Anda di halaman 1dari 3

PELAKSANAAN PHBS DI SEKOLAH SD

Pembangunan kesehatan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemarnpuan dan kemauan


hidup sehat bagi setiap penduduk agar dapat mewujudkan derajat kesehatan yang setinggi-tingginya.
Dengan perkataan lain bahwa masyarakat diharapkan marnpu berperan sebagai pelaku pembangunan
kesehatan dalarn menjaga, memelihara dan meningkatkan derajat kesehatannya sendiri, serta berperan aktif
dalam mewujudkan kesehatan masyarakatnya.

Promosi kesehatan di sekolah merupakan upaya memberdayakan siswa, guru dm masyarakat


lingkungan sekolah agar tahu, mau dm mampu mempraktikkan PHBS dan berperan aktif dalam
mewujudkan sekolah sehat. Upaya mewujudkan PHBS di sekolah mempunyai manfaat yang besar dalam
meningkatkan status kesehatan siswa yakni tenvujudnya sekolah yang bersih dan sehat sehingga siswa,
guru dan masyarakat lingkungan sekolah terlindungi dari berbagai gangguan dan ancaman penyakit.
Selan'jutnya, meningkatnya semangat proses belajar mengajar yang berdarnpak pada prestasi belajar siswa.
Citra sekolah sebagai institusi pendidikan semakin meningkat sehingga marnpu menarik minatorang tua
mwid dan dapat mengangkat citra dan kinerja pemerintahan daerah di bidang pendidikan. Menjadi
percontohan sekolah sehat bagi daerah lain (Pedoman Pengelolaan Promosi Kesehatan, Depkes, 2008)

Berdasarkan UU 2012003 pasal 6 dinyatakan bahwa semua warga Negara Indonesia yang berusia
7-1 5 tahun wajib mcngikuti pendidikan dasar (Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah dan Sekolah Menengah
PertamaMadrasah Tsanawiyah). Dengan demikian jumlah anak sekolah cukup besar. Bahkan, Tujuan
Pembangunan Millenium, dimana Indonesia juga ikut meratifikasinya, menyatakan bahwa semua anak
hams mendapatkan pendidikan dasar dan sekolah berperan penting dalam mendukung pencapnian t~!juante
rsebut. Ikhtisar Data Pendidikan Nasional tahun 200512006, menunjukkan bahwa persentase jumlah
penduduk Indonesia pada usia wajib belajar (7-15 tahun) yang mengikuti pendidikan cukup tinggi.
E'ersentase anak usia 7-12 tahun yang sekolah di jenjang SD/MI mencapai 99,4% (Pembinaan Perilaku
Hidup Bersih dan Sehat di Berbagai Tatanan, Depkes, 2007). Sekolah selain berfungsi sebagai tempat
pembelajaran juga dapat menjadi ancaman penularan penyakit jika tidak dikelola dengan baik. Lebih dari
itu, usia ' sekolah bagi anak juga merupakan masa rawan terserang berbagai penyakit.

Tujuan

• Meningkatkan peserta didik, guru dan masyarakat lingkungan sekolah untuk ber-PHBS

• Meningkatkan lingkungan sekolah yang sehat, aman dan nyaman

• Meningkatkan akses (kesempatan) untuk pelaksanaan pelayanan kesehatan di sekolah

• Meningkatkan peran aktif peserta didik, guru dan masyarakat lingkungan sekolah untuk
meningkatkan kesehatan masyarakat di sekitar lingkungan sekolah
Informasi - siapa dan berapa orang
INFORMAN

- Guru sekolah
- Kepala sekolah
- Anak didik
- Penjaga sekolah /
- Penjual makanan ( Kantin )

Lokasi dan waktu

- Kegiatan wawancara ini di lakukan pada tanggal 12 s.d 13 Desember di sekolah dasar 17 negeri
kota kendari

Hasil tebel

No Open Coding Propertis Serangkaian Kata


1 Lingkungan Kantin sekolah tidak semua juga kantin sekolah
bersih, masih ada yang tidak bersih

2 Perilaku Diam diam mereka diam diam sajah, dan


mereka bilang ,, ok pak nanti kami
bersikan
3 Kegiatan Penyuluhan penyuluhan kesehatan dan senam
bersama

RANCANGAN TEORI

UKS

PHBS Sekokah
Kepala sekoah
Guru Sekolah Penjual
Anak Didik makanan

Masyarakat
Jajanan sehat
PEMBAHASAN

Permasalahan PHBS di sekokah

• Usia awal sekolah baik untuk menanamkan nilai PHBS tetapi belum dimanfaatkan optimal

• Usia anak sekolah: masa rawan terserang gangguan berbagai penyakit.

• Masalah kesehatan sangat kompleks dan berbeda2 di setiap tingkatan

• Untuk tingkat TK dan SD lebih banyak pada masalah PHBS

• Untuk tingkat SMP dan SMA lebih banyak pada kesehatan reproduksi & perilaku berisiko yang
cenderung dilakukan oleh remaja

• Peranan sekolah belum optimal dalam mengembangkan promosi kesehatan di sekolah

• Masih banyak sekolah belum termasuk sekolah sehat

• Dukungan kebijakan promosi kesehatan di sekolah masih kurang

Jadi manurut rancangan teori di atas maka dapat di simpulkan bahwa hubungan antara PHBS
sekolah dengan lingkugan sekolah itu sangat erat hubungannya, dimana anak didik dan guru guru
menjadi bagian dari kegiatan UKS serta perwakilan masyarakat dalam hal ini orang tua juga sangat
berpengaruh besra dalam terciptanya pHBS sekoah dengan dukungan dana dan perannya sebagai
orang tua yang sealu mengingatkan pentinganya kesehatandi sekolah.

PHBS sekolah memberdayakan siswa, guru dan masyarakat di lingkungan sekolah agar tahu, mau dan
mampu mempraktikkan PHBS serta berperan aktif dalam mewujudkan Sekolah Ber-PHBS.

Indikator PHBS sekolah

1. Mencuci tangan dengan air bersih yang mengalir dan sabun

2. Jajan di kantin sekolah yang sehat

3. Membuang sampah pada tempatnya

4. Mengikuti kegiatan olah raga di sekolah

5. Menimbang berat badan dan mengukur tinggi badan setiap bulan

6. Tidak merokok di sekolah

7. Memberantas jentik nyamuk di sekolah secara rutin

8. Buang air besar dan buang air kecil di jamban sekolah

Dukungan

• Pemerintah Daerah (Gubernur,Bupati/Walikota, Bappeda, DPRD)

• Lintas Sektor (Depkes, Depdiknas, Depag, Depdagri)

• Tim Pembina UKS

• Tim Pelaksana UKS

• Komite Sekolah

• Kepala Sekolah

• Guru

• Orang Tua Murid