Anda di halaman 1dari 133

Ulfa Mahfudloh, S.Pd.I, M.Pd.

I Berdasarkan Kurikulum
Andik Setiyawan, S.Th.I, M.Pd.I
H. Roli Abdul Rahman, S.Ag. M.Ag Madrasah Aliyah 2013

TAFSIR
Untuk kelas XII
Peminatan Ilmu-ilmu Agama
Madrasah Aliyah

Tafsir Ilmu Tafsir XII Agama smt 1 dan 2 1


KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah swt atas segala limpahan rahmat dan hidayah-Nya, sehingga buku Tafsir
untuk Kelas XII Peminatan Ilmu-ilmu Agama Madrasah Aliyah dapat tersusun dengan baik. Shalawat serta
salam semoga tercurahkan kepada Nabi Muhammad Saw, sahabat, beserta keluarganya, serta orang-orang
yang mengikuti ajarannya hingga hari kiamat.

Buku ini disusun berdasarkan Standar Isi Madrasah Aliyah kurikulum 2013 untuk mata pelajaran tafsir dan
Ilmu tafsir peminatan ilmu-ilmu agama kelas XII yang terdiri dari semester I berisi ayat-ayat tentang; berlaku
adil dan jujur, pembinaan pribadi dan keluarga serta masyarakat secara umum, kewajiban berdakwah,
tangung jawab Terhadap Keluarga Dan Masyarakat dan semester II berisi ayat-ayat tentang;
Kepemimpinan, etos kerja, tata cara menyelesaikan perselisihan, potensi akal dan ilmu.
Buku ini disusun secara ringkas, padat, dan jelas, serta dilengkapi dengan kompetensi inti dan
kompetensi dasar, tujuan pembelajaran, peta konsep pembelajaran, yang dapat dijadikan pedoman siswa
sehingga arah belajar siswa bisa jelas dan sesuai tujuan. Selain itu buku ini juga diserta gambar-gambar di
setiap awal bab sehingga bisa mendatangkan kreatifitas siswa untuk berfikir tentang materi sebelum
mengeksplorasi dari materi pelajaran. Cara ini ditempuh untuk memberi kenyamanan kepada peserta didik.
Dengan demikian buku ini diharapkan dapat menjadi mitra yang mengasikkan bagi peserta didik dalam belajar.

Akhirnya, kami menyadari bahwa dalam penyusunan buku ini masih ada kekurangan, baik dari sisi
metodologi maupun substansi maka saran dan kritik yang konstruktif selalu kami harapkan untuk perbaikan
selanjutnya. Semoga buku ini bermanfaat dan mendapatkan ridha dari Allah Swt. amin.

Bandung, November 2013

Penulis

2 Tafsir Ilmu tafsir XII agama smt 1 dan 2


Pedoman Transliterasi Arab-Latin

Tafsir Ilmu Tafsir XII Agama smt 1 dan 2 3


PETUNJUK PENGGUNAAN BUKU

 Setiap awal bab disajikan kompetensi inti,


kompetensi dasar, tujuan pembelajaran, materi
pokok, dan peta konsep yang memberikan
gambaran sementara kepada pengguna buku
serta dapat mengetahui tujuan dan target
belajar, sehingga pengguna buku dapat
memilih bagaimana cara mempelajari buku
ini..

Mari renungkan, sebagai pendekatan scientific 1


sejenak nilai-nilai yang dapat diambil dari materi,
Setiap Bab
 Sebeleum memasuki materi pokok
pembelajaran, ada PENDAHULUAN yang
menggambarkan arti penting pembahasan
dalam bab.

 Mari Mengamati sebagai


pendekatan scientific 2 yang
merangsang peserta didik untuk
 berfikir mengenai
Mari Bertanya materi yang
merupakan
dipelajari
sajian yang mendorongilustrasi
berdasarkan
 Mari Memahami , yang digambarkan.
berisi tentang pembaca untuk berani
analisis kandungan mengungkapkan apa yang ia
ayat untuk fahami dari bab.
menambah
wawasan siswa

 Mari Belajar , berisi panduan


materi siswa dimulai dari:
a. Ayo membaca,
b. Ayo mengartikan,
c. Ayo memaknai mufrodat
d. Ayo menerjemahkan
e. Ayo memahmi

4 Tafsir Ilmu tafsir XII agama smt 1 dan 2


 Pendalaman karakter
merupakan panduan
yang harus dilakukan
siswa

 Kesimpulan merupakan
akhir dari proses
mempelajari materi
yang disajikan agar
 Evaluasi sebagai pembaca lebih mudah
lapangan pembaca Kegiatan diskusi mengingat.
untuk menguji Mutiara Hikmah
kemampuan setelah
mempelajarinya.

Tafsir Ilmu Tafsir XII Agama smt 1 dan 2 5


DAFTAR ISI

Kata Pengantar
Pedoman Translitarasi Arab-Latin
Petunjuk Penggunaan buku
Daftar Isi

SEMESTER GANJIL
BAB I Berlaku Adil Dan Jujur
A. Mari Renungkan
B Mari mengamati/mencermati
C Mari menanya
D Mari Belajar
1. Ayo membaca QS al-Maaidah: 8-10; surah an-Nahl:90-92; surah an-Nisaa‟:
105.
2. Ayo mengartikan Mufrodat penting dari QS al-Maaidah: 8-10; surah an-
Nahl:90-92; surah an-Nisaa‟: 105.
3. Ayo memaknai Mufrodat penting dari QS al-Maaidah: 8-10; surah an-Nahl:90-
92; surah an-Nisaa‟: 105.
4. Ayo menarjamah QS al-Maaidah: 8-10; surah an-Nahl:90-92; surah an-Nisaa‟:
105.
5. Ayo memahami isi kandungan ayat al-maaidah: 8-10; surah an-nahl:90-92;
surah an-nisaa‟: 105
E Menerapkan Prilaku Orang Yang Menerapkan Adil Dan jujur (pendalaman
karakter)
F Ayo menyimpulan
G Mari berlatih
H Mutiara Hikmah

BAB II Pembinaan pribadi dan keluarga, serta pembinaan masyarakat secara umum
A. Mari renungkan
B Mari mengamati/mencermati
C Mari Menanya
D Mari Belajar
1. Ayo membaca an-Nisaa‟: 9, surah al-Baqarah : 44-45, surah an-Nahl:
125, surah al-Baqarah: 177..
2. Ayo mengartikan Mufrodat penting dari QS an-Nisaa‟: 9, surah al-
Baqarah : 44-45, surah an-Nahl: 125, surah al-Baqarah: 177..
3. Ayo memaknai Mufrodat penting dari QS an-Nisaa‟: 9, surah al-
Baqarah : 44-45, surah an-Nahl: 125, surah al-Baqarah: 177..
4. Ayo menarjamah QS an-Nisaa‟: 9, surah al-Baqarah : 44-45, surah an-
Nahl: 125, surah al-Baqarah: 177..
E Mari memahami isi kandungan QS an-Nisaa‟: 9, surah al-Baqarah : 44-45,
surah an-Nahl: 125, surah al-Baqarah: 177..
F Menerapkan Prilaku Orang Yang Menerapkan QS an-Nisaa‟: 9, surah al-
Baqarah : 44-45, surah an-Nahl: 125, surah al-Baqarah: 177.. (pendalaman
karakter)
G Mari menyimpulkan
H Mari berlatih
I Mutiara Hikmah

BAB III Kewajiban berdakwah


A. Mari Renungkan
B Mari mengamati/mencermati

6 Tafsir Ilmu tafsir XII agama smt 1 dan 2


C Mari menanya
D Mari Belajar
1. Ayo membaca an-Nahl: 125; surah asy-Syu‟araa: 214-216, surah al-Hijr: 94-
96
2. Ayo memaknai Mufrodat penting dari QS an-Nahl: 125; surah asy-Syu‟araa:
214-216, surah al-Hijr: 94-96.
3. Ayo memaknai Mufrodat penting dari QS an-Nahl: 125; surah asy-Syu‟araa:
214-216, surah al-Hijr: 94-96.
4. Ayo menarjamah QS an-Nahl: 125; surah asy-Syu‟araa: 214-216, surah al-
Hijr: 94-96.
E Mari memahami isi kandungan ayat an-Nahl: 125; surah asy-Syu‟araa: 214-
216, surah al-Hijr: 94-96
F Menerapkan Prilaku Orang Yang Menerapkan Qs an-Nahl: 125; surah asy-
Syu‟araa: 214-216, surah al-Hijr: 94-96 (pendalaman karakter)
G Mari menyimpulan
H Mari berlatih
I Mutiara Hikmah 000

BAB IV Tanggungjawab manusia terhadap keluarga dan masyarakat


A. Mari renungkan
B Mari mengamati/mencermati
C Mari menanya
D Mari Belajar
1. Ayo membaca at-Tahriim:6, surah Thaahaa: 132; surah al-An‟aam:70 ; surah
an-Nisaa‟:36 dan surah Huud: 117-119.
2. Ayo mengartikan Mufrodat penting dari QS at-Tahriim:6, surah Thaahaa: 132;
surah al-An‟aam:70 ; surah an-Nisaa‟:36 dan surah Huud: 117-119.
3. Ayo memaknai Mufrodat penting dari QS at-Tahriim:6, surah Thaahaa: 132;
surah al-An‟aam:70 ; surah an-Nisaa‟:36 dan surah Huud: 117-119.
4. Ayo menerjamah QS at-Tahriim:6, surah Thaahaa: 132; surah al-An‟aam:70 ;
surah an-Nisaa‟:36 dan surah Huud: 117-119.
E Mari memahami isi kandungan ayat at-Tahriim:6, surah Thaahaa: 132; surah al-
An‟aam:70 ; surah an-Nisaa‟:36 dan surah Huud: 117-119
F Menerapkan Prilaku Orang Yang Menerapkan Qs at-Tahriim:6, surah Thaahaa:
132; surah al-An‟aam:70 ; surah an-Nisaa‟:36 dan surah Huud: 117-119
(pendalaman karakter)
G Mari menyimpulan
H Mari berlatih
I Mutiara Hikmah

SEMESTER GENAP
BAB I Kepemimpinan
A. Mari renungkan
B Mari mengamati/mencermati
C Mari menanya
D Mari Belajar
1. Ayo membaca QS al-Maaidah: 8-10; surah an-Nahl:90-92; surah an-Nisaa‟:
105
2. Ayo mengartikan Mufrodat penting dari QS al-Maaidah: 8-10; surah an-
Nahl:90-92; surah an-Nisaa‟: 105
3. Ayo memaknai Mufrodat penting dari QS al-Maaidah: 8-10; surah an-
Nahl:90-92; surah an-Nisaa‟: 105
4. Ayo menarjamahkan QS al-Maaidah: 8-10; surah an-Nahl:90-92; surah an-
Nisaa‟: 105
E Mari memahami isi kandungan ayat al-maaidah: 8-10; surah an-nahl:90-92;
surah an-nisaa‟: 105
F Menerapkan Prilaku Orang Yang Menerapkan Adil Dan jujur (pendalaman

Tafsir Ilmu Tafsir XII Agama smt 1 dan 2 7


karakter)
G Mari menyimpulkan
H Mari berlatih
I Mutiara Hikmah

BAB II Etos Kerja


A. Mari renungkan
B Mari mengamati/mencermati
C Mari menanya
D Mari Belajar
1. Ayo membaca al-Jumu‟ah 9-11; surah al-Qashash :77.
2. Ayo mengartikan Mufrodat penting dari QS al-Jumu‟ah 9-11; surah al-
Qashash :77.
3. Ayo memaknai Mufrodat penting dari QS al-Jumu‟ah 9-11; surah al-Qashash
:77.
4. Ayo menerjamahkan QS al-Jumu‟ah 9-11; surah al-Qashash :77.
E Mari memahami isi kandungan ayat QS al-Jumu‟ah 9-11; surah al-Qashash :77.
F Menerapkan Prilaku Orang Yang Menerapkan QS al-Jumu‟ah 9-11; surah al-
Qashash :77. (pendalaman karakter)
G Mari menyimpulkan
H Mari berlatih
I Mutiara Hikmah

BAB III Tata cara menyelesaikan perselisihan, musyawarah dan ta‟aruf


A. Mari renungkan
B Mari mengamati/mencermati
C Mari enanya
D Mari Belajar
1. Ayo membaca QS Ali „Imran [3] : 159, QS al-H{ujurat : 9 & 13.
2. Ayo mengartikan Mufrodat penting dari QS Ali „Imran [3] : 159, QS al-
H{ujurat : 9 & 13.
3. Ayo memaknai Mufrodat penting dari QS Ali „Imran [3] : 159, QS al-H{ujurat
: 9 & 13.
4. Ayo menarjamahkan QS Ali „Imran [3] : 159, QS al-H{ujurat : 9 & 13.
E Mari memahami isi kandungan ayat Ali „Imran [3] : 159, QS al-H{ujurat : 9 &
13
F Menerapkan Prilaku Orang Yang Menerapkan Qs Ali „Imran [3] : 159, QS al-
Hujurat : 9 & 13 (pendalaman karakter)
G Mari menyimpulkan
H Mari berlatih
I Mutiara Hikmah

BAB IV Potensi Akal Dan Ilmu


A. Mari renungkan
B Mari mengamati/mencermati
C Mari menanya
D Mari Belajar
1. Ayo membaca Qs Ali Imran:190-191;QS al-A‟raf: 179; QS al-Isra‟:36; QS ar-
Rahman:1-4
2. Ayo mengartikan Mufrodat penting dari QS Qs Ali Imran:190-191;QS al-
A‟raf: 179; QS al-Isra‟:36; QS ar-Rahman:1-4
3. Ayo memaknai Mufrodat penting dari QS Qs Ali Imran:190-191;QS al-A‟raf:
179; QS al-Isra‟:36; QS ar-Rahman:1-4
4. Ayo menarjamahkan Qs Ali Imran:190-191;QS al-A‟raf: 179; QS al-Isra‟:36;
QS ar-Rahman:1-4

8 Tafsir Ilmu tafsir XII agama smt 1 dan 2


E Mari memahami isi kandungan ayat Qs Ali Imran:190-191;QS al-A‟raf: 179;
QS al-Isra‟:36; QS ar-Rahman:1-4
F Menerapkan Prilaku Orang Yang Menerapkan Qs Ali Imran:190-191;QS al-A‟raf:
179; QS al-Isra‟:36; QS ar-Rahman:1-4 (pendalaman karakter)
G Mari menyimpulkan
H Mari berlatih
I Mutiara Hikmah

Tafsir Ilmu Tafsir XII Agama smt 1 dan 2 9


BERLAKU ADIL DAN JUJUR
I

KI (Kompetensi Inti) :
1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama Islam
2. Mengembangkan perilaku (jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli, santun, ramah lingkungan, gotong royong, kerjasama,
cinta damai, responsif dan pro-aktif) dan menunjukan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan bangsa
dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan
bangsa dalam pergaulan dunia.
3. Memahami, menerapkan dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural dalam ilmu pengetahuan,
teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait
fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat
dan minatnya untuk memecahkan masalah.
4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang
dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan.
KD (Kompetensi Dasar) :
1.2 Menghayati kandungan Al-Qur‟an tentang berlaku adil dan jujur.
2.1. Menunjukkan perilaku jujur dan adil sesuai kandungan Al-Qur‟an surah al-Maaidah: 8-10; surah an-
Nahl:90-92; surah an-Nisaa‟: 105.
3.1 Memahami kandungan Al-Qur‟an tentang berlaku adil dan jujur dalam surah al-Maaidah: 8-10; surah an-
Nahl:90-92; surah an-Nisaa‟: 105.
4.1 Menerapkan perilaku adil dan jujur dalam perkataan dan perbuatan sesuai kandungan Al-Qur‟an dalam surah
al-Maaidah: 8-10; surah an-Nahl:90-92; surah an-Nisaa‟: 105

INDIKATOR PENCAPAIAN
1. Membaca Qs al-Maaidah: 8-10; surah an-Nahl:90-92; surah an-Nisaa‟: 105. Dengan tartil hingga hafal
2. Mengartikan, memaknai dan menerjemahkan Qs al-Maaidah: 8-10; surah an-Nahl:90-92; surah an-Nisaa‟: 105.
3. Memahami kandungan Qs al-Maaidah: 8-10; surah an-Nahl:90-92; surah an-Nisaa‟: 105. Lengkap dan sempurna
4. Memahami arti adil dan jujur dalam Qs al-Maaidah: 8-10; surah an-Nahl:90-92; surah an-Nisaa‟: 105.
5. Menerapkan prilaku adil dan jujur sesuai Qs al-Maaidah: 8-10; surah an-Nahl:90-92; surah an-Nisaa‟: 105 dalam
kehidupan sehari-hari
TUJUAN PEMBELAJARAN :
Setelah KBM melalui Model/Strategi diskusi, ceramah dan demontrasi siswa dapat :
 Memahami kandungan Al-Qur‟an tentang berlaku adil dan jujur dalam surah al-Maaidah: 8-10; surah an-
Nahl:90-92; surah an-Nisaa‟: 105.
 Menunjukkan prilaku jujur dan adil
 Menerapkan prilaku jujur dan adil
PETA KONSEP
Mari belajar
Mari belajar arti,
membaca surah makna kata dan
al-Maaidah: 8-10; tarjamah Qs al-
surah an-Nahl:90- Maaidah: 8-10;
92; surah an- surah an-Nahl:90-
Nisaa’: 105. 92; surah an-
Nisaa’: 105.
Adil
dan
jujur mari memahami
menerapkan QS al-Maaidah:
Prilaku Orang 8-10; surah an-
Yang Nahl:90-92;
Menerapkan Adil surah an-Nisaa’:
Dan jujur 105.
(pendalaman
karakter)

10 Tafsir Ilmu tafsir XII agama smt 1 dan 2


A. Mari kita renungkan
Petuntuk: ananda sekalian, Renungkan sejenak dongeng/kisah dibawah ini dengan teliti;
1. Gambar anak yang selalu bohong, coba lihat apa yang terjadi dengannya? bagaimana jika
dalam kehidupan yang nyata ini setiap orang yang bohong seperti itu? nilai apa yang bisa
diambil dari kisah ini?
2. Apa yang dilakukan ayah pada gambar ini terhadap anak-anaknya? bayangkan jika itu ayah
ananda sekalian bagaimana perasaan ananda? apa yang bisa diambil dari gambar ini?
3. Sudahkah keduanya sesuai dengan ayat-ayat Allah tentang adil dan jujur Sebutkan alasanmu!

Sumber : Sumber:
http://ricky2phos.wordpress.com/2011/11/17/bersikap-jujur/ http://www.dnaberita.com/berita-6990-bersikap-adil-pada-si-kembar.html
JUJUR ITU PENTING ADILPUN DEMIKIAN

Kejujuran dan adil adalah sikap yang mencerminkan dua kata dan perbuatan. Artinya ucapannya
sama dengan perbuatannya. Orang yang jujur selalu berkata benar, orang yang adil selalu bijak dalam semua
tindakan. Tidak berbohong dan apa adanya, sama rata dalam bertindak. Orang jujur dapat dipercaya. Orang
adil disukai banyak orang. Lawan kata jujur adalah bohong atau dusta, lawan kata adil adalah diskriminasi.
Sekali kita berbohong atau berdusta maka selanjutnya orang tidak akan lagi percaya dengan kita. Demikian
pula adil sekali tidak adil pasti akan di jauhi teman, Maka berhati-hatilah dalam berkata dan bertindak.
Utamakan kejujuran dan keadilan meskipun itu dirasa sulit untuk disampaikan dan dilaksanakan. Nabi
Muhammad SAW adalah contoh teladan yang baik dalam hal kejujuran dan keadilan. Sebelum beliau
menjadi nabi, beliau sangat terkenal kejujurannya dan keadilan sehingga beliau mendapat gelar Al-Amin.

B. MARI MENGAMATI DAN MENCERMATI


Petuntuk: Perhatikan gambar-gambar ini, kemudian berikan tanggapanmu terkait dengan tema kita !
Dari gambar disamping permasalahan apa yang anda peroleh?
1. …………………………………………….………………………
2. ………………….……………………………………………..
3. ………………………………………….…………………………
………………….…………………………………………….
4. …………………………………………… …………… ………
………………………. …………………………… ……… ……

Sumber:http://millahibrohim.wordpress.com/2009/09/27/keharusan-bersikap-adil-dan-macam-macam-keadilan/
Dari gambar disamping permasalahan apa yang anda peroleh?
1. …………………………………………….
…………………………………………….
……………………………………………..
2. …………………………………………….
…………………………………………….
…………………………………………….
3. ……………………………………………
……………………………………………..
……………………………………………..
Sumber: http://supriyadikaranganyar.wordpress.com

Tafsir Ilmu Tafsir XII Agama smt 1 dan 2 11


C. MARI MENANYA
Setelah ananda kalian merenungkan, membaca dan mengamati gambar / cerita di atas,
ada beberapa pertanyaan yang perlu kalian gali, Buatlah pertanyaan-pertanyaan dengan
menggunakan bentuk kata: bagaimana, apa, mengapa, jelaskan dan lain-lain! Contoh:
 Mengapa banyak terjadi kasus-kasus krisis keadilan dan kejujuran yang sangat merugikan masarakat
lain?
 …………………………………………………………………………………………………..
 ……………………………………………………………………………………………………
 ……………………………………………………………………………………………………

D. MARI BELAJAR
Petunjuk: ananda sekalian, mari kita belajar membaca, mengartikan, memaknai, menerjemahkan
dan memahami Qs Al Maidah (5) : 8-10 dengan berulang-ulang, tartil dan bersama-
sama hingga lancar dan usahakan ananda bisa menghafalnya !.

a. Ayo membaca QS Al Maidah (5) : 8-10


‫ََي َأُّيه َا ذ ِاَّل َين أ ٓ َمٌُوا ُنوهُوا كَ ذوا ِم َني ِ ذ ِّلِل ُصَِدَ َاء ِِبمْ ِل ْسطِ َوال َ َْي ِر َمٌ ذ ُ ُْك َص يَب ٓ ُن كَ ْو ٍم ػَ ََل َأال ثَ ْؼ ِدمُوا‬
‫اّلِل ذ ِاَّل َين أ ٓ َمٌُوا‬ ُ ‫ َ)وػَدَ ذ‬٨( ‫ون‬ َ ُ‫اّلِل َخدِريٌ ِت َما ثَ ْؼ َمو‬ َ ‫اّلِل ا ذن ذ‬َ ‫ا ْػ ِدمُوا ُ َُو َأ ْك َر ُب ِنوخذ ْل َوى َواث ذ ُلوا ذ‬
ْ َ ِ ‫ذ‬ ّ َ ٌ ِ َ ِ ِ
َ َ َ ِ ُ ٓ ‫ذ‬ َ َ َ ِ ِ
ُ ‫ َ)واَّل َين نف ُروا َونذتُوا ِتب ََيثيَا أومئم أْص‬٩( ‫امصام َحات مِ ُْم َم ْـف َرة َوأ ْج ٌر َغظ ٌمي‬
‫اب‬ ‫َو َ َِعوُوا ذ‬
)٠١( ‫امْ َج ِح ِمي‬
b. Ayo mengartikan mengartikan beberapa mufradāt penting dari QS Al Ma’idah (5) : 8-10
‫كَ ذوا ِم َني‬ : orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran)
‫الَي ِر َمٌ ذ ُ ُْك‬
ْ َ ‫َو‬ : dan janganlah sekali-kali kebencianmu
‫َص يَب ٓ ُن‬ : kebencian

c. Ayo Memaknai Mufradāt Penting

 Kata ( ‫ ) ٔأْصاب‬ashhâb adalah bentuk jamak dari kata (‫ )صاحة‬shâhib/ yang menemani
(teman). Yang menemani selalu bersama orang yang ditemaninya, sehingga ashhâb an-nâr,
adalah orang-orang yang selalu menemani dan ditemani oleh api neraka, tidak pernah
terlepas atau dapat melepaskan diri darinya. Itulah yang dimaksud dengan terjemahan
penghuni neraka

 Petunjuk: dalam setiap kegiatan menerjemahkan maka, Perhatikan dan bacalah terjemahan dari ayat
yang di maksud

d. Ayo menerjemahkan al-Maaidah: 8-10

Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu Jadi orang-orang yang selalu
menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. dan janganlah sekali-kali
kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk Berlaku tidak adil. Berlaku
adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. dan bertakwalah kepada Allah,
Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan. 9. Allah telah menjanjikan

12 Tafsir Ilmu tafsir XII agama smt 1 dan 2


kepada orang-orang yang beriman dan yang beramal saleh, (bahwa) untuk mereka ampunan
dan pahala yang besar. 10. Adapun orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat
Kami, mereka itu adalah penghuni neraka

e. Ayo Memahami al-Maaidah: 8-10


Selanjutnya, ananda pelajari uraian berikut ini dan lebih baik lagi jika ananda
mengembangkannya dengan mencari materi tambahan dari sumber belajar lainnya!

Di atas dinyatakan bahwa adil lebih dekat kepada takwa. Perlu dicatat bahwa
keadilan dapat merupakan kata yang menunjuk substansi ajaran Islam.
Setelah pada ayat 8 Allah memerintah dan melarang, kini melalui kedua ayat 9 dan
10 Allah menggembirakan dan mengancam, dengan menyatakan : Allah telah menjanjikan
orang-orang yang beriman dengan ucapan yang sesuai dengan isi hati mereka dan
membuktikannya dengan beramal saleh, bahwa untuk mereka ampunan terhadap dosa-dosa
mereka dan pahala yang besar, baik di dunia lebih-lebih di akhirat sebagai buah dan imbalan
amal-amal baik mereka. Adapun orang-orang yang kafir, yang menolak ajakan Rasul dan
mendustakan ayat-ayat Allah, yang disampaikan oleh para Rasul maka mereka itu –yang
ditunjuk oleh ayat ini– bukan selain mereka yang sangat jauh dalam kekafirannya, serta amat
jauh dari rahmat Allah, adalah penghuni-penghuni neraka.

Selanjutnya untuk memperkuat pembahasan tentang adil dan jujur ini, pelajari QS. An Nahl
(16) : 90-92 berikut !
II. Ananda sekalian, mari kita membaca QS. An Nahl (16) : 90-92 berulang-ulang secara tartil
dan bersama-sama hingga lancar dan setengah hafal!

a. Ayo membaca QS An Nahl (16) : 90-92 berikut dengan tartil


‫اّلِل يَبِ ُم ُر ِِبمْ َؼ ْد ِل َوا ٕال ْح َس ِان َواي َخا ِء ِذي امْ ُل ْر ََب َويَ ْْنَى َغ ِن امْ َف ْحضَ ا ِء َوامْ ُم ْي َك ِر َوامْ َح ْـ ِي‬ َ ‫ا ذن ذ‬
ِ ‫ َ)و َأ ْوفُوا ّ ِت َؼِْ ِد ذ‬٩١( ‫ون‬ ‫ذ‬ َ ُ ‫ذ‬ َ ُ ّ
‫اّلِل ا َذا ػَاُ َْد ُ ُْت َوال ثَ ْي ُلضُ وا ا ٔليْ َم َان ت َ ْؼدَ ث َْو ِني ِدَُا‬ َ ُ ‫ر‬ ‫ن‬ ‫َذ‬ ‫ث‬ ْ
‫ُك‬ ‫و‬ ‫ؼ‬
َ ‫م‬ ْ
‫ُك‬ ُ
‫ظ‬ ِ
‫ؼ‬ َ‫ي‬
ّ َ
‫ َ)وال حَ ُكوهُوا ََكم ذ ِِت ه َ َلضَ ْت ؾَ ْزمََِا‬٩٠( ‫ون‬ ُ ‫و‬ ‫ؼ‬‫ف‬ْ
َ َ َ‫اّلِل ي َ ْؼ َُل َما ث‬ َ ‫اّلِل ػَوَ ْي ُ ُْك َن ِفيال ا ذن ذ‬ َ ‫َوكَ ْد َج َؼوْ ُ ُُت ذ‬
ُ‫ِه َأ ْر ََب ِم ْن ُأ ذم ٍة اه ذ َما ي َ ْحوُو ُُك‬
َِ ‫ون ُأ ذم ٌة‬ ُ َ ْ ُ ْ ُ َّ ُ ِ ً َ َ ٍ ُ ِ ِ
‫ك‬
َ َ ْ ََ‫ح‬ ‫ن‬ ‫أ‬ ‫ُك‬ ٌ ْ ‫ي‬ ‫ت‬ ‫َال‬
‫خ‬ ‫د‬
َ ‫ُك‬ َ ‫م ْن ت َ ْؼد ك ذوة أ ْىَكًث ثَخذخذ‬
َ َ ْ ‫ون أ‬
‫ى‬ ‫ا‬‫م‬ ‫ي‬
ّ
)٩٩( ‫ون‬ َ ‫اّلِل ِت َِ َوم َ ُي َح ِي ّ َ ذَن مَ ُ ُْك ي َ ْو َم امْ ِل َيا َم ِة َما ُن ْي ُ ُْت ِفي َِ َ َْت َخ ِو ُف‬ ُ‫ذ‬
Petunjuk: perhatikan arti perlafal atau kalimat di bawah ini dengan baik untuk menambah wawasan
ananda sekalian;
b. Ayo mengartikan mengartikan beberapa mufradāt penting dari An Nahl (16) : 90-92
‫امْ َح ْـ ِي‬ : dan permusuhan

‫َأ ْوفُوا‬ : dan kalian penuhilah

‫ثَ ْي ُلضُ وا‬ : kalian melanggar

Tafsir Ilmu Tafsir XII Agama smt 1 dan 2 13


‫ت‬ ْ َ‫ََكم ذ ِِت ه َ َلض‬ : seperti seorang perempuan yang mengurai

‫ؾَ ْزمََِا‬ : benangnya

‫َأ ْى ََك ًًث‬ : menjadi lepas terurai


c. Ayo Memaknai Mufradāt Penting
 Kata ( ‫ )امؼددل‬al-'adl terambil dari kata (‫' )ػددل‬adala yang terdiri dari huruf-huruf 'ain, dal
dan lam. Rangkaian huruf-huruf ini mengandung dua makna yang bertolak belakang,
yakni lurus dan sama serta bengkok dan berbeda. Seseorang yang adil adalah berjalan
lurus dan sikapnya selalu menggunakan ukuran yang sama, bukan ukuran ganda.
Persamaan itulah yang menjadikan seseorang yang adil tidak berpihak kepada salah
seorang yang berselisih.
 Beberapa pakat mendefinisikan adil dengan penempatan sesuatu pada tempat yang
semestinya. Ini mengantar kepada persamaan, walau dalam ukuran kuantitas boleh jadi
tidak sama. Ada juga yang menyatakan bahwa adil adalah memberikan kepada pemilik
hak-haknya, melalui jalan yang terdekat. Ini bukan saja menuntut seseorang memberi hak
kepada pihak lain, tetapi juga hak tersebut harus diserahkan tanpa menunda-nunda.
"Penundaan utang dari seseorang yang mampu membayar hutangnya adalah
penganiayaan." Demikian sabda Nabi SAW. Ada lagi yang berkata adil adalah moderasi :
"tidak mengurangi tidak juga melebihkan," dan masih banyak rumusan yang lain.
 Kata ( ‫ )االٕحسددان‬al-ihsân menurut ar-Raghib al-Ashfahani digunakan untuk dua hal,
pertama memberi nikmat kepada pihak lain, dan kedua, perbuatan baik. Karena itu –
lanjutnya – kata ihsan lebih luas dari sekadar "memberi nikmat atau nafkah." Maknanya
bahkan lebih tinggi dan dalam dari kandungan makna adil, karena adil adalah
"memperlakukan orang lan sama dengan perlakuannya terhadap Anda," sedang ihsan
adalah "memperlakukannya lebih baik dari perlakuannya terhadap Anda." Adil adalah
mengambil semua hak Anda dan atau memberi semua hak orang lain, sedang ihsan adalah
memberi lebih banyak daripada yang harus Anda beri dan mengambil lebih sedikit dari
yang seharusnya Anda ambil.
 Kata ( ‫ )إيخداء‬îtâ' / pemberian mengandung makna-makna yang sangat dalam. Menurut
pakar bahasa Al-Qur'an, ar-Raghib al-Ashfahan, kata ini pada mulanya berarti
"kedatangan dengan mudah." Al-Fairuzabadi dalam kamusnya menjelaskan sekian
banyak artinya, antara lain, istiqâmah (bersikap jujur dan konsisten), cepat, pelaksanaan
secara amat sempurna, memudahkan jalan mengantar kepada seorang agung lagi
bijaksana, dan lain-lain. Dari makna-makna tersebut dapat dipahami apa sebenarnya yang
dikandung oleh perintah ini dan apa yang seharusnya dilakukan oleh sang pemberi, serta
bagaimana seyogyanya sikap kejiwaannya ketika memberi.
 Kata ( ‫ )امفحضداء‬al-fahsyâ'/ keji adalah nama bagi segala perbuatan atau ucapan, bahkan
keyakinan yang dinilai buruk oleh jiwa dan akal yang sehat, serta mengakibatkan dampak
buruk bukan saja bagi pelakunya tetapi juga bagi lingkungannya.
 Kata ( ‫ )امليكر‬al-munkar/ kemungkaran dari segi bahasa, berarti sesuatu yang tidak dikenal
sehingga diingkari. Itu sebabnya ia diperhadapkan dengan kata al-ma'rûf/ yang dikenal.
Dalam bidang budaya kita dapat membenarkan ungkapan :"Apabila ma'ruf sudah jarang
dikerjakan, ia bisa beralih menjadi munkar, sebaliknya bila munkar sudah sering
dikerjakan ia menjadi ma'ruf."
 Ibn Taimiyah mendefinisikan munkar, dari segi pandangan syariat sebagai Segala sesuatu
yang dilarang oleh agama. Dari definisi ini dapat disimak bahwa kata munkar lebih luas

14 Tafsir Ilmu tafsir XII agama smt 1 dan 2


jangkauan pengertiannya dari kata ma'shiyat/ kedurhakaan. Binatang yang merusak
tanaman, merupakan kemungkaran, tetapi bukan kemaksiatan, karena binatang tidak
dibebani tanggung jawab, demikian juga meminum arak bagi anak kecil, adalah mungkar,
walau apa yang dilakukannya itu – melihat usianya – bukanlah maksiat.
 Sesuatu yang mubah pun, apabila bertentangan dengan budaya, dapat dinilai mungkar,
seperti misalnya bergandengan tangan dengan sangat mesra dengan istri sendiri di depan
umum apabila dilakukan dalam suatu masyarakat yang budayanya tidak membenarkan
hal tersebut.
 Munkar bermacam-macam dan bertingkat-tingkat. Ada yang berkaitan dengan
pelanggaran terhadap Allah, baik dalam bentuk pelanggaran ibadah, perintah non-ibadah,
dan ada juga yang berkaitan dengan manusia, serta lingkungan. Bahwa al-munkar, adalah
sesuatu yang dinilai buruk oleh suatu masyarakat serta bertentangan dengan nilai-nilai
Ilahi. ia adalah lawan ma'ruf yang merupakan sesuatu yang baik menurut pandangan
umum suatu masyarakat selama sejalan dengan al-khair.
 Kata ( ‫)امحـدددي‬ al-baghy/ penganiayaan terambil dari kata bagha yang berarti
meminta/menuntut, kemudian maknanya menyempit sehingga pada umumnya ia
digunakan dalam arti menuntut hak pihak lain tanpa hak dan dengan cara aniaya/tidak
wajar. Kata tersebut mencakup segala pelanggaran hak dalam bidang interaksi sosial, baik
pelanggaran itu lahir tanpa sebab, seperti perampokan, pencurian, maupun dengan atau
dalih yang tidak sah, bahkan walaupun dengan tujuan penegakan hukum tetapi dalam
pelaksanaannya melampaui batas. Tidak dibenarkan memukul seseorang yang telah
diyakini bersalah sekalipun dalam rangka memperoleh pengakuannya. Membalas
kejahatan orang pun tidak boleh melebihi kejahatannya. Dalam konteks ini Al-Qur'an
mengingatkan pada akhir surah ini bahwa : "Apabila kamu membalas maka balaslah
persis sama dengan siksaan yang ditimpakan kepada kamu (QS. An-Nahl [16]: 128).
 Kejahatan al-baghy pun sebenarnya telah dicakup oleh kedua hal yang dilarang
sebelumnya. Tetapi di sini ditekankan, karena kejahatan ini – secara sadar atau tidak –
sering kali dilanggar. Dorongan emosi untuk membalas, bahkan keinginan menggebu
untuk menegakkan hukum serta kebencian yang meluap kepada kemungkaran, sering kali
mengantar seorang yang taat pun – tanpa sadar – melakukan al-baghy.
 Firman-Nya : ( ‫ )مؼودُك ثدذهرون‬la'allakum tadzakkarûn / agar kamu dapat selalu ingat yang
menjadi penutup ayat ini dapat dipahami sebagai isyarat bahwa tuntunan-tuntunan agama,
atau paling tidak nilai-nilai yang disebut di atas, melekat pada nurani setiap orang, dan
selalu didambakan wujudnya, karena itu nilai-nilai tersebut bersifat universal.
Pelanggarannya dapat mengakibatkan kehancuran kemanusiaan.
 Yang dimaksud dengan ( ‫ )ثيلضدوا‬tanqudhû/ membatalkan adalah melakukan sesuatu yang
bertentangan dengan kandungan sumpah/janji.
 Yang dimaksud dengan ( ‫ )تؼِدد ه‬bi 'ahd Allah/ perjanjian Allah dalam konteks ayat ini
antara lain, bahkan terutama adalah bai'at yang mereka ikrarkan di hadapan Nabi
Muhammad saw. untuk tidak mempersekutukan Allah SWT serta tidak melanggar
perintah Nabi SAW. yang mengakibatkan mereka durhaka. Janji dan atau sumpah yang
menggunakan nama Allah yang kandungannya demikian, seringkali dilaksanakan oleh
para sahabat Nabi SAW. sejak mereka masih di Mekkah, sebelum berhijrah. Memang
redaksi ayat ini mencakup segala macam janji, sumpah, serta ditujukan kepada siapa pun
dan di mana pun mereka berada.
 Firman-Nya ( ‫ )تؼدد ثوهيددُا‬ba'da taukîdihâ ada yang memahaminya dalam arti sesudah
kamu meneguhkannya. Atas dasar itu yang jelas maksud meneguhkan/peneguhan tersebut
adalah menjadikan Allah SWT sebagai saksi dan pengawas atas sumpah dan janji-janji

Tafsir Ilmu Tafsir XII Agama smt 1 dan 2 15


manusia. Ayat ini menekankan perlunya menepati janji, memegang teguh tali agama serta
menutup rapat-rapat semua usaha musuh-musuh Islam yang berupaya memurtadkan kaum
muslimin, sejak masa Nabi SAW. di Mekah hingga masa kini dan mendatang.
 Kata ( ‫ )دخدال‬dakhalan dari segi bahasa berarti kerusakan, atau sesuatu yang buruk. Yang
dimaksud di sini adalah alat atau penyebab kerusakan. Ini karena dengan bersumpah
seseorang menanamkan keyakinan dan ketenangan di hati mitranya, tetapi begitu dia
mengingkari sumpahnya, maka hubungan mereka menjadi rusak, tidak lain penyebabnya
kecuali sumpah itu yang kini telah diingkari. Dengan demikian, sumpah menjadi alat atau
sebab kerusakan hubungan.
 Kata ( ‫ ) ٔأرَب‬arbâ terambil dari kata (‫ )امرتدو‬ar-rubwu yaitu tinggi atau berlebih. Dari akar
yang sama lahir kata riba yang berarti kelebihan. Kelebihan dimaksud bisa saja dalam arti
kuantitas, sehingga bermakna lebih banyak bilangannya, atau kualitasnya, yakni lebih
tinggi kualitas hidupnya dengan harta yang melimpah dan kedudukan yang terhormat.

Petunjuk: Perhatikan dan bacalah terjemah dari Qs An-Nahl: 90-92


d. Terjamahan-Nahl:90-92
90. Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) Berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi
kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan
permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran.
91. dan tepatilah Perjanjian dengan Allah apabila kamu berjanji dan janganlah kamu
membatalkan sumpah-sumpah(mu) itu, sesudah meneguhkannya, sedang kamu telah
menjadikan Allah sebagai saksimu (terhadap sumpah-sumpahmu itu). Sesungguhnya
Allah mengetahui apa yang kamu perbuat.
92. dan janganlah kamu seperti seorang perempuan yang menguraikan benangnya yang
sudah dipintal dengan kuat, menjadi cerai berai kembali, kamu menjadikan sumpah
(perjanjian) mu sebagai alat penipu di antaramu, disebabkan adanya satu golongan yang
lebih banyak jumlahnya dari golongan yang lain. Sesungguhnya Allah hanya menguji
kamu dengan hal itu. dan Sesungguhnya di hari kiamat akan dijelaskan-Nya kepadamu
apa yang dahulu kamu perselisihkan itu.

e. Ayo Memahami isi Kandungan Al-Qur’an surah an-Nahl:90-92


Ayat ini dinilai oleh para pakar sebagai ayat yang paling sempurna dalam penjelasan
segala aspek kebaikan dan keburukan. Allah SWT berfirman sambil mengukuhkan dan
menunjuk langsung diri-Nya dengan nama yang teragung guna menekankan pentingnya
pesan-pesan Allah yang secara universal bersesuaian dengan nurani setiap manusia.
Ihsan adalah puncak kebaikan amal perbuatan. Terhadap hamba, sifat perilaku ini tercapai
saat seseorang memandang dirinya pada diri orang lain sehingga dia memberi untuknya apa
yang seharusnya dia beri untuk dirinya; sedang ihsan antara hamba dengan Allah adalah
leburnya dirinya sehingga dia hanya "melihat" Allah SWT. Karena itu pula ihsan antara
hamba dengan sesama manusia adalah bahwa dia tidak melihat lagi dirinya dan hanya melihat
orang lain itu. Siapa yang melihat dirinya pada posisi kebutuhan orang lain dan tidak melihat
dirinya pada saat beribadah kepada Allah maka dia itulah yang dinamai muhsin, dan ketika itu
dia telah mencapai puncak dalam segala amalnya.

16 Tafsir Ilmu tafsir XII agama smt 1 dan 2


Setelah ayat yang lalu memerintahkan menepati janji dan memenuhi sumpa, ayat 92
melarang secara tegas membatalkannya sambil mengilustrasikan keburukan pembatalan itu.
Pengilustrasian ini merupakan salah satu bentuk penekanan. Memang penegasan tentang
perlunya menepati janji merupakan sendi utama tegaknya masyarakat, karena itulah yang
memelihara kepercayaan berinteraksi dengan anggota masyarakat. Bila kepercayaan itu
hilang, bahkan memudar, maka akan lahir kecurigaan yang merupakan benih kehancuran
masyarakat.

Selanjutnya untuk memperkuat pembahasan tentang ketaatan kepada Allah dan Rasulullah ini,
pelajari QS. An-Nisā` [4] : 105 berikut!

III. Ananda sekalian, mari kita membaca QS. An-Nisā` [4] : 105 berulang-ulang secara tartil
dan bersama-sama hingga lancar dan setengah hafal!

a. Ayo membaca QS An Nisa’(4) : 105 berikut dengan tartil


‫اّلِل َوال حَ ُك ْن ِنوْخَائِ ِي َني خ َِصميًا‬ َ َ‫اَّنذ َأ ْى َزمْيَا ام َ ْي َم ْام ِكذ‬
ُ ‫اب ِِبمْ َح ّ ِق ِم َخ ْح ُ َُك ت َ ْ َني اميذ ِاس ِت َما َأ َراكَ ذ‬
ّ ّ
b. Ayo mengarti mufrodat yang penting dari Qs An Nisa’(4) : 105
‫ِم َخ ْح ُ َُك‬ : agar mengadili

‫ني‬ َ ‫ِنوْخَائِ ِي‬ : orang-orang berkhianat

‫خ َِصميًا‬ : pembela
c. Ayo memaknai Mufradad yang penting dari QS An Nisa’(4) : 105

 Kata () Al haqq, terdiri dari huruf-huruf ha' dan qaf maknanya berkisar pada
kemantapan sesuatu dan kebenarannya. Sesuaru yang mantap tidak berubah, dinamai haq,
demikian juga yang mesti dilaksanakan atau yang wajib.
 Kata () araka dalam firman-Nya: ( ) araka Allah/ yang diperlihatkan Allah
kepadamu pada mulanya berarti memperlihatkan dengan mata kepala, tetapi maksudnya di
sini adalah memperlihatkan dengan mata hati dan pikiran. Hasilnya adalah pengetahuan
yang meyakinkan. Apa yang diperlihatkan Allah itu, bukan terbatas pada
memperlihatkan rincian satu hukum kepada Nabi Muhammad SAW., tetapi juga
berarti memperlihatkan rinciannya melalm kaidah-kaidah yang diangkat dari ayat-ayat
Al Qur'an.

d. Ayo menarjamah an-Nisaa’: 105


“Sesungguhnya Kami telah menurunkan kitab kepadamu dengan membawa kebenaran,
supaya kamu mengadili antara manusia dengan apa yang telah Allah wahyukan kepadamu,
dan janganlah kamu menjadi penantang (orang yang tidak bersalah), karena (membela)
orang-orang yang khianat”
e. Ayo Memahami isi kandungan Qs An-Nisa’: 105
Nilai-nilai agama adalah haq karena nilai-nilai itu selalu mantap tidak dapat diubah-
ubah. Sesuatu yang tidak berubah, sifatnya pasti, dan sesuatu yang pasti, menjadi benar,

Tafsir Ilmu Tafsir XII Agama smt 1 dan 2 17


dari sisi bahwa ia tidak mengalami perubahan. Nilai-nilai yang diajarkan Al Qur'an adalah
haq. Ia diturunkan dengan haq dalam arti tidak disentuh oleh kebatilan tidak juga dapat
dibatalkan atau dilenyapkan oleh kenyataan.
Segala yang berkaitan dengan Al Qur'an adalah haq. Yang menurunkannya, yaitu
Allah, adalah Al Haq yang paling mutlak. Yang membawanya turun, yang menerimanya,
cara turunnya, redaksi dan gaya bahasanya, kandungan dan pesan-pesannya, semuanya
haq dan benar, tidak boleh diubah dan tidak akan berubah.
Ijtihad Nabi SAW sebagai Penentu Kebijakan, Ayat ini memberikan kepada Rasul
SAW., wewenang menetapkan hukum sekaligus kebenaran apa yang beliau putuskan
melalui Ijtihad karena beragamnya persoalan, sedang petunjuk Al Qur‟an bersifat
global. Hal ini menuntut Nabi Muhammad SAW., untuk mengembangkan tasyri‟
menyangkut persoalan pada waktu itu, tentunya dengan prinsip-prinsip yang dalam
pada Al Quran.
Ijtihad beliau pasti benar, tetapi ini bukan berarti bahwa rincian ketetapan hukum
beliau menyangkut si A misalnya pasti benar, tetapi yang dimaksud adalah cara dan
proses penetapan hukum yang beliau tempuh serta ketetapannya berdasarkan bukti-bukti
formal yang dikemukakan oleh yang berselisih serta pengembalian rincian tersebut kepada
wahyu Ilahi adalah benar dan haq.
Sikap Ahlul Kitab Terhadap Ajaran Kitab Suci
Uraian ayat diatas, salah satunya adalah menggambarkan keanehan orang-orang
yang telah diberi kitab suci yakni diantaranya Ahlul Kitab, yang sesat dan menyesatkan
orang lain dan keimanan mereka kepada setan dan berhala, dilanjutkan dengan uraian
tentang anehnya sikap mereka yang mengaku percaya kepada kitab yang diturunkan Allah
tetapi mencari hakim selain-Nya. Ini dilanjutkan dengan aneka rincian, menyangkut
mereka, serta aneka dalil yang membatalkan dalih mereka, sampai akhirnya perintah untuk
menghadapi para pembangkang dengan keampuhan argument dan kekuatan senjata. Tetapi
harus juga dingat bahwa tidak seluruh penganut ajaran Ahlul Kitab itu buruk secara
sosiologis, sebagai bukti adalah bahwa Nabi juga membela kepentingan seorang Yahudi
dengan bersikap adil dengan menyatakan orang tersebut tidak bersalah, karena memang
bukti yang diajukan oleh seorang muslim lemah.

D. Prilaku orang yang menerapkan adil dan jujur (Pendalaman Karakter).


Dengan memahami ayat-ayat tentang adil dan jujur maka seharusnya kita memiliki
sikap-sikap berikut ini! Coba sebutkan sikap-sikap lain yang ananda temukan dari tema
pembahasan kita hari ini!
1. Berlaku adil dan jujur dimanapun dan dalam keadaan apapun
2. ………………………………………………………………………………………………….
3. ………………………………………………………………………………………………….

18 Tafsir Ilmu tafsir XII agama smt 1 dan 2


4. ………………………………………………………………………………………………….
5. ………………………………………………………………………………………………….
6. ………………………………………………………………………………………………….

E. KESIMPULAN
Setelah mempelajari materi di atas, tentunya ananda sekalian dapat menyimpulkan beberapa
hal, diantaranya adalah sebagaimana tercantum di bawah ini. Coba temukan materi-materi
pokok lain yang belum tercantum!
a. Kerasulan Nabi Muhammad adalah benar adanya, oleh karenanya Rasul SAW., diberi
wewenang untuk mengemban misi suci ini melalui pembentukan syari‟at yang tidak didapati
dalam Al Qur‟an, yang kemudian lebih dikenal dengan Hadis Nabi SAW. Sehingga apa yang
datang dari nabi menyangkut perkataan, perbuatan dan ketetapanya harus di taati.
b. ……………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………
c. ……………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………….

F. Ayo berasosiasi

Petunjuk: diskusikan QS al-Maaidah: 8-10; surah an-Nahl:90-92; surah an-Nisaa‟: 105. Tentang
Adil dan Jujur.
a) KEGIATAN DISKUSI (Asosiasi)

Setelah Anda mendalami materi melalui ayo belajar, maka selanjutnya lakukanlah diskusi
dengan teman sebangku Anda atau dengan kelompok Anda, kemudian persiapkan diri untuk
mempresentasikan hasil diskusi tersebut di depan kelas.
1. Usahakan ananda sekalian benar-benar hafal ayat dan tarjamah ayat-ayat di atas untuk memudahkan
kalian dalam menghadapi soal-soal evaluasi.
2. Apa yang sudah kita pahami?
3. Identifikasikan hal-hal yang berhubungan dengan adil dan jujur !
4. Apa saja yang dapat kita petik dari pelajaran “adil dan jujur” dan dapat kita terapkan dalam
kehidupan sehari-hari.
5. Apa yang bisa diteladani dari materi yang membahas tentang adil dan jujur di atas.
6. Buat kelompok di dalam kelasmu. Kemudian analisislah tentang adil dan jujur pergaulan di
lingkungan sekitarmu. Lalu presentasikan di depan kelas!

Petunjuk: dalam setiap kegiatan evaluasi bacalah dengan teliti; kata perintahnya, soalnya, carilah
referensi yang bisa ditenulusuri dengan penuh tanggung jawab.

