Anda di halaman 1dari 17

OBJEK WISATA GOA PINDUL

Tugas besar 1 Mata Kuliah Bahasa Indonesia

17 OKTOBER 2015
SINGGIH PRADANA
41514120058
Daftar Isi
KATA PENGANTAR .................................................................................................................................. 2
BAB I PENDAHULUAN ............................................................................................................................. 3
A. Latar Belakang Masalah .............................................................................................................. 3
B. Rumusan Masalah .......................................................................................................................... 3
C. Pembatasan Masalah ..................................................................................................................... 3
D. Tujuan Penelitian ........................................................................................................................... 3
E. Manfaat Penulisan .......................................................................................................................... 4
F. Metodologi Penulisan ..................................................................................................................... 4
G. Sistematika Penulisan .................................................................................................................... 4
BAB II LANDASAN TEORI......................................................................................................................... 6
A. Pengertian Wisata .......................................................................................................................... 6
B. Pengertian Obyek dan Daya Tarik Wisata ..................................................................................... 6
C. Pengertian Pariwisata .................................................................................................................... 7
D. Pengertian Goa ............................................................................................................................... 7
BAB III ISI ................................................................................................................................................. 8
A. Sejarah Goa Pindul ......................................................................................................................... 8
B. Keistimewaan Goa Pindul .............................................................................................................. 9
C. Lokasi dan fasilitas Goa Pindul ..................................................................................................... 10
BAB IV PENUTUP ................................................................................................................................... 15
A. Kesimpulan ................................................................................................................................... 15
B. Saran ............................................................................................................................................. 15
REFERENSI ............................................................................................................................................. 16

1
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat TUHAN YANG MAHA ESA yang telah
memberikan rahmat serta karunia-Nya sehingga penulis berhasil menyelesaikan Makalah ini
yang tepat pada waktunya.
Makalah ini berisikan tentang informasi OBJEK WISATA GOA PINDUL.

Makalah ini dibuat dengan tujuan menyelesaikan Tugas Besar 1 untuk Mata Kuliah Bahasa
Indonesia dan sekaligus menjadi jendela informasi untuk pembaca. Diharapkan Makalah ini
dapat memberikan informasi kepada kita semua . Penulis menyadari bahwa makalah ini
masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat
membangun selalu penulis harapkan demi kesempurnaan makalah ini.

Akhir kata, penulis sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta
dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir. Semoga TUHAN senantiasa meridhai
segala usaha kita.
Amin.
Tangerang, 17 Oktober 2015

PENYUSUN

2
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah


Obyek wisata yang ada di Indonesia merupakan salah satu dari kekayaan alam yang
patut untuk dibanggakan. Setiap daerah di Indonesia memiliki keunikan baik dari segi
keindahannya maupun adat istiadat yang ada di daerah tersebut sehingga menarik minat
wisatawan untuk mengunjunginya.
Sektor pariwisata sebagai kegiatan perekonomian telah menjadi andalan dan prioritas
pengembangan bagi sejumlah Negara, terlebih bagi Negara berkembang seperti Indonesia
yang memiliki potensi wilayah yang luas dengan adanya daya tarik wisata cukup besar,
banyaknya keindahan alam, aneka warisan sejarah budaya dan kehidupan masyarakat.
Untuk meningkatkan peran kepariwisataan, sangat terkait antara barang berupa obyek
wisata sendiri yang dapat dijual dengan sarana dan prasarana yang mendukungnya yang
terkait dalam industri pariwisata. Usaha mengembangkan suatu daerah tujuan wisata harus
memperhatikan berbagai faktor yang berpengaruh terhadap keberadaan suatu daerah
tujuan wisata.
Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki banyak daya tarik wisata alam salah
satunya ada di daerah Gunung Kidul yaitu Goa Pindul. Namun masih banyak wistawan yang
belum mengetahui adanya Goa Pindul, oleh karena perlu adanya penjelasan kepada
khalayak umum mengenai Goa Pindul.

B. Rumusan Masalah
1. Bagaimanakah sejarah terjadinya Goa Pindul?
2. Bagaimanakah keistimewaan yang dimiliki Goa Pindul?
3. Dimana Lokasi Goa Pindul dan apa saja fasilitas yang ada di sana?
4. Bagaimana Caving tube di Goa Pindul?

