Anda di halaman 1dari 8

TUGAS KELOMPOK

STUDI ANALISA KASUS


ADVANCED MARKETING STRATEGY

Dosen Pengampu:
Ike Janita Dewi, M.B.A., Dr.

P&G MARKETING CAPABILITIES


Disusun Oleh (Kelompok 5):
Mutiaul Fathoni (16/407240/PEK/22475)
Radityo Anindita (16/407258/PEK/22493)
Ricky M. Firdaus (17/417511/PEK/23074)

PROGRAM STUDI MAGISTER MANAJEMEN


FAKULTAS EKONOMIKA DAN BISNIS
UNIVERSITAS GADJAH MADA
JAKARTA
2018
P&G merupakan pemimpin global untuk brand barang konsumsi, yang terkenal lewat
produknya yang ikonik seperti sabun Ivory, Crisco shortening dan deterjen Tide Laundry. P&G telah
me-manage lebih dari $1 milyar brand yang sudah dikenal di dunia, antara lain Bounty, Crest,
Downy/Lenor, Febreze, Gillete, Iams, dan Pampers. P&G telah mempelopori strategi pemasaran yang
telah dianggap sebagai standar industri dalam praktiknya. P&G juga perusahaan pertama yang
mengiklankan langsung kepada konsumen pada tahun 1880an, dan menemukan “soap operas” dengan
mensponsori radio dan program TV yang yang menargetkan kepada wanita. P&G merupakan
pemasarn yang telah berpengalaman dengan penelitian konsumen yang kuat, jaringan inovasi yang
kuat, strategi pemasaran yang berkembang, bakat pemasaran yang kuat, dan merupakan perusahaan
dengan komitmen keuangan terbesar di dunia dalam periklanan, yaitu dengan pengeluaran sebesar
$8.68 milyar pada tahun 2010. Penjualan P&G mencapai &78.94 milyar pada tahun 2010, pendapatan
mencapai $12.74 milyar, kapitalisasi pemasaran sebesar $186.63 milyar. Perawatan rumah tangga
mencapai 48% dari penjualan P&G tahun 2010, produk kecantikan sebesar 34% , dan produk
kesehatan mencapai 18%. Penjualan di Amerika Utara sendiri mencapai 42%, Eropa Barat sebesar
21%, Asia 15%, Eropa tengah dan Timur serta Timur tengah dan Afrika mencapai 13%, dan Amerika
Latin sebesar 9%; penjualan pada pasar yang berkembang sebesar 66% dari penjualan tahun 2010.

Company Background
Procter & Gamble (P&G) didirikan pada tahun 1837 oleh William Procter dan James Gamble.
Visi P&G itu sendiri diantaranya adalah untuk menjadi perusahaan yang dikenal sebagai produk
konsumen terbaik dengan pelayanan terbaik di dunia. Sedangkan misinya adalah menyediakan brand
produk dan pelayanan dengan kualitas dan nilai yang superior yang dapat memperbaiki kehidupan
konsumen di dunia.
P&G mengejar target ekspansi internasional pada awal 1930-an dan dari 1945-1980 telah
mulai memasuki pasar di Amerika Latin, Eropa Barat dan Jepang. P&G telah melakukan ekspansi
lewat jalur bisnis yang baru yaitu dengan jalur akuisisi seperti mengakuisisi Charmin Paper Mill
(1957), dan Folgers Coffe (1963). Pada tahun 1980-an P&G memperluas lagi ekspansinya dan mulai
mengembangkan produk globalnya , seperti Always/Whisper, Pringles, dan Pantene. Pada awal tahun
1990-an P&G menjadi perusahaan kosmetik terbaik di AS dengan mengakuisisi Noxell(CoverGirl dan
Noxzema) pada tahun 1989 dan Max Factor pada tahun 1991. Pada tahun 2003, P&G memasuki pasar
pet care dengan mengakuisisi perusahaan makanan hewan Iams.Pendekatan yang dilakukan P&G ini
untuk memasuki pasar baru adalah lewat “akuisisi atau joint venture dalam skala kecil, dan dengan
trial and error, yaitu mempelajari beberapa formula untuk sukses sebelum membuat komitmen yang
besar.”
Pada tahun 2005, P&G mengakuisisi Gillette yang merupakan perusahaan barang konsumsi
terbesar saat itu sebesar $57 milyar. Dan pada tahun 2010, P&G membatasi misi perusahaannya yaitu
membangun tujuan perusahaanya dengan meng-improve kehidupan dari konsumennya lewat setiap
jalur inovasi yang diberikan. P&g berfokus dalam perkembangan dan tidak takut dalam pertaruhan
besar secara global. CEO Bob McDonald, yang telah menjadi CEO P&G pada tahun 2010
menjelaskan: “kami berfokus dalam tiga pilihan spesifik diantaranya mengembangkan produk inti
P&G dengan inovasi yang terus-menerus; membangun bisnis kami dengan konsumen yang belum dan
telah terlayani; dan melanjutkan pertumbuhan dan mengembangkan faster-growing, margin bisnis
yang semakin tinggi dengan potensi leadership yang global.”

