Anda di halaman 1dari 25

MAKALAH MATERI DAN ENERGI

“MINYAK BUMI”

Disusun Oleh :

Kelompok 8
Faradillah (17175011)
Firda Weri (17175013)
Melia Vivi Ningrum (17175020)

DOSEN PEMBIMBING :

Dr. RAMLI, M.Si

PROGRAM STUDI MAGISTER PENDIDIKAN FISIKA


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI PADANG
2017
KATA PENGANTAR

Alhamdulillahirobbil’aalamiin. Puji dan syukur hanya milik Allah SWT yang


telah memberikan rahmatNya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini.
Sebagai judul dari makalah ini adalah “Minyak Bumi” . Penulisan makalah
ini bertujuan untuk memenuhi salah satu tugas pada mata kuliah Materi dan Energi.
Dalam menyelesaikan makalah ini, penulis dibantu dan dibimbing oleh berbagai
pihak. Untuk itu penulis mengucapkan terima kasih kepada:
1. Bapak Dr. Ramli, M.Si, sebagai dosen pembina mata kuliah Materi dan
Energi
2. Orang tua yang telah memberikan dukungan moril dan materil
3. Teman – teman dan semua pihak yang telah membantu.
Semoga bantuan dan bimbingan yang telah diberikan menjadi amal shaleh
bagi Bapak, orang tua dan teman-teman serta mendapat balasan yang berlipat ganda
dari Allah SWT.
Penulis menyadari bahwa dalam makalah ini masih terdapat kekurangan dan
kelemahan. Untuk itu penulis mengharapkan saran untuk menyempurnakan makalah
ini. Semoga makalah ini bermanfaat bagi pembaca.

Padang, Desember 2017

Penulis

i
DAFTAR ISI

Kata Pengantar ................................................................................................... i


Daftar Isi .............................................................................................................. ii
BAB I PENDAHULUAN .................................................................................... 1
A. Latar Belakang .......................................................................................... 1
B. Rumusan Masalah ..................................................................................... 2
C. Tujuan Penulisan ....................................................................................... 2
BAB II PEMBAHASAN .................................................................................... 3
A. Proses Terbentuknya Minyak Bumi ......................................................... 3
B. Pengolahan Minyak Bumi ........................................................................ 6
C. Sifat – Sifat Fisika Minyak Bumi ............................................................. 12
D. Kelebihan dan Kekurangan Penggunaan Minyak Bumi .......................... 15
E. Penggunaan Minyak Bumi di Dunia ........................................................ 16
BAB III PENUTUP ............................................................................................. 21
A. Kesimpulan ............................................................................................... 21
B. Saran .......................................................................................................... 21
Daftar Pustaka ..................................................................................................... 22

ii
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Pada era globalisasi sekarang ini semua aktivitas manusia selalu
menggunakan peralatan – peralatan yang modern yang dapat di jalankan dengan
menggunakan sumber energi, seperti kendaraan bermotor yang menggunakan
bahan bakar berupa BBM (Bahan Bakar Minyak). Oleh karena itu, maka
kebutuhan akan minyak bumi semakin meningkat, hal ini menuntut kita untuk
mengetahui lebih dalam tentang dunia perminyakan. Minyak bumi merupakan
sumber energi yang banyak digunakan untuk memasak, kendaraan bermotor dan
industri . Minyak bumi tersebut berasal dari pelapukan sisa-sisa organisme yang
telah mati sehingga disebut juga bahan bakar fosil.
Pengetahuan tentang minyak bumi sangat penting untuk kita ketahui,
mengingat minyak bumi adalah suatu sumber energi yang tidak dapat
diperbaharui lagi, sedangkan penggunaan sumber energi ini didalam kehidupan
kita sehari-hari mencakup sangat luas dan cukup memegang peranan penting
serta menguasai hajat hidup orang banyak.
Selain bahan bakar, minyak bumi merupakan bahan industri yang penting.
Bahan-bahan atau produk yang dibuat dari minyak dan gas bumi ini disebut
petrokimia. Puluhan ribu jenis bahan petrokimia tersebut dapat digolongkan ke
dalam plastik, serat sintetik, karet sintetik, pestisida, detergen, pelarut, pupuk,
dan lain sebagainya. Mengingat sangat pentingnya peran minyak bumi dalam
kehidupan manusia, pada makalah ini penulis ingin memberikan sedikit
gambaran tentang minyak bumi tersebut.

