Anda di halaman 1dari 15

BAB I daerah Kabupaten Padang

24
PENDAHULUAN Pariaman.
A. Latar Belakang Kejadian apapun pasti
KLL (Kecelakaan Lalu memiliki suatu dampak bisa terhadap
Lintas) menewaskan hampir 1,2 juta diri sendiri, orang lain maupun
jiwa di seluruh dunia dan fasilitas umum. Kecelakaan juga
menyebabkan cedera sekitar 6 juta mempunyai suatu dampak seperti
orang setiap tahunnya. Faktor risiko luka ringan, luka berat,
terjadinya KLL terbanyak meninggalnya seseorang,
berdasarkan kajian adalah faktor ketidaknyamanan lingkungan,
manusia. Diantaranya tidak gangguan psikologis atau trauma,
menggunakan alat perlindungan diri mengganggu aktifitas jalan raya.29
(helm, jaket, sepatu, sabuk Dari semua dampak kecelakaan
pengaman), menggunakan ponsel lalulintas yang paling berbahaya
saat berkendara, mengantuk, minum adalah meninggalnya seseorang dan
alkohol dan lain-lain.11 biasanya hal ini disebabkan oleh
Di Indonesia sepanjang tahun karena cedera kepala. Pecahnya
2013, kecelakaan kendaraan pembuluh darah atau perdarahan di
bermotor mencapai 100.106 otak akan mengakibatkan korban
kejadian, mengakibatkan kematian meninggal dunia lebih cepat.1
26.416 jiwa, luka berat 28.438 orang Faktor utama cedera kepala
serta luka ringan 110.448 orang.6 dari pengendara sepeda motor oleh
Untuk di wilayah Provinsi karena tidak menggunakan helm
Sumatera Barat angka KLL masih karena salah satu fungsi dari helm
tergolong tinggi dan adalah mencegah terjadinya benturan
mengkhawatirkan, terlebih korban pada kepala serta menekan risiko
kecelakaan di dominasi masyarakat perdarahan jika terjadi trauma
usia produktif. Berdasarkan catatan kepala. Penelitian di Taiwan
sepanjang tahun 2014 tercatat 2.157 menunjukkan bahwa pengendara
kasus kecelakaan lalu lintas, yang tidak menggunakan helm
menurun dari tahun 2013 yang berisiko 4 kali lebih besar mengalami
mencapai 2.625 kasus. Rentetan cedera kepala.31 Penelitian lain di
kecelakaan lalu lintas di tahun 2014 Florida dari 995 pasien kecelakaan
mengakibatkan 521 meninggal sepeda motor, didapatkan 201 pasien
dunia, 175 luka berat dan 2.962 mengalami CKB (Cedera Kepala
orang luka ringan.3 Berat) dan yang tidak menggunakan
Menurut data Satlantas helm menunjukkan proporsi lebih
Padang Pariaman tahun 2015, besar (21,8 %) dibandingkan dengan
tercatat angka KLL sebanyak 278 yang menggunakan helm (10,2 %).9
kasus dengan korban meninggal Cedera kepala merupakan
dunia sebanyak 47 jiwa selama tahun kedaruratan neurologic yang
2013 dan tercatat angka KLL memiliki akibat yang kompleks,
sebanyak 303 kasus dengan korban karena kepala merupakan pusat
meninggal dunia sebanyak 62 jiwa kehidupan seseorang. Didalam
selama tahun 2014. Terlihat bahwa kepala terdapat otak yang
terjadi peningkatan jumlah kasus dan mempengaruhi segala aktivitas
korban jiwa pada 2 tahun terakhir di manusia, bila terjadi kerusakan akan
mengganggu semua sistim tubuh.

1
Penyebab cedera kepala yang menghindari atau mencegah hal-hal
terbanyak adalah kecelakaan yang merugikan kesehatan mereka
bermotor (50%), jatuh (21%) dan dan kesehatan orang lain.17
cedera olah raga (10%).27 Pengetahuan adalah sesuatu
Terjadinya cedera kepala yang diketahui berkaitan dengan
dapat menyebabkan kecacatan fisik proses pembelajaran. Proses belajar
serta mempercepat proses kematian. ini dipengaruhi berbagai faktor dari
Jumlah korban KLL berdasarkan dalam, seperti motivasi dan faktor
usia yang terbanyak adalah pada usia luar berupa sarana informasi yang
produktif terutama rentang usia 16- tersedia, serta keadaan sosial
30 yang terdapat remaja budaya.4 Pengetahuan akan
didalamnya.6 mempengaruhi seseorang dalam
Masa remaja merupakan berprilaku.17 Oleh karena itu, ketika
periode yang kritis pada seseorang diberikan pendidikan
perkembangan manusia baik secara kesehatan risiko cedera kepala akan
fisiologi, psikologis dan sosial. sangat tinggi jika tidak menggunakan
Remaja sehat menjadi aset bangsa helm sepeda motor dapat
yang sangat berharga bagi mempengaruhi seseorang untuk lebih
kelangsungan pembangunan dimasa mematuhi aturan lalu lintas yaitu
mendatang. Dengan demikian status menggunakan helm sepeda motor
kesehatan remaja merupakan hal saat berkendara.
yang perlu dipelihara dan Jika remaja sudah dibekali
ditingkatkan agar dapat dengan pengetahuan bahwa sangat
menghasilkan generasi penerus penting untuk melindungi kepala saat
bangsa yang sehat, tangguh dan berkendaraan sepeda motor
produktif serta mampu bersaing. diharapkan adanya perubahan sikap
Kelompok remaja yaitu penduduk negatif menjadi sikap positif saat
dalam rentang usia 10-19 tahun, di berkendaraan sepeda motor. Sikap
Indonesia memiliki proporsi kurang merupakan pernyataan evaluatif
lebih 1/5 dari jumlah seluruh terhadap objek, orang, atau peristiwa.
penduduk. Ini sesuai dengan proporsi Hal ini mencerminkan perasaan
remaja di dunia dimana jumlah seseorang terhadap sesuatu, misalnya
remaja diperkirakan 1,2 miliar atau ketika seseorang yang biasanya tidak
sekitar 1/5 dari jumlah penduduk menggunakan helm sepeda motor
dunia.5 mengetahui bahwa tidak
Untuk menekan angka menggunakan helm saat
kematian remaja akibat kecelakaan mengendarai sepeda motor dapat
lalulintas khususnya sepeda motor meningkatkan risiko terjadinya
yang kian meningkat diperlukan cedera kepala bahkan cacat
suatu tindakan seperti pendidikan permanen serta kematian jika terjadi
kesehatan dalam membekali remaja KLL lalu orang tersebut
dengan pengetahuan risiko cedera menggunakan helm sepeda motor.
kepala yang sangat fatal akibatnya Itu artinya sikap orang tersebut
jika terjadi. Karena pendidikan merespons pada peristiwa.4 SMAN
kesehatan berupaya agar masyarakat 1 Enam Lingkung Kabupaten Padang
menyadari atau mengetahui Pariaman merupakan sekolah yang
bagaimana cara memelihara terletak di tepi jalan raya yang saat
kesehatan mereka, bagaimana ini terdapat 816 siswa didalamnya

