Anda di halaman 1dari 24

LAPORAN PRAKTIKUM

SUMBER TENAGA PERTANIAN


(Membongkar dan Memasang Block Silinder pada Motor Bakar)

Oleh:

Nama dan NPM : 1. M. Reza. A (240110150056)


2. Rizqi F. A. (240110150061)
3. Khoirinnisa (240110150062)
4. Tiara Putri D. (240110150063)
Kelompok / Shift : 6 / A2
Hari, Tanggal Praktikum : Senin, 29 Mei 2017
Asisten : 1. Sidik Maulana
2. Agus Juliana
3. Asep Nurwanda M.P.
4. R. Putri Ranati

DEPARTEMEN TEKNIK PERTANIAN DAN BIOSISTEM


FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN
UNIVERSITAS PADJADJARAN
2017
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang


Prinsip pembakaran mesin diesel dan bensin 2 langkah dan 4 langkah dapat
ditinjau dari komponen maupun pemicu pembakaran bahan bakarnya. Pada mesin
diesel, tidak terdpat busi sebagai pemicu pembakaran seperti halnya mesin bensin.
Mesin diesel bekerja dengan cara menekan udara yang berada dalam ruang bakar
setinggi mungkin. Selain tekanan tinggi, proses ini juga akan menaikkan
temperatur dari udara ini. Kemudian bahan bakar baru dimasukkan ke dalam
udara bertekanan dan bertemperatur tinggi tersebut dalam bentuk kabut (mist).
Sehingga menimbulkan ledakan dengan daya besar sehingga akan mendorong
piston untuk menggerakkan cam shaft. Konsep yang digunakan adalah
pembakaran miskin bahan bakar, yang artinya jumlah massa udara jauh lebih
besar dibandingkan jumlah massa dari solar saat ketika proses pembakaran terjadi.
Solar diijeksikan ke dalam ruang bakar yang sudah bertekanan tinggi.
Perbandingan massa antara solar dengan bensin pun sampai 1:60. Dengan
pembakaran yang miskin tersebut maka kemungkinan terbakarnya solar secara
sempurna dalam ruang bakar akan semakin besar.
Berbeda dengan mesin diesel, mesin bensin menggunakanbakar minyak
bertipe gasoline yang digunakan untuk menyalakan mesin otto (mesin bensin).
Bahan bakar tersebut akan masuk karburator dan dicampur dengan udara yang
berisi oksigen. Kemudian campuran tersebut akan dimasukkan ke dalam ruang
bakar untuk dilakukan pembakaran. Sistem pengapian dengan penyalaan busi
(Spark Ignition Engine)ini untuk menghasilkan percikan bunga api listrik yang
akan membakar bahan bakar di dalam ruang bakar.Bahan bakar yang dikirim
kedalam silinder untuk mesin harus dalam kondisi mudah terbakar agar dapat
menghasilkan efesiensi tenaga yang maksimum. Bensin sedikit sulit terbakar, bila
tidak dirubah kedalam bentuk gas. Bensin tidak dapat terbakar dengan sendirinya,
harus dicampur denagan udara dalam perbandingan yang tepat. Untuk
mendapatkan campuran udara dan bahan bakar yang baik, uap bensin harus
bercampur dengan sejumlah udara yang tepat. Perbandingan campuran udara dan
juga mempengaruhi pemakaian bahan bakar.

1.2 Tujuan
Adapun tujuan dari praktikum kali ini adalah sebagai berikut :
1. Mampu membongkar dan memasang silinder blok
2. Mampu memahami fungsi ring piston
3. Mampu memahami kerja piston
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Motor Bakar


Motor bakar merupakan salah satu jenis dari mesin termal atau mesin kalor.
Pada motor bakar, proses konversi energi yang terjadi di dalam silinder, dimana
energi kimia dikonversi menjadi energi termal dan selanjutnya dikonversi lagi
menjadi energi mekanik (energi termal menyebabkan gerak translasi torak
menjadi rotasi poros engkol) (Gilang, 2014)
Sistem pembakaran pada motor bakar terbagi atas dua (Gilang, 2014), yaitu :
1. Internal Combustion Engine (ICE)
Internal combustion engine atau pembakaran dalam merupakan suatu sistem
pembakaran bahan bakar dan udara yang terjadi di dalam ruang bakar atau silinder
sehingga gas pembakaran yang terjadi sekaligus berfungsi sebagai fluida kerja.
2. External Combustion Engine (ECE)
Pada external combustion engine, proses pembakaran terjadi di ruang bakar,
dimana energi termal dari gas hasil pembakaran dipindahkan ke fluida kerja mesin,
melalui beberapa dinding pemisah.

