yang seluruh kepemilikannya oleh Warga
Negara Indonesia;
c) Pemerintah Daerah; atau
d) Dua pihak atau lebih sebagaimana dimaksud dalam huruf a, huruf b, dan
huruf c.
b. Modal BPR
Dalam Pasal 4 disebutkan:
1. Modal disetor untuk mendirikan BPR ditetapkan sekurang-kurangnya sebesar:
a) Rp. 2.000.000.000 (Dua Milyar Rupiah) untuk BPR yang didirikan
diwilayah Daerah Khusus Ibukota jakarta Raya dan Kabupaten/Kotamadya
Tanggerang, Bekasi, dan Karawang;
b) Rp. 1.000.000.000 (Satu Milyar Rupiah) untuk BPR yang didirikan di
wilayah ibukota propinsi diluar wilayah tersebut pada huruf a;
c) Rp. 500.000.000 (lim ratus juta rupiah) untuk BPR yang didirikan di luar
wilayah tersebut pada huruf a dan huruf b.
d) Modal disetor bagi BPR yang berbentuk hukum Koperasi adalah simpanan
pokok, simpanan wajib, dan hibah sebagaimana diatur dalam undang-
undang tentang perkoperasian;
e) Bagian dari modal disetor BPR yang digunakan untuk modal kerja
sekurang-kurangnya berjumlah 50% (lima puluh perseratus)
c. Peningkatan Status BPR
BPR dapat ditingkatkan statusnya menjadi Bank Umum. Persyaratannya adalah BPR
tersebut harus memiliki tingkat permodalan, yang selama 12 bulan terakhir atau
sekurang-kurangnya 10 bulan terakhir tergolong sehat dan selebihnya cukup sehat.
BPR tersebut juga harus memenuhi persyaratan modal disetor untuk menjadi Bank
Umum dan memenuhi ketentuan Direksi dan dewan Komisaris sebagaimana yang
dipersyaratkan dalam Bank Umum

154
SUMBER DANA BANK

1. Pengertian Sumber-sumber Dana Bank


Yang dimaksud dengan sumber-sumber bank adalah usaha bank dalam menghimpun
dana untuk membiayai operasinya. Hal ini sesuai dengan fungsinya bahwa bank adalah
lembaga keuangan di mana kegiatan sehari-harinya adalah dalam bidang jual-beli uang.
Tentu saja sebelum menjual uang (memberikan pinjaman) bank harus lebih dulu membeli
uang (menghimpun dana) sehingga dari selisih bunga tersebutlah bank mencari
keuntungan.
Dana untuk membiayai operasinya dapat diperoleh dari berbagai sumber. Perolehan
dana ini tergantung itu sendiri apakah secara pinjaman (titipan) dari masyarakat atau dari
lembaga lainnya. Di samping itu, untuk membiayai operasinya dana dapat pula diperoleh
dengan modal sendiri, yaitu dengan mengeluarkan atau menjual saham. Perolehan dana
disesuaikan pula dengan tujuan dari penggunaan dana tersebut.
Jika tujuannya untuk kegiatan sehari-hari jelas berbeda sumbernya, dengan bank
yang hendak melakukan investasi baru atau untuk perluasan suatu usaha. Jadi tergantung
daripada tujuan dana tersebut digunakan untuk apa. Adapun sumber-sumber dana bank
tersebut adalah sebagai berikut.
a. Dana yang bersumber dari bank itu sendiri.
Sumber dana ini merupakan sumber dana dari modal sendiri. Modal sendiri
maksudnya adalah modal setoran dari para pemegang sahamnya. Apabila saham yang
terdapat dalam portepel belum habis terjual, sedangkan kebutuhan dana masih perlu,
maka pencariannya dapat dilakukan dengan menjual saham kepada pemegang saham
lama. Akan tetapi, jika tujuan perusahaan untuk melakukan ekspansi, maka
perusahaan dapat mengeluarkan saham baru dan mejual saham baru tersebut di pasar
modal. Di samping itu, pihak perbankan dapat pula menggunakan cadangan-cadangan
laba yang belum digunakan.
Dana sendiri disebut juga dengan dana modal atau pihak I, adalah merupakan dana
yang dihimpun dari pihak para pemegang saham bank atau pemilik bank. Dana yang
dihimpun dari pemilik tersebut digolongkan menjadi:
1) Modal Disetor
Modal disetor merupakan dana awal yang disetorkan oleh pemilik pada saat awal
bank didirikan. Setiap bank yang akan didirikan harus memiliki sejumlah modal
tertentu sebagai modal pendirian. Modal tersebut umumnya digunakan untuk
pengadaan aktiva tetap, seperti pembelian gedung kantor, inventaris kantor,
komputer, dan kendaraan. Di samping itu, sebagianmodaldi setor tersebut
digunakan untuk biaya pendirian dan promosi untuk menarik minat masyarakat
kepad bank yang akan didirikan.
2) Cadangan
Cadangan sangat diperlukan oleh bank terutama untuk antisipasi apabila terdapat
kerugian di masa yang akan datang. Menurut Kuncoro dan Suharjono (2002:152)
Cadangan, yaitu sebagian dari laba yang disisihkan dalam bentuk cadangan
modal dan lainnya yang akan digunakan untuk menutup timbulnya risiko di
kemudian hari. Cadangan tersebut dapat ditingkatkan dengan meningkatkan laba

155
bank setiap tahunnya. Besarnya cadangan akan berpengaruh pada besarnya
modal.
3) Sisa Laba
Sisa laba merupakan akumulasi dari keuntungan yang diperoleh oleh bank setiap
tahun. Sisa laba merupakan laba yang menjadi milik pemegang saham, akan tetapi
dalam rangka meningkatkan modal bank, maka dalam rapat umum pemegang
saham, diputuskan laba tersebut tidak dibagi, akan tetapi digunakan untuk
menambah modal bank. Sisa laba terdiri dari:
a) Laba/Rugi Tahun-Tahun Lalu
Merupakan akumulasi laba/rugi tahun-tahun lalu
b) Laba/Rugi Tahun Berjalan
Merupakan laba/rugi yang diperoleh pada tahun berjalan.
Besarnya modal bank dapat menimbulkan dampak positif terhadap keberadaannya,
karena bank dengan modal besar lebih mendapat kepercayaan dari masyarakat baik
masyarakat di dalam negeri maupun masyarakat di luar negeri. Masyarakat akan
merasa lebih aman menyimpan dananya di sebuah bank yang memiliki modal.
Keuntungan dari sumber dana sendiri adalah tidak perlu membayar bunga yang relatif
besar daripada jika meminjam ke lembaga lain.
b. Dana yang berasal dari masyrakat luas
Sumber dana ini merupakan sumber dana terpenting bagi kegiatan operasi bank dan
merupakan ukuran keberhasilan bank jika mampu membiayai operasinya dari sumber
dana ini. Pencarian dana dari sumber ini relatif paling mudah jika dibandingkan
dengan sumber lainnya dan pencarian dana dari sumber dana ini paling dominan, asal
dapat memberikan bunga dan fasilitas menarik lainnya menarik dana dari sumber ini
tidak terlalu sulit. Akan tetapi, pencarian sumber dana ini relatif lebih mahal jika
dibandingkan dari dana sendiri. Adapaun, sumber dana masyarakat luas dapat
dilakukan dalam bentuk:
1) Simpanan Giro
Simpanan giro merupakan simpanan yang diperoleh dari masyarakat atau
ketiga yang sifat penarikannya adalah dapat ditarik setiap saat dengan
menggunakan cek dan bilyet giro atau sarana perintah bayar lainnya atau
pemindah bukuan. Simpanan giro ini dapat ditawarkan kepada seluruh
masyarakat baik perorangan maupun badan usaha. Simpanan giro sangat
bermanfaat bagi masyarakat yang melakukan aktivitas usaha, karena pemegang
rekening giro akan banyak mendapat kemudahan dalam melakukan transaksi
usahanya.
Kebutuhan adanya simpanan giro ini tidak hanya semata-mata untuk
kepentingan bank, akan tetapi juga untuk melayani kepentingan masyarakat
modern. Masyarakat sangat membutuhkan produk giro karena giro adalah uang
giral yang dapat digunakan sebagai alat pembayaran, dengan menggunakan
sarana penarikan berupa cek dan sarana pemindahbukuan berupa biyet giro.
Pertimbangan utama nasabah memiliki rekening giro ialah karena kemudahan
yang ingin diperoleh oleh nasabah. Memiliki rekening giro itu sama dengan
memiliki uang tuani, karena sifat dari rekening giro yang dapat ditarik setiap saat.

