Anda di halaman 1dari 40

BAB I

PENDAHULUAN

KARAKTERISTIK LALU LINTAS


Dalam menentukan karakteristik lalu lintas ruas jalan (Walinke) dan
persimpangan (interchanges) beberapa variabel utama yang digunakan antara lain :
1. Volume lalu lintas
Volume lalu lintas adalah kendaraan yang melewati satu titk pada jalur
gerak dalam suatu satuan dan biasanya di ukur dalam unit suatu kendaraan /
satuan mempunyai karakteristik sendiri. Dengan demikian diperlukan suatu
waktu karena arus lalu lintas terdiri dari beberapa jenis kendaraan yang
berbanding dan berbagai jenis kendaraan yang ada. Suatu perbandingan uang
digunakan adalah satuan mobil penumpang (smp), yaitu angka yang equivalent
jenis kendaraan tertentu terhadap mobil penumpang oleh direktur jendral bina
marga. Departemen Pekerjaan Umum telah menetapkan angka kesesuaian.
Untuk setiap jenis kendaraan terhadap arus lalu lintas sebagai berikut :
Jenis kendaraan angka penyesuaian
- Sepeda 0,50
- Becak 7,00
- Sepeda motor 1,00
- Mobil penumpang 1,00
- Pick up 2,00
- Truk 2,50
- Trainer / semitrainer 3,00
- Bus 3,00
Dengan angka kesesuaian setiap jenis kendaraan tersebut, dapat
diketahui nilai hambatan yang ditimbulkan. Setiap jenis kendaraan terhadap
arus lalu lintas.
2

II. Kecepatan lalu lintas


Kecepatan lalu lintas adalah besaran yang merupakan lalu lintas pada
suatu jalan. Cara mengukur kecepatan kendaraan yang melewati suatu titik
dan suatu jalan dengan menentukan jarak antara kedua tempat pengamatan
hal ini diambil jarak tiap-tiap ruas jalan yang ditentukan. Pengamatan
dilakukan pada setiap kendaraan sampel untuk masing-masing ruas jalan yang
telah dilakukan dengan dengan menggunakan stop watch dapat mengetahui
waktu yang dibutuhkan kendaraan tersebut hal ini dilakukan dengan beberapa
kali setiap ruas jalan.
Dengan memperhatikan mutu arus lalu lintas pada suatu ruas jalan maka
kecepatan dapat dikategorikan sebagai berikut :

1. Kecepatan maksimum
Kecepatan maksimum (kecepatan bebas Vo) ialah suatu tingkat kecepatan
kendaraan yang paling maksimum dapat dicapai oleh kendaraan sesuai
dengan kecepatan yang dimainkan oleh pengemudi tanpa mengalami
hambatan yang berarti dengan kendaraan lainnya di jalur tersebut.
2. Kecepatan maksimum pada jam sibuk
Kecepatan maksimum pada jam sibuk ialah kecepatan yang paling
maksimum yang dapat dicapai oleh hambatan-hambatan dan kendaraan
lainnya kecepatan maksimum pada jam sibuk diambil pada saat resminya
lalu lintas yang melewati ruas jalan itu berdasarkan waktu yang ditempuh
maka kecepatan dibedakan atas :
 Kecepatan perjalanan
Kecepatan perjalanan (travel speed) yaitu perbandingan antara jumlah
jarak yang ditempuh dan waktu perjalanan yang digunakan untuk
menempuh jarak tersebut.
 Kecepatan bergerak
Kecepatan bergerak (running speed) yaitu perbandingan antara jumlah
jarak yang ditempuh dengan waktu selama dalam keadaan bergerak.
3

Ada dua hal yang perlu diperhatikan dalam menilai hasil kecepatan setempat
yaitu :
1. Kecepatan rata-rata (mean speed) yaitu untuk meyatakan kecepatan rata-rata
kendaraan dalam keadaan suatu bagian jalan saat tertentu.

2. Kecepatan rata-rata waktu (time mean speed) yaitu untuk menyatakan


kecepatan rata-rata kendaraan yang melewati suatu titik dalam material
waktu tertentu.

III. Kecepatan lalu lintas


Salah satu variabel yang penting dalam menilai suatu jalan adalah dengan
mengetahui kepadatan lalu lintas jalan adalah jumlah kendaraan yang lewat
pada suatu bagian tertentu dari suatu jalam dalam jangka waktu keadaan jalan
dan lalu lintas tertentu, kepadatan ini disebut kepadatan jam sibuk (D).
Apabila nilai kepadatan pada jalan terlalu besar akan mengakibatkan
kemacetan lalu lintas sehingga tidak lagi menimbulkan kenyamanan bagi
pemakai jalan kepadatan lalu lintas yang seperti ini bisa terjadi suatu
kemacetan arus lalu lintas dan biasa disebut kepadatan / macet.

IV. Kapasitas jalan


Kapasitas jalan adalah kapasitas suatu ruas system jalan raya adalah
jumlah kendaraan maksimum yang memiliki kemingkinan yang cukup untuk
melewati ruas jalan tersebut (dalam 1 arah atau 2 arah) dalam priode waktu
tertentu dan dibawah kondisi jalan dan lalu lintas yang umum.
Kapasitas dan vilume memilih kesamaan pula yaitu kendaraan per jam.
Hanya saja volime menggambarkan suatu arus rata-rata yang sebenarnya dan
sifatnya bervariasi, sedangkan kapasitas menunjukakn kemampuan atau
jumlah arus rata-rata maksimum dengan karakteristik tingkat pelayanan
tertentu yang dilakukan oleh jalan raya. Sehingga nilai kapasitas suatu jalan
raya menghitung kepada keadaan lalu lintas dan kontruksi jalan itu tersendiri.
4