I. Evaluasi Cognitif
1). Pilihlah Ganda

Tafsir Ilmu Tafsir XII Agama smt 1 dan 2 19


1. ‫َا ْى ََك ًًث‬ arti yang sesuai dengan lafz
6. Yang termasuk analisa kandungan QS. An
Nisa‟ 105 adalah..
tersebut.... A. Kebenaran mengakui kekuasaannya
A. Berlapang dada B. Kebenaan mutlak nilai-nilai al-Qu‟an
B. Menjadi lepas terurai C. Kebenaran mutlak nilai-nilai hadis
C. Bersenang-senang D. Kebenaan mutlak nilai-nilai keimanan
D. Bijaksana E. Kebenaran mutlak nilai-nilai keyakinan
E. Bersungguh-sungguh 7. Dalam asbab nuzul al-Qur‟an surat an-
2. Allah SWT menyeru setiap mu‟min Nisa‟, Thu‟mah menyembunyikan perisai
menjadi penyebar keadilan dimana dan milik Qatadah ibn Nu‟man di rumah
kapanpun. Peryataan diatas termasuk seorang Yahudi bernama ....
kesimpulan dari... A. Thu‟mah Ibn Ubairin
A. Qs. An Nahl 90-92 B. Zaid Ibn As-Samin
B. Qs. An Nisa‟ 105 C. Raitah Ibn Said
C. Qs. Ali Imran 62 D. Thu‟mah Ibn Nu‟man
D. Qs. Al Maidah 8-10 E. Zaid Ibn Nu‟ma
E. Qs. Al An‟am 8-10 8. Dibawah ini yang berkaitan tentang berlaku

3. Arti dari ‫ امْ َح ْـ ِي‬adalah.... adil dan jujur adalah surat...


A. Ali 'Imran: 6
A. Perdamaian B. At Taubah :34
B. Pemaaf C. Al Anfal:12
C. Permusuhan D. Al Ma-idah:76
D. Penyelamat E. An Nisa':105
E. Penolong 9. ....‫ِم َخ ْح ُ َُك ت َ ْ َني اميذ ِاس ِت َما‬
4. Kesimpulan dari surat An Nahl 90-92
adalah.. A.   
A. Allah SWT menyeru kepada setiap
mukmin menjadi penyebar keadilan B. 
dimana dan kapanpun
B. Kesadaran atas sikap berlaku adil C. 
menyangkut diri dan orang lain
C. Kesadaran akan bersikap adil D. 
D. Islam menyerukan pemeluknya untuk
E. 
bersikap adil
E. Tumbuhnya kesadaran untuk tidak
bersikap dan berperilaku buruk 10. Makna mufradat dan   adalah ....

5. Arti dari lafz ‫ َوال حَ ُك ْن ِنوْخَائِ ِي َني خ َِصميًا‬.... A.


B.
Kalian memberi kami
Kalian menyukai kami
A. Penentang bagi yang tidak bersalah C. Kalian menghukum kami
B. Pembela bagi yang tidak bersalah D. Kalian membenci kami
C. Penyelamat bagi yang tidak bersalah E. Kalian membunuh kami
D. Pembela yang benar
E. Penentang bagi yang salah

2) Portofolio dan Penilaian Sikap


1. Carilah beberapa ayat lain yang berhubungan dengan berlaku adil dan jujur dengan mengisi kolom di
bawah ini :
Nama Surat + No. Ayat
No. Redaksi Ayat

1.

20 Tafsir Ilmu tafsir XII agama smt 1 dan 2


2.
3.

2. Carilah beberapa hadist yang berhubungan dengan berlaku adil dan jujur dengan mengisi kolom di
bawah ini :
Hadits Riwayat
No. Redaksi Hadits

1.

2.

3. Setelah kalian memahami uraian mengenai ajaran Islam tentang berlaku adil dan jujur coba
kalian amati perilaku berikut ini dan berikan komentar apakah telah kalian lakukan di
kehidupan sehari-hari !.

No. Perilaku Yang Diamati Tanggapan / Komentar Anda


Si-A selalu jujur saat mengerjakan
1. Ulangan
Fulan sering mendampingi adik-
2. adiknya belajar dengan adil

3) Soal Uraian
Dari materi yang kalian terima di tersebut, terdapat beberapa kata kunci yang harus Ananda
pahami dalam rangka untuk memperluas wawasan terhadap aspek kandungan makna Adil dan jujur.

Jelaskan maksud kata kunci dalam memahami Materi adil dan jujur di bawah ini:
1. Sebutkan hikmah kandungan ayat dari surat An Nahl 90-92!
...........................................................................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................................................

2. Jelaskan maksud dari surat Al Maidah 8-10!


...........................................................................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................................................

3. Jelaskan maksud kebenaran mutlak nilai-nilai Al Qur‟an!


...........................................................................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................................................

4. Jelaskan maksud ijtihad Nabi SAW sebagai penentu kebijakan !


...........................................................................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................................................

Tafsir Ilmu Tafsir XII Agama smt 1 dan 2 21


5. Jelaskan maksud sikap ahlul kitab terhadap ajaran kitab suci!

...........................................................................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................................................

II. EVALUASI PSIKOMOTORIK


Hafalkan ayat, terjemahkan dan analisislah QS al-Maaidah: 8-10; surah an-Nahl:90-92; surah an-Nisaa‟:
105. Tentang adil dan jujur
NO NAMA NILAI NILAI NILAI
SISWA HAFALAN TARJAMAH ANALISIS
QS al-Maaidah: QS an-Nahl:90- QS an-Nisaa‟: 105
8-10 92
1 2 3 1 2 3
1

III. EVALUASI AFEKTIF

Konsep Diri (self-concept)

1. Bagaimana sikap Anda dalam menjalankan aktifitas sehari-hari sudahkah berlaku adil dan
jujur?
................................................................................................................................................................................
................................................................................................................................................................................
................................................................................................................................................................................

2. Sebutkan beberapa contoh sikap adil dan jujur yang telah ananda lakukan dalam aktifitas
sehari-hari?
................................................................................................................................................................................
................................................................................................................................................................................
................................................................................................................................................................................

b) Tugas tambahan PR (Pekerjan Rumah)


 PMT (penugasan mandiri tersetruktur) :
Untuk menguji pemahaman kalian tentang isi, jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut, dalam
buku tugasmu!.
1. Sebutkan hikmah kandungan ayat dari surat An Nahl 90-92!
2. Jelaskan maksud dari surat Al Maidah 8-10!
3. Jelaskan maksud kebenaran mutlak nilai-nilai Al Qur‟an!
4. Jelaskan maksud ijtihad Nabi SAW sebagai penentu kebijakan !
5. Jelaskan maksud sikap ahlul kitab terhadap ajaran kitab suci!

 PMTT (Penugasan mandiri tidak tersetruktur):


 Carilah berita dari koran atau majalah atau internet yang terkait dengan kebijakan pemerintah
yang menurutmu adil dan tidak adil, jujur dan tidak jujur dan laporkan ke gurumu dalam
bentuk kliping !

22 Tafsir Ilmu tafsir XII agama smt 1 dan 2


PESAN MORAL  Penguatan/ motivasi untuk melakukan dimulai dari sekarang, dari yang
kecil, dari diri sendiri
Catatan Guru Nilai

Mutiara Hikmah

‫ش ْيبَةَ َو ُس َه ْي ُز بْهُ َحزْ بٍ َوابْهُ وُ َم ْي ٍز قَانُىا َح َّدثَىَا‬ َ ‫َح َّدثَىَا أَبُى بَ ْك ِز بْهُ أَبِي‬
‫س ْفيَانُ بْهُ ُعيَ ْيىَةَ عَهْ َع ْم ٍزو يَ ْعىِي ابْهَ ِديىَا ٍر عَهْ َع ْم ِزو ب ِْه أَ ْوصٍ عَهْ َع ْب ِد‬ ُ Suatu hari Rasulullah Shallallahu 'alahi wasallam didatangi
‫سهَّ َم‬
َ ‫َّللاُ َعهَ ْيهِ َو‬ َّ ‫صهَّى‬ َ ‫َّللا ب ِْه َع ْم ٍزو قَا َل ابْهُ وُ َم ْي ٍز َوأَبُى بَ ْك ٍز يَ ْبهُ ُغ بِ ِه انىَّبِ َّي‬
ِ َّ ayah Nu'man bin Basyir dengan maksud mempersaksikan
َ‫س ِطيه‬ ِ ‫سهَّ َم إِنَّ ا ْن ُم ْق‬ َّ ‫صهَّى‬
َ ‫َّللاُ َعهَ ْي ِه َو‬ َ ‫َّللا‬ ِ َّ ‫سى ُل‬ ُ ‫ث ُس َه ْي ٍز قَا َل قَا َل َر‬ِ ‫َوفِي َح ِدي‬ Nabi tentang satu pemberian yang telah ia berikan kepada
ٌ‫يه انزَّحْ َم ِه َع َّش َو َج َّم َو ِك ْهتَا يَ َد ْي ِه يَ ِميه‬ ِ ‫َّللا َعهَى َمىَابِ َز ِمهْ وُى ٍر عَهْ يَ ِم‬ ِ َّ ‫ِع ْى َد‬ Nu'man daripada saudara-saudaranya. Kemudian beliau
‫انَّذِيهَ يَ ْع ِدنُىنَ فِي ُح ْك ِم ِه ْم َوأَ ْههِي ِه ْم َو َما َونُىا‬ Shallallahu 'alaihi wasallam pun bertanya, "Apakah engkau
Abdullah bin „amru bin al „ash r.a berkata: rasulullah saw
bersabda: sesungguhnya orang-orang yang berlaku adil, kelak memberi semua anakmu seperti ini?" Ia menjawab, "Tidak."
disisi allah ditempatkan diatas mimbar dari cahaya, ialah Nabi pun bersabda: "Berlaku adillah kepada anak-anak kalian
mereka yang adil dalam hukum terhadap keluarga dan apa saja dalam pemberian." (HR. Bukhari).
yang diserahkan (dikuasakan) kepada mereka. (muslim)

Tafsir Ilmu Tafsir XII Agama smt 1 dan 2 23


PEMBINAAN PRIBADI DAN KELUARGA,

II
SERTA PEMBINAAN MASYARAKAT
SECARA UMUM

KI (KOMPETENSI INTI) :
1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama Islam
2. Mengembangkan perilaku (jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli, santun, ramah lingkungan, gotong royong, kerjasama, cinta damai,
responsif dan pro-aktif) dan menunjukan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan bangsa dalam berinteraksi secara
efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
3. Memahami, menerapkan dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural dalam ilmu pengetahuan,
teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait
fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat
dan minatnya untuk memecahkan masalah.
4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang
dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan.
KD(KOMPETENSI DASAR):
1.3 Meyakini kandungan Al-Qur‟an tentang pembinaan pribadi dan keluarga, serta pembinaan masyarakat secara umum.
2.2 Memiliki sikap pembinaan terhadap diri dan keluarga serta masyarakat sesuai kandungan Al-Qur‟an surah an-Nisaa‟ :
9, surah al-Baqarah : 44-45, surah an-Nahl: 125, surah al-Baqarah: 177.
3.2 Memahami kandungan Al-Qur‟an tentang pembinaan pribadi dan keluarga, serta pembinaan masyarakat secara umum
dalam surah an-Nisaa‟: 9, surah al-Baqarah : 44-45, surah an-Nahl: 125, surah al-Baqarah: 177.
4.2 Menerapkan pembinaan pribadi dan keluarga, serta masyarakat sesuai kandungan Al-Qur‟an dalam surah
an-Nisaa‟ : 9, surah al-Baqarah : 44-45, surah an-Nahl: 125, surah al-Baqarah: 177.

Indikator Pencapaian
 Membaca an-Nisaa‟ : 9, surah al-Baqarah : 44-45, surah an-Nahl: 125, surah al-Baqarah: 177 hingga hafal
 Mengartikan, memaknai, menerjemahkan Qs an-Nisaa‟ : 9, surah al-Baqarah : 44-45, surah an-Nahl: 125, surah al-
Baqarah: 177
 Mengetahui tatacara untuk melakukan pembinaan baik pada diri pribadi, keluarga maupun masarakat
 Membiasakan diri untuk meningkatkan iman dengan cara melakukan pembinanan-pembinaan
 Memahami kandungan isi qs an-Nisaa‟ : 9, surah al-Baqarah : 44-45, surah an-Nahl: 125, surah al-Baqarah: 177
 Menerapkapkan pembinaan pribadi dan keluarga serta masarakat sesuai an-Nisaa‟ : 9, surah al-Baqarah : 44-45, surah
an-Nahl: 125, surah al-Baqarah: 177

TUJUAN PEMBELAJARAN :
Setelah KBM melalui Model/Strategi diskusi, ceramah dan demontrasi siswa dapat :
 Memahami kandungan Al-Qur‟an tentang kemauan dan kemampuan membina diri pribadi dan keluarga
dalam surah QS an-Nisa‟ : 9, QS al-Baqarah : 44-45)
 Memiliki kemauan dan kemampuan membina masyarakat dan sikap sebagai da'i (QS al-Baqarah: 177)
 Menerapkan pembinaan diri, keluarga dan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari

PETA KONSEP

PEMBINAAN

Mari belajar membaca, QS an-Nisaa’: 9, surah al-Baqarah : 44-45,


surah an-Nahl: 125, surah al-Baqarah: 177

Mari belajar mengartikan, memaknai dan terjamah an-Nisaa’: 9,


surah al-Baqarah : 44-45, surah an-Nahl: 125, surah al-Baqarah: 177

Mari memahami Isi Kandungan QS surah an-Nisaa’: 9, surah al-


Baqarah : 44-45, surah an-Nahl: 125, surah al-Baqarah: 177..

Menerapkan Prilaku Orang yang telah melakukan pembinaan


terhadap pribadi, keluarga dan masyarakat

24 Tafsir Ilmu tafsir XII agama smt 1 dan 2


A. MARI KITA RENUNGKAN
Petunjuk: Renungkan sejenak dongeng/kisah dibawah ini dengan teliti;

Pasti ananda sekalian tahu gambar apa yang ada di bawah ini? Apakah di rumah kalian juga
memilikinya? Sudahkan kalian melakukan pembinan yang dimulai dari diri kalian sendiri dengan
cara memperbanyak membacanya? Sejauhmana dan seberapa sering? Sudahkah membekas
dikehidupan pribadi sehari-hari kalian?

Sumber:
http://muslimdayli.net/berita/qur‟an.
in hand.jpg

MEMBIASAKAN MEMBACA AL-QUR‟AN DENGAN RUTIN SALAH SATU BENTUK


PEMBINAAN DIRI
Manusia pada dasarnya dibekali dengan sifat-sifat Ilahiyah dan sekaligus hewaniyah. Sifat-
sifat ilahiyah itu merupakan pengejawantahan dari sfat-sifat Allah swt. Yang terangkum dalam
asmaul husnah, berjumlah 99 sifat. Hanya saja kualitas kualitassifat-sifat ilahiyah yang dijelmakan ke
dalam diri manusia itu tentu lebih rendah, sesuai dengan kedudukannya sebagai makhluk. Sifat-sifat
inilah yang dalam psikologi dikenal dengan istilah potensi. atau dalam bahasa al-Qur‟an disebut
dengan fitrah. Hal ini sesuai dengan firman Allah swt dalam Q.S. al-Ruum (30:31)
Dari ayat ini memberikan isyarat kepada manusia bahwa agama yang diturunkan Allah
melalui rasul-Nya, sesuai dengan fitrah atau sifat-sifat semula kejadian manusia. Dengan sifat-sifat
ilahiyah ini manusia memiliki dorongan untuk mendekatkan diri kepada Sang Khaliknya, jika ini
dibina dengan baik, maka dapat berbuat kebajikan yang kemudian akan terwujud dalam bentuk
akhlaqul karimah (akhlak yang baik).
Karena pada diri manusia ada potensi yang bisa dikembangkan, sehingga mencapai taraf-taraf
kesempurnaan. Namun di sisi lain manusia juga punya potensi yang dapat mengakibatkan perilaku
takabbur, sombong, dengki, hasad, tidak memiliki belas kasihan terhadap orang lain, yang
kesemuanya ini akan membawa pelakunya berakhlak madzmumah, secara tidak sadar.
Hal seperti ini pula yang ditegaskan oleh Allah swt dala QS.Al-Syams (91:7-8)

       

7. Dan jiwa serta penyempurnaannya (ciptaannya), 8. Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu
(jalan) kefasikan dan ketakwaannya.
Oleh karena kedua potensi yang telah diberikan oleh Allah swt. kepada setiap manusia itu
nampaknya sama kuat, maka dari sinilah sehingga manusia butuh pembinaan dalam pengembangan
potensinya itu untuk diri sendiri dan dikembangkan untuk keluarga dan masarakat luas.

B. Mari Mengamati
Petuntuk:Amati Gambar Berikut Ini Dan Buatlah Komentar Atau Pertanyaan

Tafsir Ilmu Tafsir XII Agama smt 1 dan 2 25


Dari gambar disamping permasalahan apa yang anda peroleh?
1. .…………………………………………….……………………
……………….…………………………………………………
……………….………………………
2. .…………………………………………….……………………
……………….…………………………………………………
……………….………………………

Sumber :http://ikadijatim.org/wp-
content/uploads/2011/11/belajar-ngaji.jpg
Dari gambar disamping permasalahan apa yang anda peroleh?
1. .…………………………………………….……………………
……………….…………………………………………………
……………….………………………
2. .…………………………………………….……………………
……………….…………………………………………………
……………….………………………
3. .…………………………………………….……………………
……………….…………………………………………………
……………….………………………

Dari gambar disamping permasalahan apa yang anda peroleh?


1. .…………………………………………….……………………
……………….…………………………………………………
……………….………………………
2. .…………………………………………….……………………
……………….…………………………………………………
……………….………………………
3. .…………………………………………….……………………
……………….…………………………………………………
……………….………………………

C. MARI MENANYA
Setelah ananda kalian merenungkan, membaca dan mengamati gambar / cerita di atas,
ada beberapa pertanyaan yang perlu kalian gali, Buatlah pertanyaan-pertanyaan dengan
menggunakan bentuk kata: bagaimana, apa, mengapa, jelaskan dan lain-lain! Contoh:
 Bagaimana akibatnya jika kita tidak pernah melakukan pembinan dimulai dari pribadi seperti
gambar-gambar diatas?
 …………………………………………………………………………………………………..
 ……………………………………………………………………………………………………

D. Mari Belajar
Petuntuk: dalam setiap kegiatan membaca ayat-ayat al-qur`an yang dimaksud maka, Bacalah
ayat-ayat tentang pembinaan pribadi, keluarga dan masarakat tersebut dengan tartil, baik dan
benar, usahakan ananda menghafalnya

a. Ayo Membaca QS An Nisa‟ (4) : 9


َ ‫َومْ َيخ َْش ذ ِاَّل َين م َ ْو حَ َر ُنوا ِم ْن َخوْ ِفِِ ْم ُذ ّ ِري ذ ًة ِض َؼافًا خَافُوا ػَوَ ْ ِْي ْم فَوْ َيخذ ُلوا ذ‬
‫اّلِل َومْ َي ُلومُوا كَ ْوال َس ِديدً ا‬
b. Ayo mengartikan beberapa mufradāt penting dari QS An Nisa‟ (4) : 9

26 Tafsir Ilmu tafsir XII agama smt 1 dan 2


Petuntuk: dalam setiap kegiatan mengartikan maka, perhatikan arti perlafal atau kalimat yang
dimaksud dengan baik untuk menambah wawasan ananda sekalian;
‫ّذريّة‬ = anak-anak

‫سديدا‬ = benar

c. Ayo Memaknai Mufradāt Penting


Kata () terdiri dan huruf sin dan dal yang menurut pakar bahasa Ibn Faris
menunjuk kepada makna meruntuhkan sesuatu kemudian memperbaikinya. la juga
berarti istiqamah/ konsistensi. Kata ini juga digunakan untuk menunjuk kepada sasaran.
Seorang yang menyampaikan sesuatu/ucapan yang benar dan mengena tepat pada
sasarannya, dilukiskan dengan kata ini. Dengan demikian kata

Petunjuk: dalam setiap kegiatan menerjemahkan maka, Perhatikan dan bacalah terjemahan dari ayat
yang di maksud
d. Ayo menerjemahkan QS An Nisa’ (4) : 9
“ dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan
dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap
(kesejahteraan) mereka. oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan
hendaklah mereka mengucapkan Perkataan yang benar.”

e. Ayo Memahami QS An Nisa’ (4) : 9


Selanjutnya, ananda pelajari uraian berikut ini dan lebih baik lagi jika ananda
mengembangkannya dengan mencari materi tambahan dari sumber belajar lainnya!

1. Kandungan Ayat
Menurut Tafsir Departemen Agama Indonesia, ayat ini berkaitan dengan penringatan
Allah kepada orang-orang yang telah mendekati akhir hayatnya supaya mereka memikirkan,
janganlah meninggalkan anak-anak atau keluarga yang lemah terutama tentang kesejahteraan
hidup mereka di kemudian hari. Untuk itu selalulah bertakwa dan mendekatkan diri kepada
Allah. Selalulah berkata lemah lembut terutama kepada anak yatim yang menjadi tanggung
jawab mereka. Perlakukanlah mereka seperti memperlakukan anak kandung sendiri.
Ayat ini menurut Ibnu Katsir ditujukan kepada mereka yang menjadi wali anak-
anak yatim, agar memperlakukan anak-anak yatim itu, seperti perlakuan yang mereka
harapkan kepada anak-anaknya yang lemah bila kelak para wali itu meninggal dunia
sekaligus ancaman kepada mereka yang menggunakan harta anak yatim secara aniaya.
Dalam konteks ayat di atas keadaan sebagai anak-anak yatim pada hakikatnya
berbeda dengan anak-anak kandung, dan ini menjadikan mereka lebih peka, sehingga
membutuhkan perlakuan yang lebih hati-hati dan kalimat-kalimat yang lebih terpilih, bukan
saja yang kandungannya benar, tetapi juga yang tepat. Sehingga kalau memberi informasi
atau menegur, jangan sampai menimbulkan kekeruhan dalam hati mereka, tetapi teguran
yang disampaikan hendaknya meluruskan kesalahan sekaligus membina mereka.
Rasulullah saw., yang dulu juga pernah menjadi anak yatim, sangat menyayangi anak yatim.
Orang-orang yang mengasihi dan merawat anak yatim memiliki kedudukan yang istimewa. Bagi orang
yang diserahkan tanggung jawab kepadanya untuk memelihara anak yatim beserta harta peninggalan
yang mereka warisi, maka wajib bagi orang itu untuk merawat mereka dengan baik dan memanfaatkan
harta tersebut bagi sebaik-baik kepentingan mereka. Haram bagi orang itu untuk menggunakan harta

Tafsir Ilmu Tafsir XII Agama smt 1 dan 2 27


anak yatim yang berada di bawah tanggungan mereka, kecuali secukupnya untuk bertahan hidup,
ketika benar-benar dalam keadaan tidak mampu. (QS. An Nisa (4) : 2).

Selanjutnya untuk memperkuat pembahasan tentang pembinaan diri, keluraga dan


masarakat ini, pelajari QS Al Baqarah (2) : 44-45 berikut !
II. Ananda sekalian, mari kita membaca QS Al Baqarah (2) : 44-45 berulang-ulang secara tartil
dan bersama-sama hingga lancar dan setengah hafal!

a. Ayo membaca QS Al Baqarah (2) : 44-45 berikut dengan tartil


‫ َ)وا ْس َخ ِؼي ُيوا‬٤٤( ‫ون‬ َ َ‫ون ْام ِكذ‬
َ ُ‫اب َأفَال ثَ ْؼ ِلو‬ َ ُ‫ون اميذ َاس ِِبمْ ِ ِّب َوثًَْ َس ْو َن َأهْ ُف َس ُ ُْك َو َأه ُ ُْْت ثَ ْخو‬
َ ‫َأثَبِ ُم ُر‬
)٤٤( ‫امصال ِة َواَّنذ َا مَ َكد َِري ٌة اال ػَ ََل امْخ َِاص ِؼ َني‬ ‫ِِب ذمص ْ ِب َو ذ‬
b. Ayo mengartikan beberapa mufradāt penting dari Qs Al Baqarah (2) : 44-45
ّ ّ
َ ُ‫ثَ ْخو‬
‫ون‬ : kamu membaca
‫ ا ْس َخ ِؼي ُيوا‬: Jadikanlah penolongmu
c. Ayo Memaknai Mufradāt Penting
Kata ( ) al birr berarti kebajikan dalam segala hal, baik dalam hal keduniaan atau akhirat,
maupun interaksi. Sementara ulama menyatakan bahwa al-birr mencakup tiga hal;
kebajikan dalam beribadah kepada Allah swt., kebajikan dalam melayani keluarga dan
kebajikan dalam melakukan interaksi dengan orang lain. Demikian Thahir Ibn 'Asyur.
Apa yang dikemukakan itu belum mencakup semua kebajikan, karena agama
menganjurkan hubungan yang serasi dengan Allah, sesama manusia, lingkungan serta
diri sendiri. Segala sesuatu yang menghasilkan keserasian dalam keempat unsur tersebut
adalah kebajikan.
Kata () anfusakum adalah bentuk jamak dari kata nafs. la mempunyai banyak
arti, antara lain totalitas diri manusia, sisi dalam manusia, atau jiwanya. Yang
dimaksud di sini adalah diri manusia sendiri.
Kata () sabar artinya menahan diri dari sesuatu yang tidak berkenan di hati. Ia juga
berarti ketabahan. Imam Ghazali mendefinisikan sabar sebagai ketetapan hati melaksanakan
tuntunan agama menghadapi rayuan nafsu.
Kata () dari segi bahasa adalah doa, dan dari segi pengertian syariat Islam ia adalah
"ucapan dan perbuatan tertentu yang dimulai dengan takbir dan diakhiri dengan salam." Shalat
juga mengandung pujian kepada Allah atas limpahan karunianya, mengingat Allah, dan
mengingat karunia-Nya mengantar seseorang terdorong untuk melaksanakan perintah dan
menjauhi larangan-Nya serta mengantarnya tabah menerima cobaan atau tugas yang berat.
Demikian, shalat membantu manusia menghadapi segala tugas dan bahkan petaka.
Kata ( )Khusyu' adalah ketenangan hati dan keengganannya mengarah kepada
kedurhakaan. Yang dimaksud dengan orang-orang yang khusyuk oleh ayat ini adalah mereka
yang menekan kehendak nafsunya dan membiasakan dirinya menerima dan merasa tenang
menghadapi ketentuan Allah serta selalu mengharapkan kesudahan yang baik.

28 Tafsir Ilmu tafsir XII agama smt 1 dan 2


d. Ayo Tarjamahkan QS Al Baqarah (2) : 44-45
44. mengapa kamu suruh orang lain (mengerjakan) kebaktian, sedang kamu melupakan diri
(kewajiban) mu sendiri, Padahal kamu membaca Al kitab (Taurat)? Maka tidaklah
kamu berpikir? 45. Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. dan
Sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang
khusyu'.
e. Ayo Memahami QS Al Baqarah (2) : 44-45
Selanjutnya, ananda pelajari uraian berikut ini dan lebih baik lagi jika ananda
mengembangkannya dengan mencari materi tambahan dari sumber belajar lainnya!
2. Kandungan QS Al Baqarah (2) : 44-45
Ayat 44 surat Al Baqarah mengandung kecaman kepada setiap penganjur agama
yang melakukan hal-hal yang bertentangan dengan apa yang dianjurkannya. Ada dua hal
yang disebut oleh ayat ini yang seharusnya menghalangi pemuka-pemuka agama itu
melupakan diri mereka. Pertama, bahwa mereka menyuruh orang lain berbuat baik.
Seorang yang memerintahkan sesuatu pastilah dia mengingatnya. Kedua, mereka
membaca kitab suci. Bacaan tersebut seharusnya mengingatkan mereka. Tetapi ternyata
keduanya tidak mereka hiraukan sehingga sungguh wajar mereka dikecam.
Memang, mengerjakan kebajikan tidak semudah mengucapkannya, menghindari
larangan pun banyak hambatannya, karena itu lanjutan ayat tersebut menuntun dan
menuntut bukan saja para pemuka agama yahudi tetapi seluruh manusia agar membekali diri
kesabaran dan doa.
Ayat di atas dapat bermakna: mintalah pertolongan kepada Allah dengan jalan tabah dan
sabar menghadapi segala tantangan serta dengan melaksanakan shalat. Bisa juga bermakna, jadikanlah
sabar dan shalat sebagai penolong kamu, dalam arti jadikanlah ketabahan menghadapi segala tantangan
bersama dengan shalat, yakni doa dan permohonan kepada Allah sebagai sarana untuk meraih
segala macam kebajikan.
a. Sabar
Secara umum kesabaran dapat dibagi dalam dua bagian pokok: Pertama, sabar
jasmani yaitu kesabaran dalam menerima dan melaksanakan perintah-perintah keagamaan
yang melibatkan anggota tubuh, seperti sabar dalam melaksanakan ibadah haji yang
mengakibatkan keletihan atau sabar dalam peperangan membela kebenaran. Termasuk pula
dalam katagon ini, sabar dalam menrima cobaan-cobaan yang menimpa jasmani seperti
penyakit, penganiayaan dan semacamnya. Kedua, adalah sabar rohani menyangkut
kemampuan menahan kehendak nafsu yang dapat mengantar kepada kejelekan, seperti
sabar menahan amarah, atau menahan nafsu seksual yang bukan pada tempatnya.

b. Salat
Pelaku khusyu‟ bukanlah orang yang terperdaya oleh rayuan nafsu. la adalah
yang mempersiapkan dirinya untuk menerima dan mengamalkan kebajikan. Orang-orang
khusyuk yang dimaksud oleh ayat ini adalah mereka yang takut lagi mengarahkan
pandangannya kepada kesudahan segala sesuatu sehingga dengan demikian mudah baginya
meminta bantuan sabar yang membutuhkan penekanan gejolak nafsu dan mudah juga
baginya melaksanakan shalat kendati kewajiban ini mengharuskan disiplin waktu, serta
kesucian jasmani padahal ketika itu boleh jadi ia sedang disibukkan oleh aktivitas yang
menghasilkan harta atau kelezatan.

Selanjutnya untuk memperkuat pembahasan tentang pembinaan pribadi, keluarga dan


masarakat ini,maka pelajari pula QS. Al Baqarah (2) : 177 berikut !

III. Ananda sekalian, mari kita membaca QS. Al Baqarah (2) : 177 berulang-ulang secara tartil
dan bersama-sama hingga lancar dan setengah hafal!

a. Ayo membaca QS Al Baqarah (2) : 177 berikut dengan tartil


Tafsir Ilmu Tafsir XII Agama smt 1 dan 2 29
‫ْش ِق َوامْ َم ْـ ِر ِب َومَ ِك ذن امْ ِ ذب َم ْن أ ٓ َم َن ِِب ذ ِّلِل َوامْ َي ْو ِم‬
ِ ْ ‫مَيْ َس امْ ِ ذب َأ ْن ث َُومهوا ُو ُجوُ ُ َُْك ِك َد َل امْ َم‬
‫الٓ ِخ ِر َوامْ َمالئِ َك ِة َو ْام ِكذَ ِاب َواميذ ِح ِي ّ َني َوأ ٓ ََت امْ َما َل ػَ ََل ُح ِدّ َِ َذ ِوي امْ ُل ْر ََب َوامْ َي َخا َم‬
‫ون‬ َ ُ‫امصال َة َوأ ٓ ََت ذامز ََك َة َوامْ ُموف‬ ‫امسائِ ِو َني َو ِِف ام ّ ِركَ ِاب َو َأكَا َم ذ‬ ‫ِيل َو ذ‬ ِ ‫امسخ‬‫َوامْ َم َسا ِن َني َوا ْج َن ذ‬
‫امَّضا ِء َو ِح َني امْ َحبِ ِس ُأومَ ِئ َم ذ ِاَّل َين َصدَ كُوا‬ ‫امصا ِج ِر َين ِِف امْ َحبِ َسا ِء َو ذ ذ‬ ‫ِت َؼِْ ِد ِ ِْه ا َذا ػَا َُدُ وا َو ذ‬
ُ ْ ُ ّ َ َِ ُ
)٠١١( ‫ون‬ َ ‫َوأومئم ُ ُ ذ‬
‫ل‬ ‫خ‬ ‫م‬ ‫م‬‫ا‬ ‫ِه‬
b. Ayo mengartikan beberapa mufradāt penting dari QS Al Baqarah (2) : 177
Petunjuk: perhatikan arti per lafal atau kalimat di bawah ini dengan baik untuk menambah
wawasan ananda sekalian;

‫امب‬
ّ : kebaikan

‫ّامركاب‬ : hamba sahaya

‫اجن سخيل‬ : musafir


c. Ayo Memaknai Mufradāt Penting

Kata ( ‫امدب‬
ّ ) al-birr pada mulanya berarti keluasan dalam kebajikan. Dari akar kata yang
sama, daratan dinamai al-barr karena luasnya. Kebajikan mencakup segala bidang
termasuk keyakinan yang benar, niat yang tulus, kegiatan berdakwah serta tentu saja
termasuk menginfakkan harta di jalan Allah SWT. Nabi saw melawankan kata al-birr dosa.
Al-birr adalah segala yang menentramkan jiwa dan menenangkan hati pelakunya dan
begitu sebaliknya.
Kata ( ‫ ) ّامركداب‬al-riqâb adalah bentuk jamak dari kata (‫ )ركددة‬raqabah yang pada mulanya
berarti "leher". Makna ini berkembang sehingga bermakna hamba sahaya", karena tidak
jarang hamba sahaya berasal dari tawanan perang yang saat ditawan, tangan mereka
dibelenggu dengan mengikatnya ke leher mereka. Dalam konteks ayat ini, bermakna
memerdekakan atau membebaskan perbudakan.
Kata ( ‫ )اجن سخيل‬ibnu sabîl yang secara harfiah berarti anak jalanan. Maka para ulama
dahulu memahami dalam arti siapapun yang kehabisan bekal, dan dia sedang dalam
perjalanan.
d. Ayo menerjamah QS Al Baqarah (2) : 177
“ bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan
tetapi Sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari Kemudian, malaikat-
malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada
kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan
pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya,
mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya
apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan
dalam peperangan. mereka Itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka Itulah
orang-orang yang bertakwa.”

e. Ayo memahami

30 Tafsir Ilmu tafsir XII agama smt 1 dan 2


Kebajikan itu bukanlah masalah kiblat, bukan masalah arah ke mana menghadap,
sekalipun itu merupakan syarat rukun di dalam salat, akan tetapi hal itu bukanlah
merupakan kebajikan itu sendiri. Di situ ada makna simbolik sebagai suatu per-
lambang, dan itu tidak akan berfungsi pada kita bila tidak paham akan maknanya.
Dengan beriman kepada Allah, sebagaimana ayat di atas, maka berarti kita
menyadari tentang adanya asal dan tujuan hidup. Bahwa hidup kita berasal dari Allah swt
dan akan kembali kepada-Nya. Kalau kita menyadari hal itu, maka kita menyadari bahwa
hidup harus ditempuh dengan penuh kesungguhan, penuh tanggung jawab, sebab hidup ini
tidak hanya ada asal dan tujuannya. Beriman kepada hari kemudian merupakan penegasan
tentang tujuan hidup ini, dimana ada pertanggungjawaban, dan bersifat pribadi, tidak ada
pertanggungjawaban kolektif. Allah berfirman dalam al-Qur'an yang melukiskan
bagaimana kita di akhirat.
Kita percaya kepada para Malaikat, bahwa hidup di dunia ini tidak hanya dalam
lingkungan makhluk-makhluk lahiri, tetapi juga makhluk-makhluk yang disebut ghaib
termasuk Malaikat. Kemudian kita percaya kepada kitab-kitab suci, karena dengan kitab
suci kita mengetahui rincian lebih lanjut bagaimana caranya hidup yang benar di muka
bumi.
Dan percaya kepada para Nabi, sebab para Nabi itulah yang membawa kitab-kitab
suci, terutama kalau mereka ditugasi juga untuk menyampaikan kepada orang lain
sehingga martabatnya naik dari Nabi menjadi Rasul. Nabi itu artinya orang yang mendapat
berita, dalam bahasa Arab salah satu perkataan untuk berita adalah naba'un. Maka Nabi,
maksudnya ialah orang yang mendapat berita dari alam ghaib untuk disampaikan kepada
sesama manusia.
Semua itu adalah keimanan-keimanan yang vertikal, tetapi kemudian harus
diteruskan dengan aspek horizontal dalam kegiatan sehari-hari. Dan kebajikan
sebagaimana disebut dalam surat Al Baqarah ayat 177 di atas ialah orang yang
mendermakan hartanya sekalipun dia cinta sekali kepada harta itu-untuk kerabat kaum
keluarga yang memerlukan, untuk anak-anak yatim, untuk orang-orang miskin, untuk
mereka yang terlantar dalam perjalanan, untuk mereka yang meminta-minta dengan
kesungguhan, dan untuk membebaskan budak.
Dua dimensi dari kehidupan adalah vertikal dan horizontal, yaitu ‫ َو َأكَا َم ذ‬,
‫امصال َة‬
menegakkan salat sebagai komunikasi dengan Tuhan dan ‫أ ٓ ََت ذامز ََك َة‬, mendermakan zakat
sebagai komunikasi dengan sesama manusia dalam semangat perikemanusiaan. Ini sudah
dilambangkan dalam salat itu sendiri, dimulai dengan takbir al-ihram, di mana seluruh
kegiatan yang bersifat transaksi, asosiasi dan tolong-menolong itu haram. Kita harus
memusatkan perhatian kepada Allah. Namun salat itu harus diakhiri dengan salam dan
menengok ke kanan dan kiri. Ini peringatan bahwa kalau memang mempunyai hubungan
baik dengan Allah, maka kita harus mempunyai hubungan baik dengan sesama manusia
bahkan sesama makhluk. Dan itu yang diwujudkan dalam ibadah zakat.
‫ون ِت َؼِْ ِد ِ ِْه ا َذا ػَا َُدُ وا‬
Bentuk kebajikan selanjutnya adalah َ ُ‫ َوامْ ُموف‬, yaitu orang-orang
ّ
yang menepati janji apabila mereka membuat janji. Orang-orang yang bisa dipercaya,
orang-orang yang amanah, atau orang-orang yang tidak menyalahi janjinya sendiri.
Amanah adalah salah satu sifat Rasul, sementara Rasul adalah uswatun hasanah, atau
contoh yang baik. Salah satu yang harus kita contoh ialah sifat amanah.
Jabaran kebajikan berikutnya adalah ‫امصا ِج ِر َين ِِف امْ َحبِ َسا ِء َو ذ ذ‬
‫امَّضا ِء‬ ‫ َو ذ‬yakni tabah
rnenghadapi segala persoalan hidup atau sabar tidak mudah putus asa. Inilah yang juga
merupakan syarat atau pra kondisi bagi kemenangan suatu kelompok dalam
perjuangannya.

Tafsir Ilmu Tafsir XII Agama smt 1 dan 2 31


Jika nilai-nilai itu bisa disebut sebagai manifestasi taqwa, maka taqwa sendiri, dalam
maknanya yang serba meliputi dan bulat, hanya dapat dipahami sebagai "kesadaran
ketuhanan", yaitu kesadaran tentang adanya Tuhan Yang Mahahadir dalam hidup kita.
Kesadaran seperti itu membuat kita mengetahui dan meyakini bahwa dalam hidup ini tidak
ada jalan menghindar dari Tuhan dan pengawasan-Nya terhadap tingkah laku kita. Dengan
kata-kata lain, kesadaran akan kehadiran Tuhan dalam hidup ini mendorong kita untuk
menempuh hidup mengikuti garis-garis yang diridlai-Nya, sesuai dengan ketentuan-Nya.
Maka kesadaran itu memperkuat kecenderungan alami (fithrah) kita untuk berbuat baik
(hanifiyyah), sebagaimana hal itu disuarakan dengan lembut oleh hati nurani (nurani,
bersifat cahaya) atau kalbu kita. Kemudian, dorongan batin itu, pada gilirannya, mewujud-
nyata dalam rincian nilai-nilai yang disebutkan dalam firman Ilahi di atas itu.
Taqwa dalam pengertian mendasar demikian, adalah sejajar dengan pengertian
rabbaniyah (semangat ketuhanan) dalam firman yang lain, yang menuturkan salah satu
tujuan pokok diutusnya seorang nabi atau rasul kepada umat manusia. Kata-kata
rabbaniyah meliputi "sikap-sikap pribadi yang secara bersungguh-sungguh berusaha
memahami Tuhan dan mentaati-Nya", sehingga dengan sendirinya ia mencakup pula
kesadaran akhlaki manusia dalam kiprah hidupnya di dunia ini. oleh karena itu, terdapat
korelasi langsung antara taqwa dan akhlak atau budi luhur, sedemikian rupa sehingga Nabi
menegaskan bahwa "Yang paling banyak memasukkan seseorang ke dalam surga ialah
taqwa kepada Allah dan budi luhur.” Sedangkan menyempurnakan budi luhur itu,
sebagaimana ditegaskan Nabi sendiri, adalah tujuan akhir kerasulan beliau.

E. prilaku orang yang menerapkan pembinaan (pendalaman karakter)


Dengan memahami ajaran Islam mengenai pembinaan pribadi, keluarga dan masarakat maka
seharusnya kita memiliki sikap sebagai berikut ini, Coba sebutkan sikap-sikap lain yang ananda
temukan dari tema pembahasan kita hari ini! :
1. mengikuti seluruh aturan yang telah ditetapkan sang khalik dalam rangka menjaga kehidupan yang
utuh dan penuh keteraturan untuk diri, keluarga dan masarakat.

2. …………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………..
3. …………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………..

F. KESIMPULAN
Setelah mempelajari materi di atas, tentunya ananda sekalian dapat menyimpulkan beberapa hal,
diantaranya adalah sebagaimana tercantum di bawah ini. Coba temukan materi-materi pokok lain
yang belum tercantum!
a. Salah satu bentuk tanggung jawab pribadi muslim menyangkut harta anak yatim adalah
mengelola dan memberdayakan sampai anak yatim dapat mengelolanya secara mandiri.
b. ……………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………
c. ……………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………
32 Tafsir Ilmu tafsir XII agama smt 1 dan 2
d. ……………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………….
Petunjuk: setiap kegiatan evaluasi bacalah dengan teliti; kata perintahnya, soalnya, carilah referensi
yang bisa ditenulusuri dengan penuh tanggung jawab khususnya soal esay.

G. Ayo berlatih
I. Pilihlah Ganda
1) Jawablah pertanyaan dibawah ini dengan member tanda X pada pilihan yang tepat !
A. Mengapa
1. ‫وميخش اَّلين مو حرهوا‬ bagian ayat B. Padahal
C. Ajarkanlah
disamping termasuk surat... D. Jadikanlah
A. Al Baqarah 177 E. Serulah
B. An Nisa‟ 9 5. Sesuai hikmah kandungan surat Al
C. Al Maidah 8 Baqarah ayat 177 yang dimaksud dengan
D. D. Al Baqarah 126 iman dan taqwa adalah...
E. E. Ali Imran 4 A. Kemampuan seseorang dihadapan
2. Yang termasuk himah dari kandungan Allah
surat An Nisa‟ ayat 9 adalah... B. Simpul kualitas seseorang dihadapan
A. Islam menghendaki seluruh umatnya Allah SWT
berada dalam keadaan sejahtera C. Kebaikan dihadapan Allah
B. Berbuat baik kepada anak yatim D. Akhlakul Karimah
C. Mengelola dan memberdayakan harta E. Perbuatan-perbuatan baik
anak yatim sampai mereka dapat
mengelolanya sendiri
6. Apa arti kata ‫سديد‬
sesuai dengan Qs. An
D. Anak yatim hendaknya diperlakukan nisa‟ 9 adalah...
sama seperti anak kandung A. Perbuatan yang benar
E. Semua jawaban benar B. Perbuatan yang sesuai
C. Perbuatan yang baik
D. Perbuatan yang salah
3. “Sesungguhnya orang-orang yang E. Perbuatan yang indah
memakan harta anak yatim secara 7. Menurut QS. Al Baqarah ayat 44-45 resep
zalim,sebenarnya mereka itu menelan api yang ampuh agar kita dapat melangkah
sepenuh perutnya dan mereka akan masuk maju menuju kebajikan adalah...
kedalam api yang menyala-nyala” adalah A. Salat dan sabar
terjemahan dari.... B. Sabar dan tawakkal
A. An Nisa‟ 10 C. Salat dan Qana‟ah
B. An Nisa‟ 9 D. Salat dan istiqomah
C. An Nisa‟ 12 E. Sabar dan Qana‟ah
D. An Nisa‟ 8 8. Sabar dibagi menjadi dua yaitu..
E. An Nisa‟ 11 A. Sabar jasmani dan sabar rohani
B. Sabar jasmani dan sabar batin
C. Sabar dalam maksiat
4. ‫واس خؼييوا ِِبصب‬ Kata yang bergaris D. Sabar menahan amarah
E. Sabar menghadapi cobaan
bawah mempunyai arti...

Tafsir Ilmu Tafsir XII Agama smt 1 dan 2 33


9. Hikmah dari kandungan Surat Al baqarah E. Semua jawaban salah
ayat 44-45 adalah.. 10. Sesungguhnya memakan harta anak yatim
A. Cara terbaik untuk menghadapi ujian itu adalah dosa yang besar”. Kandungan
dan cobaan allah adalah melaksanakan ayat diatas termasuk dalam surat..
ibadah dengansetulus tulusnyakepada A. An Nisa‟ ayat 2
Allah B. An Nisa‟ ayat 3
B. Berbuat baik kepada anak yatim C. An Nisa‟ ayat 4
C. Kita harus menjadi warga masyarakat D. An Nisa‟ ayat 5
yang baik E. An Nisa‟ ayat 6
D. Bersikap sombong
2) Soal Uraian
Dari materi yang kalian terima di tersebut, terdapat beberapa kata kunci yang harus
Ananda pahami dalam rangka untuk memperluas wawasan terhadap aspek kandungan makna
pembinaan pribadi, keluarga dan masarakat. Jelaskan maksud kata kunci dalam memahami
tersebut :
1. Tulis redaksi dan terjemah Qs an-Nisaa‟: 9
................................................................................................................................................................................
................................................................................................................................................................................
................................................................................................................................................................................
................................................................................................................................................................................
................................................................................................................................................................................

2. Jelaskan maksud dari pembinaan pribadi, keluarga dan masarakat secara singkat
................................................................................................................................................................................
................................................................................................................................................................................
................................................................................................................................................................................
................................................................................................................................................................................
................................................................................................................................................................................
................................................................................................................................................................................

II. EVALUASI PSIKOMOTORIK


Hafalkan ayat, terjemahkan dan menganalisis.ayat-ayat Tentang pembinan pribadi dan keluarga beserta
masarakat

NO NAMA NILAI NILAI NILAI


SISWA HAFALAN TARJAMAH ANALISIS
QS.. QS.. 1 2 3 1 2 3
1

III. EVALUASI AFEKTIF


Petunjuk: diskusikah tentang pembinan pribadi dan keluarga beserta masarakat.

2) KEGIATAN DISKUSI (Asosiasi)

34 Tafsir Ilmu tafsir XII agama smt 1 dan 2


Setelah Anda mendalami materi maka selanjutnya lakukanlah diskusi dengan teman sebangku
ananda atau dengan kelompok, kemudian persiapkan diri untuk mempresentasikan hasil diskusi
tersebut di depan kelas.
 Buatlah kelompok dan diskusikan tentang kemampuan membina diri pribadi dan keluarga
kemudian paparkan hasil diskusimu di depan kelas!
 Selama berdiskusi, kita persiapkan masalah-masalah atau poin-poin yang akan kita sampaikan
kepada teman yang lain.
Kertas Kerja

1. Judul/ tema :
............................................................................................................................................................
............................................................................................................................................................
2. Hasil studi ilmiah :
............................................................................................................................................................
............................................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................
............................................................................................................................................................
............................................................................................................................................................
............................................................................................................................................................
............................................................................................................................................................
............................................................................................................................................................
............................................................................................................................................................
3. Tokoh penemu :
......................................................................................................................................................................................
4. Sumber :
......................................................................................................................................................................................
5. Tim Investigator :
1) ......................................................................................................................................................................................
2) ......................................................................................................................................................................................
3) ......................................................................................................................................................................................
4) ......................................................................................................................................................................................
5) ......................................................................................................................................................................................

3) Konsep Diri (self-concept)

Sudahkah kalian secara individu melakukan pembiasaan diri untuk meningkatkan


pembinaaan pada diri kalian sendiri ? seberapa sering ? apa bentuknya, sebutkan !
……………………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………………………
………
4) Tugas tambahan PR (Pekerjan Rumah)

 PMT (penugasan materi tersetruktur) :


Untuk menguji pemahaman kalian tentang isi, jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut, dalam
buku tugasmu!.
1. Jelaskan kandungan surat An Nisa‟ 9 !
2. Berilah contoh dalam kehidupa sehari- hari tentang kandungan surat An Nisa‟ 9 !
3. Jelaskan kandungan surat Al baqarah 177 !
4. Jelaskan hikamah mempelajari Qs. Al baqarah 177 !
5. Hal apa yang dapat kamu ambil setelah mempelajari ayat Al Qur‟an tentang kemauan dan
kemampuan membina diri pribadi dan keluarga !

Tafsir Ilmu Tafsir XII Agama smt 1 dan 2 35


 PMTT (Penugasan materi tidak tersetruktur):
Buatlah kliping gambar tentang kemampuan membina diri pribadi dan keluarga dan masarakat
! kertas A4 tiap siswa 1 lembar dijilid dengan tugas teman sekelas. (urut no.absen)

 PESAN MORAL  Penguatan/ motivasi untuk melakukan dimulai dari sekarang, dari yang
kecil, dari diri sendiri

 Portofolio dan Penilaian Sikap


1. Carilah beberapa ayat lain dan hadist yang berhubungan dengan pembinaan pribadi, keluarga dan
masarakat dengan mengisi kolom di bawah ini :
Nama Surat + No. Ayat
No. Redaksi Ayat

1.

2.

2. Carilah beberapa hadist yang berhubungan dengan pembinaan pribadi, keluarga dan masarakat
dengan mengisi kolom di bawah ini :
Hadits Riwayat
No. Hadits

1.

2.

3. Setelah kalian memahami uraian mengenai ajaran Islam tentang pembinaan pribadi, keluarga
dan masarakat coba kamu amati perilaku berikut ini dan berikan komentar

No. Perilaku Yang Diamati Tanggapan / Komentar Anda


Setiap hari julia membaca al-
1. qur‟an di kamarnya
Bahrus sering mengajak
2. keluarganya menghadiri kajian
islam di masjid
3. Salma selalu mengajak teman-
temannya belajar bersama

Catatan Guru Nilai

Mutiara Hikmah

‫ﻋﻟﻣﻭٰﺍﻭﻻﺩﻛﻡﻭﺍﻫﻟﻳﻛﻡﺍﻟﺧﻴﺭﻮﺍﺩﺑﻭﻫﻡ‬
“Ajarkanlah kebaikan kepada anak-anak kamu dan keluarga kamu dan didiklah mereka.
(H.R. Abdur Razaq dan said bin Mansur).

36 Tafsir Ilmu tafsir XII agama smt 1 dan 2


III Kewajiban berDAKWAH

KI (KOMPETENSI INTI) :
3. Memahami, menerapkan dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural dalam ilmu
pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan,
kenegaraan, dan peradaban terkait fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural
pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan
dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah
keilmuan.