156
Dalam memberikan pelayanan kepada nasabah pemegang rekening giro,
biasanya bank juga memberikan fasilitas lainnya, seperti pinjaman overdraft
(cerukan), yaitu pinjaman yang diberikan kepada nasabah untuk menanggulangi
apabila terjadi penarikan dana giro dengan menggunakan cek atau bilyet giro
yang melebihi saldonya. Hal ini sangat menguntungkan bagi nasabah karena pada
saat-saat tertentu kemungkinan saldo nasabah terbatas, sementara pengeluaran
tetap harus dilakukan, sehinngga perlu mendapat fasilitas pinjaman untuk
menutup kekurangan tersebut. Pinjaman overdraft diberikan kepada nasabah
yang loyal kepada bank.
2) Tabungan
Tabungan merupakan jenis simpanan yang dilakukan oleh pihak ketiga yang
penarikannya dapat dilakukan menurut syarat tertentu sesuai perjanjian antara
bank dan pihak nasabah. Dalam perkembangannya, penarikan tabungan dapat
dilakukan setiap saat dengan menggunakan sarana penarikan berupa slip
penarikan, ATM, surat kuasa dan sarana lainnya yang dipersamakan dengan itu.
Berbagai regulasi pemerintah serta ketatnya persaingan antarbank, membuat
bank melakukan inovasi terhadap produk tabungan, sehingga produk tabungan
menjadi bervariasi. Semua bank diperkenankan mengembangkan jenis produk
tabungannya tanpa perlu persetujuan dari Bank Indonesia. Hal ini pula,yang
mendorong perkembangan jenis produk tabungan menjadi beragam. Beberapa
contoh produk tabungan antara lain, tabungan harian, pendidikan, berhadiah
undian dan yang kerja sama dengan asuransi.
Undang-undang No. 10 1998 mendefinisikan, bahwa tabungan hanya dapat
ditarik sesuai dengan syarat tertentu yang diperjanjikan antara bank dan nasabah.
Pada perkembangan zaman, untuk memenuhi kebutuhan masyaraat pengguna
produk tabungan, maka bank tidak lagi membatasi jumlah, maupun frekuensi
penarikannya. Meskipun demikian, bank masih mensyaratkan adanya saldo
minimal yang harus dipelihara oleh setiap nasabah. Besarnya saldo minimal
tersebut tergantung pada kebijakan masing-masing bank. Saldo minimal tersebut
digunakan sebagai cadangan apabila nasabah akan menutup rekening
tabungannya.
Penarikan tabungan melalui kantor bank disediakan pada jam kerja. Adapun
penarikan melalui ATM tidak dibatasi. Dalam perkembangannya terdapat
beberapa bank yang menyediakan fasilitas ATM bersama, sehingga nasabah
dapat menarik tabungannya melalui bank lain, sepanjang bank tersebut memiliki
kerja sama. Bank tertentu melayani penarikan melalui teller untuk jumlah
penarikan lebih dari Rp 2.500.000,-. Penarikan sejumlah sampai dengan Rp
2.500.000,- hanya dilakukan melalui ATM. Berbagai jenis tabungan ditawarkan
oleh bank, antara lain tabungan kombinasi dengan asuransi, simpanan giro
kombinasi dengan tabungan dan tabungan berhadiah. Nasabah akan mempunyai
banyak pilihan dalam menabung di bank.
3) Deposito

157
Deposito merupakan jenis simpanan yang penarikannya hanya dapat
dilakukan sesuai dengan jangka waktu yang telah diperjanjikan antara bank
dengan nasabah.
Mudrajat Kuncoro dan Suharjono (2002:193), Deposito adalah simpanan
berjangka yang dikeluarkan oleh bank yang penarikannya hanya dapat dilakukan
dalam jangka waktu tertentu sesuai dengan jangka waktu yang telah
diperjanjikan sebelumnya.
Deposito dibedakan menjadi tiga jenis yaitu:
a) Deposito berjangka
Deposito berjangka merupakan simpanan berjangka yang dapat
dicairkan sesuai dengan jangka waktu yang disepakati. Pemegang deposito
berjangka akan mendapat bilyet deposito sebagai bukti hak kepemilikannya.
Deposito berjangka diterbitkan atas nama dan hanya dapat dicairkan oleh
pemegang hak yang namanya tercantum dalam bilyet deposito berjangka.
Deposito berjangka tidak dapat diperjualbelikan. Pembayaran bunga
dilakukan setiap tanggal valuta, tanggal dimana deposito tersebut dibuka.
b) Sertifikat Deposito
Sertifikat deposito merupakan simpanan berjangka yang diterbitkan
dengan menggunakan sertifikat sebagai bukti kepemilikan oleh pemegang
haknya. Sertifikat deposito diterbitkan atas unjuk, artinya di dalam sertifikat
deposito tidak dicantumkan nama pemegang hak. Sertifikat deposito dapat
dicairkan oleh siapa pun yang membawa dan menunjukkan kepada bank
yang menerbitkan dan dapat diperjual belikan. Pembayaran bunga dilakukan
pada saat pembelian (bunga dibayar dimuka).
c) Deposit On Call
Deposit on call adalah jenis simpanan berjangka yang penarikannya
perlu memberitahukannya terlebih dahulu kepada bank penerbit deposit on
call. Dasar pencairannya sama dengan deposito berjangka yaitu dengan
mengembalikan bilyet deposit on call-nya. Deposit on call diterbitkan atas
nama dan tidak dapat diperjualbelikan. Bunga dibayar pada saat pencairan.
c. Dana yang bersumber dari pinjaman
1) Pinjaman dari Bank Lain di Dalam Negeri
Pinjaman yang berasal dari bank lain ini biasa dikenal dengan pinjaman antar
bank (Interbank Call Money). Pinjaman tersebut diperlukan apabila terdapat
kebutuhan dana mendesak yang diperlukan oleh bank dalam rangka menutup
kekurangan likuiditas yang diwajibkan oleh Bank Indonesia. Misalnya, bank
sedang kalah kliring, kemudian kalah kliring tersebut dapat menimbulkan saldo
giro bank di Bank Indonesia negatif.
Dalam rangka tetap menjaga kepercayaan nasabah, maka bank harus
mendapat dana untuk menutup saldo giro pada Bank Indonesia yang negatif
tersebut. Bank perlu melakukan pinjaman kepada bank lain melalui Interbank
Call Money. Interbank Call Money adalah pinjaman antarbank dalam jangka
pendek.

158
Dalam praktik perbankan, Interbank Call Money kadang-kadang jangka
waktunya hanya dalam satu hari. Pinjaman antarbank yang jangka waktunya
hanya dalam satu hari disebut dengan Overnight Call Money. Instrumen yang
digunakan sebagai alat dalam pinjaman antarbank tersebut antara lain promes,
Surat Berharga Pasar Uang (SBPU) dan sertifikat deposito.
2) Pinjaman dari Bank atau Lembaga Keuangan di Luar Negeri
Pinjaman yang berasal dari luar negeri harus melalui Bank Indonesia. Bank
Indonesia bertindak sebagai pengawas pinjaman luar negeri tersebut. Jangka
waktu pinjaman yang diberikan adalah jangka menengah dan jangka panjang.
Pinjaman tersebut sangat dibutuhkan oleh bank karena sifat pengembaliannya
yang relatif lama, sehingga bisa dikatakan dana permanen.
Dengan memperoleh pinjaman jangka panjang, maka bank akan lebih mudah
mengalokasikan dana tersebut karena tingkat pengembaliannya lebih lama. Pada
umumnya, pinjaman tersebut diberikan kepada bank milik pemerintah, tetapi
tidak semua bank dapat memperoleh pinjaman ini.
3) Pinjaman dari Lembaga Keuangan Bukan Bank
Pinjaman dari LKBB ini sering tidak merupakan pinjaman atau kredit, dalam
arti bank tidak memperoleh dana tunai dari pihak kreditor. Pinjaman ini biasanya
merupakan penjualan surat berharga kepada pihak lembaga keuangan bukan bank
yang belum jatuh tempo. Pinjaman dari lembaga keuangan bukan bank antara
lain; deposit on call dan sertifikat deposito.
Obligasi merupakan surat utang jangka panjang. Dengan menerbitkan
obligasi dan menjualnya, maka bank memperoleh dana dari pembelinya. Pembeli
obligasi bisa bank, bukan, maupun perorangan.
d. Dana yang bersumber dari lembaga lainnya
Sumber dana yang ketiga ini merupakan tambahan jika bank mengalami kesulitan
dalam pencarian sumber dana pertama dan kedua diatas. Pencarian dari sumber dana
ini relatif lebih mahal dan sifatnya hanya sementara waktu saja. Kemudian dana yang
diperoleh dari sumber ini digunakan untuk membiayai atau membayar transaksi-
transaksi tertentu. Perolehan dana dari sumber ini antara lain diperoleh dari:
1) Kredit liquiditas dari Bank Indonesia, merupakan kredit yang diberian bank
Indonesia kepada bank-bank yang mengalami kesulitan liquiditasnya. Kredit
liquditas ini juga diberikan kepada pembiayaan sektor-sektor tertentu;
2) Pinjaman antarbank (call money) biasanya pinjaman ini diberikan kepada bank-
bank yang mengalami kalah kliring di dalam lembaga kliring. Pinjaman ini
bersifat jangka pendek dengan bunga yang relatif tinggi;
3) Pinjaman dari bank-bank luar negeri, merupakan pinjaman yang diperoleh oleh
perbankan dari pihak luar negeri
4) Surat Berharga Pasar Uang (SBPU). Dalam hal ini pihak perbankan menerbitkan
SBPU kemudian diperjualbelikan kepada pihak yang berminat, baik perusahan
keuangan maupun non keuangan.