Beberapa hal yang berhubungan dengan defenisi kapasitas yang


dianggap penting antara lain :
1. Maksimum
Besarnya kapasitas yang menunjukkan volume maksimum yang dapat
ditampung jalan raya pada keadaan lalu lintas yang bergerak lancar tanpa
ada terputus atur kemacetan. Pada kapasitas kualitas pelayanan atau
tingkat pelayanan jalan dikatakan jauh dan dekat.
2. Jumlah kendaraan
Umumnya kapasitas dinyatakan dalam mobil penumpang umum per jam,
truk dan bus umumnya bergerak dapat mempengaruhi besarnya kapasitas.
3. Kemungkinan yang layak
Besarnya kapasitas tidak dapat ditentukan dengan tepat disebabkan
banyaknya variabel yang mempengaruhi arus lalu lintas, terutama pada
volume yang tinggi jadi kapasitas actual pada kondisi jalan merupakan
serupa dapat berbeda jauh dengan kata lain besarnya lebih merupakan
kemungkinan dari pada kepastian.
4. Priode waktu tertentu
Volume lalu lintas dan kapasitas sering dinyatakan dalam jumlah
kendaraan perjam. Berhubungan arus lalu lintas yang terjadi dalam waktu
1 jam dinyatakan sebagai “ factor jam sibuk” , ini yang besarnya kurang
atau sama dengan 1, adalah hasil bagai dari volume tiap jam dibagi
dengan volume pada priode terpendek dikalikan dengan jumlah priode
dalam 1 jam.
5. Kondisi jalan dan lalu lintas yang umum
6. Kondisi jalan yang umum menyangkut cirri fisik sebuah jalan yang
mempengaruhi kapasitas.
5

Kapasitas jalan dapat dihitung dan dibedakan menurut penggunaannya


sebagai berikut :
a. Kapasitas maksimum kendaraan yang dapat melewati suatu titik
tertentu pada jalur atau jalan raya selama waktu 1 jam dalam keadaan
jalan dan lalu lintas yang mendekati ideal yang akan dicapai.
b. Kapasitas yang mungkin adalah kapasitas yang sedang berlaku
dimana nilai kapasitas dasar yang sangat tergantung pada keadaan
arus lalu lintas.
c. Kapasitas peraktis adalah kapasitas yang memperhitungkan factor
jalan raya, pengaruh geometric, bus dan truk.
6

ANALISA OPRASIONAL JALANDENGAN CARA IHCM 1993

A. PROSEDUR DAN ANALISA OPERASIONAL JALAN


Prosedur perencanaan analisa dan operasional jalan
Dalam perencanaan system operasional jalan, hal-hal pokok uang harus
diketahui adalah bentuk.ukuran jalan, kondisi lalu lintas dan kondisi lingkungan
akan tetapi dalam penggunaan besaran arus lalu lintas adalah besaran dalam
AADT (Average Amnual Daily Trafik) atau LHR (lalu lintas harian rata-rata).
Karena lebih mendekati situasi atau kondisi lalu lintas yang sebenarnya pada ruas
jalan tersebut dari pada kondisi lalu lintas pada jam sibuk, sehingga dapat
mendukung keakuratan dalam penentuan kondisi geometric, kondisi arus lalu
lintas dan kondisi ligkungan yang ada. Agar dalam proses pengambilan data dan
pemasukan data pada perhitungan tidak terjadi kekeliruan, untuk itu perlu
diketahui prosedur pengambilan / pemasukan data dan standart. Faktor-faktor
penyesuaian yang dipergunakan pada perhitungan sebagai berikut :
Langkah A : Data-data Umum
A-I Pembagian ruas jalan dalam bagian-bagiannya, ukuran (tidak
dipengaruhi oleh lampu lalu lintas) yang ada dipersimpangan , letak daerah
yang mengalami perubahan karakteristik serta jenis dan ruas jalan (2/2,
4/2, 1, 3/1).

A-II Data Umum


Hari, tanggal, tahun penelitian (survey) dan kelengkapannya.
Langkah B : Data-data kondisi geometric
B-I Data geometric jalan
 Lebar efektif kedua jalur jalan/ perkerasan
 Lebar efektif kedua bahu jalan yang diukur dari tepi gangguan samping
ketepi jalan/ perkerasan
 Sisinya, dihitung jarak rata-rata kegangguan samping pada masing-masing
sisi jalan.
7

 Tidak / memiliki pemisahan jalur/arah (median) untuk jalan 4/2 jika


memiliki ukuran yang ada. Jika hanya mempunyai satu buah jalan dan kerb
pada kedua (tidak terputus) menerus, sedikit terputus dan sering terputus.
Langkah C : Data-data kondisi lalu lintas
C-I Data arus lalu lintas
 Survey jumlah arus lalu lintas berdasarkan golongan jenis kendaraan untuk
masing-masing arus/jalur lalu lintas dan kelengkapannya (kend/jam)
 Golongan kendaraan yang digunakan adalah kendaraan berat, ringan,
sepeda, motor dan tidak bermotor.
C-II Perhitungan dan analisa arus lalu lintas
 Hitung jumlah kendaraan yang lewat dalam interval waktu dengan rumus :
Qv = Qsm + Qtb + Qkb
Dimana :
Qv = jumlah kendaraan yang lewat pada interval waktu tertentu
Qsm = jumlah kendaraan pada sepeda motor yang lewat pada interval
tertentu
Qtb = jumlah kendaraan tak bermotor yang lewat pada interval tertentu
Qkb = jumlah kendaraan berat yang lewat pada interval tertentu.
 Hitung komposisi arus lalu lintas setiap jenis kendaraan dengan rumus :
QI
K = ----- X 100 %
QV

Dimana :
QI = jumlah masing-masing kendaraan
QV = jumlah kendaraan total yang lewat
K = Variabel komposisi masing-masing jenis kendaraan sm
%, tb %, kb%, dan kr %.
8

 Hitung factor eqivalen kendaraan (smp) dengan rumus :


P = (sm%.fe) + (tb%.fe) + (kb%.fe) + (kr%.fe)
100
dimana :
p = factor eqivalen kendaraan / arus lalu lintas yang lewat dalam
interval waktu tertentu.
Fe = factor eqivalen masing-masing kendaraan (kb=1,2 ; kr=1,0;
sm=0,225 dan tb=0,8)
Sehingga dapat diperoleh jumlah lalu lintas pada jam sibuk dengan rumus :
Qp = Qv . P
Dimana :
Qp = jumlah lalu lintas pada jam sibuk dengan interval tertentu
Qv = jumlah lalu lintas yang lewat dalam interval tertentu
P = factor eqivalen arus lalu lintas yang lewat pada interval tertentu
C-III Pembagian arus distribusi arus lalu lintas menurut arah arus lalu lintas
dan hasil perhitungan besaran arus lalu lintas untuk masing-masing arah pada
(langkah 11) diperoleh perbandingan distribusi kendaraan dank e dua arah /
jalur lalu lintas.
Langkah D : Situasi dan kondisi lingkungan
D-I Tinggkat/ gesekan samping
Dan tiga macam pokok gesekan samping dari hasil survey penelitian
lapangan yang diperoleh jumlah masing-masing gesekan sampai yang ada
(tabel) diperoleh tingkat kelas gesekan samping sehingga didapatkan total
nilai factor penyesuaian gesekan samping yang tepat sesuai dengan
kondisi lingkungan yang ada.