C. Pembatasan Masalah
Karena Goa yang ada di Indonesia banyak sekali maka penulis membatasi masalah supaya
masalah lebih terarah dan tidak melebar. Penulis hanya menguraikan apa yang penulis
ketahui tentang “Goa Pindul Yogyakarta”.

D. Tujuan Penelitian
Setiap penulisan sesuatu pasti mempunyai tujuan tertentu, dengan demikian juga penulisan
laporan ini penulis mempunyai tujuan :
1. Menyelesaikan tugas besar 1 Mata Kuliah Bahasa Indonesia, UNIVERSITAS MERCU
BUANA
2. Meningkatkan pengetahuan penulis mengenai obyek wisata.
3. Mengetahui lebih dalam mengenai Goa Pindul Yogyakarta

3
E. Manfaat Penulisan
1. Bagi Penulis
a) Mengukur pengetahuan penulis mengenai obyek wisata
b) Sebagai sarana untuk memperdalam ilmu pengetahuan
2. Bagi UNIVERSITAS MERCU BUANA, Jakarta
Sebagai bahan acuan dalam menambah daftar pustaka dan mengevaluasi sejauh mana
mahasiswa dapat mengaplikasikan ilmu yang didapat selama di bangku kuliah.
3. Bagi Masyarakat
Agar dapat mengetahui lebih mendalam mengenai obyek wisata Goa Pindul.

F. Metodologi Penulisan
Untuk mendapatkan hasil yang maksimal maka penulis melakukan strategi. Dalam
penulisan makalah ini penulis menggunakan metodologi sebagai berikut:
a. Literatur ( Studi Pustaka) yaitu dengan media internet dan mempelajari literatur-literatur
yang berhubungan dengan permasalahan yang ada seperti menggunakan metode EOQ
(Economic Order Quantity) dalam menganalisis data yang diperoleh.
b. Observasi (Pengamatan) yaitu cara yang digunakan dalam pengumpulan data dengan
mengadakan pengamatan secara langsung pada obyek,

G. Sistematika Penulisan
Adapun sistematika penulisan karya ilmiah dalam penulisan makalah :
1. Bagian awal
Bagian awal dari laporan ini mencakup halaman judul, cocer, kata pengantar, daftar isi, dan
referensi
2. Bagian inti
Bagian inti terdiri dari tiga bab yaitu :

BAB I
PENDAHULUAN
Pada bab ini membahas tentang latar belakang masalah, perumusan masalah, pembatasan
masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, metodologi penelitian, dan sistematika
penulisan.
BAB II
LANDASAN TEORI
Bab ini berisi tentang teori-teori yang berhubungan dengan penulisan karya ilmiah.
BAB III
ISI
Pada bab ini dijelaskan hasil pokok dari permasalahan.
BAB IV
PENUTUP

4
Bab ini berisi kesimpulan dan saran.
3. Bagian akhir
Bagian akhir terdiri dari referensi

5
BAB II
LANDASAN TEORI

A. Pengertian Wisata
Menurut Homby As ( 2001 ) wisata adalah sebuah perjalan dimana seseorang dalam
perjalanannya singgah sementara di beberapa tempat dan akhirnya kembali lagi ke tempat
asal dimana dia melakukan perjalanya.
Menurut Soetomo (1994:25) yang di dasarkan pada ketentuan WATA (World Association of
Travel Agent = Perhimpunan Agen Perjalanan Sedunia), wisata adalah perjalanan keliling
selama lebih dari tiga hari, yang diselenggarakan oleh suatu kantor perjalanan di dalam kota
dan acaranya antara lain melihat-lihat di berbagai tempat atau kota baik di dalam maupun di
luar negeri.
Menurut H.Kodyat (1983; 4) wiasata adalah perjalanan dari suatu tempat lain bersifat
sementara, dilakukan perorangan maupun kelompok, sebagai usaha mencari keseimbangan
atau keserasian dan kebahagiaan dengan lingkungan hidup dalam dimensi social, budaya,
alam dan ilmu.
Menurut Fandeli (2001) wisata adalah perjalanan atau sebagai dari kegiatan tersebut
dilakukan secara sukarela serta bersifat sementara untuk menikmati objek dan daya tarik
wisata.
Wisata memiliki kharakteristik – kharakteristik antara lain :
1. Bersifat sementara, bahwa dalam jangka waktu pendek pelaku wisata akan kembali ke
tempat asalnya.
2. Melibatkan komponen - komponen wisata, misalnya sarana transportasi, akomodasi,
restoran, objek wisata, toko cinderamata dan lain-lain.
3. Umumnya dilakukan dengan mengunjungi objek wisata dan atraksi wisata
4. Memiliki tujuan tertentu yang intinya untuk mendapatkan kesenangan
Jadi menurut saya adalah perjalanan yang dilakukan seorang atau sekelompk orang lebih
dari tiga hari dengan menggunakan kendaraan pribadi, umum, atau biro tertentu dengan
tujuan untuk melihat-lihat berbagai tempat atau suatu kota baik di dalam negeri maupun
diluar negeri.