1
B. Rumusan Masalah
Dari latar belakang di atas maka rumusan masalah pada makalah ini
adalah :
1. Bagaimana proses terbentuknya minyak bumi ?
2. Bagimana cara pengolahan minyak bumi ?
3. Apa saja sifat fisika yang ada pada minyak bumi ?
4. Apa kelebihan dan kekurangan minyak bumi ?
5. Bagaimanakah penggunaan minyak bumi di Indonesia?

C. Tujuan Penulisan
Dari rumusan masalah di atas tujuan dari penulisan makalah ini adalah :
1. Untuk mengetahui bagaimana proses terbentuknya minyak bumi
2. Untuk mengetahui bagaimana cara pengolahan minyak bumi
3. Untuk mengetahui apa saja sifat fisika yang ada pada minyak bumi
4. Untuk mengetahui apa kelebihan dan kekurangan minyak bumi
5. Untuk mengetahui bagaimana penggunaan minyak bumi di indonesia

2
BAB II
PEMBAHASAN

A. Proses Terbentuknya Minyak Bumi


Minyak Bumi berasal dari bahasa latin, yaitu petroleum. Petra berarti
batuan dan Oleum berarti minyak. Minyak bumi terbentuk akibat pelapukan sisa-
sisa atau bangkai hewan dan tumbuhan renik yang terkubur dalam jangka waktu
jutaaan tahun lamanya di dasar lautan. Proses tersebut dipengaruhi oleh suhu,
tekanan, dan aktivitas mikroorganisme tertentu yang menghasilkan senyawa-
senyawa, khususnya hidrokarbon.
Komposisi minyak mentah terdiri dari hidrokarbon alkana, sikloalkana dan
senyawa aromatik. Dan susunan hidrokarbon dalam minyak bumi berbeda-beda
tergantung dari umur dan suhu pembentukan zat tersebut. Tambang minyak bumi
di Indonesia banyak mengandung senyawa hidrokarbon siklik (sikloalkana
maupun aromatik) dengan kadar belerang rendah. Di Amerika mengandung
alkana, sedangkan di Rusia banyak mengandung sikloalkana.
Proses pembentukan minyak bumi memakan waktu jutaan tahun. Minyak
bumi yang terbentuk meresap dalam batuan yang berpori seperti air dalam batu
karang. Minyak bumi dapat pula bermigrasi dari suatu daerah ke daerah lain,
kemudian terkosentrasi jika terhalang oleh lapisan yang kedap. Walupun minyak
bumi terbentuk di dasar lautan, banyak sumber minyak bumi yang terdapat di
daratan. Hal ini terjadi karena pergerakan kulit bumi, sehingga sebagian lautan
menjadi daratan. Dewasa ini terdapat dua teori utama yang berkembang
mengenai asal usul terjadinya minyak bumi, antara lain:
1. Teori Anorganik (Abiogenesis)
Barthelot (1866) mengemukakan bahwa di dalam minyak bumi
terdapat logam alkali, yang dalam keadaan bebas dengan temperatur tinggi
akan bersentuhan dengan CO2 membentuk asitilena. Kemudian Mandeleyev
(1877) mengemukakan bahwa minyak bumi terbentuk akibat adanya pengaruh

3
kerja uap pada karbida-karbida logam dalam bumi. Yang lebih ekstrim lagi
adalah pernyataan beberapa ahli yang mengemukakan bahwa minyak bumi
mulai terbentuk sejak zaman prasejarah, jauh sebelum bumi terbentuk dan
bersamaan dengan proses terbentuknya bumi. Pernyataan tersebut berdasarkan
fakta ditemukannya material hidrokarbon dalam beberapa batuan meteor dan
di atmosfir beberapa planet lain. Secara umum dinyatakan seperti dibawah ini:
Berdasarkan teori anorganik, pembentukan minyak bumi didasarkan pada
proses kimia, yaitu :
a. Teori alkalisasi panas dengan CO2 (Berthelot)
Reaksi yang terjadi:
alkali metal + CO2 karbida
karbida + H2O ocetylena
C 2 H2 C6H6 komponen-komponen lain
Dengan kata lain bahwa didalam minyak bumi terdapat logam alkali
dalam keadaan bebas dan bersuhu tinggi. Bila CO2 dari udara bersentuhan
dengan alkali panas tadi maka akan terbentuk ocetylena. Ocetylena akan
berubah menjadi benzena karena suhu tinggi. Kelemahan logam ini
adalah logam alkali tidak terdapat bebas di kerak bumi.
b. Teori karbida panas dengan air (Mendeleyef)
Asumsi yang dipakai adalah ada karbida besi di dalam kerak bumi yang
kemudian bersentuhan dengan air membentuk hidrokarbon,
kelemahannya tidak cukup banyak karbida di alam.
2. Teori Organik (Biogenesis)
Berdasarkan teori Biogenesis, minyak bumi terbentuk karena adanya
kebocoran kecil yang permanen dalam siklus karbon. Siklus karbon ini terjadi
antara atmosfir dengan permukaan bumi, yang digambarkan dengan dua
panah dengan arah yang berlawanan, dimana karbon diangkut dalam bentuk
karbon dioksida (CO2). Pada arah pertama, karbon dioksida di atmosfir
berasimilasi, artinya CO2 diekstrak dari atmosfir oleh organisme fotosintetik