D-II Ukuran kota


9

Dan data jumlah penduduk dan tingkatan/ kelas kota, diperoleh ukuran
perkotaan setelah memperoleh nilai factor penyersuian ukuran kota.
D-III Kecepatan bebas arus lalu lintas
Dan data-data sebelumnya (langkah A-I dan langkah A-II) dan hasil
perhitungan yaitu lebar jalan, jenis jalan, ukuran kota, dan tingkat gesekan
samping, maka grafik diperoleh kecepatan bebas ruas lalu lintas yang
terjadi.
Dan hasil survey dan pengukuran lebar efektif bahu jalan kerb
disepanjang ruas jalan, diperoleh factor penyesuaian lebar efektif jalan
untuk bahu jalan untuk kerb.
Jika jalan mempunyai bahu jalan dan kerb pada kedua sisinya maka
digunakan nilai rata-rata .

JALAN PERKOTAAN

1. Kapasitas
10

C = Co . FCw . FCsf . FCcs


Dimana :
Co = Kapasitas dasar (SMP/jam)
FCw = Faktor penyesuaian lebar jalan
FCsp = Faktor penyesuaian pemisah jalan
FCsf = Faktor penyesuaian hambatan sam,ping dan lebar bahu
FCcs = Faktor penyesuaian ukuran kota
Kapasitas dasar ditentukan berdasarkan jenis jalan . Nilai kapasitas dasar
menurut MKJI 1977 adalah sebagai berikut :
- Jalan empat lajur terbagi atau jalan satu arah (Co = 1650
smp/jam/lajur)
- Jalan empat lajur terbagi (Co = 1500
smp/jam/lajur)
- Jalan dua lajur dua arah (Co = 2900
smp/jam/lajur)

Tabel 1. Faktor Penyesuaian Lebar Lajur Fcw Jalan Perkotaan


Lebar jalur 5 6 7 8 9 10 11
FCw 0,56 0,87 1,00 1,14 1,25 1,29 1,34

Tabel 2. Faktor Penyesuaian Arah FCsp jalan perkotaan


Pemisahan Arah SP %-
50-50 55-45 60-40 65-35 70-30
%
Dua laju 1,00 0,97 0,94 0,91 0,88
FCsp
Empat laju 1,00 0,985 0,97 0,955 0,94

Tabel 3. Faktor Penyesuaian Hambatan Samping Jalan Perkotaan untuk Ws


=1m
Kelas hambatan
VL L M H VH
samping
11

FCsp 0,96 0,94 0,92 0,86 0,79

Tabel 4. Faktor Penyesuaian Ukuran Kota (FCcs)


Ukuran kota ( juta penduduk ) FCcs
< 0,1 0,86
0,1 – 0,5 0,90
0,5 – 1,0 0,94
1,0 – 3,0 1,00
>3,0 1,04

1. Tinggkat Pelayanan
MKJI 1997 menggunakan ukuran kinerja sebagai berikut :
2. Derajat Kejenuhan(Q/C)
Derajat kejenuhan dihitung dengan menggunakan volume dan kapasitas yang
dinyatakan dalam smp / jam
DS = Q / C
3. Kecepatan arus bebas (FV)
Persamaan untuk penentuan kecepatan arus bebas pada jalan perkotaan
mempunyai bentuk berikut :
FV = (FVo + FVw) . FVsf . FVcs
Dimana :
FV = Kecepatan arus bebas kendaraan ringan pada kondisi
lapangan (km/jam)
FVo = Kecepatan arus bebeas dasar kendaraan ringan pada
jalan dan alinymen yang diamati (km/jam)
FVw = Penesuaian kecepatan akibat lebar jalur lalu lintas
(km/jam)
FFVsf = Faktor penyesuaian hambatan samping dan lebar
bahu/jarak kereb ke penghalang.
FFVcs = Faktor penyesuaian ukuran kota
12

Tabel 5. Kecepatan Arus Bebas (FVo) Untuk Kendaran Ringan Dijalan


Perkotaan
JENIS JALAN FVo (Km/Jam)
Enam lajur terbagi (6/2D) atau tiga lajur satu arah 61
Empat lajur terbagi (4/2 D) atau dua lajur satu arah 57
Empat lajur tak terbagi (4/2UD) 53
Dua lajur tak terbagi (2/2 UD) 44

Tabel 6. Penyesuaian Kecepatan akibat Lebar Jalur Lalu Lintas (FVw)


Dijalan Perkotaan
We (m) 5 6 7 8 9 10 11
FVw (Km / Jam) -9,5 -3,0 0,0 3,0 4,0 6,0 7,0

Tabel 7. Faktor Penyesuaian hambatan Samping Jalan Perkotaan (FVsf)untuk


Ws = 1
Kelas hambatan samping VL L M H VH
FVsf 1,01 0,98 0,93 0,86 0,79

Tabel 8. Faktor Penyesuaian Ukuran Kota (FFVcs)


Ukuran Kota (Juta Penduduk) FFVcs
<0,1 0,90
0,1 – 0,5 0,93
0,5 – 1,0 0,95
1,0 – 3,0 1,00
>3,0 1,03
13

4. Kecepatan Rata-Rata ruang ( V )


Kecepatan rata-rata ruang adalah kecepatan rata-rata kendaran untuk
menempuh ruas yang sedang dianalisis. Nilai kecepatan rata-rata ruang
dipengaruhi oleh derajat kejenuhan dan kecepatan arus bebas.

