Anda di halaman 1dari 24

LAPORAN PRAKTIKUM

SUMBER TENAGA PERTANIAN


(Pengenalan Prinsip Kerja Motor Bakar)

Oleh:

Nama dan NPM : 1. Dzaky P (240110150050)


2. M. Reza. A (240110150056)
3. Rizqi F. A. (240110150061)
4. Khoirinnisa (240110150062)
5. Tiara Putri D. (240110150063)
Kelompok / Shift : 6 / A2
Hari, Tanggal Praktikum : Rabu, 26 April 2017
Asisten : 1. Sidik Maulana
2. Agus Juliana
3. Asep Nurwanda M.P.
4. R. Putri Ranati

DEPARTEMEN TEKNIK PERTANIAN DAN BIOSISTEM


FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN
UNIVERSITAS PADJADJARAN
2017
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang


Seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi dan
perkembangan serta kemajuan dalam bidang industri permesianan, berbagai alat
diciptakan untuk mempermudah dan menambah kenyamanan manusia dalam
mencukupi kebutuhannya. Salah satunya dalam bidang otomotif, diantaranya
memproduksi teknologi mesin yang mencapai emisi terendah (zero emissions) dan
terbebas dari zat-zat yang berbahaya dan melaksanakan komitmennya untuk
menciptakan teknologi yang ramah lingkungan.
Dalam dunia otomotif, beragam jenis mobil mulai dari mesin sejajar,
horisontal maupun melintang yang menggunakan bahan bakar seperti bensi dan
solar. Pada dasarnya, sebuah kendaraan digerakkan oleh roda-roda yang
memerlukan adanya tenaga luar yang memungkinkan kendaraan dapat bergerak
yang disebut dengan mesin yitu motor bakar. Motor bakar adalah suatu mesin
yang dapat mengubah energi panas menjadi energi mekanik dengan proses
pembakaran bahan bakar. Dalam kehidupan manusia, motor bakar memiliki
peranan yang sangat penting salah satunya adalah memberikan kemudahan kepada
manusia untuk menjalankan aktivitasnya.
Motor bakar berdasarkan pembakarannya terbagi menjadi dua yaitu internal
dan eksternal. Motor bakar internal atau pembakaran yang terjadi didalam dibagi
menjadi motor diesel dan motor bensin atau otto. Seiring berjalannya teknologi,
manusia lebih banyak menggunakan motor bakar dengan siklus 4 langkah kerja.
Karena motor 4 langkah ini lebih menguntungkan dibandingkan dengan motor 2
langkah.
Pada saat ini motor bakar merupakan jenis motor yang paling banyak
digunakan, khususnya dalam bidang transportasi. Namun motor bakar ini juga
menimbulkan beberapa permasalahan, masalah tersebut antaralain adalah
menimbulkan polusi dan emisi gas buangannya. Hal tersebut sangat menuntut
manusia untuk berfikir dan mempelajari tentang motor bakar itu sendiri, sehingga
dalam penggunannya dapat lebih efektif dan efisien. Untuk mengetahui prinsip
kerja dari motor bakan 4 langkah ini maka dilakukan praktikum mengenai
pengenalan prinsip kerja motor bakar 4 langkah.

1.2 Tujuan
Adapun tujuan dari praktikum kali ini adalah sebagai berikut :
1. Mengetahui dan memahami fungsi dari bagian-bagian mesin otto dan diesel
2. Mengetahui bagian-bagian prodes pembakaran motor diesel dan otto
3. Mengamati proses kerja motor diesel dan otto
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Motor Bakar


