Anda di halaman 1dari 16

MAKALAH EPIDEMIOLOGI PENYAKIT TIDAK MENULAR

“KANKER PROSTAT“

DOSEN PENGAMPU :
Dr.dr.Fauziah Elytha,MSc

OLEH :
KELOMPOK 9
Dina Melati 1611212003
Relita Maizara 1611212009
Fahruly Alhamda 1611212015
Dwi Gusti Adiningrum 1611211017
Meysha Farashanda 1611211027
Rivanni Aftanisa 1611213029

ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT
UNIVERSITAS ANDALAS
2018
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang karena anugerah dari Nya penulis dapat
menyelesaikan makalah tentang “Kanker Prostat ” ini . Penulis mengucapkan terima kasih
kepada dosen mata kuliah Epidemiologi Penyakit Tidak Menular Universitas Andalas yang
telah memberikan tugas ini. Disamping itu penulis juga mengucapkan terima kasih kepada
semua pihak yang telah membantu kami selama pembuatan makalah ini.
Penulis sangat berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka menambah wawasan
serta pengetahuan kita mengenai Kanker Prostat. Penulis menyadari bahwa di dalam makalah
ini terdapat kekurangan. Oleh sebab itu, penulis berharap adanya kritik dan saran demi
perbaikan makalah di masa yang akan datang.
Semoga makalah sederhana ini dapat dipahami bagi siapapun yang membacanya.
Sebelumnya penulis mohon maaf apabila terdapat kesalahan kata yang kurang berkenan dan
penulis memohon kritik dan saran yang membangun dari pembaca demi perbaikan makalah
ini di waktu yang akan datang.

Padang, Februari 2018

Penulis

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ............................................................................................................................................................i


DAFTAR ISI .......................................................................................................................................................................... ii
BAB 1 PENDAHULUAN ............................................................................................................................................. 1
1.1 Latar Belakang ................................................................................................................................................ 1
1.2 Rumusan Masalah ......................................................................................................................................... 2
1.3 Tujuan Peneltian............................................................................................................................................ 2
BAB 2 PEMBAHASAN ................................................................................................................................................ 3
2.1 Definisi Kanker Prostat ............................................................................................................................... 3
2.2 Penyebab dan Faktor Resiko Kanker Prostat .................................................................................... 5
2.3 Gejala Kanker Prostat .................................................................................................................................. 7
2.4 Epidemiologi Kanker Prostat ................................................................................................................... 8
2.5 Diagnosis, Pencegahan dan Pengobatan Kanker Prostat.............................................................. 8
BAB 3 PENUTUP ....................................................................................................................................................... 12
3.1 Kesimpulan ................................................................................................................................................... 12
3.2 Saran ................................................................................................................................................................ 12
DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................................................................................ 13