Perhitungan Data dan Analisa Lalu Lintas


Road Stegmen
(Arah Ruas I) : Utara
A. Jumlah kendaraan yang keluar (Q exit)
- Kendaraan Ringan (LV) : 417 Kend/Jam
- Kendaraan Berat (HV) : 3 Kend/Jam
- Kendaraan Bermotor (MC) : 463 Kend/Jam
- Tidak bermotor (VM) : 257 Kend/Jam
14

QV : 1140 Kend/Jam
Dimana :
QV = Jumlah kendaraan yang lewat
B. Jumlah kendaraan yang masuk (Q entry)
Rumus :
Q entry = S (Lr) + B (Kr) + T (Kn)
- Kendaraan ringan (LV) = 260 + 64 + 54
= 378 Kend/Jam
- Kendaraan berat (HV) = 6 + 16 + 14
= 36 Kend/Jam
- Kendaraan motor (MC) = 288 + 98 + 73
= 459 Kend/Jam
- Tidak bermotor (VM) = 206 +50 +29
= 285 Kend/Jam
Q entry = LV + HV + MC + VM
= 378 + 36 + 457 + 285
= 1158 Kend/Jam

C. Jumlah total kendaraan


Rumus :
Q exit + Q entry
- Kendaraan ringan (LV) = 417 + 378
= 795 Kend/Jam
- Kendaraan berat (HV) = 3 + 36
= 39 Kend/Jam
- Kendaraan motor (MC) = 463 + 459
15

= 922 Kend/Jam
- Tidak bermotor (VM) = 257 + 285
= 542 Kend/Jam
 Q V Total = Q exit total + Q entry Total
= 1140 + 1158
= 2298 Kend/Jam
D. Kondisi lalu lintas
Rumus :
Q1
K % = QV x 100 %

Dimana : Q1 = Jumlah masing-masing jenis kendaraan.


K = Variabel komposisi masing-masing jenis kendaraan.
Q exit :
417
LV = x 100 % = 36,579 %
1140
3
HV = x 100 % = 0, 263 %
1140
463
MC = x 100 % = 40,614 %
1140
257
VM = x 100 % = 22,544 %
1140

Q entry :
378
LV = x 100 % = 32,642 %
1158
36
HV = x 100 % = 3,109 %
1158
459
MC = x 100 % = 39,637 %
1158
285
VM = x 100 % = 24,611 %
1158
Q total :
16

795
LV = x 100 % = 34,595 %
2298
39
HV = x 100 % = 1,697 %
2298
922
MC = x 100 % = 40,122 %
2298
542
VM = x 100 % = 23,586 %
2298
E. Faktor equivalent (D) kendaraan
PCV . LV = 1,00
PCV . HV = 1,20
PCV . MC = 0,25
PCV . VM = 0,80
Rumus :
P =

( LV %.PCV .LV )  ( HV %.PCV .HV )  ( MC %.PCV .MC )  (VM %.PCV .VM )


100
(36,579.1,00)  (0,263.1,20)  (40,614.025)  (22,544.0,80)
P exit =
100
= 0,651
(32,642.1,00)  (3,109.1,20)  (39,637.0,25)  ( 24,611.0,80)
P entry =
100
= 0,660
(34,594.1,00)  (1,697.1,20)  ( 40,122.0,25)  (23,586.0,80)
P total =
100
= 0,655
F. Volume aktual
Rumus : QP = QV . P
Dimana :
QP = Jumlah lalu lintas pada jam sibuk dalam interval waktu tertentu
QV = Jumlah lalu lintas yang lewat dalam interval waktu tertentu
P = Faktor equivalent arus lalu lintas yang lewat
17

QP exit = 1140 x 0,651


= 742,14
QP entry = 1158 x 0,660
= 764,28
QP total = 2298 x 0,655
= 1505,19
G. Distribusi arus lalu lintas (SP)
742,14
SP exit = 1505,19 x 100 % = 49,305 % 49 %

764,28
SP entry = 1505,19 x 100 % = 50,776 % 51 %

49 %
SP total = 51 %

Road Segmen
Arah (Ruas II) = Selatan
A. Jumlah kendaraan yang keluar (Q exit)
- Kendaraan Ringan (LV) : 358 Kend/Jam
- Kendaraan Berat (HV) : 6 Kend/Jam
- Kendaraan Bermotor (MC) : 391 Kend/Jam
- Tidak bermotor (VM) : 285 Kend/Jam
QV : 1040 Kend/Jam
Di mana :
QV = Jumlah kendaraan yang lewat
B. Jumlah kendaraan yang masuk (Q entry)
Rumus :
Q entry = U (Lr) + T (Kr) + B (Kn)
- Kendaraan Ringan (LV) : 313 + 44 + 49
: 406 Kend/Jam
- Kendaraan Berat (HV) : 3 + 20 + 21
: 44 Kend/Jam
18

- Kendaraan Bermotor (MC) : 349 + 88 + 76


: 513 Kend/Jam
- Tidak bermotor (VM) : 193 + 45 + 23
: 261 Kend/Jam
 Q entry = LV + HV + MC + VM
= 406 + 44 + 513 + 261
= 1224 Kend/Jam
C. Jumlah total kendaraan
Rumus :
Q total = Q exit + Q entry
- Kendaraan Ringan (LV) : 358 + 406
: 764 Kend/Jam
- Kendaraan Berat (HV) : 6 + 44
: 50 Kend/Jam
- Kendaraan Bermotor (MC) : 391 + 513
: 904 Kend/Jam
- Tidak bermotor (VM) : 285 + 261
: 546 Kend/Jam
 Q total = Q exit + Q entry
= 1040 + 1224 = 2264 Kend/Jam
D. Kondisi lalu lintas
Rumus :
Q1
K % = QV x 100 %

Dimana :
Q1 = Jumlah masing-masing jenis kendaraan
K = Variabel komposisi masing-masing jenis kendaraan
Q exit
358
LV = x 100 % = 34,423 %
1040
19

6
HV = x 100 % = 0,577 %
1040
391
MC = x 100 % = 37,596 %
1040
285
VM = x 100 % = 27,404 %
1040
Q entry
406
LV = x 100 % = 33,170 %
1224
44
HV = x 100 % = 3,595 %
1224
513
MC = x 100 % = 41,912 %
1224
261
VM = x 100 % = 21,324 %
1224
Q total
764
LV = x 100 % = 33,746 %
2264
50
HV = x 100 % = 2,208 %
2264
904
MC = x 100 % = 39,430 %
2264
546
VM = x 100 % = 24,117 %
2264
E. Faktor equivalent (P) kendaraan
PCV . LV = 1,00
PCV . HV = 1,20
PCV . MC = 0,25
PCV . VM = 0,80
Rumus :
20

P =

( LV %.PCV .LV )  ( HV %.PCV .HV )  ( MC %.PCV .MC )  (VM %.PCV .VM )


100
(34,423.1,00)  (0,577.1,20)  (37,596.0,25)  ( 27,404.0,80)
P exit =
100
= 0,664
(33,170.1,00)  (3,595.1,20)  (41,912.0,25)  ( 21,324.0,80)
P entry =
100
= 0,650

(33,746.1,00)  (2,208.1,20)  (39,930.0,25)  ( 24,117.0,80)