4
darat dan laut. Pada arah yang kedua CO2 dibebaskan kembali ke atmosfir
melalui respirasi makhluk hidup (tumbuhan, hewan dan mikroorganisme).
P.G. Mackuire yang pertama kali mengemukakan pendapatnya bahwa
minyak bumi berasal dari tumbuhan. Beberapa argumentasi telah
dikemukakan untuk membuktikan bahwa minyak bumi berasal dari zat
organik yaitu:
a. Minyak bumi memiliki sifat dapat memutar bidang polarisasi,ini
disebabkan oleh adanya kolesterol atau zat lemak yang terdapat dalam
darah, sedangkan zat organik tidak terdapat dalam darah dan tidak dapat
memutar bidang polarisasi.
b. Minyak bumi mengandung porfirin atau zat kompleks yang terdiri dari
hidrokarbon dengan unsur vanadium, nikel, dsb.
c. Susunan hidrokarbon yang terdiri dari atom C dan H sangat mirip dengan
zat organik, yang terdiri dari C, H dan O. Walaupun zat organik
menggandung oksigen dan nitrogen cukup besar.
d. Hidrokarbon terdapat di dalam lapisan sedimen dan merupakan bagian
sedimentasi.
e. Secara praktis lapisan minyak bumi terdapat dalam kambium sampai
pleistosan.
f. Minyak bumi mengandung klorofil seperti tumbuhan.
Teori organik (biogenesis) lebih di terima dalam asal mula
pembentukan minyak bumi sehingga teori anorganik tidak di pakai karena
terdapat kelemahan – kelamahan dari teori tersebut. Bakteri mempunyai
potensi besar dalam proses pembentukan hidrokarbon minyak bumi dan
memegang peranan dari sejak matinya senyawa organik sampai pada waktu
diagnosa, serta menyiapkan kondisi yang memungkinkan terbentuknya
minyak bumi. Zat organik sebagai bahan utama pembentuk utama minyak
bumi adalah lipid,zat organik dapat terbentuk dalamkehidupan laut ataupun

5
darat dan dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu: yang berasal dari nabati dan
hewani.

B. Pengolahan Minyak Bumi


Minyak bumi biasanya berada 3-4 km di bawah permukaan laut. Minyak
bumi diperoleh dengan membuat sumur bor. Minyak mentah yang diperoleh
ditampung dalam kapal tanker atau dialirkan melalui pipa ke stasiun tangki atau
ke kilang minyak.
Minyak mentah (cude oil) berbentuk cairan kental hitam dan berbau
kurang sedap. Minyak mentah belum dapat digunakan sebagai bahan bakar
maupun untuk keperluan lainnya, tetapi harus diolah terlebih dahulu. Minyak
mentah mengandung sekitar 500 jenis hidrokarbon dengan jumlah atom C-1
sampai 50. Titik didih hidrokarbon meningkat seiring bertambahnya jumlah atom
C yang berada di dalam molekulnya. Oleh karena itu, pengolahan minyak bumi
dilakukan melalui destilasi bertingkat, dimana minyak mentah dipisahkan ke
dalam kelompok-kelompok (fraksi) dengan titik didih yang mirip.
Proses pengolahan minyak bumi dapat dikatakan memakan proses waktu
yang cukup lama dan harus melewati beberapa tahapan. Ada 4 tahapan proses
pengolahan minyak bumi, sebagai berikut :
1. Tahap Eksplorasi
Dalam tahap ini, para ahli minyak bumi akan melakukan eksplorasi
yang bertujuan untuk informasi-informasi keberadaan dan perkiraan cadangan
minyak bumi yang akan ditemukan melalui peninjauan kondisi geologi dan
batuan yang ada di tempat tersebut, setelah itu dilanjutkan dengan proses
penyelidikan geofisika yang menggunakan metode memberikan getaran kecil
atau gempa kecil yang diarahkan menuju bawah bumi dan akan memantul
kembali ke permukaan bumi sehingga memungkinkan untuk mengetahui
lokasi minyak bumi secara ilmiah.

