Anda di halaman 1dari 5

RESUME

APLIKASI GEOSTATISTIKA DALAM DUNIA


PERTAMBANGAN

Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Geostatistika


Pada Semester VI Program Studi Teknik Pertambangan Fakultas Teknik
Universitas Islam Bandung Tahun Akademik 2018/2019

Disusun oleh :
Hilman Muhammad Ramdhan
(10070113065)
Kelas : C

PROGRAM STUDI TEKNIK PERTAMBANGAN


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS ISLAM BANDUNG
1439 H / 2018 M
RESUME
APLIKASI GEOSTATISTIKA PADA DUNIA
PERTAMBANGAN

A. Pengertian Geostatistik
Menurut Oliver dan Carol Geostatistik adalah metode statistik yang
digunakan untuk melihat hubungan antar variabel yang diukur pada titik tertentu
dengan variabel yang sama diukur pada titik dengan jarak tertentu dari titik
pertama (data spasial) dan digunakan untuk mengestimasi parameter di tempat
yang tidak diketahui datanya. Untuk geostatistik menurut Carr, geostatistik
merupakan suatu disiplin yang menerapkan bermacam-macam metode kriging
(teknik perhitungan untuk menghitung estimasi dari suatu variabel teregional yang
menggunakan pendekatan bahwa data yang dianalisis dianggap sebagai suatu
realisasi dari suatu variabel acak, dan keseluruhan variabel acak yang dianalisis
akan membentuk suatu fungsi acak dengan menggunakan model struktural
variogram) untuk interpolasi spasial optimal. Sedangakan menurut Matheron,
geostatistik adalah ilmu yang khusus mempelajari distribusi dalam ruang, yang
sangat berguna untuk insinyur tambang dan ahli geologi, seperti grade, ketebalan,
akumulasi dan termasuk semua aplikasi praktis untuk masalah-masalah yang
muncul di dalam evaluasi endapan bijih.
Geostatistika merupakan suatu jembatan antara statistika dan Geographic
Information System (GIS). Analisis geostatistik merupakan teknik geostatistika
yang terfokus pada variabel spasial, yaitu hubungan antara variabel yang diukur
pada titik tertentu dengan variabel yang sama diukur pada titik dengan jarak
tertentu dari titik pertama.

B. Kegunaan Geostatistik
Geostatistik dapat digunakan pada bidang-bidang industri pertambangan
juga perminyakan, lingkungan, meteorologi, geofisika, pertanian, perikanan,
kelautan, ilmu tanah, fisika media heterogen, teknik sipil, akutansi dan astrofisika.
Geostatistik pada awalnya dikembangkan pada industri mineral untuk melakukan
perhitungan cadangan mineral, seperti emas, perak, platina.
D.K.Krige, seorang insinyur pertambangan Afrika Selatan, menyatakan
bahwa perhitungan dan analisa geostatistik dilihat dari titik pandang probabilistik,
sedangkan menurut George Matheron, seorang insinyur dari Ecoles des Mines,
Fontainebleau, Perancis, menerapkan teori probabilistik dan statistik untuk
memformulasikan pendekatan Krige dalam perhitungan cadangan bijih, yang
dikenal dengan metode kriging. Kelebihan ilmu geostatistik adalah
kemampuannya untuk mengkarakterisasi penerapan struktur spasial dengan
model probabilistik secara konsisten. Struktur spasial ini dikarakterisasi terstruktur
oleh variogram. Secara mendasar, ada dua macam metode yang didasarkan pada
variogram covariance, yaitu :
 Pemetaan dan estimasi, variogram dapat digunakan untuk menginterpolasi
antara titik data (kriging).
 Karakterisasi suatu ketidaktentuan pada estimasi (volume minyak bumi,
kadar di atas cut-off, resiko polusi), variogram yang sama dapat digunakan.

C. Geostatistik pada Pertambangan


Dalam dunia pertambangan, geostatistik pada dasarnya lebih digunakan
pada tahapan pertambangan yaitu pada tahap eksplorasi. Pada tahap eksplorasi
sendiri, geostatistik pada umumnya digunakan untuk membuat analisis pemodelan
bahan pemodelan bahan galian dan digunakan untuk membantu menghitung
sumberdaya dan cadangan bahan galian. Berikut aplikasi geostatistik pada dunia
pertambangan :
 Mengestimasi cadangan total
 Mengestimasi error
 Pemetaan kontur dan pembuatan grid
 Mengestimasi pemulihan area
Sumber : https://stackoverflow.com
Gambar 1
Contoh Metode Geostatistika

Statistik dalam geologi akan dapat dilihat peranannya dengan lebih mudah,
terutama dalam menganalisa data dalam beberapa contoh kasus seperti
pengolahan data kekar, uratan stratigrafi, estimasi mineral, klasifikasi data fosil,
dan sebagainya :
 Optimasi model
 Filter noise
 Regresi data geofisika
 Anomali regional
 Atribut seismic
 Analisa data logging, autokorelasi, cross-correlasi
 Analisa peta, perbandingan peta, kontur
 Analisa sequence untuk gempa dan letusan gunung api
 Analisa diskriminan untuk menentukan jenis litologi
DAFTAR PUSTAKA

Yulhendra, Dedi dan Yoszi Mingsi Anaperta. 2013. Estimasi Sumberdaya


Batubara dengan Menggunakan Geostatistika (Krigging). Jurnal
Teknologi Informasi dan Pendidikan.
Awali, Aldila Abid, Hasbi Yasin dan Rita Rahmawati. 2013. Estimasi Kandungan
Hasil Tambang Menggunakan Ordinary Indicator Krigging. Jurnal
Gaussian.
Anonim. 2015. Geostatistik. https://lingkarankata.blogspot.co.id/2015/01/geosta
tistik.html. Diakses pada tanggal 13 Februari 2018.