B. Pengertian Obyek dan Daya Tarik Wisata


Menurut S. Nyoman Pendit ( 2002 ) obyek wisata atau tempat wisata adalah sebuah
tempat rekreasi atau tempat berwisata. Obyek wisata dapat berupa obyek wisata alam
seperti gunung, danau, sungai, panatai, laut, atau berupa obyek wisata bangunan seperti
museum, benteng, situs peninggalan sejarah, dan lain-lain.
Menurut undang – undang Republik Indonesia Nomor 9 tahun 1990 tentang
kepariwisataan , ada dua jenis objek dan daya tarik wisata , yaitu (1) objek dan daya tarik
wisata ciptaan Tuhan Yang Maha Esa yang berwujud keadaan alam, flora dan fauna; dan (2)
objek dan daya tarik wisata hasil karya manusia yang berwujud museum, peninggalan
purbakala, peninggalan sejarah, seni budaya, wisata agro, wisata tirta, wisata buru, wisata
petualangan alam, taman rekreasi dan tempat hiburan.
Menurut Spilanne (2002), Daya tarik pariwisata adalah hal – hal yang menarik perhatian
wisatawan yang dimiliki oleh suatu daerah tujuan wisata.
Menurut Karyono (1997) suatu daerah tujuan wisata mempunyai daya tarik di samping
harus ada objek dan atraksi wisata, juga harus memiliki tiga syarat daya tarik, yaitu: (1) ada

6
sesuatu yang yang bisa dilihat (something to see); (2) ada sesuatu yang dapat dikerjakan
(something to do); (3) ada sesuatu yang bisa dikerjakan (something to do); (3) ada sesuatu
sesuatu yang bisa dibeli (something to buy)
Menurut Spillane (2002) ada lima unsur penting dalam suatu objek wisata yaitu: (1)
attraction atau hal – hal yang menarik perhatian wisatawan;(2) facilities atau fasilitas -
fasilitas yang diperlukan; (3) infrastructure atau infrastruktur dari objek wisata, (4)
transportation atau jasa – jasa pengangkutan; (5) Hospitality atau keramahtamahan,
kesediaan untuk menerima tamu.

C. Pengertian Pariwisata
Menurut Richard Sihite dalam Marpaung dan Bahar (2000:46-47) menjelaskan
definisi pariwisata sebagai berikut : Pariwisata adalah suatu perjalanan yang dilakukan orang
untuk sementara waktu, yang diselenggarakan dari suatu tempat ke tempat lain
meninggalkan tempatnya semula, dengan suatu perencanaan dan dengan maksud bukan
untuk berusaha atau mencari nafkah di tempat yang dikunjungi, tetapi semata-mata untuk
menikmati kegiatan pertamsyaan dan rekreasi atau untuk memenuhi keinginan yang
beraneka ragam.
Menurut H.Kodhyat (1983:4) adalah sebagai berikut : Pariwisata adalah perjalanan dari satu
tempat ke tempat yang lain, bersifat sementara, dilakukan perorangan maupun kelompok,
sebagai usaha mencari keseimbangan atau keserasian dan kebahagiaan dengan lingkungan
hidup dalam dimensi sosial, budaya, alam dan ilmu.
Menurut pendapat Anonymous (1986) Pariwisata adalah kegiatan seseorang dari tempat
tinggalnya untuk berkunjung ke tempat lain dengan perbedaan pada waktu kunjungan dan
motivasi kunjungan.

