Anda di halaman 1dari 7

KEKUATAN PASIR CETAK

IV. PEMBAHASAN

A. Pembahasan Umum

1. Pengertian Kekuatan

Kekuatan adalah kemampuan suatu bahan menerima beban atau

gaya dari luar agar tidak terjadi deformasi.

2. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kekuatan Pasir Cetak

a. Kadar air

Bila kadar air dalam pasir cetak rendah maka lempung akan

kekurangan daya ikat untuk mengikat pasir silika. Dengan

demikian butir-butir lempung tidak akan mendapat air yang cukup

untuk mengisi celah-celah antar butir pasir cetak dan kekuatan

pasir cetak akan menurun. Bila kadar air tinggi maka lempung akan

seperti pasta. Hal ini menyebabkan kekuatan pasir cetak menurun

karena daya ikat terhadap lempung menurun serta permeabilitas

ikut menurun.

b. Bentonit

Bila kadar bentonit rendah didalam campuran pasir cetak,

menyebabkan kekuatan pasir cetak menurun. Hal ini disebabkan

karena daya ikat antar butir pasir cetak rendah. Bila kadar bentonit

tinggi menyebabkan kekuatan pasir cetak meningkat dan cetakan

menjadi padat. Padatnya pasir cetak menyebabkan permeabilitas

turun sehingga sulit dilalui udara dan cetakan sulit dibongkar.

LABORATORIUM PENGECORAN LOGAM


KEKUATAN PASIR CETAK

c. Distribusi besar kecil butir pasir

Pada pasir cetak diharapkan mempunyai besar butir yang

tidak seragam agar butir-butir yang lebih kecil dapat mengisi

rongga yang tidak dapat ditempati oleh butir pasir yang besar

sehingga dapat memperbaiki kekuatan pasir cetak karena butir

yang tidak seragam dengan distribusi mesh 40-220 μm

menghasilkan bidang antar butiran yang dekat maka daya tarik

menariknya besar.

d. Jenis-jenis butiran pasir cetak

Bentuk butir pasir cetak ada 4 kelompok:

 Butir pasir bulat

 Butir pasir sebagian bersudut

 Butir pasir bersudut

 Butir pasir kristal

Gambar 1. Jenis-jenis butiran pasir

Dari empat macam butir pasir cetak, yang baik yang digunakan

untuk pengecoran adalah bentuk pasir bulat, dikarenakan butir pasir

bulat ini memerlukan pengikat lebih sedikit dibandingkan bentuk

lain. Selain itu distribusi tegangan pada pasir ini yang merata dengan

LABORATORIUM PENGECORAN LOGAM


KEKUATAN PASIR CETAK

konsentrasi tegangan yang kecil sehingga lebih tahan lama dan

memiliki permeabilitas yang baik.

3. Perbedaan Kekuatan Tekan Basah dan Kekuatan Tekan Kering

a. Kekuatan tekan basah

Adalah kekuatan yang terdapat pada pasir cetak setelah pasir

tersebut dicampur dengan air dan dalam pasir cetak tersebut air

basah masih ada. Kekuatan basah ini dipengaruhi oleh kadar iar

dan kadar lempung. Apabila kadar lempung tetap dan kadar air

bertambah maka kekuatan akan meningkat sampai titik maksimal

tapi akan turun pada titik tertentu. Kadar air tidak lagi sebagai

aktifator dari lemppung sehingga lempung akan menjadi pasta dan

dapat menurunkan kekuatan basah dari pasir cetak tersebut.

b. Kekuatan tekan kering

Adalah kekuatan yang terdapat pada pasir cetak setelah air

bebas yang terdapat dalam pasir cetak sudah habis. Pasir tersebut

mempunyai kekuatan untuk melawan erosi dan tekanan statis.

Kekuatan tekan kering ini dipengaruhi oleh kadar air dan lempung.

Bila kadar lempung tetap dan kadar air bertambah maka kekuatan

tekan kering akan meningkat. Berlawanan dengan kekuatan tekan

basah, semakin banyak air yang terdapat di dalam pasir cetak, maka

lempung akan semakin encer dan akan meyebar lalu menyelimuti

pasir sehingga air bebas yang terdapat dalam pasir sudah menguap

maka kekuatan kering meningkat.

LABORATORIUM PENGECORAN LOGAM


KEKUATAN PASIR CETAK

4. Pengaruh Kekuatan Pasir Cetak terhadap Hasil Coran

a. Kekuatan tekan

 Kekuatan tekan basah : Standar kekuatan tekan basah adalah

5-22 psi. Agar pada saat logam cair dituang, tekanan ke segala

arah yang ditimbulkan tidak mengakibatkan pasir cetak

menjadi rusak/pecah.

