Anda di halaman 1dari 39

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah


Nutrien merupakan sumber zat-zat esensial utama yang diperlukan untuk
bertahan hidup. Kesehatan terjaga ketika seseorang mengonsumsi kombinasi
nutrien yang tepat dengan jumlah yang tepat. Masalah utama yang dihadapi
penyedia layanan kesehatan (misal dokter, praktisi keperawatan) saat ini
adalah kelebihan konsumsi nutrien, baik nutrien yang baik maupun yang tidak
baik. Obesitas terkait dengan banyak sakit kronis, termasuk penyakit jantung,
diabetes, kanker, dan arthritis. Masing-masing penyakit tersebut berdampak
pada kualitas hidup, dan beberapa bahkan mengancam nyawa. Kekurangan
nutrisi juga dapat berkontribusi pada kesehatan yang kurang optimal. Secara
tradisional, kita menganggap pasien malnutrisi adalah mereka dengan berat
badan kurang. Namun seseorang yang kelebihan berat dan di saat bersamaan
kekurangan nutrisi jika ia tidak mengonsumsi nutrien yang tepat. Kekurangan
gizi dapat menyebabkan pertumbuhan terhambat, oksigenasi terganggu, atau
arthritis. Dengan demikian, penting untuk penyedia layanan kesehatan,
khususnya perawat, mengintervensi untuk mempromosikan pola nutrisi yang
sehat dan memperbaiki gangguan nutrisi.
1.2 Rumusan Masalah
1. Bagaimana pemenuhan kebutuhan nutrisi?
2. Apa saja tanda dan gejala kecukupan nutrisi?
3. Apa saja masalah secara umum berkaitan dengan gangguan pemenuhan
nutrisi?
1.3 Tujuan Penulisan
Tujuan penulisan makalah ini agar mahasiswa dapat memahami konsep
dan prinsip kebutuhan nutrisi.

1.4 Manfaat Penulisan


Manfaat penulisan ini adalah:
1. Mahasiswa mengetahui dan memahami pemenuhan kebutuhan nutrisi
2. Mahasiswa mengetahui dan memahami tanda dan gejala kecukupan nutrisi

1
3. Mahasiswa mengetahui dan memahami masalah secara umum berkaitan
dengan gangguan pemenuhan nutrisi

2
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Nutrisi

Nutrisi (zat gizi) adalah komponen kimia dalam makanan yang digunakan
oleh tubuh sebagai sumber energi dan membantu pertumbuhan, perbaikan, dan
perawatan sel-sel tubuh. Terdapat enam kelas zat gizi:

1. Protein
2. Karbohidrat
3. Lemak
4. Vitamin
5. Mineral
6. Air

Nutrient adalah zat kimia organik / anorganik yang ditemukan dalam


makanan dan diperlukan untuk berfungsinya tubuh. Bila intake/ masukan
adekuat (cukup) = Nutrient essensial. Nutrient esensia itu terdiri dari :
karbohidrat, protein, lemak, mineral.

Setiap jenis makanan memberikan sesuatu yang berbeda dan diet yang
seimbang mengandung semua jenis nutrien dalam jumlah yang cukup untuk
mempertahankan kesehatan. Diet yang seimbang harus mengikuti aturan
berikut ini:

 Makan berbagai jenis makanan


 Sebagian besar makanan yang dimakan adalah karbohidrat, misalnya
pasta, nasi, dan kentang
 Makan 4 hingga 6 porsi buah-buahan atau sayuran setiap harinya
 Makan kacang, produk susu, dan daging tanpa lemak dalam jumlah sedang
 Gunakan lemak, gula, dan garam seminimal mungkin
 Alkohol diminum dalam jumlah yang sedikit

2.2 Fisiologi Nutrisi

Nutrisi diperoleh melalui konsumsi zat-zat makanan. Ada dua kategori


umum nutrisi, dan keduanya dipecah ke dalam subkomponen.

3
1. Makronutrien

Makronutrien termasuk karbohidrat, lemak, dan protein. Setiap


makronutrien menyediakan sumber kalori. Kalori atau kilokalori
merupakan unit dasar energi yang terkandung dalam zat makanan
tertentu. Misal, jika makan sepotong roti tawar yang mempunyai 70
kalori, maka akan mendapatkan energi yang tersedia untuk digunakan.
Melakukan aktivitas yang ekuivalen dengan jumlah kalori yang
dikonsumsi akan mengakibatkan pertambahan maupun pengurangan
berat badan. Namun jika asupan kalori lebih dari yang dibutuhkan
untuk tingkat energi yang dikeluarkan, maka akan terjadi pertambahan
berat badan. Sebaliknya, jika asupan kalori kurang dari jumlah energi
yang dikeluarkan, maka terjadi penurunan berat badan (jumlah yang
disimpan tubuh tidak berlebih). Deskripsi singkat dari masing-masing
makronutrien sebagai berikut :

a. Karbohidrat: merujuk pada kadar gula, ini adalah sumber utama


energi. Beberapa karbohidrat tidak dapat dicerna dengan sempurna
dan diserap oleh tubuh. Karbohidrat yang tidak dapat dicerna disebut
serat. Meski serat tidak diserap oleh tubuh, ini memberi manfaat pada
tubuh.
1) Peran dan biologis karbohidrat
a) Peran dalam biosfer
b) Sebagai bahan bakar dan nutrisi
c) Sebagai cadangan energi
d) Sebagai materi pembangun
2) Fungsi karbohidrat
a) Sumber energi
b) Pemberi rasa manis dan makanan
c) Penghemat protein
d) Pengatur metabolisme lemak
e) Membantu pengeluaran feses.
3) Penggolongan karbohidrat yang paling penting sering dipakai adalah
berdasarkan molekulnya
a) Monosakarida adalah karbohidrat yang paling sederhana, karena
tidak bisa dihidrolisis lagi menjadi karbohidrat lain.