Motor bakar merupakan salah satu jenis dari mesin termal atau mesin kalor.
Pada motor bakar, proses konversi energi yang terjadi di dalam silinder, dimana
energi kimia dikonversi menjadi energi termal dan selanjutnya dikonversi lagi
menjadi energi mekanik (energi termal menyebabkan gerak translasi torak
menjadi rotasi poros engkol) (Gilang, 2014)
Sistem pembakaran pada motor bakar terbagi atas dua (Gilang, 2014), yaitu :
1. Internal Combustion Engine (ICE)
Internal combustion engine atau pembakaran dalam merupakan suatu sistem
pembakaran bahan bakar dan udara yang terjadi di dalam ruang bakar atau silinder
sehingga gas pembakaran yang terjadi sekaligus berfungsi sebagai fluida kerja.
2. External Combustion Engine (ECE)
Pada external combustion engine, proses pembakaran terjadi di ruang bakar,
dimana energi termal dari gas hasil pembakaran dipindahkan ke fluida kerja mesin,
melalui beberapa dinding pemisah.
2.1.2 Klasifikasi Motor Bakar
Motor bakar merupakan salah satu jenis dari mesin termal atau mesin
kalor. Pada motor bakar, proses konversi energi yang terjadi di dalam silinder,
dimana energi kimia dikonversi menjadi energi termal dan selanjutnya dikonversi
lagi menjadi energi mekanik (energi termal menyebabkan gerak translasi torak
menjadi rotasi poros engkol) (Gilang, 2014)
Motor bakar dapat diklasifikasikan menjadi :
a. Berdasarkan pada jumlah langkah, yaitu 2 langkah dan 4 langkah
b. Berdasarkan sistem pengapian, yaitu Spark Ignition Engine (percikan
nyala api) dan Compression Ignition Engine (penyalaan dengan kompresi)
c. Berdasarkan jumlah silinder, yaitu Piston Tunggal, Piston Ganda, dan
Multi Piston
d. Berdasarkan letak katup, yaitu Kepala, Samping, dan Bawah
e. Berdasarkan pergerakan piston, yaitu Translasi dan Rotasi
f. Berdasarkan bahan bakar, yaitu Bensin dan Diesel
g. Berdasarkan susunan silinder, yaitu Inline engine, ’V’ engine, Opposed
cylinder engine, Opposite cylinder enggine, Opposed piston engine, Radial
engine, ‘X’ type engine, ‘H’ type engine, dan Delta type engine
2.1.3 Parameter Mesin Motor Bakar
Parameter mesin merupakan kelengkapan dari suatu mesin. Dimana
parameter inilah yang digunakan untuk menentukan prestasi dari suatu mesin,
parameter tersebut adalah sebagai berikut(Rahmat, 2010) :
 TDC (Top Dead Center) adalah posisi teratas dari pergerakan piston.
 BDC (Bottom Dead Center) adalah posisi paling bawah dari pergerakan
piston.
 Vc (Volume Clearence) adalah volume yang tersisa pada saat piston
mencapai TMA.
 B (bore) adalah diameter dari piston.
 S (Swept) adalah panjang langkah dari piston atau jarak dari TMA ke
TMB.
 Vd (Volume Displacement) adalah Volume dari perpindahan piston yaitu
Dari TMA sampai TMB.
 r adalah panjang connecting rod.
 a adalah diameter dari poros engkol.
 Θ adalah sudut kemiringan poros engkol dengan connecting rod.

2.2 Motor Bensin (Otto)


Sistem pembakaran pada motor bakar bensin dinamakan dengan siklus Otto.
Sistem pembakaran tersebut dengan memasukkan panas pada volume konstan.
Secara sepintas prinsip dasar dari motor bakar ini agak mirip dengan sistem
propulsi yang terdapat pada mesin jet pesawat, namun punya perbedaan. Yang
menjadi perbedaan adalah kalau Sistem Propulsi daya dorong yang dihasilkan
oleh ledakan bahan bakar langsung mendorong benda atau gas buang yang
menghasilkan daya dorong serta gerakan yang dihasilkan berupa gerakan
translasi, sedangkan kalau Motor Bakar ledakan bahan bakar menghasilkan kerja
mesin serta gerakan yang dihasilkan berupa gerakan rotasi (Achdiat, 2011)

Gambar 1. Komponen Utama Mesin Bensin


(Sumber : Achdiat, 2011)

2.2.1 Motor Bakar Bensin 4 Langkah


Motor Bakar Bensin empat yang langkah (four stroke engine) ditemukan
oleh Nikolaus Otto di 1876, oleh karena karenanya mesin ini disebut mesin Otto
(Otto cycle). Motor 4 langkah merupakan suatu mesin yang dalam satu siklus
kerjanya terdiri dari langkah hisap, langkah kompresi, langkah kerja, langkah
buang. Dimana saat pada langkah hisap katup hisap terbuka, sehingga udara dan
bahan bakar masuk ke ruang bakar. Selanjutnya dilakukan langkah kompresi oleh
poros, dan saat tekanan ruang bakar menjadi sangat tinggi diberi loncatan bunga
api yang menyebabkan terjadinya ledakan bahan bakar sehingga terjadi langkah
kerja. Saat piston mencapai titik mati bawah setelah melakukan langkah kerja,
maka katup buang terbuka dan terjadi langkah buang, dimana gas buang di
keluarkan dari ruang bakar (Achdiat, 2011)
2.2.2 Motor Bakar Bensin 2 Langkah
Motor dua langkah mengkombinasikan empat langkah proses yang
dibutuhkan pada motor empat langkah hanya dalam dua langkah saja. Langkah
isap, kompresi, kerja, dan langkah buang terjadi dalam dua langkah torak berturut-
turut atau dalam satu kali putaran poros engkol. Motor bensin dua langkah (2-tak)
merupakan motor bakar yang mengalami dua proses dalam setiap langkahnya.
Langkah pertama, terjadi proses isap dan kompresi, dimana pada langkah
ini torak bergerak dari TMB (titik mati bawah) ke TMA (titik mati atas). Pada
keadaan ini lubang pemasukan dan pembuangan terbuka, gas baru masuk ke
dalam silinder dan mendorong sisa-sisa pembakaran keluar. Kemudian torak
bergerak dan menutup lubang pemasukan dan pembuangan sehingga gas baru
dipadatkan (kompresi).
Langkah kedua, terjadi proses kerja dan buang, dimana pada saat ini torak
bergerak dari TMA menuju TMB. Pada saat torak berada pada TMA terjadi
pembakaran sehingga tekanan gas naik dan mendorong torak menuju TMB,
menghasilkan kerja (ekspansi). Kemudian lubang pembuangan terbuka, maka gas
bekas keluar. Setelah itu lubang pemasukan terbuka dan gas baru yang bertekanan
lebih besar masuk, demikian proses ini berulang secara terus-menerus (Achdiat,
2011)