2
dan berada tidak jauh dari sana banyak yang menyikapi
terdapat persimpangan jalan yang menggunakan helm sepeda motor
cukup meningkatkan risiko hanya untuk terhindar dari
terjadinya KLL karena banyak pelanggaran lalu lintas dibandingkan
kendaraan yang melaju cepat dengan untuk mengurangi risiko
disekitarnya. Dari hasil wawancara cedera kepala dan kematian
peneliti terhadap satpam sekolah
SMAN 1 Enam Lingkung Kabupaten B. Rumusan Masalah
Padang Pariaman didapatkan sering Berdasarkan latar belakang
terjadi KLL disekitar jalan raya yang telah diuraikan, maka
sekolah SMAN 1 Enam Lingkung dirumuskan permasalahan sebagai
Kabupaten Padang Pariaman baik itu berikut : “Bagaimana pengaruh
kendaraan sepeda motor maupun promosi kesehatan tentang cedera
mobil. kepala terhadap pengetahuan dan
Berdasarkan survey awal sikap remaja dalam menggunakan
melalui wawancara terpimpin dengan helm sepeda motor di SMAN 1
menggunakan kuesioner yang Enam Lingkung Kabupaten Padang
peneliti lakukan di SMAN 1 Enam Pariaman Tahun 2015?
Lingkung Kabupaten Padang
Pariaman terhadap 15 siswa yang
mengendarai sepeda motor ke C. Tujuan Penelitian
sekolah diberikan pertanyaan “Apa 1. Tujuan Umum
akibat dari tidak menggunakan helm Untuk mengetahui pengaruh
sepeda motor? didapatkan hanya 6 promosi kesehatan tentang risiko
siswa yang mampu menjawab cedera kepala terhadap pengetahuan
dengan tepat, 11 siswa menyatakan dan sikap remaja dalam
tidak perlu menggunakan helm menggunakan helm sepeda motor di
sepeda motor dalam perjalanan jarak SMAN 1 Enam Lingkung Kabupaten
dekat dan 9 siswa menyatakan Padang Pariaman tahun 2015.
dirinya hanya menggunakan helm
sepeda motor saat ada petugas 2. Tujuan Khusus
lalulintas yang berjaga serta hasil a. Diketahui rata-rata pengetahuan
wawancara dari beberapa guru juga remaja dalam menggunakan helm
mengatakan belum pernah diberikan sepeda motor di SMAN 1 Enam
promosi kesehatan tentang risiko Lingkung Kabupaten Padang
cedera kepala saat berkendaraan Pariaman tahun 2015 sebelum diberi
sepeda motor. Itu artinya terdapat perlakuan berupa promosi kesehatan
kemungkinan bahwa jika petugas tentang risiko cedera kepala.
lalu lintas sedang tidak ada di tempat b. Diketahui rata-rata sikap remaja
lebih banyak siswa yang memilih dalam menggunakan helm sepeda
untuk tidak menggunakan helm motor di SMAN 1 Enam Lingkung
sepeda motor saat mengendarai Kabupaten Padang Pariaman tahun
sepeda motor. Hal ini dikarenakan 2015 sebelum diberi perlakuan
banyak siswa yang beranggapan berupa promosi kesehatan tentang
bahwa menggunakan helm sepeda risiko cedera kepala.
motor dapat mengurangi penampilan c. Diketahui rata-rata pengetahuan
dan hanya perlu digunakan untuk remaja dalam menggunakan helm
perjalanan jauh saja sehingga lebih sepeda motor di SMAN 1 Enam

3
Lingkung Kabupaten Padang Remaja Dalam Menggunakan Helm
Pariaman tahun 2015 setelah diberi Sepeda Motor Di SMAN 1 Enam
perlakuan berupa promosi kesehatan Lingkung Kabupaten Padang
tentang risiko cedera kepala. Pariaman. Penelitian akan dilakukan
d. Diketahui rata-rata sikap remaja pada bulan Agustus 2015. Tujuan
dalam menggunakan helm sepeda dari penelitian ini adalah untuk
motor di SMAN 1 Enam Lingkung mengetahui pengaruh promosi
Kabupaten Padang Pariaman tahun kesehatan tentang risiko cedera
2015 setelah diberi perlakuan berupa kepala terhadap pengetahuan dan
promosi kesehatan tentang risiko sikap remaja dalam menggunakan
cedera kepala. helm sepeda motor meliputi
e. Diketahui pengaruh promosi pengertian cedera kepala, jenis-jenis
kesehatan tentang risiko cedera cedera kepala, penyebab cedera
kepala terhadap pengetahuan dan kepala, komplikasi cedera kepala,
sikap remaja dalam menggunakan pengertian dan fungsi helm sepeda
helm sepeda motor di SMAN 1 motor serta hubungannya dengan
Enam Lingkung Kabupaten Padang kejadian cedera kepala.
Pariaman. Jenis penelitian ini adalah pra
eksperimen dengan rancangan one
D. Manfaat Penelitian group pra-postest design. Dengan
1. Bagi Pendidikan populasi seluruh siswa kelas XI
Hasil penelitian ini SMAN 1 Enam Lingkung sebanyak
diharapkan dapat meningkatkan 303 orang didapatkan sampel sesuai
perkembangan ilmu pengetahuan perhitungan sebanyak 25 orang dan
keperawatan khususnya tentang cara pengambilan sampel yang
promosi kesehatan pada remaja. digunakan yaitu teknik purposive
sampling. Sumber data didapatkan
2. Bagi SMAN 1 Enam Lingkung melalui data primer dan data
Sebagai masukan dalam sekunder dengan alat pengumpulan
memberikan materi dan informasi data menggunakan kuesioner dan
tentang promosi kesehatan pada observasi setelah data terkumpul
remaja terutama risiko cedera kepala. dilakukan pengolahan data dengan
proses editing, coding, entry,
3. Bagi Peneliti cleaning selanjutnya data yang telah
Sebagai data dasar dan bahan diolah dianalisis dengan analisa
acuan bagi peneliti selanjutnya univariat untuk melihat gambaran
dalam melakukan penelitian dalam distribusi frekuensi masing-masing
bidang keperawatan terutama variabel dan analisa bivariat untuk
tentang promosi kesehatan remaja. melihat hubungan antar variabel.