4
Monosakarida larut didalam air dan rasanya manis, sehingga
secara umum disebut juga gula. Dan penamaan kimia nya
berakhiran –osa.
Monosakarida terdiri atas;
 Glukosa: terdapat pada buah-buahan, sayur-sayuran,
madu, sirup, jagung, dan tetes tebu.
 Fruktosa: terdapat pada mahkota bunga, madu, dan hasil
hidrolisa dari gula dan tebu.
 Galaktosa: tidak dijumpai bebas dialam, galaktosa yang
ada didalam tubuh merupakan hasil hidrolisa dari laktosa.
b) Disakarida terdiri atas dua unit monosakarida yang terikat satu
sama lain melalui reaksi kondensasi. Disakarida terdiri atas;
 Sukrosa: gula yang kita pergunakan sehari-hari, sehingga
lebih sering disebut gula meja atau gula pasir. Secara
komersial gula pasir 99% terdiri atas sukrosa dibuat
melalui proses penyulingan dan kristalisasi. Gula merah
yang banyak digunakan di indonesia terdapat dari tebu.
 Maltosa: tidak terdapat bebas dialam. Maltosa terbentuk
setiap saat pemecahan pati, seperti yang terjadi pada
tumbuh-tumbuhan bila benih atau bijian berkecambah dan
didalam usus manusia pada pencaernaan pati. Maltosa
mempunyai 2 molekul monosakarida yang terdiri dari dua
molekul glukosa.
 Laktosa: mempunyai 2 molekul monosakrida yang terdiri
dari satu molekul glukosa dan satu molekul galaktosa.
Laktosa kurang larut dalam air. Dan hanya terdapat pada
susu sehingga disebut juga gula susu (susu sapi 4-5% dan
asi 4-7%).
c) Polisakarida merupakan senyawa karbohidrat kompleks, dapat
mengandung 60.000 molekul monosakarida yang tersusun
membentuk rantai lurus atau bercabang. Polisakrida rasnya tawar
tidak seperti monosakarida dan disakarida. Polisakarida terdiri
atas:

5
 Amilum (zat pati): merupakan simpanan karbohidrat
dalam tumbuh-tumbuhan dan merupakan karbohidrat
utama yang dimakan manusia di seluruh dunia. Pati
terutama terdapat dalam padi-padian, biji-bijian, dan
umbi-umbian.
 Dekstrin: merupakan produk antara pada perencanaan pati
atau dibentuk melalui dirolisis parsial pati. Dekstrin
adalah karbohidrat yang dibentuk selama hidrolisis pati
menjadi gula oleh panas, asam dan atau enzim.
 Glikogen: dinamakan juga pati hewan karena merupakan
bentuk simpanan kerbohidrat didalam tubuh manusia dan
hewan, yang terutama terdapat didalam hati dan otot. Dua
pertiga bagian dari glikogen disimpan dalam otot dan
selebihnya dalam hati. Glikogen dalam otot hanya dapat
dipergunakan untuk keperluan energi didalam otot
tersebut, sedangkan glikogen hati dapat digunakan sebagai
sumber energi untuk keperluan semua sel tubuh.
Kelebihan glukosa melampaui kemampuan
menyimpannya dalam bentuk glikogen akan diubah
menjadi lemak dan disimpan dalam jaringan lemak.
 Selulosa: hampir 50% karbohidrat yang berasal dri
tumbuh-tumbuhan adalah selulosa, karena selulosa
merupakan bagian yang tepenting darri dinding sel
tumbuh-tumbuhan. Selulosa tidak dapat dicerna oleh
tubuh manusia, karena tidak ada enzim untuk memecah
selulosa. Meskipun tidak dapat dicerna, selulosa berfungsi
sebagai sumber serat yang dapat memperbesar volume
dari faeses, sehingga memperlancar defekasi.

b. Protein: ini tersusun atas asam amino. Protein penting untuk


pertumbuhan dan perkembangan pembentukan jaringan dan perbaikan,
proses kekebalan, dan mengedarkan nutrien lain dan beberapa medikasi.
Dalam ketiadaan karbohidrat, protein dapat menyediakan energi. Namun,

6
situasi ini harus dihindari karena peran utama yang dilakukan protein
dalam fungsi tubuh berbeda. Protein merupakan rantaian gabungan 22
jenis asam amino.
1) Sumber protein: protein mengadung semua jenis asam amino
esensial, ditemukan dalam daging, ikan, unggas, keju, telur, susu,
tumbuhan berbiji, dan kentang. Protein dapat diperoleh dari berbagai
sumber bahan makanan. Berdasarkan asalnya, protein dapat
dibedakan menjadi dua:
a) Protein hewani, berasal dari hewan. Umumnya mengandung
protein yang lengkap, terdapat pada ikan, daging, susu, telur,
larva serangga, lebah, belalang, laron, kepompong,dll.
b) Protein nabati, berasal dari tumbuhan. Protein nabati
mengandung protein yang tidak lengkap, kecuali pada kacang-
kacangan yaitu kedelai.
2) Fungsi protein:
a) Sebagai enzim
b) Alat pengangkut dan penyimpan
c) Pengatur pergerakan
d) Penujang mekanis
e) Pertahan tubuh atau imunisasi
f) Membangkitkan dan menghantarkan impuls syaraf
3) Faktor yang mempengaruhi kebutuhan protein
a) Perkembangan jaringan
b) Kualitas protein
c) Digestibilitas protein
d) Kandungan energi dari makanan
c. Lemak: tipe lemak tertentu penting untuk dimasukkan dalam menu
makanan, namun jenis yang tepat penting karena menyediakan sumber
energi dan juga sarana untuk menyimpan energi. Lemak juga
mengedarkan nutrien lain (misal vitamin), insulasi tubuh, dan
melindungi organ lain.
1) Macam-macam lemak
a) Lemak sederhana : Lemak ini berasal dari trigliserida. Contoh
lemak ini adalah lilin dan minyak.
b) Lemak campuranLemak ini tersusun atas lemak dan senyawa
yang bukan lemak. Contohnya adalah lipoprotein, fosfolipid, dan
fosfatidilkolin.

7
c) Lemak asliTerbagi atas asam lemak jenuh dan asam lemak tak
jenuh.

2) Fungsi lemak meliputi:

a) Fungsi lemak sebagai pelindung tubuh dari perubahan suhu,


terutama suhu rendah

b) Fungsi lemak sebagai pelarut beberapa vitamin

c) Fungsi lemak sebagai sumber energi

d) Fungsi lemak sebagai alat pengangkut vitamin yang dadat larut


di dalam lemak

e) Fungsi lemak sebagai pelindung organ vital seperti jantung dan


lambung

f) Fungsi lemak sebagai penahan lapar

g) Fungsi lemak sebagai penghemat protein, sebab lemak


merupakan sumber utama terbentuknya energi

h) Fungsi lemak sebagai pelumas yang berguna pada saluran cerna


untuk membantu mengeluarkan sisa

i) Fungsi lemak sebagai penyusun membrane sel

j) Fungsi lemak sebagai bahan untuk menyusun hormone serta


vitamin

3) Sumber lemak
a) Lemak hewani: daging, ikan susu, dan telur
b) Lemak nabati: alpuket, tumbuhan laut, kacang kedelai, dan
minyak kelapa.
4) Penyakit yang berhubungan dengan lemak

8
Berbagai kesalahandsn kelainandapat terjadi dalam proses
metabolisme lemak. Seorang yang obesiras atau kelebihan berat
badan akibat penumpukan lemak pada tubuh atau penumpukan
kolestrol berarti metabolisme dan eksresi lemaknya berjalan lambat
ditambah dengan intake yang terlalu bertlebihan. Jumlah lipoprotein
berupa LDL, VLDL yang lebih banyak di banding jumlah HDL
membua perngangkutan lemak ke sel-sel tubuh berjalan lambat.
Kurangna jumlah HDL juga mengindikasikan individu tersebut
kurang berolahraga.