 Kekuatan tekan kering : Standar kekuatan tekan kering adalah

22-250 psi. Bila kurang dari 22 psi maka pasir cetak akan

rapuh dan mudah hancur. Bila lebih dari 250 psi maka pasir

cetak menjadi getas dan sulit dalam pembongkaran.

b. Kekuatan geser : Standar kekuatan geser adalah 1,5-7 psi.

c. Kekuatan tarik : Standar kekuatan tarik adalah 1-6 psi.

Diharapkan tidak melebihi batas standar masing-masing

kekuatan karena apabila melebihi standar tersebut maka pasir cetak

mudah pecah/getas. Sedangkan bila kurang dari standar maka pasir

cetak menjadi rapuh dan mudah hancur.

Sumber : http://erulmesin09.blogspot.co.id/2012/11/pengujian-

kekuatan-pasir-cetak.html

LABORATORIUM PENGECORAN LOGAM


KEKUATAN PASIR CETAK

B. Pembahasan Khusus

1. Grafik Tekan vs (X-X.)

Tekan vs (X-X.)
0.8
6.5, 0.67
0.6

0.4

0.2 6, 0.17
0
X-X.

0 2 4 6 8
-0.2 Tekan vx (X-X.)

-0.4

-0.6

-0.8 5, -0.83
-1
Tekan

Berdasarkan Grafik di atas, perbandingan antara Kekuatan Tekan

dengan data (X-X.) atau kekuatan tekan dikurang kekuatan tekan rata-

rata. Bisa kita tarik kesimpulan bahwa semakin besar kekuatan tekan

pada pasir cetak maka semakin besar pula data (X-X.) atau kekuatan

tekan dikurang kekuatan tekan rata-rata atau berbanding lurus.

Mengapa hal ini bisa terjadi karena nilai dari persentase kadar air (X)

mempengaruhi besarnya nilai rata-rata persentase kadar air sehingga

semakin besar ataupun kecil nilai persentase kadar air maka semakin

besar atau kecil pula nilai (X-X.) atau persentase kadar air dikurang

persentase kadar air rata-rata. Mengapa hal ini bisa terjadi karena nilai

dari Tekan (X) mempengaruhi besarnya nilai rata-rata tekan sehingga

LABORATORIUM PENGECORAN LOGAM


KEKUATAN PASIR CETAK

semakin besar ataupun kecil nilai tekan maka semakin besar atau kecil

pula nilai (X-X.) atau tekan dikurang tekan rata-rata.

2. Grafik Geser vs (Y-Y.)

Geser vs (Y-Y.)
0.4

0.3 1.8, 0.3

0.2

0.1 1.6, 0.1

0
Y-Y.

0 0.5 1 1.5 2
-0.1 Geser vs (Y-Y.)

-0.2

-0.3

-0.4 1.1, -0.4

-0.5
Geser

Berdasarkan Grafik di atas, perbandingan antara Kekuatan Geser

dengan data (Y-Y.) atau kekuatan geser dikurang kekuatan geser rata-

rata. Bisa kita tarik kesimpulan bahwa semakin besar kekuatan geser

pada pasir cetak maka semakin besar pula data (Y-Y.) atau kekuatan

geser dikurang kekuatan geser rata-rata atau berbanding lurus. Mengapa

hal ini bisa terjadi karena nilai dari geser (Y) mempengaruhi besarnya

nilai rata-rata geser sehingga semakin besar ataupun kecil nilai geser

maka semakin besar atau kecil pula nilai (Y-Y.) atau geser dikurang

geser rata-rata.

LABORATORIUM PENGECORAN LOGAM


KEKUATAN PASIR CETAK

3. Grafik Retak vs (Z-Z.)

Retak vs (Z-Z.)
0.25

0.2 2, 0.2

0.15

0.1

0.05
Z-Z.

0 1.8, 0
0 0.5 1 1.5 2 2.5 Retak vs (Z-Z.)
-0.05

-0.1

-0.15

-0.2 1.6, -0.2

-0.25
Retak

Berdasarkan Grafik di atas, perbandingan antara Kekuatan Retak

dengan data (Z-Z.) atau kekuatan retak dikurang kekuatan retak rata-

rata. Bisa kita tarik kesimpulan bahwa semakin besar kekuatan retak

pada pasir cetak maka semakin besar pula data (Z-Z.) atau kekuatan

geser dikurang kekuatan geser rata-rata atau berbanding lurus. Mengapa

hal ini bisa terjadi karena nilai dari Retak (Z) mempengaruhi besarnya

nilai rata-rata retak sehingga semakin besar ataupun kecil nilai retak

maka semakin besar atau kecil pula nilai (Z-Z.) atau retak dikurang

retak rata-rata.

LABORATORIUM PENGECORAN LOGAM