2.3 Motor Bakar Diesel


Motor bakar diesel adalah motor bakar torak yang berbeda dengan motor
bakar bensin, yaitu proses penyalaan bukan dengan loncatan bunga api listrik
melainkan proses penyalaan bahan bakarnya berlangsung secara spontan akibat
temperatur dan tekanan ruang bakarnya yang sangat tinggi. Pada langkah isap
hanya udara segar saja yang masuk kedalam ruang silinder pada waktu torak
hamper mencapai titik mati atas bahan bakar disemprotkan kedalam ruang bakar
karena temperatur dan tekanan telah mencapai titik nyala bahan bakar, maka
bahan bakar akan terbakar dengan sendirinya.
Daya yang dihasilkan oleh motor bakar diperoleh dari hasil pembakaran
bahan bakar didalam ruang bakar, makin banyak bahan bakar yang dapat dibakar,
maka makin banyak daya yang dihasilkan. Hal ini terjadi apabila tersedia
secukupnya, maka daya mesin dibatasi oleh kemampuan mesin tersebut
menghisap udara yang diperlukan untuk pembakaran. Motor bakar yang
menggunakan turbocharger maka tekanan isapnya lebih tinggi dari tekanan udara
atmosfer masuk kedalam ruang silinder selama langkah hisap dengan
menggunakan turbocharger (Widya, 2011)
2.3.1 Bagian-bagian Mesin Diesel

Gambar 2. Bagian-bagian mesin diesel


(Sumber : Ferly, 2012)

Bagian-bagian dari mesin tersebut adalah sebagai berikut (Ferly, 2012) :


1. Rocker arm, adalah salah satu bagian penting dari komponen mesin diesel
yang posisinya berada di atas cilinder head, fungsi dari rocker arm ini
adalah mengatur gerakan valve, kapan waktunya menutup dan kapan
waktunya terbuka. Semuanya diatur oleh rocker arm ini.
2. Valve spring , ini juga salah salah satu komponen penting dari sebuah
mesin diesel, ia bertugas sebagai penghubung antara rocker arm dengan
valve.
3. Cilinder head, ini merupakan bagian kepala dari sebuah cilinder, makanya
itulah ia disebuat sebagai cilinder head. pada cilinder head inilah tempat
valve berada, baik itu valve hisap maupun juga valve buang.
4. Valve, mesin diesel tidak akan menyala jika tidak ada valve, fungsi dari
valve ini adalah mengatur udara masuk dan keluar serta sebagai penutup
lubang saat terjadi kompresi.
5. Cylinder , didalam ruang cylinder inilah sebuah udara yang dimampatkan
hingga tercapai sebuah suhu udara sampai 500 derajat celsius. dan di
dalam cylinder itu pula sebuah ledakan terjadi. dan ledakan tersebut
berasal dari udara yang dimampatkan dan diberi bahan bakar yang
berbentuk kabut , kedua bahan tersebut akan terbakar di dalam ruang
cylinder tersebut.
6. Engine block , terbuat dari logam campuran yang tahan panas, ia sebagai
dinding dari sebuah cylinder.
7. Piston , gerakannya naik turun dari TMA ke TMB atau sebaliknya.
gerakan naik turun dari piston tersebut dihubungkan dengan connecting
rod yang segera dirubah menjadi gerakan berputar oleh crankshaft.
8. Crankshaft ini fungsinya sebagai penghubung antara connecting rod yang
satu dengan lainnya. selain itu cranksaft juga yang mengubah gerakan naik
turun piston diubah menjadi gerakan berputar dan gerakan putar ini
dihubungkan ke gearbox.
9. Charkshaft timing gear , camshaft timing gear , camshaft , cam , cam
follower serta pushroad , semuannya adalah satu kesatuan dari komponen
mesin diesel yang berfungsi untuk mengontrol gerakan rocker arm dalam
bertugas mengatur gerakan valve .

