Anda di halaman 1dari 15

BAB I

PENDAHULUAN

1. Latar belakang

Ekologi adalah ilmu yang mempelajari interaksi antara organisme


dengan lingkungannya dan yang lainnya. Berasal dari kata Yunani oikos
("habitat") dan logos ("ilmu"). Ekologi diartikan sebagai ilmu yang
mempelajari baik interaksi antar makhluk hidup maupun interaksi antara
makhluk hidup dan lingkungannya. Istilah ekologi pertama kali dikemukakan
oleh Ernst Haeckel (1834 - 1914). Dalam ekologi, makhluk hidup dipelajari
sebagai kesatuan atau sistem dengan lingkungannya. Pembahasan ekologi tidak
lepas dari pembahasan ekosistem dengan berbagai komponen penyusunnya,
yaitu faktor abiotik dan biotik.

Faktor abiotik antara lain suhu, air, kelembaban, cahaya, dan topografi,
sedangkan faktor biotik adalah makhluk hidup yang terdiri dari manusia,
hewan, tumbuhan, dan mikroba. Ekologi juga berhubungan erat dengan
tingkatan-tingkatan organisasi makhluk hidup, yaitu populasi, komunitas, dan
ekosistem yang saling memengaruhi dan merupakan suatu sistem yang
menunjukkan kesatuan. Hubungan keterkaitan dan ketergantungan antara
seluruh komponen ekosistem harus dipertahankan dalam kondisi yang stabil
dan seimbang (homeostatis). Perubahan terhadap salah satu komponen akan
memengaruhi komponen lainnya .Homeostatis adalah kecenderungan sistem
biologi untuk menahan perubahan dan selalu berada dalam keseimbangan.
Ekosistem mampu memelihara dan mengatur diri sendiri seperti halnya
komponen penyusunnya yaitu organisme dan populasi

. Dengan demikian, ekosistem dapat dianggap suatu cibernetik di alam.


Namun manusia cenderung mengganggu sistem pengendalian alamiah ini.
Ekosistem merupakan kumpulan dari bermacam-macam dari alam tersebut,
contoh hewan, tumbuhan, lingkungan, dan yang terakhir manusia.

2. Rumusan masalah

 Apa pengertian EKOLOGI dan pembagian EKOLOGI ?


 Apa saja ruang lingkup EKOLOGI ?
 Bagaimana kedudukan EKOLOGI ?
 Metode apa yang digunakan dalam Ekologi Hewan ?
 Apa saja aspek terapan EKOLOGI Hewan ?
 Bagaimana Model EKOLOGI ?
3. Tujuan

 Untuk mengetahui pengertian EKOLOGI dan pembagiannya


 Untuk mengetahui runag lingkup EKOLOGI
 Untuk mengetahui kedudukan EKOLOGI
 Untuk mengtahui metode pendekatan dalam EKOLOGI Hewan
 Untuk mengetahui aspek terapan EKOLOGI Hewan
 Untuk mengetahui model EKOLOGI
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Ekologi


