Anda di halaman 1dari 1

Praktikum kali ini berjudul Uji kerusakan mekanis dengan kloroks yang bertujuan untuk melatih

mahasiswa agar dapat menguji kerusakan mekanis dengan metode kloroks dan agar mahasiswa dapat
membandingkan efektivitas uji untuk kedelai dan jagung. Kloroks yang digunkan pada praktikum ini
adalah beayclin dengan bahan pengisian 5,25 NaClO.

Saat praktikum, kami telah merendam benih jagung dan kedelai dengan jumlah masing-masing benih
adalah 50 butir. Lama perendamannya adalah 15 menit. Dan setelah perendaman kami mendapatkan
jumlah benih yang masih bagus dan rusak yang telah kami presentasekan kerusakannya. Dari ketiga sub
yang melakukan percobaan, dapat diketahui bahwa adanya kemiripan hasil, dimana benih kedelai, yang
lebih banyak mengalami kerusakan dibandingkan dengan benih jagung.

Dari data sub 1, 2 dan 3, persentase kerusakan benih kedelai berturut-turut adalah 100%, 100% dan
98%. Sedangkan persentase benih jagung berturut-turut pada tiap sub adalah 12%, 72% dan 40%. Hal ini
dapat terjadi karena struktur benih kedelai yang relatif lembek dan kulit biji tipis sedangkan benih jagung
relatif lebih keras dibandingkan dengan kedelai.

Dari pengamatan yang kami lakukan ada standar kerusakan benihnya, yakni untuk kedelai dicirikan
dengan kulit biji yang pecah (retak) dan untuk jagung dicirikan dengan kulit biji mengerut dan warnanya
berubah (pudar).