Anda di halaman 1dari 16

ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK

PADA NY. SD
DI RPSLUT BUDHI DARMA
Disusun untuk Memenuhi Praktik Klinik Mata Ajar Keperawatan Gerontik
Dosen Pembimbing : Ns. Sutejo, M.Kep., Sp.Kep. Jiwa

Disusun Oleh:

1. Azizah Zul Fathi P07120215011

KEMENTRIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA


POLITEKNIK KESEHATAN YOGYAKARTA
JURUSAN D IV KEPERAWATAN
2017
A. PENGKAJIAN
Nama Perawat : Azizah Zul Fathi
Tanggal Pengkajian : 29 Mei 2017
Jam Pengkajian : 08.30 WIB
Metode : Wawancara, Pemeriksaan fisik, Observasi, Studi dokumen
Sumber Data : Klien, Tim Kesehatan, Dokumen

I. Identitas Pasien
a. Nama : Ny. SD
b. Umur : 75 th
c. Agama : Islam
d. Pendidikan : Tidak Sekolah
e. Pekerjaan : Tidak bekerja
f. Status pernikahan : Janda
g. Alamat : Panti Wredha Budhi Darma
h. Tanggal MP : 5 Desember 2014
i. Jam MP : 14.00 WIB
j. No RM : 051214056
k. Diagnosa Medis :-

II. Penanggung Jawab Pasien


a. Nama : Tn. MW
b. Umur : 73 th
c. Agama : Islam
d. Pendidikan : SMP
e. Pekerjaan :-
f. Status pernikahan : Menikah
g. Alamat : Magangan Kulon, Yogyakarta

III. Keluhan Utama


Ny.SD mengatakan nyeri pada tulang pinggul sebelah kiri dan telapak kakinya ketika
digunakan untuk berjalan.
IV. Riwayat Kesehatan
a. Riwayat Kesehatan Sekarang
Asam urat
b. Riwayat Kesehatan Dahulu
Yang pernah dialami
 Kecelakaan : Jatuh di kamar mandi
 Di rawat di RS : RS Wirosaban
 Operasi : Post Op Frakture Femur

c. Riwayat Kesehatan Keluarga


Adik dari Ny.SD menderita penyakit asam urat

V. Genogram

SDM SD
90 th 75 th

SDN
56 th

Keterangan:
: Laki-laki : Meninggal

: Perempuan : Pasien
VI. Keadaan Umum
1. Tanda-Tanda Vital
a. TTD : 90/70 mmHg
b. T : 370C
c. N : 87 x/menit
d. R : 20 x/menit
2. Kesadaran Umum : Composmentis
3. Penampilan Umum : Bersih dan rapi
4. BB/TB : 35 Kg/139 cm
5. Nyeri
P : Saat berjalan
Q : Cenut-cenut, seperti tertusuk jarum
R : Pinggul ke bawah sampai telapak kaki
S:8
T : Hilang timbul
6. Kekuatan Otot

5 5

4 4

VII. Pengkajian Kebutuhan Dasar Klien


1. Aktivitas dan Latihan
Pasien mengatakan senang mengikuti kegiatan menyanyi dan sering menonton tv
di ruang tv tapi sambil tiduran. pasien tidak pernah jalan-jalan pagi.
2. Rasa Aman dan Nyaman
Pasien mengatakan merasa nyeri pada tulang pinggul sebelah kiri sampai telapak
kakinya. Pasien merasa nyaman tinggal di panti budhi darma.
3. Tidur dan Istirahat
Pasien mengatakan tidurnya sering terganggu dengan rasa nyerinya yang dirasakan
pada daerah pinggul sampai telapak kaki. Tidur siang 1-2 jam dan tidur malam 1-2
jam.
4. Nutrisi
Pasien mengatakan makan 3x sehari dengan lauk pauk yang sudah disediakan di
panti. tetapi kalau tidak suka dengan lauk pauknya Ny.SD kadang membeli di luar
panti.
5. Cairan dan Elektrolit
Pasien minum air putih 4 gelas setiap hari
6. Eliminasi
b.a.k : sering berkemih namun hanya keluar sedikit-sedikit
b.a.b : b.a.b susah keluar, harus dirangsang dengan tangan terlebih dahulu

VIII. Pengkajian Sistem Lansia


1. Sistem Muskuloskeletal
a. Kepala: Bentuk kepala mesosepal, gerakan dapat digerakkan ke atas atau ke
bawah, menoleh ke kiri dan ke kanan.
b. Vertebra
Skoliosis : Tidak ada
Lordosis : Tidak ada
Kifosis : Tidak ada
c. Lutut
Kalau untuk berjalan terkadang nyeri
d. Kaki
Kaki kanan dan kiri tidak bengkak hanya kalau untuk berjalan atau aktivitas
terkadang terasa nyeri
e. Tangan
Tidak ada bengkak, kedua tangan dapat melakukan aktivitas dengan baik
f. Kekuatan Otot

5 5

4 4

IX. Pengkajian Pemeriksaan Penunjang


Terapi Obat
1. Coditam 2x1
2. Fitomenadion 1x1
3. Lansoprazol 30 mg 1x1
4.