Ekologi berasal dari bahasa Yunani “Oikos” yang berarti rumah atau
tempat hidup, dan “logos” yang berarti ilmu. Secara harfiyah Ekologi adalah
pengkajian hubungan organisme-organisme atau kelompok organisme terhadap
lingkungannya. Ekologi merupakan ilmu pengetahuan tentang hubungan antara
organisme dan lingkungannya. Atau ilmu yang mempelajari pengaruh faktor
lingkungan terhadap jasad hidup. Ada juga yang mngatakan bahwa ekologi
adalah suatu ilmu yang mencoba mempelajari hubungan antara tumbuhan,
binatang, dan manusia dengan lingkungannya di mana mereka hidup,
bagaimana kehidupannya, dan mengapa berada di tempat tersebut.
Ekologi merupakan salah satu cabang Biologi yang hanya mempelajari
apa yang ada dan apa yang terjadi di alam dengan tidak melakukan percobaan.
Tetapi biasanya ekologi didevinisikan sebagi pengkajian hubungan organisme-
organisme atau kelompok-kelompok organisme terhadap lingkungannya, atau
ilmu hubungan timbal-balik antara organisme-organisme hidup dan
lingkungannya. Sebab ekologi memperhatikan terutama biologi “golongan-
golongan” organisme dan dengan proses-proses fungsional di daratan dan air
adalah lebih tetap berhubungan dengan upaya mutakhir untuk mendevinisikan
ekologi sebagai pengkajian struktur dan fungsi alam, telah dipahami bahwa
manusia merupakan bagian dari pada alam. Menurut Odum (1971) ekologi
mutakhir adalah suatu studi yang mempelajari struktur dan fungsi ekosistem
atau alam di mana manusia adalah bagian dari alam. Struktur di sini
menunjukan suatu keadaan dari sistem ekologi pada waktu dan tempat tertentu
termasuk kerapatan atau kepadatan, biomas, penyebaran potensi unsur-unsur
hara (materi), energi, faktor-faktor fisik dan kimia lainnya yang mencirikan
sistem tersebut. Sedangkan fungsinya menggambarkan sebab-akibat yang
terjadi dalam sistem. Jadi pokok utama ekologi adalah mencari pengertian
bagaimana fungsi organisme di alam.
Jelaslah bahwa ekologi adalah ilmu yang mempelajari makhluk hidup
dalam rumah tangganya atau ilmu yang mempelajari seluruh pola hubungan
timbal balik antara makhluk hidup sesamanya dan dengan komponen di
sekitarnya. Dengan demikian seorang ahli ekologi juga menaruh minat kepada
manusia, sebab manusia merupakan spesies lain (makhluk hidup) dalam
kehidupan di biosfer (tempat hidup) secara keseluruhan. Selanjutnya dengan
adanya gerakan kesadaran lingkungan di negara maju sejak tahun 1968
sedangkan di Indonesia sejak tahun 1972, di mana setiap orang mulai
memikirkan masalah pencemaran, daerah-daerah alami, hutan, perkembangan
penduduk, masalah makanan, penggunaan energi, kenaikan suhu bumi karena
efek rumah kaca atau pemanasan global, ozon berlubang dan lainnya telah
memberikan efek yang mendalam atas teori ekologi. Ekologi merupakan
disiplin baru dari Biologi yang merupakan mata rantai fisik dan proses biologi
serta bentuk-bentuk yang menjembatani antara ilmu alam dan ilmu sosial.

2.2 Pembagian ekologi menurut bidang kajiannya


1. Autekologi , yaitu ekologi yang mempelajari suatu spesies
organisme atau organisme secara individu yang berinteraksi dengan
lingkungannya. biasanya tekanannya pada aspek siklus hidup, adaptasi, sifat
parasitis, dll.
Contoh autekologi : mempelajari sejarah hidup suatu spesies organisme,
perilaku, dan adaptasinya terhadap lingkungan. Jadi, jika kita mempelajari
hubungan antara pohon Pinus merkusii dengan lingkungannya, maka itu
termasuk autekologi. Contoh lain adalah mempelajari kemampuan adaptasi
pohon merbau (Intsia palembanica) di padang alang-alang, dan lain
sebagainya.
2.Synekologi, Yaitu Ekologi yang mengkaji berbagai kelompok
organisme sebagai suatu kesatuan yang saling berinteraksi dalam suatu
daerah tertentu, ekologi jenis, ekeologi populasi. Misalnya mempelajari
struktur dan komposisi spesies tumbuhan di hutan rawa, hutan gambut, atau
di hutan payau, mempelajari pola distribusi binatang liar di hutan alam, hutan
wisata, suaka margasatwa, atau di taman nasional, dan lain sebagainya..
Dua bidang kajian utama dalam sinekologi adalah :
• Bidang kajian tentang klasifikasi komunitas tumbuhan.
• Bidang kajian tentang analisis ekosistem
 Pembagian ekologi menurut habitatnya

1.Bahari atau kelautan


Salah satu ekologi bahari adalah Ekologi laut topis, Contohnya
adalah interaksi antara ekosistem mangrove, eksositem lamun dan
ekosisitem terumbu karang.
Karakteristik laut tropis :

 Keanekaragaman organisme tinggi.