BAB IV METODE PENELITIAN


E. Ruang Lingkup Penelitian A. Desain Penelitian
Penelitian dilakukan di Desain penelitian yang
SMAN 1 Enam Lingkung Kabupaten digunakan dalam penelitian ini
Padang Pariaman dengan judul adalah Pra Eksperimen dengan
“Pengaruh Promosi Kesehatan rancangan pra – post test dalam satu
Tentang Risiko Cedera Kepala kelompok (One Group Pra – Post
Terhadap Pengetahuan Dan Sikap test Design) adalah mengungkapkan

4
hubungan sebab akibat dengan cara Kriteria Inklusi
melibatkan satu kelompok subjek. a. Siswa-siswi kelas XI SMAN 1 Enam
Lingkung Kabupaten Padang
B. Tempat dan Waktu Penelitian Pariaman
Penelitian ini telah dilakukan b. Siswa-siswi kelas XI SMAN 1 Enam
mulai dari 3 Maret 2015 sampai Lingkung Kabupaten Padang
dengan 30 September 2015 di Pariaman yang menggunakan sepeda
SMAN 1 Enam Lingkung Kabupaten motor ke sekolah.
Padang Pariaman. Penelitian c. Bersedia menjadi responden.
dilakukan dalam dua hari. Kriteria Eksklusi
Pengumpulan data dilakukan pada a. Pernah mendapatkan promosi
tanggal 1 September 2015 dan kesehatan tentang risiko cedera
penelitian dilakukan pada tanggal 2 kepala.
September 2015.
BAB V HASIL PENELITIAN
C. Populasi dan Sampel A. Gambaran Umum Tempat
1. Populasi Penelitian
Populasi adalah keseluruhan SMAN 1 Enam Lingkung
dari objek penelitian yang diteliti.16 terletak di Parit Malintang
Populasi dalam penelitian ini adalah Kecamatan Enam Lingkung
seluruh siswa-siswi kelas XI di Kabupaten Padang Pariaman.
SMAN 1 Enam Lingkung Kabupaten Bangunan SMAN 1 Enam Lingkung
Padang Pariaman yang berjumlah berdiri diatas lahan seluas ± 40 × 50
303 siswa. m2. Jumlah lokal di SMAN 1 Enam
Lingkung ini terdiri dari 24 lokal
2. Sampel yang mana masing-masing kelasnya
Sampel terdiri dari bagian dibagi kedalam 8 lokal yang dibagi
populasi terjangkau yang dapat dalam 2 jurusan yaitu Ilmu Alam dan
dipergunakan sebagai subjek Ilmu Sosial. SMAN 1 Enam
penelitian melalui sampling. Lingkung memiliki siswa-siswi yang
Sedangkan sampling adalah proses cukup banyak yaitu 791 orang yang
menyeleksi porsi dari populasi yang terdiri dari siswa 354 orang dan siswi
dapat mewakili populasi yang ada.19 437 orang. Untuk menunjang
Dalam penelitian ini pengambilan kegiatan siswa/siswi dalam belajar
sampel yang digunakan adalah mengajar SMAN 1 Enam Lingkung
purposive sampling yaitu teknik telah menyediakan berbagai sarana
penentuan sampel dengan seperti perpustakaan, laboratorium,
pertimbangan tertentu sesuai yang ruang komputer, ruang Bimbingan
dikehendaki peneliti.19 Dalam Konseling (BK) dan ruang tata
penelitian ini didapatkan 303 usaha. SMA ini juga dilengkapi
populasi yang tersedia dan terdapat dengan lapangan olahraga dan
25 subjek untuk dijadikan sampel mushalla. SMAN 1 Enam Lingkung
yang memiliki kriteria inklusi. Kabupaten Padang Pariaman terletak
Adapun kriteria dari pengambilan ditepi Jalan Lintas Padang-
sampel ini adalah : Bukittinggi yang merupakan daerah
rawan kecelakaan lalu lintas.