159
BANK SYARIAH

A. Pengertian Bank Syariah dan Fungsi Bank Syariah


Sekarang ini banyak berkembang bank syariah.Bank syariah muncul di Indonesia
pada awal tahun 1990-an. Pemrakarsa pendirian bank syariah di Indonesia dilakukan oleh
Majelis Ulama Indonesia (MUI) pada tanggal 18 – 20 Agustus 1990. Bank syariah adalah
bank yang beroperasi sesuai dengan prinsip-prinsip syariah Islam, maksudnya adalah bank
yang dalam operasinya mengikuti ketentuan-ketentuan syariah Islam, khususnya yang
menyangkut tata cara bermuamalah secara Islam.
Falsafah dasar beroperasinya bank syariah yang menjiwai seluruh hubungan
transaksinya adalah efesiensi, keadilan, dan kebersamaan. Efisiensi mengacu pada prinsip
saling membantu secara sinergis untuk memperoleh keuntungan sebesar mungkin.
Keadilan mengacu pada hubungan yang tidak dicurangi, ikhlas, dengan
persetujuan yang matang atas proporsi masukan dan keluarannya. Kebersamaan mengacu
pada prinsip saling menawarkan bantuan dan nasihat untuk saling meningkatkan
produktivitas.
Kegiatan bank syariah dalam hal penentuan harga produknya sangat berbeda
dengan bank konvensional.
Penentuan harga bagi bank syariah didasarkan pada kesepakatan antara bank
dengan nasabah penyimpan dana sesuai dengan jenis simpanan dan jangka waktunya, yang
akan menentukan besar kecilnya porsi bagi hasil yang akan diterima penyimpan. Berikut
ini prinsip-prinsip yang berlaku pada bank syariah.
a) Pembiayaan berdasarkan prinsip bagi hasil (mudharabah).
b) Pembiayaan berdasarkan prinsip penyertaan modal (musharakah).
c) Prinsip jual beli barang dengan memperoleh keuntungan (murabahah).
d) Pembiayaan barang modal berdasarkan sewa murni tanpa pilihan (ijarah).
e) Pilihan pemindahan kepemilikan atas barang yang disewa dari pihak bank oleh pihak
lain (ijarah wa iqtina).
Dalam rangka menjalankan kegiatannya, bank syariah harus berlandaskan pada
Alquran dan hadis. Bank syariah mengharamkan penggunaan harga produknya dengan
bunga tertentu. Bagi bank syariah, bunga bank adalah riba.
Dalam perkembangannya kehadiran bank syariah ternyata tidak hanya dilakukan
oleh masyarakat muslim, akan tetapi juga masyarakat nonmuslim. Saat ini bank syariah
sudah tersebar di berbagai negara-negara muslim dan nonmuslim, baik di Benua Amerika,
Australia, dan Eropa. Bahkan banyak perusahaan dunia yang telah membuka cabang
berdasarkan prinsip syariah. Contoh Bank Syariah di Indonesia yaitu Bank Muamalat
Indonesia, Bank Syariah Mandiri.
B. Perbankan Syariah
Selain Perbankan Konvensional, di Indonesia juga ada Bank Syariah mulai tahun
1992 . Bank Syariah pertama di Indonesia adalah BMI (Bank Muamalat Indonesia) yang
mulai beroperasi pada tanggal 1 Mei 1992. Bank syariah ada karena adanya keinginan
umat muslim untuk kaffah yaitu menjalankan aktivitas perbankan sesuai dengan syariah
yang diyakini, terutama masalah larangan riba, serta hal-hal yang berkaitan dengan norma

160
ekonomi dalam Islam seperti larangan maisyir (judi dan spekulatif), gharar (unsur ketidak
jelasan), jahala dan keharusanmemperhatikan kehalalan cara dan objek investasi
Kitab Al-Qur’an melarang riba, antara lain:
1. Al-baqarah : 278-279
“Hai orang-orang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang
belum dipungut) …………..Dan jika kamu bertaubat (dari pengambilan riba), maka
bagimu pokok hartamu, kamu tidak menganiaya dan tidak dianiaya.”
2. Ali- Imran : 130
“Hai orang-orang beriman, janganlah kamu memakan riba dengan berlipat ganda dan
bertaqwalah kepada Allah supaya kamu mendapat keuntungan.”
3. An-nisaa : 130
“…………dan disebabkan mereka memakan riba padahal sesungguhnya mereka telah
dilarang daripadanya dan karena mereka memakan harta orang dengan jalan yang
bathil…………….”
4. Ar-ruum : 39
“Dan sesuatu riba (tambahan) agar ia bertambah pada harta manusia, maka pada sisi
Allah itu tidak bertambah……..”
Selain dalam Al-Qur’an, larangan riba juga terdapat pada dalam hadits Rasulullah SAW.
Dalam pandangan Islam, uang tidak menghasilkan bunga atau laba dan uang tidak
dipandang sebagai komoditi.
Berkembangnya Bank-bank Syariah di negara-negara Islam (Mesir: Mit Ghamar
Bank, Islamic Development Bank, Faisal Islamic Bank, Kuwait Finance House, Dubai
Islamic Bank dll) berpengaruh ke Indonesia. Diskusi ataupun Lokakarya diselenggarakan
sampai akhirnya Tim Perbankan MUI menanda tangani Akte Pendirian PT Bank
Muamalat Indonesia pada tanggal 1 November 1991.
Perkembangan Bank syariah pada era reformasi ditandai dengan disetujuinya UU no
10 tahun 1998.Dalam UU tsb diatur dengan rinci landasan hukum dan jenis-jenis usaha
yang dapat dioperasikan dan diimplementasikan oleh Bank syariah. UU tsb memberi
arahan bagi bank-bank konvensional untuk membuka cabang syariah/ unit usaha syariah
(UUS) atau mengkonversi menjadi bank syariah
C. Keunikan Perbankan Syariah
Fungsi dasar bank syariah secara umum sama dengan bank konvensional, sehingga
prinsip umum pengaturan dan pengawasan bank berlaku pula pada bank syariah. Namun
adanya sejumlah perbedaan cukup mendasar dalam operasional bank syariah menuntut
adanya perbedaan pengaturan dan pengawasan bagi Bank syariah. Perbedaan mendasar
tersebut terutama:
a. Perlunya jaminan pemenuhan ketaatan pada prinsip syariah dalam seluruh aktivitas
bank.
b. Perbedaan karakteristik operasional khususnya akibat dari pelarangan bunga yang
digantikan dengan skema PLS dengan instrumen nisbah bagi hasil.
Langkah penting untuk mengatasi masalah unik dari sistem bagi hasil misalnya : moral
hazard (tindakan yang dilakukan oleh penerima amanat yang bertentangan dengan
kesepakatan awal dalam menjalankan amanat yang diterimanya), asymmetric information
(ketidakseimbangan informasi antara pemberi amanat dan yang diberi amanat, di mana

161
pihak yang diberi amanat memiliki informasi yang lebih banyak ketimbang pihak yang
memberi amanat), dll adalah dengan cara:
a. penerapan good governance (tata kelola yang baik)
b. ketentuan disclosure dan transparansi keuangan
c. pengembangan skema insentif yang optimal dll
D. Jenis Produk Bank Syariah
Jenis produk Bank Syariah akan tergantung pada fungsi pokok bank syariah. Fungsi pokok
bank syariah dalam kaitannya dengan kegiatan perekonomian masyarakat terdiri dari:
1. Fungsi Pengumpulan Dana (Funding)
2. Fungsi Penyaluran Dana (Financing)
3. Pelayanan Jasa (Service)
Dalam bank syariah produk-produk penghimpunan dana dapat diterapkan berdasarkan
prinsip masing-masing, yaitu:
a. Wadiah yaitu akad titipan dimana barang yang dititipkan dapat diambil sewaktu-
waktu. Pihak yang menerima titipan dapat meminta jasa untuk keamanan dan
pemeliharaan.
b. Mudharabah yaitu akad usaha dimana salah satu pihak memberikan modal (Sahibul
Mal), sedangkan pihak lainnya memberikan keahlian (Mudharib) dengan nisbah yang
disepakati dan apabila terjadi kerugian , maka pemilik modal menanggung kerugian
tersebut.
Mudharabah dibagi menjadi 2 yaitu:
a. Mudharabah mutlaqah (investasinya tidak terikat).
b. Mudharabah muqayyadah: investasinya terikat (tertentu).
Selanjutnya di PSAK no 59 paragraf 8 dan 9 secara rinci dijelaskan pengertian dari kedua
jenis Mudharabah ini.
Paragraf 8, Mudharabah mutlaqah adalah mudharabah di mana pemilik dana
memberikan kebebasan kepada pengelola dana dalam pengelolaan investasinya. Paragraf
9, Mudharabah muqayyadah adalah mudharabah di mana pemilik dana memberikan
batasan kepada pengelola dana mengenai tempat, cara, dan objek investasi. Contoh batasan
tersebut, misalnya:
a. Tidak mencampurkan dana pemilik dana dengan dana lainnya
b. Tidak menginvestasikan dananya pada transaksi penjualan cicilan, tanpa jaminan
c. Mengharuskan pengelola dana untuk melakukan investasi sendiri tanpa melalui pihak
ketiga
Jenis Produk Bank Syariah bila dilihat dari fungsi penghimpunan dana (funding) terdiri
dari:
1. Giro
- Simpanan yang dapat diambil sewaktu-waktu atau berdasarkan kesepakatan
dengan menggunakan cek atau kartu ATM sebagai media/alat penarikan.
- dapat dibuka oleh perorangan atau perusahaan.
- Cek dapat berbentuk tunai atau melalui rekening (account payable).
Sesuai dengan penjelasan tentang 2 akad diatas, maka giro menggunakan akad Wadiah.
2. Simpanan/tabungan:

162
- Simpanan yang dapat diambil berdasarkan kesepakatan dengan menggunakan
buku/kartu tabungan atau kartu ATM sebagai alat penarikan.
- Buku tabungan merupakan bukti pemilikan dari pemegang rekening.
- Terdapat aturan tentang setoran pertama dan saldo minimal.
Kedua jenis akad di atas dapat dipakai dalam simpanan. Jadi jenis simpanan menurut
akadnya dibagi menjadi:
- Simpanan Wadiah dan
- Simpanan Mudharabah
3. Deposito
- Simpanan untuk jangka waktu tertentu yang dapat diambil setelah jangka waktu
tertentu.
- Menggunakan bilyet sebagai tanda bukti simpanan.
- Mendapatkan bagi hasil yang dibayarkan tiap akhir bulan.
Akad yang dapat dipakai dalam Deposito adalah Mudharabah.
Catatan:
*) Bila akad yang dipakai adalah Mudharabah muqayyadah, maka:
 Nasabah meminta Bank untuk menyalurkan dananya kepada projek atau nasabah
tertentu.
 Atas tugas ini bank dapat memperoleh fee atau porsi keuntungan.
 Keuntungan yang diperoleh dari penyaluran dana ini dibagi antara nasabah sebagai
pemilik modal (Sahibul Mal) dan pelaksana projek sebagai mudharib (orang yang
memberikan keahlian)
 Pola seperti ini dalam dunia perbankan disebut chanelling bukan executing
Jenis Produk Bank Syariah bila dilihat dari fungsi penyaluran dana (financing) dibagi
menjadi 3 kategori besar:
1. Jual-beli
2. Bagi Hasil/Untung
3. Sewa
Berikut Penjelasan masing-masing :
1. Jual Beli
Produk jual-beli dalam Bank Syariah dibagi menjadi 3, yaitu:
a. Murabahah
b. Salam dan salam parallel
c. Istishna dan istishna paralel
Penjelasan dari masing-masing produk disajikan berikut ini:
a. Murabahah
- adalah pembiayaan berdasarkan jual-beli dimana Bank bertindak selaku
penjual dan nasabah selaku pembeli
- Harga beli diketahui bersama dan tingkat keuntungan untuk Bank disepakati
dimuka
- Dalam fiqih klasik murabahah dilakukan secara tunai, dalam praktik
perbankan nasabah dapat membayar secara angsuran dan untuk antisipasi
kemacetan, Bank dapat meminta jaminan

163
- Dalam fiqih klasik, penjual membeli barang langsung dari penjual pertama.
Dalam perbankan syariah barang dapat dikirim langsung kepada nasabah
atau nasabah membeli sendiri selaku wakil Bank dalam membeli
- Bank dapat meminta uang muka dari nasabah untuk pembelian barang
tersebut secara murabahah
- Bila nasabah membayar tepat waktu atau melunasi sebelum jatuh tempo,
nasabah dapat meminta keringanan (diskon) bila Bank menyetujui
b. Salam dan salam paralel
- adalah pembiayaan berdasarkan jual-beli barang dengan cara pemesanan dan
pembayaran dilakukan dimuka dengan syaratsyarat tertentu
- dalam pembiayaan ini bank bertindak selaku pembeli sedangkan nasabah
bertindak selaku penjual. Uang pembelian diberikan dimuka kepada nasabah
- Karena barang akan dikirimkan kemudian, maka nasabah selaku penjual
berhutang kepada bank
- Biasanya diterapkan untuk pembiayaan produk pertanian atau produk-
produk yang terstandarisasi
- Bank hanya mendapat keuntungan apabila komoditi yang dikirim oleh
nasabah dijual dengan harga yang lebih tinggi
- Bank dapat menjual barang tersebut sebelum jatuh tempo kepada pihak lain
dengan cara yang sama (salam), tapi tidak boleh dikaitkan dengan salam yang
pertama. Bila hal ini yang terjadi maka salamnya adalah Salam paralel
- Apabila dijual kembali kepada nasabah dengan harga yang lebih tinggi
dikhawatirkan terkena riba
- Apabila nasabah gagal (wan prestasi, default) dalam menyerahkan barang
yang dipesan, maka kewajiban terhadap bank tidak berubah. Penyerahan
barang harus tetap dilakukan walaupun harus ditunda karena kegagalan
- Jika bank setuju, modal bank dikembalikan senilai ketika pertama kali
diberikan
c. Istishna dan istishna parallel
- hampir sama dengan salam tetapi berbeda pada objek yang dibiayai dan cara
pembayarannya
- Pada Salam objek yang dibiayai sudah terstandarisasi, sedangkan pada
istishna objek yang dibiayai bersifat customized (harus dibuat terlebih
dahulu)
- Pada Salam pembayaran oleh bank dibayar dimuka sekaligus, sedangkan
pada istishna pembayaran oleh bank dapat dicicil/bertahap
2. Bagi Hasil/Untung
Produk Bagi Hasil/Untung dalam Bank Syariah dibagi menjadi 3, yaitu:
a. Mudharabah
b. Musyarakah
c. Rahn
Penjelasan hal-hal tersebut berikut ini :
a. Mudharabah

164
- dalam pembiayaan Mudharabah , bank bertindak sebagai pemilik dana
(sahibul mal) dan nasabah sebagai pengelola usaha (mudharib)
- dalam fiqih klasik yang dibagikan adalah keuntungan (pendapatan
dikurangi biaya), tetapi dalam praktik yang dibagikan adalah Revenue
karena sulit untuk menemukan kesepakatan tentang biaya-biaya yang
dikeluarkan nasabah
- Nisbah bagi hasil disepakati di muka termasuk bila terjadi kerugian
- dalam fiqih klasik, Mudharabah adalah akad yang modal dikembalikan
ketika usaha berakhir. Dalam sebagian praktik perbankan syariah, modal
yang digunakan nasabah dicicil untuk memudahkan pengembalian ketika
Mudharabah berakhir
- dalam fiqih klasik, ketika usaha menemui kegagalan semua aset yang
tersisa dijual dan dikembalikan kepada sahibul mal (Bank).
- Dalam perbankan syariah nasabah selaku mudharib (pengelola usaha)
masih diberi kesempatan untuk melanjutkan/memperbaiki usaha dengan
penambahan modal dari bank
b. Musyarakah
- dalam Musyarakah, bank dan nasabah bertindak selaku syarik (partner)
yang masing-masing memberikan dana untuk usaha
- pembagian keuntungan menurut kesepakatan dan apabila rugi dibagi
menurut porsi modal masing-masing (proporsional)
- selaku syarik, bank berhak ikut serta dalam manajemen sesuai kaidah
musyarakah
c. Rahn (gadai)
- adalah penyerahan jaminan untuk mendapat pinjaman
- Rahn dalam syariah dapat berbentuk:
- Fiducia: penyerahan barang, tetapi hanya dokumen yang ditahan.
Barangnya masih dapat digunakan oleh pemilik
- Gadai : penyerahan barang secara fisik sehingga pemilik tidak dapat
menggunakan lagi.
3. Sewa (Ijarah)
- Bila pembiayaan berdasarkan akad Ijarah maka Bank berlaku sebagai pemberi
sewa (mu’jir) dan nasabah selaku penyewa (musta’jir)
- Pada fiqih klasik, bank (pemberi sewa), bank harus memiliki barang sebelum
menyewakan kepada nasabah (penyewa)
- Pada umumnya Bank tidak memiliki barang, tetapi menyewa dari pihak lain,
kemudian menyewakan lagi kepada nasabah dengan nilai sewa yang lebih tinggi
selama tidak ada kaitan antara akad sewa pertama dengan sewa kedua
- Ijarah dalam bank syariah bisa disamakan dengan operating lease, bukan financial
lease atau capital lease (lihat bahasan sewa guna usaha/leasing). Jadi bank
bertanggung jawab atas pemeliharaan aset yang disewa
- Bila bank memiliki objek yang disewakan, maka bank dapat memberi Opsi bagi
nasabah untuk memiliki objek yang disewanya. Ijarah jenis ini dinamakan Ijarah al
Muntahiyyah Bittamlik atau Ijarah wal Iqtina. Ijarah al Muntahiyyah Bittamlik