 Suhu relatif hangat.
 Sumber makanan, mineral dan hasil laut lain tinggi.
2. Ekologi estuaria,
Estuaria adalah bagian dari lingkungan perairan yang merupakan
daerah percampuran antara air laut dan air tawar yang berasal dari sungai,
sumber air tawar lainnya (saluran air tawar dan genangan air tawar).
Lingkungan estuaria merupakan peralihan antara darat dan laut yang
sangat di pengaruhi oleh pasang surut, tetapi terlindung dari pengaruh
gelombang laut .
3. Padang rumput
Padang rumput adalah daerah yang ditumbuhi tumbuhan yang
berjenis rumput, seperti alang-alang. Alang-alang adalah jenis rumput
tahunan yang menyukai cahaya matahari , dengan bagian yang mudah
terbakar di atas tanah dan akar rimpang (rhizome) yang menyebar luas
di bawah permukaan tanah.
o Pembagian ekologi menurut taksonominya

1. Ekologi tumbuhan
Ekologi ini memiliki hubungan yang sangat erat dengan faktor-faktor
berikut:

FAKTOR CAHAYA

Cahaya merupakan faktor lingkungan yang sangat penting sebagai


sumber energi utama bagi ekosistem.
Ada tiga aspek penting yang perlu dikaji dari faktor cahaya, yang sangat
erat kaitannya dengan sistem ekologi, yaitu:

 K ualitas cahaya atau komposisi panjang gelombang.


 Intensitas cahaya atau kandungan energi dari cahaya.
 Lama penyinaran, seperti panjang hari atau jumlah jam cahaya yang
bersinar setiap hari.

FAKTOR SUHU

Suhu merupakan salah satu faktor lingkungan yang sangat berpengaruh


terhadap kehidupan makhluk hidup, termasuk tumbuhan. Suhu berperan
langsung hampir pada setiap fungsi dari tumbuhan dengan mengontrol laju
proses-proses kimia dalam tumbuhan tersebut, sedangkan berperan tidak
langsung dengan mempengaruhi faktor-faktor lainnya terutama suplai air.
Suhu akan mempengaruhi laju evaporasi dan menyebabkan tidak saja
keefektifan hujan tetapi juga laju kehilangan air dari organisme.
 FAKTOR AIR

Air merupakan sumber kehidupan yang tidak dapat tergantikan oleh apa
pun juga. Tanpa air seluruh organisme tidak akan dapat hidup. Bagi
tumbuhan, air mempunyai peranan yang penting karena dapat melarutkan dan
membawa makanan yang diperlukan bagi tumbuhan dari dalam tanah
1. Ekologi hewan
Ekologi hewan adalah cabang biologi yang khusus mempelajari
interaksi antara hewan dengan lingkungannya yang menentukan sebaran
(distribusi) dan kemelimpahan hewan-hewan tersebut
2. Ekologi mikroba
Mikroba ada dimana-mana seperti : udara, air, makanan, tanah,
manusia (usus, kulit, hidung), permukaan suatu benda atau bahan pangan.
Dengan pembelahan yang cepat mikrooragnisme berkembang biak dengan
cepat dan kadang-kadang menghasilkan toksin. Dengan ukuran dan massa
yang kecil mikrooragnisme dapat berpindah dengan mudah.
3. Ekologi Manusia,
menurut Amos H Hawley (1950:67) dikatakan,“Human ecology may
be defined, therefore, in terms that have already been used, as the study of
the form and the development of the community in human population.”
(Ekologi manusia, dengan demikian bisa diartikan, dalam istilah yang
biasa digunakan, sebagai studi yang mempelajari bentuk dan
perkembangan komunitas dalam sebuah populasi manusia).