P total =
100
= 0,657
F. Volume aktual
Rumus :
QP = QV . P
Dimana :
QP = Jumlah lalu lintas pada jam sibuk dalam interval waktu tertentu
QV = Jumlah lalu lintas yang lewat didalam interval waktu tertentu
P = Faktor equivalent arus lalu lintas yang lewat
- QP exit = 1040 x 0,664 = 690,56
- QP entry = 1224 x 0,650 = 795,6
- QP total = 2264 x 0,657 = 1487,448
G. Distribusi arus lalu lintas (SP)
690,56
- SP exit = 1487,448 x 100 % = 46,426 % 46 %

795,6
- sp entry = 1487,448 x 100 % = 53,488 % 54 %

46 %
- SP total = 54 %

Road Segmen
Arah (Ruas III) = Barat
21

A. Jumlah kendaraan yang keluar (Q exit)


- Kendaraan Ringan (LV) : 439 Kend/Jam
- Kendaraan Berat (HV) : 140 Kend/Jam
- Kendaraan Bermotor (MC) : 716 Kend/Jam
- Tidak bermotor (VM) : 298 Kend/Jam
Q V : 1593 Kend/Jam
Di mana :
QV = Jumlah kendaraan yang lewat
B. Jumlah kendaraan yang masuk (Q entry)
Rumus :
Q entry = U (Kr) + T (Kn) + B (Lr)
- Kendaraan Ringan (LV) : 59 + 40 + 286
: 385 Kend/Jam
- Kendaraan Berat (HV) : 0 + 0 + 113
: 113 Kend/Jam
- Kendaraan Bermotor (MC) : 65 + 45 + 459
: 569 Kend/Jam
- Tidak bermotor (VM) : 38 + 43 + 255
: 336 Kend/Jam

 Q entry = LV + HV + MC + VM
= 385 + 113 + 569 + 336
= 1403 Kend/Jam
C. Jumlah total kendaraan
Rumus :
Q total = Q exit + Q entry
- Kendaraan Ringan (LV) : 439 + 385
: 824 Kend/Jam
- Kendaraan Berat (HV) : 140 + 113
22

: 253 Kend/Jam
- Kendaraan Bermotor (MC) : 716 + 569
: 1285 Kend/Jam
- Tidak bermotor (VM) : 298 + 336
: 634 Kend/Jam
 Q total = Q exit + Q entry
= 1593 + 1403 = 2996 Kend/Jam
D. Kondisi lalu lintas
Rumus :
Q1
K % = QV x 100 %

Dimana :
Q1 = Jumlah masing-masing jenis kendaraan
K = Variabel komposisi masing-masing jenis kendaraan
Q exit
439
LV = x 100 % = 25,558 %
1593
140
HV = x 100 % = 8,788 %
1593
716
MC = x 100 % = 44,947 %
1593
298
VM = x 100 % = 18,707 %
1593
Q entry
385
LV = x 100 % = 27,441 %
1403
113
HV = x 100 % = 8,054 %
1403
569
MC = x 100 % = 40,556 %
1403
336
VM = x 100 % = 23,949 %
1403
23

Q total
824
LV = x 100 % = 27,503 %
2996
253
HV = x 100 % = 8,445 %
2996
1285
MC = x 100 % = 42,891 %
2996
634
VM = x 100 % = 21,162 %
2996
E. Faktor equivalent (P) kendaraan
PCV . LV = 1,00
PCV . HV = 1,20
PCV . MC = 0,25
PCV . VM = 0,80
Rumus :
P =
( LV %.PCV .LV )  ( HV %.PCV .HV )  ( MC %.PCV .MC )  (VM %.PCV .VM )
100

( 27,558.1,00)  (8,788.1,20)  ( 44,947.0,25)  (18,707.0,80)


P exit =
100
= 0,643
( 27,441.1,00)  (8,054.1,20)  ( 40,556.0,25)  ( 23,949.0,80)
P entry =
100
= 0,664

(27,503.1,00)  (8,445.1,20)  (42,891.0,25)  (21,162.0,80)


P total =
100
= 0,653
F. Volume aktual
Rumus :
QP = QV . P
Dimana :
24

QP = Jumlah lalu lintas pada jam sibuk dalam interval waktu tertentu
QV = Jumlah lalu lintas yang lewat didalam interval waktu tertentu
P = Faktor equivalent arus lalu lintas yang lewat
- QP exit = 1593 x 0,643 = 690,56
- QP entry = 1403 x 0,664 = 931,592
- QP total = 2996 x 0,653 = 1956,388
G. Distribusi arus lalu lintas (SP)
1024,299
- SP exit = 1956,388 x 100 % = 52,357 % 52 %

931,592
- sp entry = 1956,388 x 100 % = 47,618 % 48 %

52 %
- SP total = 48 %

Road Segmen
Arah (Ruas IV) = timur
A. Jumlah kendaraan yang keluar (Q exit)
- Kendaraan Ringan (LV) : 384 Kend/Jam
- Kendaraan Berat (HV) : 147 Kend/Jam
- Kendaraan Bermotor (MC) : 620 Kend/Jam
- Tidak bermotor (VM) : 329 Kend/Jam
Q V : 1480 Kend/Jam
Di mana :
QV = Jumlah kendaraan yang lewat
B. Jumlah kendaraan yang masuk (Q entry)
Rumus :
Q entry = U (Kr) + T (Kn) + B (Lu)
25

- Kendaraan Ringan (LV) : 59 + 40 + 356


: 425 Kend/Jam
- Kendaraan Berat (HV) : 0 + 0 + 103
: 103 Kend/Jam
- Kendaraan Bermotor (MC) : 65 + 45 + 542
: 652 Kend/Jam
- Tidak bermotor (VM) : 38 + 43 + 255
: 336 Kend/Jam

 Q entry = LV + HV + MC + VM
= 425 + 103 + 652 + 336
= 1516 Kend/Jam

C. Jumlah total kendaraan


Rumus :
Q total = Q exit + Q entry

- Kendaraan Ringan (LV) : 384 + 425


: 809 Kend/Jam
- Kendaraan Berat (HV) : 147 + 103
: 250 Kend/Jam
- Kendaraan Bermotor (MC) : 620 + 652
: 1272 Kend/Jam
- Tidak bermotor (VM) : 329 + 336
: 665 Kend/Jam
 Q total = Q exit + Q entry
26

