Anda di halaman 1dari 52

UNIVERSITAS INDONESIA

ANALISIS PENGUJIAN KINERJA MINYAK ISOLASI PADA


TRANSFORMATOR TENAGA 70 KV

SKRIPSI

STEFAN HERYANTO

1006675575

FAKULTAS TEKNIK

PROGRAM STUDI TEKNIK ELEKTRO

TEKNIK TENAGA LISTRIK

DEPOK

2014

Analisis pengujian..., Stefan Heryanto, FT UI, 2014


UNIVERSITAS INDONESIA

ANALISIS PENGUJIAN KINERJA MINYAK ISOLASI PADA


TRANSFORMATOR TENAGA 70 KV

HALAMAN JUDUL

SKRIPSI

Diajukan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana

STEFAN HERYANTO

1006675575

FAKULTAS TEKNIK

PROGRAM STUDI TEKNIK ELEKTRO

TEKNIK TENAGA LISTRIK

DEPOK

2014

Analisis pengujian..., Stefan Heryanto, FT UI, 2014


HALAMAN PERNYATAAN ORISINALITAS

Skripsi ini adalah hasil karya saya sendiri,

dan semua sumber baik yang dikutip maupun dirujuk

telah saya nyatakan dengan benar.

Nama : Stefan Heryanto

NPM : 1006675575

Tanda tangan :

Tanggal : 10 Juni 2014

ii

Analisis pengujian..., Stefan Heryanto, FT UI, 2014


HALAMAN PENGESAHAN

Skripsi ini diajukan oleh :

Nama : Stefan Heryanto


NPM : 1006675575
Program Studi : Teknik Elektro
Judul Skripsi : Analisis Pengujian Kinerja Minyak Isolasi pada
Transformator Tenaga 70 kV

Telah dipresentasikan dan diterima sebagai bagian persyaratan yang


diperlukan untuk memperoleh gelar Sarjana Teknik pada program Studi
Teknik Elektro Fakultas Teknik, Universitas Indonesia.

DEWAN PENGUJI

Pembimbing : Ir. Amien Rahardjo, M.T. (..........………)

Penguji 1 : Prof. Dr. Ir. Rudy Setiabudy DEA. (…..….....…...)

 
Penguji 2 : Ir. Agus R. Utomo M.T. (…..…….…...)

Ditetapkan di : Depok
Tanggal : 19 Juni 2014

iii

Analisis pengujian..., Stefan Heryanto, FT UI, 2014


KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis sampaikan kepada Allah SWT karena atas berkah dan
rahmatNya, penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “Analisis Pengujian
Kinerja Minyak Isolasi pada Transformator Tenaga 70 kV”. Penyusunan skripsi ini
dilakukan untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana Teknik
Program Studi Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Indonesia. Dalam
penulisan skripsi ini, penulis menyadari bahwa skripsi ini tentunya masih banyak
memiliki kekurangan. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang
membangun dalam rangka pembelajaran untuk masa yang akan datang. Banyak
pihak yang telah membantu dalam penulisan skripsi ini. Oleh karena itu, penulis
mengucapkan terima kasih kepada:

1. Kedua orang tua dan keluarga penulis yang telah memberikan dukungan
dalam penulisan skripsi ini,
2. Ir. Amien Rahardjo, M.T. selaku dosen pembimbing yang telah memberikan
ide-ide tentang skripsi ini dan penjelasan tentang materi yang dikaji di
dalam skripsi ini,
3. Bapak Soeparman dan Bapak Ceceng, selaku pembimbing penulis pada saat
mengambil data di laboratorium minyak PT PLN APP Cawang yang telah
banyak membantu penulis dalam menyelesaikan skripsi ini,
4. Teman-teman yang mengambil data bersama-sama di PT PLN APP
Cawang, yaitu Vino, Andra, dan Latief,
 
5. Dan teman-teman bimbingan (Galih, Astrid, Gaina, Widya, Viktor, Bodon,
dll) yang selalu membuat suasana pengerjaan skripsi ini selalu ceria.
Dan semua pihak yang telah membantu dalam penulisan skripsi ini yang
tidak dapat disebutkan satu per satu, penulis mengucapkan terima kasih dan semoga
Allah SWT membalas kebaikan semuanya.

Depok, 10 Juni 2014

Stefan Heryanto

iv

Analisis pengujian..., Stefan Heryanto, FT UI, 2014


HALAMAN PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI TUGAS
AKHIR UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS

Sebagai sivitas akademik Universitas Indonesia, saya yang bertanda tangan di


bawah ini:

Nama : Stefan Heryanto


NPM : 1006675575
Program Studi : Teknik Elektro
Departemen : Teknik Elektro
Fakultas : Teknik
Jenis Karya : Skripsi
demi pengembangan ilmu pengetahuan, menyetujui untuk memberikan kepada
Universitas Indonesia Hak Bebas Royalti Non- Eksklusif (Non Exclusive Royalty-
Free Right) atas karya ilmiah saya yang berjudul :

“Analisis Pengujian Kinerja Minyak Isolasi pada Transformator Tenaga


70kV”

Dengan Hak Bebas Royalti Non-Ekslusif ini, Universitas Indonesia berhak


menyimpan, mengalihmedia/format-kan, mengelolanya dalam bentuk pangkalan
data (database), merawat dan memublikasikan skripsi saya tanpa meminta izin dari
saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis/pencipta dan sebagai
pemilik Hak Cipta.
 

Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya.

Dibuat di : Depok
Pada tanggal : 10 Juni 2014
Yang Menyatakan

Stefan Heryanto

Analisis pengujian..., Stefan Heryanto, FT UI, 2014


ABSTRAK

Nama : Stefan Heryanto

Program Studi : Teknik Elektro

Judul : Analisis Pengujian Kinerja Minyak Isolasi pada Transformator


Tenaga 70 kV

Transformator merupakan salah satu peralatan yang tidak dapat dipisahkan


dari suatu sistem tenaga listrik. Transformator berfungsi untuk mengubah level
tegangan dari daya yang dialirkan tanpa merubah frekuensi tegangan tersebut. Salah
satu jenis dari transformator adalah transformator tenaga. Transformator tenaga
merupakan transformator yang berfungsi sebagai penyalur daya dari pembangkit ke
sistem tenaga listrik. Disini penulis mengambil contoh minyak isolasi dari
transformator tenaga yang digunakan untuk transmisi tenaga listrik dengan rating
70 kV. Banyak pengujian yang dapat dilakukan pada minyak transformator untuk
mengetahui karakteristik minyak transformator tersebut. Pengujian-pengujian
secara garis besar dibagi menjadi pengujian karakteristik dan analisis gas terlarut.
Pengujian karakteristik yang digunakan penulis antara lain adalah pengujian
tegangan tembus, pengujian tegangan antar muka, pengujian kadar air, pengujian
kadar asam (angka kenetralan), dan pengujian warna. Pengujian yang kedua
dilakukan dengan metode analisis gas terlarut. Metode ini digunakan untuk
mengukur berapa banyak gas yang terlarut di dalam minyak transformator
  tersebut.
Gas-gas yang terdeteksi merupakan indikasi dari terjadinya suatu kerusakan
didalam transformator sehingga dengan melihat gas mana yang jauh melebihi batas
kita dapat mengetahui kerusakan apa yang ada pada transformator. Berdasarkan
analisis dari data-data pengujian tersebut akan ditentukan tindakan yang akan
dilakukan pada setiap transformator.

Kata kunci : transformator tenaga, minyak transformator, pengujian


karakteristik, analisis gas terlarut

vi
Universitas Indonesia
Analisis pengujian..., Stefan Heryanto, FT UI, 2014
ABSTRACT

Nama : Stefan Heryanto

Program Studi : Teknik Elektro

Judul : Insulation Oil Performance Testing Analysis on 70 kV Power


Transformer

Transformer is one of many tools that can not be separated from a power
system. Transformer is used to change the voltage level of the transmitted power
without changing its frequency level. One example of transformer is a power
transformer. Power transformer is a transformer that serves as a supplier of power
generation to the power system. Here the authors take the example of the insulating
oil of power transformers used for electric power transmission with a rating of 70
kV. Many tests that can be performed on transformer oil to know the characteristics
of the transformer oil. Oil tests broadly divided into characteristics tests and
dissolved gas analysis. Testing characteristics used by the author, among others, is
the breakdown voltage, interfacial tension, water level, acid levels (neutrality
number), and color. The second test was conducted using dissolved gas analysis.
This method is used to measure how much gas is dissolved in the transformer oil.
The gases that were detected point out the occurrence of a fault in the transformer
so we can know that there is damage to the transformer when the detected gas is
beyond the limit. Based on the analysis of the test data, we must take specified
action on each transformer.  

