Anda di halaman 1dari 2

Membuat VCO dengan kwalitas yang baik

Ada beberapa cara pengolahan ataupun pembuatan umum VCO, yaitu dengan cara
pemanasan, peragian, dan pancingan yang lazim dikenal untuk pembuatan VCO mempunyai
kelemahan. Pemanasan menyebabkan bau tengik dan menguapnya asal laurat dan kapriat.
Sedangkan peragian membutuhkan asupan bakteri yang sulit didapat.
Saat ini sudah berhasil dikembangan cara pembuatan VCO dengan kwalitas yang terbaik yaitu
dengan cara mixing dengan putaran High Speed, > 1.500 ppm

Untuk mendapatkan 1 liter CVO murni dengan cara mixer dibutuhkan kelapa tua ukuran besar
sekitar 10 s/d 15 butir. Harga VCO yang sudah jadi di pasaran berkisar dari Rp. 25 ribu s/d 50
ribu/ 100 ml. (sudah dalam kemasan botol platik).

Untuk memudahkan pembuatan, ambil 10 s/d 15 butir kelapa tua yang telah didiamkan selama
1 bulan. Kupas dan keluarkan daging dari tempurung. Buang lapisan luar dading kelapa yang
berwarna coklat dengan pisau, lalu parut daging kelapa dengan alat pemarut manual/mesin
atau dengan tangan. Kelapa parutan harus langsung diperas santannya.Tenggang waktu tidak
boleh dari ½ jam, kalau kelamaan minyak akan gagal terbentuk.
Caranya, kelapa parutan dilarutkan pada 6 Liter air dan diperas untuk diambil santan. Lakukan
dengan dua kali pemerasan, misal pertama 3 Liter dan selanjutnya 3 Liter. Diamkan santan itu
dalam wadah yang berkeran selama 15 – 30 menit.

Sentrifugal
Setelah didiamkan maka terbentuklah dua lapisan, kanil atau kepala santan pada bagian atas
dan air di bawah. Buang air dengan membuka keran. Umumnya dari 6 Liter santan dihasilkan 3
– 4 kanil dan 2-3 liter air, protein, dan minyak. Simpan kanil pada baskom bersih, lalu putar
dengan mixer dengan kecepatan penuh selama 15 menit. Kecepatan ideal untuk sekala industri
sekitar 1.500 ppm. Putaran itu menyebabkan emulsi terdispersi alias terpecah. Saat itulah
udara disekitar bertindak sebagai koagulan untuk menarik protein dari minyak dan air.
Putaran itu sangat efektif. Buktinya, setelah didiamkan 2-4 jam di galon air mineral yang dibalik,
lapisan air, minyak, dsan blondo terbentuk. Bandingkan dengan cara minyak pancingan yang
membutuhkan waktu sekitar 8 – 10 jam. Minyak diambil dengan membuka keran bawah galon
yang dimodifikasi. Bila proses sempurna, diperoleh sekitar 1 Liter VCO. Pada sebuah kasus,
minyak dapat terbentuk setelah didiamkan selama ½ – 1 jam. Rahasianya sangat sederhana,
santan diperoleh tanpa dilarutkan dalam air. Minyak yang dihasilkan disebut VCO premium
alias super.
Minyak yang dihasilkan dari proses sentrifugal itu memiliki bau khas kelapa. Namun, perlu
dijernihkan dan diturunkan kadar airnya melalui proses penyaringan. Ada 3 tahap penyarinigan,
pertama dengan saringan anti karat berukuran 200 mesh, kedua kertas saring 400 msh, dan
terakhir kertas tisue tanpa pafum. Penyaringan yang terakhir berfungsi ganda: menyaring dan
menurunkan kadar air. Air biasanya tertahan di tisue atau mengendap ke udara.

Uji Lab Terhadap VCO


Mengapa minyak kelapa murni ampuh untuk mengobati penyakit maut ?
Menurut Dr AH Bambang Setiaji MSc, yang mempopulerkan minyak dara, VCO mengandung
93% asam lemak jenuh, tetapi 47 – 53% berupa minyak jenuh berantai sedang. Sifatnya tidak
dapat tersintesis menjadi kolestrol, tidak ditimbun dalam tubuh, mudah dicerna dan dibakar.
Hasil uji Laboraturium Kimia Universitas Gadjah Mada menunjukan, zat dominan dalam minyak
dara adalah asam laurat, mencapai 50.33%. kandungan lain berupa 14,32 % asam kaproat,
10.25% asam kaprat, 12.91% asam miristat, dan 4,92% asam palmitat.

Menurut Prof Walujo Samoero Soerjodibroto (Guru Besar Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran
Universitas Indonesia) asam laurat terbukti anti virus, dan anti protozoa. Patogen yang mampu
diatasi oleh minyak dara antara lain bakteri Streptococcus agalactiae dan Streptococcus aerus,
beragam virus seperti herpes, sarkoma, HIV, Leukimia, dan cytomegalovirus. Semua patogen
berlapis lemak.

Dengan demikian asam laurat yang juga berupa minyak dapat menyatu dengan organisme itu
untuk kemudian mematikanya. Mekanismenya sederhana, mikroorgenisme itu mempunyai
dinding sel yang tersusun dari lipid. Dinding sel itu ditembus oleh monolaurin sehingga cairan di
dalam sel tersedot keluar. Terjadilah pengerutan sel yang mengakibatkan mikroorganisme mati.
Uniknya, mekanisme itu hanya berlaku untuk mikroorganisme jahat.

Antibiotik yang selama ini dimanfaatkan untuk mengatasi serangan organisme patogenik itu
kurang manjur. Karena antibiotik hanya larut dalam darah, tetapi tidak larut dalam lemak.

Prof dr Walujo Soerjodibro MSc. Guru besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia itu
mengatakan, konsumsi minyak kelapa sesuai kebutuhan tidak berdampak buruk terhadap
kesehatan. Justru membina kesehatan termasuk janrung dan pembuluh darah. Pantas saja
masyarakat Pukapuka dan Tokelau di Lautan Pasific, seperti dikisahkan Dr Bruce Fife dalam
“The Healing Miracles of Coconut Oil, mempunyai kesehatan prima.

Padahal mereka mengkonsumsi lemak dalam bentuk minyak kelapa 60% dari total kalori per
hari. Rumus yang selama ini dipercaya banyak orang, konsumsi lemak maksimal 30% dari total
kalori jika tak ingin menderita penyakit jantung. Sekitar 10% diantaranya batas maksimal
konsumsi lemak jenuh. Artinya konsusi lemak masyarakat Pukapuka 2 kali dari ambang batas.
Faktanya, mereka terbebas dari beragam penyakit degeneratif seperti jantung, diabetes, dan
kanker.

Berbagai penelitian menguatkan bukti empiris khasiat minyak perawan (VCO) yang selama ini
ditemukan. Hasil penelusuran Trubus Magazine menunjukan minyak dara itu menyembuhkan
jantung koroner, diabetes, hiperteroid, kolestrol dan stroke. Akibat menderita penyumbatan
pembuluh darah disekitar panggul dekat tulang ekor, Untung Sukarji mesti dilarikan ke Rumah
Sakit. Kala rasa nyeri menyerang paha kanan dan pinggul, pengajar di sekolah Tinggi Negara
itu tak sanggup berjalan. Saat berbaring pun ia tidak dapat megubah posisi badan. Beruntung
setelah mengkonsumsi 24 botol VCO bervolume 125 ml selama dua minggu dikombinasikan
dengan akupuntur kondisinya berangsur pulih. Kini kelahiran Jember 57 tahun silam itu bahkan
sanggup berlari-lari pag