Anda di halaman 1dari 27

LAPORAN PENGUMPULAN DATA DASAR DI WILAYAH PUSKESMAS

MALEI KEC.BALAESANG TANJUNG KAB.DONGGALA


TANGGAL 12 S.D 13 SEPTEMBER 2015

I. PENDAHULUAN

Penyelaman bawah air merupakan salah satu bentuk aktivitas manusia sebagai
implementasi dari tuntutan dan keharusan untuk membuka misteri sumberdaya
alam yang terkandung di bawah air untuk dimanfaatkan dan dikelola demi
kebutuhan manusia. Penyelam secara umum dibedakan menjadi penyelam
militer dan penyelam sipil, penyelam terdidik dan tidak terdidik (alamiah).
Dapat dipastikan bahwa penyelam alam biasanya kurang memperhatikan
dengan hal-hal yang berhubungan dengan keselamatan dan kesehatan
pekerjaannya. Fenomena ini sering terjadi di daerah kepulauan yang banyak
memiliki sumberdaya manusia sebagai penyelam alam, dimana dengan
keterbatasan pengetahuan sering terjadi kecelakaan akibat penyelaman. Oleh
sebab itu pananganan kesehatan bagi penyelam menjadi penting.

Di Kabupaten Donggala ditemukannya berbagai kasus dan kelainan seperti


kelumpuhan, gangguan pendengaran pada mereka yang bekerja sebagai
penyelam tradisional menunjukkan bahwa kegiatan penyelaman dapat
menimbulkan berbagai dampak negatif dalam bidang kesehatan baik yang
bersifat sementara ataupun menetap. Selama ini penyelam tradisional belum
mendapatkan pelayanan kesehatan yang memadai. Status ekonomi para
peselam biasanya termasuk masyarakat yang kurang mampu, untuk membantu
meringankan beban bagi para penyelam tradisional agar tidak terjadi penyakit-
penyakit akibat penyelaman maka sangat diperlukan pencegahan yaitu dengan
diberikan penyuluhan tentang penyelaman yang sehat. Untuk mengetahui
permasalahan kesehatan para penyelam tersebut dilakukan dengan
pengumpulan data yang terkait dengan kegiatan penyelaman yang dilakukan
oleh para penyelam

II. TUJUAN

a. Tujuan Umum
Terlaksananya upaya kesehatan penyelaman di Puskesmas , terutama di daerah
pesisir dan tersusunnya data dasar gambaran masalah kesehatan penyelam di
propinsi.

b. Tujuan Khusus : Untuk mengetahui


1. Tersedianya data dasar tentang permasalahan kesehatan para peselam
tradisional.

1) Distribusi penyelam berdasarkan karakteristik meliputi:


 Kelompok umur
 Pendidikan
 Pendapatan perbulan
 Lama bekerja sebagai penyelam
 Frekuensi penyelaman dalam 1 hari
 Jumlah hari melakukan penyelaman dalam 1 minggu
 Kedalaman menyelam
 Lama di dasar waktu menyelam
 Penyuluhan yang pernah didapat
 Teknik penyelaman
 Media pernafasan yang digunakan
 Cara penyelaman
 Sebelum menyelam minum obat
 Sebelum menyelam minum alkohol
 Jumlah jam istirahat sebelum melakukan penyelaman

1
2) Distribusi kasus menurut jenis keluhan dan waktu mulai sakit
3) Distribusi penyelam menurut pencarian pengobatan
4) Faktor faktor yang mempengaruhi terjadinya keluhan akibat
penyelaman

Pengumpulan data dasar kesehatan penyelaman tahun 2014 dilaksanakan di


Kabupaten Donggala dan Kabupaten Banggai laut masing 2 lokasi:

III. METODE PELAKSANAAN

a. Pengumpulan data individu dilaksanakan dengan melakukan wawancara


langsung kepada peselam di lokasi dengan menggunakan kuesioner
(terlampir).
b. Masing-masing lokasi diharapkan paling sedikit mengumpulkan data
sebanyak 30 responden.

IV. WAKTU DAN TEMPAT PELAKSANAAN


Waktu : 12-13 September 2014
Tempat : Desa di wilayah Puskesmas malei Kec.Balaesang Tanjung
Kab.Donggala
V. HASIL.