6
2. Tahap Eksploitasi
Tahap ini merupakan tahap dimana minyak bumi mulai dikeluarkan dari
bawah bumi untuk selanjutnya diproses menjadi bahan yang dapat
dimanfaatkan menjadi beberapa produk yang bermanfaat. Umumnya
pengambilan minyak bumi menggunakan sebuah alat rig pengeboran yang
memiliki tekanan mulai dari 2000 psi-15000 psi. dimana 1 psi (Pounds per
Square Inch) setara dengan 6.894,76 Pascal. Penggunaan akan rig pengeboran
dapat dilakukan di atas tanah (on shore) atau di atas laut (off shore). Rig
pengeboran memiliki alat utama yaitu rotating system dimana drilling rig akan
berputar dan membuat lubang pada tanah memungkinkan untuk pengambilan
minyak bumi.

Gambar 1. Pengeboran di Atas Tanah (on shore)

Gambar 2. Pengeboran di Atas Laut (off shore)

7
3. Tahap Pemisahan
Minyak bumi merupakan campuran hidrokarbon yang memiliki
susunan senyawa kompleks, terdiri dari senyawa alkana, alkuna, alkena,
senyawa aromatik, naftalena. Senyawa tersebut memiliki rantai dengan
panjang yang berbeda serta titik didih yang berbeda. Semakin panjang rantai
yang dimiliki oleh suatu senyawa maka titik didihnya akan semakin tinggi
pula. Oleh sebab itu minyak bumi mentah harus dipisahkan berdasarkan titik
didihnya. Proses distilasi bertingkat merupakan proses kimia yang paling
cocok digunakan untuk memisahkan senyawa-senyawa minyak bumi
berdasarkan fraksinya. Mengapa berdasarkan fraksinya? Karena kita tahu
bahwa minyak bumi tersusun atas beberapa senyawa-senyawa hidrokarbon
dan senyawa lainnya, sangat tidak praktis dan membutuhkan dana ekonomi
yang tinggi bila memisahkan minyak bumi berdasarkan persenyawaanya.
Oleh sebab itu pemisahan minyak bumi dilakukan berdasarkan fraksinya.
Fraksi merupakan zat cair yang di peroleh dalam suatu kisaran suhu tertentu.
Pada pemisahan minyak bumi terdapat fraksi ringan dan fraksi berat.
Proses distilasi bertingkat memiliki suhu yang berbeda pada setiap
tingkatannya, semakin tinggi tingkatannya maka semakin rendah suhu dan
fraksinya. Di bawah ini adalah gambar proses dari destilasi bertingkat pada
penyulingan minyak mentah (cude oil).

8
Gambar 3. Proses Distilasi (penyulingan) minyak mentah

Gambar 4. Proses Distilasi (penyulingan) minyak mentah yang berlangsung


di Kolom Distilasi.

Minyak mentah hasil dari pengeboran di alirkan ke kapal tangker


untuk kemudian di distribusikan ke kilang minyak. Disinilah terjadi proses
distilasi. Pertama, miyak mentah dipanaskan dengan suhu sekitar 400 derajat
C. Komponen yang titik didihnya lebih tinggi akan tetap berupa cairan dan

9
akan mengalir turun ke bawah, sedangkan yang titik didihnya lebih randah
akan menguap naik ke atas melalui sungkup-sungkup yang disebut sungkup
gelembung. Semakin keatas suhu di dalam menara fraksionasi itu semakin
rendah. Dengan demikian, setiap kali komponen dengan titik didih lebih
tinggi naik, akan mengembun dan terpisah, sedangkan komponen dengan
titik didih lebih rendah akan terus naik ke bagian yang lebih atas lagi.
Begitulah seterusnya, sehingga komponen yang paling atas itu berupa gas.
Komponen yang berupa gas itu disebut gas petrolium. Kemudia gas
petrolium tersebut dicairkan dan dikenal sebagai LPG (Liquefied Petroleum
Gas).Suhu pada distilasi bertingkat dapat di lihat pada Tabel 1.

