Anda di halaman 1dari 9

PEDOMAN

STANDAR RUANGAN UNIT RADIOLOGI


RUMAH SAKIT BHAKTI RAHAYU DENPASAR
BERDASARKAN KMK NOMOR 1014 TENTANG STANDAR PELAYANAN
RADIOLOGI DIAGNOSTIK DI SARANA PELAYANAN KESEHATAN

I. Latar Belakang
Mutu pelayanan kepada pasien didasarkan pada standar kualitas untuk memenuhi
kebutuhan dan keinginan pasien sehingga pasien memperoleh kepuasan yang akhirnya dapat
meningkatkan kepercayaan kepada Organisasi Pelayanan Kesehatan. Pelayanan terbaik,
melebihi, melampaui, mengungguli pelayanan yang diberikan pihak lain atau pelayanan
waktu lalu .Pelayanan prima dapat diwujudkan jika ada standar dan dipatuhi memberi yang
terbaik bahkan melebihi adanya terobosan untuk memuaskan pelanggan (inovasi).
Pelayanan radiologi merupakan pelayanan kesehatan yang menggunakan sinar peng-ion
ataupun bahan radioaktif sehingga penggunaan bahan tersebut mempunyai dua sisi yang
saling berlawanan, yaitu dapat sangat berguna bagi penegakan diagnosa dan terapi penyakit
dan di sisi lain akan sangat berbahaya bila penggunaannya tidak tepat dan tidak terkontrol.
Pelayanan terbaik yang bisa diberikan kepada customer sehingga
kebutuhan/keinginan/harapan customer dapat terpenuhi (pelanggan puas), Penilaian Mutu
pelayanan dapat untuk mengetahui keberhasilan atau kegagalan pelayanan dengan demikian
akan dapat menghargai keberhasilan dan memperbaiki kegagalan.
Penyelenggaraan pelayanan radiologi umumnya dan radiologi diagnostik khususnya telah
dilaksanakan di berbagai sarana pelayanan kesehatan. Dengan adanya perkembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi yang terjadi dewasa ini telah memungkinkan berbagai penyakit
dapat dideteksi dengan menggunakan fasilitas radiologi diagnostik yaitu pelayanan yang
menggunakan radiasi pengion dan non pengion. Dengan berkembangnya waktu, radiologi
diagnostik juga telah mengalami kemajuan yang cukup pesat, baik dari peralatan maupun
metodanya.
Dalam rangka peningkatan kualitas pelayanan radiologi khususnya di unit radiologi
diagnostik, maka dibuat laporan standar ruangan radiologi diagnostic disarana pelayanan
kesehatan sebagai acuan bagi Rumah Sakit Umum Bhakti Rahayu dalam membenahi sarana
1
serta ruang pelayanan kesehatan pada unit radiologi diagnostik sehingga pelayanan yang
didapat oleh pasien menjadi lebih maksimal dibanding sebelumnya.

II. Tujuan
 Sebagai pedoman dalam upaya pengembangan terhadap sarana dan ruang di Unit
Radiologi Rumah Sakit Umum Bhakti Rahayu Denpasar
 Meningkatkan tingkat kenyamanan serta keamanan pasien yang menerima pelayanan
di Unit Radiologi Rumah Sakit Umum Bhakti Rahayu Denpasar

III. Standar Ruangan Radiologi Menurut KMK Nomor 1014 Tentang Standar
Pelayanan Radiologi Diagnostik di Sarana Pelayanan Kesehatan
Pendekatan yang di pakai dalam menetapkan jenis dan luas ruangan adalah :
1. Fungsi ruangan / jenis kegiatan
2. Proteksi terhadap bahaya radiasi bagi petugas, pasien dan lingkungan
3. Efisiensi
Persyaratan ruangan :
1. Letak unit/ instalasi radiologi hendaknya mudah dijangkau dari ruangan gawat darurat,
perawatan intensive care, kamar bedah dan ruangan lainnya.
2. Di setiap instalasi radiologi dilengkapi dengan alat pemadam kebakaran dan alarm sesuai
dengan kebutuhan.
3. Suhu ruangan pemeriksaan 20-240C dan kelembapan 40-60 %
4. Suhu untuk alat sesuai dengan kebutuhan alat tersebut
Persyaratan ruangan meliputi jenis, kelengkapan dan ukuran/luas ruangan yang dibutuhkan
sebagai berikut :
1. Ketebalan dinding
Bata merah dengan ketebalan 25 cm da n kerapatan jenis 2,2g/cm3 atau beton dengan
ketebalan 20 cm atau setara dengan 2mm Pb (timah hitam) sehingga tingkat radiasi
disekitar ruangan Peswat Sinar-X tidak melampaui Nilai Batas Dosis 1mSv/tahun.

