Anda di halaman 1dari 8

TEKNOLOGI SISTEM INFORMASI GEOGRAFI

DALAM SISTEM VEHICLE TRACKING

Ade Akhyar Nurdin


H1F007016
dari berbagai sumber

Kebutuhan atas peta, baik untuk pembangunan, perjalanan, kesenangan maupun aksesoris
sudah semakin meningkat seiring dengan perkembangan kemajuan teknologi serta
keinginan manuasia untuk menjelajah dan melakukan perjalanan dalam mencari
informasi maupun menambah kekayaan informasi diluar habitat yang ditempati. Salah
satu komponen ini adalah gambaran dari bumi baik seutuhnya maupun sebagian yang
diletakkan dalam format analog maupun digital. Kita ketahui banyak macam peta yang
ada seperti rupa bumi, peta tematik, peta citra, dan lain sebagainya yang ada intinya
menyajikan informasi perihal lokasi. Penjelasan dan asosiasi atas lokasi tersebut yang
meliputi hal-hal sebagai berikut: gambar perihal liputan lahan maupun fungsi dari liputan
lahannya yang berupa liputan tumbuhan (hutan, belukar, dan padang rumput dan
sebagainya), liputan unsur air (laut, danau, rawa, sungai dan sebagainya). Liputan
mengenai semua yang berhubungan dengan segala sesuatu buatan manusia (kota,
bangunan, jalan dan lain-lain) serta tambahan informasi yang diperlukan untuk
memperjelas penyajian peta tersebut yang berupa keterangan nama, simbol-simbol, garis
ketinggian serta hal-hal yang perlu untuk ditampilkan diatas peta yang dibuat.

PengenalanGPS

Saat ini GPS adalah sistem satelit navigasi yang paling populer dan paling banyak
diaplikasikan di dunia, baik di darat, laut, udara, maupun angkasa. Disamping aplikasi
aplikasi militer, bidang-bidang aplikasi GPS yang cukup marak saat ini antara lain
meliputi survai pemetaan, geodinamika, geodesi, geologi, geofisik, transportasi dan
navigasi, pemantauan deformasi, pertanian, kehutanan, dan bahkan juga bidang olahraga
danrekreasi.

Tapi mungkin belum banyak yang tahu apa itu sebenarnya GPS, GPS (Global Positioning
System) adalah sistem satelit navigasi dan penentuan posisi yang dimiliki dan dikelola
oleh Amerika Serikat. Sistem ini didesain untuk memberikan posisi dan kecepatan tiga-
dimensi serta informasi mengenai waktu, secara terus menerus di seluruh dunia tanpa
bergantung waktu dan cuaca, bagi banyak orang secara simultan. Saat ini GPS sudah
banyak digunakan orang di seluruh dunia dalam berbagai bidang aplikasi yang menuntut
informasi tentang posisi, kecepatan, percepatan ataupun waktu yang teliti. GPS dapat
memberikan informasi posisi dengan ketelitian bervariasi dari beberapa millimeter
sampai dengan puluhan meter. Dengan GPS kita dapat mengetahui posisi geografis kita
(lintang, bujur, dan ketinggian di atas permukaan laut), jadi dimanapun kita berada di
muka bumi ini, kita dapat mengetahui posisi kita dengan tepat.

Untuk perangkat GPS telah banyak beredar berbagai merk dan jenis, meskipun masih
jarang ditemui. Tapi pada dasarnya ada 3 macam tipe alat GPS, dengan masing-masing
memberikan tingkat ketelitian posisi yang berbeda-beda. Tipe alat GPS pertama adalah
tipe navigasi (Handheld dan Handy GPS), tipe nagivasi harganya cukup murah, sekitar 1
– 4 juta rupiah, namun ketelitian posisi yang diberikan saat ini baru dapat mencapai 3
sampai 6 meter. Tipe pertama ini yang sering digunakan untuk keperluan umum seperti
pada ponsel, penunjuk arah pada alat transportasi, untuk pendakian dan sebagainya. Tipe
alat yang kedua adalah tipe geodetik single frekuensi (tipe pemetaan), yang biasa
digunakan dalam survai dan pemetaan yang membutuhkan ketelitian posisi sekitar
sentimeter sampai dengan beberapa desimeter. Tipe terakhir adalah tipe geodetik dual
frekuensi yang dapat memberikan ketelitian posisi hingga mencapai milimeter. Tipe ini
biasa digunakan untuk aplikasi precise positioning seperti pembangunan jaringan titik
kontrol, survai deformasi, dan geodinamika. Harga receiver tipe geodetik cukup mahal,
mencapai ratusan juta rupiah untuk 1 unitnya.

