Anda di halaman 1dari 3

4.

4 Analisis Kelas Pasar


Berdasarkan hasil survey pada dua pasar yaitu pasar Guyup Rukun dan Superindo
Dieng didapatkan hasil bahwa pada dua pasar tersebut memiliki fasilitas yang berbeda. Pasar
Guyup Rukun memiliki area yang terbuka, tidak ber-AC, memiliki parkiran yang relatif
sempit, toiliet, harga tiap produk relatif lebih murah, proses jual-beli melalui tawar menawar
harga, barang yang disediakan umumnya keperluan dapur dan rumah tangga, produk
didapatkan dari petani atau pengepul, jenis dan varians (komoditi) relatif sedikit. Hal ini
sesuai dengan Peraturan Undang-Undang No. 112 Tahun 2007 pada :

 pasal 2 yang disebutkan bahwa pada ayat (1) Lokasi pendirian Pasar Tradisional wajib
mengacu pada Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten/Kota, dan Rencana Detail
Tata Ruang Kabupaten/Kota, termasuk Peraturan Zonasinya serta sesuai di dalam
pasal 5 ayat (5).

Letak dari pasar tradisional Guyup Rukun yang disurvei yaitu terletak di Jl. Sigura-Gura
Blok D No.174, Karangbesuki, Sukun, Kota Malang, Jawa Timur. Selain itu pasar
Tradisional Guyup Rukun menyediakan fasilitas parkir motor yang di jaga oleh tukang
parkir serta keadaan pasar yang aman, tertib, hal ini sesuai pada 2 ayat yaitu:

 pasal 2 ayat (2) yang menyatakan Pendirian Pasar Tradisional wajib memenuhi
ketentuan sebagai berikut :
a. Memperhitungkan kondisi sosial ekonomi masyarakat dan keberadaan Pasar
Tradisional, Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern serta Usaha Kecil, termasuk
koperasi, yang ada di wilayah yang bersangkutan
b. Menyediakan areal parkir paling sedikit seluas kebutuhan parkir 1 (satu) buah
kendaraan roda empat untuk setiap 100 m2 (seratus meter per segi) luas lantai
penjualan Pasar Tradisional
c. Menyediakan fasilitas yang menjamin Pasar Tradisional yang bersih, sehat
(hygienis), aman, tertib dan ruang publik yang nyaman.
 pada ayat (3) yaitu Penyediaan areal parkir sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf
b dapat dilakukan berdasarkan kerjasama antara pengelola Pasar Tradisional dengan
pihak lain.

Pasar modern yang disurvei adalah Superindo Dieng yang memiliki fasilitas lengkap,
ruangan ber AC, toilet, mushola, area parkir, bangunannya besar dan tersusun rapi, harga pas
dan relatif mahal, mengutamakan kebersihan dan kenyaman konsumen, produk didapat dari
pemasok, varians lebih banyak, dan tempatnya lebih strategis. Hal ini sesuai dengan
Peraturan Undang-Undang No. 112 Tahun 2007 yaitu :
 Pasal 3 (1) Lokasi pendirian Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern wajib mengacu
pada Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten/Kota, dan Rencana Detail Tata Ruang
Kabupaten/Kota, termasuk Peraturan Zonasinya serta dalam pasal 5 dalam ayat (2)
dan ayat (4). Hal ini diperkuat dengan letak dari Superindo Dieng yang strategis dan
lokasinya sudah diatur didalam peraturan.
 Pasal 4 ayat 1 bahwa Pendirian Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern wajib:
a. Memperhitungkan kondisi sosial ekonomi masyarakat, keberadaan Pasar
Tradisional, Usaha Kecil dan Usaha Menengah yang ada di wilayah yang
bersangkutan.
b. Memperhatikan jarak antara Hypermarket dengan Pasar Tradisional yang telah ada
sebelumnya.
c. Menyediakan areal parkir paling sedikit seluas kebutuhan parkir 1 (satu) unit
kendaraan roda empat untuk setiap 60 m2 (enam puluh meter per segi) luas lantai
penjualan Pusat Perbelanjaan dan/atau Toko Modern.
d. Menyediakan fasilitas yang menjamin Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern yang
bersih, sehat (hygienis), aman, tertib dan ruang publik yang nyaman.
Hal ini sesuai dengan fasilitas yang tersedia pada Superindo Dieng yaitu
memiliki area parkir untuk mobil dan sepeda, AC, mushola, toilet, produk yang dijual
bersih, hygenis.
 Pasar modern Superindo Dieng menjual produk makanan, komoditas pertanian dan
produk rumah tangga yang dijual secara eceran, hal ini sesuai dengan Peraturan
Undang-Undang No. 112 Tahun 2007 padapasal 3 ayat (3) huruf a yaitu minimarket,
Supermarket dan Hypermarket menjual secara eceran barang konsumsi terutama
produk makanan dan produk rumah tangga lainnya. Hal tersebut dapat dilihat isi
dalam pasar modern Superindo yang menyediakan anekah komoditas pertanian, aneka
produk makanan dan produk rumah tangga lainnya.
 Pasar Superindo Dieng jam kerja pada hari minggu sampai sabtu yaitu pukul 07.00-
22.00, hal ini bertentangan dengan Peraturan Undang-Undang No. 112 Tahun 2007
pasal 1 ayat 1 bahwa Jam kerja Hypermarket, Department Store dan Supermarket
adalah sebagai berikut:a. Untuk hari Senin sampai dengan Jumat, pukul 10.00 sampai
dengan pukul 22.00 waktu setempat, b. Untuk hari Sabtu dan Minggu, pukul 10.00
sampai dengan pukul 23.00 waktu setempat.