2.2 Motor Bensin (Otto)


Sistem pembakaran pada motor bakar bensin dinamakan dengan siklus Otto.
Sistem pembakaran tersebut dengan memasukkan panas pada volume konstan.
Secara sepintas prinsip dasar dari motor bakar ini agak mirip dengan sistem
propulsi yang terdapat pada mesin jet pesawat, namun punya perbedaan. Yang
menjadi perbedaan adalah kalau Sistem Propulsi daya dorong yang dihasilkan
oleh ledakan bahan bakar langsung mendorong benda atau gas buang yang
menghasilkan daya dorong serta gerakan yang dihasilkan berupa gerakan
translasi, sedangkan kalau Motor Bakar ledakan bahan bakar menghasilkan kerja
mesin serta gerakan yang dihasilkan berupa gerakan rotasi (Achdiat, 2011)

2.2.1 Motor Bakar Bensin 4 Langkah


Motor Bakar Bensin empat yang langkah (four stroke engine) ditemukan
oleh Nikolaus Otto di 1876, oleh karena karenanya mesin ini disebut mesin Otto
(Otto cycle). Motor 4 langkah merupakan suatu mesin yang dalam satu siklus
kerjanya terdiri dari langkah hisap, langkah kompresi, langkah kerja, langkah
buang. Dimana saat pada langkah hisap katup hisap terbuka, sehingga udara dan
bahan bakar masuk ke ruang bakar. Selanjutnya dilakukan langkah kompresi oleh
poros, dan saat tekanan ruang bakar menjadi sangat tinggi diberi loncatan bunga
api yang menyebabkan terjadinya ledakan bahan bakar sehingga terjadi langkah
kerja. Saat piston mencapai titik mati bawah setelah melakukan langkah kerja,
maka katup buang terbuka dan terjadi langkah buang, dimana gas buang di
keluarkan dari ruang bakar (Achdiat, 2011)
2.2.2 Motor Bakar Bensin 2 Langkah
Motor dua langkah mengkombinasikan empat langkah proses yang
dibutuhkan pada motor empat langkah hanya dalam dua langkah saja. Langkah
isap, kompresi, kerja, dan langkah buang terjadi dalam dua langkah torak berturut-
turut atau dalam satu kali putaran poros engkol. Motor bensin dua langkah (2-tak)
merupakan motor bakar yang mengalami dua proses dalam setiap langkahnya.
Langkah pertama, terjadi proses isap dan kompresi, dimana pada langkah
ini torak bergerak dari TMB (titik mati bawah) ke TMA (titik mati atas). Pada
keadaan ini lubang pemasukan dan pembuangan terbuka, gas baru masuk ke
dalam silinder dan mendorong sisa-sisa pembakaran keluar. Kemudian torak
bergerak dan menutup lubang pemasukan dan pembuangan sehingga gas baru
dipadatkan (kompresi).
Langkah kedua, terjadi proses kerja dan buang, dimana pada saat ini torak
bergerak dari TMA menuju TMB. Pada saat torak berada pada TMA terjadi
pembakaran sehingga tekanan gas naik dan mendorong torak menuju TMB,
menghasilkan kerja (ekspansi). Kemudian lubang pembuangan terbuka, maka gas
bekas keluar. Setelah itu lubang pemasukan terbuka dan gas baru yang bertekanan
lebih besar masuk, demikian proses ini berulang secara terus-menerus (Achdiat,
2011)

2.3 Motor Bakar Diesel


Motor bakar diesel adalah motor bakar torak yang berbeda dengan motor
bakar bensin, yaitu proses penyalaan bukan dengan loncatan bunga api listrik
melainkan proses penyalaan bahan bakarnya berlangsung secara spontan akibat
temperatur dan tekanan ruang bakarnya yang sangat tinggi. Pada langkah isap
hanya udara segar saja yang masuk kedalam ruang silinder pada waktu torak
hamper mencapai titik mati atas bahan bakar disemprotkan kedalam ruang bakar
karena temperatur dan tekanan telah mencapai titik nyala bahan bakar, maka
bahan bakar akan terbakar dengan sendirinya.
Daya yang dihasilkan oleh motor bakar diperoleh dari hasil pembakaran
bahan bakar didalam ruang bakar, makin banyak bahan bakar yang dapat dibakar,
maka makin banyak daya yang dihasilkan. Hal ini terjadi apabila tersedia
secukupnya, maka daya mesin dibatasi oleh kemampuan mesin tersebut
menghisap udara yang diperlukan untuk pembakaran. Motor bakar yang
menggunakan turbocharger maka tekanan isapnya lebih tinggi dari tekanan udara
atmosfer masuk kedalam ruang silinder selama langkah hisap dengan
menggunakan turbocharger (Widya, 2011)

2.4 Cylinder Head


Kepala silinder (Cylinder head) adalah salah satu komponen utama mesin
yang dipasangkan pada blok silinder dan diikat menggunakan baut. Kepala
silinder harus tahan terhadap temperatur dan tekanan yang tinggi selama engine
bekerja. Oleh sebab itu umumnya kepala silinder dibuat dari besi tuang.