B. ANALISA DATA
DATA MASALAH ETIOLOGI
DO: Nyeri kronis Frakture femur
- Ekspresi wajah klien
meringis kesakitan

DS:
- Skala nyeri
P= Saat berjalan
Q= Cenut-cenut,
seperti tertusuk
jarum
R= Pinggul ke
bawah sampai
telapak kaki
S= 8
T= Hilang timbul

DO: Gngguan mobilitas fisik Kerusakan integritas


- Ny.SD berjalan strukture post op frakture
pelan-pelan sambil femur
memegang
pinggulnya.
- Kekuatan Otot
5 5

4 4

- Keuda tangannya
dapat melakukan
aktivitas dengan
baik.
- Keuda kakinya
lemas, kalau untuk
berjalan jalannya
lambat dan
sempoyongan.

DS:
- Ny.SD mengatakan
apabila digunakan
untuk berjalan terasa
sakit.
DO: Gangguan pola tidur Imobilisasi
- Kantung mata pasien
terlihat besar.
- Muka tampak pucat
dan lelah.

DS:
- Ny.SD mengatakan
tidurnya sering
terganggu dengan
rasa nyerinya.
- Tidur malam 1-2
jam dan tidur siang
hanya 2 jam

C. DIAGNOSA KEPERAWATAN
1. Nyeri kronis berhubungan dengan farkture femur ditandai dengan klien mengatakan
nyeri saat berjalan, cenut-cenut, skala nyeri 8, seperti tertusuk jarum dan wajah klien
terlihat meringis kesakitan.
2. Gangguan mobilitas fisik berhubungan dengan Kerusakan integritas strukture post op
frakture femur ditandai dengan klien mengatakan berjalan pelan-pelan sambil
memegang pinggulnya. Kekuatan otot kedua tangannya dapat melakukan aktivitas
dengan baik dan kedua kakinya lemas, kalau untuk berjalan jalannya lambat dan
sempoyongan.
3. Gangguan pola tidur berhungan dengan imobilisasi ditandai dengan klien mengatakan
tidur malam 1-2 jam sering terbangun karena nyeri dan tidur siang 1-2 jam, kantung
mata terlihat besar, serta muka tampak pucat dan lelah.

D. INTERVENSI KEPERAWATAN
Nama Klien : Ny.SD Nama Mahasiswa : Azizah Zul F
Wisma : Mawar TTD :
Tujuan
No. Dx. Keperawatan Intervensi Rasional
Kriteria Hasil
1. Nyeri kronis Setelah dilakukan 1. Kaji tingkat nyeri 1. Mengetahui tingkat
berhubungan tindakan pasien nyeri pasien
dengan farkture keperawatan selama 2. Berikan teknik 2. Mengurangi rasa
femur 3x24 jam nafas dalam dan nyeri pasien
diharapkan nyeri secara rutin 3. Memberikan rasa
berkurang dengan 3. Berikan teknik nyaman pasien
kriteria hasil: masage dengan 4. Mampu mengelola
a. Tingkat nyeri benar rasa nyeri yang
berkurang dari 4. Pantau secara rutin dirasakan
skala 8 menjadi 3 teknik nafas dalam
b. Mampu dan teknik masage
mengontrol nyeri
c. Menyatakan rasa
nyaman setelah
nyeri berkurang

2. Gangguan mobilitas Setelah dilakukan 1. Kaji kekuatan otot 1. Mengetahui


fisik berhubungan tindakan pasien kekuatan untuk
dengan Kerusakan keperawatan selama 2. Lakukan latihan tindakan selanjutnya
integritas strukture 3x24 jam rentang gerak 2. Meningkatkan
post op frakture diharapkan Ny.SD (ROM aktif) kemampuat otot dan
femur dapat melakukan melatih persendian
latihan rentang
gerak (ROM aktif)
secara mandiri
dengan kriteria
hasil:
a. Mampu
menirukan
gerakan latihan
rentan gerak
(ROM aktif)
dengan lancar
b. Mampu
melakukan
gerakan latihan
rentan gerak
(ROM aktif)
sesuai urutan
c. Mampu
menirukan
gerakan latihan
rentan gerak
(ROM aktif)
secara mandiri