2.4 Kelebihan dan Kekurangan Mesin Diesel dan Mesin Otto


Kelebihan motor diesel diantaranya adalah sebagai berikut (Achdiat, 2011)
1. Bahan bakar lebih murah , sehinggah menghemat biaya operasi disamping
itu daya guna panas lebih baik.
2. Bahaya kebakaran agak kurang,disebabkan titik nyala solar 80 derajat
selsius. Gas buang tidak beracun dan tenaga yang dihasilkan lebih besar
disebabkan perbandingan kompresi lebih tinggi.
Adapun kekurangannya yaitu sebagai berikut :
1. Pompa penekanan bahan bakar harganya mahal dan memerlukan
pemeliharaan yang teliti.
2. Sistem pengabut memerlukan pemeliharaan yang teratur.
3. Getaran mesin lebih besar sebab tekanan pembakaran maksimum dua kali
lebih besar dari pada motor bensin.
4. Karena tekanan kompresi yang tinggi maka dibutuhkan tenaga stater
dengan batere yang lebih besar agar dapat memutarkan motor.
5. Biaya pemeliharaan mesin lebih mahal dibandingkan motor bensin.
Keuntungan mesin bensin
1. Hasil pembakaran atau kompresi sangat bersih sehinggah tidak
menyebabkan polusi.
2. Getaran mesin lebih halus.
3. Biaya pemeliharaan lebih murah.
Kerugian mesin bensin
1. Kabulator muda banjir.
2. Bahan bakar bensin lama-lama bisa kotor didalam tangka.
3. Busi sering basah bila karburator banjir.
4. Sifat bahan bakar bensin lebih mudah terbakar.
BAB III
METODE

3.1 Alat dan Bahan


3.1.1 Alat
Alat yang digunakan pada praktikum kali ini adalah sebagai berikut :
1. Alat tulis yang berfungsi sebagai alat untk menggambar mesin diesel dan
otto
2. Kamera yang befungsi sebagai alat dokumentasi
3.1.1 Bahan
Bahan yang digunakan pada praktikum kali ini adalah sebagai berikut :
1. Mesin otto
2. Mesin diesel

3.2 Prosedur Praktikum


Tahap-tahap pada praktikum kali ini adalah sebagai berikut :
1. Menyiapkan alat dan bahan
2. Membuat sketsa mesin diesel mapun mesin otto
3. Memberi keterangan bagian-bagian pada mesin tersebut
BAB IV
HASIL PEMBAHASAN

4.1 Hasil
a. Motor bakar Otto

4 5
3
9
1 7
8
2 6

10

14
13 15

11
12

Gambar 3. Motor Bakar Otto


Keterangan:
1. Platina 11.Oil Filter
2. Pengapian/Busi 12. Starter
3. Camshaft 13. Crankshaft
4. Carburator 14. Piston
5. Filter 15. Clutch/Kopling
6. Valve/katup 10. Kipas
7. Ignition Coil
8. Gearbox
9. Tuas Transmition
b. Motor Bakar Diesel

3
7
1
6
4
2 5

10
11
12 9

Gambar 4. Motor Bakar Diesel


Keterangan:
1. Kipas
2. Injector
3. Filter
4. Camshaft
5. Valve/Katup
6. Oil Filter
7. Tuas Transmition
8. Gearbox
9. Crankshaft
10. Pump
11. Piston
12. Starter
Rizqi Fadilah Ahmad
240110150061