Key words : power transformers, transformer oil, characteristics test, dissolved


gas analysis

vii
Universitas Indonesia
Analisis pengujian..., Stefan Heryanto, FT UI, 2014
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL................................................................................................ i
HALAMAN PERNYATAAN ORISINALITAS .................................................... ii
HALAMAN PENGESAHAN ................................................................................ iii
KATA PENGANTAR ........................................................................................... iv
HALAMAN PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI TUGAS AKHIR
UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS ............................................................... v
ABSTRAK ............................................................................................................. vi
ABSTRACT .......................................................................................................... vii
DAFTAR ISI ........................................................................................................ viii
DAFTAR GAMBAR .............................................................................................. x
DAFTAR TABEL .................................................................................................. xi
BAB I PENDAHULUAN ....................................................................................... 1
1.1 Latar Belakang ......................................................................................... 1
1.2 Tujuan Penelitian ...................................................................................... 2
1.3 Batasan Masalah ....................................................................................... 2
1.4 Metodologi Penelitian .............................................................................. 3
1.5 Sistematika Penulisan ............................................................................... 3
BAB II TRANSFORMATOR TENAGA ............................................................... 4
2.1 Transformator ........................................................................................... 4
2.2 Prinsip Kerja Transformator ..................................................................... 5
2.3 Bagian-bagian Transformator Tenaga ...................................................... 6
 
2.3.1 Inti Besi ............................................................................................. 6
2.3.2 Kumparan (Windings) ....................................................................... 7
2.3.3 Bushing.............................................................................................. 7
2.3.4 Tangki Transformator dan Konservator ............................................ 8
2.3.5 Isolasi ................................................................................................ 8
2.3.6 Peralatan Pendukung ....................................................................... 10
BAB III METODE PENGUJIAN MINYAK ISOLASI ....................................... 13
3.1 Uji Karakteristik ..................................................................................... 13
3.1.1 Tegangan Tembus (Breakdown Voltage) ........................................ 13
3.1.2 Tegangan Antar Permukaan (Interfacial Tension / IFT)................. 14

viii
Universitas Indonesia
Analisis pengujian..., Stefan Heryanto, FT UI, 2014
3.1.3 Angka Kenetralan (Neutralization Number / NN) .......................... 14
3.1.4 Kandungan Air (Water Content) ..................................................... 16
3.1.5 Warna .............................................................................................. 17
3.1.6 Titik Nyala (Flash Point) ................................................................ 18
3.1.7 Titik Tuang (Pour Point) ................................................................ 18
3.1.8 Endapan (Sludge) ............................................................................ 18
3.1.9 Viskositas ........................................................................................ 18
3.1.10 Densitas ........................................................................................... 18
3.1.11 Oksidasi ........................................................................................... 19
3.1.12 Korosi Tembaga (Corrosive Sulfur)................................................ 19
3.1.13 Tangen Delta ................................................................................... 19
3.1.14 Furan ............................................................................................... 19
3.2 Analisis Gas Terlarut (Dissolved Gas Analysis / DGA)......................... 20
BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISIS KINERJA MINYAK ISOLASI PADA
TRANSFORMATOR TENAGA 70 KV .............................................................. 20
4.1 Pengujian minyak pada transformator tenaga 70 kV ............................. 20
4.1.1 Pengambilan Sampel Minyak ......................................................... 21
4.1.2 Pengujian Sampel Minyak .............................................................. 23
4.2 Analisis kinerja minyak isolasi pada transformator tenaga 70kV .......... 28
BAB V KESIMPULAN ........................................................................................ 36
5.1 Kesimpulan ............................................................................................. 36
REFERENSI ......................................................................................................... 37
DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................... 38
LAMPIRAN .......................................................................................................... 39
 

ix
Universitas Indonesia
Analisis pengujian..., Stefan Heryanto, FT UI, 2014
DAFTAR GAMBAR

Gambar 2. 1 Transformator tenaga ......................................................................... 4


Gambar 2. 2 Bagian-bagian transformator tenaga .................................................. 5
Gambar 2. 3 Transformator sederhana .................................................................... 6
Gambar 2. 4 Contoh inti besi .................................................................................. 7
Gambar 2. 5 Contoh kumparan ............................................................................... 7
Gambar 2. 6 Bushing .............................................................................................. 8
Gambar 2. 7 Konservator ........................................................................................ 8
Gambar 2. 8 Sistem pendingin .............................................................................. 11
Gambar 2. 9 OLTC ............................................................................................... 12
Gambar 2. 10 Breather .......................................................................................... 12

Gambar 3. 1 Alat uji tegangan tembus .................................................................. 14


Gambar 3. 2 Peralatan yang digunakan dalam pengujian Angka Kenetralan ....... 16
Gambar 3. 3 Peralatan yang digunakan untuk menguji banyaknya kandungan air
dalam minyak transformator ................................................................................. 16
Gambar 3. 4 Perbandingan warna minyak transformator ..................................... 17
Gambar 3. 5 Alat pengujian tangen delta .............................................................. 19
Gambar 3. 6 Peralatan uji DGA ............................................................................ 20

Gambar 4. 1 Diagram alir pengujian dan analisis minyak transformator ............. 20


Gambar 4. 2 Contoh sampel minyak di dalam botol ............................................. 21
Gambar 4. 3 Contoh sampel minyak di dalam syringe ......................................... 21
Gambar 4. 4 Bagan pengujian sampel minyak...................................................... 23
Gambar 4. 5 Alat uji tegangan tembus .................................................................. 24
Gambar 4. 6 Pengujian tegangan tembus dari sampel minyak ............................. 24
Gambar 4. 7 Alat uji tegangan antar muka ........................................................... 25
Gambar 4. 8 Alat uji kadar air minyak .................................................................. 25
Gambar 4. 9 Pengujian kadar air ...........................................................................
 
25
Gambar 4. 10 Alat uji keasaman minyak .............................................................. 26
Gambar 4. 11 Alat uji warna minyak .................................................................... 27
Gambar 4. 12 Peralatan uji DGA .......................................................................... 27
Gambar 4. 13 Petugas memasukkan minyak ke alat uji DGA .............................. 28
Gambar 4. 14 Pendeteksian kecacatan dengan metode gas kunci [15] ................. 34

x
Universitas Indonesia
Analisis pengujian..., Stefan Heryanto, FT UI, 2014
DAFTAR TABEL

Tabel 2. 1 Contoh jenis minyak transformator...................................................... 10

Tabel 3. 1 Standar hasil pengujian tegangan tembus [1] ...................................... 13


Tabel 3. 2 Standar hasil pengujian IFT [7] ........................................................... 14
Tabel 3. 5 Standar hasil pengujian angka keasaman [7] ....................................... 15
Tabel 3. 6 Nilai perbandingan IFT dengan NN [7] ............................................... 15
Tabel 3. 3 Standar hasil pengujian kandungan air dalam minyak [2] ................... 16
Tabel 3. 4 Perbandingan distribusi air dalam minyak dan kertas [1] .................... 17
Tabel 3. 7 Batas konsentrasi gas terlarut dengan satuan ppm [13] ....................... 21

Tabel 4. 1 Standar tegangan tembus minyak transformator berdasarkan IEC 60422


............................................................................................................................... 28
Tabel 4. 2 Hasil pengujian tegangan tembus minyak transformator ..................... 28
Tabel 4. 3 Standar tegangan antar muka minyak transformator berdasarkan IEC
60422 ..................................................................................................................... 29
Tabel 4. 4 Hasil pengujian tegangan antar muka minyak transformator .............. 29
Tabel 4. 5 Standar kadar air minyak transformator berdasarkan IEC 60422 ........ 30
Tabel 4. 6 Hasil pengujian kadar air minyak transformator.................................. 30
Tabel 4. 7 Standar kadar asam minyak transformator berdasarkan IEC 60422 .... 30
Tabel 4. 8 Hasil pengujian kadar asam minyak transformator.............................. 31
Tabel 4. 9 Parameter warna minyak transformator menurut S D Myers .............. 31
Tabel 4. 10 Hasil pengujian warna minyak transformator .................................... 31
Tabel 4. 11 Batas kandungan gas terlarut dalam minyak transformator sesuai
IEEE std C57.104-1991 ........................................................................................ 32
Tabel 4. 12 Hasil pengujian minyak transformator dengan metode DGA ............ 32

xi
Universitas Indonesia
Analisis pengujian..., Stefan Heryanto, FT UI, 2014
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Pada suatu sistem tenaga listrik, tidak dipungkiri lagi pentingnya
kegunaan dari suatu alat yang dinamakan dengan Transformator.
Transformator merupakan alat yang berfungsi untuk mengubah besar dari
tegangan dan arus listrik yang dialirkan ke transformator tersebut tanpa
mengubah daya dan frekuensi listriknya. Salah satu jenis dari transformator
adalah transformator tenaga. Baik transformator ataupun transformator
tenaga tidak akan lepas dari kemungkinan mengalami kondisi abnormal.
Pemicu ketidak-normalan tersebut dapat berasal dari akibat penuaan minyak
isolasi dan bagian-bagian di dalam transformator itu sendiri ataupun akibat
dari gangguan yang terjadi pada sistem.

Kondisi abnormal yang terjadi tentu akan mengganggu kinerja dari


transformator tersebut atau bahkan merusak transformator tersebut. Akibat
dari kondisi abnormal dapat menyebabkan bahaya pada sistem ataupun pada
transformator itu sendiri. Tentunya usaha pencegahan lebih baik dari
pengobatan. Oleh karena itu, diperlukanlah adanya pengujian untuk
mengetahui kondisi transformator tersebut. Salah satu unsur penting yang
harus diuji dalam transformator adalah minyak isolasi. Minyak isolasi pada
transformator berfungsi sebagai isolasi antara bagian-bagian
  di dalam
tangki transformator. Selain itu minyak transformator juga dapat berfunsi
sebagai pendingin dan juga pemadam arcing yang terjadi didalam
transformator. Banyak metode pengujian yang dapat dipakai untuk
mengetahui ketidak-normalan dari minyak transformator. Pengujian
minyak transformator secara garis besar dibagi menjadi dua, yaitu pengujian
karakteristik dan analisis gas terlarut. Dari banyak pengujian karakteristik
yang dapat digunakan untuk menguji dan menganalisis minyak
transformator, ada beberapa metode pengujian karakteristik yang sering
digunakan, antara lain adalah tegangan tembus, tegangan antar muka, kadar

Analisis pengujian..., Stefan Heryanto, FT UI, 2014


2

air, kadar asam, warna, dll. Metode uji lain yang sering digunakan juga
adalah analisis gas terlarut yang lebih dikenal dengan nama DGA
(Dissolved Gas Analysis). Dari data hasil pengujian kemudian dapat di
analisa akibat keabnormalan yang terjadi pada transformator yang
kemudian dijadikan sebagai dasar dari tindakan yang akan dilakukan pada
transformator.