2. Pintu dan Ventilasi

2
 Pintu ruangan Pesawat Sinar-X dilapisi dengan timah hitam dengan ketebalan
tertentu sehingga tingkat Radiasi di sekitar ruangan Pesawat Sinar-X tidak melampaui
Nilai Batas Dosis 1mSv/tahun.
 Ventilasi setinggi 2 meter dari lantai sebelah luar agar orang diluar tidak terkena
paparan radiasi.
 Di atas pintu masuk ruang pemeriksaan dipasang lampu merah yang menyala pada
saat pesawat dihidupkan sebagai tanda sedang dilakukan penyinaran ( lampu
peringatan bahaya radiasi ).
3. Ruangan dilengkapi dengan sistem pengaturan udara sesuai dengan kebutuhan
4. Pada tiap-tiap sambungan Pb, dibuat tumpang tindih / overlapping
5. Jenis dan ukuran ruangan :
 Ruang X Ray
a. Ukuran ruangan : sesuai kebutuhan/besarnya alat.
b. Ruang X-Ray tanpa Flouroskopi minimal :
Alat dengan kekuatan s/d 125 KV : 4 m (p) x 3m (l) x 2,8m (t)
Alat dengan kekuatan > 125 KV : 6,5m (p) x 4m (l) x 2,8m (t)
c. Ruang X-Ray dengan Flouroskopi : 7,5m (p) x 5,7m (l) x 2,8m (t)
 Ruang CT-Scan
Ukuran minimal 6m (p) x 4m (l) x 3m (t)
Dilengkapi dengan :
a. Ruang operator
b. Ruang mesin
c. Ruangan AHU/chiller
 Ruangan DSA
Ukuran : 8,5m (p) x 7,5m (l) x 2,8m (t)
Dilengkapi dengan :
a. Ruang operator
b. Ruang persiapan tindakan dan recovery
c. Ruang mesin
d. Ruang AHU/chiller
 Ruang Mammografi ukuran 4m (p) x 3m (t) x 2,8m (l)
3
 Ruang Panoramic ukuran 3m (p) x 2m (l) x 2,8m (t)
 Ruang USG
Ukuran 4m (p) x 3m (l) x 2,7m (t)
Dinding : Terbuat dari batu bata, tanpa Pb
Perlengkapan : Meja/tempat tidur pemeriksaan pasien, kursi pasien
 Ruang MRI
Ukuran ruang pemeriksaan 12,5m (p) x 7m (l) x 3,5m (t)
Perlu diberi pengaman sangkar Faraday
Dilengkapi dengan :
a. Ruang operator
b. Ruang mesin
c. Ruang AHU/chiller
 Ruang baca / ruang konsultasi dokter
Terpisah dengan ruang pemeriksaan
Luas disesuaikan dengan kebutuhan, minimal 2m (p) x 2m (l) x 2,7m (t)/dokter
spesialis radiologi dan dapat menampung :
a. 1 buah meja kerja
b. 2 buah kursi
c. 1 buah lemari
Perlengkapan : light box
 Ruang ganti pakaian
Ada di setiap ruang pemeriksaan
Luas : disesuaikan dengan kebutuhan, minimal 1 m (p) x 1,5m (l) x 2,7m (t)
 WC
Ada di ruangan USG, CT-SCA, DSA, MRIBNO/IVP, flouroskopi
Ukuran minimal 1,5m (p) x 1m (l) x 2,7m (t)
 Kamar Gelap
Terdiri dari daerah basah dan daerah kering
a. Ukuran\
Manual processing : sebaiknya memanjang ukuran 2m (p) x 1,5m (l) x 2,8m (t)
untuk memudahkan pengaturan bahan-bahan dalam kamar gelap
4
Automatic Processing : sebaiknya bujur sangkar, luas 7m2 dan tinggi 2,8m
b. Lantai
Tidak menyerap air dan tahan terhadap cairan processing
Tidak licin dan mudah dibersihkan
c. Dinding
Warna cerah seperti merah jambu, krim dll
Mudah dibersihkan
Tidak menyerap air/keramik
Dilengkapi cassette pasing box dilengkapi dengan Pb
Dilengkapi dengan exhaust fan yang kedap cahaya
d. Pintu masuk kamar gelap
Kedap cahaya
Petugas mudah keluar masuk tanpa mengganggu jalannya processing
e. Kelengkapan daerah basah
Safe light
Rak gantungan film/film hanger
Lemari tempat penyimpanan cassette dan box film
Meja kerja
f. Kelengkapan daerah kering
Alat kamera identifikasi film
Alat pengering film
Viewing box/light case
IV. Ruangan Dan Perlengkapan Yang Tersedia di Unit Radiologi Diagnostik Rumah
Sakit Umum Bhakti Rahayu
A. Ruangan Unit Radiologi Rumah Sakit Umum Bhakti Rahayu
Dalam KMK Nomor 1014 menjelaskan mengenai standar ruangan radiologi yang
meliputi letak ruangan unit radiologi, ukuran, serta syarat kelayakan lainnya yang telah
ditetapkan. Berikut ini adalah uraian mengenai ruangan unit radiologi di Rumah Sakit
Umum Bhakti rahayu beserta perlengkapan dan syarat-syarat yang telah terpenuhi.
 Letak ruangan unit radiologi

