Anda di halaman 1dari 32

ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn.

Y DENGAN GANGGUAN HARGA


DIRI RENDAH DI DESA PARINGAN KECAMATAN JENANGAN
PONOROGO

Disusun dan Diajukan untuk Memenuhi Tugas Individu


Praktek Ners Departemen Keperawatan Jiwa

Oleh :
EDI PRIANTO, S.Kep

PROGRAM STUDI PROFESI NERS

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN HUSADA JOMBANG

2018

0
1
LEMBAR PENGESAHAN

Laporan praktik keperawatan jiwa dengan judul “Asuhan Keperawatan Pada


Tn. Y Dengan Gangguan Konsep Diri : Harga Diri Rendah di Desa Paringan
Kecamatan Jenangan Ponorogo” pada tanggal 11 Mei 2018
Telah mendapat persetujuan dan disahkan oleh pembimbing, pada :
Hari : Sabtu
Tanggal : 12 Mei 2018

Mengetahui,

Pembimbing Lahan Pembimbing Akademik

Ns. Lilik Erdhina Ika, S.Kep Ns. Yunus Adi Wijaya,S.Kep

2
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, yang memberi banyak
kenikmatan, rahmat serta karunia sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah
yang berjudul “Asuhan Keperawatan Pada Tn. Y dengan Gangguan Konsep
Diri : Harga Diri Rendah di di Desa Paringan Kecamatan Jenangan
Ponorogo”.
Ungkapan terimakasih penulis sampaikan, kepada :
1. Drg. Titik Suprihatin, selaku Kepala Puskesmas Jenangan Ponorogo
2. Ns. Lilik Erdhina Ika, S.Kep, selaku pembimbing lahan dari Puskesmas
Jenangan Ponorogo.
3. Ns. Yunus Adi Wijaya, S.Kep, selaku pembimbing dari akademik STIKes
Husada Jombang.
Penulis menyadari bahwa laporan ini masih banyak kekurangan, untuk itu
saran dan kritik yang bersifat membangun demi perbaikan selalu dinantikan.
Akhirnya penyusun mengharapkan semoga dengan segala kesederhanaannya
dapat bermanfaat bagi penulis khususnya dan pembaca pada umumnya.

Ponorogo, 12 Mei 2018

Penulis

3
DAFTAR ISI

LEMBAR PENGESAHAN
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I : PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
B. Tujuan Penulisan
C. Metode Penulisan
BAB II : LAPORAN PENDAHULUAN
A. Masalah Utama
B. Proses Terjadinya Masalah
C. Pohon Masalah
D. Masalah Keperawatan
E. Diagnosa Keperawatan
F. Rencana Tindakan Keperawatan
BAB III : TINJAUAN KASUS
I. Pengkajian
II. Keluhan Utama
III. Alasan Masuk
IV. Faktor Predisposisi
V. Pemeriksaan Fisik
VI. Psikososial
VII. Status Mental
VIII. Kebutuhan Persiapan Pulang
IX. Mekanisme Koping
X. Masalah Psikososial Dan lingkungan
XI. Aspek Medik
XII. Masalah Keperawatan
XIII. Pohon Masalah
XIV. Diagnosa Keperawatan
XV. Analis Data
XVI. Rencana Keperawatan
XVII. Implementasi Dan Evaluasi Keperawatan
BAB IV : PENUTUP
I. Kesimpulan
II. Saran
DAFTAR PUSTAKA

BAB I
PENDAHULUAN

4
A. LATAR BELAKANG
Kesehatan jiwa merupakan suatu kebutuhan tiap individu yang sangat
penting. Oleh karena itu kesehatan jiwa harus juga diperhatikan. Selain hal ini
merupakan peran petugas kesehatan, tetapi merupakan hal yang menuntut
adanya keselarasan dan kerja sama dari berbagai pihak selain individu itu
sendiri, keluarga maupun lingkungan.
Dari berbagai masalah kesehatan jiwa, gangguan konsep diri dengan
harga diri rendah banyak mengiringi penyakit-penyakit gangguan jiwa. Bila
hal ini terjadi, terkadang dapat menimbulkan dampak yang buruk pada diri
pasien sendiri maupun orang lain di sekitarnya. Oleh karena itu kami
mencoba untuk melakukan Asuhan Keperawatan Pada Tn. Y Dengan
Gangguan Konsep Diri : Harga Diri Rendah agar mengalami perubahan
yang di harapkan

