Anda di halaman 1dari 5

Lampiran Surat Keputusan Direktur RSPP

Nomor : Kpts-0076/B00000/2012-S8
Tanggal : 01 Juli 2013

KEBIJAKAN MANAJEMEN NYERI


RUMAH SAKIT PUSAT PERTAMINA

I. PENDAHULUAN
Rumah sakit sebagai salah satu sarana kesehatan yang memberikan pelayanan
kesehatan kepada masyarakat memiliki peran yang sangat penting dalam
meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Oleh karena itu rumah sakit dituntut
untuk dapat memberikan pelayanan yang bermutu dan berkualitas sesuai standar
yang sudah ditetapkan.
Pada umumnya keluhan pasien dan keluarga yang datang ke rumah sakit disertai
adanya keluhan nyeri, baik nyeri ringan maupun berat. Adanya keluhan nyeri
tersebut, pasien / keluarga sangat mengharapkan adanya penanganan nyeri yang
cepat terhadap keluhan yang dirasakannya.
Dalam rangka meningkatkan mutu layanan rumah sakit diperlukan upaya dimana
program penanganan dan pengendalian nyeri di rumah sakit merupakan salah satu
program prioritas yang membutuhkan pengorganisasian, interaksi, koordinasi,
kesadaran dan minat antar disiplin ilmu.
Rumah Sakit Pusat Pertamina sebagai tempat pemberi pelayanan kesehatan sangat
memperhatikan dan memprioritaskan pelayanan khususnya terhadap keluhan nyeri
pasien. Oleh karena itu, dirasakan perlu adanya standar pelayanan penanganan dan
pengendalian nyeri. Standar tersebut meliputi : konsep nyeri, pengkajian,
perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, serta pendidikan kesehatan terhadap pasien,
keluarga, dan pelatihan tenaga kesehatan sebagai pemberi pelayanan.

II. TUJUAN
1. Umum :
Memberikan pelayanan kesehatan bermutu, berkwalitas dan profesional kepada
pasien dan keluarga sesuai standar khususnya pada masalah nyeri
2. Khusus :
a. Memberikan kepuasan terhadap pasien dan keluarga
b. Menurunkan / menghilangkan derajat nyeri terhadap pasien
c. Meningkatkan kwalitas mutu layanan dan efisiensi rumah sakit .
d. Memberikan rasa aman dan nyaman terhadap pasien dan keluarga
e. Sebagai panduan terhadap penanganan dan penanggulangan nyeri pasien

1
Lampiran Surat Keputusan Direktur RSPP
Nomor : Kpts-0076/B00000/2012-S8
Tanggal : 01 Juli 2013

III. SASARAN
Semua pasien (dewasa, anak, geriatrik) di rumah sakit baik yang menjalani rawat
inap maupun rawat jalan

IV. PENGERTIAN
Program manajemen nyeri di rumah sakit adalah suatu program dimana dalam
kegiatannya meliputi pengkajian, perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dokumentasi
guna menyelesaikan masalah nyeri pasien. .

V. KEBIJAKAN UMUM
1. Dalam upaya meningkatkan mutu pelayanan rumah sakit diperlukan manajemen
nyeri di RSPP untuk melayani pasien, keluarga, dan petugas serta pengunjung
rumah sakit
2. Program manajemen nyeri rumah sakit merupakan program terpadu sehingga
untuk pelaksanaannya perlu dibentuk tim pain manajemen yang terdiri dari
berbagai cabang ilmu dan fungsi serta strukturalnya
3. Organisasi tim pain manajemen terdiri dari
a. Tim inti sebagai penentu dan penyusun kebijakan pelayanan dan
pengendalian nyeri di rumah sakit
b. Dokter jaga ruangan sebagai pelaksana penanganan nyeri pertama di ruang
rawat inap rumah sakit.
4. Untuk dapat tercapainya tujuan tersebut diwajibkan kepada tim dokter dan
perawat yang memberikan pelayanan langsung kepada pasien untuk mengikuti
dan melaksanakan penanganan nyeri di rumah sakit sesuai dengan pedoman,
peraturan dan prosedur yang berlaku
5. Staf yang terkait dengan penanganan dan pengendalian nyeri di rumah sakit
harus selalu meningkatkan ilmu pengetahuan tentang nyeri dan mengetahui
semua kebijakan serta prosedur penanganan nyeri.
6. Staf yang terkait memberikan informasi kepada pasien tentang risiko timbulnya
nyeri yang disebabkan oleh pemeriksaan dan tindakan yang dilakukan selama
perawatan serta rencana dan upaya untuk mengatasi nyeri tersebut.
7. Evaluasi terhadap upaya penanganan nyeri di rumah sakit harus dilakukan
secara terus menerus dan berkesinambungan serta hasilnya dilaporkan kepada
dokter yang merawat.