5
Letak ruangan unit radiologi Rumah Sakit Umum Bhakti Rahayu tergolong telah
memenuhi syarat yang mudah dijangkau dari ruangan gawat darurat, perawatan
intensive care, kamar bedah dan ruangan lainnya.
 Ukuran ruangan unit radiologi
Ukuran untuk ruangan unit radiologi di Rumah Sakit Umum Bhakti Rahayu adalah
3m,17cm x 3m,15cm x 4m,65cm ruangan dengan pesawat merk Siemens non
flouroskopi yang sudah memenuhi persyaratan.
 Persyaratan kelayakan ruangan
a. Ruangan X-Ray
1. Dinding
Pada unit Radiologi Rumah Sakit Umum Bhakti Rahayu telah mengikuti
standar yang berlaku perihal ketebalan dinding yang berlaku yakni
menggunakan beton dengan ketebalan 20 cm atau setara dengan 2mm Pb
(timah hitam).
2. Pintu dan Ventilasi
Pintu dan ventilasi telah mengikuti standar yang berlaku yakni Pintu ruangan
Pesawat Sinar-X dilapisi dengan timah hitam dan ventilasi yang dibuat tinggi
sehingga pengunjung diluar ruangan tidak terkena paparan radiasi. Pada pintu
juga dipasang lampu merah tanda bahaya radiasi serta peringatan akan bahaya
radiasi yang tertempel di depan pintu ruangan unit radiologi.
3. Sistem pengaturan udara telah diatur baik dan ruangan dilengkapi dengan AC
untuk mengatur suhu ruangan
b. Ruang Baca Dokter
Ruang baca dokter telah diatur terpisah dengan ruang pemeriksaan. Luas telah
disesuaikan dengan kebutuhan, minimal dapat menampung dokter spesialis
radiologi, radiografer serta perlengkapan lainnya seperti:
1 buah meja kerja
2 buah kursi
1 buah lemari
1 Viewing box
c. Kamar Gelap
6
1. Ukuran
Processing film di unit radiologi Rumah Sakit Bhakti Rahayu menggunakan
automatic processing yang diletakkan di ruangan kamar gelap berukuran 1m,
0,8cm x 1m,0,5cm x 3m,15cm yang belum dapat masuk dalam standar yang
ada yakni luas kamar gelap adalah 7m2 .
2. Lantai yang digunakan merupakan lantai yang tidak menyerap air dan mudah
di bersihkan
3. Dinding kamar gelap tidak memakai keramik.
4. Pintu masuk kedap cahaya dan mudah bagi radiografer keluar masuk tanpa
mengganggu proses pencucian film.
d. Ruang USG
Ukuran ruang USG di Unit Radiologi yakni 3m,10cm x 3m,20cm x 2m,20cm
termasuk standar yang berlaku. Dinding ruangan USG Terbuat dari beton yang di
tambahkan dengan keramik dan tanpa disertai Pb
Perlengkapan yang telah ada yakni Meja kerja, tempat tidur pemeriksaan pasien,
kursi pasien dan kursi untuk dokter.
V. Persyaratan Yang Belum Terpenuhi Pada Ruangan Unit Radiologi Rumah Sakit
Umum Bhakti Rahayu Denpasar
Berdasarkan uraian sebelumnya terdapat beberapa persayaratan yang belum dapat
dipenuhi pada Ruangan Unit Radiologi Rumah Sakit Bhakti Rahayu. Melalui laporan ini
kami berharap akan adanya perubahan-perubahan yang mampu meningkatkan kualitas
pelayanan di Unit Radiologi sehingga pasien dapat merasa aman serta nyaman saat
melakukan pemeriksaan Radiologi. Berikut beberapa persyaratan yang belum terpenuhi
menurut KMK Nomor 1014 Tentang Standar Pelayanan Radiologi Diagnostik di Sarana
Pelayanan Kesehatan di Unit Radiologi Rumah Sakit Umum Bhakti Rahayu ;