Gambar 1. Cylinder head


(Sumber : Rahmat, 2010)
Fungsi dari kepala silinder diantaranya (Rahmat, 2010) :
1. Sebagai tempat pembakaran (ruang bakar)
2. Sebagai tempat kelengkapan mekanisme katup
3. Saluran pemasukan
4. Saluran pembuangan
5. Tempat pemasangan busi.
6. Tempat water jacket (Mantel pendingin)
Mekanisme katup pada kepala silinder terdapat terdiri dari beberapa
komponen, seperti katup, spring, valve guide, valve seat, dan lain sebagainya. Ada
beberapa macam mekanisme katup yang digunakan pada mobil-mobil saat ini,
seperti ohv, ohc, dohc dan lain sebagainya.

Gambar 2. Komponen Cylinder Head


(Sumber: Rahmat, 2010)

Fungsi dari komponen-komponen dari cylinder head adalah sebagai berikut


(Rahamat, 2010):
1. Spark plug (Busi): Untuk menghasilkan loncatan bunga api yang
dibutuhkan untuk membakar campuran udara dan bahan bakar.
2. Adjusting shim: penyetel celah katup
3. Valve guide: sebagai penghantar gerakan katup
4. Gasket: sebagai perapat antara kepala silinder dan block silinder, agar
tidak terjadi kebocoran.
5. Water jacket: sebagai saluran air pendingin dalam mendinginkan
komponen komponen mesin.
6. Cylinder block: untuk tempat pembakaran/tempat bekerjanya.
7. Valve lifter: disebut juga pengangkat katup
8. Exhaust valve (katup buang) : berfungsi untuk menutup dan membuka
saluran buang (exhaust manifold).
9. Intake valve (Katup hisap) : untuk membuka dan menutup saluran masuk
(Intake Manifold). Katup hisap ukurannya lebih besar daripada katup
buang.
10. Piston (Torak) : untuk merubah tenaga panas menjadi tenaga mekanik
11. Combustion chamber (Ruang Bakar) : sebagai tempat pembakaran
12. Valve seat : sebagai tempat dudukan kepala katup
13. Oil seal : Sebagai perapat oli agar tidak masuk ke ruang bakar.
14. Valve keepers: sebagai pengunci antara katup dengan pegas katup.
15. To exhaust manifold : berhubungan dengan exhaust manifold
16. To intake manifold : berhubungan dengan intake manifold.

2.5 Perbedaan Karburator dan Injektor


Pada prinsipnya, tugas dan fungsi dari karburator dan injector adalah sama
yaitu berfungsi untuk mencampur udara bersih dengan bahan bakar secara tepat
agar terjadi pembakaran yang sempurna di ruang pembakaran. Namun, yang
membedakan adalah cara kerja pemberian bahan bakar diantara keduanya.
Perbedaan cara kerjanya adalah seperti yang dijelaskan berikut ini, yaitu (Ferly,
2012) :
1. Cara kerja mencampur bahan bakar dengan udara
Pada karburator, pencampuran bahan bakar dengan udara disebabkan oleh
adanya kevakuman ruang bakar yang terjadi adanya langkah hisap piston. Pada
sistem injeksi, pencampuran bahan bakar dengan udara yang di lakukan oleh
injektor atas perintah dari ECM yang mempertimbangkan sinyal dari sensor-
sensor yang menyebar di seluruh mesin dan knalpot.
2. Pada saat suhu mesin dingin
Mesin memerlukan campuran yang kaya bensin untuk menghidupkan mesin
pada temperatur yang dingin. Pada karburator, diperlukan cuk/choke untuk
membuat ruang bahan bakar kaya akan bensin. Cuk/choke ini harus diaktifkan
untuk menghidupkan mesin. Pada sistem injeksi, sensor temperatur akan
melaporkan keadaan temperatur mesin yang dingin agar ECM memerintahkan
injektor untuk memperkaya campuran bahan bakar pada mesin tersebut.
3. Pada saat mesin akselerasi
Saat akselerasi motor membutuhkan campuran bahan bakar yang lumayan
kaya sekitar 8:1 AFR. Pada karburatordibantu dengan adanya nosel akselerator
yang berfungsi menambah pasokan bahan bakar ke mesin pada saat throtle gas
dibuka secara tiba – tiba. Pada sistem injeksi, sensor throttle position akan
mengirimkan laporan ke ECM bahwa terjadi pembukaan throttle secara mendadak
dan ECM akan memerintahkan injektor untuk memperkaya campuran bensin.
4. Pada saat rpm tinggi
Pada rpm tinggi,karburator main jet dan pilot jet terbuka penuh sehingga
menghasilkan tenaga yang besar. Jika sistem injeksi, sensor throttle position dan
sensor kevakuman di intake manifold sama-sama mengirimkan sinyal ke ECM
agar sedikit memperkaya campuran bensin untuk menghasilkan daya maksimum.