D. Pengertian Goa
1. Menurut IUS (International Union of Speleology) anggota komisi X UNESCO PBB : “Gua
adalah setiap ruang bawah tanah yang dapat dimasuki orang”.
2. Menurut R.K.T.ko (Speleologiawan) : “Setiap ruang bawah tanah baik terang maupun
gelap, luas maupun sempit, yang terbentuk melalui system percelahan, rekahan atau
aliran sungai yang membentuk suatu lintasan aliran sungai dibawah tanah.”

7
BAB III
ISI

A. Sejarah Goa Pindul


Sejarah Goa Pindul tidak terlepas dari cerita rakyat yang melegenda dan di percaya oleh
penduduk sekitar tempat wisata yang akhir akhir ini meroket berkat keindahan stalaktit dan
stalakmit di dalam goanya yang menawan mata wisatawan baik lokal maupun mancanegara.
Sebagai salah satu obyek wisata, Goa Pindul memang mempariwarakan pemandangan yang
eksotik. Mungkin itulah salah satu faktor mengapa Goa Pindul itu menjadi terkenal di
kalangan para pecinta tour menyusuri Goa. Tetapi belum banyak wisatawan yang tahu
mengenai sejarah Goa Pindul, serta sebuah mata air atau mbelik yang ada di kompleks Goa,
yang oleh warga sekitar disebut sebagai mBelik Panguripan (Mata Air Kehidupan). Mengapa
bisa dibilang Mbelik Panguripan, ternyata berurusan dengan leluhur dan juga legenda
wilayah tersebut.
Semuanya berawal dari seorang protagonis bernama Kyai Jaluwesi yang berkonflik dengan
tim tangguh bernama Bendhogrowong. Keduanya terlibat adu kesaktian, dengan keunggulan
pada Kyai Jaluwesi. tim tangguh ini kemudian mengeluarkan aji-ajinya ganjaran merasa
terdesak. Sayangnya aji-aji tersebut meleset dan mengenai seekor anjing peliharaan Widodo
maupun Widadi, anak kembar Kyai Jaluwesi. Anjing yang bernama Sona Langking itu luka
parah dan berlari tak karuan menuju satu sumber air yang ada di balik semak-semak. Kyai
Jaluwesi yang mengikuti tujuan lari Sona Langking kaget ketika mendapat anjingnya telah
pulih dari luka parah yang disebabkan oleh aji-aji sang raksasa.
Sejarah goa pindul ini di percaya turun temurun oleh penduduk desa gelaran tempat di
mana goa pindul ini berada.
Melihat hal itu, Kyai Jaluwesi kemudian menamai sumber air ini semacam Mbelik
Panguripan, karena mampu menyembuhkan luka parah yang diderita anjingnya. Beberapa
lama setelah peristiwa itu, muncul sepasang pria dan perempuan bernama Kyai maupun
Nyai Sejati yang menguasai tanah di sekitar Gunung Bang. Mereka menggunakan kepada
Kyai Jaluwesi untuk pindah dari tempat itu, dan Kyai Jaluwesi menyanggupinya. Meski begitu
Kyai Jaluwesi membutuhkan sebuah syarat, yakni setelah kepindahannya masyarakat
Gunung Bang harus mengadakan event bersih lepen (sungai), penari ledhek (tayub), pada
hari Senin Paing setiap tahun sekali. Kemudian Kyai Jaluwesi pindah ke daerah Goa Pindul,
hingga akhir hayatnya dan diyakini menjadi penunggu di Goa Pindul dan Mbelik Panguripan.
Tentu saja legenda gak bisa dipercaya keakuratannya seratus persen, tetapi pembaca yang
baik harus mampu menangkap apakah yang ada di kembali tiap legenda, bukan malah
menganggapnya mistis, ataupun tidak masuk akal.