2.3 Ruang Lingkup

Ekologi adalah cabang ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang


hubungan makluk hidup dan lingkungannya. Bumi memiliki banyak sekali
jenis-jenis mahkluk hidup, mulai dari tumbuhan dan binatang yang sangat
kompleks hingga organisme yang sederhana seperti jamur, amuba dan bakteri.
Meskipun demikian semua mahkluk hidup tanpa kecuali, tidak bisa hidup
sendirian. Masing-masing tergantung pada mahkluk hidup yang lain ataupun
benda mati di sekelilinganya. Misalnya seekor kijang membutuhkan tumbuh-
tumbuhan tertentu untuk makanan, jika tumbuhan di lingkungan sekitarnya
dirusak maka kijang tersebut harus berpindah atau mati kelaparan. Sebaliknya
tumbuhan agar bisa hidup juga tergantung pada binatang untuk memenuhi
kebutuhan nutrisinya. Kotoran binatang, bangkai binatang maupun tumbuhan,
menyediakan berbagai nutrisi yang bermanfaat bagi tanaman(Agus
Darmawan).

Cakupan Wilayah Kerja Ekologi

Miller memberi gambaran batas wilayah kerja ekologi sebagai suatu model
yang berdasarkan atas anggapan bahwa seluruh alam semesta merupakan suatu
ekosistem tersusun dari kelompok-kelompok komponan yang berkaitan satu
sama lain. Masing-masing kelompok merupakan suatu kesatuan
dengankelompok lainnya.Dalam cakupan wilayah kerja ekologi perlu diketahui
beberapa pengertian antara lain :

Individu : suatu satuan struktur yang membangun suatu kehidupan dalam


bentuk makhluk hidup, misal dalam sebuah kebun terdapat jambu, pisang,
rumput, dsb. setiap pohon disebut individu.

Populasi : kumpulan individu suatu spesies makhluk hidup sama, misal


kambing di padang rumput

Komunitas : beberapa kelompok makhluk hidup yang hidup bersama-sama


dalam suatu tempat secara bersamaan.

Ekosistem : tidak hanya mencakup serangkaian spesies tumbuhan saja, tetapi


juga segala bentuk materi yang melakukan siklus dalam sistem itu, dan energi
yang menjadi kekuatan bagi ekosistem.

Biosfer : tingkatan organisasi biologi terbesar yang mencakup semua


kehidupan dibumi dan adanya interaksi antara lingkungan fisik secara
keseluruhan.

Ahli ekologi mempelajari organisasi alam dalam tiga tingkatan:


1.Populasi
2.Komunitas
3.Ekosistem

POPULASI
Populasi adalah sekelompok mahkluk hidup dengan spesies yang sama, yang
hidup di suatu wilayah yang sama dalam kurun waktu yang sama pula.
Misalnya semua rusa di Isle Royale membentuk suatu populasi, begitu juga
dengan pohon-pohon cemara. Ahli ekologi memastikan dan menganalisa
jumlah dan pertumbuhan dari populasi serta hubungan antara masing-masing
spesies dan kondisi-kondisi lingkungan.

Faktor yang menentukan populasi

Jumlah dari suatu populasi tergantung pada pengaruh dua kekuatan dasar.
Pertama adalah jumlah yang sesuai bagi populasi untuk hidup dengan kondisi
yang ideal. Kedua adalah gabungan berbagai efek kondisi faktor lingkungan
yang kurang ideal yang membatasi pertumbuhan. Faktor-faktor yang
membatasi diantaranya ketersediaan jumlah makanan yang rendah, pemangsa,
persaingan dengan mahkluk hidup sesama spesies atau spesies lainnya, iklim
dan penyakit.
Jumlah terbesar dari populasi tertentu yang dapat didukung oleh lingkungan
tertentu disebut dengan kapasitas beban lingkungan untuk spesies tersebut.
Populasi yang normal biasanya lebih kecil dari kapasitas beban lingkungan
bagi mereka disebabkan oleh efek cuaca yang buruk, musim mengasuh bayi
yang kurang bagus, perburuan oleh predator, dan faktor-faktor lainnya.

Faktor-faktor yang merubah populasi

Tingkat populasi dari spesies bisa banyak berubah sepanjang waktu.


