Anda di halaman 1dari 20

Lembar Kerja 1

Visi dan Misi Perusahaan

Visi Perusahaan :
Menjadi perusahaan terkemuka kebanggaan nasional yang bertanggung jawab dan
memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham, serta manfaat bagi segenap pemangku
kepentingan secara berkesinambungan
#Koreksi (harus mencantumkan waktu dalam perumusan visi perusahaan)
Pada tahun 2028 dapat menjadi perusahaan rokok nomor 1 di Indonesia dan juga
memiliki peran dominan dalam industri rokok global, serta penjamin kesejahteraan bagi
seluruh mitra usaha.
Misi Perusahaan :
Catur Dharma yang merupakan misi Perseroan:
 Kehidupan yang bermakna dan berfaedah bagi masyarakat luas merupakan suatu
kebahagiaan.
 Kerja keras, ulet, jujur, sehat dan beriman adalah prasyarat kesuksesan.
 Kesuksesan tidak dapat terlepas dari peranan dan kerja sama dengan orang lain.
 Karyawan adalah mitra usaha yang utama.
#Koreksi
1. Memahami kebutuhan konsumen domestik maupun global

2. Terus berinovasi demi menyediakan produk-produk berkualitas bagi para konsumen

3. Memberikan kompensasi dan lingkungan kerja yang baik kepada karyawan dan
membina hubungan baik dengan mitra usaha

Tujuan Perusahaan :

1. Menjadi perusahaan rokok termuka di indonesia bahkan di dunia


2. Menjadi perusahaan yang masuk skala internasional
3. Memberikan kualitas yang terbaik untuk konsumen
4. Menjadi pusat rokok nomor 1 Di Indonesia
#Koreksi
1. Menjadi perusahaan rokok yang dapat menguasai pasar domestik maupun global

2. Memberikan produk-produk inovatif serta berkualitas baik melebihi harapan konsumen


3. Memastikan kesejahteraan karyawan serta seluruh mitra usaha
Lembar Kerja 2
Matriks Evaluasi Faktor Eksternal

Skor
Bobot Peringkat
Faktor-Faktor Eksternal Utama Bobot

1 2 1*2

Peluang :

Pesaing

Semakin banyaknya pesaing yang mulai


memunculkan produk rokok dengan
rendah tar dan nikotin, memberikan 0,15 2 0,3
peluang kepada Gudang garam untuk
tetap mempertahankan jenis rokok yang
sudah ada.

Konsumen

Adanya segmen market tertentu yang


loyal dengan merk-merk tertentu yang
0,10 3 0,3
terjamin kualitasnya dan sudah pas
dengan cita rasa yang diberikan. Multi
segmen, Gudang Garam mempunyai
produk untuk berbagai segmen pasar.

Teknologi

Dengan adanya mesin linting otomatis 0,10 2 0,2


akan mempermudah dalam produksi
rokok sigaret kretek mesin.
Politik dan Hukum

Dengan adanya peraturan pemerintah


Republik Indonesia no 38 tahun 2000 0,10 2 0,2
tentang pengamanan rokok bagi
kesehatan, menyebabkan hambatan
masuk bagi perusahaan baru

Ekonomi

Meningkatnya pendapatan perkapita 0,05 2 0,1


masyarakat Indonesia membuat daya
beli masyarakat meningkat, maka tingkat
konsumsi terhadap rokok semakin
meningkat.

Pangsa Pasar

Penjualan sebagian besar di pulau jawa


sudah mencapai 50%, sehingga masih 0,10 3 0,3
terdapat banyak kesempatan dan potensi
untuk memperluas penjualan ke daerah
lain.

Ancaman :

Pesaing

Beberapa perusahaan rokok ramai


memainkan perannya dalam merebut 0,15 2 0,3
pasar rokok rendah tar. Dimulai dari
perusahaan rokok Sampurna dengan A-
Mild, Djarum dengan LA, Bentoel
dengan Star-Mild. Wismilak-Lights.
Konsumen

Persaingan harga dengan meningkatnya


harga jual eceran, yang disebabkan oleh
; naiknya harga bahan baku dan
0,05 2 0,1
langkanya persediaan cengkeh serta
kenaikan cukai rokok yang
menyebabkan daya beli konsumen
menurun dan harga menyamai produk
premium.
Teknologi