165
memakai 2 akad yaitu akad sewa dan janji (opsi) kepemilikan. Kepemilikan bisa
dilakukan kalau masa sewa telah berakhir. Hal ini hampir sama dengan capital lease
Jasa Perbankan
adalah pelayanan Bank terhadap nasabah dengan tidak menggunakan modal tunai.
Atas jasa yang diberikan, bank akan menerima imbalan (fee).
Jenis Produk Bank bila dilihat dari fungsi pelayanan jasa (service) terdiri dari:
a. Transfer (pengiriman uang)
b. Inkaso (pencairan cek)
c. Valas (penukaran mata uang asing)
d. L/C (Lettter of Credit)
e. Letter of Guarantee dll
Bank syariah menggunakan akad dalam penetapan produknya.
Akad yang dipakai sebagai dasar dalam jasa perbankan syariah:
1. Wakalah (Perwakilan)
Produk yang memakai akad ini: Transfer, Inkaso, Debit Card, L/C
2. Kafalah (Penjaminan)
Produk yang memakai akad ini: Bank Guarantee, L/C, Charge Card
3. Hawalah (Pengalihan Piutang)
Produk yang memakai akad ini:Bill Discounting, Post Dated Check (cek mundur),
anjak piutang
4. Sarf (Pertukaran mata uang)
Produk yang memakai akad ini: Jual beli Valuta Asing
Dalam perbankan syariah, jasa perbankan menggunakan dana/fasilitas bank
sendiri, oleh karena itu pendapatan yang diperoleh dari penjualan jasa ini harus
disendirikan atau tidak ikut dibagikan kepada pemilik simpanan. Untuk mempermudah
transaksi antar Bank dan antara Bank dengan Bank Indonesia seperti perbankan
konvensional, maka Bank syariah juga menggunakan produk Interbank.
Jenis Produk Interbank
a. Sertifikat Mudharabah antar Bank adalah instrumen pasar uang antar bank yang
hanya dapat dijual satu kali kepada bank lain dengan bagi hasil sesuai dengan
kesepakatan
b. Sertifikat Wadiah Bank Indonesia adalah instrumen Bank Indonesia untuk
menyerap kelebihan likuiditas dalam perbankan
c. Fasilitas pembiayaan Jangka Pendek (FPJP) adalah fasilitas Bank Indonesia bagi
perbankan syariah untuk menutupi selisih posisi (mismatch)

166
DAFTAR PUSTAKA

Drs. Muhamad Djumhana. 1998. Hukum Perbankan di Indonesia. Bandung. PT. Citra Aditya
Bakti.
Munir Fuady, S.H., M.H., LL.M. 1999. Hukum Perbankan Modern (Berdasarkan Undang-
Undang Tahun 1998) Buku Kesatu. Bandung. PT. Citra Aditya Bakti.
-------. 2011. Booklet Perbankan Indonesia 2011. Jakarta. Direktorat Perizinan dan Informasi
Perbankan.
M. Fuad, Chiristin H., Nurlela, Sugiarto, Paulus, Y.E.F., 2000. Pengantar Bisnis. Penebit
Gramedia Pustaka Umum : Jakarta.
MGMP Akuntansi Pemalang. 2013. Modul Dasar-Dasar Perbankan.
Sadali. dkk. 2007. Ilmu Pengetahuan Sosial SMP/MTS 3. Jakarta: Bumi Aksara. 177-126
Sentosa Sembiring, S.H., M.H. 2000.Hukum Perbankan. Bandung. Mandar Maju.
Sutarto.dkk. IPS. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional. Hal 127-135
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 1998 Tentang Perubahan Atas Undang-
Undang Nomor 7 Tahun 1992 Tentang Perbankan.
www.artikelsiana.com diakses pada 6 Agustus 2016
http://blog-perbankan.blogspot.co.id/2014/11/sistem-moneter-di-indonesia.html diakses pada
13 Agustus 2016
sisdjambie.wordpress.com diakses pada 7 Agustus 2016
www.bi.go.id diakses pada 5 Agustus 2016
http://financeroll.co.id/uncategorized/52015/bank-sentral diakses pada 11 Agutus 2016
http://id.wikipedia.org/wiki/Lembaga_keuangan diakses pada 12 Agustus 2016
http://gomgomrevolution.blogspot.com/2013/03/kegiatan-operasional-bank.html diakses pada
12 Agustus 2016

167
Lampiran 9
SOAL EVALUASI
Nama :
No Absen :
Kelas : X Akuntansi 1

A. SOAL PILIHAN GANDA


1. Kebijakan moneter di Republik Indonesia dikeluarkan D. uang kartal
oleh. . . . E. uang giral
A. Bank Indonesia 9. Yang dimaksud "Medium of exchange" dalam fungsi
B. Bank Mandiri uang adalah...
C. Bank Negara Indonesia 46 A. uang sebagai satuan hitung
D. Bank Rakyat Indonesia B. uang sebagai alat tukar
E. Bank Mega C. uang sebagai alat pembayaran
2. Salah satu penyebab turunnya nilai mata uang rupiah D. uang sebagai penyimpan nilai
adalah. . . E. uang sebagai pendorong kegiatan ekonomi
A. Pendapatan Masyarakat 10. Di bawah ini adalah fungsi uang:
B. Inflasi (1) Alat pertukaran.
C. Jumlah Uang Beredar (2) Alat penimbun kekayaan.
D. Pendapatan Nasional (3) Alat satuan hitung.
E. Cadangan Devisa Yang Tinggi (4) Alat pemindah kekavaan.
3. Pelaku kebijakan moneter di Indonesia adalah . . . (5) Standar pembavaran yang ditangguhkan.
A. Bank Indonesia dan Pemerintah Yang merupakan fungsi asli uang adalah
B. Bank Indonesia dan Bank Umum A. (1) dan (2)
C. Pemerintah dan Bank Umum B. (1) dan (3)
D. Bank Indonesia dan BPR C. (3) dan (4)
E. Menteri Keuangan dan Bank Umum D. (2) dan (4)
4. Pelaku utama pasar uang di Indonesia adalah kecuali . E. (2) dan (6)
.. 11. Terciptanya uang giral dapat terjadi apabila seseorang
A. Pemerintah yang mempunyai rekening di bank menerima
B. Bank Indonesia pembayaran piutang dari debitur melalui bank. Cara
C. Bank Umum ini disebut….
D. Lembaga Keuangan Bukan Bank A. save deposits
E. Akuntan B. primary deposits
5. Inflation Targetting Framework merupakan sasaran C. long peposits
inflasi yang ingin dicapai oleh Bank Indonesia dengan D. loan deposits
berkoordinasi dengan Pemerintah. Target inflasi BI E. derivative deposits
pada tahun 2016 adalah . . . 12. Dalam sistem pembayaran nasional yang mempunyai
A. 3% hak tunggal untuk mencetak dan mengedarkan uang
B. 4% ketas dan uang logam adalah ...
C. 5% A. Bank Indonesia
D. 6% B. Bank Umum
E. 6,5% C. Bank Indonesia dan bank umum
6. Uang kertas yang beredar di masyarakan merupakan D. Lembaga Keuangan
uang kertas kepercayaan (fiduciary) atau… E. Menteri Keuangan
A. Giral money 13. Istilah Less Cash Society dalam penggunaan uang
B. Chartal money kartal artinya adalah ....
C. Uang tanda (Token Money) A. masyarakat yang lebih banyak menggunakan
D. Call money uang non tunai
E. Full bodied money B. masyarakat yang lebih banyak menggunakan
7. Berikut ini merupakan syarat psikologis suatu benda uang tunai
sebagai bahan pembuat uang adalah …. C. masyarakat yang lebih banyak menggunakan
A. tahan lama artinya tidak mudah rusak uang kartal
B. nilai stabil dalam jangka waktu lama D. masyarakat yang lebih banyak menggunakan
C. mudah dibawa/dipindahkan uang Giral
D. mudah dibagi-bagi tanpa mengurangi nilainya E. masyarakat yang lebih banyak menggunakan
E. memuaskan keinginan orang yang memiliki uang e-money
8. Mata uang yang nilainya sama dengan nilai 14. Menyimpan uang dengan perjanjian pengambilan harus
bahan/instriksinya adalah... menunggu jatuh tempo, termasuk jenis tabungan … .
A. full bodied money A. tabungan
B. token money B. deposito
C. time deposit C. giro

