Anda di halaman 1dari 10

ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA BINAAN NY.

F
DENGAN TBC (TUBERCULOSIS) DI DESA KELAMPAYAN TENGAH
KECAMATAN ASTAMBUL KABUPATEN BANJAR
PROVINSI KALIMANTAN SELATAN TAHUN 2017

I. Identitas Keluarga
1. Data Umum
Nama KK : Tn.A
Umur : 86 tahun
Alamat : Desa Kelampayan ilir Rt. 3 Kec. Astambul
Pendidikan : SD
Pekerjaan : Tukang Urut
Agama : Islam
Status Kesehatan : Stoke

2. Daftar Keluarga
No Nama L/P Umur Hubungan Pendidikan Agama Pekerjaan Status Kesehatan
Ibu
1 Ny. S P 35 Istri SD Islam rumah Sehat
tangga

3. Genogram

Keterangan:
: Laki – laki
: Perempuan
: Meninggal
: Klien
--- : Tinggal serumah
4. Tipe Keluarga
Middle Age/ Aging Couple
Suami sebagai pencari uang. Istri di rumah/ kedua-duanya bekerja di
rumah, anak-anak sudah meningglakan rumah karena
sekolah/perkawinan/meniti karier.

5. Kewarganegaraan / Suku bangsa


Keluarga Tn. A berasal dari suku Banjar, Kalimantan Selatan
Indonesia

6. Agama
Keluarga Tn. A semuanya beragama ISLAM.

7. Pengambilan keputusan
Pengambilan keputusan berada di tangan kepala keluarga, namun
dengan musyawarah apabila ada masalah yang perlu dirundingkan
bersama keluarga.

8. Hubungan dalam keluarga


Keluarga memiliki hubungan yang baik dan saling mendukung satu
sama lain dalam hal positif.

II. Sosial Ekonomi


1. Pendapatan dan pengeluaran
Pendapatan keluarga tidak menentu dalam satu bulan, karena
pekerjaan yang tidak tetap hanya sebagai tuakang urut. Ny. S mengatakan
pendapatannya dengan suaminya perbulan sekitar Rp. 300.000,-.
Sedangkan untuk pengeluaran dicukupkan untuk kebutuhan sehari-hari.

2. Sosial
Keluarga selalu mengajarkan dan menanamkan perilaku sosial yang
baik, terutama kepada anak-anak. Keluarga juga aktif bermasyarakat
dengan mengikuti kegiatan yang ada di masyarakat seperti perkumpulan
yasinan dan kegiatan gotong royong jika ada hajatan di masyarakat.

III. Pola Kebiasaan Keluarga


1. Nutrisi
Pola kebutuhan nutrisi keluarga, Ny. S mengatakan makan seadanya
apa yang dimakan dan tidak ada pantangan. Makan 2-3 kali sehari dengan
jenis makanan nasi, sayur dan ikan, kadang-kadang buah.
2. Personal hygiene
Kebiasaan personal Hygien Tn. S dan keluarga mandi 3-4 kali sehari
dengan sabun dan juga menggosok gigi dengan pasta.

3. Pola rekreasi dan hiburan


Rekreasi dan hiburan keluarga biasanya berkumpul dan bercerita
dengan anggota keluarga, atau bersilaturrahmi kepada tetangga.

IV. Kebutuhan istirahat dan tidur keluarga


Nama Tidur Siang Tidur Malam Istirahat
Tn. A Kadang-kadang 6 - 8 jam 4 jam
Ny. S Kadang-kadang 6 - 8 jam 4 jam

V. Data Keadaan Lingkungan


1. Karakteristik Rumah
Rumah terdiri dari 3 bagian yaitu : bagian depan terdiri atas ruang
tamu, bagian tengah terdiri atas 2 kamar dan ruang keluarga serta
belakang terdiri atas dapur sekaligus dapur dengan ukuran. Bangunan
rumah berbentuk persegi panjang dengan tipe semi permanen berlantai
kayu.

