Anda di halaman 1dari 7

BAB 1.

PENDAHULUAN

1. Latar Belakang

Sistem transportasi merupakan suatu sistem yang memiliki fungsi untuk


memindahkan orang maupun barang dari suatu tempat ke tempat lain dalam upaya
mengatasi hambatan jarak geografis maupun topografis. Transportasi memiliki
dimensi yang kompleks karena tidak hanya berfungsi memindahkan orang atau
barang dari suatu tempat ke tempat lain tetapi juga menyangkut kebutuhan lainnya,
seperti kebutuhan ekonomi, sosial dan politik.

Sistem adalah gabungan beberapa komponen atau objek yang saling berkaitan.
Dalam setiap organisasi sistem, perubahan pada satu komponen akan memberikan
perubahan pada komponen lainnya (Tamin, 2000).

Sistem transportasi terdiri dari sistem kegiatan, sistem pergerakan lalu lintas, sistem
jaringan prasarana transportasi dan sistem kelembagaan.
Pergerakan terjadi karena adanya kebutuhan yang tidak terpenuhi oleh suatu tempat.
Setiap tata guna lahan atau sistem kegiatan mempunyai suatu jenis kegiatan tertentu
yang akan membangkitkan pergerakan dan akan menarik pergerakan dalam proses
pemenuhan kebutuhan. Sistem tersebut merupakan sistem pola kegiatan tata guna
lahan yang terdiri dari pola kegiatan sosial, ekonomi, kebudayaan dan lain-lain.
Interaksi yang terjadi antara sistem kegiatan dengan sistem jaringan menghasilkan
manusia dan/atau barang dalam bentuk pergerakan kendaraan dan/atau orang
(pejalan kaki). Sistem pergerakan yang aman, cepat, nyaman, murah, handal dan
sesuai dengan lingkungannya dapat tercipta jika pergerakan tersebut diatur oleh
sistem rekayasa dan manajemen lalu lintas yang baik (Tamin, 2000).

Perubahan yang terjadi pada masing-masing sistem akan berdampak pada sistem
yang lainnya. Dalam usahanya untuk mewujudkan suatu pergerakan yang aman,
nyaman, lancar maka diperlukan suatu sistem yang mampu memenaje sistem-sistem
yang telah ada yaitu sistem kelembagaan (Tamin, 2000).
2. Rumusan Masalah
- Bagaimana rute lintasan angkutan umum dari terminal bayangan km.10
sampai terminal Rawasari ?
- Bagaimana 3 alternatif rute angkutan dari terminal bayangan km.10
sampai terminal Rawasari ?
- Bagaimana potensi pergerakan kondisi lingkungan,jaringan,dan lalu
lintas?

3. Tujuan
- Menentukan rute lintasan angkutan umum dari terminal bayangan km.10
sampai terminal Rawasari ?
- Menentukan alternatif rute angkutan dari terminal bayangan km.10 sampai
terminal Rawasari ?
- Menganalisis potensi pergerakan kondisi lingkungan,jaringan,dan lalu
lintas?
BAB II. PEMBAHASAN

2.1 Pengertian

Parameter adalah ukuran, kriteria, patokan, pembatasan, standar, atau tolok ukur
seluruh populasi dalam penelitian.

Lingkungan adalah keadaan disekitar rute yang dilalui angkutan umum.

Hambatan Samping
Hambatan samping adalah dampak terhadap kinerja lalu lintas yang berasal dari
aktivitas samping segmen jalan. Hambatan samping yang umumnya sangat
mempengaruhi kapasitas jalan adalah pejalan kaki, angkutan umum, dan kendaraan
lain berhenti, kendaraan tak bermotor, kendaraan masuk dan keluar dari fungsi tata
guna lahan di samping jalan.
Tingkat hambatan samping telah dikelompokkan dalam lima kelas dari kondisi
sangat rendah hingga sangat tinggi. Kondisi ini sebagai fungsi dari frekuensi
kejadian hambatan samping sepanjang ruas jalan yang diamati. Tingkat hambatan
samping dapat dilihat pada tabel.

Overlapping adalah sebuah kondisi dimana kedua katup masuk dan katup buang
berada dalam posisi terbuka pada akhir langkah buang hingga awal langkah hisap.
Hal ini berfungsi untuk efisiensi kinerja dalam mesin pembakaran dalam. Karena
adanya hambatan dari kinerja mekanisme katup dan inersia udara didalam manifold,
maka diperlukan pembukaan katup hisap lebih cepat sebelum mencapai TMA untuk
mempersiapkan langkah hisap. Derajatoverlapping tergantung dari durasi poros
bubungan dan LSA.
Secara spesifik overlapping berfungsi sebagai berikut:
1) Mempercepat pemasukan bahan bakar, sehingga mampu mengatasi pada
putaran tinggi
2) Memaksimalkan proses pemasukkan bahanbakar.
3) Sebagai pembilasan ruang bakar, torak, dan silinder yang lebih sempurna dari
sisa-sisa pembakaran, sehingga benar-benar bersih.
4) Membantu pelepasan gas buang(exhaust scavanging).
5) Pendinginan suhu di ruang bakar.
6) Gas baru membantu menetralisir gas HC yang sebenarnya beracun, sebelum
dikeluarkan.
7) Mengurangiknocking, yang dikarenakan telat pemasukan bahan bakar pada
putaran tinggi.
8) Mempercepat pencapaian putaran tinggi

Perkerasan jalan adalah campuran antara agregat dan bahan pengikat yang
digunakan intuk melayani beban lalu lintas. Agregat yang dipakai adalah batu pecah
atau batu belah atau batu kali ataupun bahan lainnya. Bahan ikat yang dipakai
adalah aspal, semen ataupun tanah liat.