B. TUJUAN PENULISAN
a) Tujuan khusus
Tujuan utama dari penulisan makalah ini yaitu untuk memenuhi tugas
individu mata kuliah Keperawatan jiwa
b) Tujuan umum
- Menerapkan teori dan lebih menekankan dalam
mempraktekan proses keperawatan yang terdiri dari pengkajian,
perencanaan, tindakan dan evaluasi
- Dapat mengetahui cara merawat klien dengan isolasi
sosial

C. METODE PENULISAN
Metode penulisan yang digunakan dalam penulisan laporan ini adalah
a. Wawancara : Dilakukan pada pada klien, keluarga klien dan perawat
ruangan
b. Observasi : Pengamatan pasien selama proses keperawatan

5
c. Perpustakaan : Catatan medis dan mata kuliah keperawatan jiwa

BAB II

6
KONSEP DASAR

A. MASALAH UTAMA
Gangguan konsep diri : Harga Diri Rendah
B. PROSES TERJADINYA MASALAH
1. Pengertian
Haraga diri adalah penilaian individu tentang nilai personal yang
diperoleh dengan menganalisa seberapa baik perilaku seseorang sesuai
dengan diri sendiri tanpa syarat, walaupun melakukan kesalahan,
kekalahan dan kegagalan, tetap merasa sebagai seseorang yang penting
dan berharga.
Harga diri rendah adalah evaluasi diri dan perasaan tentang diri
sendiri atau kemampuan diri yangnegatif yang dapat secara langsung atau
tidak langsung diekspresikan. (Towsend, 1998).
Harga diri rendah adalah menolak dirinya sebagai sesuatu yang
berharga dan tidak dapat bertanggung jawab atas kehidupan sendiri, gagal
menyesuaikan tingkah laku dancita – cita. (Fk.UNDIP , 2001 )
Kesimpulan harga diri rendah adalah perasaan negatif terhadap diri
sendiri, hilang percayaan diri, harga diri serta menolak dirinya. Tidak
dapat bertanggung jawab atas kehidupan sendiri serta gagal dalam
menyesuaikan tingkah laku dan cita-cita.
2. Tanda-tanda klien dengan harga diri
rendah adalah :
a. Perasaan malu terhadap diri sendiri adalah akibat penyakit dan akibat
tindakan terhadap penyakit.
b. Rasa bersalah terhadap diri sendiri
c. Merendahkan martabat
d. Gangguan hubungan sosial seperti menarik diri
e. Percaya diri kurang
f. Menciderai diri
(Stuart dan Sudden ; 1998, hal 230)
3. Faktor-faktor

7
a. Faktor predisposisi
1. Penolakan orang tua
2. Harapan orang tua yang tidak realistis
3. Kegagalan yang berulang kali
4. Kurang mempunyai tanggung jawab personal
5. Ketergantungan kepada orang lain
6. Ideal diri tidak realistis
b. Faktor presipitasi
1. Citra tubuh yang tidak sesuai
2. Keluhan fisik
3. Ketegangan peran yang dirasakan
4. Perasaan tidak mampu
5. Penolakan terhadap kemampuan personal
6. Perasaan negatif mengenai tubuhnya sendiri

C. POHON MASALAH
Isolasi Sosial = Menarik diri

Gangguan konsep diri = Harga diri Masalah Utama


rendah

Koping individu tidak efektif

D. MASALAH KEPERAWATAN
1. Isolasi Sosial : Menarik diri
Data :
a. Apatis (acuh terhadap lingkungan)
b. Komunikasi verbal menurun atau tidak ada. Klien tidak bercakap-cakap
dengan klien lain atau perawat
c. Mengisolasi diri (menyendiri)
d. Tidak atau kurang sadar dengan linkungan sekitarnya
e. Menolak hubungan dengan orang lain
f. Aktifitas menurun
g. Harga diri rendah

8
2. Gangguan konsep diri : Harga diri rendah
Data :
a. Malu terhadap diri sendiri akibat penyakit
b. Rasa bersalah terhadap diri sendiri
c. Merendahkan martabat
d. Gangguan hubungan sosial : menarik diri
e. Percaya diri kurang
f. Menciderai diri

E. DIAGNOSA KEPERAWATAN
1. Isolasi sosial : Menarik diri berhubungan dengan harga diri rendah
2. Gangguan konsep diri : Harga diri rendah berhubungan dengan koping
individu tidak efektif
F. RENCANA KEPERAWATAN
1. Isolasi sosial : Menarik diri berhubungan dengan harga diri rendah
 Tujuan umum
Klien tidak menarik diri dan mampu berhubungan dengan orang lain
secara optimal
 Tujuan khusus
TUK 1 : Klien dapat membina hubungan saling percaya
o Kriteria hasil
Ekspresi wajah bersahabat, tidak acuh, ada kontak mata, mau
berjabat tangan, mau menyebutkan nama, mau bercakap-cakap dan
mengutarakan masalah yang dihadapi
o Intervensi
Bina hubungan saling percaya dengan mengungkapkan prinsip
hubungan therapeutik
1. Sapa klien dengan ramah baik verbal maupun non verbal
2. Perkenalkan diri dengan sopan
3. Tanyakan nama lengkap klien dan nama panggialan yang disukai
klien
4. Jelaskan tujuan pertemuan