2. Sanitasi Lingkungan
Sistem ventilasi rumah klien bersifat alami (jendela dan pintu) setiap
hari jendela dibuka sehingga keadaan rumah tampak terang. Lingkungan
rumah baik didalam maupun diluar rumah terlihat bersih. Sumber air
minum keluarga menggunakan air sumur, air untuk mandi cuci kakus
(MCK) keluarga menggunakan air sumur. Keluarga mempunyai WC
pribadi didalam rumah dengan jenis WC leher angsa .
VI. Denah Lingkungan / Rumah

5 Keterangan:

4 1. Ruang Tamu
2. Ruang Keluarga
3. Kamar

3 2 4. Dapur
5. Kamar mandi dan
WC
1
VII. Sarana Kesehatan
Sarana kesehatan yang dimanfaatkan keluarga apabila sakit yaitu
Puskesmas Astambul, namun apabila sakit bisa di tahan biasanya keluarga
hanya membeli obat diwarung. Keluarga sudah terdaftar sebagai pengguna
BPJS.

VIII. Riwayat dan Tahap Perkembangan Keluarga


1. Tahap Perkembangan Keluarga saat ini
Tahap VIII ( keluarga usia lanjut)
Tahap terakhir siklus kehidupan keluarga dimulai dengan pensiun
salah satu atau kedua pasangan, dan berakhir dengan kematian pasangan
lainnya. (Duvall & Miller, 1985 dalam Marilyn M. Friedman, hal 122:
2010)

2. Tahap Perkembangan Keluarga belum terpenuhi


Pada tahap VIII keluarga menjalin kasih sayang kembali seperti
pernikahan awal.

3. Tahap Perkembangan Keluarga inti


Tahap perkembangan keluarga usia lanjut yaitu Tn. A sebagai pencari
nafkah setiap hari bekerja sebagai tukang urut, sedangan Ny. S sebagai Ibu
rumah tangga.

4. Tahap Perkembangan Keluarga sebelumnya


Ny. S mengatakan orangtuanya mempunyai riwayat penyakit tinggi
darah dan asma.

IX. Struktuktur Keluarga


1. Pola Komunikasi keluarga
Pola komunikasi keluarga Tn. A baik, setiap hari keluarga sering
ngobrol dan berbincang .
2. Struktur Kekuatan Keluarga
Di keluarga Tn. A dalam mengambil keputusan selalu di
musyawarahkan. Tapi untuk pengambil keputusan tetap Tn. A
3. Struktur peran keluarga
Tn.A berperan sebagai kepala keluarga dan mencari nafkah untuk
keluarganya. Setiap hari dirinya bekerja untuk memenuhi semua
kebutuhan keluarganya. Ny.S berperan sebagai Ibu Rumah Tangga .
4. Nilai dan norma keluarga
Nilai-nilai yang dianut oleh keluarga adalah nilai-nilai agama islam
dan budaya Banjar Tn.A dan Ny.S sudah mengajarkan kepada anak-
anaknya untuk shalat 5 waktu. Dan mengikutkan anaknya untuk
pengajian anak pada sore hari. Nilai budaya sunda yang mempengaruhi
seperti berperilaku sopan kepada orang yang lebih tua. Selalu
mengucapkan salam setiap ingin masuk rumah dan selalu meminta izin
apabila ingin pergi keluar rumah.
X. Fungsi Keluarga
1. Fungsi Afektif
Keluarga cukup rukun dan perhatian dalam membina hubungan rumah
tangga. Keluarga tampak harmonis, saling memperhatikan satu dengan
yang lain serta saling menghargai satu dengan yang lain, apabila ada
anggota keluarga lain yang membutuhkan maka anggota keluarga akan
membantu sesuai dengan kemampuan.

2. Fungsi Sosialisasi
Hubungan antar anggota keluarga baik, keluarga ini juga membina
hubungan yang baik dengan tetangga sekitar rumahnya, karena Ny.S
sering berkunjung kerumah tetangga jika sore hari. Keluarga juga cukup
aktif bermasyarakat dengan mengikuti kegiatan yang ada dalam
masyarakat.

3. Fungsi Reproduksi
Keluarga Tn.A memiliki 8 orang anak. Dari istrinya yang terdahulu
dan istri yang sekarang tidak mempunyai anak.
4. Fungsi Ekonomi
Tn.S hidup membiayai keluarga dari hasil tukang urut untuk
memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarganya. Jika ada sisa keuangan,
maka disimpan untuk keadaan yang mendadak bagi keluarga.

XI. Fungsi Perawatan Kesehatan


1. Mengenal Masalah
Saat dilakukan pengkajian Tn.A mengtakan terasa lemat pada kedua
kaki . dan Ny. S mengatakan tidak ada keluhan.

2. Mengambil Keputusan
Tn. A Mengatakan apabila ada keluarganya yang sakit ringan seperti
batuk, panas dan flu biasanya membeli obat warung. Namun jika sakitnya
parah maka akan langsung dibawa ke puskesmas/rumah sakit.
3. Merawat anggota keluarga yang sakit
Keluarga Tn.A mengatakan saat ada anggota keluarga yang sakit
berusaha untuk melakukan perawatan sendiri, namaun saat sakit
bertambah parah atau tidak membaik keluarga membawa ke Puskesmas
atau ke Puskesmas Pembantu terdekat yang berada didesa.

4. Kemampuan keluarga dalam memelihara lingkungan rumah yang sehat


Keluarga mengetahui memlihara lingkungan yang sehat dirumah yaitu
dengan menjaga kebersihan, sering disapu dan dipel.

5. Kemampuan keluarga memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan


Tn. A hanya membawa anggota keluarganya kepelayanan kesehatan jika
sudah sakitnya tidak bias disembuhkan dengan beli obat di warung.

XII. Stress Dan Koping Keluarga


1. Stressor jangka pendek dan jangka panjang
Masalah yang terjadi pada Tn.A membuat semua keluarga Ny. S khawatir
karena keadaan pasin semakin hari semakin menurun.

2. Kemampuan keluarga berespon terhadap stressor


Saat terjadi masalah keluarga selalu merundingkan bagaimana cara
menyelesaikannya agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.

3. Strategi koping yang digunakan


Masalah-masalah yang ada dalam keluarga biasanya diselesaikan
dengan berdiskusi. Yang biasanya mengambil keputusan tetap dari kepala
keluarga yaitu Tn.A .

4. Strategi adaptasi yang disfungsi


Sampai saat ini belum ada penyelesaian masalah yang dilakukan keluarga
Tn. A yang tidak sesuai dunia kesehatan.

XIII. Pemeriksaan Fisik Keluarga


1. Tn.A :
a. Pemeriksaan fisik umum (TTV)
Keadaan umum klien tampak baik.
Tanda – tanda vital:
Tekanan darah : 140/100 mmHg
Respirasi : 25 x/menit
Nadi : 83 x/menit
Suhu tubuh : 36,7 º C
b. Pemeriksaan fisik khusus :
a) Kepala dan Leher
Tidak ditemukan kelainan bentuk kepala dan leher. Tidak tampak
pembesaran kelenjar tiroid dan peningkatan tekanan vena jugularis
dan arteri karotis.
b) Mata
Konjungtiva tidak terlihat anemis, kelopak mata tidak terdapat
edema. Fungsi penglihatan menurun, saat ditanyakan apakah dapat
melihat jelas benda yang sedikit jauh.
c) Telinga
Bentuk pinna simetris dan tampak bersih, telinga tampak bersih
tidak ada peradangan, fungsi pendengaran menurun, saat
berkomunikasi volume suara perlu ditinggikan agar klien
mendengar.
d) Hidung
Bentuk normal, tidak ada kelainan yang ditemukan pada hidung,
tidak ada peradangan dan obstruksi pada hidung, fungsi penciuman
masih baik, klien bisa membedakan bau minyak angin dan minyak
wangi.
e) Mulut
Keadaan mulut tampak bersih, tidak ada kelainan yang ditemukan
pada mulut, tidak ada peradangan, gigi seri depan atas dan bawah
masih lengkap, terdapat caries pada gigi geraham.
f) Dada
Pergerakan dada tampak simetris, suara jantung S1 dan S2 tunggal,
suara mur – mur (–) , ronchi (+), wheezing (+), nafas cuping
hidung (–).Tidak teraba adanya massa dan tidak ada nyeri tekan.
g) Abdomen
Pada pemeriksaan abdomen tidak teraba hepar/limpa/massa, tidak
kembung, terdengar bising usus.
h) Ekstremitas atas dan bawah
Pada ektrimitas atas dan bawah tidak terdapat odema, tidak terjadi
kelumpuhan, dari ke-4 ektrimitas mampu menggerakan
persendian, mampu mengangkat dan melipat persendian secara
sempurna.
2. Ny. S
Pemeriksaan fisik umum (TTV)
Keadaan umum klien tampak baik.
Tanda – tanda vital :
Tekanan darah : 120/80 mmHg
Respirasi : 20 x/menit
Nadi : 78 x/menit
Suhu tubuh : 36,5 º C

XIV. Harapan Keluarga


Tn.S berharap agar tidak ada anggota keluarganya yang sakit, dan yang sakit
agar segera sembuh dari penyakit. Sehingga dapat melakukan aktivitas sehari
– hari dengan nyaman dan tidak khawatir akan dampak dari penyakit tersebut.
A. Analisa Data
No Data Masalah Etiologi
1. DS :
Tn. A menanyakan tentang
penyakitnya dan bagaimana cara
agar sembuh atau mengurangi
sakitnya.
Ny. S mengatakan “berharap
mendapatkan informasi yang jelas
tentang penyakit suaminya karena
merasa sangat khawatir atas kondisi
suaminya yang lemah kakinya,
kadang-kadang batuk.

DO : pasein mengatakan kaki terasa


lemah tidak bisa banyak melakukan
aktifitas. Berdiri di bantu tongkat.
Tn.A
Tekanan darah : 140/100 mmHg
Respirasi : 25 x/menit
Nadi : 83 x/menit
Suhu tubuh : 36,7 º C
Suara nafas Ronchi dan whezing

Ny.S
Tekanan darah : 120/80 mmHg
Respirasi : 20 x/menit
Nadi : 78 x/menit
Suhu tubuh : 36,5 º C
No Data Masalah Etiologi
1. DS : Kurangnya Ketidakmampuan
Tn.S dan Ny. N mengatakan pengetahuan keluarga mengenal
“sering merasakan sakit-sakitan keluarga tentang masalah kesehatan
pada tulang nyeri pada sendi kaki gejala, penyebab, terkait penyakit asam
dan pinggang, terutama pada pencegahan, dan urat dan TB Paru
malam dan pagi hari”. penatalaksanaan
Tn. S menanyakan tentang penyakit asam urat
penyakitnya dan bagaimana cara dan TB Paru
agar sembuh atau mengurangi
sakitnya.
Ny. S mengatakan “berharap
mendapatkan informasi yang jelas
tentang penyakitnya karena merasa
sangat khawatir atas kondisinya
yang terkadang batuk berdarah”.
DO :
Ada nya pertanyaan klien terkait
penyakit dan nyeri yang
dialaminya.
Tn. S
Tekanan Darah : 140/100 mmHg.
Respirasi : 22 x/menit
Nadi : 83 x/menit
Asam Urat : ___ mg/dl

Ny. N
Tekanan Darah : 130/90 mmHg.
Respirasi : 25 x/menit
Nadi : 87 x/menit
Asam Urat : ___ mg/dl
Riwayat pengobbatan 6 bulan
tuntas
Suara nafas Ronchi dan whezing