5
A. Hasil Penelitian
Di SMAN 1 Enam Lingkung Dari tabel 5.1 dapat dilihat
ini telah dilakukan penelitian dengan Variabel n Mean SD Min- 95 % CI
judul Pengaruh Promosi Kesehatan Max
Tentang Risiko Cedera Kepala Sikap 25 31,64 3,1 24-36 30,36-32,92
Terhadap Pengetahuan Dan Sikap
Remaja Dalam Menggunakan Helm bahwa rata-rata skor pengetahuan
Sepeda Motor di SMAN 1 Enam responden yang berjumlah 25 orang
Lingkung Kabupaten Padang sebelum dilakukan intervensi adalah
Pariaman Tahun 2015 pada tanggal 2 65,33 dengan standar deviasi 15,71,
September 2015 bertempat disalah skor terendah adalah 33,33 dan skor
satu ruang kelas SMAN 1 Enam tertinggi 83,33. Pada hasil estimasi
Lingkung dengan jumlah sampel interval dapat disimpulkan 95%
sebanyak 25 orang siswa-siswi dari dapat diyakini bahwa rata-rata skor
kelas XI yang mana 25 orang pengetahuan responden antara 58,84-
tersebut dipilih secara Purposive 71,81.
Sampling.
Penelitian ini dilakukan untuk Tabel 5.2
mengetahui pengaruh promosi Distribusi Pengetahuan Responden
kesehatan tentang Cedera Kepala Setelah Dilakukan Intervensi di
terhadap tingkat pengetahuan dan SMAN 1 Enam Lingkung
sikap responden dalam menggunakan Kabupaten Padang Pariaman
helm sepeda motor, dalam pemberian Tentang Risiko Cedera Kepala
promkes metode yang digunakan Tahun 2015 (n = 25)
adalah ceramah dan media elektronik
berupa proyektor. Penelitian ini Variabel n Mean SD Min - 95 %
Max CI
dilakukan dalam satu sesi, sedangkan
alat ukur yang digunakan yaitu Pengetahu 25 86,42 8,29 66,66 82,9-
kuesioner pengetahuan yang terdiri an -100 89,75
dari 12 pertanyaan dan kuesioner
sikap yang terdiri dari 10 pernyataan.
Dilakukan pembuktian dengan Dari tabel 5.2 dapat dilihat
analisa univariat dan analisa bivariat bahwa rata-rata skor pengetahuan
sehingga didapatkan hasil sebagai responden yang berjumlah 25 orang
berikut. setelah dilakukan intervensi adalah
1. Analisa Univariat 86,42 dengan standar deviasi 8,29,
a. Pengetahuan skor terendah adalah 66,66 dan skor
Tabel 5.1 tertinggi 100. Pada hasil estimasi
Distribusi Pengetahuan Responden interval dapat disimpulkan 95%
Sebelum Dilakukan Intervensi di dapat diyakini bahwa rata-rata skor
SMAN 1 Enam Lingkung pengetahuan responden antara 82,9-
Kabupaten Padang Pariaman 89,75.
Tentang Risiko Cedera Kepala
Tahun 2015 (n = 25)

Variab n Mean SD Min - 95 %


el Max CI

Pengeta 25 65,33 15,7 33,33- 58,84-


huan 1 83,33 71,81

6
b. Sikap 2. Analisa Bivariat
Tabel 5.3
Distribusi Sikap Responden Tabel 5.5
Sebelum Dilakukan Intervensi di Pengaruh Promosi Kesehatan
SMAN 1 Enam Lingkung Terhadap Pengetahuan Dan Sikap
Kabupaten Padang Pariaman Responden di SMAN 1 Enam
Tentang Risiko Cedera Kepala Lingkung Kabupaten Padang
Tahun 2015 (n = 25) Pariaman Tahun 2015

Dari tabel 5.3 dapat dilihat


Variabel Inter Mean SD Beda T P
bahwa rata-rata skor sikap responden vensi Mean value
yang berjumlah 25 orang sebelum Pengeta Sebel 65,33 15,7 20,99 5,72 0,000
huan um 1
dilakukan intervensi adalah 31,64
dengan standar deviasi 3,1, skor Setel 86,32 8,29
ah
terendah adalah 24 dan skor tertinggi
Sikap Sebel 31,64 3,1 1,52 3,42 0,002
36.. Pada hasil estimasi interval um
dapat disimpulkan 95% dapat Setel 33,16 2,93
ah
diyakini bahwa rata-rata skor
pengetahuan responden antara 30,36-
32,92.
Dari tabel 5.5 dapat dilihat
bahwa rata-rata skor pengetahuan
Tabel 5.4
responden sebelum dilakukan
Distribusi Sikap Responden
intervensi adalah 65,33 dengan
Setelah Dilakukan Intervensi di
standar deviasi 15,71 dan rata-rata
SMAN 1 Enam Lingkung
skor pengetahuan responden setelah
Kabupaten Padang Pariaman
dilakukan intervensi adalah 86,32
Tentang Risiko Cedera Kepala
dengan standar deviasi 8,29. Beda
Tahun 2015 (n = 25)
rata-rata skor pengetahuan sebelum
Varia n Mean SD Min 95 % dan setelah intervensi adalah 20,99.
bel - CI Hasil uji statistik didapatkan nilai t
Max
Sikap 25 33,16 2,93 27- 31,95 5,72 dan P value adalah 0,000, lalu
37 - dapat disimpulkan bahwa terdapat
34,37
perbedaan skor pengetahuan sebelum
dan setelah intervensi dilakukan.
Dari tabel 5.4 dapat dilihat
Selain itu dari tabel 5.6 dapat
bahwa rata-rata skor sikap responden
dilihat juga bahwa rata-rata skor
yang berjumlah 25 orang setelah
sikap responden sebelum dilakukan
dilakukan intervensi adalah 33,16
intervensi adalah 31,64 dengan
dengan standar deviasi 2,93, skor
standar deviasi 3,1 dan rata-rata skor
terendah adalah 27 dan skor tertinggi
pengetahuan responden setelah
37. Pada hasil estimasi interval dapat
dilakukan intervensi adalah 33,16
disimpulkan 95% dapat diyakini
dengan standar deviasi 2,93. Beda
bahwa rata-rata skor sikap responden
rata-rata skor pengetahuan sebelum
antara 31,95-34,37.
dan setelah intervensi adalah 1,52.
Hasil uji statistik didapatkan nilai t
3,42 dan P value adalah 0,002, lalu
dapat disimpulkan bahwa terdapat

