Anda di halaman 1dari 18

BAB III

PEMBAHASAN

4.2 Jenis dan Bagian-Bagian Circuit Breaker


Berdasarkan media pemadam busur api listrik, PMT dibedakan menjadi;
1) PMT dengan menggunakan banyak minyak (Bulk Oil CB)
2) PMT dengan menggunakan sedikit minyak (Small Oil CB)
3) PMT dengan menggunakan udara hembus (Air Blast CB)
4) PMT dengan menggunakan ruang hampa udara (Vacuum CB)
5) PMT dengan menggunakan gas SF6
4.1.2 PMT dengan Media Minyak

Media minyak yang digunakan pada PMT tipe ini adalah Diale A, Diale
B, Diale C dan Diale D. Jenis-jenis minyak tersebut memiliki toleransi
batasan tahanan tembus yang bertingkat. Dengan standar tegangan tembus
adalah 1 kV/cm. Diale A mempunyai toleransi batasan tahanan tembus
hingga 600 kV/cm, Diale B mempunyai toleransi batasan tahanan tembus
hingga 350 kV/cm, Diale C mempunyai toleransi batasan tahanan tembus
hingga 200 kV/cm, dan Diale D mempunyai toleransi batasan tahanan
tembus hingga 100 kV/cm.

4.1.2.1 PMT dengan Banyak Menggunakan Minyak (Bulk Oil Circuit


Breaker)

Pada tipe ini minyak berfungsi sebagai;

1. Peredam loncatan bunga api listrik selama pemutusan kontak-kontak.

2. Bahan isolasi antara bagian-bagian yang bertegangan dengan badan

71
72

Gambar 4.1 (a) PMT banyak menggunakan minyak dan (b) PMT banyak
menggunakan minyak dengan pengatur busur api.

Keterangan Gambar 4.1 (a) dan (b):

1. Tangki
2. Minyak Dielektrik
3. Kontak yang bergerak
4. Gas yang terbentuk dari dekomposisi minyak dielektrik (Hidrogen 70%)
5. Alat Pembatas Busur Api Listrik
6. Kontak Tetap
7. Batang Penegas (dari Fiberglass)
8. Konduktor dari tembaga
9. Bushing terisi minyak atau tipe kapasitor
10. Konduktor (tembaga berlapis perak)
11. Inti busur api listrik
12. Gas hasil ionisasi

13. Gelembung-gelembung gas

4.1.2.2 PMT dengan Sedikit Menggunakan Minyak (Low Oil Circuit


Breaker)
73

Pada PMT dengan menggunakan sedikit menggunakan minyak ini,


minyak hanya dipergunakan sebagai peredam loncatan bunga api.
Sedangkan sebagai bahan isolasi dari bagian-bagian yang bertegangan
digunakan porselen atau material isolasi dari jenis organik. Pemutusan arus
dilakukan di bagian dalam dari pemutus. Pemutus ini di masukkan dalam
tabung yang terbuat dari bahan isolasi. Diantara bagian pemutus dan tabung
diisi minyak yang berfungsi untuk memadamkan busur api waktu
pemutusan.

Gambar 4.2 PMT sedikit menggunakan minyak (Small Oil CB)

Keterangan Gambar 4.2 :

1. Kontak tetap
2. Kontak bergerak
3. Ruangan pemutus aliran
4. Ruang penyangga
5. Ruangan atas (puncak)
6. Alat pemadam busur api
7. Kontak tetap
8. Penutup dari kertas berkelit
9. Batang penggerak
10. Katup pelalu
74

11. Terminal
12. Katup pembantu
13. Lubang gas
 Kelebihan PMT Media Minyak
Secara operasional handal, jika memutus berulang kali tidak masalah,
tidak mempengaruhi auxiliary lainnya.
 Kekurangan PMT Media Minyak
PMT terlalu berat dan besar (makan tempat), resiko terbakar, dan
frekuensi kegagalan bushing
4.1.2.3 Proses Pengaturan Busur Api
Pengatur busur api (Arc control Device) umumnya dipergunakan
pada PMT dengan banyak menggunakan minyak yang berkapasitas besar
dan PMT dengan sedikit menggunakan minyak. Pengatur busur api
mengatur panjang nya busur api dapat di jelaskan sebagai berikut:

Gambar 4.3 proses pemadaman busur api media minyak

Keterangan Gambar 4.3 ;

1. Kontak tetap
2. Kontak Bergerak
3. Pengatur Busur Api
75

4. Busur api
5. Gas Bertekanan
6. Minyak

4.1.3 PMT dengan Media Udara

4.1.3.1 PMT Udara Hembus (Air Blast Circuit Breaker)

Pada PMT udara hembus, udara tekanan tinggi dihembuskan ke


busur api melalui nozzle pada kontak pemisah ionisasi media diantara
kontak dipadamkan oleh hembusan udara. Setelah pemadam busur api
dengan udara tekanan tinggi, udara ini juga berfungsi mencegah restriking
voltage (tegangan pukul). Kontak PMT di tempatkan di dalam isolator, dan
juga katup hembusan udara. Pada PMT kapasitas kecil isolator ini
merupakan satu kesatuan dengan PMT-nya, tetapi untuk kapasitas besar
tidak demikian halnya.

