Anda di halaman 1dari 9

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

Kenali Gagal Jantung

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH BAJAWA


2018
Satuan Acara Pengajaran (Penyuluhan/Bermain)

Pokok Bahasan : Gagal Jantung

Sasaran : Pasien Geriatri dan keluarga

Tempat : Ruang Tunggu Poli Rawat Jalan RSUD Bajawa

Alokasi Waktu : 1x30 menit (09.00 - 09.30)

Hari, Tanggal : Sabtu, 19 Mei 2018

Pertemuan ke : Pertama

Pengajar :

A. Tujuan Instruksional
- Tujuan Umum :
Setelah mengikuti penyuluhan diharapkan para peserta mampu mengetahui dan
memahami lebih luas mengenai bagaimana gagal jantung muncul, tipe dan pencegahan.
- Tujuan Khusus :
Setelah penyuluhan, peserta penyuluhan mengetahui dan mampu untuk :
1. Menjelaskan pengertian dan kondisi tentang gagal jantung
2. Gejala atau ciri gagal jantung
3. Menyebutkan tingkatan gagal jantung
B. Sub Pokok Bahasan
Kenali gagal jantung

C. Kegiatan Belajar Mengajar

Tahap Waktu Keterangan Pengajar Kegiatan Peserta Metode Media


- Mengucapkan salam - Menjawab Laptop
- Memperkenalkan diri salam
Pendahuluan 3 menit Ceramah
- Menjelaskan judul - Menyetujui
materi serta tujuan kontrak waktu
yang akan dicapai - Mendengarkan
- Kontrak waktu
- Memulai materi - Mendengarkan Leaflet
- Menjelaskan peserta materi
tentang : penyuluhan
1. Menjelaskan apa yang dberikan
dan bagaimana - Mambaca
itu kondisi Gagal leaflet sebagai
22 Jantung pendukung
Penyajian Ceramah
menit 2. Menjelaskan apa
saja ciri atau
gejala dari Gagal
Jantung
3. Menjelaskan
tingkatan dari
gagal jantung
- Memberikan umpan
balik kepada peserta
- Memberikan
(memberikan
pertanyaan, jika
pertanyaan)
ada hal yang
- Tanya jawab
tidak
- Menjawab
dimengerti
Penutup 5 menit pertanyaan Ceramah
- Menjawab
- Menyimpulkan hasil
umpan balik
penyuluhan
yang diberikan
- Mengucapkan terima
oleh penyuluh
kasih
- Menutup acara
penyuluhan
D. Setting Tempat

A B Keterangan :

A = Penyaji

C B = Observer

C = Audience

E. Evaluasi
- Prosedur penilaian : Selama proses pembelajaran berlangsung dan setelah selesai
penyuluhan
- Peserta dapat mengajukan pertanyaan
- Peserta dapat menjawab umpan balik yang diberikan oleh penyuluh
- Peserta dapat menyebutkan kembali hal-hal penting yang ada dalam materi yang telah
disampaikan
- Minimal sasaran yang datang adalah 30 orang
F. Lampiran
- Materi
- Leaflet
G. Daftar Pustaka
Materi (Lampiran)

A. Pengertian Gagal Jantung

Gagal jantung kongestif adalah keadaan patofisiologis berupa kelainan fungsi jantung,
sehingga jantung tidak mampu memompa darah untuk memenuhi kebutuhan metabolisme jaringan
atau kemampuannya hanya ada kalau disertai peninggian volume diastolik secara abnormal.
Penamaan gagal jantung kongestif yang sering digunakan kalau terjadi gagal jantung sisi kiri dan sisi
kanan.

Gagal jantung adalah suatu keadaan dimana jantung tidak mampu lagi memompakan
darahsecukupnya dalam memenuhi kebutuhan sirkulasi untuk metabolisme jaringan tubuh,
sedangkantekanan pengisian ke dalam jantung masih cukup tinggi.

B. Gejala Klinis

Manifestasi klinis gagal jantung bervariasi, tergantung dari umur pasien, beratnya gagal
jantung, etiologi penyakit jantung, ruang-ruang jantung yang terlibat, apakah kedua ventrikel
mengalami kegagalan serta derajat gangguan penampilan jantung. Pada penderita gagal jantung
kongestif, hampir selalu ditemukan :

 Gejala paru berupa dyspnea, orthopnea dan paroxysmal nocturnal dyspnea.


 Gejala sistemik berupa lemah, cepat lelah, oliguri, nokturi, mual, muntah, asites,
hepatomegali, dan edema perifer.
 Gejala susunan saraf pusat berupa insomnia, sakit kepala, mimpi buruk sampai delirium.