Munculnya vapor atau rokok elektrik 0,05 3 0,15


yang semakin banyak digemari oleh
konsumen

Politik, Hukum dan Pemerintah

Adanya peraturan pemerintah Republik


Indonesia no 38 tahun 2000 tentang
pengamanan rokok bagi kesehatan, 0,10 4 0,4
menyebabkan ruang gerak produsen
rokok semakin terbatas untuk melakukan
kegiatan promosi.
Ekonomi

Ditariknya jumlah saham yang cukup 0,05 2 0,1


besar akan berpengaruh pada saham
perusahaan
Total 1 2,45
Lembar Kerja 3
Matriks Profil Kompetitif

Perusahaan 1 Perusahaan 2 Perusahaan 2

Faktor-Faktor Bobot (Gudang Garam) (HM Sampoerna) (Djarum)


Keberhasilan Penting Peringkat Skor Peringkat Skor Peringkat Skor

1 2 (1*2) 3 (1*3) 4 (1*4)

Harga 0,15 3 0,45 4 0,6 4 0,6

Brand Image 0,2 4 0,8 2 0,4 3 0,6

Kualitas Produk (Rasa) 0,25 3 0,75 3 0,75 2 0,5

Jaluran Distribusi 0,15 3 0,45 2 0,3 3 0,45

Kesetiaan Pelanggan 0,15 2 0,3 3 0,45 2 0,3

Promosi (Iklan) 0,1 2 0,2 2 0,2 3 0,3

Total 1 2,95 2,7 2,75


Lembar Kerja 4
Matriks Evaluasi Faktor Internal

Skor
Bobot Peringkat
Faktor-Faktor Internal Utama Bobot

1 2 1*2

Kekuatan :

Produksi

 Pangsa pasar Gudang Garam pada


tahun 2017 mencapai 21,4% dengan
total produk yang terjual sekitar 78,7
0,10 4 0,4
miliyar batang rokok
 Perusahaan memproduksi berbagai
macam variasi produk kedalam
berbagai kelas dan ragam yang
memenuhi pasar Indonesia

Pemasaran dan Distribusi


 Pelayanan yang fokus
- SKM untuk melayani kelas
menengah dan atas
- SKT untuk melayani segmen
kelas menengah
- SKL untuk kelas menengah dan
bawah 0,15 3 0,45
 Sponsorship pada berbagai kegiatan,
mulai olah raga sampai dengan
pagelaran musik.
 Gudang Garam mendistribusikan
produknya dengan 281 titik distribusi
yang tersebar diseluruh Indonesia. tiga
distributor utama yang dimilikinya.

Research dan Development

Kontrol kualitas dilakukan pada setiap 0,10 3 0,3


tahapan produksi, didukung sistem
komputerisasi terpadu, mulai dari
penelitian kualitas bahan baku sampai
dengan pengukuran akurasi kadar tar dan
nikotin

Sumber daya manusia


0,05 2 0,1
Berpedoman pada Catur Dharma
Perusahaan
Kinerja Keuangan
0,10 3 0,3
Saham gudang garam tergolong saham
primadona di pasar modal.
Kelemahan :

Produksi

Karena produksi rokok tergantung kepada 0,10 3 0,3


cuaca, ketika cuaca sedang buruk maka
produksi akan menurun

Pemasaran

Variasi produk yang terlalu banyak namun 0,05 2 0,1


tidak disertai promosi yang kurang
memadai
Research & Development

Kurangnya kemampuan SDM dalam


melakukan penelitian dan pengembangan
serta lambatnya pengambila keputusan 0,15 3 0,45
sehingga membutuhkan waktu lama dalam
porses pengembangan dan riset rokok yang
rendah tar dan nikotin

Sumber daya manusia

Perlu adanya pengawasan karena jumlah 0,10 2 0,2


karyawan Gudang Garam yang banyak
(41.000 orang)