a. Belum ada Ruangan ganti khusus


Saat ini di Ruangan Radiologi tempat ganti baju pasien berada langsung di ruang
pemeriksaan tempat pesawat sinar-X berada. Dalam KMK nomor 1014 di jelaskan
bahwa tempatganti baju memiliki ruangannya tersendiri di dalam ruang pemeriksaan.
7
b. Tidak ada WC khusus di ruangan
Dalam KMK Nomor 1014 diatur bahwa WC berada di ruangan pemeriksaan. Saat ini
WC yang digunakan adalah WC umum yang berada bersebelahan dengan Ruang
USG dan UGD.
c. Ukuran kamar gelap belum sesuai standar
Dalam KMK nomor 1014 kamar gelap dengan processing automatic sebaiknya bujur
sangkar, luas 7m2 dan tinggi 2,8m. Kamar gelap di Unit Radiologi Rumah Sakit
Bhakti Rahayu memiliki ukuran kurang dari standar yang ada.
d. Warna dinding kamar gelap tidak cerah
Warna dinding yang digunakan pada kamar gelap unit radiologi saat ini adalah warna
hitam sehingga terlihat tidak bersih dan terkesan kumal. Dalam KMK Nomor 1014
diatur bahwa warna dinding kamar gelap haruslah warna-warna terang.
e. Meja kerja di kamar gelap yang menjadi satu untuk menempatkan persediaan
Film
Dalam KMK nomor 1014 menjelaskan adanya lemari tempat penyimpanan cassette
dan box film. Saat ini meja kerja yang berada di kamar gelap juga menjadi tempat
penyimpanan cassette dan box film.
f. Tidak ada jarak pemisahan antara daerah kerja basah dan kering pada kamar
gelap
Dalam KMK nomor 1014 tercantum adanya area basah dan area kering serta
perlengkapan yang ada pada area-area tersebut. Saat ini kamar gelap di Unit
Radiologi tergolong sempit untuk dibuat batasan tersebut, sehingga terlihat
berantakan.

VI. Penutup
Demikian isi dari laporan ini, melalui laporan ini kami banyak berharap akan ada
pertimbangan-pertimbangan serta kebijakan-kebijakan mengenai realisasi sarana dan ruang
unit radiologi sehingga dapat mengikuti standar ruangan radiologi yang telah ditetapkan,
khusus pada laporan ini yang mengacu pada KMK nomor 1014 tahun 2008 tentang Standar
Pelayanan Radiologi Diagnostik di Sarana Pelayanan Kesehatan sehingga harapan pasien-
8
pasien di Rumah Sakit Umum Bhakti Rahayu Denpasar untuk memperoleh pelayanan
radiologi yang cepat, aman, nyaman serta optimal dapat di wujudkan.

Denpasar, 1 Mei 2017

I Made Anom Subawa


Ka.Unit Radiologi

Anda mungkin juga menyukai