1.2 Tujuan Penelitian


Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan karakteristik
kinerja transformator melalui analisis data primer dari minyak isolasi yang
diambil transformator tenaga 70 kV dengan menggunakan metode
pengujian karakteristik dan analisis gas terlarut.

1.3 Batasan Masalah


Batasan masalah dari tulisan ini adalah sebagai berikut.

1. Transformator yang dimaksud dalam tulisan ini adalah transformator


transmisi 70kV.
2. Analisis pengujian dielektrik transformator yang dibahas disini adalah
hanya tentang minyak transformator dan tidak mengikut-sertakan isolasi
kertas pada transformator.
3. Tulisan ini hanya membahas metode uji dan hasil uji minyak
transformator saja dan tidak membahas secara detail alat uji yang dipakai
untuk menguji minyak transformator tersebut.
4. Tulisan ini hanya membahas tentang minyak transformator
  yang
berhubungan transformator sendiri, tanpa mengetahui pembebanan pada
setiap transformator yang diambil sampel minyaknya.
5. Pengujian karakteristik yang dilakukan pada minyak transformator
hanyalah tegangan tembus, tegangan antar muka, kadar asam, kadar air
dan warna. Pengujian karakteristik yang lain tidak dilakukan.
6. Metode analisis yang dipakai dalam analisis gas terlarut hanyalah
menggunakan metode Key Gas dan Total Dissolved Combustible Gas.

Universitas Indonesia
Analisis pengujian..., Stefan Heryanto, FT UI, 2014
3

1.4 Metodologi Penelitian


Metodologi yang digunakan dalam melakukan penelitian dan
penulisan skripsi ini adalah:
1. Studi literatur. Penulis mengumpulkan dan mengutip literatur yang
ada tentang minyak transformator dan pengujiannya lalu
menyusunnya sebagai dasar teori.
2. Eksperimen. Penulis melakukan pengujian minyak transformator
dengan metode uji karakteristik dan analisis gas terlarut.
3. Analisis. Penulis kemudian menganalisis data primer hasil
pengujian minyak transformator yang didapat dari laboratorium
minyak PT PLN (Persero) P3B APP Cawang berdasarkan IEC
60422 untuk pengujian karakteristik dan IEEE C57.104 untuk
analisis gas terlarut.

1.5 Sistematika Penulisan


Tulisan ini akan dibagi menjadi beberapa bab, yaitu bab satu,
pendahuluan, yang berisi tentang latar belakang, tujuan penulisan, batasan
masalah, metodologi penulisan dan sistematika penulisan, kemudian bab
dua, berisi tentang teori-teori dasar mengenai tranformator, baik itu bagian-
bagiannya, prinsip kerjanya, dsb. Lalu bab tiga, berisi tentang metode-
metode pengujian yang dilakukan pada minyak transformator. Kemudian
bab empat, yang berisi tentang pengujian yang dilakukan penulis dan
 
analisis penulis terhadap data yang didapatkan dengan memakai teori-teori
yang ada. Dan yang terakhir adalah bab lima yang berisi kesimpulan.

Universitas Indonesia
Analisis pengujian..., Stefan Heryanto, FT UI, 2014
BAB II
TRANSFORMATOR TENAGA

2.1 Transformator
Transformator adalah sebuah rangkaian peralatan yang berfungsi
untuk menyalurkan daya dari suatu rangkaian listrik ke rangkaian listrik
lainnya dengan hanya mengubah tegangan dan arusnya saja tanpa
mengubah frekuensi dari daya listrik itu sendiri. Transformator juga
merupakan salah satu jenis peralatan listrik yang statis karena tidak ada
bagian transformator yang bergerak seperti generator ataupun motor.

Gambar 2. 1 Transformator tenaga

Pada suatu sistem tenaga listrik, transformator tenaga memegang


peranan yang sangat penting. Transformator tenaga ini (power transformer)
merupakan transformator yang digunakan menyalurkan daya listrik yang
dihasilkan oleh sumber (pembangkit) ke dalam rangkaian distribusi.
Dibawah ini merupakan contoh gambar dari sebuah transformator daya dan
bagian-bagiannya.

Analisis pengujian..., Stefan Heryanto, FT UI, 2014


5

Gambar 2. 2 Bagian-bagian transformator tenaga

Keterangan :

1. Mounting flange 9. Terminal connection


2. Tangki transformator 10. Carriage
3. Inti Besi 11. Baut (core)
4. Konservator 12. Header
5. Radiator fin 13. Termometer
6. Windings (kumparan) 14. Relay Buchholz
7. Low Voltage Bushing 15. Breather
8. High Voltage Bushing

2.2 Prinsip Kerja Transformator  

Transformator secara sederhana hanyalah memiliki tiga bagian,


yaitu lilitan primer, lilitan sekunder, dan inti besi. Daya listrik dialirkan
melalui lilitan primer yang kemudian dengan melalui inti besi, daya akan
disalurkan ke lilitan sekunder dengan prinsip elektromagnetis yang akan
dijelaskan pada bagian berikutnya. Tujuan dari transformator itu sendiri
adalah mengubah tegangan dari daya yang dialirkan dari sumber, baik itu
memperbesar ataupun memperkecil tegangan. Dalam transformator tenaga,
hal ini dilakukan dengan cara mengatur banyak lilitan. Oleh karena itu,

Universitas Indonesia
Analisis pengujian..., Stefan Heryanto, FT UI, 2014
6

tentunya jumlah lilitan primer dan lilitan sekunder pun harus berbeda.
Gambar dari sebuah transformator sederhana dapat dilihat dibawah ini.

Gambar 2. 3 Transformator sederhana

Dengan : V1 = tegangan primer V2 = tegangan sekunder

N1 = jumlah lilitan primer N2 = jumlah lilitan sekunder

Rumusan sederhana yang menghubungkan variabel-variabel diatas adalah:

𝑁
𝑎 = 𝑁1 = 𝑉𝑉1……………………………………[2.1]
2 2

dimana a adalah rasio perbandingan lilitan transformator.

2.3 Bagian-bagian Transformator Tenaga


Berikut adalah bagian-bagian dari sebuah transformator tenaga
 
yang telah disebutkan diatas.

2.3.1 Inti Besi


Bagian ini ditandai dengan angka 3 pada gambar diatas. Inti
besi ini berfungsi untuk mempermudah jalannya fluks listrik, yang
ditimbulkan oleh arus listrik yang melalui kumparan. Inti besi ini
biasanya dibuat dari lempengan-lempengan besi tipis yang
berisolasi. Lempengan-lempengan ini berfungsi untuk mengurangi
rugi-rugi besi yang berbentuk panas yang ditimbulkan oleh Eddy
Current.

Universitas Indonesia
Analisis pengujian..., Stefan Heryanto, FT UI, 2014
7

Gambar 2. 4 Contoh inti besi

2.3.2 Kumparan (Windings)


Kumparan ini terdiri dari beberapa lilitan kawat berisolasi
yang dililitkan pada inti besi. Kumparan ini terdiri dari kumparan
primer dan kumparan sekunder yang diisolasi baik terhadap inti besi
maupun terhadap antar kumparan dengan isolasi padat seperti karton
atau kertas.

Gambar 2. 5 Contoh kumparan

2.3.3 Bushing
 
Kumparan transformator dihubungkan ke jaringan luar
melalui sebuah bushing, yaitu sebuah konduktor yang diselubungi
oleh isolator, yang sekaligus berfungsi sebagai penyekat antara
konduktor tersebut dengan tangki transformator.

Universitas Indonesia
Analisis pengujian..., Stefan Heryanto, FT UI, 2014
8

Gambar 2. 6 Bushing

2.3.4 Tangki Transformator dan Konservator


Tangki merupakan tempat dari bagian-bagian transformator
yang terendam minyak transformator. Tangki ini juga berfungsi
untuk menampung minyak cadangan dan uap/udara akibat
pemanasan transformator karena arus beban. Dan untuk menampung
pemuaian dan uap dari minyak transformator, maka tangki
dilengkapi dengan konservator. Pada transformator tenaga dengan
kapasitas diatas 500kVA dipasang suatu relay antara tangki dan
konservator yang disebut dengan relay buchholz yang akan
mendeteksi gas yang muncul akibat kerusakan minyak.

Gambar 2. 7 Konservator

2.3.5 Isolasi
Pada sebuah transformator tenaga, terdapat 2 buah bahan
dielektrik untuk mengisolasi bagian-bagian trafo terhadap bagian
trafo lainnya, yaitu minyak transformator dan kertas isolasi.

Universitas Indonesia
Analisis pengujian..., Stefan Heryanto, FT UI, 2014
9

2.3.5.1 Minyak Transformator


Sebagian besar kumparan dan inti transformator tenaga
direndam dalam minyak transformator, terutama transformator yang
berkapasitas besar.
Fungsi dari minyak transformator ini sendiri adalah :
 Insulator, yaitu mengisolasi kumparan supaya tidak terjadi
hubungan pendek (short circuit) akibat tegangan tinggi.
 Pendingin, yaitu mengambil panas yang ditimbulkan sewaktu
transformator berbeban lalu melepaskannya.
 Pemadam busur api (arcing) yang terjadi di dalam tangki
transformator.