Dari hasil pengumpulan data yang dilakukan di Kabupaten Donggala wilayah


Puskesmas Malei terkumpul sebanyak 60 responden dari beberapa desa dimana
semua penyelamnya adalah penyelam tradisional, yang pada umumnya mencari
ikan, lobster, teripang dll.

1. Distribusi penyelaman berdasarkan karakteristik penyelam:

a. Distribusi penyelam berdasarkan kelompok umur

Grafik 1

Jumlah peselam menurut kelompok umur, terbanyak adalah kelompok


umur 15 – 35 tahun sebanyak 58,3 %,> 35 thn sebayak 41,7 % tidak ada
penyelam kelompok umur di bawah 15 tahun.

b. Distribusi peselam berdasarkan tingkat pendidikan

Latar belakang pendidikan kelompok penyelam sebagian besar adalah


tingkat SD sebesar 48,3 % ,SMP 26,7 %,SMA 6,7 % dan tidak sekolah 18,3
%.
Grafik. 2

2
c. Distribusi peselam berdasarkan pendapatan per bulan
Pendapatan perbulan penyelam paling besar > Rp.500.000 sebanyak 56,7
%.
Grafik. 3

d. Distribusi penyelam berdasarkan lamanya melakukan kegiatan


penyelaman

Rata-rata para penyelam sudah melakukan kegiatan penyelaman lebih


dari 1 tahun yaitu sebesar 78.3 %.
Grafik.4

e. Distribusi penyelam berdasarkan frekuensi penyelaman per hari

Frekuensi penyelaman yang dilakukan para penyelam dalam satu hari


sebagian besar 2-4 kali sebesar 66,3 %.

Grafik. 5

f. Distribusi penyelam berdasarkan jumlah hari menyelam per minggu

Dalam 1 minggu sebagian besar peselam melakukan kegiatan penyelaman


lebih dari 4 hari, khusus hari Jum’at para penyelam tidak melakukan
kegiatan penyelaman.
Grafik. 6

3
g. Distribusi penyelam berdasarkan kedalaman menyelam

Kedalaman menyelam yang rata-rata dilakukan oleh penyelam adalah


sedalami 10 -20 meter karena sebagian besar penyelaman dilakukan
menggunakan alat.
Grafik. 7

h. Distribusi penyelam berdasarkan lama menyelam di dasar

Waktu para penyelam didasar laut umumnyalebih dari 2 jam sebesar


66,7 %.
Grafik.8

i. Distribusi penyelam berdasarkan penyuluhan yang didapat


Semua penyelam belum pernah mendapatkan penyuluhan tentang
kesehatan penyelaman .

j. Distribusi penyelam berdasarkan teknik penyelaman

Sebagian besar penyelam melakukan kegiatan penyelaman menggunakan


alat kompresor konvensional dan tanpa alat tahan nafas

Grafik.10

k. Distribusi penyelam berdasarkan minum obat sebelum menyelam

Para penyelam sebagian besar minum obat sebelum melakukan kegiatan


penyelaman.
Grafik.11

4
l. Distribusi penyelam berdasarkan minum alkohol sebelum menyelam
Dari seluruh penyelam menyatakan minum alkohol sebelum melakukan
penyelaman.
Grafik.12

m. Distribusi penyelam berdasarkan jumlah jam istirahat


Sebagian besar penyelam sebelum melakukan penyelaman beristirahat
selama < 6 jam sebesar 58,3 %.
Grafik.13

2. Distribusi penyelam berdasarkan jenis keluhan

Seluruh penyelam selama melakukan kegiatan penyelaman pernah mengalami


keluhan-keluhan yang diakibatkan penyelam.

Jenis keluhan yang terbanyak adalah pusing, nyeri sendi, pendengaran


berkurang, bahkan Provinsi Sulawesi Selatan ditemukan peselam yang
menderita lumpuh permanen.
Grafik.15

Gambar. 3

5
Seorang penyelam tradisional di desa Kamonji yang mengalami kelumpuhan
akibat melakukan penyelaman tidak menggunakan teknik yang benar.

3. Distribusi penyelam berdasarkan Pencarian Pengobatan

a. Berdasarkan Upaya yang pertama kali dilakukan


Upaya yang dilakukan penyelam pertama kali saat menderita keluhan
sebagian besar diobati sendiri.
Grafik. 16

b. Pencarian Pengobatan

Fasilitas pelayanan pengobatan yang digunakan setelah mengalami


keluhan akibat penyelaman sebagian besar berobat ke puskesmas dan
pengobatan tradisional.