KD (KOMPOTENSI DASAR):
3.3 Menghayati kandungan Al-Qur‟an tentang kewajiban berdakwah.
4.3 Menerapkan strategi berdakwah sesuai kandungan Al-Qur‟an dalam surah an-Nahl: 125; surah asy-
Syu‟araa: 214-216, surah al-Hijr: 94-96.
Indikator pencapaian
 Mampu menjelaskan tentang intisari dan keterangan dari QS al-Kaafiruun: 1-6; QS Yunus: 40-41; QS al-Kahfi: 29;
QS al-Hujuraat: 10-13;QS Ali Imraan:103. Percaya diri
 Mampu menerjemahkan QS al-Kaafiruun: 1-6; QS Yunus: 40-41; QS al-Kahfi: 29; QS al-Hujuraat: 10-13;QS Ali
Imraan:103 ke dalam bahasa Indonesia dengan baik dan benar. Jujur dan ingin tahu
 Mampu menjelaskan gambaran QS al-Kaafiruun: 1-6; QS Yunus: 40-41; QS al-Kahfi: 29; QS al-Hujuraat: 10-13;QS
Ali Imraan:103, tentang kewajiban berdakwah. Tanggung jawab dan percaya diri.
 Mendalami dan memahami serta menerapkan dalam kehidupan sehari-hari QS al-Kaafiruun: 1-6; QS Yunus: 40-41;
QS al-Kahfi: 29; QS al-Hujuraat: 10-13;QS Ali Imraan:103, tentang kewajiban berdakwah. Religius dan santun
Tujuan Pembelajaran :
Setelah KBM melalui Model/Strategi diskusi, ceramah dan demontrasi siswa dapat :
1. Menghayati kandungan Al-Qur‟an tentang kewajiban berdakwah.
2. Menerapkan strategi berdakwah sesuai kandungan Al-Qur‟an dalam surah an-Nahl: 125; surah asy-Syu‟araa: 214-
216, surah al-Hijr: 94-96.

Peta konsep

Memahami Menerapkan strategi


kandungan Al-Qur’an berdakwah sesuai
tentang kewajiban kandungan Al-Qur’an
berdakwah surah an- dalam surah an-Nahl:
Nahl: 125; surah asy- 125; surah asy-
Syu’araa: 214-216, Syu’araa: 214-216,
Kewajiban berdakwah surah al-Hijr: 94-96. surah al-Hijr: 94-96.

Tafsir Ilmu Tafsir XII Agama smt 1 dan 2 37


A. Mari renungkan
Petuntuk: Renungkan sejenak dongeng/kisah dibawah ini dengan teliti;
Tahukah kalian cerita tentang venomena seorang ustadz yang memiliki stategi berdakwah
ampuh, beliau diberikan pula oleh Allah kemuliyan saat wafatnya. Nilai apa yang bisa kalian
ambil darinya?

Sumber:
http://klimg.com/resized/476x/p/jeffry-
al-buchori-113.jpg
BERDAKWAH HARUS DENGAN SETRATEGI

Di zaman modern sekarang ini dakwah sangat-sangat dibutuhkan mengingat kerusakan sudah
terjadi dimana-mana, kemaksiatan merajalela secara terbuka dan terang-terang, kejahilan ttg diin
sudah merebak. Bergabunglah bersama kafilah/jamaah dakwah yang telah berkomitmen dlm
berdakwah.
Jadikan setiap gerak kita adalah dalam rangka dakwah, bahkan ketika kita mencari maisah.
Lihat bagaimana generasi terbaik umat ini, para shahabat rodhiallahu‟anhum. Merekalah yang patut
kita contoh. Di antara meraka ada yang orang kaya, saudagar sukses, pebisnis ulung. Bagaimana
sikap mereka. Apa yang mereka perbuat? Mereka adalah orang-orang yang paling semangat dalam
berdakwah, mereka tidak dilalai oleh harta mereka, tidak dilalaikan oleh usaha mereka, tidak
dilalaikan oleh bisnis mereka. Bahkan harta/usaha/bisnis mereka adalah salah satu dari penopang-
penopang dakwah Rasulullah Shallallahu‟alahi wassalam.
Dan perlu disadari juga bahwasanya Allah Subhanahu wata‟ala dibanyak ayat-ayatnya
menyinggung jihad dengan harta dan jiwa yang sering digandengkan disebutkan secara bersamaan

B. Mari mengamati
Petuntuk: Amati gambar ini, kemudian berikan tanggapanmu
Dari gambar disamping permasalahan apa yang anda peroleh?
1.…………………………………………….………
…………………………….………………………
2.…………………………………………….……………………
…………………………………………
3.…………………………………………………………………
……………………..…………………

Gambar 1

38 Tafsir Ilmu tafsir XII agama smt 1 dan 2


Dari gambar disamping permasalahan apa yang anda peroleh?
1.…………………………………………….………
…………………………….………………………
2.…………………………………………….……………………
…………………………………………
3.…………………………………………………………………
……………………..…………………

Sumber:https://www.google.com/search?q=dakwah&source
Dari gambar disamping permasalahan apa yang anda peroleh?
1.…………………………………………….………
…………………………….………………………
2.…………………………………………….……………………
…………………………………………
3.…………………………………………………………………
……………………..…………………

Tahlilan adalah doa


yg dianjurkan..! Ndak boleh..!
Tahu…! Itu bid’ah..!
Sumber:https://www.google.com/search?q=dakwah&source

Dari gambar disamping permasalahan apa yang anda peroleh?


1.…………………………………………….………
…………………………….………………………
2.…………………………………………….……………………
…………………………………………
3.…………………………………………………………………
……………………..…………………

Atau kaya gini

Sumber:https://www.google.com/search?q=dakwah&source

C. Mari Menanya
Petuntuk:Setelah kalian membaca dan mengamati gambar / cerita di atas, ada beberapa
pertanyaan yang perlu kalian renungkan, Dengan sejumlah pertanyaan dengan menggunakan
jelaskan, apa, bagaimana, !

 Bagaimana akibatnya jika kita dalam berdakwah seperti dalam gambar-gambar dan 3 dan 4
diatas?
 …………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
 …………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………..
 …………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………..

D. Mari Belajar

Tafsir Ilmu Tafsir XII Agama smt 1 dan 2 39


Petunjuk: dalam setiap kegiatan membaca ayat-ayat al-qur`an maka, bacalah ayat-ayat yang
berkaitan dengan kewajiban berdakwah berikut ini dengan tartil, baik dan benar serta usahakan
ananda bisa menghafalnya
1. Ayo Membaca QS an-Nahl: 125

   
  
 
  
 
     
  
 
     
     
 
  
     
 
     
   
  
 
   
  

           
2. Ayo mengartikan beberapa mufradāt penting dari QS an-Nahl: 125
petunjuk: perhatikan arti per lafal atau kalimat di bawah ini dengan baik untuk menambah wawasan
ananda sekalian;

‫َجا ِدمِْ ُْم‬ : bantahlah mereka


‫ضَ ذل‬ : tersesat
‫امْ ُمِْ َخ ِد َين‬ : orang-orang yang mendapat petunjuk
3. Ayo Memaknai Mufradāt Penting

 Kata ( ‫ )املوغظددة‬al-mau'izhah terambil dari kata (‫ )وغددغ‬wa'azha yang berarti nasihat.


Mau'izhah adalah uraian yang menyentuh hati yang mengantar kepada kebaikan. Demikian
dikemukakan oleh banyak ulama.
 Kata ( ‫ )جدادمم‬jadilhum terambil dari kata (‫ )جددال‬jidal yang bermakna diskusi atau bukti-
bukti yang mematahkan alasan atau dalil mitra diskudi dan menjadikannya tidak dapat
bertahan, baik yang dipaparkan itu diterima oleh semua orang maupun hanya oleh mitra
bicara.
Ditemukan di atas, bahwa mau'izhah hendaknya disampaikan dengan ( ‫)حسدد ية‬
hasanah/baik, sedang perintah berjidal disifati dengan kata ( ‫ ) ٔأحسدن‬ahsana/yang terbaik,
bukan sekedar yang baik. Keduanya berbeda dengan hikmah yang tidak disifati oleh satu sifat
pun. Ini berarti bahwa mau'izhah ada yang baik dan ada yang tidak baik, sedang jidal ada tiga
macam, yang baik, yang terbaik, dan yang buruk.

4. Ayo menerjemahkan QS an-Nahl: 125


Petunjuk: Perhatikan dan bacalah terjemah dari Qs An-Nahl: 125
“ serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan
bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih
mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui
orang-orang yang mendapat petunjuk.”

5. Ayo Memahami is Kandungan Surah an-Nahl: 125


Ayat ini menyatakan : Wahai Nabi Muhammad saw., serulah yakni lanjutkan usahamu
untuk menyeru semua yang engkau sanggup seru kepada jalan yang ditunjukkan Tuhanmu,
yakni ajaran Islam dengan hikmah dan pengajaran yang baik dan bantahlah mereka, yakni
siapa pun yang menolak atau meragukan ajaran Islam dengan cara yang terbaik. Itulah tiga
cara berdakwah yang hendaknya engkau tempuh menghadapi manusia yang beraneka ragam
peringkat dan kecenderungannya; jangan hiraukan cemoohan, atau tuduhan-tuduhan tidak
berdasar kaum musyrikin dan serahkan urusanmu dan urusan mereka pada Allah, karena

40 Tafsir Ilmu tafsir XII agama smt 1 dan 2


sesungguhnya Tuhanmu yang selalu membimbing dan berbuat baik kepadamu Dialah sendiri
yang lebih mengetahui dari siapa pun yang menduga tahu tentang siapa yang bejat jiwanya
sehingga tersesat dari jalan-Nya dan Dialah saja juga yang lebih mengetahui orang-orang yang
sehat jiwanya sehingga mendapat petunjuk.
a. Pengertian Dakwah
Dalam pengertian etimologi kata dakwah merupakan masdar (kata benda) dari kata
kerja da'a, yad'u yang berarti mendorong (to urge), panggilan, seruan (to propo), mengajak
(to summer), mengundang (to in vite), memohon (to pray)
Dari pengertian kebahasaan tersebut para ahli mendefinisikan sebagai berikut :
1) Menurut Syekh Ali Makhfudh dalam kitabnya Hidayatul Muersyidin, mengatkan dawah
adalah mendorong manusia untuk berbuat kebajikan dan mengikuti petunjuk (agama),
menyeru mereka kepada kebaikan dan mencegah mereka dari perbuatan munkar agar
memperolah kebahagiaan dunia dan akhirat
2) Menurut Quraish Shihab, dakwah adalah seruan atau ajakan kepada kainsyafan, atau
usaha mengubah sesuatu yang tidak baik kepada sesuatu yang lebih baik terhadap pribadi
maupun masyarakat.
3) Menurut Toha Yahya Oemar, dakwah adalah mengajak manusia kdengan cara bijaksana
kepada kjalan yang benar sesuai dengan perintah Tuhan untuk kemaslahatan dan
kebahagiaan mereka didunia dan akhirat.
Dengan demikian dakwah adalah mengajak kepada agama Allah, yaitu Islam.
Istilah dakwah digunakan dalam Al Qur‟an baik dalam bentuk fi‟il maupun dalam bentuk
mashdar berjumlah lebih dari seratus kali. Dalam Al Qur‟an, dakwah dalam arti mengajak
titemukan sebanyak 46 kali, 39 kali dalam arti mengajak kepada Islam dan kebaikan, 7 kali
kepada neraka dan kejahatan. Beberapa dari ayat tersebut adalah :
1) Mengajak manusia kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran (QS. Ali Imran (3)
:104)
2) Mengajak manusia kepada jalan Allah (QS. An Nahl (16) :125)
3) Mengajak manusia kepada agama Islam (QS. As Shaf (61) :7)
4) Mengajak manusia kepada jalan yang lurus (QS. Al Mukminun (23) :73)
5) Memutuskan perkara dalam kehidupan umat manusia, kittabullah dan sunnaturrasul (QS.
An Nur (24) :48 dan 51, serta QS. Ali Imran (3) :23)
6) Menggajak kesurga (QS. Al Baqarah (3) :122)
Tujuan utama dakwah ialah mewujudkan kebahagiaan dan kesejahteraan hidup di dunia dan
di akhirat yang diridai oleh Allah. Nabi Muhammad SAW mencontohkan dakwah kepada
umatnya dengan berbagai cara melalui lisan, tulisan dan perbuatan. Dimulai dari istrinya,
keluarganya, dan teman-teman karibnya hingga raja-raja yang berkuasa pada saat itu.
b. Metode Dakwah
Dalam ilmu komunikasi metode dakwah disebut dengan “ The Methode in Message”.
Sehingga kejelian dan kebijaksanaan juru dakwah dalam memilih dan memakai metode
dakwah sangat mempengaruhi kelancaran dan keberhasilan dalam menerapkan ajaran Islam
dalam masyarakat.
Menurut Ayat 125 QS. An Nahl, dipahami oleh sementara ulama sebagai menjelaskan
prinsip umum metode dakwah islamiah yakni terdiri dari tiga macam yang harus
disesuaikan dengan sasaran dakwah. Ketiga metode itu disesuaikan dengan kemampuan
intelektual masyarakat yang dihadapi, akan tetapi secara prinsip semua metode dapat
digunakan kepada semua masyarakat
1) Metode Hikmah
Menurut Syeh Mustafa Al Maroghi dalam tafsir Al Maraghi mengatakan bahwa
hikmah yaitu; Perkataan yang jelas dan tegas disertai dengan dalil yang dapat
mempertegas kebenaran, dan dapat menghilangkan keragu-raguan. Cara ini tertuju kepada
mereka yang ingin mengetahui hakikat kebenaran yang sesungguhnya, yakni mereka yang
memiliki kemampuan berpikir yang tinggi atau sempurna; seperti para ulama, pemikir,
dan cendekiawan.

Tafsir Ilmu Tafsir XII Agama smt 1 dan 2 41


Bahwa hikmah adalah nama himpunan segala ucapan atau pengetahuan yang
mengarah kepada perbaikan keadaan dan kepercayaan manusia secara bersinambung.
Oleh karenanya, yang memiliki hikmah, harus yakin sepenuhnya tentang pengetahuan
dan tindakan yang diambilnya, sehingga dia tampil dengan penuh percaya diri, tidak
berbicara dengan ragu, atau kira-kira dan tidak pula melakukan sesuatu dengan coba-
coba.
Metode hikmah dapat digunakan untuk memanggil/ menyeru para intelektual,
berilmu pengetahuan atau pendidikan tinggi. Dalam hal ini juru dakwah haruslah
menyampaikan materi dakwah dengan berdialog dengan kata-kata bijak sesuai dengan
tingkat kepandaian mereka. Keterangan dan alasan disampaikan dengan cara bijaksana
tanpa kesan menggurui, sehingga dakwah tersebut dapat diterima dan diamalkan dalam
kehidupan sehari-hari.
2) Metode Mau'izhah Hasanah
Metode mau'izhah hasanah adalah cara yang ditempuh oleh pendakwah untuk
mengajak kepada ketauhidan murni kepada Allah dengan berpegang teguh dengan
Sunnah dan mengajak hati mereka menuju cara pemahaman Islam yang benar (manhaj
shahih). Adapun mau'izhah, maka ia baru dapat mengena hati sasaran bila ucapan yang
disampaikan itu disertai dengan pengamalan dan keteladanan dari yang
menyampaikannya. Nah, inilah yang bersifat hasanah. Kalau tidak, ia adalah yang buruk,
yang seharusnya dihindari. Di sisi lain, karena mau'izhah biasanya bertujuan mencegah
sasaran dari sesuatu yang buruk yang dapat mengundang emosi baik dari yang
menyampaikan, lebih-lebih yang menerimanya, maka mau'izhah adalah sangat perlu
untuk mengingatkan kebaikannya itu.

              


“ dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran
kepadanya: "Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, Sesungguhnya
mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar".

Beberapa ciri mau'izhah hasanah adalah seperti nasihat yang menjurus kepada
keredhaan Allah s.w.t.; nasihat dan pengajaran yang dapat melembutkan hati serta
meninggalkan kesan yang mendalam, ia juga perlu mengandungi unsur at-targhib dan at-
tarhib iaitu galakan dan pencegahan; merujukkan contoh tauladan yang terbaik dan akhlak
yang terpuji sebagai model untuk diikuti; serta mendedahkan kebaikan dan kebajikan
Islam bagi menarik minat dan keinginan kepada Islam
3) Metode Mujadalah (Debat)
Menurut Imam Ghazali dalam Ihya Ulumuddin menegaskan agar orang-orang yang
melakukan tukar fikiran (mujadalah, debat) hendaknya tidak beranggapan bahwa yang
satu sebagai lawan bagi yang lainnya, tetapi mereka harus menganggap bahwa para
peserta mujadalah atau diskusi itu sebagai kawan yang saling tolong-menolong dalam
mencapai kebenaran
Jidal terdiri dari tiga macam, yang buruk adalah yang disampaikan dengan kasar,
yang mengundang kemarahan lawan serta yang menggunakan dalih-dalih yang tidak
benar. Yang baik adalah yang disampaikan dengan sopan, serta menggunakan dalil-dalil
atau dalih walau hanya yang diakui oleh lawan, tetapi yang terbaik adalah yang
disampaikan dengan baik, dan dengan menggunakan argumen yang benar, lagi
membungkam lawan.

c. Sasaran Dakwah

42 Tafsir Ilmu tafsir XII agama smt 1 dan 2


Mohammad Natsir, menyebutkan tiga golongan yang dihadapi dengan tiga metode
yang dapat digunakan oleh juru dakwah, yaitu sebagai berikut :
1) Golongan cerdik cendikiawan yang cinta kebenaran dan dapat berfikir kritis, cepat dapat
menangkap arti persoalan. Mereka harus dipanggil dengan hikmah, yakni hujjah
(argumentasi) yang dapat diterima dengan kekuatan akal mereka.
2) Golongan awam, orang kebanyakan yang belum dapat berfikir secara kritis, dan
mendalam, belum dapat menangkap pengertian-pengertian yang tinggi. Mereka ini
dipanggil dengan mau‟izah hasanah, yakni keteladanan yang baik dari juru dakwahnya.
3) Golongan yang tingkat kecerdasannya diantara kedua golongan tersebut, belum dapat
dicapai dengan hikmah akan tetapi tidak sesuai pula bila dilayani seperti golongan awam.
Golongan ini dihadapi dengan anjuran dan didikan yang baik yaitu dengan ajaran-ajaran
yang mereka suka membahasnya. Tetapi hanya di dalam batas tertentu mereka tidak
sanggup mengkaji lebih mendalam. Golongan manusia seperti ini dipanggil dengan
bertukar tukar fikiran guna mendorongnya supaya berfikir secara sehat dengan cara yang
lebih baik.
d. Prinsip-prinsip Komunikasi Dakwah dalam Al Qur’an
1) Qaulan Ma‟rufah
Secara leksikal kata ma‟ruf bermakna baik dan diterima oleh nilai-nilai yang
berlaku dalam masyarakat. Ucapan yang baik adalah ucapan yang diterima sebagai
sesuatu yang baik dalam pandangan masyarakat lingkungan penutur. Qaulan Ma‟rufa
sebagai perkataan yang baik dan pantas.
Baik artinya sesuai dengan norma dan nilai, sedangkan pantas sesuai dengan latar
belakang dan status orang yang mengucapkannya. Karena itu, qaulan ma‟rufa
mengandung arti ucapan yang halus sebagaimana ucapan yang disukai perempuan dan
anak-anak; pantas untuk diucapkan oleh pembicara maupun untuk orang yang diajak
bicara.
Dengan memperhatikan pendapat para mufassir di atas dapat ditarik kesimpulan
bahwa qaulan ma‟rufa mengandung arti perkataan yang baik, yaitu perkataan yang
sopan, halus, indah, benar, penuh penghargaan, dan menyenangkan, serta sesuai dengan
hukum dan logika. Dalam pengertian di atas tampak bahwa perkataan yang baik adalah
perkataan yang bahasanya dapat difahami oleh orang yang diajak bicara dan diucapkan
dengan pengungkapan yang sesuai dengan norma dan diarahkan kepada objek yang tepat.
Diantara ungkapan qaulan ma‟rufa didapati dalam QS. Al Baqarah (2) : 263.
            
“Perkataan yang baik dan pemberian maaf lebih baik dari sedekah yang diiringi dengan
sesuatu yang menyakitkan (perasaan si penerima). Allah Maha Kaya lagi Maha
Penyantun.”
2) Qaulan Karima
Ibnu Katsir menjelaskan makna qaulan karima dengan arti lembut, baik, dan sopan
disertai tata krama, penghormatan dan pengagungan. Dengan memperhatikan penjelasan
para mufassir di atas, dapat disimpulkan bahwa ungkapan qaulan karima memiliki
pengertian mulia, penghormatan, pengagungan, dan penghargaan.
Ucapan yang bermakna qaulan karima berarti ucapan yang lembut berisi pemuliaan,
penghargaan, pengagungan, dan penghormatan kepada orang yang diajak bicara.
Sebaliknya ucapan yang menghinakan dan merendahkan orang lain merupakan ucapan
yang tidak santun. Dalam al-Quran ungkapan qaulan karima disebut sebanyak satu kali
yaitu pada surat Al Isra (17) :23.

            

            

Tafsir Ilmu Tafsir XII Agama smt 1 dan 2 43


“ dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan
hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. jika salah
seorang di antara keduanya atau Kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam
pemeliharaanmu, Maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya
Perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka
Perkataan yang mulia.”
3) Qaulan Layyina
Ungkapan qaulan layyina bermakna perkataan lemah lembut. Perkataan yang
lemah lembut yang di dalamnya terdapat harapan agar orang yang diajak bicara menjadi
teringat pada kewajibannya atau takut meninggalkan kewajibannya.
Ucapan baik yang dilakukan dengan lemah lembut sehingga dapat menyentuh hati
orang yang diajak bicara. Ucapan yang lemah lembut dimulai dari dorongan dan suasana
hati orang yang berbicara. Apabila ia berbicara dengan hati yang tulus dan memandang
orang yang diajak bicara sebagai saudara yang ia cintai, maka akan lahir ucapan yang
bernada lemah lembut. Dampak kelemahlembutan itu akan membawa isi pembicaraan
kepada hati orang yang diajak bicara.
Komunikasi yang terjadi adalah hubungan dua hati yang akan berdampak pada
tercerapnya isi ucapan oleh orang yang diajak bicara. Akibatnya ucapan itu akan memiliki
pengaruh yang dalam, bukan hanya sekedar sampainya informasi, tetapi juga berubahnya
pandangan, sikap, dan perilaku orang yang diajak bicara. Kata qaulan Layyinan
disebutkan dalam QS Thahaa (20) : 44,

        


“ Maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut,
Mudah-mudahan ia ingat atau takut".

4) Qaulan Baliighah
Ungkapan qaulan baligha bermakna ucapan yang sampai pada lubuk hati orang
yang diajak bicara, yaitu kata-kata yang fashahat dan balaghah (fasih dan tepat); kata-kata
yang membekas pada hati sanubari. Kata-kata seperti ini tentunya keluar dari lubuk hati
sanubari orang yang mengucapkannya.
Musthafa Al Maraghi mengaitkan qaulan baligha dengan arti tabligh sebagai salah
satu sifat Rasul (Tabligh dan baligh berasal dari akar kata yang sama yaitu balagha),
yaitu nabi Muhammad diberi tugas untuk menyampaikan peringatan kepada umatnya
dengan perkataan yang menyentuh hati mereka. Senada dengan itu, Ibnu Katsir
menyatakan makna kalimat ini, yaitu menasihati dengan ungkapan yang menyentuh
sehingga mereka berhenti dari perbuatan salah yang selama ini mereka lakukan.
Jadi ungkapan qaulan baligha sebagai ucapan yang fasih, jelas maknanya, tenang, tepat
mengungkapkan apa yang dikehendaki, karena itu qaulan baligha diterjemahkan sebagai
komunikasi yang efektif. Efektivitas komunikasi terjadi apabila komunikator
menyesuaikan pembicaraannya dengan sifat-sifat khalayak yang dihadapinya. Ungkapan
qaulan baligha dalam al-Quran disebut sebanyak satu kali yaitu pada QS. An Nisa (4) :
63.

            

   


“ mereka itu adalah orang-orang yang Allah mengetahui apa yang di dalam hati mereka.
karena itu berpalinglah kamu dari mereka, dan berilah mereka pelajaran, dan
Katakanlah kepada mereka Perkataan yang berbekas pada jiwa mereka.”
5) Qaulan Sadiida

44 Tafsir Ilmu tafsir XII agama smt 1 dan 2


Makna qaulan sadida dalam arti pembicaraan yang benar, jujur, lurus, tidak sombong,
tidak berbelit-belit. Senada dengan itu, at-Tabari menafsirkan kata qaulan sadida dengan
makna adil. Al Buruswi menyebutkan qaulan sadida dalam konteks tutur kata kepada
anak-anak yatim yang harus dilakukan dengan cara yang lebih baik dan penuh kasih
sayang, seperti kasih sayang kepada anak sendiri.
Memahami pandangan para ahli tafsir di atas dapat diungkapkan bahwa qaulan sadida
dari segi konteks ayat mengandung makna kekuatiran dan kecemasan seorang pemberi
wasiat terhadap anak-anaknya yang digambarkan dalam bentuk ucapan-ucapan yang
lemah lembut, jelas, jujur, tepat, baik dan adil.
Ungkapan qaulan sadida dalam al-Quran terdapat pada dua tempat, yaitu pada QS. An
Nisa(4) : 9 dan Al Ahzab (33) : 70.

           

   


“ dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan
dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap
(kesejahteraan) mereka. oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan
hendaklah mereka mengucapkan Perkataan yang benar.” (QS. An Nisa(4) : 9)

        


“ Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan Katakanlah
Perkataan yang benar.” (QS. Al Ahzab (33) : 70)
6) Qaulan Maysura
Secara etimologis, kata maysuran berasal dari kata yasara yang artinya mudah atau
gampang. Ketika kata maysuran digabungkan dengan kata qaulan menjadi qaulan
maysuran yang artinya berkata dengan mudah atau gampang. Berkata dengan mudah
maksudnya adalah kata-kata yang digunakan mudah dicerna, dimengerti,, dan dipahami
oleh komunikan.
Salah satu prinsip komunikasi dalam Islam adalah setiap berkomunikasi harus
bertujuan mendekatkan manusia dengan Tuhannya dan hamba-hambanya yang lain. Islam
mengharamkan setiap komunikasi yang membuat manusia terpisah dari Tuhannya dan
hamba-hambanya.
Seorang komunikator yang baik adalah komunikator yang mampu menampilkan
dirinya sehingga disukai dan disenangi orang lain. Untuk bisa disenangi orang lain, ia
harus memiliki sikap simpati dan empati. Simapti dapat diartikan dengan menempatkan
diri kita secara imajinatif dalam posisi orang lain.
Namun dalam komunikasi, tidak hanya sikap simpati dan empati yang dianggap
penting karena sikap tersebut relatif abstrak dan tersembunyi, tetapi juga harus dibarengi
dengan pesan-pesan komunikasi yang disampaikan secara bijaksana dan menyenangkan.
Kata qaulan maysuran hanya satu kali disebutkan dalam Al-Quran, QS. Al Israa
(17) : 28. Berdasarkan sebab-sebab turunnya (asbab al-nuzul) ayat tersebut, Allah
memberikan pendidikan kepada nabi Muhammad saw untuk menunjukkan sikap yang arif
dan bijaksana dalam menghadapi keluarga dekat, orang miskin dan musafir.

            
“ dan jika kamu berpaling dari mereka untuk memperoleh rahmat dari Tuhanmu yang
kamu harapkan, Maka Katakanlah kepada mereka Ucapan yang pantas.”

Selanjutnya untuk memperkuat pembahasan tentang kewajiban berdakwah ini, pelajari QS. asy-
Syu’araa: 214-216 berikut !

Tafsir Ilmu Tafsir XII Agama smt 1 dan 2 45


II. Ananda sekalian, mari kita membaca QS. asy-Syu’araa: 214-216 berulang-ulang secara tartil
dan bersama-sama hingga lancar dan setengah hafal!

1. Ayo Membaca Qs asy-Syu’araa: 214-216

    
   
  
     
 
  
  
 
 
 
    
    
  
   
 
  
  

        


2. Ayo mengartikan beberapa mufradāt penting dari QS asy-Syu’araa: 214-216
‫ غضرية‬: kerabat ‫ا ٔلكرتني‬ : orang-orang dekat

‫ واخفض‬: rendahkanlah ‫َجٌَا َح َم‬ : dirimu


َ‫ َغ َص ْوك‬: mereka mendurhakaimu
3. Ayo Memaknai Mufradāt Penting
 Kata ( ‫' )غضدرية‬asyirah berarti anggota suku yang terdekat. Ia terambil dari kata (‫) ػدار‬
'asyara yang berarti saliing bergaul, karena anggota suku yang terdekat atau keluarga
adalah orang-orang yang sehari-hari saling bergaul.
 Kata ( ‫ )ا ٔلكدرتني‬al-aqrabin yang menyifati kata 'asyirah, merupakan penekanan sekaligus
guna mengambil hati mereka sebagai orang-orang dekat dari mereka yang terdekat.
 Kata ( ‫ )جٌدا‬janah, pada mulanya berarti sayap. Penggalan ayat ini mengilustrasikan sikap
dan perilaku seseorang seperti halnya seekor burung yang merendahkan sayapnya pada saat
ia hendak mendekat dan bercumbu kepada betinanya, atau melindungi anak-anaknya.
Sayapnya terus dikembangkan dengan merendah dan merangkul, serta tidak beranjak
meninggalkan tempat dalam keadaan demikian sampai berlalunya bahaya. Dari sini
ungkapan itu dipahami dalam arti kerendahan hati, hubungan harmonis dan perlindungan
serta ketabahan dan kesabaran kaum beriman, khususnya pada saat-saat sulit dan krisis.
 ‫ )إثحؼدم‬ittaba'aka/ mengikutimu yakni dalam melaksanakan tuntunan agama. Sedang
Kata (

penyebutan (‫ )املددنمٌني‬al-mu'miniin adalah untuk menjelaskan mengapa Nabi SAW.


diperintahkan untuk berendah hati kepada mereka, seakan-akan ayat ini berkata :
"Hadapilah mereka dengan kerendahan hati karena keimanan mereka."

4. Ayo menerjemahkan asy-Syu’araa: 214-216


214. dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat, 215. dan rendahkanlah
dirimu terhadap orang-orang yang mengikutimu, Yaitu orang-orang yang beriman. 216. jika
mereka mendurhakaimu Maka Katakanlah: "Sesungguhnya aku tidak bertanggung jawab
terhadap apa yang kamu kerjakan";

5. Ayo Memahami isi Kandungan Surah asy-Syu’araa: 214-216

Ayat di atas berpesan lagi kepada beliau bahwa : Hindarilah segala hal yang dapat
mengundang murka Allah SWT, dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang
terdekat tanpa pilih kasih, dan rendahkanlah dirimu yakni berlaku lemah dan rendah hatilah
terhadap orang-orang yang bersungguh-sungguh mengikutimu, yaitu orang-orang mukmin
baik kerabatmu maupun bukan.

46 Tafsir Ilmu tafsir XII agama smt 1 dan 2


Demikian ayat ini mengajarkan kepada Rasul SAW. dan umatnya agar tidak
mengenal pilih kasih, atau memberi kemudahan kepada keluarga dalam hal pemberian
peringatan. Ini berarti Nabi SAW. dan keluarga beliau tidak kebal hukum, tidak juga
terbebaskan dari kewajiban. Mereka tidak memiliki hak berlebih atas dasar kekerabatan
kepada Rasul SAW., karena semua adalah hamba Allah SWT, tidak ada perbedaan antara
keluarga atau orang lain. Bila ada kelebihan yang berhak mereka peroleh, maka itu
disebabkan karena keberhasilan mereka mendekat kepada Allah SWT dan menghiasi diri
dengan ilmu serta akhlak yang mulia.
Nabi SAW bersabda : "Wahai suku Quraisy, tebuslah diri kamu. Aku tidak dapat
membantu kamu sedikit pun dihadapan Allah, Wahai Shafiah (saudara perempuan ayat
Rasulullah), aku tidak dapat membantumu sedikit pun dihadapan Allah; Wahai 'Abbas
putra Abdul Muththalib, aku tidak dapat membantumu sedikit pun di hadapan Allah;
Wahai Fatimah putri Muhammad, mintalah apa yang engkau kehendaki dari hartaku, aku
tidak dapat membantumu sedikit pun di hadapan Allah." (H.R. Muslim an-Nasa'I dan lain-
lain melalui Abu Hurairah).
Keluarga dekat dari yang terdekat sekalipun, tidak boleh mengakibatkan seorang
yang beriman mengorbankan keimanannya demi keluarga. Memang akan ada di antara
mereka yang tidak setuju dengan ajakanmu wahai Nabi Muhammad saw., tetapi hendaklah
engkau tegar menghadapi mereka dan berpegang teguh pada petunjuk Allah SWT, karena
itu jika mereka mendurhakaimu yakni enggan mempercayai dan mengikuti tuntunan Allah
yang engkau sampaikan, maka ubahlah sikapmu terhadap mereka yang selama ini belum
tegas dan katakanlah : "Sesungguhnya aku berlepas diri dan tidak akan merestui apalagi
mengikuti dan bertanggung jawab menyangkut yang apa, yakni kedurhakaan yang terus
meneruts kamu kerjakan.” Dan bertawakkallah yakni berserah dirilah setelah upaya
maksimal kepada Allah Yang Maha Perkasa, Yang Kuasa mengalahkan siapa yang
bermaksud buruk terhadapmu lagi Maha Penyayang kepadamu dan semua pengikutmu.
Jangan harap ketika Anda berdakwah kepada keluarga dekat lantas dengan serta
merta keluarga dekat Anda atau bahkan istri Anda menerima dengan antusias. Paling tidak
Anda adalah sudah terlepas dari tanggung jawab sebagai wujud taat pada perintah agama,
karena pada dasarnya adalah pemberi peringatan. Memberi peringatan adalah baik karena
pasti ada manfaatnya. Paling tidak untuk pribadi Anda. Contoh kasus yang paling
fenomenal dalam tradisi sejarah Al Qur‟an. Diantaranya, Nabi SAW. tidak dapat memaksa
walau telah dimohonkan kepada Allah SWT agar pamanya, Abdul Mutholib, dapat
menetapi iman. Begitu juga Azar, keluarga yang paling dekat dari Ibrahim AS. Dan
informasi menyangkut istri para Nabi yang diterangkan oleh Al Qur'an, walau dengan
redaksi perumpamaan. Firman-Nya dalam Q.S. At Tahrim (66) : 10,
               

            
“ Allah membuat isteri Nuh dan isteri Luth sebagai perumpamaan bagi orang-
orang kafir. keduanya berada di bawah pengawasan dua orang hamba yang saleh di
antara hamba-hamba kami; lalu kedua isteri itu berkhianat kepada suaminya (masing-
masing), Maka suaminya itu tiada dapat membantu mereka sedikitpun dari (siksa) Allah;
dan dikatakan (kepada keduanya): "Masuklah ke dalam Jahannam bersama orang-orang
yang masuk (jahannam)".
Selama tiga tahun pertama, Muhammad hanya menyebarkan agama terbatas kepada
kerabat dan teman-teman dekatnya. Kebanyakan dari mereka yang percaya dan meyakini
ajaran Muhammad adalah para anggota keluarganya serta golongan masyarakat awam.
Muhammad menjadi nabi dan berdakwah pada kisaran tahun 610 - 614 Masehi. Setelah
adanya wahyu, surat Al-Muddatsir: 1-7, yang artinya “ Hai orang yang berkemul
(berselimut), bangunlah, lalu berilah peringatan! dan Rabbmu agungkanlah, dan pakaianmu
bersihkanlah, dan perbuatan dosa (menyembah berhala) tinggalkanlah, dan janganlah kamu

Tafsir Ilmu Tafsir XII Agama smt 1 dan 2 47


memberi (dengan maksud) memperoleh (balasan) yang lebih banyak. Dan untuk
(memenuhi perintah) Rabbmu, bersabarlah. (Al-Mudatsir 74: 1-7)
Dengan turunnya surat Al-Muddatsir ini, mulailah Rasulullah berdakwah. Mula-
mula ia melakukannya secara sembunyi-sembunyi di lingkungan keluarga, sahabat, pengasuh dan
budaknya. Selama tiga tahun berdakwah, hanya empat orang/ pengikut yang masuk Islam dan
menjadi pengikut Rasulullah. Diantaranya adalah Istri nabi Muhammad Khadijah, dari keluarganya
adalah Ali bin Abi Thalib, sedangkan dari kalangan budak adalah Zaid bin Harisah, dan dari
kalangan kerabat dekatnya Abu Bakar.
Dakwah pertama setelah diangkatnya Muhammad SAW, sebagai Nabi dan Rasul
dipusatkan pada lingkungan keluarga. Islam memandang bahwa keluarga mempunyai peran sentral
membina generasi. Bila keluarga itu baik, maka generasi yang dihasilkan juga akan ikut baik begitu
pula sebaliknya. Keluarga-keluarga ini akan memperbanyak kuantitas dan kualitas generasi shalih.
Ibnu Ishaq berkata, Setelah itu banyak orang yang masuk Islam, baik laki-laki maupun
wanita, sehingga nama Islam menyebar di seluruh Makkah dan banyak membicarakannya. Mereka
masuk Islam secara sembunyi-sembunyi. Rasulullah SAW., menemui mereka dan mengajarkan
agama secara rahasia kepada masing-masing pribadi.

Selanjutnya untuk memperkuat pembahasan tentang kewajiban berdakwah ini, pelajari QS. al-
Hijr: 94-96 berikut !
III. Ananda sekalian, mari kita membaca QS. al-Hijr: 94-96 berulang-ulang secara tartil dan
bersama-sama hingga lancar dan setengah hafal!
1. Ayo Membaca Qs al-Hijr: 94-96

          

             

            

   


2. Ayo mengartikan beberapa mufradāt penting dari QS al-Hijr: 94-96
petunjuk: perhatikan arti per lafal atau kalimat di bawah ini dengan baik untuk menambah wawasan
ananda sekalian;

‫فَ ْاصدَ ْع‬ : maka sampaikanlah olehmu secara terang-


terangan
‫ث ُْن َم ُر‬ : diperintahkan

‫َأ ْغ ِر ْض‬ : berpalinglah

‫َن َف ْييَا‬ : Kami memelihara kamu

‫امْ ُم ْس َتَ ْ ِزئِ َني‬ : orang-orang yang memperolok-olokkan

3. Ayo Memaknai Mufradāt Penting

 Kata ( ‫)فاصدع‬ fashda' terambil dari kata ( ‫)صدع‬ shada'a yang berarti membelah.
Kemudian, karena pembelahan biasanya menampakkan sesuatu yang terdapat pada
belahan, maka kata tersebut berkembang maknanya menjadi menampakkan atau terang-

48 Tafsir Ilmu tafsir XII agama smt 1 dan 2


terangan. Makna inilah yang dimaksud di sini. Di sisi lain pembelahan mengesankan
kekuatan dan kesungguhan. Dari sini, perintah tersebut menuntut kesungguhan, upaya
sekuat tenaga serta semangat yang menggebu.
 Kata () musyrikin berasal dari kata syarikah yakni persekutuan. Musyrik adalah
orang yang melakukan mempersekutukan atau membuat tandingan hukum atau ajaran lain
selain dari ajaran/hukum Allah. Kemusyrikan secara personal dilaksanakan dengan
mengikuti ajaran selain ajaran Allah secara sadar dan sukarela. Kata musyrikin pada ayat
diatas menunjuk pada kemantapan orang Quraisy Makkah zaman Rasulullah dalam
menolak ajaran Ilahi, memusuhi siapa saja yang mengikuti ajaran tersebut dan
menganggap apa yang dikatakan Rasulullah SAW., adalah dongeng belaka. Mereka lebih
mempercayai dan mengikuti apa yang dikatakan oleh moyang mereka menyangkut
keyakinan adanya tuhan.
 Kata ( ‫ )ه‬Allah adalah nama bagi suatu Wujud Mutlak, Yang berhak disembah, Pencipta,
Pemelihara dan Pengatur seluruh jagat raga. Dialah Tuhan Yang Maha Esa, yang disembah
dan diikuti segala perintah-Nya. Para pakar bahasa berbeda pendapat tentang kata ini. Ada
yang menyatakan bahwa ia adalah nama yang tidak terambil dari satu akar kata tertentu,
dan ada juga yang menyatakan bahwa ia terambil dari kata ( ‫ )اهل‬aliha yang berarti
mengherankan, menakjubkan karena setiap perbuatan-Nya menakjubkan, sedang Dzat-Nya
sendiri, bila akan dibahas hakikat-Nya akan mengherankan pembahasnya. Ada juga yang
berpendapat bahwa kata ilâh yang terambil dari akar kata yang berarti ditaati karena Ilâh
atau Tuhan selalu ditaati.
 Apapun asal katanya yang jelas Allah menunjuk kepada Tuhan yang Wajib Wujud-Nya itu,
berbeda dengan kata ( ٍ‫ )إال‬ilâh yang menunjuk kepada siapa saja yang dipertuhan, baik itu
Allah maupun selain-Nya, seperti matahari yang disembah oleh umat tertentu, atau hawa
nafsu yang diikuti dan diperturutkan kehendaknya oleh para pendurhaka itu (Baca QS. Al--
Furqân [25]: 43).
 Kata ( ‫ )امساجدين‬as-sajidin pada ayat ini dipahami dalam arti orang-orang yang tekun lagi
khusyuk dalam shalat karena penggalan kata sesudahnya adalah perintah untuk melakukan
aneka ibadah. Secara bahasa kata sujûd ( ُ ُ ) berarti “meletakkan kening ke atas
‫ُس ْود‬
permukaan bumi, merendahkan diri, dengan maksud menghormat”. Arti lain dari kata ini
ialah “merendahkan diri” atau “menghinakan diri”. Arti hakikat dari sujûd adalah “suatu
bentuk perbuatan tertinggi yang dilakukan oleh orang atau sesuatu dengan cara
merendahkan diri di hadapan yang dihormatinya”. Pengertian ini sifatnya umum, baik bagi
makhluk yang berakal maupun yang tidak berakal. Secara terminologis kata ini berarti
“pernyataan ketaatan seorang hamba kepada Allah. dengan cara meletakkan kedua kaki,
kedua lutut, kedua tangan, dan muka di atas lantai (tanah) sambil menghadap ke arah
kiblat”.
 Kata tasbih ( ‫ )ج َ ْس ِخ ْيح‬adalah bentuk masdar dari sabbaha–yusabbihu–tasbihan ( -‫َس ذح َح‬
‫ ج َ ْس ِخ ْي ًحا‬-‫)ي َُس ّح ُِح‬, yang berasal dari kata sabh (‫) َس ْحح‬. Menurut Ibnu Faris, asal makna kata
sabh ada dua. Pertama, sejenis ibadah. Kedua, sejenis perjalanan cepat. Pengertian kata
tasbih (‫س ِخ ْيح‬ ْ َ ‫ )ج‬berasal dari pengertian pertama, yaitu menyucikan Allah dari setiap yang
jelek. Jadi, Allah jauh dari setiap yang jelek. Sementara itu, kata subbuhun ( ٌ ‫ ) ُس هح ْو‬adalah

Tafsir Ilmu Tafsir XII Agama smt 1 dan 2 49


suatu sifat bagi Allah, yang berarti Allah Maha Suci dari segala sesuatu yang tidak pantas
bagi-Nya.
 Ar-Ragib Al-Asfahani mengartikan kata as-sabh ( ‫امس ْح ُح‬
‫ ) ذ‬sebagai “berlari cepat di dalam
air (berenang) atau di udara (terbang)”. Kata itu dapat dipergunakan untuk perjalanan bin-
tang di langit, atau lari kuda yang cepat, atau kecepatan beramal. Dinamakan tasbih karena
segera pergi untuk beramal dalam rangka menyembah Allah. Kata ini berlaku untuk
melakukan kebaikan atau menjauhi kejahatan. Lebih lanjut Al-Asfahani menambahkan,
tasbih bisa dalam wujud perkataan, perbuatan ataupun niat.
 Kata ( ‫ )اميلني‬al-yaqin dipahami oleh beberapa ulama dalam arti kemenangan, tetapi banyak
ulama yang memahaminya dalam arti kematian.

4. Ayo menerjemahkan Qs al-Hijr: 94-96

94. Maka sampaikanlah olehmu secara terang-terangan segala apa yang diperintahkan
(kepadamu) dan berpalinglah dari orang-orang yang musyrik. 95. Sesungguhnya Kami
memelihara kamu daripada (kejahatan) orang-orang yang memperolok-olokkan (kamu), 96.
(yaitu) orang-orang yang menganggap adanya Tuhan yang lain di samping Allah; Maka
mereka kelak akan mengetahui (akibat-akibatnya). 97. dan Kami sungguh-sungguh
mengetahui, bahwa dadamu menjadi sempit disebabkan apa yang mereka ucapkan, 98. Maka
bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan jadilah kamu di antara orang-orang yang
bersujud (shalat), 99. dan sembahlah Tuhanmu sampai datang kepadamu yang diyakini (ajal).

5. Ayo memahami isi Kandungan Surah al-Hijr: 94-96.


Maka sampaikanlah secara terang-terangan dan dengan penuh semangat serta
kekuatan segala apa yang diperintahkan oleh Allah SWT kepadamu untuk disampaikan,
yakni dakwah Islamiyah, dan berpalinglah dari orang-orang musyrik, yakni jangan
hiraukan gangguan mereka, teruslah berdakwah menyampaikan kepada mereka ajaran
Ilahi, sambil memanfaatkan gangguan mereka terhadap diri pribadimu.
Karena dakwah yang dilakukan Nabi SAW. selama ini telah mengundang aneka
gangguan, dan tentu akan lebih menjadi-jadi setelah datangnya perintah ayat yang lalu,
maka hati dan pikiran beliau ditenangkan dengan firman-Nya yang menggunakan redaksi
pengukuhan "Sesungguhnya" yaitu : Sesungguhnya Kami, yakni Allah SWT. bersama
makhluk-makhluk lain yang Allah SWT tugaskan memeliharamu wahai Muhammad dari
kejahatan para pengolok-olok yang merupakan tokoh-tokoh kaum musyrikin dan yang
selama ini tidak takut atau segan merendahkan ayat-ayat Allah SWT. serta memperolok-
olokkanmu secara pribadi, yaitu orang-orang yang menganggap ada Tuhan yang lain di
samping Allah, maka kelak mereka akan mengetahui akibat-akibat kedurhakaan dan olok-
olokkan mereka.
Perintah ini bukan berarti bersikap keras dan kasar yang mengundang simpati. Ia
hanya menuntut kesungguhan untuk menjelaskan hakikat ajaran Islam dengan menyentuh
hati, mencerahkan pikiran serta dengan kejelasan dan ketepatan argumentasi. Namun
demikian, ia bukan berarti tidak menyampaikan pandangan agama jika dinilai bertentangan
dengan pandangan orang lain, atau menyembunyikan hakikat-hakikatnya karena khawatir
merugikan pihak lain bila memaparkannya.
Dengan turunnya ayat ini, Rasul SAW., tidak lagi berdakwah secara sembunyi-
sembunyi. Lebih-lebih dengan adanya jaminan bahwa beliau tidak akan disentuh oleh
kejahatan para pengolok-olok. Beberapa ulama berpendapat bahwa perintah ini datang
setelah berlalu tiga tahun atau lebih sejak pengangkatan Muhammad SAW., sebagai rasul.
Jaminan yang disampaikan adalah menyangkut kejahatan para pengolok-olok,
bukannya jaminan hilangnya olok-olok atau ucapan-ucapan buruk. Dengan kata lain, bukan

50 Tafsir Ilmu tafsir XII agama smt 1 dan 2


terhentinya apa yang diistilahkan oleh Q.S. Ali Imran (3) : 111 dengan ( ‫ ) ٔأذى‬adza, yakni
gangguan.
             
“ mereka sekali-kali tidak akan dapat membuat mudharat kepada kamu, selain dari
gangguan-gangguan celaan saja, dan jika mereka berperang dengan kamu, pastilah
mereka berbalik melarikan diri ke belakang (kalah). kemudian mereka tidak mendapat
pertolongan.”

Karena itu, ayat-ayat di atas menuntun Nabi SAW. dengan menyatakan bahwa: dan
Kami Allah bersumpah demi kebesaran dan kekuasaan Kami, Kami sungguh mengetahui
bahwa engkau memiliki budi pekerti yang luhur, sangat pemaaf dan penuh toleransi
menyangkut gangguan yang ditujukan kepada pribadimu, dan Kamu juga mengetahui
bahwa sesungguhnya engkau merasa sempit dadamu disebabkan apa yang mereka selalu
ucapkan berupa kebohongan, olok-olokan yang ditujukan kepada Allah SWT dan
risalahmu, maka janganlah hiraukan ucapan-ucapan itu tetapi bertasbihlah menyucikan
Allah SWT dari segala kekurangan disertai dengan memuji Tuhan yang selama ini selalu
membimbing dan memeliharamu dan jadilah engkau salah seorang di antara orang-orang
yang tekun dan khusyuk sujud, yakni shalat, dan di samping itu sembahlah Tuhanmu
dengan berbagai cara yang disyariatkan-Nya sampai datang kepadamu keyakinan, yakni
kematian. Dengan demikian, jiwamu akan selalu tenang, pikiranmu terus menerus cerah
dan apa pun yang menimpamu akan ringan engkau pikul dan engkau akan terus dibimbing
oleh Allah SWT.
Salah satu cara yang ditempuh Allah SWT guna menghalangi kejahatan para
pengolok-olok adalah bertambahnya pemeluk Islam. Dengan keislaman Sayyidina Hamzah
r.a. paman Nabi SAW., dan Sayyidina Umar r.a., lahir keberanian yang lebih besar di
kalangan kaum muslimin dan menciut jiwa kaum musyrikin, karena kedua tokoh tersebut
dikenal luas sebagai para pemberani yang tidak rela dilecehkan atau dihina keyakinan
mereka.
Perintah menjadi salah seorang dari kelompok as-sajidin lebih sulit daripada
dinyatakan jadilah seorang bersujud karena yang masuk dalam kelompok tertentu harus
mencapai suatu tingkat tinggi agar dapat diterima dalam kelompok itu. Sekian banyak
syarat yang harus dipenuhi, baru dia dapat diterima dalam kelompok tersebut. Kelompok
as-sajidin adalah pelaku shalat dengan mantap dan berkesinambungan.
Di antara wahyu yang pertama-tama turun adalah perintah shalat. Muqatil bin
Sulaiman berkata, Allah mewajibkan shalat dua rakaat pada pagi hari dan dua rakaat pada
petang hari pada masa awal Islam, yang didasarkan pada firman Allah QS. Al Mukmin (40)
:55,
           
“ Maka bersabarlah kamu, karena Sesungguhnya janji Allah itu benar, dan
mohonlah ampunan untuk dosamu dan bertasbihlah seraya memuji Tuhanmu pada waktu
petang dan pagi.”
Ibnu Hajar menuturkan, sebelum Isra‟ Nabi Muhammad SAW., sudah pernah
shalat, begitu pula para shahabat. Tapi terdapat perbedaan pendapat, adakah shalat yang
diwajibkan sebelum ada kewajiban shalat lima waktu ataukah tidak? Ada yang
berpendapat, yang diwajibkan pada masa itu adalah shalat sebelum terbit matahari dan
sebelum terbenamnya matahari.
Al-Harits bin Usamah meriwayatkan dari Jalan ibnu Luhai dari Zaid bin Haritsah,
bahwa pada awal-awal turunnya, Jibril mendatangi Rasulullah SAW., untuk mengajarkan
wudhu kepada beliau. Seusai wudhu beliau mengambil seciduk air lalu memercikkan ke
kemaluan. Dengan demikian shalat merupakan kewajiban yang pertama diturunkan.

