Anda di halaman 1dari 37

MAKALAH

KOMPRESSOR TORAK

Yang disusun oleh :

NAMA :OGY RISKY JUWAN TORO


NPM : (14.11.106.701201.2164)
KELAS :

TEKNIK MESIN

FAKULTAS TEKNIK INDUSTRI

UNIVERSITAS BALIKPAPAN
KATA PENGANTAR

Puji syukur saya panjatkan kepada Allah SWT yang telah memberikan hidayah kepada saya
untuk dapat menyelesaikan tugas yang diberikan oleh dosen pengampu mata kuliah pompa dan
compressor yaitu bapak Marsius Ferdinant. Makalah ini berisikan tentang pengertian
compressor, klasifikasi compressor, konstruksi compressor torak, cara kerja compressor torak,
perawatan compressor torak, perhitungan compressor torak. Dalam hal ini penulis sangat
menyakini bahwa tiada gading yang tak retak, artinya makalah ini sangat jauh dari kata
sempurna. Untuk itu penulis berharap para pembaca dapat memberikan kritik dan sarannya.

Penulis
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR .................................................................................................................... 1


DAFTAR ISI................................................................................................................................... 3
BAB I PENDAHULUAN ............................................................................................................... 4
1.1 Latar Belakang Masalah ................................................................................................. 4
1.2 Rumusan Masalah ............................................................................................................ 5
1.3 Tujuan Penulisan .............................................................................................................. 5
1.4 Manfaat............................................................................................................................. 5
BAB II PEMBAHASAN ................................................................................................................ 6
2.1 Pengertian Kompressor .................................................................................................... 6
2.2 Klasifikasi Kompressor .................................................................................................... 7
2.3 Cara Kerja Kompresor Torak ......................................................................................... 15
2.4 Konstruksi Kompresor Torak ......................................................................................... 18
2.5 Perawatan Kompresor Torak .......................................................................................... 25
2.6 Teori dan Persamaan perhitungan dalam Kompressor ................................................... 26
2.7 Perhitungan Unjuk Kerja Kompresor Torak .................................................................. 32
BAB III PENUTUP ...................................................................................................................... 36
3.1 Kesimpulan.......................................................................................................................... 36
3.2 Saran .................................................................................................................................... 36
DAFTAR PUSTAKA ................................................................................................................... 37
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah


Kompresor secara sederhana bisa diartikan sebagai alat yang digunakan untuk
menghasilkan udara bertekanan (meningkatkan tekanan udara dari atmosfir ke tekanan
yang dibutuhkan) untuk kebutuhan industry maupun domestik. Kompresor bisa kita
temukan pada transportasi material, control gate dan valve, pembersihan material,
penanganan komponen, spray material. Sekalipun sama-sama sebagai alat yang digunakan
untuk menghasilkan udara bertekanan, pada masing-masing peralatan yang berbeda, cara
kerja kompresor pun bisa berbeda pula. Tergantung pada kebutuhan operasional yang
disesuaikan dengan tekanan kerja dan volume.
Secara umum kompresor digunakan atau berfungsi menyediakan udara dengan
tekanan tinggi. Prinsip kerja kompresor seperti ini biasa kita temukan pada mesin otomotif.
Fungsi kedua dari kompresor adalah untuk membantu reaksi kimia dengan cara
meningkatkan sistem tekanan. Kompresor seperti ini bisa ditemukan pada industri kimia
atau yang berhubungan dengan itu. Kompresor juga bertugas untuk membagi-bagikan gas
dan bahan bakar cair melalui instalasi pipa-pipa gas. Selain itu, dalam peralatan pengangkat
berat yang bekerja secara pneumatik, kompresor digunakan dalam fungsinya sebagai
pengiri udara untuk sumber tenaga.
Sebuah kompresor apabila dilihat dari cara kerjanya, maka akan ada dua jenis
kompresor yang masing-masing metode kerjanya berbeda. Jenis pertama adalah kompresor
dengan metode kerja dan yang kedua adalah kompresor dengan metode kerja
dynamic.Kompresor jenis positif displacement. Kompresor model ini bekerja dengan
prinsip perpindahan positif (positive displacement principle) dimana udara dikompres
dengan aksi mekanis, lalu pada saat yang sama volume ruangnya diperkecil, dengan
demikian tekanan di dalam dengan sendirinya akan naik.
Tekanan yang tinggi inilah yang digunakan untuk berbagai keperluan sesuai
dengan peruntukkan kompresor tadi. Kompresor model positif displacement ini digunakan
dalam reciprocating compressor dan rotari.
Sementara itu pada kompresor model dinamik, merupakan mesin continuous-flow dimana
elemen berputarnya dengan cepat mengalirkan udara, mengubah tekanan. Menarik udara di
satu sisi dan mengompresnya dengan percepatan massal yang meningkatkan energi kinetik
sehingga berubah menjadi tekanan tinggi. Kenaikan tekanan udara terjadi dengan konversi
energi dari kecepatan udara menjadi tekanan volume ruangnya tetap tapi udara yang ada
didalam ruang tersebut diberi kecepatan. Kemudian pada saat yang sama kecepatan
tersebut diubah menjadi tekanan. Hal ini bisa terjadi karena udara pada ruang yang
volumenya tetap mengalami tekanan. Kompresor yang menggunakan model dynamic ini
biasanya pada alat turbo axial flow.