Grafik. 17

VI. PEMBAHASAN

Dari hasil yang telah dikumpulkan di lokasi penyelaman diperoleh gambaran


masalah yang terjadi pada para penyelam antara lain:

a. Kelompok umur penyelam di lokasi paling besar adalah kelompok umur


15 s.d 35 tahun. Dimana kelompok umur tersebut merupakan golongan umur
produktif. Sehingga untuk mencegah supaya tidak terjadi masalah kesehatan
akibat penyelaman, upaya kesehatan penyelaman harus benar-benar
dilaksanakan.
b. Sebagian besar penyelam mempunyai latar belakang pendidikan
tingkat SD, , sehingga kemungkinan tingkat pengetahuannya rendah, jadi
kemungkinan pengetahuan tentang penyelaman juga kurang

6
c. Pendapatan penyelam per bulan masih
banya yang dibawah Rp. 500.000,- hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari.

d. Penyelam telah melakukan kegiatan penyelaman lebih dari 1 tahun.


Penyelam sudah melakukan kegiatan penyelaman dalam jangka waktu yang
lama, sehingga kemungkinan terpapar risiko akibat penyelaman sudah sering
terjadi tetapi baru berupa keluhan yang merupakan gejala awal dari penyakit
akibat penyelaman..

e. Penyelam melakukan penyelaman dalam satu hari antara 2 – 4 kali.


Penyelaman yang dilakukan secara berulang, maka dalam melakukan
penyelaman harus mengikuti prosedur.

f. Dalam satu minggu melakukan penyelaman lebih dari 4 hari. Para penyelam
pada umumnya melakukan penyelaman hampir setiap hari hanya hari Jum’at
atau keadaan kurang bagus untuk melakukan penyelaman. Kemungkinan
risiko terjadinya keluhan akibat penyelaman semakin besar.

g. Kedalaman penyelaman rata-rata kurang 10 – 20 meter.


 Kedalaman penyelaman yang dilakukan kurang dari 10 meter kemungkinan
terjadinya risiko akibat penyelaman lebih kecil apabila dibandingkan yang
melakukan penyelaman lebih dari 10 meter.
 Kedalaman menyelam lebih dari 10 meter risiko terjadinya keracunan
nitrogen semakin besar bisa menyebabkan kehilangan kesadaran bahkan
bisa menyebabkan kematian di tempat.
 Menyelam adalah kegiatan yang berisiko cukup tinggi dan harus dilakukan
dengan pengetahuan cukup untuk menghindari kecelakaan.

h. Dalam melakukan penyelaman peselam berada di dasar laut 1 -2 jam di


dasar
 Sebagian besar penyelam melakukan kegiatan penyelaman menggunakan
alat, jadi di dasar 1-2 jam.
 Semakin lama berada di dalam laut semakin besar risikonya untuk
menderita kedinginan/hipotermi

i. Semua Penyelam di lokasi belum perenah mendapatkan penyuluhan tentang


kesehatan penyelaman sehingga kurang mengetahui tentang bagaimana cara
menyelam yang sehat.

j. Penyelam menggunakan kompresor konvensional, 66,7 %


 Risiko akibat penyelaman akan lebih besar karena masih menggunakan
alat yang konvensional.
 Kemungkinan cara penggunaan dan perawatan alatnya belum sesuai
dengan yang ditentukan

k. 75 % penyelam melakukan penyelaman ulang


 Masih ada penyelam yang melakukan penyelaman tunggal tetapi interval
penyelaman lebih dari 10 menit.
 Dalam melakukan penyelaman ulang ada ketentuan-ketentuan tentang
bagaimana cara melakukan penyelaman ulang

l. 50 % penyelam sebelum melakukan penyelaman minum obat


 Hampir semua penyelam tidak tahu tentang larangan minum obat sebelum
melakukan penyelaman
 Obat yang diminum pada umumnya obat penghilang rasa sakit
 Apabila penyelam minum obat kemungkinan apabila terjadi keluhan
akibat penyelaman tidak akan dirasakan, hal ini akan sangat
membahayakan bagi penyelam karena kemungkinan akan langsung
menderita penyakit akibat penyelaman, karena tidak pernah mengalami
keluhan keluhan sebelumnya.