7
perbedaan skor sikap sebelum dan Berat) menyatakan bahwa sebelum
setelah intervensi dilakukan. (pre test) diberikan penyuluhan
kesehatan pada kelompok kontrol
data pre test diperoleh bahwa tingkat
BAB VI PEMBAHASAN pengetahuan dengan kriteria tidak
A. Pengetahuan Responden Sebelum baik sebanyak 4 orang 26,7%,
Intervensi Dilakukan kurang sebanyak 6 orang (40,0 %),
Diketahui rata-rata skor cukup sebanyak 4 orang 26,7%,
pengetahuan responden yang baik sebanyak 1 orang 6,7%.25
berjumlah 25 orang sebelum Pengetahuan adalah sesuatu
dilakukan intervensi adalah 65,33 yang diketahui berkaitan dengan
dengan standar deviasi 15,71 serta proses pembelajaran. Proses belajar
skor terendah adalah 33,33 dan skor ini dipengaruhi berbagai faktor dari
tertinggi adalah 83,33. Pada hasil dalam, seperti motivasi dan faktor
estimasi interval dapat disimpulkan luar berupa sarana informasi yang
95% dapat diyakini bahwa rata-rata tersedia, serta keadaan sosial
skor pengetahuan responden antara budaya.4
58,84-71,81. Kurang baiknya pengetahuan
Dari hasil tersebut dapat tentang Risiko Cedera Kepala pada
dilihat dari rata-rata skor siswa-siswi kelas XI SMAN 1 Enam
pengetahuan sebelum intervensi Lingkung Kabupaten Padang
dilakukan dapat disimpulkan bahwa Pariaman disebabkan karena
tingkat pengetahuan responden kurangnya perhatian siswa-siswi
belum mencapai kategori baik terhadap pentingnya menggunakan
tentang risiko cedera kepala. helm sepeda motor dan minimnya
Penelitian ini menggambarkan sumber informasi yang diperoleh
bahwa remaja yang menyadari oleh siswa-siswi tentang KLL dan
pentingnya menggunakan helm bahaya Risiko Cedera Kepala. Dari
sepeda motor masih sangat kurang analisa kuesioner didapat hanya 56%
dikarenakan oleh beberapa faktor responden yang mengenal jenis helm
penyebab yang diantaranya adalah yang memberikan perlindungan
kurangnya pengetahuan tentang maksimal saat berkendaraan sepeda
bahaya dari risiko cedera kepala motor. Selain itu hanya 40%
akibat kecelakan kendaraan responden yang mengetahui jenis
bermotor. komplikasi bedah dan hanya 36%
Sebelum seseorang responden yang mengetahui jenis
mengadopsi perilaku (berperilaku komplikasi non bedah yang mungkin
baru), ia harus tahu terlebih dahulu dialami oleh pasien cedera kepala.
apa arti atau manfaat perilaku Hal ini menggambarkan bahwa
tersebut bagi dirinya atau masih banyak responden yang tidak
15
keluarganya. memahami betapa bahayanya
Hasil penelitian ini sama kejadian cedera kepala yang bisa
dengan penelitian di Ruang 13 RSU didapatkan akibatnya KLL. Oleh
Dr. Saiful Anwar Malang dengan karena itu sangat penting dilakukan
judul Pengaruh Penyuluhan promosi kesehatan untuk
Kesehatan Terhadap Penurunan menyampaikan informasi sehingga
Tingkat Kecemasan Keluarga Pasien dapat meningkatkan pengetahuan
Dengan Cedera Kepala (Sedang-

8
responden tentang Risiko Cedera responden terhadap pentingnya
Kepala. menggunakan helm sepeda motor
dalam meminimalisir risiko cedera
A. Sikap Responden Sebelum kepala jika terjadi KLL serta dalam
Intervensi Dilakukan menekan angka kematian remaja
Diketahui rata-rata skor sikap akibat KLL. Hal ini ditunjukkan
responden yang berjumlah 25 orang pada analisa kuesioner bahwa 44%
sebelum dilakukan intervensi adalah responden masih menyikapi bahwa
31,64 dengan standar deviasi 3,1 meggunakan helm sepeda motor
serta skor terendah adalah 24 dan dalam perjalanan jarak dekat itu
skor tertinggi adalah 36. Pada hasil tidaklah penting. Padahal terjadinya
estimasi interval dapat disimpulkan KLL merupakan hal yang tidak
95% dapat diyakini bahwa rata-rata terduga serta dapat terjadi kapan saja
skor sikap responden antara 30,36- baik itu saat dalam perjalanan jarak
32,92. jauh maupun jarak dekat. Oleh sebab
Berdasarkan tabel 5.3 dapat itu sangat penting dilakukan promosi
diketahui selain terdapat skor sikap kesehatan untuk menyampaikan
yang cukup tinggi yaitu 36 akan informasi sehingga dapat
tetapi terdapat juga responden yang meningkatkan sikap responden
memiliki skor sikap cukup rendah dalam menggunakan helm sepeda
yaitu 24. Namun, sikap merupakan motor.
kesiapan atau kesediaan untuk
bertindak dan bukan merupakan B. Pengetahuan Responden Setelah
pelaksana motif tertentu. Sikap Intervensi Dilakukan
belum merupakan suatu tindakan Dalam penelitian ini telah
atau aktifitas. Tetapi merupakan diberikan intervensi kepada
predisposisi tindakan atau perilaku. responden berupa promosi kesehatan
Sikap masih merupakan reaksi tentang Risiko Cedera Kepala
tertutup dan bukan sebuah reaksi sebagai upaya untuk meningkatkan
terbuka. Oleh karena itu responden pengetahuan responden tentang
yang memiliki skor sikap tinggi Risiko Cedera Kepala. Dan setelah
belum tentu mampu melakukan diberikan intervensi dilakukan
praktik aman berkendaran sepeda kembali uji pengetahuan dari uji
motor. tersebut diketahui rata-rata skor
Sejalan dengan penelitian di pengetahuan dari uji tersebut
Lingkungan Kampus Universitas diketahui rata-rata skor pengetahuan
Jenderal Soedirman Fakultas responden yang berjumlah 25 orang
Peternakan tentang Mengubah setelah dilakukan intervensi adalah
Pandangan Mahasiswa Dalam 86,42 dengan standar deviasi 8,29,
Mengenakan Helm Saat Berkendara skor terendah adalah 66,66 dan skor
Roda Dua ditemukan tak kurang dari tertinggi adalah 100. Pada hasil
66,67% responden tak menggunakan estimasi interval dapat disimpulkan
helm sepeda motor dengan alasan 95% dapat diyakini bahwa rata-rata
bahwa rumah mereka dekat.7 skor pengetahuan responden antara
Kurangnya respon positif 82,9-89,75.
yang ditunjukkan oleh responden Dari gambaran hasil uji
disebabkan minimnya sumber pengetahuan responden tentang
informasi yang diperoleh oleh risiko cedera kepala diketahui rata-