1.2 Rumusan Masalah


a. Apa yang dimaksud dengan compressor beserta klasifikasinya ?
b. Bagaimana cara kerja kompresor torak?
c. Apa saja bagian - bagian dari kompresor torak
d. Bagaimana merawat kompresor ?
e. Bagiamana perhitungan yang terdapat dalam compressor torak

1.3 Tujuan Penulisan


a. Mengetahui apa yang dimaksud dengan kompresor beserta klasifikasinya.
b. Mengetahui cara kerja kompresor torak
c. Mengetahui bagian bagian dari kompresor torak
d. Mengetahui bagaimana cara melakukan perawatan kompresor.
e. Mengetahui perhitungan yang terdapat dalam compressor torak

1.4 Manfaat
a. Memenuhi tugas makalah yang diberikan oleh dosen pengampu matakuliah pompa
dan compressor yaitu bapak marsius ferdinant
b. Mahasiswa dapat mengetahui apa itu compressor, klasifikasinya, cara kerjanya,
bagian – bagiannya, perawatan serta perhitungan yang terdapat dalam compressor
torak.
c. Sebagian acuan skripsi bila diperlukan.
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Kompressor


Kompresor adalah alat pemampat atau pengkompresi udara dengan kata lain
kompresor adalah penghasil udara mampat. Karena proses pemampatan, udara mempunyai
tekanan yang lebih tinggi dibandingkan dengan tekanan udara lingkungan (1 atm). Dalam
keseharian, kita sering memanfaatkan udara mampat baik secara langsung atau tidak
langsung. Sebagai contoh, udara manpat yang digunakan untuk mengisi ban mobil atau
sepeda montor, udara mampat untuk membersihkan bagian-bagian mesin yang kotor di
bengkel-bengkel dan manfaat lain yang sering dijumpai sehari-hari.
Pada industri, penggunaan kompresor sangat penting, baik sebagai penghasil
udara mampat atau sebagai satu kesatuan dari mesin-mesin. Kompresor banyak dipakai
untuk mesin pneumatik, sedangkan yang menjadi satu dengan mesin yaitu turbin gas,
mesin pendingin dan lainnya.
Kompresor mengubah uap refrigeran yang masuk pada suhu dan tekanan rendah
menjadi uap bertekanan tinggi. Kompresor juga mengubah suhu refrigeran menjadi lebih
tinggi akibat proses yang bersifat isentropik. Tiga jenis kompresor yang sering digunakan
adalah kompresor torak (reciprocating), sentrifugal dan rotari. Kompresor torak
mempunyai piston yang bergerak maju mundur di dalam suatu silinder, dengan kapasitas
yang bervariasi antara 1 hingga 100 ton pendinginan tiap unit. Kompresor sentrifugal
mempunyai satu impeler sentrifugal dengan beberapa sudu yang berputar dengan kecepatan
tinggi. Kompresor rotari mempunyai satu sirip (vane) yang berputar dalam satu silinder.

Seringkali kapasitas kompresor harus dikendalikan untuk mengatasi beban pendinginan


yang tidak tetap, sehingga kompresor sering dioperasikan pada kapasitas di bawah
kapasitas maksimum. Kapasitas kompresor dapat dikendalikan dengan cara:

a. menyalurkan (bypass) uap refrigeran dari sisi tekanan tinggi ke sisi tekanan rendah
kompresor. Salah satu sistem bypass adalah menghubungkan sisi tekanan tinggi dan
sisi tekanan rendah kompresor dengan pipa dan menggunakan katup solenoid
sehingga uap refrigeran langsung dipindahkan ke sisi tekanan rendah.
b. tetap membuka katup pemasukan kompresor sehingga uap refrigeran mengalir
langsung di dalam kompresor,
c. mengendalikan kecepatan (RPM) motor, yaitu dengan menggunakan motor listrik
kecepatan ganda atau menggunakan dua motor listrik yang berkecepatan berbeda.

Berdasarkan prinsip kerjanya, kompressor terdiri dari 2 (dua) jenis yaitu Displacement
(torak) seperti dijelaskan diatas dan Dynamic (rotary) yang mengalirkan udara melalui
putaran sudu berkecepatan tinggi.

2.2 Klasifikasi Kompressor


Secara garis besar kompresor dapat diklasifikasikan menjadi dua bagian, yaitu
Positive Displacement compressor, dan Dynamic compressor, (Turbo), Positive
Displacement compressor, terdiri dari Reciprocating dan Rotary, sedangkan Dynamic
compressor, (turbo) terdiri dari Centrifugal, axial dan ejector, secara lengkap dapat dilihat
dari klasifikasi di bawah ini:

Gambar 2.1 Klasifikasi kompressor


2.2.1 Positive Displacement Compressor
2.2.1.1 Kompresor Torak Resiprokal (reciprocating compressor)
Kompresor ini dikenal juga dengan kompresor torak, karena
dilengkapi dengan torak yang bekerja bolak-balik atau gerak resiprokal.
Pemasukan udara diatur oleh katup masuk dan dihisap oleh torak yang
gerakannya menjauhi katup. Pada saat terjadi pengisapan, tekanan
udara di dalam silinder mengecil, sehingga udara luar akan masuk ke
dalam silinder secara alami. Pada saat gerak kompresi torak bergerak ke
titik mati bawah ke titik mati atas, sehingga udara di atas torak
bertekanan tinggi, selanjutnya di masukkan ke dalam tabung
penyimpan udara. Tabung penyimpanan dilengkapi dengan katup satu
arah, sehingga udara yang ada. dalam tangki tidak akan kembali ke
silinder. Proses tersebut berlangsung terus-menerus hingga diperoleh
tekanan udara yang diperlukan. Gerakan mengisap dan mengkompresi
ke tabung penampung ini berlangsung secara terus menerus, pada
umumnya bila tekanan dalam tabung telah melebihi kapasitas, maka
katup pengaman akan terbuka, atau mesin penggerak akan mati secara
otomatis.