Gambar 4.4 (a) PMT udara hembus dan (b) Ruangan pemadam busur api
ganda pada PMT udara hembus

Keterangan Gambar 4.4 (a) dan (b) :


1. Tangki Persediaan Udara dari plat baja
2. Isolator berongga dari Porselen
76

3. Mekanis penggerak pneumatik


4. Batang penggerak dari baja
5. Katup pneumatik
6. Kontak tetap dari tembaga
7. Kontak bergerak dari tembaga
8. Terminal dari tembaga atau perak
9. Pegas penekan dari campuran baja
10. Pelepas udara keluar
11. Tanduk busur api dari tembaga
12. Unit tahanan
13. penutup dari porselen
14. saluran

4.1.3.2 PMT dengan Hampa Udara (Vacuum Circuit Breaker)

Kontak-kontak pemutus dari PMT ini terdiri dari kontak tetap dan
kontak bergerak yang di tempatkan dalam ruang hampa udara. Ruang
hampa udara ini mempunyai kekuatan dielektrik yang tinggi dan media
pemadam busur api yang baik.

Gambar 4.5 Pemutus dari PMT Hampa Udara

Keterangan Gambar 4.5 :

1. Plat-plat penahan bukan bahan magnit


2. rumah pemutus dari bahan isolasi
77

3. pelindung dari embun uap


4. kontak bergerak
5. kontak tetap
6. penghembus dari bahan logam
7. tutup alat penghembus
8. ujung kontak
Kelebihan PMT Udara
 PMT jenis ini sangat simpel (tidak makan tempat), kemampuan peredam
sangat tinggi dan pemeliharaannya paling sedikit. Umumnya digunakan
pada sisi 20 kV.

Kekurangan PMT Udara

 Pada saat pelepasan sangat mempengaruhi auxiliary lainnya, karena


tekanan gas sangat besar yang mempengaruhi dinding isolator dan
paking (seal), dan apabila bocor atau rusak pasti meledak dan tidak
dapat diperbaiki (harus diganti). pembangunan pusat sistem kompresi
udara sangat mahal dan polusi suara yang sangat tinggi

4.1.3.3 Proses Pemadaman Busur Api

Gambar 4.6 Proses Pemadaman Busur Api Sistem Udara Hembus

Sakelar PMT ini dapat digunakan untuk memutus arus sampai 40


kA dan pada rangkaian bertegangan sampai 765 kV. PMT udara hembus
dirancang untuk mengatasi kelemahan pada PMT minyak, yaitu dengan
78

membuat media isolator kontak dari bahan yang tidak mudah terbakar dan
tidak menghalangi pemisahan kontak, sehingga pemisahan kontak dapat
dilaksanakan dalam waktu yang sangat cepat. Saat busur api timbul, udara
tekanan tinggi dihembuskan ke busur api melalui nozzle pada kontak
pemisah dan ionisasi media diantara kontak dipadamkan oleh hembusan
udara tekanan tinggi itu dan juga menyingkirkan partikel-partikel
bermuatan dari sela kontak, udara ini juga berfungsi untuk mencegah
restriking voltage (tegangan pukul ulang). Kontak pemutus ditempatkan
didalam isolator, dan juga katup hembusan udara. Pada sakelar PMT
kapasitas kecil, isolator ini merupakan satu kesatuan dengan PMT, tetapi
untuk kapasitas besar tidak demikian halnya.

Gambar 4.7 Proses Pemadaman Busur Api Sistem Udara Hampa


(Vacuum)

Jika kontak dibuka, maka pada katoda kontak terjadi emisi thermis
dan medan tegangan yang tinggi yang memproduksi elektron-elektron
bebas. Elektron hasil emisi ini bergerak menuju anoda, elektron-elektron
bebas ini tidak bertemu dengan molekul udara sehingga tidak terjadi proses
ionisasi. Akibatnya, tidak ada penambahan elektron bebas yang mengawali
pembentukan busur api. Dengan kata lain, busur api dapat dipadamkan.

