Anda di halaman 1dari 11

PANDUAN PENULISAN RESEP

RUMAH SAKIT BUDI AGUNG PALU


JL. MALUKU NO. 44 PALU
SULAWESI TENGAH
SURAT KEPUTUSAN DIREKTUR RUMAH SAKIT BUDI AGUNG PALU
NOMOR : 130/DIR-RSBA/SK/I/2017
Tentang
KEBIJAKAN PENULISAN RESEP

DIREKTUR RUMAH SAKIT BUDI AGUNG PALU


Menimbang : a. Bahwa dalam upaya meningkatkan mutu pelayanan Rumah
Sakit Budi Agung, maka diperlukan penyelengaraan Pelayan
Farmasi yang bermutu tinggi.
a. Bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud
dalam (a), perlu ditetapkan dengan keputusan direktur
rumah sakit Budi Agung Palu
Mengingat : 1. UU No. 36 tahun 2009 tentang Kesehatan
2. UU No. 44 tahun 2009 tentang Rumah Sakit.
3. PP No. 51 tentang Pekerjaan Kefarmasian.
1. PMK No. 58 tahun 2014 tentang Standar Pelayanan
kefarmasian Di Rumah Sakit

ii
MEMUTUSKAN

Menetapkan : KEPUTUSAN DIREKTUR RUMAH SAKIT BUDI AGUNG PALU


TENTANG KEBIJAKAN PENULISAN RESEP DI RUMAH SAKIT
BUDI AGUNG PALU

Pertama : Pembinaan dan Pengawasan Penyelengaraan Pelayanan


Farmasi Rumah Sakit Budi Agung dilaksanakan oleh Direktur
Rumah Sakit Budi Agung.

Kedua : Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan dan apabila


dikemudian hari terdapat kekeliruan dalam penetapan ini akan
diadakan perbaikan sebagaimana mestinya.

Ditetapkan di : Palu
Pada tanggal : 10 Januari 2017
Rumah Sakit Budi Agung Palu,

Dr. Ida Bagus Yadnya Putra


Direktur

Tembusan :
1. Yayasan Budi Agung Palu
2. Wadir
3. Ka.SPI
4. Arsip

iii
DAFTAR ISI

Halaman Judul ........................................................................................... i


Surat Keputusan Direktur RS Budi Agung Palu ............................................ ii
Daftar Isi .................................................................................................... iii
BAB I. DEFINISI
1.1 Resep .......................................................................................... 1
1.2 Penulisan Resep ......................................................................... 1
1.3. Latar Belakang Penulisan resep ................................................ 1
1.4 Tujuan Penulisan Resep ............................................................. 1
BAB II RUANG LINGKUP ............................................................................. 2
BAB III. TATA LAKSANA
3.1 Penatalaksanaan Penulisan Resep ............................................. 3
BAB IV DAFTAR SINGKATAN PENULISAN RESEP ........................................ 5

iv
BAB I
DEFINISI

1.1 Resep
Resep adalah permintaan tertulis dari dokter atau dokter gigi, kepada
Apoteker baik dalam bentuk paper maupun electronik untuk menyediakan
dan menyerahkan obat bagi pasien sesuai peraturan yang berlaku.

1.2 Penulisan Resep


Penulisan resep artinya pemberian obat secara tidak langsung, baik
ditulis jelas dengan tinta, tulisan tangan pada kop resmi, format dan kaidah
penulisan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku yang
mana permintaan tersebut disampaikan kepada farmasi atau apoteker agar
diberikan obat dalam bentuk sediaan dan jumlah tertentu sesuai indikasi.
Dengan demikian pemberian obat lebih rasional artinya tepat, aman, efektif
dan ekonomis.

1.3 Latar Belakang Penulisan Resep


Dalam sistem distribusi obat nasional, peran dokter sebagai “medical
care“ dan apoteker sebagai “pharmaceutical care“ harus berada dalam satu
tim yang solid dengan tujuan yang sama yaitu melayani kesehatan dan
menyembuhkan pasien. Salah satu tujuan dokter dalam menuliskan resep
adalah untuk meminimalkan kesalahan dalam pemberian obat sehingga
memudahkan pasien untuk mendapatkan perbekalan farmasi sesuai dengan
kebutuhannya. Melalui penulisan resep pula, peran dan tanggung jawab
dokter dalam pengawasan distribusi obat kepada masyarakat dapat
ditingkatkan karena tidak semua golongan obat dapat diserahkan kepada
pasien secara bebas.