Tafsir Ilmu Tafsir XII Agama smt 1 dan 2 51


Ibnu Hisyam menyebutkan, jika tiba waktu shalat, Rasulullah SAW., dan para
shahabat pergi ke tempat yang terpencil lalu secara sembunyi-sembunyi mengerjakan
shalat, agar tidak dilihat kaumnya. Suatu kali Abu Thalib melihat mengerjakan shalat
bersama Ali. Maka Abu Thalib menanyakan shalat itu. Setelah mendapat penjelasan yang
cukup memuaskan, Abu Thalib menyuruh beliau dan Ali agar menguatkan hati.
Penyebutan shalat secara khusus menunjukkan betapa pentingnya ibadah itu
dibanding dengan ibadah-ibadah yang lain. Ini sejalan dengan sabda Nabi SAW. yang
menjadikannya pemisah antara orang kafir dan mukmin, dan bahwa siapa yang
menegakkannya maka dia telah menegakkan agama dan siapa yang melalaikan maka ia
sebagai peroboh agama. Hal tersebut demikian, karena dengan shalat sebagaimana yang
diajarkan agama, seseorang dapat terhindar dari aneka dosa dan kejahatan.
Perintah ayat ini dilaksanakan dengan penuh ketekunan oleh Rasul saw. Karena itu,
"Bila beliau menghadapi kesulitan, beliau melaksanakan shalat." (HR. Ahmad melalui
Hudzaifah r.a.), dan karena itu pula Nabi SAW. bersabda, "Sedekat-dekat seorang hamba
kepada Tuhannya adalah pada saat dia sujud." (HR. Ahmad dan Muslim melalui Abu
Hurairah).
Perintah berdakwah dengan terang-terangan ini, seperti diinformasikan oleh ayat
90-92 Surat Al Hijr, yaitu adanya puncak pelecehan terhadap wahyu Allah SWT. Orang
kafir dan musyrikin Mekkah sebagai kebohongan yang oleh Al-Qur'an diistilahkan dengan
"al-muqtasimin". adalah sekelompok dari kaum musyrikin Makkah yang memberi
penilaian buruk terhadap Al Qur'an. Dalam suatu riwayat disebutkan bahwa tokoh kaum
musyrikin yaitu Walid Ibn al Mughirah menugaskan sekian orang di gerbang masuk kota
Mekah untuk membagi diri dang menyampaikan kepada siapa pun yang akan
melaksanakan ibadah haji bahwa Al-Qur'an bukan firman Allah SWT. tetapi ia adalah sihir,
atau syair, atau ocehan tukang tenung, QS. al Hijr (15): 90-92
            


90. sebagaimana (kami telah memberi peringatan), Kami telah menurunkan (azab)
kepada orang-orang yang membagi-bagi (kitab Allah). 91. (yaitu) orang-orang yang telah
menjadikan Al Quran itu terbagi-bagi. 92. Maka demi Tuhanmu, Kami pasti akan
menanyai mereka semua,
Kewajiban agama harus dilaksanakan hingga akhir hayat karena kewajiban
keagamaan bertujuan mengatur lalu lintas kehidupan manusia yang merupakan makhluk
sosial. Manusia sering kali bersifat egois, ingin menang sendiri, padahal demi
kemaslahatan bersama, ketenangan dan keadilan harus ditegakkan, dan benturan
kepentingan sedapat mungkin dihindari.
Dari sini, Allah SWT, menetapkan syariat dan menjelaskan sanksi dan ganjaran,
agar dengan demikian setiap orang sadar dan takut kepada-Nya. Dalam rangka
mengingatkan manusia tentang kehadiran Allah serta sanksi dan ganjaran-Nya, serta
mengingatkan pula mereka akan perjalanan hidupnya hingga menemui Allah SWT kelak –
dalam rangka itulah, antara lain - Allah SWT mensyariatkan ibadah. Tanpa mengingat
Allah SWT. dan mengingat sanksi dan ganjaran-Nya, serta tanpa takwa, yakni upaya
menghindari siksa-Nya, hidup manusia sebagai individu dan anggota masyarakat akan
sangat terganggu dan diliputi oleh rasa tidak aman.
Dakwah Nabi Muhammad SAW., secara terang terangan ini mengalami gangguan
serius bukan saja dari orang lain, tetapi juga dilakukan oleh paman Nabi Muhammad
SAW., sendiri, dimana pada awalnya merupakan penyokong utama misi suci tersebut.
Adalah Abu Lahab dan isterinya yang turut menyokong kegiatan buruk itu dengan
melancarkan fitnah tentang Rasulullah. Kemarahan Abu Lahab dan sikap permusuhan
kalangan Quraisy yang lain tidak dapat merintangi tersebarnya dakwah Islam di

52 Tafsir Ilmu tafsir XII agama smt 1 dan 2


kalangan penduduk Mekah itu. Kedaan itulah yang menyebabkan Abu Lahab dan isterinya
diabadikan dalam QS. Al Lahab (111) : 1-5.
                 

         
1. binasalah kedua tangan Abu Lahab dan Sesungguhnya Dia akan binasa 2.
tidaklah berfaedah kepadanya harta bendanya dan apa yang ia usahakan 3. kelak Dia
akan masuk ke dalam api yang bergejolak 4. dan (begitu pula) istrinya, pembawa kayu
bakar 5. yang di lehernya ada tali dari sabut.

D. Prilaku Orang Yang Menerapkan Kewajiban Berdakwah (Pendalaman Karakter)


Dengan memahami ayat-ayat tentang kewajiban berdakwah, maka seharusnya ananda
memiliki sikap-sikap yang harus tumbuh dari diripribadi ananda, untuk itu Coba sebutkan
sikap-sikap lain yang ananda temukan dari tema pembahasan kita hari ini, sebagaimana
contoh ;
1. Memiliki sifat lemah lembut di dalam berkata & bertindak serta memilih utk melakukan cara
yang paling mudah.
2. …………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………..

G. Rangkuman
Setelah mempelajari materi di atas, tentunya ananda sekalian dapat menyimpulkan beberapa
hal, diantaranya adalah sebagaimana tercantum di bawah ini. Coba temukan materi-materi
pokok lain yang belum tercantum di sini!

a. Dakwah adalah kewajiban setiap muslim, dilakukan dengan tiga metode, yaitu dengan hikmah
(mengambil pelajaran dari kejadian yang ada), menggunakan ungkapan yang dapat menyentuh
rasa dan perasaan sehingga dapat diterima oleh kebanyakan masyarakat dan mengadakan
perdebatan menyangkut permasalahan dengan penuh antusias, sopan dan rasional dengan
mengedepankan prinsip kebaikan, fungsional dan kemaslahatan.
b. ……..………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………
c. ………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………
d. ………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………..

Petunjuk: setiap kegiatan evaluasi bacalah dengan teliti; kata perintahnya, soalnya, carilah referensi
yang bisa ditenulusuri dengan penuh tanggung jawab khususnya soal esay
H. Ayo berlatih
I. Evaluasi Cognitif melalui Pilihlah Ganda
1. Apakah arti dakwah secara etimologi? C. Seruan
A. Hasutan D. Mengajak
B. Perdamaian E. Jawaban c dan d benar
Tafsir Ilmu Tafsir XII Agama smt 1 dan 2 53
2. ‫ املوغظة‬berarti… A. QS Taha: 44
B. QS Taha: 54
A. Pengadilan C. QS Taha: 144
B. Baik D. QS Al-Baqarah: 263
C. Pengajaran E. QS Al-Isra‟: 23
D. Pelajaran 7. Berikut bukanlah prinsip komunikasi
E. Jawaban c dan d salah dakwah dalam al-Qur‟an …
3. Dakwah adalah seruan atau ajakan kepada A. Qaulan Baligha
keinsyafan. Merupakan definisi dakwah B. Qaulan Maysura
menurut… C. Qaulan Qadima
A. Qurais Sihab D. Qaulan Layyina
B. Toha Yahya Oemar E. Qaulan Karima
C. Ali Mahfud 8. Aksi bom bunuh diri berdalih agama
D. Syeh Ali bertentangan dengan al-Qur‟an ....
E. Mohammad Natsir A. an-Nahl 125
B. an-Nahl 152
4. Dimulai dari siapakah Nabi Muhammad
C. an-Nahl 128
SAW. menyampaikan dakwah… D. an-Nahl 127
A. Orang Arab E. an-Nahl 135
B. Abu Jahal
C. Zaid bin Harithah
9. Kata ‫غصوك‬ berarti…

D. Istri dan keluarganya A. Mencacimu


E. Dirinya sendiri B. Mendurhakaimu
C. Menghianatimu
5. Siapakah tokoh yang menjelaskan bahwa
D. Membenci
hikmah adalah perkataan yang jelas dan E. Semua jawaban benar
tegas yang disertai dalil yang dapat 10. Diriwayatkan oleh siapakah Asbabun
mempertegas kebenaran? Nuzul dari surat Al-Hijr : 94-99…
A. Quraisy Syihab A. Bukhari dan Muslim
B. Syaikh Ali Mahfud B. At-Tirmidzi
C. Toha Yahya Oemar C. Al-Bazar dan At-Tabrani
D. Syaikh Mustafa Al-Maraghi D. Ar-Razi
E. Semua jawaban salah E. Jawaban b dan c benar
6. Berikut adalah al-Qur‟an yang
mencantumkan kata Qaulan Layyina ....

II. EVALUASI PSIKOMOTORIK


Hafalkan ayat, terjemahkan dan menganalisis ayat-ayat tentang pembinan pribadi dan keluarga
beserta masarakat
NO NAMA NILAI NILAI NILAI
SISWA HAFALAN TARJAMAH ANALISIS
QS.. QS.. 1 2 3 1 2 3
1

III. EVALUASI AFEKTIF

54 Tafsir Ilmu tafsir XII agama smt 1 dan 2


a. KEGIATAN DISKUSI (Asosiasi)
Setelah Anda mendalami materi maka selanjutnya lakukanlah diskusi dengan teman sebangku
Ananda atau dengan kelompok Ananda, kemudian persiapkan diri untuk mempresentasikan hasil diskusi
tersebut di depan kelas.
No. Masalah Hasil Diskusi
1. Mengapa orang perlu
Berda‟wah
2 Mengapa kita harus memiliki
strategi dalam berda‟wah?
3 Apa saja strategi yang tepat
untuk berdakwah?
4 Apa contoh dalam kehidupan
sehari-hari perilaku yang
termasuk berda‟wah?

Sementara kelompok lain bercerita, kelompok yang lainnya menilai dengan


panduan berikut!
No. Hal yang dinilai Skor
1. Ketepatan isi fenomena
2. Kepercayaan diri (penampilan)
3. Keruntutan penyampaian
4 Ketaatan pada prosedur penceritaan
yang telah disepakati
5. Kreativitas menyajikan

b. Konsep Diri (self-concept)


2. Bagaimana sikap Ananda dalam menjalankan aktifitas sehari-hari sudahkah bisa di contoh
teman sebayamu?
................................................................................................................................................................................
................................................................................................................................................................................
................................................................................................................................................................................

3. Sebutkan beberapa contoh sikap berdakwah yang telah ananda lakukan dalam aktifitas
sehari-hari?
................................................................................................................................................................................
................................................................................................................................................................................
................................................................................................................................................................................

c. Tugas tambahan PR (Pekerjan Rumah)


 PMT (penugasan materi tersetruktur) :
Untuk menguji pemahaman kalian tentang isi, jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut, dalam
buku tugasmu!.
1. Sebut dan jelaskan metode-metode dakwah !
2. Jelaskan mengapa Rasulullah berdakwah secara terang-terangan !
3. Sebut dan jelaskan 3 sasaran dakwah !
4. Sebutkan hikmah kandungan ayat dari surat asy-Syu‟ara‟ : 214-216!
5. Jelaskan maksud dari Q.S.ali Imran : 111 !

Tafsir Ilmu Tafsir XII Agama smt 1 dan 2 55


PESAN MORAL  Penguatan/ motivasi untuk melakukan dimulai dari sekarang, dari yang
kecil, dari diri sendiri

 PMTT (Penugasan materi tidak tersetruktur):


1. Lihatlah realitas masyarakat yang bertentangan dengan syariat Islam dan jelaskan strategi
dalam berdakwah untuk mereka!
2. Akhir-akhir ini banyak yang mengatas namakan agama mereka melakukan kekerasan,
hakekatnya bagaimana agama melihat realitas tersebut, Diskusikan dan jelaskan
argumentasimu berdasarkan dalil.

*MEREFLEKSI
Kalian sudah belajar banyak tentang perilaku bardakwah, Bacalah dengan saksama pernyataan
berikut !
Pilihlah SY jika kalian sangat yakin, Y= yakin, KY= kurang\ yakin
No. Saya yakin SY Y KY
1 Saya yakin bahwa tokoh tersebut fenomenal

2 Ayat-ayat yang di tentukan di atas dapat menggugah


pemikiran saya dengan gemilang
Betapa pentingnya berdakwah dengan strategi yang tepat
3
4 Saya harus mencari strategi sendiri agar tidak terkesan
meniru gaya orang lain
5 Tidak apa-apa meniru gaya orang lain asalkan baik dan
bias diterima

*REFLEKSI PENERIMAAN SUATU PERILAKU


Bacalah kasus berikut! Tuliskan komentarmu terhadap kasus tersebut!
No. Kasus Komentar
1 Si-B dalam semua tindakan
selalu bernilai da‟wah
2 Si-A selalu membuat onar
dalam tiap tindakan
3 Teman sekelas yang nambak
santun dalam berbicara

*RENCANA AKSI (Ayo Bertindak)


 Orang hebat adalah orang yang dapat melakukan apa yang dia ketahui. Sekarang saatnya
Kalian merancang kegiatan untuk dapat berlatih mempraktikkan/tidak akan
mempratikkan apa yang Kalian pelajari dalam kehidupan sehari-hari.
 Buatlah rencana tindakan untuk meningkatkan dirimu
 Rencana perilaku (dimulai dari sekarang) yang akan kalian lakukan
No. Yang akan saya lakukan Kendala Hasil melakukan
1

Catatan Guru Nilai

56 Tafsir Ilmu tafsir XII agama smt 1 dan 2


Tafsir Ilmu Tafsir XII Agama smt 1 dan 2 57
Tanggungjawab Manusia Terhadap
IV Keluarga Dan Masyarakat

KI (Kompetensi Inti):
3. Memahami, menerapkan dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural dalam ilmu
pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan,
kenegaraan, dan peradaban terkait fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada
bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.

4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari
yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan .

KD (Kompetensi Dasar) :
3.8 Memahami kandungan Al-Qur‟an tentang tanggungjawab manusia terhadap keluarga dan masyarakat
dalam surah at-Tahriim:6, surah Thaahaa: 132; surah al-An‟aam:70; surah an-Nisaa‟:36 dan surah
Huud: 117-119.
4.4. Mencontohkan perilaku bertanggungjawab terhadap keluarga dan masyarakat sesuai kandungan Al-
Qur‟an surah at-Tahriim:6, surah Thaahaa: 132; surah al-An‟aam:70 ; surah an-Nisaa‟:36 dan surah
Huud: 117-119.
Indikator
 menjelaskan tentang intisari dan keterangan dari QS at-Tahriim:6, QS Thaahaa: 132; QS al-An‟aam:70; QS an-
Nisaa‟:36 danQS Huud: 117-119 tentang tanggungjawab manusia terhadap keluarga dan masyarakat NK; Teliti, logis
dan sistematis
 Menerjemahkan QS at-Tahriim:6, QS Thaahaa: 132; QS al-An‟aam:70; QS an-Nisaa‟:36 danQS Huud: 117-119
tentang tanggungjawab manusia terhadap keluarga dan masyarakat ke dalam bahasa Indonesia dengan baik dan benar
NK; Teliti, logis dan sistematis
 Menjelaskan gambaran QS at-Tahriim:6, QS Thaahaa:132; QS al-An‟aam:70; QS an-Nisaa‟:36 dan QS Huud:117-119
tentang tanggungjawab manusia terhadap keluarga dan masyarakat NK; Teliti, logis dan sistematis
 Mendalami dan memahami serta menerapkan dalam kehidupan sehari-hari QS at-Tahriim:6, QS Thaahaa:132; QS al-
An‟aam:70; QS an-Nisaa‟:36 dan QS Huud:117-119 tentang tanggungjawab manusia terhadap keluarga dan
masyarakat NK; Teliti, logis dan sistematis
TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah KBM melalui Model/Strategi diskusi, ceramah dan demontrasi siswa dapat :
 Memahami kandungan Al-Qur‟an tentang bertanggungjawab terhadap keluarga dan masyarakat sesuai dengan Al-
Qur‟an surah at-Tahriim:6, surah Thaahaa: 132; surah al-An‟aam:70 ; surah an-Nisaa‟:36 dan surah Huud: 117-119.
 Memberi contoh tentang tanggung jawab terhadap teman sebayanya.

PETA KONSEP MATERI AJAR

Mari belajar membaca surah at-Tahriim:6, surah


Thaahaa: 132; surah al-An‟aam:70 ; surah an-
Nisaa‟:36 dan surah Huud: 117-119.

Mari belajar arti, makna dan terjemah QS at-


Tanggungjawab
Tahriim:6, surah Thaahaa: 132; surah al-
An‟aam:70 ; surah an-Nisaa‟:36 dan surah Huud:
117-119.
Mari memahami QS at-Tahriim:6, surah Thaahaa:
132; surah al-An‟aam:70 ; surah an-Nisaa‟:36 dan
surah Huud: 117-119 melalui menganalisis is
kandungannya.
Penerapan prilaku tanggung jawab

58 Tafsir Ilmu tafsir XII agama smt 1 dan 2


A. Mari Kita Renungkan
Petuntuk: Renungkan sejenak dongeng/kisah dibawah ini dengan teliti;

Ananda sekalian apa arti belajar dan seberapa penting belajar bagi kalian? Nilai apa yang
bisa kalian dari gambar ini?

sumber
https://www.google.co.id/#q=tanggung+jawab+terh
adap+diri+sendiri

TANGGUNG JAWAB DIMULAI DARI DIRI SENDIRI

Tanggung jawab adalah keadaan wajib menanggung segala sesuatu. yakni seseorang berkewajiban
menanggung, memikul jawab, menanggung segala sesuatu, atau memberikan jawab dan menaggung akibatnya
atas segala yang dikerjakan, dan itu terlahir dari kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatannya yang
disengaja maupun tidak disengaja dan pelaku benar-benar kalau tanggung jawab sebagai bentuk perwujudan
kesadaran akan kewajiban-kewajibanya.

B. amati gambar berikut ini dan buatlah komentar atau pertanyaan

Amati Gambar Berikut ini !


Setelah Anda mengamati gambar disamping buat
daftar komentar atau pertanyaan yang relevan
1. …………………………………………….
…………………………………………….
……………………………………………..
2. …………………………………………….
…………………………………………….
…………………………………………….
3. ……………………………………………
……………………………………………..
……………………………………………..
4.……………………………………………
Amati Gambar Berikut ini ! ……………………………………………..
……………………………………………
5 ……………………………………………..
……………………………………………
……………………………………………..
6……………………………………………
……………………………………………..
……………………………………………
7 ……………………………………………..
……………………………………………
……………………………………………..

Sumber:https://www.google.co.id/search?q=tanggungjawab
C. Mari Menanya

Setelah ananda sekalian renungkan, membaca dan mengamati gambar / cerita di atas, ada

Tafsir Ilmu Tafsir XII Agama smt 1 dan 2 59


beberapa pertanyaan yang perlu kalian kaji Buatlah pertanyaan-pertanyaan dengan menggunakan
bentuk kata: bagaimana, apa, mengapa, jelaskan dan lain-lain! Contoh:
1. Bagaimana akibatnya jika kita dalam bertangungjwab atas semua hal yang kita lakukan asal-
asalan?
2. ……………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………
3. ……………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………
4. ……………………………………………………………………………………………………

D. Mari Belajar
Petunjuk: dalam setiap kegiatan membaca ayat-ayat al-qur`an maka, bacalah ayat-ayat yang
berkaitan dengan tanggung jawab berikut ini dengan tartil, baik dan benar serta usahakan ananda
bisa menghafalnya
1. Membaca QS. At Tahrim (66) : 6
ْ ُ ‫ََي َأُّيه َا ذ ِاَّل َين أ ٓ َمٌُوا كُوا َأهْ ُف َس ُ ُْك َو َأ ُْ ِو‬
ٌ ‫يُك َّنَ ًرا َوكُو ُدَُا اميذ ُاس َوامْ ِح َج َار ُة ػَوَ ْْيَا َمالئِ َك ٌة ِؿ‬
‫الظ‬
)٦( ‫ون‬ َ ُ‫اّلِل َما َأ َم َر ُ ِْه َوي َ ْف َؼو‬
َ ‫ون َما ي ُ ْن َم ُر‬ َ ‫ِصدَ ا ٌد ال ي َ ْؼ ُص‬
َ ‫ون ذ‬
2. Ayo mengartikan beberapa mufradāt penting dari QS - At-Tahriim:6

‫كُوا‬ : peliharalah ‫َوكُو ُد‬ : bahan baku


‫ؿالظ‬ : kasar ‫ صداد‬: keras
3. Ayo Memaknai Mufradāt Penting

 Kata ( ) amanu, menunjuk pada kualitas keimanan yang beragam, yakni keadaan yang
berbeda antara kualitas keimanan antara yang satu dengan yang lain baik laki-laki maupun
perempuan.
 Kata ( ‫ ) َأُْل‬ahl itu sendiri, yang baru bisa dipahami pengertiannya setelah dirangkaikan
dengan kata lain sehingga membentuk suatu kata majemuk. Jika dirangkaikan dengan kata
ganti orang pertama, kedua, atau ketiga, berarti keluarga dari orang yang disebut oleh kata
ganti itu, seperti ahlikum ( ‫) َأ ُْ ِو ُ ُْك‬, seperti pada ayat di atas.
 Kalimat (   ) quu anfusakum wa ahlikum naaro/ peliharalah dirimu
dan keluargamu dari api neraka, Di antara penjelasan tafsir Ibnu Katsir, Mujahid (Sufyan
As-Sauri mengatakan, “Apabila datang kepadamu suatu tafsiran dari Mujahid, hal itu sudah
cukup bagimu” mengatakan : “Bertaqwalah kepada Allah dan berpesanlah kepada keluarga
kalian untuk bertaqwa kepada Allah”. Sedangkan Qatadah mengemukakan : “Yakni,
hendaklah engkau menyuruh mereka berbuat taat kepada Allah dan mencegah mereka
durhaka kepada-Nya. Dan hendaklah engkau menjalankan perintah Allah kepada mereka
dan perintahkan mereka untuk menjalankannya, serta membantu mereka dalam
menjalankannya. Jika engkau melihat mereka berbuat maksiat kepada Allah, peringatkan
dan cegahlah mereka.”
 Demikian itu pula yang dikemukakan oleh Adh Dhahhak dan Muqatil bin Hayyan, dimana
mereka mengatakan : “Setiap muslim berkewajiban mengajari keluarganya, termasuk
kerabat dan budaknya, berbagai hal berkenaan dengan hal-hal yang diwajibkan Allah
Ta‟ala kepada mereka dan apa yang dilarang-Nya.”

60 Tafsir Ilmu tafsir XII agama smt 1 dan 2


 Kalimat (   ) waquduhannaasu wal hijaroh/ bahan bakunya dari
manusia dan batu. Menurut Sayyid Qutub dalam tafsirnya Fii Zilal al-Quran, menyebutkan:
“Kumpulan antara manusia dan batu dalam neraka adalah sebuah gambaran yang sangat
menakutkan dan seolah-olah api neraka memamah (memakan) batu-batu, sedangkan
manusia bersama batu-batu itu di dalam neraka”.
 Malaikat yang disifati dengan ( ‫)ؿالظ‬ ghilazhun/kasar bukanlah dalam arti kasar
jasmaninya sebagaimana dalam beberapa kitab tafsir, karena malaikat adalah makhluk-
makhluk halus yang tercipta dari cahaya. Atas dasar ini, kata tersebut harus dipahami
dalam arti kasar perlakuannya atau ucapannya. Mereka telah diciptakan Allah SWT khusus
untuk menangani neraka. "Hati" mereka tidak iba atau tersentuh oleh rintihan, tangis atau
permohonan belas kasih, mereka diciptakan Allah dengan sifat sadis, dan karena itulah
maka mereka ( ‫ )صداد‬syidad/keras-keras yakni makhluk-makhluk yang keras hatiinya dan
keras pula perlakuannya.

4. Ayo menerjamah QS- At-Tahriim:6


“ Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang
bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras,
dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan
selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.”

5. Ayo memahami isi Kandungan QS At-Tahriim:6


Ayat di atas menggambarkan bahwa dakwah dan pendidikan harus bermula dari rumah.
Ayat di atas walau secara redaksional tertuju kepada kaum pria (ayah), tetapi itu bukan berarti
hanya tertuju kepada mereka. Ayat ini tertuju kepada perempuan dan lelaki (ibu dan ayah)
sebagaimana ayat-ayat yang serupa (misalnya ayat memerintahkan berpuasa) yang juga tertuju
kepada lelaki dan perempuan. Ini berarti kedua orang tua bertanggung jawab terhadap anak-
anak dan juga pasangan masing-masing sebagaimana masing-masing bertanggung jawab atas
kelakuannya
Di antara penjelasan Tafsir fi Zilalil Qur‟an karya Sayyid Qutb tentang surat At-Tahrim
ayat 6 ini adalah bahwa setiap mukmin diwajibkan untuk memberikan petunjuk kepada
keluarganya dan memperbaiki seluruh anggota keluarganya, sebagaimana ia diwajibkan terlebih
dahulu memperbaiki dirinya. Islam juga mengatur keluarga dan kehidupan berumah tangga.
Rumah tangga yang Islami akan menjadi dasar terbentuknya masyarakat yang Islami.

Selanjutnya untuk memperkuat pembahasan tentang tanggungjawab manusia terhadap


keluarga dan masyarakat ini, pelajari QS. Taha (20) : 132 berikut !

II. Ananda sekalian, mari kita membaca QS. Taha (20) : 132 berulang-ulang secara tartil
dan bersama-sama hingga lancar dan setengah hafal!

1. Membaca QS. Taha (20) : 132

‫َْل ِِب ذمصال ِة َو ْاص َع ِ ْب ػَوَ ْْيَا ال و َ ْسبَ ُ َُل ِر ْزكًا َ َْن ُن ىَ ْر ُزكُ َم َوامْ َؼا ِك َد ُة ِنوخذ ْل َوى‬
َ َ ُ‫َو ِأ ُم ْر َأ‬
2. Ayo mengartikan beberapa mufradāt penting dari QS Thaahaa: 132

‫ٔأَُل‬ : keluargamu ‫اصعب‬ : bersabarlah

Tafsir Ilmu Tafsir XII Agama smt 1 dan 2 61


‫و َ ْسبَ ُل‬ : kami meminta
3. Ayo Memaknai Mufradāt Penting

 Kata ( ‫ ) ٔأُدَل‬ahlaka/keluarga jika ditinjau dari masa turunnya ayat ini, maka ia hanya
terbatas pada istri beliau - Khadijah r.a. dan beberapa putra beliau bersama Ali bin Abi
Thalib r.a. yang beliau pelihara sepeninggal Abu Thalib. Tetapi bila dilihat dari
penggunaan kata ahlaka yang dapat mencakup keluarga besar, lalu menyadari bahwa
perintah tersebut berlanjut sepanjang hayat, maka ia dapat mencakup keluarga besar Nabi
Muhammad saw., termasuk semua istri dan anak cucu beliau. Bahkan sementara ulama
memperluasnya sehingga mencakup seluruh umat beliau.
 Kata ( ‫ )اصعب‬ishthabir dari kata (‫ )اصب‬ishbir/bersabarlah dengan penambahan huruf (‫) ط‬
tha'. Penambahan itu mengandung makna penekanan.
 Kata ( ‫ )رزق‬rizq pada mulanya, sebagaimana ditulis oleh bahasa Arab, Ibn Faris, berarti
pemberian untuk waktu tertentu. Namun demikian, arti asal ini berkembang sehingga rizki
antara lain diartikan sebagai pangan, pemenuhan kebutuhan, gaji, hujan dan lain-lain,
bahkan sedemikian luas dan berkembang pengertiannya sehingga anugerah kenabian pun
dinamai rizki.

4. Ayo menarjamahkan Thaahaa: 132;


“ dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam
mengerjakannya. Kami tidak meminta rezki kepadamu, kamilah yang memberi rezki kepadamu.
dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertakwa.”

5. Ayo Memahami isi kandungan ayat Qs Thaahaa: 132


Kandungan Thaahaa: 132;

Perintah tentang diwajibkannya mendirikan shalat tidak seperti Allah mewajibkan zakat
dan lainnya. Dilihat dari prosesnya yang luar biasa maka shalat merupakan kewajiban yang
utama, yaitu mengerjakan shalat dapat menentukan amal-amal lainnya. Tentu hal ini berkaitan
dengan fungsi salat, yakni sebagai pencegah kekejian dan kemungkaran. QS. Al Ankabut (29) :
45.
Layak pula kita lebih menekankan dan meneladani tentang kesabaran dan ketabahan Rasul
SAW., dalam menekankan perintah menegakkan s}alat dalam lingkungan keluarga. Bahkan
beliau sendiri hampir tiap tengah malam digunakan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT
dengan shalat.
Begitu pentingnya ritual ini sampai-sampai Nabi SAW. menerangkan cara yang paling
awal untuk mendisiplinkan diri kepada anak-anak agar melaksanakan salat dengan
memerintahkan pada usia sekitar tujuh tahun. Dan bila sampai umur 10 tahun tidak
melaksanakan shalat, hendaknya diberi hukuman.
Cara bersabar menghadapi musibah dan penderitaan, menurut Imam Ghazali adalah dengan
menghindarkan perbuatan yang tidak lazim, yaitu berputus asa (Al Jaz‟u), merobek-robek
pakaian, memukul-mukul dinding, kemudian mengeluh menampakkan kekesalan secara
berlebihan atau melakukan rutinitas seperti berpakaian, tidur, makan, minum dan sebagainya di
luar kebiasaan.
Setelah ayat yang lalu memerintahkan untuk menyucikan diri melalui shalat dan bertasbih
memuji Allah, serta tidak mengarahkan pandangan kepada kenikmatan duniawi guna
meraihnya dengan mengorbankan kenikmatan ukhrawi, kini dijelaskan bahwa setiap makhluk
telah dijamin Allah rizkinya.

62 Tafsir Ilmu tafsir XII agama smt 1 dan 2


Allah sebagai ar-Razzaq menjamin rizki dengan menghamparkan bumi dan langit dengan
segala isinya. Dia menciptakan seluruh wujud dan melengkapinya dengan apa yang mereka
butuhkan, sehingga mereka dapat memperoleh rizki yang dijanjikan Allah itu. Rizki dalam
pengertiannya yang lebih umum upaya makhluk untuk meraih kecukupan hidupnya dari dan
melalui makhluk lain. Semua makhluk yang membutuhkan rizki diciptakan Allah
membutuhkan makhluk lain untuk dimakannya agar dapat melanjutkan hidupnya.

Selanjutnya untuk memperkuat pembahasan tentang tanggungjawab manusia terhadap keluarga


dan masyarakat ini, pelajari QS. Al An’am (6) : 70 berikut !
III. Ananda sekalian, mari kita membaca QS. Al An’am (6) : 70 berulang-ulang secara tartil dan
bersama-sama hingga lancar dan setengah hafal!

1. Ayo Membaca QS. Al An’am (6) : 70

‫َو َذ ِر ذ ِاَّل َين ذ َاَت ُذوا ِديْنَ ُ ْم مَ ِؼ ًحا َومَِ ًْوا َوؾَ ذرْتْ ُ ُم امْ َح َيا ُة ادله هْ َيا َو َذ ِنّ ْر ِت َِ َأ ْن ثُخْ َس َل ه َ ْف ٌس ِت َما‬
‫ُك ػَ ْدلٍ ال يُ ْنخ َْذ ِم ْْنَا ُأومَ ِئ َم‬ ‫اّلِل َو ِ ٌِّل َوال َص ِفي ٌع َوا ْن ثَ ْؼ ِد ْل ُ ذ‬ ِ ‫ُون ذ‬ ِ ‫َن َسخَ ْت مَيْ َس مََِا ِم ْن د‬
)١١( ‫ون‬ ٌ ّ ‫اب ِم ْن َ َِح ٍمي َوػَ َذ‬
َ ‫اب َأ ِم ٌمي ِت َما ََكهُوا يَ ْك ُف ُر‬ ٌ ‫ر‬ َ َ ‫ذ ِاَّل َين ُأث ِْسوُوا ِت َما َن َس ُحوا مَِ ُْم‬
2. Ayo mengartikan beberapa mufradāt penting dari QS al-An’aam:70

‫ مَ ِؼ ًحا َومَِ ًْوا‬: permainan dan kelengahan


‫ ؾَ ذرْتْ ُ ُم‬: mereka telah ditipu
‫ ثُ ْخ َس َل‬: dijerumuskan
3. Ayo Memaknai Mufradāt Penting

 Kalimat ( ) dinahum laibun wa lahwun/menjadikan agama mereka permainan dan
kelengahan, dipahami oleh sementara ulama dalam arti kebiasaan hidup mereka dalam arti
perhatian dan keseharian mereka adalah permainan. Ada juga yang memahaminya dalam arti
kepercayaan dan tata cara mereka berhubungan dengan Tuhan, yakni mereka berpesta pora di
hadapan berhala-berhala mereka pada waktu-waktu tertentu, serta bersiul dan bertepuk tangan
dihadapan Ka'bah sebagaimana firman-Nya "Shalat mereka di sekitar Baitullah tidak lain
kecuali siulan dan tepukan tangan" (QS. Al-Anfal [8] : 35).
 Kata ( ‫ )ثخسل‬tubsala pada mulanya berarti terhalangi. Kata ini biasanya digunakan untuk
keterhalangan yang tidak dapat dielakkan lagi buruk akibatnya. Dari sini, kata tersebut
digunakan dalam arti dijerumuskan dalam siksa, atau penjara atau neraka. Sementara ulama
memilih makna terhalangi, sehingga yang dimaksud adalah terhalangi dari rahmat dan
kebajikan. Ayat di atas secara tegas menyatakan bahwa amal buruk mereka bukan Allah yang
menjerumuskan dan menghalangi mereka meraih rahmat Allah.
 Kata hanya dalam firman-Nya : hanya mereka itulah, dipahami berdasar susunan redaksi ayat
ini yang menggunakan kata ( ‫)اومئم‬ ulâika yang menunjuk ke kata ( ‫)اَّلين‬ alladzina.
Keduanya bersifat definitif. Redaksi demikian menghasilkan pengkhususan yang
diterjemahkan dengan makna hanya. Tentu saja bukan hanya mereka yang dijerumuskan ke
dalam siksa, tetapi karena dosa pelecehan terhadap ayat-ayat Allah sedemikian besar, maka
seakan-akan hanya mereka yang disiksa. Atau boleh jadi siksa buat mereka adalah siksa
tersendiri, sehingga hanya mereka yang mendapatkannya.

Tafsir Ilmu Tafsir XII Agama smt 1 dan 2 63


4. Ayo menarjamahkan Qs al-An’aam:70 ;
“ dan tinggalkanlah orang-orang yang menjadikan agama mereka sebagai main-main dan
senda gurau, dan mereka telah ditipu oleh kehidupan dunia. Peringatkanlah (mereka)
dengan Al-Quran itu agar masing-masing diri tidak dijerumuskan ke dalam neraka, karena
perbuatannya sendiri. tidak akan ada baginya pelindung dan tidak pula pemberi syafa'at
selain daripada Allah. dan jika ia menebus dengan segala macam tebusanpun, niscaya tidak
akan diterima itu daripadanya. mereka Itulah orang-orang yang dijerumuskan ke dalam
neraka. bagi mereka (disediakan) minuman dari air yang sedang mendidih dan azab yang
pedih disebabkan kekafiran mereka dahulu.”
5. Ayo memahami isi kandungan Qs al-An‟aam:70 ;
Ayat di atas tidak menyatakan kalau kamu melihat "mereka", tetapi langsung menunjuk
kepada orang-orang tertentu dengan kelakukan tertentu. Ini mengisyaratkan bahwa mereka yang
dimaksud di sini, bukan semua yang mendustakan ayat-ayat Allah, tetapi ada sekelompok dari
yang mendustakan itu, yang berkelakuan sangat buruk, yaitu di samping mengingkari
kebenaran ayat-ayat Allah juga melecehkannya. Nah, secara umum, Nabi SAW. tetap
diperintah untuk menyampaikan ajakan dan masuk ke majelis dan tempat-tempat mereka yang
mendustakan agama, agar dakwah berlanjut terus, tetapi tempat-tempat pelecehan agama harus
beliau hindari.

Selanjutnya untuk memperkuat pembahasan tentang tanggungjawab manusia terhadap keluarga


dan masyarakat ini, pelajari QS. An Nisa’ (4) : 36 berikut !
IV. Ananda sekalian, mari kita membaca QS. An Nisa’ (4) : 36 berulang-ulang secara tartil dan
bersama-sama hingga lancar dan setengah hafal!
1. Ayo Membaca QS. An Nisa’ (4) : 36

ِ‫ْش ُنوا ِت َِ َصيْئًا َو ِِبمْ َو ِ َادل ْي ِن ا ْح َساَّنً َو ِت ِذي امْ ُل ْر ََب َوامْ َي َخا َم َوامْ َم َسا ِنني‬
ِ ْ ُ ‫اّلِل َوال ج‬
َ ‫َوا ْغ ُحدُ وا ذ‬
ّ
‫ِيل َو َما َموَ َك ْت َأيْ َماىُ ُ ُْك‬ ‫امصا ِح ِة ِِبمْ َج ْي ِة َوا ْج ِن ذ‬
ِ ‫امسخ‬ ‫َوامْ َج ِار ِذي امْ ُل ْر ََب َوامْ َجا ِر امْ ُج ُي ِة َو ذ‬
)٦٦( ‫ُورا‬ ً ‫اّلِل ال ُ ُِي هة َم ْن ََك َن ُم ْخ َخاال فَخ‬
َ ‫ا ذن ذ‬
ّ
2. Ayo mengartikan beberapa mufradāt penting dari QS an-Nisaa’:36

‫ امْ َجا ِر ِذي امْ ُل ْر ََب‬: tetangga yang dekat


‫امْ َج ِار امْ ُج ُي ِة‬ : tetangga yang jauh

‫امصا ِح ِة ِِبمْ َج ْي ِة‬ ‫ ذ‬: teman sejawat


‫ُم ْخ َخاال‬ : sombong

ً ‫فَخ‬
‫ُورا‬ : membangga-banggakan diri
3. Ayo Memaknai Mufradāt Penting
 Kata ibadah diterjemahkan dengan “menyembah, mengabdi, dan taat”. Kata tersebut dapat
menggambarkan "kekokohan" dan "kelemah lembutan", karena seseorang dinamakan
menyembah, mengabdi, dan taat menggambarkan situasi ketiadaberdayaan karena merasa
butuh akan perlindungan atau takut akan murka maka, ia akan melakukan dengan penuh
kehati-hatian demi kesempurnaan penghambaanya.

64 Tafsir Ilmu tafsir XII agama smt 1 dan 2


 Penggunaan kata penghubung "bi" bukan “ li” yang berarti untuk dan “ila” yang
berarti kepada, ketika berbicara tentang bakti kepada ibu-bapak, ( )wa bi al-
walidaini ihsana. Menurut pakar-pakar bahasa, kata “ila” mengandung makna jarak,
sedangkan Allah tidak menghendaki adanya jarak walau sedikit pun dalam hubungan
antara anak dan orang tuanya. Anak harus selalu mendekat dan merasa dekat kepada
lbu-bapaknya. Itu pula sebabnya tidak dipilih kata penghubung “li” yang mengandung
makna peruntukan.
 Pada kata husn yakni ihsanan, mencakup segala sesuatu yang menggembirakan dan
disenangi. "Hasanah" digunakan untuk menggambarkan apa yang menggembirakan
manusia karena perolehan nikmat, menyangkut diri, jasmani, dan keadaannya.
Demikian dirumuskan oleh pakar kosa kata Al Qur'an, Ar Raghib Ashfahani.
Selanjutnya, menurut pakar tersebut, kata ihsan digunakan untuk dua hal, yakni
memberi nikmat kepada pihak lain dan perbuatan baik. Karena itu, kata ihsan lebih luas
dari sekadar memberi nikmat atau nafkah, maknanya, bahkan lebih tinggi dan dalam dari
kandungan makna adil, karena adil adalah "memperlakukan orang lam sama dengan
perlakuannya kepada Anda", sedangkan ihsan adalah "memperlakukannya lebih baik
dari perlakuannya terhadap Anda." Adil adalah “mengambil semua hak Anda dan atau
memberikan semua hak orang lain”, sedangkan ihsan adalah "memberi lebih banyak
danpada yang hams Anda berikan dan mengambil lebih sedikit dari yang seharusnya
Anda ambil."
 Kata ( ) tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh. Sementara
ulama menetapkan bahwa tetangga adalah penghuni yang tinggal di sekeliling rumah Anda,
sejak dari rumah pertama hingga rumah keempat puluh. Baik yang anda kenal maupun
tidak nama masing-masing.
 Kata ( ) dapat dipahami dalam arti istri, bahkan siapa pun yang selalu
menyertai seseorang di rumahnya, termasuk para pembantu rumah tangga. Makna ini
perlu ditekankan terutama karena sementara orang baik sebelum dan sesudah turunnya Al
Qur'an, hingga kini, masih banyak yang memperlakukan istri dan atau para pembantunya
secara tidak wajar, yakni masih adanya tindakan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).
 Kata ( ‫ )اجدن سدخيل‬ibnu sabîl yang secara harfiah berarti anak jalanan. Maka para ulama
dahulu memahami dalam arti siapapun yang kehabisan bekal, dan dia sedang dalam
perjalanan.
 Kata () mukhtalan terambil dari akar kata yang sama dengan khayal/khayal. Karenanya,
kata ini pada mulanya berarti orang yang tingkah lakunya diarahkan oleh khayalannya,
bukan oleh kenyataan yang ada pada dirinya. Biasanya orang semacam ini berjalan angkuh
dan metasa diri memiliki kelebihan dibandingkan dengan orang lain. Dengan demikian,
keangkuhannya tampak secara nyata dalam kesehariannya. Seorang yang mukhtal
membanggakan apa yang dimilikinya, bahkan tidak jarang membanggakan apa yang pada
hakikatnya tidak ia miliki. Dan inilah yang ditunjuk oleh kata () fakhuran yakni sering
kali membanggakan diri. Memang, kedua kata ini yakni mukhtdl dan fakhur mengandung
makna kesombongan. Tetapi yang pertama kesombongan yang terlihat dalam tingkah laku,
sedang yang kedua adalah kesombongan yang terdengar dari ucapan-ucapan.

4. Ayo menarjamahkan Qs an-Nisaa’:36

Tafsir Ilmu Tafsir XII Agama smt 1 dan 2 65


36. “ sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. dan
berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang
miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, dan teman sejawat, Ibnu sabil dan
hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan
membangga-banggakan diri,”

5. Ayo memahami isi kandungan Qs an-Nisaa’:36


Pada ayat di atas membahas tentang ibadah. Perintah beribadah dalam ayat 36 Surat An
Nisa‟ berlaku untuk seluruh muslim, dibarengi dengan seruan agar dalam menjalankan ibadah
harus murni (ikhlas) dan terbebas dari tindakan yang mengarah pada syirk dalam beribadah.
Al Raghib Ishfahaniy, mengkategorikan syirik yang terdapat dalam Al Qur‟an kepada dua
kategori syirik besar dan syirik kecil. Syirik besar adalah mengakui bahwa Allah mempunyai
sekutu. Syirik besar disebut juga dengan syirik jaliy (syirik terang-terangan). Adapun syirik
kecil adalah melakukan perbuatan seperti ritual keagamaan, tidak untuk mencari keridhaan
Allah, tetapi karena tujuan-tujuan tertentu. Syirik jenis ini disebut juga dengan
syirik khafiy (syirik tersembunyi).
Ibadah bukan saja ibadah ritual atau yang juga dikenal dengan ibadah mahdhah, yakni
ibadah yang cara, kadar, dan waktunya ditetapkan oleh Allah atau Rasul, seperti shalat, zakat,
puasa dan haji; tetapi mencakup segala macam aktivitas, yang hendaknya dilakukan demi
karena Allah. Tetapi menyangkut ibadah yang bersifat muamalah (ghairu mah}d}ah).
a. Berbuat Baik Kepada Orang Tua (Birrul Walidain)
Al Birr yaitu kebaikan yang didasari oleh perintah atau dalil ajaran agama. Berbakti
pada kedua orang tua adalah sebuah kewajiban yang sangat luhur dan mulia. Allah sering
menyandingkan perintah berbakti pada orang tua dengan perintah mengesakan-Nya. Ini
menunjukkan agungnya hak kedua ibu bapak.
Ihsan (bakti) kepada orang tua yang diperintahkan agama Islam adalah bersikap sopan
santun kepada keduanya dalam ucapan dan perbuatan sesuai dengan adat kebiasaan
masyarakat, sehingga mereka merasa senang terhadap kita, dan mencukupi kebutuhan-
kebutuhan mereka yang sah dan wajar sesuai dengan kemampuan kita (sebagai anak).
Pakar Tafsir Mutawalli Asy-Sya'rawi dalam tafsirnya menulis perbedaan antara perintah
mempersembahkan ihsan atau kebajikan kepada kedua orang tua dengan perintah
memperlakukan mereka dengan ma‟ruf sebagaimana dinyatakan dalam QS. Luqman (31): 15
b. Berbuat Baik Kepada Orang Lain
Ulama menetapkan bahwa tetangga adalah penghuni yang tinggal di sekeliling rumah
Anda, sejak dari rumah pertama hingga rumah keempat puluh. Ada juga ulama yang tidak
memberi batas tertentu dan mengembalikannya kepada situasi dan kondisi setiap masyarakat.
Betapapun, kita dapat berkata bahwa dewasa ini seringkali ada tetangga yang tidak kita
kenal namanya, atau bisa jadi juga ada yang tidak seagama dengan Anda; kendati demikian,
semua adalah tetangga yang wajib mendapat perlakuan baik. Ikut bergembira dengan
kegembiraannya, menyampaikan belasungkawa karena kesedihannya, serta membantunya
ketika mengalami kesulitan.
c. Larangan Sombong dan Membanggakan Diri
Sombong adalah salah satu sifat yang dibenci Allah SWT. Sifat ini banyak jenis dan
bentuknya, ada yang nyata dan ada juga yang samar-samar. Kesombongan yang nyata adalah
kesombongan yang dapat dilihat oleh manusia, seperti merendahkan orang lain, memamerkan
harta, membanggakan kedudukan jabatan, membanggakan keturunan, merasa lebih daripada
orang lain, dan lain sebagainya.
Kesombongan yang samar-samar seperti ini, tanpa disadari telah banyak
menjerumuskan para ahli agama ke dalam neraka. Kesombongan semacam ini disebut riya,
gila pujian, pengaguman terhadap diri sendiri, dan yang lebih berbahaya lagi adalah dekat
pada penyembahan terhadap diri sendiri.
Ayat ini menunjukkan bahwa betapa tidak pantasnya manusia itu untuk berperilaku
sombong, hanya Allah saja yang pantas untuk menyandang kesombongan itu karena hanya
66 Tafsir Ilmu tafsir XII agama smt 1 dan 2
Allah yang mampu menembus bumi, dan hanya Allah saja yang Mahatinggi. Ayat-ayat di atas
juga menunjukkan bahwa sifat sombong adalah warisan dari Iblis yang dilaknat Allah SWT.
Apabila sifat ini ada pada manusia, sama saja si manusia yang sombong itu memiliki nasab
garis keturunan sifat dari sifat iblis yang dilaknat Allah.

Selanjutnya untuk memperkuat pembahasan tentang tanggungjawab manusia terhadap keluarga


dan masyarakat ini, pelajari QS. Hud (11) : 117-119 berikut !
V. Ananda sekalian, mari kita membaca QS. Hud (11) : 117-119berulang-ulang secara tartil dan
bersama-sama hingga lancar dan setengah hafal!

1. Ayo Membaca QS. Hud (11) : 117-119

‫) َومَ ْو َصا َء َرت ه َم مَ َج َؼ َل اميذ َاس‬٠٠١( ‫ون‬ َ ‫َل امْ ُل َرى ت ُِظ ْ ٍَل َو َأ ُْوَُِا ُم ْص ِو ُح‬
َ ِ ْ ُ‫َو َما ََك َن َرت ه َم ِهْي‬
‫) اال َم ْن َر ِح َم َرت ه َم َو ِ ََّل ِ َُل َخوَ َلُِ ْم َوثَ ذم ْت َ َِك َم ُة‬٠٠٨( ‫ون ُم ْخ َخ ِو ِف َني‬ َ ُ‫ُأ ذم ًة َوا ِحدَ ًة َوال يَ َزام‬
ّ ََِْ ِ ِ ِ ْ ِ ََ ٔ ٔ َ
)٠٠٩( ‫َ ِرتّم ل ْمل ذن َج ذ ََّن م َن امجيذة َواميذاس أْجؼ َني‬
2. Ayo mengartikan beberapa mufradāt penting dari QS Huud: 117-119

‫َل‬ َ ِ ْ ُ‫ِهْي‬ : membinasakan ‫ امْ ُل َرى‬: negeri-negeri


‫ون‬َ ُ‫يَ َزام‬ : senantiasa ‫ ُم ْخ َخ ِو ِف َني‬: berselisih pendapat
‫ٔل ْم ٔل ذن‬ : akan memenuhi
3. Ayo Memaknai Mufradāt Penting

 Kata ( ), tidak pernah ada adalah satu istilah yang mengandung makna
penekanan dan kesungguhan. Kata ini biasa juga diterjemahkan dengan tidak wajar
atau tidak sepatutnya. Dengan menyatakan tidak pernah ada, maka tertutup sudah
kemungkinan dapat terjadinya hal tersebut dalam keadaan apa pun, padahal kalau
dilakukan ada kemungkinan untuk bisa terlaksana.
 Kata () mushlihun adalah bentuk jamak dari kata mushlih. Seseorang
dituntut, paling tidak, menjadi shalih, yakni memelihara nilai-nilai sesuatu sehingga
kondisi sesuatu itu tetap bertahan sebagaimana adanya, dan dengan demikian
sesuatu itu tetap berfungsi dengan baik dan bermanfaat.
 Kata () sekiranya dalam firman-Nya: /sekiranya Allah menghendaki, menunjukkan
bahwa hal tersebut tidak dikehendaki-Nya, karena kata law tidak digunakan kecuali
untuk mengandaikan sesuatu yang tidak mungkin terjadi/mustahil.
 Kata () ummah berarti semua kelompok, baik manusia maupun binatang yang
dihimpun oleh sesuatu, seperti agama yang sama, waktu atau tempat yang sama,
baik penghimpunannya secara terpaksa, maupun atas kehendak mereka.
 Kata rahmat dalam redaksi   ,berarti hidayah yakni merupakan tujuan
penciptaan, maksudnya tujuan perantara menuju tujuan akhir yaitu kebahagiaan
abadi.

Tafsir Ilmu Tafsir XII Agama smt 1 dan 2 67


 Kata ( ) Kalimat Tuhanmu dipahami dalam arti kekuasaan-Nya mewujudkan
sesuatu sesuai dengan kehendak dan pengetahuan-Nya.

4. Ayo menarjamahkan Huud: 117-119.


117. dan Tuhanmu sekali-kali tidak akan membinasakan negeri-negeri secara zalim, sedang
penduduknya orang-orang yang berbuat kebaikan 118. Jikalau Tuhanmu menghendaki,
tentu Dia menjadikan manusia umat yang satu, tetapi mereka senantiasa berselisih pendapat
119. kecuali orang-orang yang diberi rahmat oleh Tuhanmu. dan untuk Itulah Allah
menciptakan mereka. kalimat Tuhanmu (keputusan-Nya) telah ditetapkan: Sesungguhnya
aku akan memenuhi neraka Jahannam dengan jin dan manusia (yang durhaka) semuanya.