Tabel Makronutrien

Karbohidrat Protein Lemak


kalori 4 kkal/g 4 kkal/g 9 kkal/g
Asupan yang 45-65% 10-35% 20-35%
direkomendasikan
Sumber Buah dan sayuran, Daging, ayam, Kacang-kacangan,
roti tawar sereal, ikan , minyak sayuran,
dan biji-bijian, kacang-kacangan, dan ikan
susu, dan produk potong-potongan
susu, makanan tofu, telur, susu
dengan gula dan produk susu.
tambahan.

2. Mikronutrien

Mikronutrien termasuk vitamin, mineral, dan air. Mereka


dibutuhkan tubuh dalam jumlah kecil. Mikronutrien tidak
menyediakan sumber energi untuk tubuh, namun berperan penting
mengatur proses tubuh. Faktanya, dalam beberapa contoh, kekurangan
mikronutrien dapat menghambat kemampuan tubuh untuk
menggunakan makronutrien tertentu.

9
1) Vitamin yang membantu pengaturan aktivitas metabolisme liver seluler.
Ada dua kategori umum vitamin, vitamin yang larut dalam lemak dan
vitamin yang larut dalam air. Vitamin yang larut dalam lemak termasuk
vitamin A, D, E, dan K. Lemak dibutuhkan tubuh untuk menyerap vitamin
yang larut dalam lemak. Vitamin B kompleks dan vitamin C larut dalam
air. Tubuh dapat menyimpan vitamin yang larut lemak, namun mayoritas
menyimpan vitamin yang larut air yang tidak digunakan untuk
diekskresikan dari tubuh melalui ginjal karena beberapa vitamin dapat
disimpan oleh tubuh, khususnya vitamin larut lemak, pasien harus
diperingatkan adanya kelebihan konsumsi untuk mencegah efek
merugikan dari hipervitaminosis (kelebihan sejumlah vitamin tertentu).
Vitamin adalah senyawa organik. Vitamin hanya diperlukan dalam jumlah
sedikit dari diet dan diabsorpsi koenzim dan antioksidan dan defisiensi
vitamin dapat menyebabkan penyakit. Sebagian besar vitamin harus
didapatkan dari makanan karena vitamin tidak disintesis oleh tubuh.
Pemanasan saat memasak, serta cahaya matahari dapat menghancurkan
vitamin. Suplementasi vitamin tersedia di semua apotek tetapi
penggunaannya harus berhati-hati karena konsumsi vitamin larut lemak
yang berlebihan dapat berefek toksik, misalnya vitamin A tidak boleh
dikonsumsi selama kehamilan karena bisa mempengaruhi janin.

Vitamin larut lemak

Vitamin Sumber Fungsi Akibat defisiensi


A Produk susu, hati, Diperlukan untuk Kulit kering, luka
sintesis di usus pigmen pada kulit, rabun
dari B-karoten penglihatan dan senja dan
yang berasal dari mempertahankan xeroftalmia
sayuran hijau dan sel-sel epitel, gigi, (kornea menjadi
wortel dan tulang kering keruh),
hambatan
pertumbuhan
tulang dan gigi

10
D Minyak ikan, Membantu Kegagalan
kuning telur, juga absorpsi dan klasifikasi tulang
disintesis di kulit penggunaan yang
dengan bantuan kalsium dan fosfor mengakibatkan
sinar ultraviolet riketsia pada anak-
anak atau
osteomalasia pada
dewasa
E Kacang-kacangan, Menghambat Peningkatan
(tokoferol) minyak biji-bijian hemolisis sel kerapuhan sel
dan sayuran daun darah merah; darah merah,
hijau membantu dapat
penyembuhan menyebabkan
luka dan fungsi anemia
saraf. Mencegah
kerusakan
membran lipid sel
K Hati, bayam, Sintesis faktor- Perdarahan akibat
dibuat oleh bakteri faktor pembekuan kegagalan
usus; diberikan darah pembekuan darah
melalui suntikan
saat bayi baru
lahir

Vitamin larut air

Vitamin Sumber Fungsi Akibat defisiensi


Tiamin (B1) Gandum, ragi, Koenzim pada Perubahan saraf,
hati, daging babi metabolisme gagal jantung,
karbohidrat, beri-beri
diperlukan untuk
produksi
asetilkolin

11
(neurotransmiter)
Riboflavin (B2) Produk susu, Koenzim pada Dermatitis, lesi
daging, telur, metabolisme kulit, sensitivitas
gandum, dan karbohidrat dan terhadap cahaya
sereal protein dan penglihatan
kabur, katarak
Niasin (B3) Daging, kacang, Koenzim pada Pellagra (kulit
(asam nikotinat) ikan. Disintesis metabolisme kasar) – gejala
dari asam amino energi. Membantu khas 4D
triptofan pemecahan (dermatitis, diare,
kolesterol demensia, death =
kematian)
Sianokobalamin Hati, ginjal, Koenzim untuk Anemia
(B12) produk susu, telur. sintesis RNA dan pernisiosa,
Diperlukan faktor DNA. gangguan saraf
intrinsik lambung Pertumbuhan dan
untuk absorpsi pematangan sel
darah merah
Asam folat Sayuran daun Sintesis Anemia
(folat) hijau, kacang, nukleotida, megaloblastik (sel
produk-produk pembentukan sel darah besar dan
gandum darah merah imatur), defek
tabung saraf pada
janin (spina
bifida)
C (asam askorbat) Buah-buahan Membantu Sariawan,
segar dan sayuran penyembuhan imunitas rendah,
jaringan dan luka. hambatan
Antioksidan penyembuhan
luka, kerapuhan
pembuluh darah –
petekie

12
(perdarahan titik-
titik kecil), memar

2) Mineral merupakan zat nonorganik yang digunakan tubuh untuk mengatur


berbagai proses tubuh. Misal, pottasium adalah mineral yang berperan
mengatur irama jantung. Ada dua kategori mineral; makromineral, yang
dibutuhkan dalam jumlah banyak, dan mineraltrace. Beberapa mineral
yang lebih umum dalah kalsium, besi, sodium, klorida, potassium,
yodium, fluorida, seng, fosfor, dan magnesium. Beberapa mineral
berbentuk elektrolit, ada yang terikat ke enzim, dan ada yang berupa
komponen struktural padat.