1.4 Tujuan Penulisan Resep


a. Meminimalkan kesalahan dalam pemberian obat sehingga memudahkan
pasien untuk mendapatkan perbekalan farmasi sesuai dengan
kebutuhannya
b. Sebagai peran dan tanggung jawab dokter dalam pengawasan distribusi
obat kepada masyarakat dapat ditingkatkan karena tidak semua
golongan obat dapat diserahkan kepada pasien secara bebas.
c. Pelayanan berorientasi kepada pasien

1
BAB II
RUANG LINGKUP

Seluruh staf medis fungsional, maupun seluruh dokter yang diberi izin
praktek di RS Budi Agung Palu berdasarkan peraturan perundang-undangan yang
berlaku. Setiap penulisan obat harus menyesuaikan ketentuan status pasien.
Tujuan penulisan resep agar dapat mengaplikasikan pengetahuan dokter dalam
memberikan obat kepada pasien melalui blanko resep dengan kop RS Budi Agung
Palu. Tulisan harus jelas dan dapat dibaca, dengan menggunakan istilah dan
singkatan yang lazim, dengan demikian seorang dokter harus mengenali obat
yang masuk dalam daftar LASA (Look Alike Sound Alike) atau NORUM (Nama
Obat Rupa Obat Mirip) yang dibuat oleh Instalasi Farmasi untuk menghindari
kesalahan pembacaan oleh tenaga kesehatan lain dan obat yang diresepkan juga
harus sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

2
BAB III
TATA LAKSANA

3.1 Penatalaksanaan Penulisan Resep


Penatalaksanaan penulisan resep adalah sebagai berikut :
a. Penulisan berdasarkan blanko resep dengan ketentuan :
1. Nama Dokter dan SIP diisi sesuai dengan dokter penulis resep.
Dapat menggunakan stempel atau tulisan tangan.
2. Tanggal diisi sesuai dengan tanggal penulisan resep
3. Alergi obat diisi jika ada ditulis nama obat, dan jika tidak ada maka
di tulis (-)
4. Tanda R/ pada setiap sediaan
5. Nama pasien
6. Alamat pasien
7. Nomor Rekam Medik
8. Tanggal lahir/Umur pasien (Jika tidak dapat mengingat lahir
9. Berat badan pasien (Untuk pasien anak)
10. Tinggi badan pasien (Untuk Obat sitostatika)
Ruangan/Poli diisi sesuai dengan ruangan rawat inap/rawat jalan
11. Untuk obat jadi ditulis :
a. Nama obat (contoh : Amoxicillin, ampicillin)
b. Bentuk sediaan (contoh : Tablet, Injeksi)
c. Kekuatan (contoh : 500 mg, 1 mg)
d. Jumlah sediaan (contoh : X, XV)
12. Untuk obat racikan ditulis :
a. Nama setiap jenis / bahan obat
b. Jumlah bahan obat (microgram, milligram, gram, untuk cairan
tetes, milliliter, liter)
13. Tanda tangan setelah menulis resep
14. Tandatangan penerima obat diisi setelah diterima pasien
15. Kolom penerima resep, pengentrian resep, penyimpanan,
pengecekan, penyerahan dan informasi obat diisi sesuai dengan
nama apoteker atau asisten apoteker yang memberikan pelayanan
resep
16. Setiap obat yang diresepkan harus sesuai dengan yang tercantum
DMK
17. Kelanjutan terapi obat yang sempat dihentikan karena operasi atau
sebab lain harus dituliskan kembali dalam bentuk resep atau
instruksi pengobatan baru
18. Perubahan terhadap resep atau instruksi pengobatan harus diganti
dengan resep atau instruksi pengobatan baru

3
19. Resep atau instruksi pengobatan yang tidak memenuhi kelengkapan
yang ditetapkan tidak dapat dilayani oleh Instalasi Farmasi
20. Resep atau instruksi pengobatan yang tidak dapat dibaca atau tidak
jelas maka asisten apoteker/apoteker/perawatan yang menerima
resep/instruksi pengobatan harus menhubungi dokter penulisan
resep sesuai dengan Standar Prosedur Operasional (SPO)
penanganan resep yang tidak jelas/tidak lengkap
21. Instruksi lisan harus diminimalkan dan apabila terjadi maka harus
diulang kembali pengerjaannya oleh penerima pesan
(Apoteker/Asisten, Apoteker/Perawatan) serta ditulis saat
pengulangan tersebut dan dilakukan rekonfirmasi. Pelaksanaan
mengikuti SPO penerimaan pesanan secara verbal/melalui telepon
22. Aturan pakai seperti frekuensi, dosis, rute pemberian dan untuk
aturan pakai “jika perlu” (PRN) harus dituliskan indikasi untuk
penggunaan dan dosis maksimal dalam sehari
23. Tidak diperbolehkan menggunakan singkatan yang berpotensi
menimbulkan kesalahan interpretasi