9
5. Jujur dan menepati janji
6. Selalu kontak mata selama interaksi
7. Tunjukan sikap empati dan penuh perhatian pada klien

TUK 2 : Klien dapat mengidentifikasi kemampuan dan aspek positif


yang dimiliki
o Kriteria hasil
Klien dapat mengidentifikasi kemampuan dan aspek positif yang
dimiliki
o Intervensi
1. Diskusikan kemampuan dan aspek positif yang dimiliki klien
2. Bantu klien mengekspresikan dan menggambarkan perasaan serta
pikirannya
3. Tekankan bahwa kekuatan untuk berubah tergantung pada klien
sendiri
4. Identifikasi stresor yang relevan dan penilaian klien terhadap
stresor tersebut
5. Dukung kekuatan, ketrampilan dan respon koping yang efektif
6. Utamakan memberi pujian therapeutik
7. Tingkatkan keterlibatan keluarga dan kelompok untuk
memberikan dukungan untuk mempertahankan kemajuan dan
perkembangan klien

TUK 3 : Klien dapat menilai kemampuan yang digunakan


o Kriteria hasil
Klien menilaim kemampuan yang digunakan
o Intervensi
1. Diskusikan dengan klien kemampuan yang masih dapat
digunakan
2. Dukung kekuatan, ketrampilan dan respon koping yang adaptif
3. Utamakan memberi pujian therapeutik
4. Libatkan keluarga dalam perawatan klien

10
TUK 4 : Klien dapat merencanakan kegiatan harian
1. Dukung klien untuk merencanakan kegiatan harian
2. Rencanakan kegiatan bersama klien, aktivitas yang dapat dilakukan
setiap hari sesuai kemampuan (kegiatan sendiri, kegiatan dengan
bantuan sebagian, kegiatan dengan bantuan total)
3. Tingkatkan kegiatan sesuai dengan toleransi kondisi klien
4. Beri contoh cara pelaksanaan kegiatan yang boleh dilakukan
5. Libatkan keluarga dalam perawatan klien

TUK 5 : Klien dapat melakukan kegiatan sesuai kondisi dan


kemampuannya
o Kriteria hasil
Klien melakukan kegiatan sesuai dengan kondisi dan
kemampuannya
o Intervensi
1. Beri kesempatan pada klien untuk mencoba kegiatan yang telah
direncanakan
2. Beri pujian atas keberhasilan klien
3. Beri dukungan yang sesuai dan positif untuk mempertahankan
kemajuan dan pertumbuhannya
4. Libatkan keluarga dalam perawatan klien

TUK 6 : Klien dapat memanfaatkan sistem pendukung yang ada


o Kriteria hasil
Klien memanfaatkan sistem pendukung yang ada
o Intervensi
1. Berikan pendidikan kesehatan kepada keluarga tentang cara
merawat klien dengan harga diri rendah
2. Bantu keluarga memberi dukungan selama klien dirawat
3. Bantu keluarga menyiapkan lingkungan di rumah sesuai dengan
keadaan klien