Gambar 2.2 kompressor resiprokal


2.2.1.2 Kompresor Torak Dua Tingkat Sistem Pendingin Udara
Kompresor udara bertingkat digunakan untuk menghasilkan
tekanan udara yang lebih tinggi. Udara masuk akan dikompresi oleh
torak pertama, kemudian didinginkan, selanjutnya dimasukkan dalam
silinder kedua untuk dikompresi oleh torak kedua sampai pada tekanan
yang diinginkan. Pemampatan (pengompresian) udara tahap kedua
lebih besar, temperature udara akan naik selama terjadi kompresi,
sehingga perlu mengalami proses pendinginan dengan memasang
sistem pendingin. Metode pendinginan yang sering digunakan misalnya
dengan sistem udara atau dengan system air bersirkulasi.

Gambar 2.3 Kompresor 2 tingkat

Batas tekanan maksimum untuk jenis kompresor torak resiprokal antara


lain, untuk kompresor satu tingkat tekanan hingga 4 bar, sedangkan dua
tingkat atau lebih tekanannya hingga 15 bar.
2.2.1.3 Kompresor Diafragma (diaphragma compressor)
Jenis Kompresor ini termasuk dalam kelompok kompresor
torak. Namun letak torak dipisahkan melalui sebuah membran
diafragma. Udara yang masuk dan keluar tidak langsung berhubungan
dengan bagian-bagian yang bergerak secara resiprokal. Adanya
pemisahan ruangan ini udara akan lebih terjaga dan bebas dari uap air
dan pelumas/oli. Oleh karena itu kompresor diafragma banyak
digunakan pada industri bahan makanan, farmasi, obatobatan dan
kimia.
Prinsip kerjanya hampir sama dengan kompresor torak.
Perbedaannya terdapat pada sistem kompresi udara yang akan masuk ke
dalam tangki penyimpanan udara bertekanan. Torak pada kompresor
diafragma tidak secara langsung menghisap dan menekan udara, tetapi
menggerakkan sebuah membran (diafragma) dulu. Dari gerakan
diafragma yang kembang kempis itulah yang akan menghisap dan
menekan udara ke tabung penyimpan.

Gambar 2.4. Kompresor diafragma


2.2.1.4 Kompresor Putar (Rotary Compressor)
Kompresor Rotari Baling-baling Luncur Secara eksentrik rotor
dipasang berputar dalam rumah yang berbentuk silindris, mempunyai
lubang-lubang masuk dan keluar. Keuntungan dari kompresor jenis ini
adalah mempunyai bentuk yang pendek dan kecil, sehingga menghemat
ruangan. Bahkan suaranya tidak berisik dan halus dalam, dapat
menghantarkan dan menghasilkan udara secara terus menerus dengan
mantap. Baling-baling luncur dimasukkan ke dalam lubang yang
tergabung dalam rotor dan ruangan dengan bentuk dinding silindris.
Ketika rotor mulai berputar, energi gaya sentrifugal baling-balingnya
akan melawan dinding. Karena bentuk dari rumah baling-baling itu
sendiri yang tidak sepusat dengan rotornya maka ukuran ruangan dapat
diperbesar atau diperkecil menurut arah masuknya (mengalirnya) udara.

Gambar 2.5 Kompresor putar

2.2.1.4 Kompresor Sekrup (Screw)


Kompresor Sekrup memiliki dua rotor yang saling berpasangan
atau bertautan (engage), yang satu mempunyai bentuk cekung,
sedangkan lainnya berbentuk cembung, sehingga dapat memindahkan
udara secara aksial ke sisi lainnya. Kedua rotor itu identik dengan
sepasang roda gigi helix yang saling bertautan. Jika roda-roda gigi
tersebut berbentuk lurus, maka kompresor ini dapat digunakan sebagai
pompa hidrolik pada pesawat-pesawat hidrolik. Roda-roda gigi
kompresor sekrup harus diletakkan pada rumah-rumah roda gigi dengan
benar sehingga betul-betul dapat menghisap dan menekan fluida.

Gambar 2.6. Diagram kompresor sekrup

2.2.1.5 Kompresor Root Blower (Sayap Kupu-kupu)


Kompresor jenis ini akan mengisap udara luar dari satu sisi ke sisi
yang lain tanpa ada perubahan volume. Torak membuat penguncian
pada bagian sisi yang bertekanan. Prinsip kompresor ini ternyata dapat
disamakan dengan pompa pelumas model kupu-kupu pada sebuah
motor bakar. Beberapa kelemahannya adalah: tingkat kebocoran yang
tinggi. Kebocoran terjadi karena antara baling-baling dan rumahnya
tidak dapat saling rapat betul. Berbeda jika dibandingkan dengan
pompa pelumas pada motor bakar, karena fluidanya adalah minyak
pelumas maka film-film minyak sendiri sudah menjadi bahan perapat
antara dinding rumah dan sayap-sayap kupu itu. Dilihat dari
konstruksinya, Sayap kupu-kupu di dalam rumah pompa digerakan oleh
sepasang roda gigi yang saling bertautan juga, sehingga dapat berputar
tepat pada dinding.
Gambar 2.7. Kompresor kupu – kupu

2.2.2 Dynamic Compressor


2.2.2.1 Kompresor Aliran (turbo compressor)
Jenis kompresor ini cocok untuk menghasilkan volume udara
yang besar. Kompresor aliran udara ada yang dibuat dengan arah
masuknya udara secara aksial dan ada yang secara radial. Arah aliran
udara dapat dirubah dalam satu roda turbin atau lebih untuk
menghasilkan kecepatan aliran udara yang diperlukan. Energi kinetik
yang ditimbulkan menjadi energy bentuk tekanan.