4.2 Pembahasan
Pada praktikum kali ini praktikan dikenalkan dengan motor bakar mesin
diesel dan motor bakar mesin otto. Praktikan mempelajari juga 4 sistem kerja
pada motor bakar. Sistem kerja tersebut antara lain adalah pengapian,
pengkabutan, pelumasan, dan pendinginan. Pada masing-masing sistem kerja,
bagian mesin yang bekerja juga berbeda-beda. Contohnya pada sistem pengapian
atau ignition, bagian yang bekerja antara lain generator, ignition coil, dan platina.
Pada bagian pengkabutan atau carburation, bagian yang bekerja antara lain adalah
camshaft, penyaring udara, pompa petrol, dan carburettor. Pada pelumasan atau
lubrication, bagian yang bekerja antara lain adalah pompa oli, filter oli, dan
penyalur oli pada bagian yang perlu dilumaskan. Pada langkah pendinginan atau
cooling, bagian yang digunakanya itu kipas, radiator, dan pendeteksi suhu.
Langkah kerja motor bakar sendiri terdiri dari langkah hisap atau intake,
langkah kompresi atau compression, langkah kerja atau expansion dan langkah
buang atau exhaust. Pada saat langkah intake uuntuk mesin otto, piston bergerak
dari titik mati atas menuju titik mati bawah, katup inlet terbuka dan campuran
bahan bakar bensin dengan udara masuk. Sedangkan untuk mesin diesel hanya
udara yang masuk dalam ruang bakar. Pada langkah kompresi, piston naik dari
titik mati bawah menuju titik mati atas, dan kedua katup. Pada mesin diesel, udara
yang dikompresikan menjadi panas dan bertekanan tinggi. Saat langkah kompresi
akhir bahan bakar disemprotkan dan terbakar akibat udara panas yang bertekanan
tinggi tersebut. Karena ledakan tersebut, terjadi langkah ekspansi yaitu piston
bergerak dari titik mati atas menuju titik mati bawah, kedua katup tertutup. Pada
langkah exhaust, piston bergerak dari titik mati bawah menuju titik mati atas,
membawa sisa pembakaran yang akan dibuang seraya katup outlet terbuka.
Berdasarkan proses kerjanya, motor bakar dibedakan menjadi mesin 4 tak
dan mesin 2 tak. Pada mesin 4 tak digunakan klep/katup untuk mengatur
masuknya bahan bakar dan keluarnya gas sisa pembakaran, kemudian untuk satu
kali pembakaran (isap-kompresi-usaha-buang) membutuhkan 4 kali 180º, bahan
bakar tidak dicampur dengan pelumas atau oli, rata-rata penampang torak datar,
dan tidak terdapat saluran bahan bakar karena bahan bakar langsung diberikan di
atas torak. Pada mesin 2 tak digunakan torak untuk mengatur masuknya bahan
bakar dan keluarnya gas sisa pembakaran, kemudian untuk satu kali pembakaran
(isap-kompresi-usaha-buang) membutuhkan 2 kali 180º, bahan bakar dicampur
dengan pelumas, bentuk torak seperti trapesium, dan terdapat saluran bahan bakar
untuk naiknya bahan bakar keatas torak. Mesin 2 tak sudah jarang digunakan
karena suaranya yang sangat nyaring walaupun mesin 2 tak dapat menghasilkan
kecepatan yang lebih tinggi dibandingkan mesin 4 tak.
Perbedaan antara motor bakar mesin otto dan motor bakar mesin diesel
antara lain adalah motor bakar mesin otto menghisap campuran bahan bakar dan
udara, sedangkan motor bakar mesin diesel menghisap udara murni, kemudian
pada mesin otto digunakan busi sebagai pematik pada langkah pembakaran
sedangkan mesin diesel beroperasi tanpa busi, sehinnga peran busi diganti dengan
penyemprotan bahan bakar dengan tekanan tinggi olehinjection pump. Perbedaan
berikutnya yaitu motor bakar mesin otto berbahan bakar bensin dan motor bakar
mesin diesel berbahan bakar solar. Pada mesin otto menggunakan karburator
sedangkan pada mesin diesel tidak menggunakan karburator. Perbedaan lainya
yaitu pada siklus motor bakar mesin tekanan naik setelah pembakaran dan turun
setelah usaha, sedangkan siklus motor bakar mesin diesel tekanan stabil mulai
pembakaran hingga usaha. Kelebihan motor bakar mesin otto antara lain adalah
getaran pada mesin tidak terlalu besar sehingga lebih nyaman dikendarai,
kemudian gas sisa pembuangan lebih bersih dan tidak terlalu membuat kotor body
kendaraan, dan pembakara lebih sempurna, karena menggunakan bensin yang
mempunyai nilai oktan tinggi yang baik untuk pembakaran dan tidak
menimbulkan polusi yang lebih banyak disbanding mesin diesel. Kekurangan
motor bakar mesin otto antara lain adalah lebih boros jika dibandingkan motor
diesel, dan kompresi tidak terlalu tinggi sehingga tenaga yang dikeluarkan tidak
sebesar motor diesel. Pada mesin diesel kelebihannyaa ntara lain adalah lebih irit
bahan bakar daripada motor bensin karena bahan yang disemprotkan sudah
berupakabut. Kemudian tenaga yang dihasilkan besar karena mempunyai
kompresi yang tinggi, sehingga cocok digunakan untuk mengangkut beban yang
berat. Sedangkan kekurangan dari mesin diesel antara lain adalah gas buang sisa
pembakaran berwarna hitam sehingga dapat mengotori body kendaraan, serta
getaran mesin terlalu besar sehingga mengurangi kenyamanan berkendara.
Rizqi Fadilah Ahmad
240110150061