11
STRATEGI PELAKSANAAN KEPERAWATAN
Pertemuan : Ke-I (satu)

Mendiskusikan kemampuan dan aspek positif yang dimiliki pasien, membantu


pasien menilai kemampuan yang masih dapat digunakan membantu pasien
memilih atau menetapkan kemampuan yang akan dilatih, melatih kemampuan
yang telah dipilih dan menyusun jadwal pelaksanaan kemampuan yang telah
dilatih dalam rencana harian.
1. Orientasi :
- Salam terapeutik : “Assalamu’alaikum,
- Validasi : bagaimana keadaan Tn. Y, hari ini? Tn. terlihat segar ”
- Kontrak :
Topik :“Bagaimana, kalau kita bercakap-cakap tentang bagaimana cara
membina hubungan saling percaya? Tn. Bisa menyebutkannya.?nanti
setelah itu kita lakukan bersama.”
Tempat :“Tn. mau kita bicara dimana? Bagaimana kalau di ruang tamu?
Berapa lama?
Waktu : “ Bagaimana kalau 15 menit?
2. Kerja :
“Tn. Y, apa saja cara membina hubungan saling percaya Tn.? Bagus, apa
lagi? Apa saja yang Tn. Lakukan selain itu yang biasa Tn. lakukan?
Bagaimana dengan berjabat tangan? Menanyakan nama? Menanyakan
alamat……..dst.”. “Wah, bagus sekali ada lima cara untuk membina
hubungan saling percaya yang Tn. lakukan.”
“Tn. Y, dari lima cara ini, yang mana yang Tn. bisa lakukan di rumah
sakit? Coba kita lihat, yang pertama bisakah, yang kedua……sampai yang
kelima (misalnya masih tiga yang masih bisa dilakukan). Bagus sekali
masih ada tiga cara yang masih bisa lakukan di rumah sakit ini.
“Sekarang, coba Tn. Y pilih satu cara yang bisa dilakukan di rumah sakit
ini”. “O, ya nomor satu,berjabat tangan? Kalau begitu, bagaimana kalau
sekarang kita berlatih berjabat tangan Tn.”. Mari kita lakukan dengan

12
saya Tn. Y. coba, sudah bisa kan berjabat tangan / memperkenalkan
diri?”
“Nah kalau kita mau berjabat tangan, mari kita dekati orang yang ingin
Tn. ingin berjabat tangan dan memperkenalkan diri. Bagus! Sekarang
duduk berdampingan, ya Bagus! Nah sekarang kita ucap salam, ya Bagus!
Sekarang kita sebut nama dan alamat. ya bagus!.”
“Tn. Y sudah bisa berjabat tangan dan memperkenalkan diri dengan baik
sekali. Sekarang bedakan dengan sebelum Tn. mengenalinya? Bagus!”
3. Terminasi :
- Evaluasi Subjektif
“Bagaimana perasaan Tn. Y setelah bercakap-cakap dan berjabat
tangan / memperkenalkan diri? Yah, Tn. ternyata banyak yang dapat
dilakukan di rumah sakit ini. Salah satuny memperkenalkan diri, yang
sudah Tn. praktekan dengan sekali.
- Evaluasi Objektif
“Klien mampu duduk berdampingan,menjawab salam, danmenyebutkan
nama.”
- Rencana tindakan lanjut
”Bagaimana kalau kegiatan itu Tn. lakukan selama disini dan nanti
kegiatan tersebut tetap Tn. lakukan dirumah, kalau begitu kita buat
jadwalnya saja ya Tn?biar Tn. tidak lupa.
- Kontrak
Topik : “Besok kita akan membicarakan tentang kemampuan dan
aspek positif yang Tn. miliki.
Tempat : “Tn mau kita berbincang – bincang dimana.?
Waktu : “Mau berapa lama Tn.?”bagaimana kalu 15 menit?setuju?“
sampai jumpa ya”

13
STRATEGI PELAKSANAAN KEPERAWATAN
Pertemuan : Ke-2 (Dua)

Melatih pasien melakukan kegiatan lain yang sesuai dengan kemampuan pasien

1. Orientasi :
- Salam theraupetik : “Assalammua’alaikum,
- Validasi :“ Bagaimana perasaan Tn. Y pagi ini? Apakah masih ingat
tentang apa yang kita lakukan kemarin?Bagus! Coba diulang lagi?
Bagus sekali!
- Kontrak :
Topik :“Sekarang kita akan lakukan kegiatan kedua. Masih ingat apa
kegiatan itu Tn?”
“Ya banar, kita akan membicarakan kemampuan dan aspek positif yang
Tn. miliki.”
Tempat :“Bagaimana kalau kita bicara ditaman?.”
Waktu :“Bagaimana kalau 15 menit?.”

2. Kerja :
“Tn. Y, tadi telah mengungkapkan hal hal yang dapat Tn. lakukan?, masih
ada yang lain? Sekarang kita coba pilih kemampuan bapak yang dapat
Tn. lakukan disini.”.
3. Terminasi :
- Validasi Subjekti :
“Bagaimana perasaan Tn. setelah tahu dan mencoba kegiatan yang
dapat Tn. lakukan disini? Bagus!”
- Validasi Objektif :
“Klien sudah mampu melakukan beberpa aspek positif yang dimiliki”
- Rencana tindakan lanjut :
“Saya harap Tn. mau mencoba melakukan kegiatan selama disini.”
- Kontrak :

14
Topik :“Tn. pertemuan ini sampai disini dulu, besok kita mengobrol lagi
dengan keluarga apabila datang.”
Tempat : “Bagaimana kalau diruang tamu saja?”
Waktu :“Biasanya keluarga Tn. jenguk jam berapa? Baiklah kita
diskusikan nanti ya. Sampai jumpa.”