= 1480 + 1516 = 2996 Kend/Jam


D. Kondisi lalu lintas
Rumus :
Q1
K % = QV x 100 %

Dimana :
Q1 = Jumlah masing-masing jenis kendaraan
K = Variabel komposisi masing-masing jenis kendaraan
Q exit
384
LV = x 100 % = 25,946 %
1480
147
HV = x 100 % = 9,932 %
1480
620
MC = x 100 % = 41,892 %
1480
392
VM = x 100 % = 22,230 %
1480
Q entry
425
LV = x 100 % = 25,946 %
1516
103
HV = x 100 % = 6,794 %
1516
652
MC = x 100 % = 43,008 %
1516
336
VM = x 100 % = 22,196 %
1516
Q total
809
LV = x 100 % = 27,003 %
2996
250
HV = x 100 % = 8,344 %
2996
1272
MC = x 100 % = 42,457 %
2996
27

665
VM = x 100 % = 22,196 %
2996
E. Faktor equivalent (P) kendaraan
PCV . LV = 1,00
PCV . HV = 1,20
PCV . MC = 0,25
PCV . VM = 0,80
Rumus :
P =
( LV %.PCV .LV )  ( HV %.PCV .HV )  ( MC %.PCV .MC )  (VM %.PCV .VM )
100

( 25,946.1,00)  (9,932.1,20)  (41,8920.0,25)  ( 22,230.0,80)


P exit =
100
= 0,661

( 28,034.1,00)  (6,794.1,20)  ( 43,008.0,25)  (22,163.0,80)


P entry =
100
= 0,647

( 27,003.1,00)  (8,344.1,20)  (42,457.0,25)  ( 22,196.0,80)


P total =
100
= 0,654
F. Volume aktual
Rumus :
QP = QV . P
Dimana :
QP = Jumlah lalu lintas pada jam sibuk dalam interval waktu tertentu
QV = Jumlah lalu lintas yang lewat didalam interval waktu tertentu
P = Faktor equivalent arus lalu lintas yang lewat
- QP exit = 1480 x 0,661 = 978,28
- QP entry = 1516 x 0,647 = 980,852
- QP total = 2996 x 0,654 = 1959,384
28

G. Distribusi arus lalu lintas (SP)


978,28
- SP exit = 1959,384 x 100 % = 49,928 % 50 %

980,852
- sp entry = 1959,384 x 100 % = 50,059 % 50 %

50 %
- SP total = 50 %

Perhitungan kapasitas jalan


Rumus :
C = Co x Fw x Fks x Fsp x Fsc
Dimana : C = Kapasitas jalan (smp/jam)
Co = Kapasitas dasar untuk tipe jalan
Fw = Faktor penyesuaian efektif jalan untuk lebar jalan
Fks = Faktor penyesuaian lebar bahu dan kerbs
Fsp = Faktor penyesuaian distribusi
Fsc = Faktor kohesi besaran kota
1. (Lo) Kapasitas dasar (tabel 3-4)
- Ruas I (U) type 4/2, Lo = 5700 smp/jam
- Ruas II (S) type 4/2, Lo = 5700 smp/jam
- Ruas III (B) type 2/2, Lo = 2900 smp/jam
- Ruas IV (T) type 2/2, Lo = 2900 smp/jam
2. (Fw) faktor penyesuaian efektif jalan untuk lebar jalan (tabel 3-5)
- Untuk lebar jalan 14 m, Fw = 1,00 (4/2)
29

- Untuk lebar jalan 7 m, Fw = 1,00 (2/2)


3. (Fks) faktor penyesuaian lebar bahu jalan dan kerbs (tabel 3-7)
- Untuk ruas I dan II = lebar bahu jalan = 1,00 m ; Fks = 1,01
- Untuk ruas III dan IV = lebar bahu jalan = 1,00 m ; Fks = 0,98
4. (Fsp) faktor penyesuaian distribusi arah (tabel 3-10)
- Ruas I (4/2) SP = 50/50 . Fsp = 1,00
- Ruas II (4/2) SP = 60/40 . Fsp = 0,94
- Ruas III (2\2) SP = 50/50 . Fsp = 1,00
- Ruas IV (2/2) SP = 50/50 . Fsp = 1,00
5. (Fsp) faktor penyesuaian gesekan samping
Faktor semua arus gesekan samping (Fsf) = 0,97

6. Faktor umum kota (FCS) (tabel 3.17)


Untuk ukuran kota, penduduk 1-3 juta orang FCS =1,00
Jadi kapasitas jalan :
- Kapasitas ruas jalan I
C = Co . FW . FKS . FSP . FSF . FCS
= 5700 x 1,00 x 1,01 x 1,00 x 0,97 x 1,00
= 5584,29 Smp/Jam
- Kapasitas ruas jalan II
C = Co . FW . FKS . FSP . FSF . FCS
= 5700 x 1,00 x 1,01 x 0,94 x 0,97 x 1,00
= 5249,233 Smp/Jam
- Kapasitas ruas jalan III
C = Co . FW . FKS . FSP . FSF . FCS
= 5700 x 1,00 x 0,98 x 1,00 x 0,97 x 1,00
= 2756,74 Smp/Jam
- Kapasitas ruas jalan IV
30

C = Co . FW . FKS . FSP . FSF . FCS


= 5700 x 1,00 x 0,98 x 1,00 x 0,97 x 1,00
= 2756,74 Smp/Jam

Derajat Kejenuhan (DS)


Rumus :
QP
DS =
C
Dimana :
QP = Volume actual (total) lalu lintas
C = Kapasitas ruas jalan
Ruas I
1505,19
DS = 5584,29 = 0,2695

Ruas II
1487,448
DS = 5249,233 = 0,2834

Ruas III
1956,388
DS = 2756,74 = 0,7097

Ruas IV
31

1959,384
DS = 2756,74 = 0,7108

Kecepatan perjalanan (V)