8
Nama Goa Pindul sendiri berasal dari kisah perjalanan Ki Juru Mertani dan juga Ki Ageng
Pemanahan yang dutus oleh Panembatan Senopati di Mataram bagi membunuh bayi laki-
laki buah cinta putri Panembatan senopati yakni Mangir Wonoboyo dari Mangiran (Bantul).
pada perjalanannya, kedua abdi itu sepakat untuk tidak membunuh sang bayi, keduanya
setelah itu pergi lalu pergi kearah timur (arah Gunungkidul) hingga tiba disuatu pedalaman
didaerah karangmojo. Disana keduanya menggelar tikar dan alas tempat tidur bekas
persalinan sang bayi kemudian menguburnya. Dusun tersebut dinamakan dusun Gelaran.
Sementara itu sang darah daging terus saja menangis, kedua utusan itu pun memutuskan
memandikan sang bayi. Ki Juru Mertani naik kesalah satu bukit dan menginjak tanah di
puncak bukit, dengan kesaktiannya wilayah yang diinjakpun runtuh dan mengangalah salah
satu lubang besar dengan aliran air dibawahnya. Sang bayi kemudian dibawa turun dan
dimandikan di pada goa yang dilubang tadi. Saat dimandikan, pipi sang darah daging
terbentur (jawa : kebendhul) batu yang ada pada goa tersebut. Karena peristiwa tersebut
akhirnya goa itu dinamakan Goa Pindul. Goa pindul diresmikan menjadi objek wisata oleh
almarhum Sumpeno Putro, Bupati Gunungkidul, pada tanggal 10 oktober 2010 bertepatan
dengan fam tour pemimpin kabupaten Gunungkidul.

B. Keistimewaan Goa Pindul


Goa Pindul Bejiharjo identik dengan wisata alam yang akhir akhir ini namanya melejit bak
artis yang baru mekar dan terkenal. Wisata alam ini telah memberikan kontribusi yang besar
untuk penduduk desa Bejiharjo, Karangmojo, Gunungkidul.sebagai warga yang betul-betul
dekat dengan obyek wisata Goa Pindul yang sudah dikenal ditingkat nasional dan
Internasional, warga sekitar objek wisata Goa Pindul pun mendirikan kantor sekertariat.
Desa Bejiharjo terletak di Kecamatan Karangmojo, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta.
Desa ini berpenduduk kian dari 1600 orang dan merupakan desa berkependudukan

9
terbanyak di Kecamatan Karangmojo. Sebagian besar merupakan petani namun banyak pula
yang menciptakan pengrajin, PNS, maupun Berwiraswasta. dusun ini terdiri atas 20 dukuh.
Suasana gotong royong dan kerukunan sangat kental didesa ini.
Dengan luas wilayah 2200,94 ha dimana 25% nya merupakan hutan negara, Desa Bejiharjo
merupakan desa terbesar dikematan Karangmojo. Keindahan alam yang dimiliki desa ini
sangat menarik.Terdapat sedikitnya 12 goa yang bepotensi sebagai obyek wisata, sungai,
serta kawasan persawahan. Kekayaan ini masih pula delangkapi dengan perkebunan kayu
putih dan beberapa situs purbakala yang merupakan cagar budaya
Desa Bejiharjo adalah rintisan pedalaman wisata. Sebelumnya, pedalaman Bejiharjo sudah
terdaftar secara resmi sebagai pedalaman budaya di kabupaten Gunungkidul bersama
dengan 9 desa lainnya. diwaktu ini, beberapa potenlsi wisata telah dikelola secara swadaya
oleh masyarakat dengan bimbingan dari dinas pariwisata setempat.
Kawasan pedalaman Bejiharjo memiliki beberapa potensi obyek wisata yang mampu
menggairahkan minat para wisatawan.
Goa Pidul adalah salah satu dari gua didaerah Gunungkidul yang dialiri ajaran sungai
dibawah tanah. Panjang totalnya 300 m dan lebar rata-ratanya 5-6 m, kedalam air antar 4-7
m, keatas permukaan air kelangit-langit gua sekitar 4,5 m, waktu tempuh sekitar 20-40
menit. Aliran air didalam goa cukup tenang, sehingga aman bagi yang ingin menyusurinya
dan cocok untuk semua umur. Menurut perkembangan sistem goa, Goa Pindul itu
mencakup dalam Goa Stadia Wisata.
Goa Pindul terbagi menjadi 3 zona yaitu areal terang, zona remang, zona gelap abadi.
Dibagian dalam goa terdapat sebuah stalagtit yang sudah menyatu dengan stalagmit
sehingga tampak seperti sebuah alas dengan ukuran lebar lima rentangan tangan orang
dewasa. Ditengah goa tersedia ruang yang cukup besar dengan lubang diatasnya sehingga
sinar matahari dapat masuk melalui lubang tersebut. Bagian tersebut adalah yang disebut
dengan daerah terang. Lubang diatas goa ini seringkali digunakan sebagai jalan masuk
vertikal oleh staf tim sar yang hendak melakukan latihan.