Oleh karena itu, minyak transformator ini harus memenuhi


persyaratan. Syarat-syarat yang harus dipenuhi tersebut antara lain:

 Kekuatan isolasi (tegangan tembus) yang tinggi.


 Penyalur panas yang baik dan memiliki berat jenis kecil,
sehingga partikel-partikel dalam minyak dapat mengendap
dengan cepat.
 Viskositas yang rendah agar lebih mudah bersirkulasi
sehingga fungsinya yang juga sebagai pendingin dapat bekerja
dengan baik..
 Titik nyala yang tinggi, sehingga tidak mudah menguap dan
membahayakan transformator itu sendiri.  

 Tidak bersifat korosif (bebas asam) agar mencegah karat dan


kerusakan isolasi padat.
 Tidak mudah teroksidasi.
 Dan yang terakhir adalah minyak tersebut harus memiliki sifat
kimia yang stabil agar tidak mudah terurai akibat panas.

Universitas Indonesia
Analisis pengujian..., Stefan Heryanto, FT UI, 2014
10

Minyak transformator memiliki dua buah jenis, yaitu :


 Mineral, minyak yang berbahan dasar dari pengolahan minyak
bumi, antara lain fraksi minyak diesel dan turbin dengan
struktur kimia yang sangat kompleks.
 Sintetis (askarel), minyak buatan yang memiliki sifat tidak
mudah terbakar dan tak mudah teroksidasi. Namun minyak ini
beracun dan dapat melukai manusia.

Tabel 2. 1 Contoh jenis minyak transformator

Minyak Mineral Minyak Sintetis


Diala C, B (USA) Aroclor (USA)
Univolt (Esso) Clopen (Jerman)
Nynas (Swedia) Phenoclor (Prancis)
Mictrans (Jepang) Pyroclor (UK)
Sun Ohm-MU (Korea) Fenclor (Italia)
Petromin (Dubai) Pyralene (Prancis)
BP-Energol (UK) Pyranol (USA)

2.3.5.2 Kertas Isolasi


Isolasi kertas pada transformator mempunyai fungsi utama
yaitu memisahkan konduktor-konduktor yang dipakai dalam
transformator, antara lain inti besi dan kumparan. Isolasi kertas ini
digunakan untuk mencegah hubung singkat antar kawat pada
kumparan primer ataupun sekunder.

 
2.3.6 Peralatan Pendukung
2.3.6.1 Pendingin
Transformator yang merupakan salah satu instalasi tenaga
listrik yang dialiri arus tentu akan mengalami panas yang sebanding
dengan arus yang mengalir serta temperatur udara disekeliling
transformator tersebut. Jika temperatur luar cukup tinggi dan beban
transformator juga tinggi maka transformator akan beroperasi
dengan temperatur yang tinggi pula. Panas yang berlebihan akan
meyebabkan kerusakan pada transformator, khususnya pada bagian
isolasi. Untuk mengatasi hal tersebut transformator perlu dilengkapi

Universitas Indonesia
Analisis pengujian..., Stefan Heryanto, FT UI, 2014
11

dengan sistim pendingin. Media pendingin yang biasa digunakan


adalah udara (gas), minyak, dan air. Sedangkan cara sirkulasinya
dibagi menjadi dua, yaitu natural (alami) dan forced (paksaan).

Gambar 2. 8 Sistem pendingin

2.3.6.2 On Load Tap Changer (OLTC)


Untuk menjaga kualitas dari sistem tenaga listrik agar selalu
dalam kondisi terbaik, konstan dan kontinyu, transformator
dirancang sedemikian rupa sehingga walaupun terjadi perubahan
tegangan pada sisi input, tegangan pada sisi outputnya tetap. Oleh
karena itu digunakanlah On Load Tap Changer (OLTC). Pada
umumnya OLTC tersambung pada sisi primer dan jumlahnya
 
tergantung pada perancang dan perubahan sistem tegangan pada
jaringan.

Universitas Indonesia
Analisis pengujian..., Stefan Heryanto, FT UI, 2014
12

Gambar 2. 9 OLTC

2.3.6.3 Breather
Breather adalah alat tambahan yang berfungsi untuk
mengalirkan udara pada konservator agar tidak terjadi tekanan
berlebih pada tangki dan konservator transformator itu sendiri. Pada
konservator, permukaan minyak diusahakan tidak boleh
bersinggungan dengan udara karena kelembaban udara yang
mengandung uap air akan mengkontaminasi minyak.

Gambar 2. 10 Breather

Universitas Indonesia
Analisis pengujian..., Stefan Heryanto, FT UI, 2014
BAB III
METODE PENGUJIAN MINYAK ISOLASI

Transformator tenaga merupakan bagian penting dalam jaringan sistem


tenaga listrik. Harga dari suatu transformator sangatlah mahal, sehingga untuk
meminimalisir biaya kita harus mencegah kerusakan pada transformator sebelum
terjadi kerusakan. Salah satu bagian yang dapat menggambarkan kondisi
transformator tenaga secara keseluruhan adalah bahan isolasi. Peralatan ini harus
dijaga kondisinya agar dapat beroperasi optimal. Dari studi yang dilakukan oleh US
Inspection and Insurance Companies, 10% kegagalan dari transformator tenaga
disebabkan oleh pengurangan kualitas bahan isolasi dan kegagalan internal
overload dalam lilitan tegangan tinggi yang disebabkan oleh penambahan endapan.
Peralatan isolasi transformator tenaga ini sendiri terdiri dari isolasi cair (minyak)
dan isolasi padat (kertas). Oleh karena itu, untuk mencegah terjadinya kerusakan
pada transformator, diperlukanlah adanya pengujian berbagai macam faktor pada
isolasi transformator. Berikut adalah pengujian-pengujian yang biasanya dilakukan
pada minyak transformator. [14]

3.1 Uji Karakteristik


Uji karakteristik ini digunakan untuk mengetahui kondisi dari
minyak transformator sehingga jika terjadi suatu ketidak-normalan, maka
kita dapat melakukan pencegahan awal agar tidak menggangu sistem tenaga
listrik ataupun merusak trafo dan atau sistem tenaga listrik. [9]  [11]

3.1.1 Tegangan Tembus (Breakdown Voltage)


Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui batas tegangan (atau
sering disebut juga dengan kekuatan dielektrik) dimana isolasi minyak
transformator mengalami kerusakan.

Tabel 3. 1 Standar hasil pengujian tegangan tembus [1]

Metode <68 kV 69 s/d 288 kV >288 kV


ASTM D-1816 ( 1mm) 23 26 26
ASTM D - 877 ( 1 mm) 26 30 30

Analisis pengujian..., Stefan Heryanto, FT UI, 2014


14

Pengujian tegangan tembus dilakukan untuk mengetahui


kemampuan minyak isolasi dalam menahan stress tegangan. Minyak yang
jernih dan kering akan menunjukan nilai tegangan tembus yang tinggi. Oleh
karena itu, pengujian ini juga berhubungan dengan warna minyak
transformator. Air dan partikel solid, apalagi gabungan antara keduanya
dapat menurunkan tegangan tembus secara dramatis. Dengan kata lain
pengujian ini dapat menjadi indikasi keberadaan kontaminan seperti kadar
air dan partikel. Rendahnya nilai tegangan tembus dapat mengindikasikan
keberadaan salah satu kontaminan tersebut, dan tingginya tegangan tembus
belum tentu juga mengindikasikan bebasnya minyak dari semua jenis
kontaminan.

Gambar 3. 1 Alat uji tegangan tembus

3.1.2 Tegangan Antar Permukaan (Interfacial Tension / IFT)


Pengujian ini mengukur tegangan antar permukaan minyak dengan
air. Nilai IFT ini dipengaruhi oleh banyaknya partikel-partikel kecil hasil
oksidasi minyak dan kertas. Oksidasi akan menghasilkan air dalam minyak,
meningkatkan nilai keasaman minyak dan pada kondisi tertentu akan
 
menyebabkan pengendapan (sludge). Satuan dari pengukuran IFT ini adalah
mN/m.

Tabel 3. 2 Standar hasil pengujian IFT [7]

IFT <69 kV 69 – 288 kV 288 kV


ASTM D-971 24 26 30

3.1.3 Angka Kenetralan (Neutralization Number / NN)


Minyak yang rusak akibat oksidasi akan menghasilkan senyawa
asam yang akan menurunkan kualitas kertas isolasi pada trafo. Asam ini
juga dapat menjadi penyebab proses korosi pada tembaga dan bagian trafo

Universitas Indonesia
Analisis pengujian..., Stefan Heryanto, FT UI, 2014
15

yang terbuat dari bahan metal. Proses oksidasi pada kertas dan minyak akan
menghasilkan asam. Kandungan asam dalam minyak mempercepat
penurunan kondisi minyak dan kertas, yaitu :

- asam akan membentuk lebih banyak asam dari minyak dan kertas
- bereaksi dengan kertas menghasilkan air
- asam bersifat korosif terhadap logam dan akan membentuk lebih
banyak partikel-partikel logam pada belitan dan bagian bawah tangki
minyak.
Angka kenetralan merepresentasikan jumlah kalium hidroksida
(KOH) yang dibutuhkan (dalam mg) untuk menetralkan 1 gram minyak
sample. Semakin banyak KOH yang dibutuhkan, maka semakin asam
minyak dan semakin besar pula angka kenetralannya.