Untuk GPS tipe navigasi dan transportasi darat dengan tampilan visual diperlukan peta
pendukung yang biasanya disediakan oleh pihak produsen maupun vendor lokal. Peta
pendukung ini diperlukan untuk mendapatkan tampilan visual tentang suatu kota atau
daerah yang ingin dikunjungi. Beberapa website lokal seperti www.navigasi.net dan
www.indogeotech.com telah menawarkan pelayanan akses GPS, peta pendukung dan
juga menjual perangkat GPS.

PengertianGPS

GPS adalah navigasi bersumber pada sistem satelit terdiri atas 24 jaringan satelit yang
berada pada orbit bumi. Di bawah departemen pertahanan AS. GPS sesungguhnya
digunakan oleh militer, tetapi pada tahun 1980, pemerintah AS menggunakannya untuk
kepentingan sipil. GPS berfungsi pada semua cuaca, dimanapun di dunia 24 jam sehari.
Tidak ada keahlian kusus atau pengguanaan cadangan energi yang signifikan dalam
pengoperasiaan GPS. Pada saat ini sistem GPS sudah banyak digunakan orang diseluruh
dunia, termasuk di Indonesia, terutama digunakan pada aplikasi-aplikasi yang menuntut
informasi tentang posisi. Dibanding dengan sistem dan metode penentuan posisi lainnya
GPS mempunyai banyak kelebihan dan menawarkan banyak keuntungan, baik dalam segi
operasionalnya maupun kualitas posisi yang diberikan.

GPS mulai dikembangkan tahun 1973 dan beroperasi dengan sempurna tahun 1994.
Cakupan GPS meliputi seluruh tempat di dunia, beroperasi secara continueu serta tidak
bergantung pada cuaca. GPS dapat digunakan oleh banyak orang pada saat yang sama.
Informasi yang diberikan GPS adalah posisi 3D, kecepatan, serta informasi waktu. GPS
dikembangkan oleh gabungan institusi yang tergabung dalam IGEB (Interagency GPS
Executive Board) terdiri dari Defense Co-Chair, Transfortation Co-Chair, Comerce, State,
Joint Chief of Staf, Justice,, NASA dll.

Aplikasi GPS

Pada awalnya GPS digunakan hanya untuk kalangan militer, namun sejalan dengan
perkembangannya sekarang GPS digunakan oleh banyak kalangan di masyarakat antara
lain:
a. Survey pemetaan

b. Aplikasi-aplikasi militer

c. Geodesi, geomatika dan deformasi

d. Navigasi dan transformasi.

e. Pendaftaran tanah (BPN)

f. Pertanian dan kehutanan

g. Fotogrametri dan remote sensing

h. GIS (Geographic Information System)

i. Studi kelautan

j. Aplikasi olah raga dan rekreasi

*) Alat GPS

Terdapat berbagai jenis reeiver GPS. Receiver GPS dapat di bedakan menurut
kegunaanya antara lain:

a. type geodetic

Receiver jenis ini dapat menentukan koordinat dengan ketelitian yang sangat tinggi (orde
mm). harganya mahal (100 s/d 250 juta rupiah). Pengoperasianya komplek minimal
menggunakan 2 alat (differential).

b. Type pemetaan

Receiver jenis ini dapat menentukan posisi dengan ketelitian berkisar 10 cm s/d 1 m di
gunakan untuk keperluan Navigasi. Di gunakan dalam berbagai aplikasi dan keperluan
antara lain :

1) Navigasi di lingkungan militer

2) Navigasi para pecinta alam

3) Navigasi transportasi

4) Navigasi pemotretan udara dll

Penggunaan GPS
Contoh penggunaan GPS meliputi:

1. Mengetahui batas kecepatan kendaraan

2. Dapat mengetahui waktu tempuh yang diperlukan untuk sampai ke tempat tujuan

3. Dapat mengetahui tempat atau lokasi daerah

4. Melacak dan memantau kendaraan

5. Mengetahui history (masa lampau) yang dilalui oleh kendaraan

6. menjadi solusi keamanan bagi kendaraan pribadi maupun perusahaan dari ancaman
pencurian