Tabel 1. Nama Fraksi dan Suhu pada destilasi bertingkat


Nama Suhu Pada Tray (Celcius)
Gas (LNG & LPG) 20
Nafta / Petroleum Eter 40
Bensin 70
Minyak Tanah/Kerosin 120
Diesel 200
Pelumas 300
Paraffin/lilin 300
Aspal/Residu 600

Hasil Fraksi Minyak Bumi :


a. Fraksi Satu
Fraksi ini merupakan fraksi paling ringan dan berbentuk gas. Gas yang
dihasilkan adalah LNG (Propana & Butana) dan LPG (Metana dan
Etana).

10
b. Fraksi Dua
Fraksi ini merupakan petroleum eter. Fraksi yang memiliki suhu titik
didih yang lebih kecil dari fraksi petroleum eter akan terus menguap ke
tray/tingkatan selanjutnya. Sedangkan fraksi petroleum eter akan
dialirkan menuju tempat penampungan.
c. Fraksi Tiga
Fraksi bensin/gasolin. Fraksi ini merupakan susunan dari campuran
alkana.
d. Fraksi Empat
Fraksi Minyak tanah yang merupakan campuran alkana yang memiliki
panjang rantai C12H26-C15H32.
e. Fraksi Lima, fraksi Diesel dimana merupakan campuran alkana yang
memiliki panjang rantai C15H32-C16H34.
f. Fraksi Enam,fraksi Pelumas dan fraksi Paraffin.
g. Fraksi Tujuh, fraksi ini merupakan residu yang keluar dari tray distilasi
bertingkat paling bawah. Fraksi ini merupakan fraksi berat dimana
merupakan campuran sisa yang tidak menguap dengan pemanasan suhu
lebih dari 3750 Celsius. Umumnya merupakan campuran yang
dimafaatkan sebagai aspal.
4. Tahap Finishing
Tahap finishing merupakan tahap proses lanjutan untuk menghasilkan
produk sesuai dengan permintaan konsumen dalam jumlah yang besar dan
memiliki kualitas yang tinggi. pada proses ini minyak bumi yang telah
dipisahkan berdarkan fraksinya akan diubah struktur kimia, molekul, dan
bentuk. Proses yang digunakan meliputi :
a. Perengkahan (cracking)
Perengkahan adalah pemecahan molekul besar menjadi molekul –
molekul kecil. Contohnya, perengkahan fraksi minyak ringan / berat
menjadi fraksi gas, bensin, kerosin, dan minyak solar/diesel

11
b. Reforming
Reforming bertujuan mengubah struktur molekul rantai lurus
menjadi rantai bercabang / alisklik / aromatik. Sebagai contoh, komponen
rantai lurus (C5-C6) dari fraksi bensin di ubah menjadi aromatic
c. Alkilasi
Alkilasi adalah penggabungan molekul – molekul kecil menjadi
molekul besar. Contohnya, penggabungan molekul propena dan butena
menjadi komponen fraksi bensin.
d. Coking
Coking adalah proses perengkahan fraksi residu padat menjadi
fraksi minyak bakar dan hidrokarbon intermediat (produk antara). Dalam
proses ini di hasilkan kokas (coke). Kokas digunakan di industri
alumunium sebagai electrode untuk ekstraksi logam Al.

C. Sifat – Sifat Fisika Minyak Bumi


1. Titik Didih Rerata Fraksi
Titik didih rerata dapat diperoleh dari data distilasi ASTM (American
Society for Testing Material). Distilasi ASTM merupakan informasi untuk
operasi di kilang bagaimana fraksi – fraksi seperti komponen gasoline, bahan
bakar jet, minyak diesel dapat di ambil dari minyak mentah yang di sajikan
dalam bentuk persen penguapan.
2. Berat jenis
Setiap fraksi kira-kira sebanding dengan akar pangkat tiga titik
didihnya dalam skala absolute pada tekanan 1 atmosfir.
3. Panas Jenis
Menurut Watson dan Fallon, panas jenis uap minyak bumi mempunyai
korelasi dengan suhu dan faktor karakterisasi K menurut persamaan sebagai
berikut:
Cp = (0,045 K - 0,233) + (0,44+ 0,017K) 10-3t – (0, 153) 10-6 t 2