2.6 Piston Ring


Cincin torak (piston ring), berfungsi membentuk perapat yang kedap
terhadap kebocoran gas antara celah torak dan silinder, sekaligus mengatur
pelumasan torak dan dinding silinder. Pada 2 tak atau 2 langkah jumlah cincinnya
ada 2, yakni:
1. Ring Kompresor 1
a. Pada ujung ring terdapat tanda merk 1N/1T/1R,
b. Agak tebal,
c. Lebih keras atau daya per-nya lebih keras,
d. Pada ujung ring terdapat coakan
2. Ring kompresor 2
a. Pada ujung ring terdapat tanda merk 2N/2T/2R,
b. Agak tipis,
c. Agak lemah daya per-nya,
d. Pada ujung ring terdapat coakan
Gambar 3. Piston Ring 2 Tak
(Sumber: Oto, 2013)

Ring 1 yang letaknya paling atas, bertugas sebagai peranti yang harus
menahan tekanan kompresi untuk diolah menjadi tenaga. Apabila tidak sesuai
dengan yang ditentukan maka berefek kepada tenaganya yakni akan menjadi drop.
Lalu, ring 2 sebenarnya ring ini pun berfungsi sebagai ring kompresi sama seperti
ring 1. Akan tetapi, ring 2 ini pun memiliki tugas lain yakni menyapu pelumas di
linner agar tak ada pelumas yang naik ke permukaan piston. Praktikan mendapat
informasi apabila ring 1 awalnya ketika masih baru lebih mengkilat sedangkan
ring 2 warnanya sedikit abu-abu. (Oto, 2013)

Gambar 4. Piston Ring 4 Tak


(Sumber: Opi, 2013)
Pada 4 tak jumlah ring pada umumnya adalah 3 buah, ring 1 dan 2 sama
seperti motor 2 tak akan tetapi ring 3 ini biasa disebut dengan ring oli atau ring
cacing karena bentuknya berulir. Letak ring 3 ini berada di bawah ring 2 yang
berfungsi sebagai tempat penyimpanan pelumas bagi piston dan linner. (Opi,
2013)
BAB III
METODE

3.1 Alat dan Bahan


3.1.1 Alat
Alat yang digunakan pada praktikum kali ini adalah sebagai berikut :
1. Alat tulis yang berfungsi sebagai alat untuk mencatat hasil praktikum
2. Kamera yang befungsi sebagai alat dokumentasi
3.1.1 Bahan
Bahan yang digunakan pada praktikum kali ini adalah sebagai berikut :
1. Mesin otto 2 langkah
2. Mesin otto 4 langkah
3. Mesin diesel 4 langkah

3.2 Prosedur Praktikum


Tahap-tahap pada praktikum kali ini adalah sebagai berikut :
1. Menyiapkan alat dan bahan
2. Membongkar karburator pada mesin otto 2 tak
3. Melepaskan kabel gas dan kabel bensin dari karburator menggunakan
kunci L
4. Melepaskan reed valve
5. Melepaskan komponen Fin pada mesin otto 2 tak menggunakan kunci T10
6. Membongkar block silinder sampai terlihat pistonnya
7. Melepaskan piston dan ring piston
8. Melepaskan flywheel
9. Memasangkan kembali karburator menggunakan kunci L
10. Memasang kembali reed valve
11. Memasangkan kembali Fin menggunakan kunci T10
12. Memasangkan kembali block silinder
13. Memasangkan kembali piston
14. Memasangkan kembali flywheel
15. Menyalakan mesin otto 2 tak sampai menyala
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil
Nama Gambar Fungsi
Komponen
Spul Memiliki fungsi yaitu sebagai
penutup dari piston agar
piston tersebut bergesekan
sehingga terjad pengapian

Karburator Untuk mengatur udara dan


bahan bakar kedalam saluran
isap, untuk mengatur
perbandingan bahan bakar-
udara pada berbagai beban
kecepatan
Busi Busi merupakan komponen
terpenting dalam sistem
pengapian busi berfungsi
untuk memercikan bunga api
di ruang pembakaran pada
akhir langkah kompresi busi
menerima tegangan tinggi
Piston Salah satu fungsi dari piston
pada motor 2 tak adalah
untuk menerima tekanan
hasil pembakaran campuran
gas dan meneruskan tekanan
untuk memutar poros engkol
melalu batang pston
Reed Valve Reed valve atau katup
harmonika ini terletak
diantara karburator dan
saluran masuk yang befungsi
untuk mengatur waktu
pemasukkan bahan bakar
kedalam bak engkol atau
bekerja membuka dan
menutup saluran masuk agar
campuran bahan bakar tidak
dapat keluar lagi
Ring piston Berfungsi untuk mencegah
kebocoran udara dan bahan
bakar serta gas pembakaran,
mencegah oli yang melumasi
piston dan silinder masuk ke
ruang bakar serta
memindahkan panas dari
torak ke dinding silinder
Lubang exhaust Berfungsi sebagai lubang
yang mengeluarkan sisa-sisa
dari proses pembakaran