7. Dan masih banyak lagi

KeunggulanGPS

Ada beberapa hal yang membuat GPS menarik untuk digunakan dalam penentuan posisi,
seperti yang akan diberikan berikut ini. Patut dicatat disini bahwa beberapa faktor yang
disebutkan di bawah ini juga akan berlaku untuk aplikasi-aplikasi GPS yang berkaitan
dengan penentuan parameter selain posisi seperti kecepatan, percepatan, maupun waktu
yang pada dasarnya juga bisa diberikan oleh GPS. Pertama, GPS dapat digunakan setiap
saat tanpa bergantung waktu dan cuaca, GPS dapat digunakan baik pada siang maupun
malam hari, dalam kondisi cuaca yang buruk sekalipun seperti hujan ataupun kabut.
Karena karakteristiknya ini maka penggunaan GPS dapat meningkatan efisiensi dan
fleksibilitas dari pelaksanaan aktivitas-aktivitas yang terkait dengan penentuan posisi,
yang pada akhirnya dapat diharapkan akan dapat memperpendek waktu pelaksanaan
aktivitas tersebut serta menekan biaya operasionalnya. Kedua, satelit-satelit GPS
mempunyai ketinggian orbit yang cukup tinggi, yaitu sekitar 20.000 km di atas
permukaan bumi, dan jumlahnya relatif cukup banyak, yaitu 24 satelit. Ini menyebabkan
GPS dapat meliputi wilayah yang cukup luas, sehingga akan dapat digunakan oleh
banyak orang pada saat yang sama ,serta pemakaiannya menjadi tidak bergantung pada
batas-batas politik dan batas alam. Selama yang bersangkutan mempunyai alat penerima
sinyal (receiver) GPS, maka ia akan dapat menggunakan GPS untuk penentuan posisi.

Ketiga, penggunaan GPS dalam penentuan posisi relatif tidak terlalu terpengaruh dengan
kondisi topografis daerah survei dibandingkan dengan penggunaan metode terestris
seperti pengukuran poligon. Penentuan posisi dengan GPS tidak memerlukan adanya
saling keterlihatan antara satu titik dengan titik lainnya seperti yang umumnya dituntut
oleh metode-metode pengukuran terestris. Yang diperlukan dalam penentuan posisi titik
dengan GPS adalah saling keterlihatan antara titik tersebut dengan satelit. Oleh sebab itu
topografi antara titik tersebut sama sekali tidak akan berpengaruh, kecuali untuk hal-hal
yang sifatnya non-teknis seperti pergerakan personil dan pendistribusian logistik. Karena
karakterisitknya ini, penggunaan GPS akan sangat efisien dan efektif untuk diaplikasikan
pada survei dan pemetaan di daerah-daerah yang kondisi topografinya sulit, seperti
daerah pengunungan dan daerah rawa-rawa.

Keempat, posisi yang ditentukan dengan GPS akan menagacu ke suatu datum global,
yang dinamakan WGS 1984. Atau dengan kata lain posisi yang diberikan oleh GPS akan
selalu mengacu ke datum yang sama. Karakterisitk ini sangat menguntungkan untuk
kondisi Indonesia yang wilayahnya sangat luas dan terdiri dari banyak pulau, dimana
proses penghubung kerangka-kerangka titik di satu pulau dengan titik di pulau lainnya
akan sangat sulit atau bahkan tidak mungkin dilakukan kalau kita menggunakan metode
terestris. Dalam hal ini seandainya GPS digunakan untuk penentuan posisi, maka suvei
dan pemetaan yang dilakukan di Jawa misalnya, akan memberikan posisi titik-titik yang
datumnya sama dengan titik-titik yang diperoleh dari survei dan pemetaan di Irian Jaya,
meskipun tidak ada hubungan langsung secara langsung antara kedua survei GPS yang
bersangkutan.

Kelima, GPS dapat memberikan ketelitian posisi yang spektrumnya cukup luas. Dari
yang sangat teliti (orde militer) sampai yang biasa-biasa saja (orde puluhan meter).
Luasnya spektrum ketelitian yang bisa diberikan ini memungkinkan penggunaan GPS
secara efektif dan efisien sesuai dengan ketelitian yang diminta serta dana yang tersedia.
Disamping itu, dengan spektrum ketelitian yang begitu luas GPS juga akan bermanfaat
untuk banyak bidang aplikasi.