15
BAB III
TINJAUAN KASUS
ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn. Y DENGAN GANGGUAN HARGA
DIRI RENDAH DI DESA PARINGAN KECAMATAN JENANGAN
PONOROGO

Tanggal Pengkajian : 8 Mei 2018

I. PENGKAJIAN
A. Identitas Klien
Nama : Tn. Y
Umur : 31 Tahun
Alamat : RT002/RW001 Desa Paringan, Jenangan
Status Perkawinan : Belum Menikah
Agama : Islam
Suku/Bangsa : Jawa / Indonesia
Pendidika : SMP
Pekerjaan : Petani
II. KELUHAN UTAMA
Klien mengatakan disuruh ibunya untuk melanjutkan berobat, sering
menyendiri dikamar, bicara sedikit, sulit komunikasi.

III. RIWAYAT
Pasien sering menyendiri, membakar barang, bicara sedikit, sulit
kominikasi, bicara sendiri dan sulit tidur.

IV. FAKTOR PREDISPOSISI


1. Klien pernah mengalami gangguan jiwa ±3 tahun yang lalu, pernah
rawat jalan di RSJ Sumber Porong.
2. Kontrol tidak rutin, pengobatan kurang berhasil
3. Klien mengatakan bahwa didalam keluarganya tidak ada anggota
keluarga yang mengalami gangguan jiwa.
4. Klien mempunyai pengalaman masalalu yang tidak menyenangkan
yaitu ia jatuh dari sepeda.

V. PEMERIKSAAN FISIK
A. Tanda – tanda vital :
 Tekanan darah : 130/80 mmHg
 Nadi : 84 x/menit
 Suhu : 36,5 ºC
 Pernafasan : 26 x/menit
B. Ukuran :
 Tinggi badan : 179 cm

16
 Berat badan : 62 Kg
B. Kondisi Fisik :
Klien tidak mengeluh sakit apa – apa, tidak ada kelainan fisik.

VI. PSIKOSOSIAL
A. Genogram

Ket :
: Laki - laki : Klien

: Perempuan : Meninggal
: Tinggal serumah

B. Konsep Diri
 Citra Tubuh : Klien mengatakan bagian tubuh yang paling disukai
adalah mata karena bisa melihat.
 Identitas : Klien mengatakan anak ke-2 dari 3 bersaudara.
 Peran : Klien mengatakan di dalam keluarganya atau dirumah
sebagai anak.
 Ideal diri : Klien mengatakan ingin cepat sembuh dan pulang,
merasa bosan dan ingin bekerja lagi.
 Harga diri : Klien mengatakan malu berhadapan langsung dengan
orang lain selain ibu dan adiknya,klien merasa tidak pantas jika berada
diantara orang lain, kurang interaksi sosial.
Masalah Keperawatan : harga diri rendah
C. Hubungan Sosial
 Orang yang dekat dengan klien adalah ibu dan adiknya.
 Peran serta kelompok / masyarakat : sebelum klien sakit sering
mengikuti gotong royong didesanya.
 Hambatan dalam hubungan dengan orang lain: selama klien rawat jalan
/ berobat jalan temannya berkurang karena klien malu berkomunikasi.
Masalah Kepeawatan : Menarik diri
D. Spiritual
Klien mengatakan jarang sholat dalam 5x sehari, jika sholat klien
shabis sholat klien berdoa agar cepat sembuh.

17
VII. STATUS MENTAL
A. Penampilan : Penampilan klien kurang rapi, rambut jarang disisir,
klien menggunakan baju yang sesuai.
B. Pembicaraan : Klien berbicara lambat tetapi dapat tercapai dan dapat
dipahami.
C. Aktivitas Motorik : Klien labih banyak menunduk, aktivitas klien
menyesuaikan.
D. Alam perasaan : Klien mengatakan bosan, ingin cepat sembuh
E. Afek : Klien tidak sesuai dalam berfikir, bicara klien lambat
F. Interaksi selama wawancara : Kontak mata kurang karena
menunduk,sesekali klien menengadah,selalu menjawab jika ditanya.
G. Persepsi : Halusinasi saat pengkajian tidak ditemukan.
H. Pola Fikir : Tidak ada waham.
I. Tingkat kesadaran : Klien sadar hari, tanggal dan waktu saat
pengkajian, hari selasa tanggal 08 Mei 2018 jam 08.30 WIB,hari
berikutnya juga klien sadar hari Rabu tanggal 09 Mei 2018.
J. Memori : Daya ingat jangka panjang klien masih ingat masa lalunya.
K. Tingkat konsentrasi dan berhitung : Klien berhitung lancar,
contoh 20 – 15= 5
L. Kemampuan Penilaian : Klien mampu menilai antara masuk kamar
setelah makan atau membiarkan kursi tidak rapi, klien memilih
membereskan kursi.
M. Daya Tilik Diri : Klien tahu dan sadar bahwa dirinya dirumah sakit
jiwa.
VIII. KEBUTUHAN DIRUMAH
1. Makan
Klien makan 3x sehari, pagi, siang, sore, minum ± 6 gelas / hari,
mandiri.
2. BAB / BAK
Klien BAB 1x sehari, BAK ± 4x sehari, mandiri.
3. Mandi
Klien mandi 2x sehari, pagi dan sore, gosok gigi setiap kali mandi,
mandiri.
4. Berpakaian / berhias
Klien mampu berpakaian sendiri tanpa bantuan orang lain.
5. Istirahat dan Tidur
Klien lebih banyak tiduran, tidur siang 12.30 15.00 WIB,tidur