Skrup udara/ Untuk mengatur banyaknya


baut udara udara yang masuk kemudian
akan dicampur dengan bahan
bakar.
Muhammad Reza Alghifary
240110150056

4.2 Pembahasan
Pada percobaan praktikum sumber tenaga pertanian kali ini praktikan akan
melakukan percobaan praktikum yang membahas tentang kerja dan alat serta
fungsi dari mesin otto dan diesel. Adapun kelompok kami berkesempatan
mendapatkan bagian mesin otto atau biasa dikenal dengan mesin 2 tak. Mesin dua
tak adalah tergolong kedalam mesin yang dimana proses pembakarannya hanya
berlangsung dalam dua langkah piston saja. Adapun pada saat pembakaran
beberapa bagian yang bergerak di dalam piston antara lain adalah poros engkol,
piston, dan beberapa lainnya. Proses mesin 2 tak ini dalam satu putaran
melaksanakan empat siklus yaitu: hisap, kompresi, ekspansi dan buang. Mesin
dua tak ini lebih responsive juga mempunyai akselarasi yang bagus. Mesin ini
mengeluarkan tenaga yang besar pada saat RPM tinggi sehingga membuat mesin
ini mengonsumsi bahan bakar yang lebih banyak.
Proses pembongkaran mesin dua tak ini ada komponen-komponen yang
penting dalam proses kerja mesin yaitu piston, busi, katup, karburator dll. Hal
yang cukup mencolok sebagai pembeda antara komponen mesin diesel dan mesin
ottoyyaitu terletak pada ada atau tidaknya busi,dimana mesin otto dilengkapi
dengan busi sedangkan mesin dieael tidak. Berikut adalah beberapa fungsi
komponen pada mesin 2 tak karburatortor ini sebagai pengatur kecepatan atau
kerja mesin dua tak. Kompomen piston sebagai pengatur mengambil udara dan
kompresi.. Pada saat piston bergerak dari titik mati bawah (TMB) menuju ke titik
mati atas (TMA), ruang yang berada dibawah piston akan menjadi vacuum, dan
mengakibatkan campuran dari udara, bahan bakar dan oli akan tertarik keruang
tersebut. Sementara itu pada ruang atas piston terjadi proses kompresi yang
mengakibatkan temperatur dari tekanan udara bahan bakar akan meningkat,
sehingga busi akan bekerja dengan mengeluarkan percikan api sehingga campuran
bahan bakar dan udara yang tadi temperaturnya meningkat akan terbakar.
Proses selanjutnya yaitu langkah ekspansi dan buang. Hasil pembakaran
akan menghasilkan buangan bahan bakar yang di kukuarkan melalui knalpot.
Proses saat campuran udara dan bahan bakar mendorong gas sisa hasil
pembakaran, pasti ada campuran bahan bakar tersebut yang ikut terbawa
kesaluran buang. Dengan bentuk knalpot mesin dua tak, campuran udara dan
bahan bakar bisa masuk kembali keruang bakar karena pada bagian knalpot yang
menggelembung tersebut akan terjadi peningkatan tekanan. Tekanan inilah yang
akan memasukan kembali campuran udara dan bahan bakar tersebut. Gas panas
yang merupakan bekas pembakaran juga akan sedikit ikut masuk kembali
kedalam ruang pembakaran sehingga dapat membantu menaikkan temperatur
campuran udara dan bahan bakar yang baru masuk kedalam ruang bakar dan akan
menyebabkan campuran udara dan bahan bakar tersebut dapat mudah terbakar.
Proses pemasangan kembali komponen pada mesin 2 tak lebih mudah
daripada pemasangan kembali komponen pada mesin diesel. Hal yang menjadi
perbedaan komponem dari mesin otto dengan mesin diesel yaitu komponen di
mesin otto terdapat busi sedangkan di mesin dieset tidak ada. Adapun perbedaan
lain pada mesin otto dan mesin diesel yakni mesin diesel lebih irit bahan bakar
sedangkan mesin otto yaitu boros bahan bakar boros..
Muhammad Reza Alghifary
240110150056

BAB V
PENUTUP

5.1 Kesimpulan
Kesimpulan pada praktikum kali ini yaitu sebagai berikut:
1. Mesin dua takmerupakan mesin yang dalam proses pembakarannya terjadi
dua langkah piston.
2. Mesin otto proses pembakaran menggunakan busi.
3. Mesin dua tak pada umumnya berbakan bakar bensin
4. Bahan bakar pada mesin 2 tak lebih cepat boros