BAB V
PENUTUP

5.1 Kesimpulan
Kesimpulan pada praktikum kali ini yaitu:
1. Langkah kerja motor bakar antara lain adalah langkah hisap atauintake,
langkah kompresi, langkah ekspansi, dan langkah exhaust.
2. Sistem yang terdapat pada motor bakar antara lain sistem pengapian atau
ignition, sistem pengkabutan atauc arburation, sistem pelumasan atau
lubrication, dan sistem pendinginan atau cooling.
3. Motor bakar mesin otto lebih ramah lingkungan, suara atau getaran yang
ditimbulkan tidak terlalu besar, dan kecepatannya lebih tinggi dibandingkan
dengan motor bakar mesin diesel.
4. Motor bakar mesin diesel memiliki power yang lebih besar, lebih irit bahan
bakar, dan mampu digunakan dalam waktu yang lama (tahan lama).
5. Pada motor bakar mesin otto saat proses intake, bahan bakar yang masuk
merupakan pencampuran udara dengan bensin
6. Pada motor bakar mesin diesel saat proses intake, zat yang masuk
merupakan udara murni.
7. Untuk memperoleh satu kali usaha pada mesin 4 tak, dibutuhkan empat kali
gerakan piston dan dua kali putaran poros engkol, sedangkan pada mesin 2
tak dibutuhkan dua kali gerakan piston dansatu kali putaran poros engkol.

5.2 Saran
Saran pada praktikum kali ini yaitu:
1. Disarankan bagi praktikan untuk mempelajari mesin otto dan diesel terlebih
dahulu.
2. Disarankan agar alat peraga yang disediakan diperbanyak.
3. Disarankan agar waktu praktikum dimanfaatkan seefisien mungkin.
Khoirinnisa
240110150062

4.2 Pembahasan
Pada praktikum kali ini, kita dapat mengetahui bahwa terdapat dua jenis
motor bakar yang digunakan pada kendaraan bermotor yaitu mesin Diesel dan
mesin otto. Perbedaan dari mesin tersebut terletak pada proses pemberian
bensinnya.
Sebuah mesin diesel untuk menghasilkan proses pembakaran dipicu oleh
kompresi yang tinggi, dimana terjadinya proses pembakaran di dalam silinder
terjadi karena oleh suhu tinggi yang disebabkan oleh tekanan kompresi, dan bukan
oleh alat berenergi lain (seperti busi).Sedangkan, mesin otto adalah sebuah tipe
mesin pembakaran dalam yang menggunakan nyala busi untuk proses
pembakaran, dirancang untuk menggunakan bahan bakar bensin atau yang sejenis.
Selain mengetahui perbedaan antara mesin diesel dan otto, praktikum ini
juga membahas mengenai perbedaan mesin 4 tak dan 2 tak. Perbedaan kedua
mesin tersebut terletak pada proses naik turun piston dari mesin.
Mesin 4 tak adalah sebuah mesin dimana untuk menghasilkan sebuah
tenaga memerlukan empat proses langkah naik-turun piston ,dua kali rotasi kruk
as ,dan satu putaran noken as.
Sedangkan Mesin 2 tak adalah mesin pembakaran dalam yang dalam satu
siklus pembakaran terjadi dua langkah piston ,berbeda dengan putaran 4 tak yang
mempunyai empat langkah piston dalam satu siklus pembakaran ,meskipun
keempat proses (intake ,kompresi ,tenaga ,pembuangan) juga terjadi .
Dalam proses irigasi alur pada mesin, terdapat 4 siklus dalam prosesnya.
Siklus tersebut adalah siklus ignition, carburation, lubrication, dan cooling.
Siklus Pertama yaitu ignition adalah suatu system dalam kendaraan
bermotor terutama dengan bahan bakar gasoline (Bensin) yang berfungsi untuk
membakar campuran Bahan Bakar dan Udara saat piston pada akhir langkah
kompresi.
Siklus kedua yaitu carburation adalah proses mengabutkan bahan bakar
yang telah dicampur dengan udara bersih, sehingga diperoleh perbandingan yang
sempurna, yang kemudian disemprotkan pada ruang bakar
Siklus ketiga yaitu Lubtication adalah sistem yang berfungsi untuk
melumasi komponen-kompon enengine yang memerlukan pelumasan dan
menyediakan oli bersih pada lokasi yang tepat di engine, agar oli yang digunakan
harus dapat bertahan pada suhu yang tinggi dan waktu penggantian oli yang lebih
panjang serta pemakaian oli yang lebih rendah.
Sisklus terakhir yaitu cooling adalah system pengaturan suhu akibat panas
yang dihasilkan mesin dari proses pembakaran menghasilkan panas yang terlalu
tinggi (over heating) hal ini berisiko terjadinya pemuayan yang mengakibatkan
mengecilnya lubang silinder dan membengkoknya kepala silindar (silinder head)
tetapi mesin yang terlalu dingin bisa mengurangi kemampuan bekerja mesin.
Khoirinnisa
240110150062