4.1.4 PMT dengan Gas SF6


Media gas yang digunakan pada tipe PMT ini adalah gas SF6 (Sulphur
Hexaflourida). Sifat-sifat gas SF6 adalah tidak berbau, tidak berwarna, tidak
beracun, dan tidak mudah terbakar. Pada temperatur di atas 150o C gas SF6
79

mempunyai sifat tidak merusak metal, plastik dan bermacam-macam bahan


yang umumnya digunakan dalam pemutus tenaga tegangan tinggi.
Sebagai isolasi listrik, gas SF6 mempunyai kekuatan dielektrik yang
tinggi (2,35 kali udara) dan kekuatan dielektrik ini bertambah dengan
pertambahan tekanan. Sifat lain dari gas SF6 adalah mampu mengembalikan
kekuatan dielektrik dengan cepat, setelah arus bunga api listrik melalui titik
nol. PMT SF6 ada dua tipe, yaitu tipe tekanan tunggal dan tipe tekanan ganda.
Pada tipe tekanan tunggal, PMT diisi gas SF6 dengan tekanan kira-kira 5
kg/cm2. Selama pemisahan kontak-kontak, gas SF6 ditekan ke dalam suatu
tabung yang menempel pada kontak bergerak. Pada waktu pemutusan, gas
SF6 ditekan melalaui nozzle dan tiupan ini yang mematikan busur api. Pada
tipe tekanan ganda, gas dari sistem tekanan tinggi di alirkan melalui nozzle ke
gas sistem tekanan rendah selama pemutusan busur api. Pada sistem gas
tekanan tinggi tekanan gas kurang lebih 12 kg/cm2 dan pada gas sistem
tekanan rendah, tekanan gas kurang lebih 2 kg/cm2. Gas pada sistem tekanan
rendah kemudian dipompakan kembali ke sistem tekanan tinggi. Gambar 4.5
(a) dan (b) menunjukkan bentuk-bentuk PMT gas SF.6.

Gambar 4.8 (a) Satu kutub PMT dengan gas SF 6 bertangki ganda dalam
tangki tertutup

Keterangan Gambar 4.8 (a) :

1. Sambungan terminal-terminal
80

2. Isolator-isolator atas
3. Jalan masuknya gas SF6
4. Jalan keluarnya gas SF6
5. Ruang pemadam busur api
6. Sambungan penggerak
7. Isolator bawah
8. Persediaan utama gas SF6 14 kg/cm2
9. Penyangga dari alumunium
10. Ruang tekanan rendah
11. Pembantu persediaan tekanan tinggi

Karakteristik Gas SF6

 Kelebihan PMT media gas SF6

Sifat gas SF6 tidak berbau, tidak berwarna, tidak beracun, dan tidak
mudah terbakar. Pada temperatur di atas 150o C gas SF6 mempunyai sifat
tidak merusak metal, plastik dan bermacam-macam bahan yang umumnya
digunakan dalam pemutus tenaga tegangan tinggi. Sebagai isolasi listrik, gas
SF6 mempunyai kekuatan dielektrik yang tinggi (2,35 kali udara) dan
kekuatan dielektrik ini bertambah dengan pertambahan tekanan. Sifat lain dari
gas SF6 adalah mampu mengembalikan kekuatan dielektrik dengan cepat,
setelah arus bunga api listrik melalui titik nol. Selain itu PMT jenis ini simpel
(tidak makan tempat).

 Kelemahan PMT media gas SF6


81

Pada saat pelepasan sangat mempengaruhi auxiliary lainnya, karena


tekanan gas sangat besar yang mempengaruhi dinding isolator dan paking
(seal).

4.2 Konstruksi Circuit Breaker

Dalam hal ini circuit breaker yang dipakai adalah Air Circuit Breaker dengan
tegangan menengah. Secara umum circuit breaker ini terdiri atas 3 (tiga) bagian
utama yaitu :

1. Bagian pemutus “Interrupter”


2. Bagian mekanis penggerak Operating Mechanism
3. Peralatan Bantu sebagai peralatan yang menunjang operasi circuit
breaker
a. Bagian Interupter
Bagian pemutus Interrupter adalah bagian yang memutuskan dan
menghubungkan arus beban listrik sesuai dengan arus kerjanya Rating
Current dan memutuskan arus hubung singkat yang besar atau arus
gangguan lain. Bagian pemutus Interrupter ini terdiri atas:
1. Kontak-Kontak
Kontak dalam circuit breaker harus dapat mengalirkan atau
menghubungkan arus beban dengan sempurna, sehingga hubungan antara
kontak – kontaknya harus sempurna.