Tabel 3. 3 Standar hasil pengujian angka keasaman [7]

Metode <68 kV 69 s/d 288 kV >288 kV


ASTM D 974 0.2 0.2 0.1

Berdasarkan hasil pengujian IFT dengan NN, dapat dibuat analisa


lebih lanjut dengan membandingkan nilai keduanya :

Tabel 3. 4 Nilai perbandingan IFT dengan NN [7]

Kondisi Minyak IFT NN IFT / NN


Bagus 30,0 – 45,0 0,00 – 0,10 300 – 1500
Proprosional A 27,1 – 29,9 0,05 – 0,10 271 – 600
Marginal 24,0 – 27,0 0,11 – 0,15 160 
– 318
Jelek 18,0 – 23,9 0,16 – 0,40 45 – 159
Sangat jelek 14,0 – 17,9 0,41 – 0,65 22 – 44
Sangat sangat jelek 9,00 – 13,9 0.66 – 1,50 6 – 21
Rusak > 1,51

Universitas Indonesia
Analisis pengujian..., Stefan Heryanto, FT UI, 2014
16

Gambar 3. 2 Peralatan yang digunakan dalam pengujian Angka Kenetralan

3.1.4 Kandungan Air (Water Content)


Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui nilai kandungan air
dalam minyak isolasi. Kandungan air dan oksigen yang tinggi akan
mengakibatkan korosi, menghasilkan asam, endapan dan cepat menurunkan
usia transformator.

 
Gambar 3. 3 Peralatan yang digunakan untuk menguji banyaknya kandungan air dalam minyak
transformator

Adapun satuan dari hasil pengujian ini adalah ppm (part per million)
yang didapat dari perbandingan antara banyaknya kadar air dalam mg
terhadap 1 kg minyak.

Tabel 3. 5 Standar hasil pengujian kandungan air dalam minyak [2]

Kandungan Air <69 kV 69 – 288 kV 288 kV


ASTM D-1533 35 25 20

Universitas Indonesia
Analisis pengujian..., Stefan Heryanto, FT UI, 2014
17

Setelah diketahui kandungan air dalam minyak, maka dapat


kandungan air dalam kertas juga dapat diperkirakan banyaknya sesuai
dengan tabel berikut.

Tabel 3. 6 Perbandingan distribusi air dalam minyak dan kertas [1]

Temperatur (oC) Air dalam minyak Air dalam kertas


20 1 3000
40 1 1000
60 1 300

3.1.5 Warna
Warna minyak isolasi trafo akan berubah seiring penuaan yang
terjadi pada minyak dan dipengaruhi oleh material material pengotor seperti
karbon. Pengujian minyak pada dasarnya membandingkan warna minyak
terpakai dengan minyak yang baru. Warna dilihat untuk mendeteksi
kecepatan penurunan atau kontaminasi yang serius. Nilai standar
berdasarkan metode pengujian ASTM D-1500 adalah < 3,5. Hasil pengujian
yang tinggi menggambarkan adanya karbon, partikel isolasi dan material
terlarut lainnya. Karbon terbentuk pada waktu timbul partial discharge
maupun arcing. Partikel-partikel yang terbentuk dapat berupa furan maupun
hasil oksidasi.

Gambar 3. 4 Perbandingan warna minyak transformator

Universitas Indonesia
Analisis pengujian..., Stefan Heryanto, FT UI, 2014
18

3.1.6 Titik Nyala (Flash Point)


Temperatur minimum dimana minyak menghasilkan uap yang
cukup untuk dibakar bersama udara. Flash point merupakan indikator
ketidakstabilan minyak. Minyak yang bagus mempunyai nilai flash point
tinggi, nilai standar berdasarkan metode pengujian ASTM D-92 adalah
150oC dan akan terus berkurang apabila kandungan air, oksigen, gas-gas
terlarut meningkat dan ikatan rantai karbon minyak berkurang.

3.1.7 Titik Tuang (Pour Point)


Titik tuang adalah suhu terendah dimana minyak masih dapat
mengalir pada saat didinginkan pada suhu tertentu. Pengujian ini mengacu
ke standar ISO 3016.

3.1.8 Endapan (Sludge)


Endapan terjadi karena adanya oksigen dan kandungan air dalam
minyak transformator. Sludge terutama terjadi pada belitan transformator
bagian bawah dan terus meningkat. Slugde akan mengakibatkan suhu
transformator naik pada beban yang dan hasil pengujian IFT akan
mengalami penurunan.

3.1.9 Viskositas
Viskositas adalah suatu ukuran dari besarnya perlawanan yang
diberikan oleh minyak untuk mengalir, atau ukuran dari besarnya tekanan
geser bagian dalam dari suatu bahan cair. Bila suhu naik maka viskositas
akan turun. Uji viskositas hanya dilakukan untuk minyak  isolasi baru.
Pengujian yang dilakukan mengacu pada ISO 3104.

3.1.10 Densitas
Densitas adalah berat masa minyak per satuan volume (kg/l) pada
suhu 20o C. Uji ini dilakukan hanya untuk minyak minyak isolasi baru.
Metode uji densitas mengacu ke standar ISO 3675.

Universitas Indonesia
Analisis pengujian..., Stefan Heryanto, FT UI, 2014
19

3.1.11 Oksidasi
Uji ketahanan oksidasi adalah peristiwa oksidasi minyak dengan
kondisi dan waktu tertentu atau ukuran baik tidaknya (ketahanan) suatu
minyak trafo baru terhadap oksidasi. Dalam proses ini akan menghasilkan
sedimen dan asam. Pengujian oksidasi mengacu ke standar IEC 74.

3.1.12 Korosi Tembaga (Corrosive Sulfur)


Uji korosi kepingan tembaga adalah suatu uji kemampuan minyak
isolasi untuk mengakibatkan korosi pada kepingan tembaga dengan waktu
dan suhu tertentu. Dengan adanya korosif senyawa sulfur yang merugikan
akan menghasilkan deteriosasi pada logam yang besarnya tergantung pada
jumlah dan tipe korosif, waktu dan suhu. Pengujian ini mengacu ke standar
ASTM 1275 B.

3.1.13 Tangen Delta


Besar kecilnya nilai tangen delta akan dipengaruhi kontaminasi
polar yang terlarut di minyak, produk penuaan dan koloid. Dari hasil
pengujian tangen delta dapat diketahui sejauh mana minyak isolasi
mengalami penuaan. Pengujian ini mengacu kepada standar IEC 60247.

Gambar 3. 5 Alat pengujian tangen delta

3.1.14 Furan
Isolasi kertas merupakan bagian dari sistem isolasi trafo. Isolasi
kertas berfungsi sebagai media dielektrik, menyediakan kekuatan mekanik
dan spacing. Panas yang berlebih dan by-product dari oksidasi minyak
dapat menurunkan kualitas minyak isolasi. Proses penurunan isolasi kertas
merupakan proses depolimerisasi. Pada proses depolimerisasi isolasi kertas
yang merupakan rantai hidrokarbon yang panjang akan terputus/terpotong
potong dan akhirnya akan menurunkan kekuatan dari isolasi kertas itu

Universitas Indonesia
Analisis pengujian..., Stefan Heryanto, FT UI, 2014
20

sendiri. Proses depolimerisasi akan selalu diiringi oleh terbentuknya gugus


furan. Nilai furan yang terbentuk akan sebanding dengan tingkat DP (degree
of polimerization).

3.2 Analisis Gas Terlarut (Dissolved Gas Analysis / DGA)


DGA merupakan salah satu metode analisis yang melihat
perubahan unsur dari minyak transformator. Saat terjadi ketidak-normalan,
maka minyak isolasi yang merupakan rantai hidrokarbon akan terurai
akibat energi yang dihasilkan dari ketidak-normalan tersebut dan
membentuk gas-gas hidrokarbon yang terlarut dalam minyak
transformator itu sendiri. DGA ini pada dasarnya adalah proses
menghitung kadar dari gas-gas hidrokarbon yang telah disebutkan
sebelumnya. Dari kadar gas yang telah didapat inilahdapat kita prediksi
dampak apakah yang akan timbul akibat ketidak-normalan yang terjadi.

Gas gas yang dapat dideteksi dari hasil pengujian DGA adalah H2
(Hidrogen), N2 (Nitrogen), O2 (Oksigen), CO (Carbon monoksida), CO2
(Carbondioksida), CH4 (Metana), C2H2 (Asetilen), C2H4 (Etilen), C2H6
(Etana). Munculnya sebagian atau keseluruhan dari gas-gas ini dapat
mengindikasikan suatu fault atau defect spesifik didalam transformator
sehingga kegagalan tersebut dapat diketahui dengan metode key gas. Dari
pengujian gas-gas parameter DGA ini juga dapat diperoleh Total
Dissolved Combustible Gas yang juga merupakan salah satu cara
menganalisa kondisi dari transformator.
 

Gambar 3. 6 Peralatan uji DGA

Interpretasi data dari analisis gas terlarut yang paling mudah adalah
dengan menggunakan TDCG (Total Dissolved Combustible Gas), yaitu
dengan melihat jumlah (ppm) dari gas-gas kunci yang terlarut di dalam

Universitas Indonesia
Analisis pengujian..., Stefan Heryanto, FT UI, 2014
21

minyak transformator. Gas-gas kunci tersebut adalah H2 (Hidrogen), CO


(Carbon monoksida), CH4 (Methane), C2H2 (Acetylene), C2H4 (Ethylene),
dan C2H6 (Ethane). Standar Pengujian Dissolved Gas Analysis ditentukan
dalam IEEE Std C57.104-2008 dan ASTM D-3612.