C. Lokasi dan fasilitas Goa Pindul

Dari Arah Kota Yogyakarta


Jika Anda berangkat dari kota Yogyakarta , pastikan Anda menemukan perempatan
Ketandan. Ambil arah Jalan Wonosari. Ikuti jalur utama tersebut sekitar 15 km kearah
Piyungan. Dari Piyungan ini, Anda dapat terus lurus menuju Bukit Bintang dan Kecamatan
Patuk yang berada tepat di puncak bukit. Kemudian, jalanan bertipikal khas pegunungan
yang berkelok kelok dan lebar namun relatif padat pada jam-jam tertentu akan Anda temui.
Jalanan yang mirip sirkuit Road Race ini akan Anda tempuh hingga sekitar 25 menit sebelum
akhirnya akan Anda temui Hutan Tleseh yang cukup teduh dan sejuk.

Kira kira 500 meter dari hutan Tleseh, Anda akan menemukan perempatan ber-traffic light
yang dikenal dengan perempatan Gading. 20 meter setelahnya juga akan Anda temui traffic
light di pertigaan yang dikenal dengan Pertigaan Gading, Playen. Bila ke arah kanan akan
sampai ke pantai ngrenehan dan yang ke kiri atau lurus akan menuju ke Wonosari kota.
Teruslah berjalan lurus, kurang lebih 3 km.
Sebelum memasuki kota Wonosari, Anda akan menemukan Tugu Batas Kota Wonosari yang
berupa gerbang besar bertuliskan Selamat Datang. Dari titik ini, Anda dapat berjalan pelan

10
karena Kira kira 700 meter kedepan, akan Anda temui perempatan bunderan Siyono sebagai
titik pemilihan rute selanjutnya. Jika Anda bingung, di sebelah kiri bunderan tersebut
umumnya terdapat beberapa ojek wisata Goa Pindul yang dapat Anda manfaatkan
jasanya ,ongkosnya juga murah, bahkan bila anda berombongan bisa gratis.

Dari Jalan Ring Road atau Jalan Lingkar Wonosari


Jika tidak ingin menggunakan jasa ojek, Anda bisa mengambil arah kiri menyusuri Ring Road
Wonosari. Setelah Kira kira 1 km, Anda akan menemukan perempatan tanpa traffic light
yang dikenal dengan Perempatan PKU atau Dishub. Terus jalan lurus hingga Kira kira 1 km,
Anda akan menjumpai perempatan Budegan dengan traffic light yang masih aktif. Pada titik
ini, Anda dapat terus jalan menuju selanjutnya, yaitu perempatantan Dusun Grogol, dari titik
ini Anda dapat mengambil arah kiri dan menyusuri jalan-jalan perdesaan yang cukup mulus
tapi agak sempit khas jalan di pedesaan. Berhati hatilah karena di jalan ini agak
bergelombang dan orang desa sering menyeberang. Alternative lain dengan Bus jurusan
Yogyakarta – Wonosari, turun di Wonosari kota. Tarif bus sekitar Rp. 6.000 – Rp. 10.000,
kemudian lanjutkan dengan ojek dengan tarif antara Rp. 10.000 – Rp. 15.000. Nanti tinggal
naik ojek atau hubungi bagian marketingnya yang di goapindul.net untuk minta di jemput
dan biasanya dengan senang hati mereka mau menjemput kita tanpa di pungut biaya dan di
bawa ke Goa Pindul. harga ticket adalah IDR30000 ini sudah termasuk ongkos pemandu,
peralatan dan kendaraan ke lokasi.