Kadangkala perubahan ini disebabkan oleh peristiwa-peristiwa alam. Misalnya
perubahan curah hujan bisa menyebabkan beberapa populasi meningkat
sementara populasi lainnya terjadi penurunan. Atau munculnya penyakit-
penyakit baru secara tajam dapat menurunkan populasi suatu spesies tanaman
atau hewan. Sebagai contoh peralatan berat dan mobil menghasilkan gas asam
yang dilepas ke dalam atmosfer, yang bercampur dengan awan Dan turun ke
bumi sebagai hujan asam. Di beberapa wilayah yang menerima hujan asam
dalam jumlah besar populasi ikan menurun secara tajam.

KOMUNITAS
Sebuah komunitas adalah kumpulan populasi tumbuhan dan tanaman yang
hidup secara bersama di dalam suatu lingkungan. Serigala, rusa, berang-
berang, pohon cemara dan pohon birch adalah beberapa populasi yang
membentuk komunitas hutan di Isle Royale. Ahli ekologi mempelajari peranan
masing-masing spesies yang berbeda di dalam komunitas mereka. Mereka juga
mempelajari tipe komunitas lain dan bagaimana mereka berubah. Beberapa
komunitas seperti hutan yang terisolasi atau padang rumput dapat diidentifikasi
secara mudah, sementara yang lainnya sangat sulit untuk dipastikan.Sebuah
komunitas tumbuh-tumbuhan dan binatang yang mencakup wilayah yang
sangat luas disebut biome. Batas-batas biome yang berbeda pada umumnya
ditentukan oleh iklim. Biome yang utama termasuk diantaranya padang pasir,
hutan, tundra, dan beberapa tipe biome air.Peran suatu spesies di dalam
komunitasnya disebut peran ekologi (niche). Sebuah peran ekologi terdiri dari
cara-cara sebuah spesies berinteraksi di dalam lingkungannya, termasuk
diantaranya faktor-faktor tertentu seperti apa yang dimakan atau apa yang
digunakan untuk energi, predator yang memangsa, jumlah panas, cahaya atau
kelembaban udara yang dibutuhkan, dan kondisi dimana dapat direproduksi.

EKOSISTEM
Suatu organisme tidak akan dapat hidup mandiri tanpa kehadiran organisme
lain serta mengabaikan sumber daya alam yang merupakan sumber pangan,
tempat perlindungan dan tempat perkembangbiakan. Suatu konsep sentral
dalam ekologi adalah ekosistem, yaitu suatu sistem yang terbentuk oleh
hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungannya (sistem
adalah suatu rangkaian kegiatan atau komponen-komponen yang bekerja secara
teratur, saling berkaitan da merupakan suatu kesatuan utnuk memperoleh suatu
hasil tertentu. Ekosistem terbentuk oleh komponen-komponen hidup dan tak
hidup, disuatu tempat dan berinteraksi dalam satu kesatuan yang teratur.
Sebuah ekosistem adalah level paling kompleks dari sebuah organisasi alam.
Ekosistem terbentuk dari sebuah komunitas dan lingkungan abiotiknya seperti
iklim, tanah, air, udara, nutrien dan energi. Ahli ekologi sistem adalah mereka
yang mencoba menghubungkan bersama beberapa perbedaan aktifitas fisika
dan biologi di dalam suatu lingkungan. Penelitian mereka seringkali terfokus
pada aliran energi dan perputaran material-material yang ada di dalam sebuah
ekosistem. Mereka biasanya menggunakan komputer yang canggih untuk
membantu memahami data-data yang dikumpulkan dari penelitian di lapangan
dan untuk memprediksi perkembangan yang akan terjadi(Campbell 2004).

CABANG-CABANG ILMU EKOLOGI

Berikut adalah cabang-cabang ilmu ekologi :

Ekologi antariksa : cabang ilmu ekologi yang mempelajari tentang


pengembangan suatu ekosistem yang dapat melakukan regenerasi secara
keseluruhan atau sebagian dengan tujuan untuk menopang kehidupan manusia
selama penerbangan antariksa.

Ekologi bahasa : penyelidikan tentang interaksi antara bahasa dan


lingkungannya, seperti yang terdapat dalam etnolinguistik dan sosiolinguistik.

Ekologi ekosistem: cabang ekologi yang berhubungan dengan analisa


ekosistem jika dipandang dari sudut struktural dan fungsional.