5. Mari memahami isi kandungan Qs Huud: 117-119.


Mutawalli Asy-Sya'rawi menulis bahwa "negeri-negeri yang penduduknya melakukan
perbaikan, tidak akan dibinasakan Allah. Perbaikan yang mereka lakukan, akan
membangun keseimbangan antara gerak manusia dan gerak alam."
Kedurhakaan manusia tidak akan merugikan Allah, atau mengurangi kekuasaan-Nya.
Sama sekali tidak. Untuk menegaskan hal tersebut, ayat ini meneruskan penjelasannya
dengan menyatakan dan sekiranya Tuhanmu, wahai Muhammad, yang selama ini selalu
berbuat baik dan membimbingmu, menghendaki, tentu Dia menjadikan seluruh manusia
umat yang satu, yakni menganut satu agama saja dan tunduk dengan sendirinya kepada Allah
SWT., seperti halnya para malaikat, tetapi Allah tidak menghendaki yang demikian,
sehingga jenis manusia tidak menjadi umat yang satu.
Allah memberi mereka kebebasan memilih sehingga mereka senantiasa berselisih
pendapat, meskipun menyangkut persoalan-persoalan pokok agama yang mestinya tidak
diperselisihkan. Mereka berselisih menurut kecenderungan, cara berpikir dan hawa nafsu
masing-masing, serta bersikeras dengan pendapatnya. Kecuali, orang-orang yang diberi
rahmat oleh Tuhan.
a. Kesalehan Pribadi dan Sosial
Seorang muslih adalah seseorang yang menemukan sesuatu yang hilang atau
berkurang nilainya, tidak atau kurang berfungsi dan bermanfaat, lalu melakukan aktivitas
(memperbaiki) sehingga yang kurang atau hilang itu dapat menyatu kembali dengan
sesuatu itu. Yang lebih baik dari itu ia adalah seseorang yang menemukan sesuatu yang
telah bermanfaat dan berfungsi dengan baik, lalu dia melakukan aktivitas yang melahirkan
nilai tambah bagi sesuatu itu, sehingga kualitas dan manfaatnya lebih tinggi dari semula.
b. Satu Umat
Kalau Allah berkehendak menjadikan semua manusia sama, tanpa perbedaan, maka
Dia menciptakan manusia seperti binatang tidak dapat berkreasi dan melakukan
pengembangan, baik terhadap dirinya apalagi lingkungannya. Tapi itu tidak dikehendaki
Allah, karena Dia menugaskan manusia menjadi khalifah. Dengan perbedaan itu, manusia
dapat berlomba-lomba dalam kebajikan, dan dengan demikian akan terjadi kreatifitas dan
peningkatan kualitas. Karena hanya dengan perbedaan dan perlombaan yang sehat, kedua
hal itu akan tercapai. Antara lain untuk itulah manusia dianugerahi-Nya kebebasan
bertindak, mcmilah dan memilih.
Memang Allah menganugerahkan mereka kemampuan memilih, tetapi itu mestinya
mereka hanya mereka gunakan dalam persoalan selain persoalan prinsip ajaran agama,
tetapi demikianlah jadinya, mereka menggunakannya juga dalam persoalan itu. Allah tidak
mencabut kehendak mereka, tetapi mengecam yang berselisih dalam hal itu dan
memperingatkan bahwa siapa yang memilih selain ajaran-Nya maka Dia terancam oleh
siksa-Nya

68 Tafsir Ilmu tafsir XII agama smt 1 dan 2


* Hal-Hal Yang Harus Dipikirkan Oleh Setiap Manusia Bahwa Ia Memiliki Tanggungjawab Kepada
Keluarga Sebagai Berikut;
a. Kehidupan Keluarga
Ali Bin Abi Thalib ra mengomentari ayat ini dengan mengatakan, “Bentuklah adab
mereka dan ajarkan mereka (agama yang mulia ini)”. Di kesempatan lain Ibnu Abbas
mengatakan, “Ajaklah keluargamu untuk taat kepada Allah, takut-takutilah mereka untuk
berbuat ma‟siat, dan perintahkan untuk selalu mengingat Allah, niscaya Dia akan
menyelamatkan kalian dari api neraka”. Walhasil kata menjaga berarti aktivitas yang tidak
akan berhenti kecuali kalau waktunya telah habis, untuk ukuran manusia tentunya sampai
kematian datang menjemputnya.
Tugas membentuk akhlak yang baik, menjaga keluarga dari kemaksiatan dan
melanggengkannya untuk selalu taat kepada Allah, adalah aktivitas yang tidak gampang,
diperlukan komitmen dan ilmu yang baik. Setiap anggota keluargapun mempunyai
kewajiban yang sama untuk saling mendukung aktivitas ini, walau konteks ayat yang mulia
ini mengedepankan suami sebagai pemeran utama, karena kata ahlikum maknanya adalah
istri kalian, yang berarti ayat ini ditujukan kepada para suami. Hal ini bisa dipahami karena
kesuksesan terbesar dari program ini manakala suami sebagai kepala rumah tangga telah
memulainya, dan di tangannya ada kekuasaan untuk memaksa dan mengarahkan istri serta
anak-anaknya untuk taat kepada Allah.
Namun dalam beberapa nash-nash syar‟i menunjukan bahwa semua anggota keluarga
mempunyai kewenangan dalam menjaga rutinitas ruhiyah dalam rumah tangga. Seorang
suami memperingatkan istrinya, begitu pula istri mengingatkan suaminya, bapak
memperingatkan anak-anaknya, begitu pula anak memperingatkan orang tuanya, begitu
seterusnya sehingga seluruh anggota rumah tangga siap menjadi pelayan Allah, karenanya
Rasulullah SAW., pernah bersabda, “Allah merahmati seorang suami yang bangun malam
untuk qiyamullaili kemudian ia juga membangunkan istrinya untuk itu, Allah merahmati
seorang istri yang bangun malam untuk qiyamullaili dan ia membangunkan suaminya.”
Rutinitas ibadah yang harus dijaga dalam rumah tangga diantaranya adalah
membiasakan untuk saling bertausiyah kepada kebaikan dan kesabaran. Alangkah
bahagianya kalau seorang suami selesai shalat duduk sebentar memberikan sedikit nasehat
kepada istri dan anak-anaknya, atau dalam berbagai kesempatan lainnya. Diantara rutinitas
lainnya seperti membaca Al-Qur‟an, karena betapa besar pengaruhnya dalam menerangi hati
seluruh anngota keluarga.
Rumah yang sering dibacakan Al-Qur‟an akan membentuk penghuninya gampang
menerima hidayah dan kebaikan. Tak kalah pentingnya adalah membiasakan diri untuk
bangun malam, ambil waktu sedikit untuk khusus munajat kepada Allah perbanyak istigfar,
karena rumah tangga adalah biduk yang sedang mengarungi bahtera yang penuh ombak
besar, kapan saja biduk ini akan bisa tenggelam, dan bisa anda bayangkan apa yang diingat
orang kala itu? Allah yang maha agung, pertolongan dan penjagaanNya lah yang sangat
diharapkan, maka akan sangat naïf seorang hamba yang lemah ini membangun keluarganya
hanya mengandalkan kemampuan pribadi saja, maka jangan heran banyak biduk yang
tenggelam sebelum sampai tujuan.
b. Kurikulum Pendidikan Keluarga
1) Mengajarkan aqidah yang benar
Keimanan (aqidah) adalah hal terpenting yang harus senantiasa diperhatikan oleh
orangtua. Karena jika aqidah seseorang baik dan kuat maka segi-segi yang lainpun akan
menjadi baik.
2) Tauladan dalam ibadah dan akhlaq
Keteladanan merupakan faktor penting dalam sebuah pendidikan. Baik atau buruknya
akhlak seorang anak sangat tergantung dari keletadanan yang diberikan oleh orangtua.
Menurut Abdullah Nashih Ulwan, hal ini karena orang tua adalah contoh terbaik dan
terdekat dalam pandangan anak,yang akan ditirunya dalam tindak-tanduknya dan tata
santunnya, disadari ataupun tidak, bahkan tercetak dalam jiwa dan perasaan suatu

Tafsir Ilmu Tafsir XII Agama smt 1 dan 2 69


gambaran orangtua tersebut, baik dalam ucapan atau perbuatan, baik material atau
spiritual, diketahui atau tidak diketahui. Betapapun suci dan bersihnya fitrah manusia,
betapapun baiknya suatu sistem pendidikan tidak akan mampu mencetak/ membentuk
generasi yang baik, tanpa adanya keteladanan dari sang pendidik (orangtua).
Anak akan tumbuh dalam kebaikan, memiliki kemuliaan akhlak, jika kedua orang tuanya
memberikan teladan yang baik, demikian pula sebaliknya, ia akan tumbuh dalam
kesesatan, berjalan dalam kekufuran dan kemaksiatan, jika ia melihat kedua orang tuanya
memeberikan teladan yang buruk. Tidak mungkin sang anak belajar amanah, kemuliaan,
sopan santun, kasih sayang dan sebagainya, jika kedua orang tua memiliki sifat yang
berlawanan seperti dusta, kasar, suka mencela, pun sebaliknya.
Pendidikan keteladanan terbaik bagi anak, ialah jika kedua orang tua mampu
menghubungkan anaknya dengan keteladanan Rasulullah SAW, uswah seluruh ummat
manusia. Sebagaimana yang diperintahkan oleh Rasulullah SAW: “Didiklah anak-
anakmu tiga perkara : cinta kepada Nabi mereka, cinta kepada sanak keluarga dan
membaca Al-Qur`an ” (H.R. ath-Thabrani)
3) Menumbuhkan nilai-nilai ketaqwaan
Bertaqwa kepada Allah adalah awal dari segalanya. Semakin tebal ketaqwaan seseorang
kepada Allah, semakin tinggi kemampuannya merasakan kehadiran Allah. Allah SWT.
menginginkan manusia agar bertaqwa dengan sebenar-benarnya. Berbagai cara yang
dapat kita lakukan, sebagai contoh: berjalan di jalan Allah, melakukan perbuatan baik,
mengikuti contoh-contoh yang diberikan para rasul, menaati serta memperhatikan ajaran-
ajaran Allah, dan sebagainya.
“Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah sebenar-benarnya taqwa
kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama
Islam.” (Ali Imran: 102)
Atau dapat dikatakan, taqwa merupakan kualitas kedirian manusia yang mampu
mengendalikan manusia dari kecenderungan-kecenderungan yang berlawanan dengan
nilai-nilai kebaikan. Dengan ketaqwaan itu, manusia selalu berupaya berjalan di atas jalan
yang dikehendaki Allah, tunduk secara total kepada perintah-Nya yang diekspresikan
dalam bentuk menyebarkan kesejahteraan dan kedamaian bagi sesama dan
lingkungannya.
6. Prilaku Orang Yang Menerapkan Bertangungjawab (Pendalaman Karakter)
Dengan memahami ayat-ayat tentang tanggungjawab terhadap keluarga dan masarakat
maka seharusnya ananda memiliki sikap-sikap yang melekat pada diri kalian, untuk itu Coba
sebutkan sikap-sikap lain yang ananda temukan dari tema pembahasan kita hari ini!
1. berterima kasih dan berbakti kepada kedua orang tua yang telah mengasuh, membimbing dan
merawatnya dengan penuh kasih sayang;
2. ……………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………..
3. ……………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………….

7. KESIMPULAN

Setelah mempelajari materi di atas, tentunya ananda sekalian dapat menyimpulkan beberapa
hal, diantaranya adalah sebagaimana tercantum di bawah ini. Coba temukan materi-materi
pokok lain yang belum tercantum!

a. Takwa merupakan sarana efektif untuk membangun hubungan dengan Allah, kebaikan
hubungan antara manusia dengan Tuhan tentu akan membawa dampak akhir yang positif.

70 Tafsir Ilmu tafsir XII agama smt 1 dan 2


b. …………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
c. …………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
d. …………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
e. …………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………….

Ayo berlatih

Petunjuk: setiap kegiatan evaluasi bacalah dengan teliti; kata perintahnya, soalnya, carilah referensi
yang bisa ditenulusuri dengan penuh tanggung jawab terutama soal esay
A. Evaluasi Cognitif
a. Soal Pilihlah Ganda
1. Ayat yang mengjelaskan bahwa dakwah dan E. Akibat yang terbaik

ً ‫ديْنم مؼ ًحا و‬
‫مِوا‬
pendidikan harus bermula dari rumah .....
5. Potongan ayat ini
A. Al-Jatsiyah : 35
B. Al-An‟am : 70 terkandung dalam surat . . .
C. At-Tahrim : 6 A. As-Saf : 3
D. Al-Isra‟ : 37 B. At-Taubah : 7
C. Yasin : 2
E. Al-Baqarah : 222
D. Al-An‟am : 70
2. Lafz kasar dalam at-tahrim : 6.... E. Al-An‟am : 125
A. ‫يؼصون‬ 6. Di bawah ini yang termasuk kurikulum
pendidikan keluarga adalah....
A. member ketenangan dan
B. ‫ؿالظ‬ kenyamanan
B. menumbuhkan kepiawaian
C. ‫صداد‬ C. tauladan dalam ibadah dan akhlak
D. mengajarkan kepemimpinana
D. ‫احلجرة‬ E. menumbuhkan perdamaian
7. Dakwah dan pendidikan harus bermula dari..
E. ‫وكود‬ A. Sekolah
B. Rumah
3. Arti ‫صداد‬ dalam at-tahrim : 6 adalah .... C. Tempat bermain
A. Buruk D. Lapangan
E. Masjid
B. Keras 8. “Didiklah anak-anakmu tiga perkara: cinta
C. Buta kepada nabi mereka, cinta kepada sanak
D. Kejam keluarga, dan membaca Al Qur‟an.”
E. Kasar Merupakan perintah Rasulullah yang
diriwayatkan oleh…
4. Arti ‫امؼاكدة‬dalam surat taha : 132.... A. H.R Bukhari
A. Akibat yang baik B. HR Muslim
B. Akibat yang sangat baik C. H.R At Tabari
C. Akibat yang lebih baik D. H.R Bukhari dan Muslim
D. Akibatnya E. H.R Ahmad

Tafsir Ilmu Tafsir XII Agama smt 1 dan 2 71


9. Arti dari ‫ َال و َ ْسبَ ُ َُل‬adalah.. 10. Apakah fungsi salat yang telah dijelaskan
dalam QS. Al „Ankabut 45 …
A. Kami tidak memintamu A. Pengingat Allah
B. Kami tidak memberimu B. Pemberi ketenangan
C. Kami tidak memujimu C. Pencegah kekejian
D. Kami tidak menawarkanmu
D. Pencegah kemungkaran
E. Kami tidak melemparkanmu
E. Jawaban c dan d benar

b. Isilah pertanyaan berikut dengan singkat dan tepat !


1. Sebutkan hikmah kandungan ayat dari surat An Nahl 90-92!
2. Jelaskan maksud dari surat Al Maidah 8-10!
3. Jelaskan maksud kebenaran mutlak nilai-nilai Al Qur‟an!
4. Jelaskan maksud ijtihad Nabi SAW sebagai penentu kebijakan !
5. Jelaskan maksud sikap ahlul kitab terhadap ajaran kitab suci!

c. Portofolio dan Penilaian Sikap


1.Carilah beberapa ayat dan hadist yang berhubungan dengan tanggung jawab manusia terhadap
keluarga dan masyarakat dengan mengisi kolom di bawah ini :
Nama Surat + No. Ayat
No. Redaksi Ayat

1.

2.

Hadits Riwayat
No. Hadits

1.

2.

2. Setelah kalian memahami uraian mengenai ajaran islam tentang tanggung jawab manusia terhadap
keluarga dan masyarakat coba kamu amati perilaku berikut ini dan berikan komentar

No. Perilaku Yang Diamati Tanggapan / Komentar Anda


Setiap hari Guntur membantu
1. adiknya mengerjakan pekerjaan
rumah
Makrus sering minta uang kepada
2. tetangganya dengan cara memaksa
Mursiam setiap waktu asar tiba
3. berangkat kemasjid untuk mengajar
TPQ anak-anak di sekitar
rumahnya
Topo selalu tepat waktu dalam
4. mengerjakan sholat lima waktu

II. EVALUASI AFEKTIF


 Kegiatan Diskusi

72 Tafsir Ilmu tafsir XII agama smt 1 dan 2


Setelah Ananda mendalami materi diatas maka selanjutnya untuk menambah pemahan anda
lakukanlah diskusi dengan teman sebangku Anda atau dengan kelompok Anda tentang asbabun nuzul
ayat-ayat di atas, kemudian persiapkan diri untuk mempresentasikan hasil diskusi tersebut di depan
kelas.
1. Mengapa orang perlu tangungjawab dalam bertindak?
2. Apa tangungjawab, kepada siapa dan saat bagaimana tangungjawab itu dilakukan ?
3. Sebutkan contoh dalam kehidupan sehari-harimu perilaku yang telah kalian lakukan
berkaitan dengan bertangungjawab ?
Catatan Guru Nilai

Kita menilai diri sendiri berdasarkan


apa yang kita perbuat, orang lain
menilai kita berdasarkan apa yang
telah kita perbuat.

Tafsir Ilmu Tafsir XII Agama smt 2 73


I KEPEMIMPINAN

KI (Kompetensi Inti) :
1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama Islam
2. Mengembangkan perilaku (jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli, santun, ramah lingkungan, gotong royong, kerjasama, cinta damai,
responsif dan pro-aktif) dan menunjukan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan bangsa dalam berinteraksi
secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
3. Memahami, menerapkan dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural dalam ilmu pengetahuan, teknologi, seni,
budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait fenomena dan kejadian, serta
menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan
masalah.
4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di
sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan.
KD (Kompetensi Dasar) :
1.2 Menghayati kandungan Al-Qur‟an tentang kepemimpinan.
2.1 Memiliki sikap seorang pemimpin sesuai kandungan Al-Qur‟an surah Ali Imran:26, an-Nisaa‟:58-59; surah an-Nisaa‟:144; surah al-
Maaidah:56-57; surah at-Taubah:71 tentang kepemimpinan
3.1 Mengidentifikasi kandungan Al-Qur‟an tentang kepemimpinan dalam surah Ali Imran:26, an-Nisaa‟:58-59; surah an-Nisaa‟:144;
surah al-Maaidah:56-57; surah at-Taubah:71.
4.1 Mencontohkan perilaku pemimpin yang sesuai dengan kandungan Al-Qur‟an dalam surah Ali Imran:26, an-Nisaa‟:58-59; surah an-
Nisaa‟:144; surah al-Maaidah:56-57; surah at-Taubah:71.
Indikator
1. Mampu menjelaskan tentang intisari dan keterangan dari QS Faathir : 27-28. Percaya diri
2. Mampu menerjemahkan QS Faathir : 27-28 ke dalam bahasa Indonesia dengan baik dan benar. Teliti dan logis
3. Mampu menjelaskan tentang syarat-syarat pemimpin. Percaya diri
4. Mampu menerjemahkan QS al-Maaidah : 57, QS at-Taubah : 71 ke dalam bahasa Indonesia dengan baik dan
benar. Teliti dan logis
5. Mampu menjelaskan tentang intisari dan keterangan dari QS an-Nisaa’ : 58. Percaya diri
6. Mampu menerjemahkan QS an-Nisaa’ : 58 ke dalam bahasa Indonesia dengan baik dan benar. Teliti dan logis

TUJUAN PEMBELAJARAN :
Setelah KBM melalui Model/Strategi diskusi, ceramah dan demontrasi siswa dapat :
 Memahami kandungan Al-Qur‟an tentang kepemimpinan dalam surah Ali Imran:26, an-Nisaa‟:58-59; surah an-
Nisaa‟:144; surah al-Maaidah:56-57; surah at-Taubah:71
 Mencontohkan prilaku pemimpin yang sesuai ayat diatas.

PETA KONSEP

74 Tafsir Ilmu tafsir XII agama smt 2


Mari belajar membaca
surah Ali Imran:26, an-
Nisaa’:58-59; an-
Nisaa’:144; surah al-
Maaidah:56-57; surah Mari belajar arti, makna dan
at-Taubah:71. tarjamah QS Ali Imran:26, an-
Nisaa’:58-59; an-Nisaa’:144;
surah al-Maaidah:56-57; surah
at-Taubah:71..
Kepemimpi
nan Mari memahami Isi kandungan
QS Ali Imran:26, an-Nisaa’:58-59;
an-Nisaa’:144; surah al-
Maaidah:56-57; surah at-
Penerapkan prilaku pemimpin Taubah:71.
sesuai QS Ali Imran:26, an-
Nisaa’:58-59; an-Nisaa’:144;
surah al-Maaidah:56-57;
surah at-Taubah:71.

A. Mari kita renungkan


Petuntuk: Renungkan sejenak dongeng/kisah dibawah ini dengan teliti;

Wahai ananda lihat kira-kira apa yang dilakukan oleh para pingwin terdepan ini? nilai apa
yang bisa kalian ambil dari gambar ini? Pernahkah kalian menjadi orang terdepan sepertinya?
Adakah yang dilakukan temanmu saat ananda diposisi itu? Sudahkah teman yang di belakang
ananda mengikutimu? dalam hal apakah pengalaman itu ?

Sumber:

http://www.datakarir.com/images/kepemimpinan.gif

KEPEMIMPINAN Sukses

Upaya membangun keefektifan pemimpin terletak semata pada pembekalan dimensi


keterampilan teknis dan keterampilan konseptual. Adapun keterampilan personal menjadi
terpinggirkan. Padahal sejatinya efektifitas kegiatan manajerial dan pengaruhnya pada kinerja
organisasi, sangat bergantung pada kepekaan pimpinan untuk menggunakan keterampilan
personalnya. Keterampilan personal tersebut meliputi kemampuan untuk memahami perilaku
individu dan perilaku kelompok dalam kontribusinya membentuk dinamika organisasi, kemampuan
melakukan modifikasi perilaku, kemampuan memahami dan memberi motivasi, kemampuan
memahami proses persepsi dan pembentukan komunikasi yang efektif, kemampuan memahami
relasi antar konsep kepemimpinan-kekuasaan-politik dalam organisasi, kemampuan memahami
genealogi konflik dan negosiasinya, serta kemampuan mengkonstruksikan budaya organisasi yang
ideal.

B. MENGAMATI DAN MENCERMATI  Amati gambar ini, kemudian berikan tanggapanmu

Tafsir Ilmu Tafsir XII Agama smt 2 75


Setelah Anda mengamati gambar disamping berilah komentar
atau pertanyaan yang relevan
1. …………………………………………….
…………………………………………….
……………………………………………..
2. …………………………………………….
…………………………………………….
…………………………………………….
3. ……………………………………………
……………………………………………..
……………………………………………..

Sumber: http://4.bp.blogspot.com/-lAT-oRqUrY4/TtBhZ28fjvI/AAAAAAAAAFo/9nNF6AiGz o/s1600/pemimpin.jpeg

Setelah Anda mengamati gambar disamping berilah komentar


atau pertanyaan yang relevan
1. …………………………………………….
…………………………………………….
……………………………………………..
2. …………………………………………….
…………………………………………….
…………………………………………….
3. ……………………………………………
…………………………………………
Sumber: http://yulianto.parulian.saragi.sidabutar.name/wp-content/uploads/2012/06/Kepemimpinan.Buruk_.jpg
Setelah Anda mengamati gambar disamping berilah komentar
atau pertanyaan yang relevan
1. …………………………………………….……………
……………………………………………..……………
2. …………………………………………….……………
…………………………………………….……………
…………………………………………….……………
3. …………………………………………………………
……………………………………………..……………
……………………………………………..……………
Sumber: http://pengusahamuslim.com/assets/images/upload/large/pemimpin_yang_buruk.jpg

C. Mari Menanya

Setelah kalian membaca dan mengamati gambar / cerita di atas, ada beberapa pertanyaan
yang perlu kalian renungkan, Dengan sejumlah pertanyaan dengan menggunakan mana, apa,
mengapa !

 Dari ketiga gambar diatas mana yang menunjukan prilaku yang pemimpin yang bisa ditiru?
 ………………………………………………………………………………………………………..
 …………………………………………………………………………………………………………
 …………………………………………………………………………………………………………
 …………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………

D. Mari belajar
Petunjuk: dalam setiap kegiatan membaca ayat-ayat al-qur`an maka, bacalah ayat-ayat yang
berkaitan dengan kepemimpinan berikut ini dengan tartil, baik dan benar serta usahakan ananda
bisa menghafalnya
1. Membaca QS Ali Imran:26

76 Tafsir Ilmu tafsir XII agama smt 2


َ ْ ‫َل َم ْن جَضَ ا ُء َوث ْ َِْن ُع امْ ُم‬
‫َل ِم ذم ْن جَضَ ا ُء َوثُ ِؼ هز َم ْن جَضَ ا ُء‬ َ ْ ‫َل ث ُْن ِت امْ ُم‬ِ ْ ‫اُل امْ ُم‬َ ِ ‫كُ ِل انوذُِ ذم َم‬
)٩٦( ‫َش ٍء كَ ِد ٌير‬ ْ َ ‫ُك‬ّ ِ ُ ‫َوثُ ِذ هل َم ْن جَضَ ا ُء ِت َي ِدكَ امْخ ْ َُري اه َذم ػَ ََل‬
Petunjuk: dalam setiap kegiatan mengartikan maka,
perhatikan arti perlafal atau kalimat yang dimaksud
ّ
dengan baik untuk menambah wawasan ananda sekalian;
2. Ayo mengartikan beberapa mufradāt penting dari QS Ali Imran:26

‫ث ْ َِْن ُع‬ : Engkau cabut ‫ثُ ِؼ هز‬ : Engkau muliakan


‫ثُ ِذ هل‬ : Engkau hinakan
3. Ayo Memaknai Mufradāt Penting

 Kata ‫ انوُِّ ذم‬berasal dari perpaduan huruf nida‟ (‫) ِهدَ اء‬, ya‟ (‫ ) ََيء‬dan alif (‫ ) َأ ِمف‬dengan kata
Allah (‫)ه‬. Huruf ya‟ (‫ ) ََيء‬dan alif (‫ ) َأ ِمف‬dalam ungkapan ya Allah (‫َي ه‬ َ ) itu diganti
dengan dua buah huruf mim (‫ ) ِم ْمي‬yang ditempatkan di ujung kata itu, sehingga menjadi

Allahumma (‫)انوِّ ذُم‬. Ungkapan ‫ انوِّ ذُم‬digunakan khusus untuk memohon doa kepada Allah

dan berarti “Ya Allah ummana bi khair” (‫ري‬ ٍ ْ ‫ = ََي ه ُأ ذمٌَا ِ َِب‬Ya Allah bimbinglah kami
dengan cara yang sebaik-baiknya).
 Kata ‫ ه‬digunakan secara khusus untuk menyebut nama Tuhan Yang Mahatinggi.
Demikian pula kata ilâh (‫)إهل‬, asal kata Allâh (‫ )ه‬itu, yang dirangkaikan dengan kata sifat

ِ ‫ ) َوا‬sehingga menjadi ilâh wâhid (‫) ٕا ٌهل َوا ِح ٌد‬. Rangkaian kedua kata ini juga
wâhid (‫حد‬
mengacu pada pengertian khusus, yaitu Allah Yang Mahaesa.
 Kata (), kata majemuk ini, terambil dari akar kata yang rangkaian huruf-
hurufnya mim, lam dan kaf, yang mengadung makna kckuatan, dan keshahihan, yang
pada mulanya berarti ikatan dan penguatan. Kata Malik yang berarti raja, atau "Malik",
yang berarti Pemilik, mengandung penguasaan terhadap sesuatu disebabkan oleh
kekuatan pengendalian dan keshahihannya. Allah adalah Pemilik. Ayat ini menjelaskan
bahwa yang dimiliki-Nya adalah al-Mulk, yakni kepemilikan.
 Kata () Engkau muliakan, pada hakikatnya mengandung arti kekuatan yang
menjadikan pemiliknya dibutuhkan, sekaligus tidak terkalahkan.
 Kata ( ) Engkau hinakan. Yang hina selalu butuh kepada banyak pihak, terkalahkan
dan tidak berwibawa.

4. Ayo menarjamahkan QS Ali Imran:26


26. “ Katakanlah: "Wahai Tuhan yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan
kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau
kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang
Engkau kehendaki. di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha
Kuasa atas segala sesuatu.”
5. Ayo memahami QS Ali Imran:26

Tafsir Ilmu Tafsir XII Agama smt 2 77


Allah Malik al-Mulk adalah Dia sumber kepemilikan; Dia yang terlaksana
kehendak-Nya dalam wilayah kekuasaan-Nya, sedangkan wilayah kekuasaan-Nya adalah
seluruh wujud ini. Itu Dia laksanakan sesuai dengan cara yang dikehendaki-Nya, baik saat
mewujudkan, meniadakan, menganugerahkan, mempertahankan, dan mencabut.
Ketika kita berkata bahwa Allah adalah Malik al-Mulk maka itu bermakna segala
sesuatu yang dapat dikatakan semuanya adalah milik Allah, karena Dia adalah Pemilik dari
segala kepemilikan. Jika demikian halnya, tiada sesuatupun yang bukan milik-Nya. Ketika
seseorang mengucapkan allahumma malik al-mulk/ Allah pemilik kerajaan, maka pada
hakikatnya dia menyeru Allah dengan dua nama-Nya, yaitu Allah dan Malik al-Mulk. .
a. Sikap Muslim terhadap Ketentuan dan Kuasa Allah
Dari sekian banyak ayat Al Quran dipahami bahwa semua makhluk telah ditetapkan
takdirnya oleh Allah. Mereka tidak dapat melampaui batas ketetapan itu dan Allah SWT.
menuntun dan menunjukkan mereka arah yang seharusnya mereka tuju.
Bahkan segala sesuatu ada takdir atau ketetapan Tuhan atasnya, seperti firman Nya
dalam QS Al Furqan (25): 2. Manusia mempunyai kemampuan terbatas sesuai dengan ukuran
yang diberikan oleh Allah kepadanya. Misalnya, ada makhluk yang dapat terbang dan
sebaliknya. Ini merupakan salah satu ukuran atau batas kemampuan yang dianugerahkan
Allah kepadanya. Ia tidak mampu melampauinya, kecuali jika ia menggunakan akalnya
untuk menciptakan satu alat, namun akalnya pun, mempunyai ukuran yang tidak mampu
dilampaui.
Selanjutnya untuk memperkuat pembahasan tentang kepemimpinan ini, pelajari QS. QS an-
Nisaa’:58-59 berikut !
II. Ananda sekalian, mari kita membaca QS. an-Nisaa’:58-59berulang-ulang secara tartil dan
bersama-sama hingga lancar dan setengah hafal!
1. Ayo Membaca QS an-Nisaa’:58-59

  
    
 
      
 
  
  
   
    
 
 
    
  
  
   
   
       
      
  
 

  
    
 
  
  
   
   
 
     

                

             
2. Ayo mengartikan beberapa mufradāt penting dari QS an-Nisaa’:58-59
petunjuk: perhatikan arti per lafal atau kalimat di bawah ini dengan baik untuk menambah wawasan
ananda sekalian;

‫ثُ َن هدوا‬ : menyampaikan


‫ِه ِؼ ذما‬ : sebaik-baik

78 Tafsir Ilmu tafsir XII agama smt 2


3. Ayo Memaknai Mufradāt Penting

 Kata (), Amanah adalah sesuatu yang diserahkan kepada pihak lain untuk
dipelihara dan dikembalikan bila tiba saatnya atau bila diminta oleh pemiliknya.
Amanah adalah lawan dari khianat. la tidak diberikan kecuali kepada orang yang
dinilai oleh pemberinya dapat memelihara dengan baik apa yang diberikannya itu.
setiap manusia telah menerima amanah secara potensial sebelum kelahirannya dan secara
aktual sejak dia akil baligh.
 Kata ()'adala yang terdiri dari huruf-huruf 'ain, dal dan lam. Rangkaian huruf-huruf
ini mengandung dua makna yang bertolak belakang, yakni lurus dan sama serta bengkok
dan berbeda. Seseorang yang adil adalah berjalan lurus dan sikapnya selalu
menggunakan ukuran yang sama, bukan ukuran ganda. Persamaan itulah yang
menjadikan seseorang yang adil tidak berpihak kepada salah seorang yang berselisih.
 Beberapa pakat mendefinisikan adil dengan penempatan sesuatu pada tempat yang
semestinya. Ini mengantar kepada persamaan, walau dalam ukuran kuantitas boleh jadi
tidak sama. Ada juga yang menyatakan bahwa adil adalah memberikan kepada pemilik
hak-haknya

4. Ayo menerjamah an-Nisaa’:58-59


58. “Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak
menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya
kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-
baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha mendengar lagi Maha melihat.”
59. Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di
antara kamu. kemudian jika kamu berlainan Pendapat tentang sesuatu, Maka kembalikanlah
ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada
Allah dan hari kemudian. yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.
5. Ayo memahami isi Kandungan QS an-Nisaa’:58-59;
Menyangkut ayat yang dibahas ini, bahwa setelah menjelaskan ayat sebelumnya akan
keburukan sementara orang Yahudi, seperti tidak menunaikan amanah yang Allah percayakan
kepada mereka, yakni amanah mengamalkan kitab suci dan tidak menyembunyikan isinya,
kini Al Qur'an kembali menuntun kaum muslimin agar tidak mengikuti jejak mereka.
a. Menyampaikan Amanat Kepada yang Berhak
Amanah mempunyai akar kata yang sama dengan kata iman dan aman,
sehingga mu'min berarti yang beriman, yang mendatangkan keamanan, juga yang memberi
dan menerima amanah.
Setiap manusia telah menerima amanah sejak sebelum kelahirannya dan ditegaskan
kembali sejak dia akil baligh. (QS. Al Ahzab (33) : 72).
b. Memberi Putusan Hukum dengan Adil
Al Qur‟an yang memerintah kita berbuat adil, walau terhadap individu atau kelompok yang
berseberangan pendapat dengan kita, kerena keadilan mendekatkan pelakunya kepada ketaqwaan.
Obyektifitas hakim menjadi bagian penting dalam memutus perkara. Ketika perkara diputus
dengan pertimbangan matang, keadilan dapat ditegakkan. QS. Al Maidah (5) : 8.

Tafsir Ilmu Tafsir XII Agama smt 2 79


Selanjutnya untuk memperkuat pembahasan tentang kepemimpinan ini, pelajari QS. an-
Nisaa’:144 berikut !
III. Ananda sekalian, mari kita membaca QS. an-Nisaa’:144 berulang-ulang secara tartil dan
bersama-sama hingga lancar dan setengah hafal!
1. Ayo Membaca QS an-Nisaa’:144

ِ ‫ََي َأُّيه َا ذ ِاَّل َين أ ٓ َمٌُوا ال ثَخذ ِخ ُذوا ْام ََك ِف ِر َين َأ ْو ِم َيا َء ِم ْن د‬
َ ُ‫ُون امْ ُم ْن ِم ٌِ َني َأحُ ِريد‬
‫ون َأ ْن َ َْت َؼوُوا ِ ذ ِّلِل‬
)٠٤٤( ‫ػَوَ ْي ُ ُْك ُسوْ َعاَّنً ُمدِييًا‬
2. Ayo mengartikan beberapa mufradāt penting dari QS An Nisa’:144

‫ثَخذ ِخ ُذوا‬ : kamu mengambil


3. Ayo Memaknai Mufradāt Penting

 Kata (), orang-orang yang mantap kekafiranya, terambil dari kata ( ‫ )نفر‬kafara
yang pada mulanya berarti menutup. Al Qur'an menggunakan kata tersebut untuk
berbagai makna yang masing-masing dapat dipahami sesuai dengan kalimat dan
konteksnya. Konteks ayat ini adalah larangan menjadikan orang yang mantap dalam
kekafiranya sebagai wali/penolong dan atau pemimpin, karena boleh jadi ia
mendustakan ajaran islam atau bahkan menjadi musuh islam.
 Kata () adalah bentuk jamak dari kata Wali yang berarti teman yang akrab, juga
berarti pelindung atau penolong.
o Penggunaan kata (), aturiduna/maukah kamu pada firman-Nya: Maukah kamu
mengadakan alasan yang nyata bagi Allah. Redaksi demikian yang dipilih bukan kata
apakah kamu menjadikan, untuk menekankan betapa hal tersebut sangat buruk. Baru
pada tingkat mau saja mereka telah dikecam, apalagi jika benar-benar telah
dilaksanakan.

4. Ayo menarjamah QS an-Nisaa’:144;


“ Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang kafir menjadi
wali dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Inginkah kamu mengadakan alasan yang
nyata bagi Allah (untuk menyiksamu) ?”
5. Ayo memahami isi Kandungan an-Nisaa’:144;
Dalam kaitan dengan ayat 144 surat An Nisa‟ ini, fokus pembahasan adalah larangan
terhadap orang kafir sebagai pemimpin umat Islam jika masih ada dari muslim yang dapat
dijadikan pemimpin. Menurut Al Raghib Al-Ishfahaniy, kafir yang terbesar adalah kekafiran
dengan tidak mempercayai keesaan Tuhan, syariat dan kenabian para rasul-Nya. Selain
kekafiran tersebut Al Qur‟an juga menggunakan beberapa istilah yang dapat dikategorikan
sebagai bentuk kekafiran, diantaranya ; mengingkari keesaan Allah dan kerasulan Nabi SAW.
(QS. Saba' (34) : 3), tidak mensyukuri nikmat Allah, seperti pada QS. Ibrahim (14) : 7, tidak
mengamalkan tuntunan Ilahi walau mempercayainya, seperti QS. Al Baqarah (2): 85.

80 Tafsir Ilmu tafsir XII agama smt 2


Selanjutnya untuk memperkuat pembahasan tentang kepemimpinan ini, pelajari QS. al-
Maaidah:56-57 berikut !
IV. Ananda sekalian, mari kita membaca QS. al-Maaidah:56-57 berulang-ulang secara tartil dan
bersama-sama hingga lancar dan setengah hafal!
1. Ayo Membaca QS al-Maaidah:56-57

‫ َ)َي َأُّيه َا ذ ِاَّل َين أ ٓ َمٌُوا ال‬٤٦( ‫ون‬ ِ ‫وهل َو ذ ِاَّل َين أ ٓ َمٌُوا فَا ذن ِح ْز َب ذ‬
َ ‫اّلِل ُ ُِه امْـَا ِم ُح‬ ُ َ ‫اّلِل َو َر ُس‬
َ ‫َو َم ْن ي َ َخ َو ذل ذ‬
ّ
َ َ‫ثَخذ ِخ ُذوا ذ ِاَّل َين ذ َاَت ُذوا ِدييَ ُ ُْك ُ ُُز ًوا َوم َ ِؼ ًحا ِم َن ذ ِاَّل َين ُأوثُوا ْام ِكذ‬
‫اب ِم ْن كَ ْد ِو ُ ُْك َو ْام ُكفذ َار َأ ْو ِم َيا َء‬
)٤١( ‫اّلِل ا ْن ُن ْي ُ ُْت ُم ْن ِم ٌِ َني‬ َ ‫َواث ذ ُلوا ذ‬
Petunjuk: dalam setiap kegiatan mengartikan maka,
perhatikan arti perlafal atau kalimat yang dimaksud
ّ
dengan baik untuk menambah wawasan ananda sekalian;
2. Ayo mengartikan beberapa mufradāt penting dari QS al-Maaidah:56-57

‫ي َ َخ َو ذل‬ : mengambil menjadi penolongnya


‫ِح ْز َب‬ : pengikut
‫ون‬َ ‫امْـَا ِم ُح‬ : pemenang
‫ال ثَخذ ِخ ُذوا‬ : janganlah kamu mengambil
3. Ayo Memaknai Mufradāt Penting

 Kata (), pengikut adalah kelompok tertentu yang memiliki militansi dan
menyatu dalam satu wadah yang disepakati untuk membendung atau
menanggulangi kesulitan. Makna ini berkembang sehingga termasuk juga untuk
memperjuangkan cita-cita, baik atau buruk. Dari sini kata tersebut diartikan sebagai
partai.
 Kata (), pemenang dengan pengertian meraih apa yang mereka harapkan, yakni
kehidupan bahagia di dunia, keamanan dan ketentraman dalam masyarakat serta
kebahagiaan di akhirat dengan meraih surga dan ridha-Nya.
 Kata ( ‫ )ديدن‬din mempunyai banyak arti, antara lain ketundukan, ketaatan, perhitungan,
balasan. Juga berarti agama, karena dengan agama seseorang bersikap tunduk dan taat,
serta akan diperhitungkan seluruh amalnya, yang atas dasar itu ia memperoleh balasan
dan ganjaran. Agama, atau ketaatan kepada-Nya, ditandai oleh penyerahan diri secara
mutlak kepada Allah SWT. Islam dalam arti penyerahan diri adalah hakikat yang
ditetapkan Allah dan diajarkan oleh para nabi sejak Nabi Adam as. hingga Nabi
Muhammad SAW.
 Kata () huzua, adalah gurauan yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi dan dengan
tujuan melecehkan.
 Kata (), permainan makna dasarnya adalah segala aktivitas yang dilakukan bukan
pada tempatnya, atau untuk lujuan yang tidak benar. Karena itu air liur yang biasanya
keluar tanpa disengaja, apalagi pada anak kecil dinamai lu'ab karena ia keluar atau
mengalir bukan pada tempatnya. Mereka menjadikan agama sebagai bahan
permainan, berarti juga mereka tidak menempatkan pengagungan kepada Allah yang

Tafsir Ilmu Tafsir XII Agama smt 2 81


menggariskan ketentuan agama itu, pada tempat yang sewajarnya, tidak juga
menempatkan Rasul pada tempat beliau yang wajar.

4. Ayo menarjamah Qs al-Maaidah:56-57;


56. dan Barangsiapa mengambil Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman menjadi
penolongnya, maka sesungguhnya pengikut (agama) Allah Itulah yang pasti menang. 57. Hai
orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil Jadi pemimpinmu, orang-orang yang
membuat agamamu Jadi buah ejekan dan permainan, (yaitu) di antara orang-orang yang
telah diberi kitab sebelummu, dan orang-orang yang kafir (orang-orang musyrik). dan
bertakwalah kepada Allah jika kamu betul-betul orang-orang yang beriman.
5. Ayo memahami
Ayat ini menjelaskan dengan gamblang siapa yang harus dijadikan auliya'. Dengan
penjelasannya ini, maka yang terlarang bukan hanya orang-orang Yahudi dan Nasrani,
tetapi juga orang-orang munafik dan mereka yang ada penyakit di dalam jiwanya.
Bukankah ayat di atas, menjelaskan sifat orang-orang beriman yang hendaknya dijadikan
auliya', yakni yang terbukti ketulusan iman mereka, yaitu mereka yang mendirikan shalat
pada waktunya secara benar dan bersinambung dan menunaikan zakat, dengan tulus lagi
sempurna seraya mereka rukuk, yakni tunduk kepada Allah dan melaksanakan tuntunan-
tuntunan-Nya.
Dalam kaitan dengan ayat 55 dan 56 Surat Al Maidah ini, fokus pembahasan
diantaranya adalah larangan terhadap memilih Ahl Al Kitab sebagai pemimpin umat islam
jika masih ada dari muslim yang dapat dijadikan pemimpin
Selanjutnya untuk memperkuat pembahasan tentang kepemimpinan ini, pelajari QS. An
Nahl (16) : 90-92 berikut !
V. Ananda sekalian, mari kita membaca QS. An Nahl (16) : 90-92 berulang-ulang secara tartil
dan bersama-sama hingga lancar dan setengah hafal!

1. Ayo Membaca QS at-Taubah:71

َ ُ ‫وف َويَ ْْنَ ْو َن َغ ِن امْ ُم ْي َك ِر َويُ ِلمي‬


‫ون‬ ِ ‫ون ِِبمْ َم ْؼ ُر‬ ُ ٌَ‫ون َوامْ ُم ْن ِم‬
َ ‫ات ت َ ْؼضُ ُِ ْم َأ ْو ِم َيا ُء ت َ ْؼ ٍض يَبِ ُم ُر‬ َ ٌُ‫َوامْ ُم ْن ِم‬
‫اّلِل َغ ِز ٌيز َح ِك ٌمي‬
َ ‫اّلِل ا ذن ذ‬ ُ ‫وهل ُأوم َ ِئ َم َس َ ْري َ َُحُِ ُم ذ‬
ُ َ ‫اّلِل َو َر ُس‬
َ ‫ون ذ‬ َ ‫ُون ذامز ََك َة َويُ ِعي ُؼ‬
َ ‫امصال َة َوي ُ ْنث‬ ‫ذ‬
ّ
2. Ayo mengartikan beberapa mufradāt penting dari QS at-Taubah:71

‫ُون‬
َ ‫يُ ْنث‬ : menunaikan
‫َس َ ْري َ َُحُِ ُم‬ : mereka itu akan diberi rahmat
3. Ayo Memaknai Mufradāt Penting

Kata ( ‫ )مٌكر‬munkar adalah lawan kata (‫ )مؼروف‬ma'rûf. Kata munkar atau mungkar
dipahami oleh banyak ulama sebagai segala sesuatu, baik ucapan maupun perbuatan yang
bertentangan dengan ketentuan agama, akal dan adat istidat. Kendati demikian, penekanan

82 Tafsir Ilmu tafsir XII agama smt 2


kata munkar lebih banyak pada adat istiadat, demikian juga kata ma`ruf yang dipahami
dalam arti adat istiadat yang sejalan dengan tuntunan agama.
Kata  menunjukan arti bahwa shalat harus dilaksanakan dengan sempurna
sesuai dengan syarat, rukun dan sunnah-sunnahnya serta dilaksanakan secara bersinambung
artinya bukan berarti sekarang telah mendirikan shalat, besok dan hari-hari berikutnya telah
bebas dari kewajiban shalat. Hal ini ditunjukan oleh makna dari kata “ aqamu” berakar
pada kata “qawama”, yang darinya terbentuk kata qa 'imah, istiqamah, aqimu dan
sebagainya, yang keseluruhannya menggambarkan kesempurnaan sesuatu sesuai dengan
objeknya.

4. Ayo menarjamah Qs at-Taubah:71.


71.“ dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah)
menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma'ruf,
mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka taat pada
Allah dan Rasul-Nya. mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; Sesungguhnya Allah Maha
Perkasa lagi Maha Bijaksana.”
5. Ayo memahi isi kandungan Qs at-Taubah:71.
a. Amar Makruf Nahi Mungkar
Sebagai agama yang menebarkan kasih sayang kepada seluruh makhluk di bumi, Islam
selalu menganjurkan umatnya untuk berlaku ma„ruf kepada sesama. Perintah untuk berbuat
makruf, akan mendatangkan dampak positif baik bagi pelakunya maupun bagi orang lain.
Atas dasar ini juga, perilaku ma‟ruf umumnya dapat diterima oleh semua pihak, walaupun
berlainan kepercayaan.
Tolok ukur kebaikan dan kemungkaran adalah syari'at dan kemaslahatan rakyat. Ini
merupakan persoalan yang luas dari tuntutan rakyat pada penguasa, khususnya dalam
mencegah kezaliman, tidak menerimanya atau bersabar atasnya.
Dengan perbuatan ma‟ruf ini, diharapkan akan mendatangkan keinsafan dan kesalehan di
kalangan masyarakat, sehingga hal-hal yang munkar dapat diminimalisir atau bahkan
ditiadakan. Sebagai contoh kepemimpinan Nabi Muhammad SAW., pada masa awal Islam
menyangkut metode dakwah yang di kembangkan pada saat itu.
b. Karakteristik Pemimpin Islam
1) Taat Kepada Allah dan Rasulullah
Karakter dasar pemimpin beriman adalah senantiasa mendengar dan taat terhadap apa
pun yang menjadi ketetapan Allah Subhanahu wa Ta‟ala dan Rasul-Nya. Mendengar
artinya mereka berusaha sungguh-sungguh memahami kehendak Allah dan Rasul-Nya.
Sedang ketaatan yang dimaksud adalah ketaatan dalam menjalankan syariat, baik berupa
perintah maupun larangan yang ditetapkan Allah dan Rasul-Nya dalam Al Qur‟an dan
Sunnah. (QS. An Nur (24) : 51)
2) Menjalankan Peribadatan dengan Konsekwen dan mengembangkan Solidaritas sosial.

Tafsir Ilmu Tafsir XII Agama smt 2 83


Seorang pemimpin dengan penuh kesungguhan dan keinsyafan menghayati kehadiran
Tuhan dalam hidup kesehariannya, maka tentu dapat diharap bahwa keinsyafan itu akan
mempunyai dampak pada tingkah laku dan pekertinya (QS. Al Ankabut (29) : 45)
Diantara hikmah peribadatan yang dilakukan oleh pemimpin adalah sebagai sarana
pendidikan Ilahi untak menanamkan tanggungjawab pribadi. Dan justru pengertian
"tanggungjawab" itu sendiri mengisyaratkan adanya aspek sosial dalam perwujudan
pada kehidupan nyata di dunia ini.

2. Prilaku Orang Yang Menerapkan kepemimpinan (Pendalaman Karakter)


Dengan memahami ajaran Islam mengenai kepemimpinan maka seharusnya kita memiliki
sikap sebagai berikut :
1. Sifat rendah hati.
2. Pada hakikatnya kedudukan pemimpin itu tidak berbeda dengan kedudukan yang dipimpin.
Ia bukan orang yang harus terus di istimewakan. Ia hanya sekedar
orang yang harus didahulukan selangkah dari yang lainnya karena ia mendapatkan
kepercayaan dalam memimpin dan mengemban amanat. Ia seolah pelayan umat yang diatas
pundaknya terletak tanggungjawab besar yang mesti dipertanggungjawabkan. Kerendahan
hati biasanya mencerminkan persahabatan dan kekeluargaan, sebaliknya ke-egoan
mencerminkan sifat takabur dan ingin menang sendiri.
3. ………………………………………………………………………………………………….
4. …………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
5. ………………………………………………………………………………………………….
6. …………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………….
7. ………………………………………………………………………………………………….
8. …………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
9. …………………………………………………………………………………………………
10. …………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
11. …………………………………………………………………………………………………
12. …………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………….
13. ………………………………………………………………………………………………….
14. …………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………..

3. KESIMPULAN

84 Tafsir Ilmu tafsir XII agama smt 2


Setelah mempelajari materi di atas, tentunya ananda sekalian dapat menyimpulkan beberapa hal,
diantaranya adalah sebagaimana tercantum di bawah ini. Coba temukan materi-materi pokok
lain yang belum tercantum!
1. Allah mempunyai kuasa mutlak untuk mengangkat dan merendahkan pangkat dan derajat
siapa saja
2. ………………………………………………………………………………………………...…
…………………………………………………………………………………………………..
3. ………………………………………………………………………………………………..…
……………………………………………………………………………………....................
4. Yang patut dijadikan wali/ pemimpin dan pelindung yakni sebagai sumber rujukan utama
adalah Allah, kemudian Rasulullah dan orang-orang yang keimananya sangat mantap.
5. …………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………….

Petunjuk: setiap kegiatan evaluasi bacalah dengan teliti; kata perintahnya, soalnya, carilah referensi
yang bisa ditenulusuri dengan penuh tanggung jawab terutama soal esay

Ayo berlatih

I. Evaluasi Cognitif
Pilihlah Ganda

1. َ ْ ‫ َوث ْ َِْن ُع امْ ُم‬.