ii
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Kanker merupakan suatu penyakit sel yang ditandai dengan hilangnya fungsi kontrol
sel terhadap regulasi daur sel pada organisme multiseluler. Penyebab penyakit ini diduga
karena peningkatan industri, perubahan pola makan maupun gaya hidup. Kanker juga
merupakan penyakit yang paling ditakuti karena disamping biaya pengobatan yang sangat
mahal, penyakit ini selalu mengakibatkan penderitaan bahkan kematian bagi orang yang
menderitanya.
Penyakit kanker dapat menyerang semua tingkatan sosial dalam masyarakat dan semua
umur. Kanker telah menjadi masalah kesehatan serius di Indonesia. Insidennya semakin
meningkat. Di dunia, diperkirakan 7,6 juta orang meninggal akibat kanker pada tahun 2005
(WHO,2005) dan 84 juta orang akan meninggal hingga 10 tahun ke depan. Kanker
merupakan penyebab kematian no.6 di Indonesia (depkes,2003), dan diperkirakan terdapat
100 penderita kanker baru untuk setiap 100.000 penduduk per tahunnya. Berbagai faktor
yang dapat mempengaruhi angka kejadian kanker antara lain faktor geografis (misal kanker
serviks lebih banyak di negara asia), suku bangsa, variasi genetik, jenis kelamin (misal
kanker payudara lebih banyak pada wanita), dan pengaruh lingkungan (makanan, pola hidup).
Padahal sebenarnya banyak kematian akibat kanker dapat dihindari.
Menurut WHO, lebih dari 40% dari semua kanker dapat dicegah, selebihnya dengan
deteksi dini dan terapi yang tepat bahkan bisa disembuhkan. Kalaupun dalam stadium lanjut
penderitaan pasien dapat dikurangi dengan perawatan dan pengobatan yang baik. Dari
SUSENAS (Sensus Sosial Ekonomi Nasional) tahun 2004 diketahui sekitar 30% masyarakat
kita memilih mengobati diri sendiri dengan obat tradisional lokal maupun impor. Karena
kurangnya pengetahuan pasien kanker sering kali tidak mengerti cara menilai efektif tidaknya
suatu obat yang digunakan dan terbawa iklan mengonsumsi obat selama berbulan-bulan tanpa
evaluasi. Akibatnya kebanyakan penderita akhirnya mencari bantuan ke dokter atau terapis
ahli lainnya sudah dalam stadium lanjut.
Disamping itu salah satu masalah yang mempersulit upaya pengobatan penyakit kanker
adalah kondisi sosial ekonomi sebagian besar masyarakat yang masih kurang disertai dengan
tingkat pendidikan dan faktor lingkungan masyarakat yang kurang mendukung. Deteksi dini
penyakit kanker masih belum banyak dilakukan oleh sebagian besar masyarakat Indonesia,
karena selain ketidaktahuan, ketidakpedulian, dan ketidakmampuan finansial, banyak
masyarakat yang takut menghadapi kenyataan.

1
Seiring dengan perjalanan usia, khususnya bagi pria usia lanjut harus meningkatkan
kewaspadaan pada kondisi kesehatan tubuhnya. Sebab, semakin bertambahnya usia, fungsi
organ-organ tubuh terus menurun. Salah satu gangguan kesehatan yang kerap dialami pria
berusia lanjut adalah gangguan prostat. Yang lebih parah adalah kanker prostat karena kanker
prostat merupakan kanker pembunuh nomor dua pada pria setelah kanker paru-paru (Jar,
2004). Baik gangguan prostat maupun kanker prostat harus sama-sama diwaspadai karena
dampak negatif yang ditimbulkannya cukup mengerikan. Pria yang terkena gangguan prostat
misalnya, dapat mengalami gangguan seksual, sedangkan kanker prostat dapat menyebabkan
kematian (Siswono, 2003).
Risiko terjadinya kanker prostat ditentukan oleh dua hal yaitu faktor genetik dan faktor
lingkungan. Faktor risiko lain yang tidak kalah penting adalah usia di atas 50 tahun,
pembesaran prostat jinak, infeksi virus, riwayat kanker prostat dalam keluarga, pola hidup,
dan pola makan (Widjojo, 2007). Salah satu faktor risiko tersebut yaitu pola makan, menurut
Umbas Rainy (2002) diet tinggi lemak dan pola makan berkalsium tinggi (Notrou P, 2007)
merupakan faktor yang mempunyai kaitan erat dengan meningkatnya risiko kanker prostat.

1.2 Rumusan Masalah


1. Apa definisi dari kanker prostat?
2. Bagaimana penyebab dan faktor resiko dari kanker prostat?
3. Bagaimana gejala dari kanker prostat?
4. Bagaimana epidemiologi kanker prostat?
5. Pencegahan / penanggulangan dari kanker prostat?
1.3 Tujuan Peneltian
1. Untuk mengetahui definsi dari kanker prostat.
2. Untuk mengetahui faktor resiko dari kanker prostat.
3. Untuk mengetahui gejala dari kanker prostat.
4. Untuk mengetahui epidemiologi kanker prostat.
5. Untuk mengetahui pencegahan / penanggulangan dari kanker prostat.