9
rata skor pengetahuan setelah hasil post test. Selain itu dari hasil
intervensi terjadi peningkatan pre test hanya 36% responden yang
pengetahuan responden tentang mengetahui jenis komplikasi non
Risiko Cedera Kepala dibandingkan bedah menjadi 84% reponden yang
dengan skor pengetahuan sebelum mengetahui jenis komplikasi non
intervensi. bedah pada hasil post test.
Dapat disimpulkan bahwa
promosi kesehatan dapat C. Sikap Responden Setelah
memberikan pengetahuan baru atau Intervensi Dilakukan
menambah pengetahuan, walaupun Dalam penelitian ini telah
intensitas penerimaan pada setiap diberikan intervensi kepada
orang berbeda-beda. Upaya responden berupa promosi kesehatan
pemberian informasi melalui tentang Risiko Cedera Kepala
promosi kesehatan akan sebagai upaya untuk meningkatkan
meningkatkan stimulus pada indra sikap responden dalam menggunakan
penerimaannya baik penglihatan helm sepeda motor. Dan setelah
pada media promosi kesehatan diberikan intervensi dilakukan
maupun pada indera pendengaran kembali uji sikap dari uji tersebut
sehingga pengetahuan responden diketahui rata-rata skor sikap
akan meningkat. responden yang berjumlah 25 orang
Hasil penelitian ini sejalan di setelah dilakukan intervensi adalah
Ruang 13 RSU Dr. Saiful Anwar 33,16 dengan standar deviasi 2,93,
Malang dengan judul Pengaruh skor terendah adalah 24 dan skor
Penyuluhan Kesehatan Terhadap tertinggi adalah 37. Pada hasil
Penurunan Tingkat Kecemasan estimasi interval dapat disimpulkan
Keluarga Pasien Dengan Cedera 95% dapat diyakini bahwa rata-rata
Kepala (Sedang-Berat) yang mana skor sikap responden antara 31,95-
pada penelitian tersebut didapatkan 34,37.
setelah diberikan penyuluhan Dari gambaran hasil uji sikap
kesehatan terdapat peningkatan pada responden dalam menggunakan helm
tingkat pengetahuan yaitu sebagian sepeda motor diketahui rata-rata skor
besar baik 67,7% dari hasil pre test sikap setelah intervensi terjadi
baik hanya 6,7%.25 peningkatan sikap responden dalam
Menurut analisis peneliti menggunakan helm sepeda motor
dalam pemberian promosi kesehatan dibandingkan dengan skor sikap
tentang Risiko Cedera Kepala cukup sebelum intervensi.
efektif untuk meningkatkan Hasil penelitian ini sama
pengetahuan responden tentang dengan penelitian yang berjudul
Risiko Cedera Kepala. Hal ini Penggunaan VCD dan Leaflet untuk
terlihat pada analisa kuesioner dari Peningkatan Pengetahuan, Sikap, dan
hasil pre test hanya 56% responden Perilaku Siswa dalam Pencegahan
yang mengenal jenis helm yang Kecelakaan Sepeda Motor
memberikan perlindungan maksimal menyatakan bahwa terjadi perubahan
saat berkendaraan sepeda motor rata-rata skor sikap setelah dilakukan
menjadi 92% responden responden intervensi dari 21,74 menjadi
yang mengenal jenis helm yang 21,94.18
membrikan perlindungan maksimal Ada dua faktor yang
saat berkendaran sepeda motor pada mempengaruhi sikap seseorang yaitu

10
faktor internal dan faktor eksternal, Lingkung Kabupaten Padang
faktor internal terdiri dari fisiologis Pariaman Tahun 2015.
dan psikologis (minat dan perhatian), Hasil penelitian ini sama
sedangkan eksternal adalah penelitian di Ruang 13 RSU Dr.
pengalaman, situasi, norma, Saiful Anwar Malang dengan judul
hambatan dan pendorong.17 Pengaruh Penyuluhan Kesehatan
Hasil analisa peneliti Terhadap Penurunan Tingkat
didapatkan bahwa terjadi perubahan Kecemasan Keluarga Pasien Dengan
terhadap sikap responden terlihat Cedera Kepala (Sedang-Berat) yang
responden yang menyikapi bahwa mana pada penelitian tersebut
dalam perjalanan dekatpun perlu didapatkan hasil P value 0,001 < α
menggunakan helm sepeda motor 0,05 yang berarti ada pengaruh
dari hasil skor pretest 66 menjadi 78 penyuluhan kesehatan terhadap
dalam skor post test. Hal ini dapat tingkat pengetahuan keluarga pasien
dipengaruhi oleh sudah dengan cedera kepala (berat-
bertambahnya pengetahuan sedang).25 Dari hasil penelitian ini
responden mengenai bahaya akan pemberian promosi kesehatan
Risiko Cedera Kepala akibat KLL tentang risiko cedera kepala mampu
sehingga mereka dapat memahami meningkatkan pengetahuan
dan merubah sikap mereka yang responden tentang risiko cedera
negatif menjadi positif. kepala. Keberhasilan suatu promosi
kesehatan dapat dipengaruhi
beberapa faktor yaitu keadaan
pribadi sasaran, keadaan lingkungan
D. Pengaruh Promosi Kesehatan fiisk, proses pelaksanaan promosi
Tentang Risiko Cedera Kepala kesehatan.15
Terhadap Pengetahuan Dan Sikap Menurut analisis peneliti
Responden Dalam Menggunakan berdasarkan uraian diatas dapat
Helm Sepeda Motor disimpulkan bahwa adanya pengaruh
Dari hasil uji paired T test promosi kesehatan terhadap tingkat
untuk melihat pengaruh promosi pengetahuan responden tentang
kesehatan terhadap pengetahuan risiko cedera kepala jika terjadi KLL.
responden diketahui bahwa rata-rata Hal ini disebabkan mereka sudah
skor pengetahuan responden sebelum mendapatkan paparan informasi
intervensi dilakukan adalah 65,33 tentang risiko cedera kepala dan
dengan standar deviasi 15,71 dan mampu menyerap informasi tersebut
rata-rata skor pengetahuan responden menjadi pengetahuan baru bagi
setelah dilakukan intervensi adalah mereka.
86,32 dengan standar deviasi 8,29. Selain itu dari hasil uji paired
Beda rata-rata skor pengetahuan T test untuk melihat pengaruh
sebelum dan setelah intervensi promosi kesehatan terhadap sikap
dilakukan adalah 20,99. Hasil uji responden diketahui bahwa rata-rata
statistik didapatkan nilai t 5,72 dan P skor sikap responden sebelum
value adalah 0,000 < α 0,05 yang intervensi dilakukan adalah 31,64
berarti ada pengaruh promosi dengan standar deviasi 3,1 dan rata-
kesehatan tentang risiko cedera rata skor sikap responden setelah
kepala terhadap pengetahuan siswa- dilakukan intervensi adalah 33,16
siswi kelas XI di SMAN 1 Enam dengan standar deviasi 2,93. Beda