Ekologi habitat : cabang ilmu ekologi yang lebih menitik berat pembahasannya
pada sifat dari suatu habitat.

Ekologi hewan : cabang ilmu ekologi yang membahas tentang hewan sebagai
organisme hidup dan mengabaikan tumbuhan dan manusia.

Ekologi manusia : cabang ilmu ekologi yang membahas tentang keadaan


lingkungan yang berhubungan dengan kehidupan manusia.

Ekologi pelestarian : cabang ekologi yang berkaitan dengan pengelolaan wajar


dari sumber daya alam, misal, air, tanah, dan laut untuk kesejahteraan manusia.
Ekologi populasi : cabang ekologi yang menitikberatkan hubungan antara
kelompok makhluk, jumlah individu, dan faktor penentuan besar populasi dan
penyebarannya.

Ekologi produksi : cabang ekologi yang berhubungan dengan produksi kasar


dan produksi bersih berbagai macam ekosistem sehingga pengelolaan yang
sewajarnya dapat dilakukan untuk mendapatkan hasil maksimum.

Ekologi purbakala : cabang ekologi yang berhubungan dengan makhluk


purbakala dan membantu melacak lubang-lubang garis evolusi dan asal-usul
(tempat dan waktu) kelompok tumbuhan dan hewan.

Ekologi radiasi: cabang ekologi yang berhubungan dengan bahan radioaktif,


radiasi, dan lingkungan.

Ekologi serangga : cabang ilmu ekologi tentang hubungan antara kehidupan


serangga dan lingkungannya.

Ekologi sosial : cabang ilmu ekologi yang membahas tentang hubungan


penduduk dengan lingkungan alam, teknologi, dan masyarakat manusia.

Ekologi taksonomi : cabang ilmu ekologi menurut golongan taksonomi, misal


ekologi serangga dan ekologi mikrob.

Ekologi tumbuhan : cabang ilmu ekologi yang membahas tentang tumbuhan


sebagai organisme hidup dan mengabaikan hewan dan manusia.

Ekologi tumbuhan pengganggu : cabang ilmu ekologi yang membahas tentang


hubungan timbal balik antara tumbuhan pengganggu dengan lingkungannya.

2.4 Kedudukan Ekologi


Ekologi adalah cabang ilmu biologi yang banyak memanfaatkan informasi dari
berbagai ilmu pengetahuan lain, seperti kimia, fisika, geologi dan klimatologi
untuk pembahasannya.Contoh penerapan ekologi di bidang pertanian dan
perkebinan di antaranya adalah penggunaan kontrol biologi untuk pengendalian
populasi hama guna meningkatkan produktivitas. Ekologi berkepentingan
untuk mengamati hubungan timbal balik antara organisme dengan
lingkungannya. Pengamatan ini bertujuan untuk menemukan prinsip-prinsip
yang terkandung dalam hubungan timbal balik tersebut. Dalam studi ekologi
digunakan metode pendekatan secara menyeluruh pada komponen-komponen
yang berkaitan dalam suatu sistem. Ruang lingkup ekologi berkisar pada
tingkat populasi, komunitas dan ekosistem.Untuk melihat kedudukan ekologi
dalam biologi, dapat diumpamakan kita memotong kue lapis biologi dalam 2
cara yang berbeda, kita dapat membagi "Kue lapis biologi" secara mendatar
dan tegak. Untuk pembagian mendatar merupakan pembagian dasar dari ilmu-
ilmu biologi, seperti biologi genetika, fisiologi, ekologi, biologi molekul dan
sebagainya. Sedangkan untuk pembagian tegak merupakan pembagian
berdasarkan pada taksonomi, yang meliputi pembahadan tentang bakteri,
burung, serangga, tumbuhan dan sebagainya(Soerjipta).