‫َل ِم ذم ْن جَضَ ا ُء‬ Arti yang sesuai
4. Kandungan surat An-Nisaa‟ ayat 58 tersebut
adalah keharusan seorang pemimpin
dengan ayat diatas adalah.... memiliki....
A. Engkau cabut kerajaan dari orang yang A. Kesehatan jasmani dan adil
engkau kehendaki B. Keberanian dan adil
B. Engkau berikan kerajaan dari orang yang C. Kekayaan dan amanah
engkau kehendaki D. Kekuatan dan amanah
C. Engkau muliakan orang yang engkau E. Sifat amanah dan adil
kehendaki 5. QS.Al-A‟raf ayat 85 termasuk ayat yang
D. Engkau kehendaki orang yang engkau menjelaskan amanah terhadap…
kehendaki A. Allah
E. Engkau Maha kuasa atas segalanya B. Pribadi
2. Ayat yang menjelaskan tentang kepemimpinan C. Manusia
adalah D. Pemimpin
A. QS. Al-Imran: 26 E. Lingkungan
B. QS.Al-Baqarah: 173
C. QS.At-Taubah : 85 6. Manakah yang termasuk kesimpulan dari
D. QS.An-Nahl : 69 dari surat Al-Imran:26 ....
E. QS.An-Nisa‟ : 26 A. Larangan keras Allah untuk memilih
3. Makna paling dekat dengan lafz ‫ثُ َن هدوا‬ orang kafir sebagai pemimpin
B. Amanah merupakan landasan etika dan
………. moral dalam bermuamalah
A. Menerima C. Pengetahuan dan kekuasaan Allah
B. Menetapkan adalah mutlak
C. Menyuruh D. Islam mengajarkan agar keadilan dapat
D. Menunaikan diejawantahkan dalam setiap waktu dan
E. Memberi kesempatan
E. Amanah merupakan hak bagi mukallaf

Tafsir Ilmu Tafsir XII Agama smt 2 85


A. Pelindung
7. Janji Allah bagi orang mukmin yang B. Pemotifasi
saling tolong-menolong adalah.... C. Penolong
A. ‫وف‬ِ ‫ون ِِبمْ َم ْؼ ُر‬ َ ‫يَبِ ُم ُر‬ D.
E.
Penyelamat
Pemaaf
B. ‫ك ِر‬ َ ‫َويَ ْْنَ ْو َن َغ ِن امْ ُم ْي‬ 9. “Berlaku adillah, karena adil itu…”
C. ‫امز ََك َة‬
‫ُون ذ‬ َ ‫ون ا ذمصال َة َويُ ْنث‬ َ ُ ‫َويُ ِلمي‬ Lanjutan terjemah QS Al-Maidah: 8
tersebut adalah ....
ُ ‫َس َ ْري َ َُحُِ ُم ذ‬
D. ‫اّلِل‬ A. Lebih dekat kepada takwa
B. Menegakkan kebenaran
E. ‫م‬ َ ‫وهل ُأومَ ِئ‬ُ َ ‫اّلِل َو َر ُس‬ َ ‫َويُ ِعي ُؼ‬
َ ‫ون ذ‬ C. Mendorong untuk berlaku baik
D. Membawa kebenaran
E. Penyelamat diri
8. Arti lafz yang paling tepat dari 

‫ َأ ْو ِم َيا ُء‬adalah……
Portofolio dan Penilaian Sikap
1. Carilah beberapa ayat lain dan hadist yang berhubungan dengan kepemimpinan dengan mengisi
kolom di bawah ini :
Nama Surat + No. Ayat
No. Redaksi Ayat

1.

2.

Hadits Riwayat
No. Hadits

1.

2.

2. Setelah kalian memahami uraian mengenai ajaran Islam tentang kepemimpinan coba kamu
amati perilaku berikut ini dan berikan komentar

No. Perilaku Yang Diamati Tanggapan / Komentar Anda


Qumi ketua kelas yang setiap hari
1. selalu memberi contoh baik
kepada teman-temannya
Samson adalah teman sekolahku
2. yang bersifat otoriter dalam semua
tindakan

II. EVALUASI PSIKOMOTORIK


Hafalkan ayat, terjemahkan dan menganalisis QS Ali Imran:26, an-Nisaa‟:58-59; surah an-Nisaa‟:144;
surah al-Maaidah:56-57; surah at-Taubah:71, Tentang sikap pemimpin

N NAMA NILAI NILAI NILAI


O SISWA HAFALAN TARJAMAH ANALISIS
QS 1 Qs 2 Qs 3 Qs4 Qs 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5

86 Tafsir Ilmu tafsir XII agama smt 2


1

MENGKOMUNIKASIKAN

III. EVALUASI AFEKTIF


Diskusikan QS Ali Imran:26, an-Nisaa‟:58-59; surah an-Nisaa‟:144; surah al-Maaidah:56-57;
surah at-Taubah:71. Tentang kepemimpinan.
a. KEGIATAN DISKUSI (Asosiasi)
Setelah Ananda mendalami materi maka selanjutnya lakukanlah diskusi dengan teman
sebangku Anda atau dengan kelompok Anda, kemudian persiapkan diri untuk mempresentasikan
hasil diskusi tersebut di depan kelas.
1. Usahakan ananda sekalian hafal ayat dan tarjamah di atas untuk memudahkan kalian dalam
menghadapi sosl-soal evaluasi.
2. Apa yang bisa diteladani dari materi yang membahas tentang kepemimpinan.
3. Buat kelompok di dalam kelasmu. Kemudian analisislah tentang tipe seorang pemimpin di
lingkungan sekitarmu. Lalu presentasikan di depan kelas!

b. Konsep Diri (self-concept)


1. Bagaimana sikap Ananda dalam menjalankan kepemimpinan sehari-hari sudahkah?
.......................................................................................................................................................................
.......................................................................................................................................................................
.......................................................................................................................................................................

2. Sebutkan beberapa contoh sikap pemimpin yang baik di lingkungan ananda?


.......................................................................................................................................................................
.......................................................................................................................................................................
.......................................................................................................................................................................

c. Tugas tambahan PR (Pekerjan Rumah)


 PMT (penugasan mandiri tersetruktur) :
Untuk menguji pemahaman kalian tentang isi, jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut, dalam
buku tugasmu!.
1. Bagaimana yang dimaksud pemimpin menurut QS An-Nisa‟:144 ?
2. Sebutkan dan jelaskan kepada siapa saja kita berhak menyampaikan amanat, menurut QS.
An-Nisa‟:58 !
3. Bagaimana asbabun nuzul QS. Al-Imran: 26 ?
4. Sebutkan dan jelaskan bagaimana karakteristik seorang pemimpin Islam menurut QS. At-
Taubah: 71 ?
5. Jelaskan analisa kandungan pada QS At-Taubah (9) : 71

 PMTT (Penugasan mandiri tidak tersetruktur):


Carilah contoh sikap pemimpin yang menerapkan dalam masyarakat yang sesuai dengan ayat
diatas.

Catatan Guru Nilai

Tafsir Ilmu Tafsir XII Agama smt 2 87


‫ش ْيبَةَ َو ُس َه ْي ُز بْهُ َحزْ بٍ َوابْهُ وُ َم ْي ٍز َقانُىا َح َّدثَىَا‬ َ ‫َح َّدثَىَا أَبُى بَ ْك ِز بْهُ أَ ِبي‬
‫س ْفيَانُ بْهُ ُعيَ ْيىَةَ عَهْ َع ْم ٍزو يَ ْعىِي ابْهَ ِديىَا ٍر عَهْ َع ْم ِزو ب ِْه أَ ْوصٍ عَهْ َع ْب ِد‬
Suatu hari Rasulullah Shallallahu 'alahi wasallam didatangi ُ
‫سهَّ َم‬
َ ‫َّللاُ َعهَ ْيهِ َو‬ َّ ‫صهَّى‬ َ ‫َّللا ب ِْه َع ْم ٍزو قَا َل ابْهُ وُ َم ْي ٍز َوأَبُى بَ ْك ٍز يَ ْبهُ ُغ بِ ِه انىَّبِ َّي‬
ayah Nu'man bin Basyir dengan maksud mempersaksikan ِ َّ
َ‫س ِطيه‬ ِ ‫سهَّ َم إِنَّ ا ْن ُم ْق‬ َّ ‫صهَّى‬
َ ‫َّللاُ َعهَ ْي ِه َو‬ َ ‫َّللا‬ ِ َّ ‫سى ُل‬ ُ ‫ث ُس َه ْي ٍز قَا َل قَا َل َر‬
Nabi tentang satu pemberian yang telah ia berikan kepada ِ ‫َوفِي َح ِدي‬
ٌ‫يه انزَّحْ َم ِه َع َّش َو َج َّم َو ِك ْهتَا يَ َد ْي ِه يَ ِميه‬ ِ ‫َّللا َعهَى َمىَابِ َز ِمهْ وُى ٍر عَهْ يَ ِم‬
Nu'man daripada saudara-saudaranya. Kemudian beliau ِ َّ ‫ِع ْى َد‬
‫انَّذِيهَ يَ ْع ِدنُىنَ فِي ُح ْك ِم ِه ْم َوأَ ْههِي ِه ْم َو َما َونُىا‬
Shallallahu 'alaihi wasallam pun bertanya, "Apakah engkau
Abdullah bin „amru bin al „ash r.a berkata: rasulullah saw
bersabda: sesungguhnya orang-orang yang berlaku adil, kelak memberi semua anakmu seperti ini?" Ia menjawab, "Tidak."
Mutiara
disisi allah ditempatkan diatas mimbar dari cahaya, ialah
mereka yang adil dalam hukum terhadap keluarga dan apa saja
Hikmah
Nabi pun bersabda: "Berlaku adillah kepada anak-anak kalian
dalam pemberian." (HR. Bukhari).
yang diserahkan (dikuasakan) kepada mereka. (muslim)

88 Tafsir Ilmu tafsir XII agama smt 2


II ETOS KERJA

KI (KOMPETENSI INTI) :
1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama Islam
2. Mengembangkan perilaku (jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli, santun, ramah lingkungan, gotong royong, kerjasama,
cinta damai, responsif dan pro-aktif) dan menunjukan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan
bangsa dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai
cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
3. Memahami, menerapkan dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural dalam ilmu pengetahuan,
teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait
fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat
dan minatnya untuk memecahkan masalah.
4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang
dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan.
KD(KOMPETENSI DASAR):
1.3 Menghayati kandungan Al-Qur‟an tentang etos kerja seorang muslim.
2.2 Memiliki etos kerja pribadi muslim sesuai kandungan Al-Qur‟an surah al-Jumu‟ah 9-11; surah al-Qashash :77.
3.2 Memahami tafsir Al-Qur‟an tentang etos kerja pribadi muslim sesuai kandungan Al-Qur‟an dalam surah al-Jumu‟ah 9-
11; surah al-Qashash :77.
4.2 Menerapkan etos kerja pribadi muslim yang sesuai kandungan Al-Qur‟an dalam surah al-Jumu‟ah 9-11; surah al-
Qashash :77.
Indicator
1. Mampu menjelaskan tentang intisari dan keterangan dari QS al-Jumu’ah 9-11; QS al-Qashash :77
etos kerja. Percaya diri
2. Mampu menerjemahkan QS al-Jumu’ah 9-11; QS al-Qashash :77 etos kerja ke dalam bahasa
Indonesia dengan baik dan benar. Jujur dan ingin tahu
3. Mampu menjelaskan gambaran QS al-Jumu’ah 9-11; QS al-Qashash :77 etos kerja. Tanggung
jawab dan percaya diri
4. Mendalami dan memahami serta menerapkan dalam kehidupan sehari-hari QS al-Jumu’ah 9-11;
QS al-Qashash :77 etos kerja. Religius dan santun

TUJUAN PEMBELAJARAN :
Setelah KBM melalui Model/Strategi diskusi, ceramah dan demontrasi siswa dapat :
 Memahami kandungan Al-Qur‟an tentang etos kerja dalam surah al-Jumu‟ah 9-11; surah al-Qashash :77.
 Menerapkan etos kerja dalam kehidupan sehari-hai

PETA KONSEP

Tafsir Ilmu Tafsir XII Agama smt 2 89


Mari belajar
membaca surah
al-Jumu’ah 9-11;
surah al-Qashash
:77.
Mari belajar arti,
makna, tarjamah
Qs al-Jumu’ah 9-
11; surah al-
Qashash :77.
Etos kerja

Mari memahami arti,


menerapkan makna, tarjamah Qs
kepemimpina al-Jumu’ah 9-11;
n sesuai QS Al- surah al-Qashash
Jumu’ah 9-11; :77..
surah al-
Qashash :77.

A. MARI KITA RENUNGKAN


Petuntuk: Renungkan sejenak gambar dibawah ini dengan teliti;
Sejauh mana kalian mempelajarinya? Apakah setiap langkah ananda sekalian beraktifitas sudah
berdasarkan denganya?

Sumber:
http://menyempal.wordpress.com/pergerakan/

ETOS KERJA HARUS BERDASARKAN AL-QUR‟AN

Agama Islam yang berdasarkan al-Qur‟an dan al-Hadits sebagai tuntunan dan pegangan bagi
kaum muslimin mempunyai fungsi tidak hanya mengatur dalam segi ibadah saja melainkan juga
mengatur umat dalam memberikan tuntutan dalam masalah yang berkenaan dengan kerja.
Rasulullah SAW bersabda: “bekerjalah untuk duniamu seakan-akan kamu hidup selamanya,
dan beribadahlah untuk akhiratmu seakan-akan kamu mati besok.” Dalam ungkapan lain dikatakan
juga, “Tangan di atas lebih baik dari pada tangan di bawah, Memikul kayu lebih mulia dari pada
mengemis, Mukmin yang kuat lebih baik dari pada mukslim yang lemah. Allah menyukai mukmin
yang kuat bekerja.” Nyatanya kita kebanyakan bersikap dan bertingkah laku justru berlawanan
dengan ungkapan-ungkapan tadi.
Padahal dalam situasi globalisasi saat ini, kita dituntut untuk menunjukkan etos kerja yang tidak
hanya rajin, gigih, setia, akan tetapi senantiasa menyeimbangkan dengan nilai-nilai Islami yang
tentunya tidak boleh melampaui rel-rel yang telah ditetapkan al-Qur‟an dan as-Sunnah.
Pada hakikatnya, pengertian kerja telah muncul secara jelas, praktek mu‟amalah umat Islam
sejak berabad-abad, dalam pengertian ini memperhatikan empat macam pekerja :1) al-Hirafiyyin;
mereka yang mempunyai lapangan kerja, seperti penjahit, tukang kayu, dan para pemilik restoran.
Dewasa ini pengertiannya menjadi lebih luas, seperti mereka yang bekerja dalam jasa angkutan dan
kuli. 2) al-Muwadzofin: mereka yang secara legal mendapatkan gaji tetap seperti para pegawai dari
suatu perusahaan dan pegawai negeri. 3) al-Kasbah: para pekerja yang menutupi kebutuhan makanan
sehari-hari dengan cara jual beli seperti pedagang keliling. 4) al-Muzarri‟un: para petani.

90 Tafsir Ilmu tafsir XII agama smt 2


Pengertian tersebut tentunya berdasarkan teks hukum Islam, diantaranya hadis rasulullah SAW
dari Abdullah bin Umar bahwa Nabi SAW bersabda, berikanlah upah pekerja sebelum kering
keringat-keringatnya. (HR. Ibn Majah, Abu Hurairah, dan Thabrani).

B. Amati Gambar Berikut Ini Dan Buatlah Komentar Atau Pertanyaan


Dari gambar disamping permasalahan apa yang anda peroleh?
1. …………………………………………….
…………………………………………….
……………………………………………..
2. …………………………………………….
…………………………………………….
…………………………………………….
3. ……………………………………………
……………………………………………..
……………………………………………..
Sumber:
Dari gambar disamping permasalahan apa yang anda peroleh?
1. …………………………………………….
…………………………………………….
……………………………………………..
2. …………………………………………….
…………………………………………….
…………………………………………….
3. ……………………………………………
…………………………………………
Sumber:http://Ftriyogaadiperdana.wordpress.com Fetos-kerja
Dari gambar disamping permasalahan apa yang anda peroleh?
1. …………………………………………….
…………………………………………….
……………………………………………..
2. …………………………………………….
…………………………………………….
…………………………………………….
3. ……………………………………………
……………………………………………..
……………………………………………..
Sumber: http:// agama.kompasiana.co.id/url?sa=i&rct=j&q...

C. Mari Menanya
Setelah kalian renungkan membaca dan mengamati gambar / cerita di atas, ada beberapa
pertanyaan yang perlu kalian kaji dengan sejumlah pertanyaan dengan menggunakan mana, apa,
mengapa !

 Dari ketiga Gambar diatas mana yang menunjukan prilaku /konsep yang mengedepankan sikap etos
kerja yang bisa ditiru?
 Apa alasannya? Sebutkan sesuai argumen anda!
 Apa yang bisa diambil manfaat dari gambar gambar diatas ?
 Mengapa banyak terjadi kasus-kasus terjadi di lingkungan kita dikarenakan etos kerja masarakatnya?
 Apa yang seharusnya kita perbuat agar bisa meningkatkan etos kerja kita dalam aktifitas
sehari-hari!

D. Mari Belajar
Petunjuk: dalam setiap kegiatan membaca ayat-ayat al-qur`an maka, bacalah ayat-ayat yang
berkaitan dengan etos kerja berikut ini dengan tartil, baik dan benar serta usahakan ananda bisa
menghafalnya.

Tafsir Ilmu Tafsir XII Agama smt 2 91


1. Ayo Membaca QS al-Jumu‟ah 9-11

‫اّلِل َو َذ ُروا امْ َح ْي َع َذ ِم ُ ُْك‬


ِ ‫ََي َأُّيه َا ذ ِاَّل َين أ ٓ َمٌُوا ا َذا ه ُو ِد َي ِن ذوصال ِة ِم ْن ي َ ْو ِم امْ ُج ُم َؼ ِة فَ ْاس َؼ ْوا ا ََل ِذ ْن ِر ذ‬
ّ ِ َ ْ‫َ ه‬ ّ
‫ْشوا ِِف ا ٔل ْر ِض َواتْ َخ ُـوا ِم ْن فَضْ ِل‬ ُ ‫امصال ُة فا د‬ ‫) فَا َذا كُ ِضيَ ِت ذ‬٩( ‫ون‬ َ ‫خ ْ ٌَري مَ ُ ُْك ا ْن ُن ْي ُ ُْت ثَ ْؼوَ ُم‬
ِ‫) َوا َذا َر َأ ْوا ِ ََت َار ًة َأ ْو مَِ ًْوا اهْ َفضه وا اه َ ْْيَا َوحَ َر ُنوكَ كَائ ًما‬٠١( ‫ون‬ ّ ‫اّلِل و ْاذ ُن ّروا اّلِل َن ِثريا مَؼو ذ ُ ُْك ثُ ْف ِوح‬
َ ُ َ ً َ‫ذ ِ َ ُ ذ‬
ّ
)٠٠( ‫اّلِل خ ْ َُري ذامر ِازِك َني‬ ُ ‫اّلِل خ ْ ٌَري ِم َن انوذِْ ِو َو ِم َن ام ِخّ َج َار ِة َو ّ ذ‬ ِ ‫كُ ْل َما ِغ ْيدَ ذ‬

2. Ayo mengartikan beberapa mufradāt penting dari QS al-Jumu’ah 9-11


petunjuk: perhatikan arti per lafal atau kalimat di bawah ini dengan baik untuk menambah wawasan
ananda sekalian;

‫ه ُو ِد َي‬ : Diseru ‫ فَ ْاس َؼ ْوا‬: Maka bersegeralah


‫َذ ُروا‬ : tinggalkanlah ‫ْشوا‬ ُ ِ َ ‫اهْد‬: bertebaranlah kamu
‫اتْ َخ ُـوا‬ : carilah ‫ اهْ َفضه وا‬: mereka bubar
3. Ayo Memaknai Mufradāt Penting

 Kata ( ‫ )ذهدره‬dzikr Allâh yang dimaksud adalah shalat dan khutbah karena itulah
agaknya sehingga ayat di atas menggunakan kata dzikr Allah.
 Kata ( ‫ )فاسدؼوا‬fas'au terambil dari kata ( ‫ )سدؼ‬sa'â yang pada mulanya berarti berjalan
cepat tapi bukan berlari.

4. Ayo menarjamahkan QS al-Jumu’ah 9-11.


10. Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jum'at, Maka
bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. yang demikian itu
lebih baik bagimu jika kamu mengetahui. 10. apabila telah ditunaikan shalat, Maka
bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-
banyak supaya kamu beruntung. 11. dan apabila mereka melihat perniagaan atau permainan,
mereka bubar untuk menuju kepadanya dan mereka tinggalkan kamu sedang berdiri
(berkhotbah). Katakanlah: "Apa yang di sisi Allah lebih baik daripada permainan dan
perniagaan", dan Allah Sebaik-baik pemberi rezki.

1. Membaca QS al-Qashash :77

ُ ‫َواتْ َخؽ ِ ِفميَا أَٓتَ كَ ذ‬


ُ ‫اّلِل ادلذ َار الٓ ِخ َر َة َوال ثًَ ْ َس ه َِصي َح َم ِم َن ادله هْ َيا َو َأ ْح ِس ْن َ َمَك َأ ْح َس َن ذ‬
‫اّلِل امَ ْي َم‬
ّ
)١١( ‫اّلِل ال ُ ُِي هة امْ ُم ْف ِس ِد َين‬َ ‫َوال ثَ ْحؽ ِ امْ َف َسا َد ِِف ا ٔل ْر ِض ا ذن ذ‬
2. Ayo mengartikan beberapa mufradāt penting dari QS al-Qashash :77
ّ
petunjuk: perhatikan arti perlafal atau kalimat di bawah ini dengan baik untuk
menambah wawasan ananda sekalian;

92 Tafsir Ilmu tafsir XII agama smt 2


َ‫أَٓتَ ك‬ : yang telah dianugerahkan kepadamu
‫ال ثًَ ْ َس‬ : janganlah kamu melupakan
‫ه َِصي َح َم‬ : bagianmu
Ayo Memaknai Mufradāt Penting

 Kata ( ‫ )فامي‬fimâ dipahami mengandung makna terbanyak atau pada umumnya,


sekaligus melukiskan tertancapnya ke dalam lubuk hati upaya mencari kebahagiaan
ukhrawi melalui apa yang dianugerahkan Allah dalam kehidupan dunia ini. Dalam
konteks Qârûn adalah gudang-gudang tumpukan harta benda yang dimilikinya itu.
 Firman-Nya : ( ‫)والثًس هصيحم من ادلّ هيا‬ wa lâ tansa nasîbaka min ad-dunyâ
merupakan larangan melupakan atau mengabaikan bagian seseorang dari kenikmatan
duniawi. Larangan itu dipahami oleh sementara ulama bukan dalam arti haram
mengabaikannya, tetapi dalam arti mubah (boleh untuk mengambilnya).
 Kata ( ‫ )هصية‬nashîb terambil dari kata (‫)هصددة‬ nashaba yang pada mulanya
berarti menegakkan sesuatu sehingga nyata dan mantap seperti misalnya gunung. Kata
nashîb atau nasib adalah bagian tertentu yang telah ditegakkan sehingga menjadi nyata
dan jeIas bahwa bagian itu adalah hak dan miliknya dan atau itu tidak dapat dielakkan.
 Kata ( ‫ ) ٔأحسن‬ahsin terambil dari kata (‫ )حسن‬hasan yang berarti baik. Patron kata yang
digunakan ayat ini berbentuk perintah dan membutuhkan objek. Namun objeknya tidak
disebut, sehingga ia mencakup segala sesuatu yang dapat disentuh oleh kebaikan,
bermula terhadap lingkungan, harta benda, tumbuh-tumbuhan, binatang, manusia, baik
orang lain maupun diri sendiri.
 Kata ( ‫ )نام‬kamâ pada ayat di atas dipahami oleh banyak ulama dalam arti sebagaimana.
Ada juga ulama yang enggan memahaminya demikian, karena betapa pun besarnya
upaya manusia berbuat baik, pasti dia tidak dapat melakukannya "sebagaimana" yang
dilakukan Allah. Atas dasar itu banyak ulama memahami kata kamâ dalam arti
"disebabkan karena", yakni karena Allah telah melimpahkan aneka karunia, maka
seharusnya manusia pun melakukan ihsan dan upaya perbaikan sesuai kemampuannya.

3. Tarjamah QS al-Qashash :77


. “ dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri
akhirat, dan janganlah kamu melupakan bagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat
baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah
kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang
yang berbuat kerusakan.”

J. Mari memahami al-qur’an


Petunjuk: dalam setiap kegiatan mari memahami isi kandungan al-Jumu’ah 9-11; surah al-Qashash
:77 maka, Pelajarilah kandungan ayat yang dimaksud dengan teliti, jujur, kemudian buatlah kesimpulan.

1. Kandungan QS al-Jumu‟ah 9-11

Ayat di atas mengajak kaum beriman untuk bersegera memenuhi panggilan Ilahi. Di
sisi lain dapat ditambahkan bahwa orang-orang Yahudi mengabaikan hari Sabtu yang

Tafsir Ilmu Tafsir XII Agama smt 2 93


ditetapkan Allah untuk tidak melakukan aktifitas mengail. Sikap mereka itu dikecam, karena
itu kaum muslimin harus mengindahkan perintah Allah meninggalkan aneka aktifitas
beberapa saat pada hari Jum'at, karena kalau tidak maka mereka akan mengalami kecaman
dan nasib seperti orang-orang Yahudi itu.
Untuk menghilangkan kesan bahwa perintah ini adalah sehari penuh, sebagaimana
yang diwajibkan kepada orang-orang Yahudi pada hari Sabtu, ayat di atas melanjutkan
dengan menegaskan: Lalu apabila telah ditunaikan shalat, maka jika kamu mau, maka
bertebaranlah di muka bumi untuk tujuan apapun yang dibenarkan Allah dan carilah dengan
bersungguh-sungguh sebagian dari karunia Allah, karena karunia Allah sangat banyak dan
tidak mungkin kamu dapat mengambil seluruhnya, dan ingatlah Allah banyak-banyak jangan
sampai kesungguhan kamu mencari karunia-Nya itu melengahkan kamu. Berdzikirlah dari
saat ke saat dan di setiap tempat hati atau bersama lidah kamu supaya kamu beruntung
memperoleh apa yang kamu dambakan.
Seruan untuk shalat yang dimaksud di atas dan yang mengharuskan dihentikannya
segala kegiatan, adalah adzan yang dikumandangkan saat Khatib naik ke mimbar. Ini karena
pada masa Nabi Muhammad SAW., hanya dikenal sekali adzan. Nanti pada masa Sayyidina
Utsman, ketika semakin tersebar kaum muslimin di penjuru kota, beliau memerintahkan
melakukan dua kali adzan. Adzan pertama berfungsi mengingatkan, khususnya yang berada
di tempat yang jauh bahwa sebentar lagi ibadah shalat Jum'at akan dimulai dan agar mereka
bersiap-siap menghentikan aktifitas mereka. Memang ketika Sayyidina Ali memerintah, dan
berada di Kufah, beliau tidak melakukan adzan dua kali, tetapi hanya sekali sesuai tradisi
Nabi saw., Sayyidina Abu Bakar dan Umar ra., tetapi pada masa pemerintahan Hisyam Ibn
Abdul Malik, adzan dilakukan dua kali kembali sebagaimana pada masa Utsman ra.
Shalat Jum'at, dinilai sebagai pengganti shalat Zhuhur, karena itu tidak lagi wajib atau
dianjurkan kepada yang telah manunaikan shalat Jum'at untuk melakukan shalat Zhuhur.
Larangan melakukan jual beli, dipahami oleh Imam Malik mengandung makna
batalnya serta keharusan membatalkan jual beli jika dilakukan pada saat Imam berkhutbah
dan shalat. Imam Syafi'i tidak memahaminya demikian, namun menegaskan keharamannya.
Ayat di atas ditujukan kepada orang-orang beriman. Istilah ini mencakup pria dan
wanita, baik yang bermukim di negeri tempat tinggalnya maupun yang musafir. Namun
demikian beberapa hadits Nabi saw. yang menjelaskan siapa yang dimaksud oleh ayat ini.
Beliau bersabda: "(Shalat) Jum'at adalah keharusan yang wajib bagi setiap muslim
(dilaksanakan dengan) berjamaah, kecuali terhadap empat (kelompok), yaitu hamba sahaya,
wanita, anak-anak dan orang sakit)" (diriwayatkan oleh Abu Daud melalui Thariq Ibn
Syihab).

94 Tafsir Ilmu tafsir XII agama smt 2


Nabi MuhammadSAW., juga memberi keterangan perihal tata cara berkenaan dengan
sikap ketika menuju tempat shalat (masjid). Ada perintah Nabi SAW., agar menuju ke
Masjid, berjalan dengan penuh wibawa. Beliau bersabda: "Apabila shalat telah segera akan
dilaksanakan (Qamat), maka janganlah menuju ke sana dengan berjalan cepat (sa'i) tetapi
hadirilah dengan sakînah (ketenangan dan penuh wibawa). Bagian shalat yang kamu dapati,
maka lakukanlah dan yang tertinggal sempurnakanlah." (HR. Bukhari, Muslim dan lain-lain
melalui Abu Hurairah.) Ada juga yang memahami kata tersebut dalam arti berjalan kaki dan
itu menurut mereka adalah anjuran bukan syarat.
Perintah bertebaran di bumi dan mencari sebagian karunianya pada ayat di atas
bukanlah perintah wajib. Dalam kaidah ulama-ulama dinyatakan : "Apabila ada perintah
yang bersifat wajib, lalu disusul dengan perintah sesudahnya, maka yang kedua itu hanya
mengisyaratkan bolehnya hal tersebut dilakukan.” Ayat 9 diatas, memerintahkan orang-
orang yang beriman untuk menghadiri ibadah Jum'at, perintah yang bersifat wajib, dengan
demikian perintah bertebaran bukan perintah wajib.
Menyangkut perintah meninggalkan perniagaan, ayat di atas berbicara tentang sikap
sementara sahabat Nabi SAW., ketika hadirnya kafilah dari Syam yang dibawa oleh Dihyat
Ibn Khalifah Al Kalbi. Ketika itu harga-harga di Madinah melonjak, sedang kafilah tersebut
membawa bahan makanan yang sangat dibutuhkan. Tabuh tanda kedatangan kafilah di pasar
pun ditabu, sehingga terdengar oleh jamaah Jum'at. Ketika itulah sebagian jamaah Masjid
berpencar dan berlarian menuju pasar untuk membeli karena takut kehabisan.
Maka terhadap mereka ayat tersebut turun. Ada riwayat yang mengatakan bahwa hal
tersebut terjadi tiga kali dan selalu pada hari Jum'at. Riwayat berbeda-beda tentang jumlah
jamaah yang bertahan bersama Rasul saw. Ada yang menyatakan empat puluh orang, ada
lagi empat, atau tiga atau dua belas orang, bahkan ada riwayat yang menyatakan hanya
delapan orang. Perbedaan riwayat inilah yang menjadi sebab perbedaan ulama tentang
jumlah minimal yang harus hadir guna sahnya ibadah shalat Jum'at.
2. Kandungan QS al-Qashash :77.
Berusahalah sekuat tenaga dan pikiranmu dalam batas yang dibenarkan Allah untuk
memperoleh harta dan hiasan duniawi dan carilah secara bersungguh-sungguh pada yakni
melalui apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu dari hasil usahamu itu kebahagiaan
negeri akhirat, dengan menginfakkan dan menggunakannya sesuai petunjuk Allah dan dalam
saat yang sama janganlah melupakan yakni mengabaikan bagianmu dari kenikmatan dunia
dan berbuat baiklah kepada semua pihak, sebagaimana atau disebabkan karena Allah telah
berbuat baik kepadamu dengan aneka nikmat-Nya, dan janganlah engkau berbuat kerusakan
dalam bentuk apapun di bagian mana pun di bumi ini. Sesungguhnya Allah tidak menyukai
para pembuat kerusakan.

Tafsir Ilmu Tafsir XII Agama smt 2 95


Ulama memahami kalimat di atas dalam arti "Allah tidak mengecammu jika engkau
mengambil bagianmu dari kenikmatan duniawi selama bagian itu tidak atas resiko kehilangan
bagian kenikmatan ukhrawi.” Ini menurutnya merupakan nasihat yang perlu dikemukakan
agar siapa yang dinasihati tidak menghindar dari tuntunan itu. Tanpa kalimat semacam ini,
boleh jadi yang dinasihati itu memahami bahwa ia dilarang menggunakan hartanya kecuali
untuk pendekatan diri kepada Allah dalam bentuk ibadah murni semata-mata.
Dengan kalimat ini, menjadi jelas bagi siapa pun bahwa seseorang boleh menggunakan
hartanya untuk tujuan kenikmatan duniawi selama hak Allah menyangkut harta telah
dipenuhinya dan selama penggunaannya tidak melanggar ketentuan Allah SWT.
Sementara ulama berpendapat bahwa "nashîb" manusia dari harta kekayaan di dunia ini
hanyalah "Apa yang dimakan dan habis termakan, apa yang dipakai dan punah tak dapat
dipakai lagi serta apa yang disedekahkan kepada orang lain dan yang akan diterima
ganjarannya di akhirat nanti." Pendapat yang lebih baik adalah yang memahaminya dalam arti
segala yang dihalalkan Allah. Harta yang diperoleh manusia secara halal dapat digunakannya
secara baik dan benar sebagaimana digariskan Allah.
Banyak pendapat menyangkut kandungan pesan ayat di atas, ada yang memahaminya
secara tidak seimbang, dengan menyatakan bahwa ini adalah anjuran untuk meninggalkan
kenikmatan duniawi dengan membatasi diri pada kebutuhan pokok saja seperti makan, minum
dan pakaian. Ada juga yang memahaminya sebagai tuntunan untuk menyeimbangkan
kepentingan hidup duniawi dan ukhrawi. Penganut pendapat ini tidak jarang mengemukakan
riwayat yang menyatakan: "Bekerjalah untuk duniawi seakan-akan engkau tidak akan mati,
dan bekerjalah untuk akhiratmu seakan-akan engkau akan mati esok."
Agaknya ada beberapa catatan penting yang perlu digarisbawahi tentang ayat ini, agar
kita tidak terjerumus dalam kekeliruan.
a. Dalam pandangan Islam, hidup duniawi dan ukhrawi merupakan satu kesatuan. Dunia
adalah tempat menanam dan akhirat adalah tempat menuai. Apa yang Anda tanam di sini,
akan memperoleh buahnya di sana. Islam tidak mengenal istilah amal dunia dan amal
akhirat. Kalaupun ingin menggunakan istilah, maka kita harus berkata bahwa: "Semua
amal dapat menjadi amal dunia - walau shalat dan sedekah - bila ia tidak tulus." Semua
amal pun dapat menjadi amal akhirat jika ia disertai dengan keimanan dan ketulusan demi
untuk mendekatkan diri. kepada Allah.
b. Ayat di atas menggarisbawahi pentingnya mengarahkan pandangan kepada akhirat sebagai
tujuan dan kepada dunia sebagai sarana mencapai tujuan. Ini terlihat dengan jelas dengan
firman-Nya yang memerintahkan mencari dengan penuh kesungguhan kebahagiaan akhirat:
pada apa yang dianugerahkan Allah atau dalam istilah ayat di atas fî mâ âtâka Allah.
Dengan demikian, semakin banyak yang diperoleh secara halal dalam kehidupan dunia ini,
96 Tafsir Ilmu tafsir XII agama smt 2
semakin terbuka kesempatan untuk memperoleh kebahagiaan ukhrawi, selama itu diperoleh
dan digunakan sesuai petunjuk Allah SWT. Itu juga berarti bahwa ayat ini memang
menggarisbawahi pentingnya dunia, tetapi ia penting bukan sebagai tujuan namun sebagai
sarana untuk mencapai tujuan.
c. Ayat di atas menggunakan redaksi yang bersifat aktif ketika berbicara tentang kebahagiaan
akhirat, bahkan menekannya dengan perintah untuk bersungguh-sungguh dan dengan
sekuat tenaga berupaya meraihnya. Sedang perintahnya menyangkut kebahagiaan duniawi
berbentuk pasif yakni, jangan lupakan. Ini mengesankan perbedaan antar keduanya. Dan
harus diakui bahwa memang keduanya sangat berbeda. (QS. at-Taubah [9]: 38).
Agaknya perlu ditekankan kembali bahwa, dalam pandangan Al Qur'an bahkan
dalam pandangan ayat ini pun, kehidupan dunia tidaklah seimbang dengan kehidupan
akhirat. Perhatian pun semestinya lebih banyak diarahkan kepada akhirat sebagai tujuan,
bukan kepada dunia, karena ia hanya sarana yang dapat mengantar ke sana.
Larangan melakukan perusakan setelah sebelumnya telah diperintahkan berbuat
baik, merupakan peringatan agar tidak mencampuradukkan antara kebaikan dan
keburukan. Sebab keburukan dan perusakan merupakan lawan kebaikan. Penegasan ini
diperlukan - walau sebenarnya perintah berbuat baik telah berarti pula larangan berbuat
keburukan - disebabkan karena sumber-sumber kebaikan dan keburukan sangat banyak,
sehingga boleh jadi ada yang lengah dan lupa bahwa berbuat kejahatan terhadap sesuatu
sambil berbuat ihsan walau kepada yang banyak - masih - merupakan hal yang bukan
ihsan. Begitu lebih kurang Ibn 'Ashur.
Perusakan dimaksud menyangkut banyak hal. Di dalam al-Qur'an ditemukan contoh-
contohnya. Puncaknya adalah merusak fitrah kesucian manusia, yakni tidak memelihara
tauhid yang telah Allah anugerahkan kepada setiap insan. Di bawah peringkat itu
ditemukan keengganan menerima kebenaran dan pengorbanan nilai-nilai agama, seperti
pembunuhan, perampokan, pengurangan takaran dan timbangan, berfoya-foya,
pemborosan, gangguan terhadap kelestarian lingkungan dan lain-lain

F. Prilaku Orang Yang Menerapkan etos kerja (Pendalaman Karakter)


Dengan memahami ayat-ayat tentang etos kerja maka seharusnya kita memiliki sikap-
sikap bagaimanakah dalam kehidupan sehari-hari, Coba sebutkan sikap-sikap lain yang
ananda temukan dari tema pembahasan kita hari ini, tulis di bagian no yang belum di isi !
1. memperhatikan adanya keterkaitan individu terhadap Allah sehingga menuntut individu untuk bersikap
cermat dan bersungguh-sungguh dalam bekerja, berusaha keras memperoleh keridhaan Allah dan
mempunyai hubungan baik dengan relasinya.
2. ………………………………………………………………………………………………….
3. ………………………………………………………………………………………………….
4. ………………………………………………………………………………………………….
5. ………………………………………………………………………………………………….

Tafsir Ilmu Tafsir XII Agama smt 2 97


………………………………………………………………………………………………….

G. KESIMPULAN
1. Allah SWT. memerintahkan melaksanakan ibadah shalat Jumat yang waktunya pada saat
shalat Dhuhur.
2. …………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………….
3. …………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………….
4. …………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………….
5. …………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………….
6. …………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………….
7. …………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………….
8. …………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………….
9. …………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………….

Ayo berlatih

Petunjuk: setiap kegiatan evaluasi bacalah dengan teliti; kata perintahnya, soalnya, carilah referensi
yang bisa ditenulusuri dengan penuh tanggung jawab khususnya soal esay
I. Evaluasi Cognitif
a. Pilihlah Ganda
E. Berlari
1.  arti bagian ayat di samping....
3. Hukum melakukan jual beli pada saat
A. Menyembah Allah Imam berkhutbah dan shalat Jum‟at
B. Menyekutukan Allah menurut pendapat Imam Syafi‟i
C. Memuji Allah adalah....
D. Mangingat Allah A. Batal
E. Melupakan Allah B. Boleh
C. Wajib
D. Haram
2.  terambil dari kata ‫ سؼ‬yang E. Sunah
berarti....
A. Berjalan cepat 4. Nabi Muhammad saw. memberi
B. Berjalan lambat keterangan tentang sikap ketika
C. Berjalan pada malam hari menuju tempat shalat dengan
D. Berjalan pada siang hari berjalan....

98 Tafsir Ilmu tafsir XII agama smt 2


A. Santai D. Meninggalkan aktifitas duniawi dan
B. Cepat ukhrawi.
C. Penuh wibawa E. Lebih mementingkan aktifitas
D. Hati-hati duniawi daripada aktifitas ukhrawi.
E. Pelan-pelan 8. Larangan untuk tidak melakukan
transaksi jual beli terdapat dalam
5. Perintah bertebaran di bumi untuk surat....
mencari karunia Allah setelah selesai A. Q.S. Al Jumu‟ah : 10
menunaikan shalat Jum‟atadalh.... B. Q.S. Al Jumu‟ah : 11
A. Wajib C. Q.S. Al Qashash : 77
B. Sunah
C. Mubah D. Q.S. At Taubah : 38
D. Haram E. Q.S. Al Al Jumu‟ah : 9
E. Makruh

6. Nama saudagar yang membawa 9. Kata  terambil dari kata ‫حسن‬
barang dagangan dari Syam yang yang berarti....
terdapat dalam asbabun nuzul Q.S. Al A. Cantik
Jumu‟ah : 11 adalah.... B. Terpuji
A. Dihyat ibn Khalifah Al Kalbi C. Rusak
B. As Sa‟labah D. Baik
C. Ubay bin Ka‟ab E. Dermawan
D. Zubair Ibn Awwam
E. Al Mughirah Bin Su‟bah
10.   Penggalan ayat di samping
7. Agama Islam mengajar dan mendidik berarti....
umatnya untuk.... A. Yang telah dianugerahkan
A. Meninggalkan aktifitas duniawi dan kepadamu.
melakukan aktifitas ukhrawi. B. Yang telah diberikan kepadamu.
B. Melakukan aktifitas duniawi dan C. Yang telah dilimpahkan Allah
tidak melakukan aktifitas ukhrawi. kepadamu.
C. Melakukan aktifitas duniawi dan D. Yang telah dianugerahkan Allah
tidak meninggalkan aktifitas kepadamu.
ukhrawi. E. Yang telah diberikan Allah
kepadamu.

b. Portofolio dan Penilaian Sikap


1. Carilah beberapa ayat lain dan hadist yang berhubungan dengan etos kerja dengan mengisi kolom di
bawah ini :
Nama Surat + No. Ayat
No. Redaksi Ayat

1.

2.

Hadits Riwayat
No. Hadits

1.

2.

Tafsir Ilmu Tafsir XII Agama smt 2 99


2. Setelah kalian memahami uraian mengenai ajaran Islam tentang etos kerja coba kamu amati
perilaku berikut ini dan berikan komentar

No. Perilaku Yang Diamati Tanggapan / Komentar Anda


Badrudin salah satu siswa kelas XI
1. agama yang senantiasa
mengedepankan kejujuran dan
disiplin dalam bekerja
Damin siswi yang selalu menunda-
2. nunda pekerjaan rumah yang
diberikan gurunya sehingga
mendapatkan wejangan selalu dari
guru

II. EVALUASI PSIKOMOTORIK


• Hafalkan ayat, terjemahkan dan menganalisis Qs al-Jumu‟ah 9-11; surah al-Qashash :77.

NO NAMA NILAI NILAI NILAI


SISWA HAFALAN TARJAMAH ANALISIS
QS.. QS.. 1 2 3 1 2 3
1

III. EVALUASI AFEKTIF


• diskusi tentang Etos kerja

a. KEGIATAN DISKUSI (Asosiasi)


Setelah Ananda mendalami materi maka selanjutnya lakukanlah diskusi dengan teman
sebangku Anda atau dengan kelompok Anda, kemudian persiapkan diri untuk mempresentasikan hasil
diskusi tersebut di depan kelas.
1. Usahakan ananda sekalian hafal ayat dan tarjamah di atas untuk memudahkan kalian dalam
menghadapi sosl-soal evaluasi.
2. Apa yang bisa diteladani dari materi yang membahas tentang etos kerja.
3. Buat kelompok di dalam kelasmu. Kemudian analisislah tentang tipe seorang pekerja yang
mengedepankan etos kerja di lingkungan sekitarmu. Lalu presentasikan di depan kelas!
Kertas Kerja

1. Judul/ tema :
.....................................................................................................................................................................................
.
2. Hasil studi ilmiah :
...........................................................................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................................................

100 Tafsir Ilmu tafsir XII agama smt 2


...........................................................................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................................................
3. Tokoh penemu :
.....................................................................................................................................................................................
.
4. Sumber :
.....................................................................................................................................................................................
.
5. Tim Investigator :
...........................................................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................................................

b. Konsep Diri (self-concept)

1. Sudahkah kalian secara individu melakukan pembiasaan diri untuk meningkatkan etos kerja kalian ? seberapa
sering ? apa bentuknya, sebutkan !
………………………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………
c. Tugas tambahan PR (Pekerjan Rumah)

 PMT (penugasan mandiri tersetruktur) :


Untuk menguji pemahaman kalian tentang isi, jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut, dalam
buku tugasmu!.
1. Tulislah lengkap dengan artinya ayat-ayat Al qur‟an tentang Etos Kerja?
2. Bagaimanakah sikap seorang mukmin terhadap kehidupan duniawi dan ukhrawi?
3. Bagaimanakah pandangan Islam terhadap kedudukan dunia dan akhirat?
4. Bagaimanakah pendapat Imam Malik dan Imam Syafi‟i mengenai jual beli yang dilakukan
pada saat Imam berkhutbah atau shalat jum‟at berlangsung?
5. Sebab apakah yang menjadikan perbedaan antara Ulama mengenai jumlah minimal jamaah
yang hadir guna sahnya shalat Jum‟at?

 PMTT (Penugasan mandiri tidak tersetruktur):


 Carilah profil seseorang yang mengamalkan Q.S. al Jumu‟ah : 9-11 dan Q.S. Al Qas}as} :
77 di lingkungan sekitarmu, kemudian hikmah apa yang dapat kamu ambil darinya?
 Buatlah kelompok, kemudian diskusikan/carilah solusi jika di lingkungan sekitarmu
masih ada yang melakukan jual beli atau permainan pada waktu shalat Jum‟at
berlangsung!

 PESAN MORAL  Penguatan/ motivasi untuk melakukan dimulai dari sekarang, dari yang
kecil, dari diri sendiri
Mutiara Hikmah

‫ﻋﻟﻣﻭٰﺍﻭﻻﺩﻛﻡﻭﺍﻫﻟﻳﻛﻡﺍﻟﺧﻴﺭﻮﺍﺩﺑﻭﻫﻡ‬
“Ajarkanlah kebaikan kepada anak-anak kamu dan keluarga kamu dan
didiklah mereka. (H.R. Abdur Razaq dan said bin Mansur).
Tafsir Ilmu Tafsir XII Agama smt 2 101
Catatan Guru Nilai

102 Tafsir Ilmu tafsir XII agama smt 2


TATA CARA MENYELESAIKAN
III PERSELISIHAN,
MUSYAWARAH DAN TA’ARUF

KI (KOMPETENSI INTI) :
1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama Islam
2. Mengembangkan perilaku (jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli, santun, ramah lingkungan, gotong royong, kerjasama, cinta damai,
responsif dan pro-aktif) dan menunjukan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan bangsa dalam berinteraksi secara efektif
dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
3. Memahami, menerapkan dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural dalam ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan
humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait fenomena dan kejadian, serta menerapkan
pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah
secara mandiri, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan
KD (KOMPOTENSI DASAR):
1.4 Meyakini kandungan Al-Qur‟an tentang penyelesaikan perselisihan, musyawarah, dan taaruf dalam kehidupan.
2.3 Memiliki sikap menyelesaian perselisihan, musyawarah, dan ta‟aruf sesuai kandungan Al-Qur‟an surah Ali Imraan : 159, surah al-Hujuraat
: 9, surah an-Nisaa‟: 59; surah al-Hujuraat:9; surah al-A‟raaf: 199; surah an-Nahl:126, surah al-Hujuraat : 13.
3.3. Menjelaskan kandungan Al-Qur‟an tentang menyelesaikan perselisihan, musyawarah, dan ta‟aruf dalam surah Ali Imraan : 159, surah al-
Hujuraat : 9, surah an-Nisaa‟: 59; surah al-Hujuraat: 9; surah al-A‟raaf: 199; surah an-Nahl:126, surah al-Hujuraat: 13.
3.4. Menerapkan cara menyelesaikan perselisihan sesuai kandungan Al-Qur‟an dalam surah Ali Imraan : 159, surah al-Hujuraat : 9, surah an-Nisaa‟: 59; surah al-
Hujuraat:9; surah al-A‟raaf: 199; surah an-Nahl:126, surah al-Hujuraat : 13
Indikator
2. Mampu menjelaskan tentang tata cara menyelesaikan perselisihan dan masalah dengan baik
menurut QS Ali Imraan : 159, QS al-Hujuraat : 9. Percaya diri
3. Mampu menerjemahkan QS Ali Imraan : 159, QS al-Hujuraat : 9 ke dalam bahasa Indonesia dengan
baik dan benar. logis
4. Mampu menjelaskan tentang intisari dan keterangan dari QS al-Hujuraat : 13. Percaya diri
5. Mampu menerjemahkan QS al-Hujuraat : 13 ke dalam bahasa Indonesia dengan baik dan benar.
Teliti dan logis
Tujuan Pembelajaran :
Setelah KBM melalui Model/Strategi diskusi, ceramah dan demontrasi siswa dapat :
 Memahami isi dan kandungan dengan cara membaca, menghafal, dan menganalisis Al-Qur‟an tentang menyelesaikan
perselisihan, musyawarah dan ta‟aruf dalam surah QS Ali „Imran [3] : 159, QS al-Hujurat : 9 & 13
 Menerapkan cara menyelesaikan perselisihan dalam kehidupan sehari-hari

Peta konsep
Mari belajar membaca
surah QS Ali ‘Imran [3] :
159, QS al-H{ujurat : 9 &
13
mari belajar arti, makna,
dan tarjamah QS Ali
‘Imran [3] : 159, QS al-
Menghadapi H{ujurat : 9 & 13
perselisihan

mari memahami isi


menerapkan prilaku kandungan QS Ali
yang sesuai dengan ‘Imran [3] : 159, QS al-
QS Ali ‘Imran [3] : H{ujurat : 9 & 13.
159, QS al-H{ujurat :
9 & 13

Tafsir Ilmu Tafsir XII Agama smt 2 103


A. Mari renungkan
Petuntuk: Renungkan sejenak dongeng/kisah dibawah ini dengan teliti;

Berangkat dari gambar ini bisakah kalian menengahi masalah yang ada disekitar kalian?
Bagaimana caranya agar tidak menyakiti kedua belah pihak? Pernahkah ananda sekalian
menjumpai perselisian? Bagaimana sikap ananda menghadapinya? Nilai apa yang bisa kalian
ambil darinya?

Sumber:
http://pendidikananak
2.blogspot.com/2012/
04/menghindari-
perselisihan.html

BERSELISIH PENDAPAT

Pertengkaran dan perselisihan yang terjadi dalam lingkungan kita akan menyebabkan
suasana yang panas dan tegang yang dapat mengancam keutuhan dan kehar-monisan sasama
manusia. Tidak jarang, pertengkaran itu berakhir dengan perceraian / kehancuran mahkan
malapetaka. Fenomena ini merupakan salah satu hal yang paling dikhawatirkan oleh semua
manusia, termasuk di dalamnya anak-anak, teman, sahabat. Suasana yang menegangkan dalam
kehidupan sangat berdampak negatif terhadap perkembangan dan pembentukan jati diri anak, dan
sahabat. “Kelabilan sikap dan penyakit-penyakit kejiwaan yang diderita oleh anak-anak belia dan
orang dewasa, disebabkan oleh perlakuan tidak benar yang diperlihatkan oleh orang tua/masarakat
mereka, seperti pertengkaran yang menyebabkan suasana dalam rumah/lingkungan panas dan
menegangkan. Hal seperti itu membuat anak tidak merasa aman berada di dalam rumah”.
Musyawarah memang sangat urgent dan berguna buat kelancaran hidup. Bahkan di setiap
aspek kehidupan ini memerlukan yang namanya musyawarah ini. Dengan maksud mencapai
keputusan atas penyelesaian masalah; atau perundingan; atau perembukan. Allah SWT berfirman
dalam QS As-Syuro : 38:

‫َو َأ ْم ُر ُ ِْه ُص َورى تَيْْنَ ُ ْم‬


“Dan perkara mereka adalah (diputuskan) dengan musyawarah di antara mereka.”