Berikut adalah cabang-cabang P&G diseluruh dunia.


 Posisi nasional P&G (tahun 2017):
 Gilette menempati posisi teratas, yang merupakan brand terkuat secara global dan
telah mengukir sejarah selama 150 tahun.
 Penjualan bersih sebesar 83 milyar Dollar.
 Telah tersebar di 180 negara di dunia.
 Posisi internasional P&G (tahun 2017):
 Secara global berada pada urutan 39 pada tahun 2010.
 Urutan 93 pada penjualan produk.
 Urutan 42 pada tingkat pendapatan.
 Urutan 206 dalam jumlah asset yang dimiliki.
 Urutan nomor 16 pada nilai pasar.
 Menempati urutan 178 dalam hal karyawan terbaik di Amerika.
 Menempati urutan ke 84 sebagai perusahaan yang inovatif pada tahun 2014.
Berikut ini juga merupakan pesaing-pesaing dari P&G diantaranya:
 Johnson & Johnson
 Unilever
 Kimberly-Clark Corporation

Rumusan Masalah
Berikut ini merupakan inti dari permasalahan yang dihadapi P&G. Permasalahan tersebut
diantaranya adalah bagaimana cara P&G melakukan eksekusi dalam strategi pemasarannya.
Pemasaran yang Dilakukan P&G
P&G melakukan strategi pemasaran yang berfokus pada pelayanan pemasaran yang disebut Customer
Relationship Management (CRM). Bagi P&G, brand terbaik adalah berdasarkan inovasi dan
perbaikan berkelanjutan yang memberikan nilai bagi konsumen.
 Sesuai dengan mission statement-nya, P&G memberikan produk yang dapat memuaskan
kebutuhan konsumen. Culture yang dimiliki P&G ini juga dipengaruhi oleh Brand Manager
System.
 P&G ingin memuaskan pelanggan dengan cara yang superior untuk memenangkan persaingan
dan mencapai posisi utama dalam pasar.
 Karena bagi P&G, Perusahaan yang sukses merupakan pelajaran terbaik mengenai konsumen,
pesaing dan distributor ketimbang rival-nya dalam industri.
 Untuk mendapatkan ilmu mengenai konsumen dan pesaing, P&G memasukkan data analisis
yang dilakukan oleh Nielsen tiap bulannya, yang secara reguler mengecek persediaan untuk
“feel the market” dan untuk memilih adanya perubahan perlakuan konsumen atau dalam
konteks pesaing, untuk evaluasi bulanan tentang peluncuran produk baru.
Customer Relationship Management
 CRM ini memperhatikan pembuatan, pengembangan, dan penambahan terhadap suatu
hubungan pelanggan dengan target pelanggan dan sekumpulan customer yang dapat
memaksimalkan life-time value dari customer tersebut.
 Tujuan CRM ini sendiri adalah memungkinkan perusahaan untuk mendapatkan ‘competitive
advantage’ yang lebih dari pesaingnya yang menyediakan produk dan pelayanan yang sama.
 Sekarang ini persaingan bisnis melibatkan penawaran multi-product yang dibuat dan
diberikan oleh network, aliansi dan dari membangun hubungan dengan nilai tambah lainnya
yang kritis terhadap corporate performance.
Strategi Pemasaran P&G