malam jam 20.00 04.30 WIB.


6. Penggunaan obat
Klien minum obat 3x sehari setelah makan. Haloperidol 2x5 mg,
trihexiperidine 2x2 mg.
7. Pemeliharaan Kesehatan
Klien sudah pernah periksa RSUD Ponorogo tetapi rawat jalan.

18
8. Kegiatan di Dalam Rumah
Klien dirumah membantu orang tua mengerjakan pekerjaan rumah

IX. MEKANISME KOPING


A. Klien mampu berbicara dengan orang lain,terlihat malu
B. Klien mampu menjaga kebersihan diri sendiri
C. Klien mampu jika ada masalah tidak menceritakan kepada orang
lain,lebih suka diam.
Masalah Keperawatan : Koping Individu Tidak Efektif.

X. MASALAH PSIKOSOSIAL DAN LINGKUNGAN


A. Masalah berhubungan dengan lingkungan : Klien menarik diri
dari lingkungan
B. Masalah dengan kesehatan (-)
C. Masalah dengan perumahan :Klien tinggal dengan kedua orang tua
dan 2 saudaranya.
D. Masalah dengan Ekonomi : Kebutuhan klien dipenuhi oleh
ibunya.
XI. ASPEK MEDIK
A. Diagnosa Medis
Schizofrenia
B. Terapi
- Haloperidol 2x5 mg
- Trihexiperidine 2x2 mg

XII. MASALAH KEPERAWATAN


A. Harga Diri Rendah
B. Menarik Diri
C. Koping Individu Tidak Efektif

XIII. POHON MASALAH


Menarik Diri _ _ _ _ ( Efek )

Harga Diri Rendah _ _ _ ( Core problem )

Koping Individu Tidak Efektif _ _ _ ( Causa / Penyebab )

XIV. DIAGNOSA KEPERAWATAN

1. Menarik Diri Harga Diri Rendah

2. Harga Diri Rendah Koping Individu Tidak Efektif

XV. ANALISA DATA


No Data Etiologi Problem

19
1. Ds : Harga diri Menarik Diri
- Klien mengatakan Rendah
sering menunduk,
kurangnya interaksi
sosial
Do “
- Klien tampak
menyendiri
2. Ds : Koping Individu Harga Diri
- Klien mengatakan Tidak Efektif Rendah
reman berkurang
semenjak sakit
- Klien malu dengan
teman karena klien
merasa tidak pantas
diantara mereka
Do :
- Klien tampak malu
saat berbicara

20
21
XVI. RENCANA KEPERAWATAN
Tgl. Dx.Keperawatan Tujuan Kriteria Hasil Intervensi

08- 05-18 Menarik Diri TUM


berhubungan dengan Klien dapat
harga Diri Rendah berhubungan
dengan orang lain
secara optimal.
TUK 1
Klien dapat  Klien ekspresi wajah bersahabat. 1. Beri salam / panggil nama
membina  Klien menunjukan rasa senang. 2. yang disukai
hubungan saling 3. Jelaskan BHSP dengan komunikasi
 Klien mau kontak mata. terapeutik
percaya  Klien mau berjabat tangan. 4. Memperkenalkan diri dengan sopan
 Klien mau membalas salam. 5. Tanyakan nama lengkap dan panggilan
 Klien mau duduk berdampingan. tujuan
 dengan perawat. 6. Jujur dan menepati janji
 Klien mau menyebut nama dan mau 7. Tunjukan sikap empati dan menerima klien
apa adanya
mengutaraka masalah yang dihadapi.
8. Lakukan kontak singkat tapi sering
TUK 2  Klien mampu mengidentifikasi 1. Diskusikan kemampuan dan aspek
Klien dapat kemampuan yang dimiliki positif yang dimiliki
mengidentifikasi  Aspek positif keluarga 2. Hindarkan dari penilaian yang negatif
kemampuan dan  Aspek positif lingkungan yang dimilii 3. Utamakan pemberian pujian yang
aspek positif yang klien realistik
dimiliki
TUK 3  Klien mampu menilai kemampuan 1. Diskusikan kemampuan yang dapat
Klien dapat yang dimiliki selama sakit digunakan selama sakit
menilai 2. Diskusikan kemampuan yang dapat