168
D. tabanas C. harga
E. Investasi D. penawaran
E. Tabungan
15. Penetapan Nilai Kurs Yang berdasarkan permintaan 23. Perhatikan gambar di bawah!
dan penawaran di pasar namun pemerintah juga bisa
mengintervensinya, adalah penetapan kurs dengan
sistem . . .
A. Tetap
B. Mengambang Bebas
C. Mengambang Murni
D. Mengambang Terkendali
E. Mengambang Tetap
16. Keuntungan dari selisih bunga ini di bank dikenal Bagian yang diberi tanda X adalah…..
dengan istilah . . . A. nilai jual
A. Negative Spread B. nilai tukar
B. Spread Based C. nilai nominal
C. Free Floating D. nomer seri
D. Devaluasi E. nilai ekstrinsik
E. Deflasi 24. Kelebihan uang logam adalah … .
17. Salah satu jenis lembaga keuangan bank adalah. . . A. mudah rusak
A. Asuransi B. persediaan logam terbatas
B. Koperasi Simpan Pinjam C. sulit dibawa dalam jumlah banyak
C. BPR D. tidak mudah rusak
D. Dana Pensiun E. memiliki nilai tinggi
E. Pasar Uang 25. Alat peminjaman uang dari bank yang diberikan
18. Dibawah ini yang tidak termasuk peran Lembaga dalam bentuk kartu sebagai alat pengambilan
Keuangan adalah . . . adalah……
A. Alokasi Pendapatan A. giro
B. Pengalihan Aset B. kartu kredit
C. Likuiditas C. cek
D. Transaksi D. ATM
E. Payment E. paspor
19. Lembaga yang operasi sehari-harinya menyediakan
jasa di bidang keuangan, adalah. . . B. SOAL URAIAN (Ganjil dan Genap)
A. Leasing 1. Jelaskan Pengertian Sistem Moneter!
B. Asuransi 2. Sebutkan Sistem Penetapan Kurs!
C. Bank 3. Sebutkan penyebab lemahnya nilai Mata Uang suatu
D. Lembaga Keuangan negara!
E. BPR 4. Jelaskan secara singkat sejarah uang!
20. Semua badan yang melakukan kegiatan di bidang 5. Jelaskan pengertian uang sesuai pendapat saudara
keuangan, yang secara langsung atau tidak langsung masing-masing!
menghimpun dana terutama dengan jalan 6. Jelaskan pengertian uang sesuai pendapat saudara
mengeluarkan kertas berharga dan menyalurkan dalam masing-masing!
masyarakat terutama guna membiayai investasi 7. Sebutkan kriteria uang!
perusahaan adalah . . . 8. Sebutkan jenis-jenis uang!
A. Lembaga Keuangan 9. Sebutkan jenis-jenis lembaga keuangan!
B. Lembaga Keuangan Bank 10. Jelaskan pengertian lembaga keuangan!
C. Lembaga Keuangan Non Bank
D. Danareksa
E. Pasar Modal
21. Badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat
dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada Nilai
masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk-
bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup
rakyat banyak merupakan pengertian dari
A. Koperasi
B. Asuransi Tanda Tangan
C. Bank Orangtua
D. Leasing
E. Dana Pensiun
22. Jumlah uang yang dibayarkan kepada penjual untuk
mendapatkan barang disebut … Tanda Tangan Siswa
A. menukar uang
B. permintaan
169
PEMERINTAH KOTA SEMARANG
DINAS PENDIDIKAN
SMK NEGERI 9 SEMARANG
Jl. Peterongansari 2  (024) 8311535 Fax (024) 8311536 e-mail smknegerisembilan@yahoo.co.id
Website: smkn9semarang.sch.id Semarang 50242