2
Lampiran Surat Keputusan Direktur RSPP
Nomor : Kpts-0076/B00000/2012-S8
Tanggal : 01 Juli 2013

8. Kebijakan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan dan akan dievaluasi minimal tiga
tahun setiap perubahan pada kebijakan ini harus disahkan oleh Direktur RSPP

VI. KEBIJAKAN KHUSUS


1. FALSAFAH DAN TUJUAN
a. FALSAFAH
Rumah sakit selalu berespon dan memberikan pelayanan langsung, rasional
dan profesional sesuai standar terhadap keluhan nyeri pasien baik derajat
ringan maupun berat .
b. TUJUAN
Sebagai acuan/ pedoman dalam memberikan pelayanan kepada pasien yang
mempunyai masalah nyeri.

2. ADMINISTRASI DAN PENGELOLAAN


Pelaksanaan manajemen nyeri di rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan
lainnya dikelola dan diintegrasikan antara struktural dan fungsional semua
departemen/ instansi/ divisi/ unit sesuai dengan falsafah dan tujuan pain
manajemen.
Kriteria pendukung :
a. Kebijakan pimpinan rumah sakit untuk membentuk pengelola kegiatan tim
pain manajemen di rumah sakit dan fasilitas kesehatan lainnya.
b. Komite pain manajemen bertanggung jawab langsung kepada Direktur
c. Tim pain manajemen bertanggung jawab langsung kepada komite.
d. Pengelola pain manajemen melibatkan departemen / unit yang ada di rumah
sakit
e. Tugas, tanggung jawab dan kewenangan pengelola pain manajemen di RSPP
diatur berdasarkan pedoman manajemen nyeri.

3. STAF DAN PIMPINAN


Komite pain manajemen terdiri dari : ketua, sekretaris dan anggota
Anggota terdiri dari :
a. Dokter spesialis anaestesi
b. Dokter spesialis neurologi
c. Dokter spesialis ortopedi
d. Dokter spesialis bedah syaraf
3
Lampiran Surat Keputusan Direktur RSPP
Nomor : Kpts-0076/B00000/2012-S8
Tanggal : 01 Juli 2013

e. Dokter spesialis bedah plastik


f. Dokter jaga ruangan
g. Perawat

4. KEBIJAKAN DAN STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL


Kebijakan dan standar prosedur operasional ditetapkan oleh Direktur Rumah
Sakit Pusat Petamina.

5. SARANA DAN FASILITAS PELAYANAN PENUNJANG ( Supporting system ) :


a. Sarana kesekretariatan :
- Ruangan sekretariat
- Komputer, printer dan internet
- Telepon, kamera
- Alat tulis kantor
b. Dukungan Manajemen
- Penerbitan Surat Keputusan untuk Komite dan Tim Pain Manajemen
- Anggaran dan dana untuk kegiatan : Diklat, Pengadaan fasilitas pelayanan
penunjang

6. PENGEMBANGAN STAF DAN PROGRAM PENDIDIKAN


a. TIM Pain Manajemen
- Wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan dasar dan lanjutan Pain
Manajemen
- Memiliki sertifikat tentang pain manajemen
- Mengembangkan diri mengikuti seminar, lokakarya dan sejenisnya
- Bimbingan teknis secara berkesinambungan
b. Staf Rumah Sakit
- Semua staf rumah sakit harus mengetahui prinsip penanganan nyeri
- Semua staf rumah sakit yang berhubungan dengan pelayanan pasien
harus mengikuti pelatihan pain manajemen
- Rumah sakit / tim pain manajemen secara berkala melakukan sosialisasi /
simulasi penanganan nyeri

4
Lampiran Surat Keputusan Direktur RSPP
Nomor : Kpts-0076/B00000/2012-S8
Tanggal : 01 Juli 2013

7. MONITORING ,EVALUASI DAN PELAPORAN


a. Monitoring
- Monitoring dilakukan oleh tim pain manajemen
- Dilakukan setiap hari dalam hal pengumpulan data untuk surveilans
menggunakan chec list.
- Menggunakan formulir bantu surveilans.
b. Evaluasi
- Dilakukan oleh tim pain manajemen dengan ftrekuensi minimal setiap bulan
- Evaluasi oleh komite pain manajemen minimal setiap 3 bulan
c. Laporan
- Membuat laporan tertulis kepada Direktur
- Membuat laporantahunan

RUMAH SAKIT PUSAT PERTAMINA


Direktur,

dr. Mustofa Fauzi, SpAn