12
Sehingga uap minyak bumi yang mempunyai faktor karakterisasi tertentu ,
panas jenisnya merupakan fungsi kuadrat dari suhunya. Panas jenis rerata uap
minyak bumi dapat di tentukan dengan ditentukan dengan rumus pendekatan
sebagai berikut:
Cp rerata = 1/6 (Cp1 + 4 Cpt + Cp2 )
Dimana :
Cp1 = panas jenis uap minyak pada t1
Cp2 = panas jenis uap minyak pada t2
Cpt = panas jenis pada suhu rerata, yaitu pada ½ ( t1 + t2)

4. Panas Laten Penguapan


Panas laten penguapan ialah panas yang diperluakan untuk
menguapkan satu satuan berat cairan pada titik didih atmosferis. Panas laten
penguapan molar pada tekanan atmosferis untuk cairan-cairan non-polar
seperti cairan hidrokarbon dapat dperkirakan dengan persamaan
Kistiakowsky.
Mr = Tb [7,58 + 4,57 log Tb]
Dimana :
Mr = panas laten penguapan
Tb = titik didih normal
Untuk menentukan panas laten penguapan fraksi minyak bumi pada
tekanan yang lain dari tekanan atmosferis, Watson mengajukan persamaan
empiris :

L = panas laten penguapan absolut T


LB = Panas laten penguapan padatitik didih normal

13
γ = Faktor koreksi
5. Titik Kritis
Suhu kritis adalah suhu tertinggi dimana gasmasih dapat dicairkan
dengan menggunakantekanan.Tekanan minimum yang diperlukan
untukmencairkan gas pada suhu kritis disebut tekanan kritis. Volum pada
suhu kritis tersebut disebut volum kritis.Pada titik kritis, yaitu pada suhu dan
tekanan kritis tidak dapat dibedakan lagi antara fasa gas dan fasa cair. Tidak
terjadi perubahan volume apabila cairan diuapkan pada titik kritis, dan
tidakdiperlukan panas untuk penguapannya.
6. Koefisien Ekspansi
Koefisien Ekspansi adalah fraksi pertambahan volume apabila satu
satuan volume bahan di panaskan sebesar satu derajat.
7. Vikositas (kekentalan)
Viskositas kritis uap minyak dapat ditentuan dengan persamaan:

μc : Viskositas kritis,
M : Berat molekul;
Tc : Suhu kritisdalam K,
Pc :Tekanan kritis dalam atmosfer.
8. Tekanan uap
Tekanan uap adalah tekanan di mana fase uap zatberada pada
kesetimbangan dengan fasa cair zattersebut pada suhu tertentu
9. Tegangan muka
Tegangan muka berbagai produk minyak bumi mempunyai daerah
harga yang sempit, yaitu sekitar 24 sampai 38 dyne/cm.

14
D. Kelebihan dan Kekurangan Penggunaan Minyak Bumi
1. Kelebihan Bahan Bakar Fosil
a. Mampu menghasilkan listrik dalam jumlah besar di satu lokasi
b. Relatif lebih mudah untuk ditemukan
c. Relatif hemat biaya
d. Transportasi mudah melalui pipa
e. Bahan bakar ini sangat stabil bila dibandingkan dengan zat lain
f. Untuk saat ini banyak tersedia
g. Memiliki potensi besar untuk melistriki seluruh dunia

2. Kekurangan Bahan Bakar Fosil


a. Bahaya Lingkungan
Pencemaran lingkungan merupakan salah satu kelemahan utama
dari bahan bakar fosil. Sudah menjad fakta yang diketahui semua orang
bahwa karbon dioksida, yang merupakan gas yang dilepaskan ketika bahan
bakar fosil dibakar, merupakan salah satu gas utama yang bertanggung
jawab untuk pemanasan global. Kenaikan suhu bumi telah mengakibatkan
mencairnya es di kutub, banjir daerah dataran rendah dan kenaikan
permukaan air laut. Jika kondisi ini berlanjut, Bumi kita mungkin
menghadapi beberapa konsekuensi serius dalam waktu dekat.
b. Harga minyak yang meningkat
Negara Tengah-timur memiliki cadangan besar minyak dan gas
alam dan banyak negara lain yang tergantung pada mereka untuk pasokan
bahan bakar ini. Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) adalah
kelompok 13 negara termasuk Iran, Irak, Kuwait, Qatar, Arab Saudi dan
UEA. Mereka bertanggung jawab untuk 40 persen dari produksi minyak
dunia dan memegang mayoritas cadangan minyak dunia, menurut
Administrasi Informasi Energi (EIA). OPEC terus memantau volume
minyak yang dikonsumsi dan kemudian menyesuaikan produksi sendiri