Gejala yang dapat muncul antara lain :

1. Sesak Nafas (Dyspnea)


Orang yang memiliki risiko gagal jantung parah mungkin merasa kehabisan napas
setelah melakukan suatu aktivitas. Kesulitan bernapas dapat dipicu ketika naik tangga atau
bahkan berjalan-jalan. Mereka mungkin merasa sakit parah di dada atau rasa berat di dada.
2. Paroxysmal nocturnal dyspnea (kesulitan bernapas saat tidur)
Adalah gejala umum lain dari gagal jantung. Gejala-gejala termasuk sesak nafas yang
hebat, dan batuk yang terjadi 1-3 jam setelah tidur.
3. Retensi cairan (Edema) dan Berat Badan
Orang yang telah jatuh pada kondisi gagal jantung biasanya mengalami pembengkakan pada
kaki, pergelangan kaki, pembuluh darah leher atau perut. Peningkatan retensi cairan secara tiba-
tiba, sangat berpengaruh pada berat badan seseorang.
4. Batuk
Pasien mungkin mengalami batuk kering dan dapat ditanggulangi dengan mencoba
duduk tegak.
5. Kehilangan massa otot
Pasien yang berisiko terkena serangan jantung berat, memiliki kecenderungan untuk
kehilangan massa otot dari waktu ke waktu.
6. Gejala gastrointestinal (gejala yang berkaitan dengan sistem pencernaan, terutama lambung dan
usus).
Pasien kehilangan nafsu makan dan merasa kenyang bahkan setelah makan dalam
jumlah kecil. Mereka juga sering mengalami sakit perut.
7. Edema paru
Edema paru, kondisi yang ditandai oleh penumpukan cairan di paru-paru. Berikut ini
gejala edema paru:
- Sesak napas yang disertai dengan batuk .
- Adanya sensasi menggelegak di paru-paru.
- Kulit berubah berkeringat dan pucat, hampir biru dalam beberapa kasus.
- Irama jantung tidak normal Irama jantung bisa berubah dari cepat menjadi lambat.

Gejala yang muncul menurut bagian jantung yang terkena :

a. Gagal Jantung Kiri


Gagal jantung kiri atau gagal jantung ventrikel kiri terjadi karena adanya gangguan pemompaan
darah oleh ventrikel kiri sehingga curah jantung kiri menurun dengan akibat tekanan akhir
diastolic dalam ventrikel kiri dan volum akhir diastolic dalam ventrikel kiri meningkat.
Gejalanya antara lain :
- Perasaan badan lemah - Keringat dingin.
- Cepatl lelah - Takhikardia
- Berdebar-debar - Dispnea
- Sesak nafas - Paroxysmal nocturnal dyspnea
- Batuk Anoreksia - Ronki basah paru dibagian basal
- Bunyi jantung III

b. Gagal Jantung Kanan


Gagal jantung kanan karena gangguan atau hambatan pada daya pompa ventrikel kanan sehingga
isi sekuncup ventrikel kanan menurun tanpa didahului oleh adanya gagal jantung kiri.
Gejalanya antara lain:
- Edema tumit dan tungkai bawah - Kaki bengkak (edema tungkai)
- Hati membesar, lunak dan nyeri tekan - Perut membuncit
- Bendungan pada vena perifer - Perasaan tidak enak pada
(jugularis) epigastrium.
- Gangguan gastrointestinal (perut - Edema kaki
kembung, anoreksia dan nausea) dan - Asites
asites. - Vena jugularis yang terbendung
- Berat badan bertambah - Hepatomegali
- Penambahan cairan badan
Tabel diatas digunakan untuk mengetahui apakah pasien memiliki tanda dan gejala dari gagal
jantung, dengan cara melihat indikator pada tiap fase. Dan juga bisa digunakan untuk melihat resiko
keparahan atau laju gagal jantung.

C. Derajat Gagal Jantung

Gagal jantung bisanya digolongkan menurut derajat atau beratnya gejala seperti
klasifikasi menurut New York Heart Asscsiation (NYHA). Klasifikasi tersebut digunakan secara
luas di dunia internasional untuk mengelompokkan gagal jantung.Gagal jantung ringan, sedang,
dan berat ditentukan berdasarkan beratnya gejala, khusnya sesak nafas (dispnea). Meskipun
klasifikasi ini beguna untuk menentukan tingkat kemampuan fisik dan beratnya gejala, namun
pembagian tersebut tidak dapat digunakan untuk keperluan lain.

Klasifikasi gagal jantung menurut NYHA :


KELAS DEFINISI ISTILAH
I Klien dengan keainan jantung tapi Disfungsi ventrikel kiri yang
tanpa pembatasan aktifitas fisik asimtomatik
II Klien dengan kelainan jantung yang Gagal jantung ringan
menyebabkan sedikit pembatasan
aktifitas fisik
III Klien dengan kelaianan jantung yang Gagal jantung sedang
menyebabakan banyak pembatasan
aktifitas fisik
IV Klien dengan kelaianan jantung yang Gagal jantung berat
segla bentuk ktifitas fisiknya akan
menyebabkan keluhan
Daftar Pustaka

1. American Heart Association. Heart Disease and Stroke Facts, 2006 Update. Dallas, Texas: AHA,
2006.
2. Baughman, C. Diane & Hackley JoAnn. Keperawatan Medikal Bedah Buku Saku untuk Brunner
dan Suddarth, Edisi 1, Alih bahasa: Yasmin asih, Editor Monica Ester, Jakarta: EGC. 2000.
3. Mansjoer A. dkk. (Eds). Kapita Selekta Kedokteran. Edisi ke-3. Volume 1. Jakarta: Media
Aesculapius. 2001.
4. Karim S, Kabo P. EKG dan Penanggulangan Beberapa Penyakit Jantung untuk Dokter Umum.
Jakarta: Balai Penerbit FK UI. 2002.
5. Brundside, JW. McGlynn, Tj. Diagnosis Fisik.Alih Bahasa: Lumanto,Henny. Jakarta: EGC. 1995.
6. http://www.metrojambi.com/v1/home/kesehatan/21579-kenali-gejala-gagal-jantung-
secepatnya.pdf