Mineral dalam tubuh:

Mineral Sumber Fungsi Akibat defisiensi


Kalsium Produk usus, Pembentukan Hilangnya massa
sayuran daun tulang dan gigi, tulang; riketsia
hijau, ikan pembekuan darah, (anak-anak) dan
konduksi impuls osteomalasia
saraf, dan (dewasa),
kontraksi otot osteoporosis (usia
lebih dari 45,
terutama wanita)
Fosfor Susu, daging, Pembentukan Jarang terjadi
ikan, ayam tulang dan gigi; defisiensi
bagian dari RNA,
DNA, ATP, buffer
ginjal; komponen
membran sel
Kalium Daging, susu, Konduksi saraf Depresi
gandum dan kontraksi otot neuromuskular
Natrium Garam, daging Regulasi tekanan Dehidrasi, kram
dan ikan yang osmotik cairan otot, gagal ginjal
diawetkan, tubuh; fungsi saraf

13
makanan olahan dan otot
Klorida Terdapat pada Regulasi tekanan Alkalosis dan
banyak makanan, osmotik dan pH kram otot
ditemukan dalam cairan
garam bersama ekstraselular;
natrium diperlukan untuk
sekresi lambung
dan transpor
karbondiksida
dalam darah
(reaksi pergeseran
klor)
Magnesium Sayuran hijau, Bagian dari Masalah
kacang kedelai berbagai koenzim, neuromuskular
dan biji-bijian diperlukan untuk
fungsi normal
saraf dan otot
Besi Daging merah, Diperlukan untuk Anemia defisiensi
biji-bijian dan pembentukan besi, fatig, sesak
kacang kedelai, hemoglobin dan dan pucat, respons
hati sitokrom imun menurun
Iodin Makanan laut, Bagian dari Struma
minyak ikan cod, hormon tiroid (pembesaran
garam meja tiroksin T4 dan kelenjar tiroid)
triiodotironin T3 pada orang
dewasa,
kreatinisme pada
bayi

3) Air juga sama pentingnya untuk fungsi tubuh yang benar merupakan
contoh nutrien yang lain. Air diperlukan untuk melakukan proses seluler.
Seseorang biasanya mendapatkan air dengan cairan dan dengan makan

14
makanan yang memiliki kandungan air yang tinggi (misal, buah dan
sayur).

2.3 Sistem Pencernaan

Sistem pencernaan atau gastrointestinal terdiri atas mulut, faring


(tenggorokan), esofagus, perut, usus halus, dan usus besar. Organ pelengkap
juga dibutuhkan untuk melengkapi proses pencernaan dan termasuk kelenjar
lidah (terletak di mulut), hati, lambung, prankreas.

Empat proses yang terjadi selama pemisahan makanan: pencernaan,


penyerapan, metabolisme, dan eleminasi.

 Pencernaan adalah proses di mana makanan dipecah menjadi satu bentuk


yang dapat diserap untuk kepentingan tubuh. Proses ini dimulai dari mulut
dan melibatkan pencernaan mekanik makanan yang terjadi dengan
mengunyah dan pencernaan kimia nutrien yang di bantu berbagai enzim.
Sebagai makanan yang dicerna di edarkan ke perut melalui esofagus. Saat
berada di perut, makanan terus di cerna secara mekanis dan kimiawi. Sari
makanan meninggalkan perut dalam bentuk cair dan memasuki lapisan
pertama usus halus, usus dua belas jari. Enzim tambahan disekresikan
melalui hati dan lambung melalui saluran air empedu dan juga dari
pankreas. Enzim-enzim tersebut membantu pencernaan nutrien.

15
 Penyerapan: setelah nutrien dicerna, mereka harus mempunyai jalan untuk
memasuki aliran darah, sistem limfa, dan pada akhirnya ke sel. Penyerapan
terjadi di villi (proyeksi seperti jari halus) di usus halus.
 Metabolisme: pada level seluler, reaksi kimia terjadi untuk melepaskan
energi dari nutrien yang digunakan oleh berbagai jaringan organ, dan
sistem organ. Metabolisme merupakan kombinasi tindakan anabolisme,
membangun zat-zat kompleks dari zat-zat sederhana, dan katabolisme,
memisahkan zat-zat kompleks menjadi zat-zat sederhana. Nutrien yang
tidak segera dipakai disimpan untuk penggunaan berikutnya, utamanya
dalam bentuk lemak.
 Eliminasi: zat-zat yang tertinggal setelah diserap dalam usus halus lalu
masuk ke usus besar, dimana kebanyakan mengandung air diabsorbsi,
tertinggal dalam bentuk feses, yang pada akhirnya diekskresikan tubuh
melalui anus.

Proses suplai makanan ke sel tubuh manusia melalui proses ingesti –


digesti – absorbsi – transportasi.

1. Ingesti
Ingesti yaitu pemasukan makanan dari lingkungan ke dalam tubuh.
Proses dimulai pemasukkan makanan ke dalam mulut (dengan adanya
koordinasi antara otot rangka & sistem saraf), selanjutnya pengunyahan
dan menelan (koordinasi antara lidah, refleks pharing & esophagus serta
saraf cranial). Waktunya : 5 – 15 detik .
2. Digesti
Digesti dalah perubahan fisik dan kimia makanan untuk dapat
diabsorbsi dengan bantuan enzim dan coenzim (diatur oleh hormon dan
saraf) sehingga menjadi chime. proses yang terjadi merubah makanan:
Nasi (karbohidrat ) menjadi monosacharida
Tahu (protein) menjadi asam amino
Keju (lemak) menjadi asam lemak
Waktu : 1 – 4 jam.

16
3. Absorpsi
Absorbsi proses masuknya partikel zat makanan dari saluran
pencernaan ke dalam pembuluh darah dan limpe. Penyerapan dimulai dari
lambung hingga rektum. Di lambung yang diserap adalah jenis alkohol
dan aspirin. Sedangkan sari makanan yang lain diserap di usus.