2. Pemutus Busur Api Listrik Arc – Chute


Arc chute dalam circuit breaker dipakai untuk memutuskan loncatan
busur api listrik yang timbul diantara kontak – kontak breaker, sehingga
busur api tersebut dapat dipadamkan lebih cepat dan mudah.

3. Primary Disconnecting Contact


Primary disconnecting contact ini dipakai untuk menghubungkan
kutub – kutub kontak circuit breaker dengan rangkaian sumber dan beban
listrik didalam cubicle.
82

4. Secondary Disconnecting Contact


Digunakan untuk menghubungkan kontak control operasi breaker
dengan rangkaian didalam cubicle.

b. Bagian Mekanis Penggerak


Mekanisme penggerak adalah yang menggerakkan kontak – kontak gerak
circuit breaker. Kecepatan membuka kontak – kontak dapat mempercepat
pemadaman busur api listrik dan mempersingkat terjadi restriking arc saat
pemutusan beban. Kecepatan kontak tersebut tergantung dari kecepatan
mekanisme penggerak.Mekanisme penggerak terdiri atas
1. Pegas – pegas penggerak kontak (Spring)
Pegas – pegas ini berfungsi untuk penggerak kontak dalam circuit
breaker. Pegas – pegas ini berguna untuk membuka dan menutup breaker.

2. Solenoid Penutup
Solenoid ini berguna untuk menyambung breaker pada saat open ke
closing dan terkunci.

3. Levering device
Suatu alat yang digunakan untuk memposisikan breaker di cubicle
pada posisi reg out, test, dan reg in.

4. Puffer
Alat untuk udara hembus pada air circuit breaker. Puffer berguna
untuk menghilangkan busur api listrik.

5. Perlengkapan Pengunci Otomatis Interlock


Interlock adalah permitivitas agar breaker close atau open. Interlock
sangat berguna bagi human maupun peralatan tersebut.

6. Solenoid Trip
83

Solenoid yang digunakan untuk membuka breaker.

7. Motor DC
Motor DC berguna sebagai motor penekan dan peregang spring. Dan
digunakan untuk menggerakkan circuit breaker untuk reg up dan reg down
pada PLTU unit III.
c. Peralatan Bantu
Peralatan Bantu merupakan alat pelengkap yang menunjang operasi
circuit breaker dalam suatu rangkaian sistem tenaga listrik seperti :
 Auxiliary contact
Auxiliary contact dalam circuit breaker dipakai untuk menunjang
operasinya breaker dan untuk fasilitas interlock sistem yang bekerja
bersamaan dengan kontak breaker dan posisi auxiliary contack
disesuaikan dengan kebutuhan.
 Relay
Relay digunakan untuk Relay proteksi dan relay contactor. Untuk
relay proteksi digunakan relay over current , relay differential current dan
relay ground fault
 Perlengkapan pengendali jarak jauh “Remote Control”
Perlengkapan ini digunakan untuk control dari control room
 Electrical dan mechanical interlock
Electrical dan mechanical interlock bertujuan sebagai safety pada
peralatan maupun human.
 Trafo CT dan PT
4.3 Pemeriksaan dan Pemeliharaan Circuit Breaker

Pemeliharaan terhadap circuit breaker tersebut bertujuan untuk menjaga agar


breaker dapat selalu beroperasi dengan baik, sempurna dan sesuai dengan fungsinya
dan tetap aman. Dalam pemeliharaan circuit breaker ini dapat dibagi menjadi 3
(tiga) kategori yaitu :

1. Pemeliharaan dan Pembersihan


84

2. Pemeliharaan rutin
3. Perbaikan (Overhoul)

4.3.1 Pelaksanaan Pemeliharaan

a. Langkah-Langkah Pengamanan
Sebagai langkah pelaksanaannya adalah :
- Melepas circuit breaker melalui panel control dan menguncinya
- Memberikan rambu – rambu Tagging.
- Membebaskan breaker dari sumber tegangan control dan tegangan
menengah
- Menempatkan breaker pada posisi Disconnecting atau Test
- Menggunakan buku petunjuk pemeliharaan dan catatan riwayat
peralatan untuk mendapatkan data – data kerusakan atau ganguan
sebelumnya, sebagai penuntun analisa gangguan serta penyebabnya

b. Mengeluarkan dari Bilik


Untuk mengeluarkan breaker dari dalam cubicle dilakukan dengan
cara :
- Meyakinkan bahwa breaker dalam posisi OFF yaitu dengan menekan
tombol OFF pada Test Operation pada cubicle
- Melepas tegangan control dan tegangan sirkuit penutup dengan cara
melepas sekering – sekering mini circuit breakernya (MCB).
- Menempatkan breaker pada posisi Disconnected
- Mengeluarkan breaker dari cubicle dengan menggunakan engkol
pemutar.