Keuangan
0,10 3 0,3
Laba perusahaan tidak mengalami
pertumbuhan yang signifikan
Total 1 2,90
Lembar Kerja 5
Matriks SWOT – Alternatif Strategi
Keterangan Kekuatan Kelemahan
1. Pangsa tahun 2017, 21,4% dengan produk terjual 78,7 M. memproduksi 1. cuaca buruk dapat mempengaruhi tingkat produksi
berbagai macam variasi produk kedalam berbagai kelas dan ragam yang 2. Variasi produk yang terlalu banyak namun tidak disertai promosi
memenuhi pasar Indonesia yang kurang memadai
2. Sponsorship pada berbagai kegiatan, mulai olah raga sampai dengan 3. Perlu adanya pengawasan karena jumlah karyawan yang banyak
pagelaran music (41.000 orang)
3. 281 titik distribusi yang tersebar diseluruh Indonesia. 4. Laba perusahaan tidak mengalami pertumbuhan yang signifikan
4. Berpedoman pada Catur Dharma Perusahaan 5. Kurangnya Kemampuan SDM dalam R&D
5. Saham gudang garam tergolong saham primadona
6. Kontrol kualitas didukung sistem komputerisasi terpadu.
Peluang Strategi Kekuatan-Peluang Strategi Kelemahan-Peluang
1. banyak pesaing yang mulai memunculkan  Memperbesar pangsa pasar yang telah ada serta mempertahankan konsumen  Meningkatkan promosi atas segala jenis varian rasa yang ada
produk rokok dengan rendah tar dan nikotin yang loyal (S1, O2) sehingga konsumen tahu dan ingin mencoba . (W2, O4)
2. Loyalitas konsumen atas kualitas rasa produk  Meningkatkan kinerja keuangan perusahaan agar dapat menarik masyarakat  Gencar melakukan kegiatan pemasaran, agar dapat meningkatkan
Gudang garam. untuk berinvestasi di perusahaan (S5, O4) penjualan serta laba perusahaan (W4, O4, O5)
3. mesin linting otomatis mempermudah  Memperluas distribusi dalam negeri maupun di luar negeri (S3, O5, O6) STRATEGI STABILITAS
produksi rokok sigaret kretek mesin.  Mensponsori berbagai kegiatan seperti acara olahraga dan pagelaran music
4. daya beli masyarakat meningkat yang diadakan di berbagai tempat yang ada di Indonsia (S2, O5)
5. Penjualan di pulau jawa mencapai 50%, STRATEGI EKSPANSI
6. PP no 38 tahun 2000. menyebabkan hambatan
masuk bagi perusahaan baru.
Ancaman Strategi Kekuatan-Ancaman Strategi Kelemahan-Ancaman
1. Pesaing ramai memainkan perannya dalam  Meningkatkan kinerja perusahaan agar investor tetap loyal kepada  Merekrut tenaga ahli ataupun menggunakan teknologi canggih
merebut pasar rokok rendah tar. perusahaan yang dianggap menguntungkan (S5, T4) untuk mempercepat riset akan produksi rokok dengan tar dan
2. Persaingan harga dengan meningkatnya harga  Mempertahankan cita rasa keaslian rokok Gudang Garam agar membuat nikotin yang rendah (W2, W5, T1) [Pengembangan Produk]
jual konsumen tidak mudah beralih. (S1, T3) [kosentrasi]  Menambah distributor cengkeh agar persediaan dalam proses
3. Munculnya vapor atau rokok elektrik.  Memperbanyak peran pada event-event yang dapat menjadi media promosi produksi tetap lancar ditengah kelangkaan akan perubahan musim
4. Ditariknya jumlah saham yang cukup besar perusahaan (S2 ,T5) yang terjadi (W1, T2) [Backward Integration]
akan berpengaruh pada saham perusahaan STRATEGI STABILITAS STRATEGI KOMBINASI
5. PP 38 tahun 2000 menyebabkan semakin
terbatas untuk melakukan kegiatan promosi.
Lembar Kerja 6
Formulasi Strategi

A. Evaluasi Alternatif:

Strategi Ekspansi (S,O)

Strategi Kelebihan Kelemahan

1. Memperbesar pangsa  Pangsa pasar semakin luas  Memerlukan biaya


pasar yang telah ada  Semakin banyak promosi yang
serta mempertahankan konsumen yang loyal besar
konsumen yang loyal terhadap produk Gudang
(S1, O2) Garam
 Konsumen tidak akan
pindah ke produk pesaing
2. Meningkatkan kinerja  Semakin banyak  Perusahaan harus
keuangan perusahaan masyarakat yang lebih produktif
agar dapat menarik berinvestasi di perusahaan
masyarakat untuk  Keuangan perusahaan
berinvestasi di akan stabil
perusahaan (S5, O4)  Menambah modal
perusahaan