Gambar 2.8 Kompresor aliran


2.2.2.2 Kompresor Aliran Radial
Percepatan yang ditimbulkan oleh kompresor aliran radial
berasal dari ruangan ke ruangan berikutnya secara radial. Pada lubang
masuk pertama udara dilemparkan keluar menjauhi sumbu. Bila
kompresornya bertingkat, maka dari tingkat pertama udara akan
dipantulkan kembali mendekati sumbu. Dari tingkat pertama masuk
lagi ke tingkat berikutnya, sampai beberapa tingkat sesuai yang
dibutuhkan. Semakin banyak tingkat dari susunan sudu - sudu tersebut
maka akan semakin tinggi tekanan udara yang dihasilkan. Prinsip kerja
kompresor radial akan mengisap udara luar melalui sudu-sudu rotor,
udara akan terisap masuk ke dalam ruangan isap lalu dikompresi dan
akan ditampung pada tangki penyimpanan udara bertekanan hingga
tekanannya sesuai dengan kebutuhan.

Gambar 2.9 Kompresor aliran radial

2.2.2.3 Kompresor Aliran Aksial


Pada kompresor aliran aksial, udara akan mendapatkan
percepatan oleh sudu yang terdapat pada rotor dan arah alirannya ke
arah aksial yaitu searah (sejajar) dengan sumbu rotor. Jadi pengisapan
dan penekanan udara terjadi saat rangkaian sudu-sudu pada rotor itu
berputar secara cepat. Putaran cepat ini mutlak diperlukan untuk
mendapatkan aliran udara yang mempunyai tekanan yang diinginkan.
Teringat pula alat semacam ini adalah seperti kompresor pada sistem
turbin gas atau mesin-mesin pesawat terbang turbo propeller. Bedanya,
jika pada turbin gas adalah menghasilkan mekanik putar pada porosnya.
Tetapi, pada kompresor ini tenaga mekanik dari mesin akan memutar
rotor sehingga akan menghasilkan udara bertekanan.

Gambar 2.10 Kompresor aliran aksial

2.3 Cara Kerja Kompresor Torak


Seperti diperlihatkan pada gambar dibawah ini, kompresor torak atau kompresor bolak-
balik pada dasarnya dibuat sedemikian rupa hingga gerakan putar dari penggerak mula
menjadi gerak bolak- balik. Gerakan ini diperoleh dengan menggunakan poros engkol dan
batang penggerak yang menghasilkan gerak bolak- balik pada torak.
1. Hisap
Bila proses engkol berputar dalam arah panah, torak bergerak ke bawah oleh
tarikan engkol. Maka terjadilah tekanan negative ( di bawah tekanan atmosfer ) di
dalam silinder, dan katup isap terbuka oleh perbedaan tekanan, sehingga udara
terhisap.
a. Piston bergerak dari TDC ke BDC
b. Intake valve membuka & exhaust valve menutup
c. Udara luar terisap ( karena didalam ruang bakar kevakumannya lebih tinggi ),
seperti gambar 2.11. yang menjelaskan tentang langkah isap pada kompresor
torak satu tingkat.

Gambar 2.11. Kompresor Langkah Isap

2. Efisiensi Volumetrik
Efisiensi volumetrik adalah persentase pemasukan udara yang diisap terhadap
volume ruang bakar yang tersedia.
A. Kompresi
Bila torak bergerak dari titik mati bawah ketitik mati atas, katup isap tertutup dan
udara di dalam silinder dimampatkan.
B. Piston bergerak dari BDC ke TDC
C. Kedua valve menutup
D. Udara dikompresikan dan menyebabkan suhu dan tekanan naik(akibat dari
ruangnya dipersempit), seperti gambar 2.12. yang menjelaskan tentang langkah
kompresi pada kompresor torak satu tingkat.

Gambar 2.12. Kompresor Langkah Kompresi


E. Power Stroke
 Gas sisa pembakaran mengembang ( ekspansi karena panas, yang
menyebabkan gaya dorong )
 Kedua valve menutup
 Piston terdorong turun ke BDC

F. Keluar atau Buang


Bila torak bergerak keatas, tekanan didalam silinder akan naik, maka
katup keluar akan terbuka oleh tekanan udara atau gas, dan udara atau gas
akan keluar.
a. Piston bergerak dari BDC ke TDC
b. Exhaust valve membuka
c. Sisa pembakaran terbuang ( melalui exhaust valve & exhaust manifold ),
seperti gambar 2.13 yang menjelaskan tentang langkah isap pada
kompresor torak satu tingkat.

Gambar 2.13 Kompresor Langkah Keluar


2.4 Konstruksi Kompresor Torak
2.4.1 Silinder dan Kepala Silinder
Gambar berikut memberikan potongan kompresor torak kerja tunggal dengan
pendinginan udara. Silinder mempunyai bentuk silinder dan merupakan bejana
kedap udara dimana torak bergerak bolak- balik untuk menghisap dan
memampatkan udara.Silinder harus cukup kuat untuk menahan tekanan yang ada.
Untuk tekanan yang kurang dari 50 kgf/ cm2 ( 4.9 Mpa ) umumnya dipakai besi
cor sebagai bahan silinder. Permukaan dalam silinder harus disuperfinis sebab
licin torak akan meluncur pada permukaan ini. Untuk memancarkan panas yang
timbul dari proses kompresi, dinding luar silinder diberi sirip- sirip. Gunanya
adalah untuk memperluas permukaan yang memancarkan panas pada kompresor
dengan pendinginan udara.