2
BAB 2
PEMBAHASAN
2.1 Definisi Kanker Prostat
Kanker prostat adalah bentuk kanker yang berkembang di prostat, sebuah kelenjar
dalam sistem reproduksi laki-laki. kanker prostat Kebanyakan lambat berkembang, namun
terdapat kasus kanker prostat agresif. Sel-sel kanker dapat metastasis (menyebar) dari prostat
ke bagian tubuh lainnya, terutama tulang dan kelenjar getah bening. kanker prostat dapat
menyebabkan rasa sakit, kesulitan buang air kecil, masalah selama hubungan seksual, atau
disfungsi ereksi. Gejala lain yang berpotensi dapat mengembangkan selama stadium
penyakit.
Deteksi kanker prostat sangat bervariasi di seluruh dunia, dengan Asia Selatan dan
Timur deteksi lebih jarang daripada di Eropa, dan khususnya Amerika Serikat. Kanker prostat
cenderung untuk mengembangkan pada pria berusia lebih dari lima puluh dan meskipun ini
adalah salah satu jenis kanker yang paling umum pada laki-laki, banyak yang tidak pernah
mengalami gejala, menjalani terapi tidak, dan akhirnya meninggal karena penyebab lainnya.
Hal ini karena kanker prostat adalah, dalam banyak kasus, lambat berkembang, gejala-
bebas, dan karena laki-laki dengan kondisi yang lebih tua mereka sering mati karena sebab-
sebab yang tidak terkait dengan kanker prostat, seperti jantung / penyakit peredaran darah,
pneumonia, lainnya tidak terkait kanker, atau usia tua. Sekitar 2 / 3 dari kasus lambat tumbuh
“kucing”, yang lain ketiga lebih agresif, cepat berkembang secara informal dikenal sebagai
“macan”.
Prostat adalah suatu kelenjar eksokrin dari sistem reproduksi pria. Fungsi utamanya
adalah untuk menyimpan dan mensekresi cairan bersih yang terdiri dari sepertiga volume
semen.
 Prostat sehat berukuran sedikit lebih besar dari buah kenari
 Terletak di bagian depan anus, tepat di bawah kandung kemih tempat urin
ditampung, dan mengelilingi saluran kemih (uretra) yang mengeluarkan air
kemih dari dalam tubuh
 Kelenjar prostat berperan sebagai bagian dari sistem reproduksi pria dengan
memproduksi cairan putih yang mengandung sperma
 Prostat juga terdiri dari otot polos yang membantu mengeluarkan sperma
sewaktu ejakulasi; dengan demikian, masalah prostat dapat menyebabkan
impotensi.

3
Kelenjar prostat memiliki empat wilayah kelenjar yang berbeda:
a) Zone Periferal (ZP) – Bagian sub-kapsular dari aspek posterior kelenjar prostat yang
mengitari uretra distal dan meliputi hingga 70% kelenjar prostat normal pada lelaki
muda. Dari bagian kelenjar inilah lebih dari 70% penyakit kanker prostat berasal.
b) Zona Sentral (ZS) – Zona ini terdiri dari sekitar 25% kelenjar prostat normal dan
mengitari saluran-saluran ejakulasi. Tumor-tumor Zona Sentral bertanggung jawab
terhadap lebih dari 25% penyakit kanker prostat seluruhnya.
c) Zona Transisi (ZT) – Zona ini bertanggung jawab terhadap 5% volume prostat dan
sangat jarang terkait dengan karsinoma. Zona Transisi mengitari uretra proksimal dan
merupakan wilayah kelenjar prostat yang bertumbuh sepanjang hidup Anda. Zona ini
terlibat dalam pembesaran prostat jinak.
d) Zona Jaringan-Otot Anterior- Zona ini bertanggung jawab atas sekitar 5% berat
prostat, biasanya tanpa komponen kelenjar, dan hanya terdiri dari, sebagaimana
namanya, otot dan jaringan (fibrosa).

