Anda di halaman 1dari 10

ANALISA MORFOLOGI GUNUNG MERAPI MELALUI PENGINDERAAN JARAK

JAUH

Muhammad Hendrika Pratama (111.150.102. Kelas B)


Mahasiswa Teknik Geologi UPN “Veteran” Yogyakarta
Jalan SWK 104 (Lingkar utara), Condong catur, Yogyakarta
hendrikapratama97@gmail.com

ABSTRAK

Dalam menganalisa morfologi gunung api dibutuhkan beberapa aspek untuk


menjelaskan kondisi fisik gunung api tersebut. Dalam menganalisa gunung merapi ini
digunankan data penginderaan jauh menggunaka citra SRTM dan Google Earth. Dengan
analisa yang telah dilakukan didapatkan bentuk lahan yang terdapat pada gunung merapi,
morfostruktur gunung merapi dan morfostratigrafi gunung Merapi. Dengan melihat hasil
yang ada, Gunung Merpai memiliki periode letusan yang dapat diketahui dari morfologi dan
stratigrafinya.

Kata kunci : Merapi, Morfostruktur, Morfostratigrafi

I. PENDAHULUAN

Gunung Merapi merupakan gunung api yang paling aktif di perbatasan Yogyakarta
dan Jawa Tengah, ketinggiannya saat ini sekitar 2900-an meter di atas permukaan air laut.
Pada deretan gunung api yang terletak di tengah pulau jawa, Gunung Merapi merupakan
gunung berapi yang terletak paling selatan diantara deretan Gunung Api Ungaran, Telomoyo-
Soropati, Merbabu, dan Merapi yang membujur relatif dari utara-selatan. Menurut Van
Bemmelen, 1970, rangkaian gunung api tersebut terletak pada suatu sesar geser yang
besar.Gunung Merapi sendiri dibagi menjadi dua, yaitu Merapi Tua dan Merapi Muda.
Kedua gunung merapi tersebut dapat dibedakan morfologi dan lithologinya, karena masa
pembentukannya berbeda.Gunung Merapi Tua telah aktif semenjak akhir dari Pleistosen
Akhir, sedangkan Merapi Muda aktif semenjak tahun 1006.Untuk litologi Merapi Muda
cenderung bersifat intermediet, sedangkan litologi Merapi Tua lebih cenderung bersifat basa.
Untuk morfologinya, Merapi Muda yang terletak di sebelah barat, memiliki pola kontur radial
yang menunjukkan gunungapi stadia muda, belum menunjukkan erosi lanjut, sedangkan
untuk Merapi Tua tampak memiliki pola kontur yang menunjukkan stadia dewasa, terlihat
dari banyaknya proses erosi yang terjadi dan terpotong oleh sesar. Sehingga Van Bemmelen
(1970) dapat menyimpulkan bahwa tubuh Merapi Tua terpotong-potong oleh sesar-sesar

1
turun yang mengarah ke barat, yang kemudian tertutup oleh Merapi Muda pada hanging wall-
nya.Hal ini terkait dengan pembentukan Perbukitan Gendol.Karena puncak Gunung Merapi
pada bagian utara dan timur dikelilingi oleh formasi Merapi Tua maka mulut kubah terbuka
ke arah barat daya, hal ini menyebabkan kegiatan erupsi Gunung Merapi menuju ke arah
barat daya.

II. DASAR TEORI

Geomorfologi adalah ilmu yang mempelajari bentuk-bentuk bentang alam dan cara
terbentuknya. Disamping itu juga mempelajari sejarah dan perkembangan bentuk lahan.
Selain itu memprediksi perubahan-perubahan yang mungkin terjadi pada masa yang akan
datang.

Aspek Geomorfologi

1. Morfologi
Di dalm ilmu Geomorfologi terdapat aspek morfologi,aspek morfologi mempelajari
mengenai bentuk lahan. Aspek morfologi dibagi menjadi 2, yaitu aspek morfografi
dan aspek morfometri
 Morfografi
Aspekk geomorfologi yang yang berkaitan dalam pemerian bentuk lahan pada
suatu daerah,seperti pegunungan,lembah,bukit, dll.
 Morfometri
Aspek kuantitatif bentuk lahan pada suatu daerah,antara lain
kelerengan,panjang lereng,ketinggian,bentuk lembah dan pola pengaliran.
2. Morfogenesa
Suatu pembentukan suatu bentuk lahan yang meliputi proses-proses geomorfologi
dan perkembangannya. Hal utama yang berperan antara lain struktur geologi, lithologi
dan proses geomorfologi. Aspek morfogenesa meliputi morfo struktur
aktif,morfostruktur pasif dan morfo dinamik.
 Morfo struktur aktif
Aspek geomorfologi yang bekaitan dengan pergerakan bumi secara aktif yang
berasal dari dalam (endogen),antara lain pengankatan,pensessarn,perlipatan.
 Morfo struktur pasif