15
untuk mempertahankan harga per barel yang diinginkan. Hal ini
menyebabkan fluktuasi harga di seluruh dunia.
c. Hujan Asam
Sulfur dioksida adalah salah satu polutan yang dilepaskan ketika
bahan bakar fosil dibakar dan merupakan penyebab utama hujan asam.
Hujan asam dapat menyebabkan kerusakan bangunan yang terdiri dari bata.
Bahkan tanaman dapat terpengaruh karena pengasaman tanah liat.
Pertambangan batubara menyebabkan rusaknya ekosistem dan juga
membahayakan nyawa penambang.
d. Efek pada Kesehatan Manusia
Polusi dari kendaraan dan pembangkit listrik batubara bertenaga
dapat menyebabkan bahaya lingkungan yang serius. Penyakit polusi terkait
berkisar dari ringan sampai parah dan secara signifikan dapat
mempengaruhi kualitas hidup seseorang. Polusi udara dapat menyebabkan
asma, gangguan paru obstruktif kronis atau COPD dan kanker paru-paru.
Paparan jangka panjang dapat meningkatkan infeksi pernafasan pada
populasi umum.
e. Tidak Terbarukan
Saat ini, bahan bakar fosil mengalami eksploitasi yang sangat tinggi
untuk memenuhi kesenjangan antara permintaan dan penawaran dan
diperkirakan bahwa bahan bakar ini akan habis dalam 30-40 tahun ke
depan. Karena tak terbarukan, maka ada kemungkinan bahwa biaya bahan
bakar akan menghadapi kenaikan tajam dalam waktu dekat.

E. Penggunaan Minyak Bumi di Dunia


Minyak bumi sangat banyak di gunakan di semua sektor bidang, seperti
PLTD, Industri, Memasak, dan bahan bakar. Berikut adalah diagram perubahan
energi yang terjadi saat penggunaan minyak bumi.

16
Gambar 5. Skema perubahan energi yang terjadi saat penggunaan minyak
bumi

Negara-negara produsen minyak terbesar, yang bila dikombinasikan


memproduksi hampir 45% dari total produksi minyak mentah dunia, adalah
Amerika Serikat (AS), Arab Saudi, Russia, dan Republik Rakyat Tiongkok
(RRT).

Gambar 6. Negara – Negara pengahasil minyak bumi terbesar

Meskipun saat ini banyak negara yang mendalami potensi energi


terbarukan, pentingnya dan ketergantungan pada minyak di dunia tidak bisa
dipungkiri, ataupun diabaikan. Bahan bakar fosil akan tetap menjadi sumber
energi paling penting, dengan minyak berkontribusi 33%, batubara 28% dan gas
alam 23% dari total sumber energi (IMF: April 2011). Sumber energi terbarukan

17
hanya berkontribusi sedikit pada total suplai energi primer dunia (energi primer
termasuk bahan bakar fosil - minyak, batubara dan gas alam, energi nuklir dan
energi terbarukan, geotermal, tenaga air, sinar matahari dan angin).
Peningkatan permintaan untuk minyak mentah dikombinasikan dengan
kekuatiran mengenai ketersediaannya menyebabkan harga minyak mencapai
rekor tinggi dalam sejarah pada tahun 2000an. Meskipun tren yang meningkat ini
diganggu sementara oleh krisis finansial global 2008-2009, permintaan minyak
dunia meningkat secara signifikan setelah 2009 (dan karenanya harganya naik
sejalan dengan itu), sebagian besar disebabkan karena level konsumsi minyak
mentah yang meningkat di negara-negara berkembang yang menunjukkan
pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) yang subur. RRT berkontribusi
untuk sebagian besar dari konsumsi energi dunia dan karenanya mempengaruhi
harga pasar dunia untuk sumber energi primer.
Kendati begitu, sejak pertengahan 2014, harga minyak dunia mulai
menurun tajam karena lambatnya aktivitas perekonomian dunia (terutama karena
pertumbuhan ekonomi yang jatuh di RRT saat pemerintahannya berusaha
mengalihkan perekonomiannya dari berorientasi ekspor kepada berorientasi
konsumsi) dan peningkatan produksi shale oil AS, sementara Organization of
Petroleum Exporting Countries (OPEC) memutuskan untuk tidak mengurangi
tingkat produksi. Pada bulan Februari 2016 harga minyak sentuh titik terendah
selama 13 tahun. Namun, setelahnya mulai pulih.
Proyeksi Masa Mendatang Sektor Minyak di Indonesia
Mirip dengan banyak negara-negara lain, Indonesia berusaha mengurangi
ketergantungannya pada minyak sebagai sumber energi karena harga minyak
yang tinggi dan masalah lingkungan hidup. Saat ini, kira-kira 50% energi negara
ini bersumber dari minyak; angka yang ingin dikurangi Pemerintah menjadi 23%
pada tahun 2025 dengan menempatkan lebih banyak penekanan pada sumber-
sumber terbarukan dan batubara.