3. Memperluas distribusi 1. Meraih pangsa pasar luar 5. Memerlukan


dalam negeri maupun di negeri modal yang besar
luar negeri (S3, O5, O6) 2. Penjualan meningkat 6. Perlu banyak
3. Produk semakin dikenal tenaga pemasaran
hingga luar negeri
4. Memenuhi visi perusahaan
yaitu memiliki peran
dominan dalam industri
rokok global

4. Mensponsori berbagai 1. Memudahkan promosi 7. Mengeluarkan


kegiatan seperti acara produk biaya yang besar.
olahraga dan pagelaran 2. Mendapatkan perokok 8. Perlu banyak
music yang diadakan di baru tenaga pemasaran.
berbagai tempat yang 3. Memperluas pangsa pasar 9. Harus membuat
iklan yang bagus.
ada di Indonsia (S2, 4. Meningkatkan konsumen
O5) usia muda
5. Meningkatkan citra produk
6. Meraih pasar di setiap
pulau di Indonesia seperti
Bali, Kalimantan,
Sumatra, Sulawesi sampai
Papua

STRATEGI STABILITAS (W,O)

Strategi Kelebihan Kelemahan

1. Meningkatkan promosi  Menambah pangsa pasar  Membutuhkan


atas segala jenis varian baru dari setiap varian rasa biaya promosi
rasa yang ada sehingga yang besar untuk
konsumen tahu dan ingin setiap varian
mencoba . (W2, O4) produk baru yang
muncul
 Apabila gagal
dalam membuat
varian rasa yang
sesuai dengan
keinginan
konsumen, maka
produk tersebut
tidak akan terjual

2. Gencar melakukan  Meningkatkan penjualan  Membutuhkan


kegiatan pemasaran, agar perusahaan biaya yang besar
dapat meningkatkan  Meningkatkan profit  Perlu Menggiatan
penjualan serta laba perusahaan pemasaran
perusahaan (W4, O4,  Perlu menciptakan
O5) produk yang
diinginkan
masyarakat
STRATEGI STABILITAS (S,T)

Strategi Kelebihan Kelemahan

1. Meningkatkan kinerja  Investor semakin loyal  Memerlukan biaya


perusahaan agar kepada perusahaan tambahan untuk
investor tetap loyal  Keuangan perusahaan memberi intensiif
kepada perusahaan stabil kepada karyaran
yang dianggap agar bisa
menguntungkan (S5, meningkatkan
T4) kinerjanya
 Memerlukan
proses yang lama

2. Mempertahankan cita  Meningkatkan loyalitas  Gudang Garam


rasa keaslian rokok konsumen harus bisa tetap
Gudang Garam agar mempertahankan
membuat konsumen rasa meskipun
tidak mudah beralih. harga sedang tidak
(S1, T3) [kosentrasi] stabil
 Konsumen dapat
merasa bosan
dengan cita rasa
keaslian rokok
Gudang Garam,
karena tidak ada
variasi

3. Memperbanyak peran  Mempermudah promosi  Memerlukan biaya


pada event-event yang produk perusahaan. yang besar
dapat menjadi media  Dapat meningkatkan  Harus tepat sasaran
promosi perusahaan (S2 penjualan  Konsep promosi
,T5)  Menciptakan brand image harus menarik.
di masyarakat
STRATEGI KOMBINASI (W,T)

Strategi Kelebihan Kelemahan

1. Merekrut tenaga ahli  Mempercepat riset akan  Mengadakan


ataupun menggunakan produksi rokok dengan tar rekruitmen
teknologi canggih dan nikotin yang rendah  Karyawan baru
untuk mempercepat  Meraih pasar rokoh rendah perlu adaptasi
riset akan produksi tar dan nikotin  Memerlukan biaya
rokok dengan tar dan  Dapat menciptakan produk yang besar untuk
nikotin yang rendah baru merekrut tenaga
(W2, W5, T1) ahli
[Pengembangan
Produk]

2. Menambah distributor  Tidak kehabisan  Memerlukan


cengkeh agar persediaan bahan baku biaya yang besar
persediaan dalam  Memperlancar proses
proses produksi tetap produksi
lancar ditengah
kelangkaan akan
perubahan musim yang
terjadi (W1, T2)
[Backward
Integration]

B. Alternative Choice

Strategi Ekspansi

Pada kategori strategi pertumbuhan/ekspansi (growth/expansion strategy) ini


dijalankan perusahaan dalam rangka mengejar pertumbuhan korporat, yang dapat
berupa kenaikan penjualan, profit, ekspansi usaha, dan lain-lain yang akan
berdampak pada pengembangan/pertumbuhan perusahaan. Berikut beberapa
strategi yang termasuk pada kategori strategi pertumbuhan.