Keenam, pemakaian sistem GPS tidak dikenakan biaya, setidaknya sampai saat ini.
Selama pengguna memiliki alat penerima (receiver) sinyal GPS maka yang bersangkutan
dapat menggunakan sistem GPS untuk berbagai aplikasi tanpa dikenakan biaya oleh
pihak yang memiliki satelit, dalam hal ini Departemen Pertahanan Keamanan, Amerika
Serikat. Jadi investasi yang perlu dilakukan oleh pengguna hanyalah untuk alat penerima
sinyal GPS beserta perangkat keras dan lunak untuk pemrosesan datanya.

Ketujuh, alat penerima sinyal (receiver) GPS cenderung menjadi lebih kecil ukurannya,
lebih murah harganya, lebih baik kualitas data yang diberikannya, dan lebih tinggi
keandalannya. Ini terutama disebabkan oleh kemajuan di bidang eletronika dan komputer
yang sangat pesat dewasa ini. Perangkat lunak komersial untuk pengolahan data GPS
juga semakin banyak tersedia dengan harga yang relatif murah. Disamping itu, karena
banyaknya merek dan jenis receiver yang beredar, kompetisi antar sesama pembuat
receiver juga semakin tinggi, yang salah satu dampaknya terhadap tersedianya semakin
banyak receiver GPS yang lebih ‘user oriented’.

Kedelapan, pengoperasian alat penerima GPS untuk penentuan posisi suatu titik relatif
mudah dan tidak mengeluarkan banyak tenaga. Dibandingkan dengan pengukuran
terestris seperti dengan metode poligon misalnya, pengamatan dengan metode GPS relatif
tidak terlalu memakan banyak tenaga dan waktu. Apalagi kalau perbandingannya
dilakukan untuk daerah survei yang luas dengan kondisi medan yang berat.

Kesembilan, pengumpul data (Surveyor) GPS tidak dapat ‘memanipulasi’ data


pengamatan GPS seperti halnya yang dapat dilakukan dengan metode pengumpulan data
terestris yang umum digunakan, yaitu metode poligon. Ini tentunya akan meningkatkan
tingkat keandalan dari hasil survei dan pemetaan yang diperoleh. Disamping itu juga
pemberi kerja aan mendapatkan ‘keamanan’ dan jaminan kualitas yang lebih baik.

Kesepuluh, makin banyak instansi di Indonesia yang menggunakan GPS dan juga makin
banyak bidang aplikasi yang potensial di Indonesia yang dapat ditangani dengan
menggunakan GPS. Dengan makin banyaknya instansi yang menggunakan maka proses
penyeragaman, koordinasi, dan pengelolan yang terkait dengan informasi spasial akan
lebih mudah untuk dilaksanakan.

Cara kerja GPS Vehicle Tracking

Secara teknis, pengguna harus memasang suatu perangkat pada kendaraan mereka yang
berfungsi untuk menentukan posisi kendaraan melalui signal yang dikirim dari satelit
GPS dan secara otomatis mengirim informasi posisi tersebut ke suatu system. Dengan
demikian posisi kendaraan tersebut dapat terlihat pada layer monitor atau PDA.

Gambar perjalanan signal GPS via SMS

Keterangan:

• Client mengirim pesan

• Pesan melewati BTS terdekat dan dikirim ke operator

• Dari operator data diolah oleh database server

• Database server dikembalikan ke operator

• Operator melalui BTS memperoleh informasi posisi kendaraan

• VMU mendapatkan informasi dari satelit tetang posisi kendaraan tersebut

• VMU memberikan informasi ke BTS terdekat dan disalurkan ke operator

* Dari operator, informasi diolah di server, dikirim ke operator kemudian diinformasikan


ke hp melalui SMS

Gambar perjalanan signal GPS via internet

Tambahan:

Ada beberapa metoda yang dipergunakan, yaitu kombinasi antara GPS dengan GSM

BTS (seperti yang dipergunakan oleh Vi-Track Indonesia), baik untuk info SMS bagi
mobilephone client user maupun internet client user.