Rumus : V = V0 . 0,5 [ 1 + (1 – DS)0,5]
Dimana : V = Kecepatan perjalanan (Km/Jam)
V0 = Kecepatan bebas arus lalu lintas
DS = Derajat kejenuhan
V0 Untuk lebar jalan 14 m = 58,40 Km/Jam
V0 Untuk lebar jalan 7m = 42,50 Km/Jam
Ruas I (Utara)
V = 58,40 x 0,5 [1 + (1 - 0,2695)0,5]
= 29,2 [1 + (0,705)0,5]
= 29,2 [1 + 0,840] = 53,728 Km/Jam
Ruas II (Selatan)
V = 58,40 x 0,5 [1 + (1 - 0,2834)0,5]
= 29,2 [1 + (0,7166)0,5]
= 29,2 [1 + 0,846]
= 53,903 Km/Jam
Ruas III (Timur)
V = 42,50 x 0,5 [1 + (1 – 0,7097)0,5]
= 21,25 [1 + (0,2903)0,5]
= 21,25 [1 + 0,539]
= 32,704 Km/Jam
Ruas III (Timur)
V = 42,50 x 0,5 [1 + (1 – 0,7108)0,5]
= 21,25 [1 + (0,2892)0,5]
= 21,25 [1 + 0,538]
= 32,682 Km/Jam
Waktu perjalanan rata-rata (Tr)
Rumus :
32

3600
Tr =
V
3600
Ruas I (Utara) = 53,728 = 67,004 det/km

3600
Ruas II (Selatan) = 53,903 = 66,787 det/km

3600
Ruas III (Timur) = 32,704 = 110,078 det/km

3600
Ruas IV (Barat) = 32,682 = 110,152 det/km

Waktu perjalanan (TT)


Rumus :
TT = L x Tr
Dimana : L = Panjang ruas jalan yang diteliti = 1 km
Tr = Waktu perjalanan rata-rata
Ruas I (Utara) = 1,00 x 67,004
= 67,004 detik = 1,1167 menit
Ruas II (Sealatan) = 1,00 x 66,787
= 66,787 detik = 1,1131 menit
Ruas III (Timur) = 1,00 x 110,078
= 110,078 detik = 1,8346 menit
Ruas IV (Barat) = 1,00 x 110,152
= 110,152 detik = 1,8359 menit
Perhitungan Traffic Flow
1. Ruas I arah utara
Q exit
LT (kiri) = 162 kend/jam
ST (lurus) = 858 kend/jam
33

RT (kanan) = 120 kend/jam


Traffic composition
36,579 %
LV = = 0,366
100
0,263 %
HV = = 0,003
100
40,614 %
MC = = 0,406
100
22,544 %
VM = = 0,225
100

Traffic flow
-LT (kiri)
LT x LV = 162 x 0,366 = 59,292 kend/jam
LT x HV = 162 x 0,003 = 0,486 kend/jam
LT x MC = 162 x 0,406 = 65,772 kend/jam
LT x VM = 162 x 0,225 = 36,450 kend/jam
-ST (lurus)
ST x LV = 858 x 0,366 = 314,028 kend/jam
ST x HV = 858 x 0,003 = 2,574 kend/jam
ST x MC = 858 x 0,406 = 348,348 kend/jam
ST x VM = 858 x 0,225 = 193,05 kend/jam
-RT (kanan)
RT x LV = 120 x 0,366 = 59,292 kend/jam
RT x HV = 120 x 0,003 = 0,486 kend/jam
RT x MC = 120 x 0,406 = 65,772 kend/jam
RT x VM = 120 x 0,225 = 36,450 kend/jam
Profected
PCV . LV = 1,0
34

PCV . HV = 1,3
PCV . MC = 0,2
PCV . VM = 0,8
Rumus :
Q = (QLV.PCV.LV)+(QHV.PCV.HV)+(QMC.PCV.MC)+(QVM.PCV.VM)
- QLT = (59,292 x 1,0) + (0,486 x 1,3) + (65,772 x 0,2) + (36,45 x 0,8)
= 102,2382 smp/jam
- QST = (314,028 x 1,0) + (2,574 x 1,3) + (348,348 x 0,2) + (193,05 x 0,8)
= 541,4838 smp/jam
- QRT = (43,92 x 1,0) + (0,36 x 1,3) + (48,72 x 0,2) + (27 x 0,8)
= 75,732 smp/jam
Opcesed
PCV . LV = 1,0
PCV . HV = 1,3
PCV . MC = 0,4
PCV . VM = 1,0
Rumus :
Q = (QLV.PCV.LV)+(QHV.PCV.HV)+(QMC.PCV.MC)+(QVM.PCV.VM)
- QLT = (59,292 x 1,0) + (0,486 x 1,3) + (65,772 x 0,4) + (36,45 x 1,0)
= 122,6826
- QST = (314,028 x 1,0) + (2,574 x 1,3) + (348,348 x 0,4) + (193,05 x 1,0)
= 649,7634
- QRT = (43,92 x 1,0) + (0,36 x 1,3) + (48,72 x 0,4) + (27 x 1,0)
= 90,876
II. Ruas II arah selatan
Q exit
LT (kiri) = 152 kend/jam
ST (lurus) = 760 kend/jam
RT (kanan) = 128 kend/jam
35

Traffic composition
34,423 %
LV = = 0,344
100
0,577 %
HV = = 0,006
100
37,596 %
MC = = 0,376
100
27,404 %
VM = = 0,274
100

Traffic flow
-LT (kiri)
LT x LV = 152 x 0,344 = 52,288 kend/jam
LT x HV = 152 x 0,006 = 0,912 kend/jam
LT x MC = 152 x 0,376 = 57,152 kend/jam
LT x VM = 152 x 0,274 = 41,648 kend/jam
-ST (lurus)
ST x LV = 760 x 0,344 = 261,44 kend/jam
ST x HV = 760 x 0,006 = 4,56 kend/jam
ST x MC = 760 x 0,376 = 285,76 kend/jam
ST x VM = 760 x 0,274 = 208,24 kend/jam
-RT (kanan)
RT x LV = 128 x 0,344 = 44,032 kend/jam
RT x HV = 128 x 0,006 = 0,768 kend/jam
RT x MC = 128 x 0,376 = 48,128 kend/jam
RT x VM = 128 x 0,274 = 35,072 kend/jam
Profected
PCV . LV = 1,0
36