2.5 Metode pendekatan


Pendekatan dalam Ekologi Hewan

Pendekatan dalam ekologi dapat secara laboratories, lapangan dan


matematik. Dalam ekologi hewan salah satu kendala yang sulit adalah
pengukuran, metode dan teknik pengamatan. Hal ini disebabkan oleh sifat
hewan yang senantiasa bergerak dan berpindah-pindah baik secara liar maupun
jinak. Misalnya menyangkut penentuan kelimpahan dan perilaku hewan yang
diteliti, ukuran tubuh mulai dari milimikron sampai yang besar dan tinggi,
stadia perkembangan, kecepatan dan daya gerak yang berbeda-beda,
lingkungan yang ditempati juga berbeda-beda seperti; habitat daratan, perairan
tawar ataupun laut serta keunikan dan kespecifikan perilaku hidupnya termasuk
aktivitasnya dalam sehari.

Metode dan teknik penelitian bukan saja ditentukan oleh hal-hal


tersebut di atas, tetapi hal lain yang sangat penting adalah tujuan, sasaran dan
manfaat dari penelitian itu. Penelitian ekologi hewan yang bersifat deskriptif
ataupun eksperimental dengan data kuantitatif memerlukan desain (rancangan),
prosedur kerja serta pengolahan data secara statistic.

Penelitian eksperimen, pada dasarnya melibatkan 2 komponen atau


perangkat obyek yang diteliti, yakni; perangkat eksperimen (perlakuan) dan
control. Perangkat control merupakan suatu perangkat obyek yang diamati dan
kondisinya serupa benar dengan perangkat eksperimen, kecuali ada hal-hal
tertentu merupakan faktor atau proses yang diteliti atau yang diberikan sebagai
perlakuan.

Pada umumnya penelitian eksperimen dilakukan di dalam laboratorium


yang kondisinya sangat berbeda dengan kondisi di lingkungan alami atau
kondisi habitat alami yang ditempati hewan yang diteliti. Kondisi lingkungan
dalam suatu penelitian laboratorium merupakan kondisi yang dapat
dikendalikan oleh peneliti, misalnya dibuat sangat berbeda dalam satu atau
lebih faktor lingkungan dibandingkan dengan kondisi lingkungan alami atau
dibuat sedemikian rupa yang sangat mirip dengan kondisi lingkungan.
2 . 6 Aspek terapan ekologi

Dalam perkembangannya ekologi telah mengalami diversivikasi dengan


lahirnya cabang-cabang ilmu ekologi lainnya yang lebih spesifik, dengan
materi yang terbatas, khusus dan mendalam yang didasarkan atas kelompok
organisme, misalnya; Ekologi Tumbuhan, Ekologi hewan, Ekologi Parasit,
Ekologi Gulma, Ekologi Serangga, ekologi Burung dan lainnya.
Ekologi Hewan, bahasannya memerlukan pemahaman mengenai aspek-
aspek biologi lainnya juga menyangkut matematika dan statistika. Sebenarnya
konsep, asas ataupun generalisasi dalam ekologi hewan telah banyak
memberikan nilai-nilai terapan yang cukup dalam kehidupan manusia sehari-
hari, terutama dalam bidang-bidang pertanian, perkebunan, peternakan,
perikanan, kesehata dan pengolahan maupun konservasi satwa liar.Penerapan
ekologi makin penting dengan semakin diperlukannya upaya-upaya manusia
dalam memelihara ketersediaan sumberdaya serta kualitas lingkungan hidup
yang berkesinambungan.
Dalam bidang pertanian, perkebunan dan peternakan, konsep kisaran
toleransi dan faktor pembatas serta dalam masalah pengendalian populasi hama
dan penyakit (Biological Control). Dengan konsep ekologi hewan juga telah
melandasi penggunaan berbagai species hewan tertentu sebagai species
indicator yang menunjukkan terjadinya perubahan kondisi lingkungan, sudah
tercemar atau belum. Konsep lain dalam bidang pertanian dan kesehatan adalah
hubungan predator mangsa dan parasitoid inang. Dalam upaya meningkatkan
hasil produk ikan maupun ternak, pengelolaan satwa liar baik yang bersifat
insitu (pemeliharaan di habitat aslinya) maupun exsitu (pemeliharaan di
lingkungan buatan) seluruhnya berazaskan dan berlandaskan efisiensi ekologi
dan azas-azas ekologi.