11
Kegiatan yang bisa dilakukan di goa pindul adalah cave tubing dan biasanya dilakukan
selama kurang lebih 45-60 menit. Aliran sungai di goa ini tenang dan airnya lumayan bening
bila musim kemarau, sehingga bisa dilakukan juga oleh anak-anak. Selama perjalanan
menyusuri sungai Anda akan disuguhi beberapa lukisan alami yang tercipta dari kelelawar
penghuni goa. Anda juga akan mendapat penjelasan tentang ornamen, batu Kristal di
sepanjang penyusuran. Setelah melakukan cave tubing kegiatan selanjutnya adalah River
Tubing Sungai Oya Panjang sungai 1500m dg durasi 1 – 2 jam jika diarungi. Sepanjang aliran
sungai terdapat tebing-tebing yg indah dan alami khas batuan karst Gunungkidul. Disana kita
bisa menikmati keindahan aliran sungai Oyo dengan menggunakan ban dalam, seperti
halnya di goa Pindul. Dengan ditemani pemandu dan peralatan yang membuat kita aman
dan nyaman maka tak perlu takut untuk mengarungi sungai dengan kedalaman 7 - 11 Meter
ini. Air terjun yang terdapat di sungai Oyo juga sangat indah, disana pengunjung bisa
beristirahat sejenak menikmati alam yang terdapat di sekitar sungai oyo. Selain itu
pengunjung bisa juga meloncat dari pinggir tebing yang ada di sungai oyo, tentu saja bagi
yang memiliki nyali yang besar, cocok buat yang suka tantangan. Pada musim kemarau air
bisa tenang, sehingga bisa membuat kita relax. Dan ketika debit air bisa banyak (di waktu
musim hujan) maka pengunjung bisa merasakan arus yang lumayan deras namun aman.
Wisata ini cocok untuk anda berombongan maupun hanya berduaan. Rasakan kebersamaan
dan romantisme sungai oyo bersama kami, ditemani dengan senyuman manis pemandu
yang akan mendampingi anda. Selanjutnya ada desa wisata bejiharjo yang juga menawarkan
paket off road mengelilingi dan menikmati keindahan alam di sekitar wilayah desa bejiharjo.
Rintangan terjal (melewati hutan, sungai, bukit, dan pedesaan) menjadikan pemacu
adrenalin kita selama ber off road ria. Pastinya akan menjadi asik, dan jangan lewat jika anda
berkunjung ke desa wisata bejiharjo. wisata ini bisa anda nikmati baik siang maupun malam.

12
13
Bila Anda tertarik bermalam di kawasan wisata ini, disediakan juga homestay yang berupa
rumah khas penduduk dengan dinding bambu, pemancingan serta rumah makan.

Di sekitar kawasan Goa, Anda juga bisa menemukan berbagai macam toko souvenir dan
oleh-oleh khas Jogjakarta toko-toko kelontong, dan warung-warung makan. . desa ini juga
mempunyai khasanah seni kebiasaan maupun seni kuliner yang dikatakan cukup lengkap.
Beberapa sentra kerajinan dapat kita-kita temui didesa ini. Upacara adat dan kesenian
rakyat pun sangat bermacam. opsi santapan dan makanan khas yang bervariasi semakin
mendukung potensi pariwisata di desa ini.

14
BAB IV
PENUTUP

A. Kesimpulan
Goa Pindul adalah sebuah Goa yang terletak Dusun Gelaran, Bejiharjo, Kec. Karangmojo,
Gunungkidul. Goa ini merupakan Goa yang termasuk baru di Yogyakarta dan memiliki
banyak keistimewaan, salah satunya adalah pemandangan alamnya sangat indah dan masih
alami. Di Goa Pindul ini kita dapat menikmati serunya cave tubing meyusuri sungai
sepanjang 300 m menuju ke dalam perut Goa Pindul dengan memakai ban. Goa Pindul
sangat bagus untuk dijadikan obyek wisata budaya dan edukasi

B. Saran
Goa Pindul sudah menjadi obyek wista tujuan para wisatawan namun hanya ramai di hari
hari raya dan biasanya di hari hari lainnya sepi pengunjung, hal ini dikarenakan faktor lokasi
yang jauh dari kota dan kurangnya kontribusi dari pemerintah untuk pemasarannya namun
ini akan dapat lebih berkembang dan dikenal banyak orang apabila kita mengadakan
pengenalan kepada masyarakat luas secara terperinci mengenai Goa tsb. serta kelebihan-
kelebihan yang
dimiliki dibandingkan dengan Goa di kota lainnya. Disamping itu kebersihan disekitar Goa
Pindul harus selalu dijaga agar tidak menimbulkan sampah yang menumpuk disekitar Goa
dan harus dibersihkan setiap saat.

15
REFERENSI

http://www.goapindul.info/

http://goapindul.net/

Suswantoro. Gamal. 2013, Dasar – Dasar Pariwisata. Jakarta: Andi Publisher

16