Tabel 3. 7 Batas konsentrasi gas terlarut dengan satuan ppm [13]

Universitas Indonesia
Analisis pengujian..., Stefan Heryanto, FT UI, 2014
BAB IV
PENGUJIAN DAN ANALISIS KINERJA MINYAK ISOLASI PADA
TRANSFORMATOR TENAGA 70 KV

4.1 Pengujian minyak pada transformator tenaga 70 kV


Pengujian minyak transformator yang dipakai untuk analisa disini
dilakukan di laboratorium pengujian minyak PT PLN (Persero) P3B APP
Cawang pada bulan Maret tahun 2014.

Mulai

Pengambilan
Sampel
Minyak

Pengujian
Sampel
Minyak

6. Analisis
4. Tegangan 5. Tegangan
1. Warna 2. Kadar Air 3. Kadar Asam Gas
Antar muka Tembus
Terlarut

Data
Primer

Analisis Data
Primer

Minyak
dibawah Uji ulang
Minyak memenuhi standar
standar  

Transformator di
maintenance

Transformator
dapat beroperasi
normal

Selesai

Gambar 4. 1 Diagram alir pengujian dan analisis minyak transformator

Analisis pengujian..., Stefan Heryanto, FT UI, 2014


21

4.1.1 Pengambilan Sampel Minyak


Pengambilan sampel minyak transformator dapat dilakukan
dengan dua cara, yaitu dengan menggunakan syringe dan dengan
menggunakan botol.

Gambar 4. 2 Contoh sampel minyak di dalam botol

Gambar 4. 3 Contoh sampel minyak di dalam syringe


 
Dalam melakukan pengambilan minyak dengan botol, ada
beberapa tahapan penting yang harus diperhatikan agar sampel
minyak yang diuji tidak berubah karakteristiknya.

1. Buang beberapa mL minyak pada bagian ujung kran


pengambilan contoh.
2. Bilas botol contoh minyak dengan minyak dari tangki
transformator.
3. Isi botol dengan contoh minyak, dan jangan sampai
terkontaminasi oleh kotoran.

Universitas Indonesia
Analisis pengujian..., Stefan Heryanto, FT UI, 2014
22

4. Lindungi contoh minyak dari sinar matahari.


5. Segera bawa sampel minyak ke laboratorium.

Pada laboratoium minyak PT PLN (Persero) APP Cawang


ini, sampel minyak sudah diambil dari transformator-transformator
yang terdapat pada GI yang merupakan bagian dari unit APP
Cawang, sehingga penulis dan petugas laboratorium hanya
melakukan pengujian saja dan tidak ikut serta dalam pengambilan
minyak transformator.

Sampel minyak yang digunakan pada pengujian dan analisa


berasal dari 3 transformator berbeda, yaitu :

1. Transformator 1
Gardu induk : Gandaria
Merek : ALSTHOM
Tipe : THCVE
No. Seri : 217253-06
Rasio tegangan : 70/20
MVA : 30
Kap. Minyak : 27.700 kg
Keterangan : Kondisi Operasi
2. Transformator 2
Gardu induk : Gandaria
Merek : UNINDO  

Tipe : TTUB 70/30000


No. Seri : A9270141
Rasio tegangan : 70/20
MVA : 30
Kap. Minyak : 15.000 kg
Keterangan : Kondisi Operasi

Universitas Indonesia
Analisis pengujian..., Stefan Heryanto, FT UI, 2014
23

3. Transformator 3
Gardu induk : Gandaria
Merek : ABB
Tipe : SDOR 30000/72,5
No. Seri : 12135189
Rasio tegangan : 70/20
MVA : 30
Kap. Minyak : 11.300 kg
Keterangan : Kondisi Operasi
4.1.2 Pengujian Sampel Minyak
Ada enam pengujian yang dilakukan pada sampel minyak di
laboratorium tersebut. Namun, secara garis besar, rangkaian
pengujian dari pengujian-pengujian tersebut dapat disimpulkan
dengan gambar berikut.

Suplai Hasil
Alat Uji
daya Pengujian

Sampel
Minyak
 

Gambar 4. 4 Bagan pengujian sampel minyak

Dengan tahapan pengujian yang sama, yang diubah hanyalah


alat uji dan sampel minyaknya saja. Enam pengujian yang
disebutkan diatas adalah tegangan tembus, tegangan antar muka,
keasaman (angka kenetralan), kadar air, warna, dan analisis gas
terlarut.

Universitas Indonesia
Analisis pengujian..., Stefan Heryanto, FT UI, 2014
24

4.1.2.1 Tegangan Tembus (Breakdown Voltage)


Pengujian yang pertama adalah pengujian tegangan tembus
dari sampel minyak yang telah diambil. Pengujian ini dilakukan
untuk melihat kekuatan dari minyak untuk menahan tegangan listrik.
Berikut adalah gambar dari alat uji tegangan tembus di laboratorium
PT PLN (Persero) P3B APP Cawang.

Gambar 4. 5 Alat uji tegangan tembus

Gambar 4. 6 Pengujian tegangan tembus dari sampel minyak

4.1.2.2 Tegangan Antarmuka (Interfacial Tension / IFT)


Pengujian yang kedua adalah pengujian tegangan
antarmuka. Prinsip dari pengujian ini adalah mengukur besar
tegangan antara minyak dengan air (aquades). Berikut adalah
gambar dari alat yang digunakan untuk menguji tegangan antar
muka.

Universitas Indonesia
Analisis pengujian..., Stefan Heryanto, FT UI, 2014
25

Gambar 4. 7 Alat uji tegangan antar muka

4.1.2.3 Kadar air (Water content)


Pengujian yang dilakukan berikutnya adalah pengujian kadar
air. Pengujian kadar air ini ditujukan untuk mengetahui banyaknya
kadar air yang telah tercampur di dalam minyak tersebut.

Gambar 4. 8 Alat uji kadar air minyak

Gambar 4. 9 Pengujian kadar air

Universitas Indonesia
Analisis pengujian..., Stefan Heryanto, FT UI, 2014
26

4.1.2.4 Keasaman (Angka Kenetralan / Neutralization Number)


Pengujian berikutnya adalah uji keasaman atau angka
kenetralan. Minyak yang rusak akibat oksidasi akan menghasilkan
asam dan asam ini akan menyebabkan kerusakan (korosi) pada
bagian-bagian transformator yang memang didominasi oleh bahan
metal. Oleh karena itu, jika minyak transformator sudah memiliki
kadar asam yang tinggi maka minyak tersebut perlu dibersihkan
ataupun diganti dengan minyak transformator baru.

Gambar 4. 10 Alat uji keasaman minyak

4.1.2.5 Warna
Pengujian yang ke-5 adalah pengujian warna. Warna dari
minyak transformator diuji dan diberi nilai parameter agar kita dapat
mengambil keputusan apakah minyak tersebut masih dalam
  kondisi
bersih atau sudah mengandung banyak pengotor, seperti karbon hasil
dari oksidasi minyak yang sudah menua. Pada Gambar 4.2 dapat kita
lihat bahwa warna minyak transformator akan berbeda-beda sesuai
dengan beban dari transformator yang bersangkutan dan juga umur
dari minyak transformator tersebut.

Universitas Indonesia
Analisis pengujian..., Stefan Heryanto, FT UI, 2014
27

Gambar 4. 11 Alat uji warna minyak

4.1.2.6 Analisis Gas Terlarut (Dissolved Gas Analysis / DGA)


Percobaan yang terakhir dilakukan adalah analisis gas
terlarut. Analisis gas terlarut dilakukan untuk melihat banyak
kandungan gas-gas tertentu pada minyak yang dapat
mengindikasikan adanya kerusakan baik pada minyak ataupun pada
transformator yang bersangkutan. Ekstraksi gas pada minyak
transformator ini dilakukan dengan metode gas chromatography.
Metode analisa yang digunakan pada penulisan ini adalah dengan
Total Dissolved Combustible Gas (TDCG), yaitu dengan melihat
jumlah dari gas-gas yang mudah terbakar seperti adalah hidrogen
(H2), karbon monoksida (CO), metana (CH4), etana (C2H6), asetilen
(C2H2), dan etilen (C2H4).

Gambar 4. 12 Peralatan uji DGA

Universitas Indonesia
Analisis pengujian..., Stefan Heryanto, FT UI, 2014
28

Gambar 4. 13 Petugas memasukkan minyak ke alat uji DGA

4.2 Analisis kinerja minyak isolasi pada transformator tenaga 70kV


Minyak transformator yang telah diuji dan yang akan dianalisis
disini berasal dari Transformator 1, Transformator 2, Transformator 3 pada
Gardu Induk Gandaria. Berikut adalah standar tegangan tembus dan data
tegangan tembus dari transformator-transformator yang bersangkutan.