3. Gangguan pola tidur Setelah dilakukan 1. Kaji pola istirahat 1. Mengetahui


berhungan dengan tindakan tidur pasien kecukupan dan
imobilisasi keperawatan selama 2. Beri penjelasan kebiasaan istirahat
3x24 jam pada pasien tidur pasien
diharapkan tidur pentingnya 2. Agar psien
tidak terganggu istirahat tidur menyadari
dengan kriteria pentingnya istirahat
hasil: tidur
a. Memotivasi Ny.
SD untuk tetap
tidur dengan
cukup
b. Pasien bisa tidur
dengan nyenyak
c. Mata dan muka
tampak segar
Lampiran 1

Pengukuran Aktivitas Sehari-Hari


Indeks KARTZ
Aktivitas Independent : (1 point) Dependent : (0 Point)
Point Tanpa Pengawasan, Dengan pengawasan,
(1 atau ) langsung atau tanpa bantuan, bantuan penuh
bantuan
Mandi Tidak membutuhkan Memerlukan bantuan terhadap
Skore : 1 bantuan, atau menerima lebih dari satu bagian tubuhnya
bantuan saat mandi hanya
pada bagian tubuh tertentu
Berpakaian Mampu mengambil dan Memerlukan bantuan
Skore : 1 mengenakan paaian secara mengambil dan mengenakan
lengkap tanpa memerlukan pakaian atau bila tidak pasien
bantuan kecuali saat tidak akan berpakaian lengkap
menalikan sepatu atau tidak berpakaian sama
sekali
Berpindah Bergerak naik turun dari Tidak turun dari tempat tidur
Skore : 1 tempat tidur dan kursi tanpa sama sekali (bila turun harus
memerlukan bantuan dengan bantuan atau ertolongan
(mungkin mempergunakan sepenuhnya)
objek penopang spt walker
atau tongkat) atau naik turun
dari tempat tidur/kursi dgn
bantuan
Toileting Pergi ke toilet, membuka Tidak mampu pergi ke kemar
Skore : 1 baju dan mengenakan baju mandi dalam proses
dan membersihkan genital eliminasinya
tanpa bantuan
Kontinensia Mengendalikan perkemihan Pengawasan yang dilakukan
Skore : 1 dan defekasi secara mandiri merupakan bantuan dalam
atau kadang terjadi mengendalikan perkemihan dan
ketidaksengajaan defikasi pasien : dot
menggunakan kateter atau
bahkan terjadi inkontinensia
sepenuhnya
Makan Menyuap sendiri tanpa Memerlukan bantuan saat
Skore : 1 bantuan kecuali pada saat makan atau makan selang atau
memotong daging atau cairan intravena baik sebagian
mengolesi roti dengan menu maupun sepenuhnya
mentega
Penilaian
6 : berfungsi sepenuhnya ( mandiri)
3-5 : gangguan sedang (dibantu)
2 atau kurang : gangguan fungsi berat ( tergantung)

Kesimpulan : skor pengkajian index KATZ Ny. SD adalah 6 sehingga dapat ditafsirkan
fungsi ADL Ny. SD berfungsi sepenuhnya (mandiri).
Lampiran 2

Short Portable Mental Satus Questioner

SPMSQ

No Pertanyaan Respon Benar Respon Salah


1 Tanggal berapakah hari sekarang ini ? 
2 Hari apakah hari ini ? 
3 Apa nama temat ini ? 
4 Berapa nomor telfon anda ? jika tidak 
punya, dimana alamat anda ?
5 Berapa usia anda? 
6 Kapan anda lahir ? 
7 Siapa nama presiden indonesia 
sekarang ?
8 Siapa nama presiden sebelumnya ? 
9 Siapa nama kecil ibu anda ? 
10 Berapakah 20 di kurangi 3 dan terus 
di kurangi dari masing-masing hasil
sampai habis
Jumlah 10 0
Penilaian

Kesalahan 0-2 : fungsi intelektual utuh


Kesalahan 3-4 : kerusakan intelektual ringan
Kesalahan 5-7 : kerusakan intelektual sedang
Kesalahan 8-1 : kerusakan intelektual berat

Kesimpulan : skor salah adalah 0 sehingga dapat ditafsirkan Ny.SD mengalami kerusakan
intelektual ringan.
Lampiran 3

Pernyataan APGAR

No Pertanyaan Selalu Kadang Tidak


(2) (1) pernah
(0)
1 Saya merasa puas karena saya dapat 
membuat keluarga/teman menolong
saat terjadi hal yang menyulitkan
(adaptasi)
2 Saya merasa puas dengan cara 
keluarga/teman membicarakan hal
& masalah yang ada dengan saya
(Hubungan)
3 Saya merasa puas dengan 
kenyataan bahwa keluarga/teman
mendukung keinginan saya untuk
mencari arah kehidupan aktifitas
baru (pertumbuhan)
4 Saya merasa puas melihat cara 
keluarga/teman mengekspresikan
afeksi dan respon mereka terhadap
emosi saya seperti marah atau sedik
5 Saya merasa puas atas cara 
keluarga/teman menghabiskan
waktu bersama sama
Jumlah 6