Kanker prostat dikelompokkan menjadi


1) Stadium A: benjolan/tumor tidak dapat diraba pada pemeriksaan fisik, biasanya
ditemukan secara tidak sengaja setelah pembedahan prostat karena penyakit
lain.
2) Stadium B: tumor terbatas pada prostat dan biasanya ditemukan pada
pemeriksaan fisik atau tes PSA.
3) Stadium C: tumor telah menyebar ke luar dari kapsul prostat, tetapi belum
sampai menyebar ke kelenjar getah bening.
4) Stadium D: kanker telah menyebar (metastase) ke kelenjar getah bening
regional maupun bagian tubuh lainnya (misalnya tulang dan paru-paru).

Jadi kanker prostat merupakan salah satu penyakit ganas yang tidak ada tanda-tanda
peringatan dini gejala kanker prostat. Setelah tumor ganas menyebabkan kelenjar prostat
membengkak secara signifikan, atau setelah kanker menyebar luas melampaui prostat.

4
2.2 Penyebab dan Faktor Resiko Kanker Prostat
Kanker prostat adalah pertumbuhan sel-sel secara tidak terkendali dalam kelenjar
prostat. Prostat adalah kelenjar kecil di panggul pria yang merupakan bagian dari sistem
reproduksi. Prostat berada di bawah kandung kemih di depan rektum. Kelenjar prostat
mengelilingi uretra, yaitu saluran yang membawa urine dari kandung kemih ke penis.
Faktor risiko kanker prostat:
1. Umur
Umur merupakan faktor risiko utama untuk kanker prostat. Kanker prostat
sangat jarang terjadi pada pria berusia di bawah 40 tahun. Risiko kanker prostat
bertambah setelah seorang pria berumur 50 tahun. Hampir 2 dari 3 kanker
prostat ditemukan pada pria di atas usia 65 tahun.
2. Diet
Pria yang banyak mengonsumsi daging merah atau produk susu tinggi lemak
berisiko lebih tinggi terkena kanker prostat. Orang-orang ini juga cenderung
makan lebih sedikit buah-buahan dan sayuran. Beberapa penelitian
mengindikasikan bahwa pria yang mengonsumsi banyak kalsium (melalui
makanan atau suplemen) memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker prostat.
Namun penelitian ini belum definitif.
3. Riwayat keluarga
Faktor keturunan atau genetik dapat berperan dalam perkembangan kanker
prostat. Memiliki ayah atau saudara laki-laki dengan kanker prostat
meningkatkan risiko hingga lebih dari dua kali lipat lebih besar untuk terkena
penyakit ini. Risiko menjadi jauh lebih tinggi saat memiliki beberapa kerabat
yang terkena kanker prostat, terutama jika mereka masih berusia muda pada
saat kanker prostat ditemukan.
4. Gen
Para ilmuwan menemukan beberapa gen yang bisa meningkatkan risiko kanker
prostat, meskipun hal ini hanya berkontribusi kecil secara keseluruhan. Sebagai
contoh, mewarisi mutasi gen BRCA1 atau BRCA2 bisa memicu kanker
payudara dan kanker ovarium. Mutasi pada gen ini juga dapat meningkatkan
risiko kanker prostat dalam beberapa pria, meskipun dalam persentase yang
kecil.
5. Ras