1. Strategi Intensif (Intensive Stategy)


Disebut strategi intensif karena dilakukan dengan mengerahkan berbagai usaha
yang intensif dengan syarat perusahaan dapat memperbaiki posisi kompetitif
nya dengan produk yang ada saat ini. Strategi intensif dibagi menjadi 3, yaitu:
a. Strategi Penetrasi Pasar (Market Penetration Strategy) Strategi ini
dijalankan untuk meningkatkan market share dari produk yang ada saat ini
pada pasar yang ada saat ini melalui usaha-usaha pemasaran yang lebih
gencar. Strategi penetrasi pasar paling sering digunakan dan
dikombinasikan dengan strategi lain. Cara melaksanakan strategi penetrasi
pasar dengan menggencarkan unsure bauran pemasaran promosi dan harga,
yaitu melalui antara lain menaikkan jumlah tenaga penjualan,
meningkatkan anggaran iklan, menawarkan secara gencar berbagai item
promosi penjualan, atau bahkan meningkatkan aktivitas publisitas.
Efektifitas strategi penetrasi pasar tergantung pada beberapa factor, antara
lain:
- Pasar belum jenuh
- Tingkat pemakaian pelanggan saat ini dapat ditingkatkan secara
signifikan
- Market share pesaing turun, tetapi penjualan industri naik - Kenaikan
skala ekonomi berdampak pada keunggulan kompetitif
- Ada korelasi positif signifikan antara kenaikan penjualan dengan
kenaikan biaya pemasaran

Contoh : HM sampoerna melakukan aktivitas pemasarran dan promosi yg


intensif dan besar-besaran untuk produk rokok merk A-Mild dan Coca Cola
menerapkan strategi penetrasi pasar untuk meningkatkan pangsa pasar
dengan melakukan upaya pemasaran yg lbh besar. Untuk mendukung
strategi tersebut cocacola berusaha menciptakan suatu trend an membuat
iklan yg unik dan kreatif. Sebagai contoh nyatany, coca cola meluncurkan
iklan “Coca-Cola brrrrrrr…” dilihat dri iklan ini, coca cola ingin
menciptakan suatu image bahwa dgn minum coca cola bisa membuat
konsumen menjadi lebih bersemangat.

b. Strategi Pengembangan Pasar (Market Development Strategy)


Memperkenalkan produk yang ada saat ini pada pasar baru (new market).
Strategi Pengembangan pasar ke New market ini dijalankan dengan
memperluas area geografi baru, menambah segmen baru, mengubah dari
bukan pemakai menjadi pemakai, menarik pelanggannya pesaing.
Beberapa pedoman yang akan membuat strategi pengembangan pasar
efektif:
- Saluran distribusi baru lebih andal, murah, berkualitas bagus
- Perusahaan sukses, apapun yang dilakukan - Pasar belum jenuh
- Ada kelebihan kapasitas produksi - Industri dasar menjadi global secara
cepat

Contoh: PT. Carrefour Indonesia membuka berbagai gerai ritel barunya di


berbagai kota besar di Indonesia. Saat ini Carrefour telah memiliki 30 toko
di Indonesia dan PT. Garuda Indonesia membuka berbagai rute
penerbangan baru baik domestic maupun mancanegara, antara lain rute
Jakarta-tanjung karang, Jakarta–malang, dll

c. Strategi Pengembangan Produk (Product Development


Strategy) Merupakan strategi yang dijalankan untuk menaikkan penjualan
dengan memperbaiki atau memodifikasi produk yang ada saat ini.
Menjalankan strategi ini berarti melibatkan pengeluaran biaya penelitian
dan pengembangan yang besar. Pedoman yang harus dijalankan agar
strategi pengembangan produk efektif adalah:
- Produk berada pada tahap kedewasaan dari daur hidup produk
- Industri dicirikan oleh pengembangan teknologi yang cepat
- Pesaing menawarkan kualitas produk yang lebih baik pada harga yang
bersaing
- Persaingan yang tajam dalam industri yang sedang tumbuh pesat
- Kemampuan yang kuat dibidang penelitian dan pengembangan

