Anda di halaman 1dari 2

Peenggolongan obat batuk

Golongan Antitusif

Bekerja menekan batuk.Cara kerjanya adalah dengan mengurangi sensifitas pusat batuk di otak terhadap stimulus
yang datang. Biasanya digunakan pada penderita yang batuknya sangat mengganggu sehingga tidak bisa
beristirahat. Ex: dekstrometorphan, kodein

• Golongan Ekspetoran

Bekerja dengan merangsang pengeluaran cairan dari saluran napas dan mempermudah keluarnya dahak kental,
meski cukup banyak digunakan. Ex : ammonium chlorida, glyceril guaiacolat

• Golongan Mukolitik

Bekerja dengan mengurangi kekentalan dahak sehingga mudah dikeluarkan. Ex : bromhexin, ambroxol,
asetilsistein

Hipertensi

Hipertensi adalah meningkatnya tekanan darah sistolik lebih besar dari 140

mmHg dan atau diastolik lebih besar dari 90 mmHg pada dua kali pengukuran

dengan selang waktu 5 menit dalam keadaan cukup istirahat (tenang).

Kalsifikasi:

Berdasarkan penyebabnya:

1. Hipertensi primer
2. Hipertensi sekunder

Menurut JNC 7 : dalam tabel

Penggolongan obat antihipertensi:

Diuretik
Diuretik merupakan ‘initial drug choices’, obat ini biasanya menjadi pilihan untuk
terapi awal hipertensi yang tidak disertai dengan komplikasi / kondisi khusus.

Mekanisme kerja: menghambat absorbsi garam dan air sehingga volume darah dapat

menurun akibatnya tekanan darah ikut turun.

Diuretik ini dibagi menjadi 3 tebagi menjadi 3 yaitu:

- Golongan thiazid yang bekerja pada tubulus distal dengan kerja meningkatkan ekskresi

Na+ dan Cl-. Contoh: HCT dan indapamid


- Golongan diuretik kuat yang bekerja di ansa henle bagian assendens dengan kerja

menghambat kotranspor Na+, K+, Cl-, dan menghambat resorpsi air dan elektrolit. Contoh:

furosemid, torasemid, asam etakrinat dan bumetamid.

- Golongan diuretik hemat kalium, contohnya : triamteren, amilorid, dan spironolakton.


Golongan ‘ACE-Inhibitor’
Yaitu 'Angiotensin-Converting Enzyme' (ACE) Inhibitor. Obat ini mencegah
'konstriksi' (pengkerutan) pembuluh darah akibat formasi hormon 'angiotensin II'
dengan cara memblokade enzim ACE, mencegah pembentukan angiotensin I
menjadi angiotensin II.

Contoh obat golongan ini : Kaptopril.

Golongan ‘Angiotensin-II Receptor Blockers’


Obat ini akan secara langsung memblokade aksi hormon angiotensin II. Obat ini
dapat digunakan bila penggunaan ACE inhibitor menimbulkan keluhan / efek
samping.

Contoh obat golongan ini : Valsartan, Telmisartan, Olmesartan.

Golongan ‘Beta Blocker’ (Penyekat Beta)


Obat golongan ini memblokade aksi 'adrenalin' pada sistem saraf otonom,
sehingga menurunkan frekuensi jantung (heart's rate) dan curah jantung (heart's
output). Golongan 'beta blocker' juga akan mengurangi beban jantung.

Contoh obat golongan ini : Propanolol, Atenolol.

Golongan ‘Calcium Channel Blocker’


Obat ini melebarkan pembuluh darah sehingga tekanan kapiler menurun. Obat ini
mencegah masuknya 'Calsium' ke jaringan melalui 'Calcium Channel' sehingga
akan me'relaksasi' (mengendurkan) dinding pembuluh darah arteri dan
menurunkan kontraksi jantung.

Contoh obat golongan ini : Verapamil, Diltiazem, Nifedipine.


Guidline terapi : dalam tabel

Beri Nilai