18
Gambar 7. Upaya pengurangan minyak bumi sebagai sumber energi utama di
masa depan

Pemerintah Indonesia masih memiliki harapan tinggi untuk memulihkan


kekuatan sektor minyak karena negara ini masih memiliki cadangan minyak yang
besar, dan permintaan minyak (terutama domestik) yang meningkat. Sementara
itu, industri minyak tetap industri yang menguntungkan (walaupun harga telah
sangat menurun di 2015) seperti yang dibuktikan oleh angka-angka laba bersih
Pertamina. Kendati begitu, akan dibutuhkan usaha-usaha serius dari semua
pemangku kepentingan (terutama Pemerintah Indonesia) untuk kembali
mencapai kuantitas produksi lebih dari 1 juta barel (sebuah target ambisius yang
masih ditargetkan Pemerintah).
Dalam rangka mencapai target ini, dibutuhkan investasi-investasi skala
besar dan didukung oleh kerangka peraturan yang transparan dan pasti (yang juga
memperkirakan koordinasi yang baik antara berbagai kementerian dan
pemerintah-pemerintah daerah). Kurangnya investasi dalam eksplorasi minyak
yang baru telah menyebabkan penurunan level produksi minyak selama dua
dekade terakhir karena penuaan ladang-ladang minyak negara ini. Bila
Pemerintah tidak menyediakan insentif-insentif yang menstimulasi investasi-

19
investasi dalam pengembangan sektor minyak hilir, tren penurunan ini kecil
kemungkinannya dapat berubah arah.

20
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
1. Minyak Bumi berasal dari bahasa latin, yaitu petroleum. Petra berarti batuan dan
Oleum berarti minyak. Minyak bumi terbentuk akibat pelapukan sisa-sisa atau
bangkai hewan dan tumbuhan renik yang terkubur dalam jangka waktu jutaaan
tahun lamanya.
2. Ada 4 tahapan proses pengolahan minyak bumi, sebagai berikut :
a. Tahap Eksplorasi
b. Tahap Eksploitasi
c. Tahap Pemisahan
1) Distilasi bertingkat
d. Tahap Finishing
1) Perengkahan (cracking)
2) Reforming
3) Alkilasi
4) Coking
B. Saran
Minyak bumi merupakan sumber energi utama pada saat sekarang ini, untuk itu
hendaklah kita sehemat mungkin menggunakannya dan mencoba mencari
sumber energi alternatif sebagai pengganti minyak bumi.

21
DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2016. Modul Minyak Bumi. (diakses tanggal 10 Desember 2017)


http://electrobuzzzz.blogspot.co.id/2015/08/energi.html(diakses tanggal 10 Desember
2017)
http ://id.wikipedia.org/wiki/kilang_minyak (diakses tanggal 10 Desember 2017)
https://irwansaah.wordpress.com/2012/01/14/proses-pembentukan-minyak-
bumi/(diakses tanggal 10 Desember 2017)

https://sherchemistry.wordpress.com/kimia-x-2/minyak-bumi/(diakses tanggal 10
Desember 2017)

http://www.prosesindustri.com/2015/01/proses-konversi-pada-fraksi-minyak-
bumi.html(diakses tanggal 10 Desember 2017)

http://www.satuenergi.com/2015/12/kelebihan-dan-kekurangan-bahan-
bakar.html(diakses tanggal 10 Desember 2017)

http://www.wowcang.com/2015/10/temukan-jawaban-bagaimana-minyak-
bumi.html(diakses tanggal 10 Desember 2017)

22