2
Aspek geomorfologi yang meliputi lithologi dan hubungannya dengan
pelapukan
 Morfo dinamik
Proses geomorfologi yang berasal dari luar kerak bumi atu disebut tenaga
endogen, meliputi angin,gletser,air,gerakan tanah. Bentuk lahan yang
terbentuk seperti gumuk pasir,teras sungai, dll.
3. Morfokronologi
Merupakan urutan atau kronologi bentuk lahan dan proses-proses yang geomorfologi
yang berkaitan dengan pembentukan bentuk lahan. Dalam aspek ini mepelajari
evolusi perkembangan bentuk lahan dan penentuan umur.
4. Morfo konservasi
Mempelajari hubungan antara bentuk lahan dan lingkungan, seperti hubungan bentuk
lahan dan unsur bentuk lahan meliputi stuktur geologi,vegetasi,batuan,air tanah dll.

Morfologi gunung api

1. Kerucut, merupakan bentukan yang umum dijumpai pada gunungapi piroklastik


dan berlapis.Kerucut yang dibangun oleh bahan lepasgunungapi dapat berupa
kerucut batuapung,kerucut scoria dan kerucut sinder. Contoh: G.Merapi

2. Kubah, merupakan bentukandari lelehan lava kental yang keluar melalui celah
dan dibatasioleh sisi curam disekelilingnya.

3. Maar, merupakan danau kawah hasil erupsi tunggal.Umumnya dijumpai pada tipe
gunung api gas atau piroklastik. Contoh G. Lamongan
4. Kawah, merupakan bentuk negatif yang terjadi karena kegiatan gunungapi.
Berdasarkan genetiknya dibedakan kawah letusan dan kawah runtuhan. Sedangkan
berdasarkan letaknya terhadap pusat kegiatan dikelompokkan kawah kepundandan
kawah samping (kawah parasiter).
5. Kaldera, merupakan depresi topografi yang besar,berbentuk bundar atau
oval.Ukuran kaldera memang lebih besar dari kawah, meskipun tidak ada batasan
ukuran yang membedakannya hingga mempunyai ukuran berupa kawah dapat
disebut kaldera.
6. Sumbat lava (lava plug)adalah bentangalam yangterbentuk pipa atau bantal
yangterbentuk dari lava yangmembeku pada kepundangunung api.

3
7. Leher gunungapi (volcanicneck) adalah bentang alam seperti leher atau tiang
yang merupakan sisa dari proses denudasi (erosi) gunung api.
8. Kerucut gunungapi terdiri dari kerucut utama, kerucut parasit (parasitic cone) dan
kerucut sinder (cinder cone).

Analisis morfologi gunung api dilakukan untuk memudahkan pekerjaan pemetaan geologi
gunungapi, berupa penafsiran bentuk, pola penyebaran dan ukuran berbagai aspek struktur
dan obyek morfologi gunungapi.
1. Morfologi gunungapi merupakan ekspresi struktur gunung api, dan sebailknya.
Hubungan keduanya disebut sebagai morfostruktur gunungapi
2. Morfologi gunungapi merupakan ekspresi hasil erupsi, dan sebailknya. Hubungan
keduanya disebut sebagai morfostratigrafi gunungapi