 Memasang iklan komersial di seluruh media penyiaran.
 Menyesuaikan iklannya sesuai dengan wilayah untuk dimasuki pasar secara global.
 Iklan televisi P&G difokuskan pada fungsionalitas dan hubungan emosi yang dikeluarkan dari
produk-produk P&G tersebut.
 P&G mengejar sponsorship dan endorsement yang dilakukan oleh selebriti.
 Pada tahun 2010, P&G melakukan pemindahan media yang menghabiskan biaya untuk
periklanan digital dan media baru lainnya.
P&G juga melakukan beberapa program pemasaran secara digital diantaranya:
 Melakukan campaign lewat website.
 Iklan P&G di Youtube yang bertema “P&G Old Spice” yang menghasilkan 2 milyar kesan
atau penonton secara online.
Selain itu, P&G juga mengadakan promosi interaktif terhadap suatu komunitas. Pada tahun
2005, salah satu produk P&G yang bernama Tide Laundry Detergent mengadakan suatu program
bantuan yang diberi nama “Loads of Hope”, sebagai bentuk kesuksesan dari produk tersebut dalam
penjualannya pada saat itu. Program ini menyediakan serangkaian unit mobile laundry yang ditujukan
kepada keluarga yaang mengalami dampak bencana alam di New Orleans, Amerika Serikat yang
menyediakan pakaian bersih. Dan pada tahun tersebut, program tersebut telah membersihkan
sebanyak lebih dari 4000 pakaian yang tersebar.

Analisis

Berikut ini adalah analisis yang kami lakukan terhadap P&G. Kami disini melakukan analisis
SWOT (Strengths, Weaknesess, Opportunities, and Threats). Diantaranya adalah sebagai berikut:
 Strengths:
 Memiliki skala pemasaran yang besar
 Memiliki citra brand yang kuat
 Memiliki konsumen yang loyal terhadap brand P&G
 Weaknesess:
 Umumnya masih dikenal sebagai produk kecantikan dan kesehatan
 Opportunities:
 Teknologi yang maju
 Mencapai pertumbuhan yang cukup tinggi dalam skala internasional
 Mengakuisisi berbagai perusahaan seperti Gilette, dll.
 Threats:
 Banyak produk substitute dari kompetitor
 Kompetitor dengan mudah dapat membuat produknya sendiri.
Struktur Organisasi

P&G Net Sales in 2010

Kesimpulan
 P&G merupakan perusahaan dengan R&D dan penelitian konsumen yang kuat, produk
dengan kualitas tinggi, inovasi yang kuat, strategi pemasaran yang terus berkembang,
memiliki bakat pemasaran yang kuat, dan juga komitmen yang kuat pada media berbayar.
Rekomendasi/Saran
 P&G harus lebih fokus lagi pada tren pemasaran digital dan mengembangkan komunitas
brand inovatif karena word of mouth lewat media sosial dan brand community menjadi alat
promosi yang kuat bagi konsumen saat ini.
 Tentukan suatu inovasi apakah inovasi tersebut dibuat secara spesifik atau untuk umum.
 Berpikirlah secara keseluruhan pada produk P&G.
 Perlakukan produk P&G tersebut sebagai satu-satunya produk yang dimiliki perusahaan.