ULANGAN TENGAH SEMESTER


Nama :
No. Absen :
Kelas : X Akuntansi 1
Mapel : Dasar – Dasar Perbankan
Pilihlah jawaban yang paling tepat dengan cara memberikan tanda silang pada salah satu huruf A, B, C, D,
atau E!
1. Kebijakan moneter di Republik Indonesia dikeluarkan B. Romawi
oleh. . . . C. Yunani
F. Bank Indonesia D. Mesir Kuno
G. Bank Mandiri E. Mesopotamia
H. Bank Negara Indonesia 46 7. Kata bank berasal dari bahasa Italia “banca”, yang
I. Bank Rakyat Indonesia berarti .....
J. Bank Mega A. Tempat menyimpan uang
2. Berikut ini yang bukan termasuk pelaku utama pasar B. Tempat meminjam uang
uang adalah .... C. Tempat penukaran uang
A. Otoritas moneter D. Tempat membeli barang
B. Warga Negara Asing E. Tempat menjual barang
C. Lembaga Keuangan Bank 8. De Javasche NV saat ini dikenal dengan sebutan ......
D. Lembaga Keuangan Bukan Bank A. Bank Negara Indonesia
E. Masyarakat B. Bank Rakyat Indonesia
3. Inflation Targetting Framework merupakan sasaran C. Bank Indonesia
inflasi yang ingin dicapai oleh Bank Indonesia dengan
D. Bank Mandiri
berkoordinasi dengan Pemerintah. Target inflasi BI
E. Bank Permata
pada tahun 2016 adalah . . .
F. 3% 9. Di zaman kemerdekaan beberapa bank Belanda
G. 4% dinasionalisir oleh pemerintah Indonesia, diantaranya
H. 5% tersebut di bawah ini kecuali .....
I. 6% A. Bank Negara Indonesia
J. 6,5% B. Bank Rakyat Indonesia
4. Kebijakan untuk memperketat atau mempermudah C. Bank Surakarta Maskapai Adil Makmur
dalam pemberian pinjaman kepada masyarakat, disebut. D. Bank Mandiri
.. E. Bank Dagang Nasional Indonesia
F. Politik Pagu Kredit 10. Proses tukar menukar barang dengan barang disebut
G. Politik pembujukan moral dengan ......
H. Politik Diskon A. Beli
I. Politik Pasar Terbuka
B. Barter
J. Politik Cadangan Kas
5. Bank Indonesia menghimbau kepada bank-bank umum C. Jual
untuk mempertimbangkan kondisi ekonomi secara D. Dagang
makro agar arus uang dapat berjalan dengan lancar, E. Bank
disebut. . . 11. Mata uang yang dinyatakan berlaku oleh pemerintah RI
A. Politik Pagu Kredit di awal kemerdekaan adalah ......
B. Politik pembujukan moral A. Jepang, Hindia Belanda, dan De Javasche Bank
C. Politik Diskon B. ORI dan NICA
D. Politik Pasar Terbuka C. Rupiah dan Jepang
E. Politik Cadangan Kas D. Hindia Belanda
6. Sejarah mencatat asal mula dikenalnya kegiatan E. Hindia Belanda dan Jepang
perbankan adalah pada zaman kerajaan tempo dulu di 12. Uang yang hanya berlaku di dalam wilayah negara
daratan Eropa, yaitu zaman ..... tertentu saja disebut .....
A. Babylonia A. Uang regional
170
B. Uang internasional
C. Uang domestik
D. Uang luar negeri
E. Valuta Asing
13. Alat bayar yang sah dan wajib digunakan oleh
masyarakat dalam melakukan transaksi jual-beli sehari-
hari disebut ......
A. Uang giral
B. Uang logam Bagian yang diberi tanda X adalah…..
F. nilai jual
C. Uang kertas
G. nilai tukar
D. Uang kartal H. nilai nominal
E. Uang asli I. nomer seri
14. Uang harus mudah dibawa untuk urusan setiap hari, hal J. nilai ekstrinsik
ini berarti uang harus memenuhi syarat ...... 21. Biaya sewa dikenakan kepada nasabah yang
A. Stability of value menggunakan jasa ......
B. Elasticity of supply A. Transfer
C. Portability B. Clearing
D. Durability C. Bank Guarante
E. Divisibility D. Credit Card
15. Semua badan yang melalui kegiatan kegiatannya di E. Safe Deposit Box
bidang keuangan, menaruh uang dari dan 22. Dasar utama kegiatan perbankan adalah kepercayaan
menyalurkannya kedalam masyarakat disebut ..... (trust), baik dalam penghimpunan dana maupun
A. Bank penyaluran dana. Hal ini sesuai dengan fungsi bank
B. LKBB yaitu ......
C. Lembaga Keuangan A. Agent of trust
D. Asuransi B. Agent of development
E. Pasar Modal C. Agent of services
16. Mata uang yang nilainya sama dengan nilai D. Agent of change
bahan/instriksinya adalah... E. Intermediary institution
F. full bodied money 23. Keuntungan bank yang diperoleh dari selisih antara
G. token money bunga simpanan dengan bunga pinjaman disebut ......
H. time deposit
A. Interest
I. uang kartal
J. uang giral B. Bank note
17. Berikut ini yang termasuk dalam jenis lembaga C. Bank benefit
keuangan bukan bank kontraktual adalah ..... D. Spread based income
A. Asuransi E. Fee based income
B. Leasing 24. Keuntungan bank yang diperoleh dari transaksi dalam
C. Pegadaian jasa-jasa bank lainnya disebut ......
D. Pasar modal A. Interest
E. Pasar uang B. Bank note
18. Lembaga keuangan yang menyediakan fasilitas C. Bank benefit
pinjaman dengan jaminan tertentu disebut ..... D. Spread based income
A. Asuransi E. Fee based income
B. Leasing 25. Maksud dari bank sebagai perantara keuangan
C. Pegadaian (financial intermediary) adalah .....
D. Pasar modal A. Bank menjadi perantara keuangan
E. Pasar uang B. Bank menjadi perantara keuangan antara pihak
19. Pasar tempat pertemuan dan melakukan transaksi antara yang surplus unit ke pihak yang defisit unit
pencari dana (emiten) dengan para penanam modal C. Bank menjadi perantara keuangan antara pihak
(investor) disebut ..... yang defisit unit ke pihak yang surplus unit
A. Asuransi D. Bank sebagai lembaga yang menerima simpanan
B. Leasing nasabah
C. Pegadaian E. Bank sebagai lembaga yang menyalurkan kredit
D. Pasar modal 26. Bank memberikan kemudahan kepada pelaku ekonomi
E. Pasar uang untuk melakukan transaksi barang atau jasa. Hal ini
20. Perhatikan gambar di bawah! terkait dengan peranan bank, yaitu .....
A. Asset transmutation
171
B. Transaction E. Menyediakan tempat untuk menyimpan barang
C. Efectifity 34. Bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara
D. Liquidity konvensional atau berdasarkan prinsip syariah yang
E. Efficiency dalam kegiatannya tidak memberikan jasa lalu lintas
27. Berdasarkan fungsinya bank dibedakan menjadi ..... pembayaran disebut .....
A. Bank Sentral, Bank Umum, dan Bank Perkreditan A. Bank Sentral
Rakyat B. Bank Umum
B. Bank Milik Pemerintah, Bank Milik Swasta C. Bank Perkreditan Rakyat
Nasional, Bank Milik Asing, dan Bank Milik D. Bank Syariah
Campuran E. Bank Rural
C. Bank Devisa dan Bank Non Devisa 35. Bank yang seluruh atau sebagian besar modalnya
D. Bank Konvensional dan Bank Syariah dimiliki oleh swasta nasional disebut .....
E. Bank Pusat dan Bank Daerah A. Bank Milik Pemerintah
28. Bank Devisa dan Bank Non Devisa adalah jenis-jenis B. Bank Milik Negara
bank yang dibedakan berdasarkan. . C. Bank Campuran
A. Fungsi D. Bank Milik Swasta Nasional
B. Kepemilikan E. Bank Milik Asing
C. Kegiatan Operasional 36. Berikut ini yang bukan termasuk bank milik asing
D. Status adalah ....
E. Kedudukan A. ABN AMRO Bank
29. BRI, BNI 46, BPD Jatim, dan BTN. Berdasarkan B. Bank Hongkong
kepemilikannya bank tersebut C. City bank
A. Bank Milik Pemerintah D. Bank Swiss
B. Bank Milik Swasta Nasional E. Bank Lippo
C. Bank Milik Asing 37. Jika Jumlah Uang Beredar terlalu banyak dimasyarakat
D. Bank Milik Campuran sehingga akan menyebabkan inflasi, yang dilakukan
E. Bank Internasional oleh BI adalah. . .
30. Berdasarkan UU No. 3 Tahun 2004, Bank Indonesia A. Menjual SBI dengan bunga tinggi
mempunyai tugas sebagai berikut, kecuali .... B. Menjual SBI dengan bunga rendah
A. Menetapkan kebijakan moneter C. Membeli surat berharga pasar uang
B. Melaksanakan kebijakan moneter D. Mengurangi tingkat suku bunga
C. Mengatur dan menjaga kelancaran sistem E. Tidak melakukan apa-apa
pembayaran 38. Berikut ini yang bukan merupakan prinsip-prinsip yang
D. Mengawasi dan mengatur bank berlaku pada bank syariah adalah ...
E. Mencetak Uang Giral A. Prinsip bagi hasil
31. Tujuan Bank Indonesia adalah mencapai dan B. Prinsip penyertaan modal
memelihara kestabilan nilai rupiah. Untuk mencapai C. Prinsip bunga simpanan
tujuan tersebut Bank Indonesia melaksanakan kebijakan D. Prinsip jual beli
moneter secara ..... E. Prinsip Ijarah
A. Berkelanjutan 39. Bank Perkreditan Rakyat dapat menghimpun dana dari
B. Konsisten masyarakat dalam bentuk .....
C. Cepat dan Tepat A. Tabungan dan Deposito
D. Transparan B. Tabungan dan Giro
E. Mempertimbangkan kebijakan umum pemerintah C. Deposito dan Giro
32. Bank umum dapat memberikan seluruh jasa perbankan D. Tabungan Saja
yang ada. Hal ini berarti bank umum bersifat ..... E. Deposito saja
A. Umum 40. Di bawah ini adalah fungsi uang:
B. Spesifik (6) Alat pertukaran.
C. Terbatas (7) Alat penimbun kekayaan.
D. Tidak terbatas (8) Alat satuan hitung.
E. Khusus (9) Alat pemindah kekavaan.
33. Berikut ini yang bukan merupakan kegiatan bank umum (10) Standar pembavaran yang ditangguhkan.
Yang merupakan fungsi asli uang adalah
adalah .....
F. (1) dan (2)
A. Menghimpun dana dari masyarakat
G. (1) dan (3)
B. Memberikan kredit H. (3) dan (4)
C. Menerbitkan surat pengakuan utang I. (2) dan (4)
D. Mencetak Uang Kartal J. (2) dan (6)
172
41. Berikut ini yang bukan termasuk service yang dapat H. Nilai Rupiah tidak stabil
diberikan oleh Bank Umum adalah .... I. Kurangnya investasi dari Investor
A. Transfer J. Tidak ada pengawasan dari BI
B. Safe Deposit Box 50. Penetapan Nilai Kurs yang berlaku di Indonesia
C. Travellers Cheque sekarang adalah penetapan kurs dengan sistem . . .
D. L/C F. Floating Exchange Rate
G. Pagged Exchange Rate
E. Pencetakan Uang Kartal
H. Cleen Float
42. Berikut ini yang dapat dilakukan oleh Bank Perkreditan
I. Managed Float System
Rakyat adalah .... J. Fixed Exchange Rate
A. Menghimpun dana dalam bentuk tabungan
B. Menghimpun dana dalam bentuk giro
C. Mengeluarkan uang giral
D. Mengeluarkan uang kartal
E. Menyalurkan dana di bidang perdagangan
internasional
43. Jaminan bank yang diberikan kepada nasabah dalam
rangka membiayai suatu usaha disebut ............
A. Bank garansi
B. Bank note
C. Bank card
D. Travelers check
E. Credit card
44. Berikut ini yang bukan termasuk peran bank dalam
pasar modal adalah menjadi .....
A. Underwriter
B. Guarantor
C. Nasabah
D. Emiten
E. Trustee
45. Kantor cabang yang memberikan jasa paling lengkap
disebut …
F. Kantor Pusat
G. Kantor Cabang Penuh
H. Kantor Cabang Pembantu
I. Kantor Kas
J. Kantor Saving
46. Lembaga yang memobilisasi dana untuk pembangunan
ekonomi merupakan fungsi bank sebagai…..
A. Agent of trust
B. Agent of Development
C. Agent of Service
D. Agent of Economy
E. Agent of Building
47. Usaha bank dalam memperoleh dana dalam rangka
membiayai kegiatan operasionalnya adalah . . .
F. Funding
G. Lending
H. Investing
I. Collecting
J. Purchasing
48. Simpanan Tabungan disebut juga……
A. Demand Deposit
B. Time Deposit
C. Save Depsoit
D. Funding
E. Lending
49. Penyebab terjadinya inflasi adalah ….
F. Jumlah Uang Beredar Terlalu Banyak
G. Jumlah uang beredar terlalu sedikit
173
Lampiran 10
DAFTAR PRESENSI SISWA, NILAI SISWA, ANALISIS SISWA

174
REKAPITULASI NILAI X AKUNTANSI 1

No NIS Nama L/P UH1 UH2 UTS


1 8148 ADITA KRISNA WAHYU PRATIWI P 80 94 88
2 8149 AISYAH WIDAYANTI P 76 75 92
3 8150 ANINDYA SEFTIYANI P 85 95 90
4 8151 ANISAH LUTFIANA NABILA P 85 90 98
5 8152 CAHYA RAHMATIKA ARDEWA HANA P 79 75 94
6 8153 CAHYANINGRUM YOVITASARI P 93 75 76
7 8154 DANDY SEPTYAWAN SURYAPUTRA L 81 79 92
8 8155 DEVI IRMAWATI P 86 75 86
9 8156 DITA SEKAR TERATAI P 77 75 92
10 8157 DIVA PUTRI NUR HARYANI P 82 82 90
11 8158 DWI NUR JANAH P 86 89 96
12 8159 EVA YULIAANA RISA P 86 89 92
13 8160 FRISKA AMARTIYA P 81 91 90
14 8161 GABRIELLA OCTAVIANNY SAPUTRO P 82 94 84
15 8162 GALUH DIAN PRAMESTI P 93 87 86
16 8163 HESTI NUR ELLA WAHYU AWALIA P 84 75 68
17 8164 IGNATIUS AHIMSHA PERMATA ANJALI L 90 80 98
18 8165 IKA MEI CAHYANI P 79 85 86
19 8166 INDAH TRI LUSIYANI P 83 89 92
20 8167 INKA HILMALIASARI P 87 93 92
21 8168 INTAN NUR HANIFAH P 87 98 90
22 8169 IRENA MENTARI AUGUSTINA P 79 85 82
23 8170 JEKI SETYANINGRUM P 76 88 98
24 8171 LISA ANDRIANI P 81 93 92
25 8172 LISA AZIZUNNIDA P 88 83 90
26 8173 NADHILA KARAMINA QATRUNNADA P 75 75 75
27 8174 PUTRI MARWA NADIAH P 93 88 84
28 8175 RAFIKA ZUFAIDA YUSNAFIA P 85 92 86
29 8176 RESTI OKTAVIANA P 88 88 94
30 8177 ROSALIA MEGA ANDARISTA P 82 75 92
31 8178 SELLY ARSITA DEWI PERMANA P 86 87 92
32 8179 SEPTI WINARNI P 76 86 80
33 8180 SINDI PRASTIKA P 86 80 92
34 8181 VERONICA PUTERI RAHAYU P 98 89 90
35 8182 VIVI RINA SETYAWATI P 83 84 94
36 8183 YUNITA BERLIANA NURUL HDAYAH P 88 94 96