2.7 Model Ekologi

Permodelan dalam Ekologi

Permodelan ekologi disusun dalam menghadapi berbagai kondisi alam atau


lingkungan yang terus menerus berubah atau dinamis. Dalam hal ini manusia
dituntut dapat membuat penjelasan terhadap fenomena-fenomena alam untuk
memperoleh manfaat bagi kepentingan hidupnya maupun meramalkan kejadian
yang mungkin akan terjadi guna menghindari efek buruknya bagi
manusia.Untuk dapat memenuhi tuntutan tersebut diperlukan acuan dan
peramalan yang lebih baik dan tepat. Hasil studi tersebut dibuat dalam bentuk
permodelan ekologi. Penyusunannya didukung oleh hasil-hasil penelitian
ekologi yang memberikan informasi kuantitatif dan pengelolaan datanya
banyak dibantu oleh teknik-teknik computer.
Model Ekologi pada dasarnya adalah suatu formulasi matematik sebagai
bentuk penerjemahan fenomena ekologi yang sebenarnya dan telah
disederhanakan. Jumlah variable dalam suatu model lebih rendah dari yang
sebenarnya, karena yang ditampilkan hanya faktor-faktor dan proses kuncinya
saja, yaitu yang paling penting serta paling menentukan. Informasi ini
didapatkan dari hasil sejumlah penelitian kuantitatif yang bersifat deskriptif
maupunh eksperimental di lapangan maupun di laboratorium.

Permodelan ekologi pada dasarnya adalah suatu formulasi matematik


sebagai bentuk penerjemahan fenomena ekologp yang sebenarnya dan telah
disempurnakan.
BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Adapun kesimpulan pada pembuatan makalah ini yaitu :
 Ekologi merupakan ilmu pengetahuan tentang hubungan antara organisme
dan lingkungannya
 Autekologi , yaitu ekologi yang mempelajari suatu spesies organisme
atau organisme secara individu yang berinteraksi dengan lingkungannya.
biasanya tekanannya pada aspek siklus hidup, adaptasi, sifat parasitis,
dll.
 Sinekologi, Yaitu Ekologi yang mengkaji berbagai kelompok organisme
sebagai suatu kesatuan yang saling berinteraksi dalam suatu daerah
tertentu, ekologi jenis, ekeologi populasi. Misalnya mempelajari struktur
dan komposisi spesies tumbuhan di hutan rawa, hutan gambut, atau di
hutan payau, mempelajari pola distribusi binatang liar di hutan alam,
hutan wisata, suaka margasatwa, atau di taman nasional, dan lain
sebagainya.
 Ekologi adalah cabang ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang
hubungan makluk hidup dan lingkungannya. Ruang lingkup yang dikaji
seperti : individu, populasi, komunitas, ekosistem.
 Untuk melihat kedudukan ekologi dalam biologi, dapat diumpamakan
kita memotong kue lapis biologi dalam 2 cara yang berbeda, kita dapat
membagi "Kue lapis biologi" secara mendatar dan tegak.
 Pendekatan dalam ekologi dapat secara laboratories, lapangan dan
matematik. Dalam ekologi hewan salah satu kendala yang sulit adalah
pengukuran, metode dan teknik pengamatan.
 Model Ekologi pada dasarnya adalah suatu formulasi matematik sebagai
bentuk penerjemahan fenomena ekologi yang sebenarnya dan telah
disederhanakan.

DAFTAR PUSTAKA
Begon, m., T.L Harper & Townsend.1986. Ekology: Individual populationsand
Communities

Campbell, N.A. 2004. Biologi. Jilid 3. Jakarta : Erlangga.

Darmawan, Agus. 2005. Ekologi hewan. Malang : Universitas Negeri Malang

Hawley.A amous. (1950). Human ecology. Jakarta : Erlangga.

Odum, E.P. 1971. Dasar-Dasar Ekologi Edisi Ketiga. Yogyakarta: Universitas


Gadjah Mada Press, 1971.

Soerjipta. Dasar-Dasar Ekologi Hewan. Yogyakarta: Departemen Pendidikan


dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, 1993