5.2 Saran
Saran pada praktikum kali ini yaitu sebagai berikut:
1. Praktikan terlebih dahulu memahami materi praktikum sebelum melakukan
praktikum
2. Praktikan harus mendengarkan instruksi asisten dosen dengan baik selama
melaksanakan praktikum
3. Praktikan tidak banyak bercanda saat praktikum berlangsung
Rizqi Fadilah Ahmad
240110150061

4.2 Pembahasan
Pada praktikum kali ini, praktikan melakukan percobaan tentang
pembongkaran dan pemasangan kembali blok mesin pada motor bakar 2 langkah,
motor bakar 4 langkah otto, dan motor bakar 4 langkah diesel. Blok silinder
adalah salah satu alat pada motor yang bersifat statis yang fungsinya sebagai
tempat bergeraknya piston dalam melaksanakan proses kerja motor.
Pada tahapan pertama, kelompok kami membongkar blok silinder mesin
otto 2 langkah secara bertahap yaitu membuka semua baut bagian luar yang
berhubungan langsung dengan blok silinder. Mesin otto 2 langkah terdapat celah
antara piston dan silinder sebesar 0,15 agar piston dapat bergerak naik turun. Pada
piston tersebut dilengkapi dengan 2 ring piston yang berfungsi agar pada saat
kompresi tidak terjadi kebocoran atau dengan kata lain kompresi dapat dilakukan
dengan sempurna dengan cara menahan oli dari atas dan menahan kompresi dari
bawah. Pada ring tersebut terdapat sambungan. Sambungan tersebut dipasang
tidak boleh sejajar melainkan terdapat jarak antara kedua sambungan tersebut.
Jika pada mesin otto 4 langkah, terdapat 3 ring piston. Pada ring piston mesin otto
4 langkah yang letaknya ditengah selain berfungsi sebagai untuk kompresi juga
untuk membersihkan oli. Sedangkan pada mesin otto 2 langkah bensin dan oli
menyatu maka tidak terdapat ring khusus untuk oli. Oleh karena itu pada mesin
otto 2 langkah hanya memilki 2 ring piston.
Mesinotto 2 langkah ini memilki katup Reed Valve (katup harmonika) yang
berfungsi sebagai pengaturan pembukaan dan penutupan saluran pemasukan gas
bensin dari karburator keruang engkol. Padasaat piston berada pada posisi di TMB
laluakan melakukan langkah kompresi maka bahan bakar masuk melalui lubang
transfer. Agar mesin dapat terjaga dengan baik dari segala jenis kerusakan yang
terjadi entah itu kerusakan komponen dalam maupun komponen luar, sudah
seharusnya mesin tersebut harus dipelihara. Kerusakan dalam biasanya terjadi
karena aus yang terjadi akibat gesekan yang terjadi antara satu komponen mesin
dengan komponen mesin lainnya. Hal ini dapat dicegah dengan melakukan suatu
sistem pelumasan yang baik pada mesin tersebut.
Rizqi Fadilah Ahmad
240110150061

BAB V
PENUTUP

5.1 Kesimpulan
Kesimpulan pada praktikum kali iniadalah:
1. Dalam motor bakar terdapat beberapa komponen yang penting yaitu silinder
blok, kepala silinder, katup mekanik, dan piston.
2. Pada dinding silinder mesin otto 2 langkah terdapat lubang transfer, lubang
bilas, dan lubang exhaust.
3. Dalam proses pembongkaran dan pemasangan silinder harus dipastikan
semua komponen-komponen seperti baut, mur, dan komponen lainnya tidak
ada yang hilang.
4. Mesin otto 2 langkah ini memilki katup Reed Valve (katup harmonika) yang
berfungsi sebagai pengaturan pembukaan dan penutupan saluran
.pemasukan gas bensin dari karburator ke ruang engkol

5.2 Saran
Saran untuk praktikum kali ini yaitu:
1. Waktu diberikan sebaiknya sesuai dengan kebutuhan praktikum.
2. Praktikan sebaiknya lebih kondusif lagi dalam menjalankan praktikum.
3. Sebaiknya dibagikan modul praktikum agar dapat mengetahui dan
mempelajari materi terlebih dahulu agar seluruh praktikan mendapatkan
pemahaman secara merata.
Tiara Putri Dwi D
240110150063