Tabel 4. 1 Standar tegangan tembus minyak transformator berdasarkan IEC 60422

Kategori Tegangan Tembus Minyak (kV)


tegangan
Bagus Cukup Buruk
500 kV > 60 50 - 60 < 50
150 kV > 50 40 - 50 < 40
70 kV > 40 30 - 40 < 30
 

Tabel 4. 2 Hasil pengujian tegangan tembus minyak transformator

Tegangan Tembus
Hasil Pengujian
(kV/2,5mm)
Transformator 1 30,2
Transformator 2 32,6
Transformator 3 87,9

Besarnya tegangan tembus minyak menunjukkan seberapa besar


kemampuan minyak berfungsi sebagai suatu bahan isolasi. Kita dapat
melihat pada tabel bahwa tegangan tembus yang dimiliki oleh minyak

Universitas Indonesia
Analisis pengujian..., Stefan Heryanto, FT UI, 2014
29

transformator pada transformator 1 dan 2 memiliki hasil yang cukup. Hal


ini menunjukkan bahwa sudah terdapat kontaminan di dalam minyak
transformator tersebut, baik berupa air ataupun partikel-partikel pengotor
yang menyebabkan berkurangnya tegangan tembus minyak. Sebaliknya,
minyak pada transformator 3 memiliki tegangan tembus yang baik. Hal ini
menunjukkan bahwa minyak tersebut tidak memiliki banyak kontaminan
didalamnya. Berikut adalah data hasil pengujian tegangan antar muka.

Tabel 4. 3 Standar tegangan antar muka minyak transformator berdasarkan IEC 60422

Tegangan antar muka (mN/m)


Bagus Cukup Buruk
> 28 22 - 28 < 22

Tabel 4. 4 Hasil pengujian tegangan antar muka minyak transformator

Tegangan antar muka


Hasil Pengujian
(mN/m)
Transformator 1 26
Transformator 2 24,4
Transformator 3 16,1

Pengujian tegangan antar muka dilakukan untuk mengetahui


seberapa besar kontaminasi yang sudah terjadi pada minyak. Dari data hasil
pengujian diatas, dapat kita liat bahwa minyak pada transformator 1 dan 2
masih memenuhi standar, sedangkan minyak pada transformator 3 memiliki
tegangan antar muka yang buruk. Tegangan antar muka yang buruk pada
sampel minyak transformator 3 menunnjukkan sudah  terjadinya
kontaminasi yang cukup besar pada minyak tersebut. Hal ini mungkin
dikarenakan oleh ketidakcocokan minyak dengan bagian dari transformator
itu sendiri, seperti pernis dari metal atau sambungan pada transformator
yang bersangkutan. Hal yang menarik disini adalah walaupun tegangan
antar muka minyak dari transformator 3 termasuk dalam kategori buruk,
minyak tersebut memiliki nilai tegangan tembus yang baik seperti yang kita
dapat lihat pada Tabel 4.2. Hal ini menunjukkan bahwa kontaminan yang
ada di dalam minyak transformator tersebut bukan merupakan kontaminan
yang dapat menyebabkan kerusakan pada minyak transformator.

Universitas Indonesia
Analisis pengujian..., Stefan Heryanto, FT UI, 2014
30

Tabel 4. 5 Standar kadar air minyak transformator berdasarkan IEC 60422

Kategori Kadar air (ppm)


tegangan Bagus Cukup Buruk
500 kV <5 5 – 10 > 10
150 kV <5 5 – 15 > 15
70 kV < 10 10 - 25 > 25

Tabel 4. 6 Hasil pengujian kadar air minyak transformator

Hasil Pengujian Kadar air (ppm)


Transformator 1 8,12
Transformator 2 7,22
Transformator 3 3,15

Air dalam minyak isolasi dapat berasal dari dua hal, yaitu
dekomposisi minyak dan kertas ataupun akibat minyak yang terkena udara
luar. Kadar air yang berlebihan dapat mengurangi tegangan tembus pada
minyak dan mengurangi usia dari minyak transformator tersebut. Tabel
diatas merupakan hasil pengujian kadar air dari ke-3 minyak transformator.
Kita dapat melihat bahwa minyak pada transformator 1, 2 dan 3 memiliki
kadar air dengan kategori baik. Hal ini menunjukkan bahwa ke-3 minyak
masih dalam kondisi yang baik dan tidak terkena udara dari luar. Data kadar
air pada sampel minyak transformator 3 juga sangat kecil. Hal ini
menunjukkan korelasi antara kadar air yang kecil (3,15 ppm) dengan
tegangan tembus sampel minyak 3 yang besar, yaitu 87,9 kV/2,5mm. Data
 
berikutnya yang akan dianalisis adalah data kadar asam dari minyak
transformator.

Tabel 4. 7 Standar kadar asam minyak transformator berdasarkan IEC 60422

Kategori Angka kenetralan (mg KOH/gr)


tegangan Bagus Cukup Buruk
500 kV < 0,1 0,1 - 0,15 > 0,15
150 kV < 0,1 0,1 - 0,2 > 0,2
70 kV < 0,15 0,15 - 0,3 > 0,3

Universitas Indonesia
Analisis pengujian..., Stefan Heryanto, FT UI, 2014
31

Tabel 4. 8 Hasil pengujian kadar asam minyak transformator

Hasil Pengujian Angka kenetralan (mg KOH/gr)


Transformator 1 0,104
Transformator 2 0,138
Transformator 3 0,14

Asam yang ada pada minyak merupakan hasil dari oksidasi minyak
itu sendiri. Kadar asam dapat kita gunakan sebagai indicator umur minyak
isolasi. Kadar asam ditunjukkan dengan angka kenetralan, yaitu banyaknya
KOH yang dibutuhkan untuk menetralkan asam yang ada dalm minyak.
Data diatas menunjukkan bahwa ke-3 minyak transformator memiliki kadar
asam yang sedikit sehingga dapat dikatergorikan masih bagus. Walaupun
demikian, kadar asam yang dimiliki oleh sampe minyak transformator 1 dan
2 sudah hampir mendekati batas cukup. Data kadar asam tersebut
menunjukkan minyak transformator ini menunjukkan bahwa minyak
transformator yang dipakai sudah dipakai agak lama sehingga mengalami
oksidasi.

Tabel 4. 9 Parameter warna minyak transformator menurut S D Myers

Warna
Bagus Buruk
< 3,5 > 3,5

Tabel 4. 10 Hasil pengujian warna minyak transformator

 
Hasil Pengujian Parameter Warna
Transformator 1 2,8
Transformator 2 3,8
Transformator 3 5,3

Data diatas merupakan hasil pengujian warna dari minyak


transformator. Meskipun warna tidak terlalu menjadi poin kritis untuk
menilai kondisi suatu minyak transformator, tetapi warna dari minyak
transformator dapat digunakan untuk membuat asumsi awal keadaan
transformator, dimana warna minyak yang semakin menghitam

Universitas Indonesia
Analisis pengujian..., Stefan Heryanto, FT UI, 2014
32

menunjukkan minyak transformator yang telah terkontaminasi baik itu oleh


partikel (pengotor) eksternal maupun oleh akibat oksidasi dari minyak itu
sendiri. Data diatas menunjukkan bahwa hanya minyak dari transformator
1 yang masih dalam standar baik, sedangkan minyak transformator 2 dan 3
masuk ke dalam kategori buruk. Seperti yang telah dijelaskan diatas, warna
minyak bukanlah parameter utama dalam menganalisis kondisi minyak
transformator sehingga data warna minyak ini dapat diabaikan, tetapi bisa
juga dijadikan sebagai pengetahuan tentang gambaran minyak
transformator yang diuji. Dan yang terakhir adalah analisis gas terlarut.
Berikut adalah data yang telah diambil dari pengujian.

Tabel 4. 11 Batas kandungan gas terlarut dalam minyak transformator sesuai IEEE std C57.104-
1991

Jenis Gas Batasan (ppm)


hidrogen (H2) 100
metana (CH4) 120
karbon monoksida (CO) 350
etilen (C2H4) 50
etana (C2H6) 65
asetilen (C2H2) 35
TDCG normal 720

Tabel 4. 12 Hasil pengujian minyak transformator dengan metode DGA

Hasil Uji (ppm)


Jenis Gas
Trafo 1 Trafo 2 Trafo 3
hidrogen (H2) 668,2 576,8 105,1 
metana (CH4) 104,5 18,1 21,2
karbon monoksida (CO) 1777 621,3 1402,2
etilen (C2H4) 52,1 3,8 4,6
etana (C2H6) 29 103,1 0
asetilen (C2H2) 0 0 0
TDCG 2630,8 1323,1 1533,1

Universitas Indonesia
Analisis pengujian..., Stefan Heryanto, FT UI, 2014
33

Data yang ditulis diatas merupakan gas-gas mudah terbakar


(combustible) yang terdeteksi oleh alat uji DGA. Berikut adalah analisis
yang bisa dilakukan dengan melihat jumlah total gas-gas yang mudah
terbakar (TDCG) sesuai dengan standar IEEE C57.104-1991.