Gambar 2.14 Silinder dan Kepala Silinder


Tutup silinder terbagi atas 2 ruangan, satu sebagai sisip isap dan sebagai sisip
keluar. Pada kompresor kerja ganda terdapat tutup atas silinder dan tutup bawah
silinder, seperti gambar 2.14 Sebagai mana pada silinder, tutup silinder harus
kuat, maka terbuat dari besi cor dan dinding luarnya diberi sirip- sirip pemancar
panas/ selubung air pendingin.
2.4.2 Torak dan Cincin Torak
Torak harus cukup tebal untuk menahan tekanan dan terbuat dari bahan
yang cukup kuat. Untuk mengurangi gaya inersia dan getaran yang mungkin
ditimbulkan oleh getaran bolak-balik, harus dirancang seringan mungkin.

Gambar 2.15. Torak dari Kompresor Bebas Minyak


Seperti pada gambar 2.15 Cincin torak dipasang pada alur-alur dikeliling torak dan
berfungsi mencegah kebocoran antara permukaan torak dan silinder. Jumlah cincin
torak bervariasi tergantung pada perbedaan tekanan antara sisi atas dan sisi bawah
torak. Tetapi biasanya pemakaian 2 sampai 4 buah cincin dapat dipandang cukup
untuk kompesor dengan tekanan kurang dari 10 kgf/ cm2. dalam hal kompresor
kerja tunggal dengan silinder tegak, juga diperlukan cincin penyapu minyak yang
dipasang pada alur paling bawah dari alur cincin yang lain. Cincin ini tidak
dimaksud untuk mencegah kebocoran udara dan melulu untuk menyeka minyak
yang terpercik pada dinding dalam silinder.

2.4.3 Katup-Katup
Katup-katup pada kompresor membuka dan menutup secara otomatis tanpa
mekanisme penggerak katup. Pembukaan dan penutupan katup tergantung dari
perbedaan tekanan yang terjadi antara bagian dalam dan bagian luar silinder. Jenis-
jenis katup yang biasa digunakan adalah jenis katup pita, katup cincin, katup kanal
dan katup kepak.
Gambar 2.16 Konstruksi Katup Kepak

2.4.4 Crank Shaft


Piston dapat bergerak maju mundur di dalam silinder disebabkan karena gerakan
memutar dari crankshaft. Crankshaft berbentuk batang yang salah satu sisinya
terhubung dengan motor elektrik melalui suatu jenis rangkaian kopling atau
rangkaian puli. Rotasi pada motor menyebabkan crankshaft ikut berputar. Pada sisi
yang lainnya, crankshaft terhubung dengan connecting rod yang mampu mengubah
gerakan memutar menjadi gerakan maju mundur. Pada kompressor multisilinder,
jumlah connecting rod harus sama dengan jumlah silinder.

2.4.5 Conneting Rod


Piston bergerak maju mundur di dalam silinder. Inilah yang dinamakan gerakan
torak pada kompresor. Pada saat bergerak, piston menghisap refrigerant dan
mengkompresikannya. Piston terbuat dari besi atau alumunium. Selama
gerakannya di dalam silinder, refrigeran tidak boleh bocor melalui lubang tempat
piston rod bergesekan dengan silinder, maka piston ditutupi dengan ring piston.
Ruang antara piston dengan silinder diisi dengan pelumas agar gerak piston lebih
baik.

Gambar 2.17 Penampang kompressor torak

2.4.6 Alat Pengatur Kapasitas


Kompresor harus dilengkapi dengan alat yang dapat mengatur laju volume
udara yang diisap sesuai denga laju aliran keluar yang dibutuhkan yang disebut
pembebas beban (unloader). Pembebas beban dapat digolongkan menurut azas
kerjanya yaitu pembebas beban katup isap, pembebas beban celah katup,
pembebas beban trolel isap dan pembebas beban dengan pemutus otomatik.
Untuk mengurangi beban pada waktu kompresor distart agar penggerak
mula dapat berjalan lancar, maka pembebas beban dapat dioperasikan secara
otomatik atau manual. Pembebas beban jenis ini disebut pembebas beban
awal.Adapun ciri- ciri, cara kerja dan pemakaian berbagai jenis pembebas beban
adalah sebagai berikut :

1. Pembebas Beban Katup Isap


Jenis ini sering dipakai pada kompresor berukuran kecil/sedang. Jika
kompresor bekerja maka udara akan mengisi tanki udara sehingga tekanannya
akan naik sedikit demi sedikit. Tekanan ini disalurkan kebagian bawah katup
pilot dari pembebas beban. Namun jika tekanan didalam tanki udara naik maka
katup isap akan didorong sampai terbuka. Jika tekanan turun melebihi batas
maka gaya pegas dari katup pilot akan mengalahkan gaya dari tekanan tanki
udara. Maka katup pilot akan jatuh, laluan udara tertutup dan tekanan dalam
pipa pembebas beban akan sama dengan tekanan atmosfer.

2. Pembebas Beban dengan Pemutus Otomatik


Jenis ini dipakai untuk kompresor yang relative kecil, kurang dari 7.5
KW. Disini dipakai tombol tekanan ( pressure switch) yang dipasang ditanki
udara. Motor penggerak akan dihentikan oleh tombol ini secara otomatis bila
tekanan udara dalam tanki udara melebihi batas tertentu. Pembebas beban jenis
ini banyak dipakai pada kompresor kecil sebab katup isap pembebas beban
yang berukuran kecil agak sukar dibuat.

2.4.7 Pelumasan
Bagian- bagian kompresor yang memerlukan pelumas adalah bagian-
bagian yang saling meluncur seperti silinder, torak, kepala silang, metal- metal
bantalan batang penggerak.