22
kemampuan yang ditunjukan penggunaannya
dimiliki
TUK 4  Klien dapat membuat rencana 1. Rencanakan bersama klien aktifitas
Klien dapat kegiatan harian yang dapat dilakukan setiap hari
menetapkan - Kegiatan mandiri
perencanaan - Dibantu sebagian
kegiatan sesuai - Dengan bantuan total
dengan 2. Tingkatkan kegiatan sesuai dengan
kemampuannya toleransi kondisi klien
3. Beri contoh cara pelaksanaan kegiatan
yang boleh klien lakukan
TUK 5  Klien melakukan kegiatan yang 1. Berikesempatan klien untuk mencoba
Klien dapat sesuai dengankondisi sakit dan kegiatan yang telah direncanakan
melakukan kemampuannya 2. Beri pujian atas keberhasilan klien
kegiatan sesuai 3. Diskusikan kemungkinan
kondisi sakit dan melaksanakan dirumah.
kemampuannya
TUK 6  Klien dapat memanfaatkan system 1. Beri pendidikan kesehatan cara
Klien dapat pendukung dikeluarga secara optimal perawatan klien dengan Harga Diri
memanfaatkan  Klien daoat memanfaatkan system Rendah
sistem pendukung pendukung dilingkungan sekitar. 2. Bantu keluarga menyiapkan
yang ada lingkungan di rumah.
Harga Diri Rendah TUM
berhubungan dengan Klien dapat
Koping Individu melakukan
Tidak Efektif keputusan yang
efektif untuk
mengendalikan

23
situasi kehidupan
yang demikian
menurunkan
perasaan rendah
diri
TUK 1  Klien mampu duduk berdampingan 1. Lakukan pendekatan dengan baik,
Klien dapat dengan perawat menerima klien apa adanya dan
menbina hubungan  Klien mampu berbincang - bincang bersikap empati
terapeutik dengan dengan perawat 2. Cepat mengendalikan perasaan dan
perawat  Klien mampu merespon tindakan reaksi perawatan diri sendiri misalnya
perawat rasa marah ,empati.
3. Sediakan waktu untuk berdiskusi dan
bina hubungan yang sopan.
4. Berikan kesempatan kepada klien
untuk merespon.
TUK 2  Klien dapat mengungkapkan 1. Tunjukan emosional yang sesuai
Klien dapat perasaannya 2. Gunakan tekhnik komunikasi
mengenali dan  Klien mampu mengenali emosinya terapeutik terbuka,
mengekspresikan dan dapat mengekspresikannya 3. Bantu klien mengekspresikan
emosinya perasaannya
4. Bantu klien mengidentifikasikan situasi
kehidupan yang tidak berada dalam
kemampuan dan mengontrolnya
5. Dorong untuk menyatakan secara
verbal perasaan – perasaan yang
berhubungan dengan ketidak
mampuannya.

24
TUK 3  Klien dapat mengidentifikasi 1. Diskusikan masalah yang dihadapi
Klien dapat pemikiran yang negatif klien dengan memintanya untuk
memodifikasi pola  Klien dpat menurunkan penilaian menyimpulkannya
kognitif yang yang negatifpada dirinya. 2. Identifikasi pemikiran negatif klien dan
negative bantu untuk menurunkan melalui
interupsi dan substitusi
3. Evaluasi ketetapan persepsi logika dan
kesimpulan yang dibuat klien
4. Kurangi penilaian klien yang negatif
terhadap dirinya
5. Bantu klien menerima nilai yang
dimilikinya atau perilakunya atau
perubahan yang terjadi pada dirinya.

