Anda di halaman 1dari 5

M-V

GAS-GAS BERBAHAYA PADA TAMBANG BAWAH TANAH

A. Udara Pada Tambang


Kebakaran ataupun ledakan yang diakibatkan oleh gas methana dapat
terjadi jika terdapat unsur-unsur pemicunya yaitu api, oksigen dan bahan bakar.
Untuk syarat dari suatu ledakan yaitu bahan bakar, panas, udara, ruang terisolasi
dan terdapat tahanan atau suspention. Debu batubara merupakan material
batubara yang berbentuk bubuk yang berasal dari hancran batubara pada saat
kegiatan penambangan. Debu batubara pun dapat meledak jika debu tersebut
terambang pada udara sekitar.
Udara dalam tambnag bawah tanah meliputi suatu campuran antara
udara atmosfir dengan emisi gas yang baerada didalam tambang dan bahan
pengotor lainnya. Sehingga udara perlu dijaga kualitasnya. Adapun standar
udara bersih yaitu udara yang memiliki komposisi yang sama atau nilainya
mendekati komposisi udara pada keadaan normal. Beikut adalah tabel dan
komposisi udara :
Tabel 1
Komposisi Udara Segar
Unsur Persen Volume (%) Persen Berat (%)
Nitrogen (N2) 78,09 75,53
Oksigen (O2) 20,95 23,14
Krbondioksida (CO2) 0,03 0,046
Argon (Ar), dll 0,93 1,284
Sumber : Buku Pegangan Peserta Diklat BDTBT, 2017.

Dalam perhitungan udara segar normal dalam ventilasi tambang yaitu :


1. Nitrogen = 79%
2. Oksigen = 21%
Udara dalam ventilasi akan selalu mengandung uap air dan tidak ada
yang kering, jadi dalam ventilasi selalu terdapat nilai kelembaban udara. Debu
juga sangat mempengaruhi kuaiitas udara ventilasi dan kegiatan
penambangannya.
Sumber : Buku Balai Diklat Tambang Bawah Tanah, 2016
Foto 1
Efek Debu Batubara

B. Pengendalian Kualitas Udara Pada Tambang


Udara tambang merupakan suatu campuran dari udara bebas dengan
bahan-bahan pengotor (gas maupun padatan) jadi udara pada tambang sangat
perlu untuk dikontrol. Pengendalian terhadap kualitas pada udara tambang
mencakup pengeceka kandungan gas dalam udara, debu yang dihaslilkan,
temperatur dan lkelembaban pada udara tambang.

Sumber : infotambang.com
foto 2
Pengukuran Kualitas Udara

C. Gas-gas Beracun Pada Tambang


Gas-gas berbahaya biasanya berasal dari proses kegiatan penambangan
ataupun dari bahan galian itu sendiri. Gas-gas berbahaya atau beracun akan
beracun dan berbahaya disebut juga sebagai gas pengotor. Gas pengotor akan
menyebabkan bahaya bagi pekerja dan dapat menyebabkan peledakan. adapun
beberapa gas beracun dalam tambang yaitu :
1. Methana (CH4)
Gas methan adalah gas yang terdapat pada tambang batubara dan
meupakan sumber ledkan. Adapun campuran dari gas methan disebut dengan
“Firedamnp”. Jika kandungan gas methan lebih dari 1% seluruh mesin harus
segera dimatikan dan para pekerja diperintahkan untuk menjauhi daerah
tersebut. Gas methan ini memiliki berat jenis yang lebih keci dari udara. Sifat-sifat
dari methan yaitu tidak berwarna, tidak berbau, tidak berasa dan tidak beracun.
Gas mehana terbentuk pada saat proes pembatubaraan bersamaan dengan gas
Karbondioksida (CO2). Gas methana berasal dari lapisan batubara yang
dinyatakan dalam volume satuan luas atau satuan volume persatuan waktu.
Untuk pencegahan mengembangnya gas methan dapat dilakukan dengan
penyedotan dari gas methan tersebut dengan pompa yang nantinya akan
dimanfaatkan pada bidang-bidang tertentu.
2. Karbondioksida (CO2)
Karbondioksida memiliki sifat fisik yaitu tidak berbau, tidak mendukung
jalnnya api. Gas ini terdapat pada bagian bawah jalan tambnag karena lebih
berat daripada udara. Gas karbondioksida meriupakan gas yang berbahya
karena apabila CO2 terhisap 10% maka manusia hanya dapat bertahan dalam
beberapa menit.
3. Kabron Monoksida (CO)
Adapun ciri fisik dari karbon monoksida yaitu tidak berwarna, tidak
terdapat rasa, tidak berbau tapi beracun. Gas ini memiliki afinitas yang sangat
tinggi terhadap Haemoglobin darah, jadi sedikit menghirup CO maka CO akan
bersenyawa dengan Haemoglobin yang akan berakibat tubuh menjadi beracun
melalui darah.
4. Hidrogen Sulfida (H2S)
Ciri khas dari H2S adalah gasnya sangat bau. Ciri fisik dari gas ini adalah
tidak berwarna, merupakan gas beracun dan dapat meledak. H2S akan merusak
indra penciuman manusia jika menghirup dalam kadar 0,01% dalam jangka
waktu kurang lebih 15 menit.
5. Sulfur Dioksida (SO2)
Adapun ciri fisik dari SO2 yaitu tidak dapat terbakar dan tidak berwarna.
Gas ini akan beracun jika terdapat belerang yang terbakar.
6. Nitrogen Oksida (NOx)
Gas ini akan menghasilkan racun jika teroksidasi . NO2 yaitu gas yang
biasanya terdapat pada hasil peledakan dan gas buang motor bakar.

Sumber : bbc.com
Foto 3
Kecelakaan Tambang
DAFTAR PUSTAKA

1. Anonim. 2016. “Bahaya Menghirup Debu Batubara”. Safetysign.com.


Diakses pada tanggal 23 Oktober 2017 pukul 22.23 WIB.

2. Bahasyim, Fuad. 2012. “Gas Tambang dan Bahayanya”. Scribd.com.


Diakses pada tanggal 23 Oktober 2017 pukul 21.20 WIB.

3. Kementerian ESDM. Buku Pegangan Peserta Diklat. Sawahlunto : Balai


Diklat Tambang Bawah Tanah.

4. Rizky, Muhammad. 2015. “Gas dan Debu Pada Tambang Bawah


Tanah”. Diakses pada tanggal 23 Oktober 2017 pukul 23.00
WIB.