4. Transportasi
Yaitu proses masuknya zat makanan yang larut dalam lemak
maupun air ke dalam sel.
Proses:
1) Zat yang larut dalam air masuk vaskuler selanjutnya vena porta
hepatica terus menuju hepar/hati lalu ke sel tubuh sel.
2) Zat yang larut dalam lemak melalui pembuluh Kapiler limpatik lalu
ke pembulun limpe besar selanjutnya ductus thoracsicus dan lalu vena
subclavia sinistra / vena jugularis interna sinistra ke vena cava lalu ke
jantung terus ke arteri hepatica menuju hepar hingga sel. Di dalam sel,
makanan akan diproses atau dimetabolisme melalui rangkaian
Glikolisis, Glycogenolisis, Lipolisis, Lipogenesis
Alat bantu untuk mencapai sel.
a. Insulin : transfor glukosa dan asam amino melewati membran sel
b. Growth hormon : memfasilitasi asam amino ke intrasel
Penggunaan makanan oleh sel hepar:
1. karbohidrat => glikogen atau fat
2. Lemak => jaringan lipid (pada hepar dibuat fibrinogen, albumin dan
globulin).
3. protein dikirim ke sel untuk membangun dan memperbaiki jaringan dan
bila berlebih dibentuk glikogen dan fat.

2.4 Stuktur Pencernaan

1. Mulut
Mulut adalah rongga lonjong pada permulaan saluran pencernaan.
Terdiri atas dua bagian. Bagian luar yang sempit, atau pestibula, yaitu
ruang di antara gusi serta gigi dengan bibir dan pipi, dan bagian dalam

17
yaitu rongga mulut yang di batasi di sisi-sisinya oleh tulang maksiralis
dan semua giginya, dan di sebelah belakang bersambung dengan awal
faring.
Mulut adalah pintu masuk makanan. Di dalam mulut terdapat
lidah, rongga mulut, kelenjar ludah, dan gigi. Jadi fungsi mulut bermacam-
macam yaitu menghancurkan makanan, mencerna makanan, mengecap

rasa makanan, dan membantu menelan makanan. Di dalam mulut terjadi


pencernaan mekanis (dengan gigi dan lidah) dan pencernaan kimiawi
(dengan ludah yang mengandung enzim ptialin). Berikut adalah gambar
anatomi mulut beserta bagian-bagiannya:

Mulut terdiri dari:

1. Langit-langit
2. Gigi
3. Gusi
4. Tulang langit-langit
5. Pembuluh darah dan saraf langit-langit
6. Amandel
7. Lidah
8. Anak lidah

18
2. Kerongkongan
Kerongkongan adalah penghubung antara mulut dan lambung.
Kerongkongan disebut juga esofagus. Kerongkongan berbentuk tabung
dan terdapat otot. Otot pada kerongkongan berfungsi untuk membawa
makanan dari mulut ke lambung dengan menggunakan gerak peristaltik.
Berikut adalah gambar anatomi kerongkongan beserta bagian-bagiannya:

Kerongkongan dibagi menjadi tiga bagian yaitu:


1. Bagian superior yang sebagian besar terdiri dari otot rangka.
2. Bagian tengah yang terdiri dari campuran otot rangka (otot lurik) dan
otot polos.
3. Bagian inferior yang terdiri dari otot polos.

3. Lambung
Lambung adalah organ pencernaan yang berfungsi untuk mencerna
berbagai zat-zat makanan. Letak lambung berada di bawah sekat rongga
badan. Di dalam lambung terjadi pencernaan kimiawi dengan
menggunakan enzim pepsin, enzim renin, enzim lipase, dan asam lambung
(HCl). Berikut adalah gambar anatomi lambung beserta bagian-bagiannya:

19
Lambung terdiri dari tiga bagian utama yaitu kardiak, fundus, dan pilorus.
Di ujung bagian atas lambung yang berbatasan dengan kerongkongan
terdapat sfingter yang berfungsi untuk menjaga makanan agar tidak keluar
dari lambung dan dimuntahkan kembali. Sedangkan di bagian bawah yang
berbatasan dengan usus dua belas jari disebut sfingter pilorus
.
4. Usus Halus
Usus halus adalah tempat penyerapan sari-sari makanan. Disini
juga terjadi proses pencernaan kimiawi dengan bantuan enzim tripsin,
enzim disakarase, enzim erepsin, dan enzim lipase. Sari-sari makanan
diserap melalui jonjot-jonjot usus yang disebut vili. Seluruh sari makanan
kecuali asam lemak dan gliserol diangkut melalui vena porta menuju ke
hati. Sedangkan asam lemak dan gliserol diangkut melalui pembuluh
limfa. Berikut adalah gambar anatomi usus halus beserta bagian-
bagiannya:

20
Di usus halus juga terdapat duodendum (usus dua belas jari), jejunum, dan
ileum
5. Usus Besar
Usus besar adalah usus yang terbesar. Fungsi usus besar adalah untuk
memilah kembali hasil pencernaan. Disini terjadi penyerapan air dengan
jumlah yang terbesar daripada organ lain dan terjadi proses pembusukan
sisa-sisa makanan dengan bantuan bakteri. Berikut adalah gambar anatomi
usus besar beserta bagian-bagiannya:

Struktur usus besar terdiri dari:


1. Usus buntu
2. Kolon asedens (kolon naik)
3. Kolon transversum (kolon datar)
4. Kolon desendens (kolon turun)

21
5. Rektum. Tempat menyimpan feses sebelum dikeluarkan melalui
anus.
6. Anus
Anus atau dubur adalah penghubung antara rektum dengan
lingkungan luar tubuh. Di anus terdapat otot sphinkter yang berfungsi
untuk membuka dan menutup anus. Fungsi utama anus adalah sebagai alat
pembuangan feses melalui proses defekasi (buang air besar). Berikut
adalah gambar anatomi anus beserta bagian-bagiannya:

Di anus terdapat otot sphinkter, rektum, dan vena. Fungsi otot sphinkter
adalah untuk membuka atau menutup anus. Sedangkan fungsi rektum
adalah untuk menyimpan feses sementara waktu.

2.5 Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Nutrisi


Faktor yang mempengaruhi asupan nutrisi seseorang dan status gizi
termasuk yang berkaitan dengan usia dan tahap perkembangan seseorang,
gaya hidup, dan budaya, gangguan kesehatan, dan efek yang merugikan dari
intervensi medis tertentu. Meski beberapa variabel tidak terkontrol, beberapa
yang lain terkontol. Perawat berperan penting dalam membantu pasien dan
keluarganya dan orang dekat lain untuk modifikasi variabel yang dapat
diubah untuk manfaat pasien.

1. Pengetahuan

22
Pengetahuan yang kurang tentang manfaat makanan bergizi dapat
memengaruhi pola konsumsi makan.

2. Prasangka

Prasangka buruk terhadap beberapa jenis bahan makan bergizi tinggi dapat
mempengaruhi status gizi seseorang.