Syeikh Sa‟di menerangkan di dalam kitab tafsirnya bahwa perkara di sini mencakup perkara
yang menyangkut agama dan dunia. Jika ada permasalahan maka dirundingkan. Hasan Bashri
rahimahullah berkata:
‫َما جَضَ َاو َر كَ ْو ٌم االذ ُُدُ ْوا ِ َل ْر َص ِد ُأ ُم ْو ِر ِ ِْه‬
“TIdaklah suatu kaum itu bermusyawarah kecuali mereka akan ditunjuki kepada paling benarnya
ّ
perkara-perkara mereka”.

104 Tafsir Ilmu tafsir XII agama smt 2


B. Mari mengamati
Amati gambar ini, kemudian berikan tanggapanmu
Setelah Anda mengamati gambar disamping berilah komentar
atau pertanyaan yang relevan
1. …………………………………………….
…………………………………………….
……………………………………………..
2. …………………………………………….
…………………………………………….
…………………………………………….

Sumber: http://razya4greatlife.blogspot.com/2012/01/5-cara-menyelesaikan-konflik.html
Setelah Anda mengamati gambar disamping berilah komentar
atau pertanyaan yang relevan
1. …………………………………………….
…………………………………………….
……………………………………………..
2. …………………………………………….
…………………………………………….
…………………………………………….
3. ……………………………………………
……………………………………………..
……………………………………………..
Sumber: http://immfkmuad2012.blogspot.com/
Setelah Anda mengamati gambar disamping berilah komentar
atau pertanyaan yang relevan
1. …………………………………………….
…………………………………………….
……………………………………………..
2. …………………………………………….
…………………………………………….
…………………………………………….
3. ……………………………………………
……………………………………………..
……………………………………………..

Sumber: http://sarungbiru.wordpress.com/2012/09/

C. Mari Menanya

Setelah kalian membaca dan mengamati gambar / cerita di atas, ada beberapa pertanyaan
yang perlu kalian renungkan, Dengan sejumlah pertanyaan dengan menggunakan jelaskan, apa,
bagaimana, !

 Dari ketiga Gambar diatas mana yang menunjukan prilaku tata cara menyelesaikan perselisihan,
musawarah dan ta‟aruf yang bisa kalian jalakan?
 …………………………………………………………………………………………………………….
 ………………………………………………………………………………………………………….....
 …………………………………………………………………………………………………………….

D. Mari Belajar
Petunjuk: dalam setiap kegiatan membaca ayat-ayat al-qur`an maka, bacalah ayat-ayat yang
berkaitan dengan mengatasi perselisihan berikut ini dengan tartil, baik dan benar serta
usahakan ananda bisa menghafalnya.

1. Ayo Membaca QS Ali „Imran [3] : 159

Tafsir Ilmu Tafsir XII Agama smt 2 105


‫اّلِل ِم ْي َت مَُِ ْم َومَ ْو ُن ْي َت فَ ًّظا ؿَ ِويغَ امْ َلوْ ِة الهْ َفضه وا ِم ْن َح ْو ِ َُل فَاغ ُْف َغ ْْنُ ْم‬
ِ ‫فَ ِد َما َر ْ ََح ٍة ِم َن ذ‬
‫اّلِل ُ ُِي هة امْ ُم َخ َو ِ ّ َِك َني‬ ِ ‫ُك ػَ ََل ذ‬
َ ‫اّلِل ا ذن ذ‬ ْ ‫َو ْاس َخ ْـ ِف ْر مَِ ُْم َو َصا ِو ْر ُ ِْه ِِف ا ٔل ْم ِر فَا َذا َغ َز ْم َت فَذَ َو ذ‬
ّ ّ )٠٤٩(
2. Ayo mengartikan beberapa mufradāt penting dari QS Ali ‘Imran [3] : 159,
petunjuk: perhatikan arti per lafal atau kalimat di bawah ini dengan baik untuk menambah wawasan
ananda sekalian;

‫فَ ًّظا‬ : bersikap keras


َ‫ ؿَ ِويغ‬: kasar
‫ الهْ َفضه وا‬: mereka menjauhkan diri
‫َغ َز ْم َت‬ : telah membulatkan tekad

3. Ayo menerjemahkan Qs Ali Imran: 159


159. Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu Berlaku lemah lembut terhadap mereka.
Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari
sekelilingmu. karena itu ma'afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan
bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. kemudian apabila kamu telah
membulatkan tekad, Maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai
orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.

4. Ayo memahami isi Kandungan QS Ali „Imran [3] : 159,


Berlaku lemah lembut, tidak kasar dan tidak berhati keras. Seorang yang melakukan
musyawarah, apalagi yang berada dalam posisi pemimpin, yang pertama ia harus hindari ialah
tutur kata yang kasar serta sikap keras kepala, karena jika tidak, maka mitra musyawarah akan
bertebaran pergi.
Memberi maaf dan membuka lembaran baru. Bermusyawarah harus menyiapkan
mentalnya berani minta maaf dan selalu bersedia memberi maaf, karena boleh jadi ketika
melakukan musyawarah terjadi perbedaan pendapat, atau keluar dari pihak lain kalimat
atau pendapat yang menyinggung, dan bila mampir ke hati akan mengeruhkan pikiran,
bahkan boleh jadi mengubah musyawarah menjadi pertengkaran.
Kemudian, yang melakukan musyawarah harus menyadari bahwa kecerahan pikiran,
atau ketajaman analisis saja belum cukup.
Kalau demikian untuk mencapai yang terbaik dari hasil musyawarah, hubungan
dengan Tuhan pun harus harmonis, itu sebabnya hal ketiga yang harus mengiringi
musyawarah adalah permohonan maghfirah, ampunan Ilahi, sebagaimana ditegaskan,
(‫ ) واس خـفرمم‬mohonkanlah ampun bagi mereka.
Ayat di atas juga mengisyaratkan tentang lapangan musyawarah, yaitu ‫ىف ا ٔلمددر‬
(dalam urusan itu). Walau dalam hal ini ayat ini turun dalam konteks peperangan yakni
pasca peperangan Uhud, tetapi ayat ini dipraktekkan Nabi SAW., dalam lapangan yang
lebih luas, baik dalam masalah keluarga maupun masalah kemasyarakatan.

106 Tafsir Ilmu tafsir XII agama smt 2


Selanjutnya untuk memperkuat pembahasan tentang menyelesaikan perselisihan ini,
pelajari Qs al-Hujurat : 9 & 13 berikut !
II. Ananda sekalian, mari kita membaca Qs al-Hujurat : 9 & 13 berulang-ulang secara tartil dan
bersama-sama hingga lancar dan setengah hafal!

1. Ayo Membaca Qs al-Hujurat : 9 & 13


‫اُها ػَ ََل ا ٔلخ َْرى فَ َلا ِثوُوا‬ َ ُ َ‫َوا ْن َظائِ َفذَ ِان ِم َن امْ ُم ْن ِم ٌِ َني ا ْكذَ َخوُوا فَبَ ْص ِو ُحوا تَيْْنَ ُ َما فَا ْن تَـ َْت ا ْحد‬
ّ ّ
ُ ِ ْ ْ ِ
َ ‫اّلِل فَا ْن فَا َء ْت فَبَ ْصو ُحوا تَيْْنَ ُ َما ِِبم َؼ ْد ِل َوأكسعوا ا ذن ذ‬
‫اّلِل‬ َ ِ ‫ام ذ ّ ِِت ثَ ْح ِـي َح ذَّت ثَ ِفي َء ا ََل َأ ْم ِر ذ‬
ّ ّ ّ
)٩( ‫ُ ُِي هة امْ ُم ْل ِس ِع َني‬
َ‫ََي َأُّيه َا اميذ ُاس اَّنذ َخوَ ْلٌَ ُ ْاُك ِم ْن َذ َن ٍر َو ُأه ََْث َو َج َؼوْيَ ُ ْاُك ُص ُؼ ًوِب َوكَ َدائِ َل ِم َخ َؼ َارفُوا ا ذن َأ ْن َر َم ُ ُْك ِغ ْيد‬
ّ ِ ّ ُْ َ َ ِ
‫خ‬َ
)٠٦( ٌ‫اّلِل ػَو ٌمي دِري‬ َ ‫ذاّلِل أثْلاُك ا ذن ذ‬
2. Ayo mengartikan beberapa mufradāt penting dari QS al-Hujurat : 9 & 13
ّ
petunjuk: perhatikan arti per lafal atau kalimat di bawah ini dengan baik untuk menambah wawasan
ananda sekalian;

‫ا ْكذَ َخوُوا‬ : berperang


‫تَـ َْت‬ : telah melanggar perjanjian (fi‟l madhi)
‫ثَ ْح ِـي‬ : melanggar perjanjian (fi‟l mudhari‟)

َ ‫ثَ ِف‬
‫يء‬ : kembali
‫فَ َاء ْت‬ : telah kembali
‫ُص ُؼ ًوِب‬ : berbangsa-bangsa
‫كَ َدائِ َل‬ : bersuku-suku
3. Ayo Memaknai Mufradāt Penting
 Ayat di atas menggunakan awalan dengan kata ( ‫ )إن‬in. Ini untuk menunjukkan, bahwa
pertikaian antara kelompok orang beriman sebenarnya diragukan atau jarang terjadi.
Bukankah mereka adalah orang-orang yang memiliki iman yang sama sehingga tujuan
mereka pun seharusnya sama
 Kata ( ‫ )إكذخووا‬iqtatalû terambil dari kata (‫ )كذل‬qatala. Ia dapat berarti membunuh atau
berkelahi atau mengutuk. Karena itu kata iqtatalû tidak harus diartikan berperang atau
saling membunuh, sebagaimana diterjemahkan oleh sementara orang. Ia bisa diartikan
berkelahi atau bertengkar atau saling memaki. Dengan demikian, ayat di atas menuntun
kaum beriman agar segera turun tangan melakukan perdamaian begitu tanda-tanda
perselisihan nampak di kalangan mereka. Jangan tunggu sampai rumah terbakar, tetapi
padamkan api sebelum menjalar.
 Kata (‫ ) ٔأصوحوا‬ashlihû terambil dari kata (‫ ) ٔأصوح‬ashlaha yang asalnya adalah (‫)صوح‬
shaluha. Dalam kamus-kamus bahasa, kata ini dimaknai dengan antonim dari kata (‫)فسد‬

Tafsir Ilmu Tafsir XII Agama smt 2 107


fasada yakni rusak. Ia diartikan juga dengan manfaat. Dengan demikian shaluha berarti
tiadanya atau terhentinya kerusakan atau diraihnya manfaat, sedang ( ‫ )إصال‬ishlâh adalah
upaya menghentikan kerusakan atau meningkatkan kualitas sesuatu sehingga manfaatnya
lebih banyak lagi. Dalam konteks hubungan antar manusia, maka nilai-nilai itu tercermin
dalam keharmonisan hubungan. Ini berarti jika hubungan antar dua pihak berkurang
kemanfaatan yang dapat diperoleh dari mereka. Ini menuntut adanya ishlah, yakni
perbaikan agar keharmonisa pulih, dan dengan demikian terpenuhi nilai-nilai bagi
hubungan tersebut, dan sebagai dampaknya akan lahir aneka manfaat dan kemaslahatan.
 Kata ( ‫ )تـت‬baghat terambil dari kata ( ‫ )تـ‬baghâ yang pada mulanya berarti berkehendak.
Tetapi kata ini berkembang maknanya sehingga ia biasa digunakan untuk kehendak yang
bukan pada tempatnya, dan dari sini ia dipahami dalam arti melampaui batas. Pakar-pakar
hukum Islam menamakan kegiatan kelompok yang melanggar hukum dan berusaha
merebut kekuasaan dengan kata ( ‫ )تـ‬baghy, sedang para pelakunya dinamai (‫ )تـاة‬bughât.
 Kata (‫ )امللسعني‬al-muqsithîn terambil dari kata (‫ )كسط‬qisth yang juda biasa diartikan

adil. Sementara ulama mempersamakan makna dasar (‫ )كسط‬qisth dan (‫' )ػدل‬adl, dan ada
juga yang membedakannya dengan berkata bahwa al-qisth adalah keadilan yang diterapkan
atas dua pihak atau lebih, keadilan yang menjadikan mereka semua senang. Sedang 'adl
adalah menempatkan segala sesuatu pada tempatnya walau tidak menyenangkan satu
pihak. Dengan demikian, win-win solution dapat merupakan salah satu bentuk dari Qisth.
Allah senang ditegakkannya keadilan walau itu mengakibatkan kerenggangan hubungan
antara dua pihak yang berselisih, tetapi Dia lebih senang lagi jika kebenaran dapat dicapai
sekaligus menciptakan hubungan harmonis antara pihak-pihak yang tadinya telah
berselisih.

4. Ayo menerjemah Qs al-Hujurat : 9 & 13


9. dan kalau ada dua golongan dari mereka yang beriman itu berperang hendaklah kamu
damaikan antara keduanya! Jika salah satu dari keduanya melanggar perjanjian terhadap
yang lain, hendaklah yang melanggar perjanjian itu kamu perangi sampai golongan itu
kembali pada perintah Allah. Jika golongan itu telah kembali (kepada perintah Allah), maka
damaikanlah antara keduanya dengan adil, dan hendaklah kamu berlaku adil; Sesungguhnya
Allah mencintai orang-orang yang berlaku adil.
13. Wahai manusia, Sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan
seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa - bangsa dan bersuku-suku supaya
kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi
Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui
lagi Maha Mengenal.

5. Ayo Mari memahami al-qur’an isi Kandungan QS al-Hujurat : 9 & 13


Ayat di atas berbicara tentang perselisihan antara kaum mukminin yang disebabkan oleh
adanya isu yang tidak jelas kebenarannya. Dan jika ada dua kelompok orang-orang mukmin
yang bertikai, dalam bentuk sekecil apapun, itu telah menyatu atau punya kemungkinan untuk
disatukan maka hendaklah didamaikan antara keduanya.
Jika salah satu dari keduanya yakni kedua kelompok itu, sedang atau masih terus-menerus
berbuat aniaya terhadap kelompok yang lain sehingga enggan berdamai maka hendaklah

108 Tafsir Ilmu tafsir XII agama smt 2


kelompok yang berbuat aniaya itu ditindak hingga kelompok itu menerima kebenaran; jika ia
telah kembali kepada perintah Allah itu maka damaikanlah antara keduanya dengan adil agar
keputusan itu dapat diterima dengan baik oleh kedua kelompok.
Islam hanya mengakui 'ketunggalan' semata bagi Zat Allah SWT. Selain Z}at Allah,
kejadian dan penciptaan-Nya berdiri di atas kemajemukan. Malah kemajemukan adalah satu
tanda kekuasaan dan kebesaran Allah dalam penciptaan. Allah SWT., menciptakan perbedaan
pada bentuk tubuh badan, raut rupa, warna kulit, suara, bahasanya, susunan kata-katanya, gaya
bicaranya, bangsa dan suku.
Ayat tersebut di atas menunjukkan sifat kemajemukan atau pluralitas dalam kejadian
manusia, yang salah satu tujuannya agar masing-masing bangsa dan suku ber-ta'aruf (saling
mengenal) perbedaan yang beraneka ragam itu.
Dalam Islam, kemajemukan, perbedaan bangsa-bangsa dan suku-suku adalah fitrah dan
merupakan sunnah (ketentuan) Allah SWT. Tujuan lain dari keanekaragaman tersebut adalah
penolakan terhadap fanatisme bangsa dan ras. Hal ini juga bertujuan sebagai pendorong untuk
saling berlomba-lomba dalam berbuat kebaikan, sebagai i‟tibar untuk mengambil teladan dari
kemajuan dan ketinggian martabat mereka di sisi Allah. Karena pada hakekatnya jika Allah
menghendaki, Allah mampu menjadikan manusia satu umat.QS Hud [11]: 118

E. Prilaku Orang Yang Menerapkan menyelesaikan perselisihan (Pendalaman Karakter)


Dengan memahami ayat-ayat tentang menyelesaikan perselisihan maka seharusnya kita
memiliki sikap-sikap berikut ini! Coba sebutkan sikap-sikap lain yang ananda temukan dari
tema pembahasan kita hari ini!
1. Terjemahkan apa yang sebenarnya Anda inginkan
Saat perdebatan dengan teman, kakak, rekan kerja, atau siapapun, dan suasana makin panas, Anda
akan mudah sekali terbawa emosi. Bukan saat yang tepat untuk bernegosiasi untuk mencari solusi
bersama. Berhentilah untuk selalu berusaha memecahkan segala macam persoalan. Hentikan
perdebatan, lalu mulai tuliskan perasaan Anda, atau cari teman yang dipercaya untuk mendengarkan
masalah Anda. Intinya, cara ini membantu Anda memikirkan hasil atau solusi yang paling tepat.
Mengambil keputusan saat pikiran dikuasai amarah hanya akan membuat Anda mencari-cari alasan
pembenaran dan menyalahkan orang lain.
2. Kumpulkan sebanyak mungkin informasi
……………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………….
3. Tetapkan bentuk proses negosiasi
Jika pikiran sudah tenang dan terkontrol,
……………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………….
4. Sampaikan pesan yang tepat

Tafsir Ilmu Tafsir XII Agama smt 2 109


Mulailah…………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………
5. Negosiasi
Saat Anda memulai bernegosiasi untuk mencari solusi, kontrol diri Anda. Jangan memotong
pembicaraan; bicaralah saat sudah giliran Anda. Respons pernyataan lawan bicara dengan tenang.
Tarik nafas, dan berikan jeda beberapa detik untuk menjawabnya. Kontrol diri sangat penting agar
solusi bisa ditemukan dengan pikiran yang tenang dan bukan emosi.

Jika semua cara ini sudah dicoba, namun masih juga belum menemukan penyelesaian, mediasi
menjadi langkah selanjutnya. Anda membutuhkan bantuan dari pakar atau dari pihak ketiga yang
mampu menetralkan suasana. Bisa teman yang dipercaya kedua belah pihak, seperti keluarga, kolega,
atau jika ingin lebih efektif, cari pakarnya. Pakar profesional lebih memahami teknik mendamaikan
pihak berseteru. Ini lebih baik daripada mendiamkan masalah dan menumbuhkannya menjadi energi
negatif.

J. Kesimpulan
Setelah mempelajari materi di atas, tentunya ananda sekalian dapat menyimpulkan
beberapa hal, diantaranya adalah sebagaimana tercantum di bawah ini. Coba temukan materi-
materi pokok lain yang belum tercantum!

a) Hal-hal yang dimusyawarahkan adalah hal-hal yang berkaitan dengan masalah


kemasyarakatan dan bukan masalah murni keagamaan, karena telah ditentukan oleh Allah dan
Rasul-Nya.
b) Dalam konteks permusyawaratan sikap yang paling patut dikedepankan adalah
.......................................................................................................................................................
.............................................................................................................................................
c) Bentuk akhlak luhur bila hasil permusyawaratan gagal dilaksanakan adalah seperti yang
dicontohkan Nabi SAW. Yakni, ............................................................................................
.......................................................................................................................................................
.......................................................................................................................................................
.............................................................................................................................................
d) Dalam Islam, kemajemukan, perbedaan bangsa-bangsa dan suku-suku adalah
.....................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................
..........................................................................................................................................

K. Ayo Berlatih
Petunjuk: setiap kegiatan evaluasi bacalah dengan teliti; kata perintahnya, soalnya, carilah referensi
yang bisa ditenulusuri dengan penuh tanggung jawab khususnya soal esay

I. Evaluasi Cognitif
a. Pilihlah Ganda
1. ‫فامب رَحة من ه ميت مم‬ dalam
C. Memberi
D. Lemah lembut
potongan ayat disamping terdapat sifat E. Ramah
agung Rasulullah, yaitu…
A. Mengasihi
2. ‫ ومو نيت فظا ؿويغ املوة‬kata yang
B. Memaafkan bergaris bawah menunjukkan…

110 Tafsir Ilmu tafsir XII agama smt 2


A. Mungkin terjadi D. Teguh pendirian
B. Tidak pernah terjadi E. Lemah lembut
C. Dapat saja terjadi 7. Pemberiaan maaf pada tingkatan tertinggi
D. Bisa terjadi bias juga tidak adalah…
E. Semua jawaban salah a. Melupakan kesalahan
3. Dalam surat Ali imran ayat 159 b. Menghilangkan kesalahan
menunjukan bahwa… c. Menganggap tidak pernah bersalah
A. Selalu bersifat lemah lembut d. Memaafkan dan berbuat baik kepada
B. Boleh bersifat kasar asal pada yang bersalah
tempatnya e. Semua jawban benar
C. Tidak boleh bersifat kasar sama sekali
D. Bersifat lemah lembut dalam sgala hal
8. Kata ‫ إكسط‬pengertianya lebih pada..
E. Jawaban a,b dan d benar A. Tidak memihak
4. ‫ فاغف غْنم‬adalah member maaf dalam B. Netral
C. Satu arah
arti… D. Serasi
A. Memaafkan segala kesalahan E. Jawaban a dan b benar
B. Menganggap tidak pernah berslah 9. Qs. Al Hujurat ayat 12 adalah larangan
C. Menghapus semua kesalahan untuk….
D. Tidak mengingat lagi kesalahanya A. Berburuk sangka
E. Semua jawaban benar B. Curiga
5. Pengertian “Azm” adalah… C. Berbaik sangka
A. Berniat D. Sifat ragu
B. Bermaksud E. Menuduh
C. Berketetapan hati
D. Bersungguh Sungguh
10. ‫ صوح‬berarti..
E. Berbaik hati A. Baik dalam segala hal
6. ‫ ؿويغ املوة‬bermakna… B.
C.
Diraihnya manfaat
Kerusakan
A. Teguh hati D. Kenikmatan
B. Berhati keras E. Semua jawaban salah
C. Berhati kasar
b. Soal Uraian
Petunjuk: Dari materi yang kalian terima di tersebut, terdapat beberapa kata kunci yang harus
Ananda pahami dalam rangka untuk memperluas wawasan terhadap aspek kandungan makna
tentang penyelesaikan perselisihan.

Jelaskan maksud kata kunci dalam memahami Materi penyelesaikan perselisihan di bawah ini:
1. Diantara strategi menyelesaikan perselisihan menurut ananda yang baik adalah!
......................................................................................................................................................................................
......................................................................................................................................................................................
......................................................................................................................................................... .............................
......................................................................................................................................................................................

1. Sebutkan satu cara yang dapat dilakukan untuk menjaga kerukunan antara sesama manusia?
.....................................................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................................................

Tafsir Ilmu Tafsir XII Agama smt 2 111


...................................................................................................................................................... ...............................
.....................................................................................................................................................................................

II. EVALUASI PSIKOMOTORIK


Hafalkan ayat, terjemahkan dan menganalisis ayat-ayat tentang menyelesaikan perselisihan
dalam Qs An-Nisa‟ 59, al-Hujurat:9, al-A‟raaaf 199, Al-Nahl: 126

NO NAMA NILAI NILAI TARJAMAH NILAI


SISWA HAFALAN ANALISIS
QS.. QS. QS. QS. 1 2 3 4 1 2 3 4

III. EVALUASI AFEKTIF


a. KEGIATAN DISKUSI (Asosiasi)
Setelah Ananda mendalami materi maka selanjutnya lakukanlah diskusi dengan teman sebangku
Anda atau dengan kelompok Anda, kemudian persiapkan diri untuk mempresentasikan hasil diskusi
tersebut di depan kelas.
a) Apa yang bisa diteladani dari materi yang membahas tentang menyelesaikan perselisihan,
musawarah dan ta‟aruf.
b) Buat kelompok di dalam kelasmu. Kemudian analisislah orang di lingkungan sekitarmu
yang bisa menyelesaikan permasalahan-permasalahan dengan mudah dan disa diterima
dengan senang hati. Lalu presentasikan di depan kelas!
b. Konsep Diri (self-concept)
c. Bagaimana sikap Ananda dalam menjalankan aktifitas sehari-hari, jika dihadapkan dengan
hal polemik yang terjadi dilinggunganmu? bisakah ananda mengatasinya? Bagamana
caranya? Jelaskan !
................................................................................................................................................................
................................................................................................................................................................
................................................................................................................................................................

d. Sebutkan hal-hal yang sering menyebabkan perselisihan di masarakat?


................................................................................................................................................................
................................................................................................................................................................
................................................................................................................................................................

c. Tugas tambahan PR (Pekerjan Rumah)


 PMT (penugasan mandiri tersetruktur) :
1. Bagaimana cara menyelesaikan masalah?
2. Apa pengertian musyawarah berdasarkan penjelasan di atas? jelaskan!
3. Bagaimana pengertian tawakkal?
4. Berikan contoh berbuat adil!
5. Bagaiman menyikapi multi kultural seperti yang terjadi saat ini?

 PMTT (Penugasan mandiri tidak tersetruktur):

112 Tafsir Ilmu tafsir XII agama smt 2


 Tugas individu :
Buatlah contoh penerapan dalam masyarakat tentang mustawarah dan ta‟aruf
 Tugas kelompok :
Buat kelompok, kemudian bermusyawaralah tentang suatu hal tentang fonomena
perkembangan islam pada pada masa modern lalu presentasikan di depan kelas!
d. Portofolio dan Penilaian Sikap
1. Carilah beberapa ayat lain dan hadist yang berhubungan dengan menyelesaikan perselisihan,
musyawarah dan ta‟aruf dengan mengisi kolom di bawah ini :
No. Nama Surat + No. Ayat Redaksi Ayat

1.

2.

No. Hadits Riwayat Hadits

1.

2.

2. Setelah kalian memahami uraian mengenai ajaran Islam tentang menyelesaikan perselisihan,
musyawarah dan ta‟aruf coba kamu amati perilaku berikut ini dan berikan komentar
No. Perilaku Yang Diamati Tanggapan / Komentar Anda
Marmi salah satu siswi yang selalu
1. mendakwa temannya yang tidak sefaham
dengan dia, dengan demikin timbullah
suatu masalah yang tidak diinginkan.
Marsono memimpin musawarah dengan
2. lemah lembut dan bijaksana

Catatan Guru Nilai

Mutiara Hikmah

َ َٕ ‫ (( نَْٕ ٌُ ْعطَى انَُّاسُ بِ َد ْع َٕاُْ ْى الَ َّدعًَ ِر َجا ٌل أَ ْي‬:‫ال‬


‫ال قَْٕ ٍو‬ َ ِ‫ض ًَ هللاُ َع ُُْٓ ًَا أَ ٌَّ َرسُْٕ َل هللا‬
َ َ‫صهَّى هللاُ َعهَ ٍْ ِّ َٔ َسهَّ َى ق‬ ِ ‫س َر‬
ٍ ‫ع ٍَِ اب ٍِْ َعبَّا‬
ٍٍ‫ ٔبعضّ فً انصحٍح‬,‫َٔ ِد َيا َءُْ ْى َٔنَ ِكٍ ْانبٍََُِّتُ َعهَى ْان ًُ َّد ِعً َٔ ْانٍَ ًٍٍُِْ َعهَى َي ٍْ أَ َْ َك َز)) حدٌج حسٍ رٔاِ انبٍٓقً ٔغٍزِ ْكذا‬

Dari Ibnu Abbas dari Rasulullah shallallahu „alaihi wa sallam bersabda: “Jika semua orang diberikan (apa yang
mereka dakwakan) hanya dengan dakwaan mereka, maka akan banyak orang yang mendakwakan harta dan jiwa
orang lain. Tapi yang mendakwa harus mendatangkan bukti dan terdakwa yang mengingkari harus bersumpah.”
(Hadits hasan diriwayatkan oleh Al-Baihaqy dan yang lain demikian, dan sebahagiannya di Shahihain)

Tafsir Ilmu Tafsir XII Agama smt 2 113


POTENSI AKAL DAN ILMU
IV

A. KI (Kompetensi Inti):
1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama Islam
2. Mengembangkan perilaku (jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli, santun, ramah lingkungan, gotong royong,
kerjasama, cinta damai, responsif dan pro-aktif) dan menunjukan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai
permasalahan bangsa dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan
diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
3. Memahami, menerapkan dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural dalam ilmu pengetahuan,
teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban
terkait fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai
dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang
dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan.
B. KD (Kompetensi Dasar) :
1.5 Menghayati kandungan Al-Qur‟an tentang potensi akal , ilmu pengetahuan, dan teknologi.
2.4 Memiliki potensi akal dan ilmu pengetahuan sesuai kandungan Al-Qur‟an dalam surah Ali Imran:190-191;QS al-
A‟raf: 179; QS al-Isra‟:36; QS ar-Rahman:1-4
3.4 Memahami kandungan Al-Qur‟an tentang potensi akal, ilmu pengetahuan, dan teknologi dalam surah Ali Imran:190-
191;QS al-A‟raf: 179; QS al-Isra‟:36; QS ar-Rahman:1-4
4.4 Menerapkan akal untuk mempelajari ilmu pengetahuan dan teknologi sesuai kandungan Al-Qur‟an dalam
surah Ali Imran:190-191;QS al-A‟raf: 179; QS al-Isra‟:36; QS ar-Rahman:1-4
C. Indicator
 Mampu menjelaskan tentang intisari dan keterangan dari QS al-’Alaq: 1-5, QS Yunus: 101; QS al-Baqarah: 164. Percaya
diri
 Mampu menerjemahkan QS al-’Alaq: 1-5, QS Yunus: 101; QS al-Baqarah: 164 ke dalam bahasa Indonesia dengan baik
dan benar. Jujur dan ingin tahu
 Mampu menjelaskan gambaran QS al-’Alaq: 1-5, QS Yunus: 101; QS al-Baqarah: 164 tentang perilaku orang yang taat
kepada Allah dan Rasul-Nya. Tanggung jawab dan percaya diri
 Mendalami dan memahami serta menerapkan dalam kehidupan sehari-hari QS al-’Alaq: 1-5, QS Yunus: 101; QS al-
Baqarah: 164. Religius dan santun
D. TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah KBM melalui Model/Strategi diskusi, ceramah dan demontrasi siswa dapat :
 Memahami kandungan Al-Qur‟an tentang potensi akal dan ilmu dalam QS Ali Imran:190-191;QS al-A‟raf:
179; QS al-Isra‟:36; QS ar-Rahman:1-4
 Menerapkan akal untuk mempelajari ilmu pengetahuan dan teknologi sesuai kandungan Al-Qur’an dalam
surah Ali Imran:190-191;QS al-A‟raf: 179; QS al-Isra‟:36; QS ar-Rahman:1-4

PETA KONSEP

Mari belajar membaca


surahAli Imran:190- mari belajar arti, makna
191;QS al-A’raf: 179; QS dan tarjamah Qs Ali
al-Isra’:36; QS ar- Imran:190-191;QS al-
Rahman:1-4 A’raf: 179; QS al-Isra’:36;
QS ar-Rahman:1-4
potensi
akal
mari memahami isi
dan kandungan Qs Ali Imran:190-
ilmu 191;QS al-A’raf: 179; QS al-
penerapan prilaku Isra’:36; QS ar-Rahman:1-4
potensi akal dan Ilmu
sesuai Qs Ali Imran:190-
191;QS al-A’raf: 179; QS
al-Isra’:36; QS ar-
Rahman:1-4

114 Tafsir Ilmu tafsir XII agama smt 2


A. Mari Kita Renungkan
Petuntuk: Renungkan sejenak dongeng/kisah dibawah ini dengan teliti;

Kira-kira apa yang difikirkan oleh anak ini, bagaimana dengan kalian? Sudahkah dalam
menghadapi segala hal selalu menggunakan akal sehat sehinga melahirkan hal yang positif?

Sumber:
http://kjungrana.blogspot.com/

Akal adalah salah satu potensi manusia yang perlu kita syukuri. Salah satu cara bersyukur
ialah mempergunakan akal kita sesuai dengan keinginan yang membuatnya, yaitu Allah SWT.
Dengan akal, manusia memiliki kemampuan untuk memperoleh ilmu dan pengetahuan. Suatu
kemampuan yang tidak dimiliki oleh makhluk lain. Salah satu perintah Allah SWT kepada manusia
ialah agar setiap tindakan dan tingkah lakunya berdasarkan ilmu.
“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya.
Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan
jawabnya.” (QS.17:36)

B. Amati Gambar Berikut Ini Dan Buatlah Komentar Atau Pertanyaan


Setelah Anda mengamati gambar disamping berilah komentar
atau pertanyaan yang relevan
1. …………………………………………….
…………………………………………….
……………………………………………..
2. …………………………………………….
…………………………………………….
…………………………………………….
3. ……………………………………………
……………………………………………..

Sumber: http://denidakwahkpiinedia.blogspot.com/
Setelah Anda mengamati gambar disamping berilah komentar
atau pertanyaan yang relevan
1. …………………………………………….
…………………………………………….
……………………………………………..
2. …………………………………………….
…………………………………………….
…………………………………………….
3. ……………………………………………
…………………………………………

Sumber: http://semangatislam.blogspot.com/2012/06/kedudukan-akal-dalam-islam.html

Tafsir Ilmu Tafsir XII Agama smt 2 115


Setelah Anda mengamati gambar disamping berilah komentar
atau pertanyaan yang relevan
1. …………………………………………….
…………………………………………….
……………………………………………..
2. …………………………………………….
…………………………………………….
…………………………………………….
3. ……………………………………………
……………………………………………..
……………………………………………..

Sumber: http://www.hidayatullah.com/read/16392/14/04/2011/ya-ilmuwan,-ya-ahli-ibadah.html

C. Mari menanya
Setelah kalian renungkan, membaca dan mengamati gambar / cerita di atas, ada beberapa
pertanyaan yang perlu kalian kaji dengan sejumlah pertanyaan dengan menggunakan jelaskan, apa,
bagaimana, !
 Dari ketiga Gambar diatas mana yang membutuhkan potensi akal dalam berfikir luas?
 …………………………………………………………………………………………………………...
 ……………………………………………………………………………………………………………
 ……………………………………………………………………………………………………………

D. Mari belajar
Petunjuk: dalam setiap kegiatan membaca ayat-ayat al-qur`an maka, bacalah ayat-ayat QS al-
Baqarah: 164 , QS- At-Tahriim:6, Thaahaa: 132; al-An‟aam:70 ; an-Nisaa‟:36 dan Huud: 117-119 yang
berkaitan dengan potensi akal dan ilmu berikut ini dengan tartil, baik dan benar serta usahakan
ananda bisa menghafalnya.

*untuk QS al-Baqarah: 164 Sudah dibahas di kelas XI

a. Ayo Membaca Qs al-Baqarah: 164*

             

                

          

 
b. Ayo Membaca QS Ali Imran:190-191
‫الف انو ذ ْي ِل َواهْنذ َ ِار لٓ ََي ٍت ٔل ِوِل ا ٔلمْ َح ِاب‬ ِ ‫امس َم َاو ِات َوا ٔل ْر ِض َوا ْخ ِذ‬ ‫ّا ذن ِِف َخوْ ِق ذ‬
‫ون ِِف َخوْ ِق ذ‬
‫امس َم َاو ِات‬ َ ‫اّلِل ِك َيا ًما َوكُ ُؼودًا َوػَ ََل ُجٌُوِبِ ِ ْم َوي َ َخ َفكذ ُر‬ َ ‫)اَّل َين ي َ ْذ ُن ُر‬
َ ‫ون ذ‬ ِ ‫ ذ‬٠٩١(
)٠٩٠( ‫َوا ٔل ْر ِض َرتذيَا َما َخوَ ْل َت َُ َذا َِب ِظال ُس ْح َحاه ََم فَ ِلٌَا ػَ َذ َاب اميذ ِار‬
c. Ayo mengartikan beberapa mufradāt penting dari QS Ali Imran:190-191

116 Tafsir Ilmu tafsir XII agama smt 2


‫مَ ْيل‬ : malam hari

 : siang

‫ٔل ِوِل ا ٔلمْ َح ِاب‬ : orang-orang yang berakal


‫َوػَ ََل ُجٌُوِبِ ِ ْم‬ : dalam keadan berbaring
‫َِب ِظال‬ : sia-sia
Ayo Memaknai Mufradāt Penting

Secara etimologis kata lail ( ‫ )مَ ْيل‬berasal dari al-ala, yang pada mulanya berarti
“gelap/hitam pekat”. Pemakain kata tersebut berkembang sehingga artinya pun menjadi
beranekaragam. Agaknya, dari asal pengertian inilah mereka menamakan waktu matahari
terbenam sampai dengan terbitnya fajar sebagai lail, karena kegelapan dan hitam pekatnya
situasi ketika itu.
Kata  /an-nahar mempunyai arti waktu tersebarnya cahaya, siang yang amat
terang, fajar menyingsing. Menurut syara' ialah antara terbitnya matahari sampai
terbenamnya matahari.
Kata âyah (‫ )أٓي َ ٌة‬adalah bentuk tunggal dari kata âyât (‫)أ ٓ ََي ٌت‬. Menurut pengertian
etimologi, kata itu dapat diartikan sebagai mu„jizah (‫ج َز ٌة‬ ِ ‫ = ُم ْؼ‬mukjizat), „alâmah (‫= ػَ َال َم ٌة‬
tanda), atau „ibrah (‫ب ٌة‬ َ ْ ‫ = ِػ‬pelajaran). Selain itu, âyah (‫ )أٓي َ ٌة‬dapat diartikan pula sebagai al-
amrul-„ajîb (‫ة‬ ُ ‫ = َا ْْ َل ْم ُر ْام َؼ ِج ْي‬sesuatu yang menakjubkan). Apabila kata ayat dikaitkan
dengan kata Allâh (‫ )ه‬dan segala kata ganti yang berkaitan dengan-Nya, maka kata itu
dapat diartikan dengan dua pengertian, yaitu pertama dengan “ayat-ayat Alquran” dan
dapat pula dengan “sesuatu yang menunjuk kepada kebesaran dan kekuasaan Allah”
Kata ( ‫ )ا ٔلمحاب‬al-albâb adalah bentuk jamak dari (‫مة‬
ّ ) lubb yaitu saripati sesuatu.
Kacang, misalnya memiliki kulit yang menutupi isinya. Isi kacang dinamai lubb. Ulul
Albab adalah orang-orang yang memiliki akal yang murni, yang tidak diselubungi oleh
"kulit", yakni kabut ide, yang dapat melahirkan kerancuan dalam berpikir. Yang
merenungkan tentang fenomena alam raya akan dapat sampai kepada bukti yang sangat
nyata tentang keesaan dan kekuasaan Allah SWT.
Kata () terambil dari akar kata fakkara ( ‫ )فَكذر‬adalah kata kerja yang berakar
dari huruf-huruf fâ‟ ( ‫)فَاء‬, kâf (‫) ََكف‬, dan râ‟ (‫) َراء‬. Ibnu Faris di dalam Mu„jam Maqâyîsil
Lughah menulis bahwa struktur akar kata ini mengandung makna pokok “bolak-baliknya
hati dalam suatu masalah”. Menurut Ibrahim Mustafa di dalam Al-Mu„jam Al-Wasîth, akar
katanya adalah fakara ( ‫)فَ َك َر‬, yang secara leksikal bermakna “mendayagunakan akal dalam
suatu urusan dan menyusun suatu masalah yang diketahui untuk mengetahui sesuatu yang
belum diketahui‟.
Oleh karena itu, sebagian pakar menambahkan bahwa kata fakara tidak digunakan
kecuali terhadap sesuatu yang dapat tergambar dalam benak. Itulah sebabnya, kata mereka,

Tafsir Ilmu Tafsir XII Agama smt 2 117


ada larangan berfikir menyangkut Allah Swt, “Jangan berfikir menyangkut Allah, tetapi
berfikirlah tentang nikmat-nikmat-Nya”. Alasannya, Allah tidak dapat difikirkan, dalam
artian dzat-Nya tidak dapat tergambar dalam benak seseorang.
Kata ( )terambil dari kata ( ‫ )س حح‬sabaha yang biasa diartikan berenang. Seorang
yang berenang menjauh dari posisinya. Dari kata sabbib diartikan menjauhkan Allah dari segala
kekurangan. Bahkan menurut Imam Ghazali, tasbih adalah bukan saja menjauhkan segala
kekurangan dari Dzat, sifat dan perbuatan Allah tetapi juga segala sifat kesempurnaan yang
tergambar dalam benak manusia. Didahulukannya kata ( ‫)س ححاهم‬ subhânaka yang
terjemahannya adalah Maha Suci Engkau, atas permohonan terpelihara dari siksa neraka
adalah mengajarkan bagaimana seharusnya bermohon, yaitu mendahulukan penyucian
Allah dari segala kekurangan, yakni memuji-Nya baru mengajukan permohonan. Ini
demikian, agar si pemohon menyadari aneka nikmat Allah yang telah melimpah kepadanya
sebelum adanya permohonan, sekaligus untuk menampik segala macam kekurangan dan
ketidakadilan terhadap Allah, apabila ternyata permohonan yang diajukan belum
diperkenankan-Nya.
Makna firman-Nya: ( ‫)رتيا ما خولت ُذا ِبظال‬ Rabbanâ mâ khalaqta hadzâ
bâthilan/Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia bahwa ia adalah
sebagai natijah dan kesimpulan upaya dzikir dan pikir. Bisa juga dipahami zikir dan pikir
itu mereka lakukan sambil membayangkan dalam benak mereka bahwa alam raya tidak
diciptakan Allah sia-sia.

d. Ayo menarjamahkan QS Ali Imran:190-191;


190. Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan
siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, 191. (yaitu) orang-orang yang
mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka
memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan Kami,
Tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha suci Engkau, Maka peliharalah
Kami dari siksa neraka.
5. Ayo memahami isi Kandungan QS Ali Imran:190-191
Bahwa tujuan utama surah Ali 'Imran adalah membuktikan tentang Tauhid, keesaan
dan kekuasaan Allah SWT. Hukum-hukum alam yang rnelahirkan kebiasaan-kebiasan,
pada hakikatnya ditetapkan dan diatur oleh Allah Yang Maha Hidup lagi Qayyûm (Maha
Menguasai dan Maha Mengelola segala sesuatu). Hakikat ini kembali ditegaskan pada ayat
ini dan ayat mendatang, dan salah satu bukti kebenaran hal tersebut adalah mengundang
manusia untuk berpikir, karena Sesungguhnya dalam penciptaan, yakni kejadian benda-
benda angkasa seperti matahari, bulan dan jutaan gugusan bintang-bintang yang terdapat di
langit atau dalam pengaturan sistem kerja langit yang sangat teliti serta kejadian dan
perputaran bumi dan porosnya, yang melahirkan silih bergantinya malam dan siang
perbedaannya baik dalam masa, maupun dalam panjang dan pendeknya terdapat tanda-
tanda kemahakuasaan Allah bagi ulul albâb, yakni orang-orang yang memiliki akal yang
murni.
Ibn Mardawaih juga meriwayatkan melalui Atha' bahwa satu ketika dia bersama
beberapa rekannya mengunjungi istri Nabi saw., Aisyah. R.a., untuk bertanya tentang
peristiwa apa yang paling mengesankan beliau dari Rasul saw. Aisyah menangis sambil
berkata: "Semua yang beliau lakukan mengesankan." (Kalau harus menyebut satu, maka)
satu malam, yakni di malam giliranku beliau tidur berdampingan denganku, kulitnya
menyentuh kulitku, lalu beliau bersabda: "Wahai Aisyah, izinkanlah aku beribadah kepada
Tuhanku." Aku berkata - jawab Aisyah: "Demi Allah, aku senang berada di sampingmu,
tetapi aku senang juga engkau beribadah kepada Tuhanmu." Maka beliau pergi berwudhu,

118 Tafsir Ilmu tafsir XII agama smt 2


tidak banyak air yang beliau gunakan, lalu berdiri melaksanakan shalat dan menangis hingga
membasahi jenggot beliau, lalu sujud dan menangis hingga membasahi lantai, lalu berbaring
dan menangis. Setelah itu Bilal datang untuk azan shalat Subuh." Kata Aisyah lebih lanjut,
"Bilal bertanya kepada Rasul, apa yang menjadikan beliau menangis sedang Allah telah
mengampuni dosamu yang lalu dan yang akan datang?" Rasul SAW., menjawab: "Aduhai
Bilal, apa yang dapat membendung tangisku padahal semalam Allah telah menurunkan
kepadaku ayat: Inna fi khalq as-samâwâti..., sungguh celaka siapa yang membaca tapi tidak
memikirkannya."
Ayat ini dan ayat-ayat berikut menjelaskan sebagian dari ciri-ciri siapa yang dinamai
Ulul Albab, yang disebut pada ayat yang lalu. Mereka adalah orang-orang baik lelaki
maupun perempuan yang terus-menerus mengingat Allah, dengan ucapan, dan atau hati
dalam seluruh situasi dan kondisi saat bekerja atau istirahat, sambil berdiri atau duduk atau
dalam keadaan berbaring, atau bagaimanapun dan mereka memikirkan tentang penciptaan,
yakni kejadian dan sistem kerja langit dan bumi dan setelah itu berkata sebagai
kesimpulan: 'Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan alam raya dan segala isinya ini
dengan sia-sia, tanpa tujuan yang hak. Apa yang kami alami, atau lihat atau dengar dari
keburukan atau kekurangan. Maha Suci Engkau dari semua itu. Itu adalah ulah, atau dosa
dan kekurangan kami yang dapat menjerumuskan kami ke dalam siksa neraka maka
peliharalah kami dari siksa neruka. Karena Tuhan kami, kami tahu dan yakin benar bahwa
sesungguhnya siapa yang Engkau masukkan ke dalam neraka, maka sungguh telah Engkau
hinakan dia dengan mempermalukannya di hari Kemudian sebagai seorang yang zalim
serta menyiksanya dengan siksa yang pedih. Tidak ada satu pun yang dapat membelanya
dan, dan tidak ada bagi orang-arang yang dzalim siapa pun satu penolong pun.
Di atas terlihat bahwa objek dzikir adalah Allah, sedang objek pikir adalah makhluk-
makhluk Allah berupa fenomena alam. Ini berarti pengenalan kepada Allah lebih banyak
didasarkan kepada kalbu, sedang pengenalan alam raya oleh penggunaan akal, yakni
berpikir. Akal memiliki kebebasan seluas-luasnya untuk memikirkan fenomena alam, tetapi
ia memiliki keterbatasan dalam memikirkan Dzat Allah, karena itu dapat dipahami sabda
Rasulullah saw. yang diriwayatkan oleh Abu Nu'am melalui Ibn 'Abbas, "Berpikirlah
tentang makhluk Allah, dan jangan berpikir tentang Allah."
Manusia yang membaca lembaran alam raya, niscaya akan mendapatkan-Nya.
Sebelum manusia mengenal peradaban, mereka yang menempuh jalan ini telah
menemukan kekuatan itu, walau nama yang disandangkan untuk-Nya bermacam-macam,
seperti Penggerak pertama, Yang Maha Mutlak, Pencipta Alam, Kehendak Mutlak, Yang
Maha Kuasa, Yahwa, Allah, dan sebagainya. Bahkan seandainya mata tidak mampu
membaca lembaran alam raya, maka mata hati dengan cahayanya akan menemukan-Nya,
karena dalam jangkauan kemampuan manusia memandang Tuhan melalui lubuk hatinya,
bahkan bila manusia mendengar suara nuraninya dengan telinga terbuka pasti dia akan
mendengar "suara Tuhan" menyerunya. Ini disebabkan karena kehadiran Allah dan
keyakinan akan keesaan-Nya adalah fitrah yang menyertai jiwa manusia. Fitrah itu tidak
dapat dipisahkan dari manusia, paling hanya tingkatnya yang berbeda, sekali atau pada
seseorang, ia sedemikian kuat, terang cahayanya melebihi sinar mentari, dan dikali lain
atau pada orang lain lemah, remang dan redup. Namun demikian, sumbernya tidak lenyap,
akarnya pun mustahil tercabut.
Ayat di atas juga menunjukkan bahwa semakin banyak hasil yang diperoleh dari
dzikir dan pikir, dan semakin luas pengetahuan tentang alam raya, semakin dalam pula rasa
takut kepada-Nya, yang antara lain tercermin pada permohonan untuk dihindarkan dari
siksa neraka. Memang seperti firman-Nya: "Sesungguhnya yang takut kepada Allah di
antara hamba-hamba-Nya, hanyalah para ulama/cendekiawan" (QS. Fathir [35]: 28).
Secara umum dapat disimpulkan beberapa ciri atau tanda dari mereka yang mendapat
keistimewaan dari Allah SWT. dengan gelar "Ulul Albab", yakni :
Bersungguh-sungguh mencari ilmu, seperti disebutkan dalam Al-Qur'an :

Tafsir Ilmu Tafsir XII Agama smt 2 119


"Dan orang yang bersungguh-sungguh dalam ilmu pengetahuan, mengembangkannya
dengan seluruh tenaganya, sambil berkata : "Kami percaya ini semuanya berasal dari
hadirat Tuhan kami, dan tidak mendapat peringatan seperti itu kecuali ulul albab." QS. [3]:
7
Termasuk dalam bersungguh-sungguh mencari ilmu ialah kesenangannya menfakuri
ciptaan Allah di langit dan di bumi. Allah menyebutkan tanda ulul albab ini sebagai berikut
: "Sesungguhnya dalam proses penciptaan langit dan bumi, dalam pergiliran siang dan
malam, adalah tanda-tanda bagi ulul albab. (QS. [3] : 190)
Tafakur adalah merenungkan ciptaan Allah di langit dan di bumi, kemudian
menangkap hukum-hukum yang terdapat di alam semesta. Tasyakur adalah memanfaatkan
nikmat dan karunia Allah dengan menggunakan akal pikiran, sehingga kenikmatan itu
makin bertambah.