BAB V
PENUTUP

5.1 Kesimpulan
Adapun beberapa kesimpulan yang dapat diambil setelah praktikum kali ini,
yaitu:
1. Terdapat 2 jenis motor bakar yaitu mesin diesel dan otto
2. Perbedaan mesin diesel dan otto terdapat pada pemberian bahan bakar dalam
proses pembakarannya
3. Perbedaan mesin 2 takdan 4 takterletak pada proses naik turun piston
4. Pergerakan piston yaitu 1-3-4-2
5. Semakin cepat gerakan piston, maka makin besar pula tenaga yang
dihasilkan

5.2 Saran
Adapun saran pada praktikum kali ini adalah sebagai berikut :
1. Praktikum sebaiknya dilakukan tepat waktu untuk meningkatkan efisien
praktikum
2. Kelompok praktikan sebaiknya mendapatkan tugas dan penjelasan masing-
masing
Tiara Putri Dwi D
240110150063

4.2 Pembahasan
Pada praktikum kali ini dilakukan praktikum mengenai pengenalan prinsip
kerja motor bakar 4 langkah yaitu dalam satu kali pembakaran akan melakukan 4
kali langkah yaitu hisap, tekan, pembakaran dan pengeluaran. Pada praktikum kali
ini, mesin yang diamati adalah moto bakar internal , mesin diesel dan mesin otto
memiliki beberapa perbedaan,siklus dasar pada mesin bensin yaitu bekerja pada
siklus otto atau pemasukan panas pada volume konstan sedangkan mesin diesel
bekerja pada siklus diesel atau pemasukan panas pada tekanan konstan; pada
mesin otto bahan bakarnya yaitu campuran udara dan bahan bakar dimasukkan
selama tahap isap, sedangkan pada mesin diesel bahan bakar diinjeksi secara
langsung ke ruang bahan bakar pada tekanan tinggi; kontrol pada mesin otto yaitu
udara dan bahan bakar, sedangkan pada mesin diesel kontrolnya hanya bahan
bakar saja; mesin otto pada proses pengapian memerlukan busi di ruang bakar
tegangaan awal diberikan oleh magnet atau aki, sedangkan pada mesin diesel
tidak ada pengapian dan busi; dalam hal efisiensi termal, mesin diesel lebih tinggi
dibandingkan dengan mesin otto.
Proses pengapian pada motor bensin yaitu dimulai dengan stop kontak
dalam posisi on dan platina tertutup, maka arus listrik akan mengalir dari batre
atau aki menuju ke koil yang di dalamnya terdapat kumparan primer dan
sekunder, sehingga terjadi medan magnet, ketika arus primer diputus karena
platina terbuka maka medan magnet akan hilang dan timbl arus induksi pada
kumparan sekunder ang mampu menghasilkan tegangan 15.000-20.000 volt
setelah itu masuk lagi kedalam platina untuk didistribusikan kedalam 4 busi.
Proses pengapian berurutan yaitu 1342, artinya setelah busi memercikan bunga
api pada langkah kompresi 1 dilanjutkan dengan pengapian pada silinder 3, lalu
silinder 4 dan terakhir silinder 2 dan begitu seterusnya. Pengapian merupakan
dasar untuk menentukan katup yang dapat disetel saat melakukan penyetelan pada
katup, dengan mengetahui pengapian ini kita dapat memasang kembali kabel
tegangan tinggi yang dilepas dari busi, apabila salah satu busi rusak maka mesin
akan tetap jalan namun pelan.
Selanjutnya akan dilakukan proses pembakaran, dengan tahap awal yaitu
torak dalam gerakan turun dari TMB ke TMA menyebabkan campuran udara dan
bahan bakar dihisap kedalam, katup hisap terbuka sedangkan katup buang
menutup. Pada tahap kompresi, campuran udara dan bensin di dalam silinder akan
dimampatkan oleh torak yang bergerak dari TMB ke TMA, kedua katup hisap dan
buang akan menutup selama gerakan tekanan dan suhu campuran udara dan
bensin menjadi naik. Bila tekanan campuran udara bensin ini ditambah lagi,
tekanan dari tenaga yang kuat ini akan mendorong torak ke bawah, sehingga torak
sudah melakukan da gerakan atau satu putaran dan poros engkol berputar satu
putaran. Pada tahap pembakaran, campuran udara bensin yang dihisap telah
dibakar dan menyebabkan terbakar dan menghasilkan tenaga yang mendorong
torak ke bawah meneruskan tenaga penggerak yang nyata, selama gerakan ini
katup hisap dan buang masih tertutup. Pada langkah buang torak terdorong ke
bawah dari TMA ke TMB dan naik kembali ke TMA untuk mendorong gas-gas
yang telah terbakar dari silinder, katup buang terbuka. Bila torak mencapai TMA
torak akan kembali pada keadaan untuk memulai gerak hisap. Proses pembakaran
pada motor diesel tidak jauh berberda, namun pada motor diesel bahan bakar
diinjeksikan, bahan bakar tidak dicampurkan dengan udara.
Proses pelumasan yaitu oli diangkat dari bak oli (carter), oleh suatu
sedotan dari pompa oli yang digerakkan oleh perputaran roda gerigi yang
dikoperlkan dengan perputaran poros engkol, melaui pipa hisap. Dari pompa oli,
disalurkan melalui pipa pembagi. Fungsi pelumasan yaitu mengurangi gesekan,
pembersih dan antikarat. Sistem pendinginan diperlukan dalam mesin bensin dan
diesel dengan alasan panas pembakaran dari ruang bakar harus dikeluarkan
sebesar 32 persen. Bila tidak ada sistem pendinginan yang baik akan
menimbulkan dampak: bahan logam akan kehilangan kekuatan bahkan dapat
mencair, ruang bebas antara komponen yang bergerak akan terhalang, timbul
tegangan termal, dan kemampuan pelumas akan turun atau terjadi overheating.
Ignition Coil berfungsi untuk merubah arus listrik 12V yang diterima dari
baterai menjadi tegangan tinggi ( 10 KV atau lebih ) untuk mengahasilkan
loncatan bunga api yang kuat pada celah busi. Pada ignition coil , kumparan
primer dan sekunder di gulung pada inti besi. Kumparan – kumparan ini akan
menaikkan tegangan yang diterima dari baterai menjadi tegangan yang sanagt
tinggi dengan cara induksi elektomagnet.
Tiara Putri Dwi D
240110150063