5
Kanker prostat paling umum terjadi di Amerika Utara, Eropa bagian barat laut,
Australia, dan di kepulauan Karibia. Kanker prostat tidak umum terjadi di Asia,
Afrika, Amerika Tengah, dan Amerika Selatan. Alasan untuk hal ini tidaklah
jelas. Namun faktor seperti perbedaan gaya hidup (diet, dll) bisa saja
berpengaruh.
6. Obessitas
Sebagian besar penelitian belum menemukan hubungan bahwa kegemukan
meningkatkan risiko terkena kanker prostat. Beberapa studi menemukan bahwa
pria obesitas memiliki risiko yang lebih rendah mendapatkan kanker prostat
ringan, tetapi lebih berisiko terkena kanker prostat yang lebih agresif.
7. Olahraga
Olahraga belum terbukti mengurangi risiko kanker prostat. Tetapi beberapa
penelitian menemukan bahwa tingginya tingkat aktivitas fisik, terutama pada
pria yang lebih tua, dapat menurunkan risiko kanker prostat lanjut.
8. Merokok
Merokok dapat meningkatkan risiko kanker prostat. Namun dibutuhkan
penelitian tambahan untuk mendukung kesimpulan ini.
9. Peradangan prostat
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa prostatitis (radang kelenjar prostat)
mungkin terkait dengan peningkatan risiko kanker prostat, namun penelitian
lain tidak menemukan adanya hubungan antara keduanya. Peradangan sering
terlihat pada contoh jaringan prostat yang juga mengandung kanker. Hubungan
antara keduanya belum jelas, diperlukan lebih banyak penelitian tambahan.
10. Hormon Testosterone
Testosteron secara alami memacu pertumbuhan kelenjar prostat. Pria yang
menggunakan terapi testosteron, biasanya cenderung mengidap kanker prostat.
Banyak dokter menganggap, terapi testosteron akan mempercepat
berkembangnya kanker prostat yang awalnya sudah tumbuh. Terapi testosteron
jangka panjang pun akan menyebabkan pembesaran kelenjar prostat.
11. Virus
Jenis retrovirus, dikenal sebagai XMRV diidentikasi kemungkinan sebagai
penyebab kanker prostat.

6
2.3 Gejala Kanker Prostat
1) Sulit buang air
Bisa berupa perasaan ingin buang air tapi tidak ada yang keluar, berhenti saat
sedang buang air, ada perasaan masih ingin buang air atau harus sering ke toilet
untuk buang air karena keluarnya sedikit–sedikit. Gejala ini akibat
membesarnya kelenjar prostat yang ada di sekitar saluran kemih karena ada
tumor di dalamnya sehingga mengganggu proses berkemih.
2) Nyeri saat buang air
Masalah ini juga disebabkan adanya tumor prostat yang menekan saluran
kemih. Namun, nyeri ini juga bisa merupakan gejala infeksi prostat yang
disebut prostatitis. Bisa juga tanda hiperplasia prostat yang bukan merupakan
kanker.
3) Keluar darah saat buang air
Darah yang dikeluarkan hanya sedikit, samar–samar atau hanya berwarna
merah muda. Kadangkala infeksi saluran kemih juga bisa menyebabkan gejala
ini.
4) Sulit ereksi atau menahan ereksi
Tumor prostat bisa saja menyebabkan aliran darah ke penis yang seharusnya
meningkat saat terjadinya ereksi menjadi terhalang sehingga susah ereksi. Bisa
juga menyebabkan tidak bisa ejakulasi setelah ereksi. Tapi, pembesaran prostat
bisa saja menyebabkan munculnya gejala ini.
5) Sulit Buang Air Besar
Kelenjar prostat terletak di bawah kandung kemih dan di depan rektum.
Akibatnya, bila ada tumor, pencernaan akan terganggu. Namun perlu diingat,
sulit BAB yang terus menerus terjadi juga bisa menyebabkan pembesaran
prostat karena terjadi tekanan pada kelenjar secara terus menerus. Sulitnya BAB
dan gangguan saluran pencernaan bisa juga mengindikasikan kanker usus besar.
6) Nyeri terus menerus
Di punggung bawah, panggul atau paha dalam bagian atas sering kali, kanker
prostat menyebar di wilayah-wilayah ini, yaitu pada punggung bawah, panggul
dan pinggul sehingga nyeri yang sulit dijelaskan di bagian ini bisa menjadi
tanda adanya gangguan.
7) Sering buang air di malam hari
8) Urin yang menetes atau tidak cukup kuat