Mampu memisahkan yang jelek dari yang baik, kemudian dia pilih yang baik,
walaupun ia harus sendirian mempertahankan kebaikan itu dan walaupun kejelekan itu
dipertahankan oleh sekian banyak orang. Allah berfirman : "Katakanlah, tidak sama
kejelekan dan kebaikan, walaupun banyaknya ejelekan itu mencengangkan engkau. Maka
takutlah kepada Allah, hai.ulul-albab." (QS 5: I00)
Kritis dalam mendengarkan pembicaraan, pandai menimbang-nimbang ucapan, teori,
proposisi atau dalil yang dikemukakan oleh orang lain; "Yang mendengarkan perkataan
lalu mengikuti apa yang paling baik di antaranya. Mereka itulah orang-orang yang telah
diberi Allah petunjuk dan mereka itulah ulul-albab." (QS. 39:18)
Bersedia menyampaikan ilmunya_kepada orang lain untuk memperbaiki
masyarakatnya; bersedia memberikan peringatan kepada masyarakat: diancamnya
masyarakat, diperingatkannya mereka kalau terjadi ketimpangan, dan diprotesnya kalau
terdapat ketidakadilan. Dia tidak duduk berpangku tangan di laboratorium; dia tidak senang
hanya terbenam dalam buku-buku di perpustakaan; dia tampil di hadapan masyarakat,
terpanggil hatinya untuk memperbaiki ketidakberesan di tengah-tengah masyarakat.
"(Al-Quran) ini adalah penjelasan yang cukup bagi manusia, dan supaya mereka
diberi peringatan dengan dia, dan supaya mereka mengetahui bahwasannya Dia adalah
Tuhan Yang Maha Esa dan agar ulul-albab mengambil pelajaran." (QS. 14:52)
"Hanyalah ulul-albab yang dapat mengambil pelajaran, (yaitu) orang-orang yang
memenuhi janji Allah dan tidak merusak perjanjian; dan orang-arang yang menghubungkan
apa-apa yang Allah perintahkan supayd dihubungkan, dan mereka takut kepada Tuhannya
dan takut kepada hisab yang buruk. Dan orang-orang yang sabar, karena mencari keridhaan
Tuhannya, mendirikan salat dan menafkahkan sebagian rezki yang Kami berikan kepada
mereka, secara sembunyi atau terang-terangan serta menolak kejahatan dengan kebaikan;
orang-orang itulah yang mendapat tempat kesudahan (yang baik)." (QS. 13:19-22)
Tidak takut kepada siapapun kecuali kepada Allah. Berkali-kali Al-Qur'an
menyebutkan bahwa ulul-albab hanya takut kepada Allah: "Berbekallah dan sesungguhnya
sebaik-baik bekal adalah takwa dan bertakwalah kepada-Ku hai ulul-albab." (QS 2:197)
" …. maka bertakwalah kepada Allah hai ulul-albab, agar kamu mendapat
keberuntungan. "(QS 5:179) "Allah menyediakan bagi mereka azab yang keras, maka ber-
takwalah kepada Allah hai ulul-albab. " (QS. 65:10)

Selanjutnya untuk memperkuat pembahasan tentang potensi akal dan ilmu ini, pelajari QS.
al-A’raf: 179 berikut !
II. Ananda sekalian, mari kita membaca QS. al-A’raf: 179 berulang-ulang secara tartil dan
bersama-sama hingga lancar dan setengah hafal!

a. Ayo Membaca QS al-A’raf: 179

120 Tafsir Ilmu tafsir XII agama smt 2


  
  
   
 
  
  
      
 
 
 
  
 
   
    
 
   
    
    
   
  
      
 
  

              

b. Ayo mengartikan beberapa mufradāt penting dari QS al-A’raf: 179;


 : Jin

 : manusia

 : lalai
c. Ayo Memaknai Mufradāt Penting

Kata () al jin, jin dalam bahasa Arab yangterdiri dari huruf Jim dan Nun, dengan berbagai
bentuknya, memiliki pengertian "benda" atau "makhluk" yang tersembunyi. Jin adalah nama jenis,
bentuk tunggalnya adalah Jiniy yang artnya adalah yang tersembunyi atau yang tertutup atau yang tak
terlihat. Hal inilah yang memungkinkan kita untuk mengaitkannya dengan sifat yang umum "Alam
Tersembunyi" sekalipun akidah Islam memaksudkannya dengan makhluk-makhluk berakal,
berkehendak, sadar dan mempunyai kewajiban, berjasad halus dan hidup bersama-sama kita di planet
bumi ini.
Kata ( ) al insan, manusia berarti jinak, harmonis, dan tampak. Kata insan berasal
dari tiga kata:anasa yang berarti melihat, meminta izin, dan mengetahui; nasiya yang
berarti lupa; dan al-uns yang berarti jinak. Kata insaan digunakan Al Qur‟an untuk
menunjuk kepada manusia dengan seluruh totalitasnya, jiwa dan raga.
Kata ()Al ghafilun terambil dari kata gbaflah, yakni lalai, tidak mengetahui atau
menyadari apa yang seharusnya diketahui dan disadari.

d. Ayo menarjamahkan QS al-A’raf: 179;


“ dan Sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan
manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-
ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat
(tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak
dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). mereka itu sebagai binatang ternak,
bahkan mereka lebih sesat lagi. mereka Itulah orang-orang yang lalai.”

e. Ayo memahami isi Kandungan QS al-A‟raf: 179


Ayat ini menjadi penjelasan mengapa seseorang tidak mendapat petunjuk dan
mengapa pula yang lain disesatkan Allah. Ayat ini juga berfungsi sebagai ancaman kepada
mereka yang mengabaikan tuntunan pengetahuannya. la menjelaskan bahwa mereka yang
Kami kisahkan keadaannya itu, yang menguliti dirinya sehingga Kami sesatkan adalah
sebagian dari yang Kami jadikan untuk isi neraka dan demi Keagungan dan Kemuliaan Kami
sungguh Kami telah ciptakan untuk isi neraka ]ahannam banyak sekali dari jenis jin dan jenis
manusia karena kesesatan mereka; mereka mempunyai hati, tetapi tidak mereka gunakan
untuk memahami ayat-ayat Allah dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak mereka gunakan
untuk melihat tanda-tanda kekuasaan Allah, dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak
mereka gunakan untuk mendengar petunjuk-petunjuk Allah. Mereka itu seperti binatang ternak
yang tidak dapat memanfaatkan petunjuk, bahkan mereka lebih sesat lagi daripada
binatang. Mereka itulah orang-orangyang benar-benar amat lalai.

Tafsir Ilmu Tafsir XII Agama smt 2 121


Hati, mata, dan telinga orang-orang yang memilih kesesatan dipersamakan dengan
binatang karena binatang tidak dapat menganalogikan apa yang ia dengar dan lihat dengan
sesuatu yang lain. Binatang tidak memiliki akal seperti manusia. Bahkan manusia yang tidak
menggunakan potensi yang dianugerahkan Allah lebih buruk, sebab binatang dengan instinknya
akan selalu mencari kebaikan dan menghindari bahaya, sementara manusia durhaka justru
menolak kebaikan dan kebenaran dan mengarah kepada bahaya yang tiada taranya.
Setelah kematian, mereka kekal di api neraka, berbeda dengan binatang yang punah
dengan kematiannya. Di sisi lain, binatang tidak dianugerahi potensi sebanyak potensi
manusia, sehingga binatang tidak wajar dikecam bila tidak mencapai apa yang dapat dicapai
manusia. Manusia pantas dikecam bila sama dengan binatang dan dikecam lebih banyak lagi jika
ia lebih buruk daripada binatang, karena potensi manusia dapat mengantarnya meraih ketinggian
jauh melebihi kedudukan binatang.
Keimanan dan petunjuk Allah sedemikian jelas, apalagi bagi yang berpengetahuan, tetapi
bila mereka tidak memanfaatkannya maka mereka bagaikan orang yang tidak mengetahui atau
tidak menyadari bahwa mereka memiliki potensi atau alat untuk meraih kebahagiaan. Inilah
kelalaian yang tiada taranya.

Selanjutnya untuk memperkuat pembahasan tentang potensi akal dan ilmu ini, pelajari QS al-
Isra’:36 berikut !
II. Ananda sekalian, mari kita membaca QS. al-Isra’:36 berulang-ulang secara tartil dan
bersama-sama hingga lancar dan setengah hafal!

a. Ayo Membaca QS al-Isra’:36


َ َ ‫امس ْم َع َوامْ َح‬
‫َص َوامْ ُف َنا َد ُ ه‬
‫ُك ُأومَ ِئ َم ََك َن َغ ْي َُ َم ْس ُئوال‬ ‫َوال ثَ ْل ُف َما مَيْ َس َ َُل ِت َِ ِػ ْ ٌَل ّا ذن ذ‬
b. Ayo mengartikan beberapa mufradāt penting dari QS al-Isra’:36;
 : pengetahuan

‫ثَ ْل ُف‬ : kamu mengikuti

‫امْ ُف َنا َد‬ : hati

‫ َم ْس ُئوال‬: diminta pertanggungan jawabnya


c. Ayo Memaknai Mufradāt Penting
Kata ( ) „Ilm, menurut Ibnu Faris di dalam Mu„jam Maqâyis al-Lughah menyebutkan
bahwa rangkaian fonem „ain, lam, dan mim, pada asalnya memiliki arti yang menunjuk pada
adanya tanda atau jejak pada sesuatu yang membedakannya dengan yang lain. Dari akar kata
ini, di antaranya lahir turunan kata berikut: Al-„alâmah ai al-ma„rûfah ( ‫= ْام َؼ َال َم ُة َأ ْي امْ َم ْؼ ُر ْوفَ ُة‬
ُ َ ‫ = امْ َؼ‬bendera atau panji); dan al-„ilmu (‫ = ْام ِؼ ْ َُل‬pengetahuan). 'Ilm
yang dikenal); al-‟alam (‫َل‬
dari segi bahasa berarti kejelasan, karena itu segala yang terbentuk dari akar katanya
mempunyai ciri kejelasan. Al Asfahani di dalam Al-Mufradât fi Garîb al-Qur‟ân
menyebutkan bahwa al-„ilmu ( ‫ ) ْام ِؼ ْ َُل‬adalah pengetahuan tentang hakikat sesuatu.
Kata ( ) Al Fu‟ad berasal dari akar kata f a d, yang bermakna gerak, atau menaruh
dalam gerak. Secara leksikal, ia adalah sinonim dari jantung, dengan sedikit perbedaan

122 Tafsir Ilmu tafsir XII agama smt 2


bahwa fuad merupakan bagian paling luar. Al Fu'ad merupakan potensi Qalb/ hati yang
berkaitan dengan indrawi, mengolah informasi yang sering dilambangkan berada dalam otak
manusia. Fu'ad mempunyai tanggung jawab pikiran yang jujur kepada apa yang dilihatnya.
Potensi ini cenderung dan selalu merujuk pada kejujuran dan jauh dari berbohong

d. Ayo menerjamahkan QS al-Isra’:36


“dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya.
Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan
jawabnya.”
e. Ayo Memahami isi Kandungan QS al-Isra‟:36
Sayyid Qutb berkomentar bahwa ayat 36, QS. Al Isra‟ ini dengan kalimat -
kalimatnya yang sedemikian singkat telah menegakkan suatu sistem yang sempurna bagi hati
dan akal, mencakup metode ilmiah yang baru saja dikenal oleh umat manusia, bahkan ayat ini
menambah sesuatu yang berkaitan dengan hati manusia dan pengawasan Allah. Tambahan
dan penekanan ini merupakan keistimewaan islam dibanding dengan metode-metode
penggunaan nalar yang dikenal selama ini dan yang sangat gersang itu. Ayat ini
menegaskan bahwa manusia pun akan dituntut mempertanggungjawabkan kerja.
Didahulukannya kata pendengaran atas penglihatan, merupakan perurutan yang
sungguh tepat, karena memang llmu kedokteran modern membuktikan bahwa indera
pendengaran berfungsi mendahului indera penglihatan. la mulai tumbuh pada diri seorang
bayi pada pekan-pekan pertama. Sedangkan indera penglihatan baru bermula pada bulan
ketiga dan menjadi sempurna mengmjak bulan keenam. Adapun kemampuan akal dan mata
hati yang berfungsi membedakan yang baik dan buruk, maka ini berfungsi jauh sesudah
kedua indera tersebut di atas. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa perurutan
penyebutan indera-indera pada ayat di atas mencerminkan tahap perkembangan fungsi
indera-indera tersebut.
Analisis pendengaran lebih dahulu berfungsi dari pada penglihatan yang difahami dari
informasi Al Quran, agaknya diperkuat oleh Hadits, yang mengajarkan bayi lahir diadzankan dari
telinga kanannya dan diiqamatkan di telinga kirinya, jika bayinya laki-laki,dan diiqamatkan di
telingan kanan-kirinya jika bayinya perempuan.
Diriwayatkan dari Abi Rafi‟ Maul, bahwa dia melihat Rasulullah SAW mengadzankan
dengan adzan shalat di telinganya Husein bin Ali, ketika telah dilahirkan oleh Fat}imah.
(Riwayat Abu Dawud dan At Turmudzi)
Jika ayat dan hadits-hadits di atas menunjukkan pendengaran adalah indera pertama yang
lebih dahulu berfungsi, maka ternyata indera pendengaran juga yang paling akhir berfungsi,
sehingga ketika skarat maut, manusia dianjurkan untuk ditalqinkan, yang artinya diajari, diingatkan,
serta dituntun mengucapkan kalimat-kalimat thayyibah.
Telinga manusia memiliki keterbatasan kemampuan pendengaran berdasarkan besar kecil
frekuensi bunyi yang didengar. Frekuensi bunyi yang dapat didengar oleh manusia normal disebut
dengan frekuensi audio. Selain bagian pendengaran, bagian telinga dalam terdapat indra pengatur
keseimbangan atau organ Vestibular. Bagian ini secara struktural terletak di belakang labirin yang
membentuk struktur utrikulus dan sakulus serta tiga saluran setengah lingkaran atau Saluran
Gelung atau semisirkular . Kelima bagian ini berfungsi mengatur keseimbangan tubuh dan
memiliki sel rambut yang akan dihubungkan dengan bagian keseimbangan dari saraf pendengaran.
Selanjutnya dipilihnya bentuk jamak untuk penglihatan dan hati, karena yang
didengar selalu saja sama, baik oleh seorang maupun banyak orang dan dari arah mana pun
datangnya suara. Ini berbeda dengan apa yang dilihat. Posisi tempat berpijak dan arah
pandang melahirkan perbedaan. Demikian juga hasil kerja akal dan hati. Hati manusia sekali
senang sekali susah, sekali benci dan sekali rindu, tingkat-tingkatnya berbeda-beda walau
objek yang dibenci dan dirindui sama.
Dalam pandangan Al Qur'an ada wujud yang tidak tampak betapapun tajamnya mata
kepala atau pikiran. Banyak hal yang tidak dapat terjangkau oleh indera, bahkan oleh akal
manusia. Yang dapat menangkapnya hanyalah hati, melalui wahyu, ilham atau intuisi. Dari

Tafsir Ilmu Tafsir XII Agama smt 2 123


sini pula sehingga Al Qur'an, disamping menuntun dan mengarahkan pendengaran dan
penglihatan, juga memerintahkan agar mengasah akal, yakni daya pikir dan mengasuh pula
daya kalbu.

Selanjutnya untuk memperkuat pembahasan tentang potensi akal dan ilmu ini, pelajari QS.
ar-Rahman:1-4 berikut !
III. Ananda sekalian, mari kita membaca QS. ar-Rahman:1-4 berulang-ulang secara tartil
dan bersama-sama hingga lancar dan setengah hafal!

a. Membaca QS ar-Rahman:1-4
)٤( ‫)ػَو ذ َم َُ امْ َح َي َان‬٦( ‫) َخوَ َق ا ٕالو ْ َس َان‬٩( ‫)ػَ ذ ََل امْ ُل ْرأ ٓ َن‬٠( ‫ذامر ْ ََح ُن‬
b. Arti dan makna mufradat dari QS ar-Rahman:1-4
petunjuk: perhatikan arti per lafal atau kalimat di bawah ini dengan baik untuk menambah wawasan
ananda sekalian;

 : Maha Pemurah

 : manusia

 : jelas

Kata ()/Ar Rahman/ Maha Pemurah, berakar dari kata rahim. Menurut pakar
bahasa Ibnu Faris (w. 395 H) semua kata yang terdiri dari huruf-huruf Ra‟ Ha‟ dan Mim,
mengandung makna “kelemahlembutan, kasih sayang dan kehalusan”. Hubungan silaturahim
adalah hubungan kasih sayang. Rahim adalah peranakan/kandungan yang melahirkan kasih
sayang. Kerabat juga dinamai rahim, karena kasih sayang yang terjalin diantara anggota-
anggotanya. Dengan kata ar Rahman menggambarkan bahwa Tuhan mencurahkan rahmat-
Nya. Hanya saja ulama menjelaskan makna kata ar Rahman adalah rahmat Allah yang
berlaku di dunia, sedang yang berlaku di akhirat diungkap dengan kata ar Rahim.
Kata ()/Al Qur‟an, adalah firman-firman Allah yang disampaikan oleh malaikat
Jibril kepada Nabi Muhammad saw. dengan lafal dan maknanya yang beribadah siapa
yang membacanya, dan menjadi bukti kebenaran mukjizat Nabi Muhammad saw. Kata Al
Qur'an juga dapat dipahami sebagai keseluruhan ayat-ayatnya yang enam ribu lebih itu, dan
dapat juga digunakan untuk menunjuk walau satu ayat saja atau bagian dan satu ayat.
Kata ( )/Al Insana/ Manusia, menurut Ibn Madzur dalam lisanul ‟arab dapat
diambil dari tiga akar kata . yaitu; Anas, Annisa, nasia. Al insan adalah makhluk yang
mempunyai daya nalar dan daya pikir yang dengannya dapat maju dan berkembang. Ia berilmu,
yang dengan ilmu dapat membedakan antara yang benar dan yang salah. Ia beradab, tidak suka
merampak dan mengambil hak orang lain tanpa izin. Ia ramah dalam pergaulan, bersahabat,
serta dapat menyesuaikan diri dengan perkembangan dan lingkungan. Ia kadang lupa dan tidak
selalu ada dalam kebenaran. Pada ayat ini mencakup semua jenis manusia, sejak Adam as.
hingga akhir zaman.
Kata ( )/Al Bayan, pada mulanya berarti jelas. Kata tersebut di sini dipahami oleh
dalam arti "potensi mengungkap" yakni kalam/ ucapan yang dengannya dapat terungkap apa
yang terdapat dalam benak.

124 Tafsir Ilmu tafsir XII agama smt 2


c. Ayo menerjamah Qs ar-Rahman 1-4
1. (tuhan) yang Maha pemurah, 2. yang telah mengajarkan Al Quran. 3. Dia menciptakan
manusia. 4. mengajarnya pandai berbicara.

d. Ayo memahami isi kandungan QS ar-Rahman:1-4


a. Rahmat Allah
Apabila seorang mengucapkan kata "Allah" maka akan terlintas atau seyogianya
terlintas dalam benaknya segala sifat kesempurnaan. Dia Maha Kuat, Maha Bijaksana,
Maha Kaya, Maha Berkreasi, Maha Pengampun, Maha Indah, Maha Suci dan lain
sebagainya. Seseorang yang mempercayai Tuhan, pasti meyakini bahwa Tuhannya Maha
Sempurna dalam segala hal, serta Maha Suci dari segala sifat kekurangan. Sifat-sifat
Tuhan yang diperkenalkan cukup banyak. Dalam salah satu hadits dikatakan bahwa
sifat atau nama-nama Tuhan berjumlah sembilan puluh sembilan nama/sifat. Salah satu
sifat Allah adalah Ar Rahman.
Dimulainya surah ini dengan kata Ar rahman bertujuan untuk mengundang rasa
ingin tahu mereka dengan harapan akan tergugah untuk mengakui nikmat-nikmat dan
beriman kepada-Nya. Di sisi lain, juga merupakan juga bantahan terhadap mereka yang
enggan mengakui-Nya itu.
Dalam konteks ayat ini dapat ditambahkan bahwa kaum musyrikin Mekah tidak
mengenal siapa ar Rahman, sebagaimana pengakuan mereka yang direkam oleh QS. Al
Furqan (25): 60, “dan apabila dikatakan kepada mereka: "Sujudlah kamu sekalian
kepada yang Maha Penyayang", mereka menjawab:"Siapakah yang Maha Penyayang itu?
Apakah Kami akan sujud kepada Tuhan yang kamu perintahkan kami(bersujud kepada -
Nya)?", dan (perintah sujud itu) menambah mereka jauh (dari iman).
Demikian juga ketika terjadi Perjanjian Hudaibiyah, Rasul SAW memerintahkan
menulis Basmalah, tetapi pemimpin delegasi musyrik Mekkah yakni Suhail bin „Amer
menolak kalimat tersebut dengan alasan, “Kami tidak mengetahui
Bismillahirrahmanirrahim, tetapi tulislah Bismika Allahuma (Dengan nama Mu Ya
Allah)”. Demikian juga ketika orang-orang musyrik Mekkah mendengar kaum muslimin
mengucapkan Basmalah, dimana terdapat kata Ar Rahman, mereka berkata, “Kami tidak
mengenal Ar Rahman kecuali Musalimah”, yakni seorang yang mengaku nabi pada masa
Rasul SAW dan menamakan dirinya Ar Rahman”. Al Qur‟an melukiskan sikap kaum
musyrik dan penjelasan Allah tentang Ar Rahman, seperti firman Nya dalam Q.S. Ar
Ra‟du (13) : 30,
              

              
“Demikianlah kami telah mengutus engkau kepada suatu ummat yang telah
mendahului mereka ummat-ummat (lainnya) supaya engkau membacakan kepada mereka
yang Kami wahyukan kepadamu (Al Qur‟an) padahal mereka ingkar kepada Ar Rahman.
Katakanlah „Dia Tuhanku, tidak ada Tuhan kecuali Dia, hanya kepada-Nya aku berserah
diri dan hanya kepada-Nya tempat kembali”
Ketika seseorang mengingat Ar Rahman, akan membawa kepada kesadaran akan
kelemahan diri serta kebutuhan kepada Allah, menghayati kekuatan dan kekuasaan
Allah, serta rahmat dan kasih sayang-Nya yang tercurah bagi seluruh makhluk. Kalau
yang demikian itu tertanam di dalam jiwa, maka pasti nilai-nilai luhur terjelma.
Rahmat yang menghiasi diri seseorang, tidak luput dari rasa pedih yang dialami
oleh jiwa pemiliknya. Rasa itulah yang mendorongnya untuk mencurahkan rahmat
kepada yang dirahmati. Rahmat dalam pengertian demikian adalah rahmat makhluk, Al -
Khaliq (Allah) tidak demikian. Seperti ungkapan Imam Ghazali- “Jangan Anda duga
bahwa hal ini mengurangi makna rahmat Tuhan, bahkan di sanalah kesempurnaannya.
Rahmat yang tidak dibarengi oleh rasa pedih, sebagaimana rahmat Allah tidak berkurang

Tafsir Ilmu Tafsir XII Agama smt 2 125


karena kesempurnaan rahmat yang ada di dalam, ditentukan oleh kesempurnaan
buah/hasil rahmat itu saat dianugerahkan kepada yang dirahmati dan betapapun Anda
memenuhi secara sempurna kebutuhan yang dirahmati, yang bersangkutan ini tidak
merasakan sedikitpun apa yang dialami oleh yang memberinya rahmat. Kepedihan yang
dialami oleh sipemberi merupakan kelemahan makhluk”.
Adapun yang menunjukkan kesempurnaan rahmat Ilahi walaupun Yang Maha
Pengasih itu tidak merasakan kepedihan, menurut Imam Ghazali, karena makhluk yang
mencurahkan rahmat saat merasakan kepedihan itu, hampir-hampir saja dapat dikatakan
bahwa saat ia mencurahkannya, ia sedang berupaya untuk menghilangkan rasa pedih itu
dari dirinya, dan ini berarti bahwa pemberiannya tidak luput dari kepentingan dirinya.
Hal ini mengurangi kesempurnaan makna rahmat, yang seharusnya tidak disertai dengan
kepentingan diri, tidak pula untuk menghilangkan rasa pedih tetapi semata-mata demi
kepentingan yang dirahmati. Demikianlah Rahmat Allah SWT.
Curahan rahmat Tuhan secara aktual dilukiskan dengan kata Rahman, sedang sifat
yang dimiliki-Nya seperti yang tergambar dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam
Muslim, “Allah SWT., menjadikan rahmat seratus bagian. Dia menyimpan di sisi -Nya
sembilan puluh sembilan bagian dan diturunkan-Nya ke bumi ini satu bagian. Satu
bagian inilah yang dibagi pada seluruh makhluk. (Begitu meratanya sampai-sampai satu
bagian yang dibagikan ltu diperoleh pula oleh) seekor binatang yang mengangkat
kakinya karena dorongan kasih sayang, khawatir jangan sampai menginjak anaknya"
Pemilik rahmat yang sempurna adalah yang mengkehendaki dan melimpahkan
kebajikan bagi yang butuh serta memelihara mereka. Sedang Pemilik rahmat yang
menyeluruh adalah yang mencurahkan rahmat kepada yang wajar maupun yang tidak
wajar menerimanya. Dalam konteks ayat yang sedang dibahas ini, salah satu rahmat
Allah yang ditonjolkan adalah pemberian rahmat berupa pengajaran dan pemahaman
terhadap Al Qur‟an, melalui Jibril as untuk disampaikan kepada Nabi Muhammad
SAW., sehingga manusia mengerti akan kesejatian dirinya.
Rahmat Allah bersifat sempurna karena setiap Dia menghendaki tercurahnya
rahmat, seketika itu juga rahmat tercurah. Rahmat-Nyapun bersifat menyeluruh karena
ia mencakup yang berhak maupun yang tidak berhak serta mencakup pula aneka
macam rahmat yang tidak dapat dihitung atau dinilai .

b. Pengajaran dan Pemahaman Al Qur‟an


Allah Ar-Rahman yang mengajarkan al-Qur'an itu Dialah yang menciptakan
manusia makhluk yang paling membutuhkan tuntunan-Nya, sekaligus yang paling
berpotensi memanfaatkan tuntunan itu dan mengajarnya ekspresi yakni kemampuan
menjelaskan apa yang ada dalam benaknya, dengan berbagai cara utamanya adalah
bercakap dengan baik dan benar.
Ketika Al Qur‟an berada di Lauh Mahfuzh tidak diketahui bagaimana
keadaannya, kecuali Allah yang mengetahuinya, karena waktu itu Al Qur‟an berada di
alam ghaib, kemudian Allah menampakkan atau menurunkannya ke Baitul „Izzah di
langit bumi. Secara umum, demikian itu menunjukkan adanya Lauh Mahfuzh, yaitu
yang merekam segala qadha dan takdir Allah SWT, segala sesuatu yang sudah, sedang,
atau yang akan terjadi di alam semesta ini. Demikian ini merupakan bukti nyata akan
mengagungkan kehendak dan kebijaksanaan Allah SWT yang Maha Kuasa.
Transmisi pengetahuan menyangkut Al Qur‟an hingga diterima Nabi SAW., tidak
dapat lepas dari peran Jibril as. Malaikat Jibril menerima dari Allah wahyu-wahyu Al
Qur'an untuk disampaikan kepada Rasul SAW., termasuk juga yang diajar-Nya, karena
bagaimana mungkin malaikat itu dapat menyampaikan bahkan mengajarkannya kepada
Nabi SAW. Bagaimana mungkin malaikat Jibril mampu mengajarkan firman Allah itu
kepada Nabi Muhammad SAW., kalau malaikat itu sendiri tidak memperoleh
pengajaran dan Allah. sebagaimana dinyatakan dalam QS. An Najm (53): 5,

126 Tafsir Ilmu tafsir XII agama smt 2


   
“yang diajarkan kepadanya oleh (Jibril) yang sangat kuat”.
Pengajaran dan pemahaman yang diperoleh oleh Jibril as, dari Allah berdasar
kalam Nya. Bahwa kalam bukan sekadar mewujudkan suara dengan menggunakan
rongga dada, tali suara dan kerongkongan. Bukan juga hanya dalam keanekaragaman
suara yang keluar dari kerongkongan akibat perbedaan makhdrij' al-hutiif (tempa.t-
tempa.t keluarnya huruf) dari mulut, tetapi juga bahwa Allah Yang Maha Esa
menjadikan manusia dengan mengilhaminya mampu memahami makna suara yang
keluar itu, yang dengannya dia dapat menghadirkan sesuatu dari alam nyata ini,
betapapun besar atau kecilnya, yang wujud atau tidak wujud, yang berkaitan dengan
masa lampau atau datang, juga menghadirkan dalam benaknya hal-hal yang bersifat
abstrak yang dapat dijangkau oleh manusia dengan pikirannya walau tidak dapat
dijangkau oleh inderanya. Itu semua dihadirkan oleh manusia kepada pendengar dan
ditampilkan ke indranya seakan-akan pendengar itu melihatnya dengan mata kepala.
Tidaklah dapat wujud kehidupan bermasyarakat manusia, tidak juga makhluk ini
dapat mencapai kemajuan yang mengagumkan dalam kehidupannya, sebagaimana yang
telah dicapai dewasa ini, kecuali dengan kesadaran tentang al-kalam/pembicaraan itu,
karena dengan demikian dia telah membuka pintu untuk memperoleh dan memberi
pemahaman. Tanpa itu manusia akan sama saja dengan binatang dalam hal
ketidakmampuannya mengubah wajah kehidupan dunia ini.
Al Quran menegaskan bahwa Nabi Muhammad SAW., tidak pernah membaca
satu kitab atau menulis satu kata sebelum datangnya wahyu Al Quran. "Engkau
tidak pernah membaca satu kitab pun sebelumnya (Al-Quran), tidak juga menulis
satu tulisan dengan tanganmu, (andai kata kamu pernah membaca dan menulis)
pasti akan benar-benar ragulah orang yang mengingkari-(mu)" (QS. Al 'Ankabut
(29): 48).
Ayat ini secara pasti menyatakan bahwa Nabi SAW., adalah orang yang tidak
pandai membaca dan menulis. Banyak ulama yang memahami bahwa kendatipun
kemudian Nabi SAW., menganjurkan umatnya belajar membaca dan menulis, namun
beliau sendiri tidak melakukannya, karena Allah Swt. ingin menjadikan beliau sebagai
bukti bahwa informasi yang diperolehnya benar-benar bukan bersumber dari manusia,
melainkan dari Allah SWT.
Pengajaran Al bayan itu tidak hanya terbatas pada ucapan, tetapi mencakup segala
bentuk ekspresi, termasuk seni dan raut muka. Bahkan menurut Al Biqa'i, pakar tafsir
dari lemba Bekka, Libanon, menyatakan bahwa kata al-bayan adalah potensi berpikir,
yakni mengetahui persoalan kulli dan ju'i, menilai yang tampak dan juga yang gaib dan
menganalogikannya dengan yang tampak. Sekali dengan tanda-tanda, dikali lain dengan
perhitungan, kali ketiga dengan ramalan dan di kali selanjutnya dengan memandang ke
alam raya serta cara-cara yang lain, sambil membedakan mana yang baik dan mana yang
buruk atau semacamnya. Itu semua disertai dengan potensi untuk menguraikan sesuatu
yang tersembunyi dalam benak serta menjelaskan dan mengajarkannya kepada pihak
lain. Sekali dengan kata-kata, di kali lain dengan perbuatan, dengan ucapan, tulisan,
isyarat dan lain-lain. Dengan demikian manusia tadi mampu untuk menyempurnakan
dirinya sekaligus menyempurnakan selainnya.

f. Prilaku orang yang menerapkan potensi akal dan ilmu (pendalaman karakter)
Dengan memahami ayat-ayat tentang potensi akal dan ilmu pengetahuan maka
seharusnya ananda memiliki sikap-sikap bisa ditularkan kepada halayak, Coba lanjutkan
sikap-sikap lain yang ananda temukan dari tema pembahasan kita hari ini, letakkan pada
titik-titik dibawahnya;
 pertama, menerima adanya ketentuan Allah swt yang berupa syari'at yang wajib diterima apa
adanya tidak boleh diakal-akalkan, Contoh: Raka'at sholat wajib, subuh dua rakaat, zuhur

Tafsir Ilmu Tafsir XII Agama smt 2 127


empat rakaat, tidak dapat dipertanyakan mengapa demikian, aturan sholat jamaah saf
perempuan di belakan saf laki-laki, sudah ketentuan tidak dapat dipertanyakan kenapa, tata
cara berwuduk, tidak dapat dipertanyakan mengapa ketika kita batal wuduk yang dicuci muka
dan dua tangan serta kaki?, tidak ada jawaban dan tidak bisa dipertanyakan maupun diakal-
akalkan. Semuanya harus mengikuti tata cara yang disampaikan rasul pada kita.
 Kedua, menerima segala sesuatu yang bersifat ghaib, berita-berita tentang peristiwa yang
terjadi setelah hari kiamat, Syurga dan neraka, tidak dapat dipertanyakan dan harus diterima
apa-adanya. Karena diluar jangkauan akal manusia, dan percuma saja kita memikirkannya,
atau menafsir-nafsirkannya karena yang paling tahu urusan ini hanya Allah dan Rasulnya. Jadi
salah tafsir Muhammad Abduh, Sayyid Muhammad Rasyid Ridho, yang menyatakan Jin
adalah jasad renik atau microba yang terdapat di dunia nyata.
 Ketiga, menerima setiap sesuatu yang sudah tetap ditetapkan dalam kitabnya (Al-Qur'an),
seperti makanan dan minuman yang haram, daging babi makanan yang haram, minuman
keras, (khamer), adalah minuman haram. Perbuatan yang haram, seperti berjudi, riba atau
membungakan uang dan sebagainya. Hal-hal tersebut diatas tidak dapat dipertanyakan dan
harus diterima apa-adanya, tidak seperti aliran Islam JIL (Jaringan Islam Liberal), setuju
dalam penggunaan akal dalam Islam, tetapi tidak salah kaprah, menabrak semua ketetapan
Allah swt. Kalau itu dilakukan tidak ada artinya lagi turunnya Kitab suci Al-Qur'an, Wahyu,
dan Kenabian. Jika hanya seperti JIL, tentunya sudah cukup dengan akal saja.

g. KESIMPULAN
Setelah mempelajari materi di atas, tentunya ananda sekalian dapat menyimpulkan beberapa
hal, diantaranya adalah sebagaimana tercantum di bawah ini. Coba lanjutkan dan temukan
materi-materi pokok lain yang belum tercantum!

1. Konsep pendidikan Islam yang diperkenalkan Al-Qur'an adalah dengan konsep dzikir dan
pikir. Dzikir didahulukan karena wujud yang ada (makhluk) berpangkal dan bertolak pada
Allah SWT. Dan konsep pikir merupakan kelanjutan dari sikap kedekatan kepada Allah SWT.
Sekaligus sebagai dasar memperoleh dan mengembangkan ilmu pengetahuan.
2. Tujuan utama pengembangan pendidikan adalah …………………………………………….
…………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………..
3. Hal yang harus ditanamkan kepada jiwa pencari ilmu adalah ………………………………..
.…………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………..
4. Manusia mempunyai daya atau potensi yang beragan dengan …………………………………
…………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………..
5. Dengan pemberian potensi inderwi tersebut handaknya manusia semakin tergugah
kesadaranya untuk ……………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
……………………………………....................................................................................
6. Melalui potensi inderwi yang ada, kita dapat berkata bahwa semua itu diberikan Allah untuk
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
7. Bahwa Allah adalah sumber segala rahmat, ……………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………..

128 Tafsir Ilmu tafsir XII agama smt 2


8. Al Qur‟an adalah wahyu Allah yang telah banyak memberi petunjuk dan menginspirasi Nabi
Muhammad SAW ……………………………………………………………………………..
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………….
9. Kesadaran diri akan keberadaanya sebagai mahluk termulya hendaknya memicu diri untuk
terus melakukan ………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………...

h. Ayo berlatih
Petunjuk: setiap kegiatan evaluasi bacalah dengan teliti; kata perintahnya, soalnya, carilah
referensi yang bisa ditenulusuri dengan penuh tanggung jawab khususnya soal esay
I. Evaluasi Cognitif
a. Soal Pilihlah Ganda
1. Dalam surat Ali „Imron ayat 190 di D. mencontohkan orang orang yang
bawah ini artinya adalah.... soleh
E. memberikan inspirasi untuk masuk
      agama islam
3. Kata Qayyum bermakna....
      A. Maha pemberi dan maha adil
A. Sesungguhnya dalam penciptaan B. Maha pengasih dan maha
langit dan bumi,dan silih mengetahui
bergantinya malam dan siang C. Maha menguasahi dan maha
terdapat tanda- tanda bagi orang– mengelola segala sesuatu
orang yang berakal D. Maha perkasa dan maha kuat seluruh
B. Sesungguhnya dalam penciptaan alam
surga dan neraka , dan silih E. Maha indah dan mempesona
bergantinya malam dan siang
terdapat tanda- tanda bagi orang– 4. Dalam surat al israa‟ ayat 36 terdapat
orang yang berakal kata Al Fu‟ad berasal dari kata f a d,yang
C. Sesungguhnya dalam penciptaan bermakna ....
bumi dan bulan,dan silih bergantinya A. lihat,atau menaruh dalam gerak
malam dan siang terdapat tanda-
tanda bagi orang–orang yang berakal B. gerak,atau menaruh dalam melihat
D. Sesungguhnya dalam penciptaan C. melihat,atau menaruh kegelapan
manusia dan hewan,dan silih D. gerak,atau menaruh dalam gerak
bergantinya malam dan siang E. merasa sepi di saat suasana ramai
terdapat tanda- tanda bagi orang– 5.Ketika Al-Qur‟an berada di Lauh
orang yang berakal Mahfuzh tidak diketauhi bagaimana
E. Sesungguhnya dalam penciptaan keadaannya,kecuali Allah yang
planet-planet,dan silih bergantinya mengetahuinya,karena waktu itu Al-
malam dan siang terdapat tanda- Qur‟an berada di alam ghaib,kemudian
tanda bagi orang–orang yang berakal Allah menampakkan atau
2. Tujuan utama surat ali imron adalah.... menurunkannya ke Baitul izzah di langit
A. membuktikan bahwa Allah SWT itu bumi.secara umum,demikian itu
maha adil dan perkasa menunjukkan adanya Lauh Mahfuzh,
B. membuktikan tentang tauhid,keesaan yaitu.....
dan kekuasaan Allah SWT A. yang merekam segala keadaan di
C. membuktikan tentang kekutan Alah bumi dan langit semesta alam
dan manusia B. yang merekam qadha dan takdir Allah
SWT

Tafsir Ilmu Tafsir XII Agama smt 2 129


C. yang mengatur seluruh alam semesta E. dan sesungguhnya kami jadikan
D. yang mengatur rezeki manusia seluruh untuk(isi neraka jahanam) kebanyakan
alam dari jin dan manusia
E. yang menciptakan alam semesta alam 8.Kata an-nahar mempunyai arti waktu
ini adalah Allah AWT tersebarnya cahaya,siang yang amat
terang,fajar menyingsing.menurut
6.Al-Quran menegaskan bahwa Nabi syara‟ ialah ...
Muhammad SAW,tidak pernah membaca A. antara terbitnya matahari sampai
satu kitab atau menulis satu kata sebelum terbenamnya dari atas
datangnya wahyu Al-Qur‟an.hal ini di B. antara terbenamnya matahari dan
jelaskan dalam surat.... bulan bersinar di malam hari
A. al-Baqarah ayat 25-27 C. antara terbitnya matahari sampai
terbenamnya matahari
B. al-Anbiya‟ ayat 25-27 D. antara hubungan matahari dan bulan
C. al-A‟raf ayat 10 E. antara hubungan matahari dan bumi
9. Konsep pendidikan yang di perkenalkan
D. al-Bayyinah ayat 2-3 Al-Qur‟an adalah dengan konsep....
E. al-Ankabut ayat 48 A. dzikir dan merenungkan

7.Dalam surat Al-A‟raaf ayat 179 yang B. berdo‟a dan memohon ampun
berarti....
       C. dzikir dan pikir
D. pikir dan mohon ampun
A. dan sesungguhnya kami jadikan
untuk(isi neraka jahanam) kebanyakan E. berdo‟a dan pikir
dari jin dan malaikat
B. dan sesungguhnya kami jadikan 10.Dengan pemberian potensi indrawi
untuk(isi neraka jahanam) kebanyakan tersebut hendaknya manusia semakin
dari manusia dan malaikat tergugah kesadaranya untuk
C. dan sesungguhnya kami jadikan memfungsikan sebagaimana
untuk(isi surga)kebanyakan dari mestinya,karena hal itu akan di tuntut.....
malaikat dan manusia A. pertanggung jawabanya di kemudian
D. dan sesungguhnya kami jadikan hari
untuk(isi rumah)kebanyakan manusia B. pertanggung jawabanya di surga
yang sholeh C. pertanggung jawabanya di neraka
D. pertanggung jawabanya di bumi
E. jawaban a dan b betul

b. Portofolio dan Penilaian Sikap


1) Carilah beberapa ayat lain yang berhubungan dengan potensi akal dan ilmu dengan mengisi kolom di
bawah ini :
Nama Surat + No. Ayat
No. Redaksi Ayat /

1.

2.

F. Carilah beberapa hadist yang berhubungan dengan potensi akal dan ilmu dengan mengisi kolom di
bawah ini :
Hadits Riwayat
No. Hadits

130 Tafsir Ilmu tafsir XII agama smt 2


1.

2.

G. Setelah kalian memahami uraian mengenai ajaran Islam tentang potensi akal dan ilmu coba
kamu amati perilaku berikut ini dan berikan komentar

No. Perilaku Yang Diamati Tanggapan / Komentar Anda


Arik Setiap Ulangan selalu berfikir
1. sendiri tidak pernah menyontek
Samson berdiskusi dengan teman-
2. temannya untuk memutuskan
masalah yang sedang mereka alami

II. EVALUASI AFEKTIF


a. Kegiatan diskusi
Setelah Ananda mendalami materi maka selanjutnya lakukanlah diskusi dengan teman
sebangku Anda atau dengan kelompok Anda, kemudian persiapkan diri untuk mempresentasikan hasil
diskusi tersebut di depan kelas.
1. menghafal ayat dan tarjamah yang terkait.
2. Apa yang bisa diteladani dari materi yang membahas tentang mengedepankan etos kerja.
3. Buat kelompok di dalam kelasmu. Kemudian analisislah tentang tipe seorang yang
mengedepankan etos kerja di lingkungan sekitarmu. Lalu presentasikan di depan kelas!

b. Tugas tambahan PR (Pekerjan Rumah)


 PMT (penugasan mandiri tersetruktur) :
Untuk menguji pemahaman kalian tentang isi, jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut,
dalam buku tugasmu!.
1. Jelaskan hikmah kandungan ayat QS. Al-Isra‟ ayat 36 !
2. Tuliskan tafsiran dari QS. Ali-„Imron ayat 190 !
3. Berikan contoh penerapan QS. Al-A‟raf ayat 179 dalam kehidupan sehari-hari !
4. Sebutkan hikmah dalam kandungan Qs.Al a‟raaf !
5. Apa tujuan utama dari diturunkannya surat Ali imron ?

PESAN MORAL  Penguatan/ motivasi untuk melakukan dimulai dari sekarang,


dari yang kecil, dari diri sendiri
 PMTT (Penugasan mandiri tidak tersetruktur):
1. Diskusikanlah dalam kelompokmu tentang penafsiran QS. Al-A‟raaf 179 !.
2. Tuliskan asbaabun nuzul QS. Ali „Imron 190-191 !
Catatan guru Nilai

Mutiara Hikmah

َ َ‫تفَفًِاَ ِخ َزة؟ق‬
‫ال‬ ُ ‫قُ ْه‬٫‫ض َمانَُّاسُ فِ ًْان ُّد ٍََْا؟قَا َل׃بِ ْان َع ْق ِم‬
َ ‫فَا‬PUSTAKA
َ‫ي َش ًْ ٍءٌَت‬ ِّ َ ‫هللابِأ‬
ّ ‫تٌَا َرسُْٕ َل‬ ُ ‫ت׃﴿قُ ْه‬ ْ َ‫ع ٍَْعَائِ َشتقَه‬
DAFTAR
‫هللا ِيٍَ ْان َع ْق ِمفَبِقَد ِر‬
ّ ‫تعَائِ َشت‌׃إََِّ ًَاٌُجْ َزْٔ ٌَ بِأ َ ْع ًَانِ ِٓ ْى؟قَا َل ََْٔمْ َع ًِهُْٕ اإِالَّبِقَ ْد ِر َياأَ ْعطَاُْ ُى‬ ْ َ‫فَقَان‬٫‫׃بِ ْان َع ْق ِم‬
٨ٓ٥\۲،‫تاَ ْع ًَانَُّٓى َٔبِقَ ْد ِر َيا َع ًِهُْٕ اٌُجْ َزْٔ ٌ﴾ رٔاِاحارثفًانًسُد‬ ْ ََ‫َياا ُ ْعطُْٕ ا ِيٍَ ْان َع ْق ِم َكا‬
Artinya : Tafsir Ilmu Tafsir XII Agama smt 2 131
“ Diceritakan dari Aisyah RA, berkata: (Saya berkata kepada Rosul.”Ya Rasul,
dengan apa manusia itu diutamakan di dunia?” Rasul menjawab: “Dengan akal”. Aisyah
Ahsin W, Kamus Ilmu Al-Qur`an, 2008, Jakarta, Amzah, Cet. III
Al Farmawiy, Abd al-Hayy, Metode Tafsir Maudhu’i Suatu Pengantar, Jakarta: Raja Grafindo Persada, 1996.
Alimin Mesra, Ulumul Qur’an, cet. 1, ( Jakarta: PSW, 2005 )
Al Munawar, Said Agil Husin., Al-Qur`an Membangun Tradisi Kesalehan Hakiki, Jakarta: Ciputat Press, 2002.
Al Qaththan, Manna’ Khalil., Studi Ilmu-Ilmu Quran, Jakarta: Litera AntarNusa, 1996.
-----------------, Pengantar Studi Ilmu Al-Qur`an, cet. 1, (Jakarta: Pustaka AlKausar, 2006)
Anwar, Rosihon. Ilmu Tafsir, cet. 3, (Bandung: Pustaka Setia, 2005)
Arif Junaidi, Akhmad, Pembaharuan Metodologi Tafsir Al-Qur`an (Studi Atas Pemikiran Tafsir Kontekstual Fazlur Rahman),
Semarang: CV. Gunung Jati, 2000.
Ash-Shalih, Subhi, Membahas Ilmu-ilmu Al-Qur`an, Jakarta:Pustaka Firdaus, 1995.
As-Shauwy, Ahmad, Mukjizat Al-Qur`an dan Sunnah Tentang IPTEK, Jakarta: Gema Insani Preass, 1995.
Baidan, M. Nashruddin, Metodologi Penafsiran Al-Qur`an, Yogyakarta: Pustaka pelajar, 2005.
Baiquni, Ahmad Prof,MSc,PhD, 1997, Al-Qur`andan Ilmu Pengetahuan Kealaman,
Jakarta, PT Dana Bhakti Prima Yasa, Cet 1.
Buchori, Didin Saefuddin, Pedoman Memahami Kandungan Al-Qur`an, Bogor: Granada Sarana Pustaka, 2005.
Dawam Rahardjo, Paradigma Al-Qur`an Metodologi Tafsir dan Kritik Sosial, Jakarta: Pusat Studi Agama Dan Peradaban
(PSAP) Muhammadiyah, 2005.
Depag R.I., Al-Qur`an dan Terjemahnya, 1990.
Fazlur Rahman, Islam, cet.5, (Bandung: Pustaka, 2003)
Hadi Poermono, Syaichul. Ilmu Tafsir Al-Qur`an Sebagai Pengetahuan Pokok Agama Islam.
Hafidz Abdurrahman, Ulumul Qur’an Praktis, Cet. 1, (Bogor: Dea Pustaka, 2004)
Izzan, Ahmad. Metodologi Ilmu Tafsir, tt: Tafakur, t.t.
KH.Q Saleh, Asbabun Nuzul, tt, Bandung, Diponegoro
M. Ali Hasan, Pelajaran Ilmu Tafsir/Al-Qur`an Untuk PGAN Dan MAN, Bulan Bintang, Jakarta, Cetakan Ketiga,
1979
M. Quraish Shihab, (ed), Ensiklopedia Al-Qur`an, Jakarta, Lentera Hati, Edisi Revisi
------------------, 2006. Bencana, dalam Jurnal Studi Al-Qur`an, Vol.1, No.1.
------------------, Pengantin Al-Qur`an, Jakarta : Lentera Hati, 2007, 163-179
------------------, 1992. Membumikan Al-Qur`an, Bandung : Mizan, Cet. II.
------------------, 1996. Wawasan Al-Qur`an, Bandung : Mizan.
------------------, 2006. Dia di mana-mana, tangan Tuhan dibalik setiap fenomena, Lentera Hati, Jakarta
------------------, 2005. Tafsir Al Misbah, Jakarta : Lentera Hati, Vol. 4, Cet. III
------------------, 2005. Tafsir Al Misbah, Jakarta : Lentera Hati, Vol. 5, Cet. IV
------------------, 2005. Tafsir Al Misbah, Jakarta : Lentera Hati, Vol. 7, Cet. IV
------------------, 2005. Tafsir Al Misbah, Jakarta : Lentera Hati, Vol. 9, Cet. III
------------------, 2005. Tafsir Al Misbah, Jakarta : Lentera Hati, Vol. 11, Cet. IV
------------------, 2005. Tafsir Al Misbah, Jakarta : Lentera Hati, Vol. 13, Cet. III
------------------, 2005. Tafsir Al Misbah, Jakarta : Lentera Hati, Vol 14, Cet, III
------------------, 2005.Tafsir Al Misbah, Jakarta : Lentera Hati, Vol. 10, Cet. III.
------------------, 2006. Dia Dimana-mana, Jakarta : Lentera hati, Cet. IV.
------------------, 2006. Tafsir Al Misbah, Jakarta : Lentera Hati, Vol 1, Cet. V
------------------, 2006. Tafsir Al Misbah, Jakarta : Lentera Hati, Vol. 2, Cet. V
------------------, 2007. Pengantin Al-Qur`an, Jakarta : Lentera Hati.
------------------, Tafsir Al Misbah, Jakarta : Lentera Hati, Vol. 11, Cet. IV, 2005
-----------------, Sejarah Dan ‘Ulum Al-Qur`an, Jakarta: Pustaka Firdaus, 1999.
Mujiyono Abdillah, Agama Ramah Lingkungan, 2001, Jakarta, Paramadina
Mani’ Abd Halim Muhammad, Metode Tafsir, cet. 1, (Jakarta: Rajawali Pers, 2006)
Muhammad Anwar Junan, Studi Ilmu-Ilmu Al-Qur`an, cet. 1, (Jakrta: Pustaka Firdaus, 2001)
Muhammad Zaini, Ulumul Qur’an; Suatu Pengatar, cet. 1, (Banda Aceh: Yayasan Pena, 2005)
Nata,Abuddin Metodologi Studi Islam, (Jakarta: Rajawali Press, 2009)
Nurcholis Madjid, Pesan-Pesan Taqwa, Jakarta, 2000, Paramadina
-----------------, Islam Doktrin dan Peradaban, Jakarta, 1992, Paramadina
Nurfaizin Maswan, Kajian Deskriptif Tafsir ibn Katsir, cet. 1 (Yogyakarta: Menara Kudus, 2002)
Qardhawi, Yusuf. 2001, Al Khalal wa Al Kharam fi Al Islam, (terj), Jakarta : Rabbani Press, Cet. I
Rohimin, Metodologi Ilmu Tafsir Dan Aplikasi Model Penafsiran, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2007.
Sahilun A. Nasir, Ilmu Tafsir Al-Qur`an, Al-Ikhlas, Surabaya, 1987

132 Tafsir Ilmu tafsir XII agama smt 2


Shihab, M. Umar, Kontekstualitas Al-Qur`an Kajian Tematik atas Ayat-ayat Hukum Dalam Al-Qur`an, Jakarta:
Penamadani, 2005.
Sulaiman Noordin, Sains Menurut Perspektif Islam, 2000, Kuala Lumpur, Dewan Bahasa Dan pustaka Malaysia
Supiana dan M. Karman, Ulumul Quran dan Pengenalan Metodologi Tafsir, Bandung: Pustaka Islamika, 2002.
Suryadilaga, Alfatih. dkk., Metodologi Ilmu Tafsir, Yogyakarta: Teras, 2005.
Syauqi Abu Khalil, Atlas Al-Qur`an, 2003, Jakarta, Almahira
T.M. Hasbi Ash Shiddiqy, Sejarah Dan Pengantar Ilmu Tafsir, Bulan Bintang, Jakarta, Cet. III.
Taufik Abdullah (et,al), Ensiklopedia Tematis Dunia Islam, 2003, Jakarta, PT. Ichtiar Baru Van Hoeve, Vol. 1, 3 dan 4
Watt, W. Montgomery, Pengantar Studi Al-Qur`an, Jakarta: Raja Grafindo Persada, 1995.

Tafsir Ilmu Tafsir XII Agama smt 2 133