Penilaian

<3 : terjadi disfungsi keluarga tingkat tinggi


4-6 : terjadi disfungsi keluarga tingkat menengah
>6 : tidak terjadi disfungsi sosial

Kesimpulan : skore pengkajian APGAR Lansia pad Ny.SD adalah 4 sehingga dapat
ditafsirkan Ny.SD tidak mengalami disfunsi social.
Lampiran 4

Inventaris Depresi Be

ck Mengetahui Tingkat Depresi Lansia

Skor Uraian
A. Kesedihan
3 Saya sangat sedih atau tidak bahagia dimana saya tak dapat menghadapinya
2 Saya galau atau sedih sepanjang waktu dan saya tidak dapat keluar darinya
1 Saya merasa sedih atau galau
0 Saya tidak merasa sedih
B. Pesimisme
3 Saya merasa bahwa masa depan adalah sia-sia dan sesuatu tidak dapat membaik
2 Saya merasa tidak mempunyai apa-apa untuk memandang kedepan
1 Saya merasa berkecil hati hati mengenai masa depan
0 Saya tidak begitu pesimis atau kecil hati tentang masa depan
C. Rasa Kegagalan
3 Saya benar-benar gagal sebagai orang tua (suami/istri)
2 Bila melihat kehidupan kebelakang yang saya lihat hanya kegagalan
1 Saya merasa telah gagal melebihi orang pada umumnya
0 Saya tidak merasa gagal
D. Rasa Kepuasan
3 Saya tidak merasa puas dengan segalanya
2 Saya tidak lagi mendapatkan kepuasan dari apapun
1 Saya tidak menyukai cara yang saya gunakan
0 Saya tidak merasa tidak puas
E. Ketidak bersalah
3 Saya merasa seolah-olah sangat buruk atau tidak berharga
2 Saya merasa sangat bersalah
1 Saya merasa buruk/tak berharga sebagai bagian dari eaktu yang baik
0 Say atidak merasa benar-benar bersalah
F. Tidak menyukai diri sendiri
3 Saya benci diri saya sendiri
2 Saya muak dengan diri saya sendiri
1 Saya tidak suka dengan diri saya sendiri
0 Saya tidak merasa kecewa dengan diri sendiri
G. Membahayakan diri sendiri
3 Saya akan membunuh diri saya sendiri jika saya mempunyai kesempatan
2 Saya mempunyai rencana pasti tentang tujuan bunuh diri
1 Saya merasa lebih baik mati
0 Saya tidak mempunyai pikiran – pikiran mengenai membahayakan diri sendiri
H. Menarik diri sendiri dari sosial
3 Saya telah kehilangan semua minat saya pada orang lain dan tidak peduli pada
mereka
2 Saya telaah kehilangan semua minat saya oada orag lain dan mempunyai sedikit
perasaan pada mereka
1 Saya kurang berminat pada orang lain dari sebekumnya
0 Saya tidak kehilangan minat pada orang lain
I. Keragu-raguan
3 Saya tidak dapat membuat keputusan sama sekali
2 Saya mempunyai banyak kesulitan dalam membuat keputusan
1 Saya berusaha mengambil keputusan
0 Saya membuat keputusan yang baik
J. Perubahan gambaran diri
3 Saya merasa bahwa saya jelek atau tampak menjijikan
2 Saya merasa bahwa ada perubahan permanen dalam penampilan saya dan ini
membuat saya tidak tertarik
1 Saya kuatir bahwa saya tampak tua atau tidak menarik
0 Saya merasa bahwa saya tampak lebih buruk dari pada sebelumnya
K. Kesulitan kerja
3 Saya tidak melakukan pekerjaan sama sekali
2 Saya telah mendorong diri saya sendiri dengan keras untuk melakukan sesuatu
1 Saya memerlukan upaya tambahan untuk memulai melakukan sesuatu
0 Saya dapat bekerja kkira-kira sebaik sebelumnya
L. Keletihan
3 Saya telah lelah melakukan sesuatu
2 Saya merasa lela untuk melakukan sesuatu
1 Saya merasa telah lelah dari yang biasanya
0 Saya tidak merasa lebih lelah dari biasanya
M. Anoreksia
3 Saya tidak mempuanyai nafsu makan sama sekali
2 Nafsu makan saya sangat memburuk sekarang
1 Nafsu makan saya tidak sebaik sebelumnya
0 Nafsu makan saya tidak buruk hari sebelumnya
Jumlah 3

Penilaian

0 – 4 : depresi tidak ada / minimal

5 – 7 : depresi ringan

8 – 15 : depresi sedang

>16 : depresi berat

Kesimpulan : skore GDS Ny.SD adalah 1 sehingga dapat diartikan Ny.SD tidak mengalami
depresi.