7
Gejala ini mirip inkontinensia urin (ngompol). Urin tidak dapat ditahan hingga
perlahan keluar dan menetes. Atau kalau pun keluar aliran tidak cukup kuat.
2.4 Epidemiologi Kanker Prostat
Kelenjar prostat , tempat di mana tumbuh kanker, adalah salah satu kelenjar khusus
untuk pria, terletak persis di bawah (leher bawah) kandung kemih (vesica urinaria). Prostat
mengelilingi bagian atas pertama saluran kemih (urethra). Salah satu peran prostat dalam
perkemihan adalah membantu menyalurkan/menyemprotkan urine keluar dari kandung
kemih. Peran utamanya yang penting adalah berkaitan dengan fungsi mengeluarkan semen
(cairan sperma) dan hormone seksualnya2, dalam hal ini Prostat adalah penghasil sebagian
besar cairan di dalam air mani (semen) yang menjaga sperma agar tetap hidup.
Kelenjar prostat mulai berkembang sebelum bayi lahir dan akan terus berkembang
hingga mencapai usia dewasa. Perkembangan prostat dipengaruhi oleh hormon seks pria,
yaitu androgen. Hormon androgen yang utama adalah testosteron3. Secara umum kanker
prostat dibagi menjadi 2 golongan besar yaitu kanker yang masih terbatas dalam organ
prostat (kanker dini) dan yang sudah menyebar keluar prostat baik ke organ sekitar maupun
metastasis (penyebaran) jauh (kanker lanjut).

2.5 Diagnosis, Pencegahan dan Pengobatan Kanker Prostat


Diagnosis kanker prostat yang paling umum untuk mendeteksi kanker prostat adalah:
a) Pemeriksaan fisik atau pemeriksaan colok dubur. Pemeriksaan ini dilakukan
untuk memeriksa ukuran kelenjar prostat.
b) Tes darah. Tes darah ini lebih dikenal dengan istilah tes PSA (prostate-specific
antigenatau antigen khusus prostat). Tapi tes ini tidak hanya spesifik untuk
mendeteksi kanker prostat karena kadar PSA juga bisa naik akibat kondisi lain
seperti infeksi saluran kencing atau radang pada prostat.
c) Biopsi. Sampel jaringan prostat akan diambil untuk diperiksa di laboratorium.
Disarankan agar pria berkonsultasi dengan dokter untuk melakukan skrining kanker
prostat pada usia 40 tahun, 45 tahun, atau 50 tahun. Skrining yang dilakukan adalah dengan
tes darah menggunakan antigen khusus prostat. Pemeriksaan colok dubur juga akan dilakukan
sebagai bagian dari skrining.

8
Pencegahan penyakit kanker prostat diantaranya :
1) Memperbaiki keadaan kesehatan umum.
Menjaga agar berat badan berada pada berat ideal. Jika anda mempunyai
penyakit obesitasmaka dianjuran mengatur diet yang seimbang. Disamping
memperbaiki keadaan kesehatan ditambhakan untuk melakukn kegiatan
olahraga.
2) Minum banyak air
Mminuman air sangatlah esensial untuk kesehatan karena membantu
mengurangi racun-racun dari dalam tubuh. Konsumsi air yang ideal setiap hari
adalah 6 – 8 gelas sehari. Hindari kopi dan teh secara berlebihan.
3) Mengurangi minuman beralkohol
4) Memakan makanan yang banyak mengandung likopen, contohnya tomat dan
buah bit.
5) Makanlah makanan yang mengandung asam lemak omega-3 seperti kacang
kedelai dan produknya seperti tofu, atau susu kacang kedelai, salmon, tuna dan
sarden.
6) Dianjurkan makan makanan yang mengandung beta karoten seperti wortel
7) Mengurangi konsumsi daging-dagingan dan lemak berlebihan.
8) Mendapat cukup asupan selenium dan vitamin E
9) Kurangi stres dan depresi dar sekarang.