m. 55 % penyelam sebelum melakukan penyelaman minum alkohol


 Hampir semua penyelam tidak tahu tentang larangan minum alkohol
sebelum melakukan penyelaman

7
 Karena akibat dari minum alkohol sebelum melakukan penyelaman akan
mengakibatkan kehilangan konsentrasi waktu didasar.

n. 41,7 % penyelam istirahat kurang dari 6 jam


 Masih ada penyelam yang sebelum melakukan penyelaman istirahatnya
kurang dari 6 jam, seharusnya sebelum melakukan penyelaman harus
banyak istirahat karena kegiatan penyelaman dibutuhkan tenaga yang fit.

o. 100 % penyelam sebelum melakukan kegiatan penyelaman menderita sakit.


 Sebagian besar penyelam sebelum pertama kali melakukan kegiatan
penyelaman pernah menderita penyakit, dimana penyakit tersebut
sebetulnya merupakan salah satu penyakit yang merupakan kontra
indikasi untuk melakukan kegiatan penyelaman.
 Kemungkinan risiko terjadinya penyakit akibat penyelaman akan lebih
besar.

p. 100 % penyelam pernah mengalami keluhan.


 Sebagian besar penyelam selama melakukan kegiatan penyelaman pernah
menderita keluhan akibat penyelaman
 Jenis keluhan yang pernah dialami oleh penyelam ada yang lebih dari satu
macam keluhan
 Keluhan ini merupakan gejala awal dari penyakit akibat penyelaman yang
bisa mengakibatkan kecacatan atau kematian

q. 47,6 % penyelam yang mengalami keluhan berobat ke fasilitas kesehatan


(Puskesmas, RS)
 Masih banyak penyelam apabila mengalami keluhan akibat penyelaman
tidak berobat ke fasilitas kesehatan (puskesmas)
 Dalam pemberian pengobatan belum dibedakan antara penyakit yang lain
dengan keluhan-keluhan akibat penyelaman, karena di puskesmas pesisir
belum ada yang mempunyai standar pelayanan kesehatan bagi penyelam.
 Belum ada petugas puskesmas yang dilatih tentang kesehatan
penyelaman.

VII. KESIMPULAN DAN SARAN

A. KESIMPULAN

Dari permasalahan yang ditemukan dapat disimpulkan:


1. Penyelam melakukan kegiatan masih dengan cara penyelaman tradisional
2. Penyelam pada umumnya menggunakan alat yang masih konvesnional
yaitu menggunakan kompresor.
3. Penyelam belum pernah diberikan penyuluhan ataupan pelatihan tentang
kesehatan penyelaman.
4. Masih banyak penyelam yang mengalami keluhan-keluhan akibat
penyelaman.
5. Masih belum ada pemisahan pelaporan pelayanan kesehatan di puskesmas
untuk peselam dan bukan penyelam.
6. Belum ada standar pelayanan kesehatan yang baku bagi puskesmas di
pesisir.
7. Masih terbatasnya fasilitas di Puskesmas, RS yang mempunyai sarana
untuk pengobatan yang dapat mencegah atau memperingan penyakit
penyakit akibat penyelaman yaitu chamber.

B. SARAN
1. Diadakan sosialisasi kesehatan penyelaman bagi petugas kabupaten dan
Puskesmas.
2. Diadakan penyuluhan atau pelatihan bagi penyelam khususnya penyelam
tradisional
3. Penyusunan standar pelayanan kesehatan bagi puskesmas pesisir.
VIII. PENUTUP

8
Demikianlah laporan pengumpulan data dasar di wilayah puskesmas Malei
Kec.Balaesang Tanjung Kab.Donggala kiranya bermanfaat bagi peningkatan
pelayanan kepada penyelam dan untuk pengembangan program kesehatan
penyelam di masa akan datang.
Yang Melaksanakan

1.Jellyta H.E.Bofe,SKM 2.Saiful SB.Umar,S.Sos,MSi

3.Refly Inje,SKM 4.Sugeng Raharjo

9
Penyelam Tradisional yang mengalami kelumpuhan didesa Kamonji Bp….

10
11
Penyelam Tradisional yang mengalami kelumpuhan Bp.Napri 51 Thn
Desa Palau Kec.Balaesang tanjung Kab.Donggala

12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27