25
TUK 4  Klien mampu menentukan kebutuhan 1. Libatkan klien dalam menetapkan
Klien dapat untuk perawatan pada dirinya tujuan yang ingin dicapai
berpartisipasi  Klien dapat berpartisipasi dalam 2. Motivasi klien untuk membuat jadwal
dalam mengambil pengambilan keputusan aktivitas perawatan dirinya
keputusan yang 3. Berikan privasi sesuai kebutuhan yang
berkenan dengan ditentukan
perawatan dirinya 4. Berikan reinsforcement posotif tentang
pencapaian kegiatan yang telah sesuai
dengan keputusan yang ditentukannya

26
XVII. IMPLEMENTASI DAN EVALUASI KEPERAWATAN
Tanggal / Jam No Implementasi Evaluasi
09 Mei 2018 1. Bina hubungan saling percaya dengan : S:
Jam 12.30  Menyapa klien dengan ramah  Klien menjawab salam dan mengatakan
 Memperkenalkan diri dengan sopan selamat pagi,menyebutkan nama dan alamat
 Menanyakan nama lengkap serta alamat O:
klien  Klien mau berjabat tangan
 Menunjukan sikap empati, jujur dan  Klien mau duduk berdampingan dengan
menempati janji perawat
 Menanyakan masalah yang dihadapi  Klien mau mengutarakan masalahnya
A : SP 1 tercapai
Pp :
Lanjutkan SP 2 adakan kontrak waktu pertemuan
berikutnya.
Pk :
Anjurkan klien untuk dapat menyapa perawat jika
bertemu dan percaya jika perawat akan membantu
masalah yang dihadapi
09 Mei 2018 2. Bina hubungan terapeutik dengan perawat S:
Jam 15.30 dengan :  Klien mau duduk berdampingan dengan
 Pendekatan dengan baik ,menerima klien apa perawat
adanya O:
 Mengidentifikasi perasaan dan reaksi  Klien mampu berbincang – bincang dengan
perawatan diri sendiri perawat
 Menyediakan waktu untuk bina hubungan  Klien mampu merespon tindakan perawat.
yang sopan A : SP 2 tercapai
 Menberikan kesempatan untuk merespon Pp :
Lanjutkan SP 3 adakan kontrak waktu pertemuan

27
berikutnya.
Pk :
Anjurkan klien mampu berkomunikasi,mampu
memulai berbicara dan tidak janggung.

09 Mei 2018 3. Mengidentifikasi kemampuan dan aspek positif S:


Jam 17.00 yang dimiliki dengan :  Klien mengatakan cara penilaian positif tidak
 Membantu mengidentifikasi dengan boleh berfikir jelek terhadap orang lain,sopan
aspek yang positif santun dan ramah yang diutamakan.
 Mendorong agar berpenilaian positif O:
 Membantu mengungkapkan perasaannya  Klien dapat mengungkapkan perasaannya
A : SP 3 teratasi sebagian
Pp :
lanjutkan SP 1 keluarga
Pk :
Anjurkan klien untuk mempertahankan hubungan
saling percaya berinteraksi secara terarah.

28
29
BAB IV
PENUTUP

A. KESIMPULAN
Setelah penulis melakukan pengkajian dan perawatan pada Tn. Y
dengan gangguan konsep diri : harga diri rendah di Desa Paringan Jenangan
Ponorogo selama 1 minggu penulis dapat menarik kesimpulan bahwa dalam
malakukan perawatan jiwa sangat penting sekali membina hubungan saling
percaya dan juga membutuhkan kolaborasi yang baik dengan tenaga medis
(dokter dan perawat), keluarga dan juga lingkungan (tetangga dan masarakat)
terapeutik, agar semua maksud dan tujuan klien dirawat maupun perawat
yang merawat tercapai.

B. SARAN
1. Klien
- Libatkan klien dalam aktivitas positif
- Minum obat secara rutin dengan prinsip 5B
- Memahami aspek positif dan kemampuan yang
dimilikinya
- Berlatih untuk berinteraksi dengan orang lain
2. Keluarga
- Mau dan mampu berperan serta dalam pemusatan kemajuan klien
- Membantu klien dalam pemenuhan aktivitas positif
- Menerima klien apa adanya
- Hindari pemberian penilaian negatif
3. Perawat
- Lebih mengingatkan terapi theraupetik terhadap klien
- Menyarankan keluarga untuk menyiapkan lingkungan
dirumah
- Meningkatkan pemenuhan kebutuhan dan perawatan
klien
- Memberi reinforcement

30
DAFTAR PUSATAKA

Stuart, G.W. dan Sudeen, S.J. (1995). “Principles And Practice Of


Psychiatric Nursing”. (6th ed). St. Louis : Mosby year book

Town send, M.C. (1998). “Diagnosa Keperawatan Psikiatri : Pedoman


untuk pembuatan rencana keperawatan”. Jakarta : EGC (terjemahan).

31