Gambar 2.17 Pelumasan Percik

Tujuannya dari gambar 2.17 adalah untuk mengecek keausan, merapatkan


cincin torak dan paking, mendinginkan bagian- bagian yang saling bergeser dan
mencegah pengkaratan. Untuk kompresor kerja tunggal yang berukuran kecil,
pelumasan dalam maupun pelumasan luar dilakukan secara bersama dengan cara
pelumasan percik atau dengan pompa pelumas jenis roda gigi. Pelumasan percik
menggunakan tuas percikan minyak yang dipasang pada ujung besar batang
penggerak. Metode pelumasan paksa menggunakan pompa roda gigi yang
dipasang pada ujung poros engkol. Kompresor berukuran sedang dan besar
menggunakan pelumas dalam yang dilakukan dengan pompa minyak jenis plunyer
secara terpisah.

2.4.8 Peralatan Pembantu

2.4.8.1 Saringan Udara


Jika udara yang diisap kompresor mengandung banyak debu
maka silinder dan cincin torak akan cepat aus.

Gambar 2.18 Saringan Udara


Saringan yang banyak dipakai biasanya terdiri dari tabung- tabung
penyaring yang berdiameter 10 mm dan panjang 10 mm. Dengan
demikian jika ada debu yang terbawa akan melekat pada saringan
sehingga udara yang masuk kompresor menjadi bersih, seperti pada
gambar 2.18 yang menjelaskan tentang air filter.

2.4.8.2 Katup Pengaman dan Receiver


Katup pengaman harus dipasang pada pipa keluar dari setiap
tingkat kompresor. Katup ini harus membuka dan membuang udara
keluar jika tekanan melebihi 1.2 kali tekanan normal maksimum
kompresor, seperti gambar dibawah ini yang menjelaskan tentang
penampang katup pengaman. Receiver digunakan untuk mengurangi
getaran yang terjai pada kompresor, agar saat pembacaan di gauge lebih
valid.

Gambar 2.19. Receiver driyer

2.4.8.3 Tangki Udara


Alat ini dipakai untuk menyimpan udara tekan agar apabila ada
kebutuhan udara tekan yang berubah-ubah jumlahnya dapat dilayani
dengan baik dan juga udara yang disimpan dalam tangki udara akan
mengalami pendinginan secara pelan- pelan dan uap air yang
mengembun dapat terkumpul didasar tanki.

Gambar 2.20 tangki kompresor


2.5 Perawatan Kompresor Torak
Perawatan kompresor sangatlah penting dikarenakan akan memperpanjang usia dari
kompresor tersebut. Dan tanpa dirawat dengan baik dan atau dipergunakan tidak sebagai
mestinya sesuai dengan peruntukannya, akan menyebabkan kompresor cepat rusak.
Perawatan kompresor terbagi menjadi beberapa tahap, tergantung dari running hour
kompresor itu sendiri :
1. 3000 hours
Hal-hal yang dilakukan untuk maintenance kompresor pada 3000 jam adalah :
- Ganti filter udara (pore size 10 µm, manufacturer by MANN).
- Ganti filter oli (pore size 10 µm, manufacturer by MANN).
- Penggantian pelumas (± 65 L, LE 6403 / SAE 68).
2. 6000 hours
Hal-hal yang dilakukan untuk maintenance kompresor pada 3000 jam adalah :
- Aktifitas yang sama saat PM 3000 hours (Ganti pelumas dan filter udara).
- Penambahan grease pada motor (± 40 gram, for front and back nipples).
- Clean up oil stop valve.
- Clean up check valve
3. 9000 hours
Hal-hal yang dilakukan untuk maintenance kompresor pada 3000 jam adalah :
- Aktifitas yang sama saat PM 3000 hours (Ganti pelumas dan filter udara).
- Pembersihan bagian luar pendingin, kedua pelumas dan udara pendingin.
- Ganti oil separator.
4. 12000 hours
Hal-hal yang dilakukan untuk maintenance kompresor pada 3000 jam adalah :
- Aktifitas yang sama saat PM 3000 hours (Ganti pelumas dan filter udara).
- Pembersihan bagian luar pendingin, kedua pelumas dan udara pendingin.
- Clean up minimum pressure valve.
- Bersihkan condensate traps.
- Cek karet kopling
- Cek flexible hoses
5. 24000 hours
Hal-hal yang dilakukan untuk maintenance kompresor pada 3000 jam adalah :
- Aktifitas yang sama saat PM 3000 hours (Ganti pelumas dan filter udara).
- Ganti bearing motor
- Ganti seal o-ring
- Ganti valve kit

2.6 Teori dan Persamaan perhitungan dalam Kompressor


2.6.1 Persamaan Kontinuitas
Hukum kontinuitas mengatakan bahwa untuk aliran fluida incompressible
tanpa gesekan, steady yang bergerak sepanjang stream line berlaku jumlah massa
alir yang masuk kontrol volum (titik 1) sama dengan massa alir fluida yang keluar
kontrol volum (titik 2) adalah sama, dirumuskan :
𝑚̇1 = 𝑚̇2 = 𝑘𝑜𝑛𝑠𝑡𝑎𝑛
𝜌. 𝑄1 = 𝜌. 𝑄2
𝜌1 . 𝐴1 . 𝑉1 = 𝜌2 . 𝐴2 . 𝑉2
Dimana : - ρ = massa jenis fluida (kg/m³)
- Q = debit fluida (m3/detik)
- A = luas penampang (m²)
- V = Kecepatan aliran fluida (m/s)