11
rata-rata skor pengetahuan sebelum tentang Risiko Cedera Kepala
dan setelah intervensi dilakukan terhadap Pengetahuan dan Sikap
adalah 1,52. Hasil uji statistik Remaja Dalam Menggunakan Helm
didapatkan nilai t 3,42 dan P value Sepeda Motor di SMAN 1 Enam
adalah 0,002 < α 0,05 yang berarti Lingkung Kabupaten Padang
ada pengaruh promosi kesehatan Pariaman Tahun 2015 yang
tentang risiko cedera kepala terhadap dilakukan pada 25 orang sampel
sikap siswa-siswi kelas XI di SMAN diketahui:
1 Enam Lingkung Kabupaten Padang 1. Rata-rata skor pengetahuan
Pariaman Tahun 2015. responden sebelum diberikan
Hasil penelitian ini hampir perlakuan adalah 65,33 dengan
sama dengan penelitian yang standar deviasi 15,71, skor terendah
berjudul Penggunaan VCD dan adalah 33,33 dan skor tertinggi
Leaflet untuk Peningkatan adalah 83,33.
Pengetahuan, Sikap, dan Perilaku 2. Rata-rata skor sikap responden
Siswa dalam Pencegahan Kecelakaan sebelum diberikan perlakuan adalah
Sepeda Motor menyatakan bahwa (31,64) dengan standar deviasi 3,1,
terjadi peningkatan skor sikap yang skor terendah adalah 24 dan skor
bermakna pada kelompok perlakuan tertinggi adalah 36.
dengan nilai p value = 0,001.18 3. Rata-rata skor pengetahuan
Dari hasil penelitian ini responden setelah diberikan
pemberian promosi kesehatan perlakuan adalah 86,42 dengan
tentang risiko cedera kepala mampu standar deviasi 8,29, skor terendah
meningkatkan sikap responden adalah 66,66 dan skor tertinggi
dalam menggunakan helm sepeda adalah 100. Beda rata-rata skor
motor. Namun masih ada responden pengetahuan sebelum dan setelah
yang tidak mengalami perubahan perlakuan diberikan adalah 20,99.
setelah diberikan perlakuan berupa 4. Rata-rata skor sikap responden
promosi kesehatan. Hal ini dapat setelah diberikan perlakuan adalah
dipengaruhi oleh jenis kelamin 33,16 dengan standar deviasi 2,93,
karena masa remaja merupakan masa skor terendah adalah 27 dan skor
dimana seorang manusia mulai tertinggi adalah 37.
menuju kearah kematangan 5. Beda rata-rata skor pengetahuan
psikologis sehingga masih sulitnya sebelum dan setelah perlakuan
untuk memutuskan suatu masalah. diberikan adalah 20,99. Hasil uji
Selain itu hal ini juga dapat statistik didapatkan nilai t 5,72 dan P
disebabkan karena masih terdapat value = 0,000 < α 0,05 berarti ada
trend yang berlaku dikalangan Pengaruh Promosi Kesehatan tentang
remaja bahwa penggunaan helm Risiko Cedera Kepala terhadap
dapat mengurangi penampilan saat Pengetahuan tentang Risiko Cedera
berkendaraan sepeda motor. Kepala. Selain itu beda rata-rata skor
sikap sebelum dan setelah perlakuan
diberikan adalah 1,52. Hasil uji
BAB VII KESIMPULAN DAN statistik didapatkan nilai t 3,42 dan P
SARAN value = 0,002 < α 0,05 berarti ada
A. Kesimpulan Pengaruh Promosi Kesehatan tentang
Setelah dilakukan penelitian Risiko Cedera Kepala terhadap Sikap
tentang Pengaruh Promosi Kesehatan

12
dalam menggunakan Helm Sepeda DAFTAR PUSTAKA
Motor 1. Anna, L.K. 2013. Benturan Di
Kepala Paling Berbahaya. (Online)
A. Saran http://www.health.kompas.com/
Berdasarkan hasil penelitian (Diunduh pada tanggal 18 Juni 2015
ini, maka penulis dapat pukul 19.00 WIB).
mengemukakan beberapa saran 2. Arikunto, S. 2010. Prosedur
yaitu: Penelitian : Suatu Pendekatan
1. Bagi Responden Praktik. Jakarta : Rineka Cipta.
Diharapkan pada remaja 3. Biro Humas Provinsi Sumbar. 2015.
khususnya siswa-siswi SMAN 1 "Target Sumbar Keselamatan
Enam Lingkung Kabupaten Padang Berlalu Lintas 2015 Nol Korban".
Pariaman untuk lebih meningkatkan (Online)
perhatian terhadap keamanan saat http://www.sumbarprov.go.id/
berkendaraan sepeda motor untuk (Diunduh pada tanggal 19 Mei 2015
mengurangi dampak risiko yang pukul 20.00 WIB).
terjadi jika terjadi hal yang tidak 4. Budiman, dan A.Riyanto. 2014.
diinginkan seperti KLL. Kapita Selekta Kuesioner
Pengetahuan dan Sikap dalam
2. Bagi Institusi Tempat Penelitian Penelitian Kesehatan. Salemba
Diharapkan dapat memberikan Medika : Jakarta.
masukan dalam merencanakan 5. Departemen Kesehatan RI. 2009.
kegiatan-kegiatan untuk Modul Pelatihan Pelayanan
meningkatkan pengetahuan dan sikap Kesehatan Peduli Remaja (PKPR).
tentang kesehatan khususnya dalam Departemen Kesehatan RI : Jakarta.
mencegah dan meminimalisir Risiko 6. Ditjen Perhubungan Darat. 2014.
Cedera Kepala akibat KLL serta taat Perhubungan Darat Dalam Angka
hukum dalam berlalu lintas di jalan 2013. (Online)
raya kepada seluruh siswa-siswi http://www.hubdat.dephub.go.id/
seperti sosialisasi aman berkendara (Diunduh pada tanggal 19 Mei 2015
atau safety riding. Sekolah dapat pukul 20.00 WIB).
menerapkan sebuah aturan bahwa 7. Fadhillah, DKK. 2014. Mengubah
hanya siswa-siswi yang membawa Pandangan Mahasiswa Dalam
helmlah yang diperbolehkan Mengenakan Helm Saat Berkendara
membawa sepeda motor ke sekolah Roda Dua Di Lingkungan Kampus.
dan sebagainya. Makalah. Purwekerto : Fakultas
Peternakan Universitas Jenderal
3. Bagi Institusi Pendidikan Soedirman.
Dapat dijadikan sebagai data 8. Grace, P. A dan N. R. Borley. 2007.
dasar untuk penelitian selanjutnya At a Glance Ilmu Bedah. Erlangga:
dan meningkatkan peran pendidik Jakarta.
dalam menyampaikan materi tentang 9. Hooten KG, dan Murad G. 2012.
Risiko Cedera Kepala kepada Helmeted vs Nonhelmeted: a
mahasiswanya. Sehingga mahasiswa Retrospective Review of Outcomes
mampu mengaplikasikan lebih baik From 2 Wheeled Vehicle Accidents
lagi untuk penelitian-penelitian At a Level 1 Trauma Center. Clin
berikutnya. Neurosurg.