Morfostruktur gunungapi

Kelurusan gunungapi mengikuti pola-pola struktur regional dan menunjukkan pola-


pola struktur tempatan. Struktur gunungapi dapat diketahui dengan memperhatikan aspek
morfologi(pusat erupsi) gunungapi. Sistem rekahan dapat ditentukan berdasarkan kelurusan-
kelurusan yang terbentuk; untuk selanjutnya digunakan untuk menafsirkan evolusi
gunungapi tersebut.
Kelurusan gunungapi dapatdikelompokkan menjadi 3 ukuran:
1. Skala Mikro, terbentuk setempatpada tubuh gunungapi akibat tekanan magmatis dari
gunungapi tersebut.
2. Skala Meso, diperlihatkan oleh lebihdari dua pusat-pusat erupsi yang berlainan, tetapi
masih dalam jajaranyang sama.
3. Skala Makro, menghubungkan pusat-pusat erupsi dari beberapa jajaran gunungapi
yang berlainan.
Kelurusan gunungapi menjadi 3jenis, yaitu :
1. Garis yang berada pada tubuhgunungapi, yang mencermin kantegangan dari bumi.
2. Garis yang melalui beberapa pusat gunungapi, berhubungan dengan pensesaran di
bagian dalam bumi yang kemudian berkembang menjadi suatu celah.
3. Garis yang melalui pusat gunungapi secara regional, mencerminkan adanya rekahan
besar di dalam bumi, yang berfungsi sebagai saluran magma,yang kemudian
berkembang menjadi sistem pensesaran di dekat permukaan.
Morfostratigrafi gunungapi

4
Penggolongan stratigrafi merupakan pengelompokan batuan menurut berbagai
carauntuk mempermudah pemerian dan hubungan lapisan satu terhadap lapisan lainya.
(SoejonoMardjojo, 1978). Penggolongan stratigrafi berdasarkan kenampakan morfologi.
Satuan morfostratigrafi pertama kali diusulkan oleh Astadireja (1980),sebagai usaha
mengelompokkan batuan secara tersistem bersendikan bentang alam.

III. ANALISA DAN PEMBAHASAN


Morfografi

Gambar 1. Peta Geomorfologi Merapi (kiri) dan kenampakan citra SRTM Merapi (kanan)

1. V1 Kepundan Gunung api : depresi melingkar di permukaan tanah yang disebabkan


oleh aktivitas vulkanis Kepundan biasanya berbentuk cekungan berbentuk lingkaran
yang merupakan ujung dari lubang angin di mana Magma keluar dalam bentuk gas
atau lava.
2. V2 Kerucut Gunung Api : tinggian pada gunung api dengan bentuk mengerucut yang
terdiri atas lava dan abu vulkanik yang mengeras.
3. V3 Lereng atas Gunungapi : Merupakan bagian tubuh gunungapi paling atas yang
langsung mendapat material dari kawah saat terjadi erupsi.
4. V4 Lereng Tengah Gunungapi : Lereng pada bagian tengah gunungapi yang terbentuk
dari hasil endapan material erupsi secara bertahap.
5. V5 Lereng Bawah Gunungapi : lereng yang terletak pada bagian bawah tubuh
gununapi.

5
6. V6 Baranko gunungapi : lembah dari gunung api/ tempat lewatnya lahar piroklastik
7. V7 Lahar gunungapi : bekas aliran material vulkanik berupa campuran kerikil, pasir
dan batu karena adanya aliran air pada lereng gunung berapi.
8. V8 Kaki gunungapi : merupakan satuan bentuklahan yang lebih datar dan terbentuk
dari pengendapan material oleh proses fluvial.
Morfostruktur
1. Morfostruktur makro

Gambar 2. Kelurusan gunungapi di Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara

Morfostruktur makro ini menunjukan kelurusan persebarangunung api di pulau


Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara. Jika dilihat polanya cenderung kearah barat-timur.
Kondisi ini terjadi karena subduksi palung jawa dari arah selatan. Dengan tektonik ini
sebaran gunung api di pulau Jawa realtih berada di tengah pulau, begitu juga gunung
Merapi yang berada di utara Yogyakarta.
2. Morfostruktur meso

Gambar 3. Pola kelurusan gunungapi di region Jawa Tengah

6
Morfostruktur meso pada gunung merapi memiliki kelurusan dengan Gunung
Sindoro, Sumbing, Merbabu, dan Lawu. Kelurusan meso ini dilihat dari bedanya
pusat erupsi antar gunung api ttetapi masih dalam satu jajaran yang sama.
3. Morfostruktur mikro

Gambar 4. Penampang Gunung Merapi

Morfostruktur mikro ini menunjukan kenampakan tinggian berupa bukit yang


terbetuk oleh terobosan magma yang dikontrol oleh struktur yang ada. Bukit-bukit ini
merupakan sisa kelluarnya magma yang masih berada dalam 1 tubuh gunung. Di
Gunung Merapi terdapat teroboosan magma dengan tinggian bukit berupa dome
antara lain : Gunung Bibi, Gunung Maron, Gunung Plawangan, Gunung Gendol,
Gunung Menoreh dan Gunung Anyar.
Kondisi ini dikontrol oleh adanya patahan yang berkembang di Merapi.
Patahan yg ada di Merapi ini merupakan sebuah “block glide” yang sangat besar
sehingga batuan yang bergerak terhadap yang lain membentuk bidang patahan.
Patahan Merapi memiliki kemiringan kearah barat. Dalam ilustrasi dibawah ini
memperlihatkan penampang barat timur dimana gunung Merapi berada disebelah

7
kanan. Dalam petanya Van Bammelen patahan ini digambarkan cukup detil hingga
dampak dari block glide, patahan, ini menimbulkan sebuah perlipatan.