2.6.2 Hukum Termodinamika (I, II dan III)


A. Hukum Termodinamika I
Bila kita berikan sejumlah panas sebesar dQ pada suatu sistem,
maka sistem tersebut akan berekspansi melakukan suatu kerja luar yang
sebesar dW. Di samping itu, pemanasan terhadap sistem juga akan
menimbulkan hal-hal :
1. Pertambahan kecepatan molekul dari sistem
2. Pertambahan jarak antar molekul karena sistem berekspansi sehingga
panas dQ yang diberikan akan menyebabkan terjadi :
1. Pertambahan energi dalam sistem
2. Pertambahan energi kinematik molekul
3. Pertambahan energi potensial
4. Pertambahan energi fluida
Persamaan energi hukum termodinamika I
dQ = dU + dEK + dEP + dEF + dW
Bila pada sistem nilai EK, EP dan EF konstan (dEK = 0, dEP = 0, dEF =0)
maka disebut sistem diisolasi sehingga hukum termodinamika I : dQ = dU
+ dW

B. Hukum Termodinamika II
Hukum termodinamika II merupakan batasan-batasan tentang arah
yang dijalani suatu proses dan memberikan kriteria apakah proses itu
reversibel atau irreversibel. Salah satu akibat dari hukum termodinamika II
adalah konsep entropi. Perubahan entropi menentukan arah yang dijalani
suatu proses untuk melakukan perpindahan kerja W dari suatu sistem pada
kalor. Maka kalor yang harus diberikan kepada suatu sistem selalu lebih
besar.
Qdiserap > W yang dihasilkan

ηsiklus< 100%

C. Hukum Termodinamika III


Hukum termodinamika III terikat dengan temperatur nol absolut.
Semua proses akan berhenti dan entropi sistem akan mendekati nilai
minimum. Hukum ini juga merupakan bukti bahwa entropi benda
berstruktur kristal sempurna pada temperatur nol absolut bernilai nol.

2.6.3 Proses-proses pada hukum termodinamika


A. Hukum Termodinamika I
a. Proses Isobarik
Bila batas sistem bisa bergerak, tekanan gas akan tetap konstan
bila dipanaskan. Pada proses ini berlaku persamaan:
𝑇2 𝑉2
=
𝑇1 𝑉1
Perubahan entalpi pada proses ini sama dengan kalor yang
dimasukkan ke sistem yaitu:
ℎ2 − ℎ1 = 𝑞 = 𝑐𝑝 (𝑇2 − 𝑇1 )
Perubahan energi dalam pada proses ini adalah:
𝑢2 − 𝑢1 = 𝑐𝑣 (𝑇2 − 𝑇1 )
Kerja yang dilakukan sistem ini adalah:𝑊 = 𝑃(𝑉2 − 𝑉1 )
𝛥𝑊 = 𝛥𝑄 − 𝛥𝑈 = 𝑚. (𝑐𝑝 – 𝑐𝑣 ). (𝑇2 − 𝑇1 )

b. Proses Isokhorik/isovolumetrik

Pada proses ini volume pada sistem konstan.


Dengan demikian pada proses ini berlaku persamaan
𝑇2 𝑃2
=
𝑇1 𝑃1
Tidak ada kerja yang dilakukan selama proses ini, ΔV = 0 » W =
0. Besar panas yang keluar atau masuk sistem dinyatakan
dengan:
𝛥𝑄 = 𝑈2 − 𝑈1 » 𝛥𝑄 = 𝛥𝑈 » 𝛥𝑈 = 𝑚. 𝑐𝑣 (𝑇2 − 𝑇1 )
c. Proses Isotermik
Selama proses temperature sistem konstan, pada sistem ini
berlaku persamaan:
𝑃1 . 𝑉1 = 𝑃2 . 𝑉2
Dalam proses ini tidak terjadi perubahan energy dalam ataupun
perubahan entalpi.
Kerja yang dilakukan oleh sistem ini sebesar:
𝑉2 𝑉2
𝑊 = 𝑃1 . 𝑉1 . (𝑙𝑛 ) = 𝑃2 . 𝑉2 . (𝑙𝑛 )
𝑉1 𝑉1
d. Proses Adiabatik
Selama proses tidak ada panas yang keluar/masuk sistem jadi △Q = 0. Pada
sistem ini berlaku persamaan:
𝑃1 . 𝑉1𝑘 = 𝑃2 . 𝑉2𝑘
B. Hukum Termodinamika II

𝑒𝑛𝑒𝑟𝑔𝑖 𝑏𝑒𝑟𝑚𝑎𝑛𝑓𝑎𝑎𝑡 𝑊 𝑄2 − 𝑄1 𝑄1
𝜂= = = =1−
𝑒𝑛𝑒𝑟𝑔𝑖 𝑚𝑎𝑠𝑢𝑘𝑎𝑛 𝑄2 𝑄2 𝑄2

Menurut Carnot, untuk efisiensi mesin Carnot berlaku:


𝑇1
𝜂 = (1 − ) 𝑥100%
𝑇2
Dimana : T = suhu
η = efisiensi
P = tekanan
V = volume
W = usaha

2.6.4 Rumus Perhitungan

𝑇 = 273 + 𝑡𝑠 (𝐾)

8314.34 𝐽
𝑅= ( )
28.97 𝑘𝑔. 𝐾

𝑃𝑠= 𝑃𝑏𝑎𝑟 . 13,6. (𝑚𝐻2 𝑂)


𝑃 = 𝜌𝑎𝑖𝑟 . 𝑔. 𝑃𝑠 (𝑘𝑔. 𝑚−2 )
𝑃 𝑘𝑔
𝜌𝑢𝑑𝑎𝑟𝑎 = ( )
𝑅. 𝑇 𝑚3
Dimana :