3. Kebiasaan

Adanya kebiasaan yang merugikan atau pantangan terhadap makanan


tertentu juga dapat mempengaruhi status gizi.

4. Kesukaan

Kesukaan yang berlebihan terhadap suatu jenis makanan dapat


mengakibatkan kurangnya variasi makanan, sehingga tubuh tidak
mendapat zat-zat yang dibutuhkan seacar cukup.

5. Ekonomi

Status ekonomi dapat memengaruhi perubahan status gizi karena


penyediaan makanan bergizi membutuhkan pendanaan yang tidak sedikit.
Oleh karena itu, masyarakat dengan kondisi perekonomian yang tinggi
biasanya mampu mencukupi kebutuhan gizi keluarganya dibandingkan
masyarakat dengan kondisi perekonomian rendah.

6. Status Kesehatan

Nafsu makan yang baik adalah tanda yang sehat. Anoreksia (kurang nafsu
makan) biasanya gejala penyakit atau karena efek samping obat.

7. Usia

Pada usia 0-10 tahun, kebutuhan metabolisme tubuh biasa bertambah


dengan cepat. Hal ini sehubungan dengan faktor pertumbuhan dan

23
perkembangan yang cepat pada usia tersebut. Setelah usia 20 tahun energi
basal relative konstan.

8. Jenis Kelamin

Kebutuhan metabolisme basal pada laki-laki lebih besar dibandingkan


dengan wanita pada laki-laki kebutuhan BMR 1,0 kkal/kgBB/jam dan
pada wanita 0,9 kkal/kgBB/jam.

9. Psikologis

Motivasi individu untuk makan makanan yang seimbang dan persepsi


individu tentang diet merupakan pengaruh yang kuat. Makanan
mempunyai nilai simbolik yang kuat bagi banyak orang.

10. Alkohol dan Obat

Penggunaan alkohol dan obat yang berlebihan memberi kontribusi pada


defisiensi nutrisi karena uang mungkin dibelanjakan untuk alkohol
daripada makanan. Alkohol yang berlebihan juga mempengaruhi organ
gastrointestinal. Obat-obatan yang menekan nafsu makan dapat
menurunkan asupan zat gizi esensial. Obat-obatan juga menghabiskan zat
gizi yang tersimpan dan mengurangi absorpsi zat gizi di dalam intenstine.

Orang lanjut usia juga mempunyai tantangan terkait tahap perkembangan


mereka. Meski kebutuhan energi dan kalori menurun seiring usia, kebutuhan
nutrien tertentu tidak menurun. Ingat bahwa seorang individu dapat alami
kegemukan dan kekurangan gizi pada saat bersamaan. Dengan demikian,
pasien lanjut usia perlu memonitor asupan kalorinya sedang pada saat yang
sama memastikan asupan nutrient yang dibutuhkan seperti kalsium dan besi.
Perubahan tertentu yang terjadi selama periode waktu ini mempersulit pasien
lanjut usia untuk mencapai tujuan ini. Contoh perubahaan tertentu di
antaranya:

24
 Hilangnya gigi atau pemasangan gigi palsu yang dapat di copot
(memengaruhi kemampuan untuk mengunyah makanan)
 Kemampuan membaui dan mengecap makanan berkurang

Kelainan makan
Tipe
 Anoreksia nervosa sangat kurus tapi menolak makan karena persepsi untuk
menjadi gemuk.
 Bulimia makan berlebihan diikuti pembersihan muntah dengan menyogok
atau menggunakan laksatif.
 Makan sambil minum minuman keras: makan berlebihan bahkan ketika
tidak lapar atau kekenyangan.
Prevalensi
Lebih banyak terjadi pada wanita dibandingkan pria
Perawatan
Perawatan biasanya termasuk kombinasi psikoterapi, pendidikan gizi,
konseling keluarga medikasi, dan rawat inap.
 Cara makan berubah akibat medikasi yang dianjurkan.
 Penglihatan berkurang (memengaruhi kemampuan membaca label
makanan)
 Muncul berbagai penyakit kronis.

Selain itu, orang dewasa lanjut usia mempunyai pendapatan terbatas


dan secara sosial terisolasi, menjadi sulit untuk mendapatkan bahan
makanan untuk menyiapkan menu

Tabel 13.2 menu makanan khusus

Diet dan Tujuan Deskrpsi


Tidak ada melalui mulut (NP0) Individiu tidak memasukkan makanan padat
 Sebelum operasi atau cair apa saja melalui mulut
 Prosedur persiapan
 Periode segera pasca
operasi
 Mengistirahatkan saluran
GI
Cairan encer Cairan apa saja yang tidak mengandung
 Pasca operasi bubur atau kompenen padat termasuk :

25
 Segera setelah NP0  Air putih
 Jus buah
 Air kaldu
 Gelatin
 Es loli
 Teh /kopi tanpa krim
Cairan kental Semua cairan dan makanan cair atau semi
 Setelah individu dapat cair di suhu di antaranya
menoleransi cairan encer  Susu
 Puding
 Sup krim kental
 Pure sayur
 Sereal di masak
Residu lembek atau kental Orang dengan makanan residu rendah harus
 Kesulitan menggigit atau menghindari makanan yang di
menelan goreng,makanan pedas,dan buah berbiji atau
 Gangguan pencernaan atau buah dan sayuran mentah.berikut makanan
penyerapan(misalnya yang di perbolehkan untuk makanan residu
penyakit iritasi lambung) lembek atau rendah.
 Roti tawar putih
 Nasi putih
 Pasta tawar
 Sereal rendah serat
 Daging lembek/lembut,ayam dan ikan
 Telur
 Selai kacang lembut
 Susu,yogurt,dan keju
 Makanan penutup tanpa kacang atau
kelapa
Serat tinggi Makanan yang baik untuk sumber serat di
 Konstipasi antaranya :
 Diverkulosis  Biji-bijian,khususnya gandum utuh
 Untuk menurunkan  Buah dan sayur
kolestrol tinggi  Polong-polongan (buncis,kapri)
 Kacang –kacangan dan biji-bijian
Sodium terbatas Tingkat pembatasan bervariasi mulai dari
 Kelebihan cairan /edema tidak ada garam hingga batasan ketat (tidak
 Hipertensi boleh lebih 500 mg/hari).individu dengan

26
 Gagal jantung kongestif pembatasan makanan bersodium tidak hanya
 Sakit ginjal harus memonitor penggunaan garam, tetapi
juga harus mengecek label
makanan,mengenai jumlah sodium dalam
makanan yang di beli . makanan kaleng dan
plastik (misalnya chip,makanan kotak) dapat
mengandung kadar sodium tinggi

2.6 Tanda dan Gejala Kecukupan Nutrisi


1. Nafsu makan normal
2. Berat badan normal
3. Makan teratur
4. Lingkar lengan normal
5. Perut tidak terlihat cekung atau cembung.