Waktu tempuh adalah lama waktu yang terpakai dalam perjalanan untuk
menempuh suatu jarak tertentu.

Angkutan umum adalah sarana yang dibutuhkan untuk mendukung aktivitas dan
mobilitas sebagian besar masyarakat kota, bagaimanapun majunya suatu perkotaan
akan tetap membutuhkan suatu angkutan umum. Pengguna angkutan umum
menghendaki adanya tingkat pelayanan yang cukup memadai, baik waktu tempuh,
waktu tunggu maupun keamanan dan kenyamanan yang terjamin selama perjalanan.
Jumlah armada yang tepat sesuai dengan kebutuhan sulit dipastikan, yang dapat
dilakukan adalah jumlah yang mendekati besarnya kebutuhan. Ketidakpastian itu
disebabkan oleh pola pergerakan penduduk yang tidak merata sepanjang waktu
misalnya pada jam-jam sibuk permintaan tinggi dan pada jam sepi permintaan
rendah.

Mobil penumpang umum (MPU) adalah setiap kendaraan umum yang dilengkapi
sebanyak-banyaknya delapan tempat duduk tidak termasuk tempat duduk
pengemudi baik dengan maupun tanpa perlengkapan pengangkutan bagasi (Kepmen
Perhubungan No.68 Tahun 1993). Trayek adalah lintasan kendaraann umum untuk
pelayanan jasa angkutan orang dengan mobil bus, yang mempunyai asal dan tujuan
perjalanan tetap, lintasan tetap dan jadwal tetap maupun tidak berjadwal.

Jaringan trayek adalah kumpulan trayek yang menjadi satu kesatuan pelayanan
angkutan orang. Ada beberapa faktor yang digunakan sebagai bahan pertimbangan
dalam menetapkan jaringan trayek adalah pola tata guna lahan, Pola penggerakan
penumpang angkutan umum, kepadatan penduduk, daerah pelayanan, dan
karakteristik jaringan.

Dalam pedoman penyusunan jaringan trayek angkutan umum pada wilayah


perkotaan yang dikeluarkan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian
Perhubungan, menyatakan bahwa jarak pejalan kaki sangat terkait dengan
kepadatan trayek angkutan perkotaan. Dimana kepadatan trayek harus disusun
sedemikian rupa, sehingga dapat menjangkau seluruh wilayah kota yang
membutuhkan pelayanan angkutan. Pengertian terjangkau dalam hal ini adalah
terjangkau adalah bahwa rute pelayanan dapat dijangkau dengan berjalan kaki
maksimal berjarak 400 m oleh 70 – 75 % penduduk yang tinggal didaerah padat
atau sama dengan waktu berjalan kaki selama 5 – 6 menit.

2.1 Penjelasan

Rute Lintasan Angkutan Kota (Angkot Hijau) : Jurusan Jelutung-Kenali Asam

Berangkat : Terminal Rawasari - Jl. HP Kusuma - Jl. Hayam Wuruk - Jl. Gajah
Mada - Jl. M Yamin - Jl. May. Marzuki - Jl. P. Hidayat - Jl. Mars. Surya Darma -
Simp. IV Kenali KM10 (Ring Road)

Kembali : Simp. IV Kenali KM10 - Jl. Mars. Surya Darma - Jl. P. Hidayat - Jl.
May. Marzuki - Jl. M Yamin - Jl. Gajah Mada - Jl. Hayam Wuruk - Jl. P
Diponegoro - Jl. Rang Kayo Hitam - Jl Sers Zuraida - Terminal Rawasari

Parameter Rute Lintasan Utama


No. Parameter Keterangan
1. Keadaan Lingkungan Ramai dan lancar
2. Panjang Lintasan 11 km
3. Hambatan Samping Parkir sembarang, Pedagang, Sekolah, Simpang
4. Overlapping Simp. Kawat (angkot kuning), Jln HP Kusuma
(angkot merah)
5. Waktu Tempuh 30 menit
6. Perkerasan Jalan Jalan aspal dengan agregat halus
7. Kondisi Jalan 90 % baik

3 Jalur Alternatif

a. Melalui Jalan Lintas Sumatera/ Jalan Palembang-Jambi


Kearah Barat Laut menuju Jalan Lintas Sumatera/ Jalan Palembang-Jambi –
Jl. Hayam Wuruk – Jl. Halim Perdanakusuma – Terminal Rawasari
b. Melalui Jalan Lintas Timur Sumatera Palembang Jambi dan Jalan Jendral
Sudirman
Kearah barat laut menuju Jl. Lintas Sumatera/ Jalan Palembang-Jambi – Jl.
Yunus Sanis – Jl. Banjar Rejo – Jl. Adityawarman – Jl. Adi Sucipto , the hok
– Jl. Jenderal Sudirman – Jl. Halim Perdanakusuma, talang jauh – Terminal
Rawasari

c. Melalui Jalan Lintas Timur Sumatera Palembang Jambi dan Jalan Hayam
Wuruk
Kearah barat laut menuju Jl. Lintas Sumatera/ Jalan Palembang-Jambi – Jl.
Gajah Mada – Sungai Asam – Terminal Rawasari

Alternatif 1 : 10,1 km (23 menit)


2 : 12,4 km (28 menit)
3 : 10, 7 km (26 menit)

Gambar
Daftar Pustaka
http://www.pengertianpengertian.com/2015/05/pengertian-parameter.html
https://id.wikipedia.org/wiki/Perkerasan_jalan
http://www.ipapedia.web.id/2015/05/mengenal-jarak-waktu-tempuh-dan.html
http://jambikota.go.id/id/index.php?option=com_content&task=view&id=150&Ite
mid=138
https://www.google.co.id/maps