PCV . HV = 1,3
PCV . MC = 0,2
PCV . VM = 0,8
Rumus :
Q = (QLV.PCV.LV)+(QHV.PCV.HV)+(QMC.PCV.MC)+(QVM.PCV.VM)
- QLT = (52,288 x 1,0) + (0,912 x 1,3) + (57,152 x 0,2) + (41,648 x 0,8)
= 98,2224 smp/jam
- QST = (261,44 x 1,0) + (4,56 x 1,3) + (285,76 x 0,2) + (208,24 x 0,8)
= 491,112 smp/jam
- QRT = (44,032 x 1,0) + (0,768 x 1,3) + (48,128 x 0,2) + (35,072 x 0,8)
= 82,7136 smp/jam
Opcesed
PCV . LV = 1,0
PCV . HV = 1,3
PCV . MC = 0,4
PCV . VM = 1,0
Rumus :
Q = (QLV.PCV.LV)+(QHV.PCV.HV)+(QMC.PCV.MC)+(QVM.PCV.VM)
- QLT = (52,288 x 1,0) + (0,912 x 1,3) + (57,152 x 0,4) + (41,648 x 1,0)
= 117,9824 smp/jam
- QST = (261,44 x 1,0) + (4,56 x 1,3) + (285,76 x 0,4) + (208,24 x 1,0)
= 589,912 smp/jam
- QRT = (44,032 x 1,0) + (0,768 x 1,3) + (48,128 x 0,4) + (35,072 x 1,0)
= 99,3536 smp/jam
III. Ruas III arah barat
Q exit
LT (kiri) = 228 kend/jam
ST (lurus) = 1196 kend/jam
RT (kanan) = 169 kend/jam
37

Traffic composition
27,558 %
LV = = 0,275
100
8,788 %
HV = = 0,088
100
44,947 %
MC = = 0,449
100
18,707 %
VM = = 0,187
100

Traffic flow
-LT (kiri)
LT x LV = 228 x 0,275 = 62,7 kend/jam
LT x HV = 228 x 0,088 = 20,064 kend/jam
LT x MC = 228 x 0,449 = 102,372 kend/jam
LT x VM = 228 x 0,187 = 42,636 kend/jam
-ST (lurus)
ST x LV = 1196 x 0,275 = 328,9 kend/jam
ST x HV = 1196 x 0,088 = 105,248 kend/jam
ST x MC = 1196 x 0,449 = 537,004 kend/jam
ST x VM = 1196 x 0,187 = 223,652 kend/jam
-RT (kanan)
RT x LV = 169 x 0,275 = 46,475 kend/jam
RT x HV = 169 x 0,088 = 14,872 kend/jam
RT x MC = 169 x 0,449 = 75,881 kend/jam
RT x VM = 169 x 0,187 = 31,603 kend/jam
Profected
PCV . LV = 1,0
38

PCV . HV = 1,3
PCV . MC = 0,2
PCV . VM = 0,8
Rumus :
Q = (QLV.PCV.LV)+(QHV.PCV.HV)+(QMC.PCV.MC)+(QVM.PCV.VM)
- QLT = (62,7 x 1,0) + (20,064 x 1,3) + (102,372 x 0,2) + (42,636 x 0,8)
= 143,3664 smp/jam
- QST = (328,9 x 1,0) + (105,248 x 1,3) + (537,004 x 0,2) + (223,652 x 0,8)
= 752,0448 smp/jam
- QRT = (46,475 x 1,0) + (14,872 x 1,3) + (75,881 x 0,2) + (31,603 x 0,8)
= 106,2672 smp/jam
Opcesed
PCV . LV = 1,0
PCV . HV = 1,3
PCV . MC = 0,4
PCV . VM = 1,0
Rumus :
Q = (QLV.PCV.LV)+(QHV.PCV.HV)+(QMC.PCV.MC)+(QVM.PCV.VM)
- QLT = (62,7 x 1,0) + (20,064 x 1,3) + (102,372 x 0,4) + (42,636 x 1,0)
= 172,368 smp/jam
- QST = (328,9 x 1,0) + (105,248 x 1,3) + (537,004 x 0,4) + (223,652 x 1,0)
= 940,176 smp/jam
- QRT = (46,475 x 1,0) + (14,872 x 1,3) + (75,881 x 0,4) + (31,603 x 1,0)
= 127,764 smp/jam
IV. Ruas IV arah timur
Q exit
LT (kiri) = 197 kend/jam
ST (lurus) = 1113 kend/jam
RT (kanan) = 170 kend/jam
39

Traffic composition
25,946 %
LV = = 0,259
100
9,932 %
HV = = 0,093
100
41,892 %
MC = = 0,419
100
22,230 %
VM = = 0,222
100

Traffic flow
-LT (kiri)
LT x LV = 197 x 0,259 = 51,023 kend/jam
LT x HV = 197 x 0,093 = 18,321 kend/jam
LT x MC = 197 x 0,419 = 82,543 kend/jam
LT x VM = 197 x 0,222 = 43,734 kend/jam
-ST (lurus)
ST x LV = 1113 x 0,259 = 288,267 kend/jam
ST x HV = 1113 x 0,093 = 103,509 kend/jam
ST x MC = 1113 x 0,419 = 466,347 kend/jam
ST x VM = 1113 x 0,222 = 247,086 kend/jam
-RT (kanan)
RT x LV = 170 x 0,259 = 44,03 kend/jam
RT x HV = 170 x 0,093 = 15,81 kend/jam
RT x MC = 170 x 0,419 = 71,23 kend/jam
RT x VM = 170 x 0,222 = 37,74 kend/jam
Profected
PCV . LV = 1,0
40

PCV . HV = 1,3
PCV . MC = 0,2
PCV . VM = 0,8
Rumus :
Q = (QLV.PCV.LV)+(QHV.PCV.HV)+(QMC.PCV.MC)+(QVM.PCV.VM)
- QLT = (51,023 x 1,0)+(18,321 x 1,3)+(82,543 x 0,2)+(43,734 x 0,8)
= 126,336 smp/jam
- QST = (288,267 x 1,0)+(103,509 x 1,3)+(466,347 x 0,2)+(247,086 x 0,8)
= 713,767 smp/jam
- QRT = (44,03 x 1,0)+(15,81 x 1,3)+(71,23 x 0,2)+(37,74 x 0,8)
= 109,021 smp/jam
Opcesed
PCV . LV = 1,0
PCV . HV = 1,3
PCV . MC = 0,4
PCV . VM = 1,0
Rumus :
Q = (QLV.PCV.LV)+(QHV.PCV.HV)+(QMC.PCV.MC)+(QVM.PCV.VM)
- QLT = (51,023 x 1,0)+(18,321 x 1,3)+(82,543 x 0,4)+(43,734 x 1,0)
= 151,592 smp/jam
- QST = (288,267 x 1,0)+(103,509 x 1,3)+(466,347 x 0,4)+(247,086 x 1,0)
= 856,455 smp/jam
- QRT = (44,03 x 1,0)+(15,81 x 1,3)+(71,23 x 0,4)+(37,74 x 1,0)
= 130,815 smp/jam