2.7 Masalah Pemenuhan Nutrisi

Secara umum, gangguan kebutuhan nutrisi terdiri atas kekurangan dan


kelebihan nutrisi, obesitas, malnutrisi, diabetes melitus, hipertensi, jantung
koroner, kanker, dan anoreksia nervosa.

1. Kekurangan nutrisi

Kekurangan nutrisi merupakan keadaan yang dialami seseorang


dalam keadaan tidak berpuasa (normal) atau resiko penurunan berat
badan akibat ketidak cukupan asupan nutrisi untuk kebutuhan
metabolisme.

Tanda klinik:

a. Berat badan 10-20% di bawah normal

b. Tinggi badan di bawah ideal

27
c. Lingkar kulit trisep lengan tengah kurang dari 60% ukuran
standar

d. Adanya kelemahan dan nyeri tekan pada otot

e. Adanya penurunan albumin serum

f. Adanya penurunan transferin

Kemungkinan penyebab:

a. Meningkatkan kebutuhan kalori dan kesulitan dalam mencerna


kalori akibat penyakit infeksi atau kanker

b. Disfagia karena adanya kelainan persarafan

c. Penurunan absorpsi nutrisi akibat penyakit chorn atau intoleransi


laktosa

d. Nafsu makan menurun

e. Sekresi berlebihan, baik melalui latihan fisik, muntah, diare,


ataupun pengeluaran lainnya

f. Ketidakcukupan absorpsi akibat efek samping obat atau lainnya

g. Kesulitan mengunyah

Kelebihan nutrisi

Kelebihan nutrisi merupakan suatu keadaan yang dialami


seseorang yang mempunyai risiko peningkatan berat badan akibat
asupan kebutuhan metabolisme secara berlebihan.

Tanda klinis:

a. Berat badan lebih dari 10% berat ideal

28
b. Obesitas (lebih dari 20% berat ideal)

c. Lipatan kulit trisep lebih dari 15 mm pada pria dan 25 mm pada


wanita

d. Adanya jumlah asupan yang berlkebihan

e. Aktivitas menurun atau monoton

Kemungkinan penyebab:

a. Perubahn pola makan akibat efek obat atau radiasi

b. Penurunan fungsi pengecapan dan penciuman

c. Kelebihan asupan

d. Kurangnya pengetahuan tentang nutrisi

e. Penurunan kebutuhan metabolisme

f. Perubahan gaya hidup

g. Obesitas

Obesitas merupakan masalah peningkatan berat badan yang


mencapai lebih dari 20% berat badan normal.

h. Malnutrisi

Malnutrisi merupakan masalah yang berhubungan dengan


kekurangan zat gizi pada tingkat seluler atau dapat dikatakan
sebagai masalah asupan zat gizi yang tidak sesuai dengan
kebutuhan tubuh. Gejala umumnya adalah berat badan rendah
dengan asupan makanan yang cukup atau asupan kurang dari
kebutuhan tubuh, adanya kelemahan otot dan penurunan energi,
pucat pada kulit, membran mukosa, konjungtiva, dll.

i. Anoreksia nervosa

29
Anoreksia nervosa merupakan penurunan berat badan secara
mendadak dan berkepanjangan, ditandai dengan adanya
konstipasi, pembekakan badan, nyeri abdomen, kedinginan,
letargi, dan kelebihan energi.

j. Diabetes melitus

Diabetes melitus merupakan gangguan kebutuhan nutrisi yang


ditandai dengan adanya gangguan metabolisme korbohidrat
akibat kekurangan insulin atau penggunaan karbohidrat secara
berlebihan.

k. Hipertensi

Hipertensi merupakan gangguan nutrisi yang juga disebabkan


oleh berbagai masalah pemenuhan kebutuhan nutrisi seperti
penyebab dari adanya obesitas, serta asupan kalsium, natrium
dan gaya hidup berlebihan.

l. Penyakit jantung koroner

Penyakit jantung koroner merupakan gangguan nutrisi yang


sering disebabkan oleh adanya peningkatan kolesterol darah dan
merokok.

m. Kanker

Kanker merupakan gangguan kebutuhan nutrisi yang disebabkan


oleh pengonsumsian lemak secara berlebihan.

Gangguan pemenuhan nutrisi

1. Gangguan ingesti
2. Gangguan sekresi
3. Gangguan absorbsi
4. Gangguan transportasi/distribusi

30
5. Gangguan metabolisme

Dampaknya :

a. Kurang dari kebutuhan bisa menyebabkan marasmus, kwarshiorkor.

b. Lebih dari kebutuhan bisa menyebabkan obesitas (lebih 20% BB ideal),


overweight (lebih dari 10% BB ideal).

2.8 Menghitung Kebutuhan Nutrisi

1. Kebutuhan kalori orang dewasa (kkal/kgBB/Hari)

BEE = BB X 1 X 24 jam (L)

BEE = BB X 0,9 X 24 jam (P)

REE = BB X 27 X AF (L)

REE = BB X 25 X AF (P)

1 gr KH = 4 kkal

1 gr protein = 4 kkal

1 gr lemak = 9 kkal

Keterangan : AF : activity factor

1. sangat ringan: misalnya banyak duduk, bedrest

Laki-laki = 1,3 perempuan = 1,3

2. ringan: misalnya pekerja kantoran, ibu rumah tangga

Laki-laki = 1,6 perempuan = 1,6

31
3. sedang: misalnya petani, mahasiswa aktif

Laki-laki = 1,7 perempuan = 1,6

4. berat: misalnya atlet, tentara yang berlatih

Laki-laki = 2,1 perempuan 1,9

5. sangat berat: misalnya pandai besi, pekerja konstruksi wanita

Laki-laki = 2,4 perempuan = 2,3

Kebutuhan kalori pada anak

10 kg = 100 kkal/kgBB/Hari

11-20 kg = +50 kkal/kgBB/Hari

>20 kg = +20 kkal/kgBB/Hari

2. kebutuhan protein

 dewasa = 1 gr/kgBB/Hari
 neonatus prematur = 3 gr/kgBB/Hari
 0-1 tahun = 2,5 gr/kgBB/Hari
 2-13 tahun = 1,5-2 gr/kgBB/Hari
 remaja = 1-5 gr/kgBB/Hari

3. kebutuhan lemak

Rata-rata 35% dari total kalori.

