Anda di halaman 1dari 2

 Alur pelayanan resep : di skrining – hargai obatnya - informasikan ke pasien – bahwa ibu ini

obatnya harganya sekian baru dan pasien bayar terlebih dahulu baru obat akan disiapkan
siapkan. Setelah obat disiapkan kemudian dikemas lalu diberi etiket, lalu memberi
menginformasikan ke pasien aturan pakainya berikut cara penyimpanannya ketika obat
tersebut perlakuannya harus di lakukan secara berbeda atau perlu adanya perhatian khusus
terhadap obat tersebut dan cara pakainya jika ada perhatian khusus contohnya : obat tersebut
cara pakainnya melalui anus, obat tersebut dikonsumsi dengan cara menaruh dibawah lidah
atau di kunyah. Setelah selesai menginformasikan ke pasien lalu melakukan gretting “terima
kasih, semoga lekas sembuh.” Telah tercantum di SOP Apotek.
 Logistic : perencanaan, pemesanan obat, pemesanan ke distributor setelah itu penerimaan
barang (apa yang harus dilakukan saat menerima barang?), penyimpanan, pendistribusian.
 Keuangan : administrasi uang masuk keluar dsb
 Masalah pada saat skrining resep dikatakan asli yaitu : nama dokter, surat izin praktek, nama
pasien, umur pasien, alamat pasien (kalo resep narkotika&psikotropik harus ada alamat pasien),
paraf dokter, nama obat dan aturan pakainya, no medical record
 Jika ada masalah resep : seperti obat double contoh sanmol sama biogesic itu zat aktifnya sama
dan di dalam resep tersebut terdapat antibiotik 2 jadi perlu menginformasikan kepada dokter
yang bersangkutan “kalo ini resep nya atau obatnya kurang irasonal (tidak rasional)” dan
setelah menginformasikan ke dokter minta ttd / paraf dokter yang bersangkutan atau jika tidak
bisa melalui paraf yaitu dengan cara menulis di dalam resep bahwa sudah melakukan konfirmasi
kepada dokter tersebut.
 Jika resep kurang terbaca apa yang harus dilakukan ? jawab: bertanya dahulu kepada
apoteker. Jika apoteker tidak ada di tempat bertanya kepada AA.
 Cek stok obat di apotek : melalui sistem di komputer.
 Kalo racikan : dihitung dosisnya berapa obat yang diperlukan setelah itu di cek di komputer
total harganya berapa kemudian kita informasikan ke pasien kemudian pasien bayar baru obat
racikan disiapkan, Untuk non racik : bisa kita siapkan dulu baru informasikan ke pasien dan kalo
misalkan batal pembeliannya bisa di kembalikan, di beri etiket dan dibungkus klip plastik. Dan
jangan lupa melakukan cek kembali agar tidak
 Perencanaan pemesanan obat berdasarkan : pola penyakit/konsumsi, pemakaian sebelumnya
melalui sistem (obat – obat apa saja yang harus dipesan?) berarti stok minimalnya sudah
mencapai minimum dan harus di reorder dan melakukan rekap (sekali seminggu) kecuali yang
sifatnya dadakan dari pasien baru di order lalu mengubungi pihak distributor.
 Pada saat barang datang : dicek kembali dengan kartu pemesanan (dicocokin barang yang
datang sesuai tidak yang ada di SP), faktur (barang sesuai tidak yang ada di faktur), perhatikan
no batch (agar pada saat retur tidak terjadi masalah), nama obat, fisik obat (obatnya rusak apa
tidak), jumlah obat, dan tanggal kadaluarsa. Di apotek ini tidak menerima obat tanggal
kadaluarsanya di bawah satu tahun. Faktur terdapat 2 rangkap untuk yang lembar pertama
(asli) di pihak lain dan untuk yang lembar kedua (pertinggal) di pegang oleh pihak apotek.
Sistem apotek ini menggunakan sistem kredit sehingga pihak lain akan datang kembali pada 2
minggu kedepan untuk tuker faktur ini adalah pada saat menentukan persetujuan “pada tanggal
berapa akan melalukan pembayaran barang?” dan menyesuaikan tanggal jatuh tempo
pembayaran. Sebelum menandatangani faktur harus melakukan cek kembali “apakah di faktur
apotek ada tidak di faktur pihak distrubutor”, Lalu penagihan dan melakukan pembayaran
faktur jangan lupa melakukan ttd kembali ke faktur yang asli dan copyan.
 Penerimaan barang : setelah barang diterima kemudan faktur di input di tempat stok dengan
menggunakan 2 sistem (sistem komputer dan sistem manual) lalu menulis di kartu stok.
 Penyimpanan obat di apotek : golongan obat (obat bebas, OBT, obat keras, obat narkotik &
psikotropik, prekusor (mengandung efek antihistamin), bentuk sediaan, FIFO (yang pertama
disimpin yang pertama di keluarkan untuk mengindari terjadi kadaluarsa) OTT secara
farmakologi, suhu.