13
10. Japardi, I. 2004. Cedera Kepala. PT Ilmu Keperawatan. Erlangga :
Bhuana Ilmu Komputer : Jakarta. Jakarta.
11. Kementerian Kesehatan RI. 2011. 20. Narayan RK, Dkk. 1996.
“Pekan Keselamatan Di Jalan”. Neurotrauma, General Principles of
(Online) http://www.depkes.go.id Head Injury Management. McGraw-
(Diunduh pada tanggal 31 Maret Hill : New York.
2015 pukul 20.00 WIB). 21. Nursalam, 2008. Konsep dan
12. Lahdimawan, Dkk. 2013. Hubungan Penerapan Metodologi Penelitian
Penggunaan Helm Dengan Beratnya Ilmu Keperawatan. Jakarta :
Cedera Kepala Akibat Kecelakaan Salemba Medika.
Lalu Lintas Darat Di RSUD Ulin. 22. Pamuji, F.D dkk. 2014. Mengubah
http://www.ejournal.unlam.ac.id/inde Pandangan Mahasiswa Dalam
x.php/bk/article/viewFile/987/904 Mengenakan Helm Saat
(Diunduh pada tanggal 28 Maret Berkendaraan Roda Dua Di
2015 pukul 20.00 WIB). Lingjungan Kampus. (online)
13. Martono, N. 2012. Metode Penelitian https://www.academia.edu/ (Diunduh
Kuantitatif. Rajawali Pers : Jakarta. pada tanggal 19 Mei 2015 pukul
14. Merriam-Webster. 2013. Helmet. 20.00 WIB).
(Online) http://www.merriam- 23. Putra, I.P.A. 2012. Perkembangan
webster.com/dictionary/helmet Desain Helm untuk Pengendara
(Diunduh pada tanggal 16 Agustus Sepeda Motor. (Online)
2015 pukul 23.16 WIB). http://www.alitputraiputu.blogspot.c
15. Notoatmodjo, S. 2010. Pendidikan om/ (Diunduh pada tanggal 9 Juni
dan Prilaku Kesehatan. Jakarta : 2015 pukul 21.00 WIB).
Rineka Cipta. 24. Satuan Lalu Lintas. 2015. Data Laka
16. ________. 2012. Metodologi Lantas. Satuan Lalu Lintas, Padang
Penelitian Kesehatan. Jakarta : Pariaman.
Rineka Cipta. 25. Shocker, M. 2008. Pengaruh
17. ________. 2012. Promosi Kesehatan Penyuluhan Kesehatan Terhadap
dan Perilaku Kesehatan. Rineka Penurunan Tingkat Kecemasan
Cipta : Jakarta. Keluarga Pasien Dengan Cedera
18. Notosiswoyo, M. 2014. Penggunaan Kepala (Sedang-Berat) Di Ruang 13
VCD dan Leaflet untuk Peningkatan RSU Dr. Saiful Anwar Malang.
Pengetahuan, Sikap, dan Perilaku (Online) https://www.scribd.com/
Siswa dalam Pencegahan Kecelakaan (Diunduh pada tanggal 23 September
Sepeda Motor. (Online) 2015 pukul 20.00 WIB).
http://download.portalgaruda.org/arti 26. Soetjiningsih. 2004. Tumbuh
cle.php?article=279920&val=7113& Kembang Remaja Dan
title=Penggunaan%20VCD%20dan Permasalahannya. Sagung Seto :
%20Leaflet%20untuk%20Peningkat Jakarta.
an%20Pengetahuan,%20Sikap,%20d 27. Susilawati, D. 2010. Hubungan
an%20Perilaku%20Siswa%20dalam Waktu Prehospital Dan Nilai
%20Pencegahan%20Kecelakaan%20 Tekanan Darah Dengan Survival
Sepeda%20Motor (Diunduh pada Dalam 6 Jam Pertama Pada Pasien
tanggal 1 November 2015 pukul Cedera Kepala Berat. (Online)
16.00). http://www.repository.unand.ac.id/18
19. Nursalam, 2011. Konsep dan 322/ (Diunduh pada tanggal 31
Penerapan Metodologi Penelitian Maret 2015 pukul 20.00 WIB).

14
28. Teasdale, P dan P. Mathew. 1996.
Mechanism of Cerebral Concussion,
Contusion and Other Effects of Head
Injury. WB Saunders Co :
Philadelphia.
29. Umalucky, R. 2013. Faktor,
Dampak, Antisipasi Kecelakaan
Kendaraan Bermotor. (Online)
http://www.jurnalilmiahtp.blogspot.c
om/ (Diunduh pada tanggal 18 Juni
2015 pukul 20.00 WIB).
30. Wikipedia. 2014. Helm. (Online)
http://www.id.wikipedia.org/
(Diunduh pada tanggal 20 Mei 2015
pukul 21.00 WIB).
31. Yu WY, Dkk. 2011. Effectiveness of
Different Types of Motorcycle
Helmets and Effects of Their
Improper Use on Head Injuries. Int J
Epidemiol.

15