Untuk yang obesitas = 10% dari total kalori (pelarut vitamin)

4. kebutuhan cairan

Dewasa 35 ml/kgBB/Hari

Mineral-mineral penting :

32
1. makro : CA, P, Mg, S, Na, K, Cl

2. mikro : Cr, Co, Cu, I, Fe, Mn, Zn, F, Se, Mo

2.9 Penilaian Status Nutrisi

1. PENGUKURAN ANTROPOMETRI

1.BMI (Body Mass Index)

Body mass index (BMI) adalah sebuah pengukur berat tubuh


berdasarkan tinggi dan berat yang di aplikasikan pada pria dan wanita
dewasa.

BMI =BB

(TB)²

< 20 : underweight

20-25 : normal

25-30 : overweight

> 30 : obese

2. BB Relatif

(TB (cm) – 100) – 10%

3. TSF (Triceps Skin fold) : lipatan kulit trisep

Normal : L >= 12,5 mm

P >= 16,5 mm

Obese : L > 18, 6 mm

P > 25,1 mm

33
SangatKurang :L <= 2,5 mm

P <= 3,0 mm

AMC (Arm Muscle Circumference) untuk

Memperkirakan cadang protein tubuh

Formula : MUAC (mm) – (3,14 X TSF)

MUAC = Mid Upper Arm Circumference

4. Lingkar Lengan Atas (LLA) adalah suatu cara untuk mendeteksi dini
yang mudah dan dapat dilaksanakan oleh masyarakat awam untuk
mengetahui adanya kelompok beresiko kurang energi kronis (KEK) wanita
usia subuh (WUS).

LLA < 12 cm : GiziBuruk

LLA 12 – 13,5 cm : GiziKurang

LLA > 13,5 cm : Normal

2. DATA BIOKIMIA

1. Hemoglogin dan hematokrit

(dipengaruhi oleh Fe, B12 dan protein)

2. Albumin ,merupakan indikator protein dalam jangka waktu yang lama

3. Transferin

- Protein plasma yang berperan dalam pembentukan iron binding (Fe)

- Lebih sensitive daripada albumin dalam indicator malnutrisi protein

4. Jumlah limfosit, akan menurun bila intake protein kurang

5. Balans nitrogen

34
- Penyimpanan protein dalam tubuh

- Test yang dilakukan :

a. BUN (Blood Urea Nitrogen) ,bila

keadaan  maka intake protein ,dehidrasi berat, malnutrisi, Penurunan


eksresi ureum di ginjal dan terjadi starvasion/ kelaparan

b. UUN (Urea Urine Nitrogen)

- Dipengaruhi oleh intake protein

6. Ekskresi kreatinin

- Merefleksikan massa otot

- Produk akhir kreatinin adalah kreatin

- Dikeluarkan pada waktu metabolisme

3. RIWAYAT DIET

 Penggunaan vitamin dan mineral (jenis&frekuensi)


 Problem diet (nafsumakan, makanan yang menimbulkan diare serta
kembung)
 Kesulitan mengunyah dan menelan

4. RIWAYAT KESEHATAN

1. Diabetes Melitus

2. Heart Problem

3. Tumor

4. Batuginjal/ empedu

35
5. Ulcus

6. Gangguanpada intestine

7. Hiper/ hipotiroid

36
BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Nutrisi dan dampaknya pada kesehatan merupakan topik hangat saat ini.
Dukungan literatur, sekali lagi, mendukung hubungan antara status
kesehatan seseorang dan kebiasaan makannya. Perawat, sama seperti
profesional kesehatan lain, ditantang untuk mengintervensi untuk
mendorong pola makan sehat. Perawat juga berperan penting merawat
pasien yang mengalami gangguan kesehatan yang disebabkan masalah gizi
akibat masalah kesehatan lain. Bab ini menunjukkan informasi kunci
tentang kebutuhan gizi, gangguan nutrisi, dan intervensi untuk membantu
pasien memelihara kebiasaan makan sehat dan untuk mengatasi gangguan
gizi. Konsep kunci yang ditunjukkan antara lain:
1) Makronutrien (karbohidrat, lemak, dan protein) dan mikronutrien
(vitamin, mineral, dan air) dalam jumlah tepat dibutuhkan unt7uk
melakukan proses bertahan hidup.
2) Karbohidrat adalah sumber energi tubuh yang disukai.
3) Protein berperan penting dalam pembentukan jaringan dan
perbaikan jaringan, pertumbuhan dan perkembangan dan proses
kekebalan.
4) Lemak baik dalam jumlah cukup merupakan bagian makanan yang
penting.
5) Vitamin yang larut lemak (A,D,E,K) atau yang larut air (B
kompleks dan C). Kelebihan konsumsi vitamin, khususnya vitamin
larut lemak, dan menyebabkan efek merugikan tubuh.
6) Air diprlukan tubuh untuk melakukan proses seluler penting.
7) Empat proses terkain pencernaan makanan adalah pencernaan,
penyerapan, metabolisme, dan eliminasi/eksresi.
8) Usia, tahap perkembangan , gaya hidup, budaya, penyakit, dan
intervensio medis tertentu, semuanya dapat memberi dampak
terhadap status gizi seseorang.
3.2 Saran
1. Dengan selesainya makalah ini disarankan kepada para pembaca agar
dapat lebih memperdalam lagi pengetahuan tentang pemenuhan kebutuhan
nutrisi serta dapat mengaplikasikannya dalam dunia keperawatan.

37
2. Diharapkan mahasiswa/mahasiswi lainnya mampu memahami dan
mendalami Kebutuhan fisiologis nutrisi yang merupakan kebutuhan dasar
manusia yang sangat mendasar.

38
DAFTAR PUSTAKA

 Balaban, E.Naomi. 2014. Seri Ilmu Pengetahuan ANATOMI dan


FISIOLOGI. Jakarta Barat: PT Indeks
 Linangkung, Erfanto & Sarwadi. -. BUKU PINTAR ANATOMI
TUBUH MANUSIA. Jakarta Timur: Dunia Cerdas
 Sloane, Ethel. 2004. ANATOMI DAN FISIOLOGI Untuk Pemula.
Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC
 Gibson,John. 2003. Fisiologi dan Anatomi Modern untuk
Perawat Edisi 2. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran
 Pearce, Evelyn,C. -. Anatomi dan Fisiologi untuk Paramedis.
Jakarta: PT Gramedia
 King, Joyce. 2002. Anatomy & Phisiology Second Edition. New
York: LIPPINCOT WILLIAMS & WILKINS
 James, Joice. Dkk. 2008. PRINSIP-PRINSIP SAINS UNTUK
KEPERAWATAN. Jakarta : Erlangga

39

Anda mungkin juga menyukai