4
BAB IV
DAFTAR SINGKATAN PENULISAN RESEP

4.1 Daftar Singkatan Yang Paling Umum Dipakai dan Boleh Dipakai.
Daftar singkatan yang paling umum dipakai dan boleh dipakai terbagi atas :

a. Bentuk sediaan
NO NAMA SINGKATAN KEPANJANGAN ARTI
1. Emuls Emulsum Emulsi
2. Inj Injection Obat suntik
3. Sol Solution Larutan
4. Susp Suspension Suspensi
5. Syr Syrupus Sirup
6. Garg Gargarisma Obat kumur
7. Gtt auric Guttae auriculares Obat tetes telinga
8. Gtt nasal Guttae nasales Obat tetes hidung
9. Gtt Opthl Guttae ophthalmicae Obat tetes mata
10. Amp Ampule Ampul
11. Fl Flacon Botol kecil
12. Supp suppositorum Suppsoitoria
13. Cr Cream Krim
14. Cap/caps Capsulae Kapsul
15. Tab Tabulae Tablet
16. Pulv Pulvis/pulveres Serbuk/serbuk terbagi
17. Nebul Nebula Obat semprot

b. Frekuensi
NO NAMA KATA KEPANJANGAN ARTI
1. 1 dd / sdd Semel de die Satu kali sehari
2. 2 dd / bdd Bis de die Dua kali sehari
3 3 dd / tdd Ter de die Tiga kali sehari
4. 4 dd / qdd Quarter de die Empat kali sehari
5. Oh Omni hora Setiap jam

5
c. Waktu Pemberian
NO NAMA SINGKATAN KEPANJANGAN ARTI
1. Ac Ante coenam sebelum makan
2. Dc Durante coenam saat dengan makan
3. Pc Post coenam setelah makan
4. Hs Hora somni sebelum tidur
5. An Ante noctum sebelum tidur
6. m et v Mate et vespere pagi dan sore
7. Prn Pro renata bila perlu

d. Penggunaan
NAMA
NO KEPANJANGAN ARTI
SINGKATAN
1. Ue Usus externum Obat luar
2. Up Usus propius Untuk dipakai sendiri
3. Imm In mane medicine Diberikan ke tangan dokter
4. Pro inj Pro injektio Untuk disuntik

e. Lain – lain

NAMA
NO KEPANJANGAN ARTI
SINGKATAN
1. Dext Dextra Kanan
2. Sin Sinister Kiri
3. R/ Recipe Ambillah
4. S Signa Tandailah
5. Ad Ad Sampai dengan
6. Mf Misce fac Campur dan buatlah
7. Iter Iter Di ulang

4.2 Daftar Singkatan Yang Tidak Boleh Dipakai


Daftar singkatan yang tidak boleh dipakai, terbagi atas :

SINGKATAN
KESALAHAN PENULISAN
NO YANG ARTI
INTERPRESTASI YANG BENAR
DILARANG
1. U Unit 0 atau 4 Unit
2. IU International IV atau IO International Unit
Unit
3. CC Centimeter Unit mL
Cubik

6
4. µg Microgram Mg Mcg
5. IJ Injeksi IV Injeksi
6. IN Intranasal Im atau Iv Intranasal
7. SC, SQ,Subq Subcutaneou SL (sub lingual) Subcut atau
s subcutan
8. X.O mg X mg XO mg Jangan menulis
angka “o” di
belakang koma
decimal (mg)
9. .X mg O.X mg X mg Harus
menggunakan “o”
sebelum koma
decimal (O, X mg)
10. MS Morfin Sulfat Magnesium Morfin sulfat
11. MSO4 Morfin Sulfat Sulfat
12. MgSO4 Magnesium Morfin Sulfat Magnesium
Sulfate sulfate Sulfat
13. AZT Zidovudine Azatropine atau Zidovudine
(Retrovir) aztreduran (retrovir)
14. CPZ Compazine Chlopromazin Campara zine
(prochlor perazin)
15. HCT Hideocorotis Hydrochlorothi Hidrocortison
one azide
16. OD, OS,OU Mata kanan Telinga kanan, Mata kanan,
mata kiri, Telinga kiri, tiap mata kiri, tiap
tiap mata telinga mata
17. Od Once daily/ 1 Mata kanan Sekali sehari
x sehari