T = temperatur ruangan (K)


ts = temperatur ruangan (oC)
R = konstanta gas universal
ρudara = rapat massa udara pada sisi isap (kg.m-3)
ρsaluran = rapat massa udara pada saluran (kg.m-3)
SG = spesifik gravity
𝜌𝑢𝑑𝑎𝑟𝑎
𝑆𝐺 =
𝜌𝑎𝑖𝑟
X = kelembaban relatif (%)
Pbar = tekanan barometer (mmHg)
Ps = tekanan atmosfer pada sisi isap (mH2O)
P = tekanan atmosfer (kg.m-2)
g = percepatan gravitasi (m.s-2)
hair = beda tekanan antara sebelum dan sesudah orifice (mH2O)
k = konstanta adiabatik = 1,4

2.6.4.1 Kapasitas aliran massa udara lewat orifice

W      A{( 2  g   saluran(  air  hair )}1 / 2  60(kg  menit 1 )

Dimana :
W = kapasitas aliran massa udara [kg/menit]
 = koefisien kerugian pada sisi buang (coeffisient of discharge) =
0,613852
 = faktor koreksi adanya ekspansi udara=0,999
A = luas penampang saluran pipa [ m 2 ]; d=0,0175 m
g = percepatan gravitasi bumi=9,81 [m/ s 2 ]
hair = beda tekanan antara sebelum dan sesudah orifice [ mH 2O ]

 air = rapat massa air [kg  m 3 ]

 saluran = rapat massa udara pada sisi isap [kg  m 3 ]


2.6.4.2 Debit aliran udara pada sisi isap

W
Qs  [m 3 / menit ]
 udara
Dimana :
Qs = debit aliran udara pada sisi isap
W = kapasitas aliran massa udara [kg/menit]
udara = massa jenis udara [kg/ m 3 ]

2.6.4.3 Daya udara adiabatik teoritis

k P  Qs  Pd  k 1 / k 
Lad      1 [kW]
k  1 6120  P  
Pd = Pdgage x 104 + 1,033 x 104 [kg m-2]
Dimana :
Lad = daya udara adiabatik teoritis [kW]
Pd = tekanan absolut udara pada sisi buang kompresor [kg m-2abs]
Pdgage = tekanan udara pada sisi buang kompresor [kg cm-2]

2.6.4.4 Efisiensi adiabatik

Lad
 ad 
Ls

Ls = Nm x m [kW]
Dimana :
Ls = daya input kompresor [kW]
Nm = daya input motor penggerak [kW]
m = efisiensi motor penggerak
2.6.4.5 Efisiensi volumetrik

Qs
v 
Qth

Qth = Vc x Nc [m3/min]
 2
Vc  .Dc .Lc .nc [m3]
4
Dimana :
Qth = kapasitas teoritis kompresor [m3/min]
Vc = volume langkah piston [m3]
Dc = diameter silinder = 0,065 [m]
Lc = langkah piston = 0,065 [m]
nc = jumlah silinder = 2
Nc = putaran kompresor [rpm]

2.7 Perhitungan Unjuk Kerja Kompresor Torak


Dalam perhitungan kapasitas kompresor torak ditunjukan dalam jumlah volume
gas/udara yang sebernarnya yang masuk pada setiap tingkat kompresor permenit dengan
satuan Actual Cubic Feet per Minute (ACFM) atau Inlet Cubic Feet per Minute (ICFM)
Kapasitas kompresor dapat dihitung dengan menggunakan persamaan:
Untuk Duplex Double Acting:
Dimana:

Efisiensi Volumetrik :
Efisiensi volumetrik adalah perbandingan antara kapasitas yang masuk ke dalam
silinder dengan kapasitas perpindahan torak. Efisiensi volumetrik dipengaruhi oleh:
 Clearance silinder.
 Perbandingan tekanan.
 Faktor kompresibilitas.
 Untuk kondisi sesungguhnya dimana terjadi losses pada katup masuk dan keluar sebesar 3
%, maka efisiensi volumetrik dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut:
BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Kompresor torak merupakan salah satu positive displacement compressor dengan
prinsip kerja memampatkan dan mengeluarkan udara / gas secara intermitten (berselang) dari
dalam silinder. Pemampatan udara / gas dilakukan didalam silinder. Elemen mekanik yang
digunakan untuk memampatkan udara / gas dinamakan piston / torak.
Perawatan kompresor sangatlah penting dikarenakan akan memperpanjang usia dari
kompresor tersebut. Dan tanpa dirawat dengan baik dan atau dipergunakan tidak sebagai
mestinya sesuai dengan peruntukannya, akan menyebabkan kompresor cepat rusak.

Maka, ketika akan menggunakan kompresor, pastikan dulu bahwa oli berada pada level
aman. Kemudian semua kran harus dipastikan dalam keadaan tertutup, belt tidak terlalu
kendur dan tidak juga terlalu kencang. Sebelum kompresor dinyalakan, atur terlebih dahulu
pengaturan gas agar tidak terlalu rendah dan juga tidak terlalu tinggi.

3.2 Saran
Dengan makalah ini penulis menyarankan pembaca, ketika mempunyai kompresor
seharusnya dapat mengetahui bagian-bagian dari kompresor bila perlu cara kerjanya,
lakukanlah perawatan terhadap kompresor karena komponen-komponen kompresor sering
berhadapan dengan halnya tekanan agar kompresor mempunyai usia yang lama.
DAFTAR PUSTAKA

Universitas Brawijaya.2016.MODUL DAN LAPORAN PRAKTIKUM


KOMPRESSOR.Malang :Teknik Mesin Universitas Brawijaya

Univesitas Mercubuana.2015.Modul praktikum Prestasi Mesin Pengujian Kompressor


Torak.Jakarta: Teknik Mesin Universitas Mercubuana