c. Memeriksa Mekanisme Penggerak


Pemeriksaan mekanisme penggerak dilakukan dengan cara :
- Meyakinkan bahwa seluruh komponen yang bergerak dapat bergerak
bebas, tidak rusak, tidak longgar karena aus dan selalu pada
kedudukan yang benar, lurus dan sebaris.
85

- Memberikan pelumas pada bagian – bagian yang bergerak atau poros


dengan pelumas yang sesuai
- Memeriksa baut – baut, mur – mur.

d. Memeriksa Shock Absorbser


Pada circuit breaker tertentu, terutama breaker yang menggunakan
udara hembus, peredam gerakan pantul tersebut dilakukan oleh peralatan
penghembus itu sendiri sehingga apabila puffer dapat bekerja maka shock
absorbser dalam keadaan baik

e. Memeriksa Kontak dan pegas penekan kontak


Kontak dalam circuit breaker merupakan komponen utama yang
menghubungkan atau melepas rangkaian beban dengan sumbernya karena
kontak harus dapat mengalirkan arus beban sesuai ratingnya dengan
sempurna, maka hubungan kontak – kontak harus sempurna.
Untuk memperoleh hubungan yang selalu sempurna, maka perlu
dilakukan pemeliiharaan sebagai berikut :
- Memeriksa seluruh permukaan kontak utama dan meyakinkan bahwa
permukaan kontak tetap (fixed contact) dalam keadaan bersih, rata dan
tidak aus atau berlubang – lubang.
- Memeriksa kekuatan jepit kontak tetap (fixed contact) terhadap kontak
gerak (moving contact) atau memeriksa pegas penekan kontaknya.
- Meyakini bahwa pegas penekan kontak tidak rusak, patah dan tetap
dalam kedudukan yang benar, serta memeriksa kekuatan penekannya.

f. Memeriksa Arc Cute


Pemeriksaan arc chute ini dilakukan untuk mengetahui bagian
pemutus busurnya yang rusak atau pecah, akibat busur api yang besar.
Pemeriksaan ini dilakukan dengan cara :
1) Memeriksa bagian bawah atau bagian arc chute yang berhadapan
dengan kontak – kontak breaker.
86

2) Memeriksa keadaan dan kebersihan kisi – kisi arc chute dan


arching hom yang rusak dan putus
3) Meyakinkan bahwa saluran ventilasi tetap bersih

g. Pengukuran Merger Test


Pengukuran tahanan isolasi (Megger Test) merupakan metode non
destructive untuk menentukan kondisi dari isolasi dari peralatan dalam hal
ini Circuit Breaker . Pengukuran dilakukan antara bagian fasa dengan
ground.

h. Pengukuran Tahanan Kontak


Untuk meyakinkan bahwa kontak – kontak utama breaker telah
terhubung dengan sempurna maka perlu dilakukan pengukuran tahanan
hubungan kontak – kontak dengan cara :
1. Menggunakan ductor ohm meter untuk mengukur besarnya
resistansi hubungan kontak – kontak
2. Kontak – kontak circuit breaker yang diukur, harus dalam posisi
terhubung
3. Memberikan kontak yang akan dipakai untuk penjepitan alat – alat
ukur.

Mengoperasikan alat ukur dan mengatur arus pengukuran sesuai dengan


kemampuan breaker.

4.4 Pengoperasian PMT


4.4.1 Pembukaan Jaringan
a. PMT dioperasikan terlebih dahulu, baru kemudian pemisah-
pemisahnya.
b. Sebelum pemisah dikeluarkan/dioperasikan harus diperiksa apakah
PMT sudah terbuka sempurna .
c. Urutan pembukaan jaringan:
87

1. PMT dikeluarkan
2. PMS dikeluarkan
3. PMS tanah dimasukkan

Gambar 4.9 Diagram satu garis urutan pembukaan jaringan

4.4.2 Penutupan Jaringan


a. PMT dioperasikan setelah pemisah-pemisahnya dimasukkan lihat
gambar.
b. Setelah PMT dimasukkan diperiksa apakah terjadi kebocoran
isolasi (misal minyak) pada PMT.
c. Urutan penutupan jaringan:
1. PMS tanah dikeluarkan
2.PMS dimasukkan
3. PMT dimasukkan
88

Gambar 4.10 Diagram satu garis urutan penutupan jaringan