Contoh: PT unilever Indonesia mengembangkan produk pepsodent dengan


beberapa varian dan PT .TELKOM telah melakukan pengembangan
pelayanan, dari jasa PSTN menuju hingga jasa narrowband ISDN dan
Intelligent Networks.

d. Strategi Integrasi (Integration Strategy) Strategi integrasi berarti


menyatukan beberapa rentang bisnis mulai dari hulu, jaringan pemasok
hingga hilir, jaringan distributor serta secara horizontal kearah pesaing.
Strategi integrasi ada 3 bentuk yaitu: strategi integrasi ke depan; strategi
integrasi ke belakang; strategi integrasi horizontal. Seringkali secara
keseluruhan strategi ini disebut sebagai strategi integrasi vertical yang
dijalankan untuk memperoleh kendali atas distributor, pemasok, dan
pesaing.

2. Strategi Diversifikasi (Diversification Strategy)


Sebenarnya ini adalah tipe strategi yang kurang begitu popular karena sulitnya
memanage aktivitas bisnis yang berbeda. Ada 3 bentuk strategi diversifikasi
yakni: strategi diversifikasi konsentris; horizontal, dan konglomerasi.
a. Strategi Diversifikasi Konsentris (Concentric Diversification Strategy)
dijalankan dengan menambah produk baru yang masih terkait dengan
produk yang ada saat ini. Keterkaitan dalam hal: kesamaan teknologi,
pemanfaatan fasilitas bersama, ataupun jaringan pemasaran yang sama.
Pedoman keberhasilan strategi diversifikasi konsentris adalah:
- Bersaing dalam industri yang tidak atau rendah pertumbuhannya
- Adanya produk baru yang terkait dengan produk yang ada saat ini dapat
menaikkan penjualan produk yang ada
- Produk baru ditawarkan pada harga yang kompetitif
- Produk yang ada saat ini berada pada tahap penurunan dalam daur
hidup produk
- Memiliki tim manajemen yang kuat

Contoh: Perusahaan mobil seperti Suzuki dan Honda juga memproduksi


sepeda motor dan Kelompok usaha kompas gramedia masuk ke bisnis
penerbitan (elexmedia komputindo), took buku (gramedia) dan pentiaran (
radio Sonora dan TV7)

b. Strategi Diversifikasi Horizontal (Horizontal Diversification


Strategy) Strategi diversifikasi horizontal adalah strategi menambah atau
menciptakan produk baru yang tidak terkait dengan produk saat ini kepada
pelanggan saat ini. Dasarnya adalah, bahwa perusahaan sudah sangat
familiar dengan pelanggannya saat ini dan pelanggan saat ini sangat loyal
dengan merk/brand perusahaan. Pedoman yang akan menjamin
keberhasilan strategi diversifikasi horizontal adalah:
- tambahan produk baru akan meningkatkan revenue secara signifikan
- tingkat kompetisi yang tajam dalam industri yang tidak tumbuh,
margin dan return rendah
- Saluran distribusi yang ada saat ini dapat dimanfaatkan
- Produk baru dapat mengkompensir pola penjualan yang siklikal

Contoh: PT. Bank Lippo, Tbk sebagai cikal bakal group lippo memutuskan
untuk bergerak di sector property seperti lippo karawaci, lippo cikarang.
PT.Maspion Intonesia memiliki PT.Bank Maspion Indonesia, Maspion
securities, dan Maspion money changer.

c. Strategi Diversifikasi Konglomerasi (Conglomerate Diversification


Strategy)Penambahan produk baru dan dipasarkan pada pasar baru yang
tak terkait dengan yang ada saat ini. Ide dasar strategi ini terutama
pertimbangan profit. Untuk menjamin strategi diversifikasi konglomerasi
efektif, ada beberapa pedoman yang perlu diikuti, yakni:
- Terjadi penurunan penjualan dan profit
- Kemampuan manajerial dan modal untuk berkompetisi dalam industri
baru
- Tercipta sinergi financial antara perusahaan yang diakuisisi dengan
yang mengakuisisi
- Pasar bagi produk saat ini sudah jenuh
- Ada peluang untuk membeli atau memperoleh bisnis baru yang tak
terkait yang memiliki peluang investasi yang menarik
- Jika ada tindakan antitrust atas bisnis yang terkonsentrasi pada bisnis
tunggal