BAB V
PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Adapun kesimpulan dari praktikum kali ini adalah sebagai berikut :
1. Motor bakar 4 langkah yaitu dalam satu kali pembakaran akan melakukan 4
kali langkah yaitu hisap, tekan, pembakaran dan pengeluaran
2. Sistem pengapian secara berurutan yaitu 1-3-4-2
3. Pembakaran pada motor diesel dan otto hampir sama,namun pada diesel
bahan bakar diinjeksikan di ruang pembakaran
4. Perbedaan motor bakar dan diesel yaiu pada jenis bahan bakar, siklus dasar,
pengapian, rasio, efisiensi termal, dan berat
5. Fungsi pelumasan yaitu mengurangi gesekan, pembersih dan antikarat.
6. Sistem pendinginan diperlukan dalam mesin bensin dan diesel dengan alasan
agar tidak terjadi pemanasan yang lebih atau yang sering disebut dengan
overheating
7. Ignition Coil berfungsi untuk merubah arus listrik 12V yang diterima dari
baterai menjadi tegangan tinggi ( 10 KV atau lebih ) untuk mengahasilkan
loncatan bunga api yang kuat pada celah busi
8. Kumparan – kumparan pada coil akan menaikkan tegangan yang diterima
dari baterai menjadi tegangan yang sanagt tinggi dengan cara induksi
elektomagnet.

5.2 Saran
Agar praktikum dapat berjalan dengan lancar, maka :
1. Terciptanya suasana praktikum yang nyaman dan tentram, sehingga
praktikum dpat berjalan dengan lancara
2. Seharusnya praktikanlebih serius dalam praktikum ini, agar dapat
memahami proses kerja dan bagian dari motor bakar dan motor diesel
DAFTAR PUSTAKA

Achdiat, kesuma. 2011. Diesel and Otto Cycle. Universits Gajah Mada.
Yogyakarta

Gilang, satriayudha. 2014. Engine, Heat Engine. Institus Teknologi Sebelas


Maret. Semarang

Rahmat, firdaus. 2010. Motor Bakar Internal. Institut Teknologi Bandung.


Bandung

Ferly, haikal. 2012. Bagian-bagian Mesin Diesel. Terdapat pada : https://ferly-


haikal/03/2012/www.bersosial.com/threads/mengenal-bagian-bagian-mesin-
diesel.23143/. (Diakses pada, Minggu 30 April 2017, Pukul 08:09 WIB)

Widia. 2011. Prinsip Kerja Motor Bakar. Terdapat pada:


https://widia/09/tajilapak.wordpress.com/2012/11/21/prinsip-kerja-motor-
bakar/.(Diakses pada Minggu 30 April 2017, Pukul 11:50 WIB)
LAMPIRAN

Dokumentasi Praktikum

Gambar 5. Gambar 6.
Mesin Bensin Mesin Bensin

Gambar 6. Gambar 7
Mesin Diesel Papan Skematik Mesin Otto