4.2 Pembahasan
Praktikum kali ini dilakukan praktikum membongkar dan memasang block
cylinder pada motor bakar. Jenis motor bakar yang kami gunakan pada praktikum
kali ini adalah motor otto 2 tak. Praktikum kali ini tidak hanya membongkar
cylinder head tetapi juga mebongkar block cylinder pada motor bakar tersebut.
Cylinder head salah satu fungsinya yaitu untuk menutup blolck cylinder, dimana
block cylinder ini berfungsi sebagai tempat silinder, saluran pendingin mesin,
tempat mekanisme engkol, tempat untuk menghasilkan energi panas dan proses
pembakaran bahan bakar dan piston. Komponen yang ada dalam blok silinder ini
diantaranya adalah water jacket, piston, ring piston, batang piston, poros engkol,
pulley, dan flywheel yang memiliki fungsi yang berbeda-beda.
Piston pada mesin berfungsi untuk memindahkan tenaga yang diperoleh dari
hasil pembakaran bahan bakar ke poros engkol atau crankshaft melalui batang
piston atau connecting road. Crankshaft atau poros engkol berfungsi untuk
mengubah tenga vertikal yang dihasilkan piston menjadi tenaga rotary atau
berputar, sedangkan batang piston berfungsi untuk menghubungkan oiston dengan
poros engkol. Dalam mesin otto 2 tak ini, satu kali putaran poros engkol
melakukan 4 siklus, jadi dalam setengah putaran melakukan dua siklus. Pada
putaran pertama yaitu siklus hisap dan tekan, dan pada setengah putaran kedua
melakukan siklus pembakaran dan pembuangan. Pada langkah 1, piston bergerak
dari TMA ke TMB, piston akan menekan ruang bilas yang berada dibawahnya,
pada titik tertentu ring piston akan melewati lubang pembuangan gas dan lubang
pemasukan gas, pad asaat ring piston melewati lubang pembuangan maka gas di
dalam ruang bakar keluar melalui pembuangan. Pada saat ring piston melewati
lubang pemasukan,gas yang tertekan di dalam ruang bilas akan terpompa masuk
ke dalam ruang bakar sekaligus mendorong keluar gas yang ada di dalam ruang
bakar menuju ruang pembuangan. Piston terus menekan ruang bilas sampai titik
TMB, sekaligus memompa gas dalam ruang bilas menuju ke ruang bakar.
Langkah kedua, piston bergerak dari TMB ke TMA,piston akan menghisap
gas hasil campuran udara bahan bakar dan pelumas ke dalam ruang bilas dimana
pencampuran ini dilakukan oleh karburator atau sistem injeksi. Saat melewati
lubang pemasukan dan lubang pembuangan, piston akan mengkompresi gas di
dalam ruang bakar sampai TMA. Beberapa saat sebelum piston sampai di TMA,
busi akan menyala untuk membakar gas dalam ruang bakar. Waktu nyala busi
tidak terjadi saat piston sampai ke TMA, melainkan terjadi sebelumnya, ini
dimaksudkan agar puncak tekanan akibat pembakaran dalam ruang bakar bisa
terjadi saat piston mulai bergerak dari TMA ke TMB, karena proses pembakaran
membutuhkan waktu untuk bisa membuat gas terbakar dengan sempurna oleh
nyala api busi.
Mesin dua tak tidak ada klep atau katup dan noken as seperti pada mesin 4
tak, sebagai gantiya mesin 2 tak memakai membran atau reed valve yang berada
setelah karburator. Reed valve ini sering disebut harmonika karena memiliki
bentuk yang mirip dengan harmonika. Komponen ini berfungsi untuk mengatur
waktu pemasukan bahan bakar yang masuk tidak dapat keluar lagi dari bak engkol
karena sudah ditutup. Reed valve bekerja berdasarkan kevakuman dan tekanan
yang terjadi di dalam bak engkol maka perlu dijaga kerapatan dari reed valve .
Reed valve hanya terdapat pada mesin 2 tak yang intinya berfungsi sebagai pintu
dari masuknya bahan bakar dan udara yang telah tercampur di dalam karburator,
selain itu juga berfungsi sebagai penghalang agar tidak terjadi terbakarnya bahan
bakar di luar silinder terutama dalam karburator. Cara kerja dari reed valve adalah
saat piston melakukan langkah hisap maka akan terjadi kevakuman yang cukup
besar di dalam silinder , pada saat kevakuman ini reed valve akan terbuka yang
akan menjalar hingga ke karburator sehingga terjadi pencampuran bahan bakar
dengan udara di karburator masuk kedalam silinder lewat reed valve.
Piston dilengkapi dengan ring piston yang berperan penting yaitu untuk
mencegah kebocoran gas bahan bakar saat langkah kompresi dan usaha,
mencegah masuknya oli pelumas ke ruang bakar, memindahkan panas dari piston
ke dinding silinder. Apabila ring piston sudah haus maka akan terdapat gejala
kurang tenaga, pemakaian oli boros dan tekanan kompresi rendah. Ring piston
yang baik yaitu mempunyai kualitas pegas atau defleksi yang baik, defleksi yang
baik yaitu tidak berubah akibat temperature tinggi. Cara kerja berada dibagian
ring piston adalah pada saat langkah hisap, posisi ring piston berada pada bagian
atas alur akibat dari gesekan ring piston dengan silinder. Pada saat langkah
kompresi, posisi ring piston berada dibawah alur sehingga gas dapat dimanfaatkan
dengan sempurna, pada langkah usaha, posisi ring piston berada pada bagian
bawah alur akibat dari tekanan gas pembakaran selanjutnya ring piston akan
berada di tengah, dan pada langkah buah pun ring piston berada dibagian bawah
alur akibat tekanan gas bekas dan gesekan ring piston dengan dinding silinder.
Agar sistem pada mesin tersebut berjalan dengan baik, maka pada mesin
ada beberapa lubang yang mendukung berjalannya mesin dengan baik, yaitu
lubang inlet, lubang transfer, lubang bilas, dan lubang exhaust. Lubang inlet
berfungsi untuk menyalurkan udara dan bahan bakar dari karburator menuju poros
engkol dibawah piston, lubang transfer berfungsi sebagai tempat masuknya bahan
bakar menuju ruang silinder di atas kepala piston, lubang exhaust atau lubang
pembuangan berfungsi sebagai saluran untuk membuang gas sisa atau bekas
pembakaran dan yang terakhir adalah lubang bilas yang befungsi untuk
menyalurkan gas baru untuk mendorong gas bekas supaya keluar lewat lubang
exhaust. Arah lubang bilas berbeda dengan lubang transfer, lubang bilas harus
diatur menghadap titik tengah kepala piston atau jika busi berada di tengah kepala
silinder, maka arah lubang bilas menghadap busi agar menghasilkan rpm mesin
yang tinggi.
Tiara Putri Dwi D
240110150063