9
Pengobatan penyakit kanker prostat, yaitu :
a. Cara pengobatan kanker prostat
Pengobatan yang tepat untuk kanker prostat masih diperdebatkan.
Pilihan pengobatan bervariasi, tergantung kepada stadiumnya:
 Pada stadium awal bisa digunakan prostatektomi (pengangkatan prostat)
dan terapi penyinaran
 Jika kanker telah menyebar, bisa dilakukan manipulasi hormonal
(mengurangi kadar testosteron melalui obat-obatan maupun pengangkatan
testis) atau kemoterapi.
b. Pembedahan untuk kanker prostat
 Prostatektomi radikal (pengangkatan kelenjar prostat)
Seringkali dilakukan pada kanker stadium A dan B. Prosedurnya lama dan
biasanya dilakukan dibawah pembiusan total maupun spinal. Sebuah
sayatan dibuat di perut maupun daerah perineum dan penderita harus
menjalani perawatan rumah sakit selama 5-7 harai.
 Orkiektomi (pengangkatan testis, pengebirian)
Pengangkatan kedua testis menyebabkan berkurangnya kadar testosteron,
tetapi prosedur ini menimbulkan efek fisik dan psikis yang tidak dapat
ditolerir oleh penderita. Orkiektomi adalah pengobatan yang efektif, tidak
memerlukan pengobatan ulang, lebih murah dibandingkan dengan obat-
obatan dan sesudah menjalani orkiektomi penderita tidak perlu menjalani
perawatan rumah sakit. Orkiektomi biasanya dilakukan pada kanker yang
telah menyebar. Terapi penyinaran untuk pengobatan kanker prostat.
Terapi penyinaran terutama digunakan untuk mengobati kanker stadium A,
B dan C. Biasanya jika resiko pembedahan terlalu tinggi, maka dilakukan
terapi penyinaran. Terapi penyinaran terhadap kelenjar prostat bisa
dilakukan melalui beberapa cara:
 Terapi penyinaran eksternal, dilakukan di rumah sakit tanpa perlu
menjalani rawat inap. Efek sampingnya berupa penurunan nafsu
makan, kelelahan, reaksi kulit (misalnya kemerahan dan iritasi),
cedera atau luka bakar pada rektum, diare, sistitis (infeksi kandung
kemih) dan hematuria. Terapi penyinaran eksterna biasanya
dilakukan sebanyak 5 kali/minggu selama 6-8 minggu.

10
 Pencangkokan butiran yodium, emas atau iridium radioaktif
langsung pada jaringan prostat melalui sayatan kecil. Keuntungan
dari bentuk terapi penyinaran ini adalah bahwa radiasi langsung
diarahkan kepada prostat dengan kerusakan jaringan di sekitarnya
yang lebih sedikit.
c. Pengobatan menggunakan obat :
 Manipulasi hormonal
Tujuannya adalah mengurangi kadar testosteron. Penurunan kadar
testosteron sering kali sangat efektif dalam mencegah pertumbuhan dan
penyebaran kanker. Manipulasi hormonal terutama digunakan untuk
meringankan gejala tanpa menyembuhkan kankernya, yaitu misalnya pada
penderita yang kankernya telah menyebar.

11
BAB 3
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Kanker prostat adalah keganasan yang terjadi di dalam kelenjar prostat. Beberapa
dokter mempercayai bahwa kanker prostat dimulai dengan perubahan sangat kecil dalam
ukuran dan bentuk sel-sel kelenjar prostat. Kanker prostat merupakan penyebab kematian
akibat kanker pada pria dan merupakan penyebab utama kematian akibat kanker pada pria di
atas 74 tahun. Kanker prostat jarang ditemukan pada pria berusia kurang dari 40 tahun.

3.2 Saran
Adapun saran dari penulisan makalah ini adalah diharapkan penulis dapat
mengembangkan dan melanjutkan penulisan makalah mengenai Kanker Prostat ini serta
diharapkan hasil penulisan makalah ini bisa dijadikan sebagai bahan bacaan yang bermanfaat
dan Hindari perbuatan-perbuatan yang dapat meningkatkan faktor resiko penyakit Kanker
Prostat seperti merokok, serta meningkatkan aktivitas fisik seperti olahraga sebagai upaya
pencegahan awal agar terhindar dari penyakit.

12
DAFTAR PUSTAKA