Prinsip kerja vehicle tracking system lebih kurang sebagai berikut, ada dua system yang
umumnya di pergunakan, yaitu BTS dan Satelit system. Secara ringkas BTS system
adalah perangkat keras tracking yang ditanam di kendaraan dan GPS terhubung dan
dengan bantuan GPS akan selalu memperbaharui posisi setiap beberapa interval waktu.
Selanjutnya setiap beberapa menit informasi GPS akan di transmisikan ke BTS untuk
diproses di NOC (Network Operations Center) yang berfungsi sebagai Master dan posisi
kendaraan (slave) akan dicatat dan demikian setiap saat posisi dengan bantuan BTS dan
GPS diperbaharui di database dan selanjutnya di plot diatas peta . Beda dengan satelit
sistem adalah sebagai pengganti BTS dan selanjutnya proses akan sama. Disinilah
peranan peta yang telah terkoreksi dengan posisi Transmisi GPS akan sangat penting.
Peta-peta dengan tanpa koreksi geometris dengan sinkronisasi GPS akan memberikan
tracking yang salah, bisa-bisa garis tracking tercebur di sungai, diatas atap dan
sebagainya.

Untuk menggunakan vehicle tracking,yang merupakan suatu proses untuk pelacak


kendaraan dapat dijabarkan melalui keterangan berikut.

Alat pelacak posisi kendaraan

Alat pelacak/pemantau posisi saat ini aplikasinya makin berkembang dengan adanya
satelit navigasi Navstar. Perangkat penerima satelit dari satelit Navstar ini umumnya
memakai GPS (Global Positioning System) sebagai sumber datanya. Dengan
menggunakan perangkat ini, kita bisa tahu posisi kita dimanapun dipermukaan bumi,
yang direpresentasikan dalam bujur dan lintang. Alat pemantau posisi memanfaatkan
teknologi GPS untuk keperluan mengenal tempat/posisi dari benda yang akan dipantau
posisinya. Selanjutnya perangkat semacam ini biasanya memanfaatkan GSM untuk
mengirimkan data ke pusat pemantauan. Pengiriman data ke pusat pemantauan diatur
sesuai kebutuhan, dengan menggunakan SMS (short message service) ataupun gprs.

Di pusat pemantauan data dilapiskan diatas peta, baik berupa foto satelit ataupun peta
garis, sehingga kita bisa mengenali area yang dimaksudkan terhadap area yang dikenal.
Selain itu di pusat pemantauan dilengkapi pula dengan komputer, perangkat gsm,
perangkat lunak pemetaan akan memantau posisi kendaraan dari komputer yang
menerima data posisi kendaraan melalui sms ataupun gprs.

Terdapat dua jenis alat pemantau kendaraan yang beredar dipasar saat ini, yaitu pemantau
langsung ataupun pemantau tunda. Pemantau langsung adalah seperti yang terdapat pada
bagian awal dokumen ini, sementara pemantau tunda, dengan merekam data posisi di
kendaraan, dan data diambil saat kendaraan sampai di kantor lagi.

Alat pemantau posisi kendaraan ini membantu para manajer armada menjadi lebih mudah
dalam mengambil keputusan yang berhubungan dengan armada mereka, selain itu bisa
pula diketahui hal-hal yang behubungan dengan prestasi seorang pengemudi, biaya
perawatan setiap kendaraan setiap kilometer, ataupun konsumsi bahan bakar setiap
kendaraan.

Hal lain yang tidak kalah penting adalah menghindari curi pakai kendaraan, ataupun
penggunaan jalur/trayek yang tidak seharusnya, yaitu jalur yang dilarang oleh manajer
armada karena berbagai alasan.

Di beberapa negara, keberadaan alat pemantau kendaraan ini berguna untuk mengurangi
biaya premi asuransi, hal ini disebabkan dengan alat ini bisa mengurangi resiko
kehilangan kendaraan karena pencurian, sehingga resiko perusahaan asuransi juga
berkurang, dikembalikan ke pelanggan dalam bentuk pengurangan premi.

Aplikasi pada perusahaan taksi digunakan untuk mempercepat layanan penjemputan oleh
armada taksi, yaitu dengan mengetahui alamat pelanggan, dan posisi taksi yang kosong,
maka pusat layanan armada taksi tersebut bisa langsung menentukan taksi terdekat untuk
menjemput peanggan mereka.

Aplikasi dilogistik digunakan untuk melakukan efisiensi dalam rute ataupun percepatan
penurunan/pengangkutan muatan dengan adanya fasilitas geofencing. Dengan fasilitas ini
maka supervisor bisa mengetahui lebih awal adanya armada yang akan masuk gudang,
sehingga bisa mempersiapkan pelaksanaan bongkar muat lebih dini