 0-720 ppm : transformator berjalan normal


 721-1920 ppm : terjadi sedikit dekomposisi pada sistem isolasi
 1921-4630 ppm : dekomposisi tingkat tinggi pada sistem isolasi
 > 4630 ppm : dekomposisi sebagian besar dari sistem isolasi

Dapat kita lihat bahwa minyak transformator 1 masuk dalam


kategori 3. Hal ini menunjukkan bahwa sudah terjadi dekomposisi tingkat
tinggi pada minyak. Sedangkan minyak transformator 2 dan 3 masuk dalam
kategori 2 yang mengindikasikan bahwa sudah terjadi dekomposisi pada
minyak. Dekomposisi minyak transformator itu sendiri sebenarnya terjadi
akibat oksidasi yang disebabkan oleh overheating.
Metode ke-2 yang biasa digunakan untuk menganalisis kecacatan
pada transformator adalah metode Key Gas (gas kunci) berdasarkan IEEE
C57.104-2008. Dengan melihat terdeteksinya gas-gas tertentu, kita dapat
mengetahui kecacatan yang terjadi pada transformator. Jika data dari gas-
gas tersebut dilihat secara individual, maka dapat kita lihat bahwa ada
beberapa kandungan gas yang melebihi batasan standar, seperti hidrogen,
karbon monoksida, dan etilen pada sampel minyak transformator 1, lalu
 
hidrogen, karbon monoksida, dan etana pada sampel minyak transformator
2, dan pada sampel minyak transformator 3, terdapat hidrogen dan karbon
monoksida yang jumlahnya melebihi batas. Dapat kita lihat bahwa gas yang
melewati batas paling jauh adalah karbon monoksida. Gas ini dihasilkan
oleh isolasi kertas yang rusak, sehingga dapat disimpulkan bahwa isolasi
kertas pada ke-3 transformator sudah mulai rusak. Kemudian yang terlihat
melewati batas adalah hidrogen. Gas hidrogen sebenarnya muncul karena
pada minyak terjadi partial discharge berenergi rendah yang disebabkan
oleh minyak yang diberi paparan listrik. Dan yang terakhir adalah gas etilen
pada sampel minyak transformator 1 dan gas etana pada sampel minyak

Universitas Indonesia
Analisis pengujian..., Stefan Heryanto, FT UI, 2014
34

transformator 2. Kedua gas ini menunjukkan hal yang sama, yaitu ada
sebagian kecil dari minyak transformator yang sudah mengalami
breakdown. Namun karena jumlahnya tidak terlalu besar, berarti hal ini
tidak akan terlalu mengganggu kerja dari transformator yang bersangkutan.
[IEEE C57.104-2008 pg. 12)

Gambar 4. 14 Pendeteksian kecacatan dengan metode gas kunci [15]

Dari data-data diatas kita dapat menganalisa kondisi dari setiap


transformator. Transformator 1 masih bisa beroperasi dengan normal, tetapi
harus dilakukan pengujian minyak isolasi yang lebih sering, karena struktur
minyak yang sudah banyak mengalami dekomposisi sehingga dapat
merusak transformator itu sendiri jika dibiarkan terus-menerus. Minyak
transformator 1 masih dalam keadaan baik jika dilihat dari
  pengujian
karakteristiknya, dengan tegangan tembus 30,2 kV/2,5mm, kadar air 8,12
ppm, kadar asam 0,104 mgKOH/gr, tegangan antar muka 26 mN/m. Data-
data tersebut masih ada didalam transformator yang berjalan dengan normal
dengan tidak ada data yang melewati batasan berdasarkan IEC 60422:2005.
Namun, saat melihat data gas terlarut yang ada didalam minyak, cukup
banyak data yang melewati batasan normal minyak transformator, yaitu
pada gas hidrogen (668,2 ppm), karbon monoksida (1.777 ppm), dan etilen
(52,1 ppm). Berdasarkan analisis dengan menggunakan TDCG,

Universitas Indonesia
Analisis pengujian..., Stefan Heryanto, FT UI, 2014
35

transformator 1 membutuhkan perawatan secepatnya karena sudah banyak


minyak isolasi yang mengalami dekomposisi.

Transformator 2 GI Gandaria juga masih bisa beroperasi dengan


normal, tetapi juga harus diberikan pemantauan lebih lanjut agar minyak
isolasi transformator tidak merusak bagian-bagian transformator yang
berada di dalam tangki transformator. Mirip halnya dengan minyak
transformator 1, minyak transformator 2 juga menunjukkan hasil yang
cukup baik jika dilihat dari pengujian karakteristiknya, dengan tegangan
tembus 32,6 kV/2,5mm, kadar air 7,22 ppm, kadar asam 0,138 mgKOH/gr,
tegangan antar muka 24,4 mN/m. Tetapi TDCG-nya menunjukkan hal yang
berbeda. Dengan TDCG sebesar 1323,1 ppm, maka minyak transformator 2
sudah mengalami dekomposisi, walaupun tidak separah minyak
transformator 1. Namun, perawatan juga dibutuhkan agar transformator
dapat berjalan kembali normal.

Transformator 3 juga masih dapat berjalan dengan normal. Hal ini


dapat dilihat dari pengujian karakteristiknya dengan tegangan tembus yang
sangat besar 87,9 kV/2,5mm, lalu kadar air yang rendah 3,15 ppm, kadar
asam 0,14 mgKOH/gr, dan tegangan antar muka 16,1 mN/m. Namun lagi-
lagi yang bermasalah adalah pada TDCG-nya yaitu sebesar 1.533,2 ppm.
TDCG minyak transformator 3 ini didominasi oleh karbon monoksida (CO)
sebanyak 1.402,2 ppm dan hidrogen (H2) sebanyak 105,1 ppm sehingga
dapat disimpulkan bahwa pada transformator tersebut terjadi overheating
 
pada kertas isolasi dan juga pada minyak isolasinya.

Universitas Indonesia
Analisis pengujian..., Stefan Heryanto, FT UI, 2014
BAB V
KESIMPULAN

5.1 Kesimpulan
Dari data pengujian sampel minyak transformator yang telah
dianalisis, kita dapat menyimpulkan beberapa hal, antara lain :

1. Transformator 1 GI Gandaria masih bisa beroperasi dengan normal.


Namun, berdasarkan analisis TDCG, minyak isolasi dari transformator
harus terus di periksa kadar gas terlarutnya karena struktur minyak yang
sudah banyak mengalami dekomposisi dapat merusak transformator itu
sendiri jika dibiarkan terus-menerus.
2. Transformator 2 GI Gandaria juga masih bisa beroperasi dengan
normal, tetapi juga harus diberikan pemantauan lebih lanjut agar
minyak isolasi transformator tidak merusak bagian-bagian
transformator yang berada di dalam tangki transformator.
3. Transformator 3 juga masih dapat berjalan dengan normal dengan hasil
uji karakteristik yang baik dan analisis gas terlarut dengan metode
TDCG minyak masih tergolong dalam kategori 2 (1533,1 ppm).
4. Pengujian minyak transformator pada transformator yang beroperasi
diperlukan agar kita dapat mengetahui sampai kapan transformator
tersebut dapat beroperasi sebelum dilakukan maintenance.
5. Data hasil pengujian minyak transformator dengan berbagai metode
 
saling menunjang, sehingga semua pengujian dibutuhkan walaupun
pengujian tidak dilakukan dengan jangka waktu yang sama.
6. Untuk mencegah terjadinya diskontuinitas pada sistem, diperlukan
adanya pengujian rutin terhadap minyak transformator, karena minyak
transformator yang sudah rusak dapat menyebabkan kerusakan pada
transformator.

Analisis pengujian..., Stefan Heryanto, FT UI, 2014


REFERENSI

[1] Transformer Maintenance Guide, J.J. Kelly, S.D. Myers, M. Horning, 2001.
[2] Reference Book on Insulating Liquids and Gases, Doble Engineering
Company’s.
[3] IEEE Guide for Diagnostic Field Testing of Electrical Power Apparatus. IEEE
Standard 62-1995.
[4] Guide for the Interpretation of Gases Generated in Oil-Immersed
Transformers, IEEE Standard C57.104™.
[5] Transformer Maintenance, FIST Vol 3-30, Bureau of Reclamation Colorado,
2000.
[6] Transformer Diagnostics, FIST Vol 3-31, Bureau of Reclamation Colorado,
2003.
[7] A Guide to Transformer Maintenance, J.J. Kelly, S.D. Myers, R.H. Parrish,
1981.
[8] Pengujian Kualitas Isolasi, PLN-RJKB.
[9] Pengujian Karakteristik Minyak Isolasi, diakses 17 Desember 2013 dari
http://panellistrikindo.blogspot.com/2010/05/pengujian-karakteristik-minyak-
isolasi.html
[10] Dissolved Gas Analysis (DGA) Trafo Tenaga, diakses 10 Desember 2013
dari http://ilmulistrik.com/dissolved-gas-analysis-dga-trafo-tenaga.html
[11] Transformator Tenaga, diakses 10 Desember 2013 dari http://general-
electrical.blogspot.com/
[12] Buku Petunjuk Batasan Operasi dan Pemeliharaan Peralatan Penyaluran
 
Tenaga Listrik. Transformator Tenaga. SK114 No 1-22/HARLUR-
PST/2009. PLN.
[13] Deteksi dan Analisis Indikasi Kegagalan Transformator dengan Metode
Analisis Gas Terlarut, Rahmat Hardityo, Skripsi, 2008.
[14] Pedoman O&M Transformator Tenaga, PT PLN (Persero).
[15] DGA Diagnostic Methods, Serveron Corporation.

Analisis pengujian..., Stefan Heryanto, FT UI, 2014


DAFTAR PUSTAKA

Chapman, Stephen J. (2005). Electric Machinery Fundamental. New York:


McGraw Hill.
Flanagan, William M. (1992). Handbook of Transfomer Design and
Applications. Mc Graw Hill.
Kennedy, Barry W. Energy Efficient Transformers. McGraw Hill, 1997.
Joint Task Force D1.01/A2.11, Recent Development In DGA Interpretation.
CIGRE, 2004
Bureau of Reclamation. (2000). FIST 3-30, Transformer Maintenance.
Denver: United State Department of the Interior.

Bureau of Reclamation. (2003). FIST 3-31, Transformer Diagnostics.


Denver: Hydroelectric Research and Technical Services Group.

IEC. (2005). International Standard IEC 60422 Third Edition. Geneva:


IEC.

IEEE. (1992). IEEE Guide for the Interpretation of Gases Generated in Oil-
Immersed Transformers. New York: The Institute of Electrical and
Electronics Engineers, Inc.

Analisis pengujian..., Stefan Heryanto, FT UI, 2014