Anda di halaman 1dari 4

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Jantung merupakan sebuah organ dalam tubuh manusia yang
termasuk dalam sistem sirkulasi. Jantung bertindak sebagai pompa sentral
yang memompa darah untuk menghantarkan bahan-bahan metabolisme
yang diperlukan ke seluruh jaringan tubuh dan mengangkut sisa-sisa
metabolisme untuk dikeluarkan dari tubuh(Andra & Yessie, 2013).
Non ST Elevasi Infark Miokard (NSTEMI) istilah yang merujuk
pada penyakit jantung adanya ketidakseimbangan antara pemintaan dan
suplai oksigen ke miokardium terutama akibat penyempitan arteri koroner
akan menyebabkan iskemia miokardium lokal. Iskemia yang bersifat
sementara akan menyebabkan perubahan reversibel pada tingkat sel dan
jaringan (Sylvia, 2009). Non STEMI merupakan tipe infark miokard tanpa
elevasi segmen ST yang disebabkan oleh obstruksi koroner akibat erosi
dan ruptur plak. Erosi dan ruptur plak ateroma menimbulkan
ketidakseimbangan suplai dan kebutuhan oksigen. Pada Non STEMI,
trombus yang terbentuk biasanya tidak menyebabkan oklusi menyeluruh
lumen arteri koroner (Kalim, 2008).
World Health Organization (WHO) menyatakan bahwa pada
tahun 2013 penyakit kardiovaskuler lebih banyak menyebabkan kematian
dari pada penyakit lainnya. Infark miokard akut merupakan salah satu
penyakit kardiovaskuler terbanyak pada pasien rawat inap di rumah sakit
negara-negara industri (Antman dan Braunwald, 2010). Infark miokard
dapat dibedakan menjadi infark miokard dengan elevasi gelombang ST
(STEMI) dan infark miokard tanpa elevasi gelombang ST (NSTEMI)
(Thygesen et al., 2012). Menurut data American Heart Association (AHA)
tahun 2015, angka kematian penyakit kardiovaskuler di Amerika Serikat
sebesar 31,3%. Di Indonesia, berdasarkan laporan Direktorat Jendral
Pelayanan Medik (Ditjen Yanmed), penyakit sistem sirkulasi termasuk
didalamnya penyakit kardiovaskular menjadi penyebab kematian utama.

1
Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013 melaporkan prevalensi
penyakit jantung koroner di Indonesia berdasarkan diagnosis dokter atau
gejala sebesar 1,5% (Ditjen Yanmed, 2005; Veronique, 2007; Riskesdas,
2013; Mozaffarian et al., 2015).
NSTEMI memiliki angka kematian yang tinggi, khususnya dalam
2 jam pertama setelah onset serangan, sehingga diperlukan marker untuk
diagnosis dini dan marker prognostik yang cepat dan tepat untuk
mempercepat penanganan dan mencegah kematian. Payah jantung
merupakan salah satu komplikasi tersering. Angka kejadian payah jantung
setelah IMA sekitar 51-71%, terutama pada pasien yang berumur lanjut
(Dzankovic & Pojskic, 2007; Mozaffarian et al., 2015).
Pengobatan yang diberikan selama di Rumah Sakit melibatkan
semua Profesi diantaranya dokter, perawat, apoteker dan ahli gizi.
Pelayanan kesehatan merupakan suatu implementasi sosial yang
kompleks, karena bergerak dibidang pelayanan jasa yang melibatkan
berbagai kelompok profesi, salah satunya yaitu perawat (Sumijatun, 2010).
Perawat sebagai tenaga kesehatan profesional mempunyai
kesempatan paling besar untuk asuhan keperawatan yang komprehensif
(Hamid, 2009). Asuhan keperawatan yang diberikan mengacu kepada
tahapan proses keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosa
keperawatan, perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Asuhan
keperawatan yang diberikan berupa bentuk pelayanan profesional dalam
pemenuhan kebutuhan dasar kepada individu yang sehat maupun sakit
yang mengalamí gangguan fisik, psikis, dan sosial agar dapat mencapai
derajat kesehatan yang optimal (Nursalam, 2008).
Berdasarkan uraian di atas, maka kami tertarik untuk membuat
“Asuhan Keperawatan pada Ny “S” dengan Gangguan Sistem
Kardiovaskuler : Non ST Elevasi Infark Miokard (NSTEMI) di Ruang
ICU AK Gani Palembang”.

2
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang tersebut, rumusan masalah dari
makalah ini adalah Asuhan Keperawatan pada Ny “S” dengan Gangguan
Sistem Kardiovaskuler : Non ST Elevasi Infark Miokard (NSTEMI) di
Ruang ICU AK Gani Palembang 2018.

C. Tujuan
1. Tujuan Umum
Mahasiswa dapat melaksanakan Asuhan Keperawatan pada Ny
“S” dengan Gangguan Sistem Kardiovaskuler : NSTEMI di Ruang
ICU AK Gani Palembang
2. Tujuan Khusus
a. Dapat melakukan pengkajian pada Ny “S” dengan Gangguan
Sistem Kardiovaskuler : NSTEMI di Ruang ICU AK Gani
Palembang 2018.
b. Dapat menentukan diagnosa keperawatan pada Ny “S” dengan
Gangguan Sistem Kardiovaskuler : NSTEMI di Ruang ICU AK
Gani Palembang 2018.
c. Dapat membuat intervensi keperawatan pada Ny “S” dengan
Gangguan Sistem Kardiovaskuler : NSTEMI di Ruang ICU AK
Gani Palembang 2018.
d. Dapat melakukan implementasi keperawatan pada Ny “S” dengan
Gangguan Sistem Kardiovaskuler : NSTEMI di Ruang ICU AK
Gani Palembang 2018.
e. Dapat melakukan evaluasi keperawatan pada Ny “S” dengan
Gangguan Sistem Kardiovaskuler : NSTEMI di Ruang ICU AK
Gani Palembang 2018.

D. Waktu Pelaksanaan

3
Asuhan Keperawatan pada Ny “S” dengan Gangguan Sistem
Kardiovaskuler : NSTEMI di Ruang ICU AK Gani Palembang dilakukan
pada tanggal November 2018.

E. Tempat Pelaksanaan
Asuhan Keperawatan pada Ny “S” dengan Gangguan Sistem
Kardiovaskuler : NSTEMI di Ruang ICU AK Gani Palembang 2018.
F. Manfaat
1. Bagi Rumah Sakit AK Gani Palembang
Asuhan Keperawatan ini diharapkan dapat memberikan
sumbangan pemikiran dan acuan kepada perawat dalam memberikan
asuhan keperawatan secara komprehensif pada pasien dengan
Gangguan Sistem Kardiovaskuler : Non ST Elevasi Infark Miokard
(STEMI).
2. Bagi Institusi Pendidikan
Asuhan keperawatan ini diharapkan dapat menjadi informasi
yang berguna untuk meningkatkan kualitas pendidikan keperawatan
serta sebagai acuan bagi mahasiswa dalam melakukan praktek klinik.
3. Bagi Penulis
Penulis dapat menerapkan asuhan keperawatan pada pasien
dengan NSTEMI, serta mendapat pengalaman yang nyata dalam
melakukan tindakan keperawatan secara komprehensif menggunakan
metode proses asuhan keperawatan dengan menerapkan ilmu yang
didapatkan selama proses pembelajaran atau pendidikan