BAB V
PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Adapun kesimpulan dari praktikum kali ini adalah sebagai berikut :
1. Block cylinder berfungsi sebagai tempat silinder, saluran pendingin mesin,
tempat mekanisme engkol, tempat untuk menghasilkan energi panas dan
proses pembakaran bahan bakar dan piston
2. Komponen yang ada dalam blok silinder ini diantaranya adalah water jacket,
piston, ring piston, batang piston, poros engkol, pulley, dan flywheel yang
memiliki fungsi yang berbeda-beda
3. Dalam mesin 2 tak, setiap satu kali putaran piston melakukan 4 langkah yaitu
hisap, tekan, kerja dan buang
4. Reed valve hanya terdapat pada mesin 2 tak yang berfungsi sebagai pintu dari
masuknya bahan bakar dan udara yang telah tercampur di dalam karburator,
selain itu juga berfungsi sebagai penghalang agar tidak terjadi terbakarnya
bahan bakar di luar silinder terutama dalam karburator
5. Ring piston yang berperan penting untuk mencegah kebocoran gas bahan
bakar saat langkah kompresi dan usaha, mencegah masuknya oli pelumas ke
ruang bakar, memindahkan panas dari piston ke dinding silinder
6. Pada mesin 2 tak terdapat empat lubang yang memiliki fungsi yang berbeda
diantaranya lubang inlet, lubang transfer, lubang bilas, dan lubang exhaust

5.2 Saran
Agar praktikum dapat berjalan dengan lancar, maka :
1. Terciptanya suasana praktikum yang nyaman dan tentram, sehingga
praktikum dpat berjalan dengan lancara
2. Seharusnya praktikan lebih serius dalam praktikum ini, agar dapat
memahami proses kerja dan bagian dari motor bakar dan motor diesel
DAFTAR PUSTAKA

Achdiat, kesuma. 2011. Diesel and Otto Cycle. Universits Gajah Mada.
Yogyakarta

Gilang, satriayudha. 2014. Engine, Heat Engine. Institus Teknologi Sebelas


Maret. Semarang

Opi. 2013. Piston Ring pada 4 Tak. Terdapat


pada:http://www.teknisiotomotif.com/2015/03/ring-piston-motor-2-tak-dan-
cara-pemasangan.html (Diakses pada Jumat, 1 Juni 2017 pukul 11.28 WIB)

Oto. 2013. Piston Ring pada 2 Tak. Terdapat pada:


https://jordiarman10.wordpress.com/2014/03/09/definisi-piston-engine/
(Diakses pada Jum`at, 1 Juni 2017 pukul 11.20 WIB)

Rahmat, firdaus. 2010. Cylinder Head. Institut Teknologi Bandung. Bandung

Ferly, haikal. 2012. Perbedaan Karburator dan Injektor. Terdapat pada :


https://ferly-haikal/03/2012/www.bersosial.com/threads/mengenal-
perbedaan-karburator-mesin-injektor.23143/. (Diakses pada, Senin 05 Juni
2017, Pukul 08:09 WIB)

Widia. 2011. Prinsip Kerja Motor Bakar. Terdapat pada:


https://widia/09/tajilapak.wordpress.com/2012/11/21/prinsip-kerja-motor-
bakar/.(Diakses pada Senin 05 Juni 2017, Pukul 11:50 WIB)
LAMPIRAN

Dokumentasi Praktikum

Gambar 5 Gambar 6
Karburator mesin otto 2 langkah Peralatan penunjang

Gambar 8
Gambar 7
Spul Mesin otto 2 langkah

Anda mungkin juga menyukai