175
ANALISIS NILAI SISWA

No NIS Nam a L/P 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 Jum lah 1 2 3 4 5 Jum lah Nilai Kom pt/Belum
1 8148 ADITA KRISNA WAHYU PRATIWI P 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 0 0 46 7 10 10 10 9 46 92 KOMPT
2 8149 AISYAH WIDAYANTI P 2 2 0 2 2 0 2 0 2 2 2 2 2 2 0 0 0 0 2 0 0 2 0 0 0 26 3 7 5 10 10 35 61 BLM KOMPT
3 8150 ANINDYA SEFTIYANI P 2 2 2 2 2 2 2 0 2 2 2 2 2 2 2 0 2 2 2 2 2 2 2 2 0 44 8 10 10 10 10 48 92 KOMPT
4 8151 ANISAH LUTFIANA NABILA P 2 2 0 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 0 2 2 0 2 0 42 10 9 5 10 10 44 86 KOMPT
5 8152 CAHYA RAHMATIKA ARDEWA HANA P 2 2 0 2 2 2 2 0 2 2 2 2 2 2 2 2 2 0 2 2 2 2 0 0 0 38 5 3 5 10 10 33 71 BLM KOMPT
6 8153 CAHYANINGRUM YOVITASARI P 2 0 0 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 0 0 2 2 0 0 0 2 2 2 0 0 32 5 8 3 10 10 36 68 BLM KOMPT
7 8154 DANDY SEPTYAWAN SURYAPUTRA L 2 2 0 2 2 0 2 2 2 2 2 2 2 2 2 0 2 0 2 0 2 2 2 2 0 38 7 3 10 10 10 40 78 KOMPT
8 8155 DEVI IRMAWATI P 2 0 0 2 2 0 0 0 2 2 2 2 2 2 2 2 2 0 0 2 2 2 2 0 0 32 5 10 5 10 10 40 72 BLM KOMPT
9 8156 DITA SEKAR TERATAI P 2 0 0 2 2 0 2 0 2 2 2 2 2 0 0 0 2 0 0 2 2 0 0 2 0 26 7 3 5 10 10 35 61 BLM KOMPT
10 8157 DIVA PUTRI NUR HARYANI P 2 0 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 0 0 44 3 6 8 10 10 37 81 KOMPT
11 8158 DWI NUR JANAH P 2 2 0 2 2 2 2 0 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 0 0 2 2 2 2 0 40 8 10 10 10 10 48 88 KOMPT
12 8159 EVA YULIAANA RISA P 2 2 2 2 2 2 2 0 0 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 0 44 7 10 7 10 10 44 88 KOMPT
13 8160 FRISKA AMARTIYA P 2 0 0 2 2 2 0 2 2 2 2 2 2 2 0 2 2 2 0 2 2 2 2 2 2 40 10 10 10 10 10 50 90 KOMPT
14 8161 GABRIELLA OCTAVIANNY SAPUTRO P 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 0 2 2 2 2 2 0 46 7 10 10 10 10 47 93 KOMPT
15 8162 GALUH DIAN PRAMESTI P 2 0 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 0 2 0 2 2 0 2 2 42 9 7 7 10 10 43 85 KOMPT
16 8163 HESTI NUR ELLA WAHYU AWALIA P 2 0 0 2 2 2 0 0 2 2 2 2 2 0 0 2 0 0 0 0 2 2 0 0 0 24 5 3 9 10 10 37 61 BLM KOMPT
17 8164 IGNATIUS AHIMSHA PERMATA ANJALI L 2 2 0 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 0 2 0 2 0 2 2 2 2 0 40 5 10 5 10 10 40 80 KOMPT
18 8165 IKA MEI CAHYANI P 2 0 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 0 2 2 2 2 2 2 2 2 2 0 0 42 5 8 8 10 10 41 83 KOMPT
19 8166 INDAH TRI LUSIYANI P 2 0 0 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 0 2 2 2 0 2 2 2 2 2 0 40 7 10 10 10 10 47 87 KOMPT
20 8167 INKA HILMALIASARI P 2 0 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 0 46 9 10 7 10 10 46 92 KOMPT
21 8168 INTAN NUR HANIFAH P 2 0 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 0 46 10 10 9 10 10 49 95 KOMPT
22 8169 IRENA MENTARI AUGUSTINA P 2 0 0 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 0 2 2 2 2 0 2 0 2 0 0 36 10 7 10 10 10 47 83 KOMPT
23 8170 JEKI SETYANINGRUM P 2 2 0 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 0 2 2 0 2 0 42 9 9 7 10 10 45 87 KOMPT
24 8171 LISA ANDRIANI P 2 2 0 2 2 2 2 2 2 0 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 0 0 42 8 10 10 10 10 48 90 KOMPT
25 8172 LISA AZIZUNNIDA P 2 0 2 2 2 2 0 0 0 2 0 0 2 0 2 0 2 2 2 2 2 2 2 2 0 32 10 10 9 10 10 49 81 KOMPT
26 8173 NADHILA KARAMINA QATRUNNADA P 2 0 0 2 2 0 2 0 0 2 2 2 2 2 2 0 2 0 2 2 2 0 0 2 0 30 3 5 9 10 10 37 67 BLM KOMPT
27 8174 PUTRI MARWA NADIAH P 2 2 2 2 2 2 2 0 2 2 2 2 2 2 2 0 2 2 0 2 2 0 2 2 0 40 7 10 10 9 10 46 86 KOMPT
28 8175 RAFIKA ZUFAIDA YUSNAFIA P 2 0 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 0 2 2 2 0 2 0 2 42 9 10 7 10 10 46 88 KOMPT
29 8176 RESTI OKTAVIANA P 2 0 2 2 2 2 2 0 0 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 0 42 7 10 7 10 10 44 86 KOMPT
30 8177 ROSALIA MEGA ANDARISTA P 2 2 0 2 2 0 2 0 2 2 2 2 0 2 2 0 0 0 2 0 2 0 2 0 0 28 3 3 5 10 10 31 59 BLM KOMPT
31 8178 SELLY ARSITA DEWI PERMANA P 2 0 0 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 0 0 0 2 2 2 2 2 2 2 0 0 36 8 10 10 10 10 48 84 KOMPT
32 8179 SEPTI WINARNI P 2 2 0 2 2 2 2 0 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 0 2 2 2 2 2 44 3 8 9 10 10 40 84 KOMPT
33 8180 SINDI PRASTIKA P 2 0 0 2 2 0 2 0 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 0 2 2 0 2 0 0 34 7 8 7 10 10 42 76 KOMPT
34 8181 VERONICA PUTERI RAHAYU P 2 0 2 2 2 0 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 0 0 42 7 9 10 10 10 46 88 KOMPT
35 8182 VIVI RINA SETYAWATI P 2 0 0 2 2 0 2 0 2 2 2 2 2 2 2 2 2 0 2 2 2 2 2 2 0 38 10 7 7 10 10 44 82 KOMPT
36 8183 YUNITA BERLIANA NURUL HDAYAH P 2 0 0 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 0 2 2 2 2 2 2 0 42 10 10 10 10 10 50 92 KOMPT
SKOR YANG DICAPAI 36 15 14 36 36 27 32 20 32 35 35 35 35 30 28 26 33 22 26 24 35 29 28 21 4 46 253 293 285 359 359 50 MAX 95

176
Hasil Analisis
a. Ketuntasan Belajar
1. Perorangan
Banyak siswa seluruhnya : 36 siswa
Banyak siswa lulus : 28 siswa
% Siswa lulus : 77%
2. Klasikal : Ya / Tidak *)
b. Kesimpulan
1. Perlu Perbaikan Soal : 5 soal
2. Perlu perbaikan individu :
a. Aisyah Widayanti
b. Cahya Rahmatika
c. Cahyaningrum Yovitasari
d. Devi Irmawati
e. Dita Sekar Teratai
f. Hesti Nur Ella
g. Nadhila Karamina
h. Rosalia Mega

Mengetahui,
Guru Pamong Praktikan

Rahminingsih RP, S.Pd, M.M Cahya Purnomo


NIP. 19630324 199103 2 005 NIM. 7101413010

177
Lampiran 11
DOKUMENTASI

178