Contoh: PT.Bank Lippo, Tbk sebagai cikal bakal group lippo memutuskan
untuk bergerak di sector property seperti lippo karawaci, lippo cikarang dan
PT.Maspion Intonesia memiliki PT.Bank Maspion Indonesia, Maspion
securities, dan Maspion money changer.
3. Strategi Defensif (Defensive Strategy)
Dalam kondisi tertentu perusahaan akan lebih memilih strategi defensive yang
akan mempertahankan posisi yang ada saat ini atau karena kondisi yang
terbatas maka perusahaan paling tidak harus survive. Berikut beberapa strategi
defensive yang dapat diterapkan sesuai dengan urutan skala prioritas mulai dari
strategi yang paling awal yaitu strategi penghematan yang jika diterapkan tidak
ada hasil maka strategi berikutnya adalah divestasi jika strategi inipun tidak
menolong perbaikan kondisi perusahaan maka jalan dan strategi terakhir adalah
likuidasi.
a. Strategi Penghematan/Retrenchment Penghematan terjadi ketika
perusahaan melakukan regrouping melalui pengurangan biaya dan asset
untuk mengatasi penurunan penjualan dan profit. Strategi ini disebut juga
strategi turnaround, atau reorganisasi. Retrenchment didesain untuk
memperkuat basic kompetensi distingtif. Selama retrenchment, strategist
bekerja dengan sumber daya terbatas dan menghadapi tekanan dari pemilik,
karyawan, dan media. Langkah awal dalam pelaksanaan strategi
penghematan ini adalah menonaktifkan beberapa asset yang tidak
produktif, jika ini tidak berhasil, maka menonaktifkan asset yang produktif
dengan syarat perusahaan mengalami penurunan penjualan. Wujud nyata
dari strategi ini juga berupa, pemangkasan lini produk, penutupan unit
bisnis, penutupan pabrik, otomatisasi proses, pengurangan karyawan,
system pengendalian biaya yang ketat. Pedoman yang harus dijalankan
agar strategi retrenchment efektif:
- Gagal mencapai tujuan dan sasaran secara konsisten, tetapi perusahaan
memiliki kompetensi distingtif
- Perusahaan adalah salah satu pesaing lemah
- Inefisiensi, profitabilitas rendah, moral karyawan buruk, serta tekanan
dari pemilik untuk melakukan reorganisasi
- Manajemen stratejik gagal dilaksanakan
- Pertumbuhan yang terlampau pesat, perlu reorganisasi internal

Contoh: PT.Dirgantara Indonesia telah mem-PHK-kan sekitar 9.643


karyawannya
b. Strategi Divestasi/Divesture Jika langkah penghematan tidak menolong
perbaikan kondisi perusahaan maka penjualan asset nonproduktif ataupun
selanjutnya asset produktif seperti tanah, bangunan, dan aktiva tetap
lainnya perlu dilakukan untuk memperoleh dana segar. Strategi divestasi
juga sering dilakukan untuk menggali modal untuk selanjutnya digunakan
mendanai akuisisi atau investasi. Strategi divestasi dapat juga menjadi
bagian dari keseluruhan strategi penghematan untuk memangkas bisnis
yang tidak profitable, yang membebani dan memerlukan modal cukup
banyak, dan yang tidak sejalan dengan misi dan aktivitas perusahaan.
Pedoman yang harus diikuti agar strategi divestasi berjalan efektif adalah:
- Penghematan gagal dilakukan untuk memperbaiki keadaa
- Divisi perlu sumber daya lebih dari yang ada
- Divisi bertanggungjawab atas keseluruhan performans perusahaan
yang buruk
- Divisi tidak sejalan dengan organisasi
- Banyak dana kas yang dibutuhkan dan tidak dapat digali dari sumber
lain

Contoh: PT Bank Niaga Tbk. Melepas seluruh kepemilikan saham


(divestasi) di PT Bank Sumitomo Mitsui Indonesia yg berkedudukan di
Jakarta.
Lembar Kerja 7
Implementasi Strategi

Bidang Pemasaran:

Bidang Operasional:

Bidang Keuangan:

Bidang Sumber Daya Manusia: