Anda di halaman 1dari 3

Ungkapan Syukur dan Terima kasih LITURGI

PENGUCAPAN SYUKUR
PERNIKAHAN

Furi & Lio


DAN KELUARGA BESAR

Bpk. Drs. SYARKAWI H.SIBU, M.Si Bpk. ARI HERU SULISTIANTO

Ibu NIPE, S.Pd. M.AP Ibu RASPITA SARAGIH

ATAS TELAH TERSELENGGARANYA SELURUH PROSESI ACARA PERNIKAHAN


BAIK PEMENUHAN HUKUM ADAT, PENEGUHAN DAN PEBERKATAN NIKAH,
RESEPSI, DAN SAMPAI PADA IBADAH PENGUCAPAN SYUKUR.
SEGENAP KELUARGA DAN MEMPELAI MEMBERIKAN PENGHARGAAN YANG
SETINGGI-TINGGINYA DAN UCAPKAN TERIMA KASIH KEPADA SEMUA PIHAK
YANG TELAH MENDUKUNG ACARA INI BAIK LANGSUNG
MAUPUN TIDAK LANGSUNG,SERTA
MENGHATURKAN PERMOHONAN MAAF YANG TULUS JIKA ADA HAL YANG
KURANG BERKENAN DAN SERAYA MENGUCAP SYUKUR DAN TERIMA KASIH
ATAS KEHADIRAN & DOA RESTU BPK, IBU DAN SIDANG JEMAAT KEPADA
PUTRA-PUTRI KAMI,
TUHAN YESUS KRISTUS SUMBER KEHIDUPAN
MEMBERKATI KITA.
Dr. LEWI MARTHA FURI
&
Dr. YOHELIO PRIAWAN SIBU
Palangkaraya, 7 Oktober 2017
 BERKAT TUHAN
Berbahagialah orang yang takut akan Tuhan dan yang suka akan perintah-
perintah-Nya. Terang itu akan bersinar dalam kegelapan bagi orang yang benar,
adil, pengasih dan penyayang. Dari kelimpahan Tuhan, saudara sekalian akan
menerima karunia tambah karunia, Amin.
Ibadah Selesai

2. SERAH TERIMA PENGANTIN oleh : perwakilan dari masing-masing keluarga


3. POTONG KUE PENGANTIN oleh : Pemandu acara : .......................
4. DOA MAKAM BERSAMA oleh : ............
1. IBADAH
DIPIMPIN OLEH : Pdt. SEBNOPIANA SILITONGA

Ungkapan Syukur dan bahagia


Herna & Valent
Isteri yang cakap adalah mahkota suaminya (Amsal 12 : 4a)
“ Isteri yang cakap siapakah akan mendapatkannya, Ia lebih berharga dari
pada permata. Hati suaminya percaya kepadanya, suaminya tidak akan
kekurangan keuntungan, Ia berbuat baik kepada suaminya dan tidak
berbuat jahat sepanjang umurnya “.
(Amsal 31 : 10 - 12)

Oleh karena itu,


“ Hendaklah kamu sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan
dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia,
sebaliknya hendaklah rendah hati ”.
(Pilipi 2 : 2 - 3a) dan
“ Karenaitu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan
manusia ”
(Matius 19 : 6b).

Hai suami-suami, kasihilah isteri mu dan janganlah berlaku kasar terhadap


dia“ (Kolose 3 : 19 )