Gambar 5. Patahan pada Gunung Merapi


Warna ungu adalah patahan Merapi. Warna Biru perlipatan di Bukit Gendol. Dalam
penampang AB (Barat-Timur) dibawahnya terlihat bagaimana patahan di puncak merapi ini
menimbulkan dorongan lateral kearah barat menggencet batuan di kakinya karena tertahan
Bukit Menoreh.

Gambar 6. Pola rekahan sayap Merapi (kiri) dan model rekahan sayap menurut Kuenen (1945)

Rekahan sayap yang terlihat pada gunung merapi merupakan tipe konsentris. Tipe ini
terbentuk oleh pelepasan magma dari kepundan akibat tekanan dapur magma. Menurut
model Kuenen (1945) tipe konsentris ditunjukan pada model D.
Jenis pusat erupsinya termasuk tipe terminal eruption, yaitu lubang kepundan
merupakan saluran utama bagi peletusan.

8
Morfostratigrafi

Gambar 6. Peta Geologi Merapi

Gambar 7. Kolom stratigrafi Gunung Merapi

Morfotem : terdiri dari satuan Merapi Muda dan Satuan Merapi Tua
Morfoset mencakup satuan lava yang disebut aliran lava andesit piroksen merapi. Litologi ini
terdiri dari 4 pemerian, M1, M2, M3, dan M4. Pemerian ini didasarkan oleh periode letusan
merapi yang memiliki ciri-ciri yang berbeda.

9
Morfonit : endapan jatuhan erupsi merapi (Mjp), endapan aliran piroklastik muda (Mapm),
endapan aliran piroklastik tua merapi ( Mapt), endapan lahar muda merapi (Mlm), endapan
lahar tua merapi ( Mlt).
IV. KESIMPULAN
Dari interpertasi citra dan data sekunder didapatkan morfologi Gunung Merapi, antara lain:
1. Morfografi : Kepundan Gunung api, Kerucut Gunung Api, Lereng atas Gunungapi,
Lereng Tengah Gunungapi, Lereng Bawah Gunungapi, Baranko gunungapi, Lahar
gunungapi, Kaki gunungapi
2. Morfostruktur :
 Didapatkan pola kelurusan makro di Pulau Jawa sampai Nusa Tenggara
 Didapatkan pola kelurusan meso di Jawa Tengah berupa Gunung merbabu,
sindoro, sumbing dan lawu.
 Didapatkan kelurusan mikro dengan adanya Gunung Bibi, Gunung Maron,
Gunung Plawangan, Gunung Gendol, Gunung Menoreh dan Gunung Anyar
 Menunjukan rekahan sayap konsentris
 Menunjukan jenis pusat erupsi Terminal Eruption
3. Morfostratigrafi
 Morfotem : terdiri dari satuan Merapi Muda dan Satuan Merapi Tua
 Morfoset mencakup satuan lava yang disebut aliran lava andesit piroksen
merapi. Litologi ini terdiri dari 4 pemerian, M1, M2, M3, dan M4. Pemerian
ini didasarkan oleh periode letusan merapi yang memiliki ciri-ciri yang
berbeda.
 Morfonit : endapan jatuhan erupsi merapi (Mjp), endapan aliran piroklastik
muda (Mapm), endapan aliran piroklastik tua merapi ( Mapt), endapan lahar
muda merapi (Mlm), endapan lahar tua merapi ( Mlt).
REFERENSI
Bemmelen, R.W. van. 1949. The geology of Indonesia. Netherland. Government Printing
Office The Hague
Noor, Djauhari. 2009. Pengantar Geologi. Bogor. Graha Ilmu

Wirakusumah A.D. dkk.1989. Peta Geologi Gunungapi Merapi. Bandung. Pusat Vulkanologi
Dan Mitigasi Bencana Geologi.
Zuidam, R.A Van dan Zuidam Cancelado. 1983. Terrain Analysis and Classification Using
Aerial Photograps Approch ITC

10